• Tidak ada hasil yang ditemukan

AUDITOR INTERNAL PERUSAHAAN ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "AUDITOR INTERNAL PERUSAHAAN ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN"

Copied!
73
0
0

Teks penuh

(1)

AUDITOR INTERNAL PERUSAHAAN ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN

HIRO TUGIMAN

7e?12 P)çe

(Fc f le

7.

ê

ol

6ç8. .1ç€

1U6(À'

Disajikan pada Rapat Kerja Auditor lnternal PT. ASTRA lnternational Tanggal, 1-4 November 2000 di Puncak, Jawa Barat

(2)

Kata Pengantar

Tulisan dengan judul

:

"Auditor lnternal Perusahaan Antara Harapan

dan

Kenyataa¡

" ini

merupakan bahan diskusi dalam rapat kerja auditor internal

PT

ASTRA lnternational

yang

dlselenggarakan

di

Puncak Jawa Barat pada tanggal 1-4 November 2000.

Materi dalam

tulisan ini

sarinya

diambil dari

tulisan

-

tulisan kamì

sebelumnya antara lain tanggal

14

Februari 2000, 17

April

2000,

6

Juni

2000,

7

September

2000, dan 26

Oktober

2000 serta

dìtambah hasil

kunjungan YPIA ke British Gas, British Telecom, Vodafone, City Unìversity,

llA UK, workshop dengan Prof Andrew

Chambers

tentang

CRSA kesemuanya di lnggris dan KPN di negeri Belanda yang lalu.

Kami harapkan semoga

ada

manfaatnya bagÌ pengembngan audit internal PT ASTRA lnternational.

Bandung, 2 November 2000

ll¡ro Tugiman

(3)

Daftar lsi

2.

Audit Internal dan Pelaksanaannya di beberapa Perusahaan ,...

3.

Control Self Assessment ( CSA ) ... ...

..

.

4.

The lnstitute of lnternal Auditor United Kingdom

5.

The MSc in lnternal Aucjitìng and Management...

6.

Audit lnternal di lndonesia

7.

Pengendalian Internal dan Audlt

B.

Usaha Meningkatkan Kualitas Auditor lnternal

9.

Bahan Pembahasan dengan Auditor lnternal PT ASTRA Int. ...

10. Penutu p

Daftar Pustaka Lamprran

Biodata

HIn

¡

ii

1

3 14 15 1B

19

36

47

(4)

AUDITOR INTERNAL PERUSAHAAN ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN

(oleh : H¡ro Tugiman)

PENDAHULUAN

Pemeriksaan internal atau ¡nternat aud¡t¡ng merupakan bidang yang lebrh kompleks dan menantang bira dibandingkan dengan profes¡ rain pada umumnya. Karena

sifat

sensitif

dari

pekerjaannya, auditor internal pada umumnya menghindari publikasi

dan jarang

membicarakan hal_hal yang berkaitan dengan profesinya dengan pihak

lain di luar

lingkungan para auditor internal.

Hanya dalam sekejap, dimulai

tahun

1g7T

dt

Amerika Serikat dan

tahun

1983

di

lndonesia posisi auditor internar, khususnya

untuk

Badan

Usaha

Milik

Negara (BUMN)

dan Badan

Usaha

Milik

Daerah- (BUN/D), berpindah dari srsl panggung ke tengah panggung. Auditor internal diminta untuk meningkatkan kualitasnya,

di

samping dalam melakukan pelaporan turut pufa berubah. Banyak auditor internal yang kemudian membuat laporan

kepada direktur utama dan

mengadakan

pertemuan dengan

dewan komisaris

dan

komite audit perusahaan secara rutin_

pada

awalnya, para aud¡tor internal sangat gembira atas perubahan yang terjadi secara cepat tersebut, Namun kemudian,

ia

memifiki alasan untuk berpendapat bahwa pendidikan dan pengalaman yang dimifikinya selama ini tidaklah cukup untuk menghadapì interaksi yang sering

dan

sensitif dengan pihak manajemen, sebagaimana dìsyaratkan dalam peran barunya selaku auditor Internal.

Auditor internal yang dididik dengan metode

audit

akuntansi atau keuangan yang tradisional cenderung untuk menerapkan gaya bermusuhan dalam melaksanakan tugasnya dan tidak disukai oleh para manager. Apakah

hal

tersebut merupakan suatu

yang harus

selalu dihadapi

oleh

auditor internal

?

Apakah auditor internal harus dipandang sebagai

orang

yang selalu membawa berita buruk pada saat ia akan melakukan tugasnya ?

(5)

2

Yang dibutuhkan auditor internal saat ini adalah pandangan yang luas

seÍa

pemahaman terhadap berbagai proses manajerial dan yang berkaitan dengan manusia yang mendasari fungs¡ internal auct¡t¡ng. Auditor internal

dalam melakukan audit harus melakukan pendekatan holistÌk

yang rnenyadari bahwa para manajer dan pihak yang diaudit merupakan pribad¡

yang kompleks yang berjuang dalam suatu lingkungan yang menghasilkan berbagai macam tekanan profesional.

Oleh karena itu auditor internal

harus

bertindak profesional dalam segala hal, agar ia tidak dipandang sebagai seorang pemangsa yang tidak dapat diduga tingkah laku dan tabiatnya. Sikap inilah yang ingin diperbaiki

oleh para praktisi audit internal, seperti yang dikemukakan

oleh Coudemanche ( 1982

):

However, auditing will be well advised not to be the one to provoke a

dispute and that behaves professionally in every way, in order to avoid being viewed as an unpredictable predator by the organ¡zation at large.

Saat ini mengelola audit internal harus bervisÌ bisnis. "

lrun

the audit depariement as a busrness, we're always try¡ng to make sure we're adding value ", Anit a Dennis ( Journal of Accountancy, Nopember 1998 hlm. 96 ).

Measuring performance : A new research study identifies the top five pefformance measures for evaluating internal audit depañement effect¡vness

: (1) Staff

experience; (2) auditing viewed

by the audit

Committee; (3)

management expectat¡ons

of

internal audit¡ng;

(4)

percentage

of

audit recomtnendations implemented;

and (5) auditor education

levels.

( Zieøentuss, Journal ltA, February 2000, Vol LVll : I pp 36-44 ). Periksa Iampiran lll.

Pendekatan kemitraan dalam audit internal dalam pelaksanaannya dibeberapa perusahaan telah dikembangkan menjadi pendekatan Cotrol Self Assessmenf atau CSA; dimana auditor internal bertindak selaku fasilitator.

( Richard P. Triter, CSA / Facil¡tation Serv¡ces

-

Canbr¡dge, \,4assachusetts; Supplement to

cSA Sent¡tel, May 1997

).

Bahkan

Prof

Andrew Chambers tentang CSA iní

(6)

3

dipertajam

menjadi

Control Risk Self Assessment

atau

CRSA

(

yptA _

Chambers, London 29/9/2000 p.1 )_

2.

AUDIT INTERNAL DAN PELAKSANAANNYA DI BEBERAPA PERUSAHAAN

2.1

Kegiatan

Audit

Internal

Hasil survai sudah agak lama, namun dapat memberikan gambaran tentang pergeseran kegiatan audit internal.

Survai yang dilakukan oleh

the

fnstitute

of

lnternal Auditors

( flA

)

tahun 1979 (Chasin 1988 ) menunjukkan bahwa laporan auditor internal makin ditujukan kepada

level

manajemen

yang lebih tinggi yaitu tahun

1979 sebesar 71

%

jauh lebíh besar bila dibandingkan tahun 1968 hanya

47

%

dan bahkan hanya 30 % di tahun 1957.

Laporan surv

ai

Harvard University

(

Chambers,

rser )

menunjukkan bahwa audit internal telah menangani sekitar 30 % efisiensì dan efektivitas kegiatan perusahaan. Audìt internal semakin banyak memberikan pelayanan kepada manajemen

di

mana akt¡v¡tas audit tidak lagi terfokus pada bidang keuangan namun telah banyak ke tridang operasional antara lain produksi, penjualan, distribusi, dan personel. Hal ini nampak pada informasi berikut di

mana,

bidang-bidang

di luar

keuangan semakin

banyak

mendapatkan perhatian aud it ìnternal.

(7)

Cakupan Audit lnternal di luar Bìdang Keuangan

lnformasi berikut menunjukkan bahwa secara keseluruhan kegiatan audit bidang keuangan dari auditor internal menurun dari 73 % di tahun 1968 menjadi 58 % tahun 1 975 ( IIA u,s, 1e76; rtA uK, 1e77 )

U ra ian

UK (per UK survey) US and Canada Else where World wide

1975

(%)

B9 61 51

Hasil survai IIA (1980)

mengemukakan

bahwa latar

belakang pendidikan audÌtor internal tahun 1968 sebanyak 65 % bidang keuangan dan turun menjadi 56 % tahun 1975 dengan dilengkapi spesialis bidang EDP, hukum, pajak, dan te kn ìsi.

Di

sarnping komposisi

staf

audit internal

di

atas,

yang

mendalami spesiaìis komputer pada tahun 1976 mencakup B % dari seluruh karyawan di

audit

internal.

Hal ini

dapat dimengerti sebagai akibat kemajuan IPTEK, khususnya komputer. Oleh karena itu,

di

Amerìka Serikat sangat populer ungkapan : "All internal auditors must be compuler auditors"-

Pada tahun 1975, hasil survai di 500 perusahaan telah dibentuk audit komìte, 77 % auditor internal secara teratur mengadakan pertemuan dengan audit komite. Hubungannya dengan aud¡tor eksternal (di Jerman) pada tahun

1e64

(%

)

4B 44

1e75

(%

)

Proporsi Laporan Auditor Internal Bidang Keuangan

Not available Not available Not available

(8)

5

1973 sebanyak 92 o/o auditor internal bekerjasama dengan auditor eksternal, sedangkan pada tahun 1965 baru 65 %.

Tentang attitude dan role auditor internal Pittsburgh menggambarkan sebagai t-rerikut ( Sawyc., 1996 psZàs ) :

Attitude dan Role Auditor Internal

Attitude N umbe

r

o/

11 ¿¡J

Neutral 20 48

Positive 10

Mixed 1 2

42 100

Ro/e Number o/"

Teacher J 11

Policemen 15 5B

Attorney 6

Mixed 2 B

26 '1 00

Sunber'. Ne¡l Chu¡chi{l research, P¡ckett, 2000 p 77

Dari hasil surva¡ ternyaia auditor internal attitude hanya dipandang positif 24 o/o dan rolenya sebagai guru atau penasehat hanya 11 %.

Penelitian yang dilakukan llA

terhadap

1

79

anggotanya

(

Jurnal llA, Jun¡ 2000 htn 44,45 ) memberikan gambaran berikut inì.

(9)

(1

)

Tempat bekerja

Perusahaan Publik Pemerintah

Swasta ( private ) Nirlaba ( nonprofit )

(2)

Bidang penugasan

Jenis Organisasi

Jenis penugasan Persentase

Audit Operasional

Review pengendalian irrternal Konsultasi

Audit kepatuhan Audit keuangan Lain-lain

Pelaksanaan

audit menggambarkan

telah

ie r.jad i

nampak pada uraian berikut.

internal dari beberapa

perusahaan

pergeseran kegìatan

secara drastls

yang Persentase

47 27

B

1B

14 11

l0

15 100

(10)

2.2

Audit lnternal di KPN (Telkom Belanda)

( lloofd Audit KPN

-

YPtA 3/10/2000 )

Aud¡t Area :

1

.

Operational

2.

tT

3.

Quality

4.

lnvestigations

5,

No Financial AudÌting ( Outsourced to the External Auditor - Pricewaterhouse Coopers )

Developments

1.

Environmental

2.

Ptivacy

3.

Tactical and Strategic lssues

Number of Employees of Audit KPN

FTE's :

56

Target :

60

Retnarks:

1.

ln 1999 '19 Feople left. 21 ja¡ned KPN (ín lhe years before qLj¡te stable)

2.

16 in KPN/3 extemat.

3.

A pad of KPN core busrless ¡s þ tra¡n people

4.

lt is difficult to get well trained and experienced people

Professional Background

1

CPA

2.

Operational Audit

I t_f-

(11)

Rentarks .

1.

A reasonable good tt.aining budget

2.

Most people have a un¡vers¡ty or colege backgroud

3.

lT curr¡culum (at least cisa level)

4.

Social/Com¡nunication Skílls But lraining on the job is irhpoñant !

lssues:

1.

More technical background

2.

Combination

of

T & I

3.

Role in joint ventures

4.

How to maintain/improve quality

5.

Challenge to the people,

2.3 Audit

lnternal di Centrica (

British

Gas )

( lA Centrica * YPIA 2519/2000 )

('1) Corporate Governance

-

"a sound systenì of internal control", the board to judge

1-

Risk acceptable for it's parltcular business.

2. f

he threats of such risk becoming real.

3-

Companies ability to reduce the impacUincidence on the business

4.

Costs and benefits of controls.

5.

What are key risks

-'

reputation.

6.

How are they identified, evaluated and managed.

7.

Assess the effectiveness of internal control havrng particular regard to impact of reported weaknesses.

B.

Consider whether remedial action rs taken proptly.

9.

Do findings indicate a need for a more extensìve monitoring of internal control reviews have been undertaken.

10. Ensure that all aspects of internal control are reviewed.

(12)

(2)

Control Risk Self Assessment Outline

2.4 Audit

Internal di Vodafone (Anak Perusahaan

British

Telecom)

Audit

lrrternal Vodafone bekerja berdasarkan

Audit Charter

yang disyahkan oleh audit commitee tanggal 12 september 2000.

Periksa lampiran L

,t-;;";\ ,/\

1 r{e!ce!el|

Senior

- \

T] M

Audit Committee

ll ll /

Midc

ll ,/

Management

ll ,/_

I

ll / system&P

v-

ï91_

le rocesses

Control Self Assessment Workshops Reporting

Facilitate ll

QualityAssure

(13)

10

2.5

Audit

lnternal di Bank Central Asia

(BCA

)

( Ka.lA BCA - YPIA 1/5/2000 )

(1)

Struktur Organisasi BCA

-Kom¡te Kredit

-Komite Akliva & Pasivâ -Konite Sunrber Daya manusìa -Komif e Sislem &'Ieknologi -Komite Maniemen RisÌko

(2)

Strateg¡ Usaha BCA

Strategi

1

.

Memperkuat pos¡s¡ BCA sebagai saran pembayaran naisonaì

2.

MenÌngkatakan Aktiva Produktif

a¡c¡ron

1.1 Pendapatan Fee lncome 1.2 Sumber pendanaan berbiaya

re rrd afr

1.3 Jumlah nasabah yang besar

2.'1 lVleningkatka laba dan pangsa pasar

2,2 Menekan risiko kredit

(14)

3.

Meningkatkan Aktiva Produktif yang mengu ntungkan

11

3.1 C u sto mer-focu sed organization 3.2 Manajemen risiko

3,3 Good corporate Government

(3)

Audit lnternal BCA

Hasil review ekstern

Memenuhi SPFAIB

yang

mensyaratkan

external review

terhadap

fungsi audit intern bank

dilakukan sekali

dalam tiga tãhun,

telah dilakukan review oleh KAP Siddharta Siddharta

&

Harsono terhadap

fungsi audit intern BCA pada bulan Desember tahun

1gg8.

Berdasarkan

hasil review,

pelaksanaan

fungsi audit intern

BCA dinyatakan sesuai dengan ketentuan SPFAIB.

Sehubungan dengan hasil review dlperoleh beberapa rekomendasí untuk meningkatkan kualítas dari Divisi lnternal Audit BCA kearah The Best Practice, antara lain sbb :

1)

lndependensi

Direkomendasikan

untuk

melakukan

sentralisasi funqsi

audit innternal dibawah Divisi lnternal Audit.

2)

Profesionalisme

Mendorong

staf

pada level-level tertentu (minimal Kepala Biro)

u ntuk mengikuti ujian sertfikasi.

3)

Pelaksanaan Audit

Direkomendsika untuk menyusun kembali pendekatan audit yang

febih

mengarah ke Pelaksanaan Audit berdasarka resiko

(

Risk Base Audit Approach ).

(15)

12

b.

Tindak lanjut menuju Best Practice.

1)

Struktur Organisasi

Sebagai

tindak dari

aud¡t ekstern,

pada bulan

Januari 2000

dilakukan

reorganisasi

terhadap fungsi audit internal

BCA

Sebelumnya fungsi audit internal BCA dilaksanakan

oleh

Divisi lnternal Audit yang berkedudukan di KP dibantu oleh Urusan Audit

Wilayah

berkedudukan

di

empatbelasKator

Wilayah

diseluruh

Indonesia.

Urusan Audit Wilayah bertanggung

jawab

kepad Kepala Akntor Wilayah,

namun

memiliki hubungan fungsional

dengan

Divisi lnternal Audit untuk keperluan pembinaan dan koordinasi kerja'

Dalam

reorganisasi tanggung

jawab Urusan Audit

Wilayah dialihkan

baik

secara fungsional maupun operasional dibawah Divisi lnternal Audit. Struktur organisasi lnternal Audit (DlA) yang berlaku saat inì dapat dilihat pada halaman berikut

2)

Seúifikasi

Telah dimulai pengiriman staf audit iniern BCA untuk mengikuti program sertifikasi QualifÌed lnternal Auditor. Lampiran lV'

3)

Pendekatan Audit

i, Risk Based audit planning menggunakan macTo

risk

assessment sudah diteraPkan

iì.

Risk Based audit pTocess menggunakan micro rìsk assessment sedang d isusu n rancangannya.

2.6

Edison lnternational Ltd.

Sebagai gambaran, kualifikasi auditor internal dari

Edison

lnternational, lnc. yang dikemukakan oleh Joe Ruiz,

cPA,

Vice President &

General Audltor, Edìson lnternational,

lnc. pada

konperensi internasional

(16)

13

yang diselenggarakan oleh llA tanggal 11-14 Juni 2000 dì New york antara lain dikemukakan tentang personalia auditor internalnya sebagai berikut:

(1)

Latar belakang pendidikan auditor internal.

. Accounting .

Geology

.

Busrness

Administration .

lndustrial & Sysfem

.

Chemical

Engineering .

Engineering

. Communication .

Information Sysfem

n

Computer

Science "

Mathematics

. Ettglish .

Mechanical Engineering

.

Environmental

Resource .

Nuclear Engineering

. Management .

Soc¡a/ Science

. Finance .

Taxation

(2)

Pend idikan auditor internal.

" Advanced

Degrees

38%

. Bachelor's

Degrees

62%

(3)

Sertifikasi dari 136 auditor internal adalah : 37

-

Cerfified lnternal Auditor

30

-

Ceftified Public Accountant

12

-

Certified Information Sysfem Auditor

18

-

Ce¡lificate in Environmental Auditing

B

-

Cerlified Fraud Examiner 3

-

Profesional Engineer 28

-

Other

(4) Pengalaman kerja auditor internal dalam bidarrg:

.

Banking

"

Construction

"

Government

.

Health Care

.

lnsurance

" O/&

Gas

.

Real Estate

.

Telecommunicatio¡ts

(5) Pengalaman kerja (tahun) auditor internal

(17)

.

Lebih 15 tahun

" 11 - l5tahun

. 6 -

10 tahun

o Q -

5 tahun

16%

17%

400/"

Dari data yang dikemukan oleh Joe Ruiz tersebut audìtor internal tidak harus berlatar belakang akuntansi, tetapi :

(1) Meliputi berbagai disiplin ilmu yang merekfleksikan kultur, sifat usaha dan kebutuhan teknis perusahaan yang bersangkutan.

(2) Memahami service yang dibutuhkan oleh organisasi dalam menghadapi berbagai resiko perusahaan

3.

CONTROL SELF ASSESSMENT (CSA )

'Se/f assessme nt can be considered as a necessal,/ activity aimed at self preservation. FindÌng and correcting weaknesses in a company'ç before such weaknesses cause fhe busness to fail. It an indcator as the health and fifness of an organization and a gauge

to

its ability suruive and prosper'. (

Keith Beasley, Self Assessment

-

A Tool for lnlergrated N4anagenìent, Published by Slanley Thornes, Chektenhan, ISBN 0 7487 2060 X, 1994 )

CSA can be defined as a proces whereby management and staff meet together to identify rlks, asess and evaluate whether controls are in place to mit¡gate risks and,

if not,

develop action plans

to

introduce

the

requisite controls. This process in carried out in collaboration with intenal auditors who act as facilitators in the process.

CSA originated in the late '1980's in response to a number of changes in the commercial environment.

An

internal audit ieam comprising Bruce McCuaig, General Aud¡tor, Tim Leech and Paul Makosz who worked for Gulf Canada Resources Ltd.

was instrumental in the early development

of

CSA. The success this teanì had at Gulf Canada led

io

CSA expanding rapidly throughout the public and prrvate sectors of Canada, and south to the U.S.A. Êurope, South Africa and

(18)

15

Australasia have since followed suit. (Dave Lawler, Group Auditor, commonweatth Eank of Australia )

Lingkup pekerjaan pemeriksaan internal harus meliputi penguj¡an dan evaluasi terhadap kecukupan dan keefektivan sistem pengendalian internal yang dimil¡ki oleh organ¡sasi dan kulaitas pelaksanaan tanggung jawab.

Untuk dapat

melaksanakan

tugas dengan baik auditor

internal

sebaiknya bersertifikat., termasuk dalam keahlian CSA.

Auditor of the future

*

Control

*

Facilitation

*

Psychology

+

lnterpersona I

*

Statistics

.l

Consultants

FI

\CSA\

\

certiricate

\

J-Æ&J

( Paul G. lvìakosz, CEO PDK Control Consulttng lnternatlonal Ltd.

P.O Box 22310, Bankers Hall, Calgary, Canada T2P 4JI )

4.

THE INSTITUTE OF INTERNAL AUDITOR UNITED KINGDOM

( llA UK information

-

YPIA 5/10/2000 )

This document presents the head line findings from the first survey to whiclr sorne '1 50 organisations responded, covering over 2000 internal audit positions. From

this

hÌglr respons level

some

usefuI conclusions

can

be drawn about stafing and salaries within inlernal audit.

(19)

16

4.1 All

lndustries analysis

Approximate salaries by length of service and backgroud

Years of

¡nlernal audil expcrience

Internal aud¡l trained

CCAB

qualified ll lrained Organisation knowledge

Other frâ¡n¡ng/ex-

perience

Average

L

t

L E f L

Non c 17.563 l9.000 16,750 17.615 18,452

o-2 HI

LO

30.000 20,177 11.000

30.000

23,769

12,000

33,000 25,308

13,000

30,000

21,125 í1000

40,000 22,427 10,000

32,600 22,561 11,400

3-4 HI

LO

40.000 24,224

16,000

75,000

29,205 16,000

55,000

30,039

16.000

40,000

23,647

12,000

55,000 27,96s 12,000

53,000 27,016 14.400

5-6 HI

LO

88,000

29,650

19,000

BB,OOO

34,955 17.000

88,000 34,525 19,000

BB,OOO

29,227

13.000

88,000 33,162 14,000

B¡,000 32,304

16.400

i -1U HI

LO

88,000

3 3,06 7

22,000

88,000

39,233

23.000

88.000

42,115 24.O00

BB,000

3 5,944 15,000

88.000 38,354

15,000

88,000 37,743 19,800

'l0r llf

LO

BB,OOO

37.610

25.000

ss,000 47,423 25,000

90,000

4 3,031 22.C00

BB,OOO

37,200 '16 000

90,000 41,494 18,000

90,200

41,352

21, _200

(20)

17

4.2

Death of the Career

Auditor

How long people speed in internal audit ? Many Organisations prefer

to

retain

a

handful

of career

auditors

to act as the

backbone

of

the

departement. This gives a departement the continuity it would otherwise lack.

lndustry / Years o-2

o/"

3-4 5-6 7 -10 10+

Banking, buÌlding societ¡es & insurance 30 20 13 14 23

Other financ¡al services 21 25 ta

I

23

Central Government 14 20 19 29

Health 20 ?4 2 6 28

Local Government 11

I

,18 17

Not for prof¡t organisatìons 25 33 21 B 13

Otlìer public sector 2A lll t1 28 17

Manufacluring and 40 28 10 2 20

Media and f eisure 1B 29 4 15

Retail 36 15 2 15

Telecommu n¡cations 2 28 27 14

Utilitìes 32 54 0 6

Other pr¡vte sector 22 49 5 14 10

(21)

1B

5.

THE MSC IN INTERNAL AUDfTf NG AND MANAGEMENT

( City Univers¡ty p.7

-

YPIA 41101200A )

The MSc in lnternal Auditing and Management

12 month full{rme

SIAGE 1-PART 2 Operat¡nal auditing

F inâ nce Marketing

Human resource management

Management of the internal audit deparl Operational management

Bus¡ness polìcy

Corporate governance Consultìng skills Research nìethods

Total Grand total

1

0.5 0.5 0.5 0.5 0.5

1

,-6, 13 0.5 0.5 0.5

50

175

li) tc

17 .5 17 .5 50

??t

j

455 15 15 15

2 hour examrnatio¡

Coursework Coursework

t

hour examinatìon Coursework Coursework Case

StudyPresentat¡on Coursework Coursework N/A

STAGE

ll-

D¡ssedatron

10,000 - word d¡ssertation relating to rnternal auditing and management.

Subject Un¡ts llours Assessment

STAGE 1-PART 1

Financial accounting N4anagement account¡ng Organisational behavÌor Consepts of control Aud¡t practice

lnformation system auditing Advanced information svste

1

1

1

1

1 1

1 32.5

Cou¡sework Coursework 2 hour examination 2 hour examination 2 hour examination 3 hou¡ examinaìion

Total 7 227 5

(22)

1S

6.

AUDIT INTERNAL DI INDONESIA

6.1

Hasil Penelitian Penulis Tahun 1992

Pada tahun 1997 penulis telah melakukan penelitian (Karya llmiah, 1997) yang hasilnya nampak bahwa

dari

207 Kepala

Spl

BUMN

/

BUMD

yang telah belajar zrJ¿¡¡ng sebanyak 33 orang atau 16 %, dengan pengertian audit akuntansi seperti yang dipelajari para calon sarjana akuntansi, calon akuntan atau auditor independen.

Hasil survai terhadap 107 Direksi BU[/N/BUMD terhadap kemampuan dan kontribusi auditor internal dalam perusahaan memberi jawaban sebaga¡

berikut:

Ura ia n

a.

Kemampuan

auditor:

1)

Sangat baik

2)

BaÌk

3)

Cukup

4)

Kurang

b.

Bantuan

auditor:

1

)

Sangat membantu

2)

Cukup membantu

3)

Kurang membantu Jumlah

33

65 2

2 48 50

100

(23)

20

6.2

Hasil Penelitian Prof.Dr.Hj. Koesbandíjah

Kesimpulan disertasi Koesbandijah (1996) arrtara Iain :

Sistem pengawasan intern pada

: (1)

perusahaan BUMN merupakan suatu perintah (mandatory)i (2) perusahaan PMA sistem pemgawasan intern tidak dilembagakan

þuilt

in): dan (3) perusahaan pMDN sistem pengawasan intern bukan merupakan keharusan

þompulsory).

Pada perusahaan BUMN eksistensi sistem pengawasan rntern memang

telah

digarÌskan (mandatory), pengawasan

secara

nyata_ memang dilaksanakan namun

tidak dihayati

sebagaimana seharusnya karena kendala SDM baík secara kualitas maupun kuantitas

tidak

memadai.

6.3

Hasil Penelítian Prof.Dr. Suripto Samid

Kesimpulan disertasi Suripto Samid (1996) antara lain aclalah i

Satuan pengawasan intern diharapkan dapat meningkatkan

dan

mengembangkan profesionalisme dalam bidang pengawasan

agar mampu melaksanakan tugasnya sebagai pembantu direktur utama sesuai derrgan fungsinya.

Demikian pula hendaknya SPI turut

menciptakan

suasana pemeriksaan yang kondusif artinya

dengan mengutamakan

pendekatan partisipatif (parficìpative approach),

agar pelaksanaan pemeriksaan

dapat

bantuan

dari orang atau

bagìan yang diperiksa dan berupaya agar pengawasan

menjadi suatu yang

menarik dan bukannya sesuatu yang harus ditakuti.

6.4

Hasil Penelitian Kantor Menteri

Negara Penanaman

Modal

dan Pendayagunaan BUMN

llasil

penelitian

Kantor Menteri Negara

Penanaman

Modal

dan Pendayagunaan

BUMN (

Laporan

tanggal 26 Agustus 1999

tentang personalia satuan pengawasan intern BUMN )dì dapat informasi berikut:

(24)

a b

a4

Jumlah BUI\4N yang ditelìti sebanyak 136 perusahaan

Personalia yang bertugas dilingkungan SPI sebanyak 2.796 orang.

Tingkat pendidikan

umum auditor internal

:

(1) 44

%

berpendidikan

SLA - D3; (2) 53

o/o berpendidikan

51; dan (3)

berpendidikan 52 sebanyak 3 %.

Status

penugasan tenaga dilingkungan

SPI

sebesar

89 %

sebagai auditor dan 11 ok non auditor.

e.

Kualifikasr auditor internal sebesar 13

% telah

bersertifikasi euatÌfied Internal Auditor (QtH dan 87 % belum bersertifikasi

ç¡4

6.5

Hasil Penelitian Penulis Tahun 2000

Penulis sedang melakukan penelitian

"

Pengaruh audìtor internal dan faktor-faktor pendukungnya terhadap

upaya

meningkatkan pengendalian internal

dan

kinerja perusahaan

"

terhadap 102 BUMN

dan

BUMD yang terdiri dari 54 perusahaan yang bergerak dalam perdagangan dan industri,

lB

dalam bidang

jasa,20

dalam bìdang perbankan dan asurans¡, seha 10 perusahaan dalam bidang perkebunan yang hasilnya sebagai berrkut Ìni.

b.

Pengaruh jasa auditor internal terhadap pengendalian internal jumlahnya paling besar

yaitu

16,50%, bila dibandingkan pengaruh darÌ pimpinan puncak, direktur produksi, dan direktur keuangan yang masing-masing

1 6,23%, 3,7 9o/o, dan 1 4,90%.

Pengendalian internal berkorelasi secara nyata dan paling besar dengan

kinerja

perusahaan sebesar

47, 06 %, bila

dibandingkan dengan pimpinan puncak 23,86%, auditor internal 22,87%,

direktur

produksi

2,18o/o, dan direktur keuangan 9,02%.

Persepsi p¡mpinan puncak terhadap auditor internal paling rendah yaitu 30,79o/o,

bila

dibandingkan terhadap

direktur

produksi 35,15%, dan terhadap direktur keuangan 36,72%.

(25)

22

Dari informast terdahulu dapat dimengerti kalau masih banyak auditor internal

(

khususnya

di

BUMN dan BUMD

)

sebenarnya belum memahami dengan baik apa itu audit internal, bagaimana melaksanakan audit internal

dalam perusahaannya, disamping kurangnya perhatian

pimpinan perusahaan. Disisi lain

jasa

auditor internal

yang

berkualitas berkorelasi secara nyata dan sangat berpengaruh terhadap pengendalian internal, dan akhirnya akan mempengaruhi tercapainya tujuan

dan

kineqa perusahaan.

6.6

Pengembangan Kualitas Auditor f nternal

Auditor internal

lndonesia dengan berbagai nama

dan

sebutan organisasinya baru muncul sekitar dua{iga dasawarsa yang lalu, antara lain : (1) The Institute

of

lnternal Auditors (llA) lndonesia Chapter, yang bertaraf

¡nternas¡onal;

(2)

Forum Komunikasi Satuan Pengawasan lnternal Badan Usaha Milik Negara

dan

Badan Usaha Milik Daerah (FKSPI BUlr/N dan

BUMD);

(3)

Perhimpunan

Auditor lnternal lndonesia (PAII);

disamping Yayasan Pendidikan lnternal Audlt (YPIA) serta Dewan Sertiflkasi eualified lnternal Auditor (QIA).

Organisasi auditor internal dan lembaga-lembaga

di

atas, menurut pendapat

kami, baik

secara

formal maupun secara

non-formal saling membantu dan saling mengisi dalam rangka mengembangkan audit internal di lndo¡resia.

YPIA yang berdiri tanggal 17 April 1995 telah

berusaha menyelenggarakan pendidikan

dan

pelatihan bagi para auditor internal

lndonesia

uniuk

menuju Certified lnternal Auditor

yang

bersifat nasional dengan mengacu

dan

menggunakan model

dari lfA

(lnstitute

of

Internal Auditors) yang berpusat di Florida, Amerika Serikat.

Hasil pendidikan YPIA setelah dinilaì, diuji

dan

dianggap mampu olelr Dewan Sertifikasi QlA, para alumni YPIA diberi sertifikat QIA beserta

nomor

registernya.

llA

Indonesia Chapter,

FKSPI

BUMN/BUMD, YPIA,

Dewan

Sertifikasi

QlA, dan PAll

mendorong

para

pemegang

QIA

di

(26)

t.l

lndonesia untuk mendapatkan sertifikat bertaraf internasional yaitu Certified lnternal Auditor (ClA) yang penyelenggaraan ujiannya oleh llA.

Para pendiri YPIA berpendapat, untuk memenuhi kebutuhan

QIA

di Indonesia perlu adanya lembaga pendidikan dan latihan, Langkah ini meniru negara-negara lain dalam meningkatkan kualitas auditor internal, periksa

la m piran.

Disamping itu penulis ('1994) berpendapat auditor internal di lndonesia perlu suatu wadah dan gagasan ini dimuat pada kata pengantar buku kami :

" standar Profesional Audit tnternal

"

(hln

7)

yang diterbitkan pertama kali tahun 1995, Pada tanggal 12 Mei 1999 didorong oleh FKSPI BUMN/D, YPIA,

dan Dewan Sertifikasi Qualifìed lnternal Auditor (QlA) telah

berdiri

Perhimpunan Auditor lnternal lndonesia (PAll)

Yayasan Pendidikan lnternal Audit Graha Sucofindo

Jalan Raya Pasar Minggu kav.

34

Lt. 3, Jakarta 12780 Telp. (021) 7985555,7983666 Ext. 1551 Fax. (021)7986666

Sejak YPIA berdiri pada tanggal 17 April 1995 telah melakukan kegiatan pendidìkan dan pelatihan sebagai berikut:

(l ) Jumlah organisasi yang telah mengirimkan stafnya ke YPIA sampa¡ akhir Juni 2000 :

Badan Usaha Milik Negara & Daerah Badan Usaha Milik Swasta

Lembaga Lain

Jumlah

242

perusahaan

60

perusahaan

5lembaga

XQt organisasi

(27)

(2)

Jumlah orang yang telah

mendapatkan

sertifikat eualified

lnternal Auditor (QlA) sampai dengan bulan April 2000 adatah :

Badan Usaha lr/ilik Negara Badan Usaha Milik Daerah Badan Usaha Milik Swasta Lembaga lainnya

Jenis Pelatihan

Trngkat Dasar I

Tingkat Dasar ll

Tingkat Lanjutan I

Tingkat Lanjutan ll Tingkat Lanjutan Khusus Tingkat Manajerial

lnternet / ACl, Lokakarya EDP Pef aksana EDP Lanjutan ËDP Fksekr¡tif

Jumlah (orang) 4.009 2.438

J um lah

:

789

orang

: 14

orang

: 28

orang

:

1 orang

832

orang

Jt I JJ'J 58'1 Ã64

45 452

Jumlah (orang) 1 383 1.O41

t .¿+ta 1.O57

944

¿Õz

'1 91 22 31

6.447 (3) Jen¡s pelat¡han dan peserta sampai dengan br,rlan Juni 2000 aåatah

1

2 3 4

5 6 7

B.

o 10

11

1.011 683 665 501

7B

492 55

zot

140 22

BO

51

.)'7

(28)

7,

PENGENDALIAN INTERNAL DAN AUDÍT

7.1

Pengertian Pengendalian lnternal

Perkembangan

terakhir tcntang

pengendalian

internal

(internat controù menurut COSO 1992 dan SAS 78 adalah :

l¡tternal control

is a

process, effected

by an

entity's board

of

directors, management, and other personnel, designed to provide reasonable assurance regarding the achievement of objectives in

the

following categories

: (1)

effectiveness

and

etficiency

of

operations; (2) realibility of financial reporfing; and (3) compliance with applicable laws and regulations.

(Control-a Common language : COSO-USA, CoCo-Canada, Cadbury_UK, King_

South Afr¡ca )

Sedangkan peran

manajemen

terhadap pengendalian

internal menurut Bodnar dan Hopwood adalah :

"

Managemen

l Íse/f rs

responsible

for cstablislting

and maintaining

an internal control structure. Although

specific responsibilities

for

controls may

be

delegated

to

subordinates, final responsibility remains with management. Although external audítors, internal auditors,

and other

parfies

may be

direc

y

concerned with

an

organizations's internal control structure the

-

ultimate responsibility for this structure remains with management.

A

company's system

of

internal

control has a key role in

the management

of lsks lhat are

s¡gn¡f¡cant

to the

fulfilment

of

its

b¿lsness objectives.

A

soutld system of internal control constributes to safegarding

the

shareholders' ¡nvestment and the company,s assels

( The Institute of Chartered Accountants in Engrand & wates. Seprember 1;9g Þ.4 )

Tentang pengendafian internal Arens (2000 p.228) mengemukakan :

"A system of intental control consists of pollcles and procedures designed to provide management with reasonable assurance that the company achieves its objectives and goals."

Dengan demikian

pengendalian

internal adalah proses

yang dipengaruhi oleh semua anggota organisasi untuk menìngkatkan efektiv¡tas

(29)

26

dan efisiensi operasi, kuaritas raporan keuangan dan dipatuhinya hukum dan peraturan peru nda ng_u nd angan yang berlaku.

Arens (2000

p.9

atau 1997

p.2)

mengemukakan pengertian audit Guditing) adalah:

" Aud¡t¡ng

is

the accumulation and evaluation

of

evidence about

information to

de.termine

?nd ,upoi on the

clegree

of

correspondence between the information and establisheã cr¡terAi.

Auditing shoutd be done by

a

competent independent person,,

Sedangkan dari penulis yang sama di tahun 1994 pengertia n auditing masih menyebulkan

quantifia¡¡s

informatio

n

dan

¿n economic

entity.

Selengkapnya definisinya tahun 1994 (p. 1)sebagai berikut :

" Auditing

is

the accumulation and evaluation

of

evidence about quantifiable information of an economic

entity

to determ¡ne

iid

reporf on the degree of correspondence between the informatio,

and

establish criteria. Auditing should

be

done

by a

competent independent person. ',

Untuk

melaksanakan

audit, diperlukan informasi yang

dapat

diverifikasi dan sejumlah kriteria yang dapat digunakan sebagai pedoman pengevaruasian informasi tersebut. rnformasi memiriki

berbagai

bentuk, sedangkan kriteria untuk mengevaluasi informasi cukup beragam dan audit clilakukan oleh orang yang berkornpeten.

Sebagai disiplin ilmu, auditing telah berkembang dan

telah membiakkan

banyak macam bidang audit. Sering terjadi

perbedaan pendapat tentang apa yang akan dícoba dicapai oleh

tiap

macam bidang

audit

Bahkan

di

antara para auditor seringkari teÍdapat ketidak cocokan tentang batasan

yang

pasti

dari tiap

macamnya. perkembangan bidang

audit,

khususnya

audit internal, telah

merengkuh

bidang

keuangan, perrenuhan kinerja, nilai uang, operasionaf, sistem informasi, kepatuhan, proyek, manajemen dan efektivitas serta tugas_tugas khusus lainnya.

(30)

27

7

.2

Audit

lnternal

( tnternal

Auditing

)

Teori-teori dasa keberadaan

",", ",",:.0::iïïr,:ï:"å,:f,'

*","n

menjawab, bahwa

audit ditujukan untuk memperbaiki

kinerja.

organisasi adararr bahwa Suatu fungsi dapat berbentuk

sebuah perusahaan, divisi, departemen, seksi, unit bisnis, fungsi bisnis, proses bisn¡s,

Iayanan informasi, sistem atau projek, Jika tindakan au

b e ra r,i m e n u nja. n

n", j'

::î:il,.

-,

J,:äïii:

:

":: ä,

:

i:ill-;

Audit internal merupakan kegiatan penilaian bebas terhadap akt¡vitas, dipersiapkan

dalam organisasi sebagai suatu

jasa

terhadap organisasi.

Kegiatan audit ínternar memeriksa

dan

menirai efektivitas

dan

kecukupan dari sistem pengendarian internar

yang ada daram organisasi.

ïanpa

fungsi

audit

internal, dewan direksi

dan atau

pimpinan unit

tidak

memjliki sumber informasi internal

yang bebas

mengenai

kinerja organisasi, mengingat pengertian audit internal adalah :

"lnternaI auditinq is

*i;;;;,,";;s:;:i;i,;ìil,:r"::.:;i|'::ir:::i::,::i::::,ï;,,;:,:::r"

;:ffiï

'

i:-

'.!3n

;;ni;''"''"n i

n-"trlä"'

ãgi'ã'ls'

s"*và,,

'ìöõ

;" ,:

Lehíh ranjut rayanan yarrg diharapkan

dari

auditor internal adalah membantu semua level

m ereka, seperri ya ns

.,-"J?Ï',"åî;::il J::: -,

perra n gsu n

gja wa ba n

,;|:ß

r"r:l,if"/sda

sysrenrar

ic,

objective appraisat

by

auditor

organization

t" d"{::::

operations

and Lonûots *nnn"'rÅ

tttformation

," u""uirmno

whether

(1)

tinancial

auA ipJ^tå'g

i d e n t i r i e d o,,

¿,

¡ n ¡

^'lfo

i' lr::

:,2!

: -(, !^i

s k-

to

u ¡

c

¿

*

" ;;;",

;' ;,í

ittletnal

policies

u,nrl--' tv/

w^rt';IIIdt regutauons and acccptdble

,

g,

a u,

{"

u,á"

; ;i,

:!'!f j

-!{:ï*:: :7!. ä! r,,1 ; :: å ; f ;i

H

c c o n o r r t i c a I I y, a n d ( 6)At:t e^

::s

u n ¡ rál ø n

l'

å

ølä

¡ v e s a

rc

e tl e c t i vc I

y

achteved

_ al! for the

p.urpose

of "r.r"tl.ä

members

of

the

?f^iiä?,'' i

ni

{, I!

ua;

n'

"

t i u

;

d

¡'. i

à, g ä

Ii'

í

;

X

¡,

r e s p o n s i b i t i t i c s

(31)

28

Redifinisi internal auditing yang telah ditetapkan oleh llA,S Board of Directors pada bulan Juni 1999 adalah :

"

lnternal auditing

is

an.independent, objective assurance and consulting

activity designed to add va!ue and improve

an organization's operations.

lt

helps an organizatîon accomplish its objectives

by bringing a

systematic, diciptined

approach

to evaluate and improve the effetiveness of dsk management, control and governance processes_ "

Le Roy

Bookal menanggapi definisi

baru

¡¡1¡¿¡n¿,¡ audt¡ng dengan menambahkan soal etika dari kegiatan audit internal. Selengkapnya sebagai berikut.

1.

Maximize shareholder value

2.

Protect other stakeholders lnferesfs

3.

Protect company assets

4.

Insure compliance with taws, regutat¡ons and protocols

5.

Achive objectives in an athica! manner

Sumber

:

Le Roy Bookal, General Auditor Texaco lnc llA lnlernational Comphance, NY, June 13, 2000

(32)

')o

Perbandìngan Konsep Kunci Pengertian Audit lnternal

Lama 1947 Baru 1999

Fungsi

penilaian independen dibentuk dalam suatu organisasi

Fungsi penilaian

Mengkaji

dan

mengevaluasi akt¡v¡tas

organisasi sebagar bentuk

jasa

yang diberikan bagi organ¡sasi

Memtlantu agar para unggotu

org*i*¡

dapat menjalankan tanggung jawabnya secara efekt¡f

Mernberi

has¡l analisis,

penilaian,

rekomenclasi, konseling

dan

informasi

yar'ìg berkartan dengan aktivitas yang

d¡kaji

dan

menciptakan pengendal¡an efektif dengan biaya yang wajar

yan g

1.

Suatu aktivitas indepeoden objekt¡f

2.

Aktivìtas pember¡an jam¡nan keyak¡nan dan konsultasi

3.

Dirancang untuk memberikan suatu ¡¡¡¿¡

tambah

serta

meningkatkan kegiatan operasi

organ¡sasi

-

4.

Membantu organisasr mencapa¡ tujuannya

dalam

5.

Memberikan suatu pendekatan disiplin yang sìstematìs untuk mengevaluasí dan men ingkatkan kecfektivan manajcmen

resiko,

pengendal¡an

dan

proses

pengaturan dan pengelolaaÍì oraanisasi Pertimbangan yang mendasari definisi baru :

1,

Gambaran tentang profesi audit internal secara leb¡h baik akan diperoleh dari seberapa baik jasa/pelayanan yang diberikannya, bila dibandingkan dengan siapa yang nr elaksa na ka nnya atau apa saja jasa yang dapat diberikan.

Agar tetap befiahan, profesi auditor internal harus dapat dianggap selragaÌ pemberi n¡lai tambah bagi organ isasi.

Auditor Inlernal perlu mengadopsi semua sudut pandang dari seluruh rantai nilai (value chain).

Struktur konse¡ltual audtt inlernaf harus dapat menjangkau hal-hal di Iuar berbag¿ìi proses

inheren yang dilakukannya, untuk mencernlinkan auditor internal sebagai ¡terrrlororrg tersedianya jasa organ isasional.

Standar dan pedoman profesi yang lainnya harus tidak sekedar menjadi pedoman bagi anggota profesi, namun juga hârus dapat mensimbolisasÌkan kualitas/keahlian khas auditor ìntern al kepada pasar.

(33)

30

Ruang fingkup dari audit internaf adalah :

" The scope of

i1lemal

_auditing should encompass

the

examination and evalua.tion of Ur"

,ãuquuiii

and effectiveness of

'!:;::;:';::'in's

svstem

or

internat'coníro.t,

?!!

th9

;;;iitv ;;

2s

).

rryng out assigned responsibitities. " f ¡rn rsg'r p.

Tentang keberadaan audit ¡nternar ini rnstitute of Directors in southern Africa dalam kode etiknya

(The

Code

of

Corporate practice

&

Concluct) menyatakan:

" companies shourd.have an effective internar audit

fuiction

that

has

the

respect and co_operatì"Á

"inJ'n'iä

board

of

directors

and managemenf, ,.(Barlow,

199s, p. a13

j.-- '""

Bira dibandingkan audit rnternar dengan audit eksternar dari berbagai aspek l Barrow, 1995, p.4s ) akan nampak sebagai berikut :

Layanan Audit lnternal dan Eksternal

lntern al Manajer/Komite audit Resiko Usah a

Eksterna I

Resiko Laporan Keuangan Saat ini dan yad

Langsu n g Langsung Kebebasan Objectiv¡tas Keg iatan

Yang lalu sampai saât ini T¡dak Langsung

Tidak Langsung Berdasar status Proses yang sedang berjalan Tiap periode akuntansi

Di

lndonesia keberadaan

audit

internal

atau

satuan pengawasan

intern (sPr) pada BUMN berdasarkan kepada peraturan pemerintah Nomor

3 tahun

1983

(pp)

pasal

45 dan

BUMD berdasarkan peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 tahun lgB4.

(34)

3'1

Keberadaan audit internal

di

BUMN ditegaskan kembali dengan p.p Nonro¡

'r2

tahun

lgg'

untuk BUMN yang berbentuk perseroan Terbatas

(PT), dan P.P Nomor l3 tahun 1998 untuk BUMN yang

berbentuk

Perusahaan Umum (perum). pada umumnya keberadaan audit internal pada Badan Usaha l\,4ilik Swasta (BUMS)

dan

organisas¡ la¡nnya diatur dalam anggaran dasar organisasi yang bersangkutan.

Auditor internal yang sampai

saat ini

masih banyak

yang

bersifat konvensional

dan

bersikap sebagai

,'mata

telingga,, pimpinan organisasi harus

berubah sebagai mitra

dalam organisasi untuk bersama dengan manajer lainnya agar tujuan organisasi tercapai, dengan tugas pokok auditor internal menguji sistem pengendalian infernal (¡¡¡ç¡¡at controt) agar berjalan dengan baik. Pendekatan audit internal telah berkembang menuju

Control

Rrsk Se/f

Assess¡nenf

( CRSA ).

Konsep kemitraan dajam audit internal dapat memberikan berbagai

jenis

pelayanan kepada organisasi

dari

auditor internar ya¡tu membantu mengevaruasi aktivitas daram bidang-bidang

: (1)

pengencJarian âkuntansi internal;

(2)

pencegahan

dan

pendeteksian kecurangan;

(3)

pemeriksaan keuangan;

(4)

pemeriksaan ketaatan;

(5)

pemeriksaan operasional; (6) pemeriksaan manajemen; (7) pemeriksaan kontrak; (g) pemeriksaan s¡stem informasi; (9) pengembangan kualjtas ¡nternal; dan (10) hubungan dengan ent¡tas di luar perusahaan (t"Jiro,2000 hln .130 ),

untuk dapat tercapainya audit atas aktivitas organisasi secara optimar diperlukan sistem audit yang berkualit

as

(qualty auditing sysfems) dimana syarat pertama dan utama adalah kualitas auditor internal itu sendiri seperti nampak sebagai berikut.

Referensi

Dokumen terkait

Selain itu, citra grayscale yang telah disisipkan pesan dengan metode invers memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan menggunakan metode

Yang Sedang Mencari Wallpaper Dinding Ruang Tamu Model 3D Sulit Bisa Hubungi Toko Art’s DECOR Tangerang Selain Wallpaper 3D kami Juga Menyediakan Lantai

1. anggaran dana yang minim, yakni dana yang dialokasikan tidak dapat meminimalisirkan angka kemiskinan di Kota Banda Aceh. Jumlah fakir miskin sebanyak 8419 KK

Sabun konvensional yang dibuat dari lemak dan minyak alami dengan garam alkali serta sabun deterjen saat ini yang dibuat dari bahan sintetik, biasanya mengandung surfaktan,

Dalam penjelasannya tentang makna ‘toleransi’ guru menyatakan bahwa toleransi adalah sikap menghormati dan menghargai keyakinan dan agama lain yang berbeda dengan

Perkem- bangan tari topeng gaya Indramayu tidak terlepas dari perilaku individu dalang topéng , baik dalam hal kreativitas untuk menciptakan kreasi-kreasi baru maupun

Dengan memilih rapat Lagrangian secara tepat, persamaan-persamaan gerak untuk medan skalar (spin-0), medan Dirac (spin-1/2) dan medan vektor (spin-1) yang telah kita pelajari

Menurut Vijayanti & Murjana Yasa (2016) modal adalah kebutuhan yang komplek karena berhubungan dengan keputasan pengeluaran dalam kegiatan usaha untuk meningkatkan pendapatan