6 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA 2.1.Komunikasi
Komunikasi memilki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, baik secara individu, kelompok, ataupun masyarakat luas. Semua manusia di dunia ini pasti pernah melakukan proses komunikasi, dalam proses komunikasi manusia dapat bertukar pikiran, gagasan, wawasan.
Komunikasi berasal dari kata “Communication” yang mempunyai arti pemberitahuan atau bertukar pikiran. Ada kata “Communis” yang memilki arti
“Sama”, jadi dari pengertian tersebut dapat diartikan adalah “Kesamaan Makna”.
Jadi, Komunikasi hanya dapat terjadi apabila ada kesamaan makna didalamnya atau ada kesamaan “maksud” didalamnya, apabila tidak ada kesamaan makna didalamnya maka proses komunikasi itu tidak. Komunikasi yang berarti bertukar informasi dan minimal ada dua pihak yang terlibat (Effendy, 1990)
Komunikasi yang berkualitas adalah komunikasi yang efektif, maksudnya adalah bagaimana disaat manusia berinteraksi dengan manusia lain yang didalamnya terdapat komunikasi, pesan dari Komunikator dapat tersampaikan dengan baik dan memberikan efek pada manusia yang menerima pesan. Tentunya dengan kesamaan makna yang terdapat didalamnya, maka komunikasi yang terjalin antara manusia satu dengan yang lainnya dapat benar–benar terjadi secara efektif.
Pernyataan R. Wayne Pace, Brent D. Peterson, dan M. Dallas (Effendy, 1990) menyatakan dalam berkomunikasi memiliki 3 tujuan utama, yaitu to secure understanding (memastikan bahwa komunikan berhasil memahami pesan yang diterimanya), to establish acceptance (memastikan apabila sudah mengerti maka tahap selanjutnya ialah pembinaan) , to motivate action (dan pada akhir dari semua ialah mampu memberikan dorongan motivasi).
7 2.2. Strategi Komunikasi
Strategi Komunikasi pada hakikatnya ialah suatu perencanaan dan manajemen untuk mencapai suatu tujuan, tetapi untuk mencapai tujuan tersebut tidak dapat berjalan dengan sederhana, melainkan diperlukan proses dan tahapan yang cukup rumit. Dalam buku “Dinamika Komunikasi” mengatakan Strategi Komunikasi hakikatnya adalah Perencanaan dan Manajemen yang digabungkan untuk mencapai suatu tujuan(Effendy, 1990). Dengan demikian, Strategi Komunikasi baik dalam sekala Makro (planned multimedia strategy) dan sekala mikro (Single communication medium strategy) mempunyai dua fungsi, yaitu :
1. Menyebarluaskan pesan komunikasi dengan beberapa sifat yaitu sifat informatif, Persuasif, dan Instruktif kepada sasaran atau tujuan untuk memperoleh hasi yang optimal
2. Menjembatani kesenjangan budaya akibat kemudahan operasional media masa yang ampuh, dan jika semua itu dibiarkan maka akan merusak nilai – nilai budaya.
Strategi Komunikasi memiliki 3 tujuan utama, yaitu to secure understanding (memastikan bahwa komunikan berhasil memahami pesan yang diterimanya), to establish acceptance (memastikan apabila sudah mengerti maka tahap selanjutnya ialah pembinaan) , to motivate action (dan pada akhir dari semua ialah mampu memberikan dorongan motivasi) (Effendy, 1990).
Dalam hal ini, peneliti akan menggunakan pendekatan mikro yang mana akan lebih terfokus kepada strategi komunikasi yang terdapat pada Guru Sekolah minggu di GPIB Tamansari Salatiga.
Dalam menyusun Strategi Komunikasi, terdapat beberapa faktor yang harus diperhatikan, yaitu :
1. Mengenal Khalayak
Dengan cara mengenal khalayak, ini merupakan cara atau langkah pertama bagi komunikator dalam usaha komunikasi yang efektif.
2. Menyusun Pesan
8
Menentukan materi dan tema, dengan cara ini harusnya mampu mempengaruhi khalayak sehingga pesan yang disampaikan dapat tersampaikan dengan baik.
3. Menetapkan Metode
Dengan menetapkan metode, mampu dilihat atau dimengerti dari cara pelaksanaannya dan bentuk isinya berdasarkan usia anak 0-12 tahun.
4. Pemilihan Media Komunikasi
Dengan memilih media komunikasi, untuk mencapai sasaran komunikasi, kita dapat memilih gabungan dari beberapa media atau sebaliknya
2.3.Teori Komunikasi Lasswell
Dalam kehidupan sehari-hari manusia, komunikasi ialah hal yang selalu kita gunakan jika ingin berinteraksi dengan orang lain, maka komunikasi pun diteliti oleh para peneliti dan salah satunya ialah Harold D. Lasswell (1948)
Lasswell dalam bukunya The Structure and Function of Communication in Society mengatakan ada cara terbaik untuk menerangkan proses komunikasi yaitu dengan menjawab pertanyaan Who, Says What, In Wich Channel, To Whom, With What Effect (Siapa, Mengatakan apa, Melalui apa, Kepada apa dan Efek apa)(Effendy, 1990). Dengan menjawab pertanyaan tersebut maka secara langsung atau tidak langsung akan memberikan tujuan yang diinginkan sebagai komunikator dan komunikan. Berikut ialah 5 unsur pertanyaan Lasswell :
1. Who ( Siapa)
Who dapat diartikan sebagai komunikator atau sumber, yang mana dalam hal ini mempunyai kebutuhan untuk mendapatkan informasi atau berkomunikasi. Bisa secara individual, kelompok, organisasi.
2. Says What (Mengatakan apa)
Says What dapat diartikan sebagai apa yang akan disampaikan atau di komunikasikan kepada penerima.
9 3. In Which Channel (Media)
In Which Channel dapat diartikan sebagai suatu alat uuntuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada komunikan.
4. To Whom (Penerima)
To Whom dapat diartikan kapada tujuan yang akan dituju, dalam hal ini ialah penerima atau komunikan
5. With What Effect (Dampak)
With What Effect dapat diartikan sebagai dampak yang akan terjadi apabila proses komunikasi telah dilakukan.
2.4.KARAKTERISTIK ANAK SESUAI USIA PERKEMBANGANNYA a. Usia 0-6 Tahun
Karakteristik anak usia 1-6 tahun (Mulyasa,2012) yaitu :
1. Mempelajari keterampilan menggunakan panca indra seperti melihat, mengamati, meraba, mendengar, mencium, dan mengecap dengan memasukan setiap benda ke mulutnya.
2. Sangat aktif dalam mengeksplorasi benda disekitarnya. Anak memiliki kekuatan observasi yang tajam dan keinginan belajar yang luar biasa.
Eksplorasi yang dilakukan terhadap benda sangat efektif bagi proses belajarnya, sehingga membuat motivasi belajar anak usia tersebut sangat tinggi dibandingkan usia lain jika tidak ada hambatan dari lingkungan.
3. Mulai belajar mengembangkan emosi, perkembangan emosi anak didasarkan pada bagaimana lingkungan memperlakukannya.
4. Berkaitan dengan perkembangan fisik, anak sangat aktif melakukan berbagai kegiatan. Hal ini bermanfaat untuk mengembangkan otot-otot kecil maupun besar, seperti memanjat, melompat dan berlari.
10
5. Perkembangan kognitif (daya pikir) sangat pesat, ditunjukkan dengan rasa ingin tahu yang luar biasa terhadap lingkungan sekitar. Hal itu terlihat dari seringnya anak menanyakan sesuatu yang dilihatnya.
6. Bentuk permainan anak masih bersifat individu, bukan permainan sosial, walaupun aktivitas bermain dilakukan secara bersama-sama.
b. Usia 6-12 Tahun
Usia 6-12 tahun masa pendidikan dasar, jika berpedoman pada perkembangan anak, maka pada tahapan perkembangan anak usia sekolah dasar dibagi menjadi dua masa, yaitu usia 6-9 tahun masa kanak-kanak awal dan usia 10- 12 tahun masa kanak-kanak akhir. Masa ini merupakan masa bermain bersama, ditandai anak suka keluar rumah dan mulai bergaul dengan teman sebayanya. Pada masa ini anak sudah memiliki dan memilih teman untuk bergaul. Anak pada tahap usia ini memiliki karakteristik senang bermain, bergerak, bekerja dalam kelompok, dan senang merasakan sesuatu secara langsung dimana menurut Havighurst (Desmita, 2009) perkembangan anak usia sekolah dasar meliputi:
1. Menguasai keterampilan fisik yang digunakan dalam permainan dan aktivitas fisik,
2. membangun hidup sehat,
3. belajar bergaul dan bekerja dalam kelompok,
4. belajar menjalankan peranan sosial sesuai dengan jenis kelamin,
5. belajar membaca menulis, dan menghitung agar mampu berpartisipasi dalam masyarakat,
6. memperoleh sejumlah konsep yang diperlukan untuk berfikir efektif, 7. mengembangkan kata hati, moral dan nilai-nilai dan
8. mencapai kemandirian pribadi
11 2.5.Penelitian Terdahulu
Nama Peneliti Judul Penelitian Tujuan Penelitian Metode penelitian
Hasil penelitian
Fachrul Ilzha Maulana
STRATEGI KOMUNIKASI KOMUNITAS STAND UP COMEDY SALATIGA DALAM
MEMPERTAHANKAN EKSISTENSINYA
Untuk menjelaskan strategi komunikasi komunitas stand up komedi salatiga dalam mempertahankan eksistensinya
Kualitatif Komunitas stand komedi salatiga selalu mengadakan evaluasi,
mengadakan kumpuk – kumpul bersama, mengenal khalayak mana yang akan menjadi pendengar stand up komedi, menjalin komunikasi yang baik
Joshua Karuniajaya STRATEGI KOMUNIKASI GURU SEKOLAH MINGGU DALAM IBADAH ONLINE SEKOLAH MINGGU
SELAMA MASA PANDEMI COVID – 19 DI GEREJA PANTEKOSTA DI INDONESIA “EL-
SHADDAI” MAGELANG
Untuk mengetahui Strategi Komunikasi Guru – guru sekolah minggu dalam ibadah online sekolah minggu selama masa pandemic Covid-19 di Gereja Pantekosta di Indonesia “El- Shaddai” Magelang
Kualitatif Deskriptif
Melakukan evaluasi setiap minggunya, menggunakan strategi – strategi komunikasi yang baik dan cocok untuk digunkakan kepada anak – anak sekolah minggu, monitoring anak sekolah minggu, komunikasi
pendukung dengan
12
media – media online.
Sisilia Herlina STRATEGI KOMUNIKASI HUMAS DALAM
MEMBENTUK CITRA PEMERINTAHAN DI KOTA MALANG
Untuk mengetahui Strategi Komunikasi Humas dalam membentuk Citra Pemerintahan di Kota Malang
Kualitatif Deskriptif
Dalam membentuk citra di masyarakat, Humas
pemerintahan kota Malang
melaksanakan Komunikasi internal dan external.
Priyo Suswanto &
Sri Dewi Setiawati
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN SHOPEE DALAM MEMBANGUN POSITIONING DI TENGAH PANDEMI COVID-19 DI INDONESIA
Untuk mengetahui bagaimana Strategi komunikasi pemasaran shopee dalam
membangun
positioning di tengah pandemic covid-19 di Indonesia
Kualitatif Memanfaatkan media baru yang media tersebut di adopsi kedalam fitur media chanel juga ditunjang dengan ide dan gagasan untuk mencari celah dari konsumen untuk mendapatkan Positioning
Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang penulis jabarkan di atas adalah penelitian ini merujuk kepada strategi komunikasi yang dilakukan oleh guru- guru sekolah minggu dalam ibadah online dan offline anak-anak sekolah minggu.
Sedangkan penelitian yang lampau merujuk kepada strategi komunikasi pemasaran, strategi komunikasi untuk mempertahankan eksistensi dan strategi komunikasi cara pembentukan citra positif di masyarakat.
13 2.6.Kerangka Berpikir Penelitian
Kolom tulisan di atas ialah bentuk dan kerangka berpikir dari penelitian yang akan dilakukan oleh penulis. Kerangka berpikir dimulai dari Pandemi Covid- 19 yang memberikan dampak kepada seluruh sektor secara khusus sektor
Pandemi COVID-19
GPIB Tamansari Pospel Kembangsari
Peribadahan
Pengajaran anak sekolah minggu oleh guru sekolah minggu
Strategi komunikasi Pengajaran Anak
Teori Komunikasi
Teori Komunikasi
14
pendidikan dan peribadahan, dilanjutkan kepada tempat yang terkena dampak yaitu GPIB Tamansari Salatiga (Pospel Kembangsari), lalu di jabarkan mulai dari tatacara peribadahan, bagaimana cara anak sekolah minggu diajarkan, dan
bagaimana Strategi komunikasi agar bisa tetap bertahan di masa Pandemi Covid- 19.