• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fakultas-Kedokteran

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Fakultas-Kedokteran"

Copied!
275
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

KATA PENGANTAR

Fakultas Kedokteran merupakan salah satu komponen Universitas Padjadjaran yang berperan dalam mendidik tenaga profesional di bidang kesehatan dan kedokteran di Indonesia, khususnya di Jawa Barat. Sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) bertekad kuat untuk selalu ikut serta meningkatkan status kesehatan nasional melalui proses pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk mempertahankan kelancaran proses pendidikan di FK Unpad, disusunlah Buku Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan tahun Akademik 2010 - 2011 sebagai acuan bagi penyelenggaraan pendidikan oleh seluruh civitas akademika dan staf kependidikan FK Unpad. Buku Pedoman ini diharapkan dapat memberikan acuan bagi penyelenggaraan kegiatan pendidikan sehari-hari. Sedikit berbeda dengan Buku Pedoman tahun sebelumnya, pada buku pedoman ini termuat tidak saja aspek pendidikan dan kemahasiswaan serta berbagai hal yang terkait secara langsung dengan proses pendidikan. Khusus mulai tahun ini tertulis pula informasi tentang kegiatan riset dan pencapaian prestasi FK Unpad. Hal ini sangat berguna khususnya sebagai bagian akuntabilitas institusi dan untuk menumbuhkan rasa memiliki, kebanggaan dan semangat untuk terus meningkatkan karya yang nyata di masa depan. Selain itu, buku ini disusun secara lebih terintegrasi dari seluruh program studi yang ada di FK Unpad, mulai dari D3 sampai dengan program Doktor. Diharapkan bahwa para mahasiswa di berbagai jenjang pendidikan dapat pula mengetahui pedoman pendidikan yang ada di jenjang pendidikan lainnya. Hal ini sangat penting untuk penetapan karier di masa yang akan datang juga untuk mempertegas pengintegrasian berbagai program studi yang ada dalam kerangka kegiatan akademik, kemahasiswaan, penelitian maupun pengabdian masyarakat.

Akhirnya, segenap rasa terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses penyusunan Buku Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan FK Unpad tahun Akademik 2010 - 2011 ini.

Bandung, ……Mei 2010 DEKAN,

Prof. Dr. med Trihanggono Achmad,dr NIP 19620922 198902 1 001

(3)

(SAMPUL LUAR) (SAMPUL DALAM) KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN KEPUTUSAN DEKAN PIMPINAN FAKULTAS

PIMPINAN JURUSAN/BAGIAN/PROGRAM STUDI/LABORATORIUM PIMPINAN TENAGA ADMINISTRASI

BAB I SEJARAH FAKULTAS, VISI, MISI, TUJUAN PENDIDIKAN DAN KOMPETENSI LULUSAN

1.1 Sejarah Fakultas ... 1

1.2 Visi dan Misi Fakultas ... 2

1.2.1 Visi Fakultas ... 2

1.2.2 Misi Fakultas ... 2

1.3 Tujuan Pendidikan dan Kompetensi Lulusan ... 3

1.3.1 Program Diploma ... 3

1.3.1.1 Program Studi D3 Kebidanan ... 3

1.3.1.2 Program Studi D4 Kebidanan ... 4

1.3.2 Program Sarjana ... 5

1.3.2.1 Program Studi Sarjana Kedokteran ... 5

1.3.2.2 Bachelor in MedicineTwinning Program ……… 8

1.3.3 Program Profesi ... 9

1.3.3.1 Program Studi Pendidikan Profesi Dokter ... 9

1.3.3.2 Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Spesialis ... 14

(4)

1.3.4.1 Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Dasar ... 37

1.3.4.2 Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat ... 39

1.3.4.3 Program Studi Magister Kebidanan ... 41

1.3.4.4 Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran ... 42

BAB II PROGRAM STUDI 2.1 Program Diploma ……….. 44

2.1.1 Program Studi D3 Kebidanan ……….. 44

2.1.2 Program Studi D4 Kebidanan ……….. 51

2.2 Program Sarjana ………. 56

2.2.1 Program Studi Sarjana Kedokteran ... 56

2.2.2 Program Studi ( S1 ) Sarjana Kedokteran Twinning Program (PSSK -TP) ………. 65

2.3 Program Profesi ………. 67

2.3.1 Program Studi Pendidikan Profesi Dokter ( P3D ) ……… 67

2.3.2 Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis ( PSPDS ) ……… 71

2.4. Program Pasca Sarjana ( Magister dan Doktor ) ………. 134

2.4.1 Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat (S2 IKM) ... 134

2.4.2 Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Dasar (S2 IKD) ……… 139

2.4.3 Program Studi Magister Ilmu Kebidanan (S2 Kebidanan) ... 155

2.4.4 Program Doktor Ilmu Kedokteran ……… 156

BAB III PROSES PEMBELAJARAN 3.1 Program Diploma (D3 & D4) ………... 160

3.1.1 Metode Pembelajaran ………. 160

3.1.2 Evaluasi Hasil Belajar ………. 160

(5)

3.1.4 Ujian ……….. 161

3.2 Program Sarjana ……….. 161

3.2.1 Metode Pembelajaran. ... 162

3.2.2 Evaluasi Hasil Belajar ... 163

3.2.3 Tata Tertib Kegiatan Belajar Mengajar ... 167

3.3 Program Profesi Dan Spesialis ... 170

3.3.1 Program Studi Pendidikan Profesi Dokter ... 170

3.3.1.1 P3D Tahap I ... 170

3.3.1.1.1 Metode Pendidikan ……….. 170

3.3.1.1.2 Evaluasi Hasil Belajar ……….. 171

3.3.1.2 P3D Tahap II ……….. 173

3.3.1.2.1 Metode Pendidikan ……….. 173

3.3.1.2.2 Evaluasi Hasil Belajar ... 174

3.3.1.2.3 Tata Tertib dan Sanksi ……….. 175

3.3.2 Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Spesialis ... 176

3.4 Program Pasca Sarjana ………. 184

3.4.1 Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat ... 184

3.4.1.1 Tata Tertib Perkuliahan ……… 184

3.4.1.2 Persyaratan Ujian ……… 185

3.4.1.3 Pelaksanaan Ujian ……… 186

3.4.1.4 Tata Tertib Pelaksanaan Ujian ……… 187

3.4.1.5 Sanksi – Sanksi Ujian ……… 187

3.4.2 Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Dasar ... 187

3.4.3 Program Studi Magister Kebidanan ... 192

(6)

BAB IV SARANA DAN PRASARANA 4.1 Program Diploma ……… 211 4.1.1 Lokasi Kampus ……… 211 4.1.2 Fasilitas Administrasi ……… 211 4.1.3 Fasilitas Kuliah ……… 211 4.1.4 Fasilitas Praktikum ……… 211

4.1.5 Perpustakaan, Internet, dan E-Learning ………. 211

4.1.6 Fasilitas Lain ………... 211

4.2 Program Sarjana Dan Profesi ……… 211

4.2.1 Program Sarjana ……… 211

4.2.1.1 Prasarana ……… 211

4.2.1.2 Sarana ……… 214

4.2.2 Program Pendidikan Dokter Spesialis ………. 215

4.3 Program Pasca ……… 216

BAB V KEGIATAN RISET, KERJASAMA DAN PRESTASI FAKULTAS 5.1 Riset ……….. 217 5.2 Kerjasama ……….. 217 5.3 Prestasi Fakultas ……….. 218 5.3.1 Pendidikan ……….. 218 5.3.2 Penelitian ……….. 219 5.3.3 Pengabdian Masyarakat ……… 219

5.3.4 Program Studi Urologi ……… 220

(7)

BAB VI KEMAHASISWAAN

6.1 Pola Pengembangan Kemahasiswaan ……… 225

6.2 Lembaga Kemahasiswaan ……… 226

6.3 Fasilitas Kegiatan Kemahasiswaan ……… 227

BAB VII DAFTAR DOSEN DAN MATA KULIAH BINAAN

7.1 Daftar Tenaga Pendidik Fakultas Kedokteran Unpad ……….. 229

(8)
(9)
(10)

Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan FK Unpad ix

Pimpinan Fakultas, Program Studi dan Bagian

Pimpinan Fakultas Kedokteran

Dekan : Prof. Dr.med Tri Hanggono Achmad,dr

Pembantu Dekan I : Prof. Dr. Endang Sutedja,dr.,SpKK-K

Pembantu Dekan II : A. Hussen S. Kartamihardja,dr.,SpKN.,M.Kes.,MH.Kes

(11)

Pimpinan Fakultas, Program Studi dan Bagian Pimpinan Fakultas Kedokteran

Dekan : Prof. Dr.med Tri Hanggono Achmad,dr Pembantu Dekan I : Prof. Dr. Endang Sutedja,dr.,SpKK-K

Pembantu Dekan II : A. Hussen S. Kartamihardja,dr.,SpKN.,M.Kes.,MH.Kes Pembantu Dekan III : Januarsih Iwan Abdurachman,dr.,MS

Manager Program Diploma : Farid,dr.,SpOG.,M.Kes.,MH.Kes Manager Program Sarjana dan Profesi : Ike MP. Siregar,dr.,SpKJ-K.,MPH

Manager Program Pascasarjana : Prof. Dr. Firman F. Wirakusumah, dr., SpOG-KFM

Pimpinan Program Studi D3 Kebidanan Ketua : Edwin Armawan., dr., SpOG Sekretaris : Rani Nurparidah,SST Pimpinan Program Studi D4 Kebidanan

Ketua : Anita Deborah Anwar, dr., SpOG Sekretaris : Maya Rahma Rosmala,SST Pimpinan Program Studi Sarjana Kedokteran

Ketua : Imam Megantara,dr.,SpMK.,SpTHT-KL.,M.Kes Sekretaris : Ike Rostikawati Husen,dr.,M.Kes

Pimpinan Program Studi Profesi Dokter Ketua : Bogi Soeseno, dr., SpTHT-KL Sekretaris : Angga Kartiwa, dr., SpM, M.Kes. Pimpinan Program Studi S2 Ilmu Kedokteran Dasar Ketua : Prof. Dr. M.Nurhalim Shahib, dr.

Sekretaris : Dr. Vita Murniati Tarawan,dr.,SpOG,,M.Kes Pimpinan Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Ketua : Dr. Ardini Saptaningsih, dr, MPH

(12)

Pimpinan Program Studi S2 Kebidanan

Ketua : Jusuf Sulaeman Effendi, dr., SpOG-K Sekretaris : Anita Deborah Anwar,dr.,SpOG-K Pimpinan Program Studi S3

Ketua : Prof. Dr.Johanes C.Mose, dr, SpOG-K Sekretaris : Dr. Heda Melinda,dr.,SpA-K.,M.Kes Pimpinan Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis 1 Ketua : Prof. Alex Chaerulfatah, dr, SpA-K Sekretaris : Yudi Mulyana H,dr.,SpOG

PIMPINAN BAGIAN AKADEMIK (1) Bagian Ilmu Faal

Kepala : Dr.med. Setiawan,dr

Sekretaris : Jimmy Setiadinata,dr.,M.Kes.,AIF (2) Bagian Biologi Sel

Kepala : RB. Soeherman Hadiningrat,dr.,M.Kes Sekretaris : Achadiyani, dr., M.Kes.

(3) Bagian Anatomi

Kepala : Arifin Sunggono,dr Sekretaris : Nani Muniarti,drg

(4) Bagian Biokimia

Kepala : Samsudin Surialaga,dr.,Msi Sekretaris : Mohammad Ghozali,dr (5) Bagian Patologi Anatomi

Kepala : Hj.Bethy Suryawathy Hernowo,dr.,SpPA-K.,Ph.D Sekretaris : Makmuri Yusuf, dr., SpPA-K

(6) Bagian Patologi Klinik

Kepala : Dr. Ida Parwati, dr., SpPK Sekretaris : Nina Tristina, dr, SpPK (7) Bagian Parasitologi

(13)

Sekretaris : -

(8) Bagian Farmakologi dan Terapi Kepala : Suryo Sutanto, dr

Sekretaris : Rovina Ruslami, dr., SpPD (9) Bagian Mikrobiologi

Kepala : Dr. Hj. Sunarjati S.,dr., MS, SpMK Sekretaris : Yanti Mulyana,Dra.,MS.,DMM (10) Bagian Ilmu Kesehatan Anak

Kepala : Prof. Dr. Nanan Sekarwana, dr., SpA-K.,MARS Sekretaris : Armijn Firman,dr.,SpA

(11) Bagian Ilmu Penyakit Dalam

Kepala : H. Primal Sudjana,dr.,SpPD-KPTI Sekretaris : Emmy Hermiyanti,dr.,SpPD (12) Bagian Ilmu Penyakit Syaraf

Kepala : Nani Kurniani, dr., SpS-K Sekretaris : Siti Aminah, dr., SpS-K

(13) Bagian Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Kepala : Yono Hadi Agusni, dr., SpKK-K Sekretaris : Unwati Sugiri,dr.,SpKK

(14) Bagian Radiologi

Kepala : Ristaniah D.Rose E,dr.,SpRad Sekretaris : Hj. Soehartinah K.A.,dr.,SpRad,MPH (15) Bagian Ilmu Kedokteran Nuklir

Kepala : A. Hussen S. Kartamihardja,dr.,SpKN.,M.Kes.,MH.Kes Sekretaris : Trias Nugrahadi,dr.,SpKN

(16) Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa

Kepala : Arifah Nur Istiqomah.,dr.,SpKJ Sekretaris : Natalingrum S,dr.,SpKJ.,M.Kes (17) Bagian Anestesiologi

Kepala : Ike Sri Redjeki,dr.,SpAn-KIC Sekretaris : Ruli Herman S,dr.,SpAn-KIC (18) Bagian Ilmu Bedah

Kepala : Nurhayat Usman, dr., SpB-KBD

Sekretaris : Monty P. Soemitro, dr., SpB-Onk., M.Kes (19) Bagian Ilmu Bedah Syaraf

(14)

Sekretaris : Ahmad Imron,dr.,SpBS

(20) Bagian Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan Kepala : Dr. Jusuf Effendi,dr.,SpOG-K

Sekretaris : Dr. Wiryawan Permadi,dr.,SpOG-K (21) Bagian Ilmu Penyakit Mata

Kepala : Iwan Sovani, dr., SpM., M.Kes Sekretaris : Bambang Susetio., dr., SpM

(22) Bagian Ilmu Penyakit THT-KL

Kepala : Ratna Anggraeni,dr.,SpTHT-KL(K) Sekretaris : Bogi Soeseno., dr., SpTHT-KL(K) (23) Bagian Ilmu Peny.Gigi dan Mulut

Kepala : Etty Sopia MA.,drg.,SpKGA Sekretaris : Dian Ariani., drg.

(24) Bagian Ilmu Kedokteran Kehakiman Kepala : Noorman Heryadi, dr., SpPF, SH

Sekretaris : Dr.Yoni Fuadah Syukriani, dr.,M.Si., DFM (25) Bagian Ilmu Bedah Orthopedi

Kepala : Dr. Nucky Nursjamsi,dr.,SpOT.,M.Kes Sekretaris : Dicky Mulyadi,dr.,SpOT(K).,FICS (26) Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat

Kepala : Dr. Ardini Saptaningsih Raksanagara,dr.,MPH Sekretaris : Guswan Wiwaha, dr.,MM

(27) Bagian Ilmu Gizi

Kepala : Abdullah Firmansah., dr., M.Kes., SpGK Sekretaris : Gaga Irawan Nugraha,dr.,SpGK

(28) Bagian Epidemiologi dan Biostatistika Kepala : Dr. Hadyana Sukandar,Drs,M.Sc. Sekretaris : Yulia Sofiatin, dr., SpPD

(29) Bagian Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Kepala : Marina A. Moeliono., dr., SpRM Sekretaris : Vitriana.,dr., SpRM

(30) Bagian Kardiologi & Kedokteran Vaskular Kepala : Eko Antono., dr.,SpPD.,SpJP-K Sekretaris : Erwinanto., dr.,SpJP

(15)

PIMPINAN ADMINISTRATIF

1. Kepala Bagian Tata Usaha : Suhaeni, dra.M.Si

2. Kepala Sub Bagian Pendidikan : H.Wawan Gunawan, S.Sos. 3. Kepala Sub Bagian Kemahasiswaan : Slamet Suprapto,S.Sos.,M.Si 4. Kepala Sub Bagian Umum dan Perlengkapan : Aay Supriatna, S.Sos. 5. Kepala Sub Bagian Keuangan dan Kepegawaian : H. Tatang Mulyana,drs.

(16)
(17)

Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan FK Unpad 1 BAB I

SEJARAH FAKULTAS, VISI, MISI, TUJUAN PENDIDIKAN DAN KOMPETENSI LULUSAN

1.1 Sejarah Fakultas

Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran didirikan atas 2 falsafah utama, yakni kemaslahatan bagi masyarakat dan kebersamaan dalam kesejawatan. Gagasan untuk mendirikan Fakultas Kedokteran pertama kali datang dari menteri kesehatan dr. Lie Kiat Teng pada Kongres IDI di Surabaya tahun 1953. Pada saat itu banyak dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang ditahan di FKUI untuk memenuhi kebutuhan staf pengajar di FKUI. Keputusan untuk mendirikan fakultas kedokteran kemudian dijatuhkan ke Bandung. Villa Isola (Bumi Siliwangi) direncanakan dijadikan kampus, namun tidak berhasil. Untunglah pada saat itu, RSUP Rancabadak sedang mendirikan gedung-gedung baru bagi bagian Penyakit Dalam, Kesehatan Anak, ruang laboratorium, dan ruang kuliah. Sehingga membuka harapan untuk mendirikan Fakultas Kedokteran di Bandung. Seiring dengan berdirinya Universitas Padjadjaran (Peraturan Pemerintah No. 37/1957), maka berdiri pulalah Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran bersama

tiga fakultas lainnya, yaitu Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, dan FKIP.

Dalam proses pendirian Fakultas Kedokteran Unpad, peran para pemangku kepentingan di Jawa Barat sangatlah besar dan sumbangsihnya dibingkai dalam semangat kebersamaan yang kuat. Dalam catatan sejarah, RSUP Ranca Badak saat itu menyerahkan bangunan-bangunan di sisi Jalan Pasirkaliki kepada Fakultas Kedokteran untuk dipergunakan. Suatu ruangan berdinding bilik bekas gudang RSUP pun digunakan sebagai ruang praktikum Anatomi. Dalam perkembangan selanjutnya, Laboratorium Pre-Klinik lainnya dibangun di Jalan Dago dan mulai digunakan sejak Januari 1958. Ruangan kuliah dan praktikum anatomi dan histologi di Jalan Pasirkaliki selanjutnya dibangun dan mulai dimanfaatkan pada pertengahan 1961. Demikian pula sejak awal para tenaga medis di RSUP Ranca Badak dan pegawai di Inspektorat

Kesehatan Jawa Barat bertindak sebagai tenaga pendidik di Fakultas Kedokteran Unpad bersama-sama tenaga pendidik lainnya yang diangkat oleh Kementerian Pendidikan.

(18)

Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan FK Unpad 2 Pada tahun 1995 kampus Fakultas Kedokteran

Unpad untuk penyelenggaraan pendidikan sarjana kedokteran berpindah ke Jatinangor sejalan dengan pengembangan kampus Unpad lainnya. Perkembangan di bidang pendidikan kedokteran memiliki momentum pada tahun 2001 dengan pendirian Kelas Pengantar Berbahasa Inggris yang menerima banyak mahasiswa asing terutama Malaysia. Sejak tahun 2006 telah dibuka program studi pendidikan dokter Twinning Program dengan Faculty Perubatan University Kebangsaan Malaysia sebagai wujud pengakuan regional. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang Kedokteran, pada tahun 1979 dibuka pendidikan pascasarjana dalam bidang Kedokteran. Program pascasarjana ini terus berkembang sehingga pada saat ini terdapat 3 program Magister (Ilmu Kedokteran Dasar, Ilmu Kesehatan Masyarakat, dan Kebidanan) dan 1 program Doktor. Untuk mewadahi kegiatan akademik pada program pascasarjana, maka pada tahun 2004 selesai dibangun gedung Pascasarjana di jalan Banda no. 42 Bandung.

Sementara itu, sebagai bagian dari pengembangan ilmu Kesehatan, maka Fakultas Kedokteran membuka program studi Ilmu Keperawatan pada tahun 1994 yang selanjutnya berkembang menjadi Fakultas Ilmu Keperawatan sejak tahun 2005. Saat ini,

Fakultas Kedokteran mengelola program studi Kebidanan mulai program D3, D4 dan S2. Untuk lebih mengintegrasikan dan mensinergikan program pengembangan ilmu Kesehatan, maka tengah dirintis izin pendirian program studi pascasarjana ilmu Kesehatan dan dibangun Kampus Eijkmann sebagai pusat pengembangan ilmu Kesehatan.

1.2 Visi dan Misi Fakultas 1.2.1 Visi Fakultas

Menjadi institusi yang mandiri dalam penyelenggaraan pendidikan dan riset kedokteran yang berkualitas bagi masyarakat (Self-reliance Quality Education and Research for Society by 2012 - SQUARES 2012)

1.2.2 Misi Fakultas

a. Menyelenggarakan pendidikan dasar dan lanjutan kedokteran yang berkualitas

b. Menyelenggarakan penelitian berkualitas yang berorientasi kepada masyarakat

c. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis riset

d. Menyelenggarakan sistem organisasi dan tata kelola yang menuju kemandirian

(19)

Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan FK Unpad 3 1.3 Tujuan Pendidikan dan Kompetensi

Lulusan

1.3.1 Program Diploma

1.3.1.1 Program Studi D3 Kebidanan Tujuan Pendidikan

Tujuan Umum

Terciptanya tenaga bidan yang mampu melaksanakan upaya pelayanan kebidanan yang berkualitas tinggi untuk mewujudkan paradigma sehat.

Tujuan Khusus

a. Mampu mengembangkan diri sebagai bidan profesional yang berkepribadian Indonesia b. Melaksanakan asuhan kebidanan secara

profesional pada wanita dalam siklus kehidupannya (remaja, pra-perkawinan, ibu hamil, persalinan, nifas, menopause dan masa antara, asuhan neonatus, bayi dan anak balita) di semua tatanan pelayanan kesehatan

c. Mengembangkan sikap profesional dalam praktik kebidanan, komunikasi interpersonal dan konseling serta menjalin kerjasama dalam tim kesehatan

d. Memberikan pelayanan kebidanan dengan mempertimbangkan kultur dan budaya

setempat, melakukan upaya promosi dan prevensi kesehatan reproduksi melalui pendidikan kesehatan, pemberdayaan wanita, keluarga serta masyarakat

e. Mampu melakukan pertolongan pertama pada kasus kegawatdaruratan obstetri dan ginekologi serta bayi baru lahir

f. Mengetahui dan mampu membantu penggunaan alat-alat penunjang pemeriksaan kehamilan dan persalinan, seperti: USG, NST dan CTG.

g. Mampu membantu dokter dalam pengobatan dan tindakan pada kasus obstetri

h. Mampu melakukan perawatan prabedah dan pascabedah pada kasus obstetri

i. Mampu membantu penggunaan alat-alat penunjang pemeriksaan pada kasus ginekologi

j. Mampu membantu dokter dalam pengobatan dan tindakan pada kasus ginekologi

k. Mampu melakukan pemeriksaan deteksi dini tumor ganas ginekologi kanker serviks seperti : pap smear dan tes IIIA

l. Mampu melakukan perawatan prabedah dan pascabedah pada kasus ginekologi m. Mampu melakukan perawatan pra dan

pascaradiasi pasien tumor ginekologi n. Mampu melakukan perawatan pra dan

pascakemoterapi pada pasien tumor ginekologi termasuk melakukan pemasangan infus pump

(20)

Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan FK Unpad 4 o. Mampu membantu penggunaan alat-alat

penunjang pemeriksaan pada kasus infertil, laparoskopi dan histeroskopi

p. Mampu membantu dokter dalam pengobatan dan tindakan pada kasus infertil

q. Mampu memberikan perawatan serta pelayanan konseling pada pasangan infertil termasuk membantu pemeriksaan HSG dan hidrotubasi

r. Mampu melakukan deteksi dini kasus Infeksi Menular Seksual dan penyalahgunaan Narkoba

Kompetensi Motivation

Memiliki motivasi untuk melaksanakan tugas profesi bidan yang berkualitas dan berdedikasi tinggi.

Attitude

Memiliki sikap yang diperlukan dalam pengembangan kepribadian dan kelangsungan profesi bidan seperti integritas, rasa tanggung jawab, dapat dipercaya yang sesuai dengan etika profesinya.

Skill

Memiliki keterampilan dalam melaksanakan asuhan kebidanan, memberikan pelayanan kebidanan, dan menggunakan alat-alat penunjang pemeriksaan kebidanan.

Ability

Memiliki kemampuan untuk melakukan asuhan dan pelayanan kebidanan baik secara mandiri maupun di dalam tim bersama dengan tenaga kesehatan lainnya.

Knowledge

Memiliki pengetahuan dalam melaksanakan asuhan kebidanan, dan memberikan pelayanan kebidanan yang paripurna.

1.3.1.2 Program Studi D4 Kebidanan Tujuan Pendidikan

a. Melaksanakan tugas profesi bidan pendidik yang berkualitas dan berdedikasi tinggi untuk mendidik mahasiswa Program D3 Kebidanan

b. Meningkatkan dan mengembangkan diri di bidang profesi Bidan Pendidik

c. Menilai kegiatan profesi secara berkala d. Memiliki dan mengembangkan kepribadian

dan sikap yang diperlukan untuk kelangsungan profesinya seperti integritas, rasa tanggung jawab, dapat dipercaya yang sesuai dengan etika profesinya.

(21)

Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan FK Unpad 5 Kompetensi

Motivation

Memiliki motivasi untuk melaksanakan tugas profesi Bidan Pendidik yang berkualitas dan berdedikasi tinggi.

Attitude

Memiliki sikap untuk meningkatkan dan mengembangkan diri di bidang profesi Bidan Pendidik yang sesuai dengan etika profesinya. Skills

Memiliki keterampilan dalam melaksanakan tugas profesi Bidan Pendidik sebagai tenaga pengajar profesional, pelaksana bimbingan belajar dan konseling.

Ability

Memiliki kemampuan untuk menilai kegiatan profesi secara berkala serta melakukan pengelolaan program pendidikan bidan.

Knowledge

Memiliki pengetahuan dalam bidang kebidanan, administrasi kependidikan, metodologi bimbingan dan konseling, pengajaran dan penelitian dalam bidang kebidanan.

1.3.2 Program Sarjana

1.3.2.1 Program Studi Sarjana Kedokteran Visi

Sebagai penyelenggara program pendidikan sarjana kedokteran yang berkualitas, bermartabat, dan mandiri, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat melalui proses tata pamong yang efektif dan efisien.

Misi

1. Menyelenggarakan pendidikan kedokteran terbaik melalui pengembangan kurikulum akademik yang dinamis, serta fasilitas pendidikan, staf pendidik dan staf kependidikan yang berkualitas.

2. Melaksanakan pendidikan kedokteran dengan konsep SPICES, yaitu pembelajaran yang berpusat kepada mahasiswa (student centred), berbasis masalah (problem-based), terintegrasi, berorientasi kepada masyarakat (community-oriented), keterpaparan dini terhadap persoalan klinik (early clinical exposure), dan sistematis sehingga menghasilkan sarjana kedokteran yang mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mampu bersaing di lingkungan global.

(22)

Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan FK Unpad 6 3. Menyelenggarakan penelitian dan

pengembangan bidang kedokteran yang berorientasi kepada masyarakat.

4. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis penelitian dan kebutuhan masyarakat.

5. Menyelenggarakan sistem organisasi dan tata kelola yang baik dan bertanggung jawab (Good Governance) yang dapat menjamin terlaksananya sistem kepemimpinan yang efektif dan eisien. Tujuan Pendidikan

Tujuan Umum

Mewujudkan pendidikan sarjana kedokteran yang berkualitas untuk menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dasar ilmiah, keterampilan klinik, dan profesionalisme yang baik dalam konteks permasalahan kesehatan, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi nilai moral, etika kedokteran dan humanisme, serta mampu untuk mengembangkan diri melalui proses pembelajaran sepanjang hayat, dengan menyelenggarakan pendidikan sarjana kedokteran yang mandiri dan memiliki tata kelola yang baik dan bertanggung jawab (Good Governance).

Tujuan Khusus

a. Memiliki dasar ilmiah dalam pengelolaan masalah kesehatan individu, keluarga dan masyarakat yang sering ditemui secara menyeluruh, holistik dan berkelanjutan dalam tatanan pelayanan kesehatan primer.

b. Menerapkan prinsip-prinsip dasar ilmu biomedis, klinis, serta epidemiologi dalam pembahasan masalah kesehatan.

c. Membekali keterampilan pemeriksaan klinis dasar yang akan dilakukan di berbagai sarana pelayanan kesehatan primer.

d. Menerapkan nilai moral, etika kedokteran dan humanisme dalam melaksanakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. e. Mengetahui dan mempraktekkan aspek

komunikasi yang efektif dengan penderita, keluarga, masyarakat dan tenaga profesi kesehatan lainnya.

f. Meningkatkan kemampuan lulusan dalam mengakses, menelaah secara kritis, dan mengelola informasi kedokteran dan kesehatan dalam rangka memelihara kemampuan belajar sepanjang hayat. g. Melakukan penelitian kedokteran /

(23)

Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan FK Unpad 7 Kompetensi

Kompetensi Utama Lulusan

Memiliki pengetahuan dasar ilmiah, keterampilan klinik dasar, dan profesionalisme yang baik dalam konteks permasalahan kesehatan, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi nilai moral, etika kedokteran dan humanisme, serta mampu untuk mengembangkan diri melalui proses pembelajaran sepanjang hayat.

Kompetensi Pendukung Lulusan

1. Memiliki dasar ilmiah dalam pengelolaan masalah kesehatan individu, keluarga dan masyarakat yang sering ditemui secara menyeluruh, holistik dan berkelanjutan dalam tatanan pelayanan kesehatan primer. 2. Menerapkan prinsip-prinsip dasar ilmu

biomedis, klinis, serta epidemiologi dalam pembahasan masalah kesehatan.

3. Membekali keterampilan pemeriksaan klinis dasar yang akan dilakukan di berbagai sarana pelayanan kesehatan primer.

4. Menerapkan nilai moral, etika kedokteran dan humanisme dalam melaksanakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. 5. Mengetahui dan mempraktekkan aspek

komunikasi yang efektif dengan penderita,

keluarga, masyarakat dan tenaga profesi kesehatan lainnya.

6. Meningkatkan kemampuan lulusan dalam mengakses, menelaah secara kritis, dan mengelola informasi kedokteran dan kesehatan dalam rangka memelihara kemampuan belajar sepanjang hayat. 7. Melakukan penelitian kedokteran /

kesehatan.

Kompetensi Lainnya/Pilihan Lulusan Motivation

Memiliki motivasi untuk mengembangkan ilmu kedokteran dan melanjutkan program pendidikan baik akademik maupun pendidikan profesi dokter.

Attitude

Memiliki sikap untuk meningkatkan dan mengembangkan diri di bidang akademik maupun profesi dokter yang sesuai dengan etika profesi, prinsip moralitas dan norma agama.

Skills

Memiliki keterampilan dalam komunikasi dan pemeriksaan klinis dasar yang akan dipraktekkan di berbagai sarana pelayanan kesehatan primer.

(24)

Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan FK Unpad 8 Ability

Memiliki kemampuan untuk mengelola permasalahan kesehatan pada individu, keluarga dan masyarakat sesuai dasar ilmiah yang mutakhir, serta mengakses, menelaah secara kritis dan mengelola informasi kedokteran dan kesehatan dalam rangka memelihara kemampuan belajar sepanjang hayat.

Knowledge

Memiliki pengetahuan dalam bidang biomedis, klinis, perilaku dan epidemiologi secara terintegrasi dalam konteks pelayanan kesehatan yang paripurna (promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif)

1.3.2.2 Bachelor in Medicine Twinning Program

Educational Objectives:

a. to know the principles of and perform an effective communication with patient, family, community, and other health professionals

b. to perform essential basic clinical skills at the primary health care settings

c. to apply basic biomedical, clinical, behavioral sciences and epidemiology in dealing with health problems.

d. to have a scientific background in managing professionally common health problems at individual, family and community level in a comprehensive, holistic, and continuous manner within the primary health care (PHC) settings e. to be ethical, moral & religious

professional

f. to access, critically appraise and manage medical and health information to maintain his/her lifelong learning capacity

g. to conduct medical/health research h. to have capability in pursuing further

academic or professional education. Competence

Motivation

Having motivation to develop medical sciences and pursue further academic or professional education.

Attitude

Having attitude towards personal improvement and development academically and in medical profession according to medical ethics, morality and religious value.

Skills

Having a proficient communication and clinical skills to be implemented in various primary health care settings.

(25)

Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan FK Unpad 9 Ability

Having ability to apply scientific background in managing health problem in individual, familty and community settings and possess ability in accessing, critically appraise and manage medical and health information to maintain life long learning.

Knowledge

Having sufficient and solid integrated knowledge in biomedical sciences, clinical, behavioral and epidemiology within the context of comprehensive health services (promotive, preventive, curative and rehabilitative).

1.3.3 Program Profesi

1.3.3.1 Program Studi Pendidikan Profesi Dokter

Tahap 1

Pendidikan profesi adalah pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus. Pengertian profesi sendiri adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut keterampilan dan atau suatu keahlian, etika dan sikap kerja tertentu yang dihasilkan dari suatu porses pendidikan. Pendidikan kedokteran merupakan salah satu program pendidikan profesi yang bertujuan untuk menghasilkan dokter yang mampu

melaksanakan tugas profesinya dan senantiasa memiliki keinginan untuk meningkatkan dan mengembangkan diri sesuai dengan tuntunan profesionalitas seorang dokter. Melalui pendidikan kedokteran yang paripurna diharapkan dokter yang dihasilkan memiliki sikap dan dapat mengembangkan kepribadian yang diperlukan untuk menjalankan profesinya seperti integritas, rasa tanggung jawab, dapat dipercaya sesuai dengan etika profesinya yang universal.

Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FKUP) melaksanakan Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D) dengan menerapkan kurikulum berbasis kompetensi (competence based curriculum) melaui proses belajar hingga mahir (mastery learning). Melalui pendekatan ini diharapkan bahwa peserta P3D akan dapat menguasai pengetahuan, keterampilan, perilaku dan etika yang dibutuhkan dalam rangka menjalani profesi dokter. Guna mengantisipasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran dan metode pembelajaran serta dinamika tuntutan pelayanan kesehatan masyarakat, maka kurikulum ini juga bersifat dinamis, sehingga setiap penyelenggaraan program pendidikan profesi harus memperoleh evaluasi dan masukan secara terus-menerus tentang keberhasilan dan kegagalan dalam mencapai tujuan pendidikan profesi dokter. Komponen lain yang sangat penting dari kurikulum ini adalah komponen normatif yaitu

(26)

Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan FK Unpad 10 pendekatan untuk mengembangkan akhlak, budi

pekerti, kepribadian, etika, dan sikap peserta didik. Komponen etika normative ini menjadi dasar pengembangan komponen adaptif dan produktif sehingga mampu melahirkan sikap sekaligus keterampilan professional seorang dokter yang beretika. Kurikulum pada tahap pendidikan ini menekankan aspek ketrampilan klinik, etika dan professional behaviour serta

evidence-based medicine untuk mencapai kompetensi yang terintegrasi, dimana proses pendidikan dijalankan dengan menerapkan prinsip pendidikan klinik, yaitu experiential,

patient-based, preceptor-based, dan

community-based.

Pendekatan mastery learning dikembangkan berdasarkan pada prinsip belajar orang dewasa yang belajar lebih bersifat self-directed learning, partisipatif, relevan dan praktis. Aspek lain dari pendekatan ini adalah meniru perilaku (behaviour modeling), berdasarkan kompetensi dan mengunakan teknik pelatihan humanistik. Behaviour modeling merupakan gambaran yang sama dengan teori belajar sosial atau yang terjadi di dalam masyarakat, dimana dalam kondisi yang ideal, seorang calon dokter akan belajar lebih cepat dengan meniru apa yang diperbuat atau dilakukan oleh orang lain dengan kata lain mencontoh atau belajar melalui observasi.

P3D dijalankan dengan menerapkan standar untuk mencapai profesionalisme yang tinggi namun dengan tetap memiliki sifat humanis dan tidak bersifat dogmatis, karena baik secara individu ataupun kelompok, peserta didik senantiasa dibina untuk mengetahui apa yang seharusnya dipelajari, dimana mereka dapat memperoleh informasi dan diberi keleluasaan untuk berdiskusi dengan staf pengajar.

Pelatihan keterampilan dalam kurikulum ini dikembangkan berdasarkan Competency-Based Training (CBT), yaitu belajar dengan mengerjakan sesuatu. Fokusnya adalah kebutuhan dukungan pengetahuan esensial, perilaku dan keterampilan khusus untuk melakukan sesuatu tindakan.Ada tiga tingkatan pencapaian yang diharapkan dalam sistem pendekatan ini yaitu penguasaan keterampilan awal (skill acquisition), terampil atau mampu melakukan keterampilan (skill competency) dan tingkat sangat terampil (skill proficiency) yaitu mengetahui tahapan dan langskah serta mahir/ahli dalam melakukan keterampilan tersebut. Untuk menunjang keberhasilan CBT dibuatlah langkah klinik untuk setiap tindakan yang telah distandarisasi, langkah-langkah klinik tersebut selanjutnya dipecah dalam langkah-langkah pokok. Langkah-langkah tersebut dibuat dalam sedemikian rupa sehingga aman dan mudah untuk dipelajari dan dilaksanakan. Upaya ini disebut dengan standarisari sehingga pada evaluasi dapat dibuat

(27)

Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan FK Unpad 11 penilain terhadap penuntun belajar dan lembar

penilain kinerja dari suatu proses keterampilan yang sesuai dengan tuntutan profesinya secara objektif terhadap kinerja peserta secara individual.

Kurikulum dan metode pembelajaran diatas dirancang untuk mencapai tujuan pendidikan dokter di FKUP dimana lulusannya diharapkan akan memiliki kompetensi dalam hal :

1. Mengelola masalah-masalah kesehatan individu, keluarga dan masyarakat yang sering ditemui secara menyeluruh, holistik dan berkelanjutan dalam tatanan pelayanan kesehatan primer (to manage professionally common health problems at individual, family and community level in a comprehensive, holistic, and continuous manner within the primary health care (PHC) settings)

2. Menerapkan prinsip-prinsip dasar ilmu biomedik, klinik dan perilaku serta epidemiologi dalam praktek profesi kedokteran (to apply principles of basic biomedical, clinical, behavioral sciences and epidemiology in the practice of medical profession)

3. Melakukan pemeriksaan klinik dasar di berbagai sarana pelayanan kesehatan primer (to perform basic clinical skills proficiently at the primary health care settings)

4. Melakukan komunikasi yang efektif dengan penderita, keluarga, masyarakat dan tenaga profesi kesehatan lainnya (to communicate effectively with patient, family, community, and other health professionals)

5. Menjadi tenaga profesional yang berpegang pada nilai-nilai etik, moral dan agama (to be ethical, moral & religious professional) 6. Mengakses, menelaah secara kritis dan

mengelola informasi kedokteran dan kesehatan dalam rangka memelihara kemampuan belajar sepanjang hayat (to access, critically appraise and manage medical and health information to maintain his/her lifelong learning capacity)

7. Melakukan penelitian

kedokteran/kesehatan untuk meningkatkan kemampuan tugas profesionalnya (to conduct medical/health research to improve his/her professional task)

8. Menjadi tenaga profesional yang berkembang secara mandiri, yang sadar diri dan mampu memelihara diri dan mengembangkan profesinya (to be self-aware, self-care and self-developed professional)

Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D) di FKUP terdiri dari 2 tahap proses. Tahap satu berupa rotasi pada 18 Bagian yang dilalui dalam waktu 3 semester. Setelah tahap ini diselesaikan diharapkan peserta didik telah memiliki

(28)

Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan FK Unpad 12 kompetensi sebagai dokter umum. Tahap dua

selama 1 semester merupakan program terintegrasi yang akan memperkuat kemandirian peserta didik. Total beban kredit untuk seluruh tahap pendidikan ini adalah setara dengan 40 satuan kredit semester (sks).

Buku Pedoman Umum Penyelenggaraan P3D ini merupakan panduan standar profisiensi pendidikan yang terdiri atas: standar kompetensi, indikator pencapaian, strategi pembelajaran, cara penilaian/evaluasi yang terukur dan pedoman lainnya yang relevan untuk mencapai kompetensi dan menghasilkan seorang dokter profesional dan beretika yang mampu bersaing secara global. Selain itu dalam buku ini dicantumkan juga prasyarat dan tata tertib serta peraturan yang berlaku untuk mahasiswa P3D.

Tahap 2

Program Pendidikan Profesi Dokter disebut P3D di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran terdiri dari 2 tahap.

Tahap satu berupa rotasi di 14 Bagian Klinik yang dilalui dalam waktu 3 semester. Setelah tahap ini diselesaikan diharapkan peserta didik telah memiliki kompetensi sebagai dokter umum.

Tahap dua atau Tahap Magang Dokter Muda selama satu semester merupakan program

terintegrasi yang akan memperkuat kemandirian peserta didik.

Alur pendidikan P3D adalah sebagai berikut

a. Definisi

Tahap Magang Dokter Muda pada P3D merupakan kegiatan pada semester akhir dari

DOKTER Lulus S.Ked Mengikuti Pembekala n P3D Sumpah Dokter Wisuda

Mengikuti Alur Rotasi Bagian (P3D Tahap 1) Yudisum Tahap I Ujian Komprehensif Mengikuti Pembekalan Magang Dokter Muda Mengikuti Magang Dokter Muda (P3D Tahap 2) Yudisium Tahap II

(29)

Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan FK Unpad 13 pendidikan P3D yang merupakan semester

komprehensif untuk memberikan kesempatan calon dokter mendapatkan pengalaman bekerja secara mandiri di institusi pelayanan kesehatan yang telah ditentukan di bawah pengawasan supervisor yang ditunjuk. Tahap ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dokter muda dengan melakukan proses pendidikan di berbagai Rumah Sakit Jejaring dan Puskesmas dengan atau tempat perawatan selama 20 minggu. Kegiatan ini merupakan sarana dokter muda untuk mempraktekkan ilmu dan ketrampilan yang telah didapatkan selama menjalani rotasi P3D tahap satu. Proses pendidikan ini tanpa kredit tetapi merupakan prasyarat untuk mengikuti ujian akhir profesi dokter. Tahap ini hanya akan diikuti oleh dokter muda peserta P3D mulai tahun akademik 2009 / 2010.

b. Landasan Pelaksanaan

a. UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

b. PP No. 60 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi

c. KIPDI III tahun 2004

d. Buku Pedoman Pendidikan UNPAD e. Buku Pedoman P3D FK UNPAD c. Tujuan Pendidikan

Tujuan Umum

1. Memberikan pengalaman kemandirian kepada dokter muda untuk dapat mengidentifikasi, menganalisis, dan menyelesaikan masalah kesehatan pasien secara menyeluruh dengan pendekatan kedokteran keluarga.

2. Menyelenggarakan program pembelajaran yang sistematik dengan memberikan kesempatan kepada dokter muda untuk menerapkan pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang telah dipelajari selama ini.

3. Menyelenggarakan pendidikan yang mendorong berkembangnya kemampuan pendidikan seumur hidup.

Tujuan Khusus

1. Mengingat kembali, mengerti dan menerapkan pengetahuan kedokteran dan kesehatan di sarana pelayanan kesehatan primer dan rumah sakit (knowledge-based objective)

2. Melakukan prosedur-prosedur bidang kedokteran dan kesehatan di sarana pelayanan kesehatan primer dan rumah sakit (skill-based objective)

3. Berperilaku yang sesuai dengan etika profesi dan moral yang berlaku secara umum maupun khusus yang berlaku di masyarakat (attitude based objective)

(30)

Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan FK Unpad 14 1.3.3.2 Program Studi Pendidikan Profesi

Dokter Spesialis Visi

Menjadi suatu lembaga koordinator PPDS I Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran yang menghasilkan lulusan profesional, berbudi luhur, dan bermoral yang mampu berkompetisi secara nasional dan regional.

Misi

Mengkoordinasikan kelancaran proses pendidikan spesialis I, pengembangan ilmu di tiap program studi, pengembangan sarana/prasarana, serta kesejahteraan pelaksana didik.

Tujuan Pendidikan

a. Mengelola masalah-masalah kesehatan individu, keluarga dan masyarakat yang sering ditemui secara menyeluruh, holistik dan berkelanjutan dalam tatanan pelayanan kesehatan primer.

b. Menerapkan prinsip-prinsip dasar ilmu biomedis, klinis dan perilaku serta epidemiologi dalam praktek profesi kedokteran.

c. Melakukan pemeriksaan klinis dasar di berbagai sarana pelayanan kesehatan primer.

d. Melakukan komunikasi yang efektif dengan penderita, keluarga, masyarakat dan tenaga profesi kesehatan lainnya.

e. Menjadi tenaga profesional yang berpegang teguh pada nilai-nilai etik, moral dan agama.

f. Mengakses, menelaah secara kritis dan mengelola informasi kedokteran dan kesehatan dalam rangka memelihara kemampuan belajar sepanjang hayat.

g. Melakukan penelitian

kedokteran/kesehatan untuk meningkatkan kemampuan tugas profesinya.

h. Menjadi tenaga profesional yang mawas diri, mampu memelihara diri dan mengembangkan profesinya.

Kompetensi Motivation

Memiliki motivasi untuk melaksanakan tugas profesi dokter spesialis yang profesional, berbudi luhur, dan bermoral yang mampu berkompetisi secara nasional dan regional. Attitude

1. Kewajiban Umum:

a. Menjunjung tinggi, menghayati, dan mengamalkan Sumpah Dokter.

(31)

Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan FK Unpad 15 b. Melakukan profesinya menurut ukuran

yang tertinggi

c. Tidak boleh dipengaruhi pertimbangan keuntungan pribadi.

d. Tidak melakukan perbuatan yang bertentangan dengan etik.

e. Berhati-hati dalam mengumumkan / menerapkan setiap penemuan teknik/pengobatan baru yang belum diuji kebenarannya.

f. Memberi keterangan/pendapat yang dapat dibuktikan kebenarannya. g. .Mengutamakan kepentingan

masyarakat..

h. Dalam bekerja sama dengan pejabat di bidang kesehatan/bidang lain/masyarakat harus ada rasa saling pengertian.

2. Kewajiban Dokter Terhadap Penderita: a. Mengingat akan kewajibannya

melindungi hidup makhluk insani. b. Tulus ikhlas dan mempergunakan

segala ilmu dan keterampilannya untuk kepentingan penderita.

c. Memberi kesempatan kepada penderita untuk senantiasa dapat berhubungan dengan keluarga dan penasihatnya. d. Wajib merahasiakan segala sesuatu

yang diketahuinya tentang seorang penderita.

e. Wajib melakukan pertolongan darurat sebagai suatu tugas kemanusiaan,

kecuali bila ia yakin ada orang lain bersedia/mampu memberikannya. 3. Kewajiban Dokter terhadap Teman

Sejawat:

a. Memperlakukan teman sejawatnya sebagaimana ia sendiri ingin diperlakukan.

b. Tidak boleh mengambil alih penderita dari teman sejawat tanpa persetujuannya.

4. Kewajiban Dokter terhadap Diri Sendiri: a. Memelihara kesehatannya supaya

dapat bekerja dengan baik.

b. Senantiasa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan setia kepada cita-citanya yang luhur.

Skills

1. Kompetensi Klinik (Clinical Competency)

Menguasai berbagai kemampuan prosedur diagnostik, protokol terapi, ramalan prognostik yang berdasarkan bukti nyata

(evidenced based), pembekalan

kemampuan IQ (Intelligence Quotient). 2. Kompetensi Etik (Ethical Competency)

Pembekalan peningkatan EQ (Emotional Quotient)

(32)

Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan FK Unpad 16 Merupakan seni yang tergantung dari cara

bagaimana kemampuan klinik yang sudah dikuasai disampaikan kepada yang membutuhkan secara etis dengan niat yang baik, ucapan yang ramah, sopan, dan gerakan fisik yang menyenangkan.

3. Kompetensi Manajerial (Managerial Competency)

Sikap bertanggung jawab dalam melakukan tugas:

- Menjaga kelengkapan, keabsahan, keamanan rekam medis yang mencakup data klinis, laboratorium, pencitraan, hasil konsultasi, dan

informed consent

- Kemampuan mengelola unit pelayanan; Poliklinik, ruang rawat jalan, dll.

Ability

1. Menunjukkan rasa tanggung jawab

dalam pengamalan ilmu Kedokteran dan Kesehatan sesuai dengan kebijakan Pemerintah, Sistem Kesehatan Nasional, dan Pancasila.

2. Menunjukkan wawasan yang luas dalam bidangnya sertã keterampilan dan sikap ilmiah yang baik, sehingga mampu memahami dan memecahkan masalah kedokteran secara ilmiah dan dapat mengamalkan ilmu kedokteran Dan kesehatan kepada masyarakat sesuai dengan bidang keahliannya secara optimal.

3. Menentukan, merencanakan, serta melaksanakan pendidikan dan penelitian secara mandiri dan mengembangkan ilmunya ke tingkat profesional atau akademik yang lebih tinggi.

4. Mengembangkan sikap pribadi sesuai dengan etik ilmu dan etik profesi.

Knowledge

Memiliki pengetahuan dalam bidang biomedis, klinis, perilaku dan epidemiologi secara terintegrasi dalam konteks pelayanan kesehatan spesialistis yang paripurna (promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif).

A. Program Studi Anestesiologi dan Reanimasi

Tujuan Pendidikan

Sadar akan tanggung jawab sebagai warga negara Indonesia yang mengabdi dalam bidang pelayanan kesehatan, serta mengerti dan merasakan tuntutan masyarakat dan program pemerintah untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, maka seorang dokter spesialis anestesiologi wajib memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1. Mempunyai kemampuan untuk melakukan komunikasi dengan baik dengan para sejawat dokter dan anggota tim kesehatan yang lain serta anggota masyarakat. 2. Mempunyai kemampuan untuk mengelola

(33)

Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan FK Unpad 17 anggota tim pelayanan kesehatan di dalam

maupun di luar rumah sakit.

3. Mempunyai cukup pengetahuan dan keterampilan untuk:

3.1 Mengelola tindakan untuk menghilangkan rasa nyeri, takut dan cemas pada pembedahan, persalinan dan tindakan medik lain, baik sebelum, selama, maupun sesudahnya.

3.2 Mengawasi dan menunjang fungsi vital penderita yang mengalami stres pembedahan dan pemberian anestesi. 3.3 Mengelola penderita yang tidak sadar

apapun sebabnya.

3.4 Mengelola penderita yang mengidap masalah nyeri (management of pain problem), apapun penyebabnya, termasuk nyeri kronik dan paliatif. 3.5 Mengelola masalah resusitasi jantung

paru otak.

3.6 Mengelola masalah gangguan napas dan pernapasan buatan jangka panjang (respiratory care).

3.7 Mengelola berbagai gangguan cairan, elektrolit, dan metabolisme.

4. Mempunyai kemampuan untuk mengelola kedokteran gawat darurat (critical care medicine) yang meliputi trias:

4.1 Resusitasi.

4.2 Pengelolaan pasien gawat (emergency care) untuk keadaan yang mengancam kehidupan.

4.3 Pengelolaan terapi intensif (intensive care therapy).

Mempunyai kemampuan untuk

mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sebagai dokter spesialis anestesiologi sesuai dengan tuntutan masyarakat dan kemampuan ilmu pengetahuan

B. Program Studi Ilmu Bedah Tujuan Pendidikan

Sadar akan tanggung jawab sebagai warga negara Indonesia, yang mengabdi dalam bidang pelayanan kesehatan, serta mengerti dan merasakan tuntutan masyarakat dan program pemerintah untuk meningkatkan taraf kesehatan rakyat, maka Pendidikan Dokter Spesialis Bedah bertujuan menghasilkan dokter spesialis bedah cendekiawan yang:

1. Bersikap perilaku yang sesuai dengan Kode Etik Kedokteran Indonesia.

2. Mempunyai pengetahuan dan keterampilan untuk mengatasi masalah bedah darurat dan tidak-darurat (elektif), terutama yang umum terdapat di Indonesia.

3. Mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sebagai dokter spesialis bedah sesuai dengan tuntutan masyarakat dan kemajuan ilmu pengetahuan.

4. Mampu mengenal masalah bedah di masyarakat dan menyelesaikannya melalui penanganan langsung maupun melalui suatu komunikasi penelitian.

(34)

Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan FK Unpad 18

5. Mampu berkomunikasi dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris dalam mengemukakan pendapat dan hasil karya selama dalam menjalankan profesi-nya. C. Program Studi Ilmu Bedah Saraf Tujuan Pendidikan

Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Bedah Saraf di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, secara umum memiliki 2 tujuan utama yang harus dicapai yaitu tujuan institusional dan tujuan profesional.

Tujuan Institusional

Lulusan PPDS Bedah Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran mampu menguasai dan menerapkan ilmu bedah saraf, baik secara perorangan/tim dan atau melalui kerjasama sesuai dengan tuntutan masyarakat maupun perkembangan ilmu, serta mampu mengaktualisasikan diri sebagai seorang ahli bedah saraf yang profesional dan berakhlak tinggi.

Tujuan Profesional

Lulusan PPDS Bedah Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran harus: 1. Mengetahui dan Memahami Pengetahuan Teori Mengenai:

1) Neuro Anatomi

2) Neuro Patologi 3) Neuro Fisiologi

4) Neuro Biologi (Biologi Molekuler) 5) Neuro Umum, termasuk di antaranya:

1) Psiko-patologi

2) Riwayat penyakit saraf konservatif dan bedah saraf

3) Statistik Medik

2. Mengetahui dan Memahami Pengetahuan Dasar Mengenai: 1) Pengobatan Sinar 2) Metodik Biokimia 3) Neurooptalmologi 4) Neurootologi 5) Neuroorthopedi

6) Terapi Psikis dan Rehabilitasi 3. Mengetahui dan Memahami:

1) Pengobatan Konservatif 2) Indikasi Operasi Bedah Saraf 3) Dasar-dasar Anestesi

4) Pengetahuan Penanganan Pra dan Pascaoperasi

4. Mampu Melakukan:

1) Penarikan kesimpulan pemeriksaan Neurologi

2) Penarikan kesimpulan singkat pada pemeriksaan Psiko-patologi

3) Pemeriksaan dengan Funduskopi

4) Diagnostik pungsi lumbal, subosipital, dan diagnostik likuor

5) Elektro-diagnostik saraf perifer 6) Ekoensefalografi

(35)

Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan FK Unpad 19 7) Diagnostik:

1) Rontgen pada tengkorak dan tulang belakang

2) Mielografi 3) Angiografi

4) Computer Tomografi Scan (CT-Scan) 5) Magnetic Resonance Imaging (MRI) D. Program Studi Orthopaedi dan

Traumatologi Tujuan Pendidikan

Sadar akan tanggung jawab sebagai warga negara Indonesia yang mengabdi dalam bidang pelayanan kesehatan serta mengerti dan merasakan tuntutan masyarakat dan program pemerintah untuk meningkatkan taraf kesehatan rakyat, maka seorang dokter Spesialis Orthopaedi Indonesia wajib memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

Tujuan Umum

1. Mempunyai rasa tanggung jawab dalam pengamalan ilmu kesehatan sistem muskuloskeletal sesuai dengan kebijakan pemerintah.

2. Mempunyai pengetahuan yang luas dalam bidangnya serta mempunyai keterampilan dan sikap yang baik sehingga sanggup memahami dan memecahkan masalah kesehatan sistem muskuloskeletal secara

ilmiah dan dapat mengamalkan ilmu kesehatan sistem muskuloskeletal kepada masyarakat yang sesuai dengan bidang keahliannya secara optimal.

3. Mampu menentukan, merencanakan dan melaksanakan pendidikan, penelitian secara mandiri dan mengembangkan ilmu ke tingkat akademik yang lebih tinggi.

4. Mampu mengembangkan sikap pribadi sesuai dengan etik ilmu dan etik profesi.

Tujuan Khusus

Menjunjung tinggi Kode Etik Kedokteran Indonesia.

1. Mempunyai kemampuan dan keterampilan untuk mengatasi masalah orthopaedi & traumatologi darurat dan tidak darurat. 2. Mampu mengembangkan pengetahuan dan

keterampilan sebagai dokter spesialis orthopaedi & traumatologi sesuai tuntutan masyarakat dan kemajuan ilmu pengetahuan. 3. Mampu mengembangkan pelayanan bidang

orthopaedi & traumatologi lingkungannya. 4. Mengerjakan bidang orthopaedi &

traumatologi sebagai profesinya.

5. Mempunyai pengetahuan yang cukup tentang rehabilitasi cacat tubuh (tuna daksa) dan mampu melaksanakan rehabilitasi preventif.

Mampu mengembangkan pengalaman belajarnya dengan memilih sumber-sumber

(36)

Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan FK Unpad 20 belajar yang sehat yang dapat menjurus

ketingkat akademik tertinggi.

E. Program Studi Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal

Tujuan Pendidikan

1. Menghasilkan ahli ilmu kedokteran forensik yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup dalam mengelola kasus-kasus ilmu kedokteran forensik. 2. Mampu memberikan kesaksian sebagai

saksi ahli kedokteran forensik untuk pengadilan.

3. Memiliki pendirian teguh dalam memberikan pendapatnya sebagai ahli kedokteran forensik dan berpegang teguh pada ketentuan per undang-undangan yang berlaku.

4. Mampu mengembangkan ilmu kedokteran forensik secara mandiri melalui penelitian, pendidikan, dan pelayanan kepada masyarakat.

F. Program Studi Ilmu Kedokteran Jiwa Tujuan Umum

Tujuan umum Program Pendidikan Dokter Spesialis I Program Studi Ilmu Kedokteran Jiwa (Psikiatri) setelah melalui proses belajar dengan suatu kurikulum baku adalah menghasilkan lulusan yang:

1. Mempunyai rasa tanggung jawab dalam pengamalan ilmu kedokteran sesuai dengan kebijakan pemerintah berdasarkan Pancasila.

2. Mempunyai pengetahuan yang luas dalam bidangnya serta mempunyai keterampilan dan sikap yang baik sehingga sanggup memahami dan memecahkan problem kesehatan secara ilmiah dan dapat mengamalkan ilmu kesehatan kepada masyarakat yang sesuai dengan bidang keahliannya secara optimal.

3. Mampu menentukan, merencanakan, dan melaksanakan pendidikan dan penelitian secara mandiri dan mengembangkan ilmu ke tingkat akademi yang lebih tinggi.

4. Mampu mengembangkan sikap pribadi sesuai dengan etik ilmu dan etik profesi. Tujuan Khusus

Tujuan khusus Program Pendidikan Dokter Spesialis I Program Studi Ilmu Kedokteran Jiwa (Psikiatri) adalah menghasilkan dokter spesialis ilmu kedokteran jiwa (Psikiater) berstandar internasional yang mempunyai kemampuan sebagai berikut:

1. Mengenal, merumuskan, menyusun prioritas dan menanggulangi masalah kesehatan jiwa secara kritis-analitis, rasional-ilmiah, dan bertanggung jawab. 2. Melakukan pemeriksaan, menegakkan

diagnosis, menyusun strategi perencanaan/penatalaksanaan terapi,

(37)

Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan FK Unpad 21 perawatan, rehabilitasi dan

promosi/prevensi, serta melaksanakan sistim rujukan secara profesional dalam bidang psikiatri.

3. Melaksanakan integrasi Konsultasi-Liaison kedokteran jiwa dengan bidang-bidang spesialistik ilmu kedokteran dan non-kedokteran lainnya secara profesional. 4. Mampu memberdayakan sistim kesehatan

jiwa masyarakat.

5. Menunjukkan sifat dan sikap pribadi yang serasi untuk profesi psikiatri sesuai dengan kode etik kedokteran pada umumnya dan kode etik profesi psikiatri pada khususnya. Meningkatkan dan mengembangkan diri dalam bidang pelayanan dan pengetahuan di bidang kedokteran umumnya dan psikiatri khususnya, dengan berpedoman pada pembelajaran seumur hidup

G. Program Studi Ilmu Kesehatan Anak Visi Prodi

Menjadi pusat pendidikan, pelayanan dan penelitian yang terkemuka dalam bidang Ilmu Kesehatan Anak di tingkat Nasional pada tahun 2017.

Hal ini sejalan dengan visi Fakultas Kedokteran UNPAD untuk menjadi institusi yang mandiri berbasis pendidikan dan riset kedokteran berkualitas bagi masyarakat.

Misi Prodi

 Meningkatkan kualitas peserta PPDS-1 agar dapat menjadi dokter anak yang profesional berwawasan luas, berdisiplin tinggi, berilmu, terampil, beritikad baik, berbudi luhur, beretos kerja tinggi, dengan berlandaskan etika profesi ajaran agama, dan kode Etik kedokteran Indonesia.

 Menghasilkan peserta PPDS-1 yang berkualitas menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, mampu berperan dalam meningkatkan kualitas hidup anak dan remaja, serta membangun masa depannya sendiri dengan sebaik-baiknya.

 Meningkatkan pelayanan kesehatan anak secara profesional dan bermutu dalam rangka mewujudkan generasi bangsa yang kuat dan cerdas.

 Mampu melakukan penelitian yang bertaraf regional dan internasional.

 Menyelenggarakan secara optimal sistem pendidikan, pelayanan kesehatan dan penelitian yang terintegerasi. Menyelenggarakan penyebaran dan penerapan IPTEK kedokteran bagi kesejahteraan masyarakat secara profesional.

(38)

Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan FK Unpad 22 Tujuan Pendidikan

Tujuan Umum

Pendidikan dokter spesialis anak merupakan bagian dari pendidikan dokter spesialis yang bertugas menghasilkan Dokter Spesialis Anak sekaligus Magister yang mempunyai:

1. Kompetensi profesional sebagai seorang dokter spesialis yang mampu memberikan pelayanan kesehatan anak secara paripurna dalam tingkat spesialistik bertaraf internasional sesuai dengan keadaan dan kebutuhan masyarakat.

2. Kompetensi akademik sebagai seorang Magister yang mampu menyerap, meneliti, mengembangkan, dan menyebarkan ilmu kesehatan, khususnya ilmu kesehatan anak, sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Tujuan Khusus

Pada akhir pendidikan melalui kurikulum yang terpadu seorang dokter spesialis anak dengan kompetensi Magister diharapkan:

1. Mampu menerapkan prinsip-prinsip dan metode berpikir ilmiah dalam memecahkan masalah kesehatan anak.

2. Mampu mengenal, merumuskan pendekatan penyelesaian, dan menyusun prioritas masalah kesehatan anak dengan

cara penalaran ilmiah, melalui perencanaan, implementasi, dan evaluasi terhadap upaya preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif.

3. Menguasai pengetahuan dan keterampilan serta mengikuti peekembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam memberikan pelayanan kesehatan anak. 4. Mampu menangani setiap kasus pediatrik

dengan kemampuan profesional yang tinggi melalui pola pendekatan kedokteran berbasik bukti (evidence-based medicine). 5. Mampu meningkatkan kuantitas dan

kualitas penelitian dasar, klinis, dan lapangan serta mempunyai motivasi mengembangkan pengalaman belajarnya sehingga dapat mencapai tingkat yang lebih tinggi.

6. Mampu mengorganisasikan pelayanan kesehatan anak, sehingga menjadi pemuka dalam pengembangan pelayanan kesehatan anak dengan profesionalisme yang tinggi. 7. Mampu berpartisipasi dalam pendidikan

kesehatan umumnya, dan ilmu kesehatan anak khususnya.

8. Mampu mengembangkan kinerja profesionalnya dalam spektrum yang lebih jelas dengan mengaitkan bidang ilmu atau profesi yang serupa.

9. Bersifat terbuka, tanggap terhadap perubahan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, ataupun masalah yang dihadapi masyarakat, khususnya yang

(39)

Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan FK Unpad 23 berkaitan dengan ilmu kesehatam anak.

10. Terampil memberikan pelayanan kesehatan anak serta mampu melakukan komunikasi interpersonal, sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang optimal secara fisik, mental dan sosial melalui upaya pencegahan, pengobatan, peningkatan kesehatan dan rehabilitasi.

11. Mampu meningkatkan pelayanan profesi melalui penelitian dan pengembangan. 12. Mampu berpartisipasi dalam

pengembangan bidang ilmu kesehatan anak.

13. Mempunyai rasa tanggung jawab dalam melakukan profesi kedokteran dalam suatu sistem pelayanan sesuai dengan Sistim Kesehatan Nasional dan berpegang teguh pada Etika Kedokteran Indonesia.

Kompetensi Lulusan Umum

Pendidikan dokter spesialis anak di Indonesia mempunyai tujuan umum menghasilkan lulusan yang mempunyai kompetensi profesional, yang mampu memberikan pelayanan kesehatan anak secara paripurna dalam tingkat spesialistik bertaraf internasional sesuai dengan keadaan dan kebutuhan masyarakat.

Dari tujuan umum tersebut terlihat jelas bahwa pendidikan dokter spesialis anak di Indonesia menganut pendidikan kedokteran yang berbasis kompetensi.

Terlepas dari tujuan pendidikan, dari sudut pandang peserta didik, yang penting bagi mereka adalah materi utama yang akan dinilai dan cara penilaian akan dilaksanakan. Untuk itu, agar peserta PPDS-I IKA dapat menjalani proses pembelajaran, termasuk penilaian yang akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, yang bersangkutan harus mengetahui beberapa pengertian mengenai hal-hal yang berhubungan dengan pendidikan berbasis kompetensi. Batasan

Pendidikan berbasis kompetensi memusatkan perhatian pada hasil akhir (end-product). Pada akhir pendidikan peserta didik harus mencapai tingkat keterampilan tertentu sesuai dengan tujuan pendidikan. Dengan demikian kompetensi dapat didefinisikan sebagai suatu kemampuan yang cukup dan memenuhi persyaratan dalam melakukan suatu tugas tertentu pada tingkat tertentu (tingkat kompentensi/level of competence) dan dalam situasi pembelajaran tertentu (dalam hal ini

clinical setting tertentu) yang dapat diterima sesuai dengan tujuan pendidikan. Sedangkan inkompeten adalah ketidakmampuan untuk melakukan tugas tertentu dengan baik atau yang seharusnya dilakukan. Dengan perkataan lain, kompetensi adalah kemampuan yang seharusnya dapat dilakukan oleh seorang dokter pada tingkat kompetensi tertentu (what doctors can do).

(40)

Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan FK Unpad 24 Area Kompetensi ( area / general

competencies )

Penilaian hasil pendidikan (outcome) dalam bidang kedokteran klinis sulit dilaksanakan hanya dengan memakai klasifikasi umum terdahulu, yaitu penilaian berdasarkan pengetahuan, psikomotor, dan perilaku (KAP:

knowledge, attitude, and practice).

Hampir setiap aktifitas klinis mengandung ketiga ranah tersebut, yang apabila dijabarkan akan terlalu luas, sehingga secara praktis mungkin tidak bisa atau sulit untuk dilaksanakan. Di samping itu, di dalam berhubungan dengan pasien bukan hanya KAP yang berperan, namun juga emosi, nilai-nilai yang dianut, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, pada saat ini penilaian pendidikan lebih ditujukan kepada penilaian kecakapan (kompetensi), penilaian ini didasarkan atas kemampuan peserta didik untuk menunjukkan pencapaian keterampilan tertentu H. Program Studi Ilmu Penyakit Dalam

Tujuan Pendidikan

1. Menguasai pengetahuan dan keterampilan dalam bidang ilmu penyakit dalam, serta mengikuti perkembangan ilmu dan

teknologi kedokteran dalam memberikan pelayanan kesehatan dengan berbagai upaya pencegahan, pengobatan kuratif, peningkatan dan pemeliharaan kesehatan serta rehabilitasi sehingga masyarakat menjadi sehat fisik, mental, dan sosial.

2. Mampu bertanggung jawab dalam melakukan profesi sistem pelayanan kesehatan dengan menunjukkan sikap humanistik, perilaku, dan moral sesuai dengan etik profesi kedokteran.

3. Mampu melakukan penelitian serta mempunyai minat untuk mengembangkan pengalaman belajarnya sehingga dapat

mencapai tingkat

pendidikan akademik dan profesional tertinggi, serta memahami keterbatasan ilmu kedokteran masa kini.

4. Membantu mengembangkan ilmu kesehatan secara aktif dalam berbagai jenjang pendidikan.

Mampu mengorganisir dan terlibat langsung dalam ruang lingkup Ilmu Penyakit Dalam. I. Program Studi Ilmu Kesehatan Mata Tujuan Pendidikan

Tujuan Umum

Mengacu kepada tujuan Program Pendidikan Dokter Spesialis dan menyadari akan tanggung jawab sebagai warna negara Indonesia yang mengabdi dalam bidang pelayanan kesehatan

Gambar

Tabel 2.1  Materi  dan  Tahap  Pembelajaran  Serta  Bobot  SKS  Materi Program Magister

Referensi

Dokumen terkait

database. Sistem informasi adalah Suatu sistem terintegrasi yang mampu menyediakan informasi yang bermanfaat bagi penggunanya. Sehingga mempermudah customer dalam

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka diperoleh simpulan bahwa sebagian besar pengemudi angkot Stasion Hall-Dago berada pada tingkat stres sedang dan

Sebanyak 54 calon pengemudi bis yang telah mendaftar di BP3TKI / BNP2TKI akan mengikuti seleksi yang akan dilakukan oleh pihak CGC Kuwait pada minggu kedua bulan

Tahap Pelaksanaan Penjagaan tahanan pada prinsipnya di bawah tanggung jawab Kapolres Lingga, namun untuk personel Sattahtii yang ditugaskan menjaga tahanan dalam

PT PLN (Persero) Wilayah Sulselrabar memiliki pengendalian manajemen fungsi penjualan yang memadai untuk menjamin berlangsungnya operasional perusahaan secara efektif dan

Penikmat atau penggermar musik sendiri dapat membantu sebuah kepopuleritasan dalam sebuah karya, dengan adanya penggermar membuat para musisi dapat di kenal dan

Dari tabel diatas terlihat bahwa responden di kecamatan Medan Baru yang memilih menyelesaikan sengketa waris lewat pengadilan yaitu 1 responden (3%), dengan alasan penyelesaian