• Tidak ada hasil yang ditemukan

KETAHANAN PANGAN VS KEDAULATAN PANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KETAHANAN PANGAN VS KEDAULATAN PANGAN"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

KETAHANAN PANGAN VS

KEDAULATAN PANGAN

FOOD SECURITY :

The availability at all times of adequate world food supplies of basic foodstuffs to sustain

a steady expansion of food consumption and to offset fluctuations in production and

prices. (United Nations 1975 cited in FAO 2003)

(2)

Ketahanan Pangan adalah kondisi terpenuhinya Pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya Pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan.

(3)

Food security [is]

a situation that exists when all people, at all times, have physical,

social and economic access to sufficient, safe and nutritious food that meets their dietary

needs and food preferences for an active and healthy life. (FAO 2001 cited in FAO 2003)

(4)

‘food security’

Food security, at the individual, household, national, regional and global levels [is

achieved] when all people, at all times, have physical and economic access to sufficient, safe and nutritious food to meet their dietary

needs and food preferences for an active and healthy life. (FAO 1996 cited in FAO 2003)

(5)

Long-term food security depends on those who produce food and care for the natural environment.

As the stewards of food producing resources we hold the following principles as the necessary foundation

for achieving food security. Food is a basic human right. This right can only be realized in a system where

food sovereignty is guaranteed. Food sovereignty is the right of each nation to maintain and develop its own capacity to produce its basic foods respecting cultural and productive diversity. We have the right to

produce our own food in our own territory. Food sovereignty is a precondition to genuine food security.

(Via Campesina 1996; emphasis added)

(6)

Kedaulatan Pangan adalah hak negara dan bangsa yang secara mandiri menentukan kebijakan Pangan yang menjamin hak atas Pangan bagi rakyat dan yang memberikan hak bagi masyarakat untuk menentukan sistem Pangan yang sesuai dengan potensi sumber daya lokal.

(7)

Food sovereignty is

the right of peoples to define their own food and agriculture; to protect and regulate domestic

agricultural production and trade in order to achieve sustainable development objectives; to

determine the extent to which they want to be self reliant; to restrict the dumping of products in their markets; and to provide local fisheries-based

communities the priority in managing the use of and the rights to aquatic resources.

(8)

Food sovereignty

Food sovereignty does not negate trade, but rather, it promotes the formulation of trade policies and practices that serve the rights of

peoples to safe, healthy and ecologically

sustainable production. (Peoples Food Sovereignty Network 2002)

(9)

Food sovereignty is

the right of peoples to healthy and culturally appropriate food produced through ecologically sound and sustainable methods, and their right to define their own food and agriculture systems. It puts

those who produce, distribute and consume food at the heart of food systems and policies rather than the

demands of markets and corporations. It defends the interests and inclusion of the next generation.

It offers a strategy to resist and dismantle the current corporate trade and food regime, and directions for

food, farming, pastoral and fisheries systems determined by local producers

(10)

Food sovereignty is

Food sovereignty prioritises local and national economies and markets and empowers peasant and family farmer- driven agriculture, artisanal fishing, pastoralistled grazing, and food production, distribution and consumption based on environmental, social and economic sustainability. Food

sovereignty promotes transparent trade that guarantees just income to all peoples and the rights of consumers to control their food and nutrition. It ensures that the rights to

use and manage our lands, territories, waters, seeds, livestock and biodiversity are in the hands of those of us

who produce food. Food sovereignty implies new social relations free of oppression and inequality between men

and women, peoples, racial groups, social classes and generations. (Via Campesina 2007)

(11)

Pendekatan ketahanan pangan  berasisasi  msh muncul bencana kelaparan dan gizi buruk 

perlunya kedaulatan pangan

HAK ATAS PANGAN:

Konsep kedaulatan pangan sejak 1996 untuk

merespons ancaman WTO kpd negara2 miskin dlm menyediakan makanan pokok bg penduduknya

(12)

Pendekatan ketahanan pangan  berasisasi  msh muncul bencana kelaparan dan gizi buruk 

perlunya kedaulatan pangan

HAK ATAS PANGAN:

Konsep kedaulatan pangan sejak 1996 untuk

merespons ancaman WTO kpd negara2 miskin dlm menyediakan makanan pokok bg penduduknya

(13)

La Via Campesina

Organisasi petani internasional, deklarasi Tlaxcala Mexico, KP mengacu kpd aspek pengambilan keputusan scr berdaulat di tingkat nasional (lokal)

dalam soal ketahanan pangan, BUKAN pada WTO or lainnya.

DEKLARASI AKHIR WORLD FORUM ON FOOD SOVEREIGNTY DI HAVANA KUBA, (2004)

KP= instrumen menghapus kelaparan, kurang gizi, serta menjamin ketahanan pangan yg

berkelanjutan bg semua orang

(14)

KP = hak rakyat untuk mnentukan kebijakan dan dan strategi sendiri atas produksi, distribusi, konsumsi yg

berkelanjutan yg menjamin hak atas pangan bg seluruh pnduduk bumi brdasarkan produksi berskala

kecil dan menengah, menghargai kebudayaan lokal dan keberagaman kaum tani dan nelayan.

LA VIA Campesina :

Merumuskan hak rakyat sebuah negeri atau negara dlm menetapkan kebijakan pertanian dan pangannya

(15)

Kasus NTT  beras

Protein dan Kalori < standar

Kacang2an tidak ada.. Protein cukup tinggi sbg pemasok protein

Perlunya dukungan politik anggaran untuk pembardayaan masyarakat  aksesibilitas

masyarakat meningkat

WTO “Paket Juli”:

WTO ingin agar pasar dlm negeri bebasdimasuki siapa pun, bebas menjual dimana pun, dan hrs dijamin oleh

aturan global.

(16)

Pasar domestik dikendalikan Perusahaan raksasa ? Kebangkrutan usaaha tani kecil?

Keberhasilan KP :

Kita tdk didekte oleh fluktuasi produksi dan harga pangan, internasional, tdk bergantung benih (transgenik, hibrida, dan benih unggul) yg sebagian besar dikuasaai perusahaan

multinasional, petani berdaulat atas tanah dan produknya terlindungi, dan tidak mmbiarkannya berjuang sendirian di

kancah persaingan global.

“perlunya kepekaan perubahan alam”: banjir, hujan dst

(17)

Kedaulatan Pangan

Pada tahun 1996 ketika FAO mengadakan World Food Summit dan mengeluarkan Deklarasi Roma mengenai

Ketahanan Pangan (food security), organisasi dunia buruh tani dan petani dunia La Via Campesina

mengeluarkan konsep alternatif yang disebut kedaulatan pangan (food sovereignty). Kedaulatan pangan didefinisikan sebagai hak sebuah negara dan

petani untuk menentukan kebijakan pangannya

dengan memprioritaskan produksi pangan lokal untuk kebutuhan sendiri, menjamin ketersediaan tanah subur, air, benih, termasuk pembiayaan untuk para

buruh tani dan petani kecil serta melarang adanya praktek perdagangan pangan dengan cara dumping.

(18)

Kekurangan produksi

Kekurangan produksi kedelai, juga gandum. Gandum, bahan baku terigu, adalah tanaman yang hingga kini belum

berhasil dibudidayakan di kawasan tropika seperti

Indonesia. Dilema bangsa agraris makin beranak pinak. Di satu sisi, konsumsi beras telah mencapai klimaksnya setara 139 kg/kapita/tahun sehingga upaya meningkatkan produksi

dengan teknologi dan pencetakan sawah baru berapa pun kontribusinya tidaklah sanggup mengejar kebutuhan.

Tetapi di sisi lain, kita dihadapkan pada diversifikasi pangan berbasis impor. Keduanya sama-sama memiliki konsekuensi sosial-politik amat besar yang bila tidak dapat dipenuhi akan

menjadikan bangsa ini tanpa kedaulatan pangan.

Secara teoretis, kalau konsumsi beras Indonesia dapat direduksi hingga 110 kg saja, kita sudah berkemampuan

mengekspor.

(19)

Saat ini, sekitar 70 persen negara sedang berkembang merupakan pengimpor pangan. Sementara jumlah penduduk kelaparan lebih dari 850 juta orang, dan

ironisnya 80% dari mereka adalah petani kecil.

Mengingat besarnya jumlah penduduk, Indonesia perlu berusaha semaksimal mungkin mencukupi kebutuhan pangannya secara mandiri dalam waktu

yang tidak terlalu lama (-/+ 10 tahun).Hal ini sepatutnya menjadi keputusan politik

negara.Diperlukan upaya khusus untuk sampai pada keputusan politik ini.

(20)

Konsumsi produk dalam negeri

Tempe SEMPAT menghilang dari peredaran akibat ketergantungan Indonesia pada kedelai, yang 60

persen dari Amerika Serikat yg 85 persennya

berasal dari transgenik. Akibatnya, ketika Amerika Serikat memprioritaskan pertaniannya untuk pemenuhan bahan bakar biofuel, yang terjadi

adalah kerentanan di Indonesia. Sebuah

konsekuensi logis atas ketergantungan Indonesia terhadap bahan pangan impor.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam hal pentingnya negara dan badan PBB seperti FAO mengadopsi kebijakan yang berlandaskan kedaulatan pangan, kami telah mendeliberasi konsep

Salah satu isu atau masalah strategis dampak dari pertumbuhan penduduk yang pesat, yang cukup fatal bagi kesejahteraan rakyat Indonesia adalah masalah ketahanan dan kedaulatan

Jadi, konsep dan pendekatan kedaulatan pangan serta keterlibatan swasta dalam pertanian pangan dapat menyempurnakan konsep ketahanan pangan yang sudah dianut pemerintah

• Ketahanan Pangan adalah kondisi terpenuhinya Pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya Pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya,

Buku ini merupakan kumpulan informasi terkait sektor pangan dan pertanian dimulai dari penetapan regulasi dan kebijakan kedaulatan pangan, perencanaan, pengalokasian

Jadi, konsep dan pendekatan kedaulatan pangan serta keterlibatan swasta dalam pertanian pangan dapat menyempurnakan konsep ketahanan pangan yang sudah dianut pemerintah

Menjaga kedaulatan ketahanan pangan adalah hal yang sangat penting dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan SDGs, terutama SDGs nomor 2 yang bertujuan untuk Mengakhiri

Pemerintah dan rakyat negara ini mempunyai tanggungjawab untuk mempertahankan kedaulatan serta mengekalkan keunikan identiti negara bangsa Malaysia... Ciri negara yang