• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penanganan Kejahatan Perbankan Konvensional Berbasis Teknologi Informasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Penanganan Kejahatan Perbankan Konvensional Berbasis Teknologi Informasi oleh Otoritas Jasa Keuangan"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

Buku

Ais, Chatamarrasjid, Hukum Perbankan Nasional Indonesia, Jakarta: Kencana Prenadamedia Group, 2014.

Arif, Barda Nawawi. Strategi Penanggulangan Kejahatan Telematika. Semarang: Universitas Atma Jaya Yogyakarta, 2010.

Bismar Nasution, “Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan : Kajian Terhadap Independensi dan Pengintegrasian Pengawasan Lembaga Keuangan”, Medan : disampaikan pada Sosialisasi Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan Era Baru Pengawasan Sektor Jasa Keuangan yang Terintegrasi, 8 juni 2012.

Komaruddin Sastradipoera, Strategi Manajemen Bisnis Perbankan (Konsep dan Implementasi Untuk Bersaing), Bandung: Kappa-Sigma, 2004.

Subekti, R. Hukum Pembuktian. Jakarta: Pradnya Paramita, 1983.

Shafi,Shafi. Perlindungan Konsumen dan Instrumen-instrumen Hukumnya Bandung: Citra Aditya Bakti,2003.

Radjagukguk, Berman. Peranan Hukum di Indonesia : Menjaga Persatuan, Memulihkan Ekonomi dan Memperluas Sosial” Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2000.

Widjaja, Gunawan dan Ahmad Yani.Hukum Tentang Perlindungan Konsumen. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2003.

Sjahdeini, Remy. Kebebasan Berkontrak dan Perlindungan yang Seimbang bagi para Pihak dalam Perjanjian Kredit Bank di Indonesia.Jakarta: Institut Bankir Indonesia, 1993.

Subekti, R. Aspek-aspek Hukum Perikatan Nasional. Bandung: Alumni, 1976.

(2)

Prasetya, Ronny.”Pembobolan ATM, tinjauan hukum perlindungan nasabah

korban kejahatan perbankan”. Jakarta : PT. Prestasi Pustaka, 2010.

Shafi, Yusuf. Perlindungan Konsumen dan Instrumen-instrumen Hukumnya. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2003.

Jurnal

Andika Hendra Mustaqim, Otoritas Jasa Keuangan Sebagai Solusi Sistem Ekonomi Nasional, Jurnal Perspektif, Vol. VIII No. 1 Maret 2010.

Mahesa Jati Kusuma, Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Bank yang Menjadi Korban Kejahatan di Bidang Perbankan, Al’ Adl, Volume V

Nomor 9, Januari-Juni 2013.

Putra, M. Irwansyah. Peranan Otoritas Jasa Keuangan Dalam Melakukan Pengaturan dan Pengawasan Terhadap bank. Jurnal Hukum Ekonomi, Juni 2013, Volume II Nomor 1

Mahesa Jati Kusuma, Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Bank yang Menjadi Korban Kejahatan di Bidang Perbankan, Al’ Adl, Volume V Nomor 9, Januari-Juni 2013.

Nurtjipto, Aspek Hukum Penggunaan Agen dalam Breancless Banking Di Indonesia, Tesis, Pasca Sarjana Hukum, UI, 2012.

Otoritas Jasa Keuangan, “Diskusi Strategi Dan Penanganan Kejahatan Perbankan Berbasis Teknologi Informasi” (disampaikan pada : Focus Group Discussion – Kejahatan Perbankan Berbasis Teknologi Informasi: Strategi dan Penanganannya, pada tanggal 13 Mei 2014 di Jakarta.

Tim Perundang-undangan dan Pengkajian Hukum Direktorat Hukum Bank

Indonesia, “Urgensi Cyberlaw Di Indonesia Dalam Rangka Penanganan Cybercrime Di Sektor Perbankan”, Buletin Hukum Perbankan Dan Kebanksentralan, Volume 4 Nomor 2, Agustus 2006

(3)

Zulkarnain Sitompul, “Fungsi dan Tugas Otoritas Jasa Keuangan dalam menjaga stabilitas Sistem Keuangan”, Medan: Makalah disampaikan pada Seminar tentang Keberadaan Otoritas Jasa Keuangan untuk mewujudkan perkonomian nasional yang berkelanjutan dan stabil, 25 November 2014.

Peraturan Perundang-Undangan

Republik Indonesia, Undang-Undang No. 21 Tahun 2011 Tentang Otoritas Jasa Keuangan.

Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004Tentang Lembaga Penjamin Simpanan.

Republik Indonesia, Undang–Undang Nomor 7 Tahun 1992 Jo Undang-Undang Nomor10 Tahun 1998 Tentang Perbankan.

Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1999 Tentang Bank Indonesia.

Republik Indonesia.Peraturan Bank Indonesia No.9/15/PBI/2007/Tentang Penerapan Manajemen Risiko Dalam Penggunaan Teknologi Informasi Oleh Bank Umum.

Republik Indonesia, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 1/POJK.07/2013 Tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan.

Republik Indonesia, Peraturan Bank Indonesia No. 8/5/PBI/2006 tentang Mediasi Perbankan.

Republik Indonesia, Peraturan Bank Indonesia Nomor 9/15/2007 Tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi Oleh Bank Umum.

(4)

Internet

http://cybercrimeadalah.blogspot.co.id/2010/05/tugas-3-kejahatan-perbankan-berbasis-it.html (diakses tanggal 23 Maret 2016).

http://mediajabarkita.com/ekonomi/ekonomi-bisnis/ojk-polri-bahas-kejahatan- perbankan-berbasis-teknologistrategi-dan-penanganannya.html (diakses tanggal 23 Maret 2016).

http://fatih-io.biz/pengertian_definisi_perbankan_menurut_para_ahli.html (diakses pada 5 Juli 2016).

Tiga Modus Kejahatan Perbankan Mengancam Masyarakat. Sindonews.com. 27 Juli 2015, http://nasional.sindonews.com/read/1026441/149/tiga-modus-kejahatan-perbankan-mengancam-masyarakat-1437964142/3 (diakses tanggal 19 Agustus 2016).

http://dokumen.tips/documents/tugas-hukum-perbankan.html (diakses tanggal 19 Agustus 2016).

http://finansial.bisnis.com/read/20151203/90/498249/ternyata-ini-pemicu-utama-terjadinya-kejahatan-perbankan (diakses tanggal 20 Agustus 2016).

http://hwplaw.com/v2/index.php?option=com_content&view=article&id=20:fakto r-faktor-kejahatan-perbankan-di-indonesia&catid=4:articles&Itemid=9 (diakses tanggal 20 Agustus 2016).

Referensi

Dokumen terkait

Bank dalam menjalankan usahanya adalah menghimpun dana yang berasal dari masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat Bank merupakan lembaga penyimpanan uang

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2011 Tentang Otoritas Jasa Keuangan. Republik Indonesia, Perundang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 1968 Tentang

Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 1998 tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia untuk Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) di Bidang Penjamin Kewajiban

Dengan dibentuknya Otoritas Jasa Keuangan, Status Bank Indonesia tetap sebagai Bank Sentral Republik Indonesia, dan Kedudukan Bank Indonesia tetap sebagai lembaga

Peraturan Bank Indonesia Nomor 5/8/PBI/2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum mengatur agar masing-masing bank menerapkan manajemen risiko sebagai

Peraturan Bank Indonesia Nomor 5/8/PBI/2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum, telah mengklasifikasikan 8 bidang risiko dalam proses penerapan Manajemen Risiko,

Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia. Dan bukan itu saja dalam Pasal 8 menjelaskan bahwa Bank Indonesia memliliki 3 tugas yaitu : Pertama, menetapkan dan

Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 13/POJK.03/2015 Tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Perkreditan Rakyat Sebagai Upaya Menjaga Usaha dan Kesehatan Perbankan pada