• Tidak ada hasil yang ditemukan

Badan penanaman Modal dan pelayanan Perijinan Terpadu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Badan penanaman Modal dan pelayanan Perijinan Terpadu"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Rencana Umum Pengadaan

(Melalui Penyedia)

K/L/D/I

: Kabupaten Manggarai Timur

Satuan Kerja

: BADAN PENANAMAN MODAL DAERAH DAN PELAYANAN PERIJINAN TERPADU

Tahun Anggaran

: 2014

No

Kegiatan

Nama Paket

Jenis

Volume

Pagu

Sumber

Dana

Lokasi

Pekerjaan

Pemilihan

Penyedia

Pelaksanaan

Pekerjaan

Keterangan U

1. Pengadaan Peralatan Gedung Kantor

Belanja Modal Pengadaan Komputer dan Belanja Modal Pengadaan Printer

JB: Modal

JP: Barang 7 unit Rp. 21.000.000,00 APBD Borong

awal: akhir:

01/04/2014 30/06/2014

awal: akhir:

01/04/2014 30/06/2014

Belanja Modal Pengadaan Komputer/PC 2 unit dan Belanja Modal Pengadaan Printer 5 Unit

2. Pengembangan Potensi Unggulan Daerah

Belanja Jasa Konsultansi Penelitian JB: Barang/jasa JP: Jasa Konsultansi

1 paket Rp. 55.000.000,00 APBD Kab. Manggarai Timur

awal: akhir:

01/04/2014 30/06/2014

awal: akhir:

01/04/2014 30/06/2014

Belanja Jasa Konsultasi Pembuatan Buku, Liflet dan Video Potensi Investasi

TOTAL PAGU

Rp. 76.000.000,00

Borong, 17 Maret 2014

a.n. Kepala BPMDP2T PLT Sekretaris

Drs. Remigius Gonsa Tombor

NIP: 19681001 199403 1 009

JB

JP

U

: Jenis Belanja

: Jenis Pengadaan

: Umumkan

data per 16/04/2014

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian diperoleh bahwa kualitas pelayanan perizinan IMB di Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Kabupaten Blora belum optimal, karena masih ditemukan

Badan Penanaman Modal dan Perijinan (BPMP) Kabupaten Lamongan telah mereformasi pelayanan namun tidak cukup berdampak baik bagi kualitas pelayanan mengingat masih banyak

Kewenangan Perizinan Badan Penanaman Modal Daerah dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Bungo terdapat dalam Pasal 13 Peraturan Bupati Nomor 4 Tahun 2013 tentang Uraian Tugas

Badan Penanaman Modal dan Perijinan (BPMP) Kabupaten Lamongan telah mereformasi pelayanan namun tidak cukup berdampak baik bagi kualitas pelayanan mengingat masih banyak

Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Provinsi Kepulauan Bangka.

Pelayanan Pengurusan Perizinan Di Kantor Badan Pelayanan Terpadu Perizinan Dan Penanaman Modal Kabupaten Rokan Hulu tahun 2013-2014 masih kurang baik, ini dapat

Sesuai dengan tugas dan fungsinya, tantangan pembangunan di bidang penanaman modal daerah yang diemban oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu

Maksud disusunnya Renstra Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Pesisir Selatan ini adalah sebagai pedoman dalam penyusunan Rencanan Kerja Tahunan