• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN PENELITIAN TERDAHULU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN PENELITIAN TERDAHULU"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

10 BAB II

KAJIAN PUSTAKA DAN PENELITIAN TERDAHULU

2.1 Tinjauan Penelitian Terdahulu

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Julia (2020), dengan judul effect financial ratio, company age, size public accountant firm in audit delay. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh profitabilitas, solvabilitas, likuiditas, umur perusahaan, dan kantor akuntan publik terhadap audit delay. Sampel yang terpilih dalam penelitian ini berupa 37 perusahaan pertambangan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2017. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diambil menggunakan metode dokumentasi berupa laporan keuangan tahunan perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015 sampai periode 2017. Data tersebut diambil melalui web resmi BEI www.idx.co.id. Analisis teknik dalam penelitian tersebut menggunakan data panel metode regresi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa solvabilitas dapat mempengaruhi audit delay, hal ini menunjukkan bahwa jangka waktu audit dapat dipengaruhi oleh tinggi rendahnya tingkat kemampuan suatu perusahaan dalam mengembalikan hutang. Penelitian ini juga membuktikan bahwa likuiditas tidak mempengaruhi audit delay, hal ini menunjukkan bahwa likuiditas suatu perusahaan tidak mempengaruhi jangka waktu audit suatu perusahaan. Penelitian ini juga

(2)

membuktikan bahwa umur perusahaan tidak mempengaruhi audit delay.

Dan yang terakhir menunjukkan bahwa ukuran kantor akuntan publik sangat mempengaruhi audit delay.

Saputra et al. (2020) dengan judul pengaruh ukuran perusahaan, opini audit, umur perusahaan, profitabilitas dan solvabilitas terhadap audit delay. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari ukuran perusahaan, opini audit, umur perusahaan, profitabilitas, dan solvabilitas terhadap audit delay. Sampel dalam penelitian ini berupa perusahaan jasa yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2018 sebanyak 192 perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diambil menggunakan metode dokumentasi. Data tersebut berupa laporan hasil kinerja perusahaan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia dan mengalami laba pada tahun 2016 sampai 2018. Metode analisis yang digunakan ialah analisis regresi logistik dengan penggunaan program SPSS 24. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa ukuran perusahaan dan umur perusahaan yang bersifat negative dan secara signifikan dapat mempengaruhi audit delay. Dan untuk variabel opini audit, profitabilitas dan solvabilitas tidak mempengaruhi audit delay.

Rani & Nyoman (2021) dengan judul audit delay of listed companies on IDX. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh atas ukuran perusahaan, umur perusahaan, profitabilitas, leverage, dan masa audit pada audit delay. Sampel dalam penelitian ini berupa 581 perusahaan yang

(3)

terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia tahun 2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diambil menggunakan metode dokumentasi. Data tersebut berupa laporan keuangan tahun 2019 yang telah diaudit. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan dan profitabilitas berpengaruh negative terhadap audit delay.

Dan umur perusahaan, leverage dan masa audit tidak mempengaruhi audit delay.

Azhari & Nuryatno (2019) dengan judul penelitian opini audit pemoderasi pengaruh profitabilitas, ukuran perusahaan, kepemilikan institusional, dan komite audit terhadap ketepat waktuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dari opini audit sebagai pemoderasi atas pengaruh dari profitabilitas, ukuran perusahaan, komite audit, dan kepemilikan institusional terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia pada tahun 2012 sampai tahun 2016. Sampel dari penelitian tersebut berupa 96 perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia pada tahun 2012-2016. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data yang digunakan dalam penelitian tersebut merupakan data sekunder yang diambil menggunakan metode dokumentasi. Data tersebut berupa laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2012-2016.

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis

(4)

regresi logistic. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan dan profitabilitas memiliki pengaruh positif terhadap ketepatan waktu dalam pelaporan keuangan. Sedangkan komite audit dan kepemilikan institusional tidak memiliki pengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Sedangkan opini audit tidak mampu memperkuat pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, komite audit, dan kepemilikan institusional terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan.

Safitri & Nyoman (2021) dengan judul penelitian factors that influence audit delay in the trade, service, and investment sektor that listed on indonesia stock exchange. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti secara empiris tentang pengaruh ukuran perusahaan, opini audit, kompleksitas operasi perusahaan, masa kerja audit, dan spesialisasi kantor akuntan publik atas penundaan audit. Sampel dalam penelitian ini berupa 447 perusahaan yang bergerak dibidang perdagangan,sektor jasa, dan investasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2013-2018.

Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling.

Data yang digunakan dalam penelitian tersebut merupakan data sekunder yang diambil menggunakan metode dokumentasi. Data tersebut berupa laporan keuangan perusahaan yang telah diaudit. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan dan opini audit dapat mempengaruhi rentang waktu audit delay. Sedangkan kompleksitas

(5)

operasi perusahaan, spesialisasi kantor akuntan publik dan masa kerja audit tidak dapat mempengaruhi rentang waktu audit delay.

Siahan et al. (2019) dengan judul pengaruh opini audit, pergantian auditor, kesulitan keuangan dan efektifitas komite audit terhadap audit delay (studi empiris pada seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2017. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi audit delay. Sampel dalam penelitian ini berupa 78 perusahaan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia dengan periode pengamatan selama 4 tahun yaitu tahun 2014-2017. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diambil menggunakan metode dokumentasi. Data tersebut berupa laporan keuangan perusahaan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini berupa analisis regresi linear berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kesulitan keuangan dan opini audit memiliki pengaruh negative terhadap audit delay. Sedangkan ukuran komite, pergantian auditor frekuensi meeting dan keahlian anggota tidak memiliki pengaruh atas audit delay.

2.2 Kajian Pustaka

2.2.1 Stakeholder Theory

Menurut Freeman & Reed (1984) stakeholder theory adalah setiap individu atau kelompok yang dapat diidentifikasi dapat dipengaruhi

(6)

ataupun mempengaruhi suatu tujuan organisasi tersebut. Berdasarkan teori tersebut maka diharapkan perusahaan dapat memberitahu seluruh kegiatan atau aktivitas yang terjadi didalam perusahaan kepada para stakeholder.

Salah satu cara untuk memberitahu kegiatan yang terjadi dalam perusahaan dapat diberikan melalui laporan keuangan. Dalam laporan keuangan maka stakeholder dapat memilih untuk menggunakan laporan tersebut atau tidak. Menurut Deegan et al.(2000) dalam buku Ulum et al.

(2021) hal ini dikarenakan stakeholder dapat mempengaruhi pengendalian atas sumber daya yang dibutuhkan perusahaan baik secara langsung ataupun tidak langsung. Maka dari itu tingkat kemampuan stakeholder dapat ditentukan oleh tingkat kontrol pengendalian sumber daya yang dapat mereka berikan kepada perusahaan. Ketika stakeholder dapat mengendalikan sumber daya yang penting bagi organisasi maka diharapkan perusahaan dapat merespon permintaan stakeholder Ulum et al. (2021). Tujuan utama dalam stakeholder theory adalah agar manager korporasi dapat memahami lingkungan stakeholder dan juga dapat melakukan pengelolaan secara efektif terhadap hubungan perusahaan dengan para stakeholder. Stakeholder teori juga membantu manajer dalam menetapkan kebijakan untuk meningkatkan nilai-nilai aktifitas perusahaan dan meminimalisir kerugian-kerugian yang dapat merugikan stakeholder.

Inti dari teori ini adalah agar perusahaan dan stakeholder dapat menjalankan hubungan mereka dengan baik.

(7)

2.2.2 Credibility theory

Menurut Hovland et al. (1953) credibility theory menyatakan bahwa seseorang atau organisasi akan lebih mudah dibujuk atau persuasi dengan informasi yang kredibilitas. Laporan keuangan yang telah diaudit dapat dikatakan sebagai laporan keuangan yang kredibilitas. Perusahaan yang dapat menyampaikan laporan keuangannya secara tepat waktu dan telah diaudit akan menunjukkan bahwa perusahaan tersebut memiliki kualitas kerja dan kredibilitas dalam menyampaikan laporan keuangan tersebut (Safitri & Nyoman, 2021).

2.2.3 Ukuran Perusahaan

Menurut peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan No. 53 /POJK.04/2017 ukuran perusahaan dibagi menjadi 3 bagian yaitu emiten skala kecil, emiten skala menengah, dan emiten skala besar. Emiten skala kecil adalah perusahaan dengan total aset yang dimiliki tidak lebih dari Rp.

50.000.000.000 berdasarkan laporan keuangan yang didaftarkan dalam dokumen pernyataan pendaftaran. Emiten skala menengah adalah perusahaan dengan total aset lebih dari Rp. 50.000.000.000 tetapi tidak lebih dari Rp. 250.000.000.000 berdasarkan laporan keuangan yang didaftarkan dalam dokumen pernyataan pendaftaran. Sedangkan emiten skala besar adalah perusahaan dengan total aset lebih dari Rp.

250.000.000.000 berdasarkan laporan keuangan yang didaftarkan dalam pernyataan pendaftaran. Dengan semakin meninggi total aset yang dimiliki

(8)

oleh perusahaan, maka akan semakin kompleks kegiatan operasionalnya (Rani & Nyoman, 2021).

2.2.4 Profitabilitas

Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba. Dalam menghitung profitabilitas dapat menggunakan rasio. Rasio profitabilitas dapat memberikan gambaran terkait cara perusahaan dalam memanfaatkan dan menggunakan aset agar dapat menguntungkan perusahaan. Hasil akhir dari rasio profitabilitas dapat mencerminkan seluruh keputusan keuangan ynag diambil oleh manajer dalam meningkatkan laba perusahaan menurut Brigham & Houston (2016).

2.2.5 Opini Audit

Opini audit merupakan hasil dari pemeriksaan yang dilakukan oleh auditor dalam memeriksa laporan keuangan suatu perusahaan. Opini audit berisikan opini atas kewajaran sebuah laporan keuangan perusahaan oleh seorang auditor (Saputra et al., 2020). Auditor merupakan seseorang yang berperan penting dalam menjadikan suatu laporan keuangan menjadi berkualitas. Hal ini dapat dikarenakan laporan keuangan baru dapat dipercaya atau diandalkan setelah mendapatkan opini atas auditor yang memeriksa. Perusahaan go publik merupakan perusahaan yang dilihat atau dipantau oleh banyak orang. Sehingga dalam membuat laporan keuangan,

(9)

seorang akuntan perusahaan akan berhati-hati dalam membuatnya.

Dengan begitu perusahaan akan berusaha untuk membuat laporan keuangan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Jika laporan keuangan tersebut telah sesuai dengan peraturan yang ada, maka opini audit yang diberikan oleh seorang auditor akan baik. Opini audit terdiri dari 4 opini yaitu opini wajar tanpa pengecualian, opini wajar dengan pengecualian, opini tidak wajar, dan yang terakhir tidak menyatakan opini.

2.2.6 Audit Delay

Audit delay merupakan rentang waktu penyelesaian audit yang diukur sejak tanggal penutupan tahun buku hingga tanggal seorang auditor dapat menyelesaikan tugasnya (Wijasari & Wirajaya, 2021). Semakin panjang waktu yang dibutuhkan oleh seorang auditor dalam proses audit, maka akan semakin tinggi waktu audit delay perusahaan yang diaudit oleh auditor tersebut. Jika semakin tinggi waktu audit delay suatu perusahaan maka dapat berakibat munculnya isu-isu kurang baik bagi perusahaan (Survita & Hanny, 2015). Apabila hal ini semakin sering terjadi, maka dapat menyebabkan masalah dalam citra perusahaan tersebut. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Survita & Hanny (2015) Keterlambatan laporan keuangan dibagi menjadi tiga kriteria. Yang pertama, Preliminary lag yaitu jangka waktu antara berakhirnya tanggal tahun penutup buku sampai dengan tanggal diterima laporan keuangan di pasar modal. Yang kedua, Auditor’s Report lag yaitu jangka waktu antara berakhirnya tanggal

(10)

tahun penutup buku sampai dengan tanggal yang tercantum dalam laporan keuangan yang telah di audit oleh auditor. Yang ketiga, Total lag yaitu jangka waktu antara berakhirnya tanggal tahun penutup buku sampai dengan tanggal diterimanya laporan keuangan tahunan perusahaan ke publikasi pasar.

2.3 Perumusan Hipotesis

Adapun hipotesis yang diuji dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Pengaruh ukuran perusahaan terhadap audit delay

Besar atau kecil ukuran suatu perusahaan dapat dilihat dari total aset atau total penjualan yang dimiliki perusahaan tersebut (Saputra et al., 2020). Semakin besar suatu perusahaan maka akan semakin banyak akun- akun yang harus diperiksa oleh seorang auditor. Semakin besar perusahaan juga dapat berarti semakin kompleks kegiatan operasional perusahaan tersebut. Walaupun demikian, para stakeholder tetap memiliki hak untuk mengetahui seluruh kegiatan operasional perusahaan, hal ini telah dijelaskan dalam stakeholder theory. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Saputra et al. (2020) menunjukkan bahwa ukuran perusahaan dapat mempengaruhi audit delay. Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti mengajukan hipotesis sebagai berikut:

H1: Ukuran perusahaan memberikan pengaruh positif terhadap audit delay

(11)

Pengaruh profitabilitas terhadap audit delay

Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba dari kegiatan operasi perusahaan (Brigham & Houston, 2016). Salah satu rumus profitabilitas adalah rasio return on asset yaitu rumus yang membagi laba bersih dengan total aset. Dari perhitungan tersebut dapat dilihat jumlah keuntungan atau laba yang didapat oleh perusahaan dari total aset yang dimilikinya. Tingkat laba yang dapat didapat oleh perusahaan diperkirakan dapat mempengaruhi ketepatan waktu dalam penyampaian laporan keuangan. Menurut Rani & Nyoman (2021) hal ini dikarenakan perusahaan yang memiliki laba yang baik, diyakini akan menerbitkan laporan keuangan dengan tepat waktu agar perusahaan dapat menunjukkan kinerja perusahaan yang baik serta pengendalian internal yang baik. Dalam teori stakeholder theory semua stakeholder berhak untuk mendapatkan informasi atas seluruh kegiatan operasional perusahaan dan hal ini dapat dilihat melalui laporan keuangan perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Azhari & Nuryatno (2019) menunjukkan profitabilitas berpengaruh negatif terhadap audit delay. Hal ini dikarenakan jika laba perusahaan meningkat, maka itu merupakan informasi baik yang sangat ditunggu oleh stakeholder. Maka dari itu perusahaan akan berusaha untuk memberitahukan informasi tersebut dengan sesegera mungkin. Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti mengajukan hipotesis sebagai berikut:

H1: Profitabilitas memberikan pengaruh negatif terhadap audit delay

(12)

Pengaruh opini audit terhadap audit delay

Tujuan dari auditor mengaudit laporan keuangan perusahaan adalah untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan tersebut. Apakah laporan keuangan perusahaan tersebut telah disajikan secara wajar atau tidak. Dan apakah laporan keuangan perusahaan tersebut telah sesuai dengan prinsip akuntansi yang diterima di Indonesia (Prabandari, 2021).

Dari opini auditor maka dapat diketahui tingkat kewajaran laporan keuangan suatu perusahaan. Jika perusahaan mendapatkan opini selain opini wajar tanpa pengecualian maka hal ini menunjukkan bahwa auditor mendapat sebuah temuan yang harus dirundingkan dengan auditor senior dan mengkonfirmasi ke manajer perusahaan, serta perlu dilakukan perluasan lingkup audit. Sedangkan jika perusahaan tersebut mendapat opini wajar tanpa pengecualian maka hal ini menunjukkan bahwa laporan keuangan perusahaan tersebut telah sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Sehingga temuan-temuan yang didapatkan oleh auditor merupakan temuan yang wajar dan tidak memerlukan perluasan lingkup audit. Hipotesis ini sejalan dengan credibility theory yang menyatakan bahwa setiap informasi harus memiliki kualitas yang baik agar dapat dipercaya. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Safitri & Nyoman (2021) menunjukkan bahwa opini audit berpengaruh negatif terhadap audit delay.

Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti mengajukan hipotesis sebagai berikut:

(13)

Profitabilitas

Opini Audit

Audit Delay

AUDIT DELAY H3: Opini audit memberikan pengaruh negatif terhadap audit delay

2.4 Kerangka Berpikir

Dalam penelitian ini variabel independen adalah ukuran perusahaan, profitabilitas, dan opini audit. Sedangkan variabel dependen yang digunakan adalah audit delay. Maka Kerangka konseptualnya sebagai berikut:

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir

Ukuran perusahaan

Profitabilitas

Opini Audit

H1 (+)

H2 (-)

H3 (-)

Y

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir

Referensi

Dokumen terkait

Januarti (2009) Analisis Pengaruh Faktor Perusahaan, Kualitas Auditor, Kepemilikan Perusahaan Terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern (Perusahaan Manufaktur

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penagruh komite audit, kepemilikan institusional, dewan komisaris, ukuran perusahaan, dan profitabilitas (ROA) terhadap

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh dari ukuran perusahaan, opini audit, kompleksitas operasi perusahaan, audit tenur, dan spesialiasi kantor akuntan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inventory turnover, ukuran perusahaan, komite audit, dewan direksi, kepemilikan manajerial dan

“Pengaruh Komite Audit, Kepemilikan Institusional, Dewan Komisaris, Ukuran Perusahaan (Size), Leverage (Der) dan Profitabilitas (Roa) Terhadap Tindakan Penghindaran Pajak

Di dalam penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh profitabilitas, pertumbuhan penjualan, struktur aktiva, cash holding, likuiditas dan ukuran perusahaan

Sedangkan pada penelitian sekarang adalah untuk mengetahui firm size (ukuran perusahaan), tingkat pertumbuhan, likuiditas, profitabilitas, dan leverage memiliki pengaruh terhadap

Opini Audit Going Concern Dan Faktor- Faktor Yang Memengaruhi: Studi Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia Likuiditas, leverage, profitabilitas, arus kas, ukuran