• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRATEGI PENGUSAHA DAN PEMASARAN DALAM P

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "STRATEGI PENGUSAHA DAN PEMASARAN DALAM P"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

STRATEGI PENGUSAHA DAN PEMASARAN DALAM

PERANCANGAN MEDIA PROMOSI PADA BISNIS

TRANSPORTASI UDARA

KARYA TULIS ILMIAH

Diajukan Untuk Memenuhi Dan Melengkapi Salah Satu Tugas Program Sutudi Enteurpreneurship

Fakultas Teknik Dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia

Disusun Oleh :

Nama

: Wildan Ramdhani

NIM

: 10114383

Kelas

: Kewirausahaan - 7

Prodi

: Teknik Informatika

FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

(2)

i

ABSTRAK

Karya tulis ilmiah ini berjudul bagaimana “Perancangan media Promosi pada bisnis transportasi Udara”. Disini di bahas bagaimana Perusahaan Transportasi Udara melakukan kegiatan promosi, serta hambatan – hambatan yang di alaminya.

Kegiatan promosi yang dilakukan oleh Perusahaan Transportasi Udara adalah memasang iklan (advertising) pada media cetak maupun media online dan melakukan kegiatan pameran baik berskala nasional maupun international, melakukan personal selling, hingga memanfaatkan kunjungan pemerintah (G to G). Kegiatan promosi ini dilakukan untuk meningkatkan awareness konsumen maupun calon komsumen.

Dalam melaksanakankegiatan promosi terdapat beberapa hambatan internal dan eksternal yang di hadapi oleh Perusahaan Transportasi Udara yaitu, hambatan internal diantaranya hambatan Sumber Daya Manusia dengan kurangnya pelatihan dan training dan hambatan dari modal. Sedangkan hambatan eksternal yang dihadapi yaitu, sistem politik dalam negeri karena dalam mempromosikan produk-produknya Perusahaan Transportasi Udara sangat memanfaatkan hubungan bilateral antar negara dan juga hambatan dari persaingan perusahaan sejenis (kompetitor).

Diluar kesulitan – kesulitan yang dihadapi, Perusahaan Transportasi Udara juga tidak henti – hentinya berinovasi dalam meningkatkan kegiatan bauran promosi. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan mengembangkan model – model pesawat baru yang segmennya belum banyak di bidik oleh pesaing, serta berusaha mendapatkan bantuan pemerintah untuk permodalan baik berupa PMN maupun NIA (National Interest Account).

Promosi yang dilakukan oleh Perusahaan Transportasi Udara termasuk tidak sempurna. Dikarenakan produk yang dihasilkannya bersegmentasi khusus dan strategis. Sehingga kerberhasilan bauran promosi terjadi tidak bisa dibandingkan secara apple to apple dengan industri lainnya (industri strategis lainnya).

(3)

ii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan atas kehadiran Tuhan Yang Maha Esa yang telah

menganugrahkan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan

Tugas Akhir dengan judul “PERANCANGAN MEDIA PROMOSI PADA

BISNIS TRANSPORTASI UDARA”. Shalawat serta salam tercurahkan kepada

junjungan besar Rasulullah Muhammad SAW beserta para sahabatnya sehingga

Tugas Akhir ini dapat di selesaikan dengan lancar. Selama pengerjaan Tugas

Akhir ini Penulis selalu diberikan dorongan, bantuan, bimbingan serta doa yang

tidak terhingga dari berbagai pihak. Rasa terima kasih Penulis ucapkan kepada:

1. Bapak Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, selaku Rektor Universitas

Komputer Indonesia.

2. Seluruh Dosen Entrepeneurship yang tidak pernah lelah memberikan

pelajaran yang sangat bermanfaat kepada Penulis selama ini.

3. Kedua orang tua terkasih, Ibu Siti Atikah , Ayah Cecep Budiman S.Ag,

Jihan Salsabilla, Adinda Khairunnisa, dan seluruh keluarga yang tidak

henti-hentinya berdoa dan memberikan dukungan selama Penulis

menyelesaikan Tugas Akhir ini.

4. Muhammad Alfi, sebagai sahabat Penulis yang selalu mendukung dan

menghibur pada proses penulisan Tugas Akhir.

5. Novia Solihat yang selalu mendengarkan keluh kesah, menemani,

membantu dan menjadi teman bertukar pikiran selama pengerjaan Tugas

(4)

iii

6. Rekha Lupita yang sangat mendukung dan mengarahkan penulis untuk

selalu berfikir positif dan memberikan dukungan baik kepada penulis.

7. Teman-teman Teknik Informatika Angkatan 2014 yang selalu memberikan

semangat dan berjuang bersama dalam penyelesaian Tugas Akhir sehingga

penulis dapat melewati masa-masa penyelesaian dengan baik.

Penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan.

Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat konstruktif akan diterima

dengan senang hati oleh Penulis. Semoga Tugas Akhir ini dapat memberikan

manfaat bagi para Penulis serta para pembaca pada umumnya.

Bandung, Juni 2017

(5)

iv

DAFTAR ISI

ABSTARK ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iv

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Identifikasi Masalah... 4

1.3 Maksud dan Tujuan ... 5

1.4 Manfaat Karya Tulis Ilmiah... 6

1.5 Metode Penelitian ... 7

BAB II LANDASAN TEORITIS 2.1 Pemasaran ... 9

2.2 Pengertian Manajemen Pemasaran ... 11

2.3 Pengertian Marketing Mix (Bauran Pemasaran) ... 12

2.4 Pengertian Komunikasi Pemasaran ... 14

2.5 Pengertian Promosi ... 15

2.6 Fungsi dan Tujuan Promosi ... 17

2.7 Promotion Mix (Bauran Promosi) ... 20

2.8 Faktor-faktor yang mempengaruhi Bauran Promosi ... 23

2.9 Pengaruh Bauran Promosi Terhadap Penjualan ... 26

(6)

v

BAB IIIPROSES DAN HASIL

3.1 Konsep Kreatif ... 28 3.2 Program Kreatif ... 30

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan ... 32 4.2 Saran ... 35

(7)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Di dalam era perkembangan bisnis jaman sekarang ini seluruh

perusahaan sangat membutuhkan pemasaran agar tetap dapat bertahan dan

dapat bersaing untuk menggungguli kompetitornya. Menurut Kotler dan

Amstrong (2012:29), “Pemasaran adalah proses dimana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan pelanggan yang kuat untuk menangkap nilai dari pelanggan sebagi imbalannya.”

Untuk mewujudkan hal tersebut promosi merupakan suatu hal yang

digunakan dalam suatu perusahaan, karena promosi adalah penentu tingkat

penjualan dan kuantitas produksi.

Promosi adalah upaya untuk memberitahukan dan menawarkan produk

atau jasa dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli atau

mengkonsuminya. Dengan adanya penggunaan sistem promosi yang efektif

dan efisien akan memperngaruhi peningkatan pada angka penjualan.

Promosi merupakan salah satu program dari pemasaran yang menentukan

keberhasilan suatu produk atau jasa yang dapat terkonsumsi dan dikenal

oleh konsumen.

Promosi harus dilakukan oleh perusahaan karena promosi adalah suatu

(8)

2

barang yang ditawarkan apabila konsumen tidak mengetahui atau mengenal

tentang produk tersebut mereka tidak akan pernah untuk membeli atau

mengkonsumsinya. Oleh sebab itu, perusahaan akan membentuk rancangan

strategi untuk produk yang kelak akan ditawarkan kepada target pasarnya

agar terbangun tingkat kepuasan dan loyalitas konsumen.

Menurut Buchari Alma (2011:179), “Promosi adalah sejenis

komunikasi yang memberikan penjelasan yang meyakinkan calon konsumen

tentang barang dan jasa. Tujuan promosi ialah memperoleh perhatian, mendidik, mengigatkan, dan menyakinkan calon konsumen”.

Berdasarkan uraian dan latar belakang diatas maka penulis tertarik

untuk membahas lebih jauh tentang tindakan bauran promosi Perusahaan

Transportasi Udara. Maka dengan ini penulis membuat suatu bentuk laporan

tugas akhir dengan judul:

“PERANCANGAN MEDIA PROMOSI PADA BISNIS TRANSPORTASI

(9)

3

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas maka penulis

dapat memberikan informasi-informasi promosi yang telah dilakukan di

dalam Perusahaan Transportasi Udara sebagai berikut:

1. Bagaimana aktifitas pelaksanaan promosi yang gunakan oleh

Perusahaan Transportasi Udara dalam penjualan produk yang

mereka hasilkan?

2. Hambatan-Hambatan apa saja yang dialami ketika pelaksanaan

promosi yang dilakukan Perusahaan Transportasi Udara?

3. Bagaimana upaya Perusahaan Transportasi Udara dalam mengatasi

hambatan-hambatan yang dialami ketika pelaksanaan promosi pada

Perusahaan Transportasi Udara?

1.3 Maksud dan Tujuan

Maksud dari karya tulis yang dilakukan ini adalah untuk mencari tahu

bagaimana pelaksanaan promosi pada industri pesawat terbang. Dan

demikian tujuan dari adanya penelitian ini sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui dan memahami promosi yang dilakukan oleh

Perusahaan Transportasi Udara

2. Untuk mengetahui hambatan-hambatan apa saja yang dialami

ketika melaksanakan promosi yang dilakukan Perusahaan

(10)

4

3. Untuk mengetahui bagaimana upaya Perusahaan Transportasi

Udara dalam mengatasi hambatan-hambatan yang dialami ketika

pelaksanaan promosi.

1.4 Manfaat Karya Tulis Ilmiah 1. Bagi Penulis

Agar menerapkan teori-teori dan ilmu pengetahuan yang telah

didapat dimasa perkuliahan serta mencoba mengaplikasikannya

dalam dunia nyata.

2. Bagi Perusahaan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukkan bagi

perusahaan sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan promosi

produk yang dihasilkan oleh Perusahaan Transportasi Udara baik

untuk jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang.

3. Bagi Mahasiswa

Dapat menjadi referensi untuk penelitian Karya Tulis Ilmiah di

masa yang akan datang.

4. Bagi Pihak lainnya

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi dalam

melakukan promosi untuk produk sejenis maupun

(11)

5

1.5 Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode deskriptif.

Menurut (Moh. Nazir, 2003;63) “Metode deskriptif adalah suatu metode

dalam meneliti status sekelompok manuia, suatu objek, satu set kondisi,

suatu sistem pemikiran.”

Untuk keperluan tersebut, maka penulis menggunakan bentuk-bentuk

penelitian sebagai berikut:

1. Studi kepustakaan (Library Research)

Yaitu dengan cara membaca dan mempelajari buku-buku dan

reverensi online yang berkaitan dengan objek yang diteliti sebagai

bahan dasar untuk acuan dalam pembahasan pada penyusunan

Karya Tulis Ilmiah.

Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat deskripsi dan gambaran

secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta

(12)

6

BAB II

LANDASAN TEORITIS

2.1 Pemasaran

Pemasaran yang baik itu bukan kebetulan, melainkan hasil dari eksekusi

atas perencanaan dan perancangan yang cermat. Praktik pemasaran terus menerus

ditingkatkan dan diperbaharui di seluruh industri untuk meningkatkan peluang

keberhasilan. Akan tetapi, keunggulan pemasaran itu jarang dan sulit untuk

dicapai. Menurut Kotler dan Keller (2009:17), “aktivitas pemasaran diarahkan

untuk menciptakan pertukaran yang memungkinkan perusahaan dalam

mempertahankan kelangsungan hidup.”

Pada hakikatnya setiap perusahaan akan selalu berusaha untuk memenuhi

dan memuaskan kebutuhan serta keinginan konsumen melalui penciptaan produk

yang dihasilkan, serta memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan

baik berupa barang atau jasa. Proses tersebut sering kita kenal dengan istilah

kepuasan pelanggan.

Sebagian besar masyarakat, pemasaran sering diartikan sebagai proses

penjualan barang dan jasa, namun sesungguhnya pemasaran memiliki arti yang

luas daripada penjualan.

Definisi pemasaran menurut Kotler dan Keller dalam bukunya ”Manajemen Pemasaran” (2012:5) adalah sebagai berikut:

(13)

7

menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk dan jasa yang bernilai dengan orang lain”.

Sedangkan menurut American Marketing Association (AMA) yang dikutip oleh Kotler dan Keller dalam buku “Manajemen Pemasaran” (2012:5):

“Pemasaran adalah suatu fungsi organisasi dan serangkaian proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan, dan memberikan nilai kepada pelanggan dan untuk mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi dan pemangku kepentingannya.

Berdasarkan pendapat para ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahwa

pemasaran adalah serangkaian proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan,

dan memberikan nilai produk atau jasa kepada pelanggan dan mengelola

hubungan yang baik dengan pelanggan.

2.2 Pengertian Manajemen Pemasaran

Manajemen pemasaran menurut Kotler dan Keller (2012:5) adalah: “Manajemen pemasaran seni dan ilmu memilih pasar sasaran dan meraih, mempertahankan, serta menumbuhkan pelanggan dengan menciptakan, menghantarkan dan mengkomunikasikan nilai pelanggan yang unggul”. .

Eddy Seoryanto Soegoto (2014:161), “Membangun system pemasaran secara holistic melalui integrated marketing relationship marketing , Internal

(14)

8

Dari definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Manajemen

Pemasaran adalah suatu ilmu memilih pasar sasaran yang sesuai untuk produk dan

atau jasa suatu perusahaan supaya dapat tercapainya target atau tujuan perusahaan

secara lebih efesien dan efektif, serta untuk menjalin hubungan yang baik dengan

pelanggan di pasaran sasaran tersebut.

2.3 Pengertian Marketing Mix (Bauran Pemasaran)

“Marketing mix is good marketing tool is a set of products, pricing, promotion,

distribution, combined to produce the desired response of the target market” Kotler dan Amstrong (2014 : 92)

Guna mencapai tujuan pasar yang telah di targetkan maka perusahaan

harus menggunakan variabel-variabel pemasaran yang dapat dikendalikan.

Gambaran mengenai marketing mix diatas serta variabel-variabel mana yang termaksud dalam controlable.

Philip Kotler dan Keller (2012:25) mengemukakan marketing mix terbagi atas empat variabel sebagai berikut:

1. Produk (Product)

MenurutKotler & Armstrong, (2001: 346)“Produk adalah Suatu yang dapat

ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian,agar produk yang dijual mau

(15)

9

2. Harga (Price)

Menurut (P h ilip Ko lte r, 2008:345) , “Harga adalah sejumlah nilai yang ditukarkan

konsumen manfaat dari memiliki atau menggunakan produk yang nilainya

ditetapkan oleh penjual dan pembeli melalui tawar menawar”.

3. Tempat ( Place)

Tempat diasosiasikan sebagai saluran distribusi yang ditujukan untuk mencapai

target konsumen. Sistem distribusi ini mencakup lokasi, transportasi,

pergudangan, dan sebagainya.

4. Promosi (Promotion)

Perusahaan harus melakukan cara agar konsumen dapat mengetahui produk

perusahaan tersebut. Serta berusaha mempengaruhi konsumen untuk dapat

menciptakan permintaan atas produk tersebut, kemudian dipelihara dan

dikembangkan.

2.4 Pengertian Komunikasi Pemasaran

Dalam kegiatan pemasaran, unsur yang terpenting adalah komunikasi.

Dengan adanya komunikasi , perusahaan dapat mencapai tujuannya yaitu

menciptakan proses pembelian yang dilakukan oleh konsumen. Komunikasi juga

dapat membantu perusahaan membujuk para konsumen untuk membeli produk

perusahaan.

Menurut Kotler (2009:172) komunikasi pemasaran adalah “sarana dimana

(16)

10

secara langsung maupun tidak langsung.” Pada intinya, komunikasi pemasaran

membantu memberitahukan atau memperlihatkan kepada konsumen tentang

bagaimana dan mengapa produk itu digunakan, siapa yang menggunakan, dimana

dan kapan akan digunakan.

Dari penjelasan di atas maka Komunikasi pemasaran dapat diartikan

sebagai semua elemen dalam pemasaran yang memberi arti dan

mengkomunikasikan nilai kepada masyarakat terutama konsumen sasaran

mengenai keberadaan produk perusahaan di pasar.

2.5 Pengertian Promosi

William Shoell yang selanjutnya dikutip oleh Alma (2013:179), “Promosi

ialah usaha yang dilakukan oleh marketer untuk berkomunikasi dengan calon pelanggan”.

Menurut Kotler dan Armstrong (2012:72)“Promosi adalah kegiatan yang

dilakukan perusahaan dalam upaya mengkomunikasikan suatu produk kepada

konsumen sehingga dapat mempengaruhi minat beli konsumen terhadap produk

perusahaan.

“Promosi adalah serangkaian kegiatan untuk mengkomunikasikan,

memberi pengetahuan dan meyakinkan orang tentang suatu produk agar ia

(17)

11

juga mengikat pikiran dan perasaanya dalam loyalitas terhadap produk”(Suryadi,

2012: 8).

Menurut Sistaningrum (2002:98) Promosi ialah suatu upaya atau kegiatan

perusahaan dalam mempengaruhi konsumen aktual maupun konsumen potensial

agar mereka mau melakukan pembelian terhadap produk yang ditawarkan saat ini

atau dimasa yang akan datang.

2.6 Fungsi dan Tujuan Promosi 1. Fungsi Promosi

Dua elemen mewakili bagian utama dalam sebuah komunikasi yaitu:

pengiriman dan penerimaan. Dua lainnya mewakili sebagai perangkat komunikasi

utama yaitu pesan dan media. Empat lainnya mewakili fungsi komunikasi utama

yaitu penyampaian, penerimaan, respon dan umpan balik. Elemen terakhir adalah

gangguan dalam sistem.

Elemen ini didefinisikan sebagai berikut:

a. Pengiriman: Pihak yang mengirimkan berita/pesan pada pihak lain

b. Penyusunan Kode: Proses penempatan pemikiran ke dalam bentukbentuk

simbol

c. Pesan: Sekumpulan simbol yang dikirim oleh pengirim pesan

(18)

12

e. Pemacahan Kode: Proses yang dilalui oleh penerima dalam memberikan

makna atas simbol-simbol, yang disampaikan dalam bahasa sandi oleh

pengirim

f. Penerima: Pihak penerima pesan

g. Tanggapan: Reaksi dari penerima pesan atas pesan/berita tersebut

h. Umpan Balik: Respon penerima pesan kepada si pengirim pesan

i. Gangguan: gangguan atau distorsi yang tidak terencana selama proses

komunikasi, yang membuat penerima menerima pesan yang berbeda dengan

pesan yang pengirim sampaikan.

Ini menjelaskan faktor utama dalam proses komunikasi yang efektif.

Pengirim mesti mengetahui apa yang pendengar ingin capai dan respon apa yang

mereka inginkan. Pengirim ini menyimbolkan pesan dengan sedemikian rupa

sehingga dapat memperkirakan bagaimana sasaran pendengar bisa mengartikan

pesan tersebut. Sumber harus menyampaikan pesan melalui media yang tepat

agardapat mencapai sasaran pendengar, selain itu pengirim harus mengembangkan

saluran umpan balik untuk mengetahui respon dari penerima.

Karena inti dari promosi adalah komunikasi, maka diperlukan proses

komunikasi untuk mengetahui bagaimana proses komunikasi itu bekerja.

Komunikasi dapat dilihat sebagai transmisi informasi berupa pengiriman dan

penerimaan pesan oleh komunikator kepada komunikan.

(19)

13

• Menciptakan perhatian konsumen, perhatian ini harus diperoleh karena

merupakan titik awal proses pengambilan keputusan-keputusan pembelian

barang dan jasa.

• Menumbuhkan minat pada diri konsumen atau pembeli, sehingga dapat

memberikan rasa ketertarikan atas barang atau jasa yang ditawarkan.

• Mengembangkan rasa ingin memiliki produk tersebut, sehingga konsumen

semakin dekat untuk membeli suatu produk.

2. Tujuan Promosi

Perusahaan melakukan kegiatan usahanya dengan tujuan memperoleh

hasil yang maksimal. Dan untuk mencapai tujuan tersebut, maka diperlukan suatu

car untuk mencapainya.

Seiring kemajuan teknologi dan perkembangan ekonomi yang semakin

pesat, salah satu upaya untuk meningkatkan volume penjualan adalah dengan

melakukan promosi.

Menurut (Fandy Tjiptono, 1997) Tujuan promosi yakni menginformasikan,

membujuk pelanggan sasaran, dan mengingatkan yang dapat diuraikan berikut ini

1. Menginformasikan (Informing)

2) Membujuk pelanggan sasaran (Persuading)

(20)

14

2.7 Promotion Mix (Bauran Promosi)

Buchory dan Saladin (2013 : 192) menyatakan “The promotions mix is the combination of personal selling, advertising, sales promotion, publicity, and public relations that helps,an organization achieveit’s marketing objectives.”

Kotler dan Armstrong (2012:432) mengemukakan, Bauran promosi

(bauran komunikasi pemasaran) adalah campuran spesifik dari alat-alat promosi

yang digunakan perusahaan untuk secara persuasif mengomunikasikan nilai

pelanggan dan membangun hubungan pelanggan.

Shimp, Terence A. (2010), “menjelaskan Promotion mix merupakan proses pengembangan dan implementasi berbagai bentuk program komunikasi

persuasive kepada pelanggan dan calon pelanggan secara berkelanjutan.”

Eddy Soeryanto Soegoto (2014:291), “menjelaskan Kepiawaian

mempromosikan produk melalui strategi bauran promosi pada periklanan,

penjualan langsung, promosi penjualan, dan hubungan masyarakat merupakan

kunci sukses dalam memperbesar pangsa pasar , meningkatkan konsumen dan

meningkatkan profitabilitas usaha”.

Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpukan bahwa bauran promosi

adalah rancangan korporat yang digunakan perusahaan yang mengkomunikasikan

nilai pelanggan secara persuasif dan membangun hubungan pelanggan, untuk

membantu pencapain tujuan perusahaan/korporat.

Kegiatan promosi dapat dilakukan dengan beberapa cara yang disebut

(21)

15

Eddy Soeryanto Soegoto (2014:300) menyatakan “Sales Promotion adalah kegiatan jangka pendek yang di rancang untuk menarik konsumen untuk

membeli produk yang di tawarkan, atau bekerja sama dengan distributor dan agen penjualan” .

Eddy Soeryanto Soegoto (2014:299) menyatakan “Personal selling adalah penjualan melalui proses tatap muka langsung antara penjual dan pembeli .

2.8 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Bauran Promosi

Efektifitas cara promosi berbeda antara pasar barang konsumen dan pasar

barang industri. Perusahaan yang memproduksi barang konsumen biasanya

menggunakan dana mereka untuk iklan diikuti oleh promosi penjualan,

perorangan, dan publisitas. Perusahaan yang memproduksi barang industri

menggunakan dana mereka untuk penjualan perorangan diikuti promosi

penjualan, iklan, dan publisitas. Umumnya penjualan tatap muka lebih sering

digunakan untuk barang-barang yang mahal dan penuh resiko.

Menurut Basu Swastha dan Irawan (2010:355) faktor yang

mempengaruhi bauran promosi adalah:

1. Jumlah Dana

Jumlah dana yang tersedia merupakan faktor penting yang mempengaruhi

(22)

16

2. Sifat Pasar

Beberapa macam sifat pasar yang mempengaruhi bauran promosi ini

meliputi:

a. Luas pasar secara geografis

b. Konsentrasi pasar

c. Macam pembeli

3. Jenis Produk

Apakah barang konsumsi atau barang industri. Produk konsumsi juga

bermacam-macam misalnya konvenien, shopping atau barang spesial. Biasanya untuk barang konvenien mengandalkan periklanan. Sedangkan

strategi untuk barang industri menggunakan penjualan pribadi.

4. Tahap Daur Hidup Produk

Ada empat tahap daur hidup suatu produk yaitu:

1. Tahap perkenalan

2. Tahap pertumbuhan

3. Tahap kedewasaan

(23)

17

Sehubungan dengan penjelasan mengenai faktor yang mempengaruhi

bauran promosi, Buchari Alma (2010:179), mengemukakan bahwa:

1. Faktor Anggaran

2. Faktor Pasar

3. Faktor Produk

4. Faktor Tahap Siklus Hidup

2.9 Pengaruh Bauran Promosi Terhadap Penjualan

Menurut Leny Sulistiyowati (2010: 270)

“mengartikan penjualan adalah “Pendapatan yang berasal dari penjualan produk

perusahaan, disajikan setelah dikurangi potongan penjualan dan retur penjualan”.

Promosi merupakan salah satu aspek dalam manajemen pemasaran dan

sering dikatakan sebagai proses berlanjut. Ini disebabkan karena promosi dapat

menimbulkan rangkaian kegiatan dan perusahaan.

2.10 Kerangka Pemikiran.

Promosi adalah kegiatan yang dilakukan perusahaan dalam upaya

mengkomunikasikan suatu produk kepada konsumen sehingga dapat

mempengaruhi minat konsumen terhadap produk dikutip dari Kotler dan

(24)

18

Maka dapat disimpulkan bahwa promosi merupakan salah satu alat

komunikasi dalam kegiatan pemasaran yang berperan dalam menginformasikan,

membujuk, dan mengingatkan kembali manfaat dari suatu produk sehingga

(25)

28

BAB III

PROSES DAN HASIL

3.1. Konsep Kreatif

3.1.1. Tujuan

Tujuan kreatif dari perancangan ini adalah untuk mengkomunikasikan

Perusahaan Transportasi Udara dengan menggunakan beberapa media promosi

yang sesuai dengan target audiens dan target market agar masyarakat lebih

mengenal tentang jasa penyewaan bus pariwisata yang berkualitas.

3.1.2. Strategi Kreatif

a. Logika-logika strategi kreatif

1) Tren yang berkembang seputar konsumen

Berwisata dengan transportasi udara menjadi tren yang berkembang saat ini.

Masyarakat mulai aware dengan adanya objek wisata di suatu daerah, bahkan tak

(26)

29

2) Membangun mitos produk b. Pendekatan isi pesan

Pesan yang disampaikan menggunakan pendekatan emosional.

Penentuan what to say, how to say and desire respose

1) What to say :

Isi pesan yang ingin disampaikan adalah memberikan informasi tentang Transportasi udara beserta menonjolkan karakteristik dari armada transportasi udara itu sendiri. Melalui pesan singkat, padat dan jelas, dengan menunjukkan kenyataan yang ada sehingga mudah dimengerti dan dipahami oleh target audiens dan merasa tertarik untuk menggunakan jasa transportasi udara.

2) How to say :

Menciptakan komunikasi visual yang menarik untuk menunjang media promosi perusahaan agar lebih dikenal oleh masyarakat luas.

3) Desire Respose

(27)

30

3.2. Program Kreatif a. Copywriting

Slogan yang nantinya digunakan dalam iklan ini adalah “nyaman dan terpercaya.

b. Model Pendekatan

Model pendekatan visual dalam iklan menggunkan majas metafora yaitu

menampilkan pesan melalui pemajas yang mengungkapkan ungkapan secara

langsung.

c. Daya Tarik Pesan Iklan

Banyak konsumen termotivasi untuk mengambil keputusan dan membeli suatu

produk karena emosional dan perasaaan terhadap merek dan kepercayaan.

d. Pendekatan Gaya Iklan

Pendekatan yang digunakan yakni untuk membangkitkan suasana atau mood, agar

menarik awareness target audiens untuk datang ke transportasi udara

e. Tune and Manner

Mengunakan warna-warna sejuk, warna ini dipilih karena sifatnya yang lembut

menyatu dengan alam cocok untuk perusahaan yang bergerak dalam bidang

transportasi pariwisata. Dengan demikian diharapkan dapat memperkuat brand

image transportasi udara.

f. Teknik Visualisasi

Teknik visualisasi desain yang digunakan yaitu dengan tipografi dan fotografi,

sedikit sentuhan digital imaging dan pengaturan warna untuk memadukan antara

(28)

31

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut:

1. Pelaksanaan Promosi

a. Advertising (periklanan)

Dengan memasang advertising pada media cetak yang berskala nasional

maupun internasional. Pemasangan advertising ini juga dilakukan pada

media online yang bertemakan kedirgantaraan.

Advertising ini bertujuan untuk meningkatkan awareness publik akan

eksistensi Perusahaan Transportasi Udara sehingga memudahkan dalam

menjaring konsumen baru maupun melakukan kerjasama antar industri

kedirgantaraan.

b. Personal selling (penjualan pribadi)

Penjualan ini biasanya terjadi pada saat mengikuti pameran kedirgantaraan

yang berskala nasional dan internasional. Selain itu Perusahaan

Transportasi Udara juga melakukan kerjasama kepada pihak-pihak dalam

negeri untuk pengadaaan ALUTSISTA (Alat Utama Sistem Pertahanan)

maupun kebutuhan BASARNAS (Badan Sar Nasional).

Biasanya personal selling ini juga melibatkan pihak ketiga seperti pemerintah maupun perusahaan yang mempunyai kegiatan dalam

(29)

32

Tahapan-tahapan dalam melakukan personal selling (penjualan pribadi) diantaranya prapendekatan yang kemudian diikuti presentasi dan

demonstrasi.

2. Kendala yang di hadapi oleh Perusahaan Transportasi Udara

a. Kendala Internal

Modal dan Sumber Daya Manusia merupakan kendala terbesar yang

dihadapi Perusahaan Transportasi Udara saat ini. Kedua hal tersebut

merupakan core (inti) yang menyebabkan Perusahaan Transportasi Udara kesulitan dalam melakukan kegiatan promosi.

Untuk permasalahan modal saat ini Perusahaan Transportasi Udara telah

mendapat dukungan dari kementriaan industri untuk menggunakan dana

national interest account (NIA) sebagai kredit pembeli dan modal kerja.

b. Kendala Eksternal

Sebagai salah satu industri strategis yang telah di atur dalam

Undang-Undang No 3 Tahun 2014 sudah seharusnya Perusahaan Transportasi

Udara mendapat bantuan pemerintah dalam hal permodalan, prosuksi, dan

distribusi serta terbebabs dari kepentingan politik hal ini dikarenakan

industri strategis harus mempunyai sifat yang membanggakan bangsa

Indonesia dan dapat menggentarkan negara-negarakan tetangga.

Negara-negara seperti China dan Brazil serta Canada yang mempunyai

industri pesawat terbang dan sejenis dengan produk Perusahaan

Transportasi Udara dapat mengurangi pangsa pasar Perusahaan

(30)

33

Dalam mengatasi hal tersebut Perusahaan Transportasi Udara berusaha

meningkatkan kerja sama dengan badan eksekutif maupun legislatif untuk

mempermudah proses ekspor produk yang dihasilkan Perusahaan

Transportasi Udara. Sedangkan untuk mengatasi persaingan Perusahaan

Transportasi Udara berusaha menggembangkan produk-produk yang telah

ada dengan menggunakan teknologi yang terbaru serta menciptakan

pesawat-pesawat jenis baru yang pangsa pasarnya belum dibidik oleh para

pesaing (pangsa pasar perintis). Perusahaan Transportasi Udara berusaha

menghindari persaingan langsung (head to head) dengan perusahaan yang lebih mapan seperti Boeing dan Airbus.

c. Kendala dari Bauran Promosi

Biaya besar yang dibutuhkan menjadi salah satu faktor yang menghambat

kegiatan promosi. Sehingga saat ini Perusahaan Transportasi Udara

berusaha memanfaatkan kegiatan kunjungan dari pemerintah kepada

negara-negara tetangga sebagai salah satu jalur melakukan promosi untuk

produk-produknya. Promosi yang memanfaatkan peran pemerintah disebut

juga sebagai promosi G to G (Goverment to Goverment).

Selain itu kerja sama antar BUMN (Badan Usaha Milik Negara) sejenis

dalam menggikutin ataupun membuat pameran bersama dapat mengurangi

(31)

34

4.2 Saran

1. Untuk meningkatkan awareness dan menjaring konsumen baru maka Perusahaan Transportasi Udara harus memanfaatkan kemajuan teknologi

maupun media sosial yang lain untuk menyampaikan informasi produk dan

perkembangan yang telah, sedang, dan akan dilakukan oleh Perusahaan

Transportasi Udara.

2. Untuk mengatasi permodalan Perusahaan Transportasi Udara dapat

bekerjasama dengan lembaga pembiayaan baik itu milik pemerintah maupun

lembaga pembiayaan nonpemerintahan.

Dalam mengelola Sumber Daya Manusia Perusahaan Transportasi Udara harus

mampu menyeimbangkan antara teknikal skill dan soft skill sehingga dapat

menciptakan karyawan yang memahami inti dari bisnis yang dimiliki Perusahaan

Transportasi Udara sehingga memudahkan dalam mengembangkan

(32)

35

DAFTAR PUSTAKA

Buku

Alma, Buchari. 2012. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung: Alfabeta

Kotler, Philip. & Gary Armstrong. 2014. Principle Of Marketing, 15th edition. New Jersey: Pearson Prentice Hall.

___________________________. 2012. Marketing Management, 13th edition. Upper Saddle River, New Jersey: Pearson Prentice Hall.

Kotler, Philip. & Kevin Lane Keller. 2012. Marketing Management, 13th edition. New Jersey: Pearson Prentice Hall.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta

Eddy Soeryanto Soegoto. 2014. Menjadi Pembisnis Ulung. Jakarta : PT Elex Media Komputindo.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomer 3 Tahun 2014 Tentang Perindustrian, BAB 8 Bagian ke-3 Tentang Industri Strategis.

Referensi

Dokumen terkait

Baik melalui personal Selling, mass selling dan promosi penjualan .Iklan (advertising) dilakukan melalui media cetak, dengan berbagai alat peraga seperti poster,

Berdasarkan kesimpulan di atas penulis memberikan beberapa saran yaitu meningkatkan promosi melalui media cetak dan media elektronik dengan membuat iklan yang

kegiatan promosi baik melalui media cetak mauoun media elektronik seperti tv,radio brosur, dan banner agar bisa bersaing dengan perusahaan yang sejenis. Dari hasil

kegiatan promosi baik melalui media cetak mauoun media elektronik seperti tv,radio brosur, dan banner agar bisa bersaing dengan perusahaan yang sejenis. Dari hasil

Promosi merupakan satu upaya untuk menawarkan barang dagangan kepada calon pembeli. Kegiatan promosi produk dan jasa bank lebih baik dilakukan lewat media massa cetak

Media promosi yang digunakan penulis dalam perancangan promosi The Highland Park Resort-Hotel Bogor adalah sosial media, pameran langsung, iklan media cetak dan website..

Dalam menimbulkan perilaku aware maka promosi yang perlu dilakukan antara lain : jelasnya tulisan pada media cetak, besarnya space iklan pada media cetak,

Haruman Multi Artha dalam meningkatkan minat konsumen melalui komunikasi pemasaran yang meliputi iklan advertising, promosi penjualan sales promotion, hubungan masyarakat public