• Tidak ada hasil yang ditemukan

Panitia Keahlian Pembangunan Bagian Keuangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Panitia Keahlian Pembangunan Bagian Keuangan"

Copied!
115
0
0

Teks penuh

(1)

506/VIIDep./1960. 200 506/VIIDep./1960.

-PANITIA KEAHLIAN PEMBANGUNAN BAGIAN K E U A N G A N. (R i s a l a h S e m e n t a r a)

Rapat ke : 1.

Hari S a p t u Tanggal 11 Djuni 1960 (Djam panggilan: 09.00)

A T J A R A : Keuangan

K E T U A : Prof. Mr H. Muhd. Yamin. SEKERTARIS : M. Hutasoit.

ANGGOTA JANG HADIR: 50 orang.

1. Prof. Mr H. Muhd. Yamin, 2. Ir. R. Ukar Bratakusumah, 3. Brig. Djenderal Dr Suhardi, 4. Ir Sakirman, 5. Mr Elkana Tobing, 6. Lobo I.R., 7. Dr. Hadjidharmo Tjokronegoro, 8. Dr Buntaran Martoatmodjo, 9. Mr I Gusti Ktut Pudja, 10. Prof. Ir H. Johannes, 11. Supranoto, 12. G.M. Charidjie Kosuma, 13. F. Runturambi, 14. Kol. (U) Kurtano Pringgoadisurjo, 15. M. Hutasoit, 16. Andi Faisal, 17. Drs Jusuf Muda Dalam, 18. Mr R.M. Hd. Kusumoutojo, 19. Siauw Giok Tjan, 20. Sumali, 21. Harsuadi, 22. Mr Mochtar Usman, 23. Mr Atmodiningrat, 24. Moh. Amrin, 25. Drs S. Pamungkas, 26. Mr Tjo Sie Wie, 27. Mr Santoso Brotodihardjo, 28. Drs Guna-wan Wibisono, 29. Mr S. Djajadiningrat, 30. Sjarif Sudomo, 31. Mr Ismail Tajeb, 32. Drs F.K. Seda, 33. Prof. Mr Kartonegoro, 34. Drs Muljatno, 35. Mr basarudin Nasution, 36. Drs Zakaria Raib, 37. Kolonel suhardi, 38. F. Zahar, 39. Ir Anondo, 40. Ir Soero-djo Ranoekoesoeno, 41. Drs Sutarjo Sigit, 42. Mujanto Kusumo Utojo, 43. Kol. M.T. Harjono, 44. Prof. Dr Ir Sumantri, 45. Prof. M. Teng Tjing Leng, 46. Mr Margono, 47. Ir Tan Biang Seng, 48. Ir Thaher Thajeb, 49. Hendarin Wargahadibrata, 50. Anton Manoppo. KETUA; Saudara-saudara sekalian, saja mengujapkan selamat datang dikota Bandung ini, dan Pimpinan Depernas sangat bergi-rang hati bahwa saudara-saudara memenuhi undangan dari Depernas, dan sebelumnja kita mulai bekerdja, maka baiklah saja memberi pendjelasan mengenai apa jang mendjadi intisari daripada pekerdja-an Ppekerdja-anitia Keahlipekerdja-an Pembpekerdja-angunpekerdja-an dibidpekerdja-ang Keupekerdja-angpekerdja-an ini.

(2)

Jang pertama supaja kita tahu, ditaraf sekarang ini Deper-nas berada. Untuk mendjawab pertanjaan-pertanjaan ini dapatlah saja kemukakan bahwa sidang P.K.P. atau Panitia Keahlian Pembangunan

dibidang keuangan ini, ialah rapat Panitia Keahlian Pembangunan jang paling achir. Sesudah ini setjara umum tidak ada lagi si-dang Panitia Keahlian Pembangunan. Hanja sedikit hari lagi ki-ta akan mengadakan sidang Panitia Pengerahan Tenaga Rakjat dan itu-pun djuga jang paling achir dari rentetan rapat-rapat, kare-na sesudah itu maka kita akan menghadapi sidang pleno Deperkare-nas jang akan berlangsung dari tanggal 20 sampai 28 Djuli tahun ini.

Saja harap ini adalah rapat jang paling achir dalam ren-tetan Panitia keahlian Pembangunan. Dan Pekerdjaan Depernas pada waktu sekarang ini boleh dikatakan sudah meliwati separoh daripada pekerdjaan jang dihadapi oleh Depernas sedjak tanggal 28 Agustus 1959. Maka berhubung dengan pengetahuan ini tim-bullah pertanjaan jang kedua, jaitu bagaimana rentjangan waktu jang ditekad bulatkan oleh Depernas sendiri pada tanggal 28 Djuli di istana negara di kota Djakarta itu, jaitu pada sidang pleno Depernas pada waktu itu ditetapkan oleh Depernas sendiri, jaitu akan mendjalani rantangan waktu untuk pekerdjaan perentja-naan jang pertama ini supaja selesai didalam 1 tahun, jaitu se-belum tanggal 17 Agustus 1960 selesailah hendaknja dan sampai-lah perentjanaan itu kepada Pemerintah Republik Indonesia. Sampai sekarang ini rentjangan waktu itu berdjalan dengan baik dan tidak perlu diadakan penggeseran. Berhubung dengan hal ini, maka perlu saja kemukakan bahwa keluar tidak banjak atau hampir tidak ada kedengaran apa jang dibuat oleh Depernas di kota Bandung ini. Maka hal itu menandakan jang baik bahwa ti-dak ada kebotjoran apa-apa dari Depernas keluar tentang peker-djaan-pekerdjaan jang buat sementara mempunjai tjorak rahasia dan sebagian besar daripada rahasia ini akan dapat ditjabut kembali setelah 10 Nopember atau pada tanggal 17 Agustus 1960.

Saja sebutkan tidak banjak terdengar keluar, tentu ini djuga ada ruginja buat DEPERNAS, karena timbul suasana seolah-olah pekerdjaan mandeg didalam lingkaran DEPERNAS. Padahal ti-dak demikian halnja.

Kita menanggung segala akibatnja daripada pekerdjaan ki-ta menurut sjarat-sjarat jang ditentukan oleh Undang-undang DEPERNAS oleh Peraturan Pemerintah mengenai tjara kerdja daripada DEPERNAS ini, jaitu kita seolah-olah bekerdja didalam Laboratotium Pembangunan dan tidak mendjadi tukang dipinggir djalan dengan memamerkan pekerdjaan jang belum selesai.

(3)
(4)

ber-Sekertariat Depernas ini, sumbangan tenaga dan sumbangan pikiran daripada seluruh Panitia-panitia dan seksi-seksi ini, sudah dapat direalisasikan menurut harapan pada tahun jang lampau.

Maka perlu pula saja kemukakan seperti saja rintiskan da-lam beberapa kalimat tadi jaitu berbalapan Depernas kiranja ngan harapan rakjat dan dengan kegiatan Pemerintah sendiri, de-ngan harapan rakjat jang mengharapkan supaja pembangunan ini selekas-lekasnja dapat dilaksanakan jaitu supaja dengan pembangunan ini mudah-mudahan terjapailah hendaknja dasar dan tudjuan daripada revolusi Indonesia selain daripada membentuk dan memelihara ke-satuan Republik Indonesia, jaitu membentuk pula masjarakat adil dan makmur berdasarkan Panjasila atau dengan istilah sekarang ini masjarakat Sosialis ala Indonesia atau dengan berhemat wak-tu dan perkataan masjarakat Sosialis Indonesia, berdasarkan adja-ran Panjasila itu.

Maka pekerdjaan ini pun telah didjalankan setjara terbagi-bagi oleh beberapa Seksi, tapi dibulatkan pula oleh Panitia, is-timewa untuk merumuskan langkah dengan pembangunan ini jang akan ditempuh untuk membentuk masjarakat Sosialis Indonesia itu.

Djadi pembangunan ini adalah didalam pemandangan jang per-tama, tidak sadja pembangunan an sich, jaitu selain daripada itu djuga akan didjadikan alat untuk mentjapai tudjuan, jaitu masja-rakat Sosial Indonesia itu.

Djadi beginilah dan nanti kita akan tjapai bahwa pembang-unan itu djuga dibidang moneter atau keuangan akan mempunjai tjorak jang istimewa jaitu mengerahkan pikiran kepada pembang-unan an sich jaitu sebagai alat pelaksanaan masjarakat adil dan makmur, tapi djuga akan ditinjau sampai kemana dapat dilaksanakan projek-projek pembangunan untuk membeajai pembangunan itu sendiri.

Nanti akan saja djelaskan garis besarnja didalam bidang ini jaitu pekerdjaan jang kita hadapi pada hari ini, jaitu pe-kerdjaan jang sangat penting dan mudah-mudahan tidak jang sangat berat didalam mengarahkan pikiran, jaitu tindjauan daripada keahlian ter-hadap kepada pembangunan non profit untuk membiajai pembangunan Indonesia sendiri pada hari jang akan datang.

Tadi saja katakana, bahwa kita berbalapan atau berpatjuan kuda dengan harapan rakjat terhadap kepada pelaksanaan pembang-unan ini dan djuga mula-mulanja kita mendapat kemenangan terhadap berbalapan dengan Pemerintah, tetapi pada hari ini Depernas da-pat mentjatat kekalahan dalam berbalapan dengan Pemerintah, ka-rena Pemerintah tidak sadja memikirkan, tetapi sudah sebagian menjediakan persediaan untuk melaksanakan pembangunan ini. Dalam beberapa hal persediaan itu telah berlangsung dan djuga tentjapai.

(5)

jang tertjapai dalam politik keamanan, jaitu Pemerintah telah memastikan, bahwa pada permulaan tahun 1961 keamanan di-seluruh Indonesia sudah dapat dikatakan demikian rupa sehingga pembangunan semesta berentjana ini dapat dilaksanakan. Pekerdja-an jPekerdja-ang demikiPekerdja-an sebenar-benarnja adalah mendjadi gPekerdja-angguPekerdja-an dari-pada pelaksanaan pembangunan. Pemberontakan P.R.R.I. dan perms-ta, pada waktu ini sedang menurun dan mudah-mudahan akan dapat dimusnahkan sama sekali, sehingga kita mendapat taraf suasana jang baik untuk melaksanakan pembangunan ini dan itu sudah dapat dipastikan oleh Pemerintah, sehingga dasar dan suasana untuk pelaksanaan pembangunan ini sudah dapat ditjapai.

Djuga bidang lain jang mengenai material sudah diadakan persediaan oleh Pemerintah, jaitu dengan membentuk Bank Pem-bangunan Indonesia jang akan berpusat di Djakarta dan bertja-bang dibeberapa Pulau, saja tidak mengatakan Daerah Swatantra Tingkat I, tapi diberapa pulau didirikan tjabang-tjabang dari-pada bank Pembangunan Indonesia ini. Dan kedalamannja telah diba-jarkan oleh pemerintah 10 miljard rupiah, sedangkan dengan Per-aturan Pemerintah Pengganti Undang-undang daripada hasil-hasil perusahaan-perusahaan negara, jaitu jang ditanam, jang disusun diatas P.T.-P.T. Negara, akan menjerahkan 55% daripada hasil perusahaan-perusahaan negara itu. Dan kalkulasi menurut harapan adalah berdjumlah tiap-tiap tahun 4½ sampai 5 miljard rupiah.

Selain daripada itu djuga akan diadakan obligasi baik jang umum ataupun jang tertudju kepada projecten pembangunan, sehingga pada permulaan tahun 1961 sudah ada persediaan dari pihak Pe-merintah, jaitu sedjumlah kira-kira 17 miljard rupiah fonds da-lam negeri. Maka Bank Pembangunan Indonesia ini djuga akan ber-tjabang diluar negeri dengan nama Indonesia Bank for Development, nama ini kurang tepat “Indonesia Bank” kalau “Bank” itu mesti dimulai dengan “Bank” ini sebenarnja, tetapi sudah begitu peraturan negara menetapkan, djadi Indonesia Bank For Development.

Dan ini akan bertjabang, seperti saja katakana: di New York, London, Hamburg dan Tokyo. Pekerdjaannja terutama akan menam-pung fonds dollar jang sebagian hasil daripada pinjaman, jai-tu long term kredit. Unjai-tuk pembangunan jang sekarang ini, dari segala negara, sosialis atau non sosialis ada tawaran untuk memberi sumbangan dan hal-hal itu djuga akan ditampung oleh Indonesian Bank for Development tadi itu. Kita belum mengetahui berapa sarnja dollar jang kita butuhkan dari luar negeri dan djuga be-lum dikalkulasi setjara tepat berapa besarnja fonds rupiah. Bo-leh saja kabarkan disini setjara minimal jaitu pembangunan se-mesta nasional berentjana ini, jaitu harga nominal kira-kira 125 miljard rupiah atau dengan dollarnja kira-kira 2½ miljard dollar kalau diturutkan rate daripada jang resmi pada waktu ini jaitu 1 : 45,

(6)
(7)

supaja kita djangan gelisah, melainkan menimbulkan beberapa hal jang akan menguntungkan kita, memanggil supaja kewadjiban itu lebih tegas lagi dikerdjakan.

Waktu Paduka Jang Mulia Presiden beberapa hari jang lam-pau kembali dari pengedaran di 17 negara disekeliling dunia, maka beliau disambut oleh bekas Pedjabat presiden Saudara Ir Djuanda, dengan kata-kata bahwa pekerdjaan Depernas telah de-mikian djauhnja sehingga penjelesaian itu dapat diharapkan da-lam waktu jang pendek. Ini djuga menimbulkan kewadjiban jang lebih mendesak lagi, tetapi segalanja itu, djuga seluruh rak jat bersama-sama dengan Depernas harus menebus segala perkata-an-perkataan jang telah diutjapkan, jakni mudah-mudahan insja-Allah kepada P.J.M. Presiden sehingga nanti tanggal 17 Agustus pada hari proklamasi P.J.M. Presiden dalam pidato proklamasinja dapat menjapaikan kepada rakjat dan kepada dunia Internasional bahwa pekerdjaan telah diterima dari Depernas.

Semuanja tentu djuga bias bersegi optimisme dan pessimis-me, tetapi buat Depernas sendiri tidak ada segi pessimisme sama sekali, melainkan didalam hal ini terlihat tjahaja gemilang dengan op-timisme karena dengan sepenuh hati dapat memberi sumbangan kepada pekerdjaan jang diharuskan kepada kita jang bergelora dalam re-volusi Indonesia ini, jaitu pesan-pesan jang telah tergores da-lam Undang-undang Dasar 1945 jang telah kembali mendjadi dasar Republik Indonesia sedjak 5 Djuli tahun jang lampau. Pendapat jang lain jaitu Manifesto Politik tahun 1959 dan dasar jang ke-tiga jaitu Amanat Presiden dibidang pembangunan jang telah di-utjapkan dan ditulis djuga kepada kita. Kita mendjalankan tugas atas dasar-dasar jang saja sebutkan tadi itu dan itu pula jang memberi inspirasi kepada kita untuk melaksanakan pekerdja-an ini.

Buat Depernas sendiri tidak mempunjai malam atau siang, dalam hal ini bekerdja sebaik-baiknja dalam rantjangan waktu dan sangat bergembira djikalau dapat memberi sumbangan pada penjempurnaan pekerdjaan jang ditekad-bulatkan oleh Depernas sendiri sedjak tanggal 28 Agustus tahun jang lampau.

Dengan kata-kata ini rasanja dapatlah saja menggoreskan kepada Saudara-saudara dari Panitia Keahlian Pembangunan dibi-dang Keuangan ini, membawa kedalam suasana taraf pekerdjaan Depernas pada waktu ini jang telah dimasuki dan akan ditjapai, pada tanggal 10 Agustus, apakah semuanja itu dapat ditjapai dengan bulat dengan sempurna ataukah dimana ada kekurangan.

Inilah ………..

(8)

-Inilah jang saja berikan pemandangan sedikit untuk maksud jang telah saja tuliskan tadi itu.

Saja meningkat kepada intisari pekerdjaan kita. Tetapi sebelum-nja saja adjukan beberapa pertasebelum-njaan kepada beberapa Anggota daripada P.K.P. ini karena disini tjuma mendjawab pertanjaan, dan kesempatan untuk memberi pemandangan umum itu ditempat lain, itu sudah berlang-sung dan djuga nanti akan diadakan dalam rapat pleno untuk para Anggo-ta jang 67 orang itu. Djadi ini tjuma mendjawab perAnggo-tanjaan jang ber-isi keahlian jang kita butuhkan untuk membentuk projekten jang akan direntjanakan bulan ini djuga akan selesai pada tanggal 20 Djuli seluruhnja. Sebelumnja saja mengadjukan pertanjaan itu, ada beberapa hal jang saja harapkan keterangan dari Saudara F. Zahar dari Kantor Statistik jang pada sidang P.K.P. industri barat jang baru lampau ini tidak dapat hadir kami mengharapkan angka-angka daripada import barang-barang barat dan djuga membutuhkan angka-angka export dalam beberapa hal logam, djadi export dari bauxite itu berapa, dan import dari aluminium berapa. Kemudian import dari segala barang besi atau besi badja berapa, dan import barang-barang nickel berapa dan export dari timah, volumena timah putih, karena export timah hitam belum ber-langsung. Demikian djuga berapa logam jang lain: kwikzilver dan teru-tama lagi export daripada minjak bumi, baik jang mengenai volumenja maupun jang mengenai harga dengan foreign currency atau dengan rupiah. Ini angka-angka boleh Saudara bulatkan dan mendjawab setjara tertulis. Dan tentu sadja angka-angka ini pada waktu ini tidak ada, tetapi harap disempurnakan dikantor Statistik dan kapan Saudara menjam-paikan kepada Depernas ?

P. ZAHAR : Saudara Ketua, pertanjaan-pertanjaan jang diadjukan kepada Bureau Pusat Statistik, meliputi pertanjaan statistik jang ha-rus didjawab dan oleh karena itu haha-rus diolah, sehingga memakan waktu tetapi kami akan berusaha untuk mengumpulkan dan membentuk angka-angka itu setjepat mungkin sehingga Depernas dapat menggunakannja. Minta djang-ka waktu 2 minggu, apadjang-kah itu dapat ?

KETUA : Ja, tetapi itu maximal.

Saudara sampaikan sadja kepada Sekertariat dikota Bandung ini.

Djuga batubara, logam-logam jang lain, emas dan perak; kalau intan saja kira tidak perlu karena tidak diexpor.

Djadi dalam dua-minggu dapat diharapkan oleh Pimpinan.

Jang kedua, jaitu kepada Saudara Mr Tan Tjing Leng, kami meng-harapkan djawaban tertulis jang berhubungan dengan kedudukan octrooi

dengan ………...

(9)

-dengan memperhitungkan apa keuntungannja dan apa ruginja kita mema-suki perdjandjian-perdjanjian octrooi dan auteur.

Selain daripada itu bagaimana mestinja di Republik Indonesia ini tentang kedudukan octrooi jang mengenai barang-barang jang akan masuk ke Indonesia dan jang mungkin djuga akan diolah di Indonesia sendiri.

Segala pertanjaan jang penting buat Indonesia jang berhubungan dengan octrooi dan auteur, sekarang namanja Hak Tjipta, itu ditambah lagi dengan apa jang dianggap perlu oleh Saudara dibidang ini.

Kami akan sangat menghargai hal ini kalau saja mendapat memo-randum setjara tertulis dan pertanjaan saja ini tertentu akan disusun dengan baik dan pembuatan ini akan makan waktu berapa lama? Lepas daripada waktu djam jang diperlukan untuk perdjalanan Bandung-Makasar pulang pergi.

MR TENG TJING LENG: Untuk mendjawab setjara umum, Saudara Ketua, saja bersedia, makan waktu empat-hari, hanja saja kira perlu bahan-bahan jang saja dapatkan dari Djakarta jaitu dari Departemen Kehakim-an. Dan saja harapkan pada hari Senin saja akan mendapatkannja.

KETUA : Apakah akan Saudara kerdjakan di Departemen Kehakiman di Djakarta, karena memang lektur ada disitu, sebab disitu ada djuga bekas Menteri Kehakiman.

MR TENG TJING LENG: Saja kerdjakan di Makasar, hanja bahan-bahan itu saja akan diselidiki di Departemen Kehakiman di Djakarta.

KETUA: Untuk perhubungan dengan Saudara Menteri Kehakiman akan disampaikan interlokal hari ini djuga oleh Sekretariat kepada Depar-temen Kehakiman, bahwa Saudara akan mengumpulkan bahan-bahan dan akan menjelidiki literature di Departemen Kehakiman.

Dan sesudah itu akan selesai berapa hari?

MR TENG TJING LENG: Dalam dua hari sesudahnja itu akan saja sam-paikan.

KETUA: Djadi lebih pendek daripada 15 hari, dengan jang saja akan dapat diterima dari Saudara F. Zahar. Terima kasih

Dan ada lagi industri dibidang assembling, baik assembling auto atau mesin djahit atau radio dan mesin-mesin jang lain, terutama assembling daripada mesin-mesin pembangunan tenaga listrik dan me-sin-mesin jang lain djuga.

Saja harapkan dari Saudara jang terhormat A.C. Manoppo supaja tertulis djuga didalam suatu memorandum tentang arti industri assem-bling di Indonesia.

Selama ………..

(10)

-selama kita belum menghasilkan besi daripada kekajaan Indonesia sen-diri, itu bagaimana industri assembling ini dan apa keun-tungannja buat Republik Indonesia industri ini diperkembangkan selama besi belum diprodusir oleh Indonesia sendiri.

Djadi buatlah sebaik-baiknja dan itu djuga akan kami pakai di-dalam mempertimbangkan projek-projek industri pada hari jang akan datang.

Saja harapkan supaja Saudara Manoppo dalam hal ini bersedia mem-buatnja dan sekarang saja bertanja, makan waktu berapa lama?

A.C. MANOPPO: Saudara ketua jang terhormat, karena Saudara mena-njakan tentang assembling seluruhnja artinja djuga diluar bidang ka-mi, jaitu perkara mobil, itu djuga saja akan bersedia, tapi memakan waktu.

Tentang assembling mobil, oleh karena itu ada didalam bidang saja, itu akan agak lekas, tapi kalau diminta assembling seluruh-nja termasuk naaimachines dan lain-lain, saja rasa ini paling kurang dua minggu, Saudara Ketua.

KETUA: Lebih baik Saudara bagi pekerdjaan jang pertama dulu di-bidang assembling auto dan kemudian kalau sudah selesai ini, Saudara saja harapkan supaja mengerdjakan djuga assembling daripada mesin-mesin jang lainnja seperti jang saja sebutkan tadi itu.

Djadi ini diutamakan untuk dikerdjakan.

Dan djuga harap ditindjau assembling itu, karena sekarang ini beberapa perusahaan mendapat izin untuk assembling ini, tapi itu di-dalam praktek menimbulkan pertanjaan: kenapa dia dapat saja tidak? Apakah tidak dapat didjadikan assembling vital?

Apa untungnja dan ruginja, djika didjadikan vital assembling? Djuga mengenai assembling dipihak Swasta

Djadi hal ini harus ditindjau setjara effektif.

Dan seluruh memorandum ini buat sementara Saudara rahasiakan ka-rena belum sampai kepada Pemerintah.

Djadi didalam waktu dua minggu dapat diselesaikan assembling di-seluruh bidang seperti jang saja sebutkan tadi itu dan dibidang com-munication jang berupa auto itu dapat diberikan didalam waktu jang pendek, bukan?

A.C. MANOPPO: Dapat, Saudara Ketua.

KETUA: Djuga jang berhubungan dengan djalan-djalan, supaja Sau-dara berikan pemandangan-pemandangan, assembling jang dibutuhkan auto apa. Dan mengapa dibutuhkan beberapa djenis auto dari Djerman Barat, Amerika dan lain-lain, itu apa hubungannja dengan djalan-dja-lan jang ada disini, karena djadjalan-dja-lan disini tidak seluruhnja sempurna, Sebab ………

(11)

-sebab ada beberapa djenis auto jang tidak baik dipakai, ada jang kurang baik djika dipergunakan. Djadi harap semuanja ini ditja-tatkan menurut pemandangan Saudara sendiri.

Saja utjapkan terima kasih, dengan demikian, ada tiga pe-kerdjaan, tidak berupa huiswerk, tapi jang sangat diperlukan oleh Pimpinan Depernas didalam pembentukan projek didalam bulan ini dan didalam bulan jang akan datang.

Sekarang ………..

(12)

-Sekarang kita melandjutkan pekerdjaan, jaitu menamai kita kepada approaching daripada bidang moneter bagi pemba-ngunan ini, jang hampir seluruhnja penting, tetapi saja tjuma akan mengambil beberapa pokok sadja jang dibutuhkan untuk da-pat membulatkan pemandangan didalam menjelenggarakan projec ten daripada industri dan projek pembangunan jang lain.

Jang pertama, jaitu jang berhubungan dengan pendapatan nasional, atau jang dinamai dalam istilah resmi internasio-nal, jaitu “national income”. Ini akan saja adjukan perta-njaan kepada Saudara-saudara Prof. Mr Kertonogoro dari Uni-versitas Gadjah Mada, kepada Saudara Drs. Muljatno, kepada Saudara Zahar dan kepada Saudara Siauw Giok Tjan.

Dalam tahapan jang pertama nanti dilebarkan dengan Saudara-saudara jang lain, usaha jang berhubungan dengan national in-comon ini.

Dalam beberapa penerbitan diadakan perkiraan daripada national income ini, jang pertama dari pihak Pemerintah sen-diri, seperti telah diketahui oleh anggota Parlemen jang telah dibubarkan dan djuga tjalon Anggota Parlemen Gotong-Rojong, Saudara Siauw Giok Tjan, bahwa Pemerintah didalam No-ta Keuangan No-tahun 1960, menaksir national income Indonesia untuk tahun 1960 sedjumlah 180 miljard rupiah.

Kedua, berhubungan dengan national income ini, ada kara-ngan dalam tahun jang lalu, jang berasal daripada S.D. Neuen-bach, jang disiarkan dalam majalah Ekonomi dan Keuangan In-donesia, sedangkan sebelum perang ada perhitungan pendapatan nasional jang berasal dari J.J. Polak, jaitu dalam buku jang bernama “The National Income Of Netherland Indish dari tahun 1921 sampai 1939. sekarang setjara ahli dan deskundig bagaima-na pendapat dari Saudara-saudara jang saja sebutkan tadi itu, jaitu dari Saudara Prof. Kertonegoro, Saudara Drs Muljatno dan Saudara Siauw Giok Tjan, dari Saudara Zahar tjuma saja bu-tuhkan angka-angka dari national income dalam waktu jang lam-pau, kalau ada tahun 1960, jang dalam nota keuangan ada, tahun 1959 bagaimana, tahun 1958 bagaimana, apa jang ada dikantor statistik.

Djadi pertanjaan saja kepada Saudara jang bertiga ini, jaitu bagaimana penilaian Saudara-saudara terhadap kepada kal-kulasi perkiraan Pemerintah jang saja sebutkan tadi itu.

Saja ……….

(13)

-Saja harapkan jang pertama kali dari Saudara Prof. Kertaonegoro dalam memberi djawaban jang berisi penilaian daripada perkiraan Pemerintah tadi itu. Silakan Saudara.

PROF. MR KERTONEGORO: Saudara Ketua, untuk menentu-kan djumlah National Income buat tahun 1959, itu tentunja harus ada perlengkapan jang selengkap-lengkapnja untuk mengumpulkan segala angka-angka jang diperlukan guna me-njusun National Income itu. Untuk saja, karena saja ber-ada di Djokja djauh daripber-ada sumber-sumber jang mengum-pulkan angka-angka itu, maka jang dapat saja perbuat hanja untuk mengumpulkan angka-angka dari instansi-ins-tansi resmi diantaranja data dari Biro Pusat Statistik, Departemen Keuangan, Agraria, Perindustrian, Perdagangan, dan Bank Indonesia. Berkat bantuan instansi-instansi ter-sebut didalam memberikan angka-angka jang mereka miliki mengenai djangka waktu 1959 dan 1958 maka dapatlah perki-raan ini didasarkan atas djumlah besar data resmi. Meski-pun demikian bantuan tersebut harus dianggap kurang tju-kup djuka dipergunakan untuk suatu perkiraan jang sangat teliti, lebih-lebih mengenai data perindustrian, harga dan hasil-hasil industri serta sebagian dari sector per-tanian. Disamping itu sebagian dari bahan-bahan jang ter-sedia tidak tersusun sedemikian rupa sehingga memudahkan perhitungan penghasilan nasional, melainkan sekadar untuk memberikan gambaran global dari masing-masing sector sa-dja. Keterangan-keterangan mengenai djumlah-djumlah pro-duksi jang tidak disertai keterangan baru daripada har-ga, sangatlah sukar kita menentukan penghasilannja. Ber-hubung dengan itu terpaksa kami didalam perkiraan memper-gunakan berbagai indicator sadja melalui indicator-indi-cator tersebut berusaha mendapat djumlah-djumlah jang kami perlukan. Adapun approach jang kita adakan adalah jang dinamakan adalah jang dinamakan income approach. djadi kita djumlah penghasilan-penghasilan jang didapat dari berbagai-bagai factor produksi jang telah menjumbang-kan usahanja untuk membentuk hasil nasional. Barangkali ini sebagai kebetulan, baik djuga saja kemukakan bahwa di-samping saja duduk Saudara Drs Muljatno jang djuga

Menghitung ………

(14)

-menghitung penghasilan nasional, tetapi menurut product approach. Kedua-duanja ini dapat saling mengontrol antara satu sama lain. Karena jang dipeladjari itu hal jang sama, ialah penghasilan nasional. Hanja approachnja jang dila-kukan itu berlainan. Saja menggunakan income approach, Saudara Drs Muljatno menggunakan product approach, te-tapi mestinja karena jang dipeladjari itu hal jang sama itu alhasilnja djuga harus sama.

Menurut angka jang dapat sebagai alhasil dari penjelidikan mengenai penghasilan nasional dengan menggu-nakan income approach, saja sampai pada angka-angka gross national income 204,5 miljard. Sedangkan saja de-ngar dari Saudara Drs Muljatno jang menggunakan product approach sampai pada angka-angka 204 miljard rupiah. Djadi boleh dikatakan hanja perbedaan ½ miljard,

(15)

hal mana boleh dikatakan merupakan suatu ketjotjokan baik mengenai net national income jang saja sebutkan tadi dan gross national income.

Mengenai net national income, saja sampai kepada net national income menurut harga pasar tahun 1959 jaitu 190,4 miljard. Kalau me-nurut harga pasar 1958 jaitu 152 miljard. Mengenai hal net national income belum ditjotjokan dengan angka-angka jang didapat oleh Saudara Drs. Muljatno. Hal ini nanti Saudara Drs Muljatno dapat mengemukakan tentunja. Inilah jang menurut penjelidikan jang kami dapat dengan menggunakan angka-angka jang kami dapat dari berbagai instansi Peme-rintah dan dengan demikian kiranja saja telah mendjawab pertanjaan jang diadjukan oleh Saudara Ketua.

KETUA: Saja mengutjapkan terima kasih tentang angka-angka jang diadjukan dan diberikan dengan explanation. Djadi itu ada jang dia-tas 180 dan jang dibawah 180 miljard, menurut pengiraan Pemerin-tah. Djadi perkiraan Pemerintah ini tidak begitu djauh daripada pen-dapat jang diadjukan oleh Saudara Prof. Kertonegoro.

Kemudian saja mengharapkan dari Saudara Drs Muljatno dan isti-mewa pula supaja diadjukan pemandangan jang lain, oleh karena dari Saudara Prof. Kertonegoro hasilnja hampir sama, sebagai hasil daripada Saudara sendiri.

Saja persilakan Saudara Drs Muljatno.

DRS MULJATNO: Saudara Ketua, sebenarnja jang kompeten menghitung pendapatan nasional itu adalah Biro Pusat Statistik. Kami dari Biro Finec hanja setjara kebetulan menghitung angka-angka ini, sekedar un-tuk keperluan-keperluan ekonomi pembangunan dan unun-tuk mendjawab salah satu questionair dari United Nations.

Seperti tadi sudah diterangkan oleh Prof. Kertonegoro bahwa soal pendapatan nasional ini memang sebetulnja harus dilakukan dengan pe-njelidikan jang lebih teliti, karena pendapatan nasional itu merupa-kan suatu analisa kwantitatif jang berdasarmerupa-kan angka-angka statistik. Djadi kalau angka-angka statisitik jang dipergunakan itu kurang baik mutunja maka saja kira pendapatan nasional itu djuga kurang dapat dipertanggung-djawabkan penggunaannja. Tetapi sekedar untuk gambaran saja kira bias diadakan taksiran-taksiran dan seperti tadi sudah di-terangkan djuga oleh Prof. Kertonegoro, bahwa perhitungan pendapatan nasional dapat dilakukan melalui income approach dan djuga dapat di-lakukan melalui production approach, dan sebetulnja ada satu lagi tja-ra jang dapat dipergunakan ialah melalui approach pengeluatja-ran-penge- pengeluaran-penge-luaran expenditure approach.

Didalam ……….

(16)

-atau dalam teori pendapatan nasional itu dinamakan national income net factor cost, jang berdasarkan pembiajaan factor-factor productie dan angka 204 miljard ini bukan gross jang saja katakana, tetapi netnja dan biasanja untuk menghitung gross, net ditentukan, kita tambahkan dengan 3% daripada gross itu. Djadi 3% jang kita maksudkan disini ialah potongan untuk penjusutan, depressiation, afschrijvingen dan sebagainja itu. Djadi untuk tahun 1959 disini 204 miljard itu adalah net na-sional income jang berdjalan pada tahun 1959. disamping itu saja djuga memperhitungkan menurut harga jang berdjalan jang sering kita namakan pendapatan nasional in real team, djadi menurutkan harga jang constant dan dalam hal ini B.P.N. (Biro Perantjang Negara) jang dulu mengambil harga-harga tahun 1955 sebagai harga patokan, sehingga untuk tahun 1959 itu saja te-lah mendapatkan 2 matjam angka iate-lah angka pendapatan nasional menurut harga-harga jang berdjalan dan harga-harga pada tahun 1955. djadi untuk tahun 1959 menurut harga jang berdjalan itu 204 miljard dan menurut harga 1955 saja tetapkan 112,2 mil-jard. Djadi selisihnja itu merupakan tingkatan inflasi harga tahun 1959 kalau dibandingkan dengan harga 1955.

Saja kira buat sementara ini tjukup sekian.

KETUA: Penindjauan dari jang mengenai national income oleh Biro Finec sudah tertulis?

DRS MULJATNO: Ini sebetulnja dulu dimaksudkan sebagai dja-waban terhadap quesionner dari United Nation, tetapi ditulis dalam bahasa Inggris. Saja hanja mempunjai 1 exemplar.

KETUA: Dapat Saudara menjampaikan satu copi kepada Pim-pinan?

(DJAWAB: bisa)

Dan djuga di bekas Biro Perentjang Negara dulu djuga ada beberapa peninjauan. Itu Saudara mengetahui, tertulis atau tidak? Dari bekas Biro Perantjang Negara, djadi bukan dari Biro Finec.

(DJAWAB: Ini sebetulnja hasil dari

Biro Perantjang Nasional dulu).

Saja harap supaja disampaikan dan saja rasa, itu tidak perlu melalui Jang Mulia Menteri Pertama. Karena saja djuga Anggota dari Dewan Ekonomi Pembangunan Monetair itu, djadi ini hal dapat disampingkan djuga kepada Pimpinan Depernas.

(17)

Kemudian terhadap pertanjaan ini, saja djuga mengharapkan pan-dangan jang deskundig daripada Saudara Siau Giok Tjan.

SIAUW GIOK TJAN: Saudara Ketua jang terhormat, setelah ada djawaban dari 2 orang sardjana dari ilmu economi mengenai national income, ini saja rasa tidak perlu menambah.

KETUA: Saja perlu pandangan dari Saudara.

SIAUW GIOK TJAN: Memang, sedjak Dewan Perwakilan Rakjat menghadapi banjak pembangunan 5 tahun jang pertama jang disu-sun oleh Biro Perantjangan Negara, itu memang dikemukakan bebe-rapa matjam angka dan ditindjau tentang National Income dalam usaha mempertinggi national income buat melaksanakan pembangun-an, tetapi Saudara Ketua, angka-angka jang dikemukakan baik dalam masalah tentang rentjana pembangunan lima-tahun jang di-buat oleh Biro Perantjangan Negara maupun kemudian direntjanakan oleh Pemerintah dalam Nota Keuangannja, itu sangat disangsi-kan kebenarannja, seperti djuga dikemukadisangsi-kan tadi disebabdisangsi-kan untuk menjesuaikan atau menentukan national income dibutuhkan angka-angka jang dapat dipertjaja.

Dalam hal ini ternjata sekali bahwa Biro Pusat Statis-tik, sekalipun mempunjai kemauan baik untuk menjusun angka-angka jang dapat dipertjaja, didalam pengalaman di Dewan Per-wakilan Rakjat terasa menghadapi kesulitan-kesulitan buat me-ngumpulkan angka jang betrouwbaar buat menentukan angka-angka jang dapat dipertjaja.

Ini perlu sekali diperhatikan dari DEPERNAS dalam menju-sun rentjana ini karena dengan angka-angka statistik untuk me-nentukan national income jang sekarang, akan dihadapi kesu-litan-kesulitan dan dalam hubungan ini tentu akan berupa ke-sulitan karena nilai uang rupiah selama tahun belakangan ini djuga mengalami perobahan jang sangat berpengaruh kepada na-tional income.

Perlu Saudara Ketua hendaknja menilai angka-angka Peme-rintah untuk national income ini.

Saja rasa tjukup sekian Saudara Ketua.

KETUA: Kita tjuma mau bertanja lebih landjut, itu peker-djaan national income waktu membitjarakan perentjanaan buatan Biro Perantjang Nasional itu, djuga waktu membitjarakan seka-rang mendjadi Peraturan Pemerintah pengganti Undang-undang Anggaran Belandja apakah djuga ditindjau dalam Seksi atau ti-dak.

(18)

SIAUW GIOK TJAN: Ja, ditindjau.

KETUA: Apakah dalam rapat pleno djuga?

SIAUW GIOK TJAN: Ja, dalam rapat pleno djuga.

KETUA: Saja harapkan para anggota Seksi dan daripada rapat pleno mempeladjari djawaban Pemerintah itu. Tetapi saja rasa tidak begitu susah, karena sekarang ini sudah mendapatkan minimal berapa. Dan kalau diambil 180 miljar, boleh dikatakan maximal dan minimal 120 miljar, dan kalau setjara adil boleh kita mengambil angka optimum, djadi tidak mendjadi pegangan tetapi mengarahkan pikiran kita, karena penting dengan pembangunan ini, kita mau menaikkan tingkat living standard, djadi bera-pa persen. Angka-angka ini dabera-pat kita pergunakan dalam pertim-bangan untuk melaksanakan pembangunan itu. Ini angka antara minimal dan maximum.

Saja mengutjapkan terima kasih atas djawaban jang diberi-kan oleh Saudara Siauw Giok Tjan jang mempunjai status dobel, jaitu bekas anggota Parlemen dan tjalon anggota Parlemen Go-tong-rojong. Dan walaupun djawabannja itu kadang-kadang diplo-matis tetapi saja rasa dapat memperkuat rochani kita dalam menaikkan nasional income dan menaikkan living standar dengan pembangunan ini.

Sekarang kita sampai kepada pertanjaan jang kedua, tapi sajang Saudara Ir Susilo tidak hadir.

Dari Saudara Zahar, tadi saja harapkan angka-angka jang berupa national income jang ada pada Kantor Statistik pada djaman jang lampau, bias 10 tahun jang lampau jaitu dari tahun 1950 sampai tahun 1960, kalau tidak ada, apa jang ada sadja.

Pertanjaan jang kedua, akan saja adjukan kepada Saudara Drs Zakaria Raib dan saja Saudara Ir Susilo Hardjoprakoso tidak dapat datang dan saja harapkan selandjutnja djawaban dari Saudara Kolonel Suhardi dan dari Saudara Siauw Giok Tjan lagi, jaitu menghadapi satu pertanjaan, jang akan saja chek, sampai kemana dapat diterima dan dipergunakan didalam membagi-bagi pembangunan ini didalam 2 bidang, jaitu projek disek-tor pertanian, kemudian projek didalam secdisek-tor non agriculture.

Menurut perhitungan dan pemikiran, maka perbandingan dari sector pertanian dan sector bukan pertanian (non agri-culture) buat tahun 1957 adalah perbandingan antara 57 : 44, maka didalam angka 44 tadi itu termasuk djuga mining 2,3% dan industri 10,5%.

(19)

Sekarang timbul pertanjaan, perbandingan 57 : 44 disek-tor agriculture dan disekdisek-tor non agriculture tahun 1959-1960, bagaimana perbandingannja itu, masih tetap atau sudah berobah?

Berhubung dengan itu djuga, jaitu jang mengenai sektor pertambangan dan industri, bagaimana itu, menundjukkan kema-djuan, ja atau tidak dan kalau mengenai kemunduran, hendak-lah ditundjukkan apa sebab-sebabnja maka terjadi kemunduran itu?

Djuga berhubungan dengan perbandingan tadi itu, timbul-lah pula soal berapa % dari modal untuk pembangunan akan ki-ta untukkan bagi sector agriculture dan berapa % untuk sector non agriculture.

Maksudnja ialah supaja kita dengan merobah struktur dari-pada national income jang telah kita persoalkan djawabkan tadi, dari bidang agriculture jang mendjadi tjorak daripada Indonesia pada waktu itu, lama-lama djuga mendapatkan tjo-rak industriil, maka djuga mengenai djawaban ini, jaitu ba-gaimana nasehat-nasehat jang berupa keahlian melewati fase industrialisasi daripada agriculture menudju kepada face nan-ti, jaitu agriculture dengan industry.

Inilah jang saja harapkan pemandangan-pemandangan dari Saudara Drs Zakaria Raib, kemudian dari Saudara Kolonel Su-hardi, dari Saudara Siauw Giok Tjan dan Saudara Zahar jang mengetahui tentang perkiraan working group di Biro Statistik.

Saja mulai dengan Saudara Zakaria Raib supaja dapat mem-beri pemandangan-pemandangan tanpa terikat oleh suasana Dja-watan Departemen Pembangunan.

DRS. ZAKARIA RAIB: Saudara Ketua, untuk mendjawab perta-njaan itu setjara tepat adalah saja kira sangat sukar pada sa-at sekarang, berhubung dengan kekurangan angka-angka, jang sebagian berada pada pihak Statistik dan djuga ditin-djau dari pihak Djawatan masih dalam pengumpulan di Kemen-trian kami. Maka hanja sebagian dari pertanjaan itu bisa kami djawab.

Hubungan dari pihak agriculture dengan industry dida-lam bidang kehutanan, pada saat sekarang adalah bersifat penggergadjian dan keadaan pada tiap penggergadjian meng-hadapi kemunduran, disebabkan soal perkajuan. Dan kedua terhentinja buat sementara waktu landjutan-landjutan pemba-ngunan jang mempergunakan kaju, akibat daripada keadaan keuangan, terutama dari pihak swasta, sulit mendapat kaju, ialah disebabkan hampir seluruh daripada penggergadjian ini semata-mata mempergunakan kaju djati.

(20)

Tetapi pihak perindustrian dan djuga pandangan sen-diri, adalah sangat sajang dari pihak penggergadjian ini hanja selalu tertudju kepada penggunaan daripada kaju djati, jang sebetulnja suatu hasil deviesen.

Oleh sebab itu mengadjurkan menukar kaju djati sebagai bahan bangunan di Indonesia, atau untuk terutama jang banjak digunakan dalam bidang meubilair, supaja merubah pengertian jang salah, bahwa Indonesia hanja kenal dua matjam kaju, ja-itu kaju djati dan jang lain wildhout. Sedangkan letaknja adalah banjak pada wildhout, dengan perubahan technis penga-wetan daripada kaju jang dinamakan kaju jang tidak berwali-tet tinggi itu (jang sebetulnja masih diragukan, kebenaran pendapat ini) sehingga sector kaju djati dapat semata-mata ditudjukan kepada sector ekspor.

Dengan kesulitan-kesulitan mendapat kaju ini, pihak-pi-hak penggeradjian dapat setudju, djika djuga dari pipihak-pi-hak pertanian, terutama disini pihak kehutanan, melakukan suatu pekerdjaan pembukaan hutan-hutan. Dan keadaan hutan-hutan di Indonesia pada umumnja, terutama bersifat jang tidak ge-cultiveerd dan ada sebagian ketjil jang gege-cultiveerd.

Sedangkan dari fihak jang gecultiveerd, terutama bidang pi-nus itu kajunja hendaknja ditudjukan kepada projek industri jang lain, jaitu industri kertas. Djadi fihak jang tidak ge-cultiveerd itu didalam pembukaannja supaja dimasukkan ren-tjana gecultiveerd sehingga dalam waktu jang tertentu kita mendapat satu continuiteit dan matjam tjorak kaju jang sama untuk mendjamin kelandjarannja industri. Perluasan daripada penggergadjian dapat dikerdjakan lebih landjut dengan penje-diaan tjuku devisen dan pembikinan alat-alat mesin jang da-pat dikerdjakan di Indonesia, mengingat rantjangan pembangu-nan rentjana daripada housing centre dalam pembangupembangu-nan rumah-rumah daerah dan desa. Djuga dapat ditambahkan dengan hasil penggergadjian, ditudjukan kepada bidang export. Dengan melakukan penggergadjian, meminta investment jang tidak besar dan hanja memerlukan devisen jang cenmalig jaitu pendatangan mesin-mesin sadja, maka menurut pendapat kami penanaman modal didalamnja tidaklah begitu besar dibandingkan dengan sector-sektor industri lain, sedangkan sifatnja industri kaju ini adalah sangat quick-yielding sehingga dalam waktu singkat dapat memberikan hasil jang njata.

Djuga dari bidang industri kaju, disamping seperti jang kami kemukakan pengawetan kaju, djuga perlu penambahan daripada industri penjediaan kaju jang meliputi bidang pembungkus jang dinamakan triplex

(21)

dan jang lain untuk keperluan rumah-tangga.

Saja kira jang mengenai bidang hubungan kehutanan de-ngan fihak industri pada saat ini, selain daripada mengenai bidang penggergadjian, djuga kita didalam pembukaan hutan-hutan baru ini, ditjakupkan projek-projek industri kimia dan bisa menghasilkan bahan-bahan kimia baru. Dan pada industri hutan ini merupakan bijproduct, tetapi pada industri kimia kelandjutan merupakan hoofdproduct untuk produksinja.

Saja kira untuk sementara dari itu sudah kami djawab dan seperti saja kemukakan tadi, karena tidak adanja angka-angka jang tepat pada kami pada saat sekarang ini, akan kami susul-kan setjara tertulis dari Djakarta, mengingat banjak angka-angka itu masih ada di Djakarta, karena pada panggilan rapat ini pada permulaan kami tidak mengetahui pertanjaan apa jang akan adjukan sehingga persiapan-persiapan untuk djawabannja tidak dapat kami adakan pada saat sekarang. Sekian.

KETUA: Saja mengutjapkan terima kasih atas djawaban jang diberikan walaupun dalam beberapa hal sudah ketularan dari-pada penjakit jang dimulai oleh Saudara Siauw Giok Tjan jaitu memberi djawaban jang setjara diplomatis.

Setjara kongkrit perbandingan tahun 1956 hingga tahun 1957 sekarang bagaimana kira-kira tahun 1959 – 1960 ini. Sudah ada penggeseran perbandingan ini, ja atau tidak. Setjara pemandangan umum bias djuga, ini tidak perlu setjara kongkrit. Akan tetapi bagaimana itu?

DRS ZAKARIA RAIB: Seperti saja kemukakan tadi pada saat sekarang menurun dari fihak industri kaju, terketjuali kalau segera diadakan perbaikan-perbaikan seperti saja kemukakan tadi perubahan daripada penggunaan djati dengan kaju-kaju jang lain, mengingat taraf pembukaan-pembukaan tanah jang se-karang berdjalan berada terutama didaerah transmigrasi di Lom-pong dimana pada kenjataannja kaju-kaju ditebang tidak diper-gunakan atau diolah dalam penggergadjian, tetapi umumnja setjara sangat tidak dapat dipertanggung-djawabkan dilakukan pembakaran-pembakaran jang bersifat merugikan.

Dan djuga factor pengangkutan mempengaruhi dapatnja terlaksa-nanja pendatangan kaju-kaju dari luar Djawa ke Djawa, dimana umumnja penggergadjian itu sangat menurun.

Mengenai tjara kerdja dapat diambil kesimpulan, bahwa pada saat sekarang penggergadjian kaju, didalam pengumpulan angka-angka jang kami dapat,

(22)

sekarang bekerdja kurang lebih 40 prosen daripada djalannja pada masa jang lalu, dan dengan sendirinja dapat kita lihat perbandingan jang sebetulnja sangat kunstmating ditimbulkan tidak lagi 56 : 44, djadi sudah menurun. Tetapi sebetulnja ini bias sekurang-kurangnja dapat dipertahankan djika, seper-ti dikemukakan tadi, dilakukan seper-tindakan-seper-tindakan untuk mem-perbaiki persediaan kaju bagi penggergajian ini. Karena dari tahun 1957 sampai saat ini didalam potentieel ca-paciteit penggergadjian tidak ada tambahan satupun djuga, me-ngingat tidak tersedianja devisen untuk pendapatan mesin-mesin. Djadi untuk meningkatkan perbandingan ini bias dila-kukan dengan tjara penambahan persediaan kaju atau mengganti persediaan kaju matjam lain dan penambahan mesin-mesin untuk mempertinggi potensi daripada penggergadjian tersebut.

KETUA: Terima kasih saja utjapkan kepada tambahan dari-pada explanation ini.

Sekarang saja meminta pendjelasan dari Saudara Kolonel Suhardi tentang perkembangan industri dalam taraf sekarang dan nanti dengan meninggalkan bidang agriculture dan menam-bah kepada bidang industri dan istimewa saja minta perhatian dalam hal ini bagaimana tempatnja industri berat pada waktu sekarang dan pada waktu nanti menurut rentjana 3 tahun dari Departemen Pertanian.

KOLONEL SUHARDI: Saudara Ketua, mengenai pertanjaan pertama bagaimana perbandingan pengeluaran dalam sector in-dustri pertanian dan sector inin-dustri non-pertanian, saja ti-dak dapat mendjawab, memang titi-dak pernah memperhatikan.

Mengenai pertanjaan kedua, berapa perbandingan jang harus diadakan didalam pengeluaran-pengeluaran jang akan da-tang dan investasi-investasi dihari depan untuk merubah negara kita dari negara agraria kenegara industri, dengan sendirinja kita harus berpidjak pada kenjataan pada saat ini, dan bagaimana dihari-hari depan tingkat-tingkat jang harus kita lalui. Pada saat ini sebetulnja pendapatan negara ter-utama djuga dibidang mendapatkan deviezen sangat tergantung atau boleh dikatakan seluruhnja, ketjuali minjak dan bebera-pa sector pertambangan, terletak dibidang pertanian, dan da-lam hal ini adalah karet. Djadi kita harus disamping uang jang akan kita keluarkan terutama kita harus memikirkan kapasitet daripada tenaga kita untuk dialihkan dari sector pertanian kesektor industri.

Djadi ………..

(23)

-Djadi tidak hanja digantungkan kepada kekuatan membajar mesin-mesin untuk mengalihkan sector pertanian kepada sector industri, te-tapi kita harus djuga memikirkan akan kapasitas daripada universitas-universitas dan sekolah-sekolah jang ada pada kita untuk mendapatkan tenaga untuk mengalihkan itu.

Memang didalam waktu jang lalu (rapat jang lalu), kita sudah mengata-kan bahwa kita djuga ingin sekali mendjadi negara jang sangat kuat, dalam industrinja progressif dan supaja Bangsa Indonesia djangan terlalu sloom seperti sekarang. Seperti perbandingan, di Amerika um-pamanja, 16% dari penduduknja bias memberikan makanan kepada seluruh rakjatnja, malahan murah-murah, tetapi Indonesia 70% dissector perta-nian disini beras sadja tiap tahun masih mengimport 100 djuta dollar, uang jang diperlukan untuk pembangunan dibidang lain. Djadi dalam hal ini saja tidak bias sekaligus mendjawab pertanjaan Saudara Ketua, berapa % jang harus di-investeer didalam pertanian dan dalam perin-dustrian. Terutama sebetulnja dalam djangka waktu 5 tahun, apa jang kita hendaki, apa jang mendjadi suatu politik beleid daripada ne-gara kita untuk mentjapai tingkatan itu, apa jang direntjanakan, jang mendjadi program daripada negara – dalam hal ini saja tidak menjebut-kan Pemerintah – tetapi rakjat keseluruhannja. Sampai sekarang umpa-manja karet sadja kita sudah terbelakang dibandingkan dengan Malaja, suatu sector jang sangat menghasilkan deviezen banjak.

Dengan keadaan karet jang begitu djelek, sehingga pada suatu saat kita sama sekali akan terbelakang, maka hal ini mesti perlu invest-ment jang agak besar. Umpama keadaan gula jang pada waktu sekarang gemiddeldo pemakaian adalah 8 Kg., kalau dibandingkan sebelum perang 4½ Kg, suatu kemadjuan besar dan peningkatan ini akan terus dan pada suatu saat kita djuga akan mendapat kesulitan akan gula. Dan da-lam kebutuhan pokok pangan kita sadja belum dikatakan, belum dising-gung dan sebagainja, sedangkan dalam Kabinet sekarang menetapkan pangan jang memang kita masih sangat kekurangan. Djadi pertanjaan se-tjara kongkrit belum dapat saja djawab berapa % harus investeer di-dalam bidang pertanian, berapa % didi-dalam bidang perindustrian. Itu memerlukan terutama beleid politik jang djelas dulu. Sekarang kita harus mengadakan perhitungan jang lebih mendalam, kalau kita mau mem-berikan djawaban jang kongkrit.

Kemudian mengenai dalam sector beras terutama jang ditanjakan oleh Saudara Ketua. Sampai sekarang kita masih mengimport sedjumlah jang tidak sedikit, artinja dipandang dari produksi kita pada saat ini memang tidak besar, tetapi ditindjau dari sudut pengeluaran uang,

(24)

terutama uang Luar Negeri adalah sangat besar dan uang ini diperlukan untuk pembangunan dissector lain. Didalam rentjana Departemen perta-nian untuk dalam waktu 3 tahun selfsufficient, djangka itu adalah berdasarkan atas investment-investment jang tidak terlalu muluk-muluk, tetapi atas apa-apa jang menurut pandangan para ahli tehnik sudah da-pat dilaksanakan dan tudjuan pokok daripada rentjana ini ialah teru-tama untuk menghilangkan pengeluaran dulu, pengeluaran devizen jang sekian besar itu kita ingin hilangkan dulu.

Itulah jang sebagai pokok. Kemudian djuga ada dasar lain jang diper-gunakan untuk ini ialah ketenangan hidup didalam bangsa kita, dimana beras itu menimbulkan kesulitan-kesulitan jang besar terutama pada tahun 1955.

Kemudian tindjauan didalam keadaan-keadaan

andaikata ada kedjadian jang sukar, maka kita terutama akan mendapat-kan kesulitan-kesulitan supply, kalau kita menggantungmendapat-kan diri kepada negara-negara lain.

Didalam kedudukan kita mengenai hal beras, djuga dapat mempenga-ruhi kedudukan bangsa kita didalam politik luar negeri kita, karena kita oleh negara-negara jang dapat memberikan beras kepada kita, da-lam bergeningnja kita akan selalu dada-lam kedudukan jang sangat lemah dan di-uitbuiten oleh negara-negara itu untuk mendesak kepada kita kehendak mereka.

Djadi rentjana 3 tahun itu pertama-tama didasarkan atas kita ha-rus selfsufficient, terutama uang 100 djuta, dollar jang dikeluarkan itu harus dihilangkan dulu. Kemudian baru menjusul rentjana-rentjana lain jang sekarang sedang dalam persiapan, umpamanja sadja mengenai regional planning daripada beras, hingga menurut apa jang djuga di-tanjakan oleh Saudara-saudara dari anggota DEPERNAS bagaimana rentjana beras ini dengan kompartimen-kompartimen pertahanan wilajah. Inipun lambat laun akan disesuaikan dengan kemungkinan-kemungkinan daerah jang memerlukan tidak ada verschuivingen daripada beras ini kedaerah-daerah lain, tidak kunstmatig seperti sekarang dengan peraturan-pera-turan tetapi dengan menimbulkan produksi-produksi didaerah-daerah itu.

Kemudian mengenai pertanjaan Saudara Ketua, mengenai industri beras, terutama hubungannja dengan penggilingan, ialah bahwa pada saat ini kapasitet daripada penggilingan beras di Indonesia hanja men-tjukupi 10% daripada produksi capacitet dan penggilingan-penggilingan itu kira-kira 75% atau lebih adalah didirikan atau dibeli sebelum perang. Djadi keadaannja memang sangat menjedihkan dan memang sedang direntjanakan untuk memperbesar kapasitet dengan pendirian-pendirian

Baru ………..

(25)

-baru daripada penggilingan-penggilingan beras ini. Ketjuali daripada itu dengan kehilangan-kehilangan artinja waste karena ditumbuk, itu djuga sangat besar. Paling sedikit toch antara 3 sampai 5%, sedang kebutuhan kita itu rata-rata 10%. Dengan perobahan ini sadja sebetul-nja sudah dapat menutupi kehilangan-kehilangan jang disebabkan oleh tjara menggiling kita itu.

Saja kira ini buat sementara tjukup djawaban saja mengenai per-tanjaan Saudara Ketua.

KETUA: Saja mengutjapkan terima kasih terhadap djawaban jang dimadjukan, djuga jang berhubungan dengan situasi industri beras itu tadi.

Kopi sudah menanti, maka agar supaja djangan dingin kembali maka rapat saja tangguhkan selama setengah-djam, dan nanti rapat saja landjutkan dengan pertanjaan-pertanjaan kepada Saudara-saudara jang tadi telah saja sebutkan.

Rapat saja tangguhkan.

(RAPAT DITANGGUHKAN PADA DJAM: 11.07 DAN DISUKA KEMBALI PADA DJAM : 11.45).

KETUA: Mari kita landjutkan rapat kita ini, dengan mengharap-kan pendjelasan dari Saudara Zahar, Saudara Siauw Giok Tjhan dan Saudara Anondo.

Sebelum saja memberikan kesempatan kepada Saudara Zahar, maka dapat saja kabarkan bahwa Departemen Kehakiman telah diberitahukan bahwa Saudara Tan Tjin Len akan datang kesana. Dan djuga kalau me-merlukan leteratur mengenai octrooi internasional, saja mengetahui bahwa di Departemen Luar Negeri mempunjai library dan disana djuga ada.

Dan ada lagi library ketjil kepunjaan Swasta di Djalan Dipone-goro 10 Djakarta, itu djuga dapat Saudara pakai dan nanti saja akan beritahukan kepada teman saja jang mempunjai library Swasta itu tadi.

Djadi saja harapkan betul supaja octroci ditindjau sebaik-baiknja, karena penting buat perkembangan industri jang akan dipertimbangkan sampai kemana octrooi-octrooi itu dan djuga hak tjipta, mungkin diadakan pembitjaraan-pembitjaraan atau tidak diadakan pembitjaran-pembitjaraan, dengan segala keinsafan untuk memadjukan industri baik jang berupa peraturan-peraturan jang mengenai product dan precede daripada hak octrooi itu.

Sekarang saja persilakan Saudara Zahar dan pertama pula, ja-itu jang berhubungan dengan pekerdjaan dan hasil-hasil pekerdjaan dari working group dari Biro Pusat Statistik jang telah berhasil me-ngadakan penindjauan jang sebaik-baiknja. Saudara Zahar saja persi-lakan.

(26)

Sekarang Saudara Ketua jang terhormat, berhubungan dengan perki-raan-perkiraan pendapatan nasional, Biro Statistik telah membentuk suatu Working Group of National Income Committee didalam mana duduk pula Dr Gold dari United Nation.

Pada waktu ini baru dapat diselesaikan factor agraria sebagai satu contribution to the National Income of Indonesia untuk tahun 1957 dan tahun 1958. dan hasil itu sudah disampaikan kepada DEPERNAS dalam buku bernama : “The Contribution to the National Income of In-donesia 1957, 1958 by the Agriculture Sector.

KETUA: Laporan itu ada dihadapan saja sekarang.

F. ZAHAR: Perkiraan-perkiraan sector tambang, perindustrian, pengangkutan, perdagangan dan sebagainja sedang berlangsung dan kelak akan disampaikan kepada DEPERNAS sebagai angka-angka perkiraan pendapatan nasional jang dapat dipertanggung djawabkan oleh Biro Pu-sat Statistik.

Angka-angka jang telah disusun oleh rombongan kerdja atas permin-taan Saudara Mr Elkana Tobing dan jang telah disampaikan kepada DEPER-NAS itu, adalah suatu perkiraan pendapatan nasional jang merupakan suatu gambaran kasar sadja, angka-angka mana adalah diluar tanggung-an Biro Pusat Statistik, karena dibuat diluar Working Group jtanggung-ang di-bentuk setjara resmi. Akan tetapi angka-angka itu dapat dipergunakan sebagai pegangan, karena sedikit tersedianja angka-angka, dalam pada itu. Memenuhi permintaan pihak DEPERNAS untuk membuat suatu perkiraan-per-kiraan pendapatan nasional tahun 1957, 1958 dan 1960 diadakan suatu Rombongan Kerdja atas pimpinan Saudara Mr Elkana Tobing, terdiri dari beberapa Anggota DEPERNAS Seksi Keuangan, diantaranja Drs Trimurti.

Ada tiga waktu perkiraan jang dibuat dalam pada itu, soal ini berhubung dengan waktu jang singkat dan kurang bahan-bahan statistik jang diperlukan. Dan hasil rapat-rapat rombongan kerdja ini adalah, atau hendaknja, dianggap diluar tanggungan Biro Pusat Statistik.

Ada tiga matjam perkiraan jang dibuat dalam pada itu, hal ini berhubung dengan waktu jang singkat itu.

Pertama : dari hasil-hasil perkiraan jang dibuat oleh Neumark dan Sau-dara Drs Muljatno adalah sebagai berikut:

Tahun 1951 current prices dalam miljard rupiah 6,45 Tahun 1952 80,7

Tahun 1953 82,8 Tahun 1954 86,2

Tahun 1955 118,9

Diutjapkan ………..

(27)

-Diutjapkan dalam harga-harga tahun 1952 untuk : tahun 1951 78,6

tahun 1952 80,7 tahun 1953 88,6 tahun 1954 94,1 tahun 1955 95,5

Dan diutjapkan dalam harga-harga tahun 1955: tahun 1951 101,3

tahun 1952 102,3

tahun 1953 109.1

tahun 1954 116,7

dan tahun 1955 118,9

Berdasarkan 55 prices rata-rata procentase kenaikan sebagai errosmetic average adalah kurang lebih 4%. Bila untuk selandjut-nja, dus keadaan adalah sama sebagai suatu esumption dengan ta-hun-tahun 1955 sampai tahun 1958, maka pendapatan nasional men-djadi :

tahun 1956 123,6

tahun 1957 128

tahun 1958 133

tahun 1959 138

dan tahun 1960 144

Tjara kedua, hendaklah dalam tjara kedua ini digunakan suatu angka-angka sector pertanian sebagai pangkal bertolak. Dari hasil perkiraan dari Working greppoof national income committee sector pertanian, in current prices terhadap pendapatan nasional adalah sebesar 67,1 miljard untuk tahun 1957 dan 105,2 miljard untuk ta-hun 1958.

Diketahui bahwa porsi sector pertanian dari net domestic product dalam tahun 1955 jang berasal dari Drs Muljatno adalah 56% atau dengan kata lain perbandingan antara pertanian dan bukan pertain-an adalah 56 terhadap 44. dari data-data jpertain-ang dapat dikumpulkpertain-an dalam sector bukan pertanian dalam tahun 1958, terlihat atau me-nundjukkan kemunduran-kemunduran, misalnja dalam sector industri, pengangkutan dan lain-lain. Dengan demikian pasti bahwa perbanding-an diatas tidak akperbanding-an sesuai lagi. Djadi berarti bahwa porsi sector pertanian terhadap N.D.P. itu dalam tahun 1958 akan mendjadi lebih besar.

Bila diingat keadaan diatas ini dan diandaikan dalam arti to assume, bahwa keadaan setelah minimal 55 prosen, dalam hal per-bandingan antara sector pertanian dan bukan pertanian akan mendjadi

(28)

60 terhadap 40, maka angka-angka N.D.P. akan mendjadi dalam current prices tahun 1955: 118,9 dan tahun 1958 diperhitungkan 100 : 60 x 105,2 sebagai hasil dari National Group itu mendjadi 175,3. rata-rata ke-naikan dengan system compound interest rate akan mendjadi 13,8% se-hingga N.D.P. mendjadi :

tahun 1956 135

tahun 1957 154

tahun 1958 175

tahun 1959 199

dan tahun 1960 227

Tjara ketiga adalah merupakan suatu variasi dari perkiraan kedua jakni sebagai berikut :

Dari visical induces (?) diketahui bahwa sector pertanian da-lam 1958 naik kurang lebih dengan 10 prosen. Bila sector pertanian keadaannja akan kurang lebih, menundjukan kenaikan jang sama jaitu 10 prosen maka pertanian dalam harga-harga tahun 1958 akan sebagai berikut:

tahun 1958 105,2

tahun 1959 115,7

dan tahun 1960 127,3

dengan mengingat bahwa sector bukan pertanian menundjukan penurunan maka dengan sendirinja portie sector pertanian akan mendjadi lebih besar. Bila diketahui atau diumpamakan, bahwa perbandingan antara sector pertanian dan bukan pertanian adalah sebagai berikut :

tahun 1958 58 terhadap 42 tahun 1959 60 terhadap 40 dan tahun 1960 62 terhadap 78 maka N.D.P. mendjadi untuk

tahun 1958 181,4

tahun 1959 192,8

dan tahun 1960 205,3

Inilah hasil dari rombongan kerdja jang dipimpin oleh Saudara Mr Elkana Tobing sebagai angka-angka pegangan untuk perkiraan penda-patan nasional tahun 1957, 1958 dan 1960.

KETUA: Terima kasih saja utjapkan, sekarang saja persilakan Saudara Ir Anondo untuk menambah pemandangan jang telah diuraikan oleh Saudara Drs Zakaria tadi.

IR ANONDO: Saudara Ketua, mengenai soal perbandingan jang di-tanjakan oleh Saudara Ketua, bagaimana situasi daripada perbandingan ini didalam tahun 1959/1960 kalau disamakan dengan tahun 1957, menge-nai sector pertanian dan sector non-pertanian, dapat kami kemukakan

(29)

bahwa mengenai projek-projek itu pada umumnja, angka-angka perbandingan ini tidak banjak penggeserannja. Pada umumnja soal biaja daripada projek-projek ini untuk tahun-tahun terachir ini, sangat dipengaruhi oleh anggaran belandja, oleh karena hingga sekarang sistim daripada pembiajaan ini mengenai sector Pemerin-tah ini diletakkan pada pembiajaan dengan anggaran Belandja.

Sekarang kami akan meningkat pada pertanjaan mengenai berapa prosen modal uang jang akan dipergunakan guna projek agriculture dan non-agriculture dalam hubungannja dengan adanja penggeseran dari perubahan struktur dari agriculture ke industrialisasi.

Sudah terang bahwa didalam hal ini saja tidak akan bias me-ngemukakan hal mengenai angka-angkanja, akan tetapi saja akan mentjoba untuk memberikan beberapa indikasi sebagai gambaran me-ngenai tendensi daripada perkembangan penggeseran disektor perta-nian dan disektor bukan pertaperta-nian.

Pada umumnja ……….

(30)

-Pada umumnja buat pertanian, buat tahun jang akan datang ini, kita akan mengharapkan atau dapat memperhitungkan adanja investment se-bagai follow-up atau sese-bagai planning dari program pangan jang di-kemukakan oleh Pemerintah dan sudah didjalankan pada waktu seka-rang ini. Dalam hal ini rentjana-rentjana dari fihak Departemen Pertanian, seperti rentjana 3 tahun itu bias dimasukan dalam rangka program pangan ini. Selain dari pada itu mungkin kita akan bisa mengharapkan investment-investment didalam sector pertanian dalam lapangan hasil-hasil pertanian untuk export dalam bentuk mungkin adanja rehabiliteit dari perkebunan-perkebunan karet dan lain-la-innja, jang nanti akan menghasilkan bahan-bahan untuk export itu, mungkin dalam bentuk replanting dan lain-lain ini investment jang bisa kita harapkan dilapangan pertanian.

Kalau kita sekarang meningkat kepada sector industri, maka dalam hubungannja dengan pembentukan dari pada projek industri un-tuk program pangan, kita akan mengharapkan adanja investment-invest ment dari pada modal untuk perusahaan tjukup dan disector sandang kita akan mengharapkan akan adanja investment-investment didalam sector tekstiel, didalam oleh Pemerintah sekarang dititik beratkan mengenai pengeluasan daripada investment didalam sector textile ini pada memperluas kapasitet daripada pemintalan-pemintalan untuk bisa inhalen achterstand daripada kapasitet pemintalan ini terha-dap kapasitet pertenunan jang sekarang ini sudah agak lumajan ka-pasitetnja. Ini didalam sector Sandang dan Pangan.

Kalau kita sekarang meningkat kepada projek-projek industri lainnja, maka dapat kita kemukakan, bahwa didalam lapangan basic industry kita dapat mengharapkan investment didalam projek-projek besi/badja, projek-projek kimia dan projek-projek non-ferres jang akan mengutamakan pengolahan dari pada bahan-bahan seperti bauxite dan kemudian badjanja untuk pembikinan aluminium.

Sekarang kalau kita meningkatkan kepada projek-projek dilapang-an pertambdilapang-angdilapang-an maka dapat kita sebutkdilapang-an disini addilapang-anja investasi-investasi didalam tambang besi untuk membentuk projek-projek besi, badja, termasuk djuga tambang batu bara, tambang bauxite untuk mem-bantu projek-projek industri dalam bidang non-ferres.

Selain dari pada itu masih ada projek-projek pertambangan nickel, dan jang penting djuga , projek-projek untuk pertambangan minjak. Dalam soal minjak ini mungkin oleh Seksi Keuangan dulu telah diadakan pembitjaraan dengan Saudara Mr Basarudin Nasution jang dengan pandjang lebar telah mengemukakan tentang soal keha-rusannja untuk mengembangkan pertambangan minjak setjara tjepat.

Disamping itu masih ada beberapa projek-projek ketjil dila-pangan pertambangan, jaitu untuk menghasilkan emas, mangaan, asbes dan lain-lain pertambangan jang tidak begitu penting untuk dikemu-kakan disini.

Hingga sekarang ini kita kemukakan sector industri dan

Referensi

Dokumen terkait

pengamatan yang sama pada warna yang ditimbulkan setelah penyemprotan.masing- masing kertas saring timbul titik berwarna merah dengan harga Rf berturut-turut adalah

Berdasarkan hasil evaluasi dimensi up flow filter pada IPAL rumah sakit, bahwa dimensi unit berdasarkan kriteria disain telah memenuhi sedangkan untuk waktu detensi tidak sesuai,

I Komang Suka Wibawa, S.Kom., selaku Guru Mata Pelajaran Administrasi Infrastruktur Jaringan Teknik Komputer dan Jaringan SMK TI Bali Global Singaraja yang telah dengan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan prekuensi perkembangan dari generalized myasthenia gravis pada rentan waktu 2 tahun di pasien yang menunjukan

Gambar 81 Adipati Kalang dan Kasan Besari mengawasi Kembang Sore dan Pangeran Lembu Peteng yang sedang terlibat asmara

Usahatani caisin di Kecamatan Nagrak secara ekonomis belum efisien hal ini dapat dilihat dari rasio NPM terhadap BKM tidak ada yang bernilai 1, faktor produksi pupuk kimia,

Berdasarkan Uraian diatas prosedur penyelesaian kredit bermasalah yang timbul dalam perjanjian kredit Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KP-RI) Tirta Darma Kabupaten Soppeng,