1
A.
Latar Belakang MasalahKrisis ekonomi yang melanda Indonesia, bukan hanya melumpuhkan dunia usaha, tetapi juga menghancurkan kesejahteraan masyarakat. Jumlah penduduk yang semakin hari semakin meningkat, lulusan perguruan tinggi yang terus bertambah secara drastis, membuat dunia kerja semakin sempit.
Akibat krisis global ini bedampak terhadap angka pengangguran yang sangat tinggi, sedangkan pengangguran adalah salah satu permasalahan besar yang dihadapi Indonesia sekarang ini dan beberapa tahun kedepan.1
Kondisi yang kita hadapi ini akan semakin buruk dengan situasi persaingan global (misal pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN/MEA) yang akan menghadapkan lulusan perguruan tinggi Indonesia bersaing secara bebas dengan lulusan dari perguruan tinggi asing. Oleh karena itu, para sarjana lulusan perguruan tinggi perlu diarahkan dan didukung untuk tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja namun dapat siap menjadi pencipta lapangan pekerjaan dengan berwirausaha.2
Apabila sebuah negara ingin menjadi makmur, minimal sejumlah 2%
dari prosetase keseluruhan penduduk di negara tersebut menjadi wirausahawan, Indonesia sendiri sampai saat ini menurut sebuah riset jumlah penduduk yang menjadi wirausaha baru sekitar 0,18%, kondisi perekonomian Indonesia tertinggal jauh dari negeara tetangga yaitu Singapura yang memiliki prosentase wirausaha sebesar 7%, Malaysia 5%, China 10%, apalagi jika harus dibandingkan dengan negara adidaya Amerika Serikat yang hampir 13%
penduduknya menjadi wirausahawan. Maka dapat dipastikan untuk
1Yuyus Suryana dan Kartib Bayu, Kewirausahaan, Pendekatan Karakteristik Wirausahawan Sukses, (Jakarta: Kencana, 2010), 11
2Rosmiati, “ Sikap, Motivasi dan Minat Berwirausaha Mahasiswa”, Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan , Vol.13. No. 2, September 2011, 123
memperkuat perekonomian nasional Indonesia masih diperlukan munculnya para wirausahawan muda3
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah meluncurkan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) untuk dilaksanakan dan dikembangkan oleh perguruan tinggi. Program tersebut dilaksanakan di seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan di beberapa Perguruan Tinggi Swasta (PTS). PMW bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap atau jiwa wirausaha (entrepreneurship) berbasis Iptek kepada para mahasiswa agar dapat mengubah pola pikir (mindset) dari pencari kerja (job seeker) menjadi pencipta lapangan pekerjaan (job creator) serta menjadi calon atau pengusaha yang tangguh dan sukses menghadapi persaingan global. Program ini juga bertujuan mendorong kelembagaan atau unit kewirausahaan di perguruan tinggi agar dapat mendukung pengembangan program-program kewirausahaan. Program ini juga diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran lulusan pendidikan tinggi.4
Perguruan tinggi diharapkan mampu mempersiapkan masa depan yang lebih baik dengan mengembangkan intelektual dan keterampilan agar generasi muda dapat melakukan aktualisasi diri. Perguruan tinggi juga berperan menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki jiwa dan sikap kewirausahaan dalam mengatasi masalah perekonomian negara dengan cara menciptakan lapangan kerja. Kewirausahaan berasal dari kata wirausaha yang artinya keberanian seseorang untuk melakukan kegiatan bisnis maupun non bisnis secara mandiri.5
Islam menganjurkan bahwa, berwirausaha merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Dengan landasan iman, bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup dalam pandangan Islam dinilai sebagai ibadah selain mendatangkan keuntungan juga akan mendatangkan pahala. Tuntutan
3R.W. Suparyanto, Kewirausahaan Konsep dan Realita pada Usaha Kecil, (Bandung:
Alfabeta, 2012), Vi
4Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, http://dikti.go.id/, (Jum„at, 1 November 2015, 10:39)
5Daryanto, Pendidikan Kewirausahaan, (Yogyakarta: Gava Media, 2012), 5
dan motivasi yang mendorong seorang muslim untuk berwirausaha ada dalam Al-Qur‟an. Allah berfirman dalam QS. Al-Jumu‟ah: 10 :
“Apabila Telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”
Menyimak ayat diatas, maka Islam mewajibkan seorang muslim untuk bekerja dan mencari rezeki untuk memenuhi hidupnya. Dalam Islam bekerja merupakan suatu tugas yang mulia yang akan membawa diri seseorang pada posisi terhormat, bernilai, baik dimata Allah maupun sesama.
Pada hakikatnya setiap insan telah tertanam jiwa wirausaha yang berarti memiliki kreativitas dan mempunyai tujuan tertentu, serta berusaha untuk mencapai keberhasilan dalam hidupnya. Keberhasilan setiap individu tergantung pada keinginan, kemampuan, pola berfikir, serta tabah dalam menghadapi berbagai tantangan dan rintangan sehingga tidak mudah menyerah.6
IAIN Syekh Nurjati Cirebon, sebagai salah salah satu perguruan tinggi diharapkan dapat menciptakan lulusan sarjana yang memiliki kualifikasi untuk menjadi seorang wirausaha khususnya Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Jurusan Mua‟malah. Salah satu upaya yang dilaksanakan yaitu para mahasiswa sudah dibekali tentang kewirausahaan sejak awal masuk kuliah. Pembekalan tentang kewirausahaan itu bertujuan untuk menanamkan jiwa kewirausahaan dan mengubah paradigma pemikiran para mahasiswa perguruan tinggi dari mencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja yaitu dengan berwirausaha.
Para mahasiswa atau sarjana diharapkan dapat menjadi wirausahawan muda terdidik yang mampu merintis usahanya sendiri karena mereka adalah calon
6Yuyus Suryana dan Kartib Bayu, 2010, Kewirausahaan…, 2
lulusan perguruan tinggi yang perlu didorong dan ditumbuhkan niat untuk berwirausaha.
Berbagai program telah digulirkan untuk mengembangkan kemampuan dan memberikan motivasi serta menumbuhkan minat para mahasiswanya untuk berani memilih berwirausaha sebagai karir mereka. Program tersebut salah satunya yaitu dengan pembelajaran lewat mata kuliah Kewirausahaan.
Mata kuliah ini, tak luput dari kegiatan-kegiatan dari para tenaga pengajar atau dosen, melalui praktek lapangan langsung dalam berwirausaha. Praktek lapangan ini merupakan proses belajar sebagai tempat menempa diri, meningkatkan skill, mengasah keterampilan dan memanfaatkan peluang usaha dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki.
Semua yang dilakukan ini, dalam rangka meningkatkan keberdayaan serta produktivitas para mahasiswanya dan mendorong minat mahasiswa untuk berwirausaha. Mereka perlu diberi motivasi, dibimbing, dan diarahkan dalam menciptakan pekerjaan sendiri diberbagai bidang usaha kecil, mikro usaha menengah, dan koperasi. Pada diri mereka ditanamkan jiwa kewirausahaan sehingga mereka kelak tumbuh menjadi wirausahawan-wirausahawan yang inovatif, mereka bisa menciptakan produk-produk baru yang bisa diterima oleh konsumen.7
Hanya saja dari berbagai cara yang telah dilakukan, sampai saat ini masih belum menampakkan keberhasilan yang signifikan. Berbagai alternatif- alternatif yang ditanamankan kepada mahasiswa agar terdorong sikap, perilaku dan minat kearah kewirausahaan sebagai jalan keluar menuju kesuksesan, kemajuan, dan kehidupan yang lebih baik justru mengalami kebuntuan. Tidak banyak mahasiswa yang akhirnya terbangun semangatnya untuk berwirausaha.
Kurangnya minat berwirausaha dikalangan mahasiswa ini sangat disayangkan. Padahal dengan melihat kondisi dimana lapangan kerja yang terbatas tidak memungkinkan untuk menyerap seluruh lulusan perguruan tinggi
7Sudrajat, Kiat Mengentaskan Pengangguran & Kemiskinan Melalui Wirausaha, (Jakarta:
Bumi Aksara, 2011), 5
di Indonesia. Keinginan berwirausaha para mahasiwa merupakan sumber bagi lahirnya wirausaha-wirausaha masa depan.
Menjadi seorang wirausaha tentunya harus berawal dari minat, melalui minat maka keinginan untuk mencapai sesuatu akan sangat tinggi. Minat adalah faktor pendorong yang menjadikan seseorang lebih giat bekerja dan memanfaatkan setiap peluang yang ada dengan mengoptimalkan potensi yang tersedia. Minat tidak muncul begitu saja tetapi tumbuh berkembang dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya.8
Faktor pendukung yang mempengaruhi minat berwirausaha diantaranya adalah (1)Kepercayaan Diri dan (2)Semangat Kewirausahaan sebagai bagian dari karakteristik kepemimpinan atau kewirausahaan.9Dua faktor tersebut dapat dijadikan pemicu atau acuan bagi para mahasiswa sebagai pengusaha pemula dalam berwirausaha.
Walgito berpendapat bahwa, kepercayaan diri adalah suatu keyakinan seseorang terhadap segala aspek kelebihan yang dimilikinya dan keyakinan tersebut membuatnya merasa mampu untuk mencapai berbagai tujuan dalam hidupnya.10 Pentingnya kepercayaan diri dalam berwirausaha bagi mahasiswa adalah mereka dapat mengaktualisasikan dirinya. Aktualisasi diri adalah aspek yang paling penting bagi seseorang untuk dapat mengembangkan potensinya.
Kepercayaan diri dapat meningkatkan keberanian dalam bertindak dan optimis.
Memiliki kepercayaan diri yang tinggi dapat membantu mencapai prestasi dan hasil yang baik.
Semangat adalah perasaan yang sangat kuat dalam diri seseorang, keseriusan dan kesungguhan yang menggebu-gebu, keuletan untuk meraih tujuan dan kegigihan dalam mewujudkannya. Semangat kewirausahaan adalah suatu sikap yang ada pada diri seseorang untuk bekerja keras lebih giat lagi dengan segala upaya dan kemampuan yang dimiliki agar dapat melaksanakan sesuatu dengan tepat dan cepat untuk mendapatkan hasil yang optimal demi
8Hakim. T, Mengatasi Rasa Tidak Percaya Diri, (Jakarta: Purwa Suara, 2002), 56
9Ayus Ahmad Yusuf dan Amir Hamzah, Pengaruh Kepercayaan Diri dan Semangat Kewirausahaan terhadap Minat Menjadi Wirausaha, Jurnal Al-Amwal Juli-Desember 2012, 166
10Bimo Walgito, Pengantar Psikologi Umum, (Yogyakarta: Andi Offset, 2003), 148
mencapai kesuksesan. Orang yang berjiwa wirausaha tidak akan mudah patah semangat, ia akan selalu bangkit dari kegagalan dalam usahanya. Semangat kewirausahaan akan membuat seorang wirausaha selalu melakukan yang terbaik, dengan kemauan keras dan ulet untuk berusaha. Berjuang tanpa mengenal lelah dan putus degan keyakinan yang positif kearah kemajuan usaha.
Mahasiswa sebagai salah satu kaum intelektual dan tulang punggung reformasi masa depan merupakan kalangan yang dipandang perlu membekali diri dengan semangat dan jiwa wirausaha. Pembekalan jiwa dan semangat kewirausahaan ini merupakan kontribusi yang nyata bagi perkembangan bangsa. Dengan semangat kewirausahaan yang dipersiapkan sejak dini, mahasiswa diharapkan dapat menciptakan sendiri lapangan kerjanya. Semangat untuk menciptakan ini harus dilengkapi dengan inovasi-inovasi yang bermanfaat, agar dapat bersaing didunia usaha.11
Pentingnya kepercayaan diri dan semangat kewirausahaan bagi mahasiswa ini dalam rangka : 12
1. Upaya mendukung kebijakan penanggulangan pengangguran.
2. Landasan untuk pembinaan dan pemberdayaan bagi para mahasiswa dalam membentuk karakter wirausaha yang handal, sehingga para mahasiwa dapat percaya diri dan lebih semangat dalam berwirausaha dengan segala potensi dan kemampuan yang dimiliki agar dapat menciptakan lapangan kerja sendiri secara mandiri.
3. Meningkatkan kemampuan dan ketangguhan untuk menghadapi tantangan maupun perubahan lingkungan baik lokal nasional maupun Internasioal di era globalisasi bisnis.
4. Bagi mereka yang belum memiliki kepercayaan diri dan semangat kewirausahaan dapat mempelajari dan mengkaji lebih lanjut serta mengimplementasikannya, sehingga menjadi wirausaha sejati.
5. Dapat dijadikan rujukan bagi mahasiwa untuk menggali lebih mendalam tentang lingkup kewirausahaan secara utuh, sehingga diperoleh urutan prioritas, mengenai karakter wirausaha sebagai pendukung dalam mencapai keberhasilan dirinya sendiri berdasarkan aktivitas dan sektor usaha.
11Ais Zakiyudin, Teori dan Praktik Manajemen: Sebuah Konsep yang Aplikatif Disertai Profil Wirausaha Sukses, (Jakarta: Mitra Wacana Media, 2013), 119
12Marshall Sashkin dan Molly G Sashkin, Prinsip-prinsip Kepemimpinan, (Jakarta:
Erlangga, 2011), 10
Kepercayaan diri dan semangat kewirausahaan merupakan faktor yang mempengaruhi minat atau tidaknya seseorang untuk menjadi wirausaha.
Wirausaha yaitu keberanian diri dalam memenuhi kebutuhan serta memecahkan permasalahan hidup dengan kekuatan yang ada pada diri sendiri.13 Wirausahawan yang baik adalah ketika ia dapat menciptakan kemakmuran bagi sekelompok orang disekitarnya dan mampu memberikan nilai positif bagi masyarakat luas.
Mengingat pentingnya kepercayaan diri dan semangat kewirausahaan sebagai kerakteristik wirausaha, maka kepercayaan diri dan semangat kewirausahaan harus benar-benar teruji jika seseorang berminat untuk berwirausaha. Kepercayaan diri mengajarkan seseorang untuk hidup mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Jiwa dan semangat kemandirian akan tumbuh dan berkembang dengan baik bagi para wirausaha, kerena terbiasa menghadapi hidup yang penuh dengan ketidakpastian, maka sesorang wirausaha juga harus selalu menggelorakan semangat dan motivasi, tiada hari tanpa berusaha.14Oleh sebab itu, penyusun berdasarkan uraian tersebut tertarik mengangkat karya tulis dibidang ekonomi berjudul “Pengaruh Kepercayaan Diri dan Semangat Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha“
dengan objek penelitiannya pada Pada Mahasiswa Jurusan Muamalah Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Semester 7 (Tujuh) IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
B. Rumusan Masalah
Dalam perumusan masalah ini dibagi menjadi tiga tahapan : 1. Identifikasi Masalah
a. Wilayah Kajian
Wilayah kajian dalam penelitian ini berkaitan dengan pengembangan dan pemberdayaan ekonomi lokal yaitu pengaruh kepercayaan diri dan semangat kewirausahaan terhadap minat berwirausaha.
13Wasty Soemanto, Sekucup Ide Operasional Pendidikan Wiraswasta, (Jakarta: CV.
Rajawali , 1992), 42
14Kristya Mintarja, Sukses Berbisnis Sebelum Menikah, Pendidikan Kewirausahaan untuk Siswa, (Jakarta: Penerbit Erlangga,2013),12
b. Pendekatan Penelitian
Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang dilakukan kepada Mahasiswa Jurusan Muamalah Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Semester 7 (Tujuh) IAIN Syekh Nurjati Cirebon
c. Jenis Masalah
Jenis masalah dalam penelitian ini menyangkut Pengaruh Kepercayaan Diri dan Semangat Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha dengan objek penelitiannya pada Pada Mahasiswa Jurusan Muamalah Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Semester 7 (Tujuh) IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang belum ada kejelasan tingkat keberpengaruhannya.
2. Pembatasan Masalah
Dari identifikasi di atas, maka dapat batasi masalahnya hanya pada tiga variabel yaitu pengaruh kepercayaan diri dan semangat kewirausahaan terhadap minat berwirausaha pada Mahasiswa Jurusan Mua‟malah Fakultas Syari‟ah dan Ekonomi Islam Semester (Tujuh) IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai pengusaha pemula dalam berwirausaha. Pembatasan ruang lingkup penelitian ini ditetapkan agar lebih terfokus pada pokok permasalahan yang timbul, beserta pembahasannya sehingga diharapkan tujuan penelitian ini tidak menyimpang dari sasarannya.
3. Pertanyaan Penelitian
1. Bagaimana pengaruh kepercayaan diri terhadap minat berwirausaha pada Mahasiswa Jurusan Mua‟malah Fakultas Syari‟ah dan Ekonomi Semester 7 (Tujuh) Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon?
2. Bagaimana pengaruh semangat kewirausahaan terhadap minat berwirausaha pada Mahasiswa Jurusan Mua‟malah Fakultas Syari‟ah dan Ekonomi Islam Semester (Tujuh) IAIN Syekh Nurjati Cirebon?
3. Seberapa besar kepercayaan diri dan semangat kewirausahaan secara simultan berpengaruh terhadap minat berwirausaha pada Mahasiswa Jurusan Mua‟malah Fakultas Syari‟ah dan Ekonomi Islam Semester (Tujuh) IAIN Syekh Nurjati Cirebon?
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui pengaruh kepercayaan diri terhadap minat berwirausaha pada Mahasiswa Jurusan Mua‟malah Fakultas Syari‟ah dan Ekonomi Islam Semester (Tujuh) IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai pengusaha pemula dalam berwirausaha.
2. Untuk mengetahui pengaruh semangat kewirausahaan terhadap minat berwirausaha pada Mahasiswa Jurusan Mua‟malah Fakultas Syari‟ah dan Ekonomi Islam Semester (Tujuh) IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai pengusaha pemula dalam berwirausaha.
3. Untuk mengetahui seberapa besar kepercayaan diri dan semangat kewirausahaan berpengaruh secara simultan terhadap minat berwirausaha pada Mahasiswa Jurusan Mua‟malah Fakultas Syari‟ah dan Ekonomi Islam Semester (Tujuh) IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai pengusaha pemula dalam berwirausaha.
D. Manfaat dan Kegunaan Penelitian
1. Bagi Mahasiwa Jurusan Muamalah Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon
a. Memahami dan menjelaskan pentingnya berwirausaha dalam mencapai kesuksesan.
b. Menguraikan peran kewirausahaan dalam menciptakan kesempatan kerja.
c. Dapat berguna untuk menumbuhkan minat berwirausaha generasi penerus.
d. Dapat digunakan untuk membentuk karakteristik usaha yang handal untuk menjadi wirausaha sejati bagi perkembangan kewirausahaan.
2. Bagi Akademik
Sebagai bentuk perwujudan Tri Darma Perguruan Tinggi di IAN Syekh Nurjati Cirebon, khususnya Jurusan Muamalah Fakultas Syari‟ah dan Ekonomi Islam, serta menambah khasanah ilmu pengetahuan di bidang pengembangan dan pemberdayaan ekonomi lokal mengenai pengaruh kepercayaan diri dan semangat kewirausahaan terhadap minat berwirausaha.
3. Bagi Peneliti
a. Sebagai sarana untuk menambah wawasan, ilmu dan pengetahuan peneliti tentang kewirausahaan sehingga dapat mengaplikasikan berbagai teori yang diperoleh peneliti di bangku kuliah.
b. Menambah pengalaman dan sarana latihan dalam memecahkan masalah- masalah dilapangan sebelum terjun kerja yang sebenarnya.
E. Penelitian Terdahulu
Setelah penulis melakukan penulusuran kepustakaan ditemukan beberapa hasil penelitian sebagai berikut:
Ayus Ahmad Yusufdan Amir Hamzah, melakukan penelitian pada tahun 2012. Dalam penelitiannya mengkaji tentang “Pengaruh Kepercayaan Diri dan Semangat Kewirausahaan terhadap Minat Menjadi Wirausaha”dengan objek penelitiannya pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi di Universitas Kuningan.
Dalam penelitiannya disimpulkan bahwa, hasil analisis menunjukkan bahwa kepercayaan diri positif terhadap minat menjadi wirausaha secara parsial dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,447, dan kepercayaan diri dan semangat kewirausahaan berpengaruh positif simultan dan siginifikan terhadap minat menjadi wirausaha dengan persamaan regresi Y= 3,019 + 0,342X1 + 0,447X2. Hasil koefisien determinasi menunjukkan bahwa perubahan minat menjadi wirausaha dapat dipengaruhi oleh perubahan kepercayaan diri dan
semangat kewirausahaan. sebesar 22,6% sisanya sebesar 77,4% dipengaruhi oleh faktor lain.15
Yati Suhartini, melakukan penelitian pada tahun 2011. Dalam penelitiannya mengkaji tentang “Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Dalam Berwiraswasta (Studi Pada Mahasiswa Universitas Negeri PGRI Yogyakarta)”, yang mana dalam penelitiannya disimpulkan bahwa faktor pendapatan, perasaan senang, lingkungan keluarga, dan pendidikan berpengaruh terhadap tumbuhnya minat berwirausaha pada mahasiswa Universitas Negeri PGRI Yogyakarta. Hali ini ditunjukkan pada hasil uji hipotesis dengan uji F diketahui bahwa probabilitasnya lebih kecil dari dari 0,05 yaitu 0,00 < 0,05. Faktor pendapatan mempunyai pengaruh yang paling tinggi dibanding faktor lingkungan keluarga, perasaan senang dan pendidikan. Hal ini dapat diketahui setelah dilakukan uji Anova dihasilkan probabilitas lebih kecil dari 5%.16
Rosmiati, melakukan penelitian pada tahun 2015. Dalam penelitiannya mengkaji tentang “Sikap, Motivasi, dan Minat Berwirausaha Mahasiswa”
pada Mahasiswa Semester Satu Jurusan Akuntansi Politekhnik Negeri Kupang, yang mana penelitiannya bertujuan untuk mendapatkan gambaran minat mahasiswa untuk menjalankan wirausaha. Dalam penelitiannya disimpulkan bahwa Mahasiswa Jurusan Akuntansi Semester Satu cenderung kurang berminat dalam berwirausaha karena sebagian besar mahasiswa belum memahami wirausaha. Beberapa sikap, motivasi dan minat mahasiswa berwirausaha dipengaruhi ketidak pahaman dalam menjalankan usaha.
Mahasiswa yang mempunyai minat untuk menjadi wirausaha tergantung dari pengalaman. Sisi lainnya karena sebagian besar mahasiswa kurang menyukai tantangan dan kurang berani mengambil resiko. Hasil pengujian hipotesis
15Ayus Ahmad Yusuf dan Amir Hamzah, Pengaruh Kepercayaan Diri dan Semangat Kewirausahaan terhadap Minat Menjadi Wirausaha, Jurnal Al-Amwal Juli-Desember 2012, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
16Yati Suhartini, Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Dalam Berwiraswasta (Studi Pada Mahasiswa Universitas Negeri PGRI Yogyakarta), Jurnal AKMENIKA Universitas PGRI Yogyakarta, Volume 7, 2011, AKMENIKA. Universitas PGRI Yogyakarta.
menunjukkan bahwa uji hipotesis menunjukkan bahwa Fhitung ≤ Ftabel = Ho diterima, artinya variabel sikap, motivasi dan minat tidak berpengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa berwirausaha. Hal ini disebabkan karena sampel pada tahun pertama mahasiswanya belum memahami tentang kewirausahaan. Penelitian ini terus dikembangkan pada sikap, motivasi dan minat mahasiswa berwirausaha.17
Siti Rochmah Maulida, melakukan penelitian pada tahun 2012. Dalam penelitiannya mengkaji tentang “Hubungan antara Kepercayaan Diri dan Dukungan Orang Tua dengan Motivasi Berwirausaha Pada Siswa SMK” yang mana dalam penelitiannya disimpulkan bahwa, berdasarkan analisis data yang telah dilakukan diperoleh dari koefisien korelasi rx1,2y sebesar 0,481 dengan probabilitas 0,000 (p< 0,01), dengan demikian hipotesis yang diajukan dapat diterima. Besarnya pengaruh kepercayaan diri dan dukungan orang tua dengan motivasi berwirasaha tampak pada sumbangan efektif sebesar 23,1%. Besarnya sumbangan efektif variabel kepercayaan diri dengan motivasi berwirausaha sebesar 19,2%, sedangkan besarnya sumbangan efektif variabel dukungan orang tua dengan motivasi berwirausaha sebesar 20,2%.18
Rano Aditia Putra, melakukan penelitian pada tahun 2012. Dalam penelitiannya mengkaji tentang ”Faktor-faktor Penentu Minat Mahasiswa Manajemen Untuk Berwirausaha (Studi Mahasiswa Manajemen FE Universitas Negeri Padang)”, yang mana dalam penelitiannya disimpulkan bahwa terdapat enam faktor yang menentukan minat mahasiwa manajemen untuk berwirausaha yaitu factor lingkungan , harga diri, peluang, kepribadian, visi, pendapatan dan percaya diri. Indikator-indikator yang mewakili setiap faktor yang menentukan minat mahasiswa manajemen untuk berwirausaha adalah dorongan orang tua, pola pikir orangtua karena praktek lapangan wirausaha dan dorongan dari orang tua mewakili faktor lingkungan, menjaga
17Rosmiati, “ Sikap, Motivasi dan Minat Berwirausaha Mahasiswa”, Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan , Vol.13. No. 2, September 201, Jurusan Akuntnasi. Politekhnik Negeri Kupang.
18Siti Rocmah Maulida, “Hubungan antara Kepercayaan Diri dan Dukungan Orang Tua dengan Motivasi Berwirausaha Pada Siswa SMK” Jurnal Psikologi Undip Vol.11, No. 2, Oktober 2012, Fakultas Psikologi. Universitas Muria Kudus.
gengsi, pekerjaan orang tua, kebanggaan mampu berusaha sendiri dan latar belakang pendidikan orang tua mewakili faktor harga diri. Keyakinan memiliki kemampuan melihat peluang, memiliki akses mudah untuk modal, keyakinan mencari dan menciptakan peluang, memiliki rasa percaya diri akan berhasil berwirausaha, keyakinan memiliki keterampilan kepemimpinan yang merupakan faktor kepribadian, kemampuan selalu memiliki perencanaan dalam segala kegiatan sebagai visi, keuntungan yang bisa sangat tinggi dam keyakinan usaha yang masih bisa terus dikembangkan dengan pendapatan dan percaya diri.19
Dari lima penelitian diatas, peneliti cenderung lebih menegaskan pada penelitian yang pertama yaitu penelitian yang dilakukan oleh Ayus Ahmad Yusuf dan Amir Hamzah tentang pengaruh kepercayaan diri dan semangat kewirausahaan terhadap minat menjadi wirausaha. Terdapat pengaruh kepercayaan diri dan semangat kewirausahaan terhadap minat menjadi wirausaha yaitu sebesar 22,6% sisanya sebesar 77,4% dipengaruhi oleh faktor lain, maka penelitian sekarang yaitu pengaruh kepercayaan diri dan semangat kewirausahaan terhadap minat berwirausaha sebesar 20%, sisanya 80%
dipengaruhi oleh faktor lain. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menguatkan penelitian terdahulu, bahwa pengaruh kepercayaan diri dan semangat kewirausahaan terhadap minat menjadi wirausaha pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi di Universitas Kuningan sangat rendah, begitu juga dengan penelitian pada Mahasiswa Jurusan Mua‟malah Fakultas Syari‟ah dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai pengusaha pemula dalam berwirausaha, bahwa pengaruh kepercayaan diri dan semangat kewirausahaan mempunyai pengaruh sangat rendah, terhadap minat berwirausaha Mahasiswa Jurusan Mua‟malah Fakultas Syari‟ah dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
19Rano Aditia Putra, “Faktor-faktor Penentu Minat Mahasiswa Manajemen Untuk Berwirausaha (Studi Mahasiswa Manajemen FE Universitas Negeri Padang), Jurnal Manajemen, Volume 01, Nomor 01, September 2012. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Padang.
F. Kerangka Pemikiran
Kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan suatu yang baru dan berbeda melalui berfikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang sedangkan wirausaha adalah sifat-sifat keberanian, keutamaan, dan keteladanan dalam mengambil resiko membuka usaha baru berbagai kesempatan.20
Terdapat variabel-variabel yang dapat mempengaruhi minat berwirausaha yaitu, kepercayaan diri dan semangat kewirausahaan sebagai bagian dari karakteristik kewirausahaan. Dua faktor tersebut dapat dijadikan modal awal atau pemicu bagi mahasiswa sebagai pengusaha pemula dalam berwirausaha. Kepercayaan diri adalah seseorang yang yakin akan kemampuan dan potensi yang dimilikinya, yang membuatnya merasa mampu mencapai segala tujuan dalam hidupnya. Seseorang dengan kepercayaan dirinya adalah pribadi yang kuat dan tangguh. Kepercayaan diri dapat menumbuhkan keberanian seseorang menanggung resiko dalam berwirausaha dan lebih menghargai usaha apapun yang telah kita lakukan.Sementara itu, semangat kewirausahaan adalah sikap atau perilaku yang perlu ada dalam diri seorang wirausaha, melalui kegigihan dan keuletannya dengan memanfaatkan kemampuan dan peluang dalam berwirausaha sebagai jalan menuju kesuksesan dalam berwirausaha.
Kepercayaan diri seseorang dapat membantu menumbuhkan minatnya dalam berwirausaha, dengan kepercayaan dirinya maka tumbuh pula rasa semangat kewirausahaan agar dapat meraih kesuksesan dan keberhasilan dalam berwirausaha. Dengan rasa semangat seseorang akan cepat, tepat dan fokus pada sasaran dan tujuan dalam berwirausaha. Dalam hal ini maka, kepercayaan diri dan semangat kewirausahaan sangat berpengaruh terhadap minat berwirausaha.
Kerangka pemikiran pengaruh kepercayaan diri dan semangat kewirausahaan terhadap minat berwirausaha dapat dilihat sebagai berikut :
20Muhammad Ismail Yusanto dan Muhammmad Karebet Widjaja Kusuma, Menggagas Bisnis Islami, (Jakarta: Gema Insani, 2002), 33
Gambar 1.1 Paradigma Pemikiran
G. Hipotesis Penelitian
Agar memperjelas tujuan dalam penelitian ini, maka diajukan hipotesis.
Hipotesis adalah alternatif dugaan jawaban yang dibuat oleh peneliti bagi masalah yang diajukan dalam penelitiannya.21Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan.22
Adapun hipotesis yang dapat diajukan dari kerangka pikiran teoritis tersebut adalah sebagai berikut :
1. Terdapat pengaruh positif signifikan kepercayaan diri terhadap minat berwirausaha
2. Terdapat pengaruh positif signifikan semangat kewirausahaan terhadap minat berwirausaha.
3. Terdapat pengaruh signifikan kepercayaan diri dan semangat kewirausahaan secara simultan terhadap minat berwirausaha.
21Suharsimi Arikunto, Manajemen Penelitian , (Jakarta: Rineka Cipta, 2007), 55
22Sugiyono , 2009, Metode kuantitatif Kualitatif dan R&D, (Bandung : Alfabeta, 2009), 64
X1
X2
Y
e
H. Sistematika Penulisan
Bab 1 Pendahuluan, diuraikan secara garis besar permasalahan yang meliputi Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat dan Kegunaan Penenlitian, Penelitian Terdahulu, Kerangka Pemikiran, Hipotesis Penelitian dan Sistematika Penulisan.
Bab II Kajian Pustaka, bab ini berisikan Landasan Teori yang meliputi teori-teori mengenai konsep atau variabel-variabel yang relevan dalam penelitian, antara lain: Kewirausahaan, Wirausaha, Kepercayaan Diri, Semangat Kewirausahaan, dan Minat Berwirausaha.
Bab III Metode Penelitian sebagai gambaran proses peneltian dilapangan, disesuaikan dengan teori atau konsep-konsep relevan yang diuraikan pada bab sebelumnya. Dimana metodologi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: Tempat dan Waktu Penelitian, Metodologi Penelitian, Populasi dan Tekhnik Pengambilan Sampel, Definisi Operasional Variabel, Instrumen Penelitian, Jenis dan Sumber Data, Tekhnik Pengumpulan Data, dan Tekhnik Analisis Data.
Bab IV Hasil dan Pembahasan Penelitian. Dalam bab ini akan diuraikan kondisi objektif Mahasiswa Jurusan Mua‟malah Fakultas Syari‟ah dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai pengusaha pemula dalam berwirausaha, gambaran umum Mahasiswa Jurusan Mua‟malah Fakultas Syari‟ah dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai pengusaha pemula dalam berwirausaha, uji deskriptif data penelitian, serta pembahasan dan hasil penelitian.
Bab V Penutup, terdiri dari Kesimpulan dari pembahasan dan Saran.
Kesimpulan merupakan uraian jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam rumusan masalah, setelah melalui analisi pada bab sebelumnya.
Sementara itu, sub bab saran berisi rekomendasi dari peneliti mengenai permasalahan yang diteliti sesuai hasil kesimpulan yang diperoleh.