Darmin: Kuartal II, pertumbuhan ekonomi di atas 5%. LPKR baru raih marketing sales Rp 328 miliar. Kurangi beban utang, TAXI jual aset non-produktif. GWSA bidik laba bersih Rp 200 miliar.
DAILY RESEARCH
Statistics Highlight
Opening Today Nikkei AORD
Change
Market Preview
I
HSG akhir pekan lalu berhasil melanjutkan rebound untuk tiga hari perdagangan berturut‐turut. Dengan dukungan redahnya resiko capital outflow, IHSG akhir pekan lalu berhasil ditutup di atas level 4800 yakni di 4814,731 atau men‐ guat 30,166 poin (0,63%). Penguatan IHSG terutama dipicu redahnya re‐ siko pasar saham global dan kawa‐ san setelah pasar optimis rencana kenaikan tingkat bunga AS dalam waktu dekat tidak akan meng‐ ganggu proses pemulihan ekonomi negara tersebut dan perekonomian global keseluruhan. Redahnya re‐ siko pasar ini turut berimbas positif pada pergerakan rupiah terhadap dolar AS yang berhasil menguat akhir pekan lalu di Rp13575, setelahhampir sepekan terakhir bergerak di atas Rp13600.
Saham perbankan, otomotif, dan konsumsi menjadi penopang pen‐ guatan IHSG. Sedangkan saham pertambangan dilanda koreksi setelah harga minyak mentah terkoreksi setelah sempat menyentuh USD50/barel hari sebe‐ lumnya. Selama sepekan IHSG berhasil rebound 2,2% setelah selama empat pekan sebelumnya mengalam koreksi. Penguatan IHSG sepekan kemarin dito‐ pang redahnya resiko capital outflow tercermin dari pembelian bersih asing di pasar saham mencapai Rp1,1 triliun. Sebelumnya selama empat pekan berturut ‐turut asing secara konsisten mencatatkan penjualan bersih. Sementara pasar saham global akhir pekan lalu melanjutkan penguatannya. Indeks Eurostoxx di kawasan Euro naik 0,24% di 3078,48. Di Wall Street indeks DJIA dan S&P masing ‐masing menguat 0,25% dan 0,43% di 17873,22 dan 2099,06. Harga minyak mentah di AS akhir pekan lalu kembali menguat 0,16% di USD49,56/barel. Se‐ lama sepekan indeks DJIA dan S&P masing‐masing menguat 2,1% dan 2,3%. Sedangkan harga minyak mentah di AS sepekan kemarin naik 3,8%, menandai penguatan untuk tiga pekan berturut‐turut.
Pasar saham global akhir pekan lalu optimis dengan pernyataan Yellen yang mengindikasikan kenaikan bunga pada bulan‐bulan mendatang mencer‐ minkan kemampuan perekonomian negara adidaya tersebut. Pada perdagan‐ gan awal pekan sekaligus menjelang akhir Mei, IHSG diperkirakan akan ber‐ gerak bervariasi dibayangi aksi ambil untung. IHSG diperkirakan akan bergerak di support 4790 hingga resisten di 4825 rawan koreksi. S1 4790 S2 4770 R1 4825 R2 4840 Index Last Chg % DJIA 17873.32 45.03 0.25 S&P 500 2099.06 8.96 0.43 FTSE 100 6270.79 5.14 0.08 CAC 40 4515.74 3.10 0.07 DAX 10286.31 13.60 0.13 NIKKEI 225 16834.84 (31.16) (0.18) HANGSENG 20576.77 179.66 0.88 STI 2802.51 29.20 1.05 SHENZHEN 1807.04 (1.89) (0.10) SHANGHAI 2821.05 (1.39) (0.05) Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel) 49.68 0.30 0.61 CPO (RM/M.T) 2579.00 0.00 0.00 Gold (USD/T.oz) 1211.30 (10.80) (0.88) Nikel (USD/M.T 8420.00 45.00 0.54 Timah (USD/M.T) 16150.00 700.00 4.53 Coal (USD/M.T) 53.05 0.25 0.47 Exchange Rates Chg % IDR/USD 13580.00 10.00 0.07 USD/EUR 1.111 (0.01) (0.71) JPY/USD 110.72 0.75 0.68 IDR/SGD 9838.91 (33.99) (0.34) IDR/AUD 9756.57 (47.21) (0.48) TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE 55.85 3792 (0.08) (0.14)
Top Gainers IDR % Chg
MAGP‐W 2 100.00 1
VICO‐W 3 50.00 1
TELE‐W 500 25.00 100
AKKU 220 17.00 32
TIRT 140 16.70 20
Top Losers IDR % Chg
MFMI 270 (10.00) (30)
SQMI 865 (9.90) (95)
BMSR 155 (9.90) (17)
LPPS 106 (8.60) (10)
BABP‐W 11 (8.30) (1)
Top Value IDR % (miliar) BBCA 13,000 (0.20) 419 B
BBRI 10,400 1.00 408 B BBNI 4,630 1.80 334 B LPKR 985 4.20 315 B ASII 6,700 2.30 282 B
Top Volume IDR % (juta)
BKSL 85 6.30 578.109 SMRU 270 0.00 431.311 PPRO 376 5.60 330.336 LPKR 985 4.20 326.890 MYRX 770 0.70 263.030 IHSG 4,814.73 Change 30.17 Change (%) 0.63 Change (%/ytd) (7.89) Total Value (IDR triliun) 4.351 Total Volume (miliar saham) 4.003 Net Foreign Buy (IDR miliar) 362.000
News Update
2
Darmin: Kuartal II, pertumbuhan ekonomi di atas 5%. Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi pada periode April hingga Juni mendatang akan meningkat ketimbang realisasi di kuartal sebelumnya. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal-II 2016 mencapai lebih dari 5%. Darmin Nasution, Menteri Koordinator Perekonomian mengatakan, langkah utama yang dilakukan pemerintah untuk memulihkan perekonomian yakni dengan memperbaiki iklim investasi di dalam negeri. Sebab itu, pemerintah akan terus memantau pengimplementasian paket kebijakan jilid pertama hingga ke-12 yang telah dikeluarkan sejak September lalu serta penyiapan infrastruktut dasar. Menurut dia, sejatinya upaya yang dilakukan pemerintah baru bisa dilihat dampak positifnya pada jangka menengah dan jangka panjang. Meski begitu, sinyal-sinyal penguatan perekonomian saat ini sudah mulai mengarah ke perbaikan. Darmin menjelaskan, pada tahun lalu, pertumbuhan ekonomi mencapai 4,7% pada tiga bulan pertama dan terus meningkat hingga 5,04% pada kuartal keempat. "Kami juga yakin akan mencapai di atas 5%, karena start-nya sudah pada 4,9% pada kuartal-I 2016," kata dia, pekan lalu. Namun, Darmin tidak merinci seberapa jauh kontribusi peningkatan investasi dari hasil deregulasi yang telah dilakukan pemerintah. Yang jelas, investor akan lebih senang berinvestasi langsung ketimbang obligasi karena adanya perbaikan iklim usaha dan penyediaan infrastruktur seperti pembangkit listrik dan jalan tol. (Kontan)
LPKR baru raih marketing sales Rp 328 miliar. Emiten properti, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) baru mencatatkan marketing sales atau pra penjualan Rp 328 miliar sepanjang kuartal I 2016. Jumlah tersebut setara dengan 6,5% dari target yang dipatok perseroan tahun ini yakni Rp 5 triliun. Pencapaian tersebut juga turun 76,6% dari periode yang sama tahun 2015 yang berhasil mencatat pra penjualan sebesar Rp 1,4 triliun. Di kuartal I tahun lalu, perseroan malah berhasil merealisasikan 23,3% target marketing sales. Kontribusi terbesar pra penjualan tersebut berasal dari proyek anak usaha perseroan yakni PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) yakni menyumbang sebesar Rp 159 miliar. Sementara Rp 65 miliar didapat dari San Diego Hills Memorial Park dan Tanjung Bunga berkontribusi Rp 27 miliar. Rendahnya pencapaian tersebut lantaran LPKR berpandangan konservatif di kuartal I sehingga perseroan menunda sebagian besar peluncuran proyek baru tahun ini ke semester II mendatng. Rencana penjualan aset yang akan dilakukan LPKR ke perusahaan Dana Investasi Real Estate (DIRE) atau REIT di Singapura akan menopang pra pemasaran perseroan ke depan. Aset tersebut diantaranya Lippo Mall Kuta, Siloam Hospitals Jogja, dan Lippo Plaza Jogja. Di luar marketing sales dari proyek, LPKR juga menargetkan pra penjualan Rp 1,7 triliun dari pengalihan aset ke DIRE. Sehingga tota target marketing sales perseroan tahun ini mencapai Rp 6,7 triliun. (Kontan)
Kurangi beban utang, TAXI jual aset non-produktif. PT Express Trasindo Utama Tbk (TAXI) berupaya menurunkan beban utangnya. Caranya, operator taksi Express ini bakal menjual sejumlah asetnya yang tidak produktif. "Tergantung berapa nilai aset yang dijual, itu nanti yang akan kami gunakan untuk mengurangi beban utang," ujar Direktur TAXI David Santoso. Aset yang bakal dijual nantinya kebanyakan berupa tanah. Sejauh ini, sudah ada satu lahan yang dimiliki TAXI yang terlihat paling cepat dan memungkinkan untuk dijual, yakni sebidang tanah di daerah Bekasi, Jawa Barat. Lahan tersebut memiliki luas sekitar 9 hektar (ha). "Sebelum tahun ini berakhir ditargetkan sudah bisa terjual, nilainya bisa ratusan miliar, imbuh David. Catatan saja, hingga kuartal I-2016, total aset tetap yang dimiliki TAXI sebesar Rp 2,99 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 456,42 miliar merupakan aset berupa tanah. Tanah yang dimiliki sebagian besar tanah dengan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB). Satu diantaranya akan jatuh tempo pada November mendatang, sementara jatuh tempo terlama masih pada Juni 2027 nanti. Sementara dari sisi utang, TAXI memiliki utang bank yang akan jatuh tempo dalam satu tahun sebesar Rp 218,28 miliar. Lalu, dari sisi rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER), TAXI memiliki DER pada level sekitar 1,8 kali. Lalu, beban bunganya turun tipis, sekitar 2% menjadi Rp 45,13 miliar. (Kontan)
GWSA bidik laba bersih Rp 200 miliar. Emiten properti, PT Greenwood Sejahtera Tbk (GWSA) optimis tahun ini bisnis properti akan tumbuh lebih baik. Tahun ini, perseroan membidik laba bersih sebesar Rp 200 miliar. Target tersebut memang lebih rendah dari laba bersih tahun 2015 yang tercatat Rp 1,26 triliun. Namun perlu diingat bahwa tahun lalu kinerja perseroan tumbuh signifikan hingga 123% year on year lantaran GWSA mengikuti kebijakan revaluasi aset yang menyebabkan nilai wajar investasi properti perseroan melesat dari Rp 54,6 miliar menjadi Rp 1,07 triliun. Bambang Dwi Yanto, Direktur Keuangan GWSA mengatakan, revaluasi aset tahun lalu telah menopang pertumbuhan perseroan. "Kita melakukan revaluasi aset di TCC Batavia II. Sehingga dari sebelumnya direncanakan sebagian akan dijual kita tetapkan untuk disewakan seluruhnya menjadi aset recurring income," katanya di Jakarta. Sementara tahun ini, GWSA tidak mematok target pendapatan karena penjualan baru bisa dibukukan setelah pembangunan proyek selesai dilakukan. Untuk marketing sales dibidik sebesar Rp 400 miliar tahun ini. Ini diharapkan disumbang dari proyek Capital Square di Surabaya yang terdiri dari tiga tower apartemen, perkantoran dan Loft. Sedangkan tahun lalu hanya mengantongi marketing sales Rp 200 miliar yang berasal dari TCC tower I dan Capital Square. Tahun ini, GWSA hanya menggarap dua proyek yakni TCC tower II dan Capital Square. Untuk membangun dua proyek tersebut, perseroan mengangarkan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 200 miliar tahun ini. (Kontan)
Stock Picks 3 PPRO 360‐390. Harga saham emiten properti PT PP Properti Tbk (PPRO) sepanjang Mei ini kembali melanjutkan tren
bullishnya di tengah kondisi pasar saham yang bergerak bearish. Harga sahamnya akhir pekan lalu berhasil tutup di
Rp376 setelah sempat menyentuh Rp384 yang merupakan harga tertingginya sejak listing 19 Mei 2015 lalu. Bila dibandingkan harga IPOnya di Rp185 pemodal yang memegang saham PPRO telah menikmati keuntungan modal (capital gain) sebesar 103%. Sepanjang tahun ini hingga akhir pekan lalu harga saham perseroan menguat 111% (YTD). Kinerja harga sahamnya ini melampaui kinerja pasar secara keseluruhan. Sebelumnya riset harian ini menargetkan harga sahamnya menuju ke Rp385 dengan PBV 1,6x. Sejumlah katalis yang menggerakkan harga sahamnya adalah kinerja pendapatan dan laba yang prospektif tahun ini dengan dukungan sejumlah proyek pembangunan properti terutama proyek high rise building. Secara sektoral, sentimen pasar tengah positif terkait rencana Bank Indonesia (BI) melonggarkan aturan LTV kredit properti perbankan. Sepanjang 2015 lalu laba bersih tumbuh 183% mencapai Rp300 miliar dari tahun sebelumnya Rp106 miliar. Pendapatan bersih mencapai Rp1 triliun naik 245,8% dibandingkan tahun sebelumnya Rp290 miliar. Perolehan pendapatan perseroan tersebut terutama ditopang proyek Grand Kemala Lagoon dan Grand Sungkono Lagoon masing‐masing menyumbangkan pendapatan Rp572 miliar dan Rp425 miliar. Kedua proyek tersebut ditambah dengan proyek Dharmahusada Lagoon masih menjadi andalan perseroan untuk menggenjot pendapatan tahun ini dimana perseroan menargetkan marketing sales mencapai Rp2,6 triliun atau tumbuh 30%. Belanja modal tahun ini dialokasikan Rp1,2 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp400 miliar untuk ekspansi penambahan lahan, Rp600 miliar untuk penyertaan modal di anak usaha, dan sisanya akan digunakan untuk investasi pembangunan mall. Perseroan juga akan bekerjasama dengan sejumlah pihak seperti Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) dan PT Sentul City Tbk (BKSL) untuk menggarap sejumlah proyek properti. Untuk mendanai sejumlah proyek tersebut, tahun ini perseroan sudah dan akan menerbitkan MTN hingga total Rp600 miliar dimana Rp300 miliar telah diterbitkan di 1Q16. Mei ini perseroan kembali menerbitkan MTN masing‐masing Rp50 miliar sebanyak dua kali. Pada 3Q16 akan diterbitkan MTN sebanyak Rp200 miliar, sisanya. Selain MTN tahun ini perseroan juga berencana menerbitkan obligasi senilai Rp600 miliar yang ditargetkan Juni mendatang. Tahun ini pendapatan usaha ditargetkan tumbuh 40% mencapai Rp1,96 triliun dengan laba bersih tumbuh 37% mencapai Rp411,6 miliar. Hingga 1Q16, penjualan dan pendapatan usaha perseroan tumbuh 37,6% mencapai Rp533,70 miliar. Pencapaian tersebut mencerminkan 27% dari proyeksi penjualan dan pendapatan usaha perseroan tahun ini. Sedangkan laba bersih perseroan 1Q16 tumbuh 12,8% mencapai Rp90,63 miliar dari 1Q15 sebesar Rp80,32 miliar. Pencapaian laba bersih tersebut mencerminkan 19,5% dari proyeksi laba bersih tahun ini. Secara technical, pergerakan harganya membentuk pola bullish continuation dengan target resisten di Rp390. Sedangkan level support saat ini bergeser ke atas di Rp360. Namun posisi harga sahamnya yang berada di area
4 Stock Picks
INDF 7025‐7200. Di tengah konsolidasi pergerakan harga sahamnya, sepekan kemari harga saham INDF berhasil keluar dari tekanan jual seiring membaiknya sentimen pasar. Harga saham INDF akhir pekan lalu tutup di Rp7075 menguat hampir 3% selama sepekan terakhir. Level support di kisaran Rp6800 hingga Rp6900 berhasil bertahan. Sentimen pasar atas saham sektor konsumsi dan perkebunan kembali positif setelah harga komoditas CPO berhasil rebound pekan lalu di kisaran RM2550/MT hingga RM2600/MT. Sentimen positif saham sektor konsumsi digerakkan menjelang momentum bulan puasa dan Idul Fitri Juli mendatang dan rebound nilai tukar rupiah atas dolar AS di Rp13575 setelah sempat bergerak di atas Rp13600 pekan lalu. Secara fundamental harga saham INDF saat ini relatif murah dengan kinerja yang tumbuh prospektif tahun ini sebagaimana yang mulai tercermin di sepanjang 1Q16. Penguatan rupiah atas dolar AS dan turunnya beban keuangan dalam periode tersebut telah berkontribusi positif atas pertumbuhan labanya hingga 24,76%. Sedangkan penjualan bersih 1Q16 berhasil tumbuh 9,95% mencapai Rp16,51 triliun dari 1Q15 sebesar Rp15,02 triliun. Beban keuangan perseroan 1Q16 turun 46,83% menjadi Rp408 miliar dari Rp767 miliar. Laba bersih 1Q16 berhasil tumbuh 24,76% mencapai Rp1,08 triliun dibandingkan 1Q15 sebesar Rp870,08 miliar. Marjin bersih berhasil naik menjadi 6,57% dari 5,79% (1Q15). Pencapaian marjin bersih ini sudah melampaui marjin bersih 2014 sebesar 6,20%. Ini menunjukkan perseroan berhasil mengelola keuangannya dengan efisien. Rasio lancar perseroan di 1Q16 meningkat mencapai 1,84x dibandingkan 1Q15 sebesar 1,71x. Penjualan perseroan 1Q16 terutama dikontribusikan dari segmen produk konsumen bermerek 52%, tepung terigu Bogasari 24%, Agribisnis 16% dan distribusi 8%. Tahun ini penjualan neto perseroan berpeluang tumbuh 10,17% mencapai Rp70,58 triliun. Hingga 1Q16, penjualan neto telah mencerminkan 23,39% terhadap proyeksi penjualan neto tahun ini. Di bottom
line, laba bersih tahun ini berpeluang tumbuh 51,72% mencapai Rp4,50 triliun dari periode yang sama 2015
sebesar Rp2,97 triliun. Hingga 1Q16 laba bersih telah mencerminkan 24% dari proyeksi laba bersih tahun ini. EPS proyeksi tahun ini sebesar Rp513. Harga sahamnya berpeluang ditransaksikan dengan PE rata‐rata 16x atau mencapai target harga di Rp8208. Dari harga saat ini memiliki ruang penguatan 16%. Secara
technical pergerakan harga sahamnya saat ini membentuk pola bullish continuation dengan target resisten
di kisaran Rp7200 hingga Rp7300 untuk jangka pendek. Sedangkan level supportnya saat ini di Rp6900.
Maintain Buy, SL 6750
5 Stock Picks
BBNI 4600‐4760. Harga saham Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sepekan kemarin berhasil rebound setelah sempat tertekan hingga Rp4270 (18/5). Harga sahamnya berhasil tutup di atas resisten di Rp4600 yakni di Rp4630. Saat ini peluang penguatan lanjutan akan menguji resisten di kisaran Rp4700 hingga Rp4800 dengan dukungan kondusifnya iklim pasar dan redahnya kekhawatiran penguatan dolar AS yang sebelumnya telah berdampak negatif terhadap pergerakan rupiah. Di tengah masih melambatnya pertumbuhan ekonomi domestik telah mempengaruhi kinerja emiten bank sepanjang 1Q16. Namun kinerja 1Q16 perseroan terlihat masih di atas kinerja industrinya. Hal ini tercermin dari pencapaian laba bersih yang tumbuh 5,5%, sedangkan rata‐rata perbankan mengalami penurunan laba bersih 2,1%. Sepanjang 1Q16 perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit 21,2% (yoy) mencapai Rp371,56 miliar dibandingkan periode yang sama 2015 sebesar Rp305,15 miliar. Namun pertumbuhan laba bersih hanya 5,5% atau mencapai Rp2,97 triliun dari Rp2,82 triliun (1Q15). Ini terutama karena biaya pencadangan naik sebagaimana tercermin dari rasio pencadangan (coverage ratio) dinaikkan dari 130,5% (1Q15) menjadi 142,4% (1Q16). Sedangkan rasio NIM perseroan turun menjadi 6,1% dari 6,5% (1Q15) akibat turunnya tingkat bunga kredit. Sebelumnya diproyeksikan laba bersih perseroan tahun ini berpeluang tumbuh 15% setelah tahun lalu turun 16%. Penurunan kinerja 1Q15 diperkirakan hanya bersifat sementara mengingat kebijakan makro ekonomi tahun ini kondusif dengan dukungan pelonggaran likuiditas Bank Indonesia (BI) dan stabilitas nilai tukar rupiah tahun ini. Tahun ini pertumbuhan kredit perseroan ditargetkan 18%. Secara valuasi harga saham BBNI saat ini di Rp4630 relatif murah karena hanya ditransaksikan dengan PBV 1x. Rata‐rata harga sahamnya dalam kondisi pasar bullish ditransaksikan dengan PBV 1,7x atau mencapai Rp7865. Secara technical harga sahamnya saat ini bergerak dengan pola bullish continuation dengan target resisten di kisaran Rp4700 hingga Rp4800. Maret lalu ketika pasar bullish harga sahamnya sempat bergerak di Rp5375 (21/3). Akhir tahun lalu harga sahamnya tutup di Rp4990. Maintain Buy, SL 4450 Senin, 30 Mei 2016 Saham Pilihan ASII 6600-6900 Buy, SL 6500 BBRI 10300-10550 Buy, SL 9900 SMGR 9025-9250 Buy, SL 8700 MNCN 2150-2230 TB, SL 2070 CPIN 3470-3660 TB, SL 3350 ADHI 2520-2650 Buy, SL 2400 BEST 272-290 Buy, SL 248
Stock View
6 Senin, 30 Mei 2016
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
IHSG 4814.73 4826.79 4838.86 4790.60 4766.48 PERKEBUNAN AALI 15000 15,083.33 15,166.67 14,908.33 14,816.67 13,059,216.00 ‐19.91 393.15 ‐75.27 45.02 BWPT 256 258.67 261.33 254.67 253.33 LSIP 1500 1,521.67 1,543.33 1,486.67 1,473.33 4,189,615.00 ‐11.36 91.36 ‐32.01 18.72 SGRO 1950 1,963.33 1,976.67 1,923.33 1,896.67 SIMP 482 494.00 506.00 476.00 470.00 13,835,444.00 ‐7.53 16.72 ‐68.60 25.18 UNSP 50 50.00 50.00 50.00 50.00
PERTAMBANGAN BATU BARA
ADRO 695 706.67 718.33 686.67 678.33 37,032,346.42 ‐10.48 65.74 ‐5.12 10.50 BORN 50 50.00 50.00 50.00 50.00 BRAU 82 82.00 82.00 82.00 82.00 BUMI 50 50.00 50.00 50.00 50.00 DEWA 50 50.00 50.00 50.00 50.00 3,312,510.21 13.47 0.30 48.03 166.35 HRUM 805 818.33 831.67 798.33 791.67 ITMG 8800 8,991.67 9,183.33 8,616.67 8,433.33 21,925,897.16 ‐9.27 770.46 ‐65.05 8.53 PTBA 6675 6,741.67 6,808.33 6,566.67 6,458.33 13,733,627.00 5.01 883.59 0.98 7.64 PTRO 530 551.67 573.33 516.67 503.33
PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI
BIPI 50 50.00 50.00 50.00 50.00
ELSA 585 596.67 608.33 571.67 558.33 3,775,323.00 ‐10.56 51.43 ‐8.99 7.17
ENRG 50 50.00 50.00 50.00 50.00
ESSA 1560 1,560.00 1,560.00 1,560.00 1,560.00
MEDC 1430 1,495.00 1,560.00 1,395.00 1,360.00
PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA
ANTM 670 685.00 700.00 660.00 650.00 10,531,504.80 11.79 ‐151.06 85.85 ‐3.10 INCO 1690 1,721.67 1,753.33 1,661.67 1,633.33 10,894,532.28 ‐15.64 70.11 ‐67.49 26.24 TINS 675 691.67 708.33 666.67 658.33 6,874,192.00 ‐6.74 13.64 ‐84.08 56.09 SEMEN INTP 16550 16,641.67 16,733.33 16,416.67 16,283.33 17,798,055.00 ‐10.99 1,183.48 ‐17.34 17.00 SMCB 1030 1,050.00 1,070.00 1,005.00 980.00 9,239,022.00 ‐12.25 22.85 ‐73.80 47.91 SMGR 9100 9,216.67 9,333.33 8,866.67 8,633.33 26,948,004.47 ‐0.14 762.28 ‐18.76 14.07
LOGAM DAN SEJENISNYA
GDST 60 60.67 61.33 59.67 59.33 JPRS 130 131.33 132.67 127.33 124.67 KRAS 540 555.00 570.00 530.00 520.00 PAKAN TERNAK CPIN 3560 3,620.00 3,680.00 3,470.00 3,380.00 JPFA 970 985.00 1,000.00 955.00 940.00 25,022,913.00 2.31 43.92 40.87 18.44 OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA
ASII 6700 6,750.00 6,800.00 6,600.00 6,500.00 184,196,000.00 ‐8.68 357.28 ‐24.59 20.71
GJTL 765 786.67 808.33 741.67 718.33
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
ICBP 16300 16,466.67 16,633.33 15,966.67 15,633.33 INDF 7075 7,133.33 7,191.67 6,983.33 6,891.67 MYOR 38500 38,833.34 39,166.67 38,333.34 38,166.67 ROTI 1455 1,465.00 1,475.00 1,440.00 1,425.00 GGRM 71325 71,700.00 72,075.00 70,725.00 70,125.00 INAF 890 903.33 916.67 883.33 876.67 1,621,898.67 17.41 2.12 463.17 184.06 KAEF 1195 1,210.00 1,225.00 1,180.00 1,165.00 4,860,371.48 7.51 44.81 6.06 28.68 KLBF 1400 1,411.67 1,423.33 1,386.67 1,373.33
KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA
7
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
PROPERTI DAN REAL ESTAT
APLN 256 264.67 273.33 250.67 245.33 ASRI 400 402.67 405.33 394.67 389.33 BKSL 85 87.00 89.00 81.00 77.00 BSDE 1815 1,828.33 1,841.67 1,793.33 1,771.67 6,209,574.07 11.45 1,164.55 460.00 1.60 COWL 590 593.33 596.67 583.33 576.67 CTRA 1385 1,395.00 1,405.00 1,375.00 1,365.00 CTRP 505 508.00 511.00 499.00 493.00 CTRS 2050 2,073.33 2,096.67 2,023.33 1,996.67 ELTY 50 50.00 50.00 50.00 50.00 KIJA 262 268.67 275.33 254.67 247.33 MDLN 390 398.00 406.00 380.00 370.00 2,962,460.90 4.32 69.69 22.80 5.94 KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI 2560 2,580.00 2,600.00 2,530.00 2,500.00 9,389,570.10 8.51 130.22 43.08 20.93 DGIK 66 67.33 68.67 64.33 62.67 PTPP 3520 3,540.00 3,560.00 3,500.00 3,480.00 14,217,372.87 14.40 152.88 39.17 25.74 SSIA 660 666.67 673.33 651.67 643.33 TOTL 715 725.00 735.00 710.00 705.00 WIKA 2440 2,466.67 2,493.33 2,406.67 2,373.33 13,908,504.01 11.60 101.65 1.60 26.02 INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI
PGAS 2480 2,506.67 2,533.33 2,436.67 2,393.33 42,333,969.71 ‐0.16 228.31 ‐38.44 11.61 JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA
CMNP 1730 1,733.33 1,736.67 1,723.33 1,716.67 JSMR 5300 5,383.33 5,466.67 5,258.33 5,216.67 9,848,242.05 7.33 213.14 3.23 26.27 TELEKOMUNIKASI BTEL 50 50.00 50.00 50.00 50.00 EXCL 3480 3,520.00 3,560.00 3,420.00 3,360.00 22,876,182.00 ‐2.49 ‐2.97 ‐97.16 ‐1,348.39 ISAT 6600 6,650.00 6,700.00 6,500.00 6,400.00 TLKM 3760 3,773.33 3,786.67 3,733.33 3,706.67 102,470,000.00 14.24 153.66 5.81 21.51 TRANSPORTASI GIAA 484 487.33 490.67 479.33 474.67 52,627,783.53 7.55 40.78 ‐122.73 10.94 MBSS 346 354.00 362.00 342.00 338.00 WINS 220 227.33 234.67 213.33 206.67 1,378,353.91 ‐37.37 ‐19.45 ‐129.08 ‐10.95 KONSTRUKSI NON BANGUNAN
INDY 625 650.00 675.00 605.00 585.00 BANK BBCA 13000 13,050.00 13,100.00 12,925.00 12,850.00 47,081,728.00 7.56 730.83 9.30 18.47 BBKP 560 565.00 570.00 555.00 550.00 8,303,973.00 17.07 105.70 32.57 5.58 BBNI 4630 4,696.67 4,763.33 4,546.67 4,463.33 36,895,081.00 10.58 486.18 ‐15.91 10.90 BBRI 10400 10,475.00 10,550.00 10,250.00 10,100.00 85,434,037.00 13.73 1,029.53 4.77 10.95 BBTN 1700 1,710.00 1,720.00 1,690.00 1,680.00 14,966,209.00 16.86 174.91 65.91 10.43 BDMN 3040 3,086.67 3,133.33 2,946.67 2,853.33 22,420,658.00 ‐2.48 249.70 ‐8.09 16.40 BJBR 935 946.67 958.33 921.67 908.33 10,084,451.00 14.70 142.02 23.39 6.79 BMRI 9050 9,133.33 9,216.67 8,933.33 8,816.67 71,570,127.00 14.26 871.50 2.33 11.76 BNGA 496 502.00 508.00 493.00 490.00 22,318,759.00 7.24 17.02 ‐81.74 34.36
PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI
AKRA 6025 6,133.33 6,241.67 5,933.33 5,841.67 19,764,821.14 ‐12.03 261.74 27.59 27.03 INTA 242 243.33 244.67 239.33 236.67 UNTR 13900 14,141.67 14,383.33 13,416.67 12,933.33 49,347,479.00 ‐7.14 1,033.07 ‐28.24 14.86 PERDAGANGAN ECERAN MAPI 3880 3,916.67 3,953.33 3,846.67 3,813.33 RALS 790 803.33 816.67 773.33 756.67
ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA
MNCN 2190 2,233.33 2,276.67 2,143.33 2,096.67
PERUSAHAAN INVESTASI
BRMS 50 50.00 50.00 50.00 50.00
Corporate Action
8
Code Name Type Date Time Venue
BABP Bank MNC Internasional Tbk. AGM 28/04/2015 0:14:00
MNC Tower, Auditorium Lt B2, Jl. Kebon Sirih No.17‐19, Jakarta Pusat
BABP Bank MNC Internasional Tbk. EGM 28/04/2015 0:14:00
MNC Tower, Auditorium Lt. B2, Jl. Kebon Sirih No.17‐19, Jakarta Pusat
ASII Astra International Tbk. AGM 28/04/2015 0:08:30 The Ritz‐Carlton Jakarta, Pacific Place
NRCA Nusa Raya Cipta Tbk AGM 28/04/2015 0:10:00
Hotel Gran Melia, Ruang Legian 2, Jl. HR. Ra‐ suna Said Blok X‐0 Kav.4, Kuningan, Jakarta
12950
RAJA Rukun Raharja Tbk. AGM 29/04/2015 0:10:00 Intercontonental mid plaza hotel
BPFI Batavia Prosperindo Finance Tbk AGM 30/04/2015 0:01:00 Ruang Rapat PT Batavia Prosperindo Finance Tbk, Gedung Chase Plaza Lantai 12, Jl.Jend Sudirman Kav 21, Jakarta 12920 BPFI Batavia Prosperindo Finance Tbk EGM 30/04/2015 0:10:00 Ruang Rapat PT Batavia Prosperindo Finance Tbk, Gedung Chase Plaza Lantai 12, Jl.Jend Sudirman Kav 21, Jakarta 12920 BPII Batavia Prosperindo Interna‐ sional Tbk AGM 30/04/2015 0:14:00 Chase Plaza, Lantai 12, Jl. Jend. Sudirman Kav. 21, Jakarta Selatan BPII Batavia Prosperindo Interna‐ sional Tbk EGM 30/04/2015 0:14:00 Chase Plaza, Lantai 12, Jl. Jend. Sudirman Kav. 21, Jakarta Selatan
BRAU Berau Coal Energy Tbk EGM 30/04/2015 0:10:00
ASBI Asuransi Bintang Tbk. AGM 30/04/2015 0:14:00
ASBI Asuransi Bintang Tbk. EGM 30/04/2015 0:14:00
TOTL Total Bangun Persada Tbk. AGM 30/04/2015 0:09:30
PT Total Bangun Persada Tbk Gedung TOTAL lantai 8, Jl. Letjend.S.Parman No. 106A, Ja‐
karta 11440
TOTL Total Bangun Persada Tbk. EGM 30/04/2015 0:09:30
PT Total Bangun Persada Tbk Gedung TOTAL lantai 8, Jl. Letjend.S.Parman No. 106A, Ja‐
karta 11440
TAXI Express Transindo Utama Tbk AGM 30/04/2015 0:09:30
Ruang Seminar BEI (Galeri Bursa) ‐ Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt. 1, Jl. Jend.
Sudirman Kav.52‐53, Jakarta 12190
TAXI Express Transindo Utama Tbk EGM 30/04/2015 0:09:30
Ruang Seminar BEI (Galeri Bursa) ‐ Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt. 1, Jl. Jend.
Sudirman Kav.52‐53, Jakarta 12190 NAGA Bank Mitraniaga Tbk AGM 5‐Apr‐15 0:10:00
Hotel Menara Peninsula ‐ Merica 2 Lt.2, Jl, LetJen. S. Parman 79 ‐ Jakarta 11410 NAGA Bank Mitraniaga Tbk EGM 5‐Apr‐15 0:10:00
Hotel Menara Peninsula ‐ Merica 2 Lt.2, Jl, LetJen. S. Parman 79 ‐ Jakarta 11410
SIMP Salim Ivomas Pratama Tbk AGM 5‐May‐15 0:14:00
Sudirman Plaza ‐ Indofood Tower Lantai PH, Jalan Jendral Sudirman Kav. 76‐78, Jakarta
Selatan 12910
SIMP Salim Ivomas Pratama Tbk EGM 5‐May‐15 0:14:00
Sudirman Plaza ‐ Indofood Tower Lantai PH, Jalan Jendral Sudirman Kav. 76‐78, Jakarta
Selatan 12910
Corporate Action
9
EMITEN JUMLAH DIVIDEN CUM DIVIDEN RECORDING DATE PEMBAYARAN
DIVIDEN KETERANGAN
PLIN 70 15‐Apr‐15 20‐Apr‐15 7‐May‐15
ITMG 645 8‐Apr‐15 13‐Apr‐15 24‐Apr‐15
SMBR 8.34385 8‐Apr‐15 13‐Apr‐15 30‐Apr‐15
WTON 11,82 9‐Apr‐15 14‐Apr‐15 5‐May‐15
BJBR 71.6 8‐Apr‐15 13‐Apr‐15 30‐Apr‐15
MERK 6500 10‐Apr‐15 15‐Apr‐15 5‐May‐15
PGAS 144,84 13‐Apr‐15 16‐Apr‐15 8‐May‐15
BDMN 81,50 14‐Apr‐15 17‐Apr‐15 8‐May‐15
GEMS 3,36 13‐Apr‐15 16‐Apr‐15 20‐Apr‐15 Dividen Interim
KAEF 8.4488 15‐Apr‐15 20‐Apr‐15 8‐May‐15
BBCA 98 16‐Apr‐15 21‐Apr‐15 13‐May‐15 Dividen Final
BJTM 41,86 15‐Apr‐15 20‐Apr‐15 8‐May‐15
ACST 42 15‐Apr‐15 20‐Apr‐15 4‐May‐15
LEAD 40 7‐Apr‐15 10‐Apr‐15 30‐Apr‐15
JASS 159 ‐ 16‐Apr‐15 23‐Apr‐15
AALI 472 21‐Apr‐15 24‐Apr‐15 15‐May‐15
TURI 10 22‐Apr‐15 27‐Apr‐15 15‐May‐15
BFIN 54 22‐Apr‐15 27‐Apr‐15 15‐May‐15
ASGR 52 23‐Apr‐15 28‐Apr‐15 20‐May‐15
SMGR 375,34 23‐Apr‐15 28‐Apr‐15 20‐May‐15
TOBA ‐ 23‐Apr‐15 28‐Apr‐15 20‐May‐15
JASS 100 ‐ 28‐Apr‐15 7‐May‐15 Dividen Interim
MDIA 10 24‐Apr‐15 29‐Apr‐15 21‐May‐15
SSMS 22,65 24‐Apr‐15 29‐Apr‐15 21‐May‐15
Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.
Branch Office
Jakarta:Gedung Jaya Lt. 2 Suite L02-05 Jl. M. H. Thamrin No. 12
Jakarta 10340 Phone : +62 21 3193 1811
Yogyakarta:
Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta
Jl. Kusumanegara 121 - Yogyakarta 55165 Phone : 0274-543944
Solo:
Universitas Muhammadiyah Surakarta Jalan A. Yani Tromol Pos 1, Pabelan Kartasura, Surakarta,
Jawa Tengah 57162 (0271) 717417
Makassar :
Jl. Gunung Bawakareng No. 71 Makassar 90157 Phone : +62 411 361 3122
Sampit :
Universitas Darwan Ali Jl. Batu Berlian No. 10 Kalimantan Tengah 74322
Phone : +62 531 31992
Panin Bank Centre
4th Floor Jl. Jend. Sudirman No. 1 Jakarta 10270, Indonesia Phone : +62 21 727 99888 Fax : +62 21 571 0895
Web : www.firstasiacapital.com E-mail : [email protected]
First Asia Research Team :
Ivan Kurniawan ([email protected]) David Nathanael ([email protected])