• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "IV. HASIL DAN PEMBAHASAN"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Perusahaan

1. Sejarah Berdirinya Perusahaan

Koperasi Jasa Usaha Bersama (KJUB) Puspetasari merupakan sebuah usaha bidang produksi makanan ternak. Awalnya, pada tahun 1979 koperasi ini merupakan Project Management Unit (PMU) yang didirikan berdasarkan kerjasama antara koperasi Indonesia dengan Cooperative League Of United States Of America (CLAUSA) berdasakan surat keputusan direktorat jenderal koperasi No.737/DK/KPTS/AXI/1980. Selanjutnya pada tahun 1984, dibentuk Pusat Pelayanan Koperasi (PPK) Puspeta dengan tujuan untuk memajukan, membina dan mendewasakan Koperasi Unit Desa (KUD) atau koperasi primer di Kabupaten Klaten. PPK berorientasi pada pusat pendidikan dan pelatihan (pusdikat) di bidang peternakan dan perikanan, distribusi pupuk, suplai pakan ternak, serta industri mebel.

Pada tahun 1988 proyek kerjasama Puspeta telah berakhir masa kerjanya. Namun, beberapa KUD yang telah bergabung dan menjadi binaan dalam kerjasama ini merasa sayang apabila proyek tersebut dihentikan dikarenakan proyek tersebut telah berhasil menghidupi sejumlah tenaga kerja dan telah memberikan keuntungan bagi beberapa KUD yang telah bergabung. KUD yang telah bergabung dalam proyek binaan ini adalah KUD Kemalang, KUD Pedan, KUD Karangnongko, KUD Jatinom, KUD Manisrenggo, KOPTI Pedan dan KPRI Ngesti Rahayu. Dikarenakan beberapa alasan yang ada maka pada tahun 1988, tujuh koperasi tersebut bergabung untuk selanjutnya mengajukan permohonan kepada Kantor Wilayah Departemen Koperasi Jawa Tengah agar proyek kerjasama Puspeta yang telah berakhir tetap dapat dilanjutkan kembali dalam wadah yang mandiri dengan bentuk badan usaha berupa Koperasi.

Pada tanggal 30 November 1988, proyek Puspeta dilanjutkan kembali dalam wadah mandiri berbentuk koperasi sekunder dengan nama Koperasi Jasa Usaha Bersama (KJUB) Puspetasari dengan nomor badan Hukum 11080/BH/VI/1988. Sejak saat itu, KJUB Puspetasari harus melaksanakan

(2)

kegiatan usaha yang mandiri dan terlepas dari bimbingan pemerintah maupun pihak CLAUSA.

2. Kondisi Umum Perusahaan

a. Lokasi Perusahaan

KJUB Puspetasari terletak di Dukuh Mondokan, Desa Klepu, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten. Luas area KJUB Puspetasari adalah 23.707 m2, dengan rincian seluas 8.040 m2 digunakan sebagai Pabrik Makanan Ternak (PMT) Nutrifeed, seluas 458 m2 digunakan untuk bangunan kantor, dan sisanya digunakan untuk mushola, tempat parkir dan beberapa bangunan lainnya.

Lokasi KJUB Puspetasari dapat dikatakan cukup strategis, karena letaknya hanya 800 meter ke arah selatan dari simpang tiga Besole dari jalan Protokol Solo-Jogja. Dari Lokasi yang strategis tersebut memberikan beberapa keuntungan bagi pihak KJUB Puspetasari, diantaranya sarana transportasi yang mudah karena letak lokasi yang dekat dengan jalan raya, sehingga selanjutnya akan mempermudah pula dalam hal pengiriman bahan baku untuk KJUB Puspetasari maupun pengiriman produk dari KJUB Puspetasari kepada konsumen. Sehingga dengan mudahnya akses transportasi dapat mempermudah pula dalam hal pengadaan bahan baku dan peredaran produk jadi, sehingga menjamin kelangsungan usaha yang tengah dijalankan.

b. Uraian Kegiatan Magang Perusahaan

Kegiatan magang di PMT KJUB Puspetasari ini dilaksanakan selama satu bulan. Selama pelaksanaan kegiatan magang ini, hal-hal yang dilakukan meliputi rangkaian kegiatan produksi mulai dari penimbangan bahan baku hingga akhirnya mengikuti proses pengiriman pakan konsentrat kepada konsumen. Hal-hal yang dilakukan dalam kegiatan produksi atara lain: melakukan penimbangan terhadap bahan baku, kemudian melakukan pencatatan terhadap bahan baku yang telah tertimbang, mengikuti proses penggilingan terhadap bahan baku yang masih kasar yaitu onggok, kulit kopi, bungkil sawit, kopra, kulit kacang, dan bungkil klenteng, selanjutnya semua bahan dicampur menggunakan mesin mixer, mengikuti proses

(3)

terhadap pakan yang telah dimasukkan ke dalam karung, melakukan penjahitan terhadap karung-karung yang telah terisi pakan konsentrat, kemudian meletakkan pakan yang telah terkemas dengan baik ke dalam gudang pakan. Saat pengemasan, biasanya dilakukan oleh tiga orang dengan tugas yang berbeda, satu orang bertugas untuk memasukan pakan dari silo ke dalam karung, satu orang bertugas menimbang ulang pakan yang telah dimasukkan ke dalam karung dan satu orang lainnya bertugas menjahit karung yang telah berisi pakan.

Kegiatan produksi di KJUB Puspetasari berlangsung setiap hari senin sampai jum’at dengan jam kerja mulai pukul 07.30 - 16.30 WIB dengan jam istirahat pada pukul 12.00 - 13.00 WIB pada hari senin sampai kamis, dan pada pukul 11.30 - 13.00 WIB pada hari jum’at. Sistem pemberian upah pada PMT KJUB Puspetasari dilakukan setiap sebulan sekali bagi karyawan tetap dan seminggu sekali pada tenaga borong. Untuk karyawan tetap, menerima gaji pada satu bulan sekali seuai dengan standar upah yang berlaku pada daerah Klaten dan untuk tenaga borong upah diberikan satu minggu sekali dengan kesepakatan hitungan produksi tiap kilogram, untuk tenaga borong bagian produksi upah per kg adalah Rp.14,5,- dan untuk tenaga bongkar dan tenaga muat, upah per kg adalah Rp.3,5,- dan akan terjadi penambahan upah selama terjadi lembur untuk mengejar target produksi apabila ada pesanan dari konsumen.

(4)

3. Struktur Organisasi Perusahaan

Gambar 6. Bagan Struktur Organisasi KJUB Pupetasari

Keterangan :

RAT : Rapat Anggota Tahunan

Direktur AK & P : Direktur Administrasi dan Keuangan Personalia Manager Dept. IA : Manager Departemen Internal Audit

Manager Dept. AK : Manager Departemen Administrasi dan Keuangan Manager PUPS : Manager Departemen Personalia dan Umum

Direktur Utama Direktur AK&P Direktur Operasional Manager Dept. AK Manager Dept. PUPS Manager Dept. IA Manager UPT Koord. PSG Manager Perdagum Manager Penjualan Manager Keswan Manager PMT N CPR Manager P. Usaha Manager PMT N JTM Manager PMT MGT Kepala Bag. UUP RAT Pengurus Tim Asistensi  

(5)

Manager PMT N CPR : Manager Pabrik Makanan Ternak Ceper Manager PMT N JTM : Manager Pabrik Makanan Ternak Jatinom Manager PMT MGT : Manager Pabrik Makanan Ternak Magetan Manager TPS Keswan : Manager Kesehatan Hewan

Manager P. Usaha : Manager Pengembangan Usaha

Keputusan tertinggi dari badan usaha berbentuk koperasi terletak pada Rapat Anggota Tahunan (RAT). RAT selanjutnya dibawahi oleh pengurus dan direktur utama yang diawasi oleh tim asistensi. Direktur utama secara langsung membawahi manager Internal Audit, Direktur Administrasi dan Keuangan, dan Direktur Operasional. Namun pada KJUB Puspetasari tidak ada pengisi jabatan direktur operasional, sehingga manager UPT, manager perdagum, manager koordinator PSG, manager Pabrik Makanan Ternak Jatinom, Manager Pabrik Makanan Ternak Magetan, manager Pengembangan Usaha, dan kepala UUP dibawahi langsung oleh direktur utama.

Manager Pemasaran di KJUB Puspetasari dipimpin langsung oleh Bapak Agus Yuliyanto yang membawahi tiga bagian berdasarkan wilayah pemasaran produk. Wilayah pemasaran bagian utara meliputi daerah Pati, Blora, Kudus dan Jepara. Wilayah selatan meliputi daerah Wonogiri, Gunung Kidul, Bantul dan Wonosari yang dipimpin oleh Bapak Bambang Sarwano. Wilayah Barat meliputi Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung dan Jawa Barat yang dipimpin oleh Bapak Susanto dan Bapak Ngajimin. Wilayah Timur meliputi daerah Surakarta, Sukoharjo, Karang Anyar, Gemolong dan Sragen.

Jumlah tenaga kerja di KJUB Puspetasari tercatat sebanyak 193 orang, yang terbagi menjadi dua bagian yaitu 125 orang sebagai karyawan tetap dan 68 orang sebagai karyawan tidak tetap. Karyawan tetap adalah pegawai yang bekerja pada suatu badan usaha atau perusahaan secara tetap berdasarkan surat keputusan. Pegawai tidak tetap atau disebut juga tenaga lepas adalah pegawai yang hanya menerima penghasilan apabila pegawai yang bersangkutan bekerja, berdasarkan jumlah hari kerja, jumlah unit hasil pekerjaan yang dihasilkan. Penghasilan yang dimiliki oleh pegawai tidak tetap berupa upah harian, upah mingguan, upah satuan, upah borongan atau upah yang dibayarkan secara bulanan.

(6)

u P o o T m t m P M b t p u 4. Sum Diper usaha terseb Puspetasari oleh perusah orang tenaga Tenaga kerj mempermud tenaga kerja Sumb mesin yang Puspetasari Masing-mas a. Grind bahan pakan terdapat bag pakan yang ukuran serag mber Daya y rlukan beber but dapat ber

selalu meng haan. Di bid a borong, lim ja dikelomp dah selama p a telah menge ber daya lain digunakan memiliki ti sing unit mem

Grinder der berfung n yang akan gian mesin b terlalu besa gam, di dala yang Dimili rapa sumbe rjalan dengan embangkan dang PMT K ma orang te pokkan men proses produ erti dengan b n yang tidak untuk mem iga unit mes miliki empat G si untuk me n diolah men ernama ham ar menjadi l m mesin gri ki Perusaha er daya pen n lancar. Da dan meman KJUB Puspe enaga bongk njadi bebera uksi dan pen baik mengen k kalah pent mproduksi p sin, yaitu R t bagian mes Gambar 7. M enghaluskan njadi pakan mmer yang be ebih kecil d inder diberik aan ndukung dal alam menjala nfaatkan sum etasari memi kar, dan emp

apa bidang, ngiriman, seh nai tugas yan ting dalam p pakan konse Rabda I, Rab sin, yaitu : esin Grinder atau menge konsentrat. erfungsi untu dan hampir s kan screen d lam suatu u ankan usahan mber daya yan iliki 14 oran pat orang ten

, dengan tu hingga masi ng harus dija proses produ entrat. PMT bda II dan r ecilkan ukur Dalam mes uk memecah sama ukuran dengan ukura usaha agar nya, KJUB ng dimiliki ng staff, 14 naga muat. ujuan agar ing-masing alankan. uksi adalah T di KJUB Rabda III. ran partikel in grinder, hkan bahan nnya. Agar an 6 – 7 ml

(7)

s s m s sehingga saa standar yang b. M Mixer mencampur secara homo c. E at keluar dar g digunakan Mixer merupakan bahan paka ogen. Elevator ri mesin grin di PMT KJU G n bagian da an yang tela Gamb nder, ukuran UB Puspetas Gambar 8. M ari unit mes ah dihaluska bar 9. Mesin n bahan pak sari. Mesin Mixer sin Rabda an sebelumn n Elevator

kan telah sesu

yang berfun nya menjadi

uai dengan

ngsi untuk tercampur

(8)

m j p y s d d d d b k P y Elevat menyalurkan jadi, dari me d. S Silo m penampung Alur d yang terlalu sedangkan b dalam mesi dihaluskan d 15-20 menit disalurkan m di dalam sil berat tiap ke Sumbe kelangsunga Pick-up dan yang turut m tor merupak n pakan kon esin mixer m Silo merupakan ba pakan konse dari kinerja u besar ukur bahan yang t in mixer, s dengan grin t agar lebih h menuju silo d lo, kemudian emasan 50 kg er daya lain an usahanya n satu unit T membantu d kan bagian d nsentrat yan menuju silo (p agian terakhi entrat sebelu mesin rabd rannya diha telah halus d selanjutnya nder bertemu homogen. Se dengan men n pakan dik g. yang dimili a antara lai Truk. Selain alam proses dari unit me ng telah terc penampung) Gambar 10. ir dari unit m um pakan dik da tersebut s aluskan deng dan kecil uk bahan yan u dan dicam etelah pakan nggunakan m kemas meng

iki oleh KJU n alat trans itu terdapa s produksi, d esin Rabda ampur secar ). Silo mesin rabda y kemas. secara singk gan menggu kurannya lan ng telah ha mpur dengan tercampur s mesin elevato ggunakan ke UB Puspetas sportasi ber at pula beber diantaranya yang berfu ra homogen yang berfun kat adalah b unakan mesi ngsung dima alus dan ba n mesin mix secara homo or. Setelah t emasan karu sari guna me rupa tujuh u rapa sumber empat unit t ngsi untuk n atau telah gsi sebagai bahan baku in grinder, asukkan ke ahan yang xer selama ogen, pakan tertampung ung dengan emudahkan unit mobil r daya lain timbangan,

(9)

tiga unit alat jahit, dua unit timbangan digital, 12 unit trolly, tiga buah cangkul, dan tiga buah sekop.

Gudang digunakan untuk menyimpan bahan baku dan produk jadi. Untuk mempermudah dalam pengelolaannya, pihak pengelola PMT KJUB Puspetasari memisahkan gudang dengan masing-masing fungsinya. PMT KJUB Puspetasari memiliki tiga jenis gudang, yaitu gudang bahan baku, gudang kemasan (karung) dan gudang produk jadi (konsentrat). Pada gudang bahan baku dan produk jadi, pihak pengelola di PMT KJUB Puspetasari menyediakan kartu gudang. Semua transaksi saat barang keluar dari gudang ataupun saat ada barang yang masuk ke gudang tercatat dengan baik dan dipisahkan lembar demi lembar berdasarkan jenis bahan baku ataupun jenis produk yang mengalami perubahan jumlah. Jumlah saldo barang yang ada di gudang harus sesuai dengan catatan yang ada, sehingga dengan dilakukannya pencatatan dengan rutin, diharapkan dapat mempermudah pengelola dalam melakukan pengecekan. Sampel catatan pada kartu gudang bahan baku dan produk di PMT KJUB Puspetasari dapat dilihat pada Tabel 5.

Kartu Gudang Bahan Baku berisi tentang saldo awal bahan baku, jumlah bahan baku yang masuk, jumlah bahan baku yang keluar untuk diproses menjadi pakan, dan saldo akhir bahan baku pada akhir bulan. Pengisian kartu gudang dilakukan setiap kali ada barang datang ataupun barang keluar dari gudang bahan baku guna proses produksi. Pengecekan kesamaan jumah antara saldo yang tertulis pada kartu gudang dengan saldo barang di gudang dilakukan beberapa periode sekali oleh petugas di PMT KJUB Puspetasari. Hal tersebut perlu dilakukan agar produksi dapat berjalan dengan lancar, karena produksi akan membutuhkan bahan baku yang sesuai dengan jumlah pada formulasi yang telah ditentukan. Pada Tabel 5 terlihat bahwa ada beberapa bahan baku yang mengalami saldo minus, hal tersebut terjadi karena tidak adanya pasokan terhadap jenis bahan baku tersebut, sehingga pihak pengelola melakukan penggantian bahan baku yang tidak ada tersebut dengan bahan lain sehingga PMT KJUB Puspetasari tetap dapat berproduksi dengan baik. Namun, hai itu hanya dilakukan saat bahan baku yang seharusnya digunakan telah habis dan hanya berlangsung

(10)

pada periode produksi yang singkat. Selain pencatatan saldo terhadap bahan baku, pencatatan saldo juga dilakukan pada pakan konsentrat yang ada di gudang pakan. Tabel 5. Perubahan Saldo Bahan Baku Bulan Februari 2013

No. Jenis Bahan Baku Saldo

Awal (kg) Total Bahan Masuk (kg) Total Bahan Keluar (kg) Saldo Akhir Februari 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. Kulit Kacang Bungkil Klenteng Onggok

Kulit Biji Kopi Bungkil Kelapa/Kopra Dedak Kasar Dedak Halus Limbah Roti Media Sehat Aminosin Zeolith Garam Promix Limestone Nutrimix Tetes Tebu Slaz 43.839 5.316 29.805 57.470 20.059 13.999 13.209 7.830 15.200 5.670 1.080 10.124,5 1.750 370 800 2.260 4.000 43.225 30.756 17.684 166.852 - 46.124 17.272 - - 6.860 990 8.702,5 1.500 7.920 1.000 19.380 16.130 20.737 29.530 27.778 54.140 8.259 66.954 8.131 11.096 24.843 3.075 3.000 12.264 1.400 3.600 780 18.171 14.320 66.327 6.362 19.711 170.182 11.530 -6.831 22.350 -3.266 -9.643 9.455 -930 6.563 1.850 4.690 1.020 3.469 5.810 Sumber : Data PMT KJUB Puspetasari, 2013

Perubahan saldo pakan konsentrat yang terjadi selama bulan Februari 2013 dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6. Perubahan Saldo Pakan Konsentrat Bulan Februari 2013 No. Jenis Konsentrat

Saldo Awal (kg) Total Konsentrat Masuk (kg) Total Konsentrat Keluar (kg) Saldo Akhir Februari (kg) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Kontafeed BC 131 BC 132 BC 133 DC 131 DC 132 DC 133 100 16.300 2.350 4.200 950 550 1.900 - 199.560 35.150 43.050 3.050 1.600 40.250 100 202.560 31.150 44.650 2.550 50 26.050 - 13.300 6.350 2.600 1.450 2.100 16.100 Keterangan : BC (Beef Cattle) : Konsentrat untuk Sapi Potong

DC (Dairy Cattle) : Konsentrat untu Sapi Perah Sumber : Data PMT KJUB Puspetasari, 2013

(11)

Pencatatan terhadap saldo pakan konsentrat dilakukan agar diketahui secara pasti jumlah pakan pada jenis tertentu yang telah terjual dan jumlah pakan yang tersisa di gudang pakan di PMT KJUB Puspetasari. Jumlah antara saldo pada kartu gudang harus sesuai dengan jumlah pakan yang ada di dalam gudang pakan. Dalam Tabel 6 terlihat hal-hal yang dicatat meliputi saldo awal pakan konsentrat atau saldo akhir pakan konsentrat pada bulan sebelumnya, jumlah pakan masuk, jumlah pakan keluar, dan saldo pakan pada akhir bulan Februari. Dalam hal ini yang termasuk dalam jumlah pakan yang masuk merupakan jumlah pakan yang telah diproduksi oleh PMT KJUB Puspetasari dan pakan yang telah di retur dari konsumen dikarenakan ditukar dengan pakan baru apabila pakan telah mengalami kerusakan karena terlalu lama penyimpanan yang dilakukan oleh konsumen, sedangkan jumlah pakan keluar merupakan jumlah pakan konsetrat yang telah berhasil dijual oleh staff pemasaran, termasuk di dalamnya pakan sampel yang diberikan oleh pihak PMT KJUB Puspetasari kepada calon konsumen. Jumlah pakan yang di retur biasanya tidak terlalu banyak, hanya sekitar 50-150 kg tiap bulannya, sedangkan untuk pakan sampel yang diberikan kepada calon konsumen biasanya sekitar 10 kg untuk tiap jenis pakannya.

B. Proses Pengadaan Bahan Baku

PMT KJUB Puspetasari dituntut untuk harus dapat berproduksi secara kontinyu. Demi mencapai kontinyuitas produksi yang harus dijalankan, maka dilakukan pembelian bahan baku secara berkala saat bahan baku di gudang mulai menipis dan segera membutuhkan bahan baku baru. Pembelian bahan baku dilakukan oleh staff bagian pengadaan atas dasar permintaan staff bagian produksi. Pada proses pengadaan bahan baku, banyak hal yang harus diperhatikan bagi staff bagian pengadaan. Hal tersebut antara lain mengenai macam bahan baku yang harus segera dibeli, asal bahan baku yang dibutuhkan serta harga bahan baku yang akan dibeli. Berdasarkan beberapa hal tersebut, diharapkan pihak staff pengadaan dapat mendapatkan bahan baku yang diinginkan mulai dari jenis bahan baku, serta harga yang harus disepakati. Sesuainya hal tersebut diharapkan produksi makanan ternak akan dapat berjalan dengan baik, serta dengan harga

(12)

yang sesuai dan terjangkau diharapkan akan memberikan efek positif bagi usaha produksi makanan ternak, karena biaya produksi yang rendah, sehingga biaya produksi dapat tercukupi dengan baik. Jenis bahan baku, asal serta harga bahan baku yang digunakan oleh KJUB Puspetasari dalam produksi makanan ternak dapat dilihat pada Tabel 7.

Tabel 7. Jenis, Asal dan Harga Bahan Baku di KJUB Puspetasari.

No. Jenis Bahan Baku Asal Bahan Baku Harga Bahan

Baku (Rp/kg) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 18. 19. Kulit Kacang Bungkil Klenteng Onggok

Bungkil Kelapa Sawit Kulit Biji Kopi Bungkil Kelapa/Kopra Dedak Kasar Dedak Halus Limbah Roti Media Sehat Aminosin Zeolith Garam Promix Premiks Limestone Nutrimix Tetes Tebu Sragen

Sragen, Pati, Semarang Karangdowo, Wonogiri Kalimantan

Temanggung, Wonosobo Purwokerto, Tangerang Sragen, Delanggu, Boyolali Sragen, Delanggu, Boyolali Surakarta, Kuningan Sidoharjo Malang Pandan Simping Pati Surakarta Jakarta Klaten Surakarta Jawa Timur 700 1.600 1.050 1.085 500 2.100 1.300 2.000 1.300 1.050 4.500 300 700 7.750 33.300 200 6.400 1.350 Sumber : Data Bagian Pengadaan KJUB Puspetasari (Februari, 2013)

Bahan baku yang digunakan oleh PMT KJUB Puspetasari dalam produksi makanan ternak terdiri atas 18 jenis bahan baku. Semua jenis didapatkan dari berbagai daerah di Pulau Jawa dan satu jenis dari luar Jawa yaitu bungkil kelapa sawit yang berasal dari Kalimantan dengan harga yang beragam dan telah menjadi kesepakatan antara pihak pengadaan bahan baku PMT KJUB Puspetasari dengan pihak supplier bahan baku. Bentuk kerjasama antara pihak PMT KJUB Puspetasari dengan supplier bahan baku adalah dengan sistem kontrak, sehingga saat pihak PMT KJUB Puspetasari membutuhkan stok bahan baku, maka

(13)

pengiriman serta proses pembayaran akan melalui beberapa prosedur sesuai ketentuan di KJUB Puspetasari yang telah menjadi kesepakatan bersama dengan pihak supplier bahan baku.

C. Proses Seleksi Bahan Baku

Kualitas produk yang dihasilkan oleh suatu produsen makanan ternak sangat dipengaruhi oleh kualitas bahan baku yang digunakan. Setelah bagian pengadaan melakukan tugasnya, saat bahan baku datang harus dilakukan pengecekan guna melakukan seleksi layak atau tidaknya suatu bahan baku digunakan untuk proses produksi selanjutnya. Proses seleksi bahan baku dilakukan oleh staff Quality Control (QC) dengan menggunakan acuan beberapa kriteria tertentu yang telah ditetapkan oleh pabrik makanan ternak di KJUB Puspetasari.

1. Kriteria yang Harus Dipenuhi dari masing-masing Bahan Baku

Bahan baku yang dapat masuk ke gudang PMT KJUB Puspetasari merupakan bahan baku yang telah lolos seleksi oleh bagian QC. Beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh bahan baku yang akan masuk ke dalam gudang pabrik makanan ternak antara lain harus ada sampel saat pihak produsen bahan baku melakukan penawaran sehingga dapat dilakukan pengecekan terhadap kualitas bahan baku baik secara bentuk fisik, warna, dan bau. Kriteria selanjutnya adalah bau khas bahan, warna baik, tekstur sesuai dengan jenis masing-masing bahan, homogenitas serta kadar air bahan baku. PMT KJUB Puspetasari memiliki standar berbeda terhadap kadar air suatu bahan saat musim kemarau maupun musim penghujan. Standar kadar air bahan saat musim kemarau maksimal 15 persen, sedangkan saat musin penghujan maksimal sebesar 17 persen. Semua kriteria tersebut harus dipenuhi agar kualitas produk yang dihasilkan nantinya baik dan dapat memberikan kepuasan kepada konsumen.

2. Urutan Proses Seleksi

Urutan proses seleksi yang dilakukan di KJUB Puspetasari adalah sebagai berikut :

(14)

b. Mengamati bentuk fisik, bau dan warna bahan baku. Bentuk fisik bahan baku harus sesuai dengan jenis bahan baik butiran, tepung ataupun cair. Bau bahan baku memiliki bau yang khas dan mendekati asal bahan baku tersebut. Warna bahan baku sesuai dengan bahan asli dari bahan tersebut. Misalnya pada tetes tebu yang hanya dapat diamati melalui pengematan fisik, harus memiliki kriteria bau khas tebu dan mendekati aroma gula, berwarna cokelat kehitaman dan memiliki rasa manis. Bahan baku berbentu tepung seperti dedak harus memiliki tekstur yang serentak berupa tepung secara keseluruhan, tidak terdapat gumpalan dan berwarna coklat muda.

c. Pada bahan baku yang berbentuk butiran, dilakukan pengecekan kadar air dengan alat tester khusus. Kemudian untuk bahan baku berbentuk cair, cukup dilakukan pengecekan melalui pengamatan terhadap warna, bau dan rasa dari bahan tersebut.

d. Setelah semua pengecekan dilakukan dan memiliki hasil sesuai dengan kriteria yang dimiliki oleh KJUB Puspetasari, selanjutnya bahan baku didatangkan dalam jumlah besar dengan barang yang sesuai dengan sampel yang telah dicek sebelumya.

Urutan proses seleksi bahan baku secara singkat dapat dilihat pada Gambar 11.

Sampel Bahan Baku

Bahan Kering Bahan Basah/Cair

Uji Kualitas dengan Tester

Uji Kualitas melalui warna, bau, rasa

Bahan Sesuai Kriteria MasukGudang

(15)

3. Alasan Pemilihan Bahan Baku

Bahan baku yang digunakan di KJUB Puspetasari selanjutnya akan diolah dan diproduksi menjadi pakan ternak atau biasa disebut dengan konsentrat yang selanjutnya akan digunakan sebagai pakan untuk ternak ruminansia dengan kebutuhan nutrisi yang beragam. Sehingga, dalam menggunakan bahan baku terdapat beberapa alasan guna menunjang tujuan akhir dari produksi tersebut. Alasan yang digunakan sebagai acuan dalam pemilihan bahan baku tersebut antara lain kadar protein dalam bahan, kadar abu, serat kasar, dan kadar air bahan. Sehingga diharapkan ternak yang mengonsumsi pakan yang diproduksi oleh KJUB Puspetasari dapat berkembang dengan baik.

D. Proses Produksi Pakan Konsentrat

Proses produksi pakan konsentrat di PMT KJUB Puspetasari dilaksanakan setiap hari senin - jum’at mulai pukul 07.30 WIB dengan diawali doa bersama yang dilakukan oleh seluruh staff produksi dan tenaga borong. Produksi dilakukan sesuai dengan permintaan dari bagian pemasaran dengan formulasi yang telah ditentukan sebelumnya.

1. Kandungan Nutrien Bahan Baku

Formulasi pakan harus ditentukan sebelum suatu produsen pakan ternak memproduksi suatu jenis pakan konsentrat. Bahan penyusun dalam formulasi pakan juga harus diketahui dengan baik kandungan nutriennya sehingga akan memberikan suatu formulasi pakan yang pas, mengingat masing-masing bahan baku memiliki kandungan nutrien serta fungsi yang berbeda. Pada produsen pakan konsentrat, biasanya mencantumkan kandungan nutrien pakan yang diproduksi di dalam kemasan pakan. Pada pakan konsentrat hasil produksi PMT KJUB Puspetasari label kandungan nutrien terdapat di dalam kemasan dengan menggunakan kertas kecil dan berwarna sesuai dengan jenis pakan yang ada di dalam kemasan. Kandungan nutrien bahan baku yang digunakan di PMT KJUB Puspetasari dapat dilihat pada Tabel 8.

(16)

Tabel 8. Kandungan Nutrien dalam Bahan Baku

No. Bahan Baku Kandungan Nutrien (%)

BK PK SK LK BETN K. Air 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Limbah Roti Dedak Halus Onggok Dedak Kasar Bkl. Klenteng Bkl. Kopra Bkl. Sawit Kulit Kopi Kulit Kacang Media Sehat K4 Amonisin 88,851) 91,501) 87,501) 92,291) 89,321) 92,691) 92,741) 91,761) 90,191) - - 11,261) 8,111) 2,211) 6,431) 31,441) 23,191) 15,001) 7,031) 6,251) 9,332) 66,362) 0,361) 22,351) 14,401) 14,211) 16,371) 6,331) 13,751) 25,431) 51,911) 33,512) 7,692) 10,371) 10,941) 4,751) 5,561) 13,591) 3,621) 9,991) 3,591) 3,251) - 3,252) 76,161) 42,991) 66,191) 35,751) 31,161) 60,211) 57,081) 57,901) 26,781) - - - - - - - - - - - 8,132) 13,262) Sumber : 1)Hasil Analisis Laboratorium BPTP Yogyakarta, 2013

2)Hasil Uji Laboratorium Pangan dan Gizi UGM, 2013

Pihak pengelola PMT KJUB Puspetasari melakukan uji di laboratorium terhadap bahan-bahan yang akan digunakan untuk produksi pakan konsentrat dengan tujuan agar dengan diketahuinya kandungan yang terdapat di dalam bahan, maka akan dapat disusun suatu formulasi ransum yang memiliki kandungan nutrien yang sempurna, dan sesuai dengan kebutuhan ternak yang akan mengonsumsinya. Uji kandungan nutrien terhadap bahan dilakukan beberapa periode sekali. Uji harus segera dilakukan saat pihak PMT di KJUB Puspetasari membuat formulasi ransum yang baru, dan didalamnya terdapat bahan baku baru yang digunakan sebagai bahan pengganti dari bahan lama.

Tabel 9. Pengelompokan Bahan Baku Berdasarkan Fungsinya

Fungsi Bahan Baku Bahan Baku

Sumber Energi Sumber Protein Sumber Serat Additive Limbah Roti Dedak kasar Onggok Dedak halus Bungkil Klenteng Bungkil Kopra Bungkil Sawit Kulit Kopi Kulit Kacang Media SehatK4 Tetes Slaz

(17)

2. Macam dan Persentase Bahan yang Digunakan

Macam dan persentase bahan yang digunakan dalam produksi pakan konsentrat berbeda-beda, tergantung pada jenis konsentrat yang akan diproduksi. KJUB Puspetasari memproduksi pakan konsentrat untuk ternak ruminansia baik potong maupun perah. Dengan tujuan pemeliharaan yang berbeda, maka formulasi ransum yang digunakan dalam pakan konsentrat juga berbeda. Jenis konsentrat untuk potong dan perah masih terbagi lagi menjadi beberapa jenis berdasarkan tingkatan kualitas dan harga yang sesuai dengan pasar sasaran KJUB Puspetasari. Konsentrat untuk sapi potong terbagi menjadi empat jenis yaitu kontafeed, BC 131, BC 132 dan BC 133, sedangkan pada konsentrat untuk sapi perah dibagi menjadi tiga jenis yaitu DC 131, DC 132, dan DC 133. BC (Beef Cattle)

merupakan konsentrat untuk sapi potong, sedangkan DC (Dairy Cattle)

merupakan konsentrat untuk sapi perah. Untuk mempermudah dalam identifikasi jenis pakan setelah masuk ke dalam kemasan, maka diberikan perbedaan warna pada kemasan untuk masing-masing jenis pakan. Label dengan warna hitam diberikan untuk konsentrat sapi potong jenis kontafeed, label warna coklat diberikan untuk potong BC 131 dan perah DC 131, label warna biru diberikan untuk potong BC 132dan perah DC 132, dan label warna hijau diberikan untuk potong BC 133 dan perah DC 133. Formulasi penggunaan bahan dalam produksi pakan konsentat untuk potong dan perah dapat dilihat pada Tabel 10.

Perbedaan karakteristik dari masing-masing jenis pakan konsentrat terletak pada formulasi bahan penyusunnya yang kemudian diikuti oleh harga produk tersebut di pasaran. Semakin lengkap formulasi bahan yang digunakan, maka akan semakin baik pula kualitas pakan yang dihasilkan dan semakin tunggi pula harga pakan tersebut. Perbedaan kandungan nutrien pakan konsentrat yang dihasilkan di PMT KJUB Puspetasari dapat dilihat pada Tabel 11 dan Tabel 12.

(18)

Tabel 10. Formulasi Pakan Konsentrat Jenis Potong dan Perah

Bahan Jenis Pakan dan Persentase Penggunaan Bahan (%)

KF BC131 BC132 BC133 DC131 DC132 DC133 Limbah Roti Dedak kasar Onggok Dedak halus Bkl. Klenteng Bkl. Kopra Bkl. Sawit Kulit Kopi Kulit Kacang Media Sehat Tetes Slaz - 21,67 8,67 - - - 24 23 11 - 8,33 3,33 3,33 21 8 - 5 - 20 18 6 7 8,33 3,33 4 18,67 8 6 7,66 - 20 16 5 5 7 2,67 4 17 10 4,66 5,33 6 20 14 6,66 - 7 2,67 4 24 8,33 - 8 - 22 12 5,33 6 7 3,33 3,33 18 5 5 7 10 19 13 4 6 7 2,67 - 14 5 8 8 9,66 19 14 4 6 7 5,33 Jumlah 100 100 100 100 100 100 100

Keterangan : BC (Beef Cattle) : Konsentrat untuk Sapi Potong DC (Dairy Cattle) : Konsentrat untuk Sapi Perah Sumber : Data PMT KJUB Puspetasari, 2013

Tabel 11. Kandungan Nutrien Pakan Konsentrat untuk Sapi Potong di KJUB Puspetasari

Kandungan Nutrien Kontafeed BC131 BC132 BC133

Bahan Kering (%) Protein Kasar (%) Serat Kasar (%) Lemak Kasar (%) Beta-N(%) Calsium(%) Phospor(%) Sodium(%) TDN (%) 86 11 16 3,5 58 0,9 0,5 - 50,93 86 12,5 16 3,5 58 0,9 0,5 - 54,05 86 12,5 16 4 56 1,2 0,6 0,23 50,59 86 12,5 16 4 56 1,2 0,6 0,23 50,59 Keterangan : BC (Beef Cattle) : Konsentrat untuk Sapi Potong

(19)

Tabel 12. Kandungan Nutrien Pakan Konsentrat untuk Sapi Perah di KJUB Puspetasari Kandungan Nutrien DC131 DC132 DC133 Bahan Kering (%) Protein Kasar (%) Serat Kasar (%) Lemak Kasar (%) Beta-N(%) Calsium(%) Phospor(%) Sodium(%) TDN (%) 86 14,5 15 4 56 1,2 0,6 0,23 67,54 86 15,5 16 4 56 1,2 0,6 0,23 53,13 86 15,5 16 4 56 1,2 0,6 0,23 53,13 Keterangan : DC (Dairy Cattle) : Konsentrat untuk Sapi Perah

Sumber : Data PMT KJUB Puspetasari, 2013

Onggok merupakan ampas dari pembuatan tepung tapioka atau ampas dari penggilingan ketela pohon untuk diambil patinya. Bungkil sawit termasuk salah satu limbah industri pertanian yang memiliki kandungan protein cukup tinggi, sedangkan kulit kopi merupakan limbah hasil pengolahan kopi. Tetes merupakan hasil sampingan dari pengolahan tebu yang berfungsi sebagai sumber energi, meningkatkan palatabilitas ternak, dan digunakan campuran dalam pembuatan konsentrat agar hasil akhir dari konsentrat tidak terlalu berdebu dan dapat lebih menyatu antara bahan satu dengan yang lain. Diperlukan kandungan mineral dan vitamin di dalam bahan pakan yang dapat didapatkan dari slaz yang terbuat dari campuran beberapa bahan yang mengandung mineral dan vitamin yang baik untuk ternak.

Berdasarkan Tabel 11 dan Tabel 12 dapat dilihat bahwa masing-masing jenis pakan mempunyai formulasi berbeda dengan persentase penggunaan bahan yang berbeda pula. Semakin lengkap formulasi bahan yang digunakan maka akan semakin baik pula kualitas dari pakan yang dihasilkan. Sebagai bahan pakan tambahan (additive) digunakan tetes dan slaz. Penggunaan tetes dalam satu kali proses produksi pakan, berkisar antara 105-125 kg. Sedangkan penggunaan slaz

berkisar antara 40-50 kg dalam satu kali proses produksi. Slaz yang digunakan untuk membuat konsentrat merupakan hasil campuran beberapa bahan yang diolah sendiri oleh PMT di KJUB Puspetasari. Bahan dan persentase penggunaan dalam pembuatan slaz dapat dilihat pada Tabel 13.

(20)

Tabel 13. Formulasi Bahan untuk Pembuatan Slaz Bahan Jumlah (Kg) Garam Limestone Nutrimix Promix Amonisin Zeolith 580 150 20 50 50 150 Total 1. 000

Sumber : Data PMT KJUB Puspetasari, 2013

Pembuatan Slaz dilakukan dengan cara melakukan penimbangan terlebih dahulu terhadap semua bahan yang akan digunakan, selanjutnya dilakukan pencampuran secara manual dengan menggunakan sekop dan cangkul yang dilakukan oleh dua orang tenaga borong. Bahan dengan persentase penggunaan bahan terbanyak diletakkan di lantai sebagai lapisan paling bawah dalam proses pencampuran kemudian diikuti oleh bahan-bahan dengan persentase lebih kecil. Selanjutnya bahan dicampur sedikit demi sedikit dari tepi dengan menggunakan cangkul. Setelah bahan tercampur secara homogen, kemudian slaz dikemas ke dalam karung dengan kemasan yang ada, yaitu kemasan 40 kg dan 50 kg. Biasanya dalam satu kali produksi, menghasilkan slaz sebanyak 1 ton atau 1000 kg yang selanjutnya setelah masuk ke dalam kemasan 40 dan 50 kg akan digunakan sesuai fungsinya di masing-masing jenis pakan konsentrat yang akan diproduksi.

3. Urutan Proses Produksi

Agar didapatkan hasil produksi yang optimal dengan kualitas yang baik, maka harus melalui urutan proses produksi yang benar. Urutan proses produksi tersebut adalah sebagai berikut :

a. Bahan yang telah lolos seleksi dan telah masuk ke dalam gudang selanjutnya diproses untuk produksi pakan konsentrat dengan kisaran produksi seberat 1,5 ton dalam satu kali proses atau dalam istilah di PMT KJUB Puspetarsari 1,5 ton pakan konsentrat percemplungan.

(21)

b. Proses pertama yang harus dilalui adalah penimbangan. Bahan baku diambil dari gudang kemudian diangkut menggunakan trolly oleh tenaga borong, dan harus melalui bagian penimbangan, kemudian ditimbang menggunakan timbangan digital dan selanjutnya dicatat oleh staff bagian penimbangan. Hal ini bertujuan agar persentase bahan yang diproses sesuai dengan persentase yang telah ditentukan.

c. Bahan yang telah ditimbang, selanjutnya menuju proses pencampuran, namun untuk bahan dengan ukuran partikel yang terlalu besar dan tidak homogen, terlebih dahulu dimasukkan ke dalam mesin grinder guna mengecilkan ukuran partikel bahan, sehingga saat tercampur menjadi pakan akan menghasilkan partikel yang homogen. Bahan yang perlu dimasukkan terlebih dahulu ke dalam mesin grinder antara lain onggok, kulit kopi, bungkil sawit, kopra, kulit kacang, dan bungkil klenteng. Di dalam mesin grinder terdapat

screen atau penyaring yang berfungsi untuk menyerentakkan ukuran bahan yang keluar dari mesin grinder. Ukuran screen yang digunakan di PMT KJUB Puspetasari adalah 6-7 ml.

d. Bahan yang telah menjadi lebih halus setelah dihaluskan dalam mesin grinder

selanjutnya dimasukkan ke dalam mesin mixer, dan diikuti oleh bahan lain yang telah halus tanpa harus di grinder, kemudian diikuti pula oleh tetes tebu dan slaz yang telah dibuat sebelumnya. Bahan berada di dalam mesin mixer

antara 15-20 menit. Hal tersebut bertujuan agar semua bahan tercampur dengan homogen.

e. Bahan yang telah tercampur secara homogen di dalam mesin mixer, selanjutnya disalurkan menuju silo (penampung) dengan menggunakan rangkaian mesin bernama elevator.

f. Setelah seluruh pakan tertampung di dalam silo, selanjutnya dilakukan pengemasan terhadap pakan dengan takaran seberat 50 kg tiap kemasan yang diberi label Nutrifeed dengan warna yang berbeda, sesuai dengan jenis pakan yang dikemas didalamnya.

Urutan proses produksi pakan konsentrat di PMT KJUB Puspetasari, secara singkat dapat dilihat pada Gambar 12.

(22)

4. Hasil Produksi

Produk yang dihasilkan dalam satu kali proses produksi adalah seberat 1,5 ton atau 1500 kg. Dalam sehari, PMT KJUB Puspetasari dapat melakukan hingga delapan kali proses produksi dengan menggunakan dua unit mesin rabda pada hari biasa dan terkadang hingga 12 kali proses saat ada pesanan dari konsumen dalam jumlah yang besar dan menuntut untuk segera dikirim. Pada hari biasa, produksi dilakukan secara bergantian terhadap beberapa jenis pakan.

Pakan yang diproduksi oleh PMT KJUB Puspetasari terdiri dari dua jenis, Bahan

Baku

Bahan Kasar

Bahan Halus, Tetes, dan Slaz

Mesin Grinder Mesin Mixer Mesin Elevator Silo Penimbangan Penimbangan

(23)

jenis, yaitu Kontafeed, BC131, BC132, dan BC133. Sedangkan konsentrat sapi perah dibagi menjadi tiga jenis, yaitu DC131, DC132, dan DC133. Perbedaan karakteristik dari masing-masing jenis pakan konsentrat terletak pada formulasi bahan penyusunnya yang kemudian diikuti oleh harga produk tersebut di pasaran. Semakin lengkap formulasi bahan yang digunakan, maka akan semakin baik pula kualitas pakan yang dihasilkan dan semakin tinggi pula harga pakan tersebut. Perbedaan kandungan nutrien pakan konsentrat yang dihasilkan di PMT KJUB Puspetasari dapat dilihat pada Tabel 11 dan Tabel 12.

Perbedaan kandungan nutrien dalam pakan konsentrat yang dihasilkan diikuti dengan kualitas produk dan selanjutnya perbedaan harga produk tersebut di pasaran. Perbedaan harga untuk masing-masing jenis pakan dapat dilihat pada Tabel 14.

Tabel 14. Perbedaan Harga Pakan Konsentrat Berdasarkan Jenisnya

Jenis Pakan Harga per kg

(Rp)

Harga per Kemasan 50 kg (Rp) Potong : a. Kontafeed b.BC 131 c. BC 132 d.BC 133 Perah : a. DC 131 b. DC 132 c. DC 133 1.400,- 1.500,- 1.600,- 1.700,- 1.550,- 1.700,- 1.800,- 70.000,- 75.000,- 80.000,- 85.000,- 77.500,- 85.000,- 90.000,- Sumber : Data PMT KJUB Puspetasari, 2013

E. Proses Pengemasan Pakan Konsentrat

Gambar 13. Bagan Alur Pengemasan Pakan Konsentrat

Silo Dikemas dengan

kemasan 50 kg Penimbangan Ulang Kemasan Dijahit Gudang Pakan

(24)

Proses pengemasan pakan konsentrat dilakukan setelah semua bahan pakan tercampur secara homogen dan tertampung di dalam silo. Pengemasan pakan konsentrat Nutrifeed hasil produksi PMT KJUB Puspetasari dilakukan secara manual dengan tenaga manusia. Kemasan yang digunakan merupakan karung dengan label Nutrifeed dan warna tertentu sesuai dengan pakan yang dimuat didalamnya. Berat tiap kemasan pakan konsentrat adalah 50 kg. Pakan yang keluar dari silo dikemas dengan karung sebarat 50 kg kemudian dilakukan penimbangan ulang dengan timbangan manual, setelah berat sesuai dengan ketentuan, selanjutnya pakan diangkut dengan menggunakan trolly menuju ke dekat gudang pakan konsentrat.

Karung-karung yang telah terisi pakan seberat 50 kg diletakkan secara berurutan membentuk berisan. Tiap baris berisi 10 karung. Hal tersebut bertujuan untuk mempermudah dalam proses penghitungan. Saat diletakkan di dekat gudang secara berurutan, petugas jahit melakukan tugasnya, yaitu menjahit tiap karung dengan menggunakan alat jahit yang ada. Setelah proses penjahitan karung selesai, karung-karung yang telah dijahit selanjutnya diangkat untuk diletakkan di gudang penyimpanan pakan konsentrat. Pelatakan pakan di gudang dilakukan berdasarkan kelompok warna, sehingga diharapkan dapat mempermudah saat akan dilakukan pengiriman. Peletakan pakan di gudang menggunakan alas berupa kayu yang telah dibuat sedemikian rupa, sehingga pakan tidak bersentuhan langsung dengan lantai gudang. Hal tersebut bertujuan agar pakan yang disimpan tidah mudah busuk dan menggumpal karena keadaan lantai yang relatif lembab.

F. Proses Pemasaran

1. Wilayah Pemasaran dan Metode Pemesanan

Pemasaran merupakan salah satu kunci dalam menentukan tingkat keberhasilan suatu usaha yang telah dijalankan. Agar semua produk dapat terjual dengan baik, maka diperlukan manajemen pemasaran yang baik, dengan jangkauan pemasaran yang luas agar penyebaran produk dapat berlangsung dengan baik dengan jangkauan yang semakin luas dari tahun ke tahun.

(25)

Setelah proses produksi selesai dan telah terjadi penumpukan produk di gudang, saatnya staff marketing (pemasaran) melaksanakan tugasnya untuk mencari calon konsumen dan mengantarkan barang kepada konsumen yang telah melakukan pemesanan. Pemasanan pakan konsentrat Nutrifeed dapat dilakukan melalui telefon dan fax, namun itu hanya berlaku untuk konsumen yang telah berlangganan dan dapat menyetujui ketentuan yang ditetapkan oleh pihak KJUB Puspetasari baik dalam hal pengiriman maupun proses pembayaran. Tugas staff pemasaran dibagi berdasarkan wilayah pemasarannya, yaitu wilayah utara yang meliputi daerah Pati, Blora, Kudus dan Jepara. Wilayah selatan yang meliputi daerah Wonogiri, Gunung Kidul, Bantul dan Wonosari. Wilayah Barat meliputi Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung dan Jawa Barat. Wilayah Timur meliputi daerah Surakarta, Sukoharjo, Karang Anyar, Gemolong dan Sragen. Kemudian untuk pemasaran di luar Jawa, pihak KJUB Puspetasari pernah memasarkan hingga ke pulau Bali dan Kalimantan.

2. Metode Pengiriman Produk

Setelah pemesanan dilakukan oleh pihak konsumen dan telah terjadi kesepakatan antara pihak KJUB Puspetasari dengan konsumen, selanjutnya dilakukan pengiriman terhadap produk sesuai dengan pesanan. Metode pengiriman yang berlaku di KJUB Puspetasari terdiri dari dua metode yang dibedakan berdasarkan lokasi pengiriman. Apabila konsumen masih berada di lingkup area Jawa Tengah, produk akan dikirimkan oleh staff pemasaran sampai ke alamat konsumen berada dengan menggunakan angkutan dari KJUB Puspetasari. Apabila konsumen berada di luar Pulau Jawa, pihak konsumen biasanya mengambil sendiri produk yang dipesan karena biasanya menggunakan angkutan yang lebih besar.

G. Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Program Kesehatan dan Keselamatan kerja pada PMT KJUB Puspetasari sudah mulai dijalankan pada beberapa hal seperti penggunaan masker pada saat jam kerja dan larangan untuk merokok di dalam pabrik karena dapat membahayakan apabila terjadi percikan api dari mesin yang digunakan untuk

(26)

produksi. Pihak pengelola PMT KJUB Puspetasari selalu menyediakan masker untuk setiap karyawan dan tenaga borong pada bidang produksi sebelum proses produksi pakan konsentrat berlangsung. Selain itu pada beberapa bagian dinding PMT KJUB Puspetasari juga dituliskan untuk larangan merokok bagi setiap karyawan dan tenaga borong yang ada pada PMT KJUB Puspetaari. Hal tersebut dimaksudkan sebagai tindakan preventif untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan yang sifatnya membahayakan bagi para pekerja di PMT KJUB Puspetasari. Tindakan tersebut sesuai dengan pendapat Budiono (2003) yang menyatakan bahwa tujuan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja adalah menciptakan suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja yang manajemen, tenaga kerja, kondisi dan lingkungan kerja yang terintegrasi dalam mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta terciptanya tenaga kerja yang sehat, aman, efisien dan produktif.

Gambar

Gambar 6.  Bagan Struktur Organisasi KJUB Pupetasari
Tabel 6.  Perubahan Saldo Pakan Konsentrat Bulan Februari 2013
Tabel 7. Jenis, Asal dan Harga Bahan Baku di KJUB Puspetasari.
Gambar 11. Bagan Alur Proses Seleksi Bahan Baku
+5

Referensi

Dokumen terkait

Perhitungan luas lantai dari pabrik dilakukan untuk mengetahui luas setiap departemen yang terdapat pada lantai pabrik, yaitu recieving, gudang bahan.. baku utama, gudang bahan

Sistern Pengadaan Bahan Baku dan Analisis Struktur Biaya Produksi Pakan Ternak (Studi Kasus pada Pabrik Makanan Ternak Koperasi Peternakan Bandung Selatan Pangalengan,

Seperti kaitannya dengan pembelian bahan baku yang tidak mengalami keterlambatan karena akan mengakibatkan terhambatnya proses produksi apabila bahan baku yang akan

Para petani di daerah penelitian dalam memperoleh bahan baku usaha tanaman tebu, bisa membeli ke petani, pabrik dan KUD. Untuk bahan baku bibit, petani bisa

Gambar 12 menunjukkan rendemen tepung jambu biji instan berdasarkan berat bahan baku total, sampel yang dikeringkan pada suhu pengeringan 180 o C memberikan

Karena perlakuan bahan baku dan cara memasak pada setiap menu makanan berbeda-beda, maka proses yang dilakukan pada bagian ini sesuai dengan jenis menu yang

Perhitungan pembelian bahan baku tepung ketela optimal pada tahun produksi 2013/2014 dengan menggunakan metode EOQ (Economic Order Quantity) di pabrik kerupuk UD

Departemen Supply membuat proses penjadwalan dalam memenuhi kebutuhan bahan baku dari pemasok yang dijadwalkan secara tepat dalam jumlah maupun waktu dengan persediaan bahan