• Tidak ada hasil yang ditemukan

induksi polarisasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "induksi polarisasi"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

METODE INDUKSI POLARISASI UNTUK LINGKUNGAN

METODE INDUKSI POLARISASI UNTUK LINGKUNGAN

(Geofisika Teknik Lingkungan)

(Geofisika Teknik Lingkungan)

Oleh Oleh Kelompok 9 Kelompok 9 Achmadi

Achmadi Hasan Hasan Nasution Nasution (111505100(1115051002)2) Dian

Dian Nur Nur Rizkiani Rizkiani (111505101(1115051012)2) Rahmi

Rahmi Alfani Alfani Putri Putri (111505102(1115051027)7)

JURUSAN TEKNIK GEOFISIKA

JURUSAN TEKNIK GEOFISIKA

FAKULTAS TEKNIK

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS LAMPUNG

UNIVERSITAS LAMPUNG

2014

2014

(2)

METODE INDUKSI POLARISASI UNTUK LINGKUNGAN

(Geofisika Teknik Lingkungan)

Achmadi Hasan Nasution 2, Dian Nur Rizkiani12, Rahmi Alfani Putri 27

Jurusan Teknik Geofisika Universitas Lampung

ABSTRAK 

Metode geofisika yang biasanya digunakan untuk eksplorasi mineral logam adalah metode induksi polarisasi. Pada prinsipnya metode IP merupakan suatu metode yang mendeteksi terjadinya polarisasi listrik pada permukaan mineral-mineral logam di bawah permukaan bumi. Salah satu aplikasi dekat permukaan  potensi metode IP, yaitu karakterisasi litologi. Metode ini dapat mendeteksi

adanya anomali resistivitas meski dalam jumlah yang sangat kecil, yang tidak terdeteksi oleh metode lain. Pada studi kasus pertama membahas interpretasi  bawah permukaan di daerah Ojo Obadore, Nigeria dan studi kedua membahas tanggapan dari batu-batu yang terkontaminasi sehingga dapat digunakan untuk ciri dan identifikasi kontaminan suatu daerah. Data chargeability pada studi kasus  pertama diperoleh dengan memplotkan nilai-nilai terhadap pemisahan elektroda.

(3)

I. PENDAHULUAN

Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika yang mempelajari sifat aliran arus di dalam bumi dan bagaimana mendeteksinya di permukaan bumi. Dalam hal ini meliputi pengukuran potensial, arus dan medan elektromagnetik yang terjadi  baik secara alamiah maupun akibat injeksi arus ke dalam bumi. Metode geolistrik

dibagi menjadi beberapa bagian berdasarkan parameter yang diukur, antara lain metode self-potensial (SP), metode magneto-telluric (MT), metode induced  polarization (IP), metode control source audio magneto-telluric (CSAMT) dan

metode resistivity (tahanan jenis).

Metode geofisika yang biasanya digunakan untuk eksplorasi mineral logam adalah Metode Induksi Polarisasi. Pada prinsipnya metode IP merupakan suatu metode yang mendeteksi terjadinya polarisasi listrik pada permukaan mineral-mineral logam di bawah permukaan bumi. Metode ini dapat mendeteksi adanya anomali resistivitas meski dalam jumlah yang sangat kecil, yang tidak terdeteksi oleh metode lain. Biasanya konfigurasi yang tepat untuk pengukuran ini adalah dipole-dipole karena dapat memberikan hasil variasi tahanan jenis dan chargeability-nya ke arah vertikal dan horizontal.

Dalam metoda polarisasi terimbas ada 4 macam metoda pengukuran yaitu  pengukuran dalam domain waktu, domain frekuensi, pengukuran sudut fasa dan Magnetic Induced Polarization (MIP). Metoda polarisasi terimbas ini terutama dipahami dalam eksplorasi logam dasar (Base Metal) dan penyelidikan air tanah (Ground Water).

(4)

II. TEORI DASAR

Metode polarisasi terimbas (IP) merupakan salah satu dari metode geolistrik yang didasarkan oleh konsep kelistrikan pada masalah kebumian. Akan tetapi metode ini juga memiliki kaitan yang erat terhadap metode tahanan jenis karena pada hakekatnya metode IP adalah pengembangan lebih lanjut dari metode tahanan  jenis yang mampu memberikan informasi tambahan ketika tidak ditemukan

kontras tahanan jenis yang memadai. Aliran listrik pada suatu formasi batuan terjadi terutama karena adanya fluida elektrolit pada pori-pori atau rekahan  batuan. Oleh karena itu resistivitas suatu formasi batuan bergantung pada  porositas batuan serta jenis fluida pengisi pori-pori batuan tersebut. Batuan poros yang berisi air atau air asin tentu lebih konduktif (resistivitas-nya rendah) dibanding batuan yg sama yg pori-porinya hanya berisi udara (kosong). Temperatur tinggi akan lebih menurunkan resitivitas batuan secara keseluruhan karena meningkatnya mobilitas ion-ion penghantar muatan listrik pada fluida yg  bersifat elektrolit. Pada prinsipnya metode IP merupakan suatu metode yang

mendeteksi terjadinya polarisasi listrik pada permukaan mineral-mineral logam di  bawah permukaan bumi. Metode ini dapat mendeteksi adanya anomali resistivitas meski dalam jumlah yang sangat kecil, yang tidak terdeteksi oleh metode lain. Biasanya konfigurasi yang tepat untuk pengukuran ini adalah dipole-dipole karena dapat memberikan hasil variasi tahanan jenis dan chargeability-nya ke arah vertikal dan horizontal.

Metode IP merupakan salah satu metode geofisika yang relatif baru dan sedang  berkembang pesat terutama dalam bidang pertambangan yaitu eksplorasi mineral

(5)

Metode IP pada dasarnya adalah merupakan pengembangan dari metode geolistrik resistivity dan metode IP terbukti mampu menutupi kelemahan-kelemahan metode resistivity pada berbagai kasus. Oleh karena metode IP merupakan pengembangan dari metode resistivity maka teknis dan cara pengambilan data atau pengukuran dilapangan tidak jauh berbeda. Efek polarisasi terinduksi merupakan elemen dasar yang terjadi pada metode IP, dimana gejala polarisasi terinduksi dapat diilustrasikan sebagai berikut, jika suatu pengukuran tahanan jenis dengan konfigiurasi empat elektroda (standar), dimana pada elektroda arus (C1 dan C2) dialiri arus searah (DC) maka pada elektroda potensial (P1 dan P2) akan terukur  beda potensial (ΔV). Ketika aliran arus pada elektroda (C1 dan C2) dimatikan,  pada waktu t0 maka nilai beda potensial tidak langsung kembali menjadi nol,

melainkan secara perlahan mengalami penurunan beda potensial menuju nol. Grafik yang menggambarkan efek polarisasi terinduksi dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 2.1 Grafik penurunan potensial (Reynolds,1997)

Sumber efek polarisasi

Fenomena suatu proses polarisasi dan mekanisme elektrokimia yang terjadi didalam suatu batuan adalah benar-benar kompleks. Namun demikian mengenai  polarisasi yang terjadi pada batuan dan soils adalah melingkupi penyebaran atau

difusi ion-ion menuju mineral-mineral logam dan pergerakan ion-ion didalam  pore-filling elektrolit. Yang menjadi efek utama atau mekanisme utama yang

terjadi dalam suatu proses polarisasi adalah polarisasi elektroda atau electrode  polarization dan polarisasi membrane atau membrane polarization.

(6)

Polarsisasi Elektroda

Gambar 2.2 menggambarkan pergerakan ion-ion ketika kedua sisinya dialirkan arus. Pada bagian A menggambarkan arus yang mengalir pada seluruh ruang pori- pori yang terisi larutan tanpa adanya sumbatan butiran mineral. Terlihat ion-ion  positif dan negatif menyebar berdasar arus yang melewatinya, dimana elektrolit  positif (+) mengalir searah dengan arah arus sedangkan elektrolit negatif (-) mengalir berlawanan dengan arah arus. Sedangkan pada bagian B menggambarkan mineral logam yang mempunyai jaring pembatas yang saling  berlawanan. Peristiwa ini dinamakan elektrolisis dimana ketika arus mengalir dan

sebuah elektron berpindah tempat di antara logam dan larutan ion-ion pada bidang  batas, dalam proses kimiafisika efek tersebut dinamakan polarisasi elektroda atau

electrode polarization.

Gambar 2.2 Proses polarisasi elektroda (Reynolds,1997)

Bila dalam medium banyak terjadi polarisasi karena pengaruh arus yang dilewatkan padanya, maka beda potensial terukur pada elektroda potensial tersebut tidak segera menjadi nol pada saat arus dimatikan, melainkan timbul  potential decay yang akan menjadi nol dalam waktu beberapa detik atau sampai menit. Peristiwa ini bukan disebabkan oleh induksi elektromagnetik (karena induksi elektromagnetik akan hilang hanya dalam beberapa mikrodetik), tetapi disebabkan oleh proses elektrokimia yang terjadi pada daerah yang banyak mengandung senyawa logam.

Pengukuran dengan metode IP dilakukan dalam dua cara yaitu Time Domain IP, yaitu pengukuran polarisasi dengan menghitung harga potential decay, dan Frequency Domain IP, yaitu pengukuran polarisasi dengan mengukur harga resistivitas sebagai fungsi frekuensi arus yang dimasukkan ke dalam medium.

(7)

III. STUDI KASUS DAN PEMBAHASAN

KASUS I

“Interpretasi induksi polarisasi untuk karakterisasi bawah permukaan :

Studi kasus di daerah Obadore, Lagos State”

Pencitraan induksi polarisasi ( IP ) dilakukan di Obadore di Daerah Ojo , Lagos State, untuk mengevaluasi potensi metode dengan menganalisis sifat struktur  bawah permukaan. Lagos State terletak di Selatan - barat Nigeria dan formasi ini

terjadi ditemukan dalam seri sedimen. Salah satu aplikasi dekat permukaan  potensi metode IP, yaitu karakterisasi litologi. Studi ini menunjukkan bahwa  pencitraan IP merupakan alat yang menjanjikan untuk pemetaan kontras litologi dalam sedimen yang tidak dikonsolidasi dan untuk memperjelas kesulitan dalam interpretasi litologi yang diamati dalam metode geofisika lainnya. Daerah Lagos ini ditujukan untuk menentukan nilai IP dalam menyelesaikan variabilitas litologi.

Induksi polarisasi merupakan efek kapasitansi atau chargeability, yang ditunjukkan oleh elektrik bahan konduktif. Sebuah hp 4 - pointlight dengan menggunakan daya tinggi induksi polarisasi bumi pada resistivity meter. Pengukuran IP dilakukan dimana pulsa arus listrik ke dalam bumi pada satu atau dua interval kedua melalui elektroda logam. Mineral konduktif disebarkan dalam tanah lalu menyalurkan energi listrik yang tersimpan selama siklus jeda. Tingkat kerusakan debit diukur dengan penerima IP. Tegangan kerusakan nol tidak ada yang terpolarisasi di bahan ini. Umumnya, baik pengukuran IP dan resistivitas dilakukan secara bersamaan selama survei. Sehingga kedalaman survei ditentukan oleh spasi elektroda .

(8)

Sebuah efek IP yang kuat diamati dalam sedimen yang mengandung lempung disebarkan pada permukaan biji-bijian yang lebih besar . Oleh karena itu , pasir serpih / debu dan pasir serpih biasanya menampilkan efek IP besar. Sebaliknya , tanah liat yang padat biasanya berhubungan dengan efek IP rendah, seperti konduksi ohmik yang mendominasi arus. Efek IP yang kecil terkait dengan pasir  bersih dan kerikil.

Fenomena Induksi Polarisasi ( IP ) berasal dari elektrokimia, dan tergantung pada karakteristik permukaan dari struktur pori. Metode ini mengukur chargeability dari tanah, yaitu seberapa baik bahan yang cenderung mempertahankan muatan listrik. Parameter chargeability tergantung pada kedua mekanisme polarisasi  permukaan dan bagian terbesar (volumetrik) konduksi mekanisme. Akibatnya,  parameter yang mengkuantifikasi besarnya permukaan polarisasi chargeability dinormalisasi, dan didefinisikan sebagai chargeability dibagi dengan besarnya resistivitas. Chargeability normalisasi dan konten tanah liat diperluas untuk interpretasi 1 - D dan 2  –   D disurvei lapangan IP. Dalam survei 2 - D, konduktivitas jelas dan data chargeability dinormalisasi digunakan untuk segmen gambar ke zona yang relatif tanah liat-bebas dan tanah liat-subur. Pendekatan yang serupa akhirnya dapat digunakan untuk memprediksi variasi relatif dalam isi  bawah permukaan tanah liat, salinitas dan kemungkinan konsentrasi kontaminan.

Profil diperoleh di daerah penelitian dengan menggambarkan gambar dua lapisan ; lapisan pertama yang tetap dan chargeability cukup tinggi dengan tanda-tanda di kedalaman 20m yang menunjukkan pembentukan pasir. Lapisan kedua diperkirakan menjadi tanah liat dengan efek IP rendah dengan mengamati  berbagai kedalaman untuk semua profil.

(9)

Gambar 3.1 Kurva induksi polarisasi pada profil 1

Gambar 3.2 Kurva induksi polarisasi pada profil 2

KASUS II

“LOKASI PENCEMARAN NON INVASIVE MENGGUNAKAN METODE

GEOFISIKA INDUKSI POLARISASI”

Respon impedansi batu tanah adalah fungsi yang kompleks dari pori-pori solusi kimia, microgeometry atau gandum distribusi ukuran sampel batu tanah dan  properti geo-kimia permukaan tanah/rock/pori fluida sistem. Respon dikendalikan

oleh mekanisme permukaan secara fisikokimia yang mengakibatkan distribusi kali relaksasi yang luas. Respon frekuensi broadband sering disebut spektral diinduksi

(10)

 polarisasi (SIP) dan respon langkah-fungsi disebut waktu domain induced  polarization (TDIP).

Telah ditetapkan bahwa SIP tanggapan dari batu-batu yang terkontaminasi dapat digunakan untuk Ciri dan mengidentifikasi kontaminan dan dalam beberapa kasus memberikan informasi pada antarmuka kimia efek kontaminan organik dan anorganik pada tanggapan kompleks konduktivitas tanah liat, dan shaly Batu pasir sampel, selama rentang frekuensi dari 10-1 untuk 103 hz.

Gambar 3.3 Distribusi pencemaran

Gambar 3.4 Perbandingan PCE anomaly dari PCE volumetric serta hasil inveri dari ERL dari sepanjang Panel MES-2/MES-4

(11)

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil analisis data yang disesuaikan dengan hasil referensi induksi  potensial dan kondisi geologi pada studi kasus pertama yang membahas studi kasus interpretasi induksi polarisasi (IP) untuk karakterisasi bawah permukaan di daerah Obadore, Lagos State menghasilkan data chargeability yang diperoleh dengan memplotkan nilai-nilai terhadap pemisahan elektroda. Hasil 1-D IP  pencitraan sounding ini disajikan sebagai kurva chargeability pada gambar 3.1 yakni pada profil pertama. The 1-D sounding tidak memiliki resolusi yang cukup untuk membedakan berbagai sedimen lapisan. Namun, nilai-nilai chargeability yang diplot dapat berhubungan berdasarkan bentuk umum signature / tanda yang ditampilkan. Sebuah efek IP kuat diamati dalam sedimen yang mengandung lempung disebarkan pada permukaan yang lebih besar biji-bijian. Oleh karena itu, liat-pasir dan tanah liat berpasir biasanya menampilkan efek IP besar. Sebaliknya, tanah liat yang padat biasanya berhubungan dengan efek IP rendah, yang mendominasi konduksi ohmik aliran arus. Efek IP kecil berhubungan dengan  pasir bersih dan kerikil.

Pada wilayah studi kasus pertama, semua profiles digambarkan dua lapisan ; lapisan pertama dimodelkan dengan konsisten tanda-tanda pada kedalaman ( AB / 2 ) antara 1-25 m kecuali untuk Profil 1 atas 25 m , model ini juga memprediksi chargeability cukup tinggi, dapat menunjukkan sedimen tanah liat. Peningkatan efek IP atau nilai chargeability diamati pada kedalaman (AB /2) dari 32m dan 100m di profil 2. Berdasarkan penafsiran kita pada tanda tanda chargeability di wilayah studi , kurva menggambarkan sedimen pasir yang diperkirakan pada 20m dengan indikasi liat –  pasir dan sedimen berpasir - tanah liat.

(12)

Profil 1 menunjukkan efek IP yang kuat di berbagai kedalaman. Efek IP Rendah menunjukkan sedimen liat diperkirakan di berbagai kedalaman untuk semua  profil.

Berdasarkan hasil analisis data yang disesuaikan dengan hasil referensi induksi  potensial dan kondisi geologi pada studi kasus kedua yang membahas studi kasus Lokasi pencemaran non invasive menggunakan metode goefisika induksi  polarisasi dapat disimpulkan bahwa SIP tanggapan dari batu-batu yang

terkontaminasi dapat digunakan untuk ciri dan mengidentifikasi kontaminan dan dalam beberapa kasus memberikan informasi pada antarmuka kimia efek kontaminan organik dan anorganik pada tanggapan kompleks konduktivitas tanah liat, dan shaly Batu pasir sampel, selama rentang frekuensi dari 10-1 untuk 103 hz. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rentang frekuensi kepentingan melampaui 1khz. Sampel inti pada gambar 3.3 dan 3.4 menunjukkan bahwa kemampuan untuk membedakan kelas rendah diseminasi dan net-textured kompak  bijih tergantung pada informasi tersebut berasal dari spektral tahap IP di atas 1

khz mungkin untuk invert untuk biji-bijian ukuran distr ibusi dari cukup broadband minum data dan karena itu dapat secara efektif de- geo-chemically dikendalikan  beberapa tanggapan dari microgeometry yang dikendalikan. Dalam mempertimbangkan sumber-sumber kebisingan digabungkan secara elektromagnetis (emc) menunjukkan hal itu akan keterbatasan utama untuk menggunakan 3D bidang SIP pada frekuensi yang lebih ti nggi 100 Hz).

(13)

V. KESIMPULAN

Berdasarkan analisis dan pembahasan pada studi kasus pertama dan kedua dapat disimpulkan bahwa :

1. Metode IP adalah salah satu metode geofisika yang relatif baru dan sedang  berkembang pesat terutama dalam bidang pertambangan yaitu eksplorasi mineral ekonomis dan geofisika lingkungan. Pada prinsipnya metode IP merupakan suatu metode yang mendeteksi terjadinya polarisasi listrik pada  permukaan mineral-mineral logam di bawah permukaan bumi. Metode ini dapat mendeteksi adanya anomali resistivitas meski dalam jumlah yang sangat kecil, yang tidak terdeteksi oleh metode lain. Biasanya konfigurasi yang tepat untuk pengukuran ini adalah dipole-dipole karena dapat memberikan hasil variasi tahanan jenis dan chargeability-nya ke arah vertikal dan horizontal.

2. Pada studi kasus pertama didapatkan hasil 1-D IP pencitraan sounding ini disajikan sebagai kurva chargeability pada gambar 3.1 yakni pada profil  pertama. The 1-D sounding tidak memiliki resolusi yang cukup untuk membedakan berbagai sedimen lapisan. Untuk Profil 1 atas 25 m , model ini  juga memprediksi chargeability cukup tinggi, yang menunjukkan sedimen tanah liat. Peningkatan efek IP atau nilai chargeability diamati pada kedalaman (AB /2) dari 32m dan 100m di profil 2. Berdasarkan penafsiran tanda tanda chargeability di wilayah studi , kurva ini menggambarkan sedimen pasir yang diperkirakan pada 20m dengan indikasi liat  –   pasir dan sedimen berpasir - tanah liat. Pengamatan didaerah Lagos ini bertujuan untuk menentukan nilai IP dalam menyelesaikan variabilitas litologi.

(14)

3. Pada studi kasus kedua dapat disimpulkan bahwa SIP tanggapan dari batu- batu yang terkontaminasi dapat digunakan untuk ciri dan mengidentifikasi kontaminan dan dalam beberapa kasus memberikan informasi pada antarmuka kimia efek kontaminan organik dan anorganik pada tanggapan kompleks konduktivitas tanah liat, dan shaly Batu pasir sampel, selama rentang frekuensi dari 10-1 untuk 103 hz.

(15)

DAFTAR PUSTAKA

Handayani, G. 1984. Tugas Akhir S-1 : Polarisasi Terimbas. Jurusan Fisika ITB. Bandung

Reynolds, J.M.1997. Surface geophysical anomalies. Cambridge

Summer, J.L. Principle of Induced Polarization for Geophysical Interpretation. Elsevier. Amsterdam

Seigel, H. O. 1959. Geophysics,. Vol 24, No. 3, pp 547-565. Cambridge.

Telford W and Sheriff, 1982.  Applied Geophysics. Cambridge University Press. Cambridge.

(16)

Gambar

Grafik yang menggambarkan efek polarisasi terinduksi dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Gambar  2.2  menggambarkan  pergerakan  ion-ion  ketika  kedua  sisinya  dialirkan arus
Gambar 3.1 Kurva induksi polarisasi pada profil 1
Gambar 3.3 Distribusi pencemaran

Referensi

Dokumen terkait

Profesionalisme keinsinyuran merujuk pada standar tinggi dalam praktik dan perilaku yang ditetapkan untuk para insinyur dalam bidang asuransi atau insinyur yang terlibat dalam bidang asuransi. Ini mencakup serangkaian kualitas dan tindakan yang diharapkan dari insinyur tersebut dalam menjalankan tugas mereka secara efisien, etis, dan profesional. Beberapa aspek profesionalisme keinsinyuran meliputi: Kepatuhan terhadap Standar Etika: Insinyur asuransi diharapkan untuk berpegang pada standar etika tinggi dalam pekerjaan mereka, termasuk integritas, kejujuran, dan transparansi dalam semua transaksi dan interaksi dengan klien, perusahaan asuransi, dan pihak lain yang terlibat. Keahlian Teknis: Profesionalisme keinsinyuran menuntut pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip insinyur asuransi, pengetahuan tentang risiko, polis asuransi, serta kemampuan untuk menganalisis dan menilai risiko secara akurat. Komunikasi yang Efektif: Insinyur asuransi harus mampu berkomunikasi dengan jelas dan efektif dengan klien, mitra bisnis, dan pihak lainnya, baik secara lisan maupun tertulis. Ini termasuk kemampuan untuk menjelaskan informasi teknis dengan cara yang dapat dimengerti oleh semua pihak yang terlibat. Pemecahan Masalah: Profesionalisme keinsinyuran mengharuskan insinyur untuk memiliki kemampuan dalam mengidentifikasi masalah, menganalisis situasi, dan menemukan solusi yang efektif dan inovatif untuk menangani risiko yang dihadapi oleh klien atau perusahaan. Pemahaman Etika Bisnis: Insinyur asuransi juga diharapkan memiliki pemahaman yang kuat tentang prinsip-prinsip etika bisnis dan tata kelola yang baik dalam industri asuransi, termasuk perlindungan konsumen, privasi data, dan kewajiban kepada pemegang polis. Melalui penerapan profesionalisme keinsinyuran, insinyur asuransi dapat memastikan bahwa mereka memberikan layanan yang berkualitas tinggi kepada klien mereka dan mendukung integritas dan reputasi positif dalam industri