• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

LKJIP KESBANGPOL TAHUN 2020 Page 1

BAB I

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKJIP) Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Semarang Tahun 2020 dilaksanakan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 dan Surat Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Nomor 239/IX/6/8/2003. Hal ini merupakan bagian dari implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah guna mendorong terwujudnya sebuah pemerintahan yang baik (Good Governance) di Indonesia sebagaimana telah diamanahkan oleh rakyat melalui Tap MPR Nomor IX Tahun 1998.. Dengan disusunnya LKJIP Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Semarang ini, diharapkan dapat bermanfaat untuk :

1. Mendorong Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik untuk dapat menyelenggarakan tugas umum pemerintahan dalam Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri secara baik dan benar, yang didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, kebijaksanaan yang transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

2. Menjadikan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik akuntabel, sehingga dapat beroperasi secara efisien, efektif dan responsive terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungan.

3. Menjadikan masukan dan umpan balik dari pihak-pihak yang berkepentingan dalam rangka meningkatkan kinerja Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Semarang.

4. Terpeliharanya kepercayaan masyarakat di Kabupaten Semarang terhadap Penyelenggaraan Pemerintahan Kabupaten Semarang.

A. GAMBARAN UMUM PERANGKAT DAERAH

I. TUGAS POKOK DAN FUNGSI

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 19 Tahun 2008 tentang Organisasi Dan tata Kerja Badan Perencanaan Pembangunan daerah, Inspektorat, Lembaga Teknis Daerah Dan Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Semarang, sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 11 tahun 2013 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Nomor 19 Tahun 2008 tentang Organisasi Dan tata Kerja

(2)

LKJIP KESBANGPOL TAHUN 2020 Page 2 Badan Perencanaan Pembangunan daerah, Inspektorat, Lembaga Teknis Daerah Dan Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Semarang, Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Semarang mempunyai tugas pokok dan fungsi sebagai berikut :

1. Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik merupakan unsur pendukung tugas Bupati dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Bidang Kesatuan Bangsa dan Poitik yang dipimpin oleh seorang kepala kantor yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. 2. Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik, mempunyai tugas membantu Bupati

dalam penyelenggaraan Pemerintah Daerah di Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik.

3. Dalam menyelenggarakan tugas, Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik mempunyai fungsi :

 Perumusan kebijakan teknis di Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik;  Pemberian dukungan atas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di

Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik yang meliputi kesatuan bangsa, politik, kemasyarakatan dan kewaspadaan daerah, serta kesekretariatan;  Pembinaan dan pelaksanaan tugas di Bidang Kesatuan Bangsa dan

Politik yang meliputi kesatuan bangsa, politik, kemasyarakatan dan kewaspadaan daerah, serta kesekretariatan;

 Pembinaan terhadap Unit Pelaksana Teknis dalam lingkup Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik;

 Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Dalam membantu Bupati untuk penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik. Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik mempunyai tugas pokok sebagai berikut :

1. Merumuskan program kegiatan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan sumber data yang tersedia sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan.

2. Menjabarkan perintah atasan melalui pengkajian permasalahan dan peraturan perundang-undangan agar pelaksanaan tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

(3)

LKJIP KESBANGPOL TAHUN 2020 Page 3

3. Membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan bidang tugasnya memberikan arahan dan petunjuk secara lisan maupun tertulis guna meningkatkan kelancaran pelaksanaan tugas.

4. Melaksanakan koordinasi dengan Instansi terkait baik secara langsung maupun tidak tidak langsung untuk mendapatkan masukan informasi serta untuk mengevaluasi permasalahan agar diperoleh hasil kerja yang optimal. 5. Merumuskan kebijakan Bupati di bidang Kesatuan Bangsa dan

Politik berdasarkan wewenang yang diberikan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai bahan arahan operasional.

6. Mengkoordinasikan dan fasilitasi kegiatan pengembangan nilai-nilai kebangsaan memberdayakan kesatuan dan kerukunan masyarakat yang kondusif.

7. Mengendalikan pelaksanaan kegiatan pengembangan nilai-nilai kebangsaan, pemberdayaan kesatuan dan kerukunan masyarakat, organisasi kemasyarakatan, politik sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam rangka mewujudkan situasi daerah yang kondusif.

8. Membina pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang kesatuan bangsa dan politik sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dan kebijakan yang ditetapkan Bupati.

9. Melaksanakan fasilitasi hubungan antar lembaga pemerintahan daerah, DPRD, lembaga politik dan kemasyarakatan lainnya.

10. Menyelenggarakan koordinasi musyawarah di daerah.

11. Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan operasional kesatuan bangsa, politik, kewaspadaan daerah, dan ketahanan kemasyarakatan.

12. Menyampaikan laporan pelaksanaan tugas kepada atasan sebagai dasar pengambilan kebijakan.

13. Menyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan secara lisan maupun tertulis sebagai bahan masukan guna kelancaran pelaksanaan tugas. 14. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan atasan sesuai dengan

tugas dan fungsinya.

II. STRUKTUR ORGANISASI

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Semarang nomor 19 Tahun 2013 dan Peraturan Bupati Nomor 83 Tahun 2013 tentang Tugas pokok, Fungsi dan Rincian Tugas Bappeda, Inspektorat, Lembaga Teknis Daerah, Kantor Penanaman Modal Dan Perijinan Terpadu dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Semarang, Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik mempunyai Tugas pokok, Fungsi dan Rincian Tugas sebagai berikut :

(4)

LKJIP KESBANGPOL TAHUN 2020 Page 4 I. KEPALA

1. TUGASPOKOK:

Melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan Daerah dibidang kesatuan bangsa dan politik.

2. FUNGSI :

a. perumusan kebijakan teknis dibidang kesatuan bangsa dan politik; b. pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah

dibidang kesatuan bangsa dan organisasi masyarakat dan organisasi politik;

c. pembinaan dan pelaksanaan tugas bidang kesatuan bangsa dan organisasi masyarakat dan organisasi politik; dan

d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati.

3. RINCIANTUGAS:

a. merumuskan program kerja dan anggaran Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik;

b. membagi tugas kepada bawahan dan mengarahkan pelaksanaan kegiatan;

c. merumuskan kebijakan dibidang kesatuan bangsa dan politik;

d. membina pelaksanaan urusan pemerintahan bidang kesatuan bangsa dan politik ;

e. mengoordinasikan dan fasilitasi kegiatan dibidang pengembangan nilai-nilai kebangsaan, pemberdayaan kesatuan dan kerukunan masyarakat dan pembinaan organisasi masyarakat dan politik;

(5)

LKJIP KESBANGPOL TAHUN 2020 Page 5

f. mengendalikan pelaksanaan kegiatan pengembangan nilai-nilai kebangsaan, pemberdayaan kesatuan dan kerukunan masyarakat dan organisasi kemasyarakatan dan politik;

g. menyelenggarakan ketatausahaan kantor ;

h. melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik ;

i. menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik ;

j. menyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan guna kelancaran pelaksanaan tugas; dan

k. melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

II. SUBAGIANTATAUSAHA 1. TUGASPOKOK:

Melaksanakan sebagian tugas Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik dibidang penyusunan perencanaan, administrasi umum, administrasi kepegawaian, dan keuangan.

2. RINCIANTUGAS:

a. menyusun program kerja dan anggaran Subbagian Tata Usaha; b. membagi tugas kepada bawahan dan mengarahkan pelaksanaan

kegiatan;

c. melaksanakan urusan administrasi umum, pengurusan rumah tangga, dokumentasi, perpustakaan dan kearsipan, serta pengelolaan administrasi kepegawaian dan keuangan;

d. mengoordinasikan penyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA)/ Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) atau Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

e. melaksanakan pengendalian dan verifikasi serta pelaporan keuangan kantor;

f. merencanakan dan melaksanakan pengadaan barang, inventarisasi dan pemeliharaan barang kekayaan Kantor;

g. mengoordinasikan penyusunan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan Kantor;

h. melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subbagian Tata Usaha;

(6)

LKJIP KESBANGPOL TAHUN 2020 Page 6

i. menyusun laporan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan Subbagian Tata Usaha;

j. menyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan guna kelancaran pelaksanaan tugas; dan

k. melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

III. SEKSIKESATUANBANGSA 1. TUGASPOKOK:

Melaksanakan sebagian tugas Kantor Kesatuan Bangsa Dan Politik dibidang kesatuan bangsa.

2. RINCIANTUGAS:

a. menyusun program kerja dan anggaran Seksi Kesatuan Bangsa; b. membagi tugas kepada bawahan dan mengarahkan pelaksanaan

kegiatan;

c. menyiapkan bahan kebijakan teknis dibidang pengembangan nilai-nilai kebangsaan dan kerukunan masyarakat guna pelestarian nilai-nilai kebangsaan dan terciptanya ketentraman serta ketertiban umum; d. memfasilitasi kegiatan pengembangan nilai-nilai kebangsaan dan

kerukunan masyarakat guna pelestarian nilai-nilai kebangsaan dan terciptanya ketentraman serta ketertiban umum;

e. memfasilitasi kegiatan Forum Persatuan Bangsa Indonesia guna menciptakan pembauran dan kerukunan antar komponen bangsa; f. memfasilitasi kegiatan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM)

dan Komunitas Intelijen Daerah (KOMINDA) guna menciptakan kerukunan masyarakat dan menciptakan ketertiban dan ketentraman umum;

g. memfasilitasi kegiatan ketahanan seni dan budaya , agama dan kepercayaan, pembauran dan akulturasi budaya, dan penanganan masalah sosial kemasyarakatan;

h. memfasilitasi kegiatan Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) dan upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba ;

i. melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Seksi Kesatuan Bangsa;

j. menyusun laporan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan Seksi Kesatuan Bangsa;

(7)

LKJIP KESBANGPOL TAHUN 2020 Page 7

k. menyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan guna kelancaran pelaksanaan tugas; dan

l. melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

IV. SEKSIBINAORGANISASIMASYARAKATDANORGANISASIPOLITIK 1. TUGASPOKOK:

Melaksanakan sebagian tugas Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik dibidang bina organisasi masyarakat dan organisasi politik.

2. RINCIANTUGAS:

a. menyusun program kerja dan anggaran Seksi Bina Organisasi Masyarakat Dan Organisasi Politik;

b. membagi tugas kepada bawahan dan mengarahkan pelaksanaan kegiatan;

c. menyiapkan bahan kebijakan teknis bidang bina organisasi masyarakat dan organisasi politik;

d. melaksanakan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan dibidang sistem dan implementasi politik, kelembagaan politik pemerintahan, kelembagaan partai politik, budaya dan pendidikan politik, fasilitasi pemilu, pilpres, dan pilkada;

e. menyiapkan petunjuk teknis pembinaan lembaga, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, organisasi profesi dan lembaga swadaya masyarakat dalam rangka keikutsertaannya dalam pembangunan daerah;

f. memberikan pelayanan administrasi terhadap pendaftaran, dan rekomendasi izin kegiatan setiap lembaga, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, organisasi profesi, dan lembaga swadaya masyarakat yang akan melaksanaan kegiatan di daerah;

g. melaksanakan pengawasan penyelenggaraan ketahanan sumber daya alam, perdagangan, investasi, lembaga usaha ekonomi, dan ormas perekonomian ;

h. melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Seksi Bina Organisasi Masyarakat Dan Organisasi Politik;

i. menyusun laporan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan Seksi Bina Organisasi Masyarakat Dan Organisasi Politik;

(8)

LKJIP KESBANGPOL TAHUN 2020 Page 8

j. menyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan guna kelancaran pelaksanaan tugas; dan

k. melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

B. KETERSEDIAAN SUMBER DAYA MANUSIA

Kondisi aparatur atau pegawai di lingkungan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Semarang menurut jenisnya dapat dibedakan dari pegawai struktural, pegawai fungsional dan staf. Sumber Daya Manusia yang dimiliki oleh Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Semarang pada posisi 31 Desember 2020 sebanyak 12 pegawai. 1 (satu) orang diperbantukan di Bawaslu Propinsi Jawa Tengah. Sehingga Pegawai yang aktif sebanyak 11 Pegawai, dengan komposisi sebagai berikut :

Berdasarkan Pangkat dan Golongan :

Golongan IV (eselon IIIa : -

Golongan III (Eselon IVa) : 3 orang

Golongan III : 6 orang

Golongan II : 2 orang

Jumlah : 11 orang Berdasarkan Status Pendidikan:

Strata-2 (S2) : 3 orang

Strata-i (S1) : 4 orang

D3 : 1 orang

SMU : 3 orang

Jumlah : 11 orang Berdasarkan Jenis Kelamin :

Laki-laki : 7 orang

Perempuan : 4 orang

Jumlah : 11 orang

Selain 11 ASN, terdapat 5 (lima) orang Outsorching dengan formasi sebagai berikut :

Jenis Kelamin Jumlah Pendidikan Formasi

Laki-laki 4 orang SMU Driver, Tenaga Kebersihan, Penjaga Malam

(9)

LKJIP KESBANGPOL TAHUN 2020 Page 9 C. KETERSEDIAAN SARANA DAN PRASARANA PENUNJANG KINERJA

Untuk menunjang kinerja pegawai, sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Kantor Kesbangpol Kabupaten Semarang antara lain :

Uraian Jumlah (unit) Kondisi

Tanah 1

Gedung 1

Kendaraan Roda 4 2

Kendaraan Roda 2: Kondisi Baik

Kondisi Kurang Baik

11 10 1 LCD Proyektor 1 Laptop 4 UPS 8 Kamera : Kondisi Baik

Kondisi Kurang Baik

3

2 1 Komputer :

Kondisi Baik

Kondisi Kurang Baik

14

11 3 Printer :

Kondisi Baik

Kondisi Kurang Baik

11

10 1 Meja:

Kondisi Baik

Kondisi Kurang Baik

21

21 - Kursi :

Kondisi Baik

Kondisi Kurang Baik

51

44 7 AC :

Kondisi Baik

Kondisi Kurang Baik

8 4 4 Filling Kabinet : 22 Televisi : Kondisi Baik

Kondisi Kurang Baik

2

1 1

Lemari : 10

(10)

LKJIP KESBANGPOL TAHUN 2020 Page 10 D. KETERSEDIAAN SUMBER DAYA KEUANGAN YANG MENDUKUNG PELAKSANAAN

TUGAS POKOK DAN FUNGSI PERANGKAT DAERAH PADA TAHUN BERKENAAN Di Tahun 2020 Anggaran Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Semarang sebesar Rp 3.422.768.000,- yang terdiri dari Belanja Tidak Langsung sebesar Rp 1.204.017.000,- dan Belanja Langsung sebesar Rp 2.218.751.000,- yang digunakan untuk melaksanakan 13 Program dan 29 Kegiatan dengan capaian program dan kegiatan sebagai berikut :

NO URAIAN PENETAPAN ANGGARAN (Rp) ANGGARAN PERUBAHAN (Rp) REALISASI (Rp) SELISIH (Rp) % 1 2 3 4 5 6 (4-5) 7 1 Belanja Tidak Langsung 1.204.017.000 1.169.100.000 1.103.452.669 65.647.331 94 2 Belanja Langsung 2.218.751.000 1.855.070.000 1.777.141.540 77.928.460 96 Jumlah 3.422.768.000 3.024.170.000 2.880.594.209 143.575.791 95 E. PERMASALAHAN UTAMA

Tidak semua tugas pokok dan fungsi Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Semarang berjalan lancar, ada beberapa permasalahan utama yang dihadapi Kantor Kesbangpol Kabupaten Semarang dalam melaksanakan tugas antara lain :

1. Luas Wilayah Kabupaten Semarang dan beban kerja yang banyak membuat kinerja Kesbangpol tidak dapat dilaksanakan lebih optimal. Saat ini untuk menangani urusan Keamanan, ketertiban dan kesatuan bangsa dan politik hanya di tangani oleh 2 (dua) seksi dengan SDM sebanyak 5 (lima) orang.

2. Dari letak geografis Kabupaten semarang yang berada diantara Kota Salatiga, Kabupaten Temanggung dan Kota Semarang membuat Kabupaten Semarang rawan peredaran narkoba. Pelaksanaan monitoring ke seluruh wilayah kabupaten semarang tidak bisa dilakukan secara rutin dan merata sampai ke pelosok-pelosok wilayah karena keterbatasan SDM yang ada.

3. Permasalahan sosial yang terjadi belum bisa di tangani lebih optimal karena kurangnya kolaborasi, koordinasi dengan OPD terkait dan pihak-pihak lain yang menangani.

(11)

LKJIP KESBANGPOL TAHUN 2020 Page 11 F. MAKSUD DAN TUJUAN PENYAMPAIAN LAPORAN KINERJA

Maksud :

1. Sebagai bentuk pertanggungjawaban tertulis atas kinerja Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Semarang kepada Bupati Semarang sebagaimana yang telah ditetapkan dalam dokumen Penetapan Kinerja Tahun 2020;

2. Memberikan gambaran dan informasi atas capaian pelaksanaan program dan kegiatan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran Bupati Semarang dalam hal ini Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Semarang;

3. Memberikan gambaran mengenai tingkat keberhasilan dan/atau tingkat kegagalan capaian kinerja atas pelaksanaan program/kegiatan kerja Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Semarang Tahun 2020.

Tujuan :

1. Mewujudkan pertanggungjawaban Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Semarang Tahun 2020;

2. Memberikan umpan balik bagi peningkatan kinerja perencanaan program dan kegiatan maupun pemberdayaan sumber daya di lingkungan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Semarang khususnya dan Pemerintah Kabupaten Semarang secara umum;

3. Terlaksananya program/kegiatan kerja secara efisien, efektif dan responsif serta tanggap terhadap kondisi penyelenggaraan pemerintahan bidang kesatuan bangsa dan politik;

4. Sebagai bukti pelaporan program dan hasil kegiatan kepada publik.

G. DASAR HUKUM PENYUSUNAN LAPORAN KINERJA

Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Semarang Tahun 2020 dilandasi dengan dasar hukum sebagai berikut :

1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);

2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

(12)

LKJIP KESBANGPOL TAHUN 2020 Page 12

3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;

4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman

Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah;

6. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

7. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

8. Peraturan Menteri Negara PAN dan RB Nomor 29 Tahun 2004 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

9. Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Materi LKjIP;

10. Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

H. SISTEMATIKA PENYUSUNAN LAPORAN KINERJA

Pada dasarnya laporan kinerja merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada setiap instansi atas penggunaan anggaran. Hal terpenting yang diperlukan dalam penyusunan laporan kinerja adalah pengukuran kinerja dan evaluasi serta pengungkapan secara memadai hasil analisis terhadap pengukuran kinerja.Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2020 Kantor Kesatuan bangsa dan Politik Kabupaten Semarang menjelaskan secara ringkas dan lengkap tentang capaian kinerja yang disusun berdasarkan rencana kerja yang ditetapkan dalam rangka pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2020.

Capaian Kinerja Tahun 2020 diperbandingkan dengan Perjanjian Kinerja tahun 2020 sebagai tolak ukur keberhasilan tahunan organisasi. Perjanjian Kinerja sendiri merupakan penjabaran Renstra Tahun 2016-2021. Analisis atas capaian kinerja terhadap Rencana Kinerja Tahun 2020 memungkinkan dilakukannya identifikasi atas sejumlah celah kinerja sebagai masukan bagi perbaikan kinerja di masa datang. Sistematika penyajian Laporan Kinerja berpedoman pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah sebagai berikut :

(13)

LKJIP KESBANGPOL TAHUN 2020 Page 13 I BAB I PENDAHULUAN

Bab ini disajikan penjelasan gambaran umum organisasi dengan penekanan kepada aspek strategis organisasi serta permasalahan utama serta rumusan isu strategis (strategic issued) yang sedang dihadapi organisasi.

II BAB II PERENCANAAN KINERJA

Bab ini menyajikan ikhtisar perjanjian Kinerja Tahun 2020 dengan sasaran Daerah yang ingin di raih tahun 2020. Kaitan sasaran tersebut dengan visi-misi dalam RPJMD.

III AKUNTABILITAS KINERJA

Bab ini menyajikan hasil pengukuran dan analisis capaian kinerja untuk setiap sasaran strategis serta penyajian aspek akuntabilitas keuangan.

IV BAB IV PENUTUP

Bab ini menyajikan simpulan umum atas capaian kinerja Organisasi serta langkah di masa mendatang yang akan dilakukan untuk meningkatkan kinerja.

(14)

LKJIP KESBANGPOL TAHUN 2020 Page 14 BAB II

PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

A. VISI DAN MISI

Penetapan visi dan misi merupakan suatu langkah terpenting dalam perjalanan suatuorganisasi, karena visi merupakan suatu rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan, sedangkan misi merupakan rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi tersebut.

Visi RPJMD Kabupaten Semarang tahun 2016-2021 merupakan gambaran kondisi masa depan Kabupaten Semarang yang dicita-citakan dan diharapkan dapat terwujud diakhir masa berlakunya periode RPJMD dan juga yang dikembangkan merupakan kesinambungan dari visi Kabupaten Semarang Tahun 2010-2015 melalui "Peneguhan Kabupaten Semarang Yang Maju, Mandiri, Tertib, Dan Sejahter (Matra II)”.

Berdasarkan visi pembangunan tersebut ditetapkan MISI pembangunan Kabupaten Semarang Tahun 2016-2021, adalah

1. Meningkatkan kualitas SDM yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME,

berbudaya serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Meningkatkan kualitas SDM dimaksudkan untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, kreatif, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berbudaya dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga dapat menciptakan lapangan kerja dan memiliki kemampuan untuk bersaing dalam memperoleh pekerjaan. Guna keperluan tersebut perlu didukung dengan ketersediaan sarana dan prasarana dasar pendidikan, kesehatan, lingkungan perumahan dan permukiman yang memadai.

2. Mengembangkan produk unggulan berbasis potensi lokal (INTANPARI) yang

sinergi dan berdaya saing serta berwawasan lingkungan untuk menciptakan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan.

Pengembangan produk unggulan daerah meliputi produk industri, pertanian dan pariwisata dimaksudkan untuk mendorong masyarakat meningkatkan kegiatan usaha ekonomi dengan memanfaatkan sumber daya lokal, sehingga dapat membuka lapangan kerja bagi dirinya dan orang lain dalam rangka meningkatkan pendapatan. Pengembangan produk tersebut dilakukan secara sinergis dengan sektor-sektor lain seperti perdagangan dan keuangan sehingga akan didapatkan produk daerah yang memiliki daya saing. Pemanfaatan sumber daya daerah terutama yang rentan

(15)

LKJIP KESBANGPOL TAHUN 2020 Page 15 terhadap kelestarian/kerusakan lingkungan seperti air, bahan tambang dan lain-lain dilakukan secara terpadu sehingga dapat dijaga kelestariannya.

3. Menciptakan pemerintahan yang katalistik dan dinamis dengan

mengedepankan prinsip good governance didukung kelembagaan yang efektif dan kinerja aparatur yang kompeten, serta pemanfaatan teknologi informasi.

Pemerintahan yang katalis dan dinamis merupakan pemerintahan yang dapat menjadi fasilitator pembangunan bagi masyarakat, agar masyarakat mampu berperan sebagai pelaku sekaligus sebagai sasaran pembangunan, sehingga proses pencapaian tujuan pembangunan dapat berjalan secara efektif dan efisien. Untuk mewujudkan pemerintahan yang demikian dibutuhkan sistem kelembagaan dan ketatalaksanaan pemrintah daerah yang bersih, efisien, efektif, transparan, profesional dan akuntabel yang didukung dengan sistem pengawasan yang efektif.

4. Menyediakan infrastruktur daerah yang merata guna mendukung

peningkatan kualitas pelayanan dasar dan percepatan pembangunan.

Infrastruktur yang memadai, layak dan merata diseluruh wilayah dibutuhkan dalam rangka mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik dan memperkuat pembangunan daerah.Terpenihunya kebutuhan infrastruktur dapat meningkatkan kemandirian, perekonomian daerah dan investasi. Tersedianya infrastruktur sumber daya air akan mendorong upaya peningkatan produktivitas pertanian sedangkan sarana dan prasarana transportasi yang memadahi, akan menjamin kelancaran distribusi orang dan barang, serta mendorong investasi di daerah.

5. Mendorong terciptanya partisipasi dan kemandirian masyarakat, kesetaraan

dan keadilan gender serta perlindungan anak disemua bidang pembangunan. Pada dasarnya keberhasilan pencapaian tujuan pembangunan akan sangat bergantung pada adanya kerjasama yang sinergi antar semua palaku pembangunan, yaitu pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat. Oleh karena itu, perlu didorong dengan terciptanya peran serta dan kemandirian masyarakat disemua lapisan tanpa membedakan gender dengan memperhatikan hak-hak tumbuh kembangnya anak.

6. Mendorong terciptanya pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup

dengan tetap menjaga kelestariannya.

Potensi sumber daya alam yang besar dan beraneka ragam harus dapat dikelola secara benar dengan tetap mengedepankan asas keseimbangan lingkungan, efisiensi dan terjaga kelestariannya dengan cara menjaga dan memperbaiki kualitas lingkungan.

(16)

LKJIP KESBANGPOL TAHUN 2020 Page 16 Kebijakan yang diambil dalam rangka melaksanakan Visi Misi tersebut antara lain :

1. Pelaksanaan diskusi tentang pendidikan politik, melaksanakan bintek bantuan keuangan kepada partai politik

2. Pelaksanaan inventarisasi partai politik sampai dengan di tingkat kecamatan 3. Pelaksanaan pendidikan/penyuluhan Undang-undang bidang politik,

memerankan partai politik dalam pendidikan politik baik di lingkungan anggota maupun di masyarakat (orang);

4. Pembentukan Tim terpadu PPKS baik tingkat Kabupaten sampai dengan Kecamatan, melakukan analisa estimasi munculnya konflik sosial, melakukan langkah-langkah dini akan timbulnya permasalahan konflik sosial

5. Pengembangan budaya lokal berwawasan kebangsaan sesuai amanat Permendagri Nomor 71 tahun 2012 tentang Pendidikan Wawasan Kebangsaan 6. Peningkatan pemahaman masyarakat tentang perilaku demokratis

7. Peningkatan pemantauan terhadap kelompok radikal, deteksi dini, pengembangan jaring informasi

8. Monitoring atas kegiatan ormas dan memantau ormas yang mendapat bantuan hibah

9. Pelaksanaan pembinaan dan pengawasan melalui dialog/sosialisasi sesuai Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Ormas

10. Sosialisasi pendaftaran ormas baru serta melakukan pembinaan dan pengawasan

B. PERENCANAAN KINERJA

Tabel 2.1. Tabel Rencana Kinerja

NO TUJUAN DAN SASARAN DAERAH INDIKATOR KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA PERANGKAT DAERAH KETERANGAN TARGET KINERJA 1 2 3 4 5 1 Meningkatnya keamanan dan budaya tertib masyarakat, penegakan keadilan serta supremasi hukum Meningkatnya keamanan dan budaya tertib masyarakat, penegakan keadilan serta supremasi hukum Persentase Penyelesaian Konflik masyarakat

Indikator ini untuk mengukur tingkat keberhasilan penanganan situasi keamanan, ketentraman, dan ketertiban dan membandingkannya dengan tahun sebelumnya -13.33

(17)

LKJIP KESBANGPOL TAHUN 2020 Page 17 Persentase peningkatan pembinaan politik pada masyarakat

indikator ini untuk mengukur dan mengetahui peran masyarakat dalam Partai Politik 17.14 Persentase Pembinaan Toleransi Kerukunan Beragama pada Masyarakat

Indikator ini untuk mengukur tingkat kondusifitas kehidupan beragama 1,87 Persentase Pembinaan Wawasan Kebangsassn pada Masyarakat

Indikator ini untuk mengukur tingkat pemahaman Wawasan Kebangsaan Masyarakat 25.00 C. PERJANJIAN KINERJA

Tabel 2.2. Tabel Perjanjian Kinerja

Tujuan Sasaran Strategi Indikator Kinerja Utama Target Menciptakan iklim yang

kondusif bagi pelaksanaan pembangunan dan investasi

Meningkatnya keamanan dan budaya tertib masyarakat, penegakan keadilan serta supremasi hukum

Persentase kejadian konflik

sosial masyarakat -13.33%

Persentase peningkatan pembinaan politik pada masyarakat

17.14% Persentase Peningkatan

pembinaan toleransi kerukunan beragama pada masyarakat

1.87% Persentase pembinaan wawasan

kebangsaan pada masyarakat 25.00%

Tabel 2.3. Tabel Perjanjian Kinerja

Indikator Kinerja Utama Program/Kegiatan Target

Persentase kejadian konflik sosial masyarakat

Program peningkatan keamanan dan

kenyamanan lingkungan Rp. 624.597.000

Program pemeliharaan kantrantibmas dan pencegahan tindak kriminal Rp. 47.486.000

Program Pembinaan Organisasi Kemasyarakatan Rp. 131.378.000

Persentase peningkatan pembinaan politik pada

masyarakat Program pendidikan politik masyarakat Rp. 296.435.000

Persentase Peningkatan

pembinaan toleransi kerukunan

beragama pada masyarakat Program pengembangan wawasan kebangsaan Rp. 55.827.000

Persentase pembinaan wawasan kebangsaan pada masyarakat

Program peningkatan pemberantasan penyakit

masyarakat (pekat) Rp. 51.466.000

Program pengembangan wawasan kebangsaan Rp. 173.080.000

(18)

LKJIP KESBANGPOL TAHUN 2020 Page 18

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

Akuntabilitas Kinerja adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan/kegagalan pelaksanaan program dan kegiatan yang telah diamanatkan para pemangku kepentingan dalam rangka mencapai misi organisasi secara terukur dengan sasaran/target kinerja yang telah ditetapkan melalui Laporan Kinerja Instansi Pemerintah yang disusun secara periodik. Setiap entitas akuntabilitas kinerja diwajibkan menyusun dan menyajikan Laporan Kinerja atas prestasi kerja yang dicapai berdasarkan penggunaan anggaran yang telah dialokasikan.

A. CAPAIAN KINERJA INDIKATOR KINERJA

1. Menciptakan Iklim yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan dan investasi Investasi merupakan indikator yang menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Melalui investasi, akan tersedia berbagai sarana produksi yang dapat dioptimalkan untuk menghasilkan output dan nilai tambah yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Mengingat pentingnya peran investasi maka pemerintah perlu menciptakan iklim usaha dan investasi yang kondusif untuk menarik minat investor.

Wujud nyata peran Kesbangpol dalam menciptakan iklim yang kondusif dengan terus mempertahankan situasi tetap aman di daerah, lewat berbagai program di bidang kesbangpol, ketahanan daerah, dan hubungan antarlembaga. dengan meminimalkan konflik serta menjalin hubungan dan melakukan pendekatan kepada dunia usaha, lembaga kemasyarakatan. Dengan begitu, terwujud sinergitas dan pembangunan bisa berjalan.

Dalam rangka meningkatkan keamanan dan budaya tertib masyarakat, penegakan keadilan serta supremasi hukum, indikator kinerja yang digunakan adalah Presentase Kejadian Konflik sosial masyarat yaitu dengan cara membandingkan kejadian konflik tahun 2020 dikurangi kejadian konflik tahun 2019 dibagi jumlah kejadian konflik tahun 2020 di kali 100 :

1.

Indikator Kinerja Target 2020 Realisasi 2020 Realisasi 2019 % Target 2021

Persentase kejadian

konflik sosial

(19)

LKJIP KESBANGPOL TAHUN 2020 Page 19

Indikator tersebut didukung dengan program kegiatan sebagai berikut :

Indikator Kinerja Utama Program/Kegiatan Target

Persentase Penyelesaian Konflik Masyarakat

Program peningkatan keamanan dan kenyamanan lingkungan

Rp. 624.597.000

Program pemeliharaan

kantrantibmas dan pencegahan tindak kriminal

Rp. 47.486.000 Program Pembinaan

Organisasi Kemasyarakatan Rp. 131.378.000

Hambatan/Masalah :

Pandemi Covid 19 yang terjadi di Indonesia pada awal maret 2020 membawa berbagai dampak bagi semua sektor. Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah dalam meredam dampak yang diakibatkan oleh Covid 19. Tak hanya kesehatan, sektor ekonomi pun mengalami dampak yang serius akibat pandemi ini. Banyak perusahaan swasta yang terpaksa gulung tikar dan merumahkan karyawannya. Akibatnya, banyak terjadi pengangguran, meningkatnya angka kemiskinan dan kejahatan. Banyak kebijakan pemerintah yang menimbulkan pro dan kontra dari masyarakat salah satunya Undang-undang Tenaga Kerja.

Solusi/kebijakan yang diambil :

- Melakukan audensi dengan pihak-pihak yang bersiteru untuk mencapai kesepakatan terbaik dan tidak merugikan kedua belah pihak.

- Melakukan monitoring ke seluruh wilayah Kabupaten semarang dalam rangka Cipta Kondisi.

Data pendukung capaian indikator :

Dalam rangka diteksi dini serta mencegah terjadinya konflik di masyarakat, setiap bulan dilakukan Rapat Koordinasi dengan Forum Pimpinan Daerah yang terdiri dari Bupati Semarang, wakil Bupati Semarang, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim, Kajari, Ketua Pengadilan, Kepala OPD terkait. Dalam rapat koordinasi membahas kejadian-kejadian yang terjadi di kabupaten semarang yang beresiko menimbulkan konflik dan bagaimana penanganannya agar tercipta ketertiban dan keamanan di masyarakat. Selain itu, kesbangpol rutin mengadakan rapat dengan kominda untuk mengetahui situasi terkini.

(20)

LKJIP KESBANGPOL TAHUN 2020 Page 20

2. Indikator Kinerja Target

2020 Realisasi 2020 Realisasi 2019 % Target 2021

Persentase Pembinaan Politik

pada Masyarakat 25.00 76.83 68.00 307.33 16.67

Indikator tersebut didukung dengan program kegiatan sebagai berikut :

Indikator Kinerja Utama Program/Kegiatan Target

Persentase pembinaan politik

pada masyarakat Program pendidikan politik masyarakat Rp. 296.435.000

Hambatan/Masalah :

Pandemi Covid 19 yang terjadi di awal bulan Maret 2020 berdampak pada semua pelaksanaan program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah. Berkurangnya pendapatan negara dan pendapatan daerah mengakibatkan Pemerintah Daerah Kabupaten Semarang harus menghitung ulang kebutuhan anggaran tahun 2020. Terjadi beberapa kali perubahan anggaran di tahun 2020 dimana anggaran tersebut dialihkan guna penanganan Covid 19. Refocusing anggaran tahun 2020 hampir mencapai 50% yang mengakibatkan target awal tahun 2020 tidak dapat tercapai. Pembatasan jumlah peserta sosialisasi pun berdampak pada capaian kinerja kegiatan.

Solusi/kebijakan yang diambil :

Kebijakan yang diambil oleh Kepala kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Semarang adalah dengan menyesuaikan jumlah peserta pembinaan dengan anggaran yang tersedia dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. salah satunya dengan pembatasan jumlah peserta maksimal sebanyak 50 peserta. Data pendukung capaian indikator :

Dalam rangka pembinaan politik kepada masyarakat, Kantor Kesatuan bangsa Dan Politik Kabupaten Semarang telah melakukan kegiatan penyuluhan/sosialisasi terkait pelaksanaan PILKADA Tahun 2020. di harapkan dengan dilakukannya sosialisasi ini warga kabupaten semarang menggunakan hak pilihnya pada tanggal 9 Desember 2020. Angka partisipasi pada pelaksanaan PILKADA tahun 2020 mencapai 79%.

3. Indikator Kinerja Target

2020 Realisasi 2020 Realisasi 2019 % Target 2021

Persentase Pembinaan Toleransi Kerukunan

(21)

LKJIP KESBANGPOL TAHUN 2020 Page 21

Indikator tersebut didukung dengan program kegiatan sebagai berikut :

Indikator Kinerja Utama Program/Kegiatan Target

Presentase Pembinaan Toleransi Kerukunan

Beragama pada Masyarakat

Program pengembangan wawasan kebangsaan Kegiatan Peningkatan Toleransi dan Kerukunan Dalam Kehidupan Beragana (FKUB)

Rp 55.827.000

Hambatan/Masalah:

Pandemi Covid 19 yang terjadi di awal bulan Maret 2020 berdampak pada semua pelaksanaan program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah. Berkurangnya pendapatan negara dan pendapatan daerah mengakibatkan Pemerintah Daerah Kabupaten Semarang harus menghitung ulang kebutuhan anggaran tahun 2020. Terjadi beberapa kali perubahan anggaran di tahun 2020 dimana anggaran tersebut dialihkan guna penanganan Covid 19. Refocusing anggaran tahun 2020 hampir mencapai 50% yang mengakibatkan target awal tahun 2020 tidak dapat tercapai. Pembatasan jumlah peserta sosialisasi pun berdampak pada capaian kinerja kegiatan Solusi/kebijakan yang diambil :

Kebijakan yang diambil oleh Kepala kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Semarang adalah dengan menyesuaikan jumlah peserta pembinaan dengan anggaran yang tersedia dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. salah satunya dengan pembatasan jumlah peserta maksimal sebanyak 50 peserta. Data pendukung capaian indikator :

Isu SARA masih menjadi persoalan di Indonesia. Isu ini tentu saja menimbulkan perpecahan di kalangan masyarakat serta menimbulkan kerusuhan dimana-mana. untuk mengantisipasi terjadinya perpecahan antar umat beragama dan dalam rangka menciptakan kerukunan dan toleransi diantara umat beragama, Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik telah melakukan Penyuluhan kepada Tomas dan Toga dengan peserta sebanyak 100 orang yang dilakukan secara bertahap.

4.

Indikator Kinerja Target 2020 Realisasi 2020 Realisasi 2019 % Target 2021

Persentase Pembinaan Wawasan Kebangsaan

(22)

LKJIP KESBANGPOL TAHUN 2020 Page 22

Indikator tersebut didukung dengan program kegiatan sebagai berikut :

Indikator Kinerja

Utama Program/Kegiatan Target

Persentase pembinaan wawasan kebangsaan pada masyarakat

Program peningkatan pemberantasan

penyakit masyarakat (pekat) Rp 51.466.000 Program pengembangan wawasan

kebangsaan Rp 173.080.000

Program Kemitraan Pengembangan

Wawasan Kebangsaan Rp 66.255.000

Hambatan/Masalah :

Pandemi Covid 19 yang terjadi di awal bulan Maret 2020 berdampak pada semua pelaksanaan program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah. Berkurangnya pendapatan negara dan pendapatan daerah mengakibatkan Pemerintah Daerah Kabupaten Semarang harus menghitung ulang kebutuhan anggaran tahun 2020. Terjadi beberapa kali perubahan anggaran di tahun 2020 dimana anggaran tersebut dialihkan guna penanganan Covid 19. Refocusing anggaran tahun 2020 hampir mencapai 50% yang mengakibatkan target awal tahun 2020 tidak dapat tercapai. Pembatasan jumlah peserta sosialisasi pun berdampak pada capaian kinerja kegiatan.

Solusi/kebijakan yang diambil :

Kebijakan yang diambil oleh Kepala kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Semarang adalah dengan menyesuaikan jumlah peserta pembinaan dengan anggaran yang tersedia dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. salah satunya dengan pembatasan jumlah peserta maksimal sebanyak 50 peserta.

Data pendukung capaian indikator :

Pelaksanaan pencapaian target dilakukan dengan cara memberikan sosialisasi serta diskusi terkait wawasan kebangsaan. Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik pada tanggal 17-18 Desember 2020 telah mengundang 100 peserta yang terdiri dari : Ormas, Mahasiswa dan guru PPKN di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Umum maupun Sekolah Menengah Kejuruan untuk melakukan diskusi wawasan kebangsaan dengan tema Meningkatkan Wawasan Kebangsaan di Masa Pandemi

(23)

LKJIP KESBANGPOL TAHUN 2020 Page 23 B. CAPAIAN KINERJA KEUANGAN

Tabel 3.1 Tabel Capaian Kinerja Anggaran

NO Tujuan Sasaran

Strategis Indikator Kinerja Anggaran Target Anggaran Realisasi Prosentase (%) 1 Menciptakan iklim yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan dan investasi Meningkatnya keamanan dan budaya tertib masyarakat, penegakan keadilan serta supremasi hukum Persentase penurunan kejadian konflik sosial masyarakat Rp 803.461.000 Rp 760.372.950 94.64 Persentase pembinaan politik pada masyarakat Rp 296.435.000 Rp 288.468.020 97.31 Persentase pembinaan toleransi kerukunan beragama pada masyarakat Rp 55.827.000 Rp 55.597.000 99.59 Persentase pembinaan wawasan kebangsaan pada masyarakat Rp 290.801.000 Rp 274.167.350 94.28

(24)

LKJIP KESBANGPOL TAHUN 2020 Page 24 BAB IV

PENUTUP

Laporan Kinerja perangkat daerah di lingkup Kantor Kesatuan Bangsa Dan Politik yang merupakan Pelaporan hasil kinerja pelaksanaan pembangunan pada tahun 2020 pelaksanaan RPJMD periode 2016 – 2021 yang menyajikan capaian keberhasilan maupun kendala dalam mewujudkan Visi dan Misi Pembangunan melalui pencapaian Tujuan dan Sasaran Daerah, hal ini tercermin pada capaian setiap Indikator Kinerja Utama (IKU). Secara umum capaian kinerja menunjukkan perkembangan yang signifikan, meskipun terdapat indikator yang belum mencapai target yang diharapkan. Hal tersebut disebabkan beberapa indikator kinerja membutuhkan komitmen, keterlibatan, dan dukungan aktif segenap komponen aparatur daerah dan masyarakat. Kemudian Dalam mengukur efektifitas dan efesiensi kinerja, berdasarkan tabel perbandingan capaian Kinerja dengan capaian Keuangan Kantor Kesatuan Bangsa Dan Politik, dalam mewujudkan visi, misi pembangunan tahun 2016-2021 melalui pencapaian 4 Indikator Kinerja pada 1 tujuan dan 1 sasaran mencapai total rata rata ±223,67% dengan realisasi anggaran dibandingkan target sebesar 96,46%, hal ini menunjukan adanya peningkatan efesiensi Keuangan terhadap hasil kinerja Kantor Kesatuan Bangsa Dan Politik.

Berikut merupakan hasil perbandingan capaian Indikator kinerja terhadap realisasi anggaran.

Tabel 4.1. Tabel perbandingan capaian Indikator kinerja terhadap realisasi anggaran

No Tujuan Sasaran Strategis Indikator Kinerja Realisasi Kinerja Keuangan Realisasi Ket 1 Menciptakan iklim

yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan dan investasi

Meningkatnya

keamanan dan budaya tertib masyarakat, penegakan keadilan serta supremasi hukum

Persentase kejadian konflik sosial masyarakat 150 94,64 Baik Persentase peningkatan pembinaan politik pada masyarakat 307,33 97,31 Baik Persentase Peningkatan pembinaan toleransi kerukunan beragama pada masyarakat 72.31 99,59 Kurang Persentase pembinaan wawasan kebangsaan

pada masyarakat 307,33 94,29 Baik

(25)

LKJIP KESBANGPOL TAHUN 2020 Page 25 KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat, taufiq, hidayah dan inayahNya, sehingga kami bisa menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKJIP) Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Semarang Tahun 2020. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Semarang ini disusun dengan maksud untuk memperoleh gambaran mengenai akuntabilitas kinerja tentang kegiatan dan realisasi anggaran yang dilaksanakan dalam kurun waktu 1 (satu) tahun anggaran 2020 pada Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Semarang.

Laporan ini masih jauh dari sempurna sehingga saran dan koreksi dalam rangka perbaikan sangat kami harapkan untuk pelaksanaan tugas selanjutnya. Demikian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKJIP) Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Semarang Tahun 2020 disusun sebagai acuan/dasar dalam melaksanakan kegiatan tahun – tahun selanjutnya.

Gambar

Tabel 2.1. Tabel Rencana Kinerja
Tabel 2.2. Tabel Perjanjian Kinerja
Tabel 3.1  Tabel Capaian Kinerja Anggaran  NO  Tujuan  Sasaran  Strategis  Indikator Kinerja  Target  Anggaran  Realisasi  Anggaran  Prosentase (%)  1  Menciptakan  iklim  yang  kondusif  bagi  pelaksanaan  pembangunan  dan investasi  Meningkatnya keamanan
Tabel 4.1. Tabel perbandingan capaian Indikator kinerja terhadap realisasi anggaran

Referensi

Dokumen terkait

Kedua, Laporan Kinerja merupakan sarana evaluasi atas pencapaian kinerja SKPD sebagai upaya untuk memperbaiki kinerja di masa yang akan datang atau dalam upaya

Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Inspektorat Daerah Kota Pagar Alam tahun 2014 berdasarkan hasil pengukuran, evaluasi, dan analisis pencapaian stratejik

Pengukuran hasil yang dilaksanakan dalam bentuk pengukuran kinerja yang sekaligus dirangkaikan dengan pelaksanaan evaluasi kinerja guna mendukung peningkatan kualitas

Untuk mencapai indikator ini dilaksanakan melalui kegiatan penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD dengan indikator sasaran status laporan

Guna memperoleh informasi kinerja yang penting diperlukan dalam menyelenggarakan manajemen kinerja secara baik serta memperoleh ukuran keberhasilan pencapaian

Adapun pencapaian kinerja Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang dari segi pengukuran kinerja kegiatan yang dituangkan dalam Laporan Kinerja dibawah ini

Mengingat rencana kerja merupakan langkah awal untuk melakukan pengukuran kinerja instansi pemerintah dimana diperlukan integrasi antara keahlian sumber daya manusia

Tujuan auditor adalah untuk memperoleh bukti yang cukup dan memadai bawa manajemen menggunakan asumsi going concern dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangannya dengan