• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Jawa Barat No. 25/05/32/Th.XVII, 4 Mei 2015 1 No. 25/05/32/Th. XVII, 4 Mei 2015

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

APRIL 2015 INFLASI SEBESAR 0,22 PERSEN

BPS PROVINSI JAWA BARAT

 April 2015 IHK Gabungan Jawa Barat yang meliputi 7 kota yaitu Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Tasikmalaya, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Sukabumi dan Kota Depok mengalami kenaikan indeks. IHK dari 117,33 di Maret 2015 menjadi 117,59 di April 2015; dengan demikian terjadi inflasi sebesar 0,22 persen.

Laju inflasi tahun kalender (Januari 2015 – April 2015) “year to date” sebesar -0,19 persen dan laju inflasi dari tahun ke tahun “year on year” selama dua belas bulan terakhir (April 2015 terhadap April 2014) tercatat sebesar 6,03 persen.

Dari tujuh kelompok pengeluaran, yang mengalami inflasi adalah Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,25 persen, Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar sebesar 0,26 persen, Kelompok Sandang sebesar 0,18 persen, Kelompok Kesehatan sebesar 0,22 persen, Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olahraga sebesar 0,01 persen, dan Kelompok Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan sebesar 1,79 persen. Sementara yang mengalami deflasi yaitu Kelompok Bahan Makanan sebesar 1,18 persen.

Dari tujuh kota pantauan IHK di Jawa Barat Maret 2015, sebanyak 5 (lima) kota mengalami inflasi yaitu Kota Bogor sebesar 0,71 persen, Kota Bandung sebesar 0,43 persen, Kota Cirebon sebesar sebesar 0,40 persen, Kota Tasikmalaya sebesar 0,29 persen, dan Kota Bekasi sebesar 0,10 persen. Adapun 2 (dua) kota lainnya mengalami deflasi yaitu Kota Depok sebesar 0,20 persen dan Kota Sukabumi sebesar 0,03 persen.

 Kelompok Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan menjadi penyumbang inflasi terrtinggi dengan inflasi sebesar 1,79 persen. Adapun sub kelompok yang paling tinggi inflasi nya yaitu sub kelompok transpor sebesar 2,57 persen. Sementara komoditi yang mengalami kenaikan tertinggi pada sub kelompok ini yaitu bensin sebesar 0,19 persen dan solar sebesar 0,03 persen.

(2)

Dari hasil pendataan harga yang meliputi tujuh kota pantauan IHK Gabungan di Jawa Barat tercatat bahwa pada April 2015 mengalami inflasi sebesar 0,22 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 117,33 pada Maret 2015 menjadi 117,59 pada April 2015. Dengan demikian laju inflasi tahun kalender 2015 “year to date” sebesar -0,19 persen dan laju inflasi tahun ke tahun “ year on year” (April 2015 terhadap April 2014) sebesar 6,03 persen.

Dari tujuh kelompok pengeluaran, yang mengalami inflasi adalah Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,25 persen, Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar sebesar 0,26 persen, Kelompok Sandang sebesar 0,18 persen, Kelompok Kesehatan sebesar 0,22 persen, Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olahraga sebesar 0,01 persen, dan Kelompok Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan sebesar 1,79 persen. Sementara yang mengalami deflasi yaitu Kelompok Bahan Makanan sebesar 1,18 persen.

Pada Grafik 1 di bawah ini terlihat pergerakan inflasi dari April 2014 sampai dengan April 2015.

Grafik 1

Perkembangan Inflasi Gabungan Tujuh Kota di Jawa Barat

Sementara pada Tabel 1 terlihat pergerakan IHK selama dua belas bulan terakhir terjadi inflasi sebesar 6,03 persen. Selama dua belas bulan terakhir dari tujuh kelompok pengeluaran, yang mengalami inflasi tertinggi Kelompok Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan sebesar 9,46 persen, diikuti Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar sebesar 5,90 persen, Kelompok Bahan Makanan sebesar 5,63 persen, Kelompok Makanan Jadi sebesar 5,09 persen, Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olahraga sebesar 4,92 persen, Kelompok Kesehatan sebesar 4,80 persen, dan Kelompok Sandang sebesar 2,25 persen. 1,59 -0,37 2,14 0,32 0,09 0,26 0,44 0,86 0,38 -0,32 -0,25 0,21 0,22 -1,50 -0,50 0,50 1,50 2,50 3,50 4,50 Apr'1 4 Mei'1 4 Jun'1 4 Jul'1 4 Ags'1 4 Sep'1 4 Okt'14 Nov' 14 Des' 14 Jan'1 5 Feb'1 5 Mar'1 5 Apr'1 5 1,59 -0,37 2,14 0,32 0,09 0,26 0,44 0,86 0,38 -0,32 -0,25 0,21 0,22 -1,50 -0,50 0,50 1,50 2,50 3,50 4,50 Apr'1 4 Mei'1 4 Jun'1 4 Jul'1 4 Ags'1 4 Sep'1 4 Okt'14 Nov'1 4 Des'1 4 Jan'1 5 Feb'1 5 Mar'1 5 Apr'1 5

(3)

Tabel 1

IHK dan Laju Inflasi Gabungan 7 Kota di Jawa Barat Bulan April 2015 Menurut Kelompok Pengeluaran (IHK 2012 = 100)

Kelompok Pengeluaran IHK

April 2015 Inflasi April 2015*) Inflasi Tahun 2015 **) Inflasi Tahun ke Tahun ***) Andil Inflasi/Deflasi Tahun 2015*) [1] [2] [3] [4] [5] [6] Umum 117.59 0.22 -0.19 6.03 -0.19 1. Bahan Makanan 123.17 -1.18 -2.16 5.63 -0.42 2

2. Makanan Jadi,Minuman, Rokok &

Tembakau 116.15 0.25 1.55 5.09 0.26

3

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan

Bakar 114.89 0.26 1.49 5.90 0.42 4 4. Sandang 104.73 0.18 1.03 2.25 0.05 5 5. Kesehatan 111.51 0.22 1.84 4.80 0.07 6

6. Pendidikan, Rekreasi & Olahraga 112.41 0.01 0.21 4.92 0.02

7

7. Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan 125.69 1.79 -2.99 9.46 -0.56

Keterangan : *) Perubahan IHK April 2015 terhadap IHK Maret 2015 **) Perubahan IHK April 2015 terhadap IHK Desember 2014 ***) Perubahan IHK April 2015 terhadap IHK April 2014

Bila dilihat menurut andilnya terhadap inflasi/deflasi sepanjang tahun 2015, pada Tabel 1 tampak andil inflasi diberikan oleh Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,26 persen, Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar sebesar 0,42 persen, Kelompok Sandang sebesar 0,05 persen, Kelompok Kesehatan sebesar 0,07 persen, dan Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olahraga sebesar 0,02 persen. Sementara yang memberikan andil deflasi yaitu Kelompok Bahan Makanan sebesar 0,42 persen dan Kelompok Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan sebesar 0,56 persen.

Perbandingan besarnya inflasi Januari – April dalam kurun waktu tahun 2011 sampai 2015 terlihat pada Tabel 2. Inflasi gabungan Januari – April di Jawa Barat tertinggi terjadi pada tahun 2013 sebesar 2,52 persen, dan pada tahun 2015 deflasi sebesar 0,19 persen.

Tabel 2

Inflasi Januari- April Gabungan 7 Kota Jawa Barat Tahun 2011 – 2015

Tahun Inflasi Januari - April

[1] [2] 2011 0.00 2012 0.91 2013 2.52 2014*) 1.29 2015*) -0.19 *) IHK 2012=100

(4)

GAS LPG TOMAT SASYUR SOLAR

TUKANG BUKAN MANDOR BAWANG PUTIH BERAS

CABE MERAH KENTANG CABE RAWIT TELUR AYAM RAS ANGGUR WORTEL MINYAK GORENG BAWANG MERAH BENSIN BAYAM KETIMUN

DAGING AYAM RAS

GULA PASIR

ANGKUTAN DALAM KOTA

-0.30 -0.20 -0.10 0.00 0.10 0.20 0.30

Hasil pemantauan harga barang dan jasa selama April 2015 tercatat beberapa komoditas mengalami kenaikan/penurunan harga dan memberikan andil inflasi/deflasi cukup siginifikan. Komoditas yang mengalami kenaikan harga dan memberikan andil inflasi antara bensin sebesar 0,19 persen, angkutan dalam kota sebesar 0,10 persen, bahan bakar rumah tangga (Gas LPG) dan bawang merah masing-masing sebesar 0,07 persen, tomat sayur dan solar masing-masing sebesar 0,03 persen.

Sementara komoditas yang mengalami penurunan dan memberikan andil deflasi signifikan antara lain beras sebesar 0,27 persen, cabe merah sebesar 0,03 persen, daging ayam ras dan bayam masing-masing sebesar 0,02 persen.

Grafik 2

Andil Inflasi/Deflasi Barang & Jasa April 2015 (persen)

Besarnya andil inflasi/deflasi per kelompok pengeluaran pada April 2015 terlihat pada Grafik 3. Andil inflasi terbesar diberikan oleh Kelompok Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan sebesar 0,33 persen, diikuti Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar sebesar 0,07 persen, Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,04 persen, Kelompok Kesehatan dan Kelompok Sandang masing-masing sebesar 0,01 persen. Sementara Kelompok Bahan Makanan mengalami deflasi sebesar 0,24 persen.

(5)

Inflasi Gabungan April 2015 di Jawa Barat berdasarkan kelompok pengeluaran dan jenis komoditas yang memberikan andil inflasi atau deflasi dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Kelompok Bahan Makanan

Kelompok Bahan Makanan mengalami penurunan IHK dari 125,64 pada Maret 2015 menjadi 123,17 pada April 2015 atau terjadi deflasi sebesar 1,18 persen. Deflasi pada kelompok ini dipicu oleh penurunan harga-harga komoditi pada sub kelompok padi-padian, umbi-umbian & hasilnya sebesar 6,12 persen, sub kelompok daging & hasilnya sebesar 0,69 persen, sub kelompok ikan diawetkan sebesar 0,02 persen, sub kelompok telur, susu & hasil-hasilnya sebesar 0,62 persen, sub kelompok sayur-sayuran sebesar 0,63 persen, sub kelompok lemak & minyak sebesar 0,58 persen. Sementara sub kelompok lainnya mengalami inflasi antara lain sub kelompok ikan segar sebesar 0,03 persen, sub kelompok kacang-kacangan sebesar 0,46 persen, sub kelompok buah-buahan sebesar 1,18 persen, sub kelompok bumbu-bumbuan sebesar 2,61 persen, dan sub kelompok bahan makanan lainnya sebesar 1,21 persen.

Andil deflasi gabungan Jawa Barat untuk Kelompok Bahan Makanan pada April 2015 sebesar 0,24 persen. Adapun komoditas pada Kelompok Bahan Makanan yang mengalami penurunan harga diantaranya beras, cabe merah, daging ayam ras, bayam, ketimun, kentang, cabe rawit, telur ayam ras, anggur, wortel, minyak goreng.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau

Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau mengalami inflasi sebesar 0,25 persen, inflasi tersebut dikarenakan IHK naik dari 115,86 pada Maret 2015 menjadi 116,15 pada April 2015. Dari tiga sub kelompok yang ada, semuanya mengalami inflasi antara lain sub kelompok makanan jadi sebesar 0,06 persen, sub kelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,56 persen, dan sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol sebesar 0,51 persen.

0.22 0.04 0.07 0.01 0.01 0.00 0.33 -0.24 UMUM Bahan Makanan Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar Sandang Kesehatan Pendidikan, Rekreasi & Olahraga Transport, Komunikasi & Jasa Keuangan

Grafik 3

(6)

Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau menyumbang andil inflasi sebesar 0,04 persen terhadap inflasi gabungan Jawa Barat April 2015. Adapun komoditi yang mengalami kenaikan harga diantaranya gula pasir, rokok kretek filter, air kemasan, rokok putih, rokok kretek..

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar

Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar mengalami kenaikan IHK dari 114,59 pada Maret 2015 menjadi 114,89 pada April 2015 atau terjadi inflasi sebesar 0,26 persen. Inflasi terjadi pada sub kelompok biaya tempat tinggal sebesar 0,03 persen, sub kelompok bahan bakar, penerangan & air sebesar 1,18 persen, sub kelompok perlengkapan rumah tangga sebesar 0,31 persen, dan sub kelompok penyelenggaraan rumah tangga sebesar 0,12 persen.

Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar memberikan andil inflasi sebesar 0,07 persen terhadap gabungan Jawa Barat di April 2015. Adapun komoditas yang mengalami kenaikan harga diantaranya bahan bakar rumah tangga (Gas LPG), tukang bukan mandor, besi beton, asbes, daun pintu.

4. Sandang

Kelompok Sandang pada April 2015 mengalami inflasi sebesar 0,18 persen. Inflasi tersebut dikarenakan IHK Kelompok Sandang mengalami kenaikan dari 104,54 pada Maret 2015 menjadi 104,73 pada April 2015. Inflasi terjadi pada sub kelompok sandang laki-laki sebesar 0,16 persen, sub kelompok sandang wanita sebesar 0,05 persen, dan sub kelompok sandang anak-anak sebesar 0,20 persen, dan sub kelompok barang pribadi & sandang lainnya sebesar 0,29 persen.

Kelompok Sandang pada April 2015 memberikan andil inflasi sebesar 0,01 persen terhadap inflasi gabungan Jawa Barat. Adapun komoditas yang mengalami kenaikan harga diantaranya emas perhiasan, kacamata, baju kaos berkerah/t-shirt, seragam sekolah anak.

5. Kesehatan

Kelompok Kesehatan pada April 2015 mengalami inflasi sebesar 0,22 persen. Inflasi tersebut dikarenakan kenaikan IHK dari 111,27 pada Maret 2015 menjadi 111,51 pada April 2015. Adapun sub kelompok yang mengalami inflasi yaitu sub kelompok jasa kesehatan sebesar 0,06 persen, sub kelompok obat-obatan sebesar 0,20 persen, sub kelompok jasa perawatan jasmani sebesar 0,28 persen dan sub kelompok perawatan jasmani & kosmetika sebesar 0,33 persen.

Kelompok Kesehatan memberikan andil inflasi sebesar 0,01 persen terhadap gabungan Jawa Barat April 2015. Adapun komoditi yang mengalami kenaikan antara lain pasta gigi, sabun wajah, ongkos bidan, parfum, alas bedak, kacamata plus/minus.

6. Pendidikan, Rekreasi & Olahraga

IHK Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olahraga mengalami kenaikan dari 112,40 pada Maret 2015 menjadi 112,41 pada April 2015, dengan demikian terjadi inflasi sebesar 0,01 persen. Kenaikan pada kelompok pengeluaran ini dipengaruhi oleh sub kelompok kursus-kursus/Pelatihan sebesar 0,06 persen, sub kelompok rekreasi sebesar 0,08 persen, dan sub kelompok olahraga sebesar 0,03 persen. Sementara sub kelompok perlengkapan/peralatan pendidikan mengalami deflasi sebesar 0,06 persen.

Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olahraga memberikan andil inflasi sangat kecil terhadap laju inflasi gabungan Jawa Barat April 2015.

(7)

7. Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan

Kelompok Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan pada April 2015 terjadi inflasi sebesar 1,79 persen, atau mengalami kenaikan IHK dari 123,48 pada Maret 2015 menjadi 125,69 pada April 2015. Inflasi pada Kelompok Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan disebabkan kenaikan pada sub kelompok biaya transpor sebesar 2,57 persen dan sub kelompok sarana & penunjang transport sebesar 0,66 persen. Sementara sub kelompok komunikasi & pengiriman mengalami deflasi sebesar 0,11 persen.

Andil inflasi Kelompok Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan sebesar 0,33 persen terhadap inflasi gabungan Jawa Barat April 2015. Komoditas yang mengalami kenaikan yaitu bensin, Angkutan Dalam Kota, solar, mobil, bahan pelumas/oli.

(8)

Perbandingan Inflasi 82 Kota IHK di Indonesia Bulan April 2015

Dari 82 kota IHK pada April 2015, inflasi terjadi di 72 kota IHK, sementara deflasi terjadi di 10 kota IHK. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 1,31 persen diikuti Kota Bima sebesar 1,09 persen. Sementara inflasi terendah terjadi di Kota Cilacap sebesar 0,02 persen. Untuk kota yang mengalami deflasi tertinggi yaitu Kota Manokwari sebesar 0,69 persen.

Perbandingan inflasi di Pulau Jawa, 23 kota IHK mengalami inflasi dan 3 kota IHK mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Serang sebesar 0,94 persen diikuti Kota Tangerang sebesar 0,73 persen.

(9)

Tabel 3

Indeks Harga Konsumen Bulan April 2015 dan Perubahannya di 82 kota di Indonesia (IHK 2012=100)

Kota IHK April 2015 Inflasi

April 2015* Tahun 2015 ** Tahun ke tahun***

[1] [2] [3] [4] [5] 1 MEULABOH 118.58 0.08 -1.64 5.83 2 BANDA ACEH 113.31 0.08 -1.33 5.64 3 LHOKSEUMAWE 113.92 0.79 -1.36 6.28 4 SIBOLGA 117.98 0.58 -1.19 6.65 5 PEMATANG SIANTAR 120.43 0.56 -1.26 6.27 6 MEDAN 119.77 0.96 -0.76 6.99 7 PADANGSIDIMPUAN 116.82 0.50 -1.22 5.68 8 PADANG 121.67 0.56 -3.46 7.22 9 BUKITTINGGI 115.67 0.77 -2.16 5.59 10 TEMBILAHAN 123.34 0.62 -0.58 5.47 11 PEKANBARU 118.93 0.81 -0.53 7.08 12 DUMAI 118.95 0.38 -0.54 6.47 13 BUNGO 116.17 0.09 -2.43 5.31 14 JAMBI 117.30 0.30 -2.28 5.04 15 PALEMBANG 115.96 0.48 -0.85 6.93 16 LUBUKLINGGAU 115.04 0.99 -1.23 7.76 17 BENGKULU 122.63 0.55 -1.54 8.29 18 BANDAR LAMPUNG 118.77 0.76 0.31 8.08 19 METRO 125.90 0.11 -0.78 4.62 20 TANJUNG PANDAN 123.99 0.32 -2.23 8.12 21 PANGKAL PINANG 118.79 0.87 0.45 5.83 22 BATAM 116.76 0.46 -0.21 6.88 23 TANJUNG PINANG 119.54 0.63 0.18 6.19 24 DKI JAKARTA 119.75 0.27 0.28 7.35 25 BOGOR 118.93 0.71 0.37 6.23 26 SUKABUMI 119.06 -0.03 -0.23 6.16 27 BANDUNG 117.84 0.43 0.62 6.66 28 CIREBON 116.46 0.40 -0.56 4.66 29 BEKASI 116.91 0.10 -0.49 5.99 30 DEPOK 117.56 -0.20 -1.19 5.29 31 TASIKMALAYA 117.08 0.29 0.09 6.18

GABUNGAN JAWA BARAT 117.59 0.22 -0.19 6.03

32 CILACAP 120.76 0.02 -0.35 6.62 33 PURWOKERTO 116.66 0.15 -0.60 4.83 34 KUDUS 123.47 0.21 -0.56 6.03 35 SURAKARTA 116.10 0.35 -0.63 5.60 36 SEMARANG 117.86 0.17 -0.73 6.26 37 TEGAL 114.30 -0.10 -0.37 5.55 38 YOGYAKARTA 117.13 0.38 0.25 5.45 39 JEMBER 116.99 0.17 -0.45 5.64 40 BANYUWANGI 117.10 0.36 -0.48 4.45 41 SUMENEP 116.78 0.05 -0.44 6.46 42 KEDIRI 118.45 0.31 -0.43 5.84 43 MALANG 119.51 0.49 0.29 6.99 44 PROBOLINGGO 118.43 0.36 -0.24 5.49 45 MADIUN 116.95 0.39 0.10 6.05 46 SURABAYA 118.69 0.41 0.75 6.77 47 TANGERANG 125.00 0.73 0.14 7.81 48 CILEGON 121.03 0.33 0.09 7.98 49 SERANG 123.31 0.94 0.20 9.14 50 SINGARAJA 126.46 0.64 0.79 9.50 51 DENPASAR 116.81 0.40 0.32 6.16 52 MATARAM 117.63 -0.20 0.14 6.39

(10)

Tabel 3 (lanjutan)

Indeks Harga Konsumen Bulan April 2015 dan Perubahannya di 82 kota di Indonesia (IHK 2012=100)

Kota IHK April 2015

Inflasi

April 2015* Tahun 2015 ** Tahun ke tahun***

[1] [2] [3] [4] [5] 53 BIMA 121.04 1.09 0.63 6.65 54 MAUMERE 113.29 0.43 0.08 1.98 55 KUPANG 119.69 0.18 -0.31 6.19 56 PONTIANAK 125.11 0.55 2.36 9.72 57 SINGKAWANG 119.25 0.08 1.34 8.25 58 SAMPIT 118.04 0.52 0.69 6.85 59 PALANGKARAYA 116.06 0.08 -0.09 5.09 60 TANJUNG 117.40 0.40 0.40 6.75 61 BANJARMASIN 116.26 0.38 0.25 6.85 62 BALIKPAPAN 120.54 -0.32 1.36 6.93 63 SAMARINDA 120.70 0.24 0.42 5.90 64 TARAKAN 126.70 0.21 0.06 9.55 65 MANADO 118.20 0.06 -0.35 7.73 66 PALU 117.78 0.37 -2.02 5.46 67 BULUKUMBA 124.42 -0.06 -0.95 5.53 68 WATAMPONE 115.57 -0.39 -1.52 4.64 69 MAKASSAR 117.38 0.38 0.76 7.39 70 PARE-PARE 115.88 0.45 -1.55 6.75 71 PALOPO 116.90 0.43 0.31 6.83 72 KENDARI 114.62 -0.03 -1.33 6.69 73 BAU-BAU 122.26 0.72 0.30 10.52 74 GORONTALO 114.13 0.15 -0.98 4.51 75 MAMUJU 116.31 0.09 -0.46 6.68 76 AMBON 119.90 0.33 4.22 7.81 77 TUAL 132.54 1.31 5.74 17.60 78 TERNATE 121.79 0.62 -0.42 7.83 79 MANOKWARI 112.66 -0.69 0.07 6.00 80 SORONG 117.24 0.33 1.03 7.06 81 MERAUKE 123.73 0.11 -0.14 9.43 82 JAYAPURA 120.38 -0.09 0.15 7.83 NASIONAL 118.91 0.36 -0.08 6.79

Keterangan : *) Perubahan IHK April 2015 terhadap IHK Maret 2015 **) Perubahan IHK April 2015 terhadap IHK Desember 2014 ***) Perubahan IHK April 2015 terhadap IHK April 2014

(11)

Tabel 4

IHK Gabungan Tujuh Kota di Jawa Barat Bulan April 2015 serta Perubahannya, Andil Inflasi / Deflasi Menurut Kelompok / Sub Kelompok Pengeluaran (IHK

2012=100)

Kelompok dan Sub Kelompok

Gabungan 7 Kota IHK di Jawa Barat IHK Maret’15 IHK April’15 Perubahan Indeks (%) Andil Inflasi/Deflasi (%) [1] [2] [3] [4] [5] Umum 117.33 117.59 0.22 0.22 I. Bahan Makanan 124.64 123.17 -1.18 -0.24

1. Padi2-an. Umbi2-an dan hasil-hasilnya 123.95 116.36 -6.12 -0.27

2. Daging & Hasil-hasilnya 117.02 116.21 -0.69 -0.02

3. Ikan segar 134.89 134.93 0.03 0.00

4. Ikan diawetkan 130.48 130.45 -0.02 0.00

5. Telur. susu & hasil-hasilnya 116.89 116.17 -0.62 -0.01

6. Sayuran 135.70 134.84 -0.63 -0.01

7. Kacang-kacangan 124.17 124.74 0.46 0.01

8. Buah-buahan 137.42 139.04 1.18 0.02

9. Bumbu-bumbuan 131.17 134.60 2.61 0.05

10. Lemak dan minyak 106.38 105.76 -0.58 -0.01

11. Bahan Makanan Lainnya 117.11 118.53 1.21 0.00

II. Makanan Jadi. Minuman. Rokok & Tembakau 115.86 116.15 0.25 0.04

1. Makanan Jadi 115.60 115.67 0.06 0.01

2. Minuman yang Tidak Beralkohol 111.69 112.32 0.56 0.02

3. Tembakau & Minuman Beralkohol 121.19 121.81 0.51 0.02

III. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 114.59 114.89 0.26 0.07

1. Biaya tempat tinggal 109.70 109.73 0.03 0.00

2. Bahan bakar. penerangan & air 140.55 142.21 1.18 0.06

3. Perlengkapan rumah tangga 106.89 107.22 0.31 0.00

4. Penyelenggaraan rumah tangga 108.97 109.10 0.12 0.00

IV. Sandang 104.54 104.73 0.18 0.01

1. Sandang laki-laki dewasa 106.63 106.80 0.16 0.00

2. Sandang wanita dewasa 105.64 105.69 0.05 0.00

3. Sandang anak-anak 104.00 104.21 0.20 0.00

4. Barang pribadi dan sandang lainnya 102.46 102.76 0.29 0.00

V. Kesehatan 111.27 111.51 0.22 0.01

1. Jasa Kesehatan 109.86 109.93 0.06 0.00

2. Obat-obatan 105.21 105.42 0.20 0.00

3. Jasa Perawatan jasmani 120.11 120.45 0.28 0.00

4. Perawatan jasmani dan kosmetik 113.06 113.43 0.33 0.03

VI. Pendidikan. Rekreasi & Olahraga 112.40 112.41 0.01 0.00

1. Jasa pendidikan 117.29 117.29 0.00 0.00

2. Kursus-kursus/pelatihan 109.86 109.93 0.06 0.00

3. Perlengkapan/Peralatan pendidikan 107.43 107.37 -0.06 0.00

4. Rekreasi 106.20 106.29 0.08 0.00

5. Olah raga 106.13 106.16 0.03 0.00

VII. Transpor. Komunikasi & Jasa Keuangan 123.48 125.69 1.79 0.33

1. Transpor 136.01 139.51 2.57 0.33

2. Komunikasi dan pengiriman 99.19 99.08 -0.11 0.00

3. Sarana dan penunjang transpor 109.78 110.51 0.66 0.01

Referensi

Dokumen terkait

Panti Jompo kelas premium memiliki fasilitas lebih banyak dan perawatan yang lebih baik, di lingkungan yang aman untuk membantu warga lansia dapat hidup

Jadi tegasnya yang dimaksud dengan judul pada skripsi ini adalah usaha-usaha atau tindakan untuk memecahkan persoalan yang dilakukan guru pendidikan agama Islam terhadap perilaku

Pengamatan sampling kerja dilakukan terhadap 3 analis dengan jenis kelamin pria 1 oanalis dan jenis kelamin wanita 2 analis, dimana analis bekerja secara normal dan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi bersaing yang diterapkan oleh Padang TV saat ini dalam menghadapi persaingan di industri media televisi lokal di Kota

Berdasarkan pergerakan dan perilaku mencari makan ketiga jenis burung pantai genus Calidris (kedalaman paruh burung saat mengambil organisme makanan); ukuran, bentuk dan

Sebagai pisau analisis dalam penulisan hukum ini tinjauan pustaka yang digunakan antara lain tinjauan mengenai kedudukan anak didalam perkawinan, pengakuan

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler pramuka di sekolah dasar, (2) Kandungan nilai karakter gotong royong pada

Hasil penelitian ini dapat disimpulkan: (1) kondisi dan potensi sekolah mendukung dikembangkannya modul PPKn karena siswa tidak memiliki bahan ajar sendiri yang