• Tidak ada hasil yang ditemukan

SNI 03-6880-2002 - Spesifikasi Beton Struktural

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SNI 03-6880-2002 - Spesifikasi Beton Struktural"

Copied!
77
0
0

Teks penuh

(1)

SNI 03-6880-2002

Standar Nasional Indonesia

ICS I'

i

\

Spesifikasi beton struktural

(2)

Pd 5-01-200 1-03 Daftar isi Halamnn Daftar isi ' I)11lt)\.llll\ '111111111111111111111111'111111111111'1111111111111'11./.'I'lt.lt' •• , • • • • , • • • • • • • • • • • • · ' . . . • . • • • • • • • • • • • • • II l'cndnhuluun .,.,."".,."", .. " """ .. , " .. ,.'., , , ,.. II 1 Ruang l.ingkup .. , ~ ," . 2 Acuan ,.. " , , , , , , ..

..

I'. ' . 1 ' 1 " " " " 1 " " " " •••••••••••••••••••• o f• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

3

lstiluh dun

Dcllnis!

1"I"III"1111111111111111111'11'11111111It~I:I""" • • • • • • • • • • • • • • •

4 Pcng..\juan , .. ", ,., .

::; Jaminan Kualitas ..

6 Penerimaau Struktur '.. . ..

7 Perlindungan Beton di Tcmpat , , ,.. " .. , , ,.,., ".

8 Cetakan dan Pcrlengkapannya , " .

9 Pcnulangan dan Dudukan Tulangan , '" , .

\() Cnmpurnn Beton ",., ,.,.,. ,'" ", .. "" " , : , .

11 Penanganan, Pengecoran dan Pelaksanaan , ' .

12 Beton Arsitektural '" ,.

13 Beton Ringan

\

~

Beton Mnssn

15 Beton Prategang , .

Lampiran A. Daftar Kendali Persyaratan Wajib ..

Lampiran U. Daltur Kendall l'ersyur.uun '1'111111111111111 " " " " " " " " " "

Lnmpirnn C. Daftnr Kendall Pengajuan

..

Lampirnn 1). Daftnr lstilah .

Lampiran E. Notasi . 4 7 II 1,j 1:\ 18 'J" --'

:1\

42

46

48

50

56 SR 67

7\

72

(3)

,

Pd S-Ol-2001-03

Prakata

Spesifikasi ini disusun untuk memenuhi kebutuhan efisicnsi standar bidung tcknologi

permukimun.

Standar ini mcngacu pada beberapa standar yaitu SNI, ASTM, ANSl/A WS, /\ASI-lTO, Corps of Engineers, CRD, ACl, sertaCRSl dengan formatpcnulisandisesu.iikan dengan Pedoman

I3SN No.8 Tahun 2000.

Standar ini telah disepakati melalui konscnsus yang diprakarsai olch Sub Panitia Tcknik

Permukiman, Panitia Teknik Konstruksi dan Bangunan.

SpcsifikasiBeton Struktural adalah salah satu standar untuk menunjang dokumen resmi dari

spesifikasi proyek sesuai dengan yang disyaratkan dokumen kontrak.

" '"

o

(4)

<•

po.

S·()l·2001·03

Pcndnhuluan

Spesifikasi iui dimnksudknn untuk digunakan scbugai acuan atuu masuknn dal.un Spcsifikasi Proyck. Sub pasal-sub pasnl dalam Spesiflkasi ini tidak bolch digunakan sccara tcrpisah dalarn Spesifiknsi Proyck sebab pengguuaan di luar korueks dnpat mcnpubah artinya.

Hila terdapat sub pasal dalam

Spcsifikasi

ini

diuluh

dan dicantumkan kc dalnm Spcsifil.us'

Proyek atau dokumcn lain, maka sub pasal tersebut tidak boleh discbutkan sebagai Spesifikasi Beton Struktural, sebab Spesifikasi ini tclah diubah.

Peraturan gcdung mencantumkan persyaratan minimum yang dibutuhkan untuk mclindungi penghuni. Spesifikasi ini dapat menetapkan persyarntan yang "lebih ketat dari pcrsyauuau minimum. l'cnyesualnn untuk mcmcuuhi kcbutuhun proyek tcrtentu horus dibuut olvh 1\It

Ii

Teknik. Ahli Tcknik harus mcngkaji sctiap sub pnsnl <1:11am Dnltar KCIHbli Spesi fik.isi dan mengikutsertakun keputusan Ahli Tcknik untuk sctinp sub p:I:;:11 d:llLtr kcndali :;ehtgai pcrsyaratan wajib dalam Spesifikasi Proyek.

Pcrsynrntnn Wnjib menetnpkan kualitas yang spesifik, proscdur, bahnn, dan kritcria kinerju

untuk ultcruntif-altcmatif yang diijinkun atnu untuk kcrctapan-kctetnpnu yang tidnk ler'~l\kllP

datum Spcsifikns] Stundar. Bila dibutuhknn. 11L'11L',CClI:lIi:\Il untuk Si1L'silik:1Si illi haru.:

dimasukkan ke dalam Spcsifikasi Proyek.

Pernyataan berikut dibuat untuk mcncantumkan bahwa Spcsifikasi ini mcrupukan bngian dari

Spesifikasi Proyek.

Pekerjaan (Nama Proyek) harus sesuai dengan seluruh persyaratan Spesifikasi Beton

Struktural, kecuali bila sudah dimodifikasi oleh persyaraian dari Dokumen Kontrak ini.

,

.

.

Daftar Kendali Spesifikasi

Standar

mengidenrifikasikan pilihan

dan alternatif

Ahli Teknik.

Daflar

kendall meugidentifikasikau sub pusul dun tindakun yang disyurntkuu oleh Ahli

Teknik. '

Diagram alur selcksi dan dokumentasi untuk per.iproporsian beton dimaksudkan sebagai

panduan ilustratif untuk menunjukkan persyaratan daIum Pasal 10 mengenai campuran beton.

Diagram alur

tersebut bukan merupakan bagian dari Speslfikas! Sundar. Hui ini dimaksudkan

untuk mernbantu

Ahli

Teknik dalam melaksanakan persyaratan

yang

disebutkan dalam Pasal 10.

(5)

SNI 03·4803·1998

SNI03-4807-1998 SNI 03-2854-1992 SNI03-481 0-199S SNI03-1750-1990 SNI 03-4433-1997 SNI 1~·20/1/)·1<)C)tj SNI03-2458-1991 SNI 03-2493-1991 SNI 03-2495-1991

SNI03·2461·1991

SNI 03·:2459-1991 SNI 03-3402-1994 SNI 03-4802-1998 SNI03-2460-1991 . I'd S-01-2001-03

Spesiflkasi Beton Struktural

Ruang lingkup

Spesillkusl inl mcncakup bahan clan PI'OI'OI'SI bcton. bajaurlungnn dnn pmtcgullg. produksi pcngecoran dan peruwatan bcton serta konstruksi cctakan. Ditctupkan pula pcrlakuan sial' dan bagian-bagian tertanam, perbaikan perrnukaan beton. dan finising pcrmukaan pcrmukaan yang tcrcetak. Dalam beberapa pasal tcrpisah dibahas untuk kon.rruksi pel.u clan finisingnyn,

bcton arsitckturul, heron masif, dan bahan bcscrta cura pclakxana.m koustruksi heron pasca

tnrik, Tcrmnsuk pula kctentuan mcngenai pengujian, cvalunsi dan pcnerimnan bcion heserta

strukturnya. Selain itii meliputi pula:

I) Pckcrjann yang ditctapknn. yaitu pckcrjaan I11CIH;;llWp bcton strukturnl cor di rcmpat. Ketentuan-kctentuan dalam Spesifikasi ini harus dilaksanakan kccuali ditetapkan lain dalam

Dokumen Kontrak. ...

2) Pekcrjaan yang tidnk ditetapkan, yaitu pekcrjaan-pckerjaan yang tidak dicakup dalarn

Spcslflkns: ini SCIX~,.(i: • Produk bcton pracetak • Beton berat pelindung

• Betonperkerasan pekerjaan berat • Traso

• Beton untuk insulasi

• Beton rclraktori

2 Acuan

Standar ncuan dan publikasi dari SNI, I\Cl. ASTf'v1. dan AWS yang digunakan dalam Spesifikasi ini terrnasuk tahun adopsi atnu rcvisinya yang merupakan bagian dari Spesifikasi

ini adalah :

I) Standar Nasional Indonesia (SNI)

SNJ 07-1154-19g9 Kawat 'baja tanpa lapisan bebas tegungan untul: konstruksi Ireton

pratekan, jalinan tujuh

Metoda pembuatan dan pcrawatan bcnda uj! Ireton c'i Iapangan

Agref{at beton, Mutu dan camuji

Speslflkas! beton

slap pakai

SC'lI/c'/I/IOf'llm/d

Campuran Beton Segar, Metoda Pengambilan Contoh

Contoh Uji beton, Metoda pembuatan danperawatan di laboratorium

Bahan tambahan pembentuk gelembung udara untuk beton, Spesijikasi

Agragat rtngan uutuk' baton

struktura'.

Sp(w(/iko.\'l

Bahan tambahan untuk beton, Spesifikasi

Metoda pengujian berat isi beton ringan struktural Metoda kecepatan pulsa melalui beton

Abu terbang sebagai bnhan tambahan untuk campuran beton,

Spesifikast

Metoda angka pantul beton yang sudah mengeras

Metoda pengujian untuk menentukan suhu beton segar semen portland Spesiflkasi kadar ion klorida dalam beton

(6)

PdS-01-2001-03

SNI 03-4815-1998 Spesifikasi pengtst sial' muai slap pakai untuk perkerasan don

bangunan beton

SNI 03-4432-1997 Spesifikast karet spon slap pakai sebugai balian pengisi sial' 11111ai pada perkerasan bcton(/0/1 konstruksihangunan

2) Standar-standar ASTM

A 82-94 Specificatlonfor Stee! Wire, Plainfor Concrete Reinforcement

A 184-90 Specification for Fabricated Deformed Steel Bar Mats for Concrete

inforcement

A 185-94

L)/Jec:!/ic:atlol1./iJ,.

Steel Welded

Wire

Fubric, l'lulnfot

COl/crete ReIJI!(I/'(:eflu'lII

A416-94 Specification for Uncoated Seven-Wire Stress-Relieved Steel Strand for

Prestressed Concrete

1\421-01 SI,ecilicrrtion [or Uncoated Stress-Relieved- Steel Wir!' [or Prestressed

Neinforcctnc/11

1\496-94 Spociftcattonfor Steel Wire, Defonned,[or Concrete Reinforcement

A 4<)7·040 ,~iJecUJ{.'(Ulol/

jiw

Welded f)t!ji muei! Steel IF/1'1' ,,'ilhl'ic

.Ii

JI' Coucre!t'

NeiJ?/(JI'(.:e me/II

A 615-94 Specification for Deformed and Plain Billet-Steel Bars [or Concrete

Reinforcement

A 616-93 Specification for Rail-Stee! Dcjoruusd atul l'lain liars lill ('OIlCI'e/('

R

l'irfotccm«lit

;\ () 17-9] ,<.,i,ec!licatioll ./iJl' Axle-SI<'el J)e/iJl'lIwt! (I//(I l'lain }/II/'S lor (:Olll'l't'll'

Neit!lhrL'ellll'III

A 706-92b Specificationfor Low-A110)' Stce! Deformed Barsfor Concrete Reinforcement

1\7:'2-<)() ,\/J('<'(j;mtiolljiJr l lncuatcc! l/igh-St/'el/glh StC'('1 !?orj(lr I'rcstressins; Concrete

A767-90 Specification for Zinc-Coated (Galvanized) Sn:«! nul's for Concrete

Reinforcement

A 775-94d Specification for Epoxy-Coated Reinforcing Steel Bars

A780-93a Practice for Repair of Damaged IIotDip Galvanized Coatings

A884-94a Specification for Epoxy-Coated Steel Wire and Welded Wire Fabric for

Reinforcement

C39-93a Test Method for Compressive Strength ofCylindrical Concrete Specimens

C 42·90

Methods ofObtaining andTest Drilled Cores

and

Sawed Beams

of

Concrete

C 138-92 Test Method for Unit Weight, Yield, and Air Content (Gravimetric) of

Concrete

C

143-90a Test Method/or Slump ofPortland Cement Concrete

C 171-92 Specification for SheetMaterialsfor Curing Concrete

C 173-94 Test Method for Air Content of Freshly Mixed Concrete by the Volumetric

Method

C231-91b Test Method [or Air Content of Freshly Mixed Concrete by the Pressure

Method .

It C309-93

Specification

for Liquid Membrane-Forming Compounds/or Curing Concrete

C387-87 Specification for Packaged, DIY,Combined Materials for Mortar and Concrete

C 404·93

Spectftcation for

Aggregate for Masonry Grout

C 595-94n

Specification/or Blended Hydraulic Cements

CM~4·H~ Method of Making, Accelerated Curing, (111(/ Test of Concrete Compression

Test Specimens

. 2 dari 72

(7)

C 685-94 C 803-90

C

873-94 l' HH 1-90 C 900-87 C 928-92a C989-93 C 1017-92 C1059-91 C 1074-93 C 1077-92 C 1107-91a 0994-71 E II-~n

E

329-90 E380-93 Pd S-Ol-2001-03

Specification for Concrete Made by Volumetric Batching and Continuous Mixing

Test MethodforPenetration Resistance(?(Hardt nedConcrete

Test Methodfor CompressiveStrength ofConcrete Cylinders Cast in Place in

Cylindrical Molds

,\/JI!/.:(jicull()/I./i)f'1~/)tJxy·N('sln.JJ!ls(' IJIJ//di//g 1~)l,\'t(!lIIs.lhr Concrvu:

Test Methodfor Pullout Strength ofHardened Concret~ (J993)

Specification for Packaged, Dry, Rapid Hardening Cemcntious Materials for

Concrete Repairs

Specificationfor Ground Granulated Blast Furnace S!ag jiJr Use-in Concre'c ami Mortars

,\iJec(!ica!ioJ1 fur Chemical ;/dniixturcs for Use

iii

Producing Flo wing

Concrete

Specificationfor Latex Agentsfor Bondin-; Fresh to Hardened Concrete

PracticeforEstimated Concrete Strength byth«Maturity Method

Practice'/;'1' Laboratories rest CO/1crc!I' (/1/(/ Cone...rct«A.l:,t;rcgatcfor Use ill Construct!on and Critc![iafor I.aln:rettO/:J' Eva1'1([tion

SpecificationforPackaged, Dry, Hydraulic Cement Grout

Specification for Preformed Expansion Joint Filler for Concrete (1982) (Bituminous Type)

Spcclficationfor Wlrc-ClothSievesfor '1'(st Purposes

Practlcefor Inspection and Test Agenciesfor Concrete, ,)'tee!, and Bitumino-ts

Mcuerlu!s us Used

ill

Constnicikn:

Practice for Use ofthe International System ofUnits (.S'I) (The Modernized

Metric System),

ACt sp·15

CRSI MSP 1-90

3) Stuudnr yang dijudikun ncunn ininnyn ,. Stnndur-stundar lnin YUill:',dijndiknn ncunn dalnm

Spesifikasi Standar ini :

ANSI/AWS D·I,Jncn

Stl'lI{'tllral

.

Wti/ding ('odli -- !?Iiin(o!' 'ing Sie»!

ASSI-I1'O 1'260-84 Sampling and Testing for Total Chloride Ion in Concrete and

Concrete Materials

Corps of Engineers Specification for Rubber Water-stops

CRQ C513-74 C011J:,'

0/

Engineers Specification

/0"

Folyvinylchloride Waterstops

CRD C572-74 PTI 1985 Specification for Unbonded Single Strand Tendons

4) Publikasi-publikasi yang dicantumkan - Publikasi-publikasi yang dicantumkan dalarn Spesifikasi Standar ini a d a l a h : '

ACI318-89 (1992) Building Code Requirements/or Reinforced Concrete

ACI CPI-90 Technician Workbook for ACI Certification

0/

Concrete Field Uji Technician- Grade 1

Field Rt!j'el'ence

MWIIIl.'I

Manual ofStandard Practice, 25th Edition, January 1990

5) Acuan Lapangan - Simpan di kantor proyek Kontraktor satu berkas salinan acuan-acuan

bcrikut lnl :

ACI Field Reference Manual, SP-15,"Sp ecijicationjor Structural Concrete (ACI 301) with

Seteoted ACI

oml

ASTM

Reftirenoe~"

eRSI Manual of Standard Practice, MSP-I

(8)

Pd 8-01-2001-03

3 Istilnh dan definisi

:u

Dapat ditcrima ntau diterima

scsuatuyangdapat diterima scsuai dengan kctcntunn Ahli Tcknik. ~.2

Tcknisi seniur

scscorang yang memiliki pengetahuan dan kcmampuan scrta mcmpunyai surat resmi ujian

yang selenggarakan oleh instansi terkait baik secara tertulis maupun praktis, untuk

melaksanakan dan mencatat hasil pengujian standar SNI prua carnpuran beton segar, mernbuat serta rnerawat uji silinder,

.:t3

Ahli Tclmil{

arsitck, konstruktor, kousultanarsitektur, konsultan rekayasa, atau konsultan arsitcktur clan rekayasa, yang mengeluarkan gambar-gambar proyek clan spesifikasi-spesifikasi, atau pekerjaan adrninistrasi sesuai dengrin Dokumen Kontrak.

3.4

Beton nrsircktural

beton yang dickspos scbagai pcrmukuan interior utuu ckstcrior struktur d.m ditunjukkun dnlum I)okllllll'n Kontrak ; mcnyumbnngk.m k:lra.klLT Sl'e!"'il vixu.il d.ui xtruk tur S('eilr;1 keseluruhan dan "oleh karenanya mcmbutuhk.in pcrhatian khusus dulum pcmilihan bahan

bcton, pcncetukun, P(~llgCCOI'UI:, (hill

IillisillgllYlI

1I1l11lk mcudup.ukun pcnumpilnn nrsitckturnl

sepcrti yang diinginkan.

3.5

Dokumcn koutruk .

dokumen, termasuk Gambar Proyek dan Spesifikasi Proyek, yang meucakup pekerjaan yang

hams dilaksanakan.

3.6

Kontraktor

perseorangan, konsultan, atau perusahaan yang bersaiua-sama dcngan Pcmilik mcmbuat

kesepakatan untuk melaksanakan pekerjaan.

3.7

Dickspos untuk tampilan umum

tarnpilan yang dapat dilihat dari lokasi umum sctelah finising gedung. ' 3.~

lleton dengnn I",nt nwnl tinSRi

beton yang

melalui penggunaan semen kuat awn! tinggi atau bahar,

tambuhun, mampu

mencapaikekuatan yang telah ditetapkan padaumur lebih awaldaripada beton normal.

3.9

Beton I'lngnn

beton yangsecara substansial mempunyai beratjenis yang lebih ringan dibandingkandengan

beton normal.

(9)

PO 8-01-2001-03

3.10

Beton

1lI11SSlI

volume beton dengan dirnensi cukup besaryangmernerlukanpcngukuran-pcngukuran akibat panas yang dihasilkan dari hidrasi antara semen dan adanya perubahan volume untuk mcminimumkan peretakan.

3.11

lleton

lII11S!lIl,

polos

beton massa yangtidak ditulangi atau ditulangi lebihsedikitdariyangscharusnya dibutuhkan untuk beton rnassabertulang.

3.12

Beton mnssa, bertulang

beton massu yang ditulangi secara cukup memadai, pratcgang atau non prutcgang, yang

dirancang untuk bekcrja bcrsarna-sama dcngan bcton dalam mcnahan scmua guya rcrmasuk gaya induksi akibat temperaturdanSUSlIl.

3.13

Bel

011

bcrnt normnl

beton yang rnernpunyai beratjeniskira-kira 2400 kg/rn:' yang terbuat t!ari agrcgat.

3.14

I'clIlilik

pcrusahaan, nSOSlaSI, kcmitraan, pcrscorangan, atau insiansi publik atau l'cmcriutuh yang bersumu-sunu: dengnn Kontruktor

mcmhun:

kescpnkntnn untuk IlltLdc,illlllbll Iwknjilllll, 1I11lt1

untuk siapapekerjaan tersebut diserahkan, 3.15

Diljinkun

diterima atau dapat diterima sesuai dengan ketentuan Ahli I'eknik biasanyu mengenai

permohonun KOI1Il'Hktor, atnu bilu

lclull dltetapkun dulnm Dokumen Koutruk.

3.16 e

Pasca tarik

metoda prategang beton bertulungdi manatendonditariksctcluhbcton mcngcrus,

3.17

Beton pratcgang

beton di mana gaya-gaya internal dengan besar dan distribusi .ertentu yang dikenakan sehingga tegangan tarik yang berasal dad beban layan dapat dilawansarnpaibatas-batas yang diinginkan; dalam beton bertulang, prategang biasanya dil.enakan dengan melakukan

pennrikan pndn tendon.

3.18

Gambar proyek

gambar, bersama dengan Spesikasi Proyek, yang melengkapi inforrnasi deskriptif untuk

rnelaksanakan

pekerjaan yang telah ditetapkan atau diacu sesuai dengan Dokumen Kontrak.

(10)

Pd S-Ol-2001-03

3.19

Spesifikasi Proyek

dokumen tertulis yang menetapkan persyaratan dalam proyek yang sesuai c1engan parameter pelayanan atau krltcrla khusus Inil1l1yn yang dikehendaki oleh Pemilik.

3.20

Standar Acuan

standar untuk masyarakat teknis, organisasi, atau asosiasi, terrnasuk peraturan-peraturan Pemerintah Duerah atau Pusat, yangdiacu di dalam Dokumcn Kontrak.

3.21

DisyaI'lltim n

disyaratkan dalam Spesifikasi Standar ini atau Dokumen Kontrak.

3.22

Spcsifikns, stnndur

spesifikasi yang dimaksudkan olch Ahli Tcknik sebagai Acuan Siandar bag] Kon.raktor untuk digunakan dalam mclaksamll':1\l1 proyck dcnga» mcncanuun kan Spcsi Iikasi Stun.lar

dalam Dokumen Kontrak, bersama-sama dengan persyaratan proyek.

•t23

Peugujlan

kekuntnn

kuat tckanrata-rataduasilinder yang dibuatdari bcbcrapa contch uji bcton dan diujipadaumur

28 hari atau umur yang dirancang untuk mencntukan f'c.

3.24

Beton rlngnn struktural

bcton strukturnl yUI.g dlbuur dul'lllgl'cgllll'illgall; hcraljclli'lllyll blnsuuyu dnlnm rClllllllg 1400

kg/mJ snmpni 1H50 kgltnJ • .

3.25

Diajukan

diajukan kepada Ahli Teknik untuk keperluan peninjauanatau penerirnaan.

3.26

Pekerjaan

keseluruhan

konstruksi

atau

bagiau

yang diidentikasikan secara terpisah yang harus diselesaikan sesuai dengan Dokumen Kontrak. Pekerjaan adalah hasil dari pelaksanaan jasa, penggunaan pekerja, penggunaan dan penggabungan bahan-bahan dan peralatan ke dalam

konstruksi,

yang

keseluruhannya

dinyatakan

dalam

Dokumen

Kontrak -.

4 Pcngajuan

4.1 Umum

Pengajuan yang disyaratkan dulam Spesiflkasi ini harus diujukun untuk pcninjnuan dan penerimaan.

4.2 Laporan pcngujian dan pemeriksaan

Instansi pengujian harus melaporkan hasil pengujian beton dan bahan beton serta perneriksaan yang telah dilakukan selama pekerjaan berlangsung kepada Pemilik, Ahli

(11)

Pd S-Ol-2001-03

Teknik, Kontraktor, dan Pemasok Beton. Laporan pcngujian kekuatan harus mcncantumkan lokasi pekerjaan di mana siklus diambi! untuk pengujian bcscrta n01.11or siklusnya. Laporan pengujian kekuatan hams mencantumkan informasi tcrinci mengcnai tcmpat pcnyimpanan dan perawatan benda uji sebelurn pcngujian. l.apornn akhir harus discrahkar maksimum tujuh hari setelah pengujiansclcsai..

5 Jaminan kualitas

5.1 Umum

Bahan beton dan pelaksanaannya dapat 9.iuji dan diperiksa oleh Pcmilik sebagai kernajuan pekerjaan. Kegagalan rnendeteksi pckerjaan atau bahan cacat tidak berarti tidak ada

penolakan hila cacat tersebut kemudian diternukan atau Ahli Teknik tidak bcrkcwajiban

menerlmanya sebagal penerirnaan akhir.

5.2 Instansi pcngujian

Instansi-instansi yang mernbcrikan layanan pengujian bahan beton harus sesuai pcrsyaratan

ASTM C 1077. lnstansi pengujian yang mernberikan layanan pcnguj ian baja tulangunharus

scsuni persynratnn ASTM E J2C):Instnns] pcngujinn yang mclnl.s.uinkun pcngujinn I1l11'lIs diterima Ahli Teknik sebelum melaksanakan pekerjaannya. Pengujian beton di lapangan sebagaimana disyaratkan dalam sub pasal 5.3 dan sub pasal 5.4 harus diiaksanakan oleh instansi terkait, Program sertifikasi yang sctara harus mencakup pcrsyaratan mcngenai ujian tcrtulis dan praktis scbagaimana ditctapkan.

.

-5.3 'l'nnggung jnwub koutrnktur terhadup pcuguji.iu

I) Mcngirimkan data rncngenni kualifikasi instansi pcnguj ian yang diusulkan untuk . penerimaan. Penggunaan layanan pengujian tidak berarti melepaskan Kontraktor dari

tanggung jawabnya untuk rnenghasilkan balian dan konstruksi sesuai Dokumen Kontrak. 2) Tugas dan tanggung jawab. Kecuali disebutkan lain dalam Dokumen Kontrak, Kontraktor harus melaksanakan tugas dan tanggung jawab be. ikut ini:

(a) Mengkualifikasi bahan yang diusulkan dan mcmbuat proporsi

C:IIIIJHlr;'11.

(b) Menyediakan tenaga kerja hila disyaratkan untuk membantu Instansi Pengujian Pernilik

dalam mendapatkun dan menangani contoh uji di lokasi proyck atau sumbcr bahan.

(c) Memberikan saran kepada Instansi Pengujian Pemilik paling sedikit 24 jam sebelum kegiatan untuk melaksanakanpengujian kualitas serta untukpenugasan personel,

(d) Menyediakan dan mernelihara fasilitas-fasilitas instansi pengujian secara memadai

terhadap tempat penyimpanan yang arnan dan perawatan rnernada. dari benda uji di lokasi

pckerjaan untuk perawatan awal sebagaimana disyaratkan oleh S1'lI 03-4810-1998.

(e) Mengajukan data dan dokumentasi pengujian mengenai bahan dan proporsi campuran. (f) Mengajukan program pengendalian kualitas pcrnasok beton dar- menycdiakan salinan

rnengenai semua laporanpengujian.

(g)

DlIu dlsyarntkar,

sebugai dasnr penerlmnnn bctonmengcnai

lIji

kckuntun yang

dipCI'CCPO!,

rnengajukan permohonan untuk rnelaksanakan pengujian yang dipercepat disertai dengan data korelasi untuk kuat tekan 28 hari stanJar berdasarkan paling sedikit 15 set data pcngujian yang mernenuhi sub pasal 5.4.2 sub. d dengan beton yang terbuat dari bahan yang sarna dengan batasan palingsedikitf'cr

±

7MPa. .'

3)

Penf:!~\iifm Yftn~

ditlynmtknn

dari instansi penguJian kontraktor, kecuali ditetapkan lain

dalnm boktjl11Cn l{ol1trnk, kotttl'nktor hnrus

Il1cmbcrlknll Inynnflll

r>cl1gtU

lun yung dlsyurtlkun

tanpn pcmbebanan biaya kcpada pcmilik schngni bcrikul:

(12)

Pd 8-01-2001-03

(a) Kualifikasi bahan yang diusulkan dan pcmbuatan desain carnpuran.

(b) Layanan pengujian lainnya

yang

dibutuhkan atau disyarntkan olch kontraktor.

5.4 Tanggung [awab pcngujinn instnnsi pcngujinn pcmilik

1) Kccuali ditctapkan lain dalam Dokumen Kontrak. instansi pcngvjran Peruilik mcnyediakan layanan sebagai bcrikut :

(a) l'crwnkilun dnrl instansi pcngujhu: Pcmilik untuk mcluksanakun pcmcriksnnn,

mengamhil

eontoh uji, serta mcnguji bahan dan produksi bcton yang disyaratkan oleh Ahli Tcl.nik. l3ila

diketahui bahwa bahan yang dibcrikan atau pckcrjaan yan:.~ dilaksnnukan kontraktor gagal memenuhi Dokumen Kontrak, instansi pengujian harus segera .nclaporkan kekurangan-kckurangnn tersebut kepada Ahli Tckuik. kontraktor. dan pcmasokbcion.

(b) lnstansi pengujian dan perwakilannya tidak dibcrikun kuasa untuk mcncabut, mcnguhah,

mcringankun, mcnumbah, atnu mcnghilangkail pel'sY<lIl,t:\I'; "dnlnlll Dokumcn Koutruk.

terrnasuk mcnerima sebagian pekcrjnan.

(c) lnstansi pcngujian hams melaporkan :,C!l1lW pcngujian dan lnsil pcmcriksain kcpadn Ahli Teknik, koutraktor, dan pcmasok beton maksimum tujuh hari sctclah pcngujian dan

perneriksaan dilaksanakan.

2) Layanan pengujian - lnstansi pengujian pemilik dapat mclnkukan layanan pcngujian

sebagai berikut tanpa membebankan biaya kepada kontraktor:

(a) Mengkaji dan mengecck bahan yang diusulkan untuk mcmcnuhi Dokurncn Kontrak. (b) Mengkaji dan mengecek desain campuran yang diusulkan scbagnirnana disyarntkan oleh

- AhliTeknil~' - "

(c) Mcmperoleh contoh

uji

produksi buhun dip:lhrik 1111111 Pl'llyil111\lllliII1I1Yil ~;\'lilIl1il pd:crjililll

berlangsung serta melakukan pengujian untuk merncnuhi Dokumcn Kontrak.

(d) Mendapatkan contoh uji gabungan scsuai dcngan SNI 03-2tJ5l:\-1\)<)I Setiap contoh uji harus didapatknn dari siklus beton yang berbeda secara acak, hindarkan pemilihan siklus

scluin ~CCl\I'1I ueuk scbclum mclnkuknn pcngccorun hctou.

Mendapatkan paling sedikit satu contoh uji gabungan untuk tiap 75 111", aUIU kclipatannya,

dud

maslng-masing desain campurnn

boron yang (hem

dalan.

snfll

hari. Bila kuautitas

total

beton dengan desain campuran kurang dari 40 1113, pcngujian kekuatan dapat diijinkan olch

Ahli Tcknik, bila menurut penilaiannya, terdapat bukti yang mcmadai bahwa kckuatannya memuaskan.

(e) Melaksanakan pengujian kckuatan bcton sclama konstruksi scsuai dcngan proscdur sebagai berikut:

Mencetak

dan merawat

tiga

silinder

rnasing-masing contoh uji sesuai dengun SNI OJ·

4810-1998. Catat dalam laporan pengujian penyimpangan terhadap persyaratan SNI dalam .

•. . Melakukan pengujian silinder sesuai dengan ASTM C 30. Menguji satu benda uji pada umur 7 hari untuk informasi, dan dua benda uji pada urnur 28 hari untuk penerirnaan

kecuall [ika dltetapkan lair" Hasil

uji kuat tekan untuk penerirnaan haruslah melupakan rata-rata dad dua benda uji yang diuji pada umur 28 hari. Bila satu benda uji dalam pengujian menunjukkan bukti adanya contoh uji, cetakan, atzu pengujian yang tidal< memadai, singkirkan benda uji tersebut dan pakai kekuatan dari silinder sisanya sebagai hasil pengujian. Bila kedua benda uji dalam pengujian menunjukkan adanya caeat, singkirkan seluruh uji'tersebut.

(13)

o

• Bila pengujian beton yang dipercepat diijinkan sebagai alternatif pengujiau standar, cetak

dan rawat dua benda uji masing-rnasing ccutoh uji gahungan sesuai dengan ASTM C 684, ikuti proscdur yang ditetapkan oleh Ahli Teknik. Bunt paling'sclikit satu pcngujian kckuatan yang dipcrcepat dari masing-masing conioh uji gabungan scsuai deugan sub pasal 5.4.2.d dan satu pcngujian kuat tekan standar pada umur 28 hari untuk paling sedikit sctiap pcngujian yang dipcrccpat lainnya scsuai dengan SNI 03-4810·1998. Gunakun hasil pcngujiun ini untuk rncmpcrtnhankan serta mcmbaharui korelasi untara pengujian

kunt tckun stundar dun pt:llglljiall kunt tcknn )'nllg dipcrceput.

(I) Mencntukan slump masiug-masing contoh uji gabungan sesuai dcngan sub pasal 5.4.2

sub.d dan bila konsistcnsi bcton mcnunjukkan adanya variasi, gunakan Afi'l'M C 143.

(g) Tentukan temperatur dari masing-masing contoh uji gabungan dalam sub pasal 5..+.2 sub.d sesuai dcngan SNI 03-4R07-1998.

(h) Uji kandungan udura yang disyarntkun untuk bcton yang- mcmiliki gclcmbung ud.rra

dcngun AS'I'M C 2J I, AS'l'M C 173, utuu ASTM C I.\H. TC1I1llk1l1l IllIlldullglll1 uduru beton normal untuk masing-masing contoh uji gal,HlI1gan dcngan sub pasal 5.4 sub. d. "tau

sebagaimuna diurahkun olch Ahli Teknik. Pcngujian r.unbahan harus dilaksanakan scbugaimuna disyurutkan untuk kcperluan pcngontrolan.

3) Lnynnnn pcngu]ian tambahan biIn disyarntkin - lnstansi pcngu]ian pemiIik uapat

mcluksanakun layunnn pcngu] Inn bedkut hila dlsyarutkUII olch 1\IIIi 'l'cknik. lnnpa pcmbebnnun hinyu padn Kontrnktor:

• Mcmeriksu pcnakaran bcton, campurun, dan kcgiatan pcngiriman

• Mcmcrik..n cctnkan. pcrsiapnn pondasi, pcnulangnn. b:\gi:lll lcrtannm. I'CI11:1S:1I1g:111 tulungan, pcngccoran beton, finis, dan kcgiatan pcrawat..n.

• Contoh uji bctou di tcmpa: pcngecoran dun lokusi hu.myn ~wh;lgnimilllil ciinruhknn olch AhliTeknik sertamelaksanakanpengujian yangdisyaratkan.

• Mengkaji laporan produsen untuk tiap pengirirnan semen, baja tulangan, dan tendon prategang, serta melaksanakan pengujian laboratorium HUlU pengecekan baha.i yang

memenuhi spesifikasiJi lapangan bahan,

Penguifnn lainnya ntau layanan

pemeriksaan schagaimana disyaratkan oleh Ahli Teknik. 4) Layanan pengujian lainnya bila dibutuhkan - Dila disynratkon, instansi pcngujian pernilik perlurnelaksauakan layananpengujian berikut denganpembebanan biaya kepada Kontraktor:

• Pcngujinn tambahnn dan pemeriksann vang disyaratknn k.ircna ndanyu pcrubahan bahan

atau

proporsi

carnpuran

yang diminta oleh Kontraktor

• Penguilnn tnmbahnn bahnn

atoll

beton ynng

gaglll

memenuhi

persynratnn spesifikasi.

5.5Pengujian beton keras di tempat

I) Umum - Pengujinn b"ton horus dilaksanaknn oleh instansi pcng.ujian p~ll1ilik bila pengujian tersebut memang disyaratkan. Bila disyaralkan dalam spesitikasi il1i, billya

pen~ttiifm

olmn dihebonknn kepadll

Kontraktor apabiln peng1ljinn dilaksanaknn untuk

memverifikasi kekuatan struktur. PemiHk meMnggung

billyunya

blln

pCllguj\Ull

dllukltl<un

atas permohonannya dan tidak disyaratkan dalam spesifikasi inL

2) PCl1litujinn non-dcstrllkti f-Menggunakan paltl beton sesllai denean SNI 03·4803-1998,

metoda kecepa~an pulsa sesuni dellgun SNI 03-4802-1998, atau pcralatun nOll-deSlnlktif lain

(14)

yang diijinkan oleh Ahli Teknik dalam mcngevaluasi keseragarnan dan klint rclatif beton di

temput, atuu untuk memilih daerah yangukan dilakukan pengambilan contoh uji beton inti.

1) Uil bctou i1tll

(a) Bila disyaratkan oleh Ahli Teknik, beton inti harus diperoleh dan diuji sesuai dengan ASTM

e

42. Untuk beton struktur yangkering selamn layanan, beton inti harus kering udara (tempcratur 15tlC

sampai 27tl

e,

kelembaban relatif kurang dari 60 person) sclama 7 hari sebclum pcngujian dan harus diuji dalam kondisi kering, Untuk beton struktur yang sangat

hasnh selumu layanan, beton inti hams diuji setclah pcngkondisian kelernbabnn sesuai

dengan ASTM C 42.

(b) Paling sedikit harus diarnbil tiga beton inti dari setiap koinponcn struktur atau daerah

yangdiperkirakan potensial rnengalami kerusakan, Lokasi beton inti sebaguimana ditetapkan

oleh Ahli Tcknik harus sesedikit mungkin mengakibatkan kerusakan pada kekuatan beton. l3ila scbclum pcngujian atau selama pengambilau beton -inti memperlihatkan adanya kerusakan, harus diambil beton inti pengganti.

(c) Mcngisi bckas lubang betonintidcngan beton slumprcndah atau mortar dcngan kckuatan yuug samualaulchih bcsar daripada bcton aslinya.

5.6 Evaluasi pcngujinn kckuatan bcton

I) Bendauji yangdicetak dan dirawat sesuai standar - Hasil penguiian silinder yang dicetak

dall

dhuwn:

Sl'HWti

sumdur

hUI'WI dievlIlullsi ~,celll'lI ll'l'pi~alh

untuk

11111~;jII~..lllllSiIlL'. pl'Opol'si

campuran bcton yang telah ditetapkan, Evaluasi hanya sahih jika pengujian dilakukan scsuai dengan prosedur yang telah ditctapkan. ,Untllk cvaluasi, sctiap dcsain campuran yang telah ditetapkan harus diwakili paling sedikit lima pengujian,

2) Uji non-dcstruktif - Hasil pengujian harus dievaluasi oleh Ahli Teknik dan sahih jika

pengujian dilakukan sesuai dengan proseduryang telahditetapkan.

3) Uji beton

inti

~Uj. beton

inti horus

dievnlunsi olch Ahli Teknik

don

sahih jiku pcngujinn

dilakukan scsuai dcngan prosedur yang telah ditctapkan. 5.7 Pcnerimaun kckuatan bcton

1) Kckuatun bcnda uji yangdicctak dan dirawnt scsuni standar -- Tingkut kckuatan bcton

dinilai rnernuaskan bila hasil rata-rata pengujian sama atau melebihi kuat tekan karakteristik

f'c

dan

tldak

ada

satupun

dud

hasil pengujiun tcrsebut

yang

bcrada

di

bawah lcbih dad 3,)

MPa kunt tcknn knrnktcristik f'c. Kritcrin illi c1il('t'lIpkrtll jugn \llltlJk pCllglljinll kckllllt.lll dipercepat yang ditetapkan kecuali kalau ada Qasar penerimaan lain ditetapkan dalam DokunIcn Kontrak.

2) Uji l10ndestruktif - Uji nondestruktif'tidak digunakHn sebagHi sallH:Hlunya dasHr Ul\lllk

pencrimunn

Cltuu penolukan beton, tempi. bisa saja digunakan bila diijinkan untuk

mengevaluasi beton di mana hasH silinder yang dicctak dan dhawat scsuai dengan standar

tidak memenllhi kriteria dalam sub pasal5.7.1. .

3) Uji belon inti - Tingl<nt kekt.atfln bcton eli lokJsi

ynng c1iw,lkili olch lIji

hclon

inti dipertimbnngknn mcmndai bila kuat tckall rata-rata bcton dad bcton inti paling scdEdt 85 persen kuat tekan karakteristik

Pc

dan bila tidak ada satupun betoh int, yang kllrang dari

75

pcrsen dnri kunt teknn knrnkteritik

r

c.

(15)

'.'

5.8 Pcnerimann bcton di lnpangan

I) Kadar udara - Beton yang tidak dalam rentang batas gelernbung udara yang ditcti.pkan dalarnsubpasal 10.2.2.4 dan diuji scsuai dengan sub pnsal 5.4.2 subd tidak belch digunakan

dalam pekerjaan.

2) Slump - Beton yang tidak dalam rcntang batas slum]: (\,,1,111 sub pas,1I IO.2.2.~ di tcmpa:

pcngecoran tiduk holch digunakan dalum pckcrjaan

J) Tcmperutur - Beton yang tidak dalam rcntang b"l:l~ temperatur dalam sub pasnl 10.2.1.7 tidak balch digunakan dalam pckerjaan.

6

Penerlmuun struktur

6.1 Umum

Pcnyclcsainn pckerjaan bcton harus scsuai persyarntan terkait dalar.i Spcsifikasi ini dan Dokurncn Kontruk.

I) Pckcrjaan beton yang gagal memcnuhi satu atau lebih pcrsyaratun dalam Dokumcn

Kontrnk dnpn! diterimn hiln

relnh dircrhniki dan

memenuhi pcrsynrutan,

2) PCkCI:i:wlI bcton yang gag,al mcmcnuhi sntu utuu lchih pcrsynrut.m dulum Dokumcn

Koutrukdantidak bisa diperbaiki lag! harus ditoluk.

3) Perbaiki pekerjnan beton yang ditolak dengan membongkar "tau mcnggantikan alan IIICIllllllllgi tk'llgllll kClllSll'nk.<:i Imuhnhun ynl1f~ disynrnfklll1 nl('/1 Ah li Tck nik I111111k mr-mhu.u beton yangditolak schingga memenuhi persyaraum. gunakan metoda prrbaikau dcngan tetup 111l'II,illgU kekuntnn )'lll1g tclnh ditctnpkun ~wrlil I1Wll1\'l1l1hi ;il'llll1il lH'r~iYill'illill\ Yill);'. ;i{~i1Ii\i

untuk fungsi, durabilitas, tolcrunsi dimcnsi, dan pcnampilan scbagaimana .litcntukan olch

Ahli Tcknik.

4) Ajukan untuk pcncrimaan yang diusulkan metoda perbaikan, bahan, dan mcdifikasi yang dibutuhkan untuk mcyakinkan bahwa pckcrjaan bcton scsuai dcn/'an pcrsyaratan dalnm

Dokumen Kontrak.

5) Kontraktor hnrus mcmbayur

SCl11l1n

biaya pckcrjaan bcton scsuai dcngan pcrsyaratnn

dalam spesifikasi. .

6) Bagian beton yang dieor eli lokasi yang salah akan ditolak.

6.2 Toleransi Dimensi

1) Perrnukaan tercetak yang menghasilkan garis luar beton lebih keeil dibandingkan dengan

toleransi

yang

diijinkan dalam SNI, dapat

dinilai

tidak

scmpurna

dalarn kckuatan dan harus

sesuai denganketetapan dalam subpasal 6.4mengenaikekuatan struktur.

2) Permukaan tereetak yang menghasilkan garis luar beton yang lebih bcsar dibandingkan dengan toleransi yang diijinkan dalam 8Nl dapat ditolak. Bahan yang berlebihan harus dibongkar bila disyaratkan oleh Ahli Teknik.

3) Perrnukaan beton tiduk tercerak akurat yang melebihi toleransi SNI. dapat ditolak.

4) l'elat yang dlflnls meleblhl toleransl dalam sub pasal 11.3.4.3 mcngcnui l'cugukuruu

toleransi untuk pelat, dapat diperbaiki kekuatan atau tarnpilannya selama tidak rnempunyai

pengaruh

yang

mengganggu.

5) Beton dengan toleransi dan cacat yang melebihi batas dalam sub pasal 8.2.2.4 akan ditolak.

6.3 Penarnpilan

1) Beton

yang dlekspos yang terlllu« cncutnyu

yllllg mcnggnnggu tnmpilnn

dud

finis

yang

ditetapkan akan

ditolak.

2)

Beton yang tidak diekpos

dapat ditolak

dengan

alasar,

tampilan yang tidak

sesuai.

(16)

PO S-Ol-2001-03

6.4 Kekuatan struktur

I) Kriteria penentuan kekuatan yang berpotensial mengalami penurunan - Kekuatan dinilai

bcrkurang dan pckerjaan beton akan ditolak bib pekerjaan gngal memenuhi pcrsyaratan, tctapi tidak terbatas pada, kondisi bcrikutini:

(II) Kckuatan bcton gagal memcnuhi pcrsyarntan

Sllh

pasal 5.7 mcngcnai Pcncrimaun kekuatan bcton.

(b) Ukuran baja tulangan, jumlah, kekuatan, posisi. atau perletakan yang berbeda dengan

persyaratan dalam pasal 9 mengenai Penulangan dan dudukan penulangan, atau dokumen

kontrak lain.

(c) Elernen-elemen betonberbedadengan dimensiatau lokasi yangdisyaratkan.

(d) Pernwatan

ynng

tidak sesual dengan Dokumen Kontrak.

(e) Perlindungan beton yang tidak memadai terhadap temperatur yan;!, ekstrom, dun kondlsl

lingkunganlainselama\I1l111f'awal pengerasnn dan pcmbentukan kckuatan.

(1) Kerusakan mekanis, kebakaran. kecelakaan.ntau pcmbongkaran ccuikan yang lebih dini yang mcnghusilkan kekuatan tidak sempurna.

2) Tindakan-tindakan yangdisyaratkan bila kckuutunsec.ira potcnsial tiduk scmpurna - Hila

kckuatan dnri struktur dinilni secnra potensial tidak sempuma, tindakan-tindakan beriknt dapat disyaratkan oleh Ahli Teknik:

(a) Analisis struktur atau pengujian tambahan, atau keduanya.

(b) Ujibeton inti

(c) Bib pengujiun tidak rncnghasilkan kcsimpulan mnu tiduk dapat dilakukun atau hila

llnnlisis struktur tidak mcnyimpulknn hahwa struktur aman, uji bebandnpat-disyarntkun dan

hasilnya dievaluasi scsuai dengan ACI 318.

(d) Pekerjaan bcton yang ditolak berdasarkun hasil anulisis struktur atau hasil uji bcbnn harus

diperkuat dengan konstruksi tambahan atau diganti bila disyaratkan olch Ahli Teknik.

(c) Dokurnentasikan semua pekerjaan perbaikan yang diusulkan untuk membuat kckuatan

pekerjaan beton yang tidak sempurna menjaJi mcmcnuli Dokumcn Kontrak, dan ajukan

dokumen tersebut kepada Ahli Feknik untuk penerimaan.

6.5 Durabilitas

1) Kriteria untuk menetapkan durabilitas yang secara potensial berkurang - Durubilitas

pekerjunn beton dinilui bcrkurnng dun pckcrjnnn beton nknn ditolak hila gngal mcmcnuhi

persyaratan, tetapi tidak terbatas pada kondisi berikut ini:

(a) Kekuatan tidak

rnemenuhi

sub pasal

s.?

mengenai Pcnerimann kekuatan beton.

(b) Bahan beton tidak sesuai persyaratan dalam sub pasal 10.2.1.1 mcngenai Bahan bcrsifat semen, sub pasal 10.2.1.2 mengenai Agregat, sub pasal 10.2.1.3 mengenai Air dan cs dan sub pasal 10.2.1.3 mengenai Bahan tambahan, termasuk pembentuk gelembung udara,

(c) Beton yang tidak sesuai dengan persyaratan mengenai gelembung udara dalam Dokumen

Kontrak atau batasan kadarudara total dalam Tabel't'0.2.2.4.

(d) Perawatan

yang

tldak sesuai dengan

Dokumen

Kontrak.

(e) Perlindungan beton yang tidak memadai terhadap temperatur atau kondisi lingkungan selama umur awal pengerasan dan perkembangankekuatan.

2) Tindakan yang disyaratkun bila durabilitas secara potensial berkurang - Bila durabilitas struktur dipertimbangkan berkurang, tindakan bcrikut P!;r1u diambil olch Arsitek /

Konstruktur:

(u) Mcnghul'Uskull buhwu conloh uJi duri pcnyusun bclon dnpul dipcl'oleh dun diuj i.

.

.

12dari 72

(17)

I)d S-Ol-2001-03

(b) Mengharuskan bahwa contoh uji beton keras dapat diperoleh dari struktur melalui jalan

pengeboran, penggergajinn, ntau earn lainnyn

yangdapnr

ditcrima.

(c) Mengharuskan evaluasi laboratoriurn mengenai beton dan bahan beton untuk mengkaji

kcmumpuan bcton mcnahun pclapukan, scrangau kimiawi, ahrasi. utau pcrlcm.rh.m lainnya.

(d) Beton yang ditolak akibat durabilitasnya kurang harus dipcrbaiki atau diganti

scbnguimana dinruhkan olch Ahli Tcknik.

(c) Mcndokumentasiknn pckerjaan perbaikan untuk mcmbuat pckcrjaun bctou mcmcnul.i Dokumcn Kontruk dan mcngujukan dokumcntasi tcrscbut kcpadn ;\I1:i Tcknik 1I11luk pcnerrmuan.

7 Pcrlindungan beton di tempat

7.1 Behan dan pcnnhnn

'I'iduk d

iij

j11

ku

11

bcbnn konstruksi mcltunpuui bcbun

yang mUIllIJlI

ditahan

kOIllPOlH':l1

struk

lUI', dengan penahan tambahan bile disyaratkan, secara aman dan tanpa adnnya kcrusakan.

7.2 Pcrllndungan dad kerusaknnmcknnis

Selnma pcriode perawatan, lindungi beton dan kerusakun akibat gungguan mckanis tcrmasuk

lcgnngnn aklbat beban, kejutan, dun vibrnsi ynng merusuk. Lilldllngi permuknnn bcton dnri

kerusakan selamn pclaksanaankonstruksi,peralatan, bahan,hujan atuu aliranair. dankondisi

cuaca mengganggu lainnya.

~ Cerulean dun purlcugknpnnuyn

~.I UII1I1Ill S.1.1 Deskripsi

Bnginn ini mcncnkup dcsnin, pclnksnnnnn, dan pcrlIIkWlI1 cctuk:u. untuk mcunhnn (lUll

rnencetak beton dengandimensi yangdisyaratkan.

.

.

8.1./. Pengajuan

I) Ajukan data berikut kecuali kalau ditetapknn lain:

Bahan

untuk membongkar cetakan -

Ajukan data

mengenai

bahan yallg diusulkan yang digunakan untuk membongkar cetakan disertai perrnukaan cetak m yang akan digunakan untuk penerirnaan kecuali kalau ditetapkan lain dalarn Dokumen Kontrak.

2) Ajukan data berikut hila disyaratkan:

(0) Gambar kerja - Bila disyaratkan oleh Dokumen Kontrak, ajukan gambar kerja cetakan.

(b) Penyokongnn kembali - Bila penyokongan kemhr.1i diijinknn

ainu

dlsynrnrkn»; ajuknn

sebelumnya denah prosedur dan pelaksanaan penyokongan kernbali untuk pcnerimaan

3) Bilaterdapat alternatif'yangdiusulkan, ajukan databerik.it:

(a)

Bahan

permukaan .cetakan -

Bib

bahan permukaan cetakan yang Jigunakan lain dari yang telah ditetapkan, ajukan datanya untuk pencrimaan.

(b) Slar kontrol - BHn diinginkan siar kontrol lain dari yang ditunjukkun dulam

Dokurnen

Kontrak,

aJuktUll'cmnollonun

uI1t'Jk

penerlmaan.

(c) Pengujian untuk pembongkaran cetaknn - Bila diusulkan metoda sclain uji silinder untuk menetapkan waktu pembongkaran cetakan, ajukan data sebagaimana ditetapkan dalam

sub pm~nl R.3,tl.2.

R.1

rrodnl(~Qtnlulil

dlln pQrhmRlutpnnnyn.

8.2.1 Bahan

(18)

Pd S-Ol-2001-03

1) Bahan lapisan luar cetakan - Bahan untuk lapisan cetakan yang berhubungan langsung dengan beton harus sesuai sub pasal 11.3.3.5 menger.ai Finising yang tidak ditetapkan, dan persyaratan berikut kecuali kalau ditetapkan lain dalan. DokumenKoritrak.

• Untuk linisingI<nSI1I'~Tidnk ndn bnhnn perm-rknnn cetnkan yangdisynrntkan.

• Untuk finising halus - Bahan perrnukann cetakan harus kuyu lapis, hardbonrd cctakan

beton, metal, plastik, kertas, atau bahan.Iain yang dapru ditcrima dan bisa menghasilkan finising seperti yang diinginkan, Bahanpermukaan cetakan ha.us mcnghasilkan tckst.ir beton

yang halus, scragam. Jangan gunakan bahan pcnnuka.m cctakan bcrsub pasa] tid.ik rata. permukaan yang terkoyak, permukaan yang nus, rambalan, atau cacat lainnya yang akan merusnk tekstur permukaan beton, '

2) Perlengkapan cetakan - Gunakan perlengkapan komersial dnri pabri': untukpcrlcngkapan cetakan yang sebagian atau seluruhnya ditanam dnlam bcton, tcnnasuk pengikat dan

gantungan, Jangan gunakan kawat peugikat non fabrikasi. Bila-ditunjukkau da'am Dokumen

Kontrnk, gunaknn pcngikut cctakan hersama dcngan pcln pcnJ',halal1g,IiI'dalamdincling. 3) Bahan untuk melepas cerakan - Gunakan bahan komcrsiul untuk melepas cetakan duri pabrik untuk mcnceguh ubsorpsi kcleinbnban, mcnccgah 1(,,'1,<111111 dcngnn lwtoll. dun lidl~k mengotori permuknan beton.. ,

4) Pengisi sial' muai - Pengisi sial' muai yangtelah dicctak scbclumnya harus sesuai ASTtvl 0994, SNI 03-4815-1998, atau SNI 03-4432-1997.

5) Bagian-bagian tertamm lninnya - Watcrstop, sclongsoug. sisipnn, ungkur, <1:111 hagial1 diuuuun luinnyn harus mcrupnkan bnhan dan dc'.ain yang ditunjul.kan c1:1I:1111 Dokumcn Kontruk. Bahan wntcrstop harus scsuai pcrsyaratan CI~I) C 51.\ 1I11[uk W:l[CI'slul' karct. aWli

eRD C 5'72 untukwaterstop PV~. Sainbungnn 1cwat:m d:da.n. watcrstop harux clihua! tcrcctuk

1I11lh,sebagaimana direkornendasikan oleh produsen.

8.2.2 Kinerja dan persyaratan desain

I) Dcsain dan rcknynsa cctakan hurus menjndi

lnnggllng

jnwnb

dlld

Kontraktor. Bila

disyaratkan oleh Dokumen Kontrak, desain cetakan dan persiapan gambarcctakan harus di bawahpengawasan dariKonslruktor profesional yangterdaftar resmi dimanapekerjaan akan

dilaksanakan.

2) Desain cetakan untuk beban pclaksanaan. tekanan lateral, clan pcrsyaratan yang ~l:s.¢&\\aia.!\ d~l,\S,~\\\ \)~(at\ltao,

s.eduns.

Rencanakan cetakan

yang mampu menahan tekanan

l\k\hn\

l'~"S~Cl)t't\I\\

dn\\

v\hrt\~\

bott'm

!tenl\

\m\uk

m~"'l'lel'l\hnnkl\n hl\efl\n~\ Yl\n~

t\\\e\l\l'kt").

3) Jangan mcngguuakan galian tanah scbagai cctnknn pcrmukaan veniknl ntnu miring kecuali disyaratkan atau diijinkan oleh Dokumen Kontrak.

4) Lendutan rnaksirnum

untuk

perrnukaan cetakan yang ditunjukkan dari pcrmukann bcton yang diekpos untuk tampi/an adalah sebcsar 11240 bentallg <lIltar kompollen cctakan strtlkturnl kecunli untuk beton arsitektural. Pembatasan ~endutan UI1tllk beton arsitektural

harus sesuai clengan

~yb "nsal 12.2.'2.1

subu. eueul pnuu bcloll uCHlllcklUrtll lidilk

boleh

I11clcbihi bntasan dnlal1l SlIb rasal 12.1.6.1 mcngcnai Dacrnh rcrbnikan.

5) Menempatkan dan memperinci siar sesuai dengan persyaratun bcrikut.

(n) Menempntkan dan Jl1encr,tak siar konstruksi yang sescdikit I1lungkin mcrusak kekuatan struktur, serta memenuhi persyaratan sub pasal 11.1.2.3. sub a nH.:ngcnai Sial' kOIl~ill'uk:;i. Secnfn \Im\lffi, tempntklln siar konstruksi dekat dengan tengah bentang petat, balok anak, dan balok induk. Bita balok anak memotong balok induk paela titik tcrsebut ini, siar datam balok induk harus digeser pada jarak yang sama atnu Icbih bcsar dcngnn dun kali Icbar balok anak. Tempatknn aiar dnlam dinding dan kotom pada bagian bawah lantai, pelat, balok anak, atau

(19)

Pd S-Ol-2001-03

balok induk dan pada bagian atas dari telapak atau peIat Iantai. Buat siar tegak lurus terhadap tulangan utama.

(b) Scdiakan julur pengunci scbngaimnna ditunjukkun dulum Dokumcn Kontruk. Hila jalur

pengunci longitudinalditunjukkan dalam Dokumen Kontrak. buatlah jalur pengunci tersebut dcngau kcdalamnn minimum 40 n1l11 pada siar dinding serta unraru dindiug dan pclat a.au

tclapuk. .

(c) Scdiakan sial' kontrol yang ditunjukkan dalam Dokumcn Kontrak. l.okasi siar kontrol

selnin dari ynng ditnnjukkan dalam Dokumcn Kontrak hnrus diajuknn untuk pcncrimaan.

6) Untukfinising halus, penguturun bahau pcrmukaan cctakunharus bcrurutan dan simctris,

dengan jumlah pclat pcnyisip scminimum mungkin. l'ahan pcnuuk..an cerakan dengan penahan vertikal atau penahan lainnya yang mampu mencegah lendutan be-lebihan dalam toleransi yang ditetapkan dalamsubpasal 8.2.2.4.

8.2.3 Fabrikus! dan mnnufnknu

I) Cetakan harus kencang untuk mcncegah hil.mgnya mortar dari bcton. Sediukan cetakan yang kedup air hila ditctupkun untuk beton ursitckturnl

2) Bunt sudutan minimum 20 mn~ pada sudut cctakan untul; mcnghasilkan permukaun miring pcrmnncn pcrmukuun yang dickspos, kccuuli hila ditctapknn l.iin ..Iangnn miringkan sudut atau pcrtemuan sudut permukaan siar bcton yang dibentuk kCCU,I,i knlau ditctapknn lain

dalum Dokumcn Koutruk.

)) Sediaknn buknan scmcntara pada dasar kolom dan cctakun dinding scrtu pada tcmpat

luinnya yang disyarutkan untuk mcmudahkan pcmbcr..ihan d:1I1 pcmcriksaan. Bcrsil.knr, dan

periksa scsegera mungkin sebelum beton dicor.

4)" Fabrikasikan pengikat cetakan sedemikian schingga ujung atnu ujung pcngunci dapat

dilepaskan dengan kerusakan minimum pada muka beton.

Setelah

ujung atau ujung penguuci

pengikat

cetakan dilepaskan, potong bagien yang

tertanam pada pengikat dengan panjang tidak kurang dari2.diameter, atau dua kali minimum

dimcnsi pcnnmpnng rnelintnnz pcngikat pndn pcrmuknan hcton y,1I11! tercetak dan jarak ini

tidak balch kurung durl 20 nrm, l'erbuiki lubangpl~llgiklll ~l::HIIII dCII!jl\11 sul: plI:iill II.!,'I,!'

mengenai Perbaikr,n lubang pengikat.

5)

T~llIptlllUlIl Ntlll:r~loj) j)fldu ~Iur Y!lll~ dil\ll\illld\illi thil;1I11

Dnkumen Kontrak.

fillnnl\lll) lcmbaran waterstop yang telah dicetak sebclumnya dengau panjang praktis maksimum untuk mendapatkan jumlah sial' ujung yang minimum. Buat join dalam waterstop sesuai deugau rekornendasi pabrik. Pastikan bahwa sial' menghasilkan kekedapan efektif yang setara dengan

bahan waterstop kontinyu, yangsccarn pcrmuncn mcnghnsilkun tidnk kurnng dad 50 pcrscn

dari kekuatan mekanis penampang utama serta seeara perrnanenmenahan f1eksibilitas.

8.3 Pclaksunaan

8.3.1 Konstruksi dan pemasangan cetakan

1) Pnda sial' konstruksi, tumpungkan permuknan kontak cetakandi atas betun keras dengnn jurak tidak lebihdud 25 mm. untukmenghnsilknn permukann yang dickpos snma ratn dengan

pengecoran sebelumnya

Pnstikntl cctnknn <.liiknl sccuru kllat h:rhudup belon

kerns lIntuk

mCllceguh

pergescrun ntnll

hilangnya mortar pada siar konstruksi serta untuk menjaga permukaan yang rata.

2) Kecllali ditetapkan lain dalam Dokumen Kontrak, buat cetnkan sedernikian sehingga P~111\1I1HHlI' h&;\11I11 tlt'1I1mi I!flllUnll hlltnfl tnl('rnllFli fl('fl\1ni SNT. Kc1ns perm\1knnn ut1tuk pergeseran antum bahRn permukuan cetukun yang bersebelahan harus mnsuk dalam Kelas C

BNI\ la!Qtmli knlftu

{\it~tftrl\fln

Iftin!

(20)

I'dS-Ol-2001-03

3) Sediakan cara yang sesuai untuk penyctelan (dengan baji atau dongkrak) stempel dan penunjung miring. Jungun menyctel cetukun setclah bcton mului mcngcras. Knkuknn cctaknn

secara aman untuk meuahan lendutandanketidakstabilan arahlateral. .,

II)

Untuk

1l1l.m.ln~1I

tolernnsl

ynng dit(~tnpl<lln,

1l'llpJ,

IIngknn

cetnknn

1111111k

IlIcngimhnngi

lcudutanyang tclah diperhitungkan dalum cctaknn sebclum beton rnengcrns. Pusung cctakun dan buat jalur sckrit di tcngah pclat sccara akurat untuk mcnghusilkan clcvasi yang ditciapkan

dan kontur finising permukaan schclum cctakan dibongkar, Pastikan bahwa permukaan

cetakan danjalur sekrit cukup kuat untuk mcnahnn getaran akibat vibrator atau pipa guling hila ditetapkan bahwafinisingdilakukan menggunakan peralatan tersebut.

5) Bilu cctakun dilcngkungkun, atur sekrit scperti lcngkungnn untuk mcmpcrtahnnkan ketcbalnn bctonyang disyaratkan.

(») Kcncangkun haji cctakan di tcmput setcluh pcnyctclan ukhir cctukan dnn scbelum

pengecoran

beton.

7) Angkur ccrakan ke stempcl, penahan, atau komponen struktur untuk menccgah

pcrgcrakan kc utns utuu lateral dari sistcm cetakun sclama pcngccoran bctou.

S) Buat cetakun dcngan bukaan dinding supaya mcmudahkan pcmbongkaran dan untuk mcnnhnn pcmuaian kayu cctakan.

9) Sediakan jalan untuk peralatan yang bertumpu langsung path cciakan Mall kornponen

struktur tanpa bertumpu diatas baja tulangan.

10) Tempatkan selongsong, sisipr n, angkur, atau bagian ditanam lain yang disyaratknn untuk I'CkCI:llltlll ylllig hl.'l'dlllllpillglll1 ntnu 11111Ilk IWlllllil\lll1!', Iwkt~rill;1l )llIng bcrdumpinpnn scbclum pcngecoran beton.

II) Posisikan dan tahan bahan siar muai, waterstop, dan bagian-bagian tertunam lainnya

untuk mcnccguh pcrpindahan. lsi scmcntnru I'Ongga (1<1Ial11 sclongsong, sisipan, :,;101 angkur dcngun buhun yang siup-bongknr untuk mcnccjtnh mnxuknyaboron kcd:\I:II11 rOllgg:1.

12) Bersihkan permukaan cetakan dan bahan-bahan ditanarn dari mortar, grout, dan bahan

nslng sebelum beton dlcor.

13) Lapisi permukaan cetakan

dengan

bahan

yang

mernudahkan pernbongkaran

cetukan

yangdapat diterima, Gunakan bahan pcmbongkar cctakan scbclurn mcmasang baja tulangan

dan mengecor beton, Dapat digunakan bahan pembongkar cetakan yang digunakan eli

lapangan, siler dengan tipe yang dapat diterima, atau liner nonabsorptif yang dipakai eli

pabrik, Tidak diijinkan bahan untuk membongkar cetukan mcnggcnang dulum cctakan.

Jangan gunakan bahau pcmbongkar beton mcnyentuh hajn tulangan atau

beton

kerns yang

akan dicor beton segar. ' 8.3.2 Pembongkara.n cetakan

I) Bila finising disyaratkan, bongkar cctakan segera m~nllrut orcrasi pembongkaran sehingga tidak merllsak beton.

2) Bongkar cetakull baginll atas pertnukaan miring belol1

scgcra s~hil1ggl\ pcmbongklll'on

tidak menyebabkan beton melendllt. Lakukan perbaikan yang dibutuhkan atau perlaklIan yang disyaratkan dan ikllti segera dengan perawatan yang disyaratkan.

3) Longgarkan cetakan knyu untuk bul<aan dindillg yang bisa dilakukall tatlpa menyebabkan kerusakan pada beton.

4) Jangan ijinkan pembongkaran cetakan yang merusak beton untllk kolol11, dinding, sisi balok, atau bagian-bagian lainnya yang tidak menahan berat beton. Lakukan perbaikan dan perlakuan yang disyaratkan pada permukaan vertikal dan ikuti segera dengan perawatan yang

diRynrlltknn,

(21)

5) Kecuali bila ditetapkan lain, biarkan cetakan dansternpel di tempat untuk menahan berat

beton pada balok,

pel

at, dan di tcmpnt bagiun bcton sampai

belen

.ncncnpai kuat

tcka.i

knrakteristik, f'c sesuai dengan sub pasal 8.3.4 mengenai Kekuatan beion yang disyaratkan

untuk pembongkarun cctukan. Bil, diusulkau !~ual tckun lcbih rcuduh saat pcmborrgkarun cctakan dan stcrnpcl, ajukan rcncana tcrperinci untuk tinjauan dan pcnerimuan. Bib stcmpcl

dan pcnuhun vcrtikul luinnyu dipasang untuk mcnahan permukann cctakan yang akan

dibougkur tunpa pcrlu melonggarkun utuu menggunggu stcmpcl dan pcnahan tcrsebut, maku

cctakan tcrsebut duput dibongkur padu umur lcbih uwnl kccunli ditctupkun lain.

()) 1311alcctakan yang mudah untuk dibongkar. ~U.3 Pcnyokongan kcmbali

I) Gila pcnyokougan kembali diijinkan ntau disyaratkan, ajukan untuk peneriruaan, dcnah

proscdur dan

pckcrjuau pcnyokongun kembnli sebclum digunakan.

2) Gila melakukan penyokongan kembali dalam pclaksanaan, tidak diijinkan beban pelaksanaau apapundi.atas konstruksi baru.

1) Sclama mclnkukun pcnyokongun kcmbuli tidak diijink..n balok, r clat, :IUIU kolom, atau

kumponcn struktur betou lninuyi, dibchuui dcngnn I',llllihill:l::i 1>L·llilll Ill:lli <I:lli 1H'I:lks:lll:t:11l

mclebihi beban kunt tckan beton yang diijinkan oleh Alui Tckuik pada saat pcnyoko.ig.in

kClllbllli

4) Tempntkan stcmpcl kcmbali mcngikuti urutan kcgiatnnslriping,

5) Kencangkan stcmpel kembali untuk n-cuahan bcba.i y<lngdisy;lr:tlk:lll (;II'p:l member:

tcgangnn bcrlcbihan pada komponcn struktur. 13 iarkan stempel kernbilli di ternpat 'sampai • 11l'ngujian dilnksauakuu yang disy.aratlwll dal.uu sul: p:t~;:d'lLI.'1 1l1L'ngcll:li Kckunt:.u heron yang disyaratkan untuk pembongkarnn cctakan, tunjukkan bahwa kuat tckan beton telah

mcncupni uilai minimum yang tclnh ditctaplwn dal.un sub pusul HJ.2.5.

G) Untuk stcmpcl lantai eli bnwah beton yang baru dicor, biarkan stcmpel tcrscbut di ternpatnya atau dibejikan stempel kembali. Sistem penyokougan atau pcnyokongan kembali

serta pelat penahan harus rnempunyai kapasitas yang cukup untuk rnenahan beban yang telah diperhitungkan. Stempel kembali harusditernpatkan langsung di bawah posisi stcmpcl.

7) Untuk gedung berlantai

banyak, teruskan penyokongan kernbali sarnpai lantai yang eukup mernadai untuk mendistribusikan beban beton yang dicor baru, cctakan, dan bebun

hidup konstruksi.

R.3.'! Kckuutan bcton ynn'g disynrntknn lIntuk pcmbongknrnn cctl1kan,

1) Bila pembongkaran cetakan at3'j penyokongan kembali diJasarkan pada pcncapaian kuat

leknll beton, betoll

hnru:i diperkirakan telah mencapni

kekuatan ini bila dipenuhi salah satu

persyaratan berikut ini:

(a) Uji sHinder yang dirawat di lapangan bcrsama dengan bclon yang diwakilinya, telah mencapai kuat tekan yang ditetapkan untuk pembongkaran cetakari atau penyokongun kel11bali. Cetak silinder sesuai dengan SNI 03-4810-1998, dan rawat dengan kondisi yang sama ul1tllk kelembaban dan temperatur seperti beton yang diwakilinya. Uji silinder sesuai

clcngnn

ASTM C39.

(b) Beton telah dirawat sesuai dengan ketentuan dalam lImur yang sama dengan silinder yang dirawat di laboratorium yang mencapai kHat tekan yang ditetapkan.Tcntukan jamanya waktu perawatan beton struktur dengan jumlah hari secara kumulatif atau kelipatannya, tidak perlu berurutan, selama temperatur di udara yang berhllbllngan dengan beton di atas 10°C dan beton telah lembab atau sepenuht:\ya tertutup terhadap evaporasi dan kehilangan kelembaban.

(22)

Pd 8-01-2001-03

Scbagai alternatif bila ditetapkan, kekuatan betondapat ditentukandenganmetoda dalam sub

pasal 8.3.4.2.

1) S~bugul ulternntit, bilu dltctupknn, gunukm.

metoda

berikut ul1tl'k'I11el1gevnlllllsi kekuntnn

bcton yang diijinkan untuk pembongkaran cetakan.. Scbelum rnenggunakan metoda dalam

sub pasal lCL4.2 sub a sampai sub pasal 8.3.4.2 sub d. ajukun datu yang cukup mcnggunakan bahan pekerjaan yang menunjukkan korelasi pengukuran struktur dcngan kuat tekan silinder yang dirawat dan dicctak di Iaboratorium atau hasil beton inti. Data korclasi untuk setiap

mctodn

Illtcl'I1111

i

r

dnlnm menent uknn kekuatan hnrus diajukan untuk

pcneri

mann:

(a)

Uji

silindcr

COl'

di tcmpnt sesuai dcngun ASTM C H73.

lid dibutus]

1I11luk pelnl

dcugun

ketebalan 120 sampai 300 nun.

(b) Tahanan penetrasi sesuai denganASTM C803. (c) Kuat tarik sesuai dengan ASTM C 900.

(d) Prosedur faktor rnaturiias yangdapat diterima sesuai dengan ASTM C 1074.

8.3.5 Pengendalian kualit.is di lapaugan,

I) Tctupkun dan jaga kuntrol dan pntok duga dalnm kondisi Y'IIl!,!. tidak tcrgtlnggu sampni

penyelesaian dan penerimaanproyek,

2) Variasi pengukur tegak lurus dan. garis gedung yang ditunjukkan tidak balch melebihi toleransi yang telah ditctapkan dalarn.

<) Pcnulangan dan dudukan tulangan

9.1 Umum . ,

I~agj'all iui 111~lll:lkllP l>:thall, falnikH!li. p"ll1W::Il1[1)lll, Ir.l'·rlll1r:i fWll1t!;1l1\1.,11l d:,11 !1",.l"lwknpnn

pc11ula11ga11. .

<).1.1

Pcngn.lllnn,

dntn, dun gnmber

Kecuali kalau disyaratkan lain dalam Dokumen Kontrak, ajukan data clan garubar berll.ut in! untuk peninjauan dan penerimaan sebelum Iabrikasi dan pelaksanaan.

I) Ajukan data berikut kecuali bila ditetapkan lain:

(a) Gambur pcmasangan - Ajukan gambar pcmnsnngnn yang mcmpcrlihatkan dirnensi yang difabrikasi serta lokasi pemasangan tulangan dan dudukan tulangan,

(b) SalnbUI\got\

lowtlllm ....

Ajul<tln

dafior don

pern.obonan

untuk

menggunuknn

RflmbllI1l~nn

lewatan yang tidak ditunjukkan dalarn Dokumen Kontrak.

(c) Siar mekanis - Ajukan permohonan untuk rnenggunakan star mckanis yung tidak diperlihatkan dalam Gambar Proyek.

(d) Dowel kolom-Ajuknn pcrmohonan untuk pcmasnngan dowel kolom tanpa penggunaan mal. (e) Pernbengkokan d; lapangan - Ajukan permohonan dar. prosedur untuk melakukan

pembengkokan tulangan di lapnngan

atau

pelurusnn

lu!nng~ln

yang

tcrtanam

sehngian dalnm

beton.

2) Bila disyaratkan, ajukan data berikut ini:

(0) Pengelnsnn - Ajukan deskripsi lokasi pengclasan tulangan clan prosedur pengelasan, bila pengelasan diijinkan sesuai dengan sub pasal 9.2.2.2 rnengena. Pengelasan

(b) Dudukan - BHa

disyaratkan

tulangan dilapisi, ajukan deskripsi dari dudukan tulangan yang tidak dijelaskan dalam sub pasal9.3.2.4 mengenai Dudukantulangan, dun bahan untuk mengencangkan tulangan yang dilapisi. ,

3) Hila alternatif diusulkan, ajukan databerikut: '

(a) Relokasi penulangan - Ajukan permohonan untuk mevelokusi penulaugan yang mclcbihi

to\ernnlli pemnRllngrln.

(23)

Pd 8-01-2001-03

9.1.2

Pengiriman, penyimpanan, dan penanganan bahan

I) Hindari pembengkokan, pelapisan dengan tanah, minyak, atau bahan lainnyayang

mcrusak tulangan.

2) Untuk pcnanganan tulangan yang dilapisi, gunnkan peralatan yang rncmpunyai bidang

koutnk

ylllig

dillel'i hunrnlun

1I1lluk IllcllghilHll\I'i

kcrusnknn

plldn Illpi~lllll. 1\111'.klll IHIlHkl

tulungnnyallgdilapisi padu titik tcmpat pcngangkutan untuk mcnccgah uhrasi untnr-tulnngnn karcna longgaruya bundelan. Jangan mcnjatuhkan utau mcnarik tulaugun yallg dilapisi. Simpan tulangan yangdilapisi diatastumpuan yangtidak merusak lapisan.

9.2 Produk pcnulangan dan dudukan tulangnn

9.'2.1 Bahan

1) Baja tulangan-Baja yang digunakan sebagai tulangan harus besi ulir kecuali untuk spiral dan kawat las pabrik bisa digunakan baja polos. Penulangan harus rnernpunyai kelas yang disyaratkan oleh Dokumen Kontrak dan harus sesuai satu dari yang berikut :

• ASTM A 615

• ASTMA(j1() tennnsuk persyarntan tarnbnhan S1

• ASTM A 617

• ASTMA 706

2) Baja tulangan yang dilapisi - Baja tulangan yang dilapisi, bila disyaratkan, harus dengan scngatau epoksi, sebagaimana ditetapknn dalam Dokumen Kontrak.

(a) Lupisan scng (galbaui) baja tulaugan harus scsuai ASTM ;\ 767. Pcrsyaratan tambahan

SI dun S2 h1ll'1Is dilukxmnkun slIlIl

fillwikmd

tenuusuk Pl'll1olonellll dnu IWll1lwnekokllll

sctclah galbani. Pcrsyaratan tumbahan S2 harus dilaksanaknn untuk Iabrikasi setclah galbani

tcrrnasuk bibdilakukan pcmbcngkokan saja.

Perbaiki semua kerusakan lapisan akibat pengapalan, penanganan, dan pemasangan yang sesuai dengan ASTM A 780. Luas maksimum perbaikan bagian yang rusak tidak boleh melebihi 2 persen dari luas permukaan setiap meter Iari batang,

(b) Lapisan

epoksi

baja tulangan

harus

sesuai

ASTM A

775. Perbaiki daerah-daerah

yang rusak dengan bahan penambal yang sesuai dengan ASTM A 775 dan sesuai dengan

rekomendasi pabrik bahannya, Perbaiki sernua kcrusakan akibat pengiriman, pcnangangan,

danpernasangan. Luas maksimum untuk perbaikan daerah yang.rusaktidak bolehmelebihi 2 persen dari luas permukaan setiap meter lari batang. Memudarnya warna lapisan ticlak

menyebabkan

penolakan

terhadap

baja tulangan yang

dilapisi

epoksi.

3) Anyaman tulangan - Gunakan anyaman tulangan dengan tipe jepit yang sesuai ASTM A 184 yang dirangkai dari salah satu kornbinasi yang ditetapkan berikut ini:

• Baja yang mernenuhi ASTM A 615, ASTM A 616 termasuk persyaratan tambahan

si,

ASTMA 617,atau ASTMA 706.

• Baja yang dilapisi dengan seng (galbani) yang mernenuhi ASTMA.767 dan jepitan yang

dllupis\ song ntnu nonmemllk dengnn perbnlknn kerusnknn lnpiann scsunl dengnn sub

PHRfll

9.2.1.2

sub

a.

• Baja yang dilapisi epoksi sesuai dengan ASTM A 775 dan jepitan yang dilapisi epoksi

atau noumetallk dengan perbaikan kerusakan

lapisan sesuai

dengan

sub pasal

9.2.1.2 sub

b. 4) Kawat - Gunakan kawat ulir atau polos scbagairnana ditunjukkan datum Dokurncn

Kontrak.

Kawat polos dapat digunakan sebagai.spiral. (a) Kawat

poles harus sesuai ASTM A 82.

(h) Kowot ullrukurnl104 ntnu

lebih

bcsar horus sesuai ASTM A. 4<)6.

(c) Kawat

yang

dilaplsi epoksi harus

sesuai

ASTM A 884.

(d) Untuk knwnt dengan kua! leleh

f

ymolebihi 410

MI)n,

f

y

harus

<.len

gun regnngun

0.35

persen.

(24)

,

Pd 8-01-2001-03

5) Jalinan kawat yang dilas - Gunakan jalinan kawat yang dilas yang ditetapkan dalam Dokumen Kontrak dan rnemenuhi salah satu dari spesifikasi beriki.t: "

(a) Jalinan kawat polos - ASTM A t85, dcngan perternuan las dibcri jarak tidak lebih dari

JOOnun dnlam urah tulangan utnma. .

(b) Jalinan kawat ulir - ASTM A497, dengan pertemuan Ius dihcri ruang terpisah tidak lchih

clad 400 mm dulum aruh 1tIiangan uuuua.

(c) Jalinan kawatlas yangdilapisiepoksi harus sesuaiASTM A384.

(d) Untuk jalinan kawat yang dilas dengan kuat leleh fy melebihi 410 MPa,

f;,

harus sesuai dengan regangan 0.35 persen.

6) Dudukan kawat tulangan - Kecuali hila ditetapkan atau diijinkan lain,

gunnkan

duduknn

kuwnt Iulnngnn yang memenuhi Kelas

I,

perlindungan-

-maksimum, atuu Kclas 2.

pcrlindungnn mcncngah scbagaimann ditunjukknn dulam Chl,/J/{'I' J -- /1(/1' SIf/J/){)1'/1' I!l the

eRS/ManualofStandardPractice.

7) Dudukun kuwat tulnngun yang dilupisi.

(u) Untuk tulnngnn ynllM dilnpiRi epol\Ri -. Gunuknn duduknn kuwur Ililllllgnll

yllllg

dilnpi1'li

dengan bahan dielektrik termasuk epoksi atau polimer lainnyudcngan jarak minimum 50111m

dari titik kontak tulangan yang dilapisi cpoksi.

(b) lJntuk tulnngan yang di Iapisi seng - Gunakan dudukan kawat ttll;mgan yang dignIbani

ntau dudukun kuwnt tulnngan dcngan bahan diclcktrik.

8) Dudukan tulangan beton pracctak - Gunakan penahm beton·t111I11k I11cI1ah011 tulangan

.-tiduk kurnng dad 25 cm

2

yang mempunyai kuat tekan sama atuu lcbih bcsar dari ku.u tckun

yang ditetapkan clari beton yang dicor.

9,2.2 Fnbriknsi

1) Penulangan - Bengkokkan semua tulangan dalam kondisi dingin kecuali bila mernang

pemnnnsnn diijinl<nn.

. .

Fabrikasi tulangan sesuai dengan toleransi

fabrikasi StH .

2) Pengelasan

(a) Bila pengelasan tulangan disyaratkan atau

diijinkan,

buat

semua

las-lasan sesuai dengan

ANSI!AWS01.3.Jangan mengelas baja yang bersilangan (pcngelasan titik)untuk merangkai tulangan, dudukan, atau bagian-bagian tertanam .

(b) Setelah menyeleeaikan pengelasan di atas tulangan yang dilapisi seng (gnlbnni) ntnu

epoksi,

perbaiki

kerusakan lapisan sesuai dengan persyaratan dalam sub

pasal 9.2.1.2

sub a sarnpai

9.2.1.2

sub b. Lapisi lasan dan sambungan lewatan baja yang digunakan untuk tulangan sarnbungan lewatan dengan bahan sama yang digunakan untuk mcmperbaiki

kerusakan lapisan.

. ,

9.3 Pelnksnnann

9.3.1

Persiapan

Saat beton dieor, sernua tulangan harus bersih dari bahan yang rnenurunkan daya lekat. Tulangan dengan karat, eaeat pabrik, atau kombinasi keduany.i yang dinilai memenuhi

dllllollrli numlunl minimum, bernt noruinnl, HOI·tll lillggi deforuiusi rata-nun minimum dud

benda uji yang dibersihkan dengan sikat

kawat

tidak boleh

kurang

dari persyaratan spesifikasi

ASTM

yft~lg

torkftlt.

(25)

Pd S-01-2001-03

9.3.2 Penempatan

I) Toleransi - Tempatkan, tahan, dan kencangkan tulangan sebagaimana diperlihatkan

dnlnm Gnmbar Proyek, Sebelum pengccoran bcton, jangan mclebihkan toleransi pcmnsnngun

yang telah ditetapkandalarn

SNI.

Toleransi pcmasangun tidak boleh mengurangi persyarutan

mengenai penutup beton kecuali telah ditetapkan dalarn SNI,

2).. Rclokasi peuulangan - Bila disyaratkan uutuk memindahkan tulungan di luar toleransi

pernasangan yang ditetapkan untuk menghindari gangguan tulangan lain, selongsong, atuu bagian-bagian tertanam , ajukan hasil pengaturan tulangan untuk penerimaan.

3) Selimut bcton - Selimut beton minimum untuk tulangan, kecuali untuk lingkungnn ~'ang sangat korosif, kondisi yang mcngganggu lainnya,-atau pcrliudungun tcrhadap api. harus scsuui dcngan upu yang ditunjukkan dalarn Tubcl (,

Untuk besi yang dibundel, selimut beton minimum harus sarna dengan diameter yang ekivalen dari bundelan tetapi tidak perlu lebih besar daripada 50 mm: kecuali selimut minimum tidak bolel- kurang dad apa yan!:" ditcrapkuu dalum Tahc] I. Diameter ckivalcn bundcl bcrdnsarknn pndn besi tunggnl lcrhndnp diameter )'illlg hCl'ii:inl dnri lnull (hel'llh

ckivalen. Tolcransi untuk selimut bcton minimum harus sesua. pcrsyaratar: ACI 117.

4) Dudukan tulaugan - Kccuali hila diijinkun lain, gunaku.i pcrsyarat.u: untul, dudukun tulangan berikut ini :

(a) Tempatkan tulangan di atas tanah atau tatakan lumpur dcngr n dudukan tulangan dari beton pracetak,

(b) 'l'cmputkun tulungun yang tidak dilupisi di utus cctukun llrllglll\ duduknu (Ulllll!:'lI11 yang terbuat dari beton, metal, atauplastik,

(c) Temputkan tulangan yang dilapisi- scng (galbani) dralas cctnkan dcngan dudukan kuwat tulangan. ) aug digalbani, dilapisi dengan bahan diclcktrik, ainutcrbu.itdari bahnn diclcktrik. (d) Pcnulangan clan bagian-bngiun baja ditanam yan!:', .ligunakau bcrsama <.kl1g:111 ll.!aligan

ynn~

dilapisi

sens

(gnlbani)

harusdilapisi seng atau bahan nonmetalik.

(c) Tempatkan tulnngan

yang dllapisl dcngan cpoksi dl

ulu: cclnkuu

dcngnn

dudukun kuwut

tulangan yang c1ilapisi, atau eli ntas dudukan tulangnn yar.g tcrbu.u dn.i bahan diclcktrik. Pelapisan atau bahan hamssesmi dengan beton.

en

Hila dudukan tulangan dari beton praceiak dcngan kawat pcngikar yang tcrtanam atau dowel digunakan dengan tulangan yang dilapisi epoksi, kawat .uau dowel tc.scbut harus

dilnpls! dengnn bahun dlelektrik,

(g) Tulangan yang digunakan sebagai dudukan tulangan yang diJapisi epoksi harus dilarisi dengan epoksi.

(h) Pada dillding yang ditulangi dengan ~ulangan yang dilapisi epoksi, tulangan pemtagi harus dilapisi dengan epoksi. Kombinnsi p.cnjcpit tulallgan dan pembn['.i yang digllr.nknn dalam dinding dengan tulangan yang dilapisi epoksi harus terbuat dari bahan yang tahan

korosi ntau clilapisi clengan hahan dielektrik.

(i) Kencangkan tulangan yang dilapisi.~poksi dengan kawat pengikat' yang dilapisi dengan epoksi atau p'olimer.lain.

5) Jalinan kawat yang dilas - Untuk pelat di atas tanah, jaFpan kawat yang dilapisi diperpanjang sampai kira-kira 50 mm dari sisi beton. Tumpu sisi dan ujung jalinan pada minimum spasi satu jaring. Hanya bila diijinkan, jalinan kawat yang dilas dapat diperpanjang melalui siar kontraksi. Tahan jalinan kawflt yang dila~ selnma pengecoran beton unlLk memastikan bahwa penempatan dalam pelat sesuai dengan yang rlisyaratkan. Jangan meletakkan jalinan kawat yang dilas di atas alas yang kernudian dinaikkan ke tempat

pemas~ngandalam beton.

Gambar

Tabel S. Pcrsyaratan kundungnn semen minimum Uknrau agrcgat nominal Kanduugan semen minit
Gambar Proyck.

Referensi

Dokumen terkait

Beton mutu tinggi, kuat tekan lebih besar dari 40 MPa, semakin dibutuhkan karena mampu menghasilkan komponen bangunan dengan kekuatan tinggi dan dengan ukuran

Dari Gambar 1, Gambar 2, dan Gambar 3, kuat tekan beton yang mengalami curing dengan air laut pada umur 7 hari menghasilkan kuat tekan yang lebih tinggi dari pada beton

Dari gambar 2.1, suatu penampang beton bertulang dimana penampang beton yang diperhitungkan untuk memikul tegangan tekan adalah bagian di atas garis netral (bagian yang

Dari Gambar 1, Gambar 2, dan Gambar 3, kuat tekan beton yang mengalami curing dengan air laut pada umur 7 hari menghasilkan kuat tekan yang lebih tinggi dari pada beton

Hasil prediksi menggunakan persamaan ASTM menghasilkan nilai error antara kuat tekan prediksi dengan kuat tekan aktual kurang dari 5% untuk umur 7 dan 28 hari untuk semua

Pada pengujian kuat tekan beton pada umur 7 hari beton yang mengalami curing air laut menghasilkan kuat tekan yang lebih tinggi dari pada beton yang mengalami curing

Kekuatan Tekan Sejajar Serat dan Tegak Lurus Serat Kayu Ulin.. Bandung : Lembaga Ilmu

Nilai kekuatan beton diketahui dengan melakukan pengujian kuat tekan terhadap benda uji silinder ataupun kubus pada umur 7, 14 atau 28 hari yang dibebani dengan gaya tekan sampai