• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Paparan Panas dan Redesign Personal Protective Clothingpada Pekerja Reduction Plantdi PT. Indonesia Asahan Aluminium

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisa Paparan Panas dan Redesign Personal Protective Clothingpada Pekerja Reduction Plantdi PT. Indonesia Asahan Aluminium"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tekanan panas merupakan salah satu kondisi kerja dari faktor fisik yang merupakan beban tambahan yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi para pekerja. Panas berlebih ditubuh akibat proses metabolisme tubuh ataupun paparan panas dari lingkungan kerja dapat menimbulkan masalah kesehatan, dari yang sangat ringan seperti heat rash, heat cramp, heat exhaustion, hingga yang serius yaitu heat stroke.

1

Berdasarkan penelitian sebelumnya terhadap pekerja pabrik industri manufaktur, tindakan berisiko yang dilakukan pekerja meningkat bersamaan dengan peningkatan temperatur pada lingkungan kerja diatas standar 240C WBGT. Risiko peningkatan panas inti tubuh pekerja akan meningkat 2 kali lebih besar dari pada pekerja yang bekerja dengan pakaian khusus dan waktu aklitimasi yang lebih lama.

2

1

Thomas E, Bernard. 2008. WBGT Clothing Adjustment Factors for Clouthing Ensemles and the Effects of Metabolic Demans. Florida : JHE LCC.

Evaluasi terhadap tekanan panas membutuhkan pengetahuan tentang penggunaan pakaian dan keadaan lingkungan. Insulasi reduksi pakaian memberikan efek yang lebih besar terhadap pertukaran panas. Pekerja yang telah terbiasa bekerja pada lingkungan panas dapat bekerja secara maksimal dengan

2

(2)

aklitimasi 20% dan penggunakaan pakaian kerja yang memiliki cairan pendingin khusus (ice vest), sehingga memberikan sensasi tetap dingin selama bekerja dan dapat bekerja lebih lama.

Penelitian ini dilakukan di PT. Indonesia Asahan Aluminium. PT INALUM memiliki beberapa departemen yaitu, Carbon Plant, Reduction Plant,

dan Casting Plant. Study kasus penelitian ini difokuskan pada Divisi Reduction Plant. Reduction Plant adalah tempat pembuatan aluminium cair, dimana pada

plant ini akan menentukan hasil produksi.

Penelitian pendahuluan dilakukan dengan pengukuran temperatur ruangan pada Reduction Plant PT. INALUM. Hasil pengukuran suhu ruangan adalah sebesar 500C. Hal Ini dapat dilihat pada Gambar 1.1

Gambar 1.1 Display yang Menunjukkan Temperatur Reduction Plant Suhu Ruangan

(3)

Berdasarkan Gambar 1.1 suhu ruangan pada bagian reduction plant

sebesar 500C menunjukan bahwa melebihi NAB 320

Kondisi tersebut mengakibatkan performansi kerja operator reduction plant yang tidak optimal. Hal ini disebabkan oleh pekerja yang tidak sanggup bekerja di reduction plant dalam waktu yang lama. Para pekerja hanya mampu bekerja didalam rentang waktu 20 sampai 40 menit. Setelah itu pekerja akan keluar dan mendinginkan badan selama 20 sampai 40 menit untuk melakukan aklitimasi tubuh. Kondisi tersebut terjadi secara berulang-ulang setiap hari pada pekerja. Proses aklimatisasi ini merupakan kegiatan yang bersifat non produktif bagi perusahaan. Maka penelitan pendahuluan ini mendapatkan bahwa persentase pekerja bekerja secara produktif dalam satu shift yaitu 33,33% sampai 66,6%. Hal ini menunjukkan bahwa waktu non produktif pekerja yang relatif besar dibandingkan dengan waktu produktif pekerja.

(4)

3

Menurut McLellan (2006) melakukan penelitian terhadap pekerja pengolahan limbah yang bekerja pada suhu exstrim 40o

Keluhan-keluhan pekerja mengenai personal protective clothing dan fasilitas kerja pada reduction plant telah direkapitulasi berdasarkan kuesioner pendahuluan yang telah diberikan. Rekapitulasi dapat dilihat pada Tabel 1.1

C, mengalami penuruan peformansi ketika bekerja sebanyak 45% tanpa menggunakan safety wear yang memadai. Kemudian dilakukan evaluasi terhadap safety wear dan didapatkan peningkatan peformansi pekerja menjadi 72% dengan menggunakan pakaian kerja

coveralls terhadap pekerja.

Tabel 1.1 Rekapitulasi Keluhan Pekerja Reduction Plant

No Jenis Keluhan Jumlah

Persentase keluhan pekerja yang tertinggi tentang kondisi keluhan pekerja terhadap fasilitas pendukung didapatkan bahwa tidak menyerap keringat

3

(5)

merupakan keluhan tertinggi, sehingga diperlukan solusi perbaikan pada aspek tersebut.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka permasalahan yang terdapat pada perusahaan adalah tingginya temperatur ruangan yang mencapai 400C sampai 500C sehingga mengakibatkan peformansi kerja operator pada

Reduction Plant yang tidak optimal yang ditandai oleh persentase waktu non produktif yang besar, sebesar 33,33% sampai 66,60%. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan usulan perbaikan terhadap personal protective clothing yang diharapkan mampu memberikan kenyaman termal sehingga mampu meningkatkan waktu produktif operator di reduction plant.

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan penelitian tugas akhir ini adalah desain usulan personal protective clothing bagi pekerja reduction plant, untuk meningkatkan kenyamanan pekerja. Tujuan ini dicapai dengan merancang ulang fasilitas kerja dengan pendekatan ergonomi dan perancangan produk.

Tujuan khusus yang ingin dicapai dalam penelitian tugas akhir ini adalah: 1. Mengetahui paparan panas yang diterima pekerja pada reduction plant.

2. Mengetahui batas waktu maksimal paparan pekerja pada reduction plant

3. Mengetahui efektivitas rancangan usulan personal protective clothing

(6)

1. Manfaat bagi mahasiswa

Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengaplikasikan teori yang diperoleh selama kuliah dan meningkatkan wawasan dalam menganalisis dan memecahkan masalah sebelum memasuki dunia kerja khususnya dalam hal pemecahan masalah berkaitan dengan rekayasa faktor manusia dan perancangan fasilitas kerja pendukung sebagai perbaikan dari permasalahan. 2. Manfaat bagi perusahaan.

Sebagai masukan bagi perusahaan dalam mengatasi permasalahan heat stress

di divisi reduction plant PT Indonesia Asahan Alunimium.

3. Bagi Departemen Teknik Industri USU

Mempererat hubungan kerja sama antara perusahaan dengan Departemen Teknik Industri USU.

1.4 Batasan Masalah dan Asumsi Penelitian

Batasan-batasan yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

1. Penelitian hanya dilakukan di reduction plant PT Indonesia Asahan Alunimium.

2. Usulan rancangan perbaikan masalah hanya untuk mengurangi tingkat heat stress melalui desain Personal Protective Clothing.

3. Rate of mechanical work sebesar 0 W/m2 dan tingkat metabolisme sebesar 180 W/m2

4. Metode yang digunakan adalah HSI (Heat Stress Index) dan WBGT (Wet Bulb Glope Temperature)

(7)

5. Usulan desain personal protective clothing dilakukan hanya pada upper protective cloth (pakaian pelindung bagian atas) dan lower protective cloth

(pakaian pelindung bagian bawah).

Asumsi-asumsi yang digunakan dalam penelitian adalah :

1. Faktor lingkungan kerja lain dianggap normal dan tidak mempengaruhi pekerja.

2. Pengukuran termal hanya diakukan pada kondisi cuaca normal (tidak dalam cuaca hujan)

3. Alat yang digunakan dalam keadaan baik dan sesuai standar.

1.5 Sistematika Penulisan Laporan

Sistematika penulisan tugas sarjana dapat dilihat sebagai berikut :

Bab I Pendahuluan, menguraikan latar belakang permasalahan yang mendasari penelitian dilakukan, perumusan permasalahan, tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan dan asumsi yang digunakan dalam penelitian dan sistematika penulisan tugas sarjana.

Bab II gambaran umum PT Indonesia Asahan Aluminium, ruang lingkup perusahaan, lokasi, struktur organisasi, tugas dan tanggung jawab, jumlah tenaga kerja dan jam kerja karyawan, dan sistem pengupahan,

(8)

mencakup tentang teori-teori yang mendukung permasalahan, teori mengenai konsep lingkungan termal, keseimbangan panas dan heat stress index.

Bab IV Metodologi Penelitian, menguraikan tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian yaitu persiapan penelitian meliputi penentuan lokasi penelitian, jenis penelitian, objek penelitian, kerangka berpikir, defenisi operasional, identifikasi variabel penelitian, instrumen pengumpulan data, populasi, teknik

sampling, sumber data, metode pengolahan data, blok diagram prosedur penelitian dan pengolahan data, analisis pemecahan masalah sampai kesimpulan dan saran.

Bab V Pengumpulan dan Pengolahan Data, memuat data yang diperoleh dari hasil pengamatan dan pengukuran yang dilakukan berupa pengumpulan data primer yaitu temperatur, kecepatan udara, kelembaban udara, data psikologi pekerja, dan data sekunder yaitu data spesifikasi bangunan.

Bab VI analisis dan pembahasan, meliputi analisis yaitu HSI dan WBGT,

duration limit exposure (DLE), analisis desain pakaian pelindung panas,

pembahasan keterkaitan antar variabel termal, pembahasan usulan perbaikan

personal protective clothing, pembahasan perbandingan kondisi aktual dengan desain usulan.

Gambar

Gambar 1.1 Display yang Menunjukkan Temperatur Reduction Plant
Tabel 1.1 Rekapitulasi Keluhan Pekerja Reduction Plant

Referensi

Dokumen terkait

Dengan adanya peningkatan detak jantung pada subjek 1 dapat dilihat bahwa subjek 1 mulai dapat mencerna musik tersebut dengan menyelaraskan dan menerima gelombang-gelombang

Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Zakaria yang mengatakan bawa: “Untuk mengatasi kurangnya tenaga PLKB dan PKB kami telah mengajukan permohonan

Danau Toba banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bepergian dari satu kota/desa ke kota/desa lain dengan menggunakan angkutan kapal melalui perairan

Peserta didik dapat menggunakan nalar yang berkaitan dengan: ˗ keterbatasan diri sebagai anugerah ˗ lawan jenis sebagai anugerah. ˗ keanekaragaman

Layanan kesehatan yang bermutu harus mampu memberikan informasi yang jelas tentang apa, siapa, kapan, di mana, dan bagaimana layanan kesehatan itu akan atau telah

Jauhar Arief Guru Dewasa Tk.I SMK Pawyatan Daha 1 Kota Kediri Jawa

terlibat dalam saluran ini adalah pedagang pengumpul desa (PPD) yang menjual nenas terhadap pedagang pengolah (processors and manufactures) dengan sistem penjualan biaya

Bertolak dari kenyataan tersebut, beberapa feminis terdorong untuk membangun model relasi baru yang tidak patriarkal, melainkan bersandar pada logika kesalingan