• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAILY RESEARCH. Market Preview. Senin, 30 Mei 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAILY RESEARCH. Market Preview. Senin, 30 Mei 2016"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

 Darmin: Kuartal II, pertumbuhan ekonomi di atas 5%.  LPKR baru raih marketing sales Rp 328 miliar.  Kurangi beban utang, TAXI jual aset non-produktif.  GWSA bidik laba bersih Rp 200 miliar.

DAILY RESEARCH

Statistics Highlight

Opening Today Nikkei AORD

 Change  

 

 

Market Preview

HSG  akhir  pekan  lalu  berhasil  melanjutkan  rebound  untuk  tiga  hari  perdagangan  berturut‐turut.  Dengan  dukungan  redahnya  resiko  capital  outflow,  IHSG  akhir  pekan  lalu  berhasil  ditutup  di  atas  level  4800  yakni  di  4814,731  atau  men‐ guat 30,166 poin (0,63%). Penguatan  IHSG  terutama  dipicu  redahnya  re‐ siko  pasar  saham  global  dan  kawa‐ san  setelah  pasar  optimis  rencana  kenaikan  tingkat  bunga  AS  dalam  waktu  dekat  tidak  akan  meng‐ ganggu  proses  pemulihan  ekonomi  negara  tersebut  dan  perekonomian  global  keseluruhan.  Redahnya  re‐ siko  pasar ini turut  berimbas positif  pada  pergerakan  rupiah  terhadap  dolar  AS  yang  berhasil  menguat  akhir pekan lalu di Rp13575, setelah 

hampir sepekan terakhir bergerak di atas Rp13600.  

  Saham  perbankan,  otomotif,  dan  konsumsi  menjadi  penopang  pen‐ guatan  IHSG.  Sedangkan  saham  pertambangan  dilanda  koreksi  setelah  harga  minyak mentah terkoreksi setelah sempat menyentuh USD50/barel hari sebe‐ lumnya.  Selama  sepekan  IHSG  berhasil  rebound  2,2%  setelah  selama  empat  pekan  sebelumnya  mengalam  koreksi.  Penguatan  IHSG  sepekan  kemarin  dito‐ pang redahnya resiko capital outflow tercermin dari pembelian bersih asing di  pasar saham mencapai Rp1,1 triliun. Sebelumnya selama empat pekan berturut ‐turut  asing  secara  konsisten  mencatatkan  penjualan  bersih.  Sementara  pasar  saham global akhir pekan lalu melanjutkan penguatannya. Indeks Eurostoxx di  kawasan Euro naik 0,24% di 3078,48. Di Wall Street indeks DJIA dan S&P masing ‐masing  menguat  0,25%  dan  0,43%  di  17873,22  dan  2099,06.  Harga  minyak  mentah di AS akhir pekan lalu kembali menguat 0,16% di USD49,56/barel. Se‐ lama  sepekan  indeks  DJIA  dan  S&P  masing‐masing  menguat  2,1%  dan  2,3%.  Sedangkan harga minyak mentah di AS sepekan kemarin naik 3,8%, menandai  penguatan untuk tiga pekan berturut‐turut.   

  Pasar saham global akhir pekan lalu optimis dengan pernyataan Yellen  yang  mengindikasikan  kenaikan  bunga  pada  bulan‐bulan  mendatang  mencer‐ minkan  kemampuan  perekonomian  negara  adidaya  tersebut.  Pada  perdagan‐ gan  awal  pekan  sekaligus  menjelang  akhir  Mei,  IHSG  diperkirakan  akan  ber‐ gerak bervariasi dibayangi aksi ambil untung. IHSG diperkirakan akan bergerak  di support 4790 hingga resisten di 4825 rawan koreksi.         S1 4790  S2 4770  R1 4825  R2 4840      Index Last Chg % DJIA  17873.32  45.03   0.25   S&P 500  2099.06  8.96   0.43   FTSE 100  6270.79  5.14   0.08   CAC 40  4515.74  3.10   0.07   DAX  10286.31  13.60   0.13   NIKKEI 225  16834.84  (31.16)  (0.18)  HANGSENG  20576.77  179.66   0.88   STI  2802.51  29.20   1.05   SHENZHEN  1807.04  (1.89)  (0.10)  SHANGHAI  2821.05  (1.39)  (0.05)  Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel)  49.68  0.30   0.61   CPO (RM/M.T)  2579.00  0.00   0.00   Gold (USD/T.oz)  1211.30  (10.80)  (0.88)  Nikel (USD/M.T  8420.00  45.00   0.54   Timah (USD/M.T)  16150.00  700.00   4.53   Coal (USD/M.T)  53.05  0.25   0.47   Exchange Rates Chg % IDR/USD  13580.00  10.00   0.07   USD/EUR  1.111  (0.01)  (0.71)  JPY/USD  110.72  0.75   0.68   IDR/SGD  9838.91  (33.99)  (0.34)  IDR/AUD  9756.57  (47.21)  (0.48)  TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE  55.85  3792  (0.08)  (0.14) 

Top Gainers IDR % Chg

MAGP‐W  2  100.00   1 

VICO‐W  3  50.00   1 

TELE‐W  500  25.00   100 

AKKU  220  17.00   32 

TIRT  140  16.70   20 

Top Losers IDR % Chg

MFMI  270  (10.00)  (30) 

SQMI  865  (9.90)  (95) 

BMSR  155  (9.90)  (17) 

LPPS  106  (8.60)  (10) 

BABP‐W  11  (8.30)  (1) 

Top Value IDR % (miliar) BBCA  13,000  (0.20)  419 B 

BBRI  10,400  1.00   408 B  BBNI  4,630  1.80   334 B  LPKR  985  4.20   315 B  ASII  6,700  2.30   282 B 

Top Volume IDR % (juta)

BKSL  85  6.30   578.109  SMRU  270  0.00   431.311  PPRO  376  5.60   330.336  LPKR  985  4.20   326.890  MYRX  770  0.70   263.030  IHSG 4,814.73 Change 30.17 Change (%) 0.63 Change (%/ytd) (7.89) Total Value (IDR triliun) 4.351 Total Volume (miliar saham) 4.003 Net Foreign Buy (IDR miliar) 362.000

(2)

News Update

2

 Darmin: Kuartal II, pertumbuhan ekonomi di atas 5%. Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi pada periode April hingga Juni mendatang akan meningkat ketimbang realisasi di kuartal sebelumnya. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal-II 2016 mencapai lebih dari 5%. Darmin Nasution, Menteri Koordinator Perekonomian mengatakan, langkah utama yang dilakukan pemerintah untuk memulihkan perekonomian yakni dengan memperbaiki iklim investasi di dalam negeri. Sebab itu, pemerintah akan terus memantau pengimplementasian paket kebijakan jilid pertama hingga ke-12 yang telah dikeluarkan sejak September lalu serta penyiapan infrastruktut dasar. Menurut dia, sejatinya upaya yang dilakukan pemerintah baru bisa dilihat dampak positifnya pada jangka menengah dan jangka panjang. Meski begitu, sinyal-sinyal penguatan perekonomian saat ini sudah mulai mengarah ke perbaikan. Darmin menjelaskan, pada tahun lalu, pertumbuhan ekonomi mencapai 4,7% pada tiga bulan pertama dan terus meningkat hingga 5,04% pada kuartal keempat. "Kami juga yakin akan mencapai di atas 5%, karena start-nya sudah pada 4,9% pada kuartal-I 2016," kata dia, pekan lalu. Namun, Darmin tidak merinci seberapa jauh kontribusi peningkatan investasi dari hasil deregulasi yang telah dilakukan pemerintah. Yang jelas, investor akan lebih senang berinvestasi langsung ketimbang obligasi karena adanya perbaikan iklim usaha dan penyediaan infrastruktur seperti pembangkit listrik dan jalan tol. (Kontan)

 LPKR baru raih marketing sales Rp 328 miliar. Emiten properti, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) baru mencatatkan marketing sales atau pra penjualan Rp 328 miliar sepanjang kuartal I 2016. Jumlah tersebut setara dengan 6,5% dari target yang dipatok perseroan tahun ini yakni Rp 5 triliun. Pencapaian tersebut juga turun 76,6% dari periode yang sama tahun 2015 yang berhasil mencatat pra penjualan sebesar Rp 1,4 triliun. Di kuartal I tahun lalu, perseroan malah berhasil merealisasikan 23,3% target marketing sales. Kontribusi terbesar pra penjualan tersebut berasal dari proyek anak usaha perseroan yakni PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) yakni menyumbang sebesar Rp 159 miliar. Sementara Rp 65 miliar didapat dari San Diego Hills Memorial Park dan Tanjung Bunga berkontribusi Rp 27 miliar. Rendahnya pencapaian tersebut lantaran LPKR berpandangan konservatif di kuartal I sehingga perseroan menunda sebagian besar peluncuran proyek baru tahun ini ke semester II mendatng. Rencana penjualan aset yang akan dilakukan LPKR ke perusahaan Dana Investasi Real Estate (DIRE) atau REIT di Singapura akan menopang pra pemasaran perseroan ke depan. Aset tersebut diantaranya Lippo Mall Kuta, Siloam Hospitals Jogja, dan Lippo Plaza Jogja. Di luar marketing sales dari proyek, LPKR juga menargetkan pra penjualan Rp 1,7 triliun dari pengalihan aset ke DIRE. Sehingga tota target marketing sales perseroan tahun ini mencapai Rp 6,7 triliun. (Kontan)

 Kurangi beban utang, TAXI jual aset non-produktif. PT Express Trasindo Utama Tbk (TAXI) berupaya menurunkan beban utangnya. Caranya, operator taksi Express ini bakal menjual sejumlah asetnya yang tidak produktif. "Tergantung berapa nilai aset yang dijual, itu nanti yang akan kami gunakan untuk mengurangi beban utang," ujar Direktur TAXI David Santoso. Aset yang bakal dijual nantinya kebanyakan berupa tanah. Sejauh ini, sudah ada satu lahan yang dimiliki TAXI yang terlihat paling cepat dan memungkinkan untuk dijual, yakni sebidang tanah di daerah Bekasi, Jawa Barat. Lahan tersebut memiliki luas sekitar 9 hektar (ha). "Sebelum tahun ini berakhir ditargetkan sudah bisa terjual, nilainya bisa ratusan miliar, imbuh David. Catatan saja, hingga kuartal I-2016, total aset tetap yang dimiliki TAXI sebesar Rp 2,99 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 456,42 miliar merupakan aset berupa tanah. Tanah yang dimiliki sebagian besar tanah dengan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB). Satu diantaranya akan jatuh tempo pada November mendatang, sementara jatuh tempo terlama masih pada Juni 2027 nanti. Sementara dari sisi utang, TAXI memiliki utang bank yang akan jatuh tempo dalam satu tahun sebesar Rp 218,28 miliar. Lalu, dari sisi rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER), TAXI memiliki DER pada level sekitar 1,8 kali. Lalu, beban bunganya turun tipis, sekitar 2% menjadi Rp 45,13 miliar. (Kontan)

 GWSA bidik laba bersih Rp 200 miliar. Emiten properti, PT Greenwood Sejahtera Tbk (GWSA) optimis tahun ini bisnis properti akan tumbuh lebih baik. Tahun ini, perseroan membidik laba bersih sebesar Rp 200 miliar. Target tersebut memang lebih rendah dari laba bersih tahun 2015 yang tercatat Rp 1,26 triliun. Namun perlu diingat bahwa tahun lalu kinerja perseroan tumbuh signifikan hingga 123% year on year lantaran GWSA mengikuti kebijakan revaluasi aset yang menyebabkan nilai wajar investasi properti perseroan melesat dari Rp 54,6 miliar menjadi Rp 1,07 triliun. Bambang Dwi Yanto, Direktur Keuangan GWSA mengatakan, revaluasi aset tahun lalu telah menopang pertumbuhan perseroan. "Kita melakukan revaluasi aset di TCC Batavia II. Sehingga dari sebelumnya direncanakan sebagian akan dijual kita tetapkan untuk disewakan seluruhnya menjadi aset recurring income," katanya di Jakarta. Sementara tahun ini, GWSA tidak mematok target pendapatan karena penjualan baru bisa dibukukan setelah pembangunan proyek selesai dilakukan. Untuk marketing sales dibidik sebesar Rp 400 miliar tahun ini. Ini diharapkan disumbang dari proyek Capital Square di Surabaya yang terdiri dari tiga tower apartemen, perkantoran dan Loft. Sedangkan tahun lalu hanya mengantongi marketing sales Rp 200 miliar yang berasal dari TCC tower I dan Capital Square. Tahun ini, GWSA hanya menggarap dua proyek yakni TCC tower II dan Capital Square. Untuk membangun dua proyek tersebut, perseroan mengangarkan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 200 miliar tahun ini. (Kontan)

(3)

Stock Picks 3 PPRO 360‐390. Harga saham emiten properti PT PP Properti Tbk (PPRO) sepanjang Mei ini kembali melanjutkan tren 

bullishnya di tengah kondisi pasar saham yang bergerak bearish. Harga sahamnya akhir pekan lalu berhasil tutup di 

Rp376  setelah  sempat  menyentuh  Rp384  yang  merupakan  harga  tertingginya  sejak  listing  19  Mei  2015  lalu.  Bila  dibandingkan  harga  IPOnya  di  Rp185  pemodal  yang  memegang  saham  PPRO  telah  menikmati  keuntungan  modal  (capital  gain)  sebesar  103%.  Sepanjang  tahun  ini  hingga  akhir  pekan  lalu  harga  saham  perseroan  menguat  111%  (YTD).  Kinerja  harga  sahamnya  ini  melampaui  kinerja  pasar  secara  keseluruhan.  Sebelumnya  riset  harian  ini  menargetkan  harga  sahamnya  menuju  ke  Rp385  dengan  PBV  1,6x.  Sejumlah  katalis  yang  menggerakkan  harga  sahamnya  adalah  kinerja  pendapatan  dan  laba  yang  prospektif  tahun  ini  dengan  dukungan  sejumlah  proyek  pembangunan  properti  terutama  proyek  high  rise  building.  Secara  sektoral,  sentimen  pasar  tengah  positif  terkait  rencana  Bank  Indonesia  (BI)  melonggarkan  aturan  LTV  kredit  properti  perbankan.  Sepanjang  2015  lalu    laba  bersih  tumbuh 183% mencapai Rp300 miliar dari tahun sebelumnya Rp106 miliar. Pendapatan bersih mencapai Rp1 triliun  naik  245,8%  dibandingkan  tahun  sebelumnya  Rp290  miliar.  Perolehan  pendapatan  perseroan  tersebut  terutama  ditopang  proyek  Grand  Kemala  Lagoon  dan  Grand  Sungkono  Lagoon  masing‐masing  menyumbangkan  pendapatan  Rp572  miliar  dan  Rp425  miliar.  Kedua  proyek  tersebut  ditambah  dengan  proyek  Dharmahusada  Lagoon  masih  menjadi andalan perseroan untuk menggenjot pendapatan tahun ini dimana perseroan menargetkan marketing sales  mencapai  Rp2,6  triliun  atau  tumbuh  30%.  Belanja  modal  tahun  ini  dialokasikan  Rp1,2  triliun.  Dari  jumlah  tersebut,  sebesar Rp400 miliar untuk ekspansi penambahan lahan, Rp600 miliar untuk penyertaan modal di anak usaha, dan  sisanya akan digunakan untuk investasi pembangunan mall. Perseroan juga akan bekerjasama dengan sejumlah pihak  seperti  Kawasan  Industri  Jababeka  Tbk  (KIJA)  dan  PT  Sentul  City  Tbk  (BKSL)  untuk  menggarap  sejumlah  proyek  properti. Untuk mendanai sejumlah proyek tersebut, tahun ini perseroan sudah dan akan menerbitkan MTN hingga  total  Rp600  miliar  dimana  Rp300  miliar  telah  diterbitkan  di  1Q16.  Mei  ini  perseroan  kembali  menerbitkan  MTN  masing‐masing  Rp50  miliar  sebanyak  dua  kali.  Pada  3Q16  akan  diterbitkan  MTN  sebanyak  Rp200  miliar,  sisanya.   Selain  MTN  tahun  ini  perseroan  juga  berencana  menerbitkan  obligasi  senilai  Rp600  miliar  yang  ditargetkan  Juni  mendatang.  Tahun  ini  pendapatan  usaha  ditargetkan  tumbuh  40%  mencapai  Rp1,96  triliun  dengan  laba  bersih  tumbuh  37%  mencapai  Rp411,6  miliar.  Hingga  1Q16,  penjualan  dan  pendapatan  usaha  perseroan  tumbuh  37,6%  mencapai Rp533,70 miliar. Pencapaian tersebut mencerminkan 27% dari proyeksi penjualan dan pendapatan usaha  perseroan  tahun  ini.  Sedangkan  laba  bersih  perseroan  1Q16  tumbuh  12,8%  mencapai  Rp90,63  miliar  dari  1Q15  sebesar  Rp80,32  miliar.  Pencapaian  laba  bersih  tersebut  mencerminkan  19,5%  dari  proyeksi  laba  bersih  tahun  ini.  Secara  technical,  pergerakan  harganya  membentuk  pola  bullish  continuation  dengan  target  resisten  di  Rp390.  Sedangkan  level  support  saat  ini  bergeser  ke  atas  di  Rp360.  Namun  posisi  harga  sahamnya  yang  berada  di  area 

(4)

4 Stock Picks

INDF  7025‐7200. Di  tengah  konsolidasi  pergerakan  harga  sahamnya,  sepekan  kemari  harga  saham  INDF  berhasil keluar dari tekanan jual seiring membaiknya sentimen pasar. Harga saham INDF akhir pekan lalu  tutup  di  Rp7075  menguat  hampir  3%  selama  sepekan  terakhir.  Level  support  di  kisaran  Rp6800  hingga  Rp6900  berhasil  bertahan.  Sentimen  pasar  atas  saham  sektor  konsumsi  dan  perkebunan  kembali  positif  setelah  harga  komoditas  CPO  berhasil  rebound  pekan  lalu  di  kisaran  RM2550/MT  hingga  RM2600/MT.  Sentimen positif saham sektor konsumsi digerakkan menjelang momentum bulan puasa dan Idul Fitri Juli  mendatang  dan  rebound  nilai  tukar  rupiah  atas  dolar  AS  di  Rp13575  setelah  sempat  bergerak  di  atas  Rp13600  pekan  lalu.  Secara  fundamental  harga  saham  INDF  saat  ini  relatif  murah  dengan  kinerja  yang  tumbuh prospektif tahun ini sebagaimana yang mulai tercermin di sepanjang 1Q16. Penguatan rupiah atas  dolar  AS  dan  turunnya  beban  keuangan  dalam  periode  tersebut  telah  berkontribusi  positif  atas  pertumbuhan labanya hingga 24,76%. Sedangkan penjualan bersih 1Q16 berhasil tumbuh 9,95% mencapai  Rp16,51 triliun dari 1Q15 sebesar Rp15,02 triliun. Beban keuangan perseroan 1Q16 turun 46,83% menjadi  Rp408  miliar  dari  Rp767  miliar.  Laba  bersih  1Q16  berhasil  tumbuh  24,76%  mencapai  Rp1,08  triliun  dibandingkan 1Q15 sebesar Rp870,08 miliar. Marjin bersih berhasil naik menjadi 6,57% dari 5,79% (1Q15).  Pencapaian  marjin  bersih  ini  sudah  melampaui  marjin  bersih  2014  sebesar  6,20%.  Ini  menunjukkan  perseroan  berhasil  mengelola  keuangannya  dengan  efisien.  Rasio  lancar  perseroan  di  1Q16  meningkat  mencapai  1,84x  dibandingkan  1Q15  sebesar  1,71x.  Penjualan  perseroan  1Q16  terutama  dikontribusikan  dari segmen  produk konsumen bermerek 52%, tepung terigu Bogasari 24%, Agribisnis 16% dan distribusi  8%.  Tahun  ini  penjualan  neto  perseroan  berpeluang  tumbuh  10,17%  mencapai  Rp70,58  triliun.  Hingga  1Q16, penjualan neto telah mencerminkan 23,39% terhadap proyeksi penjualan neto tahun ini. Di bottom 

line, laba bersih tahun ini berpeluang tumbuh 51,72% mencapai Rp4,50 triliun dari periode yang sama 2015 

sebesar Rp2,97 triliun. Hingga 1Q16 laba bersih telah mencerminkan 24% dari proyeksi laba bersih tahun  ini. EPS proyeksi tahun ini sebesar Rp513. Harga sahamnya berpeluang ditransaksikan dengan PE rata‐rata  16x  atau  mencapai  target  harga  di  Rp8208.  Dari  harga  saat  ini  memiliki  ruang  penguatan  16%.  Secara 

technical pergerakan harga sahamnya saat ini membentuk pola bullish continuation dengan target resisten 

di  kisaran  Rp7200  hingga  Rp7300  untuk  jangka  pendek.  Sedangkan  level  supportnya  saat  ini  di  Rp6900. 

Maintain Buy, SL 6750  

(5)

5 Stock Picks

BBNI 4600‐4760. Harga saham Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sepekan kemarin berhasil rebound setelah sempat  tertekan hingga Rp4270 (18/5). Harga sahamnya berhasil tutup di atas resisten di Rp4600 yakni di Rp4630. Saat ini  peluang penguatan lanjutan akan menguji resisten di kisaran Rp4700 hingga Rp4800 dengan dukungan kondusifnya  iklim  pasar  dan  redahnya  kekhawatiran  penguatan  dolar  AS  yang  sebelumnya  telah  berdampak  negatif  terhadap  pergerakan  rupiah.  Di  tengah  masih  melambatnya  pertumbuhan  ekonomi  domestik  telah  mempengaruhi  kinerja  emiten  bank  sepanjang  1Q16.  Namun  kinerja  1Q16  perseroan  terlihat  masih  di  atas  kinerja  industrinya.  Hal  ini  tercermin dari pencapaian laba bersih yang tumbuh 5,5%, sedangkan rata‐rata perbankan mengalami penurunan laba  bersih 2,1%. Sepanjang 1Q16 perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit 21,2% (yoy) mencapai Rp371,56  miliar dibandingkan periode yang sama 2015 sebesar Rp305,15 miliar. Namun pertumbuhan laba bersih hanya 5,5%  atau  mencapai  Rp2,97  triliun  dari  Rp2,82  triliun  (1Q15).  Ini  terutama  karena  biaya  pencadangan  naik  sebagaimana  tercermin dari rasio pencadangan (coverage ratio) dinaikkan dari 130,5% (1Q15) menjadi 142,4% (1Q16). Sedangkan  rasio  NIM  perseroan  turun  menjadi  6,1%  dari  6,5%  (1Q15)  akibat  turunnya  tingkat  bunga  kredit.  Sebelumnya  diproyeksikan  laba  bersih  perseroan  tahun  ini  berpeluang  tumbuh  15%  setelah  tahun  lalu  turun  16%.  Penurunan  kinerja 1Q15 diperkirakan hanya bersifat sementara mengingat kebijakan makro ekonomi tahun ini kondusif dengan  dukungan pelonggaran likuiditas Bank Indonesia (BI) dan stabilitas nilai tukar rupiah tahun ini. Tahun ini pertumbuhan  kredit  perseroan  ditargetkan  18%.  Secara  valuasi  harga  saham  BBNI  saat  ini  di  Rp4630  relatif  murah  karena  hanya  ditransaksikan dengan PBV 1x.  Rata‐rata harga sahamnya dalam kondisi pasar bullish ditransaksikan dengan PBV 1,7x  atau mencapai Rp7865. Secara technical harga sahamnya saat ini bergerak dengan pola bullish continuation dengan  target resisten di kisaran Rp4700 hingga Rp4800. Maret lalu ketika pasar bullish harga sahamnya sempat bergerak di  Rp5375 (21/3). Akhir tahun lalu harga sahamnya tutup di Rp4990. Maintain Buy, SL 4450   Senin, 30 Mei 2016 Saham Pilihan ASII 6600-6900 Buy, SL 6500 BBRI 10300-10550 Buy, SL 9900 SMGR 9025-9250 Buy, SL 8700 MNCN 2150-2230 TB, SL 2070 CPIN 3470-3660 TB, SL 3350 ADHI 2520-2650 Buy, SL 2400 BEST 272-290 Buy, SL 248

(6)

Stock View

6 Senin, 30 Mei 2016

EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE

IHSG  4814.73  4826.79  4838.86  4790.60  4766.48                PERKEBUNAN AALI  15000  15,083.33  15,166.67  14,908.33  14,816.67  13,059,216.00  ‐19.91  393.15  ‐75.27  45.02  BWPT  256  258.67  261.33  254.67  253.33                LSIP  1500  1,521.67  1,543.33  1,486.67  1,473.33  4,189,615.00  ‐11.36  91.36  ‐32.01  18.72  SGRO  1950  1,963.33  1,976.67  1,923.33  1,896.67                SIMP  482  494.00  506.00  476.00  470.00  13,835,444.00  ‐7.53  16.72  ‐68.60  25.18  UNSP  50  50.00  50.00  50.00  50.00               

PERTAMBANGAN BATU BARA

ADRO  695  706.67  718.33  686.67  678.33  37,032,346.42  ‐10.48  65.74  ‐5.12  10.50  BORN  50  50.00  50.00  50.00  50.00                BRAU  82  82.00  82.00  82.00  82.00                BUMI  50  50.00  50.00  50.00  50.00                DEWA  50  50.00  50.00  50.00  50.00  3,312,510.21  13.47  0.30  48.03  166.35  HRUM  805  818.33  831.67  798.33  791.67                ITMG  8800  8,991.67  9,183.33  8,616.67  8,433.33  21,925,897.16  ‐9.27  770.46  ‐65.05  8.53  PTBA  6675  6,741.67  6,808.33  6,566.67  6,458.33  13,733,627.00  5.01  883.59  0.98  7.64  PTRO  530  551.67  573.33  516.67  503.33               

PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI

BIPI  50  50.00  50.00  50.00  50.00               

ELSA  585  596.67  608.33  571.67  558.33  3,775,323.00  ‐10.56  51.43  ‐8.99  7.17 

ENRG  50  50.00  50.00  50.00  50.00               

ESSA  1560  1,560.00  1,560.00  1,560.00  1,560.00               

MEDC  1430  1,495.00  1,560.00  1,395.00  1,360.00               

PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA

ANTM  670  685.00  700.00  660.00  650.00  10,531,504.80  11.79  ‐151.06  85.85  ‐3.10  INCO  1690  1,721.67  1,753.33  1,661.67  1,633.33  10,894,532.28  ‐15.64  70.11  ‐67.49  26.24  TINS  675  691.67  708.33  666.67  658.33  6,874,192.00  ‐6.74  13.64  ‐84.08  56.09  SEMEN INTP  16550  16,641.67  16,733.33  16,416.67  16,283.33  17,798,055.00  ‐10.99  1,183.48  ‐17.34  17.00  SMCB  1030  1,050.00  1,070.00  1,005.00  980.00  9,239,022.00  ‐12.25  22.85  ‐73.80  47.91  SMGR  9100  9,216.67  9,333.33  8,866.67  8,633.33  26,948,004.47  ‐0.14  762.28  ‐18.76  14.07 

LOGAM DAN SEJENISNYA

GDST  60  60.67  61.33  59.67  59.33                JPRS  130  131.33  132.67  127.33  124.67                KRAS  540  555.00  570.00  530.00  520.00                PAKAN TERNAK CPIN  3560  3,620.00  3,680.00  3,470.00  3,380.00                JPFA  970  985.00  1,000.00  955.00  940.00  25,022,913.00  2.31  43.92  40.87  18.44  OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA

ASII  6700  6,750.00  6,800.00  6,600.00  6,500.00  184,196,000.00  ‐8.68  357.28  ‐24.59  20.71 

GJTL  765  786.67  808.33  741.67  718.33               

INDUSTRI BARANG KONSUMSI

ICBP  16300  16,466.67  16,633.33  15,966.67  15,633.33                INDF  7075  7,133.33  7,191.67  6,983.33  6,891.67                MYOR  38500  38,833.34  39,166.67  38,333.34  38,166.67                ROTI  1455  1,465.00  1,475.00  1,440.00  1,425.00                GGRM  71325  71,700.00  72,075.00  70,725.00  70,125.00                INAF  890  903.33  916.67  883.33  876.67  1,621,898.67  17.41  2.12  463.17  184.06  KAEF  1195  1,210.00  1,225.00  1,180.00  1,165.00  4,860,371.48  7.51  44.81  6.06  28.68  KLBF  1400  1,411.67  1,423.33  1,386.67  1,373.33               

KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA

(7)

7

EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE

PROPERTI DAN REAL ESTAT

APLN  256  264.67  273.33  250.67  245.33                ASRI  400  402.67  405.33  394.67  389.33                BKSL  85  87.00  89.00  81.00  77.00                BSDE  1815  1,828.33  1,841.67  1,793.33  1,771.67  6,209,574.07  11.45  1,164.55  460.00  1.60  COWL  590  593.33  596.67  583.33  576.67                CTRA  1385  1,395.00  1,405.00  1,375.00  1,365.00                CTRP  505  508.00  511.00  499.00  493.00                CTRS  2050  2,073.33  2,096.67  2,023.33  1,996.67                ELTY  50  50.00  50.00  50.00  50.00                KIJA  262  268.67  275.33  254.67  247.33                MDLN  390  398.00  406.00  380.00  370.00  2,962,460.90  4.32  69.69  22.80  5.94  KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI  2560  2,580.00  2,600.00  2,530.00  2,500.00  9,389,570.10  8.51  130.22  43.08  20.93  DGIK  66  67.33  68.67  64.33  62.67                PTPP  3520  3,540.00  3,560.00  3,500.00  3,480.00  14,217,372.87  14.40  152.88  39.17  25.74  SSIA  660  666.67  673.33  651.67  643.33                TOTL  715  725.00  735.00  710.00  705.00                WIKA  2440  2,466.67  2,493.33  2,406.67  2,373.33  13,908,504.01  11.60  101.65  1.60  26.02  INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI

PGAS  2480  2,506.67  2,533.33  2,436.67  2,393.33  42,333,969.71  ‐0.16  228.31  ‐38.44  11.61  JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA

CMNP  1730  1,733.33  1,736.67  1,723.33  1,716.67                JSMR  5300  5,383.33  5,466.67  5,258.33  5,216.67  9,848,242.05  7.33  213.14  3.23  26.27  TELEKOMUNIKASI BTEL  50  50.00  50.00  50.00  50.00                EXCL  3480  3,520.00  3,560.00  3,420.00  3,360.00  22,876,182.00  ‐2.49  ‐2.97  ‐97.16  ‐1,348.39  ISAT  6600  6,650.00  6,700.00  6,500.00  6,400.00                TLKM  3760  3,773.33  3,786.67  3,733.33  3,706.67  102,470,000.00  14.24  153.66  5.81  21.51  TRANSPORTASI GIAA  484  487.33  490.67  479.33  474.67  52,627,783.53  7.55  40.78  ‐122.73  10.94  MBSS  346  354.00  362.00  342.00  338.00                WINS  220  227.33  234.67  213.33  206.67  1,378,353.91  ‐37.37  ‐19.45  ‐129.08  ‐10.95  KONSTRUKSI NON BANGUNAN

INDY  625  650.00  675.00  605.00  585.00                BANK BBCA  13000  13,050.00  13,100.00  12,925.00  12,850.00  47,081,728.00  7.56  730.83  9.30  18.47  BBKP  560  565.00  570.00  555.00  550.00  8,303,973.00  17.07  105.70  32.57  5.58  BBNI  4630  4,696.67  4,763.33  4,546.67  4,463.33  36,895,081.00  10.58  486.18  ‐15.91  10.90  BBRI  10400  10,475.00  10,550.00  10,250.00  10,100.00  85,434,037.00  13.73  1,029.53  4.77  10.95  BBTN  1700  1,710.00  1,720.00  1,690.00  1,680.00  14,966,209.00  16.86  174.91  65.91  10.43  BDMN  3040  3,086.67  3,133.33  2,946.67  2,853.33  22,420,658.00  ‐2.48  249.70  ‐8.09  16.40  BJBR  935  946.67  958.33  921.67  908.33  10,084,451.00  14.70  142.02  23.39  6.79  BMRI  9050  9,133.33  9,216.67  8,933.33  8,816.67  71,570,127.00  14.26  871.50  2.33  11.76  BNGA  496  502.00  508.00  493.00  490.00  22,318,759.00  7.24  17.02  ‐81.74  34.36 

PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI

AKRA  6025  6,133.33  6,241.67  5,933.33  5,841.67  19,764,821.14  ‐12.03  261.74  27.59  27.03  INTA  242  243.33  244.67  239.33  236.67                UNTR  13900  14,141.67  14,383.33  13,416.67  12,933.33  49,347,479.00  ‐7.14  1,033.07  ‐28.24  14.86  PERDAGANGAN ECERAN MAPI  3880  3,916.67  3,953.33  3,846.67  3,813.33                RALS  790  803.33  816.67  773.33  756.67               

ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA

MNCN  2190  2,233.33  2,276.67  2,143.33  2,096.67               

PERUSAHAAN INVESTASI

BRMS  50  50.00  50.00  50.00  50.00               

(8)

Corporate Action

8

Code Name Type Date Time Venue

BABP    Bank MNC Internasional Tbk.    AGM    28/04/2015    0:14:00 

MNC Tower, Auditorium Lt B2, Jl. Kebon Sirih  No.17‐19, Jakarta Pusat   

BABP    Bank MNC Internasional Tbk.    EGM    28/04/2015    0:14:00 

MNC Tower, Auditorium Lt. B2, Jl. Kebon Sirih  No.17‐19, Jakarta Pusat   

ASII    Astra International Tbk.    AGM    28/04/2015    0:08:30  The Ritz‐Carlton Jakarta, Pacific Place   

NRCA    Nusa Raya Cipta Tbk    AGM    28/04/2015    0:10:00 

Hotel Gran Melia, Ruang Legian 2, Jl. HR. Ra‐ suna Said Blok X‐0 Kav.4, Kuningan, Jakarta 

12950   

RAJA    Rukun Raharja Tbk.    AGM    29/04/2015    0:10:00  Intercontonental mid plaza hotel   

BPFI    Batavia Prosperindo Finance  Tbk    AGM    30/04/2015    0:01:00  Ruang Rapat PT Batavia Prosperindo Finance  Tbk, Gedung Chase Plaza Lantai 12, Jl.Jend  Sudirman Kav 21, Jakarta 12920    BPFI    Batavia Prosperindo Finance  Tbk    EGM    30/04/2015    0:10:00  Ruang Rapat PT Batavia Prosperindo Finance  Tbk, Gedung Chase Plaza Lantai 12, Jl.Jend  Sudirman Kav 21, Jakarta 12920    BPII    Batavia Prosperindo Interna‐ sional Tbk    AGM    30/04/2015    0:14:00  Chase Plaza, Lantai 12, Jl. Jend. Sudirman Kav.  21, Jakarta Selatan    BPII    Batavia Prosperindo Interna‐ sional Tbk    EGM    30/04/2015    0:14:00  Chase Plaza, Lantai 12, Jl. Jend. Sudirman Kav.  21, Jakarta Selatan   

BRAU    Berau Coal Energy Tbk    EGM    30/04/2015    0:10:00    

ASBI    Asuransi Bintang Tbk.    AGM    30/04/2015    0:14:00    

ASBI    Asuransi Bintang Tbk.    EGM    30/04/2015    0:14:00    

TOTL    Total Bangun Persada Tbk.    AGM    30/04/2015    0:09:30 

PT Total Bangun Persada Tbk Gedung TOTAL  lantai 8, Jl. Letjend.S.Parman No. 106A, Ja‐

karta 11440   

TOTL    Total Bangun Persada Tbk.    EGM    30/04/2015    0:09:30 

PT Total Bangun Persada Tbk Gedung TOTAL  lantai 8, Jl. Letjend.S.Parman No. 106A, Ja‐

karta 11440   

TAXI    Express Transindo Utama Tbk    AGM    30/04/2015    0:09:30 

Ruang Seminar BEI (Galeri Bursa) ‐ Gedung  Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt. 1, Jl. Jend. 

Sudirman Kav.52‐53, Jakarta 12190   

TAXI    Express Transindo Utama Tbk    EGM    30/04/2015    0:09:30 

Ruang Seminar BEI (Galeri Bursa) ‐ Gedung  Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt. 1, Jl. Jend. 

Sudirman Kav.52‐53, Jakarta 12190    NAGA    Bank Mitraniaga Tbk    AGM    5‐Apr‐15  0:10:00 

Hotel Menara Peninsula ‐ Merica 2 Lt.2, Jl,  LetJen. S. Parman 79 ‐ Jakarta 11410    NAGA    Bank Mitraniaga Tbk    EGM    5‐Apr‐15  0:10:00 

Hotel Menara Peninsula ‐ Merica 2 Lt.2, Jl,  LetJen. S. Parman 79 ‐ Jakarta 11410   

SIMP    Salim Ivomas Pratama Tbk    AGM    5‐May‐15  0:14:00 

Sudirman Plaza ‐ Indofood Tower Lantai PH,  Jalan Jendral Sudirman Kav. 76‐78, Jakarta 

Selatan 12910   

SIMP    Salim Ivomas Pratama Tbk    EGM    5‐May‐15  0:14:00 

Sudirman Plaza ‐ Indofood Tower Lantai PH,  Jalan Jendral Sudirman Kav. 76‐78, Jakarta 

Selatan 12910   

(9)

Corporate Action

9

EMITEN JUMLAH DIVIDEN CUM DIVIDEN RECORDING DATE PEMBAYARAN

DIVIDEN KETERANGAN

PLIN  70  15‐Apr‐15  20‐Apr‐15  7‐May‐15    

ITMG  645  8‐Apr‐15  13‐Apr‐15  24‐Apr‐15    

SMBR  8.34385  8‐Apr‐15  13‐Apr‐15  30‐Apr‐15    

WTON  11,82  9‐Apr‐15  14‐Apr‐15  5‐May‐15    

BJBR  71.6  8‐Apr‐15  13‐Apr‐15  30‐Apr‐15    

MERK  6500  10‐Apr‐15  15‐Apr‐15  5‐May‐15    

PGAS  144,84  13‐Apr‐15  16‐Apr‐15  8‐May‐15    

BDMN  81,50  14‐Apr‐15  17‐Apr‐15  8‐May‐15    

GEMS  3,36  13‐Apr‐15  16‐Apr‐15  20‐Apr‐15  Dividen Interim 

KAEF  8.4488  15‐Apr‐15  20‐Apr‐15  8‐May‐15    

BBCA  98  16‐Apr‐15  21‐Apr‐15  13‐May‐15  Dividen Final 

BJTM  41,86  15‐Apr‐15  20‐Apr‐15  8‐May‐15    

ACST  42  15‐Apr‐15  20‐Apr‐15  4‐May‐15    

LEAD  40  7‐Apr‐15  10‐Apr‐15  30‐Apr‐15    

JASS  159  ‐  16‐Apr‐15  23‐Apr‐15    

AALI  472  21‐Apr‐15  24‐Apr‐15  15‐May‐15    

TURI  10  22‐Apr‐15  27‐Apr‐15  15‐May‐15    

BFIN  54  22‐Apr‐15  27‐Apr‐15  15‐May‐15    

ASGR  52  23‐Apr‐15  28‐Apr‐15  20‐May‐15    

SMGR  375,34  23‐Apr‐15  28‐Apr‐15  20‐May‐15    

TOBA  ‐  23‐Apr‐15  28‐Apr‐15  20‐May‐15    

JASS  100  ‐  28‐Apr‐15  7‐May‐15  Dividen Interim 

MDIA  10  24‐Apr‐15  29‐Apr‐15  21‐May‐15    

SSMS  22,65  24‐Apr‐15  29‐Apr‐15  21‐May‐15    

(10)

Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.

Branch Office

Jakarta:

Gedung Jaya Lt. 2 Suite L02-05 Jl. M. H. Thamrin No. 12

Jakarta 10340 Phone : +62 21 3193 1811

Yogyakarta:

Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta

Jl. Kusumanegara 121 - Yogyakarta 55165 Phone : 0274-543944

Solo:

Universitas Muhammadiyah Surakarta Jalan A. Yani Tromol Pos 1, Pabelan Kartasura, Surakarta,

Jawa Tengah 57162 (0271) 717417

Makassar :

Jl. Gunung Bawakareng No. 71 Makassar 90157 Phone : +62 411 361 3122

Sampit :

Universitas Darwan Ali Jl. Batu Berlian No. 10 Kalimantan Tengah 74322

Phone : +62 531 31992

Panin Bank Centre

4th Floor Jl. Jend. Sudirman No. 1 Jakarta 10270, Indonesia Phone : +62 21 727 99888 Fax : +62 21 571 0895

Web : www.firstasiacapital.com E-mail : [email protected]

First Asia Research Team :

Ivan Kurniawan ([email protected]) David Nathanael ([email protected])

Referensi

Dokumen terkait

Tidak diperkenanankan menempatkan jemuran di sarana umun ( diatas saluran, jalan, dan taman ), diatas pagar. Membangun rumah tidak boleh melebihi batas tanah dan atau

Dengan dikeluarkannya aturan baru yaitu mengenai Peraturan bersama Ketua Mahkamah Agung, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, Jaksa Agung, Kapolri dan BNN

Pendapat kedua antara lain menyatakan bahwa tidak ada perbedaan level eosinofil yang signifikan di dalam sirkulasi darah antara domba yang resisten dan yang peka, yang diinfeksi

Menentukan penggunaan lain dari produk sarana angkut barang saat melalui tangga untuk tempat tinggal, membantu mengetahui bagian atau komponen mana yang perlu

Sementara itu domba pada kelompok IIB tidak ada satu pun yang mengalami kematian sebelum pengamatan berakhir dan pada saat nekropsi (15 minggu setelah uji tantang) cacing

Dalam penelitian terdahulu oleh Indra Kurnia (2013) yang berjudul Pengaruh Sistem Akuntansi Keuangan Daerah dan Kualitas Aparatur Pemerintah Terhadap Akuntabilitas

Kepuasan nasabah terhadap kualitas pelayanan, kemudahan prosedur kredit, dan suku bunga kredit pada Bank Lampung KCU. Nasabah tidak menyesal melakukan akad kredit

Hal tersebut dapat dilihat dengan tidak adanya perbedaan yang signifikan aktifitas perdagangan saham dan relatif spread (perubahan yang terjadi pada permintaan