Hal. 1 dari 16 Kantor : Jl. Langko Mataram - NTB (0370) 7504733 0878-6472-1551 (Direktur Pelaksana) www.baznasntb.or.id [email protected]
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Menunaikan zakat merupakan kewajiban bagi Umat Islam yang mampu sesuai dengan syari’at Islam. Dan zakat merupakan pranata keagamaan yang bertujuan untuk meningkatkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat serta pengentasan kemiskinan Maka zakat perlu dikelola dengan berdayaguna dan berhasilguna. Untuk dapat melaksanakan tersebut, maka zakat harus dikelola secara melembaga dan sesuai syari’at Islam.
B.
Sejarah Pengelolaan Zakat di Provinsi NTB
Perkembangan pengelolaan zakat di Provinsi NTB dimulai sekitar tahun 2000 berkenaan dengan diundangkannya Undang – Undang No. 38 tahun 1999 tentang pengelolaan zakat. Secara kelembagaan saat itu dibentuk badan yang bernama Badan Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Daerah ( BAZISDA ). Pada tahun 2011 berubah nama menjadi Badan Amil Zakat Daerah ( BAZDA ) kemudian menjadi Badan Amil Zakat Nasional ( BAZNAS ) Provinsi setelah diundangkannya Undang – Undang Nomor 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat. Peraturan pelaksanaan yang diatur dalam PP No. 14 tahun 2014 tentang pelaksanaaan Undang – Undang No. 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat.
Perkembangan target dan realisasi pengumpulan zakat, pada mulanya relatif kecil berkisar Rp. 300.000.000 satu tahun. Mulai tahun 2015 realisasi pengumpulan zakat terjadi peningkatan sampai tahun 2019 ini. Berdasarkan data yang ada, target dan realisasi pengumpulan zakat selama 5 tahun adalah sbb. :
NO TAHUN TARGET REALISASI % KET.
1 2 3 4 5 6 1. 2. 3. 4. 5. 2015 2016 2017 2018 2019 6.500.000.000,- 7.500.000.000,- 10.000.000.000,- 16.200.000.000,- 23.800.000.000,- 6.178.591.325,- 8.288.499.700,- 16.957.368.435,- 21.631.578.408,- 26.066.934.052,- 95,06 110,51 169,57 133,54 109,52
Tahun 2021 – 2025 ditetapkan menjadi Era Kebangkitan Zakat. Kebangkitan zakat ini harus dijadikan momentum untuk menjadikan zakat sebagai pilar kebangkitan ekonomi
Hal. 2 dari 16 Kantor : Jl. Langko Mataram - NTB (0370) 7504733 0878-6472-1551 (Direktur Pelaksana) www.baznasntb.or.id [email protected]
kerakyatan, membantu pengentasan kemiskinan guna mewujudkan kebangkitan zakat dibutuhkan kesadaraan bersama para pelaku perzakatan baik Nasional maupun Daerah. Diperlukan peningkatan kelembagaan BAZNAS Provinsi di Profesionalisme para Amil BAZNAS, serta terlaksananya regulasi zakat baik berupa Perda, Peraturan Gubernur dll.
Sedangkan tahun 2020 dan seterusnya ditetapkan sebagai era tinggal landas.
C. Perananan Zakat Dalam Pembangunan Daerah
Dalam dinamika pembagunan dan kesenjangan ekonomi di NTB serta geliat ekonomi syari’ah yang mulai digaungkan oleh Pemerintah Provinsi NTB, maka zakat memiliki peranan yang penting. Paling tidak ada empat peran zakat yang dapat dirumuskan yaitu mempersempit kesenjangan sosial, membangkitkan ekonomi kerakyatan, mendorong munculnya model terobosan pengentasan kemiskinan, dan pengembangan sumber pendanaan diluar APBD.
Seperti telah dirumuskan pada Rakornas bulan Mei 2016 yang lalu, BAZNAS dalam berbagai jenjang, diharapkan mengambil peran dalam pengentasan kemiskinan paling tidak 10 % dari sklala kemiskinan yang terdata. Apa yang dicita – citakan BAZNAS Provinsi NTB tidaklah berjalan mulus, namun ada sejumlah tantangan dan hambatan dalam pengelola zakat. Akan tetapi lambat laun tantangan dan hambatan dimaksud intensitasnya menurun sejalan dengan berbagai manfaat yang dirasakan mustahik dan dukungan kesadaran muzakki yang semakin meningkat.
Dalam rangka meningkatkan peranan zakat dalam pengentasan kemiskinan disusun program yang memiliki dampak signifikan dalam pengentasan kemiskinan yaitu :
1. Bidang ekonomi ( BAZNAS NTB Makmur )
2. Bidang Pendidikan ( BAZNAS NTB Cerdas )
3. Bidang Kesehatan ( Rumah Sehat BAZNAS )
4. Bidang Keagamaan ( Rumah Dakwah BAZNAS )
5. Konter Layanan Mustahik ( Bantuan Biaya Hidup )
6. Bedah Rumah ( BAZNAS NTB Peduli )
7. Tanggap Darurat Bencana (BAZNAS NTB Peduli)
D. Pentingnya Rencana Strategis ( RENSTRA )
Hal yang paling strategis yang diamanatkan Undang – Undang BAZNAS tahun
2011 tentang pengelolaan zakat adalah kedudukan BAZNAS Provinsi sebagai lembaga pemerintah non struktural yang bersifat mandiri dan bertanggung jawab kepada Ketua BAZNAS dan Gubernur, yang diberi tugas melaksanakan pengelolaan zakat. Fungsi yang
Hal. 3 dari 16 Kantor : Jl. Langko Mataram - NTB (0370) 7504733 0878-6472-1551 (Direktur Pelaksana) www.baznasntb.or.id [email protected]
diembannya adalah perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pelaporan serta pertanggung jawaban dalam kegiatan pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan zakat. BAZNAS Provinsi selain sebagi pengelola juga sebagai koordinator BAZNAS Kabupaten / Kota dan Laz.
Rencana strategis BAZNAS NTB 2021 – 2025 bertujuan untuk menyatukan Visi dan
Misi dalam pengelolaan zakat di Provinsi NTB dengan Kabupaten/Kota, sekaligus dalam rangka mendukung Visi dan Misi BAZNAS dan disusunnya rencana strategis zakat Provinsi ini, diharapkan mampu mengoptimalkan sumber daya yang ada termasuk di Kab/Kota sesuai dengan potensi masing – masing.
Dengan demikian, rencana strategis ini harus merupakan panduan dalam
pengelolaan zakat pada skala Provinsi namun perlu dipadukan dengan BAZNAS Kab/ Kota dan BAZNAS guna mewujudkan kebangkitan zakat dan kebangkitan BAZNAS NTB. Rencana strategis ini juga dimaksudkan untuk memberikan gambaran strategis dengan indikator kinerja kunci yang perlu dicapai baik secara tahunan maupun lima tahunan.
Hal. 4 dari 16 Kantor : Jl. Langko Mataram - NTB (0370) 7504733 0878-6472-1551 (Direktur Pelaksana) www.baznasntb.or.id [email protected]
BAB II
ISU STRATEGIS
A. Isu Internal1. Penguatan Tehnologi Informasi untuk mendukung tinggal landas
Yang mencakup pengumulan dan pengolahan data informasi serta penguatan pondasi muzaki dan mustahik dalam rangka mendukung pengelolaan zakat mulai dari perencanaan pelaksanaan, dan pengoordinasian dalam pengumpulan pendistribusian dan pendayagunaan zakat.
2. Pengelolaan Zakat Yang Terintegrasi Secara Nasional
Yang mencakup BAZNAS Provinsi dengan BAZNAS Kab./Kota termasuk LAZ agar pengelolaan Zakat lebih efektif
3. Peningkatan Kompetensi, Kapasitas dan Disiplin Amil
Mencakup kemampuan atau kecakapan amil dalam menterjemahkan dan melaksanakan tugas pokok dan fungsinnya serta disiplin dalam melalsanakan tugasnya
4. Belum berfungsinya Satuan Audit Internal
Mencakup ketersediaan tenaga auditor Internal sampai pelaksanaannya, yang meliputi Audit Keuangan guna menguji kesesuaian dengan prinsip regulasi dan syar’i, Audit Kinerja dan Audit Kepatuhan. Hal ini penting dalam rangka optimalisasi pelaksanaan tugas Amil.
5. Membangun Profesionalitas Amil
Mencakup keahlian dalam bidang tehnologi informasi sehingga mampu mendukung program digitalisasi muzaki dan kerjasama program dengan lembaga lain.
Hal. 5 dari 16 Kantor : Jl. Langko Mataram - NTB (0370) 7504733 0878-6472-1551 (Direktur Pelaksana) www.baznasntb.or.id [email protected] B. Isu Eksternal 1. Pelayanan Muzaki
mencakup bagaimana memeilhara muzaki yang selama ini telah memiliki
kesadaran yang memadai dalam melakukan pembayaran zakat terutama dari kalangan asn pada organisasi perangkat daerah (OPD) dan bebrapa instansi vertikal. Selain itu bagaimana melakukan sosialisasi kepada muzaki dari kalangan perguruan tinggi yang telah terbentuk UPZ untuk menjadi UPZ aktif. Termasuk perluasan oembentukan UPZ dengan menyasar Instansi Vertikal lingkup kementrian keuaangan termasuk pengawas eksternal seperti BPK dan BPKP
2. Adanya perubahan dasar perhitungan nishab zakat pendapatan dan jasa
Dari semula mengunakan dasar gabah menjadi dasar emas sesuai
peraturan menteri agama RI no 31 tahun 2019.
3. Penguatan Regulasi pada tingkat daerah
mencakup penguatan Peraturan Daerah, peraturan pelaksanaan PERDA No
19 Tahun 2015 yaitu peraturan Gubernur No 15 Tahun 2016 berupa pengaturan pemotongan zakat langsung saat penerbitan SP2D di BPKAD
4. Penguatan Regulasi pada tingkat Nasional
Mencakup penerbitan Perpres/ Kepres tentang pemotongan langsung
zakat pendapatan jasa ASN saat penerbitan SP2D. Perlu diusulkan pada saat RAKERNAS.
Hal. 6 dari 16 Kantor : Jl. Langko Mataram - NTB (0370) 7504733 0878-6472-1551 (Direktur Pelaksana) www.baznasntb.or.id [email protected]
BAB III
VISI, MISI & NILAI
A. VISI
“ Menjadikan Amil BAZNAS yang Amanah, Profesional, Jujur, Disiplin dan Adil“.
B. MISI
a. Intensifikasi Pengumpulan dan efektifitas penyaluran
b. Pemanfaatan Tehnologi Informasi dalam pengelolaan zakat.
c. Membangun kemitraan dengan pihak ketiga dalam rangka digitalisasi muzaki.
d. Amil pelaksana yang profesional atau memiliki keahlian, dan memiliki kejujuran dalam pengelolaan zakat.
e. Menjadikan tehnologi informasi sebagai sokoguru (tiang tengah) dalam pengelolaan zakat.
C. NILAI
Nilai-nilai Amil mencakup semua nilai luhur dan unggul Islami, diantaranya :
1. Visioner : Amilin yang bervisi jauh kedepan, strategis dan maslahat. Hal ini sesuai dengan
Firman ALLAH SWT “Wahai orang-orang yang beriman ! Bertaqwalah kepada ALLAH
dan hendaklah setiap orang memperhatikan untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada ALLAH. Sungguh, ALLAH Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al Hasyr ayat 18).
2. Optimis : Amilin yang bersungguh-sungguh, memiliki keyakinan kuat bahwa kemudahan
yang diciptakan ALLAH SWTjauh lebih banyak dibanding kesulitan atau masalah. Hal ini sesuai dengan Firma ALLAH SWT “Maka bersama kesulitan ada kemudahan. Maka
apabila engkau telah selesai (dari satu urusan), tetaplah bekerja keras untuk (urusan yang lain).“ (QS. Al-Insyirah ayat 5 -7).
3. Jujur : Amilin yang memiliki kesatuan antara kesatuan dan perbuatan. Hal ini sesuai
dengan Firman ALLAH SWT “Wahai orang-orang yang beriman ! mengapa kamu
mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan”. (QS. As-Shaff ayat 2).
4. Sabar : Amilin yang memiliki kesabaran dalam menjalankan kebenaran. Hal ini sesuai
Hal. 7 dari 16 Kantor : Jl. Langko Mataram - NTB (0370) 7504733 0878-6472-1551 (Direktur Pelaksana) www.baznasntb.or.id [email protected]
pasti benar dan sekali-sekali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat ALLAH) itu menggelisahkan kamu.” (QS. Arr-Rum ayat 60).
5. Amanah : Amilin hendaknya amanah dalam menjalankan tugas. Hal ini sesuai dengan
Firman ALLAH SWT. “Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu menghianati
ALLAH dan Rosul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu menghianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (QS. Al-Anfal
ayat 27).
6. Keteladanan : Amilin yang menjadi teladan dalam kehidupan. Hal ini sesuai dengan
Firman ALLAH SWT. “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rosululloh itu suri teladan
yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) ALLAH dan (kedatangan) hari kiamat dan dia baznyak menyebut ALLAH.” (QS. Al-Ahzab ayat
21).
7. Profesional : Amilin yang senantiasa melakukan yang terbaik dan professional dalam
aktifitasnya. Hal ini sesuai dengan Firman ALLAH SWT. “Yang menjadikan mati dan
hidup, supaya DIA menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan DIA Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Mulk Ayat 2). Demikian juga
dengan Hadits berikut “Sesungguhnya ALLAH SWT mencintai jika seorang dari
kalian bekerja, maka ia itqon (professional) dalam pekerjaanya” (HR. Baihaqi).
8. Enterpreneurial : Amilin yang senantiasa bermental kuat, pantang menyerah, memiliki
optimisme dalam hidup, serta kreatif dan inovatif dalam menghadapi tantangan hidup. Hal ini sesuai dengan firman ALLAH “...Barang siapa bertakwa kepada ALLAH niscaya
DIA membukakan jalan keluar baginya. Dan DIA memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada ALLAH, niscaya ALLAH akan mencukupkan (keperluannya)...”(QS. At-Thalaq ayat 2-3).
“Sesungguhnya Safhaa dan Marwa adalah sebahagiaan dari syi’ar ALLAH. Maka barangsiapa beribadah hajin ke Bitullahatau ber’umrah maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhny ALLAH Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah ayat 158)
9. Adil. Yaitu amil yang mampu menjunjubg netralitas agar semua mustahik dapat
Hal. 8 dari 16 Kantor : Jl. Langko Mataram - NTB (0370) 7504733 0878-6472-1551 (Direktur Pelaksana) www.baznasntb.or.id [email protected]
10.merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin
maka dia celaka.” (HR. Ad-Dhailami).
11.Transformasional : Amilin yang senantiasa melakukan perbaikan berkelanjutan dari
kondisi buruk menuju kondisi yang lebih baik. Hal ini sesuai dengan yang dicontohkan Rosulullah Muhammad SAW yang sukses memimpin Ummatnya berhijrah dari peradaban jahiliyah menuju peradaban madaniah dalam waktu yang relatif amat singkat, dan juga sesuai dengan Firman ALLAH SWT “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu
mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah ALLAH. Sesungguhnya ALLAH tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain DIA.” (QS.
Hal. 9 dari 16 Kantor : Jl. Langko Mataram - NTB (0370) 7504733 0878-6472-1551 (Direktur Pelaksana) www.baznasntb.or.id [email protected]
BAB IV
SISTEM PENGELOLAAN ZAKAT
DI PROVINSI NTB
A. Kerangka Pengelolaan Zakat Provinsi NTB
Sistem Pengelolaan zakat di Provinsi NTB tetap mengacu dan berpedoman pada sistim pengelolaan zakat secara nasional yaitu berdasarkan pada Undang – Undang No. 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat dan PP No. 14 tahun 2014 tentang pelaksanaan UU No. 23 / 2011 tentang pengeloaan zakat. Juga berbagai Peraturan pelaksanaan yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dan BAZNAS. Dalam Undang – Undang No. 23 / 2011 disebutkan bahwa pengelolaan zakat bertujuan meningkatakan efektivitas dan efesiensi pelayanan dalam pengelolaan zakat, meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penaggulangan kemiskinan.
Ada 6 ( enam ) aspek yang perlu dilakukan agar mampu mewujudkan kebangkitan zakat di Provinsi NTB sekaligus kebangitan BAZNAS Provinsi NTB.
Pertama. Aspek Legalitas yang mencakup telah terbentuknya BAZNAS Provinsi NTB dan
penetapan Pimpinannya dengan Keputusan Gubernur Nomor 451.7-205 Tahun 2015 tanggal 26 Maret 2015 Periode 2015 – 2020.
Kedua. Aspek Pengumpulan Aspek Pengumpulan sangatlah penting, maka dalam rangka
optimalisasi pengumpulan zakat diperlukan langkah strategis. Untuk itu diperlukan adanya edukasi terhadap muzaki dalam bentuk kampanye zakat, sosialisasi dan publikasi. Ini penting karena pencerahan muzaki akan meningkatkan kesadaran membayar zakat. Yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana agar muzaki mengetahui bahwa zakat yang ditunaikannya melalui BAZNAS Provinsi benar – benar sampai kepada mustahik. Jika hal itu dapat dilakukan dengan baik akan menumbuhkan kepercayaan kepada BAZNAS Provinsi, baik oleh muzaki maupun mustahik.
Ketiga. Aspek Penyaluran Hal ini dimaksudkan untuk menilai kinerja BAZNAS Provinsi
terkait penyaluran ZIS. Untuk mengukur kinerja penyaluran dilakukan dengan cara melihat ratio pendistribusian terhadap pengumpulan zakat. Semakin tinggi ratio penyaluran terhadap pengumpulan zakat maka semakin efektif pengelolaan zakat. Dan tujuan utama prinsip penyaluran adalah untuk pengentasan kemiskinan.
Keempat. Aspek akuntabilitas dan Kesesuaian Syari’ah yang mencakup penyusunan dan
pengesahan RKAT setiap tahun, pelaksanaan RKAT, pelaporan pertanggungjawaban secara berkala meliputi laporan bulanan/enam bulanan dan tahunan, pelaksanaan audit atas laporan
Hal. 10 dari 16 Kantor : Jl. Langko Mataram - NTB (0370) 7504733 0878-6472-1551 (Direktur Pelaksana) www.baznasntb.or.id [email protected]
keuangan oleh akuntan publik dan audit syari’ah oleh Kementerian Agama. Dan yang paling penting sebelum semua itu adalah perlunya pembinaan dan pengawasan yang berkala dan terpadu.
Kelima. Aspek IT dan Sistem yaitu melalui penerapan SIMBA dengan baik dan tertib. Hal ini
dimaksudkan agar laporan kepada Ketua BAZNAS dan Gubernur dapat berjalan dan disampaikan secara berkala dan tepat waktu.
Keenam. Aspek Pengembangan Amil, diperlukan upaya peningkatan kualitas amil dengan
cara menstandarkan kapasitas dan kompetensi amil dan disahkan secara nasional melalui pelatihan dan pembinaan yang mengacu pada standar nasional. Selain itu diperlukaan penataan organisasi amil yang saat ini masih belum ada keseragaman sehingga akan menyulitkan koordinasi antara lembaga BAZNAS, BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kab/Kota. Karena itu diperlukan penyeragaman Nomenklatur jabatan pada tataran amil atau pelaksana BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kab/Kota dengan mengacu pada Nomenklatur nasional atau pengaturan khusus.
B. Roadmap (Rencana Kerja Rinci) Pengelolaan Zakat Provinsi NTB 2021 – 2025
TAHUN RENCANA KEGIATAN
1 2 2021 Penguatan Tehnologi Informasi dengan menempatkannya sebagai soko guru / tiang tengah pengelolaan Zakat
Amil Pelaksana BAZNAS telah tersertifikasi sebanyak 50%
Penambahan tenaga TI sesuai kebutuhan baik jumlah maupun
kualifikasinya
SIMBA bukan lagi dipandang sebagai kewajiban, akan tetapi sudah menjadi kebutuhan.
Pusat Pengolahan Data telah berfungsi Optimal sebagai
penghimpun, pengolah dan pensupply data
RKAT BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kab/Kota telah disahkan
Laporan keuangan BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kab/Kota
sudah diaudit oleh akuntan publik paling lambat 14 Februari Tiap tahun
Keterhubungan data Muzakki dan Mustahik BAZNAS Provinsi
NTB dan BAZNAS Kab./Kota
Efektivitas penyaluran ZIS 90% dari hasil pengumpulan
Terlaksananya program ZCD pada 10 titik dan seluruh NTB
BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kab/Kota mengentaskan
kemiskinan 2% setahun
Terlaksananya koordinasi dengan BAZNAS Kab/Kota dan UPZ
2022 Diversifikasi Obyek dan
Subyek Zakat
Pertumbuhan zakat 10 % dari tahun yang lalu
Mulai terpungutnya dana sosial keagamaan lainnya ( DSKL ) dan
Hal. 11 dari 16 Kantor : Jl. Langko Mataram - NTB (0370) 7504733 0878-6472-1551 (Direktur Pelaksana) www.baznasntb.or.id [email protected] (Muzaki) dalam rangka menopang tinggal landas
BAZNAS Provinsi dan Kab. / Kota memiliki RENSTRA 2021-2025
Mulai terpungutnya Zakat Pertanian dan Zakat Perdagangan
pada semua BAZNAS Kab./Kota.
SK pengangkatan Pimpinan BAZNAS Kab/Kota periode 2021 -
2025
Tersusunnya RKAT Baznas Provinsi & BAZNAS Kab/Kota tepat waktu
Efektifitas penyaluran ZIS 95% dari hasil pengumpulan
Pemeliharaan Muzakki yang selama ini telah aktif
Perluasan Muzaki ASN Vertikal
Terlaksananya program ZCD di Provinsi NTB dan Kab./Kota
BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kab/Kota mengentaskan
kemiskinan sebesar 2% setahun
2023
Memfungsikan
Satuan Audit
Internal (SAI)
Penyusunan dan penetapan SOP untuk penguatan Auidit Internal
Melaksanakan Audit Keuangan Internal untuk menguji apakah
pengelolaan ZIS sesuai dengan prinsip regulasi dan Syar’i
Melaksanakan Audit Kinerja bagi semua Unit Kerja utamanya kinerja pengumpulan dan Pendistribusian
Rekrutmen tenaga pelaksana Auditor
Terbentuknya UPZ pada SMK/SMA dan instansi vertikal
Peraturan Daerah Provinsi NTB Nomor 9 tahun 2015 dan
pertauran Gubernur No. 15 tahun 2016 telah terlaksana dengan efektif
Publikasi BAZNAS Provinsi melalui media masa cetak maupun elektronik mantap
BAZNAS Provinsi NTB telah memiliki kantor layanan mustahik yang representatif
BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kab/Kota mengentaskan
penduduk miskin skala Provinsi 2% setahun
Terlaksananya koordinasi denagn BAZNAS Kab/Kota dan UPZ
terkait dengan pelaksaan Audit Internal
2024 Dukungan
Amil yang
Visioner jujur
dan adil
Pimpinan dan pelaksana perlu membangun cita-cita yang jauh ke
depan baik terkait pengumpulan maupun terkait pendistribusian masing-masing berusaha memberikan manfaat kepada lembaga bukan semata mencari manfaat pada lembaga
Perlakuan yang sama pada kepentingan mustahik tanpa melihat
status maupun kelompok.
Pelayanan Muzaki dan Mustahik terlaksana dengan baik
Pertumbuhan ZIS sebesar 10% dari tahun lalu
RKAT BAZNAS tahun 2023 telah disahkan tepat waktu
Laporan keuangan BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kab/Kota
tahun 2023 telah diaudit oleh akuntan publik paling lambat 14 Februari 2024
50% amil BAZNAS telah mengikuti pelatihan dan memperoleh
Hal. 12 dari 16 Kantor : Jl. Langko Mataram - NTB (0370) 7504733 0878-6472-1551 (Direktur Pelaksana) www.baznasntb.or.id [email protected]
Efektivitas penyaluran ZIS 90% dari realisasi pengumpulan
BAZNAS Provinsi dan BAZNAS kab/Kota mengentaskan
kemiskinan 2% setahun
Terlaksananya koordinasi dengan BAZNAS Kab/Kota
Perluasan pelaksanaan Zakat Community Development (ZCD)
2025 Evaluasi pelaksanaan yang menyeluruh stimatis dan berkelanjutan
Evaluasi kegiatan Pengumpulan, Pendistribusian dan
Pendayagunaan
Evaluasi peran Amil terkait disiplin dan kemampuan bekerja
Evaluasi data muzaki dan mustahik untuk memudahkan
pelayanan
Pertumbuhan ZIS 15% dari tahun lalu
RKAT BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kab/Kota telah disahkan
Laporan keuangan BAZNAS Provinsi dan BAZNAS kab/Kota tahun
2024 telah diaudit akuntan publik paling lambat 30 Juni 2025
Terlaksananya program ZCD pada 20 lokasi di seluruh NTB
80% Amil BAZNAS telah mengikuti pelatihan dan telah
mendapatkan sertifikat
Efektivitas penyaluran ZIS 95% dari total pengumpulan
BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kab/Kota telah mengentaskan
kemiskinan 2% setahun
Terlaksananya koordinasi dengan BAZNAS Kab/Kota dan UPZ
C. Pemangku Kepentingan Zakat Provinsi
Undang-Undang No. 23/2011 dan PP Nomor 14 tahun 2014 mengamanatkan beberapa pemangku kepentingan terkait pengelolaan zakat tingkat Provinsi yaitu :
1. Gubernur
a. Merekrut, memilih dan menetapkan Pimpinan BAZNAS Provinsi
b. Menerbitkan Regulasi terkait dengan Pengelolaan ZIS
c. Menerima Laporan dan Pertanggungjawaban pengelolaan Zakat dari BAZNAS
Provinsi
2. Pemerintah Daerah
a. Mengusulkan dan menetapkan pimpinan BAZNAS Provinsi
b. Melakukan pengawasan dan pembinaan kepada BAZNAS Provinsi
c. Memberikan alokasi APBD untuk BAZNAS Provinsi
d. Menerimaan laporan dan pertanggungjawabanpengelolaan zakat dari BAZNAS
Provinsi
3. DPRD Provinsi
Hal. 13 dari 16 Kantor : Jl. Langko Mataram - NTB (0370) 7504733 0878-6472-1551 (Direktur Pelaksana) www.baznasntb.or.id [email protected]
b. Mengesahkan usulan alokasi dana hibah APBD untuk BAZNAS Provinsi
4. BAZNAS Provinsi
a. Melakukan perencanaan, pelaksanaan, pengendalian pelaporan dan
pertanggungjawaban pengumpulan dan penyaluran zakat Provinsi
b. Memberikan konsultasi dan advokasi pengelolaan zakat kepada BAZNAS Kab/Kota
dan LAZ Provinsi
c. Melakukan koordinasi pengelolaaan zakat tingkat Provinsi
d. Memberikan rekomendasi izin pembukaan Perwakilan LAZ Nasional
e. Melakukan monitoring dan evaluasi pengelolaan zakat oleh BAZNAS Kab/Kota dan
LAZ Provinsi
f. Menerima dan menghimpun laporan dari BAZNAS Kab / Kota dan LAZ Provinsi
g. Melakukan kemitraan penyaluran ZIS dengan BAZNAS Kab/Kota dan LAZ dalam
rangka pemerataan
h. Melakukan pengembangan SDM.
5. BAZNAS Kab/Kota
a. Melakukan koordinasi dan konsultasi pengelolaan ZIS denan BAZNAS Provinsi
b. Menyampaikan laporan pengelolaan ZIS kepada BAZNAS Provinsi
c. Melakukan kemitraan penyaluran ZIS dengan BAZNAS dan BAZNAS Provinsi
6. Unit Pengumpulan Zakat ( UPZ )
a. Menjadi kepanjangan tangan BAZNAS Provinsi dalam hal pengumpulan zakat
b. Menyampaikan dan melakukan pemeliharaan data muzakki untuk memperlancar
penetapan ZIS
c. Menyetorkan hasil pengumpulannya kepada Bendahara BAZNAS atau langsung
kepada Bank yang telah ditunjuk
d. Melaporkan hasil pengumpulan ZIS dengan melaporkan daftar nama – nama muzakki
yang mengeluarkan ZIS
e. Dapat diberikan tugas pembantuan penyaluran ZIS oleh BAZNAS Provinsi
7. LAZ
a. Melakukan pengumpulan dan penyaluran ZIS sesuai tingkat kewenangannya
b. Memberikan laporan bulanan hasil pengumpulan dan penyaluran kepada BAZNAS
Hal. 14 dari 16 Kantor : Jl. Langko Mataram - NTB (0370) 7504733 0878-6472-1551 (Direktur Pelaksana) www.baznasntb.or.id [email protected]
BAB V
TUJUAN, ARAH KEBIJAKAN &
INDIKATOR KINERJA KUNCI
A. TUJUAN
Tujuan utama pengelolaan zakat adalah :
1. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan pengelolaan zakat.
2. Meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan
pengentasan kemiskinan.
C. ARAH KEBIJAKAN
Arah kebijakan BAZNAS Provinsi NTB adalah bagaimana mampu mendukung kebijakan Pemerintah Daerah Provinsi NTB terutama yang terkait Meningkatkan Indek Pembangunan Manusia ( IPM ) melalui program-program yang dapat dibiayai dari dana zakat yaitu :
a. Bidang Ekonomi ( BAZNAS NTB Makmur )
b. Bidang Pendidikan ( BAZNAS NTB Cerdas )
c. Bidang Kesehatan ( Rumah Sehat BAZNAS )
d. BAZNAS NTB Peduli ( Bedah Rumah & Tanggap Darurat Bencana )
D. INDIKATOR KINERJA KUNCI
No Indikator Kinerja Kunci Unit
Ukuran TARGET 2021 2022 2023 2024 2025 1 2 3 4 5 6 7 8 1. 2. Aspek Legalitas
1.1 RENSTRA BAZNAS Provinsi NTB 1.2 RENSTRA BAZNAS Kab/Kota
1.3 Pedoman/Peraturan BAZNAS Provinsi yang sudah disahkan
1.4 Pemberian Rekomendasi pembentukan perwakilan LAZ Nasional
1.5 Pertimbangan BAZNAS tentang usul pergantian antar Waktu Pimpinan BAZNAS Provinsi NTB
1.6 SK Pengangkatan pergantian antar Waktu pimpinan Baznas Provinsi NTB di kirim ke BAZNAS
1.7 Hasil Verifikasi Capim BAZNAS Kab/Kota
1.8 Pembentukan Unit Pengumpul Zakat ( UPZ ) yang baru
Aspek Akuntabilitas dan kesesuaian syari’ah
2.1 RKAT BAZNAS Provinsi NTB tiap tahun 2.2 RKAT BAZNAS Kab/Kota
% Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah % % % 100 5 2 1 3 3 - 40 100 100 100 - 5 3 1 - 3 1 40 100 100 100 - - - 1 - - - - 100 100 100 - - - 1 - - - - 100 100 100 - - - - - - - - 100 100 100
Hal. 15 dari 16 Kantor : Jl. Langko Mataram - NTB (0370) 7504733 0878-6472-1551 (Direktur Pelaksana) www.baznasntb.or.id [email protected]
2.3 Laporan keuangan BAZNAS NTB tiap tahun telah diaudit akuntan publik tepat waktu
% 100 100 100 100 100
No Indikator Kinerja Kunci Unit
Ukuran
TARGET
2021 2022 2023 2024 2025
1 2 3 4 5 6 7 8
2.4 Laporan keuangan BAZNAS Kab/Kota telah diaudit akuntan publik setiap 30 juni 2.5 Rapat koordinasi dan evaluasi dengan
BAZNAS Kab/Kota
2.6 Rapat kerja dengan UPZ Rapat evaluasi dengan UPZ % Kali Kali 100 2 2 100 2 2 100 2 2 100 2 2 100 2 2
3. Aspek IT dan Syistem
3.1 BAZNAS Provinsi NTB telah efektif menerapkan SIMBA
5.2 BAZNAS Kab/Kota yang telah efektif menerapkan simba.
5.3 LAZ dan perwakilan LAZ Nasional yang telah terintegrasi baik dengan SIMBA 5.4 Muzakki semua yang dapat diakses
BAZNAS NTB % % % % 85 50 - - 100 75 30 25 100 100 100 50 100 100 100 75 100 100 100 100 4. Aspek Pengumpulan
4.1 Dana ZIS Dana Sosial Keagamaan Lainnya ( DSKL ) yang terkumpul di BAZNAS Provinsi
4.2 Dana ZIS DSKL yang terkumpul se Provinsi NTB
4.3 Data Base Muzakki BAZNAS Provinsi NTB individu
4.4 Data Base muzakki Badan 4.5 Muzakki telah memiliki NPWZ
4.6 BAZNAS Provinsi dan UPZ telah terkoneksi sistem IT Milyar Juta Ribu Ribu Ribu % 0,75 40 10 15 2 - 1 75 20 1,5 5 50 1,5 100 25 2 15 75 2 125 26 2 20 100 2,5 150 30 2 30 100 5. Aspek Penyaluran
5.1 Efektivitas atau rasio penyaluran terhadap pengumpulan
5.2 Fakir miskin yang dapat dientaskan dari garis kemiskinan 2% setahun
5.3 Penyaluran zakat ashnaf fakir miskin untuk tujuan produktif di atas 50% 5.4 Data Base mustahik per Kab/Kota yang
tersedia di BAZNAS Provinsi
% Ribu Orang % % 80 16 60 - 80 16 70 50 85 16 70 60 85 16 70 70 85 16 70 100
6. Aspek Pengembangan Kapasitas Amil
6.1 Penataan kembali Organisasi
amil/Pelaksana BAZNAS Provinsi
yang efektif dan efisien.
6.2 Amil / Pelaksana BAZNAS Provinsi telah mengikuti pelatihan.
6.3 Memiliki Gedung Kantor yang
representatif dan telah dilengkapi Konter Layanan Mustahik.
6.4 Amil BAZNAS Provinsi telah tersertifikasi 6.5 Publikasi Amil yang terencana dalam
rangka peningkatan kepercayaan kepada BAZNAS Provinsi. Waktu Orang Tahun % % Des 3 V - V Jan 3 V - V - 2 - 10 V - 2 - 50 V - 2 - 100 V
Hal. 16 dari 16 Kantor : Jl. Langko Mataram - NTB (0370) 7504733 0878-6472-1551 (Direktur Pelaksana) www.baznasntb.or.id [email protected]
BAB VI
PENUTUP
Rencana strategis BAZNAS Provinsi NTB 2021-2025 merupakan panduan dalam pengelolaan zakat selama 5 tahun yang dilakukan oleh pimpinan dan pelaksana BAZNAS Provinsi NTB. Rencana ini penting dalam rangka mewujudkan kebangkitan BAZNAS Provinsi dan kebangkitan Zakat di Nusa Tenggara Barat.
Insya Allah dengan komitmen, sinergi dan kerjasama seluruh pemangku kepentingan yang ada di BAZNAS Provinsi NTB, pengelola ZIS akan mampu turut serta membantu Pemerintah Daerah dalam percepatan pengentasan kemiskinan.
Bangkitlah BAZNASku ! dan Bangitlah Zakatku !.
Mataram, Mei 2020
BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
Mengetahui,
Wakil Ketua III
Ketua Bidang Keuangan dan Pelaporan