• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEDOMAN KERJASAMA INSTITUT AGAMA ISLAM MUHAMMADIYAH SINJAI TAHUN Page 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEDOMAN KERJASAMA INSTITUT AGAMA ISLAM MUHAMMADIYAH SINJAI TAHUN Page 1"

Copied!
56
0
0

Teks penuh

(1)

Page | 1

PEDOMAN KERJASAMA

INSTITUT AGAMA ISLAM MUHAMMADIYAH

SINJAI

(2)

Page | 2 PEDOMAN KERJASAMA DAN URUSAN INTERNASIONAL

KANTOR URUSAN INTERNASIONAL

INSTITUT AGAMA ISLAM MUHAMMADIYAH SINJAI

DAFTAR T IM PENYUSUN

No Nama Jabatan Kepanitiaan

1. Dr. Firdaus, M.Ag. Pembina

2. Dr. Ismail, M.Pd. Pengarah

3. Dr. Hardianto Rahman, M.Pd. Pengarah

3. Dr. Muh. Syukri, M.Pd. Ketua Tim

5. Nur Agung, S.Pd.I, M.Pd Anggota

Sinjai, 15 April 2020 Wakil Rektor I

(3)

Page | 3 KATA PENGANTAR

Alhamdulillah pedoman kerjasama IAIM Sinjai dalam meningkatkan mutu dan kualitas atas jalinan kerjasama ini dapat terselesaikan sebagaimana yang diharapkan. Pedoman kerjasama ini disusun dengan merujuk kepada ketentuan dalam UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan Permendikbud No. 14 Tahun 2014 tentang Kerjasama Perguruan Tinggi serta mengacu pada Visi Misi IAIM Sinjai sebagai titik tolak dan tujuan akhir dari pedoman kerjasama ini. Sehingga segala bentuk kerjasama yang dibangun IAIM Sinjai senantiasa diarahkan pada pencapaian Visi Misi IAIM Sinjai dan berorientasi ke masa depan.

Agar pelaksanaan kerjasama di IAIM Sinjai sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, kerjasama-kerjasama yang dilakukan oleh IAIM Sinjai mulai dari tingkat program studi hingga tingkat institut harus mengacu pada pedoman ini. Sehingga kerjasama yang dilakukan sesuai dan dapat memenuhi harapan berbagai pemangku kepentingan. Berdasarkan hal tersebut maka ditetapkan pedoman kerjasama dengan standar-standar institut berikut dengan ketentuan monitoring dan evaluasi kerjasama secara berkelanjutan.

Pedoman kerjasama ini ditetapkan sebagai dasar bagi pimpinan unit kerja dalam melaksanakan kerjasama dan kegiatan monitoring dan evaluasi kerjasama. Di samping itu, pedoman ini juga ditetapkan dalam rangka melaksanakan Penjaminan Mutu Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Sinjai yang merupakan tanggung jawab dari seluruh sivitas akademika IAIM Sinjai.

Sinjai, 8 April 2020 Rektor,

(4)

Page | 4 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ... 3 DAFTAR ISI ... 4 DAFTAR LAMPIRAN ... 5 I. PENDAHULUAN ... 6 1.1 Latar Belakang ... 6

1.2 Visi dan Misi Lembaga ... 6

1.3 Tujuan ... 7

1.4 Landasan Hukum ... 7

1.5 Kebijakan Kerjasama PTM ... 8

1.6 Landasan Kerjasama ... 9

II. STANDAR KERJASAMA ... 12

III. LEMBAGA KERJASAMA ... 14

3.1. Kantor Urusan Internasional ... 14

3.2. Tugas Pokok dan Fungsi KUI ... 14

IV. KERJASAMA DALAM NEGERI ... 15

4.1 Ruang Lingkup Kerjasama ... 15

4.2 Bentuk Kerjasama Bidang Akademik ... 15

4.3 Bentuk Kerjasama Bidang non Akademik ... 19

4.4 Syarat Mitra Kerjasama ... 20

4.5 Prosedur Perjanjian Kerjasama ... 21

4.6 Indikator Keberhasilan Kerjasama ... 22

V. KERJASAMA LUAR NEGERI 24 5.1 Pendahuluan ... 24

5.2 Ruang Lingkup Kerjasama ... 24

5.3 Materi Kerjasama Luar Negeri ... 24

VI MONITORING DAN EVALUASI PELAKSANAAN KERJASAMA 25 6.1 Tujuan Monitoring dan Evaluasi Kerjasama ... 25

6.2. Ruang Lingkup Monitoring dan Evaluasi Kerjasama ... 25

6.3. Hakikat Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kerjasama ... 25

6.4. Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Kerjasama ... 25

6.5. Instrumen Monitoring dan Evaluasi Kerjasama ... 26

VII PENUTUP 27

(5)

Page | 5 DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Standar Operasional Prosedur Tata Cara dan Pengaturan Kerjasama 27 Bagan Alir Prosedur Pengusulan Kerjasama yang dilakukan Institut 30 Bagan Alir Prosedur pengusulan kerjasama yang dilakukan fakultas 31 Bagan Alir Prosedur pengusulan kerjasama yang dilakukan program studi 32 Bagan Alir Prosedur pengusulan kerjasama yang dilakukan oleh Lembaga,

Kantor, dan Unit-Unit lainnya. 33

Lampiran 2. Instrumen Monitoring dan Evaluasi Kerjasama Oleh Pimpinan Unit Kerja 34 Lampiran 3. Instrumen Monitoring dan Evaluasi Kerjasama Untuk Mitra 43 Lampiran 4. Instrumen Format MoU IAIM Sinjai Pasca Sarjana dengan Insist Jakarta

(Dalam Negeri) 44

Lampiran 5. Instrumen Format MoU IAIM Sinjai Pasca Sarjana dengan University

Of Malaya (Luar Negeri) 49

(6)

Page | 6 BAB I

PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Dalam rangka mewujudkan visi Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai (IAIM SINJAI) menjadi Perguruan Tinggi Unggul, Profesional, dan Progresif dalam membangun peradaban bangsa dengan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan sumber daya manusia berdasarkan Al Islam dan Kemuhammadiyahan, maka salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan layanan yang berkualitas terhadap mahasiswa maupun masyarakat (stakeholder) baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan implementasi nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan. Guna mewujukan peningkatan layanan yang berkualitas terhadap mahasiswa dan masyarakat, maka IAIM SINJAI berusaha maksimal untuk dapat memperoleh dukungan dan kerjasama dengan berbagai pihak baik dalam negeri maupun luar negeri, baik itu lembaga atau instansi pemerintah maupun lembaga atau instansi swasta.

Pada prinsipnya kerjasama merupakan kesepakatan bersama yang dibangun antara dua pihak atau lebih dalam rangka mencapai tujuan bersama. IAIM SINJAI sebagai sebuah lembaga pendidikan memiliki peran besar dalam mendukung peningkatan pembangunan bangsa dan pemberdayaan terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, guna menjamin pelaksanaan kerjasama yang dilakukan IAIM SINJAI agar berlangsung dengan baik, maka disusunlah pedoman kerjasama IAIM SINJAI yang di dalamnya juga memuat tentang ruang lingkup kerjasama, prosedur dan monitoring serta evaluasi kerjasama yang dilakukan.

1.2. Visi dan Misi Lembaga 1.2.1 Visi

Mewujudkan Lembaga Kerjasama Dan Urusan Internasional Yang

Capable, Terintegrasi Antar Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Guna

Mencapai Arah Perguruan Tinggi yang Mandiri, Progressif dan Kompetitif.

1.2.2 Misi

1. Menyelenggarakan kerjasama dengan perguruan tinggi Muhammadiyah dan lainnya baik secara akademik maupun non akademik

(7)

Page | 7 2. Mewujudkan sistem tatakelola lembaga kerjasama dan urusan

internasional yang profesional.

3. Mengembangkan sistem kinerja lembaga untuk menumbuhkan kepercayaan dan kualitas sesuai dengan kebutuhan perguruan tinggi Muhammadiyah dan/atau perguruan tinggi serta dunia usaha lainnya.

1.3. Tujuan

Pedoman ini disusun dengan tujuan :

1. Agar pelaksanaan kerjasama yang dilaksanakan IAIM SINJAI senantiasa mengacu terhadap pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui peningkatan mutu dan kualitas tri dharma perguruan tinggi serta Al Islam Kemuhammadiyahan.

2. Agar pelaksanaan kerjasama yang dilakukan IAIM SINJAI sesuai dengan standar yang telah ditetapkan serta memenuhi harapan dari berbagai pemangku kepentingan

3. Untuk menjamin tercapainya tujuan dari Visi IAIM SINJAI 4. Untuk menjamin pelaksanaan kerjasama yang di laksanakan IAIM

SINJAI mencapai mutu sesuai dengan standar yang berlaku. 5. Untuk mewujudkan kampus yang bertaraf nasional dan

internasional dan menghasilkan luaran yang kompetitif.

1.4. Landasan Hukum

1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4301)

2. Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraaturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan

3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomro 26 Tahun 2007 tentang Kerjasama Perguruan Tinggi atau Lembaga lain di Luar Negeri.

4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2014 tentang Kerjasama Perguruan Tinggi.

5. Pedoman PP Muhammadiyah Nomor : 02/PED/I.0/B/2012 Tentang Perguruan Tinggi Muhammadiyah (BAB XV Pasal 34 ayat 1-2)

(8)

Page | 8 6. Undang-Undang Nomor: 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri 7. Undang-Undang N0. 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional 8. Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. 9. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Nomor: 264/U/1999 tentang Kerjasama Perguruan Tinggi.

10. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi RI No : 61/DIKTI/Kep/2000 tentang petunjuk pelaksanaan kerjasama Perguruan Tinggi di Indonesia dengan PT/Lembaga lain di Luar Negeri tentang Kerjasama Perguruan Tinggi

11. Pedoman Perguruan Tinggi Muhammadiyah 12. Statuta IAIM SINJAI tahun 2020

13. Renstra IAIM SINJAI

14. Kebijakan SPMI IAIM SINJAI

1.5. Kebijakan Kerjasama PTM

PTM memiliki peran besar untuk prningkatan pembangunan bangsa, pemberdayaan masyarakat, dan kesejahteraan masyarakat dalam era globalisasi saat ini. Peningkatan tersebut memerlukan adanya kerjasama antara PTM dengan pihak lain, sehingga dapat menciptakan percepatan dan sinergi. Untuk mewujudkan PTM yang merespon perkembangan dunia global, dengan sasaran tercapainya peningkatan berkelanjutan kapasitas kerjasama dan pengembangan usaha, PTM menempuh kebijakan melalui:

a. Program pengembangan jejaring kerjasama dengan alumni dan stakeholder (termasuk) stakeholders inter nal seperti : laboratorium, pusat studi, pusat kajian, maupun unit-unit pelaksana teknis.

b. Program transformasi unit usaha menjadi profesional dan berkemampuan memberikan kontribusi yang baik bagi pelaksanaan kegiatan pokok perguruan tinggi (Catur Dharma Perguruan Tinggi)

Jika didasarkan pada berbagai kekuatan yang telah dimiliki oleh PTM baik secara internal maupun eksternal, program pengembangan jejaring kerjasama dengan alumni dan stakeholdes seperti tersebut di atas, akan semakin berkembang dan mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya, baik di dalam maupun di luar negeri. Program pengembangan kerjasama yang telah dilakukan selama ini, baik dengan sesama institusi pendidikan tinggi, industri, lembaga donor maupun mitra kerja lain baik yang berskala nasional maupun yang berskala internasional, dipandang

(9)

Page | 9 sangat krusial dan penting untuk dibenahi dan dibuatkan pedoman/standar baku sebagai acuan bagi unit-unit dilingkungan IAIM Sinjai.

1.6. Landasan Kerjasama

1. Kerjasama yang dimaksud adalah kesepakatan kerjasama antara IAIM Sinjai dengan perguruan tinggi, dunia usaha, sekolah, atau pihak lain, baik di dalam maupun di luar negeri

2. Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggiyang berbentuk universitas, institut, sekolah tinggi, politeknik, dan akademi.

3. Dunia usaha adalah orang perseorangan dan/atau badan usaha, baik yang berbadan hukum, yang melakukan kegiatan dengan mengerahkan tenaga dan pikiran untuk mencapai tujuan mencari laba.

4. Pihak lain adalah orang atau perseorangan, perkumpulan, yayasan, persyarikatan, dan atau institusi, baki yang berbadan hukum, maupun yang tidak berbadan hukum, melakukan kegiatan dengan mengerahkan tenaga dan pikiran untuk mencapai tujuan kemanusiaan, sosial, dan keagamaan yang bersifat nirlaba.

5. Kontrak manajemen adalah kerjasama dalam bidang pengelolaan operasional perguruan tinggi melalui pemberian bantuan sumber daya, baik manusia, fiansial, informasi, maupun fisik, serta konsultasi dalam rangka meningkatkan kualitas perguruan tinggi.

6. Program pengembangan (twinning) adalah penyelenggaraan kegiatan antar perguruan tinggi untuk melaksanakan suatu program studi secara bersama serta saling mengakui lulusannya.

7. Program pemidahan kredit (credit transfer) adalah pengakuan terhadap hasil kegiatan pembelajaran mahasiswa antar perguruan tinggi yang bekerjasama.

8. Program gelar ganda (double degree) adalah kegiatan antara perguruan tinggi untuk melaksanakan program studi yang berbeda pada strata yang sama atau berbeda, dan saling mengakui kelulusan mahasiswa dalam sejumlah mata kuliah yang serupa atau mata kuliah lain yang diisyaratkan oleh masing-masing perguruan tinggi untuk memperoleh 2 (dua) gelar yang berbeda.

(10)

Page | 10 9. Pertukaran dosen ( staff exchange) adalah penugasan dosen yang memiliki keahlian di bidang ilmu, teknologi, dan/ atau seni tertentu dari suatu perguruan tinggi untuk melakukan diseminasi ilmiah di perguruan tinggi lain yang belum memiliki dosen atau kepakaran di bidang ilmu, teknologi, dan/atau seni tersebut.

10. Pertukaran mahasiwa (student exchange) adalah kegiatan pengiriman mahasiswa untuk mempelajari ilmu, teknologi, dan/atau seni tertentu di perguruan tinggi lain yang memiliki dosen/pakar di bidang ilmu, teknologi, dan/atau seni yang dimaksud.

11. Penelitian bersama (joint research) adalah kegiatan penelitian yang dilaksanakan oleh kelompok dosen dari beberapa perguruan tinggi, baik dari disiplin ilmu yang sama maupun berbeda, dan sumber pendanaan dari pemerintah, dunia usaha/ industri maupun sponsor internasional.

12. Penerbitan karya ilmiah bersama (joint publication) adalah penerbitan publikasi ilmiah melalui pengelolaan jurnal ilmiah secara bersama-sama antar perguruan tinggi dan/atau penulisan artikel ilmiah secara bersama-sama oleh dosen dari perguruan tinggi yang berbeda dan/atau pertukaran artikel ilmiah untuk dimuat di dalam berkala ilmiah yang diterbitkan oleh masing-masing perguruan tinggi.

13. Pembimbingan tugas akhir bersama (joint supervision) adalah kegiatan pembimbingan tugas akhir mahasiswa dari suatu perguruan tinggi oleh pembimbing yang berasal dari dua atau lebih perguruan tinggi yang berbeda.

14. Penyelenggaraan pertemuan ilmiah bersama adalah kegiatan penyelenggaraan ilmiah seperti seminar, simposium, atau konferensi yang pembiayaan ataupun kepanitiannya berasal dari dua atau lebih perguruan tinggi yang berbeda.

15. Magang mahasiswa (internship) adalah bentuk kegiatan dimana mahasiswa melaksanakan kegiatan belajar sambil bekerja di lingkungan dunia usaha /industri dengan tujuan untuk memberi bekal pengalaman kerja sambil mempraktekkan ilmu yang didapat di bangku kuliah.

16. Penyediaan beasiswa (scholarship) adalah kegiatan penyediaan dana oleh dunia usaha/industri bagi mahasiswa yang berprestasi baik di bidang akademik maupun non akademik, baik yang berasal dari keluarga kurang mampu maupun bukan

(11)

Page | 11 17. Pemanfaatan bersama sumberdaya (resource sharing) adalah pemanfaatan sumber daya tertentu pada suatu perguruan tinggi atau dunia usaha/industri oleh perguruan tinggi lain yang tidak/belum memiliki sumber daya tersebut melalui kegiatan kerjasama penyelenggaraan pendidikan tinggi. 18. Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) adalah kesepakatan

di antara pihak-pihak untuk berunding dalam rangka membuat perjanjian di kemudian hari, apabila hal-hal yang belum pasti sudah dapat dipastikan. 19. Kesepakatan kerjasama (Memorandum of Agreement) adalah kesepakatan

antara pihak-pihak untuk berunding dalam rangka melaksanakan nota kesepahaman yang dituangka dalam ketentuan-ketentuan yang lebih rinci dalam bentuk kontrak kerja.

(12)

Page | 12 BAB II

STANDAR KERJASAMA

No Aspek Indikator

1 Hakekat Kerjasama

1. IAIM SINJAI memiliki MoU kerjasama dengan mitra yang ditindaklanjuti secara konsisten 2. IAIM Sinjai memiliki mitra kerja sama baik

pemerintah maupun swasta.

3. IAIM SINJAI memiliki mitra kerjasama baik dalam negeri maupun luar negeri

4. Pejabat penandatangan MoU adalah Pimpinan 2 Syarat Pihak Mitra

1.

Mitra kerjasama IAIM SINJAI tidak melakukan penetrasi ideologi yang bertentangan dengan ideologi atau negara dan persyarikatan

Muhammadiyah

2. Mitra kerjasam IAIM SINJAI tidak sedang dalam sengketa dengan pihak lain atau sedang dihukum berdasarkan keputusan Pengadilan

3. Tujuan kerjasama IAIM SINJAI dengan mitra adalah meningkatkan kinerja bagi kedua belah pihak

4.

Mitra kerjasama IAIM SINJAI adalah lembaga resmi bukan partai politik ataupun afiliasi dari partai politik

5.

Mitra kerjasama IAIM SINJAI adalah bukan perusahaan rokok/miras maupun

Perusahaan yang memproduksi produk haram 3 Masa Kerjasama dan

1.

Masa kerjasama IAIM SINJAI dengan mitra ditentukan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak

2.

Pelaksanaan kerjasama IAIM SINJAI dengan mitra diketahui oleh semua komponen yang terkait kerjasama secara rutin

4. Mitra dalam Negeri 1.

Mitra kerjasama IAIM SINJAI di dalam negeri adalah lembaga resmi yang memiliki reputasi yang baik.

2.

Mitra kerjasama IAIM SINJAI di dalam negeri terdiri dari lembaga pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, keagamaan hukum dan humaniora

3. Kerjasama dalam negeri harus mempunyai manfaat untuk pengembangan program studi, fakultas dan IAIM SINJAI serta persyarikatan Persyarikatan Muhammadiyah

5. Mitra Luar Negeri 1. Mitra kerjasama IAIM SINJAI di luar negeri adalah lembaga resmi yang memiliki reputasi yang baik dan mempunyai reputasi internasional

2. Mitra Kerja sama IAIM Sinjai di luar negeri terdiri dari lembaga pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, keagamaan, hukum dan humaniora.

(13)

Page | 13 3. Kerjasama luar negeri harus mempunyai

manfaat untuk pengembangan program studi, fakultas dan IAIM SINJAI serta

Persyarikatan Muhammadiyah 6.

Pendidikan dan Pengajaran

1. Bentuk kerjasama IAIM SINJAI dengan mitra dalam upaya pengembangan kurikulum 2.

Kerjasama IAIM SINJAI dengan mitra harus menunjang peningkatan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan

3. Kegiatan kerjasama IAIM SINJAI dengan mitra diarahkan pada program pertukaran dosen, Dosen tamu, mahasiswa, praktek kerja lapangan dan KKN

4.

Kegiatan kerjasama IAIM SINJAI dengan mitra memberikan inovasi dalam

pengembangan model pembelajaran

7. Penelitian 1.

Kerjasama IAIM SINJAI dengan mitra sebagai sarana untuk berbagi materi penelitian, dana penelitian dan seminar hasil penelitian 2.

Kerjasama IAIM SINJAI dengan mitra dalam bidang penelitian terdokumentasi melalui penerbitan jurnal ilmiah bersama dan atau penerbitan buku bersama.

8. Pengabdian kepada 1.

Kerjasama IAIM SINJAI dengan mitra sebagai sarana untuk berbagi materi pengabdian kepada masyarakat

Masyarakat (PKM), dana PKM, dan Seminar hasil PKM 9. Al-Islam dan Kemuhamm adiyahan 1. 1 1 .

IAIM Memiliki kuota anggaran kerjasama dengan persyarikatan

Kerjasama dengan persyarikatan, ortom dan AUM dilakukan bersama sejak proses perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi.

Kegiatan KKN dapat dilaksanakan dengan sasaran persyarikatan Muhammadiyah/ AUM

(14)

Page | 14 BAB III

LEMBAGA KERJASAMA 3.1. Kantor Urusan Internasional

Agar jalinan kerjasama di IAIM dengan mitra dapat terencana, terorganisir, dan berjalan dengan baik, maka kerjasama IAIM Sinjai dengan mitra harus ditangani secara profesional oleh lembaga tersediri. Lembaga ini bisa saja berdiri sendiri atau digabung dengan bidang lainnya yang bidang tugasnya relevan., untuk IAIM Sinjai lembaga yang menangani urusan internasional adalah sebuah kantor yang disebut Kantor Urusan Internasional dan Kerjasama di bawah koordinasi langsung dengan Wakil Rektor I bidang akademik dan kerjasama. Kepala KUI dijabat oleh seorang dosen yang diangkat ditugaskan untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab berkaitan dengan kegiatan kerjasama baik di dalam negeri maupun di luar negeri pada lembaga atau perguruan tinggi lainnya.

3.2. Tugas Pokok dan Fungsi KUI

Kantor Urusan Internasional (KUI) di IAIM Sinjai memiliki tugas pokok dan fungsi lintas bidang yang berkaitan dengan dunia internasional yaitu:

1. Mengurus ijin belajar dan dokumen keimigrasian mahasiswa internasional yang ada di kampusnya.

2. Melakukan sosialisasi kampus (promosi) ke luar negeri bagi calon mahasiswa inetrnasional.

3. Menginisiasi kerjasama dengan mitra internasional, baik lembaga internasional yang ada di Indonesia, maupun yang ada di luar negeri. 4. Menyiapkan dokumen dan administrasi kerjasama internasional

5. Mendorong komitmen kerjasama yang sudah dibuat untuk diimplementasikan oleh Fakultas, Program Studi, dan unit lainnya.

6. Memgawasi tindak lanjut dari kesepakatan kerjasama yang sudah ada baik kerjasama akademik maupun non akademik.

7. Menjadi penghubung dengan mitra kerjasama internasional

8. Melakukan pendampingan dan supervisi atas implementasi kerjasama yang telah disepakati dan dilaksanakan.

(15)

Page | 15 BAB IV

KERJASAMA DALAM NEGERI

4.1. Ruang Lingkup Kerjasama

Kerjasama dalam negeri dapat dilakukan dengan berbagai pihak baik Lembaga Pemerintah, Perguruan Tinggi, Dunia Usaha dan Industri. Kerjasama tersebut dapat direalisasikan dalam bentuk :

1. Pelaksanaan dan Pengembangan Program Pendidikan dan Pengajaran 2. Pelaksanaan penelitian bersama

3. Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat 4. Magang.

5. Praktek Kerja Lapangan (PKL) 6. Kuliah Kerja Nyata (KKN) 7. Program Pendampingan

8. Al-Islam dan Kemuhammadiyahan 9. Pertukaran Dosen dan Mahasiswa 10. Publikasi Hasil Penelitian.

11. Kerjasama yang sifatnya “setara” dan “saling menguntungkan” 12. Kegiatan-kegiatan lainnya yang disepakati oleh kedua belah pihak. 4.2. Bentuk Kerjasama Bidang Akademik

Kerjasama bidang akademik dapat dilakukan antara IAIM Sinjai dengan perguruan tinggi lain maupun antara PTM dengan dunia usaha atau pihak lain. Bentuk-bentuk kegiatan yang dapat dikerjasamakan antara IAIM Sinjai dengan perguruan tinggi lain sebagai berikut :

1. Penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat; 2. Penjaminan mutu,

3. Program kembaran (twinning program) 4. Gelar bersama (joint degree)

5. Gelar ganda (double degree)

6. Pengalihan dan atau pemerolehan angka kredit (credit transfer program) 7. Penugasan dosen senior sebagai pembina pada perguruan tinggi yang

membutuhkan pembinaan (program datasering)

8. Pertukaran dosen dan atau mahasiswa (staff and student exchange) 9. Pemanfaatan bersama berbagai sumber daya (resource sharing), 10. Penerbitan berkala ilmiah (joint publication)

(16)

Page | 16 11. Penyelenggaraan WEBINAR (Web dan Seminar).

12. Magang (internship),

13. Penyelenggaraan seminar bersama (joint seminar), 14. Pemberian beasiswa, dan

15. Bentuk-bentuk lain yang dianggap perlu.

Kerjasama akademik antara IAIM Sinjai dengan perguruan tinggi lain di bidang pendidikan dapat berupa kerjasama mengenai kurikulum, pembelajaran, dan/atau evaluasi pendidikan. Kerjasama di bidang penelitian dapat berupa penelitian dasar (fundamental research), penelitian terapan (applied research), penelitian pengembangan (developmental research), dan atau penelitian-penelitian yang bersifat evalautif. Sementara itu, Kerjasama di bidang pengabdian kepada masyarakat diimplementasikan dalam bentuk pemanfaatan hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh dosen dan/atau mahasiswa bagi kemaslahatan masyarakat.

Kerjasama di bidang akademik antara IAIM Sinjai dengan perguruan tinggi lain dalam hal penjaminan mutu internal dilaksanakan dengan cara: berbagi praktek baik (best practice) penyelenggaraan penjaminan mutu, saling melakukan audit mutu dan /atau saling membantu dalam penyediaan sumber daya penjaminan mutu. Kerjasama kembaran (twinning program) adalah kerjasama penyelenggaraan program studi yang sama oleh IAIM Sinjai dengan perguruan tinggi dalam rangka peningkatan mutu dan/atau peningkatan kapasitas pendidikan. Kerjasama yang dilakukan melalui pemberian gelar bersama (join

degree) merupakan kerjasama IAIM Sinjai denga perguruan tinggi lain yang

memiliki program studi yang sama pada strata yang sama, yakni mahasiswa dapat menyelesaikan studi di program studi salah satu perguruan tinggi dengan memberikan satu (satu) gelar akademik. Sementara itu, kerjasama akademik melalui pemberian gelar ganda (double degree) dilaksanakan oleh IAIM Sinjai dengan perguruan tinggi lain yang memiliki program studi berbeda pada strata yang sama atau berbeda, dengan cara:

1. Saling mengakui kelulusan mahasiswa dalam sejumlah mata kuliah yang serupa dari masing-masing program studi; dan

2. Menempuh dan lulus mata kuliah yang diisyaratkan oleh masing-masing perguruan tinggi; untuk memperoleh 2 (dua) gelar yang berbeda.

Kerjasama bidang akademik yang dilakukan melalui penelitian dan atau pemerolehan kredit merupakan Kerjasama yang dilaksanakan dengan cara saling

(17)

Page | 17 mengakui hasil proses pendidikan yang dinyatakan dalam satuan kredit semester antara:

1. Program studi yang sama dengan strata yang sama. 2. Program studi yang sama dengan strata yang berbeda.

3. Program studi yang berbeda dengan strata yang sama, dan/ atau 4. Program studi yang berbeda dengan strata yang berbeda.

Kerjasama dalam bentuk pertukaran dosen dilaksanakan dengan menugaskan dosen yang menguasai bidang ilmu, teknologi dan/atau seni tertentu untuk melakukan diseminasi di perguruan tinggi lain yang belum atau tidak memahami bidang ilmu, teknologi, dan /atau seni tersebut.

Hal yang sebaliknya juga dapat terjadi, yakni IAIM Sinjai menerima penugasan dosen dari perguruan tinggi lain yang memahami bidang ilmu dan teknologi, dan/atau seni tertentu untuk melakukan hal yang sama di IAIM Sinjai.

Sementara itu kerjasama akademik dalam bentuk pertukaran mahasiswa dilaksanakan dengan cara memberikan kesempatan kepada mahasiwa IAIM Sinjai yang memerlukan dukungan bidang ilmu, teknologi, dan /atau seni yang tidak ada di IAIM Sinjai untuk mengikuti kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi lain yang memiliki dosen dengan bidang ilmu, teknologi, dan/atau seni yang dimaksud.

Demikian juga sebaliknya, IAIM Sinjai dapat menerima (menjadi tuan rumah) bagi mahasiswa dari perguan tinggi lain untuk tujuan yang serupa.

Kerjasama akademik yang dilakukan melalui pemanfaatan bersama berbagai sumber daya (resource sharing) merupakan kerjasama untuk menyelenggarakan pendidikan antara IAIM Sinjai dengan perguruan tinggi lain dengan saling memanfaatkan sumberdaya yang dimiliki oleh masing-masing pihak secara bersama-sama (sharing).

Kerjasama penyelengaraan seminar bersama dapat dilaksanakan dengan cara menyelenggarakan suatu seminar atau kegiatan ilmiah sejenis denga membentuk kepanitiaan yang personilnya berasal dari IAIM Sinjai dan perguruan tinggi lai. Kerjasama ini dapat pula dilaksanakan dengan cara mengirimkan dosen, mahasiswa, dan/atau tenaga kependidikan untuk menyampaikan makalah, berpartisipasi, dan/atau bertugas di dalam seminar atau ekgiatan ilmiah sejenis yang diselenggarakan atas kerjasama IAIM Sinjai dengan perguruan tinggi lain.

Kerjasama IAIM Sinjai dengan perguruan tinggi mitra yang dilakukan dengan melalui bentuk lain yang dianggap perlu ditetapkan oleh Rektor IAIM Sinjai sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(18)

Page | 18 Kerjasama bidang akademik pengembangan sumber daya manusia antara IAIM Sinjai dengan dunia usaha dan/atau pihak lain merupakan kerjasama yang dilaksanakan melalui berbagai program di bidang pendidikan, pelatihan, magang, dan/atau layanan pendidikan. Kerjasama ini bersifat reciprocal atau timbal balik, dalam keadaan tertentu IAIM Sinjai dapat menjadi tuan rumah (host) atau sebaliknya dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa IAIM Sinjai menjadi tamu di institutsi mitra.

Kerjasama di bidang akademik melalui penelitian dan/atau pengabdian kepada masyarakat antara IAIM Sinjai dengan dunia usaha dan/atau pihak lain merupakan kerjasama dalam bidang penelitian terapan, penelitian pengembangan, dan/atau penelitian evaluatif dan hasilnya diabdikan bagi kemaslahatan masyarakat secara bersama-sama. Kerjasama ini dapat dilakukan dalam pola pendanaan bersama atau pemanfaatan fasilitas bersama antara IAIM Sinjai dan institusi mitra.

Kerjasama akademik yang dilakukan melalui pemanfaatan bersama berbagai sumber daya (resource sharing) merupakan kerjasama untuk penyelenggaraan pendidikan antara IAIM Sinjai dengan dunia usaha dan/atau pihak lain dengan saling memanfaatkan sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing pihak secara bersama-sama (sharing).

Kerjasama bidang akademik antara IAIM Sinjai dengan dunia usaha dan/atau pihak lain yang dilakukan melalui layanan pihak praktis oleh dosen tamu yang berasal dari dunia usaha merupakan Kerjasama yang dilakukan dengan pemanfaatan narasumber dari dunia usaha untuk memperkaya pengalaman praktis mahasiwa, dosen, dan/atau tenaga kependidikan di IAIM Sinjai. Kerjasama ini dapat dilakukan dalam bentuk kuliah umum, kuliah pakar, tutorial ataupun bantuan teknis (technical assistance) dengan narasumber dari dunia usaha, praktisi, dan profesional yang relevan dengan kebutuhan IAIM Sinjai.

Kerjasama di bidang akademik antara IAIM Sinjai dengan dunia usaha dan/atau pihak lain yang dilakukan melalui pemberian beasiswa atau bantuan biaya pendidikan merupakan Kerjasama yang dilaksanakan dengan cara penyediaan dana oleh dunia usaha kepada mahasiswa IAIM Sinjai sebagai berikut:

1. Beasiswa bagi mahasiswa berprestasi, baik prestasi di bidang akademik, olah raga maupun seni tanpa memandang latar belakang keluarga, atau

(19)

Page | 19 2. Bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa yang memilki prestasi akademik yang dinilai baik namun berasal dari keluarga kurang mampu.

Syarat-syarat dan ketentuan penyaluran beasiswa ataupun bantuan pendidikan ditetapkan oleh Rektor berdasarkan masukan dari Bidang Akademik IAIM Sinjai serta memperhatikan masukan dari penyedia beasiswa.

Kerjasama IAIM Sinjai dengan dunia usaha dan/atau mitra lain yang dilakukan melalui bentuk-bentuk lain (selain yang disebutkan di muka) yang dianggap perlu ditetapkan oleh Rektor IAIM Sinjai sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

4.3 Bentuk Kerjasama Bidang Non-Akademik

Bentuk-bentuk kegiatan non akademik yang dapat di kerjasamakan dengan perguruan tinggi lain diantaranya adalah :1) pendayagunaan aset, 2) pameran pendidikan tinggi (Education Fair), 3) penggalangan dana, dan/atau 4) jasa dan royalti hak kekayaan intelektual. selain kerjasama dengan perguruan tinggi lain kerjasama non akademik, IAIM Sinjai dapat pula terjadi dengan mitra yang berasal dari dunia usaha dan/atau pihak lain. Adapun kegiatan yang dapat di kerjasamakan di samping kegiatan-kegiatan yang telah disebutkan di atas diantaranya adalah: 1. pengembangan sumber daya manusia

2. pengurangan tarif 3. koordinator kegiatan

4. pemberdayaan masyarakat, dan/atau

5. bentuk-bentuk kerjasama lain yang dianggap perlu.

Kerjasama bidang non akademik antara IAIM Sinja dengan perguruan tinggi lain melalui pendayagunaan aset merupakan kerjasama yang dilaksanakan dengan cara saling memanfaatkan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh masing-masing pihak untuk penyelenggaraan kegiatan di bidang non akademik. Sementara itu, kerjasama penggalangan dana dilaksanakan dengan cara saling memanfaatkan sumber daya yang dimiliki setiap pihak dalam usaha penggalangan dana untuk biaya investasi biaya operasional, beasiswa, dan bantuan biaya pendidikan. Kerjasama bidang non akademik yang dilakukan melalui jasa dan royalti hak kekayaan intelektual dilaksanakan dengan cara memanfaatkan hak kekayaan intelektual yang dimiliki oleh masing-masing pihak tanpa imbal jasa dan pembayaran royalti kepada pihak lain.

(20)

Page | 20 Kerjasama non akademik IAIM Sinjai dengan perguruan tinggi mitra yang dilakukan melalui bentuk kegiatan yang dianggap perlu ditetapkan oleh Rektor sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Kerjasama bidang non akademik antara IAIM Sinjai dengan dunia usaha dan atau pihak lain yang dilakukan melalui pengembangan sumber daya manusia diantaranya kerjasama dalam bentuk layanan pelatihan, magang/praktek kerja ( internship), dan penyelenggaraan Bursa Tenaga Kerja.

Kerjasama bidang non-akademik yang dilakukan melalui koordinator kegiatan (event organizer) dilaksanakan dengan cara menunjuk IAIM Sinjai menjadi koordinator pelaksanaan kegiatan non akademik yang diselenggarakan oleh dunia usaha dan/atau pihak lain atau sebaliknya. Kerjasama yang dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat merupakan kerjasama dengan cara dunia usaha dan atau pihak lain memanfaatkan sumber daya manusia yang dimiliki oleh IAIM Sinjai untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh dunia usaha dan atau pihak lain, atau sebaliknya.

Kerjasama non akademik IAIM Sinjai dengan perguruan tinggi mitra maupun dunia usaha dan atau pihak lain yang diselenggarakan melalui bentuk kegiatan lain ditetapkan oleh Rektor sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 1. Strategi dasar

Dalam rangka melaksanakan aktivitas kerjasama dan menggiatkan program strategis dalam upaya pengembangan kerjasama dan membantu mempercepat langkah kerjasama, IAIM Sinjai merintis dan menjalin kerjasama dengan dinas atau instansi dan lembaga terkait dan menindaklanjuti dengan berbagai kegiatan. tujuan program ini, selain untuk mengembangkan saling pengertian antar lembaga dalam pengembangan kerjasama, juga untuk meningkatkan branding masing-masing lembaga di dunia luar.

2. Kebijakan dasar

Untuk menjadikan IAIM Sinjai sebagai lembaga yang terkemuka dalam pengembangan ilmu pengetahuan, maka diperlukan kerjasama dengan berbagai pihak dalam lingkup internasional, nasional, dan regional/lokal.

4.4 Syarat Mitra Kerjasama

Calon Mitra kerjasama iaim Sinjai haruslah memenuhi beberapa persyaratan:

1. Tidak melakukan penetrasi ideologi yang bertentangan dengan ideologi negara maupun persyarikatan Muhammadiyah

(21)

Page | 21 2. Tidak sedang berada dalam sengketa dengan pihak lain atau sedang dihukum

berdasarkan keputusan pengadilan.

3. Bertujuan untuk meningkatkan kinerja bagi semua pihak 4. Lembaga resmi bukan partai politik atau afiliasi partai politik

5. Bukan perusahaan rokok atau miras atau yayasan yang didanai oleh perusahaan rokok, miras, atau bisnis prostitusi.

4.5 Prosedur Perjanjian Kerjasama

Langkah-langkah perencanaan operasional kerja sama yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Melakukan evaluasi diri dengan analisis yang tepat;

2. Berdasarkan hasil evaluasi diri, dipilihlah potensi yang layak dan menguntungkan (feasible and profitable) untuk ditawarkan sebagai bentuk kerja sama;

3. Menetapkan bentuk kerja sama yang akan dilaksanakan dan tujuan yang akan dicapai;

4. Menetapkan ruang lingkup kerjasama: institusional, lokal, nasional, atau internasional;

5. Menentukan pihak yang memiliki potensi, membutuhkan, dan melaksanakan kerja sama;

6. Menetapkan kewenangan dan batas kewenangan pihak yang bekerja sama/terkait;

7. Menetapkan karakteristik kerja sama yang dilakukan mengacu pada asas

saling menguntungkan, income generating, dan resource sharing; 8. Menetapkan waktu dan tempat pelaksanaan;

9. Menetapkan pihak yang berwenang untuk melakukan monitoring dan evaluasi;

10. Menetapkan tindak lanjut berdasarkan perencanaan yang telah dibuat. Kegiatan kerja sama yang dilakukan dengan pihak lain hendaknya dituangkan dalam naskah kesepahaman yang dibuat antara kedua belah pihak yang disebut dengan Piagam Kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU).

Adapun tahapan-tahapan yang harus dilalui dalam rangka melakukan kerjasama dengan berbagai pihak adalah sebagai berikut :

1. Tahap penjajakan merupakan tahap awal yang dilakukan untuk menjajaki kemungkinan terjadinya kerja sama antara kedua belah pihak. Penjajakan ini dapat dimulai dengan pertukaran informasi tentang profil instansi

(22)

masing-Page | 22 masing dan presentasi dari usulan kerjasama yang ditawarkan. Pada tahap ini akan dianalisis tawaran kerjasama dari segi keuntungan, kerugian, prospek jangka panjang, dan lain-lain yang dalam pelaksanaannya di bawah koordinasi Wakil Rektor Bidang Kerjasama bersama-sama dengan Lembaga Kerjasama dan Urusan Internasional.

2. Mendiskusikan ketentuan-ketentuan yang harus tertera di dalam MoU bersama pihak ekstemal dan unit kerja yang terkait. Pada tahap ini akan dibahas substansi dan masalah- masalah teknis yang akan disepakati untuk dituangkan dalam perjanjian kerjasama.

3. Menyusun draf MoU bersama pihak yang bekerja sama yang meliputi beberapa komponen sebagai berikut :

1) dasar kerjasama; 2) tujuan kerjasama;

3) ruang lingkup kerjasama;

4) kewajiban masing-masing pihak; 5) pembatasan kegiatan;

6) hak atas kekayaan intelektual (HaKI); 7) pemanfaatan peralatan pasca program; 8) penyelesaian perbedaan;

9) penutup amandemen, durasi, terminasi); dan

10) lampiran rencana kerja, mekanisme perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, evaluasi;

4. Merevisi draf MoU sesuai dengan kesepakatan kedu belah pihak; 5. Menyepakati draf MoU untuk ditandatangani oleh kedua belah pihak;

6. Penandatangan MoU oleh wakil kedua belah pihak. Untuk IAIM SINJAI dalam hal ini, MoU akan ditandatangani oleh rektor sebagai pimpinan dan penanggungjawab tertinggi universitas dan atau wakil rektor, direktur pascasarjana, dekan, wakil dekan, ketua program studi dengan sepengetahuan dan ijin dari rektor IAIM SINJAI.

4.6 Indikator Keberhasilan Kerjasama 1. Kuantitas dan Kualitas

a. Kuantitas berdasarkan jumlah kerjasama dan jumlah pendapatan, serta waktu kerjasama.

(23)

Page | 23 b. Kualitas; berdasarkan equity quality assurance, keberlanjutan

(sustainability), pengembangan jaringan kerjasama dengan lembaga lain di luar IAIM SINJAI.

2. Memiliki nilai tambah bagi kedua belah pihak yang terlibat. 3. Menaati etika kerjasama dan aturan yang berlaku.

(24)

Page | 24 BAB V

KERJASAMA LUAR NEGERI 5.1. Pendahuluan

Kerjasama luar negeri IAIM SINJAI mengacu pada pelaksanaan hubungan luar negeri pemerintah berdasarkan landasan hukum bagi pemerintah Indonesia dan pelaku hubugan luar negeri dalam melaksanakan hubungan luar negeri sesuai dengan:

1. Undang-Undang Nomor: 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri

2. Undang-Undang N0. 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional 3. SK Dirjen Dikti No. 61/Dikti/Kep/2000 tentang tentang petunjuk

pelaksanaan kerjasama Perguruan Tinggi di Indonesia dengan PT/Lembaga lain di luar Negeri

5.2. Ruang Lingkup Kerjasama

Kerjasama luar negeri dapat dilakukan dalam rangka:

1. Pelaksanaan dan Pengembangan Program Pendidikan dan Pengajaran; 2. Pelatihan-pelatihan pembelajaran;

3. Penyaluran lulusan perguruan tinggi ke dalam dunia kerja; dan 4. Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia. 5.3. Materi Kerjasama Luar Negeri

a) Subyek kerjasama;

b) Maksud dan tujuan kerjasama; c) Obyek kerjasama;

d) Ruang lingkup kerjasama

e) Hak, kewajiban dan tanggung jawab masing-masing pihak; f) Tata cara pelaksanaan;

g) Pengorganisasian; h) Pembiayaan;

i) penyelesaian perselisihan;

j) perubahan (amandemen) kerjasama; k) jangka waktu kerjasama;

l) Keadaan memaksa (force majeur); dan m) Pemberlakuan dan pengakhiran kerjasama

(25)

Page | 25 BAB VI

MONITORING DAN EVALUASI PELAKSANAAN KERJASAMA 6.1. Tujuan Monitoring dan Evaluasi Kerjasama

1. Menyediakan data dan informasi tentang kegiatan yang dilaksanakan. 2. Mendapatkan gambaran tentang pelaksanaan program kerjasama

3. Mengetahui bahwa kegiatan kerjasama yang dilaksanakan sesuai dengan yang direncanakan

4. Mendapatkan informasi terkait kesulitan-kesulitan dan hambatan dalam pelaksanaan kerjasama

5. Memberikan masukan terhadap pengambilan keputusan 6.2. Ruang Lingkup Monitoring dan Evaluasi Kerjasama

1. Hakikat kerjasama

2. Syarat Pihak Mitra (dalam dan luar negeri) 3. Masa Kerjasama dan Pelaksanaan

4. Bidang Kerjasama (Pendidikan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat)

5. Hasil Kerjasama (capaian kerjasama)

6.3. Hakikat Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kerjasama

Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama adalah kegiatan monitoring dan evaluasi yang menyertakan proses pengumpulan data dan informasi, penganalisisan, pencatatan, pelaporan dan penggunaan informasi tentang pelaksanaan kerjasama sebagai dasar pengambilan kebijakan. Fokus kegiatan monitoring dan evaluasi kerjasama ada pada standar kerjasama dan tingkat capaian/hasil dari kerjasama yang telah ditetapkan bersama mitra, agar dapat dilakukan perbaikan dan peninjauan ulang terhadap kerjasama yang dibangun. Adapun prinsip dari monitoring dan evaluasi kerjasama di IAIM SINJAI berorientasi pada hasil, kriteria keberhasilan, manfaat, relevansi, efektivitas, efisiensi, dampak dan keberlanjutan.

6.4. Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Kerjasama

Monitoring dan evaluasi kerjasama di tingkat program studi dilakukan oleh Ketua Program Studi, di tingkat fakultas oleh Dekan dan di tingkat universitas oleh Wakil Rektor III. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi kerjasama hendaknya dilaksanakan minimal satu tahun sekali atau dilihat betrdasarkan kebutuhan dan tergantung lamanya kerjasama yang dibangun.

(26)

Page | 26 Berdasarkan temuan pada hasil monitoring dilakukan evaluasi dan tindak lanjut dalam rangka perbaikan layanan kualitas kerjasama. Hasil evaluasi di tingkat program studi dilaporkan kepada Fakultas untuk kemudian diteruskan ke tingkat universitas melalui Wakil Rektor III sebagai bahan informasi dan masukan terhadap pengambilan keputusan. Selain dilakukan oleh atasan, monitoring dan evaluasi kerjasama juga dilakukan melalui penilaian persepsi dari mitra kerjasama, sehingga diperoleh informasi sebagai bahan kajian untuk perbaikan kualitas kerjasama.

6.5. Instrumen Monitoring dan Evaluasi Kerjasama 1. Naskah kesepakatan kerjasama (MoU dan atau MoA) 2. Laporan Kegiatan Kerjasama

3. Format monitoring dan evaluasi Kerjasama oleh pimpinan unit kerja 4. Format monitoring dan evaluasi kerjasama oleh mitra

(27)

Page | 27 BAB VII

PENUTUP

Pedoman kerjasama ini di lingkungan IAIM Sinjai ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya oleh Rektor IAIM Sinjai dalam bentuk Surat Keputusan sebagai landasan dan pedoman kerja bidang kerjasama dan urusan Internasional IAIM Sinjai kepada mitra baik di lingkungan PTM maupun dengan Perguruan Tinggi lain, Lembaga, Institusi Pemerintah dan Swasta dalam rangka pengembangan dan peningkatan mutu Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai. Dan apabila dikemudian hari terdapat perubahan akibat diterbitkannya peraturan baru oleh pemerintah dan atau adanya kebijakan baru dari PP Muhammadiyah yang berkaitan dengan kerjasama perguruan tinggi, maka akan dilakukan penyesuaian sebagaimana mestinya.

Semoga dengan tersusunnya Pedoman Kerjasama ini dapat meningkatkan Sistem Penjaminan Mutu internal di IAIM Sinjai, khususnya dalam bidang kerjasama, dan meningkatkan jumlah kerjasama yang terjalin antara PTM dengan berbagai mitra, baik dari kalangan perguruan tinggi maupun dunia industri dalam rangka kemajuan layanan pendidikan di IAIM Sinjai.

(28)

Page | 28 Lampiran 1. Standar Operasional Prosedur Tata Cara Dan Pengaturan Kerjasama

Tujuan

Menetapkan tata cara dan pengaturan kerjasama di Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai (IAIM SINJAI)

Ruang Lingkup

Dokumen tata cara dan pengaturan kerjasama ini menjadi pedoman melakukan seluruh bentuk kerjasama di IAIM SINJAI yang meliputi bidang manajemen universitas, pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, penerbitan dan kegiatan kerjasama lainnya.

Definisi

1. Dokumen adalah informasi dan media pendukungnya

2. Pedoman adalah panduan terhadap suatu urusan dan kegiatan

3. Pengaturan adalah cara untuk merapikan kegiatan dan segala hal agar berjalan baik.

4. Kerjasama adalah bentuk hubungan yang bersifat saling menguntungkan kedua belah pihak yang bersepakat.

Rujukan

1. Statuta IAIM SINJAI

2. Standar Nasional Indonesia BAN PT tentang tata pamong di PT Garis Besar Prosedur

1. Kerjasama yang dimaksud disini adalah kerjasama di seluruh tingkatan unit kerja di IAIM SINJAI

2. Usulan kerjasama dapat muncul dari pihak internal IAIM SINJAI dan eksternal IAIM SINJAI

3. Pihak internal IAIM SINJAI yang dapat mengusulkan kerjasama terdiri dari tingkatan institusi IAIM SINJAI, Fakultas, Program Studi, Laboratorium, Lembaga, Pusat Studi, Badan dan UPT kepada rektor. 4. Rektor memberikan izin kerjasama dengan pertimbangan bahwa usulan

(29)

Page | 29 pengembangan IAIM SINJAI dengan prinsip saling membantu dan menguntungkan kedua belah pihak

5. Setelah mendapat izin tertulis dari rektor, maka pihak pengusul internal dapat menindaklanjuti pengajuan kerjasama kepada pihak luar sesuai dengan tingkatan unit kerja.

6. Pihak pengusul internal dapat menyusun Memorandum of Understanding (MoU) dengan rincian sesuai kebutuhannya.

7. Pihak pengusul internal menjadi penanda tangan MoU untuk mewakili institusi/unitkerja

8. Pihak pengusul internal wajib memberikan tembusan dan salinan MoU kepada unit kerja diatasnya untuk diarsipkan.

9. Pihak yang menandatangani MoU memberikan laporan per semester mengenai kegiatan hasil kerjasama tersebut kepada rektor melalui unit kerja diatasnya.

10. Pihak eksternal dapat mengusulkan kerjasama kepada semua tingkatan unit kerja di institusi ; IAIM SINJAI, Fakultas, Program Studi, Laboratorium, Lembaga, Pusat Studi, Badan dan UPT dengan menujukan surat usulan kerjasama kepada rektor.

11. Jika surat usulan tersebut ditujukan langsung kepada unit kerja, maka unit kerja dapat mengusulkan izin kerjasama tersebut kepada rektor.

12. Rektor memberikan izin kerjasama dengan pertimbangan bahwa usulan kerjasama merujuk kepada rencana strategis dan analisis kebutuhan pengembangan IAIM SINJAI dengan prinsip saling membantu dan menguntungkan kedua belah pihak

13. Setelah mendapat izin tertulis dari rektor, maka kerjasama dapat ditindaklanjuti sesuai dengan tingkatan unit kerja.

14. Pihak pengusul internal/eksternal dapat menyusun Memorandum of Understanding (MoU) dengan rincian sesuai kebutuhannya.

15. Pihak pengusul internal menjadi penanda tangan MoU untuk mewakili institusi/unitkerja

16. Pihak pengusul internal wajib memberikan tembusan dan salinan MoU kepada unit kerja diatasnya untuk diarsipkan.

17. Selain itu tembusan dan salinan harus ditembuskan pula kepada unit kerja yang berhubungan dan sesuai dengan tujuan kerjasama tersebut, misalnya ; kerjasama penelitian yang dilakukan oleh laboratorium selain memberikan

(30)

Page | 30 tembusan kepada program studi dan fakultas harus memberikan tembusan kepada LPPM sebagai lembaga payung bidang penelitian. Demikian seterusnya.

18. Pihak yang menandatangani MoU memberikan laporan per semester mengenai kegiatan hasil kerjasama tersebut kepada rektor melalui unit kerja diatasnya.

(31)

Page | 31 Bagan Alir

1. Prosedur Pengusulan Kerjasama yang dilakukan Institut

Mulai

Mengajukan izin kerjasama IAIM SINJAI/Eksternal kepada rektor

Menerima dan mempelajari usulan

Rektor kerjasama dari pihak

internal/eksternal

Memberikan izin kerjasama Rektor ditindaklanjuti setelah persyaratan

terpenuhi

IAIM

SINJAI/Pihak Menyusun MoU bersama dan

Eksternal menandatanganinya

Memberikan MoU tembusan IAIM SINJAI kepada Rektor untuk arsip

Memberikan laporan kegiatan IAIM SINJAI kerjasama per semester kepada

rektor

(32)

Page | 32 2. Prosedur pengusulan kerjasama yang dilakukan fakultas

Mulai

Mengajukan izin kerjasama

Fakultas/Eksternal kepada rektor

Menerima dan mempelajari usulan

Rektor kerjasama dari pihak

internal/eksternal

Memberikan izin kerjasama Rektor ditindaklanjuti setelah persyaratan

terpenuhi

Fakultas/ Pihak Menyusun MoU bersama dan

Eksternal menandatanganinya

Fakultas/ Pihak Memberikan MoU tembusan

Eksternal kepada Rektor untuk arsip

Memberikan laporan kegiatan Fakultas kerjasama per semester kepada

rektor

(33)

Page | 33 3. Prosedur pengusulan kerjasama yang dilakukan program studi

Mulai

Program Mengajukan izin kerjasama

Studi/Eksternal kepada rektor melalui fakultas

Menerima dan mempelajari usulan Fakultas kerjasama dari program studi meneruskannya kepada rektor

Memberikan izin kerjasama Rektor ditindaklanjuti setelah persyaratan

terpenuhi

Program Studi/ Menyusun MoU bersama dan

Pihak Eksternal menandatanganinya

Program Studi/ Memberikan MoU tembusan Pihak Eksternal kepada Rektor untuk arsip

Program Studi/ Memberikan laporan kegiatan Pihak Eksternal kerjasama per semester kepada

rektor

(34)

Page | 34 4. Prosedur pengusulan kerjasama yang dilakukan oleh Lembaga

Mulai Lembaga Rektor Rektor Lembaga/ Pihak Eksternal \ dan Lembaga/ Pihak Eksternal Lembaga/ Pihak Eksternal

Mengajukan izin kerjasama kepada rektor

Menerima dan mempelajari usulan kerjasama dari Pusat, Badan, UPT

dan Lembaga

Memberikan izin kerjasama ditindaklanjuti setelah persyaratan

terpenuhi

Menyusun MoU bersama dan menandatanganinya

Memberikan MoU tembusan kepada Rektor untuk arsip

Memberikan laporan kegiatan kerjasama per semester kepada

rektor

(35)

Page | 35 Lampiran 2. Instrumen Monitoring dan Evaluasi Kerjasama oleh Pimpinan Unit Kerja

No Aspek Butir Standar (Indikator)

Rubrik

4 3 2 1 0

Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang

1. Hakekat Kerjasama

IAIM Sinjai memiliki kerja sama dengan mitra yang

ditindaklanjuti decara konsisten

100 % MoU di IAIM Sinjai ditindaklanjuti secara konsisten yang terdokumentasi dengan baik 81-99 % MoU di IAIM Sinjai ditindaklanjuti secara konsisten yang terdokumentasi dengan baik 71-80% MoU di IAIM Sinjai ditindaklanjuti secara konsisten yang terdokumentasi dengan baik 61-70 % MoU di IAIM Sinjai ditindaklanjuti secara konsisten yang terdokumentasi dengan baik <60% MoU di IAIM Sinjai ditindaklanjuti secara konsisten yang terdokumentasi dengan baik IAIM Sinjai memiliki kerja

sama baik lembaga pemerintah maupun swasta

Ada kerja sama IAIM Sinjai dengan instansi lembaga pemerintah dan swasta yang relevan dengan bidang-bidang keahlian institut dan dokumen

tindaklanjut kerjasama sangat lengkap

Ada kerja sama IAIM Sinjai dengan instansi lembaga pemerintah dan swasta yang relevan dengan bidang-bidang keahlian institut dan dokumen tindaklanjut kerjasama kurang lengkap

Ada kerja sama IAIM Sinjai dengan instansi lembaga pemerintah dan swasta yang relevan dengan bidang-bidang keahlian institut dan dokumen tindaklanjut kerjasama tidak lengkap

Ada kerja sama IAIM Sinjai dengan instansi lembaga pemerintah dan swasta yang relevan dengan bidang-bidang keahlian institut dan dokumen tindaklanjut

kerjasama tidak ada

Tidak ada kerja sama IAIM Sinjai dengan instansi lembaga pemerintah dan swasta yang relevan dengan bidang-bidang keahlian institut dan dokumen

tindaklanjut kerjasama sangat lengkap

IAIM Sinjai memiliki mitra kerjasama baik di dalam maupun di luar negeri

IAIM Sinjai memiliki mitra kerjasama baik di dalam maupun di luar negeri sangat banyak dalam jumlah semuanya relevan dengan bidang keahlian yang ada di IAIM Sinjai

IAIM Sinjai memiliki mitra kerjasama baik di dalam maupun di luar negeri sangat banyak dalam jumlah semuanya relevan dengan bidang keahlian yang ada di IAIM Sinjai

IAIM Sinjai memiliki mitra kerjasama baik di dalam maupun di luar negeri sangat banyak dalam jumlah semuanya relevan dengan bidang keahlian yang ada di IAIM Sinjai

Sangat sedikit mitra kerjasama IAIM Sinjai baik di dalam maupun di luar negeri

IAIM Sinjai belum ada mitra

kerjasama baik di dalam maupun di luar negeri

(36)

Page | 36 No Aspek Butir Standar (Indikator)

Rubrik

4 3 2 1 0

Sangat baik Baik Cukur Kurang Sangat Kurang

Pejabat Pembuat MoU adalah pimpinan

100 % dokumen MoU di tandatangai oleh pimpinan kedua belah pihak

81-99 % dokumen MoU di tandatangai oleh pimpinan kedua belah pihak

71-80% dokumen MoU di tandatangai oleh pimpinan kedua belah pihak

61-70 % dokumen MoU di tandatangai oleh pimpinan kedua belah pihak <60% dokumen MoU di tandatangai oleh pimpinan kedua belah pihak 2. Syarat pihak mitra

Mitra kerjasama IAIM SINJAI tidak melakukan penetrasi ideologi yang bertentangan dengan ideologi negara dan Muhammadiyah

Mitra kerjasama IAIM SINJAI tidak

melakukan penetrasi ideologi yang

bertentangan dengan ideologi negara dan Muhammadiyah dibuktikan dengan tanda tangan dari saksi, serta ditinjau secara kontinue minimal 1 tahun sekali

Mitra kerjasama IAIM SINJAI tidak melakukan penetrasi ideologi yang

bertentangan dengan ideologi negara dan Muhammadiyah dibuktikan dengan tanda tangan dari saksi, serta ditinjau secara kontinue minimal 2 tahun sekali

Mitra kerjasama IAIM SINJAI tidak melakukan penetrasi ideologi yang

bertentangan dengan ideologi negara dan Muhammadiyah dibuktikan dengan tanda tangan dari saksi, serta ditinjau secara kontinue minimal 3 tahun sekali

Mitra kerjasama IAIM SINJAI tidak melakukan penetrasi ideologi yang

bertentangan dengan ideologi negara dan Muhammadiyah dibuktikan dengan tanda tangan dari saksi, serta ditinjau secara kontinue minimal 4 tahun sekali

Mitra kerjasama IAIM SINJAI tidak melakukan penetrasi ideologi yang

bertentangan dengan ideologi negara dan Muhammadiyah dibuktikan dengan tanda tangan dari saksi, serta ditinjau secara kontinue minimal 5 tahun sekali

Mitra kerjasam IAIM SINJAI tidak sedang dalam sengketa dengan pihak lain atau sedang dihukum berdasarkan

keputusan pengadilan

Semua mitra kerjasam IAIM SINJAI tidak sedang dalam sengketa dengan pihak lain atau sedang dihukum berdasarkan keputusan pengadilan dibuktikan dengan tanda tangan dari saksi, serta ditinjau secara kontinue minimal 1 tahun sekali

Semua mitra kerjasam IAIM SINJAI tidak sedang dalam sengketa dengan pihak lain atau sedang dihukum berdasarkan

keputusan pengadilan dibuktikan dengan tanda tangan dari saksi, serta ditinjau secara kontinue minimal 2 tahun sekali

Semua mitra kerjasam IAIM SINJAI tidak sedang dalam sengketa dengan pihak lain atau sedang dihukum berdasarkan

keputusan pengadilan dibuktikan dengan tanda tangan dari saksi, serta ditinjau secara kontinue minimal 3 tahun sekali

Semua mitra kerjasam IAIM SINJAI tidak sedang dalam sengketa dengan pihak lain atau sedang dihukum berdasarkan

keputusan pengadilan dibuktikan dengan tanda tangan dari saksi, serta ditinjau secara kontinue minimal 4 tahun sekali

Semua mitra kerjasam IAIM SINJAI tidak sedang dalam sengketa dengan pihak lain atau sedang dihukum berdasarkan

keputusan pengadilan dibuktikan dengan tanda tangan dari saksi, serta ditinjau secara kontinue minimal 5 tahun sekali

(37)

Page | 37 No Aspek Butir Standar (Indikator)

Rubrik

4 3 2 1 0

Sangat baik Baik Cukur Kurang Sangat Kurang

Tujuan kerjasama IAIM Sinjai dengan pihak mitra adalah meningkatkan kinerja kedua belah pihak. Tujuan kerjasama adalah untuk meningkatkan mutu program dan pengembangan lembaga serta keberlanjutan

kerjasama kedua belah pihak yang dilakukan minimal 1tahun sekali

Tujuan kerjasama adalah untuk meningkatkan mutu program dan pengembangan lembaga serta keberlanjutan kerjasama kedua belah pihak yang dilakukan minimal 2 tahun sekali Tujuan kerjasama adalah untuk meningkatkan mutu program dan pengembangan lembaga serta keberlanjutan kerjasama kedua belah pihak yang dilakukan 3 tahun sekali Tujuan kerjasama adalah untuk meningkatkan mutu program dan pengembangan lembaga serta keberlanjutan kerjasama kedua belah pihak yang dilakukan 4 tahun sekali Tujuan kerjasama adalah untuk meningkatkan mutu program dan pengembangan lembaga serta keberlanjutan kerjasama kedua belah pihak yang dilakukan 5 tahun sekali

Mitra kerjasama IAIM SINJAI adalah lembaga resmi bukan partai politik atau afiliasi dari partai politik

Mitra kerjasama IAIM SINJAI adalah

lembaga resmi bukan partai politik atau afiliasi dari partai politik serta ditinjau secara kontinue

minimal 1 tahun sekali

Mitra kerjasama IAIM SINJAI adalah lembaga resmi bukan partai politik atau afiliasi dari partai politik serta ditinjau secara kontinue minimal 2 tahun sekali

Mitra kerjasama IAIM SINJAI adalah lembaga resmi bukan partai politik atau afiliasi dari partai politik serta ditinjau secara kontinue minimal 3 tahun sekali

Mitra kerjasama IAIM SINJAI adalah lembaga resmi bukan partai politik atau afiliasi dari partai politik serta ditinjau secara kontinue minimal 4 tahun sekali

Mitra kerjasama IAIM SINJAI adalah lembaga resmi bukan partai politik atau afiliasi dari partai politik serta ditinjau secara kontinue minimal 5 tahun sekali

Mitra kerjasam IAIM SINJAI bukan perusahaan rokok/ miras maupun perusahaan yang memproduksi produk haram

Mitra kerjasam IAIM SINJAI bukan

perusahaan rokok/ miras maupun perusahaan yang memproduksi produk haram serta ditinjau secara kontinue

minimal 1 tahun sekali

Mitra kerjasam IAIM SINJAI bukan

perusahaan rokok/ miras maupun perusahaan yang memproduksi produk haram serta ditinjau secara kontinue minimal 2 tahun sekali

Mitra kerjasam IAIM SINJAI bukan

perusahaan rokok/ miras maupun perusahaan yang memproduksi produk haram serta ditinjau secara kontinue minimal 3 tahun sekali

Mitra kerjasam IAIM SINJAI bukan

perusahaan rokok/ miras maupun perusahaan yang memproduksi produk haram serta ditinjau secara kontinue minimal 4 tahun sekali

Mitra kerjasam IAIM SINJAI bukan

perusahaan rokok/ miras maupun perusahaan yang memproduksi produk haram serta ditinjau secara kontinue minimal 5 tahun sekali

(38)

Page | 38 No Aspek Butir Standar (Indikator)

Rubrik

4 3 2 1 0

Sangat baik Baik Cukur Kurang Sangat Kurang

3. Masa kerjsama dan

pelaksanaan

Masa kerjasama IAIM Sinjai dengan pihak mitra ditentukan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak

100% dokumen MoU tercantum masa

kerjsama dalam jangka waktu tertentu yang ditanda tangani oleh pimpinan kedua belah pihak

81-99 % dokumen MoU tercantum masa kerjsama dalam jangka waktu tertentu yang ditanda tangani oleh pimpinan kedua belah pihak

71-80% dokumen MoU tercantum masa kerjsama dalam jangka waktu tertentu yang ditanda tangani oleh pimpinan kedua belah pihak

61-70 % dokumen MoU tercantum masa kerjsama dalam jangka waktu tertentu yang ditanda tangani oleh pimpinan kedua belah pihak

<60% dokumen MoU tercantum masa kerjsama dalam jangka waktu tertentu yang ditanda tangani oleh pimpinan kedua belah pihak

Pelaksanaan kerjasama IAIM SINJAI dengan mitra

diketahui oleh semua komponen yang terkait

Dokumen rancangan, proses pelaksanaan, dan hasil kerjasama selama berlangsung dapat diakses oleh semua pemangku kepentingan

Dokumen rancangan, proses pelaksanaan, dan hasil kerjasama selama berlangsung hanya dapat diakses oleh semua

pemangku

kepentingan internal

Dokumen rancangan, proses pelaksanaan dan hasil kerjasama selama berlangsung dapat diakses oleh pimpinan IAIM Sinjai

Tidak ditemukan bukti dokumen rancangan, proses pelaksanaan dan hasil kerjasama selama berlangsung antara pihak IAIM Sinjai dengan mitra

Tidak terdapat kerjasama

Setiap kerjasam IAIM SINJAI dengan mitra harus diadakan evaluasi terhadap pelaksanaan kerjasama secara rutin

100% bentuk

kerjasama IAIM Sinjai dengan mitra ada hasil monitoring dan

evaluasi kerjasama secara berkala selama kerjasama berlangsung

81-99 % bentuk kerjasama IAIM Sinjai dengan mitra ada hasil monitoring dan evaluasi kerjasama secara berkala selama kerjasama berlangsung 71-80% bentuk kerjasama IAIM Sinjai dengan mitra ada hasil monitoring dan evaluasi kerjasama secara berkala selama kerjasama berlangsung 61-70 % bentuk kerjasama IAIM Sinjai dengan mitra ada hasil monitoring dan evaluasi kerjasama secara berkala selama kerjasama berlangsung <60% bentuk kerjasama IAIM Sinjai dengan mitra ada hasil monitoring dan evaluasi

kerjasama secara berkala selama kerjasama berlangsung

(39)

Page | 39 No Aspek Butir Standar (Indikator)

Rubrik

4 3 2 1 0

Sangat baik Baik Cukur Kurang Sangat Kurang

4. Mitra dalam negeri

Mitra kerjasama IAIM Sinjai dalam negeri adalah lembaga resmi yang memiliki reputasi yang baik

Mitra kerjasama IAIM Sinjai dalam negeri adalah lembaga resmi yang memiliki reputasi yang baik dibuktikan dengan tanda tangan dari saksi, serta ditinjau secara kontinue minimal 1 tahun sekali

Mitra kerjasama IAIM Sinjai dalam negeri adalah lembaga resmi yang memiliki reputasi yang baik dibuktikan dengan tanda tangan dari saksi, serta ditinjau secara kontinue minimal 2 tahun sekali

Mitra kerjasama IAIM Sinjai dalam negeri adalah lembaga resmi yang memiliki reputasi yang baik dibuktikan dengan tanda tangan dari saksi, serta ditinjau secara kontinue minimal 3 tahun sekali

Mitra kerjasama IAIM Sinjai dalam negeri adalah lembaga resmi yang memiliki reputasi yang baik dibuktikan dengan tanda tangan dari saksi, serta ditinjau secara kontinue minimal 4 tahun sekali

Mitra kerjasama IAIM Sinjai dalam negeri adalah lembaga resmi yang memiliki reputasi yang baik dibuktikan dengan tanda tangan dari saksi, serta ditinjau secara kontinue minimal 5 tahun sekali

Mitra kerjasama IAIM Sinjai dalam negeri terdiri dari lembaga pendidikan, keagamaan, kesehatan, industri, hukum, ekonomi, sosial, budaya, pertanian, dan humaniora.

Mitra kerjasama IAIM Sinjai dalam negeri terdiri dari minimal 10 lembaga yang telah ditentukan

Mitra kerjasama IAIM Sinjai dalam negeri terdiri dari minimal 9 lembaga yang telah ditentukan

Mitra kerjasama IAIM Sinjai dalam negeri terdiri dari minimal 8 lembaga yang telah ditentukan

Mitra kerjasama IAIM Sinjai dalam negeri terdiri dari minimal 7 lembaga yang telah ditentukan

Mitra kerjasama IAIM Sinjai dalam negeri terdiri dari minimal 6 lembaga yang telah ditentukan

Mitra kerjasama IAIM Sinjai dalam negeri harus

mempunyai manfaat untuk pengembangan prodi, fakultas, dan IAIM Sinjai serta

persyarikatan Muhammadiyah

Manfaat dan kepuasan hasil kerjasama dalam negeri dapat dirasakan sebagai bahan untuk meningkatkan mutu program studi, fakultas IAIM Sinjai, dan persyarikatan serta keberlanjutan

kerjasama kedua mitra yang bersangkutan Manfaat dan kepuasan hasil kerjasama dalam negeri dapat dirasakan sebagai bahan untuk meningkatkan mutu dan pengembangan internal Manfaat dan kepuasan hasil kerjasama dalam negeri dapat dirasakan sebagai bahan untuk meningkatkan mutu dan pengembangan dan pimpinan IAIM Sinjai. Manfaat dan kepuasan hasil kerjasama dalam negeri dapat dirasakan sebagai bahan untuk meningkatkan mutu salah satu program mitra yang

bersangkutan

Tidak ditemukan bukti tentang manfaat dan kepuasan hasil kerjasama

(40)

Page | 40 No Aspek Butir Standar (Indikator)

Rubrik

4 3 2 1 0

Sangat baik Baik Cukur Kurang Sangat Kurang

5. Mitra luar negeri

Mitra kerjasama IAIM Sinjai luar negeri adalah lembaga resmi yang memiliki reputasi yang baik dan mempunyai reputasi internasional

Mitra kerjasama IAIM Sinjai luar negeri adalah lembaga resmi yang memiliki reputasi internasional

dibuktikan dengan tanda tangan dari saksi, serta ditinjau secara kontinue minimal 1 tahun sekali

Mitra kerjasama IAIM Sinjai luar negeri adalah lembaga resmi yang memiliki reputasi internasional dibuktikan dengan tanda tangan dari saksi, serta ditinjau secara kontinue minimal 2 tahun sekali

Mitra kerjasama IAIM Sinjai luar negeri adalah lembaga resmi yang memiliki reputasi internasional dibuktikan dengan tanda tangan dari saksi, serta ditinjau secara kontinue minimal 3 tahun sekali

Mitra kerjasama IAIM Sinjai luar negeri adalah lembaga resmi yang memiliki reputasi internasional dibuktikan dengan tanda tangan dari saksi, serta ditinjau secara kontinue minimal 4 tahun sekali

Mitra kerjasama IAIM Sinjai luar negeri adalah lembaga resmi yang memiliki reputasi internasional dibuktikan dengan tanda tangan dari saksi, serta ditinjau secara kontinue minimal 5 tahun sekali

Mitra kerjasama IAIM Sinjai luar negeri terdiri dari

lembaga pendidikan, keagamaan, kesehatan, industri, hukum, ekonomi, sosial, budaya, pertanian, dan humaniora.

Mitra kerjasama IAIM Sinjai luar negeri terdiri dari minimal 10 lembaga yang telah ditentukan

Mitra kerjasama IAIM Sinjai luar negeri terdiri dari minimal 9 lembaga yang telah ditentukan

Mitra kerjasama IAIM Sinjai luar negeri terdiri dari minimal 8 lembaga yang telah ditentukan

Mitra kerjasama IAIM Sinjai luar negeri terdiri dari minimal 7 lembaga yang telah ditentukan

Mitra kerjasama IAIM Sinjai luar negeri terdiri dari minimal 6 lembaga yang telah ditentukan

Mitra kerjasama IAIM Sinjai luar negeri harus mempunyai manfaat untuk pengembangan prodi, fakultas, dan IAIM Sinjai serta persyarikatan Muhammadiyah

Manfaat dan kepuasan hasil kerjasama luar negeri dapat dirasakan sebagai bahan untuk meningkatkan mutu program studi, fakultas IAIM Sinjai, dan persyarikatan serta keberlanjutan

kerjasama kedua mitra yang bersangkutan

Manfaat dan kepuasan hasil kerjasama luar negeri dapat dirasakan sebagai bahan untuk meningkatkan mutu dan pengembangan internal

Manfaat dan kepuasan hasil kerjasama luar negeri dapat dirasakan sebagai bahan untuk meningkatkan mutu dan pengembangan dan pimpinan IAIM Sinjai.

Manfaat dan kepuasan hasil kerjasama luar negeri dapat dirasakan sebagai bahan untuk meningkatkan mutu salah satu program mitra yang

bersangkutan

Tidak ditemukan bukti tentang manfaat dan kepuasan hasil kerjasama

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Untuk meningkatkan kenyamanan investor dalam melakukan transaksi di pasar modal, KSEI telah mengimplementasikan Sistem Manajemen Keaman­ an Informasi (SMKI) dengan meraih

Kerjasama yang dimaksudkan dalam monev kepuasan mitra kerjasama luar negeri adalah semua kegiatan yang dijalankan mulai dari kesepakatan kerjasama, palaksanaan

Berdasarkan data hasil pengamatan Siklus 2, diketahui pelaksanaan tindakan pada siklus II yang teramati oleh peneliti antara lain (1) Hasil pengamatan aktifitas peserta

Setiap perusahaan harus mempunyai program jaminan kualitas yang efektif yaitu dengan cara selalu dilakukan pengawasan dan peningkatan terhadap kualitas produknya, Produk

Kebijakan SPMI Universitas Muhammadiyah Sinjai diorientasikan pada pemenuhan standar mutu Universitas Muhammadiyah Sinjai yang meliputi Standar Jati diri, Standar Al

di dominasi oleh modal usaha sendiri sebanyak 15 orang atau 75% informan, kemudian sebanyak 2 orang atau 10% informan meminjam modal usaha dari keluarga mereka

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan mitra dapat memperoleh bantuan dan arahan untuk mengatasi segala permasalahan usaha yang dihadapi. Penerapan