LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
i
KATA PENGANTAR
uji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat rahmat dan hidayah-Nya sehingga Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika dapat menyelesaikan Laporan Kinerja Tahun 2020 yang merupakan pertanggungjawaban pelaksanaan program kegiatan dan anggaran Deputi Bidang Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika BP2MI pada kurun waktu tahun 2020 dan sebagai amanah pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan Peraturan Menteri PAN RB Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
Laporan Kinerja (LKj) Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika Tahun 2020 ini menggambarkan sejumlah capaian kinerja terhadap target kinerja yang tercantum dalam dokumen Penetapan Kinerja tahun 2020 beserta analisisnya, serta rencana tindak lanjut yang akan dilakukan untuk perbaikan kinerja kedepan.
Dalam rangka penguatan kelembagaan di BP2MI, pada bulan Juni tahun 2020 telah terjadi perubahan struktur organisasi dan tata kerja, serta penerapan Renstra BP2MI periode 2020-2024. Hal ini menyebabkan sasaran kegiatan tahun 2020 merupakan transisi dari Indikator Kinerja Program (IKP) lama menjadi IKP baru.
Kepada semua pihak yang telah terlibat dalam proses penyusunan buku ini, baik dalam bentuk konstribusi data, kontribusi penulisan laporan, maupun bentuk konstribusi pemikiran lainnya, kami ucapkan terima kasih yang sebesar- besarnya.
Jakarta, Januari 2021
Plt. Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika
Drs.Freddy M. Panggabean, M.A NIP. 19670303 196203 1 001
P
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
DAFTAR GAMBAR ... v
IKHTISAR EKSEKUTIF ... vi
BAB I PENDAHULUAN ... 9
A. Latar Belakang ... 9
B. Aspek Strategis ... 10
C. Permasalahan Utama ... 10
D. Maksud dan Tujuan ... 13
E. Kedudukan, Tugas Dan Fungsi ... 14
F. Organisasi dan SDM... 15
G. Dasar Pelaksanaan... 24
H. Sistematika Penyajian ... 25
BAB II PERENCANAAN KINERJA DAN PERJANJIAN KINERJA ... 27
A. Rencana Strategis Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika Tahun 2020-2024 ... 27
B. Penetapan Kinerja Tahun 2020 ... 40
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ... 45
A. Capaian Kinerja Organisasi ... 45
B. Realisasi Anggaran ... 67
BAB IV PENUTUP ... 69
A. Kesimpulan ... 69
B. Tindak Lanjut ... 70
LAMPIRAN ... 71
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
iii
DAFTAR TABEL
Tabel 1.Capaian Kinerja Tahun 2020 Deputi Bidang Penempatan dan
Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika ... vii
Tabel 2. Komposisi Pegawai Berdasarkan Golongan ... 22
Tabel 3. Komposisi Pegawai Berdasarkan Jenjang Pendidikan ... 24
Tabel 4. Sasaran Strategis Dan Indikator Kinerja Program Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika ... 30
Tabel 5 Target Kinerja Tahun 2020 ... 31
Tabel 6. Matrik Tujuan, Arah Kebijakan dan Strategi BP2MI ... 32
Tabel 7. Program dan Kegiatan Tahun 2020... 39
Tabel 8. Rencana Kinerja Tahunan Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika ... 40
Tabel 9. Penetapan Perjanjian Kinerja Tahun 2020 Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika ... 41
Tabel 10. Penetapan Perjanjian Kinerja Tahun 2020 Direktur Sistem dan Strategis Penempatan dan Pelindungan ... 42
Tabel 11. Penetapan Perjanjian Kinerja Tahun 2020 Direktur Penempatan Pemerintah ... 42
Tabel 12. Penetapan Perjanjian Kinerja Tahun 2020 Direktur Penempatan Non Pemerintah ... 43
Tabel 13. Penetapan Perjanjian Kinerja Tahun 2020 Direktur Pelindungan dan Pemberdayaan ... 44
Tabel 14. Kategorisasi Kinerja Tahun 2020 Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika ... 45
Tabel 15. Manual Indikator Kinerja Program Deputi Bidang Penempatan dan Pelidungan Kawasan Asia dan Afrika Tahun 2020-2024 ... 46
Tabel 16. Hasil Pengukuran Capaian Kinerja Triwulanan Tahun 2020 Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika... 48
Tabel 17. Hasil Pengukuran Capaian Kinerja Tahun 2020 Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika ... 49
Tabel 18. Perbandingan Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2020 Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika... 50
Tabel 19. Rekapitulasi Data Pencegahan dan Penindakan Penempatan PMI
Non-Prosedural Kawasan Asia dan Afrika ... 52
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
iv
Tabel 20. Data Supply Terbesar Berdasarkan Provinsi Asal ... 54
Tabel 21. Rekapitulasi Pengaduan Berdasarkan Kawasan ... 58
Tabel 22. Rekapitulasi Layanan Kepulangan PMI Tahun 2020 ... 63
Tabel 23. Kendala dan Alternatif Solusi Sasaran Program/Kegiatan ... 66
Tabel 24. Realisasi Anggaran Berdasarkan Capaian Kinerja Tahun 2020 ... 68
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
v
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Struktur Organisasi Deputi I ... 20
Gambar 2. Komposisi Pegawai Berdasarkan Unit Kerja ... 22
Gambar 3. Komposisi Pegawai Berdasarkan Jabatan ... 23
Gambar 4. Visi, Misi, Arahan Presiden dan 7 Agenda Pembangunan ... 28
Gambar 5. Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran BP2MI ... 29
Gambar 6. Rekapitulasi Penempatan PMI ... 55
Gambar 7. Jenis Permasalahan Terbesar Tahun 2020 ... 59
Gambar 8. Realisasi Fasilitasi Bantuan Hukum ... 60
Gambar 9. Rekapitulasi Fasilitasi Kepulangan PMI ... 64
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
vi
IKHTISAR EKSEKUTIF
Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika mempunyai kedudukan dan peran untuk menyiapkan, merumuskan, mengkoordinasikan, melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan kebijakan teknis penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia meliputi:
Standarisasi, Sosialisasi dan pelaksanaan pelindungan sejak sebelum penempatan, selama penempatan dan hingga setelah penempatan. Sejalan dengan hal tersebut seluruh program kerja Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika didasarkan pada Rencana Strategis (Renstra) BP2MI Tahun 2020-2024, Renstra Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika Tahun 2020-2024, Rencana Kerja Tahunan (RKT), dan Perjanjian Kinerja dengan Kepala BP2MI.
Penetapan Kinerja Tahun 2020, mengacu Rencana Strategis Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika Tahun 2020-2024.
Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika telah menetapkan 4 Target Indikator Kinerja Program (IKP) yang akan dicapai pada tahun 2020. Seluruh target capaian IKP tahun 2020 masih belum tercapai.
Secara rinci pencapaian IKP adalah sebagai berikut :
1. Sasaran Program/Kegiatan I: Meningkatnya pencegahan dan penindakan penempatan Pekerja Migran Indonesia nonprosedural.
Capaian kinerja pencegahan dan penindakan penempatan Pekerja Migran Indonesia adalah sebanyak 241 orang. Hal ini menunjukkan capaian realisasi kinerja masih belum tercapai dengan persentase capaian sebesar 16,07% dari target kinerja tahun 2020.
2. Sasaran Program/Kegiatan II: Meningkatnya penempatan Pekerja Migran Indonesia terampil dan profesional
Capaian kinerja jumlah meningkatnya penempatan Pekerja Migran Indonesia terampil dan professional adalah sebesar 109.510 PMI atau telah tercapai, dengan persentase capaian 193,87% dari target kinerja tahun 2020.
3. Sasaran Program/Kegiatan III: Meningkatnya pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya
Capaian kinerja persentase penurunan kasus PMI adalah sebesar 21,07%
atau sebesar 334,44% dari target kinerja 2020. Hal ini menunjukkan bahwa
target penurunan kasus PMI tahun 2020 telah tercapai.
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
vii 4. Capaian kinerja persentase PMI dan keluarganya yang melakukan
kegiatan produktif adalah sebesar 0% atau belum tercapai. Hal ini disebabkan tidak adanya target kinerja dan anggaran untuk pemberdayaan purna PMI dan keluarganya.
Tabel 1.Capaian Kinerja Tahun 2020
Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika
Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi % Capaian Meningkatnya
pencegahan dan
penindakan
penempatan Pekerja Migran Indonesia nonprosedural
Pekerja Migran Indonesia
nonprosedural/Tinda k Pidana
Perdagangan Orang (TPPO) yang berhasil dicegah
1.500 orang
241
Orang 16,07%
Meningkatnya
penempatan Pekerja Migran Indonesia
terampil dan
profesional
Penempatan Pekerja Migran Indonesia terampil dan profesional
56.485 PMI
109.510 PMI Berdasarkan Data
Sisko P2MI
193,87%
Meningkatnya
pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya
Penurunan kasus Pekerja Migran Indonesia
6,30% 21,07% 334,44%
Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya yang melakukan kegiatan produktif
25% 0% 0%
Sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2019 tentang Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, revitalisasi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menjadi BP2MI masih terdapat masa transisi selama 1 (satu) tahun, sehingga pada Tahun 2020 BP2MI masih menggunakan struktur anggaran Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) BNP2TKI, sehingga hal ini mempengaruhi pula DIPA Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika.
Adapun Dana DIPA Tahun Anggaran 2020 yang dikelola oleh Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika sesuai dengan surat pengesahan dari Dirjen Perbendaharaan Departemen Keuangan R.I. Nomor: SP DIPA-104.01.1.449916/2020 tanggal 12 November 2019, sebesar Rp.
8.574.903.000,- namun terdapat relokasi anggaran sehingga berubah menjadi
sebesar Rp 8.558.588.450,-., secara umum realisasi sampai dengan bulan
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
viii Desember 2020 sebesar Rp 8.558.588.450, - (99.81%) dengan sisa anggaran sebesar Rp 16.314.550,-.
Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi capaian kinerja, dan dalam rangka meningkatkan kinerja Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika, pada tahun 2021 kami akan melakukan perbaikan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika akan memperkuat upaya pencegahan dan penindakan penempatan Pekerja Migran Indonesia Nonprosedural.
2. Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika akan memperkuat penempatan Pekerja Migran Indonesia terampil dan profesional 3. Penyempurnaan manajemen kinerja dan IKP dengan tahapan sebagai
berikut: (i) focus terhadap pelindungan CPMI/PMI sesuai UU No. 18 Tahun
2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, (ii) penguatan regulasi
pelayanan penempatan dan pelindungan PMI yang mudah, murah dan
akuntabel, dan (iii) konsolidasi dan koordinasi dengan K/L dan stakeholder
terkait.
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
9
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika merupakan salah satu satuan kerja Eselon I di lingkungan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) sebagaimana tercantum dalam Peraturan Kepala Badan Nomor 04 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika memiliki peran sebagai pelaksana kebijakan di bidang penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Kawasan Asia dan Afrika, untuk mewujudkan tujuan organisasi dalam rangka meningkatkan pelindungan dan kesejahteraan PMI dan keluarganya, serta meningkatkan tata Kelola pemerintahan yang baik sesuai amanah Undang Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
Dalam rangka penyelenggaraan negara yang mengembangkan dan menerapkan prinsip-prinsip profesionalisme, akuntabilitas, transparansi, pelayanan prima, demokrasi, efisiensi, efektivitas, supremasi hukum dan dapat diterima oleh seluruh masyarakat, maka Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri PAN RB Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Permen PAN RB tersebut mengintruksikan kepada pemerintah baik pusat maupun daerah termasuk BP2MI untuk melakukan akuntabilitas kinerja dan membuat laporan kinerja setiap akhir tahun sebagai wujud pertanggungjawaban instansi pemerintah dalam mencapai visi, misi dan tujuan yang sekaligus sebagai kegiatan evaluasi.
Selain itu, sejalan dengan adanya perubahan Struktur Organisasi yang
dikeluarkan BP2MI Nomor 04 Tahun 2020 tanggal 10 Juni 2020 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia,
Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika terdiri
dari 4 (empat) direktorat yaitu Direktorat Sistem dan Strategi Penempatan
dan Pelindungan, Direktorat Penempatan Pemerintah, Direktorat
Penempatan Non Pemerintah dan Direktorat Pelindungan dan
Pemberdayaan, perlu membuat pertanggungjawaban pelaksanaan tugas
pokok dan fungsi tersebut dalam bentuk Laporan Kinerja (LKj) Deputi Bidang
Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika BP2MI Tahun 2020.
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
10 Laporan Kinerja ini juga dimaksudkan sebagai salah satu wujud akuntabilitas pelaksanaan tugas dan fungsi Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika dalam rangka mewujudkan
goodgovernment,transparansi, dan akuntabilitas sekaligus sebagai alat kendali dan pemacu peningkatan kinerja unit organisasi di lingkungan Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika.
B. Aspek Strategis
Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika sebagai unsur teknis yang berada di lingkungan BP2MI, dalam rangka mencapai visi, misi dan tujuan organisasi telah menetapkan arah kebijakan dan strategi berdasarkan pada arah kebijakan dan strategi Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, yang dirangkum sebagai 9 Program Prioritas Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
Adapun 9 Program Prioritas tersebut adalah:
1. Pemberantasan Sindikat Pengirimal Ilegal PMI;
2. Penguatan Kelembagaan dan Reformasi Birokrasi Dalam Rangka Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Dalam Pelayanan Penempatan dan Pelindungan PMI;
3. Menjadikan PMI Sebagai VVIP Dengan Memberikan Pelayanan dan Pelindungan Maksimal, Baik Dalam Aspek Hukum, Sosial, Maupun Ekonomi;
4. Modernisasi Sistem Pendataan Secara Terintegrasi;
5. Pembebasan Biaya Penempatan;
6. Pembenahan Tata Kelola PMI Seabased (Awak Kapal Niaga Migran dan Awak Kapal Perikanan Migran);
7. Penguatan Skema Penempatan PMI Dalam Rangka Peningkatan Penempatan PMI Terampil dan Profesional;
8. Pemberdayaan Ekonomi dan Sosial Bagi PMI dan Keluarganya Di Dalam Dan Luar Negeri; dan
9. Peningkatan Sinergi dan Koordinasi
Multi-Stakeholder Terkait TataKelola Penempatan dan Pelindungan PMI, Termasuk Fasilitasi Pemberian Jaminan Pelindungan Kepada PMI dan Keluarganya.
C. Permasalahan Utama
Beberapa permasalahan yang perlu mendapat perhatian dan penanganan
serius antara dalam penempatan pelindungan Pekerja Migran Indonesia,
yaitu:
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
11 1. Kebijakan dan Regulasi
Diperlukan penyelerasan kebijakan dan regulasi dengan kementerian/lembaga/instansi terkait, percepatan penerbitan peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang yang masih belum selesai serta penegasan tugas dan fungsi masing-masing kementerian/
lembaga/instansi terkait.
2. Pembagian Tugas Dan Kewenangan Tata Kelola Pekerja Migran Indonesia Di Daerah
Perubahan fundamental tata kelola Pekerja Migran Indonesia sesuai Undang-Undang Nomor 18 tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, perlu dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh pemangku kepentingan baik di pusat maupun di daerah, mengingat adanya perubahan kewenangan dan tanggung jawab dari swasta ke pemerintah dan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah, serta dari kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang ketenagakerjaan ke BP2MI. Untuk mendukung hal tersebut, perlu peningkatan sinergitas tata kelola Pekerja Migran Indonesia, diantaranya melalui penyelenggaraan Rapat koordinasi Nasional (Rakornas) pelayanan penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia yang melibatkan seluruh (stakeholders), baik di dalam maupun di luar negeri.
3. Masih Banyaknya Pekerja Migran Indonesia Non-Prosedural
masih banyak Pekerja Migran Indonesia nonprosedural akan menjadi permasalahan bila tidak diantisipasi dan ditangani secara benar karena meningkatkan risiko permasalahan Pekerja Migran Indonesia seperti gaji tidak sesuai dengan standar, kekerasan di tempat kerja, terlibat kasus kriminal, dan deportasi dari negara setempat. Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika BP2MI harus terus membenahi peran serta meningkatkan sinergitas antar stakeholders untuk menekan pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia nonprosedural serta dapat memberikan pelayanan yang lebih cepat, murah dan aman agar Pekerja Migran Indonesia lebih memilih bekerja ke luar negeri secara prosedural.
4. Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Di Luar Negeri
Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika
BP2MI tidak dapat melakukan pelindungan Pekerja Migran Indonesia di
negara tujuan penempatan secara langsung, melainkan melalui
koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI di luar
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
12 negeri. Saat ini BP2MI belum memiliki perwakilan petugas BP2MI di Kawasan Asia dan Afrika.
5. Ketidaksiapan Kompetensi PMI
Tingkat pendidikan dan keterampilan CPMI masih banyak di bawah standar, sehingga tidak dapat memenuhi standar persyaratan peluang kerja dari Negara tujuan penempatan. Oleh karena itu pemerintah wajib mengupayakan peningkatan fasilitasi pendidikan dan keterampilan melalui pelatihan dan vokasi bagi CPMI sesuai dengan peluang kerja di Negara tujuan penempatan demi mendukung program BP2MI untuk Meningkatkan Penempatan PMI terampil dan Profesional.
6. Penguatan Penataan Lembaga Dalam Seluruh Aspek
a. penyesuaian pelaksanaan pelayanan penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia sesuai tugas dan fungsi serta kewenangan berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, seperti penyesuaian tugas dan fungsi Unit Pelaksana Teknis (UPT) BP2MI di daerah, penguatan penanganan Pekerja Migran Indonesia nonprosedural serta penanganan Pekerja Migran Indonesia
sea-basedmelalui kerja sama/kolaborasi dengan
stakeholders terkait dan pengembangansistem informasi dalam seluruh lini pelayanan penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia;
b. penajaman program, kegiatan dan anggaran Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika BP2MI yang lebih fokus, terstruktur dan terukur, khususnya mempertimbangkan sejumlah tugas dan kewenangan baru yang dilimpahkan kepada Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika BP2MI, termasuk adanya beberapa program penempatan Pekerja Migran Indonesia baru yang akan segera diimplementasikan, peningkatan penempatan Pekerja Migran Indonesia profesional, program vokasi dan pemberdayaan serta perlindungan Pekerja Migran Indonesia khususnya penyelesaian Pekerja Migran Indonesia nonprosedural;
c. Penguatan
brandingDeputi Bidang Penempatan dan Pelindungan
Kawasan Asia dan Afrika BP2MI dengan konsep dan strategi yang
bersifat masif dan menarik (eye catching), sehingga dapat menjadi
lembaga yang penting dan dianggap penting oleh Pemerintah,
Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya serta stakeholders
lainnya.
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
13 Adapun tantangan penempatan dan pelindungan di Kawasan Asia dan Afrika diantaranya adalah:
1. Profil PMI Yang Masih Didominasi Oleh Tenaga Kerja Sektor Informal 64% PMI masih bekerja di sektor informal, sehingga diperlukan upaya Pemerintah untuk meningkatkan minat sebagai tenaga kerja di sektor formal melalui inovasi-inovasi di bidang pelayanan diantaranya diseminasi informasi pasar kerja, pelayanan yang mudah, murah dan cepat serta dukungan infrastruktur di daerah asal PMI dalam hal peningkatan kompetensi.
2. Potensi Demand di Negara Tujuan Penempatan Dan Peta Supply Potensi
demand di negara penempatan wilayah Asia dan Afrika belumsepenuhnya terpetakan oleh Pemerintah Indonesia. Sehingga perlu dipetakan potensi demand agar Calon PMI dapat mempunyai banyak pilihan peluang kerja yang sesuai dengan kompetensinya dan menghilangkan
mindset peluang kerja PMI hanya ada di sektor low skill.Berbanding lurus dengan demand, supply menjadi tantangan sendiri yang harus dipetakan dan ditingkatkan kompetensinya. Sehingga potensi
demand yang telah dipetakan dapat dipenuhi oleh supply.3. Belum Adanya Atau Belum Diperpanjangnya MoU Sebagai Dasar Pelindungan PMI di Negara Penempatan
MoU menjadi salah satu dokumen bilateral antar negara yang menjadi acuan pelindungan PMI di negara tujuan penempatan. Saat ini ada beberapa negara penempatan yang tidak mempunyai MoU ketenagakerjaan dengan Pemerintah Indonesia sehingga hak-hak PMI belum optimal di negara penempatan tersebut. Tidak hanya belum adanya MoU ketenagakerjaan dengan dengan negara penempatan tetapi juga belum diperpanjangnya MoU kedua belah pihak menjadi tantangan tersendiri. Belum sepakatnya pemenuhan hak-hak PMI menjadi salah satu dasar belum terupdatenya MoU kedua negara.
D. Maksud dan Tujuan
Laporan Kinerja dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang hasil-
hasil yang telah dicapai dan sebagai bentuk pertanggung-jawaban program
dan kegiatan yang telah dilaksanakan selama satu tahun agar diketahui oleh
pimpinan dan masyarakat serta sebagai dasar dalam menentukan langkah
yang akan dilakukan dalam rangka perbaikan kinerja kepemerintahan.
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
14 Tujuan penyusunan Laporan Kinerja adalah:
1. sebagai pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas kepemerintahan dan pembangunan
2. Mewujudkan sistem kepemerintahan yang baik
3. Sebagai pedoman bagi setiap unit kerja di lingkungan Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika dalam melaksanakan akuntabilitas Kinerja instansi pemerintah dan menyusun laporan dalam bentuk Laporan Kinerja (LKj).
4. Mendorong tercapainya akuntabilitas kinerja unit-unit di lingkungan Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika sebagai salah satu prasyarat untuk terciptanya pemerintahan yang baik dan terpercaya.
5. Menjadikan unit kerja di lingkungan Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika yang akuntabel sehingga dapat beroperasi secara efektif, efisien, responsif terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungannya.
6. Terwujudnya prinsip transparansi di Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika.
7. Sebagai bahan perbaikan/penyempurnaan program kerja Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika tahun 2020.
E. Kedudukan, Tugas Dan Fungsi
Berdasarkan Peraturan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Nomor 04 Tahun 2020 Tentang Organisasi dan Tata Kerja BP2MI, Kedudukan Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika, yang selanjutnya disebut Deputi I adalah unsur pelaksana tugas BP2MI yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala dan dipimpin oleh Deputi. Adapun tugas dan fungsi dari Deputi I adalah:
1. Tugas
Melaksanakan kebijakan di bidang Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Kawasan Asia dan Afrika.
2. Fungsi
a. Pelaksanaan kebijakan dibidang pelayanan, pelindungan, penempatan, pemenuhan hak dan verifikasi dokumen Pekerja Migran Indonesia Kawasan Asia dan Afrika;
b. Penyusunan penerbitan, dan pencabutan, surat izin perekrutan Pekerja Migran Indonesia Kawasan Asia dan Afrika;
c. Pengawasan pelaksanaan pelayanan jaminan sosial Pekerja Migran
Indonesia Kawasan Asia dan Afrika;
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
15 d. Pelaksaan penempatan Pekerja Migran Indonesia atas dasar
perjanjian secara tertulis antara pemerintah pusat dengan pemerintah negara pemberi kerja Pekerja Migran Indonesia dan/atau pemberi kerja berbadan hukum di negara tujuan penempatan Kawasan Asia dan Afrika;
e. Penyusunan usulan pencabutan dan perpanjangan surat izin perusahaan penempatan Pekerja Migran Indonesia kepada menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang ketenagakerjaan terhadap perusahaan penempatan Pekerja Migran Indonesia Kawasan Asia dan Afrika;
f. Pelaksanaan pelindungan selama bekerja dengan berkoordinasi dengan Perwakilan Republik Indonesia di negara tujuan penempatan Kawasan Asia dan Afrika;
g. Pelaksanaan fasilitasi, rahabilitasi, dan reintegrasi, purna Pekerja Migran Indonesia Kawasan Asia dan Afrika;
h. Pelaksanaan pemberdayaan sosial dan ekonimi purna Pekerja Migran Indonesia Kawasan Asia dan Afrika;
i. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala.
F. Organisasi dan SDM 1. Transisi Organisasi
Terbitnya Undang-undang nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan
Pekerja Migran Indonesia, serta Peraturan Presiden nomor 90 Tahun
2019 tentang Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia menjadikan
organisasi Badan Nasional Penempatan dan Pelindungan Tenaga Kerja
Indonesia bertransformasi menjadi Badan Pelindungan Pekerja Migran
Indonesia. Diikuti dengan ditetapkannya Peraturan Badan Pelindungan
Pekerja Migran Indonesia nomor 04 tahun 2020 tentang Organisasi dan
Tata Kerja Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia pada tanggal
10 Juni 2020, dan Peraturan Badan Pelindungan Pekerja Migran
Indonesia nomor 05 tahun 2020 tentang Rencana Strategis Badan
Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Tahun 2020-2024 pada tanggal
11 Juni 2020. Dengan terbitnya peraturan-peraturan tersebut, tahun
2020 merupakan masa transisi dari BNP2TKI menjadi BP2MI. Hal ini
mempengaruhi perencanaan kinerja organisasi di tahun 2020 dimana
struktur organisasi dan Rencana Strategis pada bulan Januari hingga
Mei 2020, masih menggunakan struktur organisasi lama, yaitu BNP2TKI
yang kemudian pada bulan Juni 2020, setelah ditetapkannya Organisasi
dan Tata Kerja BP2MI maka Rencana Strategis mengalami perubahan
menjadi Rencana Strategis BP2MI.
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
16 Perubahan organisasi dan tata kerja, serta Rencana Strategis dari BNP2TKI menjadi BP2MI tidak mempengaruhi alokasi anggaran. Daftar Isian Pelaksanan Anggaran Tahun 2020 BP2MI masih mengikuti anggaran BNP2TKI. Selain itu, pengangkatan pejabat eselon 1 baru dilakukan pada pertengahan tahun 2020, yang kemudian disusul pengangkatan pejabat eselon 2 pada triwulan IV tahun 2020. Hal ini mempengaruhi pelaksanaan kegiatan dan pencapaian target tahun 2020 dari Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika.
Transisi lain yang dilakukan guna mendukung reformasi birokrasi dan percepatan layanan, seluruh pejabat eselon 3 dan 4 di lingkungan Deputi Bidang Pelindungan dan Pemberdayaan telah dialih fungsikan menjadi penjabat fungsional. Namun demikian, untuk menjalankan fungsi administrasi manajerial, telah ditunjuk koordinator dan subkoordinator dari pejabat fungsional untuk membantu tugas Direktur di masing-masing unit kerja.
2. Struktur Organisasi
Berdasarkan Peraturan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia nomor 04 tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika terdiri dari 4 (empat) direktorat yang masing-masing tugas dan fungsinya mendukung tugas dan fungsi Kedeputian, yaitu:
a. Direktorat Sistem dan Strategi Penempatan dan Pelindungan
Direktorat Sistem dan Strategi Penempatan dan Pelindungan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan sistem dan strategi pelaksanaan kebijakan di bidang penempatan dan pelindungan Pegawai Migran Indonesia di Kawasan Asia dan Afrika. Dalam melaksanakan tugasnya Direktorat Sistem dan Strategi Penempatan dan Pelindungan menyelenggarakan fungsi :
1) Penyiapan penyusunan standar, penandatanganan, dan verifikasi perjanjian kerja Pekerja Migran Indonesia di Kawasan Asia dan Afrika;
2) Penyiapan penyusunan biaya penempatan Pekerja Migran Indonesia di kawasan Kawasan Asia dan Afrika;
3) Penyiapan penyusunan proses yang dipersyaratkan sebelum
bekerja Calon Pekerja Migran Indonesia di Kawasan Asia dan
Afrika;
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
17 4) Penyiapan penyusunan standar dan mekanisme kerja di bidang
penempatan dan pelindungan Kawasan Asia dan Afrika;
5) Penyiapan penyusunan pedoman teknis pemetaan peluang kerja luar negeri di Kawasan Asia dan Afrika;
6) Penyiapan penyusunan pedoman teknis orientasi pra pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia skema penempatan pemerintah dan skema non pemerintah di Asia dan Afrika;
7) Pelaksanaan pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang sistem dan strategi penempatan dan pelindungan di kawasan Asia dan Afrika.
b. Direktorat Penempatan Pemerintah
Direktorat Penempatan dan Pemerintah mempunyai tugas melaksanakan layanan penempatan dan verifikasi dokumen Pekerja Migran Indonesia skema penempatan pemerintah di Kawasan Asia dan Afrika. Dalam melaksanakan tugasnya Direktorat Penempatan dan Pemerintah menyelenggarakan fungsi :
1) Pelaksanaan verifikasi dokumen Pekerja Migran Indonesia skema penempatan pemerintah Kawasan Asia dan Afrika;
2) Pelaksanaan pemetaan dan pendayagunaan hasil pemetaan peluang kerja luar negeri skema penempatan pemerintah Kawasan Asia dan Afrika;
3) Penyebarluasan informasi kerja skema penempatan pemerintah Kawasan Asia dan Afrika;
4) Pelaksanaan rekrutmen dan seleksi Calon Pekerja Migran Indonesia skema penempatan pemerintah Kawasan Asia dan Afrika;
5) Pelaksanaan fasilitasi keberangkatan Pekerja Migran Indonesia skema penempatan pemerintah Kawasan Asia dan Afrika;
6) Pelaksanaan pamantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang layanan penempatan dan verifikasi dokumen Pekerja Migran Indonesia skema penempatan pemerintah di Kawasan Asia dan Afrika.
c. Direktorat Penempatan Non Pemerintah
Direktorat Penempatan Non Pemerintah mempunyai tugas
melaksanakan layanan penempatan dan verifikasi dokumen
Pekerja Migran Indonesia skema penempatan non pemerintah di
Kawasan Asia dan Afrika. Dalam melaksanakan tugasnya,
Direktorat Penempatan Non Pemerintah menyelenggarakan fungsi:
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
18 1) Pelaksanaan verifikasi dokumen Pekerja Migran Indonesia
skema penempatan non pemerintah Kawasan Asia dan Afrika;
2) Pelaksanaan pemetaan dan pendayagunaan hasil pemetaan peluang kerja luar negeri skema penempatan non pemerintah Kawasan Asia dan Afrika;
3) Penyebarluasan informasi kerja skema penempatan non pemerintah bagi Pekerja Migran Indonesia Kawasan Asia dan Afrika;
4) Penyiapan penyusunan penerbitan dan pencabutan surat izin perekrutan Pekerja migran Indonesia Kawasan Asia dan Afrika;
5) Pelaksanaan pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang layanan penempatan dan verifikasi dokumen Pekerja Migran Indonesia skema penempatan non pemerintah Kawasan Asia dan Afrika.
d. Direktorat Pelindungan dan Pemberdayaan
Direktorat Pelindungan dan Pemberdayaan mempunyai tugas melaksanakan kebijakan layanan pelindungan dan pemenuhan hak, pengawasan pelaksanaan pelayanan jaminan sosial, pelindungan selama bekerja dengan berkoordinasi dengan Perwakilan Republik Indonesia di negara tujuan penempatan, pelaksanaan fasilitasi, rehabilitasi, reintegrasi, dan pemberdayaan sosial dan ekonomi purna Pekerja Migran Indonesia di Kawasan Asia dan Afrika. Dalam melaksanakan tugasnya, Direktorat Pelindungan dan Pemberdayaan menyelenggarakan fungsi :
1) Pelaksanaan kebijakan layanan pelindungan dan pemenuhan hak Pekerja Migran Indonesia di Kawasan Asia dan Afrika;
2) Pelaksanaan pengawasan pelayanan jaminan social Pekerja Migran Indonesia, lembaga penempatan dan lembaga pendukung pemenempatan Kawasan Asia dan Afrika;
3) Pelaksanaan pelindungan selama bekerja dengan berkoordinasi dengan Perwakilan Republik Indonesia di negara tujuan penempatan;
4) Penanganan Calon Pekerja Migran Indonesia/Pekerja Migran Indonesia non prosedural Kawasan Asia dan Afrika;
5) Pelaksanaan fasilitasi layanan pengaduan dan penyebarluasan
informasi pelindungan dan pemberdayaan Calon Pekerja Migran
Indonesia/Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya di
Kawasan Asia dan Afrika;
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
19 6) Pelaksanaan pemulangan dari debarkasi ke daerah asal bagi
Pekerja Migran Indonesia bermasalah di di Kawasan Asia dan Afrika;
7) Pelasanaan fasilitasi, rehabilitasi dan reintegrasi Purna Pekerja Migran Indonesia di Kawasan Asia dan Afrika;
8) Pelaksanaan pemberdayaan sosial dan ekonomi Purna Pekerja Migran Indonesia di Kawasan Asia dan Afrika;
9) Penyiapan usulan pencabutan dan perpanjangan Surat Izin Perusahaan penempatan Pekerja Migran Indonesia di Kawasan Asia dan Afrika;
10) Pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang pelindungan dan pemberdayaan di Kawasan Asia dan Afrika.
Adapun bagan struktur organisasi Deputi III berdasarkan Peraturan Badan
Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Nomor 04 Tahun 2020 adalah sebagai
berikut:
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
20
Gambar 1. Struktur Organisasi Deputi I
3. Dukungan Personil
Dengan ditetapkannya Peraturan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Nomor 04 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia pada bulan Juni 2020 maka terjadi perubahan penempatan pegawai. Perubahan penempatan pegawai di tahun 2020 dilakukan secara bertahap dimulai dari pengangkatan pejabat eselon I pada bulan Juli 2020 dan bulan Oktober 2020 ditetapkan pejabat eselon II. Jabatan Koordinator dan Subkoordinator ditetapkan pada bulan Desember 2020. Pada bulan Oktober 2020 Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika telah selesai masa purna tugas dan untuk pelaksanaan tugas kedeputian diemban oleh pejabat eselon II sebagai Pejabat Pelaksana Tugas.
Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi, Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika pada tahun 2020 mendapat dukungan personil sejumlah 85 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang terdiri dari 42 pegawai berjenis kelamin perempuan dan 43 pegawai berjenis kelamin laki-laki. Jumlah PNS di lingkungan Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika sebagai berikut:
Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika
Direktorat Sistem dan
Strategi Penempatan dan Pelindungan
Direktorat Penempatan
Pemerintah
Direktorat Penempatan Non-Pemerintah
Direktorat Pelindungan dan
Pemberdayaan
Jabatan Fungsional
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
21
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
22
Gambar 2. Komposisi Pegawai Berdasarkan Unit Kerja
Tabel 2. Komposisi Pegawai Berdasarkan Golongan
No Unit Kerja Golongan
IV III II I JML
1. Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan
Kawasan Asia dan Afrika 0 - - - 0
2. Direktorat Sistem dan Strategi Penempatan
dan Pelindungan 5 12 - - 17
3. Direktorat Penempatan Pemerintah 4 18 1 - 23 4. Direktorat Penempatan Non Pemerintah 5 15 - - 20 5. Direktorat Pelindungan dan Pemberdayaan 4 19 2 - 25
JUMLAH 18 64 3 - 85
43
8 10
8
17 42
9
13 12
8
- 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
Deputi III Direktorat Sistem dan Strategi
Direktorat Penempatan
Pemerintah
Direktorat Penempatan Non
Pemerintah
Direktorat Pelindungan dan
Pemberdayaan Laki-laki Perempuan
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
23 Berdasarkan gambar 1.3 bahwa Direktorat Pelindungan dan Pemberdayaan tidak memiliki pejabat eselon II. Selain itu, tidak terdapat pula pejabat eselon I di lingkungan Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika. Untuk pelaksanaan tugasnya, telah diangkat Pejabat Pelaksana Tugas Deputi dari Direktorat Sistem dan Strategi Penempatan dan Pelindungan.
1 3
13 6
Direktorat Penempatan Pemerintah
1 3
6 7
Direktorat Sistem dan Strategi
1 3
6 10
Direktorat Penempatan Non Pemerintah
0 4
8 13
Direktorat Pelindungan dan Pemberdayaan
Keterangan Gambar:
Eselon 2
Koordinator/JF
Subkoordinator/JF
Pelaksana Gambar 3. Komposisi Pegawai Berdasarkan Jabatan
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
24
Tabel 3. Komposisi Pegawai Berdasarkan Jenjang Pendidikan
NO UNIT KERJA JENJANG PENDIDIKAN JML
S3 S2 S1 D3 SMA
1.
Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika
- - - 0
2.
Direktorat Sistem dan Strategi
Penempatan dan Pelindungan
- 5 11 - 1 17 3.Direktorat Penempatan Pemerintah
- 6 16 - 1 23 4.Direktorat Penempatan Non
Pemerintah
- 7 13 - - 205.
Direktorat Pelindungan dan
Pemberdayaan
- 10 13 - 2 25JUMLAH
0 28 53 - 4 85G. Dasar Pelaksanaan
Penyusunan Laporan Kinerja (LKj) Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika Tahun 2020 didasarkan pada Rencana Strategis BP2MI 2020-2024 dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang relevan, yaitu:
1. Undang-Undang R.I. Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara R.I. Tahun 2004 Nomor 5);
2. Undang-Undang R.I. Nomor 18 Tahun 2017 Tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia;
3. Peraturan Pemerintah R.I. Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah;
4. Peraturan Pemerintah R.I. Nomor 39 Tahun 2006, Tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614);
5. Peraturan Presiden R.I. Nomor 29 Tahun 2015 Tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
6. Peraturan Presiden R.I. Nomor 165 Tahun 2015 Tentang Penataan Tugas dan Fungsi Kabinet Kerja (Lembaran Negara R,I. Tahun 2015 Nomor 339);
7. Peraturan Presiden R.I Nomor 90 Tahun 2019 Tentang Badan
Pelindungan Pekerja Migran Indonesia;
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
25 8. Instruksi Presiden R.I. Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan
Pemberantasan Korupsi;
9. Instruksi Presiden R.I. Nomor 6 Tahun 2006 Tentang Kebijakan Reformasi Sistem Penempatan dan Perlindungan PMI;
10. Peraturan Menteri PAN & RB Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;
11. Peraturan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Nomor 04 Tahun 2020 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia; dan
12. Peraturan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Nomor 05 Tahun 2020 tentang Penetapan Rencana Strategis BP2MI Tahun 2020– 2024.
H. Sistematika Penyajian
Sistematika penyajian Laporan Kinerja (LKj) Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika Tahun 2020 berpedoman pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, sebagai berikut :
Bab I – Pendahuluan, menjelaskan secara ringkas latar belakang, aspek strategis, isu strategis, maksud dan tujuan, tugas dan fungsi, organisasi dan SDM, dasar pelaksanaan dan sistematika penyajian;
Bab II – Perencanaan Kinerja Dan Perjanjian Kinerja,
A. Menjelaskan Rencana Strategis yang terdiri dari Visi, Misi, Tujuan dan Indikator Kinerja Tujuan, Sasaran dan Indikator Kinerja, Target Kinerja tahun bersangkutan, Arah Kebijakan dan Strategi, serta Program dan Kegiatan;
B. Menjelaskan Penetapan Perjanjian Kinerja Tahun Bersangkutan yang terdiri dari Rencana Kinerja Tahunan, dan Penetapan Perjanjian Kinerja.
Bab III – Akuntabilitas Kinerja Tahun 2020, menjelaskan pengelolaan
kinerja berupa :
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
26 A. Capaian Kinerja Organisasi
Pada subbab ini disajikan capaian kinerja organisasi untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis Organisasi sesuai dengan hasil pengukuran kinerja organisasi. Untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis tersebut dilakukan analisis capaian kinerja sebagai berikut:
1. Membandingkan antara target dan realisasi kinerja tahun ini;
2. Membandingkan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun ini dengan tahun lalu dan beberapa tahun terakhir;
3. Membandingkan realisasi kinerja sampai dengan tahun ini dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis organisasi;
4. Membandingkan realisasi kinerja tahun ini dengan standar nasional (jika ada);
5. Analisis penyebab keberhasilan/ kegagalan atau peningkatan/
penurunan kinerja serta alternatif solusi yang telah dilakukan;
6. Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya;
7. Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja.
B. Realisasi Anggaran
Pada sub bab ini diuraikan realisasi anggaran yang digunakan dan yang telah digunakan untuk mewujudkan kinerja organisasi sesuai dengan dokumen Perjanjian Kinerja.
Bab IV – Penutup, Pada bab ini diuraikan simpulan umum atas capaian
kinerja organisasi serta langkah di masa mendatang yang akan dilakukan
organisasi untuk meningkatkan kinerjanya.
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
27
BAB II
PERENCANAAN KINERJA DAN PERJANJIAN KINERJA
Dalam rangka melaksanakan tugas pokok dan fungsinya agar efektif, efisien dan akuntabel, Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika berpedoman pada Dokumen Perencanaan yang terdapat pada :
A. Rencana Strategis Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika Tahun 2020-2024
Rencana Strategis (Renstra) Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika Tahun 2020-2024 merupakan turunan dari Renstra BP2MI 2020-2024 yang menggambarkan perencanaan jangka menengah Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika yang berisi tentang gambaran sasaran atau kondisi hasil yang akan dicapai dalam kurun waktu lima tahun serta strategi yang akan dilakukan untuk mencapai sasaran sesuai dengan tugas, fungsi dan peran yang diamanahkan. Proses penyusunan juga telah dilakukan secara partisipatif antar unit-unit di bawah Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika maupun unit kerja eksternal.
1. Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran
Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran dari Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika merupakan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran dari Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, yang merupakan juga turunan dari visi dan misi Presiden Republik Indonesia.
Secara ringkas dapat diilustrasikan sebagai berikut :
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
28
Gambar 4. Visi, Misi, Arahan Presiden dan 7 Agenda Pembangunan
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
29
Visi:BP2MI yang andal, professional, inovatif, dan berintegrasi dalam pelayanan kepada Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk mewujudkan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia guna meningkatkan kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya, dalam Mendukung Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong.
Misi:
1. Memberikan dukungan teknis dan administrasi, serta analisis yang cepat, akurat, dan responsif kepada Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia dalam pengambilan kebijakan penyelenggaraan Pemerintahan negara;
2. Memberikan dukungan teknis dan administrasi kepada Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia dalam penyelenggaraan penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia;
3. Menyelenggarakan pelayanan yang efektif dan efisien di bidang pengawasan, administrasi umum, informasi dan hubungan kelembagaan;
dan
4. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dan prasarana BP2MI.
Tujuan:
A.
Terwujudnya pelindungan Pekerja Migran Indonesia melalui penempatan Pekerja Migran Indonesia terampil dan professional guna meningkatkan kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya sebagai asset bangsa; danB.
Terselenggaranya peningkatan tata Kelola organisasi yang efisien, efektif, dan akuntabel.Sasaran:
I.
Meningkatnya pelindungan dan kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya; danII.
Meningkatnya tata Kelola pemerintahan yang baik.Gambar 5. Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran BP2MI
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
30 2. Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Program Deputi Bidang
Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika
Sasaran strategis dan Indikator Kinerja Utama yang diemban Deputi Bidang Perlindungan terdiri atas :
Tabel 4. Sasaran Strategis Dan Indikator Kinerja Program Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan
Kawasan Asia dan Afrika
SASARAN PROGRAM INDIKATOR KINERJA PROGRAM Meningkatnya pencegahan dan
penindakan penempatan Pekerja Migran Indonesia nonprosedural
Jumlah Pekerja Migran Indonesia nonprosedural/TTPO yang berhasil dicegah
Meningkatnya penempatan Pekerja Migran Indonesia terampil dan profesional
Jumlah Penempatan Pekerja Migran Indonesia terampil dan profesional
Meningkatnya pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya
Persentase Penurunan kasus Pekerja Migran Indonesia
Persentase Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya yang melakukan kegiatan produktif
3. Target Kinerja Tahun 2020
Target Kinerja Tahun 2020 ditetapkan berdasarkan Target Kinerja
Tahunan berdasarkan Renstra BP2MI dan Renstra Deputi Bidang
Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika Tahun 2020-
2024. Adapun Target Kinerja Tahun 2020 Deputi Bidang Penempatan
dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika adalah sebagai berikut:
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
31
Tabel 5 Target Kinerja Tahun 2020
SASARAN PROGRAM
INDIKATOR KINERJA PROGRAM
TARGET KINERJA TAHUN
2020 Meningkatnya
pencegahan dan penindakan
penempatan Pekerja Migran Indonesia nonprosedural
Jumlah Pekerja Migran Indonesia
nonprosedural/TTPO yang berhasil dicegah
1.500 orang
Meningkatnya
penempatan Pekerja Migran Indonesia
terampil dan
profesional
Jumlah Penempatan Pekerja Migran Indonesia trampil dan profesional
56.485 PMI
Meningkatnya
pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya
Persentase Penurunan kasus
Pekerja Migran Indonesia 6,30%
Persentase Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya yang melakukan kegiatan produktif
25%
4. Arah Kebijakan dan Strategi BP2MI
Sama halnya dengan visi, misi, tujuan dan sasaran, arah kebijakan dan
strategi Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan
Afrika merujuk pada Arah Kebijakan dan Strategi Badan Pelindungan
Pekerja Migran Indonesia. Arah Kebijakan ini juga merupakan 9 Program
Prioritas dari Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
32
Tabel 6. Matrik Tujuan, Arah Kebijakan dan Strategi BP2MI
N O
TUJUAN SASARAN STRATEGIS ARAH KEBIJAKAN STRATEGI
URAIAN INDIKATOR KINERJA
1. terwujudnya pelindungan Pekerja Migran Indonesia melalui penempatan Pekerja Migran Indonesia terampil dan profesional guna
meningkatkan kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya sebagai aset bangsa
meningkatnya pelindungan dan kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia dan Keluarganya
a. persentase Produktivitas Tingkat Upah Pekerja Migran Indonesia terhadap Pendapatan Per Kapita;
b. persentase Penurunan Kasus Pekerja Migran Indonesia.
1. Pemberantasan sindikasi PMI non-prosedural
a. Melakukan edukasi, propaganda, dan sosialisasi secara massif untuk memerangi human trafficking;
b. Membentuk satuan tugas pemberantasan sindikasi PMI non- prosedural;
c. Meningkatkan koordinasi dalam rangka pemberantasan sindikasi PMI non-prosedural;
d. Pengawasan dan sweeping di penampungan P3MI dan Lembaga Pendukung Penempatan, serta di debarkasi dan embarkasi;
e. Penguatan pengawasan P3MI, dengan cara memberikan peringatan, serta rekomendasi skorsing dan pencabutan Surat Izin Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (SIP3MI);
f. Penguatan pos lintas batas melalui kerja sama dengan Kementerian/
Lembaga terkait;
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
33
NO
TUJUAN SASARAN STRATEGIS ARAH KEBIJAKAN STRATEGI
URAIAN INDIKATOR KINERJA
g. Simplifikasi proses pelayanan penempatan dan pelindungan PMI yang mudah, cepat, dan transparan;
h. Meminimalisir kasus PMI tidak berdokumen; dan
i. Membentuk pendamping PMI hingga tingkat desa.
2. Menjadikan PMI sebagai VVIP
a. Memaksimalkan pelayanan dan pelindungan PMI dan keluarganya ; b. Pelindungan aspek hukum, sosial,
dan ekonomi ;
c. Penyediaan help desk dan lounge di bandara dan pelabuhan laut melalui kerja sama dengan Kementerian/
Lembaga terkait ;
d. Pengawasan Jaminan Sosial ; dan e. Melakukan langkah strategis
pelindungan, mulai dari pencegahan (preventive), deteksi dini (early
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
34
NO
TUJUAN SASARAN STRATEGIS ARAH KEBIJAKAN STRATEGI
URAIAN INDIKATOR KINERJA
detection) sampai kepada immediate response.
3. Peningkatan penempatan PMI terampil dan profesional
a. Meningkatkan kompetensi/kapasitas PMI;
b. Pemetaan demand pasar kerja dan supply yang ditindaklanjuti dengan harmonisasi;
c. Meningkatkan kerja sama bilateral dan multilateral di bidang penempatan dan pelindungan PMI dengan negara tujuan penempatan dan lembaga internasional;
d. Sosialisasi dan diseminasi informasi peluang kerja terampil dan profesionali luar negeri; dan
e. Penguatan skema penempatan PMI (G to G, G to G, P to P, UKPS, dan mandiri termasuk SP2T, SSW, dan SPSK).
4. penurunan jumlah PMI low
a. mengarahkan penempatan PMI low skilled ke negara tujuan penempatan
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
35
NO
TUJUAN SASARAN STRATEGIS ARAH KEBIJAKAN STRATEGI
URAIAN INDIKATOR KINERJA
skilled beresiko tinggi
yang memiliki hukum
ketenagakerjaan
b. mengajukan usulan moratorium penempatan PMI low skilled ke negara yang tidak memiliki hukum ketenagakerjaan;
c. meningkatkan kampanye penyadaran publik untuk pilihan bekerja di luar negeri;
d. mengusulkan penetapan standar minimum yang layak, upah dan kondisi kerja PMI di luar negeri;
a. menyederhanakan alur proses penempatan PMI ke luar negeri.
5. Tata kelola PMI Seabased (awak kapal niaga migran dan awak kapal perikanan migran)
b. Meningkatkan koordinasi dengan Kementerian/Lembaga terkait;
c. Menyusun pedoman pelaksanaan teknis tata kelola penempatan dan pelindungan PMI seabased; dan d. Membentuk satuan tugas
penanganan PMI seabased.
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
36
NO
TUJUAN SASARAN STRATEGIS ARAH KEBIJAKAN STRATEGI
URAIAN INDIKATOR KINERJA
6. Pembebasan biaya
penempatan
a. Penyebarluasan peraturan BP2MI mengenai pembebasan biaya penempatan;
b. Mendorong revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) Pusat dan Daerah;
c. Memperkuat negosiasi bilateral dengan negara tujuan penempatan;
d. Memperluas sarana Kesehatan di kantong PMI; dan
e. Meningkatkan koordinasi dengan Negara Penempatan, Kementerian/
Lembaga terkait, Perwakilan Republik Indonesia, dan stakeholder terkait.
7. Peningkatan purna PMI produktif dan reintegrasi social
PMI dan
keluarganya
a. memperkuat fasilitasi rehabilitasi Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya;
b. meningkatkan pemberdayaan sosial Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya melalui program stunting dan parenting;
c. meningkatkan pemberdayaan ekonomi Pekerja Migran Indonesia
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
37
NO
TUJUAN SASARAN STRATEGIS ARAH KEBIJAKAN STRATEGI
URAIAN INDIKATOR KINERJA
dan keluarganya melalui edukasi keuangan, kewirausahaan, dan kegiatan produktif; dan
d. memperkuat dan memperluas program komunitas keluarga buruh migran.
8. Peningkatan sinergi dan koordinasi multi- stakeholder
a. Integrasi system pendataan PMI secara terpadu;
b. Penguatan peran Pemerintah Daerah dalam tata kelola penempatan dan pelindungan PMI;
dan
c. Mengharmonisasikan kebijakan dan standar pelayanan di bidang penempatan dan pelindungan PMI dengan stakeholder terkait.
2. Terselenggaranya peningkatan tata kelola organisasi yang efisien, efektif, dan akuntabel
Meningkatnya tata kelola
pemerintahan yang baik
a. Indeks Reformasi Birokrasi
1. peningkatan tata kelola
pemerintahan yang baik dalam pelayanan penempatan dan
a. mendorong pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) penempatan, pelindungan PMI, dan pemberdayaan PMI dan keluarganya;
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
38
NO
TUJUAN SASARAN STRATEGIS ARAH KEBIJAKAN STRATEGI
URAIAN INDIKATOR KINERJA
b. Opini BPK atas Laporan Keuangan
pelindungan PMI, penguatan kelembagaan, serta reformasi birokrasi
b. penguatan Unit Pelaksana Teknis di daerah sebagai kepanjangan tangan BP2MI untuk memberikan pelayanan penempatan dan pelindungan PMI;
c. penguatan kelembagaan (program dan anggaran);
d. penguatan kapasitas dan infrastruktur SDM;
e. pengembangan sarana dan prosarana;
f. peningkatan citra badan (image bulding/branding);
g. pengembangan sistem informasi;
h. peningkatan pelaksanaan reformasi birokrasi;
i. peningkatan kualitas pelayanan public;
j. penyelarasan regulasi penempatan dan pelindungan PMI; dan
k. peningkatan pengendalian dan pembinaan akuntabilitas BP2MI.
LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020
39
2. Program dan Kegiatan Tahun 2020
Untuk memastikan sasaran strategis dan indikator kinerja sasaran strategis Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika periode tahun 2020 dapat tercapai, diperlukan adanya dukungan alokasi anggaran yang memadai yang disusun berdasarkan kebutuhan untuk program penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan program dukungan manajemen internal.
Sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2019 tentang Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, revitalisasi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menjadi BP2MI masih terdapat masa transisi selama 1 (satu) tahun, sehingga pada Tahun 2020 BP2MI masih menggunakan struktur anggaran Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) BNP2TKI, sehingga hal ini mempengaruhi pula DIPA Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika. Adapun Program/Kegiatan Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika sebagaimana terlampir:
Tabel 7. Program dan Kegiatan Tahun 2020 Sasaran
Program/Kegiatan Indikator Kinerja Target Program Pagu Relokasi Meningkatnya
pencegahan dan penindakan
penempatan Pekerja Migran Indonesia nonprosedural
Jumlah Pekerja migran Indonesia nonprosedural/ TTPO yang berhasil
dicegah
1.500 orang
Program Penempatan dan
Pelindungan Pekerja Migran
Indonesia
Rp.8.574.903.000 Meningkatnya
penempatan Pekerja Migran Indonesia terampil dan profesional
Jumlah Penempatan Pekerja Migran Indonesia terampil dan profesional
56.485 PMI
Meningkatnya pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya
Persentase Penurunan kasus Pekerja Migran Indonesia
6,30%
Persentase Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya yang melakukan kegiatan produktif
25%