AUDITOR INTERNAL PERUSAHAAN ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN
HIRO TUGIMAN
7e?12 P)çe
(Fc f le
7.ê
ol6ç8. .1ç€
1U6(À'
Disajikan pada Rapat Kerja Auditor lnternal PT. ASTRA lnternational Tanggal, 1-4 November 2000 di Puncak, Jawa Barat
Kata Pengantar
Tulisan dengan judul
:
"Auditor lnternal Perusahaan Antara Harapandan
Kenyataa¡" ini
merupakan bahan diskusi dalam rapat kerja auditor internalPT
ASTRA lnternationalyang
dlselenggarakandi
Puncak Jawa Barat pada tanggal 1-4 November 2000.Materi dalam
tulisan ini
sarinyadiambil dari
tulisan-
tulisan kamìsebelumnya antara lain tanggal
14
Februari 2000, 17April
2000,6
Juni2000,
7
September2000, dan 26
Oktober2000 serta
dìtambah hasilkunjungan YPIA ke British Gas, British Telecom, Vodafone, City Unìversity,
llA UK, workshop dengan Prof Andrew
Chamberstentang
CRSA kesemuanya di lnggris dan KPN di negeri Belanda yang lalu.Kami harapkan semoga
ada
manfaatnya bagÌ pengembngan audit internal PT ASTRA lnternational.Bandung, 2 November 2000
ll¡ro Tugiman
Daftar lsi
2.
Audit Internal dan Pelaksanaannya di beberapa Perusahaan ,...3.
Control Self Assessment ( CSA ) ... .....
.4.
The lnstitute of lnternal Auditor United Kingdom5.
The MSc in lnternal Aucjitìng and Management...6.
Audit lnternal di lndonesia7.
Pengendalian Internal dan AudltB.
Usaha Meningkatkan Kualitas Auditor lnternal9.
Bahan Pembahasan dengan Auditor lnternal PT ASTRA Int. ...10. Penutu p
Daftar Pustaka Lamprran
Biodata
HIn
¡
ii
1
3 14 15 1B
19
36
47
AUDITOR INTERNAL PERUSAHAAN ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN
(oleh : H¡ro Tugiman)
PENDAHULUAN
Pemeriksaan internal atau ¡nternat aud¡t¡ng merupakan bidang yang lebrh kompleks dan menantang bira dibandingkan dengan profes¡ rain pada umumnya. Karena
sifat
sensitifdari
pekerjaannya, auditor internal pada umumnya menghindari publikasidan jarang
membicarakan hal_hal yang berkaitan dengan profesinya dengan pihaklain di luar
lingkungan para auditor internal.Hanya dalam sekejap, dimulai
tahun
1g7Tdt
Amerika Serikat dantahun
1983di
lndonesia posisi auditor internar, khususnyauntuk
BadanUsaha
Milik
Negara (BUMN)dan Badan
UsahaMilik
Daerah- (BUN/D), berpindah dari srsl panggung ke tengah panggung. Auditor internal diminta untuk meningkatkan kualitasnya,di
samping dalam melakukan pelaporan turut pufa berubah. Banyak auditor internal yang kemudian membuat laporankepada direktur utama dan
mengadakanpertemuan dengan
dewan komisarisdan
komite audit perusahaan secara rutin_pada
awalnya, para aud¡tor internal sangat gembira atas perubahan yang terjadi secara cepat tersebut, Namun kemudian,ia
memifiki alasan untuk berpendapat bahwa pendidikan dan pengalaman yang dimifikinya selama ini tidaklah cukup untuk menghadapì interaksi yang seringdan
sensitif dengan pihak manajemen, sebagaimana dìsyaratkan dalam peran barunya selaku auditor Internal.Auditor internal yang dididik dengan metode
audit
akuntansi atau keuangan yang tradisional cenderung untuk menerapkan gaya bermusuhan dalam melaksanakan tugasnya dan tidak disukai oleh para manager. Apakahhal
tersebut merupakan suatuyang harus
selalu dihadapioleh
auditor internal?
Apakah auditor internal harus dipandang sebagaiorang
yang selalu membawa berita buruk pada saat ia akan melakukan tugasnya ?2
Yang dibutuhkan auditor internal saat ini adalah pandangan yang luas
seÍa
pemahaman terhadap berbagai proses manajerial dan yang berkaitan dengan manusia yang mendasari fungs¡ internal auct¡t¡ng. Auditor internaldalam melakukan audit harus melakukan pendekatan holistÌk
yang rnenyadari bahwa para manajer dan pihak yang diaudit merupakan pribad¡yang kompleks yang berjuang dalam suatu lingkungan yang menghasilkan berbagai macam tekanan profesional.
Oleh karena itu auditor internal
harus
bertindak profesional dalam segala hal, agar ia tidak dipandang sebagai seorang pemangsa yang tidak dapat diduga tingkah laku dan tabiatnya. Sikap inilah yang ingin diperbaikioleh para praktisi audit internal, seperti yang dikemukakan
oleh Coudemanche ( 1982):
However, auditing will be well advised not to be the one to provoke a
dispute and that behaves professionally in every way, in order to avoid being viewed as an unpredictable predator by the organ¡zation at large.
Saat ini mengelola audit internal harus bervisÌ bisnis. "
lrun
the audit depariement as a busrness, we're always try¡ng to make sure we're adding value ", Anit a Dennis ( Journal of Accountancy, Nopember 1998 hlm. 96 ).Measuring performance : A new research study identifies the top five pefformance measures for evaluating internal audit depañement effect¡vness
: (1) Staff
experience; (2) auditing viewedby the audit
Committee; (3)management expectat¡ons
of
internal audit¡ng;(4)
percentageof
audit recomtnendations implemented;and (5) auditor education
levels.( Zieøentuss, Journal ltA, February 2000, Vol LVll : I pp 36-44 ). Periksa Iampiran lll.
Pendekatan kemitraan dalam audit internal dalam pelaksanaannya dibeberapa perusahaan telah dikembangkan menjadi pendekatan Cotrol Self Assessmenf atau CSA; dimana auditor internal bertindak selaku fasilitator.
( Richard P. Triter, CSA / Facil¡tation Serv¡ces
-
Canbr¡dge, \,4assachusetts; Supplement tocSA Sent¡tel, May 1997
).
BahkanProf
Andrew Chambers tentang CSA iní3
dipertajam
menjadi
Control Risk Self Assessmentatau
CRSA(
yptA _Chambers, London 29/9/2000 p.1 )_
2.
AUDIT INTERNAL DAN PELAKSANAANNYA DI BEBERAPA PERUSAHAAN2.1
KegiatanAudit
InternalHasil survai sudah agak lama, namun dapat memberikan gambaran tentang pergeseran kegiatan audit internal.
Survai yang dilakukan oleh
the
fnstituteof
lnternal Auditors( flA
)tahun 1979 (Chasin 1988 ) menunjukkan bahwa laporan auditor internal makin ditujukan kepada
level
manajemenyang lebih tinggi yaitu tahun
1979 sebesar 71%
jauh lebíh besar bila dibandingkan tahun 1968 hanya47
%dan bahkan hanya 30 % di tahun 1957.
Laporan surv
ai
Harvard University(
Chambers,rser )
menunjukkan bahwa audit internal telah menangani sekitar 30 % efisiensì dan efektivitas kegiatan perusahaan. Audìt internal semakin banyak memberikan pelayanan kepada manajemendi
mana akt¡v¡tas audit tidak lagi terfokus pada bidang keuangan namun telah banyak ke tridang operasional antara lain produksi, penjualan, distribusi, dan personel. Hal ini nampak pada informasi berikut dimana,
bidang-bidangdi luar
keuangan semakinbanyak
mendapatkan perhatian aud it ìnternal.Cakupan Audit lnternal di luar Bìdang Keuangan
lnformasi berikut menunjukkan bahwa secara keseluruhan kegiatan audit bidang keuangan dari auditor internal menurun dari 73 % di tahun 1968 menjadi 58 % d¡ tahun 1 975 ( IIA u,s, 1e76; rtA uK, 1e77 )
U ra ian
UK (per UK survey) US and Canada Else where World wide
1975
(%)
B9 61 51 3Õ
Hasil survai IIA (1980)
mengemukakanbahwa latar
belakang pendidikan audÌtor internal tahun 1968 sebanyak 65 % bidang keuangan dan turun menjadi 56 % d¡ tahun 1975 dengan dilengkapi spesialis bidang EDP, hukum, pajak, dan te kn ìsi.Di
sarnping komposisistaf
audit internaldi
atas,yang
mendalami spesiaìis komputer pada tahun 1976 mencakup B % dari seluruh karyawan diaudit
internal.Hal ini
dapat dimengerti sebagai akibat kemajuan IPTEK, khususnya komputer. Oleh karena itu,di
Amerìka Serikat sangat populer ungkapan : "All internal auditors must be compuler auditors"-Pada tahun 1975, hasil survai di 500 perusahaan telah dibentuk audit komìte, 77 % auditor internal secara teratur mengadakan pertemuan dengan audit komite. Hubungannya dengan aud¡tor eksternal (di Jerman) pada tahun
1e64
(%
)4B 44
1e75
(%
)Proporsi Laporan Auditor Internal Bidang Keuangan
Not available Not available Not available
5
1973 sebanyak 92 o/o auditor internal bekerjasama dengan auditor eksternal, sedangkan pada tahun 1965 baru 65 %.
Tentang attitude dan role auditor internal Pittsburgh menggambarkan sebagai t-rerikut ( Sawyc., 1996 psZàs ) :
Attitude dan Role Auditor Internal
Attitude N umbe
r
o/11 ¿¡J
Neutral 20 48
Positive 10
Mixed 1 2
42 100
Ro/e Number o/"
Teacher J 11
Policemen 15 5B
Attorney 6
Mixed 2 B
26 '1 00
Sunber'. Ne¡l Chu¡chi{l research, P¡ckett, 2000 p 77
Dari hasil surva¡ ternyaia auditor internal attitude hanya dipandang positif 24 o/o dan rolenya sebagai guru atau penasehat hanya 11 %.
Penelitian yang dilakukan llA
terhadap
179
anggotanya(
Jurnal llA, Jun¡ 2000 htn 44,45 ) memberikan gambaran berikut inì.(1
)
Tempat bekerjaPerusahaan Publik Pemerintah
Swasta ( private ) Nirlaba ( nonprofit )
(2)
Bidang penugasanJenis Organisasi
Jenis penugasan Persentase
Audit Operasional
Review pengendalian irrternal Konsultasi
Audit kepatuhan Audit keuangan Lain-lain
Pelaksanaan
audit menggambarkantelah
ie r.jad inampak pada uraian berikut.
internal dari beberapa
perusahaanpergeseran kegìatan
secara drastls
yang Persentase47 27
tô
B
1B
14 11
l0
15 100
2.2
Audit lnternal di KPN (Telkom Belanda)( lloofd Audit KPN
-
YPtA 3/10/2000 )Aud¡t Area :
1
.
Operational2.
tT3.
Quality4.
lnvestigations5,
No Financial AudÌting ( Outsourced to the External Auditor - Pricewaterhouse Coopers )Developments
1.
Environmental2.
Ptivacy3.
Tactical and Strategic lssuesNumber of Employees of Audit KPN
FTE's :
56Target :
60Retnarks:
1.
ln 1999 '19 Feople left. 21 ja¡ned KPN (ín lhe years before qLj¡te stable)2.
16 in KPN/3 extemat.3.
A pad of KPN core busrless ¡s þ tra¡n people4.
lt is difficult to get well trained and experienced peopleProfessional Background
1
CPA2.
Operational AuditI t_f-
Rentarks .
1.
A reasonable good tt.aining budget2.
Most people have a un¡vers¡ty or colege backgroud3.
lT curr¡culum (at least cisa level)4.
Social/Com¡nunication Skílls But lraining on the job is irhpoñant !lssues:
1.
More technical background2.
Combinationof
T & I3.
Role in joint ventures4.
How to maintain/improve quality5.
Challenge to the people,2.3 Audit
lnternal di Centrica (British
Gas )( lA Centrica * YPIA 2519/2000 )
('1) Corporate Governance
-
"a sound systenì of internal control", the board to judge1-
Risk acceptable for it's parltcular business.2. f
he threats of such risk becoming real.3-
Companies ability to reduce the impacUincidence on the business4.
Costs and benefits of controls.5.
What are key risks-'
reputation.6.
How are they identified, evaluated and managed.7.
Assess the effectiveness of internal control havrng particular regard to impact of reported weaknesses.B.
Consider whether remedial action rs taken proptly.9.
Do findings indicate a need for a more extensìve monitoring of internal control reviews have been undertaken.10. Ensure that all aspects of internal control are reviewed.
(2)
Control Risk Self Assessment Outline2.4 Audit
Internal di Vodafone (Anak PerusahaanBritish
Telecom)Audit
lrrternal Vodafone bekerja berdasarkanAudit Charter
yang disyahkan oleh audit commitee tanggal 12 september 2000.Periksa lampiran L
,t-;;";\ ,/\
1 r{e!ce!el|
Senior- \
T] M
Audit Committee
ll ll /
Midcll ,/
Managementll ,/_
I
ll / system&P
v-
ï91_
le rocessesControl Self Assessment Workshops Reporting
Facilitate ll
QualityAssure10
2.5
Audit
lnternal di Bank Central Asia(BCA
)( Ka.lA BCA - YPIA 1/5/2000 )
(1)
Struktur Organisasi BCA-Kom¡te Kredit
-Komite Akliva & Pasivâ -Konite Sunrber Daya manusìa -Komif e Sislem &'Ieknologi -Komite Maniemen RisÌko
(2)
Strateg¡ Usaha BCAStrategi
1
.
Memperkuat pos¡s¡ BCA sebagai saran pembayaran naisonaì2.
MenÌngkatakan Aktiva Produktifa¡c¡ron
1.1 Pendapatan Fee lncome 1.2 Sumber pendanaan berbiaya
re rrd afr
1.3 Jumlah nasabah yang besar
2.'1 lVleningkatka laba dan pangsa pasar
2,2 Menekan risiko kredit
3.
Meningkatkan Aktiva Produktif yang mengu ntungkan11
3.1 C u sto mer-focu sed organization 3.2 Manajemen risiko
3,3 Good corporate Government
(3)
Audit lnternal BCAHasil review ekstern
Memenuhi SPFAIB
yang
mensyaratkanexternal review
terhadapfungsi audit intern bank
dilakukan sekalidalam tiga tãhun,
telah dilakukan review oleh KAP Siddharta Siddharta&
Harsono terhadapfungsi audit intern BCA pada bulan Desember tahun
1gg8.Berdasarkan
hasil review,
pelaksanaanfungsi audit intern
BCA dinyatakan sesuai dengan ketentuan SPFAIB.Sehubungan dengan hasil review dlperoleh beberapa rekomendasí untuk meningkatkan kualítas dari Divisi lnternal Audit BCA kearah The Best Practice, antara lain sbb :
1)
lndependensiDirekomendasikan
untuk
melakukansentralisasi funqsi
audit innternal dibawah Divisi lnternal Audit.2)
ProfesionalismeMendorong
staf
pada level-level tertentu (minimal Kepala Biro)u ntuk mengikuti ujian sertfikasi.
3)
Pelaksanaan AuditDirekomendsika untuk menyusun kembali pendekatan audit yang
febih
mengarah ke Pelaksanaan Audit berdasarka resiko(
Risk Base Audit Approach ).12
b.
Tindak lanjut menuju Best Practice.1)
Struktur OrganisasiSebagai
tindak dari
aud¡t ekstern,pada bulan
Januari 2000dilakukan
reorganisasiterhadap fungsi audit internal
BCASebelumnya fungsi audit internal BCA dilaksanakan
oleh
Divisi lnternal Audit yang berkedudukan di KP dibantu oleh Urusan AuditWilayah
berkedudukandi
empatbelasKatorWilayah
diseluruhIndonesia.
Urusan Audit Wilayah bertanggung
jawab
kepad Kepala Akntor Wilayah,namun
memiliki hubungan fungsionaldengan
Divisi lnternal Audit untuk keperluan pembinaan dan koordinasi kerja'Dalam
reorganisasi tanggungjawab Urusan Audit
Wilayah dialihkanbaik
secara fungsional maupun operasional dibawah Divisi lnternal Audit. Struktur organisasi lnternal Audit (DlA) yang berlaku saat inì dapat dilihat pada halaman berikut2)
SeúifikasiTelah dimulai pengiriman staf audit iniern BCA untuk mengikuti program sertifikasi QualifÌed lnternal Auditor. Lampiran lV'
3)
Pendekatan Auditi, Risk Based audit planning menggunakan macTo
riskassessment sudah diteraPkan
iì.
Risk Based audit pTocess menggunakan micro rìsk assessment sedang d isusu n rancangannya.2.6
Edison lnternational Ltd.Sebagai gambaran, kualifikasi auditor internal dari
Edisonlnternational, lnc. yang dikemukakan oleh Joe Ruiz,
cPA,
Vice President &General Audltor, Edìson lnternational,
lnc. pada
konperensi internasional13
yang diselenggarakan oleh llA tanggal 11-14 Juni 2000 dì New york antara lain dikemukakan tentang personalia auditor internalnya sebagai berikut:
(1)
Latar belakang pendidikan auditor internal.. Accounting .
Geology.
BusrnessAdministration .
lndustrial & Sysfem.
ChemicalEngineering .
Engineering. Communication .
Information Sysfemn
ComputerScience "
Mathematics. Ettglish .
Mechanical Engineering.
EnvironmentalResource .
Nuclear Engineering. Management .
Soc¡a/ Science. Finance .
Taxation(2)
Pend idikan auditor internal." Advanced
Degrees
38%. Bachelor's
Degrees
62%(3)
Sertifikasi dari 136 auditor internal adalah : 37-
Cerfified lnternal Auditor30
-
Ceftified Public Accountant12
-
Certified Information Sysfem Auditor18
-
Ce¡lificate in Environmental AuditingB
-
Cerlified Fraud Examiner 3-
Profesional Engineer 28-
Other(4) Pengalaman kerja auditor internal dalam bidarrg:
.
Banking"
Construction"
Government.
Health Care.
lnsurance" O/&
Gas.
Real Estate.
Telecommunicatio¡ts(5) Pengalaman kerja (tahun) auditor internal
.
Lebih 15 tahun" 11 - l5tahun
. 6 -
10 tahuno Q -
5 tahun16%
17%
400/"
Dari data yang dikemukan oleh Joe Ruiz tersebut audìtor internal tidak harus berlatar belakang akuntansi, tetapi :
(1) Meliputi berbagai disiplin ilmu yang merekfleksikan kultur, sifat usaha dan kebutuhan teknis perusahaan yang bersangkutan.
(2) Memahami service yang dibutuhkan oleh organisasi dalam menghadapi berbagai resiko perusahaan
3.
CONTROL SELF ASSESSMENT (CSA )'Se/f assessme nt can be considered as a necessal,/ activity aimed at self preservation. FindÌng and correcting weaknesses in a company'ç before such weaknesses cause fhe busness to fail. It an indcator as the health and fifness of an organization and a gauge
to
its ability suruive and prosper'. (Keith Beasley, Self Assessment
-
A Tool for lnlergrated N4anagenìent, Published by Slanley Thornes, Chektenhan, ISBN 0 7487 2060 X, 1994 )CSA can be defined as a proces whereby management and staff meet together to identify rlks, asess and evaluate whether controls are in place to mit¡gate risks and,
if not,
develop action plansto
introducethe
requisite controls. This process in carried out in collaboration with intenal auditors who act as facilitators in the process.CSA originated in the late '1980's in response to a number of changes in the commercial environment.
An
internal audit ieam comprising Bruce McCuaig, General Aud¡tor, Tim Leech and Paul Makosz who worked for Gulf Canada Resources Ltd.was instrumental in the early development
of
CSA. The success this teanì had at Gulf Canada ledio
CSA expanding rapidly throughout the public and prrvate sectors of Canada, and south to the U.S.A. Êurope, South Africa and15
Australasia have since followed suit. (Dave Lawler, Group Auditor, commonweatth Eank of Australia )
Lingkup pekerjaan pemeriksaan internal harus meliputi penguj¡an dan evaluasi terhadap kecukupan dan keefektivan sistem pengendalian internal yang dimil¡ki oleh organ¡sasi dan kulaitas pelaksanaan tanggung jawab.
Untuk dapat
melaksanakantugas dengan baik auditor
internalsebaiknya bersertifikat., termasuk dalam keahlian CSA.
Auditor of the future
*
Control*
Facilitation*
Psychology+
lnterpersona I*
Statistics.l
ConsultantsFI
\CSA\\
certiricate
\
J-Æ&J
( Paul G. lvìakosz, CEO PDK Control Consulttng lnternatlonal Ltd.
P.O Box 22310, Bankers Hall, Calgary, Canada T2P 4JI )
4.
THE INSTITUTE OF INTERNAL AUDITOR UNITED KINGDOM( llA UK information
-
YPIA 5/10/2000 )This document presents the head line findings from the first survey to whiclr sorne '1 50 organisations responded, covering over 2000 internal audit positions. From
this
hÌglr respons levelsome
usefuI conclusionscan
be drawn about stafing and salaries within inlernal audit.16
4.1 All
lndustries analysisApproximate salaries by length of service and backgroud
Years of
¡nlernal audil expcrience
Internal aud¡l trained
CCAB
qualified ll lrained Organisation knowledge
Other frâ¡n¡ng/ex-
perience
Average
L
t
L E f LNon c 17.563 l9.000 16,750 17.615 18,452
o-2 HI
LO
30.000 20,177 11.000
30.000
23,769
12,000
33,000 25,308
13,000
30,000
21,125 í1000
40,000 22,427 10,000
32,600 22,561 11,400
3-4 HI
LO
40.000 24,224
16,000
75,000
29,205 16,000
55,000
30,039
16.000
40,000
23,647
12,000
55,000 27,96s 12,000
53,000 27,016 14.400
5-6 HI
LO
88,000
29,650
19,000
BB,OOO
34,955 17.000
88,000 34,525 19,000
BB,OOO
29,227
13.000
88,000 33,162 14,000
B¡,000 32,304
16.400
i -1U HI
LO
88,000
3 3,06 7
22,000
88,000
39,233
23.000
88.000
42,115 24.O00
BB,000
3 5,944 15,000
88.000 38,354
15,000
88,000 37,743 19,800
'l0r llf
LO
BB,OOO
37.610
25.000
ss,000 47,423 25,000
90,000
4 3,031 22.C00
BB,OOO
37,200 '16 000
90,000 41,494 18,000
90,200
41,352
21, _200
17
4.2
Death of the CareerAuditor
How long people speed in internal audit ? Many Organisations prefer
to
retaina
handfulof career
auditorsto act as the
backboneof
thedepartement. This gives a departement the continuity it would otherwise lack.
lndustry / Years o-2
o/"
3-4 5-6 7 -10 10+
Banking, buÌlding societ¡es & insurance 30 20 13 14 23
Other financ¡al services 21 25 ta
I
23Central Government 14 20 19 29
Health 20 ?4 2 6 28
Local Government 11
I
,18 17Not for prof¡t organisatìons 25 33 21 B 13
Otlìer public sector 2A lll t1 28 17
Manufacluring and 40 28 10 2 20
Media and f eisure 1B 29 4 15
Retail 36 15 2 15
Telecommu n¡cations 2 28 27 14
Utilitìes 32 54 0 6
Other pr¡vte sector 22 49 5 14 10
1B
5.
THE MSC IN INTERNAL AUDfTf NG AND MANAGEMENT( City Univers¡ty p.7
-
YPIA 41101200A )The MSc in lnternal Auditing and Management
12 month full{rme
SIAGE 1-PART 2 Operat¡nal auditing
F inâ nce Marketing
Human resource management
Management of the internal audit deparl Operational management
Bus¡ness polìcy
Corporate governance Consultìng skills Research nìethods
Total Grand total
1
0.5 0.5 0.5 0.5 0.5
1
,-6, 13 0.5 0.5 0.5
50
175
li) tc
17 .5 17 .5 50
??t
j
455 15 15 15
2 hour examrnatio¡
Coursework Coursework
t
hour examinatìon Coursework Coursework CaseStudyPresentat¡on Coursework Coursework N/A
STAGE
ll-
D¡ssedatron10,000 - word d¡ssertation relating to rnternal auditing and management.
Subject Un¡ts llours Assessment
STAGE 1-PART 1
Financial accounting N4anagement account¡ng Organisational behavÌor Consepts of control Aud¡t practice
lnformation system auditing Advanced information svste
1
1
1
1
1 1
1 32.5
Cou¡sework Coursework 2 hour examination 2 hour examination 2 hour examination 3 hou¡ examinaìion
Total 7 227 5
1S
6.
AUDIT INTERNAL DI INDONESIA6.1
Hasil Penelitian Penulis Tahun 1992Pada tahun 1997 penulis telah melakukan penelitian (Karya llmiah, 1997) yang hasilnya nampak bahwa
dari
207 KepalaSpl
BUMN/
BUMDyang telah belajar zrJ¿¡¡ng sebanyak 33 orang atau 16 %, dengan pengertian audit akuntansi seperti yang dipelajari para calon sarjana akuntansi, calon akuntan atau auditor independen.
Hasil survai terhadap 107 Direksi BU[/N/BUMD terhadap kemampuan dan kontribusi auditor internal dalam perusahaan memberi jawaban sebaga¡
berikut:
Ura ia n
a.
Kemampuanauditor:
1)
Sangat baik2)
BaÌk3)
Cukup4)
Kurangb.
Bantuanauditor:
1
)
Sangat membantu2)
Cukup membantu3)
Kurang membantu Jumlah33
65 2
2 48 50
100
20
6.2
Hasil Penelitian Prof.Dr.Hj. KoesbandíjahKesimpulan disertasi Koesbandijah (1996) arrtara Iain :
Sistem pengawasan intern pada
: (1)
perusahaan BUMN merupakan suatu perintah (mandatory)i (2) perusahaan PMA sistem pemgawasan intern tidak dilembagakanþuilt
in): dan (3) perusahaan pMDN sistem pengawasan intern bukan merupakan keharusanþompulsory).
Pada perusahaan BUMN eksistensi sistem pengawasan rntern memang
telah
digarÌskan (mandatory), pengawasansecara
nyata_ memang dilaksanakan namuntidak dihayati
sebagaimana seharusnya karena kendala SDM baík secara kualitas maupun kuantitastidak
memadai.6.3
Hasil Penelítian Prof.Dr. Suripto SamidKesimpulan disertasi Suripto Samid (1996) antara lain aclalah i
Satuan pengawasan intern diharapkan dapat meningkatkan
danmengembangkan profesionalisme dalam bidang pengawasan
agar mampu melaksanakan tugasnya sebagai pembantu direktur utama sesuai derrgan fungsinya.Demikian pula hendaknya SPI turut
menciptakansuasana pemeriksaan yang kondusif artinya
dengan mengutamakanpendekatan partisipatif (parficìpative approach),
agar pelaksanaan pemeriksaandapat
bantuandari orang atau
bagìan yang diperiksa dan berupaya agar pengawasanmenjadi suatu yang
menarik dan bukannya sesuatu yang harus ditakuti.6.4
Hasil Penelitian Kantor Menteri
Negara PenanamanModal
dan Pendayagunaan BUMNllasil
penelitianKantor Menteri Negara
PenanamanModal
dan PendayagunaanBUMN (
Laporantanggal 26 Agustus 1999
tentang personalia satuan pengawasan intern BUMN )dì dapat informasi berikut:a b
a4
Jumlah BUI\4N yang ditelìti sebanyak 136 perusahaan
Personalia yang bertugas dilingkungan SPI sebanyak 2.796 orang.
Tingkat pendidikan
umum auditor internal:
(1) 44%
berpendidikanSLA - D3; (2) 53
o/o berpendidikan51; dan (3)
berpendidikan 52 sebanyak 3 %.Status
penugasan tenaga dilingkunganSPI
sebesar89 %
sebagai auditor dan 11 ok non auditor.e.
Kualifikasr auditor internal sebesar 13% telah
bersertifikasi euatÌfied Internal Auditor (QtH dan 87 % belum bersertifikasiç¡4
6.5
Hasil Penelitian Penulis Tahun 2000Penulis sedang melakukan penelitian
"
Pengaruh audìtor internal dan faktor-faktor pendukungnya terhadapupaya
meningkatkan pengendalian internaldan
kinerja perusahaan"
terhadap 102 BUMNdan
BUMD yang terdiri dari 54 perusahaan yang bergerak dalam perdagangan dan industri,lB
dalam bidangjasa,20
dalam bìdang perbankan dan asurans¡, seha 10 perusahaan dalam bidang perkebunan yang hasilnya sebagai berrkut Ìni.b.
Pengaruh jasa auditor internal terhadap pengendalian internal jumlahnya paling besar
yaitu
16,50%, bila dibandingkan pengaruh darÌ pimpinan puncak, direktur produksi, dan direktur keuangan yang masing-masing1 6,23%, 3,7 9o/o, dan 1 4,90%.
Pengendalian internal berkorelasi secara nyata dan paling besar dengan
kinerja
perusahaan sebesar47, 06 %, bila
dibandingkan dengan pimpinan puncak 23,86%, auditor internal 22,87%,direktur
produksi2,18o/o, dan direktur keuangan 9,02%.
Persepsi p¡mpinan puncak terhadap auditor internal paling rendah yaitu 30,79o/o,
bila
dibandingkan terhadapdirektur
produksi 35,15%, dan terhadap direktur keuangan 36,72%.22
Dari informast terdahulu dapat dimengerti kalau masih banyak auditor internal
(
khususnyadi
BUMN dan BUMD)
sebenarnya belum memahami dengan baik apa itu audit internal, bagaimana melaksanakan audit internaldalam perusahaannya, disamping kurangnya perhatian
pimpinan perusahaan. Disisi lainjasa
auditor internalyang
berkualitas berkorelasi secara nyata dan sangat berpengaruh terhadap pengendalian internal, dan akhirnya akan mempengaruhi tercapainya tujuandan
kineqa perusahaan.6.6
Pengembangan Kualitas Auditor f nternalAuditor internal
dì
lndonesia dengan berbagai namadan
sebutan organisasinya baru muncul sekitar dua{iga dasawarsa yang lalu, antara lain : (1) The Instituteof
lnternal Auditors (llA) lndonesia Chapter, yang bertaraf¡nternas¡onal;
(2)
Forum Komunikasi Satuan Pengawasan lnternal Badan Usaha Milik Negaradan
Badan Usaha Milik Daerah (FKSPI BUlr/N danBUMD);
(3)
PerhimpunanAuditor lnternal lndonesia (PAII);
disamping Yayasan Pendidikan lnternal Audlt (YPIA) serta Dewan Sertiflkasi eualified lnternal Auditor (QIA).Organisasi auditor internal dan lembaga-lembaga
di
atas, menurut pendapatkami, baik
secaraformal maupun secara
non-formal saling membantu dan saling mengisi dalam rangka mengembangkan audit internal di lndo¡resia.YPIA yang berdiri tanggal 17 April 1995 telah
berusaha menyelenggarakan pendidikandan
pelatihan bagi para auditor internal dìlndonesia
uniuk
menuju Certified lnternal Auditoryang
bersifat nasional dengan mengacudan
menggunakan modeldari lfA
(lnstituteof
Internal Auditors) yang berpusat di Florida, Amerika Serikat.Hasil pendidikan YPIA setelah dinilaì, diuji
dan
dianggap mampu olelr Dewan Sertifikasi QlA, para alumni YPIA diberi sertifikat QIA besertanomor
registernya.llA
Indonesia Chapter,FKSPI
BUMN/BUMD, YPIA,Dewan
SertifikasiQlA, dan PAll
mendorongpara
pemegangQIA
dit.l
lndonesia untuk mendapatkan sertifikat bertaraf internasional yaitu Certified lnternal Auditor (ClA) yang penyelenggaraan ujiannya oleh llA.
Para pendiri YPIA berpendapat, untuk memenuhi kebutuhan
QIA
di Indonesia perlu adanya lembaga pendidikan dan latihan, Langkah ini meniru negara-negara lain dalam meningkatkan kualitas auditor internal, periksala m piran.
Disamping itu penulis ('1994) berpendapat auditor internal di lndonesia perlu suatu wadah dan gagasan ini dimuat pada kata pengantar buku kami :
" standar Profesional Audit tnternal
"
(hln7)
yang diterbitkan pertama kali tahun 1995, Pada tanggal 12 Mei 1999 didorong oleh FKSPI BUMN/D, YPIA,dan Dewan Sertifikasi Qualifìed lnternal Auditor (QlA) telah
berdiriPerhimpunan Auditor lnternal lndonesia (PAll)
Yayasan Pendidikan lnternal Audit Graha Sucofindo
Jalan Raya Pasar Minggu kav.
34
Lt. 3, Jakarta 12780 Telp. (021) 7985555,7983666 Ext. 1551 Fax. (021)7986666Sejak YPIA berdiri pada tanggal 17 April 1995 telah melakukan kegiatan pendidìkan dan pelatihan sebagai berikut:
(l ) Jumlah organisasi yang telah mengirimkan stafnya ke YPIA sampa¡ akhir Juni 2000 :
Badan Usaha Milik Negara & Daerah Badan Usaha Milik Swasta
Lembaga Lain
Jumlah
242
perusahaan60
perusahaan5lembaga
XQt organisasi(2)
Jumlah orang yang telah
mendapatkansertifikat eualified
lnternal Auditor (QlA) sampai dengan bulan April 2000 adatah :Badan Usaha lr/ilik Negara Badan Usaha Milik Daerah Badan Usaha Milik Swasta Lembaga lainnya
Jenis Pelatihan
Trngkat Dasar I
Tingkat Dasar ll
Tingkat Lanjutan I
Tingkat Lanjutan ll Tingkat Lanjutan Khusus Tingkat Manajerial
lnternet / ACl, Lokakarya EDP Pef aksana EDP Lanjutan ËDP Fksekr¡tif
Jumlah (orang) 4.009 2.438
J um lah
:
789
orang: 14
orang: 28
orang:
1 orang832
orangJt I JJ'J 58'1 Ã64
45 452
Jumlah (orang) 1 383 1.O41
t .¿+ta 1.O57
944
¿Õz
'1 91 22 31
6.447 (3) Jen¡s pelat¡han dan peserta sampai dengan br,rlan Juni 2000 aåatah
1
2 3 4
5 6 7
B.
o 10
11
1.011 683 665 501
7B
492 55
zot
140 22
BO
51
.)'7
7,
PENGENDALIAN INTERNAL DAN AUDÍT7.1
Pengertian Pengendalian lnternalPerkembangan
terakhir tcntang
pengendalianinternal
(internat controù menurut COSO 1992 dan SAS 78 adalah :l¡tternal control
is a
process, effectedby an
entity's boardof
directors, management, and other personnel, designed to provide reasonable assurance regarding the achievement of objectives inthe
following categories: (1)
effectivenessand
etficiencyof
operations; (2) realibility of financial reporfing; and (3) compliance with applicable laws and regulations.
(Control-a Common language : COSO-USA, CoCo-Canada, Cadbury_UK, King_
South Afr¡ca )
Sedangkan peran
manajementerhadap pengendalian
internal menurut Bodnar dan Hopwood adalah :"
Managemenl Íse/f rs
responsiblefor cstablislting
and maintainingan internal control structure. Although
specific responsibilitiesfor
controls maybe
delegatedto
subordinates, final responsibility remains with management. Although external audítors, internal auditors,and other
parfiesmay be
direcy
concerned with
an
organizations's internal control structure the-
ultimate responsibility for this structure remains with management.A
company's systemof
internalcontrol has a key role in
the managementof lsks lhat are
s¡gn¡f¡cantto the
fulfilmentof
itsb¿lsness objectives.
A
soutld system of internal control constributes to safegardingthe
shareholders' ¡nvestment and the company,s assels( The Institute of Chartered Accountants in Engrand & wates. Seprember 1;9g Þ.4 )
Tentang pengendafian internal Arens (2000 p.228) mengemukakan :
"A system of intental control consists of pollcles and procedures designed to provide management with reasonable assurance that the company achieves its objectives and goals."
Dengan demikian
pengendalianinternal adalah proses
yang dipengaruhi oleh semua anggota organisasi untuk menìngkatkan efektiv¡tas26
dan efisiensi operasi, kuaritas raporan keuangan dan dipatuhinya hukum dan peraturan peru nda ng_u nd angan yang berlaku.
Arens (2000
p.9
atau 1997p.2)
mengemukakan pengertian audit Guditing) adalah:" Aud¡t¡ng
is
the accumulation and evaluationof
evidence aboutinformation to
de.termine?nd ,upoi on the
clegreeof
correspondence between the information and establisheã cr¡terAi.Auditing shoutd be done by
a
competent independent person,,Sedangkan dari penulis yang sama di tahun 1994 pengertia n auditing masih menyebulkan
quantifia¡¡s
information
dan¿n economic
entity.Selengkapnya definisinya tahun 1994 (p. 1)sebagai berikut :
" Auditing
is
the accumulation and evaluationof
evidence about quantifiable information of an economicentity
to determ¡neiid
reporf on the degree of correspondence between the informatio,
and
establish criteria. Auditing shouldbe
doneby a
competent independent person. ',Untuk
melaksanakanaudit, diperlukan informasi yang
dapatdiverifikasi dan sejumlah kriteria yang dapat digunakan sebagai pedoman pengevaruasian informasi tersebut. rnformasi memiriki
berbagai
bentuk, sedangkan kriteria untuk mengevaluasi informasi cukup beragam dan audit clilakukan oleh orang yang berkornpeten.Sebagai disiplin ilmu, auditing telah berkembang dan
telah membiakkanbanyak macam bidang audit. Sering terjadi
perbedaan pendapat tentang apa yang akan dícoba dicapai olehtiap
macam bidangaudit
Bahkandi
antara para auditor seringkari teÍdapat ketidak cocokan tentang batasanyang
pastidari tiap
macamnya. perkembangan bidangaudit,
khususnyaaudit internal, telah
merengkuhbidang
keuangan, perrenuhan kinerja, nilai uang, operasionaf, sistem informasi, kepatuhan, proyek, manajemen dan efektivitas serta tugas_tugas khusus lainnya.27
7
.2
Auditlnternal
( tnternalAuditing
)
Teori-teori dasa keberadaan
",", ",",:.0::iïïr,:ï:"å,:f,'
*","n
menjawab, bahwaaudit ditujukan untuk memperbaiki
kinerja.
organisasi adararr bahwa Suatu fungsi dapat berbentuksebuah perusahaan, divisi, departemen, seksi, unit bisnis, fungsi bisnis, proses bisn¡s,
Iayanan informasi, sistem atau projek, Jika tindakan au
b e ra r,i m e n u nja. n
n", j'
::î:il,.
-,J,:äïii:
:":: ä,
:i:ill-;
Audit internal merupakan kegiatan penilaian bebas terhadap akt¡vitas, dipersiapkan
dalam organisasi sebagai suatu
jasa
terhadap organisasi.Kegiatan audit ínternar memeriksa
dan
menirai efektivitasdan
kecukupan dari sistem pengendarian internaryang ada daram organisasi.
ïanpa
fungsiaudit
internal, dewan direksidan atau
pimpinan unittidak
memjliki sumber informasi internalyang bebas
mengenaikinerja organisasi, mengingat pengertian audit internal adalah :
"lnternaI auditinq is
*i;;;;,,";;s:;:i;i,;ìil,:r"::.:;i|'::ir:::i::,::i::::,ï;,,;:,:::r"
;:ffiï
'
i:-
'.!3n;;ni;''"''"n i
n-"trlä"'ãgi'ã'ls'
s"*và,,'ìöõ
;" ,:
Lehíh ranjut rayanan yarrg diharapkan
dari
auditor internal adalah membantu semua levelm ereka, seperri ya ns
.,-"J?Ï',"åî;::il J::: -,
perra n gsu ngja wa ba n
,;|:ß
r"r:l,if"/sda
sysrenraric,
objective appraisatby
auditororganization
t" d"{::::
operationsand Lonûots *nnn"'rÅ
tttformation
," u""uirmno
whether(1)
tinancialauA ipJ^tå'g
i d e n t i r i e d o,,
¿,
¡ n ¡^'lfo
i' lr::
:,2!: -(, !^i
s k-to
u ¡c
¿*
" ;;;",
;' ;,í
ittletnal
policiesu,nrl--' tv/
w^rt';IIIdt regutauons and acccptdble,
g,
a u,{"
u,á"; ;i,
:!'!f j
-!{:ï*:: :7!. ä! r,,1 ; :: å ; f ;i
H
c c o n o r r t i c a I I y, a n d ( 6)At:t e^
::s
u n ¡ rál ø nl'
åølä
¡ v e s arc
e tl e c t i vc Iy
achteved_ al! for the
p.urposeof "r.r"tl.ä
membersof
the?f^iiä?,'' i
€ ni{, I!
ua;n'
"
t i u
;
d¡'. i
à, g äIi'
í;
X¡,
r e s p o n s i b i t i t i c s28
Redifinisi internal auditing yang telah ditetapkan oleh llA,S Board of Directors pada bulan Juni 1999 adalah :
"
lnternal auditingis
an.independent, objective assurance and consultingactivity designed to add va!ue and improve
an organization's operations.lt
helps an organizatîon accomplish its objectivesby bringing a
systematic, diciptinedapproach
to evaluate and improve the effetiveness of dsk management, control and governance processes_ "Le Roy
Bookal menanggapi definisibaru
¡¡1¡¿¡n¿,¡ audt¡ng dengan menambahkan soal etika dari kegiatan audit internal. Selengkapnya sebagai berikut.1.
Maximize shareholder value2.
Protect other stakeholders lnferesfs3.
Protect company assets4.
Insure compliance with taws, regutat¡ons and protocols5.
Achive objectives in an athica! mannerSumber
:
Le Roy Bookal, General Auditor Texaco lnc llA lnlernational Comphance, NY, June 13, 2000')o
Perbandìngan Konsep Kunci Pengertian Audit lnternal
Lama 1947 Baru 1999
Fungsi
penilaian independen dibentuk dalam suatu organisasiFungsi penilaian
Mengkaji
dan
mengevaluasi akt¡v¡tasorganisasi sebagar bentuk
jasa
yang diberikan bagi organ¡sasiMemtlantu agar para unggotu
org*i*¡
dapat menjalankan tanggung jawabnya secara efekt¡f
Mernberi
has¡l analisis,
penilaian,rekomenclasi, konseling
dan
informasiyar'ìg berkartan dengan aktivitas yang
d¡kaji
dan
menciptakan pengendal¡an efektif dengan biaya yang wajaryan g
1.
Suatu aktivitas indepeoden objekt¡f2.
Aktivìtas pember¡an jam¡nan keyak¡nan dan konsultasi3.
Dirancang untuk memberikan suatu ¡¡¡¿¡tambah
serta
meningkatkan kegiatan operasiorgan¡sasi
-4.
Membantu organisasr mencapa¡ tujuannyadalam
5.
Memberikan suatu pendekatan disiplin yang sìstematìs untuk mengevaluasí dan men ingkatkan kecfektivan manajcmenresiko,
pengendal¡andan
prosespengaturan dan pengelolaaÍì oraanisasi Pertimbangan yang mendasari definisi baru :
1,
Gambaran tentang profesi audit internal secara leb¡h baik akan diperoleh dari seberapa baik jasa/pelayanan yang diberikannya, bila dibandingkan dengan siapa yang nr elaksa na ka nnya atau apa saja jasa yang dapat diberikan.Agar tetap befiahan, profesi auditor internal harus dapat dianggap selragaÌ pemberi n¡lai tambah bagi organ isasi.
Auditor Inlernal perlu mengadopsi semua sudut pandang dari seluruh rantai nilai (value chain).
Struktur konse¡ltual audtt inlernaf harus dapat menjangkau hal-hal di Iuar berbag¿ìi proses
inheren yang dilakukannya, untuk mencernlinkan auditor internal sebagai ¡terrrlororrg tersedianya jasa organ isasional.
Standar dan pedoman profesi yang lainnya harus tidak sekedar menjadi pedoman bagi anggota profesi, namun juga hârus dapat mensimbolisasÌkan kualitas/keahlian khas auditor ìntern al kepada pasar.
30
Ruang fingkup dari audit internaf adalah :
" The scope of
i1lemal_auditing should encompass
theexamination and evalua.tion of Ur"
,ãuquuiii
and effectiveness of'!:;::;:';::'in's
svstemor
internat'coníro.t,?!!
th9;;;iitv ;;
2s
).
rryng out assigned responsibitities. " f ¡rn rsg'r p.Tentang keberadaan audit ¡nternar ini rnstitute of Directors in southern Africa dalam kode etiknya
(The
Codeof
Corporate practice&
Concluct) menyatakan:" companies shourd.have an effective internar audit
fuiction
thathas
the
respect and co_operatì"Á"inJ'n'iä
boardof
directorsand managemenf, ,.(Barlow,
199s, p. a13
j.-- '""
Bira dibandingkan audit rnternar dengan audit eksternar dari berbagai aspek l Barrow, 1995, p.4s ) akan nampak sebagai berikut :
Layanan Audit lnternal dan Eksternal
lntern al Manajer/Komite audit Resiko Usah a
Eksterna I
Resiko Laporan Keuangan Saat ini dan yad
Langsu n g Langsung Kebebasan Objectiv¡tas Keg iatan
Yang lalu sampai saât ini T¡dak Langsung
Tidak Langsung Berdasar status Proses yang sedang berjalan Tiap periode akuntansi
Di
lndonesia keberadaanaudit
internalatau
satuan pengawasanintern (sPr) pada BUMN berdasarkan kepada peraturan pemerintah Nomor
3 tahun
1983(pp)
pasal45 dan
BUMD berdasarkan peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 tahun lgB4.3'1
Keberadaan audit internal
di
BUMN ditegaskan kembali dengan p.p Nonro¡'r2
tahunlgg'
untuk BUMN yang berbentuk perseroan Terbatas(PT), dan P.P Nomor l3 tahun 1998 untuk BUMN yang
berbentukPerusahaan Umum (perum). pada umumnya keberadaan audit internal pada Badan Usaha l\,4ilik Swasta (BUMS)
dan
organisas¡ la¡nnya diatur dalam anggaran dasar organisasi yang bersangkutan.Auditor internal yang sampai
saat ini
masih banyakyang
bersifat konvensionaldan
bersikap sebagai,'mata
telingga,, pimpinan organisasi harus
berubah sebagai mitra
dalam organisasi untuk bersama dengan manajer lainnya agar tujuan organisasi tercapai, dengan tugas pokok auditor internal menguji sistem pengendalian infernal (¡¡¡ç¡¡at controt) agar berjalan dengan baik. Pendekatan audit internal telah berkembang menujuControl
Rrsk Se/fAssess¡nenf
( CRSA ).Konsep kemitraan dajam audit internal dapat memberikan berbagai
jenis
pelayanan kepada organisasidari
auditor internar ya¡tu membantu mengevaruasi aktivitas daram bidang-bidang: (1)
pengencJarian âkuntansi internal;(2)
pencegahandan
pendeteksian kecurangan;(3)
pemeriksaan keuangan;(4)
pemeriksaan ketaatan;(5)
pemeriksaan operasional; (6) pemeriksaan manajemen; (7) pemeriksaan kontrak; (g) pemeriksaan s¡stem informasi; (9) pengembangan kualjtas ¡nternal; dan (10) hubungan dengan ent¡tas di luar perusahaan (t"Jiro,2000 hln .130 ),untuk dapat tercapainya audit atas aktivitas organisasi secara optimar diperlukan sistem audit yang berkualit