• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dana Pensiun (Bank Dan Lembaga Keuangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Dana Pensiun (Bank Dan Lembaga Keuangan"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

PENDAHULUAN PENDAHULUAN

A

A.. LLAATTAAR R BBEELLAAKKAANNGG

Setiap orang pasti akan pensiun. Dan itu adalah momen yang akan Setiap orang pasti akan pensiun. Dan itu adalah momen yang akan A

Andnda a hhadadapapi. i. PPenensisiuun n adadalalah ah mmasasa a sseseseoeorranang g titiddak ak lalagi gi ddapapatat me

mengnghahasisilklkanan. . KKararenena a memerurupapakakan n sesebubuah ah kkepepasastitianan, , mamakka a susudadahh sew

sewajarajarnya nya setsetiap iap ororang ang memmemperpersiasiapkpkan an dirdiri i untuntuk uk mamasuk suk kke e daldalamam ’’fasefase’ ’ pepensnsiuiun n dedengngan an memenynyiaiapkpkan an dadana na pepensnsiuiun. n. TTenentutunynya, a, di di luluarar fasilitas pensiun yang diberikan oleh perusahaan. Persiapan ini menakup fasilitas pensiun yang diberikan oleh perusahaan. Persiapan ini menakup ber

berbagbagai ai bidbidang ang tertermamasuk suk pspsikikoloologisgis, , menmentaltal!sp!spiriirituatual, l, kkeseesehathatan an dandan tentu saja "nanial.

tentu saja "nanial. Da

Dana na PPenensisiun un haharurus s teterrdadafftatar r seseaara ra huhukkum um sesehihingngga ga paparara pe

pesesertrtananya ya tetetatap p memendndapapat at kkepepasastitian an huhukkum um dadari ri prprogograram m yayangng dii

diikukutintinya. ya. #al #al ini ini berberlaklaku u untuntuk uk DanDana a PePensinsiun un PPembemberi eri KKerjerja a mamaupuupunn untuk Dana Pensiun $embaga Keuangan. %agaimanapun juga kedua jenis untuk Dana Pensiun $embaga Keuangan. %agaimanapun juga kedua jenis dana pensi

dana pensiun ini un ini memmemiliki fungsiliki fungsi yang sama i yang sama yakni untuyakni untuk menyediak menyediakankan program pemberian manfaat pensiun bagi pesertanya.

program pemberian manfaat pensiun bagi pesertanya. #anya saja peserta#anya saja peserta pr

progrogram am penpensiusiun n disdisini ini sansangat gat berberbedbeda a dimdimana ana daldalam am DanDana a PPensensiuniun Pemberi Kerja, pesertanya adalah para karyawan yang dipekerjakan oleh Pemberi Kerja, pesertanya adalah para karyawan yang dipekerjakan oleh Dana Pensiun bersangkutan. Sedangkan dalam Dana Pensiun $embaga Dana Pensiun bersangkutan. Sedangkan dalam Dana Pensiun $embaga Keu

Keuangan, pesertanya adalah angan, pesertanya adalah pihak eksternal atau non!pegawai pihak eksternal atau non!pegawai dari Danadari Dana Pensiun bersangkutan.

Pensiun bersangkutan. P

Pada ada priprinsinsipnypnya, a, dandana a penpensiusiun n mermerupaupakakan n salsalah ah satsatu u altalterernatnatif if  unt

untuk uk memembmberierikakan n jamjaminainan n kekesejsejahtahteraeraan an kkepaepada da kakaryaryawanwan. . AdAdanyanyaa  jaminan

 jaminan kesejahterkesejahteraan aan tersebut tersebut memungkinkmemungkinkan an karyawan karyawan untukuntuk mem

memperkperkeil eil masmasalah!malah!masalaasalah h yang yang timbtimbul ul dari dari risirisiko!rko!risikisiko o yang yang akaakann di

dihahadadapi pi dadalalam m peperjrjalalananan an hihidudupnpnyaya, , mimisasalnlnya ya ririsisikko o kkehehililanangagann pekerjaan, lanjut usia, dan keelakaan yang mengakibatkan aat tubuh pekerjaan, lanjut usia, dan keelakaan yang mengakibatkan aat tubuh at

atau au babahkhkan an mumungngkikin n kkemematatiaian. n. &i&isisikko!ro!risisikiko o tetersrsebebut ut memembmbererikikanan dampak "nansial, terutama bagi kehidupan karyawan dan keluarganya. dampak "nansial, terutama bagi kehidupan karyawan dan keluarganya. Se

Sehihingngga ga kkesesejejahahteteraraan an yayang ng bebersrsanangkgkututan an seseaara ra ototomomatatis is akakanan terganggu dan menimbulkan gunangan!gunangan, yang pada

terganggu dan menimbulkan gunangan!gunangan, yang pada gilirannyagilirannya akan mengganggu kelangsungan hidupnya.

(2)

B. RUMUSAN MASALAH '. Pengertian Dana Pensiun

(. Tujuan Penyelenggaraan Dana Pensiun ). Asas * Asas Dana Pensiun

+. $andasan #ukum perasional Dana Pensiun -. ungsi Program Pensiun

/. 0enis $embaga Pengelolaan Dana Pensiun 1. Program Kerja Pensiun

C. TUJUAN MASALAH

2ntuk memenuhi tugas mata kuliah %ank dan $embaga Keuangan 3%$K4.

DANA PENSIUN

A. PENGERTIAN

Dana Pensiun 3Pension Funds4 adalah sekumpulan aset yang dikelola dan dijalankan oleh suatu lembaga untuk menghasilkan suatu manfaat pensiun yaitu suatu pembayaran berkala yang dibayarkan kepada peserta pada saat dan dengan ara yang ditetapkan dalam ketentuan yang menjadi dasar penyelenggaraan program pensiun dimana pembayaran manfaat tersebut dikaitkan dengan penapaian usia tertentu. Dana pensiun menurut 22 5o. '' Tahun '66( tentang Dana Pensiun adalah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun. %erdasarkan de"nisi di atas dana pensiun merupakan lembaga atau badan hukum yang mengelola program pensiun yang dimaksudkan untuk memberikan kesejahteraan kepada karyawan suatu perusahaan terutama yang telah pensiun.

Selanjutnya pengertian pensiun adalah hak seseorang untuk memperoleh penghasilan setelah bekerja sekian tahun dan sudah memasuki usia pensiun atau ada sebab!sebab lain sesuai dengan perjanjian yang telah ditetapkan.

(3)

B. Hakikat Po!a" Pensiun

'. 7engajak masyarakat dan karyawan untuk selalu siap menghadapi masa depan terutama di hari tua 3masa pensiun4.

(. 7engajak masyarakat dan karyawan untuk menyisihkan sebagian dari pendapatan yang diperoleh selama masih aktif bekerja ke program

pensiun.

). 7embantu mempersiapkan peserta untuk dapat tetap menikmati hidup layak 3dimasa pensiun4 dengan memperoleh pembayaran manfaat

pensiun.

C. Tu#uan Pen$e%en!!aaan Dana Pensiun

 Tujuan penyelenggaraan program dana pensiun*baik dari kepentingan pemberi kerja maupun dari karyawan*dapat dijelaskan sebagai berikut8

&. Ba!i Pe"'ei Ke#a.

a4 7emberikan penghargaan kepada para karyawannya yang telah mengabdi di perusahaan tersebut.

b4 Agar dimasa pensiun karyawan tersebut tetap dapat menikmati hasil yang diperoleh setelah bekerja di perusahaannya.

4 7eningkatkan moti9asi karyawan dalam melaksanakan tugas sehari! hari.

d4 7eningkatkan itra perusahaan di mata masyarakat dan pemerintah. e4 Kewajiban moral. Perusahan mempunyai kewajiban moral untuk

memberikan rasa aman kepada karyawan. Kewajiban moral tersebut diwujudkan dengan memberikan jaminan ketenangan atas masa depan para karyawannya. Karyawan yang sudah memasuki usia pensiun tidak dapat dilepas begitu saja. Perusahan masih memiliki tanggung jawab moral terhadap mereka. leh karena itu, sudah menjadi kewajiban perusahaan untuk mengikutkan atau membentuk sendiri dana pensiun untuk para kayawannya.

f4 $oyalitas. Dengan diadakannya program pensiun, karyawan diharapkan akan mempunyai loyalitas dan dedikasi terhadap perusahaan. 0aminan yang diberikan untuk karyawan akan memberikan dampak positif pada perusahaan. Karyawan akan termoti9asi untuk bekerja lebih baik dengan loyalitas dan dedikasi yang tinggi. $oyalitas tersebut akan

(4)

semakin besar dengan jaminan keamanan yang diterima oleh karyawan.

g4 Kompetisi pasar tenaga kerja. Dengan memasukkan program pensiun sebagai suatu bagian dari total kompensasi yang diberikan kepada karyawan, diharapkan perusahaan akan memiliki daya saing dan nilai lebih dalam usaha mendapatkan karyawan yang berkualitas dan profesional di pasaran tenaga kerja.

(. Ba!i Ka$a)an.

a4 Kepastian memperoleh penghasilan dimasa yang akan datang sesudah masa pensiun.

b4 7emberikan rasa aman dan dapat meningkatkan moti9asi untuk bekerja.

4 Agar tetap memiliki penghasilan pada saat menapai usia pensiun, d4 Kompensasi yang lebih baik karena karyawan mempunyai tambahan

kompensasi, meskipun baru bisa dinikmati pada saat menapai usia pensiun:berhenti bekerja.

*. Ba!i Le"'a!a Pen!e%o%a Dana Pensiun

a4 7engelola dana pensiun untuk memperoleh keuntungan dengan melakukan berbagai kegiatan in9estasi.

b4 Turut membantu dan mendukung program pemerintah.

D. Asas+asas Dana Pensiun

Dalam pengelolaan dana pensiun, pemerintah menganut asas!asas berikut ini.

'4 Penyelenggaraan yang dilakukan dengan sistem pendanaan

Dengan asas ini, penyelenggaraan program pensiun, baik bagi karyawan, maupun bagi pekerja mandiri, harus dilakukan dengan pemupukan dana yang dikelola seara terpisah dari kekayaan pendiri sehingga ukup untuk memenuhi pembayaran hak peserta. Pemupukan dana tersebut bersumber dari iuran dan hasil pengembangannya. leh karena itu, pembentukan adangan pensiun dalam perusahaan untuk membiayai pembayaran manfaat pensiun tidak diperkenankan.

(4 Pemisahan kekayaan dana pensiun dari kekayaan pendiri

Kekayaan dana pensiun harus dipisahkan dari kekayaan pendiri. Dengan demikian, tidak diperkenankan adanya pembentukan ;adangan pensiun< dalam pembukuan pendiri atau perusahaan.

(5)

)4 Kesempatan untuk mendirikan dana pensiun

Setiap pemberi kerja memperoleh kesempatan untuk mendirikan dana pensiun bagi karyawannya. Keputusan untuk membentuk dana pensiun merupakan tindak lanjut dari prakarsa pemberi kerja yang menjanjikan manfaat pensiun bagi karyawannya. 0anji itu membawa konsekuensi pendanaan, yaitu timbulnya kewajiban pemberi kerja untuk membayar iuran.

+4 Penundaan manfaat

Penghimpunan dana dalam penyelenggaraan program pensiun dimaksudkan untuk memenuhi pembayaran hak peserta yang telah pensiun agar kesinambungan penghasilan terpelihara. Sejalan dengan itu, berlaku asas penundaan manfaat yang mengharuskan pembayaran hak peserta hanya dapat dilakukan setelah peserta memasuki masa pensiun dan dapat diberikan seara berkala.

-4 Pembinaan dan pengawasan

Pengelolaan dan penggunaan kekayaan dana pensiun harus dihindarkan dari pengaruh kepentingan!kepentingan yang dapat mengakibatkan tidak terapainya maksud utama dari pemupukan dana, yaitu memenuhi kewajiban pembayaran hak peserta. Di samping pengawasan yang dilakukan oleh Direktorat Dana Pensiun Departemen Keuangan dan pelaksanaan sistem pelaporan, pengawasan dilakukan pula melalui kewajiban para pengelola dana pensiun untuk memberikan informasi kepada para pesertanya.

/4 Kebebasan

7aksud asas ini adalah kebebasan untuk membentuk atau tidak membentuk dana pensiun. %erdasarkan asas ini, keputusan membentuk dana pensiun merupakan prakarsa pemberi kerja untuk menjanjikan manfaat pensiun bagi karyawan, yang membawa konsekuensi pendanaan. Dengan demikian, prakarsa tersebut harus didasarkan pada kemampuan keuangan pemberi kerja.

E. Landasan Huku" ,-easiona% Dana Pensiun

Program dana pensiun di =ndonesia dilaksanakan oleh lembaga pemerintah maupun swasta. Pelaksanaan dana pensiun pemerintah di =ndonesia antara lain jamsostek, suatu program kontribusi tetap wajib

(6)

untuk karyawan swasta dan %275 di bawah Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. 5amun, Departemen Keuangan memegang peranan dalam pengawasannya 322 5o. ):'66(4. Taspen, yaitu tabungan pensiun pegawai negeri sipil dan program pensiun swasta yang ditanggungjawabi oleh Departemen Keuangan 3Keputusan Presiden 5o. >:'6614, dan ASA%&= dana pensiun angkatan bersenjata, berada di bawah Departemen Pertahanan 3Kepres 5o. >:'6114. Ketiga program ini diatur melalui ketentuan hukum yang berbeda!beda.

2ndang!undang Dana Pensiun 5o. '' Tahun '66( merupakan kerangka hukum dasar untuk dana pensiun swasta di =ndonesia. 2ndang! undang ini didasarkan pada prinsip ;kebebasan untuk memberikan janji dan kewajiban untuk menapatinya< yaitu, walaupun pembentukan program pensiun bersifat sukarela, hak penerima manfaat harus dijamin.  Tujuan utama diajukannya 2ndang!2ndang Pensiun adalah untuk

menetapkan hak peserta, menyediakan standar peraturan, yang dapat menjamin diterimanya manfaat!manfaat pensiun pada waktunya, untuk memastikan bahwa manfaat pensiun digunakan sebagai sumber penghasilan yang berkesinambungan bagi para pensiunan, untuk memberikan pengaturan yang tepat untuk dana pensiun, untuk mendorong mobilisasi tabungan dalam bentuk dana pensiun jangka panjang, dan untuk memastikan bahwa dana tersebut tidak ditahan dan digunakan oleh pengusaha untuk in9estasi!in9estasi yang mungkin berisiko dan tidak sehat, tetapi akan mengalir ke pasar!pasar keuangan dan tunduk pada persyaratan tentang penanggulangan resiko.

Sedangkan untuk landasan hukum operasional dana pensiun syariah, dalam konteks regulasi misalnya. 0ika perbankan, asuransi, obligasi dan reksadana syariah sudah banyak memiliki peraturan dan juga dukungan fatwa DS5!72=, berbeda halnya dengan dana pensiun syariah, menurut seorang konsultan ?konomi Syariah, yang juga seorang praktisi, =@@uddin Abdul 7anaf, $. 7A %elum ada satupun peraturaan dan fatwa yang mendukung. Sehingga regulasi sebagai kerangka operasional dana pensiun syariah hanya mengau pada peraturan dana pensiun yang umum dan fatwa 72= yang juga umum, tidak bersifat khusus. #al ini pula

(7)

lah yang menjadi salah satu faktor lambatnya pertumbuhan dana pensiun syari’ah di =ndonesia.

F. Fun!si Po!a" Pensiun

Adapun fungsi program dana pensiun bagi para peserta antara lain8 a. Asuransi,

yaitu peserta yang meninggal dunia atau aat sebelum menapai usia pensiun dapat diberikan uang pertanggungan atas beban bersama dari dana pensiun.

b. Tabungan,

yaitu himpunan iuran peserta dan iuran pemberi kerja merupakan tabungan untuk dan atas nama pesertanya sendiri. =uran yang dibayarkan oleh karyawan dapat dilihat setiap bulan sebagai tabungan dari para pesertanya.

. Pensiun,

yaitu seluruh himpunan iuran peserta dan iuran pemberi kerja serta hasil pengelolaannya akan dibayarkan dalam bentuk manfaat pensiun sejak bulan pertama sejak menapai usia pensiun selama seumur hidup peserta, dan janda:duda peserta

G. Peseta dan Usia Pensiun

w Peserta

Peserta adalah setiap orang yang memenuhi persyaratan peraturan dana pension. Pasal '6 22 5o. '( Tahun '66( menyatakan bahwa setiap karyawan yang termasuk golongan karyawan yang memenuhi syarat kepesertaan dalam dana pensiun yang didirikan oleh pemberi kerja, berhak menjadi peserta, apabila telah berusia setidak!tidaknya '> tahun atau telah kawin dan telah memiliki masa kerja sekurang!kurangnya ' tahun pada pendiri atau mitra pendiri.

w 2sia Pensiun

a4 Pensiun normal (normal retirement)

Adalah usia paling rendah saat karyawan berhak untuk pensiun tanpa perlu persetujuan dari pemberi kerja dengan memperoleh manfaat pensiun penuh. 2sia pensiun normal ditentukan dalam peraturan dana

(8)

pensiun. Di =ndonesia, usia pensiun normal karyawan umumnya berkisar -- tahun.

b4 Pensiun diperepat (early retirement)

Adalah ketentuan pensiun yang mengi@inkan peserta pensiun untuk memperepat pensiun karena suatu hal. Terkadang jenis pensiun ini diberikan untuk kondisi tertentu, misalnya karena adanya pengurangan pegawai di perusahaan tersebut.

4 Pensiun ditunda 3deered retirement4

Ketentuan ini memperkenankan karyawannya yang seara mental dan "sik masih sehat untuk tetap bekerja melampaui usia pensiun normal.

d4 Pensiun aat 3disable retirement4

7erupakan pensiun yang diberikan disebabkan peserta mengalami keelakaan sehingga dianggap tidak mampu lagi untuk melaksanakan pekerjaannya

H. Jenis Le"'a!a Pen!e%o%a Dana Pensiun

Dalam 2ndang!undang dana pensiun, lembaga pengelola dana pensiun dibedakan dalam dua jenis, yaitu Dana Pensiun Pemberi Kerja 3DPPK4 dan Dana Pensiun $embaga Keuangan 3DP$K4. Pembedaan kedua jenis lembaga pengelola dana pensiun ini didasarkan pada penyelenggaraannya atau pihak yang mendirikan.

&. Dana Pensiun Pe"'ei Ke#a DPPK/

DPPK dibentuk oleh orang atau badan yang mempekerjakan karyawan, untuk menyelenggarakan program pensiun.

Dari pengertian di atas, jelas bahwa DPPK merupakan dana pensiun yang didirikan oleh perusahaan maupun perorangan yang memiliki karyawan. Perlu dijelaskan bahwa pendirian dan penyelenggaraan program pensiun melalui dana pensiun oleh pemberi kerja sifatnya tidak wajib. Akan tetapi, mengingat dampak dan peranan yang positif dari program dana pensiun kepada para karyawan, pemerintah sangat menganjurkan kepada setiap pemberi kerja untuk mendirikan dana pensiun.

Dana pensiun pemberi kerja dapat menyelenggarakan, baik program pensiun manfaat pasti, maupun program pensiun iuran pasti.

(9)

Pemilihan jenis program pensiun didasarkan pada kemampuan pemberi kerja terhadap dana pensiun. Dengan mendirikan dana pensiun, timbul kewajiban dari perusahaan untuk menggiur sejumlah uang kepada dana pensiun. 7engingat adanya perbedaan mendasar diantara kedua jenis program pensiun ini yang tentunya menimbulkan konsekuensi yang berbeda pula, sebelumnya pemberi kerja harus mempertimbangkan semuanya ini dengan seksama. %egitu mendirikan dana pensiun, pemberi kerja terikat dan tidak dapat menarik kembali keinginan tersebut.

Dana pensiun pemberi kerja dibentuk oleh oleh orang atau badan yang mempekerjakan karyawan, selaku pendiri dan untuk menyelenggarakan sebagian atau seluruh karyawan sebagai peserta, dan yang menimbulkan kewajiban terhadap pemberi kerja.

(. Dana Pensiun Le"'a!a Keuan!an DPLK/

Pasal ' butir + 2ndang!2ndang 5omor '' Tahun '66( menyatakan bahwa dana pensiun lembaga keuangan adalah dana pensiun yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa untuk menyelenggarakan program pensiun iuran pasti bagi perorangan, baik karyawan maupun pekerja mandiri yang terpisah dari dana pensiun pemberi pekerja bagi karyawan bank atau perusahaan asuransi jiwa yang bersangkutan. Pihak yang diperkenankan untuk mendirikan dana pensiun hanyalah bank umum dan perusahaan asuransi jiwa. leh karena itu, bank umum dan perusahaan asuransi jiwa dapat menyelenggarakan dua jenis dana pensiun, yaitu Dana Pensiun Pemberi Kerja dan Dana Pensiun $embaga Keuangan.

DP$K dibentuk seara terpisah dari bank atau perusahaan asuransi  jiwa yang bersangkutan dan terpisah pula dari dana pensiun pemberi kerja yang mungkin didirikan oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa tersebut. Sebagaimana diketahui, bank atau perusahaan asuransi jiwa dalam kapasitasnya sebagai pemberi kerja karyawannya, juga dapat memberikan dana pensiun pemberi kerja. Dana pensiun lembaga keuangan hanya dapat menjalankan program pensiun iuran pasti. Program ini terutama diperuntukkan bagi para pekerja mandiri atau

(10)

perorangan mislanya dokter, pengaara, pengusaha yang bukan merupakan karyawan dari lembaga atau orang lain.

I. PR,GRAM KERJA PENSIUN

Di samping kedua jenis dana pensiun 3lembaga pengelola pensiun4 di atas, ada juga jenis dari program pensiun itu sendiri. Program pensiun tersebut yang umumnya digunakan di perusahaan swasta dan perusahaan milik negara maupun bagi karyawan pemerintah terdiri atas dua jenis, yaitu sebagai berikut 8

&. Po!a" Pensiun Man0aat Pasti PPMP/

Program Pensiun 7anfaat Pasti 3PP7P4 adalah program pensiun yang memberikan formula tertentu atas manfaat yang akan diterima peserta pada saat menapai usia pensiun. Program pensiun manfaat pasti memiliki perbedaan yang mendasar dengan program iuran pasti. Program manfaat pasti merupakan program pensiun yang besar manfaatnya yang akan diterima oleh peserta pada saat pensiun telah dapat ditetapkan terlebih dahulu. Penetapan ini didasarkan pada formula tertentu yang ditetapkan pada peraturan dana pensiun. Bontoh8 dalam peraturan dana pensiun ditetapkan bahwa seorang peserta program pensiun manfaat pasti pada saat pensiun ia akan mendapatkan manfaat sebesar (,- C  masa kerja  dasar pensiun. =ni berarti bahwa manfaat pensiun telah dapat ditetapkan pada saat seseorang memasuki kepesertaan dana pensiun.

Dari sisi karyawan atau peserta, program pensiun manfat pasti akan lebih menarik sebab manfaat pensiun yang diterimanya akan mendekati jumlah penerimaan 3gaji4 terakhir yang ia peroleh. Dengan demikian, manfaat yang diperoleh pada saat pensiun diharapkan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dari sudut pandang pemberi kerja yang terjadi adalah sebaliknya. Pada program pensiun iuran pasti biaya permulaan relatif akan lebih

(11)

rendah 3sebab tidak ada kewajiban masa lalu yang diakuinya4 daripada penyelenggaraan program pensiun manfaat pasti.

Pada program pensiun manfaat pasti terdapat beberapa keuntungan, dan kerugian, yaitu sebagai berikut8

A. Keuntun!an

'4 Dari sisi pemberi kerja, keuntungan program pensiun manfaat pasti adalah sebagai berikut8

a4 Kinerja in9estasi yang baik memungkinkan terjadinya surplus yang dapat mengurangi iuran.

b4 0adwal iuran tambahan 3bila ada4 lebih Eeksibel

(4 Dari sisi peserta, keuntungan program pensiun manfaat pasti adalah sebagai berikut8

a4 0umlah manfaat yang akan diterima sudah pasti

b4 7emberikan keamanan bagi karyawan yang bekerja lama

B. Kekuan!an

'4 Dari sisi pemberi kerja, kekurangan program pensiun manfat pasti adalah sebagai berikut8

a4 =uran berEuktuasi dan pendanaan tidak stabil b4 Pemberi kerja menanggung risiko in9estasi

(4 Dari sisi peserta, kekurangan program pensiun manfaat pasti adalah sebagai berikut8

a4 7anfaat yang berhenti di usia muda relatif lebih keil b4 7anfaat kurang Eeksibel

(. Po!a" Pensiun Iuan Pasti PPIP/

Program Pensiun =uran Pasti 3PP=P4 yaitu program pensiun yang menetapkan besarnya iuran karyawan dan perusahaan 3pemberi kerja4. Sementara itu, bene"t yang akan diterima karyawan dihitung berdasarkan akumulasi iuran ditambah dengan hasil pengembangan atau in9estasinya. Dalam 2ndang!2ndang, Program Pensiun =uran Pasti dide"nisikan sebagai program pensiun yang iurannya ditetapkan dalam peraturan dana pensiun dan seluruh iuran serta hasil pengembangannya dibukukan pada rekening masing!masing peserta sebagai manfaat pensiun.

Dari de"nisi ini terlihat bahwa PP=P pada dasarnya dilakukan dengan ara seseorang peserta menggiur sejumlah uang ke dalam dana

(12)

pensiun dan iuran beserta hasil pengembangannya 3akumulasi dana4, yang dibukukan dalam rekening peserta yang bersangkutan, dan akan digunakan sebagai manfaat pensiun apabila peserta tersebut telah menapai usia tertentu. Dalam program ini besarnya iuran peserta dapat ditetapkan terlebih dahulu, tetapi hasilnya atau manfaat pensiun yang akan diperolehnya belum dapat diketahui sebab hal tersebut akan sangat bergantung kepada lamanya seseorang menggiur dari hasil pengembangan iuran tersebut.

Program pensiun iuran pasti juga memiliki kelebihan dan kekurangannya, diantaranya sebagai berikut8

A. Keuntun!an

'4 Dari sisi pemberi kerja, keuntungan PP=P adalah sebagi berikut8

a4 Pembiayaan dapat dikendalikan dan memudahkan dalam penyusunan anggaran

b4 Tidak ada risiko in9estasi dan pendanaan stabil

(4 Dari sisi peserta, keuntungan PP=P adalah sebagai berikut8 a4 7anfaat bagi yang berhenti di usia muda relatif lebih besar b4 Terlibat dalam memutuskan strategi in9estasi

B. Kekuan!an

'. Dari sisi pemberi kerja, kekurangan PP=P adalah sebagai berikut8 a4 %erpotensi menimbulkan keresahan bila manfaat yang dihasilkan keil b4 =uran tidak Eeksibel karena sudah ditetapkan

(. Dari sisi peserta, kekurangan PP=P adalah sebagai berikut8 a4 %esar manfaat tidak dapat diketahui

b4 %esar manfaat tergantung kinerja in9estasi.

*. Po!a" Pensiun Bedasakan Keuntun!an (prot sharing  pension plan)

Program pensiun berdasarkan keuntungan adalah program pensiun iuran pasti, dengan iuran hanya dari pemberi kerja yang didasarkan pada rumus yang dikaitkan dengan keuntungan pemberi kerja. 3$ihat Pasal ' %utir ) 22 5o. '' Tahun '66(4

 J. Keun!!u%an dan Ke%e"a1an Dana Pensiun  Keun!!u%an Dana Pensiun

a. Pengelola yang ditunjuk, seyogianya profesional, setia 3loyal4, jujur, serta mampu menyusun renana dan per"kir jangka panjang.

(13)

b. Sesuai 22 5o. '' Tahun '66(, dana pensiun dibebaskan dari pajak penghasilan dengan demikian para peserta dapat menikmati manfaat pensiun seara maksimal.

. Seluruh himpunan iuran dan hasil pengelolaan kekayaan, in9estasi dibagikan kepada peserta atau ahli warisnya prorata menurut jumlah iuran dan masa kepesertaannya.

d. %iaya!biaya tetap (overhead) relatif rendah, karena umumnya peserta seara bersama!sama melalui mitra pendiri, pemberi kerja memikulnya sehingga akan memberikan dampak e"siensi yang tinggi akibat dampak skala ekonomis.

e. Dana pensiun mempunyai prospek menjadi suatu lembaga keuangan dengan likuiditas dan sol9abilitas yang tinggi sehingga memberikan posisi tawar!menawar (bargaining position) yang kuat dalam melakukan kerja sama dengan lembaga keuangan lain.

f. 2ntuk mengurangi resiko kematian atau keelakaan dari peserta, maka sebagian atau seluruh peserta dapat dipertanggungkan dengan asuransi  jiwa atau keelakaan kepada perusahaan asuransi.

g. 7anfaat pensiun dapat dinikmati seara berkala bulanan selama

seumur hidup dengan jumlah yang sama bagi peserta dan bagi janda atau duda dari peserta, serta anak yatim piatu dari peserta sampai berusia (-tahun.

h. Dana pensiun dapat mempunyai tiga fungsi yang terpadu, yaitu8 tabungan, asuransi, dan pensiun.

Ke%e"a1an Dana Pensiun

a. Pengelola Fayasan Dana Pensiuan 3FDP4 masih banyak yang kurang profesional.

b. Arahan in9estasi kurang jelas dan kurang konsisten terhadap penapaian tujuan program pensiun.

. %anyak in9estasi dilakukan pada akti9a tetap yang kurang produktif, tidak epat menghasilkan.

d. Arahan administrasi keuangan, sebagai pedoman penatausahaan kekayaan dana pensiun kurang dipersiapkan dengan baik.

e. =n9estasi gedung kantor yang berlebihan atau mewah.

f. %eberapa manajemen yang statis dan kurang peduli terhadap perbaikan manfaat pensiun.

(14)

g. %anyak pengelola merasa bangga dan terlena dengan kenaikan laba dan aset yayasan dana pensiun, tetapi kurang memerhatikan perbaikan manfaat pensiun sebagai tujuan pokok.

K?P2ASA5 P?5S=25A5

Menurut Philip Kolter (2004:42) “ Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsikesannya terhadap kiner!a atau hasil suatu produk dan harapan"harapannya#$ %alam konteks kepuasan pensiunan& dapat diartikan sebagai perasaan senang atau kecewa pensiunan yang muncul setelah membandingkan antara  persepsinya terhadap penerimaan man'aat pensiun dan harapannya$ Menurut ke anita %ewi (200*:4*)& “penyebab rasa tidak puas pada dasarnya terdiri dari berbagai hal seperti upah& keuntungan tambahan& kebi!akan dan adaministrasi perusahaan& perilaku pengawasan& kondisi ker!a& dan beberapa 'aktor lain yang tidak langsung berkaitan dengan tugas“$

%ampak atas ketidakpuasan pensiunan dapat mempengaruhi citra perusahaan& menimbulkan  protes serikat ker!a& mempengaruhi para karyawan yang masih beker!a sehingga loyalitas  berkurang& hingga yang paling ekstrem yaitu demonstrasi pegawai dan pensiunan  perusahaan bersangkutan$ Kuesioner pengukuran tingkat kepuasan pensiunan mengacu pada kuesioner kepuasan konsumen dan kuesioner kepuasan peker!a yang telah teru!i +aliditas dan reliabilitasnya$ Kuesioner kepuasan pensiunan ini mengganti ob!ek dari kuesioner   pengukuran kepuasan yang dikutip dari buku “,ur+ai %iagnosis -rganisasional Konsep dan

.plikasi“ karangan /uad Masud$

PENUTUP

KESIMPULAN

Dana pensiun merupakan hak seseorang untuk memperoleh penghasilan setelah bekerja sekian tahun dan sudah memasuki usia pensiun atau ada sebab!sebab lain sesuai dengan perjanjian yang telah

(15)

ditetapkan. Dari de"nisi yang ada dapat ditarik kesimpulan bahwa dana pensiun merupakan lembaga atau badan hukum yang mengelola program pensiun, yang dimaksudkan untuk memberikan kesejahteraan kepada karyawan suatu perusahaan terutama yang telah pensiun. #akikat dana pensiun yaitu ,mengajak masyarakat dan karyawan untuk selalu siap menghadapi masa depan terutama di hari tua 3masa pensiun4. 7engajak masyarakat dan karyawan untuk menyisihkan sebagian dari pendapatan yang diperoleh selama masih aktif bekerja ke program pensiun. 7embantu mempersiapkan peserta untuk dapat tetap menikmati hidup layak 3dimasa pensiun4 dengan memperoleh pembayaran manfaat pensiun

Penyelenggaraan suatu program pensiun, terutama dari sisi pemberi kerja, dapat dilihat dari dua aspek yaitu aspek ekonomis dan aspek sosial.  Fang dimaksud dengan aspek ekonomis adalah usaha pemberi kerja untuk menarik atau mempertahankan karyawan perusahaan yang memiliki potensi, erdas, terampil dan produktif, yang dapat diharapkan untuk mengembangkan perusahaan. Sedangkan, aspek sosial berkaitan dengan tanggung jawab sosial pemberi kerjaG bukan saja kepada karyawannya pada saat karyawan yang bersangkutan tidak lagi mampu bekerja, tetapi  juga kepada keluarganya pada saat karyawan tersebut meninggal dunia. Adapun usia pensiun, meliputi8 Pensiun normal, pensiun diperepat , pensiun ditunda , dan pensiun aat. Dan adapaun program pensiun, terdiri dari8

a4 program pensiun iuran pasti (defned contribution plan), b4 program pensiun manfaat pasti(defned beneft plan),

4 program pensiun berdasarkan keuntungan (proft sharing pension plan)  0enis Kelembagaan Dana Pensiun, meliputi8

'. Dana Pensiun Pemberi Kerja 3DPPK4

(. Dana Pensiun $embaga Keuangan 3DP$K4.

Da0ta Pustaka Maka%a1 Dana Pensiun

Hahab, Iulaini, (JJ-. Segi Hukum Dana Pensiun, PT. &aja ra"ndo Persada, 0akarta. Hild, 0ohn. 0, K.&. Subramanyam, &obert .#, (JJ-. Analisis Laporan euangan, Penterjemah 8 %ahtiar L #arahap, ?disi >, Salemba ?mpat, 0akarta.

(16)

Kieso, Donald. ?, 0erry 0.H, Terry D.H, (JJ(. Akuntansi !ntermediate, Penterjemah 8 Hibowo L #ermawan, ?disi 'J, ?rlangga, 0akarta.

Hahab, Iulaini, (JJ'. Dana Pensiun dan "aminan Sosial #enaga er$a di !ndonesia, PT. Bitra Aditya %akti, %andung.

Keputusan 7enteri Keuangan &epublik =ndonesia 5o. )+):K7K.J'1:'66>.

Kotler, Philip, (JJ+. %ana$emen Pemasaran, ?disi 7ilenium ', PT =ndeks, 0akarta. Dewi, =ke 0, (JJ/. 7aimum 7oti9ation 8 onsep dan !mplikasi %ana$erial dalam %emotivasi arya&an, Santusta, Fogyakarta.

Referensi

Dokumen terkait

Klien harus punya motivasi yang kuat untuk melakukan tindakan yang sesuai dengan kemampuan klien secara bertahap, salah satunya dengan cara klien harus melakukan jadwal

1 Haris dan Irham, 2012 Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kualitas pelayanan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan nasabah dalam menabung di Bank

Yoyoh Yohanah Dra... Tati

Kekuatan dan keunikan organisasi yang sehat adalah mempunyai cara untuk menjadikan organisasi atau perusahaannya menjadi lebih sehat, lebih mampu menghadapi

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menetapkan pada Bab I pasal 1 ayat 14 bahwa Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya

Guna mendapatkan hasil tersebut diperlukan latihan active asistive range of motion sebagai salah satu bagian latihan rentang gerak sendi, guna menstimulasi jumlah

[r]