MODE OPERASI GROUND PROXIMITY
WARNING COMPUTER (GPWC) PADA
PESAWAT BOEING 737-400
Laporan Kerja Praktek
PT. Garuda Maintenance Facility AeroAsia
Disusun Oleh :
Alfie Rizky Ananda
11-2010-033
PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL
2013
LEMBAR PENGESAHAN
Nama : Alfie Rizky Ananada NRP : 11-2010-033
Jurusan : Teknik Elektro Fakultas : Teknologi Industri
Institut Teknologi Nasional
Telah menyelesaikan laporan kerja praktek di PT. Garuda Maintenance Facility AeroAsia dengan judul :
“MODE OPERASI GROUND PROXIMITY WARNING
COMPUTER (GPWC) PADA PESAWAT
BOEING 737-400”
Jakarta, 30 Agustus 2013 Mengetahui
Pembimbing Lapangan
Dosen Pembimbing
(PT. GMF AeroAsia)
( Ir. Nana Subarna, M.T. ) ( Amay Sahmay, S.E. )
Koordinator Kerja Praktek
Koordinator intership
(PT. GMF AeroAsia)
ABSTRAK
Teknologi pada bidang penerbangan yang selalu berkembang dari jaman ke jaman khususnya pada teknologi elektronik penerbangan (avionics). Teknologi ini memungkinkan sebuah pesawat untuk terbang secara otomatis bahkan mendarat secara otomatis pada landasan pacu. Pepatah mengatakan bahwa “Kebutuhan adalah pemicu dari suatu penemuan“ dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah “ necessity is the mother of invetion”, sebagai contoh dari hal ini
adalah ground proximity warning system. Suatu sistem yang memberikan
peringatan kepada awak pesawat apabila pesawat berada terlalu dekat dengan darat. Teknologi ini dikembangkan setetalah rangkaian kecelakan yang memakan banyak korban. Suatu sistem selalu terdiri dari sub-sistem dan ground proximity warning computer adalah pusat dari ground proximity warning system, fungsi utama dari sub-sistem ini adalah untuk memproses informasi dan memberikan peringatan dari informasi tersebut.
Praktek kerja lapangan / kerja praktek adalah salah satu syarat untuk lulus jenjang pendidikan strata 1 (S1) yang sedang penulis lakukan selama 3 tahun terakhir di Institut Teknologi Nasional yang terletak di Bandung. Tujuan utama dari praktek kerja lapangan / kerja praktek adalah untuk menerapakan ilmu – ilmu yang didapat pada perkuliahan dan menerapkanya di dunia kerja. PT GMF AeroAsia dipilih menjadi lokasi kerja praktek dikarenakan PT. GMF AeroAsia adalah salah satu perusahaan terbaik yang bergerak pada bidang perawatan pesawat terbang, hal ini dibuktikan dengan penghargaan – penghargan yang diterima oleh PT. GMF AeroAsia.
Dari praktek kerja lapangan / kerja praktek penulis dapat menyimpulkan bahwa masih banyak yang harus penulis pelajari pada bangku kuliah untuk memahami komponen elektronik yang digunakan pada pesawat. Dengan dasar pemikiran – pemikiran yang ada diatas maka penulis menyusun laporan ini, penulis berharap laporan dapat membantu pemahaman mengenaik komponen elektronik yang ada di pesawat khususnya ground proximity warning computer.
Kara kunci : Ground Proximity Warning Computer, Ground Prxomity Warning System, avionics
ABSTRACT
Aviation techonology that continue to evolve from time – time especially in the aviation electronics (avionics). This technology has made possible for a plane to fly automaticlly and even land it on the runway. People says that
necessity is the mother of invetion, take for example a ground proximity warning system. A system that give warning to the flight crew if the airplane are too close to the ground. This technology was develop after a series of accidents that claims
many life. A system are always consist of sub-system and ground proximity
warning computer is the center of the system, that sub-system main task are to process the information and give warning from that information.
Intership in a real working enviroment is one of the requirement for the bachelor’s degree that the writer taken for the last three years at Institut Teknologi Nasional in bandung. The main purpose for this intership program are to applied the knowledge that been aquired in a real working enviroment. PT. GMF AeroAsia was chosen because PT. GMF AeroAsia in one of the best company for aircraft maintenance, this is proven by the number of awards that have been receive.
From this intership the writer concludes that there is still much to learn in collage to fully understand avionics component that being used in an ariplane. Therefore this report was made, hoping that the readers can understand one of the system that used in an airplane in this case a ground proximity warning computer.
Keywords : Ground Prxomity Warning Computer, Ground Proximity Warning System, avionics
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr.Wb,
Dengan mengucapkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas iziinyalah penulis diberi kesehatan, akal serta umur untuk dapat menulis laporan kerja praktek di PT. GMF AeroAsia sebagai syarat kelulusan strata satu (S1) program studi teknik elektro yang sedang ditempuh di Institut Teknologi Nasional. Salawat dan salam penulis sampaikan kepada nabi besar kami yakni Muhammad SAW.
Laporan kerja praktek ini akan menjadi sulit atau mungkin akan terhambat jika tidak ada dukungan serta saran dari bapak, ibu, serta kawan – kawan yang ikut membantu. Untuk itu penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :
1. Kedua Ayah dan Ibu yang telah membesarkan penulis.
2. Bapak Nana Subarna, M.T , selaku Dosen Pembimbing Kerja Praktek
yang membantu dan mengarahkan penyusunan Laporan Kerja Praktek ini. 3. Seluruh Dosen Teknik Elektro Institut Teknologi Nasional tempat penulis
belajar selama 3 tahun terakhir.
4. PT. Garuda Maintenance Facility AeroAsia atas diberi kesempatan
penulis untuk melaksanakan kerja praktek.
5. Bapak Amay Sahmay, sebagai pembimbing lapangan selama kerja
praktek di Avionic Shop.
6. Seluruh karyawan dan staf Electronic Shop. Terlebih Kepada Pak Eko,
Pak Riswan, Pak Narto, Pak Agus, Pak Usep dan Pak Singih atas kesempatan penulis untuk belajar serta bantuan dalam penyusanan laporan ini.
7. Seluruh Karyawan dan staf Avionic Shop yang telah memberi bantuan
dan kesempatan kepada penulis.
8. Semua pihak yang membatu penulis yang tidak dapat penulis sebutkan
Semoga ilmu yang didapat penulis menjadi amalan dan pahala kepada pihak – pihak yang telah membantu,
Penulis sangat menyadari bahwa penyusunan laporan kerja praktek ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati penulis mengharapkan dan menerima saran serta kritik yang bersifat membangun guna pelajaran di kemudian hari.
Akhir kata, penulis berharap laporan ini dapat bermanfaat baik kepada penulis ataupun kepada pembaca pada umumnya.
Wasalamu’alaikum Wr.Wb.
Jakarta, 30 Agustus 2013 Penulis
DAFTAR ISI
ABSTRAK ... i
ABSTRACT ... iii
KATA PENGANTAR ... vi
DAFTAR ISI ... x
DAFTAR GAMBAR ... xii
BAB I. PENDAHULIAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Tujuan Penulisan ... 2
1.3 Batasan Masalah ... 2
1.4 Metodologi Penelitian ... 3
1.5 Waktu dan Lokasi Pelaksanaan Kerja Praktek ... 3
1.6 Sistematika Penulisan ... 3
BAB II. TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN ... 6
2.1 Sejarah PT. Garuda Maintenance Facility AeroAsia ... 6
2.2 Fasilitas PT. GMF AeroAsia ... 7
Hangar ... 7
Engine Shop ... 8
Engine Test Cell ... 8
Workshop Building ... 9
Workshop 2 ... 9
Ground Support Equipment Center ... 11
Apron Area ... 11 Utility Building ... 11 Material Departement ... 11 Surrounding Propery ... 11 General Storage ... 11 Cover Storage ... 12
Industrial Waste Treatment ... 12
Special Storage ... 12
Office ... 12
Enviroment ... 12
2.3 Struktur Keorganisasian PT. GMF AeroAsia ... 12
Direksi ... 12
Unsur Pendukung ... 15
Management Unit Component Maintenance ... 16
Fungsi dan Akuntibilitas Management Unit Component Maintenance ... 17
2.4 Potensi PT. GMF AeroAsia ... 37
2.5 Kepegawaian ... 38
2.6 Visi dan Misi PT. GMF AeroAsia ... 39
2.7 Klasifikasi Perawatan Untuk Pesawat Boeing 737-300/400/500 . 39
Time Limit Ovehaul, Check Inspection ... 40
2.8 Prestasi Yang Diraih PT. GMF AeroAsia ... 41
BAB III. TEORI PENDUKUNG ... 43
3.1 Sejarah Ground Proximity Warning System ... 42
3.2 Pengenalan Ground Proximity Warning System ... 45
3.3 Cara Kerja Ground Proximity Warning System ... 46
3.4 Letak Komponen Ground Proximity Warning System ... 49
3.5 Instrumen Serta Sistem Penunjang Ground Proximity Warning System ... 50
Altimeter ... 51
Barometric Altimeter ... 51
Radio Altimeter ... 52
Air Data Computer ... 53
Instrument Landing System ... 54
Localizer ... 55
Glidslopes ... 55
ARINC 429 ... 55
3.6 Istilah – Istilah Pada Penerbangan ... 60
Non Precision Approach ... 60
Decision Height ... 60
Cruise ... 60
BAB IV.GROUND PROXIMITY WARNING COMPUTER ... 62
4.1 Karakteristik Ground Proximity Warning Computer ... 62
4.2 Blok Diagram Ground Proximity Warning Computer ... 64
4.3 Diagram Perangkat Lunak dan Sistem Operasi Ground Proximity Warning Computer ... 67
4.4 Mode Operasi Ground Proximity Warning Computer ... 70
Mode 1 – Excesive Decent Rate ... 70
Mode 2 – Terrain Closure Rate ... 74
Mode 2A ... 75
Mode 2B ... 78
Mode 3 – Insuficient Climb Preformance After Takeoff ... 81
Mode 4 – Unsafe Terrain Clearance ... 84
Mode 4A ... 84
Mode 4B ... 87
Mode 4C ... 89
Mode 5 – Descent Bellow Glideslope ... 92
Mode 6 – Altitude Callouts ... 98
Mode 7 – Windsheer Detection ... 102
BAB V. PENUTUP ... 103
5.1 Kesimpulan ... 103
5.2 Saran ... 104
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1 Blok Diagram Ground Proximity Warning System ... 45
Gamabr 3.2 Visual Warning PULL UP Pada PFD ... 47
Gambar 3.3 Prinsip Kerja Ground Proximity Warning System ... 48
Gambar 3.4 Sirip Pesawat / Flap ... 48
Gambar 3.5 Letak Komponen Pada Ground Proximity Warning System ... 49
Gambar 3.6 Letak Ground Proximity Warning Module ... 50
Gambar 3.7 Ground Proximity Warning Module ... 50
Gambar 3.8 Konstruksi Barometric Altimeter ... 52
Gambar 3.9 Radio Altimeter ... 53
Gambar 3.10 Instrument Landing System ... 54
Gambar 3.11 Blok Diagram ARINC 429 ... 56
Gambar 3.12 Sign Status Matrix ... 57
Gambar 3.13 Format Data ARINC 429 ... 58
Gambar 3.14 Three State Logic ... 58
Gambar 3.15 Data Bit Encoding Logic ... 59
Gambar 3.16 Urutan Pengiriman ARINC 429 ... 59
Gambar 3. 17 Fase – Fase Pada Penerbangan ... 61
Gambar 4.1 Ground Proximity Warning Computer ... 62
Gambar 4.2 Komponen Dalam Ground Proximity Warning Computer .... 63
Gambar 4.3 Blok Diagram Ground Proximity Warning Computer ... 64
Gambar 4.5 Software Organization ... 68
Gambar 4.6 Mode 1 Warning ... 70
Gambar 4.7 SINKRATE Warning Envelope Modulation ... 71
Gambar 4.8 PULL UP Warning Envelope Modulation ... 72
Gambar 4.9 Blok Diagram Mode 1 ... 73
Gambar 4.10 Mode 1 Envelope Modulation ... 74
Gambar 4.11 Mode 2 Warning ... 75
Gambar 4.12 Mode 2A Envelope Modulation ... 76
Gambar 4.13 Mode 2A Warning ... 77
Gambar 4.14 Mode 2B Warning ... 78
Gambar 4.15 Mode 2B Envelope Modulation Tanpa Sirip (flap) Tidak Terkonfigurasi Untuk Mendarat ... 79
Gambar 4.16 Mode 2B Envelope Modulation dengan Sirip (flap) Terkonfigurasi Untuk Mendarat ... 80
Gambar 4.17 Blok Diagram Mode 2 ... 80
Gambar 4.18 Mode 3 Warning ... 81
Gambar 4.19 Mode 3 Envelope Modulation ... 82
Gambar 4.20 Mode 3 Block Diagram ... 83
Gambar 4.21 Mode 4A Warning ... 84
Gambar 4.22 Mode 4A Envelope Modulation ... 86
Gambar 4.23 Mode 4B Warning ... 87
Gambar 4.24 Mode 4B Envelope Modulation ... 89
Gambar 4.26 Mode 4C Warning ... 91
Gamabr 4.27 Ground Proximity Warning Module ... 91
Gambar 4.28 Mode 5 Warning ... 93
Gambar 4.29 Mode 5 Soft Warning Envelope Modulation ... 94
Gambar 4.30 Mode 5 Hard Warning Envelope Modulation ... 95
Gambar 4.31 Mode 5 Blok Diagram ... 96
Gambar 4.32 Mode 5 Envelope Modulation ... 97
Gambar 4.33 Mode 6 Altitude Callouts ... 98
Gambar 4.34 Mode 6 Bank Angle Warning ... 100
Gambar 4.35 Mode 6 Bank Angle Envelope Modulation ... 101
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Pesawat terbang sebagai sarana transportasi selalu berkembang, khususnya teknologi elektonik pada pesawat atau dikenal dengan isitilah
Avionics (Aviantion Electronics). Teknologi tersebut tidak hanya memperingan tugas seorang pilot dalam mengendalikan pesawat dengan
munculnya teknologi auto-pilot dimana komputer yang menerbangkan
pesawat atau ILS (Instrument Landing System) yakni suatu sistem yang dapat memandu pesawat untuk mendarat dan bahkan dapat mendaratkan pesawat secara otomatis. Teknologi tersebut hanya sebagian kecil dari teknologi yang berkembang pada dunia penerbangan.
Kecelakaan udara pada dunia penerbangan selalu membawa perubahan pada penerbangan – penerbangan berikutnya. Penyelidikan mengenai penyebab pesawat tersebut jatuh akan dilakukan baik oleh pemerintah ataupun dari pabrik tempat pesawat itu diproduksi. Hasil dari penyelidikan akan membawa perubahan kepada dunia penerbangan. Perubahan tersebut
dapat berupa perubahan program pelatihan awak pesawat (Flight Crew
Training Program) hingga perubahan teknologi pesawat itu sendiri dan terkadang membuat suatu alat / sistem guna mencegah hal yang sama terulang kembali.
Ground Proximity Warning System adalah suatu teknologi yang dipasang pada pesawat untuk mengurangi kecekelakan udara yang terjadi pada era 60an. Yaitu kecelakan udara dimana suatu pesawat yang layak terbang jatuh tanpa ada suatu kerusakan pada pesawat yang mengakibtakan pesawat tersebut kehilangan daya angkat. Pada saat ini sistem ini menjadi suatu
keharusan yang dikeluarkan oleh Fedaral Aviation Administration dan harus terpasang dalam setia pesawat terbang dengan kapasitas diatas 9 orang.
Suatu sistem tentulah terdiri dari suatu sub-sistem, secara sederhana suatu sistem terdiri dari input, ouput dan proses. Dakam sistem tersebut proses terletak pada Ground Proximity Warning Computer sebagi otak dari
Ground Proximity Warning System. Maka dari laporan ini diharapkan mampu membahas cara kerja dari sistem tersebut dengan membahas
sub-sistem khusunya pada mode operasi dari Ground Proximity Warning
Computer.
Penulis berkeinginan untuk melakukan studi dalam penulisan laporan kerja praktek ini di PT. GMF AeroAsia dikarenakan PT. GMF AeroAsia adalah perusahan yang bergerak di bidang perawatan pesawat udara. Dengan sertifikasi diperoleh dari domestik maupun internasional seperti dari
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Indonesia, Federal Aviation
Administration dari Amerika Serikat, dan European Aviation Safety Agency
dari Eropa. Serta Kerjasama dengan perusahan – perusahan pembuatan pesawat maupun instrumen pesawat terbang seperti Boeing, Airbus, Honeywell, General-Electric dan masih banyak lagi. Hal – hal tersebut menujukan bahwa PT. GMF AeroAsia merupakan perusahan terbaik di Indonesia dalam bidang perawatan pesawat terbang maka dari itu penulis memutuskan untuk melakukan kerja praktek di PT. GMF. AeroAsia.
Laporan ini disusun selain sebagai sarat kelulusan strata satu (S1) program studi teknik elektro yang sedang di-ikuti oleh penulis, juga bertujuan untuk hubungan antara ilmu yang didapat selamat 3 tahun kuliah di Institut Teknologi Nasional jurusan teknik elektro dengan duni kerja yang sebenarnya. Atas dasar pemikiran – pemikiran diatas maka disusunlah laporan kerja praktek ini.
1.2
Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulis dalam mengikuti kegiatan kerja praktek atau praktek kerja lapangan sebagai berikut :
1. Memberi gambaran mengenai dunia kerja yang sebenarnya, khususnya
didunia penerbangan.
2. Membuka waawasan mengenai komponen elektronika yang digunakan
pada dunia penerbangan.
3. Menerapkan ilmu – ilmu yang didapat dari perkuliahan didalam dunia
kerja.
4. Menambah wawasan dan pengetahuan yang tidak didapat dalam
perkuliahan.
5. Memahami instrumen – instrumen yang ada pada pesawat terbang
berhubungan dengan mata kuliah avionics.
6. Sebagai salah satu syarat akademik guna memperoleh gelar sarjana
teknik di Institut Teknologi Nasional.
1.3
Batasan Masalah
Dalam penulisan laporan ini, penulis membahas mengenai cara kerja dari
Ground Proximity Warning Computer (GPWC) yakni bagian dari suatu
sistem yang dinamakan Ground Proximity Warning System (GPWS) dengan
menitikberatkan pada mode operasi. Penulis tidak membahas aristekur
komputer ataupun komponen elektonika penyusun ground proximity
1.4
Metodologi Penelitian
Metodologi yang dipakai penulisan dan penyusunan laporan antara lain :
1. Studi pustaka yang didapat dari component maintenance manual
(CMM) yang ada pada Electronic Shop dan informasi yang didapat dari buku.
2. Diskusi secara langsung dengan karyawan PT. GMF AeroAsia yang
terlibat secara langsung dalam perawatan komponen – komponen elektronik pesawat.
3. Observasi / pengamatan terhadap kegiatan – kegiatan yang berhubungan
dengan penulisan laporan di avionic shop PT. GMF AeroAsia.
1.5
Waktu dan Lokasi Pelaksanaan Kerja Praktek
Kerja praktek dilaksanakan di PT. GMF AeroAsia, lebih tepatnya di :Bagian / Divisi : Workshop 2 ( Avionic Component Maintenance )
Tanggal : 1 July s.d. 30 Agustus
Hari : Senin s.d. Jum’at
Waktu : 8.30 s.d. 16.30
1.6
Sistematika Penulisan
Adapun guna mempermudah dalam pembacaan dan penulisan laporan, sistematika penulisan ditulis sebagai berikut :
BAB I Pendahuluan
Berisi tentang latar belakang, tujuan penulisan, batasan masalah, metodologi penelitian dan waktu serta lokasi kerja praktek.
BAB II Tinjaun Umum Perusahaan
Berisi tentang sejarah PT. GMF AeroAsia, Fasilitas PT. GMF AeroAsia, Struktur Keorganisasian PT. GMF AeroAsia, Potensi PT.
GMF AeroAsia, Kepegawaian (Man Power) PT. GMF AeroAsia,
Visi dan Misi PT. GMF AeroAsia, Klasifikasi Perawatan untuk Pesawat B 737-300/400/500, dan Prestasi yang diraih PT. GMF AeroAsia.
BAB III Teori Pendukung
Berisi tentang sejarah Ground Proximity Warning System,
pengenalan ground proximity warning system, cara kerja ground proximity warning system, letak komponen ground proximity warning system, instrumen – instrumen penunjang ground proximity warning system dan istilah – istilah penerbangan. BAB III diangap perlu dituliskan oleh penulis sebagai teori dasar atau penjelasan yang akan dibahas pada BAB IV agar laporan ini dapat mudah untuk dipahami.
BAB IV Ground Proximity Warning Computer
Berisi tentang karakteristik ground proximity warning computer,
blok digram ground proximity warning computer, Diagram
perangkat lunak dan sistem operasi ground proximity warning
computer Mode Operasi pada Ground Proximity Warning Computer.
BAB V Penutup
BAB II
TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN
2.1
Sejarah PT. Garuda Maintenance Facility AeroAsia
GMF AeroAsia adalah suatu anak perusahaan PT.Garuda Indonesia.GMF AeroAsia berasal dari GMF (Garuda Maintenance Facility) yang
merupakan sebuah strategy Business unit dari PT.Garuda Indonesia. GMF AeroAsia resmi didirikan pada bulan Agustus 2003. GMF AeroAsia ditempatkan di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, 5 km dari sebelah barat gerbang utama dan dibangun pada lahan seluas 115 Ha.
Tujuan utama dari keberadaan GMF Aeroasia adalah untuk menjamin kehandalan penerbangan pesawat komersil. Pembangunan GMF AeroAsia seluruhnya dibiayai oleh pemerintah Indonesia dengan total anggaran hingga tahun 1991 mencapai sekitar $ 148 juta US dan sekitar 63% dibayar untuk membeli mesin dan peralatan dari luar negeri dan sekitar $ 54,2 juta US untuk pembangunan Engine Shop.
GMF AeroAsia dilengkapi dengan fasilitas serba modern dalam menunjang perawatan pesawat yang modern. GMF AeroAsia telah mengingkatkan reputasinya dengan memperoleh pengakuan Internasional dalam bidang perawatan pesawat dari Badan sertifikat Kelaikan Udara
Amerika yang dikenal dengan nama FAA (Federal Aviation Administration)
dengan dikeluarkannya Air agency Certificate pada tanggal 30 September 1992.
GMF AeroAsia memperkejakan 1400 pegawai, dan terus mengadakan
trainingpada technical September 1992. GMF AeroAsia memperkejakan 1400 pegawai, dan terus mengadakan trainingpada technicalstaff-nya untuk
untuk menyeimbangkan dengan perkembangan teknologi penerbangan yang semakin pesat.
PT.GMF Aeroasia telah memiliki Certificate Authorities dari General Airworthiness Certificated (DGAC) yang merupakan bentuk persetujuan dari DGCA atas PT.GMF AeroAsia sebagai perusahaan yang bergerak
dibidang pemeliharaan dan perbaikan (Maintenance and Repair) pesawat
udara. Selain itu PT.GMF AeroAsia telah mendapatkan Certificate
Authorities dari beberapa negara lain yaitu USA, europe, Singapure, Thailand, Pakistan, Nigeria, Philipines, Bangladesh, dan beberapa negara lainnya.
2.2
Fasilitas PT. GMF AeroAsia
1. HangarGMF AeroAsia memiliki tiga buah hangar yang masing-masing memiliki fungsi dan meiliki spesifikasi sebagai berikut :
a) Hangar 1
Hangar ini di selesaikan pada tahun 1991 dan digunakan untuk havy maintenance pesawat AIRBUS A330-300, BOIENG 747-200
dan BOEING 747-400. Hangar ini mempunyai luas 21.540 m2.
b) Hangar 2
Hangar ini dipergunakan untuk perawatan-perawatan ringan semua tipe pesawat, hangar ini mempunyai luas 22.500 m2.
c) Hangar 3
Hangar ini digunakan untuk heavy maintenance pesawat, Boeing
737 Series, DC-10. hanggar ini mempunyai luas area 22.500 m2.
Semua hanggar dilengkapi dengan :
a. Sistem alarm dan pemadaman kebakaran
b. Supply listrik 115 V/400 Hz (3 phase). Operational maintenancepesawat, dan 220 V50 Hz untuk fasilitas perkantoran.
c. Penerangan Hanggar
d. Overhead Crane (hanya dihangagar 3) e. Aircraft Docking
f. Regulated Air Pressure
g. Aircraft tool and Equipment
h. Stock Room
i. Air Conditioned Office Areas
2. Engine Shop
Pengoperasian pertama kali pada tahun 1994, diperuntukan untuk
Overhoul engine SPEY, JT8D, JT9D-7Q, APU dan CFm 56-3B1.
3. Engine Test Cell
Bangunan ini dipergunakan untuk pengetesan seluruh engine
pesawat termasuk APU sampai mencapai 450 KN (100.000 lb) thrust.
Yang diselesaikan pada tahun 1989. Peralatannya meliputi sistem
control untuk semua type engine dan APU (Auxiliary Power Unit).
Engine yang telah diuji pada Engine Test Cell, antara lainSpey MK555-15H, CF6-80C2, CFM56-3B1, JT9D-59/7Q, GTC85-98D, dan GTCP-700.
4. Work Shop Building a) Workshop 1
Bangunan ini mencapai luas 10.785 m2dan digunakan untuk
mereparasi dan overhoul dari berbagai komponen besar, terdapat
juga sheet metal work shop yang memiliki memampuan untuk
melakukan perbaikan dan overhoul untuk pesawat Boeing 747,
Boeing 737, DC-10, A-300, A320. Dan juga kontrol penerbangan,
radar domesgalleys, engine pylons, cowling, dan trust reverse doors, dan balancing flight surface.
Pada waktu shop ini terdapat pula areal untuk servis dan
overhaul brakes, tire, undercarriage, upholstery, sheet, carpet cutting, dan panel seperti terdapat pada paint shop, bagian pusat
perbaikan dan cleaning area. Selain itu juga mampu membuat
flight control cable dan aircraft turbing, yang membantu menahanpanas aircraft skin dan composite bounding.
Machine shop pada workshop ini memiliki peralatan computer yang dioperasikan secara horizontal, miling turn table, dua buah horizontal turning latches, grinding for rotary surface, tool dan cutter universal dan internal grinding, radial, columb, dan
bennch driling machine, machine for universal milling, sharping hydraulic preesing, procuction cut-off, metal cutting band sawing, hack sawing, engrawing dan pantograph, surface plate, dan stand, pedestial grinder dan vices.
b) Workshop 2
Terdiri dari bengkel Avionic,hydraulic, electric, pneumatic, dan emergency equipment. Selain itu ada gedung untuk menguji mesin (test cell) yang memiliki kemampuan 100.000 pound yang biasa digunakan untuk semua jenis mesin, dan mesin dengan after burner dan juga pengujian APU.Apron GMF seluas 379.620m2
dibangun dengan kontruksi cakar ayam yang mampu menampung 50 pesawat,yaitu 4 bay untuk B737, 6 bay untuk A330 / A320 serta dilengkapi dengan 2 bay untuk pencucian pesawat dan engine run up merangkap kompas swing area seluas 15.525 m2.
Fasilitas lainnya adalah gudang untuk material, mesin-mesin dan gedung utility sebagai penyedia listrik dan AC untuk seluruh unit bangunan, gudang khusus dan tangki bahan bakar untuk bensin dan solar dengan kapasitas 30.000 liter dan kapasitas 15.000 liter untuk avtur, juga terdapat bangunan khusus untuk kepentingan dan lahan parkir seluas 18.500 m2.
Avionic (IERA) Shop, bangunan ini mempunyai luas 11.814 m2, digunakan untuk melayani peralatan komunikasi, navigasi dan elektronik. Instrument elektronik Radio dan mencakup pengetesan instrument penerbangan, peralatan navigasi dan komunikasi, gyro,
radar cuaca, reparasi dan overhaul autopilot untuk
bermacam-macam tipe pesawat termasuk yang dipasang dengan modern
digital avionic pada pesawat A-300, A320, BOEING 747, BOEING 777, BOEING 737NG dan lain-lain.
Pada workshop ini juga dilengkapi dengan tes otomatis yang disebut ATEC 5000 dan IRIS 2000 yang merupakan Unit
pengetesan komputer. Workshop ini juga memiliki Electrical
Mechanical and Oxygen (ELMO) shop untuk pengetesan
Pneumatic dan Hydraulic, Fuel Flow, Pompa tekanan bahan bakar
dan oli. Peralatan pengetesan mencakup CDS test stand, Engine
Fuel Component, mesin pengetesan hydraulic, Overhaul Ikomponen elektrik, peralatan oksigen, life rats dan emergency slide and rats. Seluruh Workshop dilengkapi dengan :
1. Supply listrik 400 Hz dan 50 Hz.
2. United Power Supply System for Computer and highly sensitive equipment.
4. Regulated air pressure.
5. Air Conditioning. 6. Stock Rooms.
5. Ground Support Equipment (GSE) Center
Gedung GSE terletak bersebelahan dengan engine shop yang berfungsi
menyiapkan Ground Support Equipment dalam keadaan siap pakai
untuk mengdukung kelancaran operasional pesawat terbang saat di darat. Kegitannya meliputi pemeriksaan dan penggantian part-part yang rusak, perbaikan equipment dan overhoul engine untuk ground support equipment seperti GTC, Towing Car, dan lain-lain. Bangunan ini mempunyai luas area 5.832 m2.
6. Apron Area
Bangunan ini mempunyai luas area 318.000 m2 dan mampu
menampung kurang lebih 50 pesawat semua type.
7. Utility Building
Fasilitas ini merupakan pusat kelistrikan yang memuat peralatan utama yang diperlukan sebagai electrical power source seperti generator dan transformator. Bangunan ini mempunyai luas area 1.215 m2.
8. Material Departement
Bangunan ini mempunyai luas area 972 m2. Bangunan ini merupakan
pusat pemeriksaan dan penelitian dari material pesawat.
9. Surrounding Property
Surrounding property ini mempunyai luas area sebesar 140 m2.
10. General Storage
11. Cover Storage
Merupakan tempat parkir kendaraan-kendaraan GSE.
12. Industrial Waste Treatment
Merupakan bagian khusus yang digunkan untuk menampung limbah yang berasal dari seluruh fasilitas.
13. Special Storage
Bangunan ini mempunyai luas 2.268 m2.
14. Office
Merupakan pusat kegiatan administrasi PT. GMF AeroAsia.
15. Environment
Merupakan lahan penunjang bagi gedung-gedung maupun fasilitas lain yang terdapat di PT. GMF AeroAsia.
2.3
Struktur Keorganisasian PT. GMF AeroAsia
1. DireksiPerusahaan dipimpin oleh seotang Direktur Utama dan 5 Orang Direktur, yang selanjutanya disebut Direksi. Susunan Direksi adalah sebagai berikut :
a. Direktur Utama
b. Direktur Corporate Strategy & Development
c. Direktur Finance
d. Directur Line Operation
e. Direktur Base Operation
Untuk kepentingan komunikasi, maka penyebutan untuk direksi dan nama jabatan direksi diatur sebagai berikut :
a. Direksi, dapat menggunakan istilah Board of Director, disingkat BOD.
b. Direktur utama, dapat menggunakan islitah President and Chief
Executive Officer, selanjutnya disebut President & CEO.
c. Directur Corporate Strategy & Development, dapat menggunakan
istilah Executive Vice President Corporate Strategy &
Development, selanjutnya disebut EVP Corporate Strategy & Development.
d. Direktur Finance, dapat menggunakan istilah Executive Vice
President Line Operation, disebut EVP Finance.
e. Direktur Line Operation, dapat menggunakan istilah Executive
Vise President Line Operation, selanjutnya disebut EVP Line Operation.
f. Direktur Base Operation, dapat menggunakan istilah Executive
Vise President Base Operation, selanjutnya disebut EVP Base Operation.
g. Direktur Hukum Capital & Corporate Affair, dapat menggunakan istilah Executive Vice Precident Human Capital & Corporate Affair, selanjutnya disebut EVP Human Capital & Corporate Affair.
Pembagian tugas dan akuntabilitas Direksi sebagai berikut :
President & CEO bertugas menjamin efektifitas pengurusan dan pengelolaan perusahaan, termasuk penentuan arah dan strategi perusahaan serta pengelolaan kepatuhan, penjaminan kualitas, audit & kontrol internal dan pemasaran, sehingga mampu mendukung jalannya bisnis GMF sekaligus membantu pertumbuhan bisnisnya. Unit satu tingkat yang dibawah Direksi yang bertanggung jawab langsung terhadap President & CEO adalah Vice President ( VP ) Quality Assurance & Savety, VP Internal Audit & Control dan VP Sales & Marketing.
EVP Corporate Strategy & Development bertanggung jawab menjamin efektifitas pengurusan dan pengelolaan strategi dan pengembangan korporasi, teknologiinformasi dan komunikasi perusahaan agar sejalan dengan tata kelola perusahaan yang baik, sehingga mampu mendukung jalannya kerja bisnis GMF sekaligus pertumbuhan bisnisnya. Unit yang berada satu tingkat dibawah Direksi sebagai pelaksana kebijakan strategis perusahaan yang
bertanggung jawab langsung kepada EVP Corporate Strategy &
Development adalah VP Corporate Development & ICT Treasury Management.
EVP Finance bertanggung jawab menjamin efektifitas pengurusan
dan pengelolaan keuangan perusahaan, sehingga mampu mendukung jalannya bisnis GMF sekaligus pertumbuhan bisnisnya, unit yang berada satu tingkat dibawah Direksi yang menjalankan fungsi memberi dukungan dan bertanggung jawab langsung kepada EVP Finance adalah VP Accounting dan VP Treasury Management.
EVP Line Operation bertugas menjamin efektifitas pengurusan dan
pengelolaan perusahaan khususnya operational perawatan lini, aset perusahaan dan layanan material serta jasa engineering sesuai
bisnis utama perusahaan, sehingga mampu mendukung jalannya bisnis GMF sekaligus membantu pertumbuhan bisnisnya. Unit satu tingkat yang dibawah Direksi yang bertanggung jawab langsung terhadap EVP Line Operation adalah VP Line Maintenance, VP Asset Management & Material Services, dan VP Engineering Services.
EVP Base Operation bertugas menjamin efektifitas pengurusan dan
pengelolaan perusahaan khususnya operational perawatan rangka pesawat mesin, komponen, dan pendukung lainnya sesuai bisnis perusahaan, sehingga mampu mendukung jalannya bisnis GMF sekaligus membantu pertumbuhan bisnisnya. Unit satu tingkat yang dibawah Direksi yang bertanggung jawab langsung terhadap EVP Base Operation adalah VP Base Maintenance, VP Component Maintenance & VP Engine Maintenance.
EVP Human Capital & Corporate Affair bertanggung jawab
menjamin efektifitas pengurusan dan pengelolaan sumber daya manusia, pelatihan, manajement pengetahuan dan budaya perusahaan, sehingga mampu mendukung jalannya bisnis GMF sekaligus membantu pertumbuhan bisnisnya. Unit satu tingkat yang dibawah Direksi yang menjalankan fungsi dan dukungan dan bertanggung jawab langsung kepada EVP Human Capital & Corporate Affair adalah VP Human Capital Management dan VP Learning Center & Corporate Culture.
2. Unsur Pendukung
Unsur pendukung dalam organisasi Induk PT GMF AeroAsia, terdiri dari :
a. Unit Internal Audit & Control, berfungsi untuk memastikan
efektifitas sistem Audit Internal, pengendalian internal, dan pengelolaan resiko perusahaan, bertanggung jawab pada direktur utama.
b. Unit Quality Assurance & Safety, berfungsi untuk mengelola sistem keselamatan, pengendalian dan pengelolaan kualitas perawatan pesawat, Analisi kualitas Workshop & Inspeksi Material, sistem kualitas dan Audit, termasuk sistem dokumentasi kualitas, kualifikasi personil dan lisensi, bertanggung jawab kepada Direktur Utama.
c. Unit Sales & Marketing berfungsi untuk mewujudkan terjadinya
pencapaian penjualan dam pemasaran, serta pengelolaan costumer service dan aspek-aspek komersial lainnya, bertanggung jawab kepada Direktur Utama.
3. Management Unit Component Maintenance
Unit Component maintenance dipimpin oleh seorang Vice, President (VP), 4 (empat) orang General Manager (GM), 18 (delapan belas) orang Manager.
4. Fungsi dan Akuntabilitas Management Unit Component Maintenance
a. VP Component Maintenance
• Menjamin efektifitas pengelolaan Dinas Component
Maintenance, sehingga mempunyai kontribusi positif dalam memperoleh pendapatan perusahaan (revenue) melalui
perawatan komponen, Uji Tak Rusak (NonDestructive Test
/NDT), dan jasa Kalibrasi tools dan equipment, sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan memenuhi persyaratan kelaikan-udara.
• Bertanggung-jawab atas ketersediaan sumber-daya yang
memenuhi syarat untuk terlaksananya perawatan komponen pesawat, termasuk melaksanakan fungsi pengadaan material yang dibutuhkan oleh Unit Component Maintenance sesuai perencanaan material yang sudah diterapkan dan jasa pendukung terkait lainnya yang menjadi lingkup tugas Dinas Component Maintenance.
Manager Workshop Store
- Menyediakan jasa layanan pengelolaan barang yang ada di
gudang Component Maintenance dengan tepat waktu dan
tertib-administrasi sesuai prosedur yang berlaku, dalam rangka mendukung kelancaran operasional kegiatan
Component Maintenance.
- Memelihara sarana dan prasarana workshop store agar
senantiasa dalam kondisi memenuhi standard/ketentuan yang berlaku, dan menjaga akurasi data persediaan baik dari jenis, jumlah dan lokasi.
- Mengarahkan dan mengendalikan jalannya seluruh kegiatan
Seksi Workshop Store, melalui perencanaan, penelusuran, serta peninjauan kinerja seluruh fungsional Seksi Workshop Store.
b. GM Avionic
• Melakukan analisa, mengelola, dan mengendalikan proses
perawatan serta mengadakan material yang dibutuhkan dalam perawatan dan perbaikan Component Avionic target kualitas, biaya, dan TAT dapat tercapai.
• Memastikan seluruh kegiatan perawatan tersebut, termasuk
perbaikan setiap kerusakan selama kegiatan perawatan sesuai dengan desain dan standard kualitas yang diterapkan oleh pabrik/manufacture dan aturan yang diterapkan oloeh otoritas penerbangan.
• Memastikan tindakan koreksi terhadap setiap temuan audit di
area yang menjadi tanggung-jawabnya dapat terlaksana secara efektif.
• Bertanggung-jawab atas ketersediaan sumber daya manusia,
material, tool dan equipment dan metode kerjanya untuk terlaksananya perawatan component Avionic sesuai persyaratan kelaikan udara.
• Mengarahkan dan mengendalikan jalannnya seluruh kegiatan
Bidang Avionic, melalui perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, serta peninjauan kinerja seluruh Manager yang
ada di Bidang Component Avionic dengan fungsi dan
akuntabilitas masing-masing manager sebagai berikut :
Manager Radio & Communication,
Bertugas mengelola kegiatan operasional (proses produksi) secara efektif dan efisien, dalam usaha mencapai sasaran bisnis Bidang Avionic sesuai dengan persyaratan atau peraturan yang berlaku & kebutuhan pelanggan, meliputi :
- Merencanakan dan mengendalikan penggunaan resources
- Mempersiapkan tool dan equipment serta menjaga kalibrasi dan serviceabilitynya.
- Menjaga kompetensi personil dan mengendalikan
ketersediaan personil sesuai denagn jadwal pekerjaan yang telah ditentukan.
- Menjaga pengisian kertas kerja sesuai dengan quantity
manual yang berlaku.
- Menjaga agar pengisian data di dalam sistem informasi selalu dalam kondisi benar, lengkap dan current.
- Menjaga agar material yang digunakan adalah material yang
approved dan jelas asal usulnya.
Manager Instruement System,
Bertugas mengelola kegiatan operasianal (proses produksi) secara efektif dan efisien, dalam usaha mencapai sasarean bisnis Bidang Avionic sesuai dengan persyaratan atau peraturan yang berlaku & kebutuhan pelanggan, meliputi :
- Merencanakan dan mengendaliakn penggunaaan resources
sesuai dengan schedule dan standart yang telah di tentukan.
- Mempersiapkan tool dan equipment serta menjaga kalibrasi
dan serviceabilitynya.
- Menjaga kompetensi personil dan mengendalikan
ketersediaan personil sesuai dengan jadwal pekerjaan yang telah ditentukan.
- Menjaga agar pengisian data di dalam sistem informasi selalu dalam kondisi benar, lengkap dan current
- Menjaga agar material yang digunakan adalah material yang
approved dan jelas asal usulnya.
- Menjaga lingkungan kerja dalam kondisi ringkas,rapi, resik, rawat, dan rajin (5R)
- Memastikan semua component yang ada di area produksi memiliki identifikasi dengan label yang sesuai dan segragasi dilaksanakan dengan baik.
- Menjaga agar setiap acuan kerja, baik berupa manual maupun
PD sheet yang digunakan dalam kondisi update, benar dan lengkap.
- Memastikan semua personil yang bekerja dilingkungan
kerjanya menggunakan acuan kerja yang current , alat yang terkalibrasi, yang melaksanakan pekerjaan dengan menggunakan alat pelindung diri yang sesuai.
- Memastikan setiap personil yang bekerja memahami dan
mematuhi instruksi kerja.
Manager Electronic Control System
Bertugas mengelola kegiatan operasional (proses produksi) secara efektif dan efisien, dalam usaha mencapai sasaran bisnis Bidang Avionic sesuai dengan persyaratan atau peraturan yang berlaku & kebutuhan pelanggan, meliputi :
- Merencanakan dan mengendalikan penggunaan resources
sesuai dengan schedule dan standard yang telah ditentukan. - Mempersiapkan tool dan equipment serta menjaga kalibrasi
dan serviceabilitynya.
- Menjaga kompetensi personil dan mengendalikan
ketersediaan personil sesuai dengan jadwal pekerjaan yang telah ditentukan.
- Menjaga pengisisan kertas kerja sesuai dengan quality
manual yang berlaku.
- Menjaga agar pengisian data didalam sistem informasi selalu dalam kondisi benar, lengkap dan current.
- Menjaga agar material yang digunakan adalah material yang
- Menjaga lingkungan kerja dalam kondisi ringkas, rapi, resik, rawat dan rajin (5R).
- Memastikan semua component yang ada d area produksi
memiliki identifikasi dengan label yang sesuai dan segregasi dilaksanakan dengan baik.
- Menjaga agar setiap acuan kerja, baik berupa manual maupun
pd sheet yang di gunakan dalam kondisi update, benar dan lengkap.
- Memastikan semua personil yang bekerja di lingkungan
kerjanya menggunakan acuan kerja yang current, alat yang terkalibrasi, dan melaksanakan pekerjaan dengan menggunakan alat pelindung diri yang sesuai.
- Memastikan setiap personil yang bekerja memahami dan
mematuhi instruksi kerja.
Manager Production Engineering,
Bertugas mengelola standard – maintenance sesuai persyaratan kelayakan terbang maupun rencana bisnis, meliputi :
- Pengembangan kapabilitas,
- Pembuatan pd sheet dan menjaga selalu update sesuai dengan
referensi manual yang digunakan.
- Pembuatan preventive maintenance inspection untuk tool dan
equipment,
- Melakukan evaluasi tool dan equipment yang digunakan
untuk mendukung terlaksananya aktifitas produksi, dan menentukan alternatif tool dan equipment bila di butuhkan.
- Melakukan evaluasi row material yang digunakan beserta
alternatifnya.
- Memastikan pelaksanaan engineering order, AD, SB pada
setiap component yang di kerjakan di workshop. - Melakukan evaluasi component realibility.
- Bersama-sama inspector dan certifying staff melaksanakan investigasi apabila terjadi kelainan, ataupun coplain dari customer.
- Mengarahkan dan mengendalikan jalannya seluruh kegiatan
unit Production Engineering, melalui perencanaan,
pengorganisasian, pengendalian aktifitas seluruh functional production engineering.
Manager Production Planning and Control,
Bertugas untuk melakukan :
- Perencanaan beban kerja dan melaksanakan evaluasi secara
berkala.
- Standarisasi dan evaluasi kinerja produksi, meliputi
manhours, TAT serta beban kerja yang telah di tentukan realisasinya secara berkala.
- Perencanaan tenaga kerja yang di sesuaikan dengan standar
dan beban kerja.
- Perencanaan dan pengendalian material yang di sesuiakan
dengan beban kerja serta di sesuaikan dengan pengembangan kapabilitas dalam mendapatkan service level dan inventory turn overmaximal.
- Perencanaan dan evaluasi equipment disesuaikan dengan
beban kerja dan pengembangan kapabilitas.
- Penjadwalan pekerjaan dan pengendaliannya, baik yang di
lakukan secara mingguan maupun dailymenue.
- Pembuatan anggaran dan pengendalian biaya.
Component shop procurer bertanggung jawab langsung kepada
GM avionic dan bertugas melaksanakan pengadaan material yang di butuhkan oleh bidang Avionic sesuai perencanaan material yang disusun oleh material planner seksi production
planning and control, untuk mendukung seluruh kegiatan perawatan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku serta harga dan TAT yang paling baik.
c. GM Electro Mechanical
• Melakukan analisa, mengelola, dan menggendalikan proses perawatan
serta mengadakan material yang dibutuhkan dalam perawatan dan perbaikan Component Electro Mechanical agar supaya target kualitas, biaya, dan TAT tercapai.
• Memastikan seluruh kegiatan perawatan tersebut, termasuk perbaikan
setiap kerusakan selama kegiatan perawatan sesuai dengan design dan standar kualitas yang di tetapkan oleh pabrik atau manufacture dan aturan yang di tetapkan oleh otoritas penerbangan.
• Memastikan tindakan koreksi terhadap setiap temuan audit di area yang
menjadi tanggung jawabnya dapat terlaksana secara efektif.
• Bertanggung jawab atas ketersediaan sumber daya manusia, material,
tool dan equipment dan metode kerjanya untuk terlaksananya perawatan component electro mechanical sesuai kelaikan udara.
• Mengarahkan dan mengendalikan jalannya seluruh kegiatan Bidang
Electro Mechanical, melalui perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, serta peninjauan kinerja seluruh manager yang ada di bidang Component Electro Mechanical dengan fungsi dan akuntabilitas masing-masing manager sebagai berikut :
Manager Electrical,
Bertugas mengelola kegiatan operasional (proses produksi) secra efektif dan efisien, dalam usaha mencapai sasaran bisnis Bidang Electro Mechanical sesuai dengan persyaratan atau peraturan yang berlaku & kebutuhan pelanggan, meliputi:
- Merencanakan dan mengendalikan pengunaan resources sesuai
- Mempersiapkan tool dan equipment serta menjaga kalibrasi dan serviceabilitynya.
- Menjaga kompetensi personil dan mengendalikan ketersediaan
personil sesuai dengan jadwal pekerjaan yang telah ditentukan.
- Menjaga penigisian kertas kerja sesuai dengan qualitymanual
yang berlaku.
- Menjaga agar pengisian data didalam sistem informasi selalu
dalam kondisi benar, lengkap dan current.
- Menjaga agar material yang digunakan adalah material yang
approved dan jelas asal usulnya.
- Menjaga lingkungan kerja dalam kondisi ringkas,rapi, rawat dan
rajin (5R).
- Memastikan semua component yang ada di area produksi
memiliki identifikasi dengan label yang sesuai dengan segradasi dilaksanakan dengan baik.
- Menjaga agar setiap acuan kerja, baik berupa manual ataupun PD sheet yang digunakan dalam kondisi update, benar dan lengkap.
- Memastikan semua personil yang bekerja di lingkungan kerjanya
menggunkan acuan kerja yang current, alat yang terkalibrasi,dan melaksanakan pekerjaan dengan menggunakan alat pelindung diri yang sesuai.
Manager Pneumatic & Hydraulic,
Bertugas mengelola kegiatan operasional (proses produksi) secra efektif dan efisien, dalam usaha mencapai sasaran bisnis Bidang Electro Mechanical sesuai dengan persyaratan atau peraturan yang berlaku & kebutuhan pelanggan, meliputi:
- Merencanakan dan mengendalikan pengunaan resources sesuai
dengan schedule dan standard yang telah ditentukan.
- Mempersiapkan tool dan equipment serta menjaga kalibrasi dan serviceabilitynya.
- Menjaga kompetensi personil dan mengendalikan ketersediaan personil sesuai dengan jadwal pekerjaan yang telah ditentukan.
- Menjaga penigisian kertas kerja sesuai dengan qualitymanual
yang berlaku.
- Menjaga agar pengisian data didalam sistem informasi selalu
dalam kondisi benar, lengkap dan current.
- Menjaga agar material yang digunakan adalah material yang
approved dan jelas asal usulnya.
- Menjaga lingkungan kerja dalam kondisi ringkas, rapi, rawat dan rajin (5R).
- Memastikan semua component yang ada di area produksi
memiliki identifikasi dengan lable yang sesuai dengan segradasi dilaksanakan dengan baik.
- Menjaga agar setiap acuan kerja, baik berupa manual ataupun PD
sheet yang digunakan dalam kondisi update, benar dan lengkap.
- Memastikan semua personil yang bekerja di lingkungan kerjanya
menggunkan acuan kerja yang current, alat yang terkalibrasi,dan melaksanakan pekerjaan dengan menggunakan alat pelindung diri yang sesuai.
- Memastikan setiap personil yang bekerja memahami dan
mematuhi instruksi kerja.
Manager Fuel,
Bertugas mengelola kegiatan operasional (proses produksi) secra efektif dan efisien, dalam usaha mencapai sasaran bisnis Bidang Electro Mechanical sesuai dengan persyaratan atau peraturan yang berlaku & kebutuhan pelanggan, meliputi:
- Merencanakan dan mengendalikan pengunaan resources sesuai
dengan schedule dan standard yang telah ditentukan.
- Mempersiapkan tool dan equipment serta menjaga kalibrasi dan
- Menjaga kompetensi personil dan mengendalikan ketersediaan personil sesuai dengan jadwal pekerjaan yang telah ditentukan.
- Menjaga penigisian kertas kerja sesuai dengan quality manual
yang berlaku.
- Menjaga agar pengisian data didalam sistem informasi selalu
dalam kondisi benar, lengkap dan current.
- Menjaga agar material yang digunakan adalah material yang
approved dan jelas asal usulnya.
- Menjaga lingkungan kerja dalam kondisi ringkas, rapi, rawat dan rajin (5R).
- Memastikan semua component yang ada di area produksi
memiliki identifikasi dengan lable yang sesuai dengan segradasi dilaksanakan dengan baik.
- Menjaga agar setiap acuan kerja, baik berupa manual ataupun PD sheet yang digunakan dalam kondisi update, benar dan lengkap.
- Memastikan semua personil yang bekerja di lingkungan kerjanya
menggunkan acuan kerja yang current, alat yang terkalibrasi,dan melaksanakan pekerjaan dengan menggunakan alat pelindung diri yang sesuai.
- Memastikan setiap personil yang bekerja memahami dan
mematuhi instruksi kerja.
Manager Emergency,
Bertugas mengelola kegiatan operasional (proses produksi) secra efektif dan efisien, dalam usaha mencapai sasaran bisnis Bidang Electro Mechanical sesuai dengan persyaratan atau peraturan yang berlaku & kebutuhan pelanggan, meliputi:
- Merencanakan dan mengendalikan pengunaan resources sesuai
dengan schedule dan standard yang telah ditentukan.
- Mempersiapkan tool dan equipment serta menjaga kalibrasi dan serviceabilitynya.
- Menjaga kompetensi personil dan mengendalikan ketersediaan personil sesuai dengan jadwal pekerjaan yang telah ditentukan.
- Menjaga penigisian kertas kerja sesuai dengan qualitymanual
yang berlaku.
- Menjaga agar pengisian data didalam sistem informasi selalu
dalam kondisi benar, lengkap dan current.
- Menjaga agar material yang digunakan adalah material yang
approved dan jelas asal usulnya.
- Menjaga lingkungan kerja dalam kondisi ringkas,rapi, rawat dan
rajin (5R).
- Memastikan semua component yang ada di area produksi
memiliki identifikasi dengan lable yang sesuai dengan segradasi dilaksanakan dengan baik.
- Menjaga agar setiap acuan kerja, baik berupa manual ataupun PD sheet yang digunakan dalam kondisi update, benar dan lengkap.
- Memastikan semua personil yang bekerja di lingkungan kerjanya
menggunkan acuan kerja yang current, alat yang terkalibrasi,dan melaksanakan pekerjaan dengan menggunakan alat pelindung diri yang sesuai.
- Memastikan setiap personil yang bekerja memahami dan
mematuhi instruksi kerja.
Manager Production Engineering,
Bertugas mengelola standard-maintenance sesuai persyaratan kelaikan-terbang maupun rencana bisnis, meliputi :
- Pengembangan kapabilitas,
- Pembuatan PD sheet dan menjaga selalu update sesuai dengan
referensi manual yang digunakan.
- Pembuatan Preventive Maintenance Inspection untuk tool dan
- Melakukan evaluasi tool dan equipment yang digunakan untuk mendukung terlaksananya aktifitas produksi, dan menentukan alternatif tool dan equipment bila di butuhkan.
- Melakukan evaluasi row material yang digunakan beserta
alternatifnya.
- Memastikan pelaksanaan engineering order, AD, SB pada setiap
component yang di kerjakan di workshop. - Melakukan evaluasi component realibility.
- Bersama-sama inspector dan certifying staff melaksanakan
investigasi apabila terjadi kelainan, ataupun coplain dari customer.
- Mengarahkan dan mengendalikan jalannya seluruh kegiatan unit
Production Engineering, melalui perencanaan, pengorganisasian, pengendalian aktifitas seluruh functional production engineering.
Manager Production Planning & Control, Bertugas untuk melakukan:
- Perencanaan beban kerja dan melaksanakan evaluasi secara
berkala.
- Standarisasi dan evaluasi kinerja produksi, meliputi manhours, TAT serta beban kerja yang telah di tentukan realisasinya secara berkala.
- Perencanaan tenaga kerja yang di sesuaikan dengan standar dan
beban kerja.
- Perencanaan dan pengendalian material yang di sesuiakan dengan
beban kerja serta di sesuaikan dengan pengembangan kapabilitas dalam mendapatkan service level dan inventory turn over maximal.
- Perencanaan dan evaluasi equipment disesuaikan dengan beban
kerja dan pengembangan kapabilitas.
- Penjadwalan pekerjaan dan pengendaliannya, baik yang di
- Pembuatan anggaran dan pengendalian biaya
Component shop procurer bertanggung jawab langsung kepada GM
avionic dan bertugas melaksanakan pengadaan material yang di butuhkan oleh bidang Avionic sesuai perencanaan material yang disusun oleh material planner seksi production planning and control, untuk mendukung seluruh kegiatan perawatan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku serta harga dan TAT yang paling baik.
d. GM Wheel, Brake & Landing Gear
• Melakukan analisa, mengelola, dan menggendalikan proses perawatan
serta mengadakan material yang dibutuhkan dalam perawatan dan perbaikan Component Electro Mechanical agar supaya target kualitas, biaya, dan TAT tercapai.
• Memastikan seluruh kegiatan perawatan tersebut, termasuk perbaikan
setiap kerusakan selama kegiatan perawatan sesuai dengan design dan standar kualitas yang di tetapkan oleh pabrik atau manufacture dan aturan yang di tetapkan oleh otoritas penerbangan.
• Memastikan tindakan koreksi terhadap setiap temuan audit di area yang
menjadi tanggung jawabny dapat terlaksan secara efektif.
• Bertanggung jawab atas ketersediaan sumber daya manusia, material,
tool dan equipment dan metode kerjanya untuk terlaksananya perawatan component electro mechanical sesuai kelaikan udara.
• Mengarahkan dan mengendalikan jalannya seluruh kegiatan Bidang
Electro Mechanical, melalui perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, serta peninjauan kinerja seluruh manager yang ada di bidang Component Electro Mechanical dengan fungsi dan akuntabilitas masing-masing manager sebagai berikut :
Manager Wheel, Brake &Landing Gear – Crew A,
Bertugas mengelola kegiatan operasional (proses produksi) secra efektif dan efisien, dalam usaha mencapai sasaran bisnis Bidang Electro Mechanical sesuai dengan persyaratan atau peraturan yang berlaku & kebutuhan pelanggan, meliputi:
- Merencanakan dan mengendalikan pengunaan resources sesuai
dengan schedule dan standard yang telah ditentukan.
- Mempersiapkan tool dan equipment serta menjaga kalibrasi dan serviceabilitynya.
- Menjaga kompetensi personil dan mengendalikan ketersediaan personil sesuai dengan jadwal pekerjaan yang telah ditentukan.
- Menjaga penigisian kertas kerja sesuai dengan qualitymanual
yang berlaku.
- Menjaga agar pengisian data didalam sistem informasi selalu
dalam kondisi benar, lengkap dan current.
- Menjaga agar material yang digunakan adalah material yang
approved dan jelas asal usulnya.
- Menjaga lingkungan kerja dalam kondisi ringkas, rapi, resik,
rawat dan rajin (5R).
- Memastikan semua component yang ada di area produksi
memiliki identifikasi dengan lable yang sesuai dengan segradasi dilaksanakan dengan baik.
- Menjaga agar setiap acuan kerja, baik berupa manual ataupun PD sheet yang digunakan dalam kondisi update, benar dan lengkap.
- Memastikan semua personil yang bekerja di lingkungan kerjanya
menggunkan acuan kerja yang current, alat yang terkalibrasi,dan melaksanakan pekerjaan dengan menggunakan alat pelindung diri yang sesuai.
- Memastikan setiap personil yang bekerja memahami dan
Manager Wheel, Brake &Landing Gear-Crew B,
Bertugas mengelola kegiatan operasional (proses produksi) secra efektif dan efisien, dalam usaha mencapai sasaran bisnis Bidang Electro Mechanical sesuai dengan persyaratan atau peraturan yang berlaku & kebutuhan pelanggan, meliputi:
- Merencanakan dan mengendalikan pengunaan resources sesuai
dengan schedule dan standard yang telah ditentukan.
- Mempersiapkan tool dan equipment serta menjaga kalibrasi dan serviceabilitynya.
- Menjaga kompetensi personil dan mengendalikan ketersediaan personil sesuai dengan jadwal pekerjaan yang telah ditentukan.
- Menjaga penigisian kertas kerja sesuai dengan qualitymanual
yang berlaku.
- Menjaga agar pengisian data didalam sistem informasi selalu
dalam kondisi benar, lengkap dan current.
- Menjaga agar material yang digunakan adalah material yang
approved dan jelas asal usulnya.
- Menjaga lingkungan kerja dalam kondisi ringkas, rapi, resik,
rawat dan rajin (5R).
- Memastikan semua component yang ada di area produksi
memiliki identifikasi dengan label yang sesuai dengan segradasi dilaksanakan dengan baik.
- Menjaga agar setiap acuan kerja, baik berupa manual ataupun PD sheet yang digunakan dalam kondisi update, benar dan lengkap.
- Memastikan semua personil yang bekerja di lingkungan kerjanya
menggunkan acuan kerja yang current, alat yang terkalibrasi,dan melaksanakan pekerjaan dengan menggunakan alat pelindung diri yang sesuai.
- Memastikan setiap personil yang bekerja memahami dan
Manager Production Engineering, Planning & Control Bertugas untuk melakukan:
- Pengembangan kapabilitas,
- Pembuatan PD sheet dan menjaga selalu update sesuai dengan
referensi manual yang digunakan.
- Pembuatan Preventive Maintenance Inspection untuk tool dan equipment,
- Melakukan evaluasi tool dan equipment yang digunakan untuk
mendukung terlaksananya aktifitas produksi, dan menentukan alternatif tool dan equipment bila di butuhkan.
- Melakukan evaluasi row material yang digunakan beserta
alternatifnya.
- Memastikan pelaksanaan engineering order, AD, SB pada setiap component yang di kerjakan di workshop.
- Melakukan evaluasi component realibility.
- Bersama-sama inspector dan certifying staff melaksanakan
investigasi apabila terjadi kelainan, ataupun coplain dari customer.
- Mengarahkan dan mengendalikan jalannya seluruh kegiatan unit
Production Engineering, melalui perencanaan, pengorganisasian, pengendalian aktifitas seluruh functional Production Engineering.
- Perencanaan beban kerja dan melaksanakan evaluasi secara
berkala.
- Standarisasi dan evaluasi kerja produksi, meliputi manhours,TAT serta beban kerja yang telah ditentukan terhadap realisasinya secara berkala.
- Perencanaan tenaga kerja yang disesuaikan dengan standard dan
beban kerja.
- Perencanaan dan pengendalian material yang disesuaikan dengan beban kerja serta disesuaikan dengan pengembangan kapabilitas
dalam mendapatkan service level dan inventory turn over yang maksimal.
- Perencanaan dan evaluasi equipment disesuaikan dengan beban kerja dan pemgembangan kapabilitas.
- Penjadwalan pekerjaan dan pengendaliannya, baik yang dilakukan secara mingguan maupun daily menue.
- Pembuatan anggaran dan pengendalian biaya.
Component shop procurer bertanggung jawab langsung kepada GM
avionic dan bertugas melaksanakan pengadaan material yang di butuhkan oleh bidang Avionic sesuai perencanaan material yang disusun oleh material planner seksi production planning and control, untuk mendukung seluruh kegiatan perawatan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku serta harga dan TAT yang paling baik.
e. GM NDT & Calibration
• Melakukan analisa, mengelola, dan menggendalikan proses perawatan
serta mengadakan material yang dibutuhkan dalam perawatan dan perbaikan Component Electro Mechanical agar supaya target kualitas, biaya, dan TAT tercapai.
• Memastikan seluruh kegiatan perawatan tersebut, termasuk perbaikan
setiap kerusakan selama kegiatan perawatan sesuai dengan design dan standar kualitas yang di tetapkan oleh pabrik atau manufacture dan aturan yang di tetapkan oleh otoritas penerbangan.
• Memastikan tindakan koreksi terhadap setiap temuan audit di area yang
menjadi tanggung jawabny dapat terlaksan secara efektif.
• Bertanggung jawab atas ketersediaan sumber daya manusia, material,
tool dan equipment dan metode kerjanya untuk terlaksananya perawatan component electro mechanical sesuai kelaikan udara.
• Mengarahkan dan mengendalikan jalannya seluruh kegiatan Bidang
pengendalian, serta peninjauan kinerja seluruh manager yang ada di bidang Component Electro Mechanical dengan fungsi dan akuntabilitas masing-masing manager sebagai berikut :
Manager Production Engineering, Planning & Control, Bertugas untuk melakukan :
- Pengembangan kapabilitas,
- Pembuatan PD sheet dan menjaga selalu update sesuai dengan
referensi manual yang digunakan.
- Pembuatan Preventive Maintenance Inspection untuk tool dan equipment,
- Melakukan evaluasi tool dan equipment yang digunakan untuk
mendukung terlaksananya aktifitas produksi, dan menentukan alternatif tool dan equipment bila di butuhkan.
- Melakukan evaluasi row material yang digunakan beserta
alternatifnya.
- Memastikan pelaksanaan engineering order, AD, SB pada setiap component yang di kerjakan di workshop.
- Melakukan evaluasi component realibility.
- Bersama-sama inspector dan certifying staff melaksanakan
investigasi apabila terjadi kelainan, ataupun coplain dari customer.
- Mengarahkan dan mengendalikan jalannya seluruh kegiatan unit
Production Engineering, melalui perencanaan, pengorganisasian, pengendalian aktifitas seluruh functional Production Engineering.
- Perencanaan beban kerja dan melaksanakan evaluasi secara
berkala.
- Standarisasi dan evaluasi kerja produksi, meliputi manhours, TAT serta beban kerja yang telah ditentukan terhadap realisasinya secara berkala.
- Perencanaan tenaga kerja yang disesuaikan dengan standard dan
- Perencanaan dan pengendalian material yang disesuaikan dengan beban kerja serta disesuaikan dengan pengembangan kapabilitas dalam mendapatkan service level dan inventory turn over yang maksimal.
- Perencanaan dan evaluasi equipment disesuaikan dengan beban kerja dan pemgembangan kapabilitas.
- Penjadwalan pekerjaan dan pengendaliannya, baik yang dilakukan secara mingguan maupun daily menue.
- Pembuatan anggaran dan pengendalian biaya.
Manager Calibration,
Bertugas mengelola kegiatan operasional (proses produksi) secra efektif dan efisien, dalam usaha mencapai sasaran bisnis Bidang Electro Mechanical sesuai dengan persyaratan atau peraturan yang berlaku & kebutuhan pelanggan, meliputi:
- Merencanakan dan mengendalikan pengunaan resources sesuai
dengan schedule dan standard yang telah ditentukan.
- Mempersiapkan tool dan equipment serta menjaga kalibrasi dan serviceabilitynya.
- Menjaga kompetensi personil dan mengendalikan ketersediaan personil sesuai dengan jadwal pekerjaan yang telah ditentukan.
- Menjaga penigisian kertas kerja sesuai dengan qualitymanual
yang berlaku.
- Menjaga agar pengisian data didalam sistem informasi selalu
dalam kondisi benar, lengkap dan current.
- Menjaga agar material yang digunakan adalah material yang
approved dan jelas asal usulnya.
- Menjaga lingkungan kerja dalam kondisi ringkas, rapi, resik,
- Memastikan semua component yang ada di area produksi memiliki identifikasi dengan lable yang sesuai dengansegradasi dilaksanakan dengan baik.
- Menjaga agar setiap acuan kerja, baik berupa manual ataupun PD sheet yang digunakan dalam kondisi update, benar dan lengkap.
- Memastikan semua personil yang bekerja di lingkungan kerjanya
menggunkan acuan kerja yang current, alat yang terkalibrasi,dan melaksanakan pekerjaan dengan menggunakan alat pelindung diri yang sesuai.
- Memastikan setiap personil yang bekerja memahami dan
mematuhi instruksi kerja.
Manager NDT,
Bertugas mengelola kegiatan operasional secara efektif dan efisien, dalam usaha mencapai sasaran bisnis bidang NDT sesuai dengan persyaratan atau peraturan yang berlaku & kebutuhan pelanggan, meliputi :
- Merencanakan dan mengendaliakn penggunaaan resources sesuai
dengan schedule dan standart yang telah di tentukan.
- Mempersiapkan tool dan equipment serta menjaga kalibrasi dan
serviceabilitynya.
- Menjaga kompetensi personil dan mengendalikan ketersediaan
personil sesuai dengan jadwal pekerjaan yang telah ditentukan.
- Menjaga agar pengisisan data di dalam sistem informasi selalu
dalam kondisi benar, lengkap dan current
- Menjaga agar material yang digunakan adalah material yang
approved dan jelas asal usulnya.
- Menjaga lingkungan kerja dalam kondisi ringkas,rapi, resik, rawat, dan rajin (5R)
- Memastikan semua benda kerja / IMTE yang ada di area produksi memiliki identifikasi dengan label yang sesuai dan segragasi dilaksanakan dengan baik.
- Menjaga agar setiap acuan kerja, baik berupa manual maupun PD
sheet, Prosedur NDT yang digunakan dalam kondisi update, benar dan lengkap.
- Memastikan agar setiap acuan kerja dilingkungan kerjanya
menggunakan acuan kerja yang current , alat yang terkalibrasi, yang melaksanakan pekerjaan dengan menggunakan alat pelindung diri yang sesuai.
- Memastikan setiap personil yang bekerja memahami dan
mematuhi instruksi kerja.
Procurer bertanggung jawab langsung kepada GM NDT &
Calibration dan bertugas melaksanakan pengadaan material, jasa outsourcing yang dibutuhkan oleh bidang NDT & Calibration sesuai rencana kerja yang disusun Production Planning &Control, untuk memdukung seluruh kegiatan NDT & Kalibrasi sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku serta harga dan TAT yang paling baik.
2.4
Potensi PT. GMF AeroAsia
PT. GMF AeroAsia memiliki potensi menjanjikan untuk meraih pangsa pasar yang lebih besar. Pada tahun 2002, pangsa pasar total PT. GMF AeroAsia adalah 0.53% dari nilai total pasar dunia. Modal untuk menjadi perusahaan MRO telah dimiliki PT. GMF AeroAsia, yaitu kualitas SDM, fasilitas, dan infrastruktur yang terus mengalami peningkatan. Pembentukan “kawasan berikat” juga telah membantu meningkatkan efisiensi kerja dan kecepatan pelayanan kepada pelanggan. Di samping itu, dukungan infrastruktur IT dengan menggunakan state of the art enterprise