PENAPISAN DALAM AMDAL
Dr. Gufron Amirullah, M.Pd NIDN 031905197402
Capaian Pembelajaran (CP)
SUB CP-MK
Mahasiswa dapat:
1. Menjelaskan pengertian, dasar hukum, Tujuan, manfaat dan
penapisan amdal
2. Menjelaskan Prosedur Penapisan
3. Mengidentifikasi rencana Kegiatan dan/atau Usaha yang
wajib Amdal
Setiap kegiatan pembangunan pada dasarnya merubah
tatanan dan/atau kondisi lingkungan. Makin besar
perubahan tsb, makin besar pula perubahan yg di
alami lingkungan shg dapat menimbulkan dampak
2penting yg dpt merusak ekosistem yg merupakan
pendukung utama kehidupan. → Bagaimana
pembangunan tetap berlangsung tanpa mengganggu
keseimbangan ekosistem.
PPLH LPPM UNSPenapisan (screening), yaitu
kegiatan memilah-milah
rencana usaha atau kegiatan
yang mana saja yang perlu
dilengkapi dengan AMDAL
karena berpotensi
dampak
penting
IZIN
LINGKUNGAN
UKL-UPL BARU AMDAL UKL-UPL ADENDUM ANDAL RKL – RPL PRA KONSTRUKSI (BELUM ADA BANGUNAN) PASCA KONSTRUKSI (SETELAH ADA BANGUNAN) SPPL AMDAL BARU DELH DPLH3
5
PPLH LPPM UNSIZIN
LINGKUNGAN
Usaha dan/atau Kegiatan Wajib Memiliki Izin Lingkungan
Usaha
dan/atau
Kegiatan
Wajib AMDAL
Usaha
dan/atau
Kegiatan
Wajib UKL/UPL
Wajib Memiliki
Setiap usaha dan/atau kegiatan yang wajib memiliki Amdal atau UKL-UPL wajib memiliki izin lingkungan
Sumber: Pasal 2 PP 27/2012 Izin Lingkungan
IZIN Usaha
dan/atau
Kegiatan
Izin lingkungan = persyaratan untuk memperoleh izin usaha dan/atau kegiatan Proses penyusunan dan Penilaian AmdalProses penyusunan dan Pemeriksaan UKL-UPL
Catatan: Usaha dan/atau Kegiatan wajib SPPL tidak wajib memiliki izin lingkungan PPLH LPPM UNS
Beberapa Ketentuan dalam PP No. 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi secara Elektronik (OSS) yang terkait dengan Perizinan Lingkungan (2)
6. Pasal 37 ayat (2): Pelaku usaha yang telah mendapatkan Izin Usaha dan akan
mengembangkan usaha dan/atau kegiatannya harus tetap memenuhi persyaratan Izin Lingkungan;
7. Pasal 38: Pelaku usaha yang telah mendapatkan Izin Usaha dapat melakukan kegiatan:
• pengadaan tanah; • Perubahan luas lahan;
• Pembangunan bangunan gedung dan pengoperasiannya (belum menyelesaikan Amdal belum dapat melakukan kegiatan pembangunan gedung);
• Pengadaan peralatan atau sarana; • Pengadaan SDM;
• Penyelesaian Sertifikasi atau kelaikan;
• Pelaksanaan uji coba produksi (commissioning); dan/atau • Pelaksanaan produksi;
DASAR HUKUM PROSES PENAPISAN
SISTEM NON OSS
SISTEM OSS
• PERMENLHK NO. P.38 TAHUN 2019 (wajib Amdal)
PERMENLHK NO. P.26 TAHUN 2018
PP NO. 24 TAHUN 2018
Ada 20 sektor P E N A P I S A NPERMENLH NO.16 TAHUN 2012
Pasal 85 PP 24 Tahun 2018:
Pelaksanaan reformasi peraturan Perizinan
Berusaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84 terdiri atas Perizinan Berusaha pada:
1. sektor ketenagalistrikan; 2. sektor pertanian;
3. sektor lingkungan hidup dan kehutanan;
4. sektor pekerjaan umum dan perumahan rakyat; 5. sektor kelautan dan perikanan;
6. sektor kesehatan;
7. sektor obat dan makanan; 8. sektor perindustrian;
9. sektor perdagangan; 10.sektor perhubungan;
11.sektor komunikasi dan informatika; 12.sektor keuangan;
13.sektor pariwisata;
14.sektor pendidikan dan kebudayaan; 15.sektor pendidikan tinggi;
16.sektor agama dan keagamaan; 17.sektor ketenagakerjaan;
18.sektor kepolisian;
19.sektor perkoperasian dan UMKM; dan 20.sektor ketenaganukliran.
Perizinan Berusaha yang Belum Masuk Sistem OSS:
1. Bidang/Sektor Pertahanan; 2. Bidang/Sektor Teknologi Satelit; 3. Bidang/Sektor Pertambangan Minerba; 4. Bidang/Sektor MIGAS
5. Pengembangan Panas Bumi
6. Jenis-Jenis Kegiatan tertentu di dalam Sektor yang
tercantum di dalam Lampiran PP 24/2018 (Tidak semua kegiatan wajib Amdal/UKL-UPL di setiap sektor tersebut tercatum dalam Lampiran PP 24/2018)
Pelaksanaan reformasi peraturan Perizinan Berusaha melalui Sistem OSS
Pengumuman & Konsultasi Publik Pengisian & Pengajuan Formulir KA Pemeriksaan &Persetujuan Formulir KA Penyusunan & Pengajuan Andal dan RKL-RPL Penilaian Andal dan RKL-RPL & Penetapan KKLH 30 hari 10 hari 20 hari 180 hari Ditentukan berdasarkan komitmen di Formulir KA 60 hari Lengkap secara Administrasi
KETENTUAN PASAL 7
Proses sesuai OSS
ANDAL FORMULIR KA
a. Pendahuluan
b. Deskripsi rencana usaha dan/atau kegiatan
c. Deskripsi rinci RLA
d. Hasil pelibatan masyarakat e. Hasil penentuan DPH,
batas wil studi & batas waktu kajian
f. Hasil prakiraan dampak g. Hasil evaluasi secara
holistic h. Daftar pustaka i. Lampiran LAMPIRAN II RKL-RPL a. Pendahuluan b. RKL c. RPL
d. Persyaratan & Kewajiban terkait aspek PPLH
e. Pernyataan Komitmen Pemrakarsa
f. Daftar pustaka g. Lampiran
KETENTUAN PASAL 20, 21 (PP 26 tahun 2018)
ANDAL, RKL-RPL KPA PENILAIAN ANDAL, RKL-RPL REKOMENDASI (MENTERI/GUB/BUP/WALIKOTA) • Kesesuaian dg RTRW • Keabsahan LPJP • Keabsahan kompetensi penyusun
• Kesesuaian muatan dengan
pedoman
LAMPIRAN II
ADMINISTRATIF
(Sekretariat KPA)
TEKNIS
(Tim Teknis & KPA)
• Uji tahap proyek • Uji kualitas dokumen • Telaahan terhadap
kelayakan atau ketidaklayakan LH
• Rapat Tim Teknis • Rapat KPA • Kelayakan • Ketidaklayakan Pelaku Usaha Perbaikan 50 hari 5 hari 5 hari • Pemenuhan komitmen IL • Bagian dari IL • Persyaratan PPLH 10 Kriteria Kelayakan
KETENTUAN PASAL 22-29
PROSES IL dan SKKL (PTSP ke OSS) PPLH LPPM UNSPengajuan Penilaian Kerangka Acuan Penilaian KA oleh Sekretariat KPA Penyusunan Kerangka Acuan (KA) Penyusunan ANDAL dan RKL-RPL Pengajuan Permohonan Izin Lingkungan dan Penilaian ANDAL dan
RKL-RPL Penerbitan: 1. Keputusan Kelayakan Lingkungan; dan 2. izin Lingkungan Pengumuman dan Konsultasi Publik Keputusan Ketidaklayakan LH Layak Lingkungan Tidak Layak Lingkungan Pemrakarsa Sekretariat KPA, Tim Teknis dan Komisi
Penilai Amdal
Menteri, gubernur, atau bupati/walikota
Proses Penyusunan dan Penilaian Amdal serta Penerbitan SKKL & Izin Lingkungan
Penilaian KA oleh Tim Teknis Penerbitan Persetujuan KA oleh Ketua KPA
Penilaian Kerangka Acuan
Penilaian ANDAL dan RKL-RPL
Penilaian ANDAL & RKL-RPL Sekretariat KPA Penilaian ANDAL & RKL oleh Tim Teknis Pengumuman Permohonan Izin Lingkungan Penilaian ANDAL & RKL-RPL oleh KPA Rekomendasi KPA SPT dari Pengumuman = 10 hari Kerja 30 hari kerja
75 hari kerja, termasuk 10 hari kerja SPT Pengumuman 10 hari
kerja
Pengumuman Izin Lingkungan
Paling lambat 5 hari kerja setelah diterbitkan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14a 14b 15
Catatan: Waktu penilaian tidak
termasuk waktu perbaikan dokumen oleh pemrakarsa
Satu surat permohonan
Jasa Penilaian Amdal dibebankan kepada Pemrakarsa – sesuai SBU/PNBP
Biaya
Penyusunan Amdal oleh Pemrakarsa
Biaya Adm Penerbitan SKKL dan Izin Lingkungan dibebankan kepada Pemrakarsa sesuai PNBP
Secara umum, prosedur penapisan dapat dibagi menjadi 2
pendekatan, yaitu (UNEP, 2002):
❖ Pendekatan standar (prescriptive or standard approach),
yaitu proposal yang diajukan kemudian dicocokkan
dengan daftar wajib AMDAL yang telah ditentukan dalam
peraturan, dan
❖ Pendekatan kebijakan, yaitu proposal ditapis secara
kasus per kasus menggunakan pedoman indikatif.
Permen LHK P.38/2019
PROSEDUR PENAPISAN
Menurut UNEP (2002), metode-metode yang digunakan dalam
penapisan antara lain:
Ketentuan hukum (kebijakan) yg menyatakan suatu kegiatan
wajib AMDAL atau tidak
Daftar kegiatan wajib AMDAL (inclusion list of projects) AMDAL,
baik dengan skala/besaran atau tidak
Daftar kegiatan tidak wajib AMDAL (exclusion list of activities)
karena dampaknya yang tidak penting atau dikecualikan
berdasarkan peraturan (contoh: kondisi darurat atau alasan
keamanan negara dll)
Kriteria yang digunakan untuk menapis kasus per kasus, apakah
suatu kegiatan memiliki dampak penting atau tidak
Jadi,
penapisan
merupakan cara untuk
menentukan apakah suatu rencana usaha dan/atau
kegiatan wajib dilengkapi AMDAL atau tidak,
sehingga terhindar dari inefektifitas penggunaan
sumber daya manusia, dana dan waktu dalam
pelaksanaan kajian lingkungan.
❑Penapisan merupakan tahap awal sebelum AMDAL
❑Penapisan ditujukan untuk:
Menentukan apakah suatu rencana kegiatan wajib AMDAL atau
tidak
Menghindari pemborosan sumber daya dalam pelaksanaan
kajian lingkungan (SDM, uang dan waktu)
❑Penapisan harus dapat dipertanggungjawabkan
(akuntabel & terbuka)
PERMENLH NO. 5 TAHUN 2012
SIAPA YG MELAKUKAN PENAPISAN ???
APA INSTRUMEN?
DESKRIPSI RENCANA KEGIATAN DAN / ATAU
USAHA
PERMENLH NO. 5 tahun 2012
Permen LHK 24 tahun 2018
1
2
Kawasan Lindung3
Batas proyek terluar yang bersinggungan dengan batas terluar dari kawasan lindung = Rencana Usaha dan/atau kegiatan Keterangan: Dampak potensial darirencana usaha dan/atau kegiatan yang akan dilaksanakan tersebut secara nyata mempengaruhi kawasan lindung terdekat Dampak potensial Jenis rencana usaha dan/atau kegiatan yang lokasinya berada di dalam kawasan lindung → jenis rencana usaha dan/atau kegiatan yang
diizinkan sesuai peraturan perundang-undangan,
misal: tambang di hutan lindung, wisata alam di kawasan lindung
Jenis rencana usaha dan/atau kegiatan yang berada di dalam dan/atau berbatasan langsung dengan kawasan lindung yang
dikecualikan dari kewajiban menyusun Amdal adalah rencana usaha dan/atau
kegiatan:
1. Eksplorasi pertambangan, migas dan panas bumi;
2. Penelitian dan pengembangan di bidang ilmu pengetahuan;
3. Yang menunjang pelestarian kawasan lindung;
4. Yang terkait dengan kepentingan
pertahanan dan keamanan negara yang tidak berdampak penting terhadap
lingkungan;
5. Budidaya yang secara nyata tidak berdampak penting bagi lingkungan hidup;
6. Budidaya yang diizinkan bagi penduduk asli dengan luasan tetap dan tidak
mengurangi fungsi lindung kawasan dan di bawah pengawasan ketat.
Yang tercantum dalam Lampiran Permen LH & telah ditetapkan sesuai dengan PUU
Rencana Usaha/Kegiatan di dalam dan/atau berbatasan langsung dengan kawasan
Lindung
Wajib Memiliki AMDAL
(Pasal 3 Peraturan MENLH No. 38/2019)
Pasal 3 PERMENLH NO. 5 TAHUN 2012
PETA BATAS TAPAK
PROYEK
PETA BATAS WILAYAH
STUDI
Ditolak Rencana Usaha dan/atau Kegiatan Tidak Sesuai Apakah Lokasinya • Sesuai dengan Rencana Tata Ruang, dan/atau • Sesuai dengan Ketentuan PUU SDA Apakah lokasinya berada di dalam Kawasan Hutan Primer & Lahan Gambut dalam Peta Indikatif Penundaan
Izin Baru (PIPIB) ?
Sesuai Apakah termasuk usaha dan/atau
Kegiatan yang DIKECUALIKAN?
Usaha dan/atau kegiatan yang dikecualikan dalam Inpres 10/2011: • Permohonan yang telah mendapat persetujuan prinsip dari Menteri Kehutanan;
• Pelaksanaan pembangunan nasional yang bersifat vital, yaitu: geothermal, migas, ketenagalistrikan, lahan untuk padi dan tebu
• Pemanfaatan izin pemanfaatan hutan dan/atau penggunaan kawasan hutan yang telah ada sepanjang izin di bidang usahanya masih berlaku
ya Tidak Tidak Ditolak ya Penilaian Dokumen Amdal atau Pemeriksaan UKL-UPL Bagi usaha dan/atau kegiatan yang dikecualikan, RKL-RPL-nya harus harus mencakup upaya mitigasi atau pengurangan emisi GRK
Integrasi Inpres No. 10/2011 ke dalam Proses Penilaian Amdal atau Pemeriksaan UKL-UPL dan Izin Lingkungan
SK Kelayakan LH atau Rekomendasi UKL-UPL Layak/Disetujui Izin Lingkungan Inpres 10/2011
Penilaian Amdal: Peraturan MENLH No. 24/2009 Pemeriksaan UKL-UPL: Peraturan MENLH No. 13/2010
Peta Indikatif Penundaan Izin Baru (PIPIB) – Inpres 10/2011 (2011-2013) dan Inpres No. 6/2013 (2013-2015)
Hutan Alam Primer
di dalam dan di luar kawasan Hutan
Lahan Gambut
Lokasi PIPIB (Moratorium) –
Tidak Boleh Ada
Izin Baru
Lokasi yang
masih boleh
ada izin baru
Daftar Kawasan Lindung dalam Peraturan MENLH No. 05 Tahun 2012
1. Kawasan hutan lindung 2. Kawasan bergambut 3. Kawasan Resapan Air 4. Sempadan Pantai 5. Sempadan Sungai
6. Kawasan Sekitar Danau atau Waduk
7. Suaka Margasatwa dan Suaka Margasatwa Laut 8. Cagar Alam dan Cagar Alam Laut
9. Kawasan Pantai Berhutan Bakau
10. Taman Nasional dan Taman Nasional Laut 11. Taman Hutan Raya
12. Taman Wisata Alam dan Taman Wisata Alam Laut 13. Kawasan Cagar Budaya dan Ilmu Pengetahuan 14. Kawasan Cagar Alam Geologi
15. Kawasan Imbuhan Air Tanah 16. Sempadan Mata Air
17. Kawasan Perlindungan Plasma Nutfah 18. Kawasan Pengungsian Satwa
19. Terumbu Karang
20. Kawasan Koridor Bagi Jenis Satwa dan Biota Laut yang Dilindungi Kawasan lindung yang dimaksud dalam Peraturan Menteri
ini:
Kawasan lindung → wilayah yang DITETAPKAN dengan fungsi utama untuk melindungi kelestarian lingkungan hidup mencakup SDA dan Sumber Daya Buatan. Penetapan
kawasan lindung tersebut dilakukan sesuai dengan ketentuan PUU
Catatan
:• Tidak semua kawasan lindung yang tercantum dalam PP No. 26/2008 dan Keppres 32/1990
dicantumkan dalam daftar kawasan lindung di
Peraturan MENLH Ini; • Kawasan lindungan =
kawasan yang telah
DITETAPKAN sebagai
kawasan lindung
• Usaha dan/atau kegiatan di kawasan lindung adalah usaha dan/atau kegiatan yang diizinkan sesuai
dengan ketentuan PUU
No. Kawasan Lindung Dalam Peraturan MENLH No. 05 Tahun
2012
Indikasi Arahan Peraturan Zonasi Kawasan Lindung Nasional Sesuai dengan Ketentuan Pasal 99-Pasal 106 PP No. 26 Tahun 2008
1. Kawasan Hutan
Lindung
a. wisata alam tanpa merubah bentang alam;
b. kegiatan budidaya hanya diizinkan bagi penduduk asli dengan luasan tetap, tidak mengurangi fungsi lindung kawasan, dan di bawah pengawasan ketat
2. Kawasan bergambut a. wisata alam tanpa merubah bentang alam 3. Kawasan Resapan
Air
a. kegiatan budi daya tidak terbangun yang memiliki
kemampuan tinggi dalam menahan limpasan air hujan; b. penyediaan sumur resapan dan/atau waduk pada lahan
terbangun yang sudah ada
4. Sempadan Pantai a. pemanfaatan ruang untuk ruang terbuka hijau;
b. pengembangan struktur alami dan struktur buatan untuk mencegah abrasi;
c. pendirian bangunan yang dibatasi hanya untuk menunjang kegiatan rekreasi pantai;
Jenis Kegiatan yang izinkan dalam Kawasan Lindung Sesuai dengan
Ketentuan Pasal 99-Pasal 106 PP No. 26 Tahun 2008
No.
Kawasan Lindung
Dalam Peraturan
MENLH No. 05 Tahun
2012
Indikasi Arahan Peraturan Zonasi Kawasan
Lindung Nasional Sesuai dengan Ketentuan
Pasal 99-Pasal 106 PP No. 26 Tahun 2008
5. Sempadan Sungai
a.
pemanfaatan ruang untuk ruang terbuka
hijau;
b.
bangunan untuk pengelolaan badan air
dan/atau pemanfaatan air;
c.
pendirian bangunan dibatasi hanya untuk
menunjang fungsi taman rekreasi;
6. Kawasan sekitar
danau/waduk
7. Suaka margasatwa dan
suaka margasatwa laut
a.
penelitian, pendidikan, dan wisata alam;
b.
pendirian bangunan dibatasi hanya untuk
menunjang kegiatan sebagaimana dimaksud
pada huruf a;
8. Cagar alam dan cagar
alam laut
9. Kawasan pantai
berhutan bakau
a.
kegiatan pendidikan, penelitian, dan wisata
alam
Lanjutan - Jenis Kegiatan yang izinkan dalam Kawasan Lindung Sesuai
dengan Ketentuan Pasal 99-Pasal 106 PP No. 26 Tahun 2008
No. Kawasan Lindung Dalam Peraturan MENLH No. 05 Tahun 2012
Indikasi Arahan Peraturan Zonasi Kawasan Lindung Nasional Sesuai dengan Ketentuan Pasal 99-Pasal 106 PP No. 26 Tahun
2008
10. Taman Nasional atau taman nasional laut
a. wisata alam tanpa merubah bentang alam;
b. pemanfaatan ruang kawasan untuk kegiatan budidaya hanya diizinkan bagi penduduk asli di zona penyangga dengan luasan tetap, tidak mengurangi fungsi lindung kawasan, dan di bawah pengawasan ketat
11. Taman hutan raya a. penelitian, pendidikan, dan wisata alam;
b. pendirian bangunan dibatasi hanya untuk menunjang kegiatan sebagaimana dimaksud pada huruf a;
12. Taman Wisata Alam dan Taman Wisata Alam Laut
a. wisata alam tanpa mengubah bentang alam;
b. pendirian bangunan dibatasi hanya untuk menunjang kegiatan sebagaimana dimaksud pada huruf a; dan
Lanjutan - Jenis Kegiatan yang izinkan dalam Kawasan Lindung Sesuai
dengan Ketentuan Pasal 99-Pasal 106 PP No. 26 Tahun 2008
No.
Kawasan
Lindung Dalam
Peraturan
MENLH No. 05
Tahun 2012
Indikasi Arahan Peraturan Zonasi Kawasan Lindung
Nasional Sesuai dengan Ketentuan Pasal 99-Pasal 106
PP No. 26 Tahun 2008
13. Kawasan cagar
budaya dan
ilmu
pengetahuan
a. penelitian, pendidikan, dan pariwisata; dan
b. pelarangan kegiatan dan pendirian bangunan yang
tidak sesuai dengan fungsi kawasan
14. Kawasan cagar
alam geologi
a. pariwisata tanpa mengubah bentang alam
b. kegiatan penggalian dibatasi hanya untuk penelitian
arkeologi dan geologi
c. pelindungan bentang alam yang memiliki ciri langka
dan/atau bersifat indah untuk pengembangan ilmu
pengetahuan, budaya, dan/atau pariwisata.
d. pelindungan kawasan yang memiki ciri langka berupa
proses geologi tertentu untuk pengembangan ilmu
pengetahuan dan/atau pariwisata.
Lanjutan - Jenis Kegiatan yang izinkan dalam Kawasan Lindung Sesuai
dengan Ketentuan Pasal 99-Pasal 106 PP No. 26 Tahun 2008
No. Kawasan Lindung Dalam Peraturan MENLH No. 05 Tahun 2012
Indikasi Arahan Peraturan Zonasi Kawasan Lindung Nasional Sesuai dengan Ketentuan Pasal 99-Pasal 106 PP No. 26 Tahun
2008
15. Kawasan imbuhan air tanah
a. kegiatan budi daya tidak terbangun yang memiliki kemampuan tinggi dalam menahan limpasan air hujan;
b. penyediaan sumur resapan dan/atau waduk pada lahan terbangun yang sudah ada
16. Sempadan mata air a. ruang terbuka hijau 17. Kawasan perlindungan
plasma nutfah
a. wisata alam tanpa mengubah bentang alam;
b. pelestarian flora, fauna, dan ekosistem unik kawasan 18. Kawasan pengungsian
satwa
a. wisata alam tanpa mengubah bentang alam; b. pelestarian flora dan fauna endemik kawasan; 19. Terumbu Karang a. pariwisata bahari
20. Kawasan koridor bagi jenis satwa atau biota laut yang dilindungi
Lanjutan - Jenis Kegiatan yang izinkan dalam Kawasan Lindung Sesuai
dengan Ketentuan Pasal 99-Pasal 106 PP No. 26 Tahun 2008
Penggunaan kawasan hutan (Hutan Produksi dan Hutan Lindung) untuk kepentingan
pembangunan di luar kegiatan kehutanan hanya dapat dilakukan untuk kegiatan
yang mempunyai tujuan strategis yang tidak dapat dielakkan, meliputi kegiatan: 1. religi;
2. pertambangan;
3. instalasi pembangkit, transmisi, dan distribusi listrik, serta teknologi energi baru dan terbarukan;
4. pembangunan jaringan telekomunikasi, stasiun pemancar radio, dan stasiun relay televisi;
5. jalan umum, jalan tol, dan jalur kereta api;
6. sarana transportasi yang tidak dikategorikan sebagai sarana transportasi umum untuk keperluan pengangkutan hasil produksi;
7. sarana dan prasarana sumber daya air, pembangunan jaringan instalasi air, dan saluran air bersih dan/atau air limbah;
8. fasilitas umum;
9. industri terkait kehutanan; 10. pertahanan dan keamanan;
11. prasarana penunjang keselamatan umum; atau 12. penampungan sementara korban bencana alam.
Sumber: Pasal 4 PP No. 24 Tahun 2010 tentang Penggunaan Kawasan Hutan
Usaha dan/atau Kegiatan di Hutan Lindung yang
Diiziinkan/Diperbolehkan oleh PP 24/2010
Pasal 5
(1) Penggunaan kawasan hutan untuk kegiatan pertambangan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf b dilakukan dengan ketentuan:
a. dalam kawasan hutan produksi dapat dilakukan:
1. penambangan dengan pola pertambangan terbuka; dan
2. penambangan dengan pola pertambangan bawah tanah;
b. dalam kawasan hutan lindung hanya dapat dilakukan penambangan
dengan pola pertambangan bawah tanah dengan ketentuan dilarang
mengakibatkan:
1. turunnya permukaan tanah;
2. berubahnya fungsi pokok kawasan hutan secara permanen; dan
3. terjadinya kerusakan akuiver air tanah.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai penambangan bawah tanah pada hutan
lindung diatur dengan Peraturan Presiden.
Pasal 6
(1) Penggunaan kawasan hutan dilakukan berdasarkan izin pinjam pakai kawasan
hutan.
Pertambangan di Kawasan Hutan Lindung (PP 24/2010)
Pengendalian pemanfaatan ruang dilakukan melalui penetapan
peraturan zonasi, perizinan, pemberian insentif dan disinsentif, serta
pengenaan sanksi
(Pasal 35)
Izin pemanfaatan ruang yg tidak sesuai dgn RTRW dibatalkan oleh
Pemerintah dan Pemerintah Daerah sesuai kewenangannya
(Pasal
37 ayat (2))
Izin pemanfaatan ruang yg dikeluarkan dan/atau diperoleh dgn tidak
melalui prosedur yg benar, batal demi hukum
(Pasal 37 ayat (3))
Izin pemanfaatan ruang yg diperoleh melalui prosedur yg benar
tetapi kemudian terbukti tidak sesuai RTRW, dibatalkan oleh
Pemerintah dan Pemerintah Daerah sesuai kewenangannya
Implikasi PP 24/2018 terhadap Sistem Perizinanan Lingkungan
Usaha dan/atau Kegiatan wajib Amdal atau UKL-UPL
yang masuk dalam Sistem OSS
(Tercantum di Lampiran I PP 24/2018)
Usaha dan/atau Kegiatan wajib Amdal atau UKL-UPL yang TIDAK/BELUM masuk
dalam Sistem OSS (Tidak Tercantum di Lampiran I PP 24/2018)
PUU yang akan digunakan: 1) PP 24 Tahun 2018;
2) PP 27 Tahun 2012; dan
3) Peraturan MENLHK tentang Pedoman
Penyusunan dan Penilaian serta Pemeriksaan Dokumen Lingkungan Hidup dalam Pelaksanaan Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi
Secara Elektronik (Peraturan Menteri LHK P.26 Tahun 2018)
Dua Sistem Perizinan Lingkungan:
PUU yang akan digunakan: 1) PP 27 Tahun 2012; dan
2) Peraturan MENLH/MENLHK eksisting terkait dengan Proses Amdal, UKL-UPL dan Izin
Lingkungan (i.e. Peraturan MENLH No. 16/2012, Peraturan MENLH No. 17/2012, Peraturan
MENLH No. 08/2013)
1
2
Pelaku
Usaha Pernyataan Komitmen Lembaga OSS
Izin Lingkungan berdasarkan komitmen Melengkapi UKL-UPL sesuai formulir UKL-UPL Pengajukan UKL-UPL (Paling lama 10 hari setelah IL diterbitkan) Persetujuan rekomendasi UKL-UPL dan menyampaikannya kepada Pelaku Usaha
melalui sistem OSS
Izin Usaha Berdasarkan Komitmen (i.e. diterbitkan setelah IL diterbitkan) Pernyataan Komitmen Pemenuhan: a. Izin Lokasi;
b. Izin Lokasi perairan; c. IZIN LINGKUNGAN; d. IMB Pernyataan Komitmen Izin Lingkungan dengan MELENGKAPI UKL-UPL
PEMENUHAN KOMITMEN IZIN LINGKUNGAN DENGAN MELENGKAPI UKL-UPL:
10 hari + 5 hari + 5 hari apabila ada perbaikan
Penetapan persetujuan rekomendasi UKL-UPL merupakan pemenuhan
Komitmen Izin Lingkungan
Pemenuhan Komitmen Izin Lingkungan dengan Melengkapi UKL-UPL
(Pasal 32 ayat (2) dan Pasal 50-53 PP No. 24/2018)
Catatan (Persyaratan):
Pelaku usaha wajib telah memiliki data dan informasi yang lengkap/memadai
untuk penyusunan dokumen LH sebelum mengajukan ke OSS, termasuk ARAHAN HASIL PENAPISAN (SCREENING) • deskripsi rinci rencana usaha; • dampak lingkungan yang akan terjadi; dan • program pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup Penga-juan UKL-UPL diumum-kan di sistem OSS Pemeriksaan UKL-UPL (Paling lama 5 hari setelah disampaikan Pelaku Usaha) Tidak ada perbaikan Perbaikan UKL-UPL dan penyampaian kembali (Paling lama 5 hari
setelah diterima hasil pemeriksaan) Hasil evaluasi melalui sistem OSS Ada perbaikan CATATAN:
Tidak menetapkan persetujuan rekomendasi UKL-UPL dalam jangka waktu Pasal 53 ayat (1), Izin Lingkungan yang diterbitkan oleh Lembaga OSS efektif berlaku.
PEMENUHAN KOMITMEN Izin Lokasi dan/atau Izin Lokasi Perairan, IMB dan Izin Usaha untuk setiap kegiatan usaha dalam Lampiran PP 24 Tahun 2018
UKL/UPL
Usaha dan/atau Kegiatan
Dampak Penting
Pengecualian Jenis Usaha/Kegiatan Wajib Amdal
Lingkungan Hidup
Usaha dan/atau kegiatan yang berdampak penting terhadap
LH dikecualikan dari kewajiban memiliki Amdal apabila:
lokasi rencana usaha dan/atau
kegiatannya berada di kawasan yang telah memiliki Amdal kawasan
lokasi rencana usaha dan/atau kegiatannya berada pada
kabupaten/kota yang telah
memiliki rencana detail tata ruang kabupaten/kota dan rencana tata ruang kawasan strategis
kabupaten/kota usaha dan/atau kegiatannya dilakukan dalam rangka tanggap darurat bencana
1
2
3
Sumber: Pasal 13 PP 27/2012 Izin Lingkungan
Dalam PP 27/1999: Amdal Kawasan → RKL-RPL Rinci
(pasal 4), Ketentuan Amdal dan RDTR belum diatur
RENCANA KEGIATAN DAN / ATAU USAHA YANG WAJIB AMDAL
(PERMENLHK NO.P.38 TAHUN 2019)
1
2
3
LAMP. I
LAMP. II
KRITERIA LAMP. III
KATEGORI AMDAL
HANYA BERLAKU
PERIZINAN BERUSAHA TERINTEGRASI SECARA ELEKTRONIK
DASAR PENGELOMPOKAN
LAMPIRAN I
PERMENLHK P.38 /2019
RAPAT TIM TEKNIS
KPA
SKALA NILAI DAN / ATAU BERTANYAAN BERJENJANG
METODE PENENTUAN
KATEGORI AMDAL
▪ Waktu Penyusunan
180 hr
▪ R/ U,sangat komplek
▪ Nilai Skor > 9
▪ Waktu Penyusunan
120 hr
▪ R/ U,cukup komplek
▪ Nilai Skor 6 – 9
▪ Waktu
Penyusunan
60 hr
▪ R/U komplek
▪ Nilai Skor < 6
A
B
C
1. SKALA NILAI
2. PERTANYAAN BERJENJANG
PPLH LPPM UNS1
GUBERNUR/BUPATI
TATA LAKSANA PENGECUALIAN PENYUSUNAN
AMDAL
MENTERI
DILAKUKAN DIRJEN EVALUASISISTEM DAMPAK LING. + TIM
DISETUJUI
30 Hr
DITOLAK
SURAT KEPUTUSAN PENGECUALIAN
WAJIB AMDAL
(MENTERI)
SURAT PENOLAKAN PENGECUALIAN
WAJIB AMDAL (DIRJEN)
2
PERMENLHK NO. P.38 TAHUN 2019 Psl. 5