• Tidak ada hasil yang ditemukan

uji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "uji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha"

Copied!
157
0
0

Teks penuh

(1)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

i

KATA PENGANTAR

uji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat rahmat dan hidayah-Nya sehingga Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika dapat menyelesaikan Laporan Kinerja Tahun 2020 yang merupakan pertanggungjawaban pelaksanaan program kegiatan dan anggaran Deputi Bidang Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika BP2MI pada kurun waktu tahun 2020 dan sebagai amanah pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan Peraturan Menteri PAN RB Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

Laporan Kinerja (LKj) Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika Tahun 2020 ini menggambarkan sejumlah capaian kinerja terhadap target kinerja yang tercantum dalam dokumen Penetapan Kinerja tahun 2020 beserta analisisnya, serta rencana tindak lanjut yang akan dilakukan untuk perbaikan kinerja kedepan.

Dalam rangka penguatan kelembagaan di BP2MI, pada bulan Juni tahun 2020 telah terjadi perubahan struktur organisasi dan tata kerja, serta penerapan Renstra BP2MI periode 2020-2024. Hal ini menyebabkan sasaran kegiatan tahun 2020 merupakan transisi dari Indikator Kinerja Program (IKP) lama menjadi IKP baru.

Kepada semua pihak yang telah terlibat dalam proses penyusunan buku ini, baik dalam bentuk konstribusi data, kontribusi penulisan laporan, maupun bentuk konstribusi pemikiran lainnya, kami ucapkan terima kasih yang sebesar- besarnya.

Jakarta, Januari 2021

Plt. Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika

Drs.Freddy M. Panggabean, M.A NIP. 19670303 196203 1 001

P

(2)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

DAFTAR GAMBAR ... v

IKHTISAR EKSEKUTIF ... vi

BAB I PENDAHULUAN ... 9

A. Latar Belakang ... 9

B. Aspek Strategis ... 10

C. Permasalahan Utama ... 10

D. Maksud dan Tujuan ... 13

E. Kedudukan, Tugas Dan Fungsi ... 14

F. Organisasi dan SDM... 15

G. Dasar Pelaksanaan... 24

H. Sistematika Penyajian ... 25

BAB II PERENCANAAN KINERJA DAN PERJANJIAN KINERJA ... 27

A. Rencana Strategis Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika Tahun 2020-2024 ... 27

B. Penetapan Kinerja Tahun 2020 ... 40

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ... 45

A. Capaian Kinerja Organisasi ... 45

B. Realisasi Anggaran ... 67

BAB IV PENUTUP ... 69

A. Kesimpulan ... 69

B. Tindak Lanjut ... 70

LAMPIRAN ... 71

(3)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

iii

DAFTAR TABEL

Tabel 1.Capaian Kinerja Tahun 2020 Deputi Bidang Penempatan dan

Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika ... vii

Tabel 2. Komposisi Pegawai Berdasarkan Golongan ... 22

Tabel 3. Komposisi Pegawai Berdasarkan Jenjang Pendidikan ... 24

Tabel 4. Sasaran Strategis Dan Indikator Kinerja Program Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika ... 30

Tabel 5 Target Kinerja Tahun 2020 ... 31

Tabel 6. Matrik Tujuan, Arah Kebijakan dan Strategi BP2MI ... 32

Tabel 7. Program dan Kegiatan Tahun 2020... 39

Tabel 8. Rencana Kinerja Tahunan Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika ... 40

Tabel 9. Penetapan Perjanjian Kinerja Tahun 2020 Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika ... 41

Tabel 10. Penetapan Perjanjian Kinerja Tahun 2020 Direktur Sistem dan Strategis Penempatan dan Pelindungan ... 42

Tabel 11. Penetapan Perjanjian Kinerja Tahun 2020 Direktur Penempatan Pemerintah ... 42

Tabel 12. Penetapan Perjanjian Kinerja Tahun 2020 Direktur Penempatan Non Pemerintah ... 43

Tabel 13. Penetapan Perjanjian Kinerja Tahun 2020 Direktur Pelindungan dan Pemberdayaan ... 44

Tabel 14. Kategorisasi Kinerja Tahun 2020 Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika ... 45

Tabel 15. Manual Indikator Kinerja Program Deputi Bidang Penempatan dan Pelidungan Kawasan Asia dan Afrika Tahun 2020-2024 ... 46

Tabel 16. Hasil Pengukuran Capaian Kinerja Triwulanan Tahun 2020 Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika... 48

Tabel 17. Hasil Pengukuran Capaian Kinerja Tahun 2020 Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika ... 49

Tabel 18. Perbandingan Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2020 Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika... 50

Tabel 19. Rekapitulasi Data Pencegahan dan Penindakan Penempatan PMI

Non-Prosedural Kawasan Asia dan Afrika ... 52

(4)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

iv

Tabel 20. Data Supply Terbesar Berdasarkan Provinsi Asal ... 54

Tabel 21. Rekapitulasi Pengaduan Berdasarkan Kawasan ... 58

Tabel 22. Rekapitulasi Layanan Kepulangan PMI Tahun 2020 ... 63

Tabel 23. Kendala dan Alternatif Solusi Sasaran Program/Kegiatan ... 66

Tabel 24. Realisasi Anggaran Berdasarkan Capaian Kinerja Tahun 2020 ... 68

(5)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

v

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Struktur Organisasi Deputi I ... 20

Gambar 2. Komposisi Pegawai Berdasarkan Unit Kerja ... 22

Gambar 3. Komposisi Pegawai Berdasarkan Jabatan ... 23

Gambar 4. Visi, Misi, Arahan Presiden dan 7 Agenda Pembangunan ... 28

Gambar 5. Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran BP2MI ... 29

Gambar 6. Rekapitulasi Penempatan PMI ... 55

Gambar 7. Jenis Permasalahan Terbesar Tahun 2020 ... 59

Gambar 8. Realisasi Fasilitasi Bantuan Hukum ... 60

Gambar 9. Rekapitulasi Fasilitasi Kepulangan PMI ... 64

(6)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

vi

IKHTISAR EKSEKUTIF

Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika mempunyai kedudukan dan peran untuk menyiapkan, merumuskan, mengkoordinasikan, melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan kebijakan teknis penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia meliputi:

Standarisasi, Sosialisasi dan pelaksanaan pelindungan sejak sebelum penempatan, selama penempatan dan hingga setelah penempatan. Sejalan dengan hal tersebut seluruh program kerja Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika didasarkan pada Rencana Strategis (Renstra) BP2MI Tahun 2020-2024, Renstra Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika Tahun 2020-2024, Rencana Kerja Tahunan (RKT), dan Perjanjian Kinerja dengan Kepala BP2MI.

Penetapan Kinerja Tahun 2020, mengacu Rencana Strategis Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika Tahun 2020-2024.

Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika telah menetapkan 4 Target Indikator Kinerja Program (IKP) yang akan dicapai pada tahun 2020. Seluruh target capaian IKP tahun 2020 masih belum tercapai.

Secara rinci pencapaian IKP adalah sebagai berikut :

1. Sasaran Program/Kegiatan I: Meningkatnya pencegahan dan penindakan penempatan Pekerja Migran Indonesia nonprosedural.

Capaian kinerja pencegahan dan penindakan penempatan Pekerja Migran Indonesia adalah sebanyak 241 orang. Hal ini menunjukkan capaian realisasi kinerja masih belum tercapai dengan persentase capaian sebesar 16,07% dari target kinerja tahun 2020.

2. Sasaran Program/Kegiatan II: Meningkatnya penempatan Pekerja Migran Indonesia terampil dan profesional

Capaian kinerja jumlah meningkatnya penempatan Pekerja Migran Indonesia terampil dan professional adalah sebesar 109.510 PMI atau telah tercapai, dengan persentase capaian 193,87% dari target kinerja tahun 2020.

3. Sasaran Program/Kegiatan III: Meningkatnya pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya

Capaian kinerja persentase penurunan kasus PMI adalah sebesar 21,07%

atau sebesar 334,44% dari target kinerja 2020. Hal ini menunjukkan bahwa

target penurunan kasus PMI tahun 2020 telah tercapai.

(7)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

vii 4. Capaian kinerja persentase PMI dan keluarganya yang melakukan

kegiatan produktif adalah sebesar 0% atau belum tercapai. Hal ini disebabkan tidak adanya target kinerja dan anggaran untuk pemberdayaan purna PMI dan keluarganya.

Tabel 1.Capaian Kinerja Tahun 2020

Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi % Capaian Meningkatnya

pencegahan dan

penindakan

penempatan Pekerja Migran Indonesia nonprosedural

Pekerja Migran Indonesia

nonprosedural/Tinda k Pidana

Perdagangan Orang (TPPO) yang berhasil dicegah

1.500 orang

241

Orang 16,07%

Meningkatnya

penempatan Pekerja Migran Indonesia

terampil dan

profesional

Penempatan Pekerja Migran Indonesia terampil dan profesional

56.485 PMI

109.510 PMI Berdasarkan Data

Sisko P2MI

193,87%

Meningkatnya

pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya

Penurunan kasus Pekerja Migran Indonesia

6,30% 21,07% 334,44%

Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya yang melakukan kegiatan produktif

25% 0% 0%

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2019 tentang Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, revitalisasi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menjadi BP2MI masih terdapat masa transisi selama 1 (satu) tahun, sehingga pada Tahun 2020 BP2MI masih menggunakan struktur anggaran Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) BNP2TKI, sehingga hal ini mempengaruhi pula DIPA Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika.

Adapun Dana DIPA Tahun Anggaran 2020 yang dikelola oleh Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika sesuai dengan surat pengesahan dari Dirjen Perbendaharaan Departemen Keuangan R.I. Nomor: SP DIPA-104.01.1.449916/2020 tanggal 12 November 2019, sebesar Rp.

8.574.903.000,- namun terdapat relokasi anggaran sehingga berubah menjadi

sebesar Rp 8.558.588.450,-., secara umum realisasi sampai dengan bulan

(8)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

viii Desember 2020 sebesar Rp 8.558.588.450, - (99.81%) dengan sisa anggaran sebesar Rp 16.314.550,-.

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi capaian kinerja, dan dalam rangka meningkatkan kinerja Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika, pada tahun 2021 kami akan melakukan perbaikan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika akan memperkuat upaya pencegahan dan penindakan penempatan Pekerja Migran Indonesia Nonprosedural.

2. Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika akan memperkuat penempatan Pekerja Migran Indonesia terampil dan profesional 3. Penyempurnaan manajemen kinerja dan IKP dengan tahapan sebagai

berikut: (i) focus terhadap pelindungan CPMI/PMI sesuai UU No. 18 Tahun

2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, (ii) penguatan regulasi

pelayanan penempatan dan pelindungan PMI yang mudah, murah dan

akuntabel, dan (iii) konsolidasi dan koordinasi dengan K/L dan stakeholder

terkait.

(9)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

9

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika merupakan salah satu satuan kerja Eselon I di lingkungan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) sebagaimana tercantum dalam Peraturan Kepala Badan Nomor 04 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika memiliki peran sebagai pelaksana kebijakan di bidang penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Kawasan Asia dan Afrika, untuk mewujudkan tujuan organisasi dalam rangka meningkatkan pelindungan dan kesejahteraan PMI dan keluarganya, serta meningkatkan tata Kelola pemerintahan yang baik sesuai amanah Undang Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Dalam rangka penyelenggaraan negara yang mengembangkan dan menerapkan prinsip-prinsip profesionalisme, akuntabilitas, transparansi, pelayanan prima, demokrasi, efisiensi, efektivitas, supremasi hukum dan dapat diterima oleh seluruh masyarakat, maka Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri PAN RB Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Permen PAN RB tersebut mengintruksikan kepada pemerintah baik pusat maupun daerah termasuk BP2MI untuk melakukan akuntabilitas kinerja dan membuat laporan kinerja setiap akhir tahun sebagai wujud pertanggungjawaban instansi pemerintah dalam mencapai visi, misi dan tujuan yang sekaligus sebagai kegiatan evaluasi.

Selain itu, sejalan dengan adanya perubahan Struktur Organisasi yang

dikeluarkan BP2MI Nomor 04 Tahun 2020 tanggal 10 Juni 2020 tentang

Organisasi dan Tata Kerja Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia,

Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika terdiri

dari 4 (empat) direktorat yaitu Direktorat Sistem dan Strategi Penempatan

dan Pelindungan, Direktorat Penempatan Pemerintah, Direktorat

Penempatan Non Pemerintah dan Direktorat Pelindungan dan

Pemberdayaan, perlu membuat pertanggungjawaban pelaksanaan tugas

pokok dan fungsi tersebut dalam bentuk Laporan Kinerja (LKj) Deputi Bidang

Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika BP2MI Tahun 2020.

(10)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

10 Laporan Kinerja ini juga dimaksudkan sebagai salah satu wujud akuntabilitas pelaksanaan tugas dan fungsi Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika dalam rangka mewujudkan

goodgovernment,

transparansi, dan akuntabilitas sekaligus sebagai alat kendali dan pemacu peningkatan kinerja unit organisasi di lingkungan Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika.

B. Aspek Strategis

Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika sebagai unsur teknis yang berada di lingkungan BP2MI, dalam rangka mencapai visi, misi dan tujuan organisasi telah menetapkan arah kebijakan dan strategi berdasarkan pada arah kebijakan dan strategi Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, yang dirangkum sebagai 9 Program Prioritas Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Adapun 9 Program Prioritas tersebut adalah:

1. Pemberantasan Sindikat Pengirimal Ilegal PMI;

2. Penguatan Kelembagaan dan Reformasi Birokrasi Dalam Rangka Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Dalam Pelayanan Penempatan dan Pelindungan PMI;

3. Menjadikan PMI Sebagai VVIP Dengan Memberikan Pelayanan dan Pelindungan Maksimal, Baik Dalam Aspek Hukum, Sosial, Maupun Ekonomi;

4. Modernisasi Sistem Pendataan Secara Terintegrasi;

5. Pembebasan Biaya Penempatan;

6. Pembenahan Tata Kelola PMI Seabased (Awak Kapal Niaga Migran dan Awak Kapal Perikanan Migran);

7. Penguatan Skema Penempatan PMI Dalam Rangka Peningkatan Penempatan PMI Terampil dan Profesional;

8. Pemberdayaan Ekonomi dan Sosial Bagi PMI dan Keluarganya Di Dalam Dan Luar Negeri; dan

9. Peningkatan Sinergi dan Koordinasi

Multi-Stakeholder Terkait Tata

Kelola Penempatan dan Pelindungan PMI, Termasuk Fasilitasi Pemberian Jaminan Pelindungan Kepada PMI dan Keluarganya.

C. Permasalahan Utama

Beberapa permasalahan yang perlu mendapat perhatian dan penanganan

serius antara dalam penempatan pelindungan Pekerja Migran Indonesia,

yaitu:

(11)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

11 1. Kebijakan dan Regulasi

Diperlukan penyelerasan kebijakan dan regulasi dengan kementerian/lembaga/instansi terkait, percepatan penerbitan peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang yang masih belum selesai serta penegasan tugas dan fungsi masing-masing kementerian/

lembaga/instansi terkait.

2. Pembagian Tugas Dan Kewenangan Tata Kelola Pekerja Migran Indonesia Di Daerah

Perubahan fundamental tata kelola Pekerja Migran Indonesia sesuai Undang-Undang Nomor 18 tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, perlu dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh pemangku kepentingan baik di pusat maupun di daerah, mengingat adanya perubahan kewenangan dan tanggung jawab dari swasta ke pemerintah dan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah, serta dari kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang ketenagakerjaan ke BP2MI. Untuk mendukung hal tersebut, perlu peningkatan sinergitas tata kelola Pekerja Migran Indonesia, diantaranya melalui penyelenggaraan Rapat koordinasi Nasional (Rakornas) pelayanan penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia yang melibatkan seluruh (stakeholders), baik di dalam maupun di luar negeri.

3. Masih Banyaknya Pekerja Migran Indonesia Non-Prosedural

masih banyak Pekerja Migran Indonesia nonprosedural akan menjadi permasalahan bila tidak diantisipasi dan ditangani secara benar karena meningkatkan risiko permasalahan Pekerja Migran Indonesia seperti gaji tidak sesuai dengan standar, kekerasan di tempat kerja, terlibat kasus kriminal, dan deportasi dari negara setempat. Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika BP2MI harus terus membenahi peran serta meningkatkan sinergitas antar stakeholders untuk menekan pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia nonprosedural serta dapat memberikan pelayanan yang lebih cepat, murah dan aman agar Pekerja Migran Indonesia lebih memilih bekerja ke luar negeri secara prosedural.

4. Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Di Luar Negeri

Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika

BP2MI tidak dapat melakukan pelindungan Pekerja Migran Indonesia di

negara tujuan penempatan secara langsung, melainkan melalui

koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI di luar

(12)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

12 negeri. Saat ini BP2MI belum memiliki perwakilan petugas BP2MI di Kawasan Asia dan Afrika.

5. Ketidaksiapan Kompetensi PMI

Tingkat pendidikan dan keterampilan CPMI masih banyak di bawah standar, sehingga tidak dapat memenuhi standar persyaratan peluang kerja dari Negara tujuan penempatan. Oleh karena itu pemerintah wajib mengupayakan peningkatan fasilitasi pendidikan dan keterampilan melalui pelatihan dan vokasi bagi CPMI sesuai dengan peluang kerja di Negara tujuan penempatan demi mendukung program BP2MI untuk Meningkatkan Penempatan PMI terampil dan Profesional.

6. Penguatan Penataan Lembaga Dalam Seluruh Aspek

a. penyesuaian pelaksanaan pelayanan penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia sesuai tugas dan fungsi serta kewenangan berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, seperti penyesuaian tugas dan fungsi Unit Pelaksana Teknis (UPT) BP2MI di daerah, penguatan penanganan Pekerja Migran Indonesia nonprosedural serta penanganan Pekerja Migran Indonesia

sea-based

melalui kerja sama/kolaborasi dengan

stakeholders terkait dan pengembangan

sistem informasi dalam seluruh lini pelayanan penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia;

b. penajaman program, kegiatan dan anggaran Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika BP2MI yang lebih fokus, terstruktur dan terukur, khususnya mempertimbangkan sejumlah tugas dan kewenangan baru yang dilimpahkan kepada Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika BP2MI, termasuk adanya beberapa program penempatan Pekerja Migran Indonesia baru yang akan segera diimplementasikan, peningkatan penempatan Pekerja Migran Indonesia profesional, program vokasi dan pemberdayaan serta perlindungan Pekerja Migran Indonesia khususnya penyelesaian Pekerja Migran Indonesia nonprosedural;

c. Penguatan

branding

Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan

Kawasan Asia dan Afrika BP2MI dengan konsep dan strategi yang

bersifat masif dan menarik (eye catching), sehingga dapat menjadi

lembaga yang penting dan dianggap penting oleh Pemerintah,

Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya serta stakeholders

lainnya.

(13)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

13 Adapun tantangan penempatan dan pelindungan di Kawasan Asia dan Afrika diantaranya adalah:

1. Profil PMI Yang Masih Didominasi Oleh Tenaga Kerja Sektor Informal 64% PMI masih bekerja di sektor informal, sehingga diperlukan upaya Pemerintah untuk meningkatkan minat sebagai tenaga kerja di sektor formal melalui inovasi-inovasi di bidang pelayanan diantaranya diseminasi informasi pasar kerja, pelayanan yang mudah, murah dan cepat serta dukungan infrastruktur di daerah asal PMI dalam hal peningkatan kompetensi.

2. Potensi Demand di Negara Tujuan Penempatan Dan Peta Supply Potensi

demand di negara penempatan wilayah Asia dan Afrika belum

sepenuhnya terpetakan oleh Pemerintah Indonesia. Sehingga perlu dipetakan potensi demand agar Calon PMI dapat mempunyai banyak pilihan peluang kerja yang sesuai dengan kompetensinya dan menghilangkan

mindset peluang kerja PMI hanya ada di sektor low skill.

Berbanding lurus dengan demand, supply menjadi tantangan sendiri yang harus dipetakan dan ditingkatkan kompetensinya. Sehingga potensi

demand yang telah dipetakan dapat dipenuhi oleh supply.

3. Belum Adanya Atau Belum Diperpanjangnya MoU Sebagai Dasar Pelindungan PMI di Negara Penempatan

MoU menjadi salah satu dokumen bilateral antar negara yang menjadi acuan pelindungan PMI di negara tujuan penempatan. Saat ini ada beberapa negara penempatan yang tidak mempunyai MoU ketenagakerjaan dengan Pemerintah Indonesia sehingga hak-hak PMI belum optimal di negara penempatan tersebut. Tidak hanya belum adanya MoU ketenagakerjaan dengan dengan negara penempatan tetapi juga belum diperpanjangnya MoU kedua belah pihak menjadi tantangan tersendiri. Belum sepakatnya pemenuhan hak-hak PMI menjadi salah satu dasar belum terupdatenya MoU kedua negara.

D. Maksud dan Tujuan

Laporan Kinerja dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang hasil-

hasil yang telah dicapai dan sebagai bentuk pertanggung-jawaban program

dan kegiatan yang telah dilaksanakan selama satu tahun agar diketahui oleh

pimpinan dan masyarakat serta sebagai dasar dalam menentukan langkah

yang akan dilakukan dalam rangka perbaikan kinerja kepemerintahan.

(14)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

14 Tujuan penyusunan Laporan Kinerja adalah:

1. sebagai pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas kepemerintahan dan pembangunan

2. Mewujudkan sistem kepemerintahan yang baik

3. Sebagai pedoman bagi setiap unit kerja di lingkungan Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika dalam melaksanakan akuntabilitas Kinerja instansi pemerintah dan menyusun laporan dalam bentuk Laporan Kinerja (LKj).

4. Mendorong tercapainya akuntabilitas kinerja unit-unit di lingkungan Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika sebagai salah satu prasyarat untuk terciptanya pemerintahan yang baik dan terpercaya.

5. Menjadikan unit kerja di lingkungan Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika yang akuntabel sehingga dapat beroperasi secara efektif, efisien, responsif terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungannya.

6. Terwujudnya prinsip transparansi di Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika.

7. Sebagai bahan perbaikan/penyempurnaan program kerja Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika tahun 2020.

E. Kedudukan, Tugas Dan Fungsi

Berdasarkan Peraturan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Nomor 04 Tahun 2020 Tentang Organisasi dan Tata Kerja BP2MI, Kedudukan Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika, yang selanjutnya disebut Deputi I adalah unsur pelaksana tugas BP2MI yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala dan dipimpin oleh Deputi. Adapun tugas dan fungsi dari Deputi I adalah:

1. Tugas

Melaksanakan kebijakan di bidang Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Kawasan Asia dan Afrika.

2. Fungsi

a. Pelaksanaan kebijakan dibidang pelayanan, pelindungan, penempatan, pemenuhan hak dan verifikasi dokumen Pekerja Migran Indonesia Kawasan Asia dan Afrika;

b. Penyusunan penerbitan, dan pencabutan, surat izin perekrutan Pekerja Migran Indonesia Kawasan Asia dan Afrika;

c. Pengawasan pelaksanaan pelayanan jaminan sosial Pekerja Migran

Indonesia Kawasan Asia dan Afrika;

(15)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

15 d. Pelaksaan penempatan Pekerja Migran Indonesia atas dasar

perjanjian secara tertulis antara pemerintah pusat dengan pemerintah negara pemberi kerja Pekerja Migran Indonesia dan/atau pemberi kerja berbadan hukum di negara tujuan penempatan Kawasan Asia dan Afrika;

e. Penyusunan usulan pencabutan dan perpanjangan surat izin perusahaan penempatan Pekerja Migran Indonesia kepada menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang ketenagakerjaan terhadap perusahaan penempatan Pekerja Migran Indonesia Kawasan Asia dan Afrika;

f. Pelaksanaan pelindungan selama bekerja dengan berkoordinasi dengan Perwakilan Republik Indonesia di negara tujuan penempatan Kawasan Asia dan Afrika;

g. Pelaksanaan fasilitasi, rahabilitasi, dan reintegrasi, purna Pekerja Migran Indonesia Kawasan Asia dan Afrika;

h. Pelaksanaan pemberdayaan sosial dan ekonimi purna Pekerja Migran Indonesia Kawasan Asia dan Afrika;

i. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala.

F. Organisasi dan SDM 1. Transisi Organisasi

Terbitnya Undang-undang nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan

Pekerja Migran Indonesia, serta Peraturan Presiden nomor 90 Tahun

2019 tentang Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia menjadikan

organisasi Badan Nasional Penempatan dan Pelindungan Tenaga Kerja

Indonesia bertransformasi menjadi Badan Pelindungan Pekerja Migran

Indonesia. Diikuti dengan ditetapkannya Peraturan Badan Pelindungan

Pekerja Migran Indonesia nomor 04 tahun 2020 tentang Organisasi dan

Tata Kerja Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia pada tanggal

10 Juni 2020, dan Peraturan Badan Pelindungan Pekerja Migran

Indonesia nomor 05 tahun 2020 tentang Rencana Strategis Badan

Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Tahun 2020-2024 pada tanggal

11 Juni 2020. Dengan terbitnya peraturan-peraturan tersebut, tahun

2020 merupakan masa transisi dari BNP2TKI menjadi BP2MI. Hal ini

mempengaruhi perencanaan kinerja organisasi di tahun 2020 dimana

struktur organisasi dan Rencana Strategis pada bulan Januari hingga

Mei 2020, masih menggunakan struktur organisasi lama, yaitu BNP2TKI

yang kemudian pada bulan Juni 2020, setelah ditetapkannya Organisasi

dan Tata Kerja BP2MI maka Rencana Strategis mengalami perubahan

menjadi Rencana Strategis BP2MI.

(16)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

16 Perubahan organisasi dan tata kerja, serta Rencana Strategis dari BNP2TKI menjadi BP2MI tidak mempengaruhi alokasi anggaran. Daftar Isian Pelaksanan Anggaran Tahun 2020 BP2MI masih mengikuti anggaran BNP2TKI. Selain itu, pengangkatan pejabat eselon 1 baru dilakukan pada pertengahan tahun 2020, yang kemudian disusul pengangkatan pejabat eselon 2 pada triwulan IV tahun 2020. Hal ini mempengaruhi pelaksanaan kegiatan dan pencapaian target tahun 2020 dari Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika.

Transisi lain yang dilakukan guna mendukung reformasi birokrasi dan percepatan layanan, seluruh pejabat eselon 3 dan 4 di lingkungan Deputi Bidang Pelindungan dan Pemberdayaan telah dialih fungsikan menjadi penjabat fungsional. Namun demikian, untuk menjalankan fungsi administrasi manajerial, telah ditunjuk koordinator dan subkoordinator dari pejabat fungsional untuk membantu tugas Direktur di masing-masing unit kerja.

2. Struktur Organisasi

Berdasarkan Peraturan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia nomor 04 tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika terdiri dari 4 (empat) direktorat yang masing-masing tugas dan fungsinya mendukung tugas dan fungsi Kedeputian, yaitu:

a. Direktorat Sistem dan Strategi Penempatan dan Pelindungan

Direktorat Sistem dan Strategi Penempatan dan Pelindungan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan sistem dan strategi pelaksanaan kebijakan di bidang penempatan dan pelindungan Pegawai Migran Indonesia di Kawasan Asia dan Afrika. Dalam melaksanakan tugasnya Direktorat Sistem dan Strategi Penempatan dan Pelindungan menyelenggarakan fungsi :

1) Penyiapan penyusunan standar, penandatanganan, dan verifikasi perjanjian kerja Pekerja Migran Indonesia di Kawasan Asia dan Afrika;

2) Penyiapan penyusunan biaya penempatan Pekerja Migran Indonesia di kawasan Kawasan Asia dan Afrika;

3) Penyiapan penyusunan proses yang dipersyaratkan sebelum

bekerja Calon Pekerja Migran Indonesia di Kawasan Asia dan

Afrika;

(17)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

17 4) Penyiapan penyusunan standar dan mekanisme kerja di bidang

penempatan dan pelindungan Kawasan Asia dan Afrika;

5) Penyiapan penyusunan pedoman teknis pemetaan peluang kerja luar negeri di Kawasan Asia dan Afrika;

6) Penyiapan penyusunan pedoman teknis orientasi pra pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia skema penempatan pemerintah dan skema non pemerintah di Asia dan Afrika;

7) Pelaksanaan pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang sistem dan strategi penempatan dan pelindungan di kawasan Asia dan Afrika.

b. Direktorat Penempatan Pemerintah

Direktorat Penempatan dan Pemerintah mempunyai tugas melaksanakan layanan penempatan dan verifikasi dokumen Pekerja Migran Indonesia skema penempatan pemerintah di Kawasan Asia dan Afrika. Dalam melaksanakan tugasnya Direktorat Penempatan dan Pemerintah menyelenggarakan fungsi :

1) Pelaksanaan verifikasi dokumen Pekerja Migran Indonesia skema penempatan pemerintah Kawasan Asia dan Afrika;

2) Pelaksanaan pemetaan dan pendayagunaan hasil pemetaan peluang kerja luar negeri skema penempatan pemerintah Kawasan Asia dan Afrika;

3) Penyebarluasan informasi kerja skema penempatan pemerintah Kawasan Asia dan Afrika;

4) Pelaksanaan rekrutmen dan seleksi Calon Pekerja Migran Indonesia skema penempatan pemerintah Kawasan Asia dan Afrika;

5) Pelaksanaan fasilitasi keberangkatan Pekerja Migran Indonesia skema penempatan pemerintah Kawasan Asia dan Afrika;

6) Pelaksanaan pamantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang layanan penempatan dan verifikasi dokumen Pekerja Migran Indonesia skema penempatan pemerintah di Kawasan Asia dan Afrika.

c. Direktorat Penempatan Non Pemerintah

Direktorat Penempatan Non Pemerintah mempunyai tugas

melaksanakan layanan penempatan dan verifikasi dokumen

Pekerja Migran Indonesia skema penempatan non pemerintah di

Kawasan Asia dan Afrika. Dalam melaksanakan tugasnya,

Direktorat Penempatan Non Pemerintah menyelenggarakan fungsi:

(18)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

18 1) Pelaksanaan verifikasi dokumen Pekerja Migran Indonesia

skema penempatan non pemerintah Kawasan Asia dan Afrika;

2) Pelaksanaan pemetaan dan pendayagunaan hasil pemetaan peluang kerja luar negeri skema penempatan non pemerintah Kawasan Asia dan Afrika;

3) Penyebarluasan informasi kerja skema penempatan non pemerintah bagi Pekerja Migran Indonesia Kawasan Asia dan Afrika;

4) Penyiapan penyusunan penerbitan dan pencabutan surat izin perekrutan Pekerja migran Indonesia Kawasan Asia dan Afrika;

5) Pelaksanaan pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang layanan penempatan dan verifikasi dokumen Pekerja Migran Indonesia skema penempatan non pemerintah Kawasan Asia dan Afrika.

d. Direktorat Pelindungan dan Pemberdayaan

Direktorat Pelindungan dan Pemberdayaan mempunyai tugas melaksanakan kebijakan layanan pelindungan dan pemenuhan hak, pengawasan pelaksanaan pelayanan jaminan sosial, pelindungan selama bekerja dengan berkoordinasi dengan Perwakilan Republik Indonesia di negara tujuan penempatan, pelaksanaan fasilitasi, rehabilitasi, reintegrasi, dan pemberdayaan sosial dan ekonomi purna Pekerja Migran Indonesia di Kawasan Asia dan Afrika. Dalam melaksanakan tugasnya, Direktorat Pelindungan dan Pemberdayaan menyelenggarakan fungsi :

1) Pelaksanaan kebijakan layanan pelindungan dan pemenuhan hak Pekerja Migran Indonesia di Kawasan Asia dan Afrika;

2) Pelaksanaan pengawasan pelayanan jaminan social Pekerja Migran Indonesia, lembaga penempatan dan lembaga pendukung pemenempatan Kawasan Asia dan Afrika;

3) Pelaksanaan pelindungan selama bekerja dengan berkoordinasi dengan Perwakilan Republik Indonesia di negara tujuan penempatan;

4) Penanganan Calon Pekerja Migran Indonesia/Pekerja Migran Indonesia non prosedural Kawasan Asia dan Afrika;

5) Pelaksanaan fasilitasi layanan pengaduan dan penyebarluasan

informasi pelindungan dan pemberdayaan Calon Pekerja Migran

Indonesia/Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya di

Kawasan Asia dan Afrika;

(19)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

19 6) Pelaksanaan pemulangan dari debarkasi ke daerah asal bagi

Pekerja Migran Indonesia bermasalah di di Kawasan Asia dan Afrika;

7) Pelasanaan fasilitasi, rehabilitasi dan reintegrasi Purna Pekerja Migran Indonesia di Kawasan Asia dan Afrika;

8) Pelaksanaan pemberdayaan sosial dan ekonomi Purna Pekerja Migran Indonesia di Kawasan Asia dan Afrika;

9) Penyiapan usulan pencabutan dan perpanjangan Surat Izin Perusahaan penempatan Pekerja Migran Indonesia di Kawasan Asia dan Afrika;

10) Pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang pelindungan dan pemberdayaan di Kawasan Asia dan Afrika.

Adapun bagan struktur organisasi Deputi III berdasarkan Peraturan Badan

Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Nomor 04 Tahun 2020 adalah sebagai

berikut:

(20)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

20

Gambar 1. Struktur Organisasi Deputi I

3. Dukungan Personil

Dengan ditetapkannya Peraturan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Nomor 04 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia pada bulan Juni 2020 maka terjadi perubahan penempatan pegawai. Perubahan penempatan pegawai di tahun 2020 dilakukan secara bertahap dimulai dari pengangkatan pejabat eselon I pada bulan Juli 2020 dan bulan Oktober 2020 ditetapkan pejabat eselon II. Jabatan Koordinator dan Subkoordinator ditetapkan pada bulan Desember 2020. Pada bulan Oktober 2020 Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika telah selesai masa purna tugas dan untuk pelaksanaan tugas kedeputian diemban oleh pejabat eselon II sebagai Pejabat Pelaksana Tugas.

Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi, Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika pada tahun 2020 mendapat dukungan personil sejumlah 85 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang terdiri dari 42 pegawai berjenis kelamin perempuan dan 43 pegawai berjenis kelamin laki-laki. Jumlah PNS di lingkungan Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika sebagai berikut:

Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika

Direktorat Sistem dan

Strategi Penempatan dan Pelindungan

Direktorat Penempatan

Pemerintah

Direktorat Penempatan Non-Pemerintah

Direktorat Pelindungan dan

Pemberdayaan

Jabatan Fungsional

(21)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

21

(22)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

22

Gambar 2. Komposisi Pegawai Berdasarkan Unit Kerja

Tabel 2. Komposisi Pegawai Berdasarkan Golongan

No Unit Kerja Golongan

IV III II I JML

1. Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan

Kawasan Asia dan Afrika 0 - - - 0

2. Direktorat Sistem dan Strategi Penempatan

dan Pelindungan 5 12 - - 17

3. Direktorat Penempatan Pemerintah 4 18 1 - 23 4. Direktorat Penempatan Non Pemerintah 5 15 - - 20 5. Direktorat Pelindungan dan Pemberdayaan 4 19 2 - 25

JUMLAH 18 64 3 - 85

43

8 10

8

17 42

9

13 12

8

- 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50

Deputi III Direktorat Sistem dan Strategi

Direktorat Penempatan

Pemerintah

Direktorat Penempatan Non

Pemerintah

Direktorat Pelindungan dan

Pemberdayaan Laki-laki Perempuan

(23)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

23 Berdasarkan gambar 1.3 bahwa Direktorat Pelindungan dan Pemberdayaan tidak memiliki pejabat eselon II. Selain itu, tidak terdapat pula pejabat eselon I di lingkungan Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika. Untuk pelaksanaan tugasnya, telah diangkat Pejabat Pelaksana Tugas Deputi dari Direktorat Sistem dan Strategi Penempatan dan Pelindungan.

1 3

13 6

Direktorat Penempatan Pemerintah

1 3

6 7

Direktorat Sistem dan Strategi

1 3

6 10

Direktorat Penempatan Non Pemerintah

0 4

8 13

Direktorat Pelindungan dan Pemberdayaan

Keterangan Gambar:

Eselon 2

Koordinator/JF

Subkoordinator/JF

Pelaksana Gambar 3. Komposisi Pegawai Berdasarkan Jabatan

(24)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

24

Tabel 3. Komposisi Pegawai Berdasarkan Jenjang Pendidikan

NO UNIT KERJA JENJANG PENDIDIKAN JML

S3 S2 S1 D3 SMA

1.

Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika

- - - 0

2.

Direktorat Sistem dan Strategi

Penempatan dan Pelindungan

- 5 11 - 1 17 3.

Direktorat Penempatan Pemerintah

- 6 16 - 1 23 4.

Direktorat Penempatan Non

Pemerintah

- 7 13 - - 20

5.

Direktorat Pelindungan dan

Pemberdayaan

- 10 13 - 2 25

JUMLAH

0 28 53 - 4 85

G. Dasar Pelaksanaan

Penyusunan Laporan Kinerja (LKj) Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika Tahun 2020 didasarkan pada Rencana Strategis BP2MI 2020-2024 dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang relevan, yaitu:

1. Undang-Undang R.I. Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara R.I. Tahun 2004 Nomor 5);

2. Undang-Undang R.I. Nomor 18 Tahun 2017 Tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia;

3. Peraturan Pemerintah R.I. Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah;

4. Peraturan Pemerintah R.I. Nomor 39 Tahun 2006, Tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614);

5. Peraturan Presiden R.I. Nomor 29 Tahun 2015 Tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

6. Peraturan Presiden R.I. Nomor 165 Tahun 2015 Tentang Penataan Tugas dan Fungsi Kabinet Kerja (Lembaran Negara R,I. Tahun 2015 Nomor 339);

7. Peraturan Presiden R.I Nomor 90 Tahun 2019 Tentang Badan

Pelindungan Pekerja Migran Indonesia;

(25)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

25 8. Instruksi Presiden R.I. Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan

Pemberantasan Korupsi;

9. Instruksi Presiden R.I. Nomor 6 Tahun 2006 Tentang Kebijakan Reformasi Sistem Penempatan dan Perlindungan PMI;

10. Peraturan Menteri PAN & RB Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;

11. Peraturan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Nomor 04 Tahun 2020 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia; dan

12. Peraturan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Nomor 05 Tahun 2020 tentang Penetapan Rencana Strategis BP2MI Tahun 2020– 2024.

H. Sistematika Penyajian

Sistematika penyajian Laporan Kinerja (LKj) Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika Tahun 2020 berpedoman pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, sebagai berikut :

Bab I – Pendahuluan, menjelaskan secara ringkas latar belakang, aspek strategis, isu strategis, maksud dan tujuan, tugas dan fungsi, organisasi dan SDM, dasar pelaksanaan dan sistematika penyajian;

Bab II – Perencanaan Kinerja Dan Perjanjian Kinerja,

A. Menjelaskan Rencana Strategis yang terdiri dari Visi, Misi, Tujuan dan Indikator Kinerja Tujuan, Sasaran dan Indikator Kinerja, Target Kinerja tahun bersangkutan, Arah Kebijakan dan Strategi, serta Program dan Kegiatan;

B. Menjelaskan Penetapan Perjanjian Kinerja Tahun Bersangkutan yang terdiri dari Rencana Kinerja Tahunan, dan Penetapan Perjanjian Kinerja.

Bab III – Akuntabilitas Kinerja Tahun 2020, menjelaskan pengelolaan

kinerja berupa :

(26)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

26 A. Capaian Kinerja Organisasi

Pada subbab ini disajikan capaian kinerja organisasi untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis Organisasi sesuai dengan hasil pengukuran kinerja organisasi. Untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis tersebut dilakukan analisis capaian kinerja sebagai berikut:

1. Membandingkan antara target dan realisasi kinerja tahun ini;

2. Membandingkan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun ini dengan tahun lalu dan beberapa tahun terakhir;

3. Membandingkan realisasi kinerja sampai dengan tahun ini dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis organisasi;

4. Membandingkan realisasi kinerja tahun ini dengan standar nasional (jika ada);

5. Analisis penyebab keberhasilan/ kegagalan atau peningkatan/

penurunan kinerja serta alternatif solusi yang telah dilakukan;

6. Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya;

7. Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja.

B. Realisasi Anggaran

Pada sub bab ini diuraikan realisasi anggaran yang digunakan dan yang telah digunakan untuk mewujudkan kinerja organisasi sesuai dengan dokumen Perjanjian Kinerja.

Bab IV – Penutup, Pada bab ini diuraikan simpulan umum atas capaian

kinerja organisasi serta langkah di masa mendatang yang akan dilakukan

organisasi untuk meningkatkan kinerjanya.

(27)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

27

BAB II

PERENCANAAN KINERJA DAN PERJANJIAN KINERJA

Dalam rangka melaksanakan tugas pokok dan fungsinya agar efektif, efisien dan akuntabel, Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika berpedoman pada Dokumen Perencanaan yang terdapat pada :

A. Rencana Strategis Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika Tahun 2020-2024

Rencana Strategis (Renstra) Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika Tahun 2020-2024 merupakan turunan dari Renstra BP2MI 2020-2024 yang menggambarkan perencanaan jangka menengah Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika yang berisi tentang gambaran sasaran atau kondisi hasil yang akan dicapai dalam kurun waktu lima tahun serta strategi yang akan dilakukan untuk mencapai sasaran sesuai dengan tugas, fungsi dan peran yang diamanahkan. Proses penyusunan juga telah dilakukan secara partisipatif antar unit-unit di bawah Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika maupun unit kerja eksternal.

1. Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran

Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran dari Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika merupakan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran dari Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, yang merupakan juga turunan dari visi dan misi Presiden Republik Indonesia.

Secara ringkas dapat diilustrasikan sebagai berikut :

(28)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

28

Gambar 4. Visi, Misi, Arahan Presiden dan 7 Agenda Pembangunan

(29)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

29

Visi:

BP2MI yang andal, professional, inovatif, dan berintegrasi dalam pelayanan kepada Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk mewujudkan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia guna meningkatkan kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya, dalam Mendukung Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong.

Misi:

1. Memberikan dukungan teknis dan administrasi, serta analisis yang cepat, akurat, dan responsif kepada Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia dalam pengambilan kebijakan penyelenggaraan Pemerintahan negara;

2. Memberikan dukungan teknis dan administrasi kepada Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia dalam penyelenggaraan penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia;

3. Menyelenggarakan pelayanan yang efektif dan efisien di bidang pengawasan, administrasi umum, informasi dan hubungan kelembagaan;

dan

4. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dan prasarana BP2MI.

Tujuan:

A.

Terwujudnya pelindungan Pekerja Migran Indonesia melalui penempatan Pekerja Migran Indonesia terampil dan professional guna meningkatkan kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya sebagai asset bangsa; dan

B.

Terselenggaranya peningkatan tata Kelola organisasi yang efisien, efektif, dan akuntabel.

Sasaran:

I.

Meningkatnya pelindungan dan kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya; dan

II.

Meningkatnya tata Kelola pemerintahan yang baik.

Gambar 5. Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran BP2MI

(30)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

30 2. Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Program Deputi Bidang

Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika

Sasaran strategis dan Indikator Kinerja Utama yang diemban Deputi Bidang Perlindungan terdiri atas :

Tabel 4. Sasaran Strategis Dan Indikator Kinerja Program Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan

Kawasan Asia dan Afrika

SASARAN PROGRAM INDIKATOR KINERJA PROGRAM Meningkatnya pencegahan dan

penindakan penempatan Pekerja Migran Indonesia nonprosedural

Jumlah Pekerja Migran Indonesia nonprosedural/TTPO yang berhasil dicegah

Meningkatnya penempatan Pekerja Migran Indonesia terampil dan profesional

Jumlah Penempatan Pekerja Migran Indonesia terampil dan profesional

Meningkatnya pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya

Persentase Penurunan kasus Pekerja Migran Indonesia

Persentase Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya yang melakukan kegiatan produktif

3. Target Kinerja Tahun 2020

Target Kinerja Tahun 2020 ditetapkan berdasarkan Target Kinerja

Tahunan berdasarkan Renstra BP2MI dan Renstra Deputi Bidang

Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika Tahun 2020-

2024. Adapun Target Kinerja Tahun 2020 Deputi Bidang Penempatan

dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika adalah sebagai berikut:

(31)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

31

Tabel 5 Target Kinerja Tahun 2020

SASARAN PROGRAM

INDIKATOR KINERJA PROGRAM

TARGET KINERJA TAHUN

2020 Meningkatnya

pencegahan dan penindakan

penempatan Pekerja Migran Indonesia nonprosedural

Jumlah Pekerja Migran Indonesia

nonprosedural/TTPO yang berhasil dicegah

1.500 orang

Meningkatnya

penempatan Pekerja Migran Indonesia

terampil dan

profesional

Jumlah Penempatan Pekerja Migran Indonesia trampil dan profesional

56.485 PMI

Meningkatnya

pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya

Persentase Penurunan kasus

Pekerja Migran Indonesia 6,30%

Persentase Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya yang melakukan kegiatan produktif

25%

4. Arah Kebijakan dan Strategi BP2MI

Sama halnya dengan visi, misi, tujuan dan sasaran, arah kebijakan dan

strategi Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan

Afrika merujuk pada Arah Kebijakan dan Strategi Badan Pelindungan

Pekerja Migran Indonesia. Arah Kebijakan ini juga merupakan 9 Program

Prioritas dari Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

(32)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

32

Tabel 6. Matrik Tujuan, Arah Kebijakan dan Strategi BP2MI

N O

TUJUAN SASARAN STRATEGIS ARAH KEBIJAKAN STRATEGI

URAIAN INDIKATOR KINERJA

1. terwujudnya pelindungan Pekerja Migran Indonesia melalui penempatan Pekerja Migran Indonesia terampil dan profesional guna

meningkatkan kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya sebagai aset bangsa

meningkatnya pelindungan dan kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia dan Keluarganya

a. persentase Produktivitas Tingkat Upah Pekerja Migran Indonesia terhadap Pendapatan Per Kapita;

b. persentase Penurunan Kasus Pekerja Migran Indonesia.

1. Pemberantasan sindikasi PMI non-prosedural

a. Melakukan edukasi, propaganda, dan sosialisasi secara massif untuk memerangi human trafficking;

b. Membentuk satuan tugas pemberantasan sindikasi PMI non- prosedural;

c. Meningkatkan koordinasi dalam rangka pemberantasan sindikasi PMI non-prosedural;

d. Pengawasan dan sweeping di penampungan P3MI dan Lembaga Pendukung Penempatan, serta di debarkasi dan embarkasi;

e. Penguatan pengawasan P3MI, dengan cara memberikan peringatan, serta rekomendasi skorsing dan pencabutan Surat Izin Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (SIP3MI);

f. Penguatan pos lintas batas melalui kerja sama dengan Kementerian/

Lembaga terkait;

(33)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

33

N

O

TUJUAN SASARAN STRATEGIS ARAH KEBIJAKAN STRATEGI

URAIAN INDIKATOR KINERJA

g. Simplifikasi proses pelayanan penempatan dan pelindungan PMI yang mudah, cepat, dan transparan;

h. Meminimalisir kasus PMI tidak berdokumen; dan

i. Membentuk pendamping PMI hingga tingkat desa.

2. Menjadikan PMI sebagai VVIP

a. Memaksimalkan pelayanan dan pelindungan PMI dan keluarganya ; b. Pelindungan aspek hukum, sosial,

dan ekonomi ;

c. Penyediaan help desk dan lounge di bandara dan pelabuhan laut melalui kerja sama dengan Kementerian/

Lembaga terkait ;

d. Pengawasan Jaminan Sosial ; dan e. Melakukan langkah strategis

pelindungan, mulai dari pencegahan (preventive), deteksi dini (early

(34)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

34

N

O

TUJUAN SASARAN STRATEGIS ARAH KEBIJAKAN STRATEGI

URAIAN INDIKATOR KINERJA

detection) sampai kepada immediate response.

3. Peningkatan penempatan PMI terampil dan profesional

a. Meningkatkan kompetensi/kapasitas PMI;

b. Pemetaan demand pasar kerja dan supply yang ditindaklanjuti dengan harmonisasi;

c. Meningkatkan kerja sama bilateral dan multilateral di bidang penempatan dan pelindungan PMI dengan negara tujuan penempatan dan lembaga internasional;

d. Sosialisasi dan diseminasi informasi peluang kerja terampil dan profesionali luar negeri; dan

e. Penguatan skema penempatan PMI (G to G, G to G, P to P, UKPS, dan mandiri termasuk SP2T, SSW, dan SPSK).

4. penurunan jumlah PMI low

a. mengarahkan penempatan PMI low skilled ke negara tujuan penempatan

(35)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

35

N

O

TUJUAN SASARAN STRATEGIS ARAH KEBIJAKAN STRATEGI

URAIAN INDIKATOR KINERJA

skilled beresiko tinggi

yang memiliki hukum

ketenagakerjaan

b. mengajukan usulan moratorium penempatan PMI low skilled ke negara yang tidak memiliki hukum ketenagakerjaan;

c. meningkatkan kampanye penyadaran publik untuk pilihan bekerja di luar negeri;

d. mengusulkan penetapan standar minimum yang layak, upah dan kondisi kerja PMI di luar negeri;

a. menyederhanakan alur proses penempatan PMI ke luar negeri.

5. Tata kelola PMI Seabased (awak kapal niaga migran dan awak kapal perikanan migran)

b. Meningkatkan koordinasi dengan Kementerian/Lembaga terkait;

c. Menyusun pedoman pelaksanaan teknis tata kelola penempatan dan pelindungan PMI seabased; dan d. Membentuk satuan tugas

penanganan PMI seabased.

(36)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

36

N

O

TUJUAN SASARAN STRATEGIS ARAH KEBIJAKAN STRATEGI

URAIAN INDIKATOR KINERJA

6. Pembebasan biaya

penempatan

a. Penyebarluasan peraturan BP2MI mengenai pembebasan biaya penempatan;

b. Mendorong revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) Pusat dan Daerah;

c. Memperkuat negosiasi bilateral dengan negara tujuan penempatan;

d. Memperluas sarana Kesehatan di kantong PMI; dan

e. Meningkatkan koordinasi dengan Negara Penempatan, Kementerian/

Lembaga terkait, Perwakilan Republik Indonesia, dan stakeholder terkait.

7. Peningkatan purna PMI produktif dan reintegrasi social

PMI dan

keluarganya

a. memperkuat fasilitasi rehabilitasi Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya;

b. meningkatkan pemberdayaan sosial Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya melalui program stunting dan parenting;

c. meningkatkan pemberdayaan ekonomi Pekerja Migran Indonesia

(37)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

37

N

O

TUJUAN SASARAN STRATEGIS ARAH KEBIJAKAN STRATEGI

URAIAN INDIKATOR KINERJA

dan keluarganya melalui edukasi keuangan, kewirausahaan, dan kegiatan produktif; dan

d. memperkuat dan memperluas program komunitas keluarga buruh migran.

8. Peningkatan sinergi dan koordinasi multi- stakeholder

a. Integrasi system pendataan PMI secara terpadu;

b. Penguatan peran Pemerintah Daerah dalam tata kelola penempatan dan pelindungan PMI;

dan

c. Mengharmonisasikan kebijakan dan standar pelayanan di bidang penempatan dan pelindungan PMI dengan stakeholder terkait.

2. Terselenggaranya peningkatan tata kelola organisasi yang efisien, efektif, dan akuntabel

Meningkatnya tata kelola

pemerintahan yang baik

a. Indeks Reformasi Birokrasi

1. peningkatan tata kelola

pemerintahan yang baik dalam pelayanan penempatan dan

a. mendorong pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) penempatan, pelindungan PMI, dan pemberdayaan PMI dan keluarganya;

(38)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

38

N

O

TUJUAN SASARAN STRATEGIS ARAH KEBIJAKAN STRATEGI

URAIAN INDIKATOR KINERJA

b. Opini BPK atas Laporan Keuangan

pelindungan PMI, penguatan kelembagaan, serta reformasi birokrasi

b. penguatan Unit Pelaksana Teknis di daerah sebagai kepanjangan tangan BP2MI untuk memberikan pelayanan penempatan dan pelindungan PMI;

c. penguatan kelembagaan (program dan anggaran);

d. penguatan kapasitas dan infrastruktur SDM;

e. pengembangan sarana dan prosarana;

f. peningkatan citra badan (image bulding/branding);

g. pengembangan sistem informasi;

h. peningkatan pelaksanaan reformasi birokrasi;

i. peningkatan kualitas pelayanan public;

j. penyelarasan regulasi penempatan dan pelindungan PMI; dan

k. peningkatan pengendalian dan pembinaan akuntabilitas BP2MI.

(39)

LKj DEPUTI BIDANG PENEMPATAN DAN PELINDUNGAN KAWASAN ASIA DAN AFRIKA TAHUN 2020

39

2. Program dan Kegiatan Tahun 2020

Untuk memastikan sasaran strategis dan indikator kinerja sasaran strategis Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika periode tahun 2020 dapat tercapai, diperlukan adanya dukungan alokasi anggaran yang memadai yang disusun berdasarkan kebutuhan untuk program penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan program dukungan manajemen internal.

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2019 tentang Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, revitalisasi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menjadi BP2MI masih terdapat masa transisi selama 1 (satu) tahun, sehingga pada Tahun 2020 BP2MI masih menggunakan struktur anggaran Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) BNP2TKI, sehingga hal ini mempengaruhi pula DIPA Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika. Adapun Program/Kegiatan Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika sebagaimana terlampir:

Tabel 7. Program dan Kegiatan Tahun 2020 Sasaran

Program/Kegiatan Indikator Kinerja Target Program Pagu Relokasi Meningkatnya

pencegahan dan penindakan

penempatan Pekerja Migran Indonesia nonprosedural

Jumlah Pekerja migran Indonesia nonprosedural/ TTPO yang berhasil

dicegah

1.500 orang

Program Penempatan dan

Pelindungan Pekerja Migran

Indonesia

Rp.8.574.903.000 Meningkatnya

penempatan Pekerja Migran Indonesia terampil dan profesional

Jumlah Penempatan Pekerja Migran Indonesia terampil dan profesional

56.485 PMI

Meningkatnya pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya

Persentase Penurunan kasus Pekerja Migran Indonesia

6,30%

Persentase Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya yang melakukan kegiatan produktif

25%

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Hasil ini menunjukkan bahwa pada ketiga konsentrasi tersebut, ekstrak etil asetat memiliki aktivitas penghambatan yang sedang terhadap bakteri S. Ekstrak etil

Kegiatan administrasi baik yang terjadi dalam organisasi pemerintah maupun organisasi swasta, dan ataupun yang berlangsung dalam organisasi yang besar atau sederhana,

Sehingga dapat disimpulkan bahwa total keseluruhan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari tahun 2020 sampai dengan 2021 di Kota Tangerang sebanyak 1.552.162 Jiwa,

• Salah satu kriteria perkara yang dibahas dalam rapat pleno kamar adalah perkara permohonan peninjauan kembali (PK) yang akan membatalkan putusan tingkat kasasi

Dengan rate of discount yang lebih kecil berarti kita akan memperoleh nilai sekarang dari arus kas bersih yang lebih besar, sehingga jika nilai ini dikurangi dengan pengeluaran

Awal dari kehidupan kita bukanlah rencana kita, dan saat berakhirnya pun bukan � � keputusan kita; tetapi telah semakin jelas bagi kita bahwa tugas kita adalah menjadikan

Pengadilan Tinggi Agama Mataram sebagai kawal depan Mahkamah Agung di Daerah dan sebagai Pengadilan Tingkat Banding, didalam pelaksanaan realisasi anggaran

Pada tanda indeks kedua tangan yang sedang meremukan botol menandakan suatu tindakan bagi pengurangan ruang gerak botol yang setelah diremukan akan menjadi lebih