Kompasiana Kompas.com Cetak ePaper Kompas TV Bola Entertainment Tekno Otomotif Female Health Properti Urbanesia Images More
Berita Politik Humaniora Ekonomi Hiburan Olahraga Lifestyle Wisata Kesehatan Tekno Media Muda Green Lipsus Fiksiana Freez
TERVERIFIKASI Jadikan Teman | Kirim Pesan Home Politik Politik Artikel
Saya adalah seorang yang sederhana dalam berpikir
REGISTRASI | MASUK
OPINI | 17 May 2013 | 16:55 Dibaca: 97 Komentar: 0 Nihil
Strategi Komunikasi Politik Terbalik
ARB
TRENDING ARTICLES
Devie Koerniawan| 7 jam yang lalu
Edi Abdullah| 7 jam yang lalu
Aji Maulana| 7 jam yang lalu
Niken Satyawati| 8 jam yang lalu
PROMOTED ARTICLE
Apakah (yang Disampaikan) Media Massa Itu …
3 Terpidana Pembunuhan Dieksekusi Mati, …
Jokowi Gusur HAM? …
Ironi tentang Anak yang Terkulai di Setang … Sempat terfokus pada sebuah tayangan iklan seorang calon presiden 2014. Dia yang
kita kenal dengan nama Aburizal Bakrie (ARB) menayangkan sebuah iklan lomba desain alvatar ARB. Iklan lomba ini juga diperkuat oleh tayangan talk show “Info Petang Indonesia” di stasiun televisi TVONE. Dengan salah-satu narasumber yang berasal dari menantu ARB, yaitu Nia Rahmadani.
Avatar Sebagai Bentuk Imajinasi Visualisasi Diri
Avatar merupakan sebuah representasi diri pengguna komputer tentang
dirinya. Avatar, sebagai suatu bentuk imajinasi visualisasi diri (Juliastuti, 2009). Bentuknya terbagi atas visual avatar 3 dimensi untuk tampilan permainan komputer (game). Sedangkan visual avatar 2 dimensi (icon) cenderung digunakan untuk visual profil dalam forum online. Istilah avatar dalam perkembangannya memiliki posisi tersendiri dikalangan kawula muda masa kini.
Perkembangan Desain Komunikasi Visual Pada Dekade Terkini
Perlu di akui bahwa sejak beberapa dekade pemilu setelah masa-masa orde baru. Desain komunikasi visual mendapatkan porsi dalam proses pertarungan politik pemilu di Indonesia. Sesuai pula dengan perkembangan dan kemudahan dalam media
Tips Memilih Air Minum yang Baik …
Club Air Mineral
Muhammad Armand| 8 jam yang lalu
INDEX INFO & PENGUMUMAN KONTAK KOMPASIANA
Ustad Nur Maulana Digugat …
FREEZ: Bagikan Tips dan Cerita Jualan … Kompasiana Blogshop Fotografi
Ngopi Bareng Pak Bondan, Yuk!
Menuju Allah-ku (Bukan) Allah-mu?
Ironi tentang Anak yang Terkulai di Setang Sepeda Bagimu Agamamu, Bagiku Agamaku, Aku
Menyayangimu, Aku … Kepada Sutomo Paguci Kenapa Isteriku Berjilbab
Persidangan Imaginer; Tuan Pokrol dan Sang Maha Hakim
Korupsi Merajalela karena Kita Tidak Memaknai Kesetiaan
Bapak Bersepeda Dengan Balita di Setang Sepeda itu Seorang …
Selamat Hari Buku Nasional It’s Not A Home Anymore
Subscribe and Follow Kompasiana:
publikasi cetak. Telah menjadikan komunikasi visual kampanye calon pimpinan di Indonesia lebih berwarna. Profil sang kandidat dalam kampanye di tampilkan dalam publikasi dan jenis media yang semakin bervariatif.
Sekali lagi saya katakan, Desain komunikasi visual telah di beri porsi dalam
pertarungan politik, lebih fokusnya adalah komunikasi politik. Desain komunikasi visual telah menjadi salah satu implikasi komunikasi politik. Implikasi dalam sebuah strategi menyampaikan sebuah pesan komunikasi, menanamkan citra dalam benak massa yang ada di Indonesia.
Desain Avatar Topeng Komunikasi Politik Terbalik ARB
Berbicara mengenai strategi dalam komunikasi politik. Umumnya disampaikan searah (direct) dan cenderung disampaikan secara top-down. Teori klasik Harold Lasswell “ who says what in which channel to whom with what effect”, berlaku sangat kental dalam proses komunikasi politik pada umumnya, termasuk di Indonesia. Penyampaian komunikasi politik searah melalui kampanye periklanan salah satunya, lebih kepada proses penyampaian komunikasi “yang memaksa” secara tidak langsung benak
pikiran para khalayak untuk menerima informasi yang diberikan oleh sang komunikator politik.
ARB dan timnya mencoba melakukan strategi komunikasi politik yang berbeda (terbalik). ARB berusaha menyampaikan komunikasi politiknya secara halus (soft) terhadap massa, terutama kepada kawula muda di Indonesia. Kita perhatikan
beberapa iklan kampanye di televisi ARB, cenderung mengambarkan dan mengarah komunikasi dan persuasi kepada kawula muda di Indonesia. ARB tidak lagi mencoba memaksakan ideologi dan pencitraan dirinya kepada para kawula muda. ARB
mencoba berjalan searah dengan keinginan gejolak jiwa kawula muda saat ini. Mengikuti apa yang disukai oleh para kawula muda di Indonesia.
TERAKTUAL INSPIRATIF
Foto Bersama Para Mahasisw a Universitas Merdeka (Unmer) Pasuruan
Penciptaan Visual Avatar merupakan salah satu bentuk yang disukai oleh kawula muda saat ini. Penggunaan avatar saat ini banyak digunakan oleh kawula muda untuk
pemenuhan kebutuhan bersosialisasi di media sosial (Facebook, Twitter, You Tube,
ICQ Devil Factory merupakan salah satu softw are merancang visual avatar yang sering digunakan oleh kaw ula muda saat ini. Merancang sesuka hati w ujud penampilan diri kita sesuai selera.
Siapa yang menilai tulisan ini? Tweet 0
pencitraan diri mewakili diri kawula muda. ARB ingin wujud Visual Avatar dirinya
menjadi sebuah trending topic pembicaraan di dunia media sosial para kawula muda.
Bisa dibayangkan jika hal tersebut terjadi, berjuta-juta benak pikiran alam bawah sadar kawula muda indonesia akan disisipi oleh citra ARB. Bukan tidak mungkin positioning ARB aktif di kalangan kawula muda Indonesia.
Jika para calon kandidat presiden 2014 lainnya menempuh komunikasi politik dengan
strategi searah (direct), sedangkan ARB menggunakan strategi sebaliknya. Bukan
tidak mungkin ARB akan dengan mudah menyingkirkan sedikit demi sedikit para saingan politiknya dalam pertarungan calon kandidat presiden 2014?
Selain itu pihak panitia Lomba Desain Avatar ARB juga memberikan hadiah uang totoal Rp. 120.000,- dibagi menjadi 12 bulan. Tentunya nilai hadiah plus publikasi akan sangat menarik perhatian bagi kawula muda di Indonesia untuk
mengikutinya. Sekarang bagaimana dengan kalian para kawula muda? Daftar Pustaka
- Dan Nimmo. 2005. Komunikasi Politik:Komunikator, Pesan, dan Media.
Jalaludin.Bandung: Remadja Karya.
-Lessig Lawrence. 2000. Code and Other Laws of Cyberspace. Basic books.
-Nuraini Juliastuti. 2009. Avatar Visualizes Yourself Estetika Populer dan Identitas Dalam Technoculture. Online :(http://kunci.or.id/articles/avatar-visualizes-yourself-estetika-populer-dan-identitas-dalam-technoculture/). Akses 16 Mei 20013.
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Kompasianer (anggota Kompasiana) yang menayangkannya.Kompasiana tidak bertanggung jawab atas validitas dan akurasi informasi yang ditulis masing-masing kompasianer.
Recommend 1 Laporkan Tanggapi
© 2008-2011
About Kompasiana | Terms & Conditions | Tutorial | FAQ | Contact Us | Kompasiana Toolbar Submit Cancel
Artikel ini belum ada yang menilai.
KOMENTAR BERDASARKAN : TANGGAL