• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Galeri Pariwisata Bahari Indonesia.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perancangan Galeri Pariwisata Bahari Indonesia."

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

i

Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK

Potensi wisata di Indonesia sangat besar, mulai dari aspek alam, budaya, kuliner, serta masyarakat. Tetapi aspek alam merupakan aspek yang paling berpotensi untuk menarik wisatawan untuk datang ke Indonesia,terutama alam baharinya. Namun walaupun Indonesia memiliki semua potensi tersebut, Indonesia masih kurang dikenal sebagai obyek wisata yang indah, baik itu oleh masyarakat negara lain, maupun oleh masyarakat negara Indonesia sendiri, masyarakat Indonesia masih banyak yang lebih memilih berwisata ke luar negeri. Oleh karena itu, perlu disediakan sebuah media atau fasillitas yang dapat memberikan informasai bahwa di Indonesia terdapat banyak sekali obyek wisata alam pantai dan laut yang sangat indah dan menarik untuk dikunjungi. Salah satu fasilitas yang dapat memecahkan permasalahan tersebut adalah fasilitas galeri, yakni galeri pariwisata bahari Indonesia. Galeri tersebut harus didukung dengan interior yang menarik agar masyarakat tertarik untuk berkunjung. Perancangan interior galeri tersebut menggunakan gaya arsitektur modern untuk dapat mengimbangi keadaan masyarakat modern saat ini. Namun gaya modern yang biasanya memiliki bentuk geometris dipadupadankan dengan konsep dinamis untuk mendukung tema bentang alam bahari. Sehingga dari perancangan interior galeri yang menarik, pada akhirnya akan memberikan dampak positif pada berbagai pihak, dengan tujuan utama untuk meningkatkan jumlah wisatawan di Indonesia.

(2)

ii

Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT

Tourism in Indonesia has huge potentials with its nature, culture, culture and people involved in it. However, it is nature that is of the most pivotal role to attract tourists to come to Indonesia, particularly its tourism at sea. Regardless of those potentials, knowledge of Indonesia's being an interesting object of tourism is hardly known locally and internationally. The Indonesians would prefer to go abroad for their holiday. Thus, media and facilities to inform the fact that Indonesia the right site for tourism needs to spread out since it has tourism sites like oceans or beaches to visit and enjoy. One of the facilities that can cater for those needs is through galleries that focalizing the tourism at sea in Indonesia. The gallery must be complimented with interesting interiors to attract tourists to come and visit. The design makes use of the modern architecture style to accord with the present situation. However, the modern style has a geometric size intertwined with dynamic concept to support the theme of tourism at sea. The interesting interior of the gallery eventually will have a positive impact for those related and particularly to the increasing number of tourists who come and visit Indonesia.

(3)

v

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK ... i

ABSTRACT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR GAMBAR ... viii

DAFTAR TABEL ... xi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Identifikasi Masalah ... 3

1.3 Ide / Gagasan Perancangan ... 4

1.4 Rumusan Masalah ... 5

1.5 Tujuan Perancangan ... 5

1.6 Manfaat Perancangan ... 6

1.7 Ruang Lingkup Perancangan / Batasan Perancangan ... 6

1.8 Sistematika Penulisan ... 7

(4)

vi

Universitas Kristen Maranatha

2.1 Deskripsi Galeri ... 9

2.2 Standar Ruang Galeri ... 10

2.3 Klasifikasi Galeri ... 11

2.4 Fungsi Galeri ... 12

2.5 Jenis Koleksi Galeri ... 12

2.6 Tata Cara Display Koleksi Galeri ... 13

2.7 Pola Sirkulasi pada Galeri ... 14

2.8 Deskripsi Pariwisata ... 17

2.9 Data Pariwisata di Indonesia... 19

2.9.1 Jumlah Wisatawan Mancanegara ... 19

2.9.2 Data kelautan di indonesia ... 21

2.10 Objek Wisata Pantai di Indonesia ... 22

2.11 Food Court ... 28

2.12 Toko Souvenir ... 31

BAB III PERANCANGAN GALERI PARIWISATA BAHARI INDONESIA DENGAN KONSEP BENTANG ALAM... 34

3.1 Deskripsi Proyek ... 34

3.2 Deskripsi Site ... 34

3.2.1 Analisa Fungsi ... 37

3.2.2 Analisa Site & Bangunan ... 38

3.3 Identifikasi User ... 44

(5)

vii

Universitas Kristen Maranatha

3.5 Ide Implementasi Konsep Pada Objek Studi ... 49

3.5.1 Penjelasan konsep dan Tema ... 49

3.5.2 Implementasi Konsep dan Tema ... 50

3.5.3 Konsep Bentuk, Pola, Warna, Tekstur, Pencahayaan, Penghawaan, Keamanan, dll ... 50

STUDI BANDING ... 52

BAB IV PERANCANGAN GALERI PARIWISATA BAHARI INDONESIA DENGAN TEMA BENTANG ALAM BAHARI INDONESIA ... 57

4.1 Tema dan Konsep ... 57

4.2 General Layout ... 58

4.3 Furniture ... 66

4.4 Material ... 67

BAB V SIMPULAN ... 68

(6)

viii

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR GAMBAR

Halaman

BAB II GALERI PARIWISATA BAHARI INDONESIA ... 9

Gambar 2.1 Pola Jalur Sequential Circulation ... 15

Gambar 2.2 Pola Jalur Random Circulation ... 16

Gambar 2.3 Pola Jalur Ring Circulation ... 16

Gambar 2.4 Pola Jalur Linear Circulation ... 17

Gambar 2.5 Raja Ampat ... 22

Gambar 2.6 Bunaken ... 23

Gambar 2.7 Wakatobi ... 23

Gambar 2.8 Kuta Beach ... 24

Gambar 2.9 Gili Nanggu ... 24

Gambar 2.10 Derawan... 25

Gambar 2.11 Pulau Moyo ... 25

Gambar 2.12 Ora Beach ... 26

Gambar 2.13 Pantai Tanjung Layar ... 26

Gambar 2.14 Pantai Balekambang ... 28

Gambar 2.15 Meja / Kedalaman minimal dan optimal vertikal .... 28

Gambar 2.16 Meja / Ukuran meja minimal dan optimal ... 29

(7)

ix

Universitas Kristen Maranatha

Gambar 2.18 Jarak duduk yang ideal ... 30

Gambar 2.19 Jarak duduk yang ideal ... 30

Gambar 2.20 Ukuran pada tempat penjualan yang umum ... 31

Gambar 2.21 Etalase dan display vertikal ... 32

Gambar 2.22 Konter / Area penjualan ... 33

BAB III PERANCANGAN GALERI PARIWISATA BAHARI INDONESIA DENGAN KONSEP BENTANG ALAM... 34

Gambar 3.1 Peta lokasi Selasar Suunaryo ... 36

Gambar 3.2 Denah lantai G Selasar Sunaryo ... 38

Gambar 3.3 Denah lantai 1 dan 1 A Selasar Sunaryo ... 39

Gambar 3.4 Zoning lantai G ... 46

Gambar 3.5 Zoning lantai 1 dan 1 A ... 47

Gambar 3.6 Bloking lantai G ... 48

Gambar 3.7 Bloking lantai 1 dan 1 A ... 48

Gambar 3.8 Bentang alam Indonesia yang berbentuk kepulauan 50 BAB IV PERANCANGAN GALERI PARIWISATA BAHARI INDONESIA DENGAN TEMA BENTANG ALAM BAHARI INDONESIA ... 55

Gambar 4.1 Layout ground floor ... 58

Gambar 4.2 Ruang galeri dan resepsionis ... 59

Gambar 4.3 Partisi pada ruang galeri dan resepsionis ... 59

(8)

x

Universitas Kristen Maranatha

Gambar 4.5 Display pada ruangan galeri ... 61

Gambar 4.6 Lower ground floor ... 62

Gambar 4.7 Bentuk vector ombak ... 63

Gambar 4.8 Kolom sebagai estetis sekaligus display ... 63

Gambar 4.9 Dermaga ... 63

Gambar 4.10 Material wood plank ... 64

Gambar 4.11 Gugusan kepulauan ... 64

Gambar 4.12 Ruangan galeri dengan penaikan lantai dan Peletakan show case ... 64

Gambar 4.13 Ruang galeri dan ruang serbaguna ... 65

Gambar 4.14 Ruang kantor dan ruang rapat ... 65

Gambar 4.15 Show case untuk display benda 3D ... 66

Gambar 4.16 Rak pajang untuk souvenir yang dijual ... 66

(9)

xi

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR TABEL

Halaman

(10)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Menurut beberapa data statistik dan artikel di berbagai media, pariwisata di Indonesia sejauh ini dapat dikatakan kurang dikenal di

mancanegara, maupun di Indonesia sendiri. Orang – orang yang menyukai traveling biasanya lebih memilih mengunjungi tempat – tempat yang sudah

dikenal dan sering dikunjungi wisatawan. Bahkan orang Indonesia sendiri masih banyak yang belum mengetahui destinasi wisata apa saja yang ada di Indonesia yang belum terlalu terpublikasi.

Ironisnya, tidak sedikit orang Indonesia yang lebih memilih untuk melakukan kegiatan perjalanan wisata ke luar negeri seperti Singapura,

Thailand, Malaysia, atau Hongkong yang memang jauh lebih dikenal oleh pecinta traveling, padahal letak geografis negara – negara tersebut sama –

sama berada di kawasan Asia Tenggara seperti Indonesia, dan jika dilihat dari potensi wisata alamnya, Indonesia jauh lebih unggul dibandingkan negara – negara tersebut.

Selama ini tempat wisata yang dikenal dan dikunjungi di Indonesia hanya terbatas seperti Bali atau Lombok, bahkan turis mancanegara mengenal

(11)

2

Potensi pariwisata di Indonesia sebenarnya sangat besar, baik dari

aspek alamnya yang luar biasa, aspek budayanya yang sangat beragam, sejarah, kuliner, sampai masyarakatnya sendiri. Keanekaragaman Indonesia

tersebut juga dipengaruhi oleh bentuk geografis Indonesia yang berbentuk negara kepulauan. Namun dari semua aspek yang ada, aspek alam merupakan salah satu aspek yang paling menarik bagi penikmat traveler.

Dari aspek alam, bentuk kepulauan Indonesia memiliki potensi tersendiri. Semua pulau besar maupun kecil yang menyusun Indonesia

dipisahkan oleh laut yang membentang di sepanjang kepulauan Indonesia, bahkan menurut Kementrian kelautan dan perikanan Republik Indonesia,

Indonesia juga memiliki garis pantai terpanjang keempat di dunia.

Berdasarkan latar belakang tersebut, perancang tertarik untuk membuat sebuah tempat yang berfungsi sebagai media rekreasi, edukasi,

sekaligus promosi mengenai destinasi wisata yang ada di Indonesia, khususnya adalah wisata bahari yang ada di Indonesia.

Dengan disediakannya tempat semacam itu serta dibuat unik dan

menarik maka diharapkan dapat menarik minat orang – orang yang berasal dari kalangan pecinta traveler maupun masyarakat umum lainnya untuk

(12)

3

1.2 Identifikasi Masalah

Menurut beberapa artikel yang ada mengenai pariwisata Indonesia maupun data statistik yang ada, selama ini Indonesia belum cukup dikenal

sebagai tempat tujuan wisata yang diprioritaskan bagi para turis dan pelancong, baik itu yang berasal dari dalam negeri maupun mancanegara, padahal Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dari berbagai aspek,

entah itu aspek keindahan alamnya, sejarah, budaya, adat istiadat, serta keunikan masyarakat Indonesia sendiri.

Wisatawan mancanegara yang datang mengunjungi Indonesia juga jumlahnya masih sedikit dibandingkan negara – negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand, atau Hongkong. Padahal Indonesia memiliki

potensi alam yang lebih besar dibandingkan negara – negara tersebut.

Maka perlu disediakan sebuah fasilitas yang berfungsi sebagai media

informasi dan promosi bagi masyarakat untuk mengetahui lebih luas mengenai pariwisata di Indonesia.

Fasilitas yang sekiranya cocok untuk permasalahan yang dibahas

sebelumnya adalah sebuah galeri yang dibuat semenarik mungkin. Galeri tersebut merupakan sebuah galeri khusus untuk memperkenalkan bidang

pariwisata bahari di Indonesia dengan alasan bidang pariwisata bahari di Indonesia adalah salah satu yang paling besar karena bentuk geografis

(13)

4

1.3 Ide / Gagasan Perancangan

Berdasarkan ide yang telah disampaikan sebelumnya bahwa perancang tertarik untuk membuat sebuah tempat dengan sarana rekreasi,

edukasi, sekaligus promosi untuk destinasi wisata bahari yang ada di Indonesia, maka perancang memiliki gagasan untuk membuat sebuah tempat yang berupa galeri, yakni Galeri Pariwisata Bahari Indonesia.

Untuk mencapai tujuan dan maksud dari disediakannya tempat seperti itu, maka galeri tersebut harus dibuat semenarik mungkin agar dapat

membuat masyarakat tertarik untuk mengunjunginya. Galeri juga perlu diberi fasilitas pendukung lainnya agar tidak terasa membosankan.

Disamping fasilitas utama yang berupa galeri foto dan barang pameran lainnya, galeri tersebut juga akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti toko souvenir, area informasi untuk akomodasi, serta

foodcourt kuliner khas Indonesia.

Di ruang galeri terdapat foto - foto lokasi wisata bahari di Indonesia, sehingga pengunjung dapat melihat keindahan alam bahari Indonesia melalui

bingkai foto, selain itu juga terdapat beberapa replika dari objek khas suatu daerah di Indonesia.

Selain itu juga terdapat toko souvenir yang menjual berbagai macam pernak – pernik yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga pengunjung dapat pulang dengan membawa suatu barang yang menarik.

Setelah pengunjung berkeliling di semua bagian galeri, mungkin pengunjung akan merasa lelah, untuk mengantisipasi masalah tersebut, maka

(14)

5

makanan serta minuman khas dari berbagai daerah di Indonesia. Jadi selain

untuk melengkapi kebutuhan pengunjung, foodcourt tersebut juga tetap berfungsi untuk mempromosikan aspek wisata Indonesia.

1.4 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan gagasan yang telah disampaikan

sebelumnya, maka masalah – masalah yang ada akan dirumuskan kedalam pertanyaan sebagai berikut :

 Bagaimana merancang galeri yang sesuai untuk fasilitas

promosi untuk masyarakat umum di masa modern ini?

 Selain fasilitas utama yang berupa galeri, fasilitas lain apa saja

yang sekiranya dapat melengkapi serta mendukung fasilitas

utama ?

1.5 Tujuan Perancangan

Adapun tujuan dari perancangan galeri ini adalah :

 Merancang sebuah galeri yang menggambarkan keadaan alam

bahari di Indonesia, dengan gaya modern yang

merepresentasikan keadaan masyarakat saat ini.

 Menggabungkan fasilitas galeri dengan fasilitas publik seperti

(15)

6

1.6 Manfaat Perancangan

Adapun manfaat dari perancangan galeri ini beserta semua fasilitas pendukungnya adalah :

 Bagi pelaku seni

Sebagai wadah untuk memamerkan hasil karya mereka, untuk

mendapatkan apresiasi dari masyarakat terhadap karya mereka.

 Bagi masyarakat

Sebagai media informasi dan rekreasi, juga dapat memberikan

wawasan tambahan bagi masyarakat.

 Bagi pemerintah

Dapat menjadi media untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke kota Bandung. Lebih luas lagi untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke obyek wisata

di Indonesia.

1.7 Ruang Lingkup Perancangan / Batasan Perancangan

Diklasifikasikan berdasarkan aspek yang akan ditonjolkan untuk

(16)

7

 Ruang pamer atau galeri, pengunjung dapat melihat keindahan

alam bahari Indonesia melalui bingkai foto, terdapat juga

beberapa replika dari objek khas suatu daerah yang ada di Indonesia.

 Toko Souvenir, menjual berbagai macam cinderamata yang

berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Sebagai area rekreatif bagi pengunjung.

Foodcourt kuliner khas Indonesia, menyediakan makanan dan

minuman khas dari berbagai daerah di Indonesia. Sebagai area

untuk sekaligus beristirahat

1.8 Sistematika Penulisan

Bab I yakni pendahuluan, yang berisi latar belakang mengenai

perancangan galeri pariwisata bahari Indonesia, identifikasi masalah, ide gagasan, rumusan masalah, tujuan perancangan, manfaat perancangan, ruang lingkup perancangan / batasan perancangan, serta sistematika penulisan ini

sendiri.

Bab II yakni Galeri Pariwisata Bahari Indonesia, yang berisi studi

literatur mengenai deskripsi galeri, standar ruang galeri, pengertian pariwisata, beberapa data yang berhubungan dengan keadaan pariwisata di Indonesia, khususya pariwisata bahari seperti pantai di Indonesia, serta

(17)

8

Bab III yakni Analisa Bangunan, yang berisi deskripsi proyek,

deskripsi site beserta alasan pemilihan site, analisa fungsi, analisa site dan bangunan, identifikasi user, flow activity beserta kebutuhan ruang, zoning

bloking, ide implementasi konsep pada objek studi, penjelasan konsep dan

tema, Implementasi konsep dan tema, serta konsep bentuk, pola, warna, tekstur, material, pencahayaan, penghawaan, keamanan, dll.

Bab IV yakni Perancangan Galeri Pariwisata Bahari Indonesia

Dengan Konsep Bentang Alam Bahari, yang berisi tema dan konsep, general

layout, furniture dan material.

(18)

68

BAB V

SIMPULAN

Di masa sekarang ini untuk fasilitas semacam galeri, sangat perlu diberikan media atau fasilitas lain yang dapat menarik pengunjung untuk

datang mengunjungi galeri tersebut, karena jika hanya mengandalkan fasilitas utama yang berupa galeri saja, dikhawatirkan pengunjung kurang tertarik

untuk mengunjungi atau bahkan akan merasa bosan.

Untuk mengatasi masalah tersebut, maka dibuatlah sebuah galeri yang digabungkan dengan fasilitas pendukung lainnya yang berupa fasilitas publik

guna melengkapi dan mendukung fasilitas utama. Fasilitas pendukung tersebut berupa food court dan, toko souvenir, dimana kedua fasilitas tersebut

selain untuk menambah daya tarik juga untuk memenuhi kebutuhan pengunjung.

Walaupun fasilitas galeri didukung dengan fasilitas lainnya untuk

menarik pengunjung, tetap saja fasilitas galeri yang merupakan fasilitas utamanya harus dibuat semenarik mungkin agar pengunjung mau menjadikan

galeri tersebut sebagai tujuan utama mereka. Maka desain interior pada galeri dibuat dengan mengacu pada konsep bahari sesuai dengan fungsi galeri ini sendiri. Interior pada galeri banyak menggunakan bentuk – bentuk lengkung

(19)

69

DAFTAR PUSTAKA

De Chiara, Joseph, John Hancock Calladar. Time Saver Standards for Building Types. USA: The McGraw-Hill Companies. Inc. 1973

Tutt, Patricia and Adler, David. New Metric Handbook. London: The Architectural Press, 1979.

Yoeti, Drs.Oka.A. Penuntun Praktis Pramuwisata Profesional. Jakarta: Angkasa

Bandung, 1993.

Yoeti, Drs.Oka.A. Tours and Travel Management. Jakarta: Pradnya Paramita, 1993.

S.J Ir.James J. Spillane. Pariwisata Indonesia Siasat Ekonomi dan Rekayasa Kebudayaan. Jakarta: Kanisius, 1989.

Plotrowski, M. Christine and Rogers, A. Elizabeth. Designing Commercial Interiors.

New Jersey: John Wiley & Sons, Inc, 2007

Neufert, Ernest. Data Arsitek. Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama, 1996.

A.S Hornby. Oxford Advanced Learner’s Dictionary, Great Britain: Oxford University Press, 1995

Dimensi Manusia dan Ruang Interior,

Referensi

Dokumen terkait

Perancangan family spa yang fresh agar dapat menarik satu keluarga untuk. datang ke tempat

Untuk memudahkan wisatawan domestik dan mancanegara mengenal dan berkunjung ke tempat wisata alam kota Banyuwangi maka dibuatlah perancangan Aplikasi Mobile untuk

Jika variasi obyek wisata dapat semakin bervariasi dan jenis obyek wisata juga dapat ditambah, maka akan lebih banyak wisatawan akan lebih tertarik untuk datang berkunjung ke obyek

Entrance bangunan dipilih pada bagian tapak yang menghadap langsung ke arah jalan utama untuk memudahkan orang yang akan datang berkunjung yang bisanya berasal dari

Atas dasar tersebut, setelah mewawancarai beberapa wisatawan yang datang ke Waduk Darma bahwa mereka tertarik untuk mengunjungi Waduk Darma karena menawarkan udara yang sejuk,

Permasalahan yang dihadapi oleh galeri De La Macca sekarang ini adalah kurangnya pengunjung untuk datang mengunjungi pameran di galeri De La Macca, promosi

Dengan dilakukannya hal tersebut, maka net generation akan tertarik untuk datang berkunjung ke perpustakaan, sehingga perpustakaan tidak akan ditinggalkan namun dapat

Fasilitas yang ada di Desa Cintaratu belum memadai, karena masih kurangnya tempat penginapan seperti homestay untuk para wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata tersebut, untuk pusat