• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEDOMAN PELAKSANAAN PROGRAM SARJANA MENDIDIK DI DAERAH TERDEPAN, TERLUAR, DAN TERTINGGAL (SM-3T) A. ang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEDOMAN PELAKSANAAN PROGRAM SARJANA MENDIDIK DI DAERAH TERDEPAN, TERLUAR, DAN TERTINGGAL (SM-3T) A. ang"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

A. ang

TERM of REFUAN

PEDOMAN PELAKSANAAN

PROGRAM SARJANA MENDIDIK

DI DAERAH TERDEPAN, TERLUAR,

DAN TERTINGGAL (SM-3T)

K E M E N T E R I A N

R I S E T ,

T E K N O L O G I

D A N

P E N D I D I K A N

T I N G G I

(2)
(3)
(4)

PEDOMAN PELAKSANAAN

PROGRAM SARJANA MENDIDIK

DI DAERAH TERDEPAN, TERLUAR DAN

TERTINGGAL (SM-3T)

DI DAERAH TERDEPANERLUAR,

DAN TERTINGGAL

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN

PENDIDIKAN TINGGI

(5)
(6)

TIM PENYUSUN

Edisi I:

1. Prof. Dr. Supriadi Rustad (Direktur Diktendik - Ditjen Dikti) 2. Prof. Dr. A. Suhaenah Suparno, M.Pd. (Universitas Negeri Jakarta) 3. Dr. Totok Bintoro, M.Pd. (Universitas Negeri Jakarta)

4. Dr. Paidi, M.Si. (Universitas Negeri Yogyakarta)

5. Dr. Andreas Priyono Budi Prasetyo, M.Ed. (Universitas Negeri Semarang) 6. Dr. Ir. Ivan Hanafi, M.Pd. (Universitas Negeri Jakarta)

7. Drs. Suyud, M.Pd. (Universitas Negeri Yogyakarta) 8. Drs. Martadi, M.Sn. (Universitas Negeri Surabaya) 9. Dr. Lisyanto, M.Si. (Universitas Negeri Medan)

10. Drs. Agus Susilohadi, M.Si. (Dit. Diktendik, Ditjen Dikti) 11. Drs. H. Ramlan Harahap, M.Si. (Dit. Diktendik, Ditjen Dikti) 12. Sugiyatno, SE (Dit. Diktendik, Ditjen Dikti)

Edisi II:

1. Prof. Dr. Supriadi Rustad (Direktur Diktendik - Ditjen Dikti) 2. Prof. Dr. A. Suhaenah Suparno, M.Pd. (Universitas Negeri Jakarta) 3. Dr. Totok Bintoro, M.Pd. (Universitas Negeri Jakarta)

4. Dr. Paidi, M.Si. (Universitas Negeri Yogyakarta)

5. Dr. Asep Herry Hernawan (Universitas Pendidikan Indonesia) 6. Prof. Dr. I Gusti Putu Suharta (Universitas Pendidikan Ganesha)

7. Dr. Andreas Priyono Budi Prasetyo, M.Ed. (Universitas Negeri Semarang) 8. Dr. Hartono (Universitas Negeri Semarang)

9. Dr. Heri Yanto (Universitas Negeri Semarang)

10. Dr. Muhammad Khafid (Universitas Negeri Semarang) 11. Prof. Dr. Soesanto (Universitas Negeri Semarang) 12. Prof. Dr. Ganefri (Universitas Negeri Padang)

13. Prof. Selamat Triono, Ph.D (Universitas Negeri Medan) 14. Prof. Dr. Luthfiyah Nurlaela (Universitas Negeri Surabaya) 15. Dr. Ernawulan (Universitas Pendidikan Indonesia)

16. Drs. Agus Susilohadi, M.Si. (Dit. Diktendik, Ditjen Dikti) 17. Drs. H. Ramlan Harahap, M.Si. (Dit. Diktendik, Ditjen Dikti) 18. Sugiyatno, SE (Dit. Diktendik, Ditjen Dikti)

Edisi III:

1. Prof. Dr. Supriadi Rustad (Direktur Diktendik - Ditjen Dikti) 2. Prof. Dr. A. Suhaenah Suparno, M.Pd. (Universitas Negeri Jakarta)

(7)

3. Dr. Totok Bintoro, M.Pd. (Universitas Negeri Jakarta) 4. Dr. Paidi, M.Si. (Universitas Negeri Yogyakarta)

5. Dr. Asep Herry Hernawan (Universitas Pendidikan Indonesia) 6. Prof. Dr. I Gusti Putu Suharta (Universitas Pendidikan Ganesha) 7. Dr. Hartono (Universitas Negeri Semarang)

8. Prof. Dr. Luthfiyah Nurlaela (Universitas Negeri Surabaya) 9. Drs. Agus Susilohadi, M.Si. (Dit. Diktendik, Ditjen Dikti) 10. Drs. H. Ramlan Harahap, M.Si. (Dit. Diktendik, Ditjen Dikti) 11. Sugiyatno, SE (Dit. Diktendik, Ditjen Dikti)

Kontributor:

Sugiyanto (Universitas Negeri Semarang) Sucipto Hadi Purnomo (Universitas Negeri Semarang) Rochsid Tri Hanggoro Putro (Universitas Negeri Semarang)

(8)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukurdipanjatkan kehadhirat Allah SWT, karenaatas limpahan rakhmat dan karunia-Nya buku pedomanProgram Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal(SM-3T) selesai disusun.

Program SM-3T memberikan kesempatan kepada para sarjana pendidikan untuk berpartisipasi dalam proses percepatan pembangunan, khususnya di bidang pendidikan di daerah 3T. Diharapkan dengan keikutsertaan para sarjana pendidikan tersebut dalam program SM-3T, dapat disiapkan calon pendidik profesional yang mempunyai keterpanggilan untuk mengabdikan dirinya di daerah 3T. Dengan demikian, program ini dapat dijadikan sebagai salah satu upaya strategis dalam penyiapan calon pendidik profesional melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) setelah mengikuti programSM-3T.

Pedoman dimaksudkan untuk menjadi panduan bagi LPTK penyelenggara dalam melakukan persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan pelaksanaan program SM-3T. Buku pedoman ini berisi pengertian program, seleksi calon peserta, penyelenggaraan, sertapemantauan dan pendampingan program SM-3T.

Kepada tim yang menyusun buku pedoman ini disampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya, semoga menjadi amal baik yang berguna untuk pengembangan dunia pendidikan.

Jakarta, Maret 2015

a.n. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi,

Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan

(9)
(10)

DAFTAR ISI

Halaman Halaman Judul Kata Pengantar Daftar Isi BAB I PENDAHULUAN 1 A. Latarbelakang B. Pengertian C. Tujuan D. Ruang Lingkup E. Landasan Yuridis 1 2 3 3 4

BAB II SELEKSI PESERTA PROGRAM SM-3T 7

A. Sasaran B. Rekrutmen

7 7

BAB III PENYELENGGARAAN PROGRAM SM-3T 13

A. LPTK Penyelenggara B. Daerah Sasaran

C. Jadwal Persiapan dan Pelaksanaan Program SM-3T 2014

D. Kegiatan Prakondisi

E. Pemberangkatan ke Daerah 3T F. Pelaksanaan di Daerah 3T G. Pemantauan dan Pendampingan H. Penarikan Peserta

I. Pelaporan

J. Pembiayaan Pelaksanaan Program

13 14 16 18 23 23 24 24 25 25

(11)

Pedoman | Program SM-3T Tahun 2015 1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan wilayah yang luas dan heterogen, secara geografis maupun sosio-kultural, memerlukan upaya yang tepat untuk mengatasi berbagai permasalahan, di antaranya permasalahan pendidikan di daerah 3T. Permasalahan tersebut antara lain yang terkait dengan tenaga pendidik, seperti kekurangan jumlah guru (shortage), distribusi guru yang tidak seimbang

(unbalanced distribution), kualifikasi guru di bawah standar (under qualification), kurang kompeten (low competencies),

dan ketidaksesuaian antara kualifikasi pendidikan dengan bidang yang diampu (mismatched). Permasalahan lain dalam penyelenggaraan pendidikan di daerah 3T adalah angka putus sekolah yang masih relatif tinggi, angka partisipasi sekolah yang masih rendah, sarana prasarana yang belum memadai, dan infrastruktur untuk kemudahan akses dalam mengikuti pendidikan yang masih sangat kurang.

Sebagai bagian dari NKRI, daerah 3T memerlukan upaya peningkatan mutu pendidikan yang dikelola secara khusus dan sungguh-sungguh dalam mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut di atas, agar daerah 3T dapat segera maju bersama sejajar dengan daerah lain. Hal ini menjadi perhatian khusus Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengingat daerah 3T memiliki peran strategis dalam memperkokoh ketahanan nasional dan keutuhan NKRI.

(12)

Pedoman | Program SM-3T Tahun 2015 2 Salah satu kebijakan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dalam rangka percepatan pembangunan pendidikan di daerah 3T, adalah Program Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia (MBMI). Program ini meliputi (1) Program Sarjana Mendidik di daerah 3T (SM-3T), (2) Program PPG Terintegrasi dan Kewenangan Tambahan (PPGT), dan (3) Program PPG Kolaboratif (PPG Kolaboratif). Program-program tersebut merupakan sebagian jawaban untuk mengatasi berbagai permasalahan pendidikan di daerah 3T. Program SM-3T sebagai salah satu Program MBMI ditujukan kepada para Sarjana Pendidikan yang belum bertugas sebagai guru, baik sebagai pegawai negeri sipil (PNS) maupun guru tetap yayasan (GTY), untuk ditugaskan selama satu tahun di daerah 3T. Program SM-3T dimaksudkan untuk membantu mengatasi kekurangan guru, sekaligus mempersiapkan calon guru profesional yang tangguh, mandiri, dan memiliki sikap peduli terhadap sesama, serta memiliki jiwa pendidik untuk mencerdaskan anak bangsa, agar dapat maju bersama mencapai cita-cita luhur seperti yang diamanatkan oleh para pendiri bangsa Indonesia.

B. Pengertian

Program SM-3T adalah program pengabdian sarjana pendidikan untuk berpartisipasi dalam mengatasi permasa-lahan pendidikan, percepatan pembangunan pendidikan di daerah 3T, dan merupakan bagian integral dari program PPG.

(13)

Pedoman | Program SM-3T Tahun 2015 3

C. Tujuan

Program SM-3T dilakukan dengan tujuan:

1. membantu daerah 3T dalam mengatasi permasalahan pendidikan terutama kekurangan tenaga pendidik;

2. memberikan pengalaman pengabdian kepada sarjana pendidikan sehingga terbentuk sikap profesional dan terampil dalam memecahkan masalah pendidikan;

3. menumbuhkan sikap cinta tanah air, bela negara, peduli, empati, terampil memecahkan masalah kependidikan, dan bertanggung jawab terhadap kemajuan bangsa;

4. membangun daya juang dan ketahanmalangan dalam mengembangkan pendidikan di daerah-daerah yang tergolong 3T;

5. meningkatkan kecintaan terhadap profesi sebagai guru yang bertugas di daerah 3T; dan

6. mempersiapkan calon pendidik profesional sebelum mengikuti Program PPG.

D. Ruang Lingkup

Program SM-3T dilakukan dengan cakupan:

1. melaksanakan tugas pembelajaran pada satuan pendidikan sesuai dengan bidang keahlian dan tuntutan kondisi setempat;

2. mendorong kegiatan inovasi pembelajaran di sekolah; 3. melakukan kegiatan ekstrakurikuler;

(14)

Pedoman | Program SM-3T Tahun 2015 4 4. membantu tugas-tugas yang terkait dengan manajemen

pendidikan di sekolah; dan

5. melakukan tugas sosial dan pemberdayaan masyarakat untuk mendukung program pembangunan pendidikan dan kebudayaan di daerah 3T.

E. Landasan Yuridis

1. UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

2. UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. 3. PP Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.

4. PP Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

5. Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.

6. Permendiknas Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor.

7. Permendikbud Nomor 87 Tahun 2013 tentang Program Pendidikan Profesi Guru Prajabatan.

8. Kepmendiknas Nomor 126/P/2010 tentang Penetapan LPTK Penyelenggara PPG bagi Guru Dalam Jabatan. 9. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor

64/DIKTI/Kep/2011 tentang Penetapan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Penyelenggara

(15)

Pedoman | Program SM-3T Tahun 2015 5 Rintisan Program Pendidikan Profesi Guru Terintegrasi (Berkewenangan Tambahan).

10. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 17g/DIKTI/Kep/2013 tentang Penetapan Perguruan Tiggi Penyelenggara Rintisan Program Pendidikan Profesi Guru Prajabatan.

(16)
(17)

Pedoman | Program SM-3T Tahun 2015 7

BAB II REKRUTMEN DAN SELEKSI PESERTA PROGRAM SM-3T

A. Sasaran

Peserta adalah lulusan program studi kependidikan S-1 tiga tahun terakhir (2013, 2014, 2015) dari program studi terakreditasi minimal B sesuai dengan mata pelajaran dan/atau bidang keahlian yang dibutuhkan. Kuota secara nasional untuk angkatan ke-5 (tahun 2015) sebanyak 3.000 orang.

B. Rekrutmen

Rekrutmen calon peserta merupakan salah satu kunci keberhasilan program SM-3T. Rekrutmen calon peserta harus memenuhi ketentuan sebagai berikut.

a. Proses penerimaan dilakukan secara transparan, dan bertanggung jawab agar mendapatkan calon peserta yang berkualitas tinggi.

b. Kelulusan calon peserta dalam seleksi ditentukan secara nasional.

c. Untuk tahun 2015, calon peserta berasal dari prodi PGPAUD, PGSD, PLB, Bimbingan Konseling, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Seni Budaya (Drama, Tari, Musik), Pendidikan Seni Rupa, Pendidikan Matematika, Pendidikan Fisika, Pendidikan Kimia, Pendidikan Biologi, Pendidikan IPA, PPKn, Pendidikan IPS, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Geografi, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Sosiologi/Antropologi,

(18)

Pedoman | Program SM-3T Tahun 2015 8 Pendidikan Teknik Elektro/Ketenagalistrikan, Pendidikan Teknik Elektronika, Pendidikan Teknik Mesin, Pendidikan Teknik Otomotif, Pendidikan Teknik Bangunan, Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Tata Boga, Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Tata Busana, Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Tata Rias, dan Pendidikan Jasmani.

Dalam upaya memperoleh calon peserta yang berkualitas, maka persyaratan dan sistem rekrutmen ditentukan sebagai berikut. 1. Persyaratan Peserta

Peserta adalah lulusan program studi kependidikan yang pada saat menjadi mahasiswa datanya tercatat di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI). Selain itu peserta harus memenuhi persyaratan sebagai berikut.

a. Warga Negara Indonesia, dibuktikan dengan identitas diri berupa KTP yang masih berlaku

b. Lulusan program studi kependidikan S-1 (bukan transfer) tiga tahun terakhir (2013, 2014, 2015) dari program studi terakreditasi yang sesuai dengan matapelajaran dan/atau bidang keahlian yang dibutuhkan, dibuktikan dengan fotokopi ijazah yang telah disahkan (legalisasi)

c. Berusia maksimum 27 tahun per 31 Desember 2015

d. IPK minimal 3,0 dibuktikan dengan fotokopi transkrip nilai yang telah disahkan (legalisasi)

e. Berbadan sehat yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah.

(19)

Pedoman | Program SM-3T Tahun 2015 9 f. Bebas narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (napza)

yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) dari pejabat yang berwenang.

g. Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan surat keterangan dari kepolisian.

h. Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama mengikuti Program SM-3T dan PPG, yang dibuktikan dengan surat pernyataan bermeterai.

i. Belum pernah mengikuti program SM-3T pada tahun sebelumnya dan sanggup mengikuti program PPG yang dibuktikan dengan surat pernyataan bermeterai.

Bukti persyaratan huruf a) s.d. huruf i) dibawa pada saat tes wawancara. Bagi peserta yang memiliki keahlian atau prestasi minimal juara III tingkat kabupaten/kota, termasuk di bidang olahraga dan seni, dihargai sebagai nilai tambah. Peserta yang mempunyai pengalaman menjadi pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), atau pengalaman organisasi lain, juga dapat dihargai sebagai nilai tambah. Keahlian atau prestasi tersebut dibuktikan dengan menunjukkan sertifikat asli dan fotokopi, sedangkan untuk pengalaman menjadi pengurus UKM atau organisasi lainnya dengan menunjukkan surat keputusan (SK) asli dan fotokopi, pada saat wawancara. Setelah wawancara, peserta diberi kesempatan untuk melakukan unjuk kemampuan (perform) sesuai bakat dan keterampilan yang mereka miliki.

(20)

Pedoman | Program SM-3T Tahun 2015 10

2. Seleksi Calon Peserta

Rekrutmen calon peserta Program SM-3T tahun 2015 dilakukan melalui seleksi di tingkat nasional dan di LPTK. a. Seleksi Tingkat Nasional

Seleksi nasional dilakukan secara online dalam bentuk seleksi administrasi dan seleksi akademik.

1) Seleksi Administrasi

Seleksi administrasi dilaksanakan secara nasional, khususnya untuk memverifikasi relevansi program studi yang dibutuhkan, IPK, tahun lulus, dan peringkat akreditasi. Jika salah satu persyaratan administrasi yang ditentukan tidak dipenuhi, peserta dinyatakan gugur dan tidak dapat melanjutkan ke seleksi berikutnya. Bukti fisik selengkapnya akan diverifikasi oleh LPTK penyelenggara SM-3T.

2) SeleksiAkademik

Seleksi akademik nasional meliputi empat aspek, yaitu tes potensi akademik, tes kemampuan dasar, dan tes penguasaan kompetensi akademik bidang studi/bidang keahlian.

a) Tes Potensi Akademik (TPA)

TPA bertujuan untuk mengetahui bakat dan kemampuan seseorang di bidang akademik atau keilmuan. TPA terdiri atas tes kemampuan berpikir: analogi, logis, analisis, deret numerik, dan

(21)

Pedoman | Program SM-3T Tahun 2015 11 komparasi. TPA dilaksanakan dengan durasi waktu 45 menit.

b) Tes Kemampuan Dasar

Tes kemampuan dasar bertujuan untuk mengukur kemampuan dalam bidang Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika Dasar. Tes kemampuan dasar dilaksanakan dengan durasi waktu 60 menit.

c) Tes Penguasaan Kompetensi Akademik Bidang Studi/Bidang Keahlian

Tes penguasaan kompetensi akademik bidang studi level S1, dimaksudkan untuk mengukur penguasaan bidang keahlian calon peserta sesuai dengan latar belakang program studi kesarjanaannya. Tes penguasaan kompetensi bidang studi dilaksanakan dengan durasi waktu 90 menit.

3) Psikotes

Psikotes dimaksudkan untuk memperoleh informasi mengenai kecendurungan psikis calon peserta. Psikotes meliputi kepercayaan diri, tanggungjawab, kestabilan emosi, hubungan sosial, intelegensi, dorongan berprestasi, dorongan bekerja dengan teratur, dorongan bekerjasama, dorongan menolong, bekerja dengan tekun, dorongan menyelesaikan tugas, kematangan emosi.Psikotes dilakukan dengan durasi waktu 120 menit.

(22)

Pedoman | Program SM-3T Tahun 2015 12 mengikuti seleksi di tingkat LPTK.

b. Seleksi di Tingkat LPTK

Seleksi di tingkat LPTK meliputi verifikasi dokumen, wawancara, dan tes khusus (untuk bidang seni budaya dan penjaskes). Wawancara bertujuan untuk menemukenali potensi minat dan bakat sebagai pendidik. Strategi penelusuran minat dan bakat ini dapat dilakukan secara individual atau Focus Group Discussion (FGD).

(23)

Pedoman | Program SM-3T Tahun 2015 13

BAB III PENYELENGGARAAN PROGRAM SM-3T

A. LPTK Penyelenggara

Pada tahun 2015 Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menetapkan 17 LPTK sebagai penyelenggara Program SM-3T. Ketujuhbelas LPTK beserta kuota disajikan pada Tabel 1.

Tabel 1. LPTK Penyelenggara Program SM-3T dan Kuota

No LPTK Penyelenggara Kuota*)

1 Universitas Negeri Medan (UNIMED) 200

2 Universitas Negeri Padang (UNP) 200

3 Universitas Negeri Jakarta (UNJ) 200

4 Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) 200

5 Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) 200

6 Universitas Negeri Semarang (UNNES) 200

7 Universitas Negeri Surabaya (UNESA) 200

8 Universitas Negeri Malang (UM) 200

9 Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA) 200

10 Universitas Negeri Makasar (UNM) 200

11 Universitas Negeri Menado (UNIMA) 200

12 Universitas Negeri Gorontalo (UNG) 200

13 FKIP Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH) 200

14 FKIP Universitas Riau (UNRI) 100

15 FKIP Universitas Nusa Cendana (UNDANA) 100

16 FKIP Universitas Mulawarman (UNMUL) 100

17 FKIP Universitas Tanjungpura (UNTAN) 100

Jumlah 3.000

(24)

Pedoman | Program SM-3T Tahun 2015 14

B. Daerah Sasaran

Daerah sasaran program SM-3T ini adalah kabupaten yang termasuk kategori daerah 3T berdasarkan kriteria dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal di delapan provinsi, yaitu Provinsi Aceh, Kepulauan Riau, NTT, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Maluku, Papua, dan Papua Barat.

1. Provinsi Aceh

a. Kabupaten Simeulue b. Kabupaten Aceh Singkil c. Kabupaten Aceh Selatan d. Kabupaten Aceh Timur e. Kabupaten Aceh Besar f. Kabupaten Gayo Lues g. Kabupaten Pidie Jaya 2. Provinsi Nusa Tenggara Timur

a. Kabupaten Sumba Timur b. Kabupaten Kupang c. Kabupaten Flores Timur d. Kabupaten Ende

e. Kabupaten Ngada f. Kabupaten Alor g. Kabupaten Manggarai h. Kabupaten Belu 3. Provinsi Sulawesi Utara

a. Kabupaten Talaud

(25)

Pedoman | Program SM-3T Tahun 2015 15

4. Provinsi Papua

a. Kabupaten Biak Numfor b. Kabupaten Waropen c. Kabupaten Jayawijaya d. Kabupaten Lani Jaya

e. Kabupaten Pegunungan Bintang f. Kabupaten Mamberamo Tengah g. Kabupaten Mamberamo Raya h. Kabupaten Yahukimo

i. Kabupaten Asmat j. Kabupaten Mappi k. Kabupaten Deiyai 5. Provinsi Papua Barat

a. Kabupaten Manokwari Selatan b. Kabupaten Raja Ampat

c. Kabupaten Teluk Bintuni d. Kabupaten Sorong e. Kabupaten Sorong Selatan f. Kabupaten Tambraw 6. Provinsi Kepulauan Riau

a. Kabupaten Kepulauan Anambas 7. Provinsi Kalimantan Barat

a. Kabupaten Sanggau b. Kabupaten Landak 8. Kalimantan Utara

a. Kabupaten Malinau b. Kabupaten Nunukan

(26)

Pedoman | Program SM-3T Tahun 2015 16

9. Provinsi Kalimantan Timur a. Kabupaten Berau b. Kabupaten Kutai Barat 10. Provinsi Maluku

a. Kabupaten Maluku Barat Daya b. Kabupaten Kepulauan Aru

Berikut dipaparkan peta sebaran penempatan Program SM-3T di seluruh wilayah Indonesia.

Gambar 2. Peta Sebaran Penempatan Program SM-3T

Di luar daerah tersebut di atas dimungkinkan untuk menjadi daerah sasaran program ini sepanjang memenuhi persyaratan sebagai daerah 3T.

C. Jadwal Persiapan dan Pelaksanaan Program SM-3T 2015 Berikut disajikan rencana jadwal persiapan dan pelaksanaan Program SM-3T tahun 2015.

(27)

Pedoman | Program SM-3T Tahun 2015 17 No Kegiatan Waktu 1 Pengumuman program SM-3T Tahun 2015 2 Maret s.d 7 Juni 2015 2 Pendaftaranonline(mengisi

form, upload ijazah, dan foto)

9 Maret – 7 Juni 2015

3 TOT operator IT LPTK untuk

Program SM-3T

3 – 5 April 2015

4 Seleksi administrasi (form

isian, ijazah, dan foto)

2 – 8 Juni 2015

5 Koordinasi denganKoordinator

Program SM-3T LPTK dan ToT operator IT untuk persiapan seleksi

5 – 7 Juni 2015

6 Pengumuman hasil seleksi

administrasi dan pengumuman jadwal tes online

10 Juni 2015

7 Tes online 20- 21 Juni 2015

8 Rapat Koordinasi Penetapan

Kelulusan tes online

25 – 27 Juni 2015

9 Pengumuman hasil tes online 27 Juni 2015

10 Wawancara dan input nilai

hasil seleksi di LPTK

3 – 5 juli 2015

11 Koordinasi dengan LPTK

terkait penetapan hasil seleksi dan pemetaan penempatan

9 – 10 Juli 2015

12 Pengumuman hasil seleksi dan

pengumuman pemanggilan

13 Juli 2015

Hari Raya Idul Fitri 17-18 Juli 2015

13 Koordinasi dengan dinas

pendidikan daerah sasaran

27 – 28 Juli 2015

(28)

Pedoman | Program SM-3T Tahun 2015 18

No Kegiatan Waktu

15 Prakondisi 1-17 Agustus 2015

16 Pemberangkatan Minggu III Agustus 2015

17 Penarikan SM-3T 2014 Agustus 2015

18 Pelaksanaan di daerah sasaran Agustus 2015-Juli 2016

19 Monitoring dan evaluasi oleh

LPTK dan tim PPG pusat

3 kali kegiatan

D. Kegiatan Prakondisi

Sebelum peserta diberangkatkan ke daerah sasaran untuk melaksanakan program SM-3T, dilakukan program prakondisi yang dilaksanakan oleh LPTK penyelenggara. Prakondisi dimaksudkan untuk membekali kesiapan peserta sekaligus sebagai seleksi kesiapan fisik dan mental.

Program prakondisi diawali dengan pemberian orientasi umum tentang pendidikan di daerah 3T, dengan materi: (1) membawa peserta ke alam psikologis dan sosiologis daerah sasaran melalui pemutaran film dokumenter program SM-3T angkatan sebelumnya, Laskar Pelangi, atau film sejenis; (2) pemberian informasi tentang kondisi pendidikan di daerah 3T yang antara lain tentang kekurangan tenaga guru, disparitas kualitas, mismatched, tingginya angka putus sekolah, dan rendahnya angka partisipasi sekolah; dan (3) orientasi tentang sosial, budaya, dan kondisi infrastruktur daerah sasaran.

Prakondisi meliputi kegiatan akademik dan non-akademik. Prakondisi akademik meliputi: (1) pelatihan melaksanakan tugas kependidikan pada kondisi khusus/tertentu (jumlah

(29)

Pedoman | Program SM-3T Tahun 2015 19 guru sangat kurang, kemampuan siswa rendah, dan sarana-prasarana terbatas) (2) kepemimpinan dan manajemen pendidikan di sekolah.

Prakondisi nonakademik meliputi: (1) pembinaan mental dan

survival (ketahanmalangan); (2) pelatihan keterampilan

sosial kemasyarakatan, (3) wawasan kebangsaan dan bela negara serta (4) kepramukaan dan P3K.

2. Prakondisi Akademik

a. Pembekalan Kurikulum 2013

Untuk SM-3T angkatan V tahun 2015, peserta dituntut sudah memiliki kesiapanuntuk mengimplementasikan Kurikulum 2013 di daerah pengabdiannya. Oleh karena itu, dalam prakondisi SM-3T mereka perludiberi pembekalan mengenai konsep dasar dan implementasi Kurikulum 2013. Alokasi waktu untuk pembekalan Kurikulum 2013 adalah 10 JP.

b. Pelatihan Melaksanakan Tugas Kependidikan pada Kondisi Khusus/Tertentu

Kegiatan pelatihan ini dimaksudkan untuk membekali peserta Program SM-3T agar memiliki kemampuan mengajar pada kondisi khusus. Sebagai contoh pada kondisi sekolah kekurangan guru, peserta dibekali kemampuan mengajar pada kelas rangkap dan mengajar multi-subjek. Contoh lain, untuk kondisi kekurangan sarana untuk pembelajaran, peserta dibekali kemampuan berkreasi membuat media pembelajaran berbasis lingkungan, LKS, dan bahan ajar lainnya. Pelatihan melaksanakan tugas kependidikan

(30)

Pedoman | Program SM-3T Tahun 2015 20 pada kondisi khusus difasilitasi oleh dua orang instruktur untuk setiap rombongan belajar dengan alokasi waktu 40 JP. Untuk pelatihan ini juga dilibatkan peserta PPG SM-3T terbaik,yang saat ini sedang mengikuti program pendidikan profesi.Jumlah peserta PPG SM-3T terbaik yang dilibatkan, sesuai kebutuhan. c. Kepemimpinan dan Manajemen Pendidikan di Sekolah

Materi ini dimaksudkan untuk membekali peserta Program SM-3T agar memiliki wawasan tentang kepemimpinan dan manajemen pendidikan di sekolah. Materi kepemimpinan pendidikan difokuskan pada fungsi kepala sekolah sebagai leader, manager, dan supervisor. Materi manajemen pendidikan di sekolah difokuskan pada pengelolaan kurikulum, sarana prasarana, dan kesiswaan. Alokasi waktu untuk materi ini selama 10 JP.

3. Prakondisi Nonakademik

a. Pelatihan Keterampilan Sosial Kemasyarakatan

Pelatihan keterampilan sosial kemasyarakatan ini dimaksudkan untuk membekali kompetensi sosial dan kemasyarakatan kepada peserta agar mampu melaksanakan tugasnya dalam berkomunikasi secara aktif dengan pihak sekolah dan masyarakat. Materi kegiatan ini terdiri atas tiga pokok bahasan, yaitu: (a) kecepatan beradaptasi (sosioantropologi dan kemampuan komunikasi sosial), (b) pember-dayaan masyarakat dan keluarga (berbasis budaya, ekonomi,

(31)

Pedoman | Program SM-3T Tahun 2015 21 dan ekologi), (c) pelatihan kepemimpinan, dan (d) pelatihan teknologi tepat guna (TTG).

Narasumber untuk materi yang terkait dengan butir (a) dan (b) adalah pejabat dari daerah sasaran yang relevan dan kompeten. Sedangkan nara sumber untuk materi butir (c) dan (d) dapat diambil dari dosen LPTK penyelenggara yang kompeten pada bidang tersebut. Alokasi waktu untuk kegiatan keterampilan sosial kemasyarakatan ini sebanyak 20 JP.

b. Pembinaan Mental, Motivasi, dan Ketahan-malangan

(Survival)

Pembinaan mentaldimaksudkan untuk membangun karakter para peserta agar memiliki karakter tangguh dan peduli terhadap sesama, serta memiliki jiwa ketahanmalangan dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi persoalan hidup di daerah sasaran. Materi pembinaan ini meliputi pemberian motivasi, penyampaian wawasan, dan contoh-contoh nyata kelompok masyarakat dalam keadaan terbatas tetapi mampu bertahan hidup. Dilanjutkan praktik di lapangan yang dapat berupa outbond dan pemberian pengalaman hidup yang penuh tantangan dan rintangan. Nara sumber kegiatan ini adalah dosen LPTK atau dapat berasal dari insitusi/masyarakat yang memiliki pengalaman dan wawasan yang relevan dengan kegiatan ini.

(32)

Pedoman | Program SM-3T Tahun 2015 22

c. Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara

Materi ini dimaksudkan untuk memperkokoh wawasan peserta program SM-3T tentang integrasi nasional, tujuan dan cita-cita nasional, cinta tanah air, kesadaran bela negara, dan konstelasi geografis NKRI. Materi ini juga diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran akan perbedaan suku, agama, ras, dan golongan, serta keanekaragaman budaya dan adat istiadat di Indonesia. Peserta diharapkan mampu menyosia-lisasikan dan menanamkan wawasan kebangsaan dan bela negara di daerah 3T.

Pembinaan mental dan ketahanmalangan (survival) serta wawasan kebangsaan dan bela negara (2.b. dan 2.c.) dilaksanakan secara terintegrasi dengan alokasi waktu 50 JP.

d. Kepramukaan, UKS, dan P3K

Materi kepramukaan dilaksanakan dengan maksud membekali peserta SM-3T memiliki keterampilan dasar kepramukaan. Materi UKS dan P3K dimaksudkan untuk membekali peserta SM-3T memiliki kemampuan dasar tentang kesehatan sekolah dan lingkungan, serta memiliki keterampilan memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan.Narasumber materi ini dapat berasal dari dosen atau unit kegiatan yang relevan di lingkungan LPTK. Alokasi waktu untuk materi ini adalah sebanyak 30 JP.

(33)

Pedoman | Program SM-3T Tahun 2015 23

E. Pemberangkatanke Daerah 3T

Pemberangkatan peserta ke daerah 3T dikoordinasikan oleh LPTK penyelenggara. LPTK menugaskan dosen atau staf untukmendampingi peserta mulai dari LPTK sampai dengan lokasi yang dituju.

Sebelum pemberangkatan, Ditjen Dikti berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan daerah 3T terkait dengan:

(1) waktu penerimaan oleh bupati (kepala daerah);

(2) pengantaran peserta dari ibukota kabupaten menuju tempat tinggal (lokasi pengabdian);

(3) sekolah tempat mengabdi;

(4) penyiapan tempat tinggal beserta orangtua asuh bagi peserta SM-3T; dan

(5) hal-hal lain yang diperlukan, sesuai dengan kebutuhan setempat.

F. Pelaksanaan di Daerah 3T

Pelaksanaan program SM-3T, baik di sekolah tempat pengabdianmaupun di lokasi tempat tinggal peserta, dilakukan dalam kegiatan akademik dan nonakademik. Hal-hal yang harus dilakukan oleh peserta diantaranya: menyusun program kerja sebagai acuan pelaksanaan tugas selama berada di daerah sasaran; melaksanakan kegiatan dengan penuh waktu, penuh rasa tanggung jawab, dan dedikasi yang tinggi; membina kerjasama dengan sesama peserta, masyarakat setempat, dan instansi terkait; berpartisipasi aktif dalam kegiatan keagamanaan, sosial, budaya, dan

(34)

Pedoman | Program SM-3T Tahun 2015 24 kemasyarakatan; dan membuat catatan harian, laporan tengah tahunan dan laporan akhir tahun.

G. Pemantauan dan Pendampingan

Setelah peserta diberangkatkan ke lokasi 3T, LPTK penyelenggara bertanggungjawab melakukan pemantauan dan pendampingan peserta dalam rangka menjamin keberhasilanprogram SM-3T. Pemantauan dan pendampingan ini dilakukan secara periodik dan berkelanjutanuntuk memastikan program dapat berjalan dengan baik dan setiap peserta melaksanakan tugas pengabdiannya secara bertanggung jawab. Pemantauan dan pendampingan juga dimaksudkan untukmembantu pesertamengatasi permasalahan yang dihadapi.

Dalam pemantauan dan pendampingan tersebut diperlukan pelibatan pihak-pihak terkait, baik di tingkat sekolah, desa, kecamatan, maupun kabupaten (guru, kepala sekolah, kepala desa/tokoh masyarakat, UPTD dan Dinas Pendidikan). Apabila ditemukan hal-hal yang menyimpang dari ketentuan, maka LPTK dapat memberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

H. Penarikan Peserta

Setelah masa pengabdian di daerah 3T berakhir, LPTK penyelenggara melakukan penarikan peserta, dengan menugaskan dosen atau staf untuk melakukan penjemputan ke daerah 3T. Sebelum penarikan, pengelola program SM-3T masing-masing LPTK melakukan koordinasi dengan peserta dan Dinas Pendidikan daerah 3T.

(35)

Pedoman | Program SM-3T Tahun 2015 25

I. Pelaporan

Peserta diwajibkan membuat laporan pelaksanaan kegiatan selama berada di daerah pengabdian, baik di sekolah maupun di lokasi tempat tinggal peserta, yang terdiri atas: catatan harian, laporan tengah tahunan, laporan akhir tahun, dan profil sekolah. Penjelasan lebih rinci tentang masing-masing laporan merujuk pada Buku Pegangan Peserta SM-3T. LPTK dapat menambahkan bentuk tagihan yang lain, seperti: membuat laporan tertulis tentang pengalaman menarik dan testimoni.

J. Pembiayaan Pelaksanaan Program

Pelaksanaan Program SM-3T Tahun 2015 dibiayai dengan dana APBN (DIPA) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Tahun Anggaran 2015.

(36)
(37)
(38)

Gambar

Tabel 1. LPTK Penyelenggara Program SM-3T dan Kuota
Gambar 2. Peta Sebaran Penempatan Program SM-3T

Referensi

Dokumen terkait

Material anorganik, yaitu mineral bukan karbonat yang merupakan bagian dari struktur tumbuhan, adalah zat mineral bawaan di dalam batubara yang persentasenya relatif

Analisa atau diagnosa terhadap kenakalan yang meningkat saat ini belum dapat dilakukan karena keadaan pengetahuan kriminologi ini belum tegas menentukan sebab, mengapa

Hukum Murtad dan Penodaan Agama: Membungkam Kebebasan?: 249-258.. Peserta didik yang mempunyai keyakinan selain agama Kristen wajib mengikuti pembelajaran agama Kristen

Grain yang terpilih adalah nilai pembukaan atau penutupan rekening, nilai pemblokiran dana tabungan, nilai pemblokiran rekening tabungan, nilai penarikan, nilai penyetoran,

4. Selama praktik mengajar di SD Negeri Rejowinangun 1, praktikan mendapat banyak pengetahuan dan pengalaman bahwa seorang guru dituntut untuk lebih memahami setiap

Berdasarkan uraian permasalahan yang telah dipaparkan serta kenyataan yang ada bahwa tuntutan untuk memiliki keturunan pada seorang wanita yang sudah menikah cukup

Hasil studi ini menyimpulkan bahwa Ngaji Rasa merupakan aktualisasi keyakinan yang muncul dari sejarah perjalanan hidup sebuah komunitas Dayak Indramayu terkait

Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa kombinasi konsentrasi pati biji durian dan pati biji nangka yang berbeda pada plastik biodegradable tidak memberikan pengaruh nyata terhadap