Muhammad Shiddiq Al Jawi Muhammad Shiddiq Al Jawi
MALAPETAKA MALAPETAKA
AKIBAT HANCURNYA KHILAFAH AKIBAT HANCURNYA KHILAFAH
Al Azhar Press Al Azhar Press
2004 2004
Perpu!a"aa# Nai$#al Ka!al$% &alam Ter'i!a#
Perpu!a"aa# Nai$#al Ka!al$% &alam Ter'i!a# (K&T)(K&T)
--- ---JJuudduull : : MMaallaappeettaakka a AAkkiibbaat t HHaannccuurrnnyya a KKhhiillaaffaahh
P
Peennuulliiss : : MMuuhhaammmmaad d hhiiddddii! ! AAl l JJaa""ii #
#ddiitt$$rr : : %%uuss&&uu""iikk P
Peennaatta a ''eettaakk : dd": "ii&&hhcc (
(eessaaiin n ))$$**eerr : : AArriieeff++ --- ---,./*i ,21 3 , cm5 ,./*i ,21 3 , cm5 678: 9-,,-0-0 678: 9-,,-0-0
65 Malapetaka Akibat Hancurnya Khilafah 665 Muhammad 65 Malapetaka Akibat Hancurnya Khilafah 665 Muhammad hiddi!
hiddi! Al Al Ja"i Ja"i 6665 6665 %us&u"ik %us&u"ik 6;5 6;5 (ak"ah(ak"ah
Penerbit: Penerbit: Al A*har Pre Al A*har Pre Penye<uk Ji"a Penye<uk Ji"a Pen%hapus (aha%a Pemikiran Pen%hapus (aha%a Pemikiran Jl5 )eremai =<un% ,2.1 Jl5 )eremai =<un% ,2.1 7antar Jati Kaum1 7$%$r5 ,., 7antar Jati Kaum1 7$%$r5 ,., >elp5 ?02,@ 2,4,1 a3 ?02,@ 2,4, >elp5 ?02,@ 2,4,1 a3 ?02,@ 2,4, e-mail: azhar&pressBplasa5c$m e-mail: azhar&pressBplasa5c$m )etakan 61 (zulhi<<ah ,424 H C Pebruari 2004 M )etakan 61 (zulhi<<ah ,424 H C Pebruari 2004 M
&AFTAR ISI &AFTAR ISI
+,Pe#dahulua# +,Pe#dahulua#
257erba%ai Malapetaka Akibat Hancurnya Khilafah 257erba%ai Malapetaka Akibat Hancurnya Khilafah
,,55 MMaallapapeettaakka a iiddee$$ll$$%%ii11 2255 MMaallapapeettaakka a pp$$lliititik1k1 55 MMaallapapeettaakka a eekk$$nn$$mmii11 4455 MMaallapapeettaakka pa peerraaddiillaann11 5
5 MaMallapapetetakaka a pepenndidididikakan1n1 ..55 MMaallapapeettaakka pa peemmiikikirraann11 9955 MMaallaappeettaakka da daakk""aahh11 5
5 MaMallapapetetakaka sa s$s$siaial bl bududayaya5a5 5 Penutup
5 Penutup
45 (aftar Pustaka 45 (aftar Pustaka
PEN&AHULUAN
6slam adalah a%ama sempurna yan% tidak hanya men%atur aspek ibadah ritual1 namun <u%a men%atur aspek kehidupan bermasyarakat dan berne%ara seperti aspek p$litik1 ek$n$mi1 pendidikan1 militer1 dan budaya5 Karenanya "a<ar bila 6slam me"a<ibkan eksistensi ne%ara untuk merealisasikan semua aturan tersebut1 sebab tanpa ne%ara mustahil se%ala aturan berne%ara dan bermasyarakat itu dapat ter"u<ud5,
ecara praktis1 kehidupan berne%ara tersebut dipraktikkan lan%sun% $leh Dasulullah AE setelah beliau berhi<rah ke Madinah ?2 eptember .22 M@5 Pada saat itu beliau tidak hanya berfun%si seba%ai 8abi1 namun <u%a berfun%si seba%ai pen%uasa ?al-Hakim@ dalam kepemimpinan ne%ara ?ri`asah ad-daulah@5 eba%ai kepala ne%ara1 1
Al Mawardi, Al-Ahkâm as-Sulthâniyyah, hal. 5; Abu Ya’la, Al- Ahkâm as-Sulthâniyyah, hal. 19.
Dasulullah AE menerapkan yariat 6slam di se%ala bidan% di dalam ne%eri dan menyebarkan risalah 6slam ke luar ne%eri melalui dak"ah dan <ihad fi sabilillah5 Pada saat beliau "afat ?,2 Dabiul A"al ,, H F . Juni .2 M@1 fun%si kenabian terputus dan terhenti5 8amun fun%si kepemimpinan ne%ara terus dilan<utkan $leh para shahabat dalam sebuah sistem pemerintahan Khilâfah Islâmiyyah52 Khilafah inilah yan% kemudian den%an berba%ai pasan% surutnya men%hiasi se<arah 6slam selama , abad hin%%a kehancurannya di tan%an Mustafa Kamal --se$ran% antek 6n%%ris-- pada tan%%al Maret ,24 di >urki5 (en%an demikian Mustafa Kamal telah men%$k$hkan sistem sekuler yan% diad$psinya dari para imperialis1 yakni sistem republik1 yan% telah diumumkan sebelumnya $leh (e"an 8asi$nal >urki pada 2 Gkt$ber ,225
=lah Mustafa Kamal yan% san%at ke<i itu sun%%uh merupakan aksi kriminal palin% akbar pada abad ke-20 lalu1 yan% tercatat seba%ai epis$de palin% hitam dalam lembar se<arah umat 6slam54 7etapa tidak1 runtuhnya Khilafah 2
Ibnu Taymiyah, Al-Fatawa, Juz 28/120. 3
Abdul adim !allum, Kayfa Hudimat al-Khilâfah, "#$iru%& 'arul (mmah, 1990), hal. 18*+18; Abdurrahman Al #a-hdadi, aai an Al 3hila4ah Al Ilamiyah6, Khilâfah Islâmiyyah, 7.1. Th I "ya’ban 1:15 /Januari, 1995), hal. *.
4
Abdurrahman Al #a-hdadi, ilada%u 3hila4ah Ilamiyah’ 4i 'zi<ra admi Al 3ila4ah6, Khilâfah Islâmiyyah, 7.1. Th I "ya’ban 1:15 / Januari, 1995), hal. =.
sesun%%uhnya adalah pen%khianatan t$tal terhadap 6slam itu sendiri1 sebab te%aknya 6slam secara sempurna ber%antun% sepenuhnya pada eksistensi Khilafah5 Hancurnya Khilafah berarti berakhirnya penerapan yariat 6slam dalam se%ala aspek kehidupan dan terhentinya penyebaran risalah 6slam ke seluruh dunia den%an <alan dak"ah dan jihâd fî sabîli-Llâh5. Hancurnya Khilafah berarti pula lunturnya <atidiri 6slam yan% hakiki seba%ai ide$l$%i dan sistem kehidupan5 6slam pun akhirnya tidak la%i men%atur urusan-urusan publik1 namun hanya men<adi a%ama yan% bersifat pribadi yan% hanya men%urusi ibadah ritual dan aspek m$ral1 9 seperti halnya a%ama Kristen5
Duntuhnya Khilafah1 den%an demikian1 telah men<adi umm al-jarâ`im1 yakni bian% se%ala malapetaka1 ke<ahatan1 d$sa1 dan kerusakan yan% menimpa umat 6slam5 Kiranya akan sulit kita memperkirakan betapa besarnya malapetaka dan ke<ahatan yan% ter<adi akibat hancurnya Khilafah itu5 8amun beberapa yan% terpentin% adalah :
5
yai<h Ali #$lha>, I’âdah al-Khilâfah, "#$iru%& 'arul (ab, %%.), hal. 8.
6
Abdul adim !allum, Afkâr Siyâsiyyah, "#$iru%& 'arul (mmah, 199:), hal. ? 1:+2:.
7
Taiyuddin An 7abhani, Nizhâm al-Hukm fî al-Islâm, "#$iru%& 'arul (mmah, 1990), hal. 1.
8
Iham (mayrah, admu 'aulah Al 3hila4ah (mmul Jaraim6, Al Wa’ie, 7. 158. "@abi’ul Awal 1:21 / Juni 2000 M), hal. 2+=2
9
yai<h Abdurrahman Abdul 3hali<, Al-uslim!n wa al-’Amal as-Siyâsi, hal. 1=
,5 =mat 6slam telah dipecah-belah men<adi ne%ara-ne%ara kerdil berdasarkan k$nsep nasi$nalisme dan patri$tisme men%ikuti letak %e$%rafis yan% berbeda-beda1 yan% seba%ian besarnya sebenarnya berada di ba"ah kekuasaan musuh yan% kafir: 6n%%ris1 Perancis1 6talia1 7elanda1 dan Dusia5
25 (i setiap ne%ara b$neka tersebut1 kaum kafir telah merekayasa dan men%an%kat para pen%uasa --dari kalan%an penduduk pribuminya-- yan% bersedia tunduk kepada mereka1 untuk mentaati instruksi-instruksi kaum kafir tersebut dan men<a%a stabilitas ne%erinya den%an cara menindas dan menyiksa rakyatnya secara ke<am tanpa perikemanusiaan5
5 Kaum kafir se%era men%%anti undan%-undan% dan peraturan 6slam yan% diterapkan di ne%eri-ne%eri 6slam den%an undan%-undan% dan peraturan kafir milik mereka5
45 Kaum kafir se%era men%ubah kurikulum pendidikan untuk mencetak %enerasi-%enerasi baru yan% mempercayai pandan%an hidup 7arat1 namun sebaliknya memusuhi Akidah dan yariat 6slam1 terutama dalam masalah Khilafah5
5 Per<uan%an untuk men%embalikan Khilafah serta mendak"ahkannya kemudian dian%%ap seba%ai tindakan kriminal atau ter$risme yan% dapat di<atuhi
sanksi $leh undan%-undan%5
.5 Harta kekayaan dan p$tensi alam milik kaum muslim telah diramp$k $leh pen<a<ah kafir1 yan% telah men%ekspl$itasi kekayaan tersebut den%an cara yan% se<elek-<eleknya dan telah men%hinakan kaum muslim den%an sehina-hinanya5,0
Din%kas kata1 lenyapnya Khilafah adalah lenyapnya pemelihara a%ama 6slam1 sebab seba%aimana dikatakan Dasulullah AE1 se$ran% Khalifah ?6mam@ Cseba%ai pemimpin ne%ara Khilafah-- adalah ba%aikan perisai atau benten% ba%i 6slam1 umatnya1 dan ne%eri-ne%eri 6slam5 abda 8abi AE :
“Sesungguhnya Imam (Khalifah) adalah ibarat erisai! "rang-"rang bererang di belakangnya dan berlindung dengannya#$ (HR, Mulim- A'u &awud- A# Naa.i- da# Ahmad) ++
10
iha% >u-a Jalal Al+Alam, "ammir! al-Islâm wa ’A#îd! Ahlahu, hal. :8.
11
adi% hahih, riwaya% Imam Mulim, Abu 'awud, An 7aai, dan Ahmad. iha% Shahîh uslim, 12/1=0, 3i%Bb al+Imarah; Sunan A#u "awud, =/188+189, hadi% n. 25, 3i%Bb al+JihBd; Sunan An Nasa$i, /15*, 3i%Bb al+#ay’ah; usnad Imam Ahmad, 2/52=.
Maka atas dasar itu1 tepatlah pernyataan 6mam Al-hazali men%enai strate%isnya p$sisi Khilafah ?as-Sulthân@ ba%i penerapan dan pen<a%aan 6slam :
“###agama adalah "ndasi (asas) dan kekuasaan adalah enjaganya# Segala sesuatu yang tidak ber"ndasi nis%aya akan r"b"h dan segala sesuatu yang yang tidak berenjaga nis%aya akan hilang lenya#$ &'
P$sisi strate%is Khilafah itu sesun%%uhnya san%at <elas dan teran%, >anpa Khilafah1 umat 6slam men<adi rusak5 Hukum-hukum 6slam men<adi lenyap dari pen%aturan kehidupan5 (an lahirlah berba%ai malapetaka1 bencana1 dan kehinaan di se%ala bidan%5
8amun kesadaran ini nampaknya belum dimiliki secara sempurna $leh kebanyakan umat 6slam5 Mereka masih banyak yan% berdiam diri dan hanya berpan%ku tan%an5 Padahal <ika mereka hanya berdiam diri1 mereka akan turut memikul d$sa besar akibat musnahnya Khilafah5 ebab keberadaan Khilafah merupakan salah satu ke"a<iban 12
Imam Al Chazali, Al-I%tishâd fî al-I&ti%âd, hal. 199.
"# $ % & '( * % &* $ ,-.0) 1* 2') 3
5 &6 7 )
terbesar dalam a%ama 6slam5 ,
Maka dari itu1 tulisan sederhana ini hadir di ten%ah umat 6slam den%an tu<uan untuk men%%ambarkan berba%ai malapetaka dan kerusakan di berba%ai bidan% kehidupan yan% ter<adi akibat hancurnya Khilafah5 Mudah-mudahan den%an itu umat 6slam dapat lebih %iat dan berseman%at ber<uan% men%embalikan Khilafah di muka bumi5 (i sampin% itu1 mereka diharapkan dapat men%ambil pela<aran ?I ibrah@ dari tra%edi men%enaskan ini1 a%ar mereka tidak ter<ebl$s la%i dalam peristi"a serupa di kemudian hari5 Allah E> berfirman :
“aka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi elajaran hai "rang-"rang yang memunyai andangan#$ (T/S, al0 Ha1r 23456 78)
Dasulullah AE bersabda :
13
Ibnu Taymiyah, al-Fatâwa, Juz 28/=90; Ibnu a>ar Al+ ay%amy, ash-Shawâ’i% al-uhri%ah, hal. 1; 'hiyBuddDn ar+@ai, al- Islâm wa al-Khilâfah, hal. 99.
9; < )+ = >?
“*anganlah se"rang mukmin samai diatuk (ular) dalam satu lubang yang sama dua kali#$ (HR, Ahmad- Bu"hari-Mulim- A'u &awud- I'#u Ma9ah- dari A'u Hurairah,),+:
Ber'a%ai Malape!a"a A"i'a! Ha#;ur#1a Khila<ah
un%%uh1 hancurnya Khilafah telah melahirkan banyak malapetaka1 musibah1 bencana1 dan keru%ian yan% tak terhitun% la%i atas umat 6slam di seluruh dunia5 +an% di<elaskan dalam tulisan ini tentu sa<a hanyalah c$nt$h-c$nt$h yan% sedikit sa<a dari <umlah kerusakan yan% san%at banyak5 7erba%ai malapetaka tersebut secara %aris besar berupa : 5 Malapetaka ide$l$%i1 ,05 Malapetaka p$litik1 ,,5 Malapetaka ek$n$mi1 ,25 Malapetaka peradilan1 ,5 Malapetaka pendidikan1 ,45 Malapetaka pemikiran1 ,5 Malapetaka dak"ah1
16. Malapetaka s$sial budaya5, 14
adi% hahih. iha% Imam Jalaluddin A uyu%hi, al-'âmi’ ash-Sha(hîr, hal. 205.
15
iha% Abdurrahman al+’Aabi, MadzB 3haira al+MulimEn bi ChiyBb al+3hilB4ah6, al-Wa’ie, 7. 1=:. "@abi’ul Awal 1:19 / Juli 1998
8,+, Malape!a"a Ide$l$%i
etelah hancurnya Khilafah1 Mustafa Kamal den%an tan%an besi men<alankan a<aran-a<arannya yan% dikenal den%an Kemalisme1 yan% berisi . ?enam@ sila : republikanisme1 nasi$nalisme1 p$pulisme ? "ular s"+ereignty @1 sekularisme1 etatisme1 dan re*$lusi$nisme5,.
+an% palin% k$ntr$*ersial adalah paham sekularisme yan% <elas bertentan%an secara fr$ntal den%an 6slam5 Pen%ambilan dan penerapan sekularisme inilah yan% selan<utnya melahirkan perilaku tasyabbuh bil kuffâr ?menyerupai $ran% kafir@ di kalan%an umat 6slam5 6nilah malapetaka ide$l$%i yan% palin% men$n<$l akibat hancurnya Khilafah5 7erikut sekilas ulasannya5
M), h. 2*+28; Iham (mayrah, admu 'awlah al+3hilB4ah (mm al+ JarBim6, al-Wa’ie, 7. 158. "@abi’ul Awal 1:21 / Juni 2000 M), hal. 2+ =2; Iham (mayrah, Ahammiyah al+Iy%i-hBl bi a+iyBah, MuhBdharah 4i 'zi<ra JarDmah Il-hB al+3hilB4ah6, al-Wa’ie, 7. 159 "@abi’ul A<hir 1:21 / Juli 2000 M), hal. 8+1=.
16
u%iy u%rin ? $%>iF%, Se)arah "unia, hal. 150. G$rha%i<an <$miriFannya d$n-an ila+ila GanHaila uunan $<arn yan- m$n-a-umi Mu%a4a 3amal. iha% Abdullh hdi, Sekularisme S*ekarn* dan ustafa Kemal, "Gauruan& Car$da #uana Indah, 199:), hal. 8+88. M$nuru% Abdullh hdi <$miriFan a>aran Mu%a4a 3amal d$n-an a>aran $<arn, %$rl$%a< Fada unur Faham nainalim$, r$Fubli<, dan $<ularim$ "hal. 82+88). G$rb$daannya, $<ularim$ Mu%a4a 3amal b$rHra< radi<al, $dan- $<ularim$ $<arn b$ri4a% md$ra% "hal. 8)
Pertama- Uma! Ilam !erper$$" "e dalam i!em "ehidupa# 'eraa"a# paham e"ularime,
ekularisme ?se%ularism@ menurut 'arry #5 hiner berasal dari bahasa 'atin sae%ulum yan% aslinya berarti
se%enerasi1 seusia1 seabad5 Kemudian dalam perspektif reli%ius sae%ulum dapat mempunyai makna netral1 yaitu sepan<an% "aktu yan% tak terukur dan dapat pula mempunyai makna ne%atif yaitu dunia ini1 yan% dikuasai $leh setan5,9 Pada abad ke-, ?,.4 M@ e$r%e Jac$b H$ly$ke men%%unakan istilah sekularisme dalam arti filsafat praktis untuk manusia yan% menafsirkan dan men%$r%anisir kehidupan tanpa bersumber dari kekuatan supernatural5,
etelah itu1 pen%ertian sekularisme secara termin$l$%is men%acu kepada d$ktrin atau praktik yan% menafikan peran a%ama dalam fun%si-fun%si ne%ara5 (alam
Webster Dictionary sekularisme didefinisikan seba%ai :
“, system "f d"%trines and ra%ti%es that reje%ts any f"rm "f religi"us faith and "rshi.
17
arry . hinn$r, +he *n.e/t *f Se.ularizati*n in
0m/iri.al 1esear.h2 dalam illiam M. 7$wman. he S*.ial eanin(s
*f 1eli(i*n, "hiHa-&@and MH7ally ll$-$ Gublihin- mFany, 19:), hal. =0:+=2:
18
riH . a%$rhu$, +Se.ularism23 0n.y.l*/edia *f
1eli(i*n and 0thi.s, Kl. LI "7$w Yr<& harl$ ribn$r’ n n, 1921), hal. =:+=50.
?ebuah sistem d$ktrin dan praktik yan% men$lak bentuk apa pun dari keimanan dan upacara ritual kea%amaan@
Atau seba%ai :
./he belief that religi"n and e%%lesiasti%al affairs sh"uld n"t enter int" the fun%ti"n "f the state ese%ially int" ubli% edu%ati"n#.
?ebuah kepercayaan bah"a a%ama dan a<aran-a<aran %ere<a tidak b$leh memasuki fun%si ne%ara1 khususnya dalam pendidikan publik@5 ,
19
Ilam K $Hularim6, al-'umu’ah Th$ Nriday @$Fr%O, Pl III, n. 10, "h%%F&//www.ilaam.Hm.). Gada %ahun 190+an 7urHhli Mad>id m$n-an-<a% iu $<ulariai. M$nuru%nya, $<ulariai %ida< dima<ud<an $ba-ai F$n$raFan $<ularim$. $<ulariai l$bih m$ruFa<an Fr$ F$mb$baan uma% dari F$na<ralan hal+hal yan-$harunya Fr4an "duniawi). Gr$ F$mb$baan ini diF$rlu<an <ar$na uma% Ilam, dalam F$r>alanannya, %a< la-i an--uF m$mb$da<an mana nilai Ilami, mana %ran$nd$n%al, dan mana Fula yan-%$mFral. 3ar$na i%u, a< 7ur m$nilai, <n$F n$-ara Ilam adalah ua%u di%ri hubun-an FrFrinal an%ara n$-ara dan a-ama. M$nuru% dia, n$-ara adalah alah a%u $-i <$hiduFan duniawi yan- dim$ninya rainal. $dan-<an a-ama m$ruFa<an dim$ni Firi%ual dan Fribadi. "h%%F&//ilamlib.Hm/b$ri%a/-a%ra+laFu=.Fd4 ). G$rmainan $man%i< 7urHhlih ini %ida< %$rlalu Han--ih, $bab $<ulariai dan $<ularim$ $b$narnya m$n-aHu Fada aumi daar "basic assumption) yan- ama, yai%u <$haruan F$miahan uruan a-ama dari <$hiduFan dan n$-ara. anya a>a, $<ulariai di-una<an $ba-ai ua%u i%ilah d$<riF%i4 dan anali%i< yan- b$r<$an n$%ral6, $dan- $<ularim$ adalah i%ilah un%u< ua%u Faham %$r%$n%u, yan- b$r<$an buru< dan m$n-andun- hinaan "insinuatif ) <$Fada a-ama. MaQ $b$r dan rn% Tr$l%Hh+lah
yan-Jadi1 sekularisme1 secara rin%kas1 adalah paham pemisahan a%ama dari kehidupan ?fashl ad-dîn 0an al-hayah@1 yan% den%an sendirinya akan melahirkan pemisahan a%ama dari ne%ara dan p$litik520
ecara s$si$-hist$ris1 sekularisme lahir di #r$pa1 bukan di (unia 6slam1 seba%ai k$mpr$mi antara dua pemikiran ekstrem yan% k$ntradiktif1 yaitu pemikiran t$k$h-t$k$h %ere<a di #r$pa sepan<an% Abad Perten%ahan ?;-L; M@ yan% men%haruskan se%ala urusan kehidupan tunduk menurut ketentuan a%ama ?Kat$lik@ dan pemikiran seba%ian pemikir dan filsuf Cmisalnya Machia*eli ?"5,29 M@ dan Michael M$unta%ne ?"5 ,2 M@-- yan% men%in%kari keberadaan >uhan atau men$lak he%em$ni a%ama dan %ere<a Kat$lik5 Jalan ten%ahnya1 a%ama tetap diakui1 tapi tidak b$leh turut campur dalam pen%aturan urusan masyarakat52,
mula+mula m$n--una<an i%ilah $<ulariai6 $ba-ai i%ilah d$<riF%i4 dan anali%i<, yan- <$mudian diambil l$h Fara $>arawan "hi%rian), il-, dan %$l-. Gara %$l- 3a%li< Gr-r$i4, >u-a <aum md$rni 3a%li< dan Gr%$%an Md$ra% m$mandan- $<ulariai $ba-ai F$r<$mban-an Fi%i4 dan bahwa mayara<a% $<ul$r $harunya daFa% b$r<$lindan d$n-an hal+hal a<ral. 7amFa< 7urHhlih Mad>id m$n-i<u%i dan %$rmau< dalam barian ran-+ran- ini. iha% arry . hin$r, Tward a Th$l-y 4 $Hulariza%in6 '*urnal *f 1eli(i*n, R<%b$r 19*5, hal. 29+295.
20
Mahmud ’Abd al+Ma>Dd al+3hBlidi, 4awâ5id Nizhâm al-Hukm fî
al-Islâm, "3uwai%& 'arul #uhu% al+’Ilmiyah, 1980), hal. =.
21
Ahmad al+ahah, #ab II Nala4ah ah+7ahdhah6 6sus an-
ecara ide$l$%is1 sekularisme merupakan a1îdah ?pemikiran mendasar@ yaitu pemikiran menyeluruh ?fikrah kulliyah@ men%enai alam semesta1 manusia1 dan kehidupan5 ekularisme den%an demikian merupakan 1iyadah fikriyah ba%i peradaban 7arat1 yakni pemikiran dasar yan% menentukan arah dan pandan%an hidup ?"rld+ie F eltans%ahauung @ ba%i manusia dalam hidupnya5 ekularisme <u%a merupakan basis pemikiran ?1â0idah al-fikriyyah@ dalam ide$l$%i kapitalisme1 yan% di atasnya diban%un pemikiran-pemikiran lainnya1 seperti dem$krasi1 nasi$nalisme1 liberalisme ?freed"m@1 HAM1 dan seba%ainya522
Jelaslah bah"a p$sisi paham sekularisme san%at mendasar seba%ai basis ide$l$%i kapitalisme1 sebab sekularisme adalah asas falsafi ?pemikiran mendasar@ yan% men<adi induk ba%i lahirnya berba%ai pemikiran dalam peradaban 7arat5 Maka baran%siapa men%ad$psi sekularisme1 sesun%%uhnya ia telah men%ad$psi pemikiran-pemikiran 7arat secara keseluruhan5
ekularisme adalah paham kufur1 yan% bertentan%an den%an 6slam52 ebab Akidah 6slamiyah me"a<ibkan
22
(%adz a4izh halih, #ab Al+ADdah wa al+B’idah al+ Ni<riyyah6 An Nahdhah, "#$iru%& 'ar an+7ahdhah al+Ilamiyah, 1988), hal. *:+88; Ahmad A%hiya%, ar+@aumaliyah Mabda6 ath-harî%7 "irasah Fikriyyah fî Kayfiyah al-’Amal li a(hyîr Wâ%i’ al-56mmah wa Inhâdhiha, "#$iru%& 'arul #ayari, 199*), hal.91+9:.
23
Muhammad 3hayr ai<al, al-'ihâd wa al-4itâl fî as-Siyâsah asy-Syar’iyyah, "#$iru%& 'arul #ayari, 199*), I/1=1.
penerapan yariat 6slam pada seluruh aspek kehidupan1 seperti aspek pemerintahan1 ek$n$mi1 hubun%an internasi$nal1 muamalah dalam ne%eri1 dan peradilan5 >ak ada pemisahan a%ama dari kehidupan dan ne%ara dalam 6slam5 Karenanya "a<arlah bila dalam 6slam ada ke"a<iban mendirikan ne%ara Khilafah 6slamiyah5 abda Dasulullah AE :
“###dan barangsiaa mati sedangkan di lehernya tidak ada baiat (keada Khalifah) maka dia mati dalam keadaan mati jahiliyah#$ ?HD5 Muslim@24
(ari dalil yan% seperti inilah1 para imam me"a<ibkan eksistensi Khilafah5 Abdurrahman Al Jaziri berkata :
“2ara imam (,bu Hanifah alik ,sy Syafi0i dan ,hmad) 3 rahimahumulah4 telah seakat baha Imamah (Khilafah) adalah fardhu dan baha tidak b"leh tidak kaum muslimin harus memunyai se"rang Imam (Khalifah)###$ 2
Maka dari itu1 runtuhnya Khilafah merupakan malapetaka yan% san%at besar bahkan merupakan yan% 24
adi% hahih. Shahîh uslim, III/=:0, hadi%. 7. 1851. 25
Abdurrahman al+Jaziri, al-Fi%h 5alâ al-adzâhi# al-Ar#a’ah, 5/:1*.
terbesar ba%i umat 6slam5 (ampak buruknya bukan sa<a pada lenyapnya sistem pemerintahan 6slam1 namun <u%a pada mera<alelanya berba%ai pemikiran kufur yan% berasal dari ide$l$%i kapitalisme maupun s$sialisme5 Malepataka ide$l$%is ini merupakan malapetaka palin% berat yan% dialami $leh umat 6slam1 sebab sebuah ide$l$%i akan dapat men%ubah cara pandan% dan t$l$k ukur dalam berpikir dan berperilaku5 =mat 6slam secara tak sadar akan memakai cara pandan% musuh yan% akan menyesatkannya5 6nilah bunuh diri ide$l$%is palin% men%erikan yan% banyak menimpa umat 6slam sekaran%5 emua itu adalah akibat hancurnya Khilafah5
Padahal1 Dasulullah AE sebenarnya telah me"anti-"anti a%ar tidak ter<adi pemisahan kekuasaan dari 6slam1 atau keruntuhan Khilafah itu sendiri5 abda Dasulullah :
“Ingatlah 5 Sesungguhnya ,l Kitab (,l 6ur`an) dan kekuasaan akan berisah# aka (jika hal itu terjadi) janganlah kalian berisah dengan ,l 6ur`an 5$ ?HD5 Ath
>habrani@5 2. 26
Abdurrahman Al+#a-hdadi,. al+3hula4B AlladzDna a<amE al+Alam 4D JamD’ ’(hEril IlBm6, al-Khilâfah al-Islamiyyah, 7.1. Th I "ya’ban 1:15 / Januari 1995), hal. 1:.
abda Dasulullah AE :
“Sungguh akan terurai simul-simul Islam satu demi satu# aka setia kali satu simul terurai "rang-"rang akan bergelantungan dengan simul yang berikutnya (yang tersisa)# Simul yang ertama kali terurai adalah emerintahan7kekuasaan# Sedang yang aling akhir adalah
shalat#$ ?HD5 Ahmad1 6bnu Hibban1 dan Al Hakim@529
Kedua- Uma! Ilam !elah me#1erupai "aum "a<ir (tasyabbuh bi al-kuffâr ) de#%a# me#erap"a# e"ularime,
ekularisme mun%kin sa<a dapat diterima den%an mudah $leh se$ran% bera%ama Kristen1 sebab a%ama Kristen meman% bukan merupakan sebuah sistem kehidupan ?system "f life@5 Per<an<ian 7aru sendiri memisahkan kehidupan dalam dua kate%$ri1 yaitu kehidupan untuk >uhan
27
Abdurrahman Al+#a-hdadi, 'zi<ra adm al+3hilB4ah al+ IlBmiyyah& Tawidh al+3hilB4ah al+IlBmiyyah6, al-Khilâfah al-Islâmiyah, 7.1. Th I "ya’ban 1:15 / Januari 199*), hal.1=.
< O) *) P>Q R=? S7 O.J DR=? DR=? M# =? 7 )
RM9) E=TU VJW) "7 () (@ .
?a%ama@1 dan kehidupan untuk Kaisar ?ne%ara@5 (isebutkan dalam 6n<il :
.8erikanlah keada Kaisar aa yang menjadi milik Kaisar dan berikanlah keada /uhan aa yang menjadi milik /uhan. ?Matius 22 : 2,@5
(en%an demikian1 se$ran% Kristen akan dapat menerima paham sekularisme den%an penuh keikhlasan tanpa hambatan apa pun1 sebab hal itu meman% sesuai den%an n$rma a<aran Kristen itu sendiri5 Apala%i1 $ran% 7arat Ckhususnya $ran% KristenC <u%a mempunyai ar%umen
rasi$nal untuk men%utamakan pemerintahan sekular ? se%ular regime@ daripada pemerintahan berlandaskan a%ama ?religi"us regim@1 sebab pen%alaman mereka menerapkan religi"us regimes telah melahirkan berba%ai dampak buruk1 seperti kemande%an pemikiran dan ilmu pen%etahuan1 permusuhan terhadap para ilmu"an seperti )$pernicus dan alile$ alilei1 d$minasi abs$lut %ere<a Kat$lik ?Paus@ atas kekuasaan ra<a-ra<a #r$pa1 pen%ucilan an%%$ta %ere<a yan% dian%%ap sesat ?e9%"mmuni%ati"n@1 adanya surat pen%ampunan d$sa ? ,fflatbriefen@1 dan lain-lain52
28
Yuu4 al+aradhawi, al-Hul!l al-ustawradah wa Kayfa
8amun ba%i se$ran% muslim1 secara ide$l$%is sesun%%uhnya tak mun%kin menerima sekularisme5 Karena 6slam meman% tak men%enal pemisahan a%ama dari ne%ara5 e$ran% muslim yan% ikhlas menerima sekularisme1 ibaratnya ba%aikan menerima paham asin% keyakinan $ran% kafir1 seperti kehalalan da%in% babi atau kehalalan khamr5 Maka dari itu1 ketika Khilafah dihancurkan1 dan kemudian umat 6slam menerima penerapan sekularisme dalam kehidupannya1 berarti mereka telah ter<atuh dalam d$sa besar karena telah menyerupai $ran% kafir ?tasyabbuh bi al-kuffâr @5
abda Dasulullah AE:
“8arangsiaa menyeruai suatu kaum maka dia adalah bagian dari kaum tersebut$ ?HD5 Abu (a"ud@ 2
yaikhul 6slam 6bnu >aymiyah men%atakan dalam syarahnya men%enai hadits ini :
“Hadits tersebut aling sedikit mengandung tuntutan keharaman menyeruai (tasyabbuh) keada "rang kafir
29
adi% hahih m$nuru% Ibnu ibban. iha% ah+han’ani, Su#!l
as-Salâm, IK/15.
alauun :hahir dari hadits tersebut menetakan kufurnya bertasyabbuh dengan mereka###$ 0
(en%an demikian1 pada saat Khilafah hancur dan umat 6slam menerapkan sekularisme dalam pemerintahannya1 maka mereka berarti telah ter<erumus dalam d$sa karena telah menyerupai $ran% Kristen yan% memisahkan urusan a%ama dari ne%ara5, ?;a0u:hu bi-Llâh
min d:âlik 5)
8,8, Malape!a"a P$li!i"
etelah hancurnya Khilafah1 berba%ai malapetaka p$litik menimpa umat 6slam5 +an% palin% pentin% adalah : ?,@ diterapkannya sistem dem$krasi1 ?2@ terpecahbelahnya ne%eri-ne%eri muslim berdasar nasi$nalisme1 ?@1 para pen%uasa ne%eri-ne%eri 6slam didikte $leh ne%ara-ne%ara imperialis-kapitalis1 ?4@ kekuatan militer di ne%eri-ne%eri 6slam tunduk kepada kepentin%an ne%ara-ne%ara imperialis-kapitalis1 ?@ berdirinya ne%ara 6srael di tanah rampasan milik umat 6slam5
Pertama- Pe#erapa# dem$"rai 1a#% mem'eri"a# ha" mem'ua! hu"um "epada ma#uia- 'u"a# "epada Allah,
30
Ali #$lha>, ad-"am(hah, hal. 19. 31
(em$krasi adalah f$rmat sistem p$litik standar dalam ide$l$%i kapitalisme1 yan% dipraktikkan dalam bentuk sistem pemerintahan republik5 Ketika kehidupan men%alami sekularisasi1 yakni a%ama tidak la%i men%atur berba%ai urusan kehidupan1 maka k$nsekuensinya manusia itu sendirilah yan% membuat aturan kehidupan1 bukan >uhan ?a%ama@5 (ari sinilah lahir dem$krasi1 yan% memberikan ke"enan%an menetapkan hukum kepada manusia1 bukan kepada >uhan5 6nilah makna hakiki dari prinsip kedaulatan ?s"+ereignity atau as-siyâdah@ di tan%an rakyat52 Adapun berba%ai dimensi makna dari dem$krasi1 seperti prinsip kekuasaan di tan%an rakyat1 adanya hak rakyat untuk memilih dan men%$ntr$l pen%uasa1 persamaan kedudukan di antara rakyat1 penyebaran keadilan1 keb$lehan perbedaan pendapat1 penyelen%%araan pemilu1 dan seba%ainya1 sesun%%uhnya adalah ide-ide deri*atif dan $perasi$nal yan%
32
Mahmud ’Abd al+Ma>Dd al+3halidi, 4awâ5id Nizhâm al-Hukm fî al-Islâm, "3uwai%& 'arul #uhu% Al Ilmiyah, 1980), hal. =+:; Abdul adim !allum, ad-"imu%rathiyah Nizhâm Kufr , hal.1; Abdul adim !allum, Kayfa Hudimat al-Khilâfah "#ab Munaadha% ad+ 'imura%hiyah li al+IlBm6, hal. 59+9); Abdul adim !allum, al-Hamlah al-Amirikiyyah li al-4adhâ$ 5alâ al-Islâm, "#ab Ad 'imura%hiyyah6), di<$luar<an l$h izbu% Tahrir %ahun 199*; Ali #$lha>, ad-"am(hah al- 4awiyyah li Nasfi A%îdah ad-"imu%rathiyyah, hal. 10+11; Taiyuddin An 7abhani, asy-Syakhshiyyah al-Islâmiyyah 'uz I, "#ab Ay yura6, hal. 2:*+2*1); Ahmad al+Mahmud, ad-"a’wah Ilâ al-Islâm, "#ab Ad 'imura%hiyah aia% Ay yura6, hal. 2=+2=9); Adnan Ali @idha an+ 7ahwi, asy-Sy!râ 8â ad-"imu%rathiyah, hal. =0.
tercaban% dari prinsip substansialnya1 yakni kedaulatan rakyat5
Maka dari itu1 pada saat Khilafah hancur dan kemudian diterapkan dem$krasi1 artinya adalah bah"a manusia telah men%%antikan peran Allah E> seba%ai pembuat hukum ?asy-Syâri0 @5 Hukum-hukum Allah dibuan% dan seba%ai %antinya1 diterapkan hukum-hukum buatan manusia5 un%%uh1 ini adalah malapetaka yan% san%at besar5 ebab penerimaan dan penerapan dem$krasi berarti tindak pen%in%karan terhadap seluruh dalil yan% 1ath<iy ats-tsub=t ?pasti sumbernya@ dan 1ath<iy dalâlah ?pasti pen%ertiannya@ yan% me"a<ibkan kaum muslim untuk men%ikuti hukum Allah dan membuan% hukum tha%hut buatan manusia5
(;a<ud:u bi-Llâh min d:âlik 5)
Ke"a<iban di atas diteran%kan $leh banyak ayat dalam al-urNan5 (an lebih dari itu1 ayat-ayat yan% 1ath<i ?pasti@ tadi mene%askan pula bah"a siapa pun yan% tidak men%ikuti atau menerapkan hukum Allah1 berarti dia telah kafir1 dzalim1 atau fasik5 Allah E> berfirman :
.Siaa un yang tidak memutuskan erkara menurut aa yang diturunkan ,llah maka mereka adalah "rang-"rang kafir#. ?55 al-MOIidah 0Q: 44@
.Siaa un yang tidak memutuskan erkara menurut aa yang diturunkan ,llah maka mereka adalah "rang-"rang d:alim#. ?55 al-MOIidah 0Q: 4@
.Siaa un yang tidak memutuskan erkara menurut aa yang diturunkan ,llah maka mereka adalah "rang-"rang fasik#. ?55 al-MOIidah 0Q: 49@
7erdasarkan nash ayat di atas1 maka siapa sa<a yan% tidak berhukum den%an apa yan% diturunkan Allah1 seraya men%in%kari hak Allah dalam menetapkan hukum Cseperti halnya $ran%-$ran% yan% meyakini dem$krasiC maka dia adalah kafir tanpa kera%uan la%i1 sesuai nash al-urNan yan% san%at <elas di atas5 Hal ini1 karena tindakan tersebut Cyakni tidak
berhukum den%an apa yan% diturunkan Allah seraya men%in%kari hak membuat hukum yan% dimiliki AllahC berarti in%kar terhadap ayat-ayat yan% 1ath<i dalalah ?penun<ukkannya pasti@5 Padahal $ran% yan% men%in%kari ayat yan% 1ath<i adalah kafir1 dan ini disepakati $leh seluruh fu!aha5
33
@inHian %a4ir aya%+aya% di a%a " Al Maaidah aya% ::,:5, dan :) liha% Al+Jahhah, Ahkâm al-4ur$ân, :/92+9:. (n%u< F$mahaman aya%+aya%
,Y O^) VE Z O) \] VJW V
,Y#L VE Z O) \] VJW V
Karena itu1 hancurnya Khilafah telah mendatan%kan musibah besar karena kemudian terbukalah pintu lebar ba%i ne%eri-ne%eri 6slam untuk menerapkan ide dem$krasi yan% kufur5 un%%uh san%at menyedihkan1 ne%eri-ne%eri 6slam telah menetapkan prinsip kedaulatan rakyat dalam k$nstitusi mereka1 men%ikuti f$rmat p$litik ne%ara-ne%ara 7arat yan% imperialis5 4
Kedua- Ne%eri0#e%eri mulim !erpe;ah0'elah me#9adi 'a#1a" #e%ara 'erdaar paham #ai$#alime5
eba%ai akibat tiadanya institusi pemersatu umat 6slam1 yakni Khilafah1 kini umat 6slam yan% satu telah terpecah-belah men<adi lebih dari 0 ne%ara berasaskan paham keban%saan ?nati"n-state@5 6ni adalah suatu k$ndisi yan% san%at <auh dari tabiat asli umat 6slam seba%ai umat yan% satu1 yan% "a<ib hidup dalam ne%ara yan% satu den%an
%$r$bu% dalam aF$< F$m$rin%ahan/Fli%i<, liha% Mahmud Abdul Ma>id Al 3halidi, 4awâ5id Nizhâm al Hukm fî al-Islâm, hal. *5,**, dan =*:.
34
3$daula%an ra<ya% %$lah di%$%aF<an $ba-ai FriniF n$-ara dalam& Faal 2 ((' @$Fubli< M$ir "191), Faal 2 ((' @$Fubli< uriah "19=), Faal 1 ((' @$Fubli< ibia, Faal 2 ((' @$Fubli< Ira< "192), Faal 2 ((' 3$ra>aan Mar<, Faal * ((' 3$ra>aan 3uwai%, Faal =: ((' 3$ra>aan Yrdania al+ayimiyah, Faal = ((' @$Fubli< Tuniia, Faal 2 ((' @$Fubli< udan "19=), Faal ((' @$Fubli< Ilam Mauri%ania, Faal 1 huru4 d ((' #ahrain "19=), Faal 5 ((' Al>azair "19*), dan Faal *2 ((' Yaman. iha% halah ah+hawi, eluruskan
9emahaman 'ama’ah al-uslimîn dalam "unia 9er(erakan K*ntem/*rer :'ama’ah al-uslimîn afh!muha wa Kayfiyatu 8uz!miha fî Wâ%i’ina al-mu’âshir;, " Ja<ar%a& 3hazanah Ilmu, 199*), hal. 1+2.
se$ran% Khalifah yan% satu5
un%%uh1 se<arah telah membuktikan bah"a eksistensi ne%ara-ban%sa ba%i =mat 6slam adalah sebuah k$ndisi yan% abn$rmal yan% men%hancurkan persatuan umat5 Kaum muslim tak pernah men%enal paham nasi$nalisme sepan<an% se<arahnya sampai adanya upaya imperialis untuk memecah-belah ne%ara Khilafah pada abad ke-,9 M5 Mereka melancarkan seran%an pemikiran melalui para missi$naris dan merekayasa partai-partai p$litik rahasia untuk menyebarluaskan paham nasi$nalisme dan patri$tisme5 7anyak kel$mp$k missi$naris Cseba%ian besarnya dari 6n%%ris1 Perancis1 dan AmerikaC didirikan sepan<an% abad ke-,91 ,1 dan , M untuk men<alankan misi tersebut5 8amun saat itu upaya mereka belum berhasil5 8amun pada tahun ,91 mereka mulai memetik kesuksesan tatkala berdiri Masyarakat 6lmiah yiria ?Syrian S%ientifi% S"%iety @ yan% menyerukan nasi$nalisme Arab5 ebuah sek$lah misi$naris terkemuka lalu didirikan di yiria $leh 7utr$s al-7ustani1 se$ran% Kristen Arab ?Mar$nit@1 den%an nama al-adrasah al->athaniyah5 8ama sek$lah ini menyimb$lkan esensi misi al-7ustani1 yakni paham patri$tisme ?cinta tanah air1 hubb al-athan)# 'an%kah serupa ter<adi di Mesir1 ketika DifaNah 7ada"i DafiN At->ahta"i ?"5 ,9 M@ mempr$pa%andakan patri$tisme dan sekularisme5 etelah itu1 berdirilah beberapa partai p$litik yan% berbasis paham nasi$nalisme1 misalnya
partai >urki Muda ?/urkiya al-?atâ@ di 6stanbul5 Partai ini
didirikan untuk men%arahkan %erak para nasi$nalis >urki5 Kaum misi$naris kemudian memiliki kekuatan riil di belakan% partai-partai p$litik ini dan men<adikannya seba%ai sarana untuk men%hancurkan Khilafah5
epan<an% masa kemer$s$tan Khilafah1 kaum kafir berhimpun bersama1 pertama kali den%an per<an<ian Sykes-2i%"t tahun ,,. ketika 6n%%ris dan Perancis merencanakan untuk memba%i-ba%i "ilayah ne%ara Khilafah5 Kemudian pada ,21 dalam Per<an<ian ;ersailles dan 'ausanne1 rencana itu mulai diimplemetasikan5 (ari sinilah lahir ne%ara-ne%ara 6rak1 yria1 Palestina1 'eban$n1 dan >rans<$rdan5 emuanya ada di ba"ah mandat 6n%%ris1 kecuali yria dan 'eban$n yan% ada di ba"ah Perancis5 Hal ini kemudian diikuti den%an upaya 6n%%ris untuk merekayasa lahirnya Pakistan5 Jadi1 semua ne%ara-ban%sa ini tiada lain adalah buatan kekuatan-kekuatan 7arat yan% ada di ba"ah mandat mereka5.
35
yai<h A4i4 Az !ain, Rr-aniai dan 3$lmF< @ahaia6 Fakt*r-Fakt*r Kelemahan 6mat Islam :5Aw Bmil "ha’f al-uslimîn;, hal. ==+=
36
Taiyuddin An 7abhani, #ab al+Chazw a%+TabDry6 ad-"awlah al- Islâmiyyah, "#$iru%& 'arul (mmah, 199:), hal.1:+19:; Abdul adim !allum, Ja’l al+awmiyah wa al+a%haniyah ABan li Amaliyah a%+ Tamzi6 Kayfa Hudimat al-Khilâfah, hal. 9=+98; Ali Muhammad Jariyah ? Muhammad yari4 az+!ayba, aktik Strate(i usuh-usuh Islam :Asâli# al-<hazw al-Fikr li al-5=lam al-Islâmi;, "l& K. Gu%a<a Man%i, 1992), hal. *=, 2, dan 119.
Munculnya ne%ara-ban%sa 6nd$nesia <u%a tak lepas dari rekayasa pen<a<ah menyebarkan nasi$nalisme dan patri$tisme di (unia 6slam5 Hal itu dapat dirunut se<ak berdirinya ne%ara-ne%ara ban%sa di #r$pa pada abad ke-,5 Perubahan di #r$pa ini1 dan <u%a adanya persain%an yan% hebat antara kekuatan-kekuatan #r$pa di Asia >en%%ara pada paruh kedua abad ke-,1 menimbulkan dampak p$litis terhadap ne%ara-ne%ara <a<ahan #r$pa1 termasuk Hinda 7elanda5 (ampak m$numentalnya adalah dicanan%kannya P$litik #tis pada tahun ,0,5 Kebi<akan ini pada %ilirannya membuka kesempatan ba%i pribumi untuk mendapatkan pendidikan 7arat5 Melalui pendidikan 7arat inilah paham nasi$nalisme dan patri$tisme men%infiltrasi ke tubuh umat 6slam di Hindia 7elanda1 yan% selan<utnya men%ilhami dan men<i"ai lahirnya %erakan-%erakan per%erakan nasi$nal di 6nd$nesia1 7$edi =t$m$1 J$n% Ja*a1 J$n% umatra1 J$n% 6slamienten 7$nd1 J$n% )elebes1 arekat 6slam1 Muhammadiyah1 dan se<enisnya59
)en%keraman paham nasi$nalisme di tubuh umat akibat rekayasa pen<a<ah ini1 disertai hancurnya Khilafah seba%ai pemersatu umat1 telah membuat kesatuan umat 6slam p$rak-p$randa dan hancur-lebur5 6katan 6slam berdasar
37
ayim ahid d<<, ra 3$ban-<i%an 7a%in+%a%$6 elikun(an
Ka/italisme <l*#al dalam Se)arah Ke#an(saan Ind*nesia, "Y-ya<ar%a& <i, 2000), hal. =+8.
A!idah 6slamiyah di%antikan $leh ikatan keban%saan berdasar kesamaan identitas etnis1 bahasa1 atau budaya5 un%%uh Allah E> tidak meridhai umat 6slam terpecah-belah men<adi lebih dari 0 ne%ara seperti sekaran% ini5 Allah E> berfirman :
“@an beregang teguhlah kalian dengan tali (agama) ,llah dan janganlah kalian ber%erai-berai#$ ?5 Ali 6mran 0Q: ,0@
abda Dasulullah AE :
“8arangsiaa datang keada kalian sedangkan urusan kalian terhimun ada satu "rang laki-laki (se"rang Khalifah) dia ("rang yang datang itu) hendak meme%ah kesatuan kalian dan men%erai-beraikan jamaah kalian maka bunuhlah dia#$ ?HD5 Muslim@
8ash-nash seperti di atas me"a<ibkan umat untuk bersatu1 di ba"ah satu ne%ara Khilafah dan satu 6mam1 tidak
Y=L ) "G@ O.) >W Y9
L V_9? `Q , ' = A A .? &6@ V_= V_
aY.N8 VJ?
dibenarkan umat memiliki lebih dari se$ran% 6mam5 Abdurrahman Al Jaziri mene%askan :
“2ara imam (,bu Hanifah alik ,sy Syafi0i dan ,hmad) 3 rahimahumulah4 berseakat ula baha kaum muslimin tidak b"leh ada aktu yang sama di seluruh dunia memunyai dua Imam baik keduanya seakat mauun bertentangan#$
Maka dari itu1 runtuhnya Khilafah merupakan malapetaka besar ba%i umat ini1 karena den%an itu umat 6slam men<adi terpecah-belah atas dasar paham nasi$nalisme yan% sempit dan kufur5
Ketiga- Para pe#%uaa #e%eri0#e%eri Ilam di"e#dali"a# da# didi"!e $leh #e%ara0#e%ara imperiali0"api!ali Bara!,
etelah umat 6slam terpecah belah1 maka den%an sendirinya mereka men<adi lemah1 dapat dikendalikan dan dik$ntr$l $leh para pen<a<ah5 7erlakulah di sini kaidah Ide*ide et imperaR ?farri1 tasud @ ?pecah belahlah1 lalu kuasai@5
Karena itu1 terpecah-belah-nya umat 6slam Cakibat hancurnya KhilafahC memba"a dampak buruk berikutnya1 yakni para pen%uasa ne%eri-ne%eri 6slam kemudian dapat dikendalikan dan dik$ntr$l sesuai pr$%ram ne%ara-ne%ara imperialis5
38
Hal ini misalnya dapat dilihat se<ak berakhirnya Peran% (unia 665 Pada saat itu banyak ne%ara <a<ahan yan% menuntut kemerdekaan5 Men%hadapi tantan%an ini1 ne%ara-ne%ara kapitalis ?terutama A1 6n%%ris1 Perancis@ kemudian melakukan k$ns$lidasi dan merekayasa lan%kah-lan%kah untuk melan%%en%kan imperialisme melalui cara-cara baru5 Pada Juli ,44 ne%ara-ne%ara pen<a<ah itu men%adakan pertemuan di 7rett$n E$$ds ?A@ yan% hasilnya di bidan% p$litik adalah : pembentukan P77 ?,4@ dan deklarasi HAM ?,4@5 (i bidan% ek$n$mi hasilnya adalah : pembentukan E$rld 7ankF67D( ?,4.@1 pendirian 6M ?,49@1 dan pendirian A>> ?,49@5 emua lan%kah ini tiada lain adalah seba%ai teknik-teknik baru untuk terus melestarikan imperialisme mereka di dunia5
7a%i 6nd$nesia khususnya1 pen%aruh kuat ne%ara-ne%ara kapitalis-imperialis terhadap kebi<akan pemerintah 6nd$nesia nampak san%at telan<an%1 bukan rahasia la%i5 Pemerintah tak malu-malu menempatkan dirinya seba%ai budak ne%ara-ne%ara pen<a<ah yan% kafir itu5 ekedar c$nt$h1 kebi<akan pemerintah untuk menaikkan >(' ?>arif (asar 'istrik@ sebesar rata-rata ,.S tahun 2002 40 <u%a
kenaikkan har%a 77M sebesar 20S-2S a"al 200214, <elas 39
ayim ahid d<<, In%ri< 7$-ara+7$-ara 3aFi%ali+ImF$riali6
elikun(an Ka/italisme <l*#al, hal. 15+1*. 40
1e/u#lika, =1 '$$mb$r 2001. 41
menun<ukkan tunduknya mereka kepada kein%inan para pen<a<ah1 meskipun mereka menutup-nutupinya den%an se<uta keb$h$n%an yan% san%at memuakkan1 seperti untuk menutup defisit AP781 maraknya penyelundupan 77M keluar ne%eri1 subsidi yan% salah sasaran1 dan seba%ainya5
Kalau dahulu pada masa pemerintahan Abdurrahman Eahid masih merasa en%%an untuk menyen%sarakan rakyat1 sedan%kan pemerintahan Me%a"ati tidak la%i merasa e"uh-pake"uh sedikit pun5 Abdurrahman Eahid pernah memb$n%kar alasan kebi<akannya yan% k$ntr$*ersial untuk menaikkan har%a 77M5 >atkala men<a"ab pertanyaan salah se$ran% <amaah seusai salat Jumat di Mes<id 7aiturrahim1 6stana Merdeka ?, Mei 200,@1 dia menyatakan: .Sebenarnya bagi emerintah menaikkan harga itu juga tidak enak# 2emerintah tidak ingin menaikkan aa-aa# Hanya saja kita terikat eraturan I? yang tidak b"leh ada subsidi#$ A'
Jadi yan% dilakukan pemerintah di ba"ah rezim Me%a"ati tidak berbeda den%an rezim-rezim sebelumnya5 Mereka secara teran%-teran%an telah men%utamakan kepentin%an 6M yan% dikendalikan $leh A1 daripada kepentin%an rakyatnya sendiri5 ikap mereka mencabut subsidi 77M1 listrik dan menaikkan tarif telep$n1 <elas
42
3$nai<an ar-a ##M, i%ri<, dan T$l$Fn #u<%i 3$$w$nan-+ $nan-an G$n-uaa6 >ulletin al-Islam, no. 90. "www. al+ilam.r.id).
merupakan kebi<akan yan% didiktekan $leh 6M5 Padahal1 merupakan kebi<akan yan% didiktekan $leh 6M5 Padahal1 menyerahkan urusan umat 6slam kepada kaum kafir Cseperti menyerahkan urusan umat 6slam kepada kaum kafir Cseperti 6MC adalah suatu tindakan yan% diharamkan 6slam5 Allah 6MC adalah suatu tindakan yan% diharamkan 6slam5 Allah E> berfirman :
E> berfirman :
==@an sekali-kali ,llah tidak akan@an sekali-kali ,llah tidak akan ernah ernah menjadikan menjadikan jalanjalan bagi "rang-"rang kafir untuk menguasai kaum mu`min$
bagi "rang-"rang kafir untuk menguasai kaum mu`min$ ?5?5 an-8isOT 04Q: ,4,@5
an-8isOT 04Q: ,4,@544
8amun kenyataan pahit seperti inilah yan% dihadapi 8amun kenyataan pahit seperti inilah yan% dihadapi umat 6slam saat ini5 emua itu tak lain karena lemahnya umat 6slam saat ini5 emua itu tak lain karena lemahnya ke
kekkuuaattaan n pp$$lilititik k ppeenn%%uuaassa a nnee%%eerrii--nnee%%eerri i 66ssllaam m yyaann%% te
terprpececahah-b-belelahah1 1 sesetetelalah h hahancncururnynya a papayuyun% n% pepememersrsaatutu kekuatan umat 6slam1 yaitu K
kekuatan umat 6slam1 yaitu Khilafah 6slamiyah5hilafah 6slamiyah5 Keempat
Keempat - Ke"ua!a# mili!er di #e%eri0#e%eri Ilam !u#du"- Ke"ua!a# mili!er di #e%eri0#e%eri Ilam !u#du" "epad
"epada a "epe#"epe#!i#%!i#%a# a# #e%ar#e%ara0#ea0#e%ara %ara imperimperialiiali0"api0"api!ali!ali Bara! u#!u" memper!aha#"a# i!em "ehidupa# e"
Bara! u#!u" memper!aha#"a# i!em "ehidupa# e"uler,uler,
Pada s
Pada saat kaat ke<ayae<ayaan Khan Khilafailafah1 h1 kekuakekuatan mtan militeiliternyarnya didedikasikan untuk kepentin%an 6slam semata1 yakni untuk didedikasikan untuk kepentin%an 6slam semata1 yakni untuk me
men<n<a%a%a a ekeksisiststenensi si nene%a%ara ra KhKhililafafahah1 1 memen<n<a%a%a a pepenenerarapapann yariat 6slam1 men<amin keamanan rakyat1 dan menyebarkan yariat 6slam1 men<amin keamanan rakyat1 dan menyebarkan 43
43
Ta4ir yan- rinHi m$n-$nai aya% ini liha% Ibnu al+Arabi,
Ta4ir yan- rinHi m$n-$nai aya% ini liha% Ibnu al+Arabi, Ahkâm al- Ahkâm al-
4ur$ân
4ur$ân, I/510., I/510.
DM@ >
risalah 6slam ke luar ne%eri melalui <alan dak"ah dan <ihad fi risalah 6slam ke luar ne%eri melalui <alan dak"ah dan <ihad fi sabilillah5
sabilillah54444
8amun setelah Khilafah lenyap dan berdiri 8amun setelah Khilafah lenyap dan berdiri ne%ara-ne
ne%a%ara ra sesekukuleler1 r1 kekekukuatatan an mimililiteter r di di (u(uninia a 6s6slalam m CsCsepeperertiti halnya para pen%uasanyaC akhirnya men%alami perubahan halnya para pen%uasanyaC akhirnya men%alami perubahan $r
$rieientntasasi i ununtutuk k kekemmududiaian n tutunnduduk k kekepapada da idide$e$l$l$%i %i dadann kkeeppeennttiinn%%aan n nnee%%aarraa--nnee%%aarra a iimmppeerriiaalliiss1 1 yyaakknnii mempertahankan sistem sekuler yan% ada5 Hal ini misalnya mempertahankan sistem sekuler yan% ada5 Hal ini misalnya te
ter<r<adadi i di di AlAl<<azazaiair r a"a"al al 0-0-an an ttatatkakala la kekekkuauatatan n mmililititerer me
membmbatatalalkakan n hahasisil l pepemimilu lu yayan% n% didimemenanan%n%kakan n 66 yayan%n% be
bercrcitita-a-cicita ta memen%n%hahancncururkakan n sesekukulalarirismsme e dadan n memendndiririkikanan Khilafah5
Khilafah544 (i >urki1 ketika Arbakan ?pemimpin partai Defah@ (i >urki1 ketika Arbakan ?pemimpin partai Defah@
ta
tahuhun n ,,. . teterprpililih ih sesebaba%a%ai i peperdrdanana a mementntereri i CbCbererk$k$alalisisii de
den%n%an an >a>ansnsu u )h)hilillelerC rC ArArbabakakan n haharurus s tutundnduk uk di di baba"a"ahh institusi militer yan% fanatik kepada sekularisme5
institusi militer yan% fanatik kepada sekularisme54.4. Kekuatan Kekuatan
militer =zbekisten <u%a dimanfaatkan untuk menan%kapi dan militer =zbekisten <u%a dimanfaatkan untuk menan%kapi dan
44 44
G$
G$mbambahahaan an rinrinHi Hi m$nm$n-$n-$nai ai 4un-4un-i i milmili%$i%$r r IlIlami ami ""al-jaal-jaisy isy al-isal-islâmî lâmî )) dalam n$-ara 3hila4ah liha% Muhammad 3hayr ay<al, Adah al+Jihad6 dalam n$-ara 3hila4ah liha% Muhammad 3hayr ay<al, Adah al+Jihad6 "al+
"al+Jaiy al+IlBmi)Jaiy al+IlBmi),, al-'ihâd wa al-4itâl fî as-Siyâsah asy-Syar’iyyahal-'ihâd wa al-4itâl fî as-Siyâsah asy-Syar’iyyah,, hal. 951+101.
hal. 951+101.
45 45
Al
Ali #$i #$lhlha>a>,, ad-"aad-"am(hah m(hah al-4awial-4awiyahyah, , hahal. l. ==; ; AAli li #$#$lhlhaa>>,, Fashl al- Fashl al-
Kalam fî uwa)ahah ?hulm al-Hukkâm
Kalam fî uwa)ahah ?hulm al-Hukkâm, "#$iru%& 'arul (ab, 199:),, "#$iru%& 'arul (ab, 199:), hal. 2*2.
hal. 2*2.
46 46
AdF%in- $Hularim In CP$rnm$n% I AF%ay 4rm Ilam6, l$a4l$% AdF%in- $Hularim In CP$rnm$n% I AF%ay 4rm Ilam6, l$a4l$%
H
Hiizz##uut t aahrhriirr,, 11 aa44aar r 11::11 ../ / = = JJuulli i 119999* * MM "h%%F&//www.<hila4ah.Hm).
me
mennyiyiksksa a papara ra akaktiti*i*is s HHiizbzbut ut >a>ahrhrir ir yayan% n% bebercrcitita-a-ccititaa mendidikan Khilafah5
mendidikan Khilafah5 4949
aann%%aat t mmeemmiilluukkaann1 1 kkeekkuuaattaan n mmiilliitteer r yyaann%% seh
seharuarusnysnya a di%di%unaunakan kan ununtuk tuk kepkepententin%in%an an 6sl6slam1 am1 terternyanyatata malah diabdikan untuk membela kepentin%an dan ide$l$%i malah diabdikan untuk membela kepentin%an dan ide$l$%i sekuler pen<a<ah menentan% islam dan kaum muslim5 Para sekuler pen<a<ah menentan% islam dan kaum muslim5 Para pen%uasa dan para petin%%i militer te%a melakukan semua itu pen%uasa dan para petin%%i militer te%a melakukan semua itu ha
hanynya a ununtutuk k memempmpererkakaya ya didiri ri sesendndiriri1 i1 "a"alalaupupun un haharuruss me
membmbununuh uh rarakykyatatnynya a sesendndiriri5 i5 ududah ah bubukakan n rarahahasisia a lala%i%i11 untuk mendapatkan l$yalitas ne%ara-ne%ara di (unia 6slam1 untuk mendapatkan l$yalitas ne%ara-ne%ara di (unia 6slam1 Amerika erikat
Amerika erikat tak tak se%an-se%an se%an-se%an memberi dana memberi dana besar untukbesar untuk memeran%i 6slam5 Ketika Me%a"ati men%adakan pertemuan memeran%i 6slam5 Ketika Me%a"ati men%adakan pertemuan bbiillaatteerraal l ddeenn%%aan n PPrreessiideden n 77uussh h %%uunna a mmeemmbbiiccaararakakann hubun%an militer 6nd$nesia-A di Eashin%t$n () 20FF200,1 hubun%an militer 6nd$nesia-A di Eashin%t$n () 20FF200,1 Jurubicara edun% Putih1 Ary leitcher menyatakan1 A akan Jurubicara edun% Putih1 Ary leitcher menyatakan1 A akan memberi hadiah kepada 6nd$nesia sebesar ,0 <uta d$lar A memberi hadiah kepada 6nd$nesia sebesar ,0 <uta d$lar A at
atas as dudukukun%n%an an 6n6nd$d$nenesisia a teterhrhadaadap p p$p$lilitik tik A A memememeraran%n%ii ter$risme5 Hadiah itu kemun%kinan besar berupa pemulihan ter$risme5 Hadiah itu kemun%kinan besar berupa pemulihan ke
kembmbalali i babantntuauan n mimililiteter r kekepapada da 6nd6nd$ne$nesisia a yayan% n% teterprpututusus akibat kasus >im$r >imur5
akibat kasus >im$r >imur544
6t6tululah ah peperirilalakku u pepen%n%uauasa sa nene%%ereri i iinini1 1 yayan% n% tete%%aa be
bersrsekekututu u deden%an%an n pepen<n<a<a<ah ah ununtutuk k memememeraran%n%i i rarakykyatatnynyaa 47
47
Mar
Mar<az <az ad+ad+'i4'i4B B an an al+al+uuE E MDMDmurmuriyaiyal6 l6 al+al+MarMar<az <az al+al+MaMa’lu’luma%ma%i i lili u
uEE alal+I+InnBn Bn 4i 4i AAiyiya a alal++uu%h%hB,B, IslIslam am KaKaririm*m*@ @ "h"hiddidda a HiHiz#uz#utt ahrir
ahrir , "M<w& SUMaF$b #.A, 1999), hal. 5+=., "M<w& SUMaF$b #.A, 1999), hal. 5+=.
48 48
9ikiran 1akyat
sendiri den%an imbalan se<umlah uan%5 Kekuatan militer yan% seharusnya untuk melindun%i rakyat1 kini den%an hadiah A akan diarahkan untuk menumpahkan darah rakyatnya sendiri den%an dalih memeran%i ter$risme5 6nilah salah satu malapetaka yan% memilukan akibat hancurnya Khilafah1 sehin%%a kemudian kekuatan militer di ne%eri-ne%eri 6slam bukan di%unakan untuk kemaslahatan 6slam1 melainkan diabdikan kepada ne%ara-ne%ara imperialis-kapitalis 7arat untuk mempertahankan paham sekularisme dan ide$l$%i kapitalisme yan% kufur5
Keenam- Berdiri#1a #e%ara Irael di !a#ah rampaa# mili" uma! Ilam,
Pada saat Khilafah masih eksis1 cita-cita kaum +ahudi untuk mendirikan ne%ara 6srael di Palestina %a%al t$tal5 8amun masalahnya men<adi lain tatkala k$nstelasi p$litik >imur >en%ah berubah akibat hancurnya Khilafah dan "ilayah-"ilayah bekas kekuasaannya diba%i-ba%i di antara ne%ara-ne%ara imperialis5 6srael akhirnya berdiri di tanah Palestina pada tahun ,45
e<arah mencatat1 urrah hu Affandi1 se$ran% petin%%i reemas$nry dari >urki pernah berusaha menyuap ultan Abdul Hamid 66 ?men<adi Khalifah ,9.-,0@ den%an imbalan a%ar kaum +ahudi diberi tanah di Palertina5 Petin%%i reemas$nry itu berkata kepada Khalifah1Saya datang
sebagai akil dari gerakan ?reemas"nry untuk memberikan keh"rmatan keada ,nda# Saya hara ,nda bersedia menerima B juta lira emas sebagai hadiah untuk ,nda ribadi# @i saming itu kami injamkan &CC juta lira emas untuk kas negara tana bunga selama satu tahun# ;amun kami hara ,nda memberikan sebagian hak-hak khusus keada kami untuk menguasai tanah 2alestina#$ ultan Abdul Hamid 66 lalu marah dan berkata kepada a<udannya1/ahukah kamu aa yang diinginkan babi ini D$ 'alu ultan berkata kepada "akil reemas$nry itu1Enyahlah kamu dari hadaanku hai "rang hina 5$ Gran% +ahudi itu lalu keluar dan terus per%i ke 6talia5 (ari sana dia men%irim surat kepada ultan1 isinya : “,nda telah men"lak taaran kami# Fngk"s en"lakan ini akan menima ,nda ribadi dan juga akan
banyak menima kekuasaan ,nda#$ AG
e<ak saat itu1 kaum +ahudi yan% kafir berusaha keras untuk men%hancurkan Khilafah den%an berba%ai cara1 karena ini dian%%ap seba%ai <alan untuk mendirikan ne%ara +ahudi yan% men<adi cita-cita mereka5 etelah Khilafah <atuh pada ,241 upaya zi$nis untuk mendirikan ne%ara +ahudi di
49
Abdurrahman al+#a-hdadi, , 'zi<ra adm al+3hilB4ah al+IlBmiyyah& Tawidh al+3hilB4ah al+IlBmiyyah6, al-Khilâfah al-Islâmiyah, 7.1. Th I "ya’ban 1:15 / Januari 199*), hal.10; Ay+yai<h A’ad #ayudh a%+ TamDmi, Im/ian ahudi dan Kehan.urannya enurut al-4ur$an
:?awâlu Isrâ$il Hatmiyah 4ur$aniyah;, "Ja<ar%a& C$ma Inani Gr$, 199:), hal. 80+81.
Palestina berhasil ter"u<ud pada tahun ,4 berkat rekayasa ne%ara-ne%ara pen<a<ah kafir melalui kekuatan P775
8,>, Malape!a"a E"$#$mi
Hancurnya Khilafah <u%a men%akibatkan berba%ai malapetaka di bidan% ek$n$mi5 esun%%uhnya malapetaka ek$n$mi ini san%at banyak ra%amnya1 namun yan% men$n<$l adalah : ?,@ Penerapan sistem kapitalisme yan% riba"i atas umat 6slam1 dan ?2@ peramp$kan kekayaan alam milik umat 6slam $leh kaum pen<a<ah yan% kafir5
Pertama- Pe#erapa# i!em "api!alime 1a#% ri'awi a!a
uma! Ilam,
Kapitalisme adalah nama ba%i sistem ek$n$mi yan%
ciri utamanya adalah pemilikan indi*idu ? ri+at r"+erty @ atas
alat-alat pr$duksi1 serta pemanfaatannya dalam ke%iatan pr$duksi dan distribusi untuk memper$leh laba dalam
mekanisme pasar yan% k$mpetitif50 Karena sistem ek$n$mi
kapitalisme merupakan fen$mena palin% men$n<$l dalam peradaban 7arat1 maka istilah kapitalisme di%unakan <u%a
50
Mil%n . F$nH$r, *ntem/*rary a.r* 0.*n*mi.s, 19; A. @and, a/italism7 he 6nkn*wn Ideal , "7$w Yr<& A i-n$% #<, 190).
untuk menun<ukkan ide$l$%i 7arat itu sendiri1 seba%ai suatu sistem s$sial yan% menyeluruh5,
ecara ide$l$%is1 akar kapitalisme adalah sekularisme ?pemisahan a%ama dari kehidupan@5 Ketika a%ama dipisahkan dari kehidupan1 maka lahirlah paham kebebasan ?liberalism7freed"m@5 (ari paham kebebasan inilah1 khususnya kebebasan kepemilikan1 lahirlah sistem ek$n$mi kapitalisme52
Ketika Khilafah hancur dan diterapkan sistem ek$n$mi kapitalisme yan% kafir di ne%eri-ne%eri 6slam1 lahirlah malapetaka ek$n$mi yan% tak terperikan dalam tubuh umat5 7etapa tidak1 kapitalisme yan% berbasiskan kebebasan tentu tidak men%a<arkan perasaan berd$sa ketika menerapkan sistem bun%a ?interest @5 Padahal bun%a termasuk salah satu <enis riba yan% diharamkan 6slam5 Men%ambil riba adalah
d$sa besar5 abda Dasulullah AE :
.iba itu memunyai J intu (d"sa)# ang aling ringan d"sanya adalah seerti d"sa se"rang laki-laki yang
51
. b$n%$in, Isme-Isme "ewasa Ini "%$r>$mahan), "Ja<ar%a& rlan--a, 1990).
52
N.A. ay$<, Th$ GriniFl$ 4 A ib$ral Hial Rrd$r6, dalam An%hny d$ r$Fi-ny and J$r$my rnin, Ide*l*(ies *f 9*liti.s, "ndn& RQ4rd (niP$ri%y Gr$, 198).
bersetubuh dengan ibu kandungnya sendiri ###. ?HD5 6bnu
Ma<ah dan Al Hakim1 dari Abdullah bin MasRud DA@5
.Satu dirham yang dier"leh sese"rang dari hasil riba lebih besar d"sanya dariada J kali berbuat :ina dalam Islam#.
?HD5 7aiha!i1 dari Anas bin Malik DA@
6ni baru dari se%i d$sa riba5 7elum la%i aspek lain1 misalnya mera<alelanya ketimpan%an antara kaya dan miskin pada masyarakat yan% menerapkan kapitalisme1 baik dalam skala sebuah ne%ara maupun skala %l$bal-internasi$nal5 (alam skala %l$bal1 penerapan kapitalisme terbukti semakin memiskinkan ne%ara-ne%ara ter<a<ah dan semakin memperkaya ne%ara-ne%ara pen<a<ah yan% kafir5 7anyak data kuantitatif yan% membeberkan kenyataan buruk ini5 Pada tahun ,1 ne%ara-ne%ara industri yan% kaya ?seperti A1 6n%%ris1 Perancis1 Jerman1 dan Jepan%@ yan% hanya
mempunyai 2. S penduduk dunia1 ternyata men%uasai lebih dari 9 S pr$duksi baran% dan <asa1 , S pen%%unaan ener%i1 90 S pupuk1 dan 9 S persen<ataan dunia5
53
@udl4 . %rahm, Kemiskinan "unia Keti(a, "Ja<ar%a& I', 1999), h. 8+9.
Pen%alaman di 6nd$nesia1 penerapan kapitalisme <u%a men%hasilkan ketimpan%an yan% parah5 Pada tahun ,1 misalnya1 pendapatan nasi$nal ?8P@ 6nd$nesia besarnya adalah .0 d$lar A per $ran% setahunnya5 Pendapatan nasi$nal yan% cuma .0 d$lar itu1 0 S daripadanya merupakan nilai akti*itas ek$n$mi dari 00 %rup k$n%l$merat sa<a5 edan%kan selebihnya ?hampir 200 <uta rakyat@ keba%ian 20 S sa<a dari seluruh p$rsi ek$n$mi nasi$nal5 (ari 00 %rup bisnis k$n%l$merat itu1 yan% dimiliki n$n-pribumi ber<umlah 224 %rup ?sekitar 9 S@1 sedan% pribumi cuma 9. %rup bisnis ?2 S@ yan% asetnya pun tidak sampai ,0 S dari aset k$n%l$merat n$n-pribumi54
Jelaslah1 penerapan kapitalisme pasca hancurnya Khilafah adalah sebuah malapetaka besar yan% tak hanya menimpa umat 6slam1 tapi <u%a seluruh umat manusia di k$l$n% lan%it5
Kedua- Ke"a1aa# alam mili" uma! Ilam diramp$" $leh "aum pe#9a9ah 1a#% "a<ir,
eba%ai akibat lan<ut dari penerapan sistem kapitalisme seperti disin%%un% di atas1 maka lahirlah peramp$kan kekayaan alam umat 6slam $leh para imperialis1 yan% berk$lusi den%an para pe<abat pribumi yan% berkhianat1 k$rup1 dan men%hisap darah rakyat5
54
(alam tulisan ber<udul U6nk$nstitusi$nalU1 di k$l$m
es"nansi Harian Depublika1 pada tahun , men<elan% <atuhnya uhart$1 Amien Dais menulis :
.8isakah kita mengambil elajaran dari 2/ ?ree"rt Ind"nesia di Irian *aya D 2erusahaan tambang ,merika ini sejak &GJ telah menambang emas erak dan tembaga di Irian *aya# Sekarang ini setia hari &'B#CCC t"n bijih tambang diruntuhkan dari gunung-gunung di egunungan *aya >ijaya# @ari jumlah biji tambang sekian itu dier"leh k"nsentrat sekitar CCC t"n# Setia t"n k"nsentrat mengandung JCC kg tembaga C gram erak dan JC gram emas# >alhasil selama seeremat abad kekayaan bangsa yang sudah dig"t"ng ke luar negeri kurang lebih &'C t"n emas JA'C t"n erak dan &' juta t"n tembaga# Sekian t"n emas itu kalau diruiahkan dengan harga sekarang M&GGNO bernilai lebih dari ACC triliun ruiah# /ahun &GG& ?ree"rt sudah mengant"ngi i:in enambangan lagi untuk masa JC tahun ditambah dua kali seuluh tahun (dus setengah abad) dengan ilayah eksl"itasi yang lebih luas lagi# au dibaa ke manakah Ind"nesia yang kita %intai bersama D.
Men%apa P> reep$rt 6nd$nesia ?P>5 6@ dapat leluasa meramp$k kekayaan alam milik umat 6slam V +a1 peramp$kan itu dapat mulus berlan%sun% karena seba%ian pe<abat 6nd$nesia ?dan sanak keluar%anya@ telah berkhianat untuk memperkaya diri sendiri den%an cara berk$lusi den%an
para kapitalis yan% kafir5 eperti diketahui1 P> 8usamba Mineral 6ndustries1 sebuah anak perusahaan 8usamba1 men%uasai 419S saham P>565 Meman% <umlah sahamnya sedikit1 daripada saham perusahaan induk reep$rt McM$Dan serta perusahaan Jepan% dan Jerman yan% men<adi penampun% pr$duk salah satu tamban% emas W temba%a terbesar di dunia itu1 yan% pada tahun, punya pendapatan sebesar hampir ,1 milyar d$llar A X Kel$mp$k 8usamba1 seperti kita ketahui1 dikuasai $leh ti%a yayasan yan% diketuai uhart$ ?(akab1 (harmais1 upersemar@ yan% bersama-sama memiliki 0S saham perusahaan itu5 edan%kan 20S sisanya1 diba%i rata antara 7$b Hasan dan i%it Har<$<udant$5
Maka dari itu1 tidaklah men%herankan <ika kekayaan para pe<abat dan keluar%anya yan% k$rup itu <umlahnya san%at luar biasa1 di luar perkiraan rakyat banyak5 >aksiran nilai t$tal kekayaan uhart$ dan keluar%anya adalah sebesar =Y 40 milyar5 un%%uh1 ini lebih dari cukup untuk melepaskan 6nd$nesia dari krisis ek$n$mi1 tak perlu men%emis-n%emis ke 6M5.
55
Warta 0k*n*mi , N$bruari 199:, hal. 29; he Australian , 2: Mar$% 1995; Suara Ind*nesia, 2* ? 29 M$i ? 5+* Juni 1995; >usiness
1e@iew Weekly , 29 M$i 1995, hal. 52+5=, 5 Juni 1995, hal. :5+:*;
0.*n*mi. B >usiness 1e@iew Ind*nesia, 1 Juni 1995, hal. 22+2=;
F*rum Keadilan, 15 Januari 199*, hal. *1; AF9 , =0 Januari 199; Wall
8,:, Malape!a"a Peradila#
Kendatipun pen%ambilan berba%ai perundan%-undan%an dari ne%ara-ne%ara 7arat sudah ter<adi sebelum runtuhnya Khilafah1 namun den%an runtuhnya Khilafah1 semakin terbukalah pintu d$sa umat 6slam untuk men%ambil hukum-hukum kufur dari kaum imperialis5 6nilah malapetaka peradilan yan% menimpa umat akibat runtuhnya Khilafah5 Malapetaka di bidan% ini yan% terpentin% adalah : ?,@ Penerapan sistem hukum kufur "arisan pen<a<ah dalam peradilan1 dan ?2@ Penentan%an terhadap upaya penerapan hukum 6slam5
Pertama- Peradila# me#erap"a# i!em hu"um "u<ur waria# pe#9a9ah,
(alam pembukaan ==( ,4 terdapat deklarasi penentan%an terhadap pen<a<ahan dan pen%akuan reli%ius bah"a kemerdekaan 6nd$nesia adalah rahmat Allah +an% Maha Kuasa5 8amun semua itu akhirnya men<adi ir$ni1 sebab hukum-hukum 6slam Cyan% men<adi ba%ian rahmat Allah E>C ternyata tidak di<adikan hukum yan% men%atur kehidupan bermasyarakat dan berne%ara1 kecuali sedikit1 seperti hukum nikah talak ru<uk1 "arisan dan yan% semacamnya5 +an% di<adikan hukum berne%ara adalah
56
Newsweek , 2* Januari 1998; C$r-$ Adi%>ndr, Ind*nesian "aily News.
hukum "arisan pen<a<ah 7elanda1 misalnya kitab undan%-undan% hukum pidana ?K=HP@ yan% disebut <u%a >etb"ek +an Strafre%ht 5 7a%aimana mun%kin kita men$lak hadirnya pen<a<ah yan% kafir di ne%eri ini tetapi kemudian men%ambil hukum-hukum dan <u%a filsafat hidup mereka ?sekularisme@ V
ebenarnya1 menerapkan hukum 6slam adalah "a<ib dan sebaliknya menerapkan hukum-hukum yan% bukan hukum 6slam adalah haram5 Allah E> berfirman :
.aka demi /uhanmu mereka (ada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (uham-mad) sebagai hakim7emutus terhada erkara yang mereka erselisihkan###. ?5 an-8isON 04Q: .@
Ayat di atas mene%askan bah"a umat 6slam tidaklah dian%%ap beriman den%an sebenar-benarnya sampai berhukum kepada hukum 6slam yan% diba"a Dasulullah AE5 Maka dari itu1 berhukum den%an hukum 6slam adalah "a<ib1 sebaliknya berhukum kepada selain hukum 6slam adalah haram5 Maka1 hukum-hukum pen<a<ah buatan manusia "a<ib dit$lak dan tidak b$leh diterapkan1 karena bukan merupakan hukum 6slam5
8amun sayan%1 pemahaman yan% <elas dan <ernih itu kadan% men<adi kabur1 tatkala ada ?ulama X@ yan% berkata bah"a b$leh sa<a men%ambil hukum-hukum selain 6slam ?buatan manusia@1 selama tidak bertentan%an den%an hukum 6slam59 Pendapat ini tidak benar5 ebab hukum Cselain hukum 6slamC yan% tidak bertentan%an den%an hukum 6slam faktanya tetap bukanlah hukum 6slam5 ebab hukum 6slam ?al-hukm asy-syar0i @ adalah Khithâb asy-Syâri0 ?seruan an% Pembuat yariRat yakni Allah E>@ yan% berkaitan den%an perbuatan hamba5 elama sebuah hukum tidak bersumber dari Khithâb asy-Syâri0 Cyan% ter"u<ud dalam al-Kitab dan as-unnahC maka dari se%i apa pun dia bukanlah hukum 6slam1 "alau pun ia tidak bertentan%an den%an hukum 6slam5 Jadi1 yan% men<adi masalah sebenarnya bukanlah apakah suatu hukum itu bertentan%an atau tidak den%an hukum 6slam1 melainkan apakah suatu hukum itu hukum 6slam atau bukan5
Apala%i1 sesun%%uhnya hukum-hukum "arisan pen<a<ah san%at banyak yan% bertentan%an den%an hukum
57
(n-<aFan <$liru ini, mialnya un-<aFan Imail Muhammad yah d<<& #a-i n$-ara GanHaila, <$<uaaan m$mbua% undan-+undan-ada Fundan-+undan-ada ra<ya%. A<an %$%aFi %ida< bl$h b$r%$n%an-an d$n-an <$h$nda< Tuhan Yan- Maha a....'an hu<um yan- dibua% l$h manuia %ida< bl$h b$r%$n%an-an d$n-an hu<um Tuhan.6 iha% Imail Muhammad yah d<<, Filsafat Hukum Islam, "Ja<ar%a& #umi A<ara ? 'ir>$n #inba-a '$Fa- @I, 1992), hal. 215.
58
Abdul adim !allum, A<hdzu Al awanin Al Charbiyah6
6slam5 Misalnya sa<a definisi zina dalam pasal 24 K=HP5 (efinisi zina menurut imperialis adalah U7aran%siapa melakukan persetubuhan den%an laki-laki atau perempuan yan% bukan suami atau istrinya1 maka diancam den%an sanksi pidana5U Jadi perzinaan hanya ter<adi <ika kedua pelakunya sudah menikah5 Mafhumnya1 kalau pelaku zina belum menikah1 yakni se$ran% per<aka bu<an%an bersetubuh den%an %adis1 itu dian%%ap bukan zina5 M,sytaghfirullâh 5O
(en%an demikian1 penerapan hukum pen<a<ah apa pun <u%a alasannya tidaklah dapat dibenarkan5 8amun1 sekali la%i sayan%1 ternyata hukum yan% berlaku di peradilan ne%eri-ne%eri 6slam adalah hukum pen<a<ah ini1 bukanlah hukum 6slam5.0 Hukum-hukum <ahiliyah itu den%an mudahnya
berlaku di ne%eri-ne%eri 6slam5 (an ini semua ter<adi karena institusi yan% menerapkan hukum 6slam secara sempurna sudah tidak ada la%i1 yaitu Khilafah 6slamiyah5
Kedua- Pe#e#!a#%a# !erhadap upa1a pe#erapa# hu"um
Ilam,
59
'adan- 3umayadi ? Gambudi (%m, u<um Indn$ia M$n-halal<an !ina6 h%%F&//www.hidaya%ullah.Hm/2001/0*/<huu1.h%ml; TF an%, 7aib 3ar%ini dan T3I6, edia Ind*nesia, $nin 1= Mar$% 2000, hal. 8
60
'$n-an F$r<$Hualian un%u< hu<um+hu<um <$luar-a "ni<ah, %ala<, H$rai, ru>u<, wari), dan >u-a F$n$raFan yariah Ilam yan- l$bih banya< Fada n$-$ri+n$-$ri %$r%$n%u $F$r%i audi Arabia, m$<iFun i%$m F$m$rin%ahannya "<$ra>aan) maih %ida< $uai d$n-an Ilam.