viii
Universitas Kristen Maranatha PENGARUH ENVIRONMENTAL TELEVISION ADVERTISEMENT
TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN PADA PRODUK AIR MINUM
DALAM KEMASAN AQUA
ABSTRAK
Isu kerusakan lingkungan yang mencuat akhir-akhir ini menimbulkan kesadaran dan keprihatinan masyarakat dunia tentang pentingnya pelestarian lingkungan, oleh karena itu banyak pihak yang mengharapkan agar perusahaan di Indonesia mengembangkan
usaha berkelanjutan (Sustainability) yang ramah lingkungan. Kesadaran masyarakat
tersebut menuntut pemasar untuk mempertimbangkan strategi pemasaran yang harus mendukung kesadaran dalam menjaga kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, lahir
konsep Environmental Marketing. Sebagai bagian dari konsep Environmental
marketing, strategi periklanan Environmental Advertisement muncul dan memengaruhi minat beli. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis
apakah environmental television advertisement berpengaruh terhadap minat beli
konsumen pada produk air minum dalam kemasan Aqua. Metode pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survey yaitu dengan menggunakan kuesioner. Populasi penelitian adalah mahasiswa Universitas Kristen Maranatha yang membeli produk AMDK merek Aqua, dengan jumlah sampel 100 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah probability sampling dengan pendekatan simple random sampling. Alat uji instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji multikolinearitas dan heterokedastisitas. Dan alat analisis pada penelitian ini
menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini adalah environmental
television advertisement berpengaruh terhadap minat beli konsumen pada produk AMDK Aqua
ix
Universitas Kristen Maranatha INFLUENCE OF ENVIRONMENTAL TELEVISION ADVERTISEMENT AGAINST CONSUMER BUYING INTEREST PRODUCT BOTTLED DRINKING
WATER AQUA
ABSTRACT
The issue of environmental damage which appeared lately raises awareness and concerns of the world community about the important of environmental conservation, therefore many parties expect that companies in Indonesia to develop sustainability business environmentally friendly. Public awareness demand marketer to consider marketing strategy which should support awareness of protecting the environment. Therefore born the concept Environmental Marketing. As part of the concept of environmental marketing, environmental television advertisement appear and affect the buying interest. The research aims to examine and analyze whether environmental television advertisement effect on consumer buying interest of product bottled drinking water Aqua. Data collection method in this research conducted by using the survey with questionnaires. The research population was Maranatha Christian University student who buy product bottled drinking water Aqua brand with a sample of 100 people. The sampling technique used in this research is the probability sampling with simple random sampling approach. Test instrument used validity test, reliability test, multicollinearity test and heterokedastisitas. And analytical tools in this research using simple linier regression. Result of this research is the environmental television advertisement effect on consumer buying interest on product bottled drinking water Aqua.
x
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... ...iii
SURAT PERNYATAAN PENELITIAN TIDAK
xi
2.5 Pengembangan Hipotesis ... ...45
xii
Universitas Kristen Maranatha
4.5 Pengaruh Environmental Television Advertisement (X) Terhadap
Minat Beli (Y) ... .77
4.5.1 Analisis Koefisien Korelasi Pearson ... .77
4.5.2 Analisis Persamaan Regresi Linier Sederhana ... .79
4.5.3 Analisis Koefisien Determinasi ... .80
4.6 Pengujian Hipotesis (Uji-t) ... .81
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... .83
5.2 Saran………. ... .84
5.3 Keterbatasan Penelitian………...85
5.4 Implikasi Manajerial………....86
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
xiii
Universitas Kristen Maranatha DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 1 Model Perilaku Konsumen ... ...32
Gambar 2 Rerangka Teoritis ... ….39
Gambar 3 Rerangka Pemikiran………...44
Gambar 4 Model Peneliti………...45
Gambar 5 Uji Heterokedastisitas menggunakan Scatterplot………..77
xiv
Tabel VI Gambaran Banyaknya Responden Berdasarkan Jenis Kelamin.... ... …64
Tabel VII Skor Jawaban Responden Terhadap Item Pernyataan Pada Variabel X……….65
Tabel VIII Persepsi Responden Tentang Item Pernyataan Variabel X2…… ... ….67
Tabel XIII Persepsi Responden Tentang Item Penyataan Variabel X11…….. ... …70
Tabel XIV Persepsi Responden Tentang Item Pernyataan Variabel X12………… ... …70
Tabel XV Persepsi Responden Tentang Item Pernyataan Variabel X16………… ... …71
Tabel XVI Skor Jawaban Responden Tentang Item Pernyataan Pada Variabel Y……...………..72
Tabel XVII Persepsi Responden Tentang Item Pernyataan Variabel Y1…….. ... …73
xv
Universitas Kristen Maranatha
Tabel XIX Persepsi Responden Tentang Item Pernyataan
Variabel Y3…….. ... .74
Tabel XX Persepsi Responden Tentang Item Pernyataan Variabel Y4…….. ... .74
Tabel XXI Persepsi Responden Tentang Item Pernyataan Variabel Y5………. ... .75
Tabel XXII Kolmogorov Smirnov Test ... .76
Tabel XXIII Koefisien Korelasi Pearson ... .78
Tabel XXIV Koefisien Korelasi dan Taksirannya ... .78
Tabel XXV Analisis Regresi Linier Sederhana………....79
Tabel XXVI Analisis Koefisien Determinasi……….80
xvi
Universitas Kristen Maranatha DAFTAR LAMPIRAN
1 Universitas Kristen Maranatha
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Isu kerusakan lingkungan yang mencuat akhir-akhir ini menimbulkan kesadaran dan
keprihatinan masyarakat dunia tentang pentingnya pelestarian lingkungan, hal ini tentu
menimbulkan kekhawatiran kemungkinan adanya bencana alam yang mengancam, belum
lagi mengenai masalah kesehatan bahkan sampai yang dapat mengancam kelangsungan
hidup manusia dan keturunannya. Perubahan iklim yang terjadi di dunia tentu berdampak
pada penurunan kondisi lingkungan yang diakibatkan oleh kegiatan manusia tanpa
mempertimbangkan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Bukti bukti yang ditunjukkan ilmuwan dan pemerhati lingkungan, seperti penipisan
ozon yang secara langsung memberi prevelensi kanker kulit dan berpotensi mengacaukan
iklim dunia serta pemanasan global, memperkuat alasan kekhawatiran tersebut. Belum
lagi masalah hujan asam, efek rumah kaca, polusi udara dan air yang sudah pada tahap
berbahaya, kebakaran dan penggundulan hutan yang mengancam jumlah oksigen di
atmosfer kita dan banjir di sejumlah kota. Bahkan sampai sekarang menjadi masalah
besar karena jumlah sampah yang semakin besar dan banyaknya sampah yang sulit didaur
ulang (Wibowo, 2002).
Eksistensi perusahaan di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari isu lingkungan hidup,
baik yang berhubungan dengan kerusakan lingkungan maupun dengan upaya pelestarian
lingkungan. Oleh karena itu, banyak pihak yang mengharapkan agar
BAB I PENDAHULUAN 2
Universitas Kristen Maranatha (sustainability) yang ramah lingkungan. Isu kerusakan lingkungan hidup yang banyak
dipublikasi melalui berbagai media massa menyebabkan semakin sadarnya masyarakat
akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup. Seiring dengan semakin besarnya
dampak negatif dari aktivitas bisnis tersebut maka banyak komunitas yang melakukan
upaya penyadaran untuk kelestarian lingkungan.
Kesadaran masyarakat tersebut menuntut pemasar untuk mempertimbangkan strategi
pemasaran yang harus juga mendukung kesadaran dalam menjaga kelestarian lingkungan
hidup. Strategi pemasaran yang meliputi 4P terdiri atas product, price, place, dan
promotion harus disesuaikan dengan situasi masyarakat agar produk yang disampaikan
bisa diterima oleh masyarakat. Oleh karena itu, lahir konsep environtmental marketing
atau green marketing. Green marketing itu sendiri telah muncul sejak tahun 1970-an,
namun kurang banyak mendapat perhatian dari masyarakat, sampai pada akhir 1980-an
dimana banyak terjadi bencana-bencana alam seperti lubang pada lapisan ozon,
pencemaran laut karena pertambangan minyak, menurunnya populasi ikan laut yang
menunjukkan betapa kurangnya perhatian masyarakat terutama para pelaku bisnis
terhadap lingkungannya. Hal ini menyebabkan istilah green marketing menjadi popular
diawal tahun 1990-an. Green marketing didefinisikan sebagai suatu proses manajemen
yang bertanggung jawab untuk mengidentifikasi, mengantisipasi dan memuaskan
kebutuhan dari konsumen dan masyarakat secara profitable dan berkelanjutan (Peattie,
1992). Bevilacqua, et. al. (2012) mengutip pendapat Coddington (1993) bahwa green
marketing merupakan “marketing activities that recognize environmental stewardship as
a business development responsibility and business growth opportunity”. Artinya adalah
bahwa green marketing merupakan aktivitas pemasaran yang memahami pemeliharaan
lingkungan sebagai tanggung jawab pengembangan bisnis dan sebagai peluang
BAB I PENDAHULUAN 3
Universitas Kristen Maranatha
Green marketing merujuk pada kepuasan kebutuhan, keinginan, dan hasrat pelanggan
dalam hubungan dengan pemeliharaan dan pelestarian dari lingkungan hidup. Green
marketing memanipulasi empat elemen dari bauran pemasaran (produk, harga, distribusi,
dan promosi) untuk menjual produk dan pelayanan yang ditawarkan dari
keuntungan-keuntungan keunggulan pemeliharaan lingkungan hidup yang dibentuk dari pengurangan
limbah, peningkatan efisiensi energi, dan pengurangan emisi beracun.
Di Indonesia konsep green marketing sudah mulai dilakukan oleh
perusahaan-perusahaan. Baik mereka yang mengedepankan green input, green process, ataupun
green output atau segala hal yang berkaitan dengan usaha penyelamatan lingkungan oleh
perusahaan. Pemasar berusaha menggunakan berbagai strategi untuk menjual produk
perusahaan dalam usaha mencapai tujuan perusahaan.
Meningkatnya kesadaran konsumen terhadap lingkungan menimbulkan perubahan
dalam perilaku pembelian konsumen. Konsumen menjadi lebih sensitif dalam pemilihan
produk yang akan mereka konsumsi atau gunakan. Mereka akan mulai memilih produk
ramah lingkungan yang ditawarkan oleh pemasar. Sebagaimana diungkapkan oleh Kasali
bahwa strategi green marketing saat ini sudah mulai diterapkan di beberapa perusahaan.
Dua diantaranya adalah LG Electronics dan Unilever dengan campaign go green-nya
yang menitikberatkan pada air “Potensi Green Product Bergantung Stimulasi” www.
Marketing.co.id, 29 September 2011 tanggal akses 06 Maret 2015). Lalu organisasi bisnis
lain yang menerapkan strategi integrasi pemasaran lingkungan di Indonesia adalah PT
Aqua Danone yang berdiri sejak tahun 1973, melalui produk unggulannya yaitu AQUA.
Aqua adalah merek AMDK dengan penjualan terbesar di Indonesia dan merupakan salah
satu merek AMDK yang paling terkenal di Indonesia, telah menjadi merek generik untuk
BAB I PENDAHULUAN 4
Universitas Kristen Maranatha persaingan berbagai produk AMDK di Indonesia. Posisinya yang kuat disebabkan oleh
faktor Aqua sebagai produk air minum yang pertama kali hadir di Indonesia serta diikuti
dengan strategi promosi dan pemasaran yang gencar (http://id.wikipedia.org/wiki/Aqua,
tanggal akses 06 Maret 2015).
Aqua sendiri merupakan salah satu produk AMDK yang konsen dan memiliki
kepedulian terhadap peningkatan partisipasi masyarakat pada pelestarian lingkungan
hidup. Kepedulian perusahaan yang bergerak di bidang jasa penyediaan air minum
kemasan tersebut sudah lama dilaksanakan, yaitu dengan menggunakan manajemen
sumber daya air yang canggih untuk menjamin kualitas sumber-sumber mata airnya
(http://lampung.antaranews.com/berita/272276/aqua-danone-peduli-pelestarian-lingkungan, tanggal akses 06 Maret 2015) ditambah Aqua juga menggunakan inovasi
terbaru tutup Aqua galon yang unik dan inovatif, dan desain secara eksklusif.
Secara eksplisit, Makower et. al. (1993) menjelaskan kriteria yang dapat digunakan
untuk menentukan apakah suatu produk ramah atau tidak terhadap lingkungan, sebagai
berikut: (a) tingkat bahaya produk bagi kesehatan manusia atau binatang, (b) seberapa
jauh produk dapat menyebabkan kerusakan lingkungan selama di pabrik, digunakan atau
dibuang, (c) tingkat penggunaan jumlah energi dan sumber daya yang tidak proporsional
selama di pabrik, digunakan atau dibuang, (d) seberapa banyak produk menyebabkan
limbah ketika kemasannya berlebihan atau untuk suatu penggunaan yang singkat, (e)
seberapa jauh produk melibatkan penggunaan yang tidak ada gunanya atau kejam
terhadap binatang, (f) penggunaan material yang berasal dari spesies atau lingkungan
yang terancam.
Sebagai bagian dari konsep green marketing, environmental television advertisment
BAB I PENDAHULUAN 5
Universitas Kristen Maranatha
mengkomunikasikan produk yang berlabel green product untuk ditawarkan kepada
konsumen yang sudah memiliki pola mindset green consumer melalui media periklanan,
salah satunya adalah media televisi.
Konsumen yang sangat menyadari arti pentingnya lingkungan bahkan mau membeli
suatu produk pada harga premium, tentu saja tidak dengan mengabaikan kualitas.
Sehingga pemasar menganggap hal ini sebagai peluang yang baik untuk memenangkan
persaingan.
Pemasar berusaha menggunakan berbagai strategi promosi untuk menjual produk
perusahaan dalam usaha mencapai tujuan perusahaan. Strategi environmental television
advertisement merupakan strategi yang potensial digunakan untuk strategi bisnis dan
telah digunakan sebagai poros strategi promosi.
Berdasarkan pemaparan di atas, maka peneliti tertarik untuk meneliti “PENGARUH
ENVIRONMENTAL TELEVISION ADVERTISMENT TERHADAP MINAT BELI
BAB I PENDAHULUAN 6
Universitas Kristen Maranatha
1.2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan sebelumnya, maka
identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Apakah environmental television advertisement berpengaruh terhadap minat beli
konsumen pada produk air minum dalam kemasan Aqua?
1.3. Tujuan Penelitian
Sesuai dari identifikasi masalah, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
Untuk menguji dan menganalisis apakah environmental television advertisement
berpengaruh terhadap minat beli produk air minum dalam kemasan Aqua.
1.4. Kegunaan Penelitian
Penelitian tentang pengujian pengaruh environmental television advertisement terhadap
minat beli produk air minum dalam kemasan Aqua, diharapkan memiliki kegunaan:
1.4.1. Kegunaan teoritis
Penelitian ini dapat dijadikan sebagai saran informasi untuk meningkatkan wawasan
dan pengetahuan tentang sejauh mana pengaruh kepedulian terhadap lingkungan
dengan keputusan membeli konsumen terhadap suatu produk. Selain itu memberi
BAB I PENDAHULUAN 7
Universitas Kristen Maranatha
1.4.2. Kegunaan bagi praktisi
Dipraktikkan dan menjadi bahan pertimbangan bagi praktisi dan perusahaan yang
akan mengambil kebijakan sistem manajemen lingkungan dan environmental
television advertisement sebagai strategi promosi untuk pertumbuhan koorporasi
dalam meningkatkan kinerja perusahaan dalam rangka mencapai keunggulan
83 Universitas Kristen Maranatha
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Dari hasil analisa dan pengolahan data pada penelitian tentang “Pengaruh
Environmental Television Advertisement Terhadap Minat Beli Konsumen Pada Produk
Air Minum Dalam Kemasan Aqua”, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Environmental Television Advertisement Berpengaruh Terhadap Minat Beli
Konsumen Pada Produk Air Minum Dalam Kemasan Aqua, dengan persentase
pengaruh sebesar 18,1%, sedangkan sisanya sebesar 81,9% dipengaruhi oleh
faktor lain yang tidak diteliti.
2. Dilihat dari uji validitas beberapa item dinyatakan valid dengan menunjukkan
bahwa besarnya KMO adalah 0,788 dengan tingkat signifikan 0,000 yang berarti
datanya mencukupi untuk proses lebih lanjut. Item pernyataan yang valid pada
Environmental Television Advertisement terdiri dari item 2, 3, 4, 5, 6, 11, 12, 16
dan Minat Beli terdiri dari item 1, 2, 3, 4, 5
3. Dari hasil uji reliabilitas, beberapa instrumen dinyatakan reliable karena lebih
besar dari nilai cronbach alpha. Variabel Environmental Television
Advertisement (X) dengan cronbach alpha = 0,843 > 0,70. Variabel minat beli
konsumen (Y) dengan cronbach alpha = 0,834 > 0,70. Dari hasil uji reliabilitas
seluruh variabel yang telah dinyatakan valid, juga dinyatakan reliabel, karena
nilai cronbach alpha ≥ 0,70
4. Dari analisis statistik data responden diketahui bahwa mayoritas responden
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 84
Universitas Kristen Maranatha sedangkan sisanya adalah responden yang berjenis kelamin perempuan, yaitu
sebanyak 42 orang atau 42,0% .
5. Dari hasil uji asumsi klasik data tersebut berdistribusi normal karena nilai Asymp
sig 0,894 > 0,05, dan data terbebas dari heterokedastisitas, karena hasil dari
Scatterplot menunjukkan bahwa titik-titik menyebar secara acak dan tidak
membentuk suatu pola. Serta titik meyebar baik diatas maupun dibawah angka
nol pada sumbu Y.
6. Dari hasil analisis koefisien korelasi dengan menggunakan pearson, didapat
bahwa koefisien korelasi penelitian ini sebesar 0,426 angka tersebut
menunjukkan adanya hubungan yang “rendah” antara variabel bebas dan variabel
terikat.
7. Dari pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t didapat bahwa nilai thitung
lebih besar daripada ttabel yakni sebesar 4, 666 > 1,661 maka H0 ditolak dan H1
diterima. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh environmental television
advertisement terhadap minat beli konsumen pada produk air minum dalam
kemasan Aqua.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil pembahasan serta beberapa kesimpulan pada penelitian ini, adapun
saran-saran yang dapat diberikan melalui hasil penelitian ini agar mendapatkan hasil yang
lebih baik, yaitu:
1. Diharapkan peneliti lain melakukan penelitian dengan model penelitian yang
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 85
Universitas Kristen Maranatha menggunakan variabel yang berbeda atau dapat menambahkan beberapa variabel
baru ke dalam penelitian.
2. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan lebih memperhatikan konsistensi responden
dalam menjawab setiap item pernyataannya.
3. Dalam penelitian ini, peneliti sendiri menggunakan jumlah sampel yang terlalu
sedikit dan pemilihan sampel hanya mahasiswa Universitas Kristen Maranatha,
ada baiknya untuk peneliti selanjutnya bisa menggunakan jumlah sampel yang
lebih besar lagi untuk seluruh Universitas lainnya di Kota Bandung
5.3 Keterbatasan Penelitian
Penelitian ini masih mempunyai keterbatasan-keterbatasan. Adanya keterbatasan ini,
diharapkan dapat dilakukan perbaikan untuk penelitian yang akan dating. Adapun
keterbatasan dalam penelitian ini adalah
1. Kurangnya kesungguhan dari beberapa responden dalam menjawab pernyataan.
Hal ini dikarenakan aktivitas beberapa responden yang cukup padat.
2. Masih tingginya keengganan responden dalam menjawab pernyataan-pernyataan
penelitian sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Hal ini tampak dalam jawaban
responden yang banyak mengumpul pada jawaban sangat setuju sehingga hal ini
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 86
Universitas Kristen Maranatha 5.3 Implikasi Manajerial
1. PT Aqua Danone selaku perusahaan yang memproduksi air minum dalam kemasan
Aqua, hendaknya mengiklankan setiap produknya dengan konsep environmental
advertisement pada media televisi untuk mengkomunikasikan produk Aqua dan lebih
meyakinkan konsumen yang sudah memiliki pola mindset green consumer, dan
mengajak untuk merubah konsumen lain yang belum memiliki pola pikir tersebut
untuk sadar dan mengikuti memiliki pola mindset green consumer juga.
2. PT Aqua Danone hendaknya menggunakan celebrity endorser yang sudah terpercaya
dalam mengiklankan Aqua, namun tetap dikemas dalam konsep environmental
advertisement agar konsumen lebih percaya lagi dalam memilih produk AMDK
Aqua.
3. PT Aqua Danone bisa mencoba menggunakan media lain untuk promosi Aqua, tidak
hanya media televisi saja, namun tetap mengangkat tema Green dalam segala bentuk
Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR PUSTAKA
Agung, Yuliana. (2004). 101 Konsultasi Praktis Pemasaran 1. Jakarta: PT.
Elex Media Komputindo.
Assael, H. (1995). Consumer Behavior and Marketing Action. Boston : Kent
Publishing.
Azwar, Saifudin. (2010). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Psutaka Belajar
Banerjee, S., Gulas, C. S., & Iyer, E. (2006). Shades of green: a multidimensional analysis of environmental advertising.
Bakry, Ahmad. (2007). Mengantisipasi Isu Green Customer Melalui
Proactive Corporate Environmental Management (PCEM) Manajemen Lingkungan. Usahawan No 12 Desember 2007.
Bevilacqua, Maurizio, Filippo Emanuele Ciarapica, dan Giancarlo
Giacchetta. (2012). Tool for the Development of a Sustainability
Supply Chain. London: Springer-Verlag London Limited
Bukhari, A. (2011). Pengaruh Kesadaran Lingkungan pada Niat Beli Produk Hijau: Studi Perilaku Konsumen Berwawasan Lingkungan. Benefit, Vol. 9, No.2, Desember.
Byrne, Michael. (2002). Understanding Consumer Preferences Across
Environmental Marketing Mix Variations. OIKOS University of Newcastle
Charter, Martin & Polonsky, Michael J. (1999). Green Marketing: A Global
Universitas Kristen Maranatha
Chooper, Donald R & Schinderlin, P.S. (2003). Business Research Methods.
International Edition, 8thEdition, McGraw Hill/Irwin, New York.
Engel, J, Miniard, P, Blackwell, R. (2001). Consumer Behavior . Ed 9. Ohio-
Western.
Febryan, Ferdhy. (2010). The Power of Selling. Jakarta: PT. Elex Media
Komputindo
Ghozali Imam. (2011). Aplikasi Multivariate Dengan Program IBM SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro
Harun Al Rasyid. (1993). Metoda Sampling dan Penskalaan. Jurusan
Statistika Universitas Padjajaran.
Haryadi, R., (2009). “Pengaruh Strategi Green Marketing Terhadap Pilihan
Konsumen Melalui Pendekatan Marketing Mix Studi Kasus pada The Body Shop Jakarta”, Tesis S2, Universitas Diponegoro, Semarang.
Hee Yim Jeong. (2000). An Examination of Selected Marketing Mix
Elements and Brand Equity. Journal of the Academy of Marketing Science Vol. 28, No.22.
Hopfenbeck, Waldemar. (1992). The Green Management Revolution:
Lesson in Environmental Excelence. Prentice Hall Inc.
Universitas Kristen Maranatha http://id.wikipedia.org/wiki/Aqua
Jogiyanto (2011). Metode Penelitian Kuantitatif dan R&D. Alfabeta.
Bandung
Khan, Martin. (2007). Consumer Behavior and Advertising Management.
New Delhi: New Age International
Kasali, Rhenald. (2005), “Sembilan Fenomena Bisnis”, Manajemen Study
Society MSS, FEUI Official Site.
Kotler, Philip & Armstrong, Gary. (2009). Principle of Marketing (9th Ed.) New Jersey: Prentice Hall
Kotler, P. (2009). Manajemen Pemasaran. Jilid 1. Jakarta : Prenhallindo.
Kotler, P & Armstrong, P. (2009). Dasar-dasar Pemasaran. Jilid 1. Jakarta :
PT Indeks.
Leis, Kline & Botterill. (2007). Green Advertising: Greenwash or a True Reflection of Marketing Strategies?. PT. Gramedia. University of Helsinki, Finland
Lozada, H.R. (2000). “Ecological Sustainability and Marketing Strategy : Review and Implication”. Seton Hall University.
McCarthy. (2010). Handbook of Marketing and Society. Thousand Oaks
California: Sage Publications Inc.
Mowen, J. C. & Michael Minor. (2010). “Consumer Behavior”. Fifth
Universitas Kristen Maranatha
Makower, Paul N. (1993). Social Communication in Advertising:
Consumption in the Mediated Marketplace. Third edition. New York: Taylor & Francis Group.
Neuman, L.W. (2000). Social Research Methods. 4th Edition. Allyn and
Bacon.
Octoviani Aniza. (2011). Pengaruh Strategi Green Marketing Terhadap
Loyalitas Pelanggan The Body Shop Dikalangan Mahasiswa. Tesis Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Program Pasca Sarjana Ilmu Administrasi Kekhususan Administrasi Bisnis Internasional, Jakarta.
Ollson, (2002). Green Advertising Revisited: Conditioning Virtual Nature
Experience. International Journal of Advertising. Vol. 28.
Ongkrutraksa, Worawan Yim. (2007). Green Marketing and Advertising.
Dalam May, Steve Kent, George Cheney, dan Juliet Roper. The Debate Over Corporate Social Responsibility. New York: Oxford University Press.
Ottman, J.A. Stafford E. & R. Hartman. C.L. (2006) Green Marketing
Myopia: Ways To Improve Consumer Appeal for Environmental Preferable Product. Environment Volume 48, Number 5 pp 22-26 Heldref Publications, 2006.
Peattie, Ken. (1992). Green Marketing: Challenger and Opportunities for
the New Marketing Age (1st Ed). NTC Business Books
Poinsefty Isna. (2014). Pengaruh Green Product dan Green Advertising
Universitas Kristen Maranatha Polonsky, M.J, Rosenberger, P.J & Ottman, J, (1998). “ Developing Green
Products: Learning From Stakeholder,” Asia Pasific Journal or Marketing and Logistics, 10 (1), 22-43.
Queensland Government. (2002). Green marketing-The Competitive
Advantage of Sustainability.
www.epa.qld.gov.au/sustainable_industries
Rader, Nancy. (1998). Fundamental Requirement for an Effective Green
Market. American Wind Energy Assosiation.
Reitman, J. (1992). Environmental Marketing: A Model Of Consumer
Behavior. Loyola University New Orleans. Assosiation of Collegiate Marketing Educators.
Rohmat Solahudin, (2013), Pengaruh Green Marketing Terhadap
Keputusan Pembelian Produk Ades, Jurusan PIPS Fakultas Keguruan
dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Tahun 2013. Skripsi,
FKIP UNS
Sabar. (2007). Pengantar Metodologi Penelitian. FKIP: Universitas Muria
Kudus
Saladin, (2006). Pengaruh Daya Tarik Iklan Terhadap Pembentukan Citra Merek Pepsodent. eJurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran
Schaefer Anja. (2005) Some Consideration Regarding The Ecological
Sustainability of Marketing System Open University Business School.
Universitas Kristen Maranatha
Sekaran, (2006), Metodologi Penelitian untuk Bisnis, Edisi 4, Buku 1,
Jakarta: Salemba Empat.
Sekaran, Uma. (2003). Research Methods for Business, 3rd Edition, John
Wiley & Sons Inc, New York.
Silalahi, Ulber. (2009). Metode Penelitian Sosial, Bandung: PT Refika Aditama.
Siswanto Welly. (2013). Dampak Environmental Advertising Melalui Iklan
Televisi Terhadap Minat Beli Produk Elektronik Ac Inverter Panasonic Pada Calon Konsumen Di Surabaya: Program Manajemen Pemasaran, Universitas Kristen Petra, Surabaya.
Sudjana. (2005). Metoda Statistika. Bandung: Tarsito
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R &D.
Bandung: Alfabeta
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: CV Alfabeta.
Darmadi
Suliyanto. (2006). Metode Riset Bisnis. 1st ed. CV. Andi Offset
(Penerbit Andi). Yogyakarta.
Universitas Kristen Maranatha Suryani, T. (2008). Perilaku Konsumen: Implikasi Pada Strategi Pemasaran.
Yogyakarta : Graha Ilmu.
Tjiptono, Fandi. (2002). Studi Mengenai Sukses Pemasaran Produk (Studi Kasus Pada Riteler Produk kain Sarung Merek gajah Duduk di Pekalongan). Jurnal Sains Pemasaran Indonesia, Vol. IV, No. 1
Wibowo, Buddi. (2002). Green Consumerism dan Green Marketing As
Global Competitive Edge: Concept, Syntesis, And Implication EABR (Business) & ETLC (Teaching) Converence Venice Italy.
Wehr, Kevin, (2011). Green Culture: An A-to-Z Guide. Thousand Oaks,
California: Sage Publications, Inc.
www. Marketing.co.id
Yuanita Cindy. (2013). Pengaruh Sikap Green Advertising Pada Brand