• Tidak ada hasil yang ditemukan

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA TANGERANG SELATAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA TANGERANG SELATAN"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM

PERILAKU ORGANISASI DALAM HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI MANAJEMEN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA

BIDANG KEGIATAN PKM-ARTIKEL ILMIAH

Diusulkan oleh:

Anggraini Fajriati Syarif, 2015031024, 2015 Maddina Ramadhani , 2014031031, 2015 Putri Nathasya Suryansyah, 2015031005, 2015

Richard, 2015071016,  2015

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA TANGERANG SELATAN

(2)
(3)

 

ABSTRAK

Bernard (2014) mengatakan organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Tujuan artikel ilmiah ini adalah untuk memenuhi syarat Ujian Akhir Semester mata kuliah Organizational Behavior tahun 2016 dan mengetahui apakah perilaku organisasi HIMA Manajemen sesuai dengan teori. Metode yang digunakan adalah wawancara, dan data pun dianalisis dengan cara mencocokan dengan toeri yang ada. Hasil dan kesimpulannya, perilaku organisasi HIMA Manajemen belum 100% efektif.

Kata kunci: himpunan mahasiswa, perilaku organisasi, universitas pembangunan jaya

ABSTRACT

Bernard (2014) stated that an organization is a system of collaborative activities done by two or more individuals. The aim of this article is to fulfill the prerequisites of the Organizational Behavior subject in the year 2016 and find out whether the behaviour of the HIMA Manajemen organizations fits the theory. Methods used are interviews and data gathered are analyzed by comparing with available theories. The result and conclusion is that the organizational behavior of HIMA Manajemen is not yet 100% effective.

Keywords: student association, organizational behavior, pembangunan jaya university

(4)

I. PENDAHULUAN

Perilaku organisasi sangat penting untuk menjalankan sebuah organisasi. Dalam artikel ilmiah ini, penulis akan mengupas tentang perlikau organisasi himpunan mahasiswa (HIMA) program studi Manajemen di Universitas Pembangunan Jaya (UPJ).

Rumusan permasalahan artikel ilmiah ini adalah ingin mengetahui perilaku organisasi yang ada di HIMA Manajemen di UPJ.

Tujuan artikel ilmiah ini adalah untuk memenuhi syarat Ujian Akhir Semester mata kuliah Organizational Behavior dan mengetahui apakah perilaku organisasi HIMA Manajemen sesuai dengan teori Organizational Behavior atau tidak.

Manfaat artikel ilmiah ini adalah untuk menjadi evaluasi HIMA Manajemen dan HIMA lainnya di UPJ maupun luar UPJ.

II. TUJUAN

Tujuan artikel ilmiah ini adalah untuk memenuhi syarat Ujian Akhir Semester mata kuliah Organizational Behavior tahun 2016 dan mengetahui apakah perilaku organisasi HIMA Manajemen sesuai dengan teori.

III. LATAR BELAKANG TEORI

Bernard (dalam Zakapedia, 2014) mengatakan organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Menurut McShane dan Glinow (2010) Organizational Behavior atau perilaku organisasi adalah studi mengenai apa yang orang pikir, rasakan, dan lakukan di organisasi. Psychological Association mengatakan organisasi psikologi mengacu pada aplikasi teori psikologi dan metodologi pada masalah dalam berorganisasi dan masalah pada kelompok dan individu di peraturan organisasi (Krumm, 2001). Menurut Robbins dan Coulter (200) struktur organisasi dapat diartikan sebagai kerangka kerja formal organisasi yang dengan kerangka kerja itu tugas-tugas perkerjaan dibagi bagi, dikelompokkan, dan di koordinasikan. Sedangkan struktur organisasi menurut Handoko (2003) didefinisikan sebagai mekanisme mekanisme formal dengan mana organisasi dikelola.

IV. METODE

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam tulisan artikel ini adalah wawancara dengan Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Management yang berlangsung selama 80 menit dan Universitas Pembangunan Jaya. Bahan dan alat yang digunakan adalah telpon genggam sebagai alat perekam, pertanyaan wawancara, alat tulis, laptop sebagai media menulis laporan. Pengolahan data dan analisis dilakukan dengan cara menganalisis teori Organizational Behavior dengan wawancara dengan narasumber.

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil yang diperoleh adalah HIMA Manajemen belum 100% efektif untuk mencapai tujuan dari organisasi mereka karena ada beberapa hal yang belum sesuai dengan teori yang ada.

Personality (kepribadian) dibentuk dengan nature dan nuture. Kebanyakan personality diwakili oleh ciri2 dengan 5 faktor model, yaitu:

1. Conscientiousness, kepribadian yang mendeskripsikan orang yang berhati-hati, orang yang dapat diandalkan, dan orang yang mempunyai disiplin diri

2. Agreeableness, orang yang memilki dimensi kepribadian sopan, baik hati, mempunyai empati yang tinggi, dan peduli yang tinggi

(5)

3. Neuroticism, karakter orang yang mempunyai kecemasan tinggi, mudah bermusuhan dengan orang, dan mudah depresi

4. Openness to experience, orang yang imajinatif, kreatif, mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi dan sensitif.

5. Extroversion, orang yang ramah, mudah bicara dengan orang, mudah berbaur, dan tegas.

Motivasi sekertaris HIMA bergabung dalam HIMA yaitu ingin menambah pengalaman dalam berorganisasi, karena menurutnya berorganisasi di setiap jenjang pendidikan itu beda, jadi ingin menambah pengalaman hal – hal baru. Tujuan pribadinya selain menambah pengalaman adalah karena ingin membantu HIMA dalam menerapkan program kerja HIMA manajemen. Sebenarnya sekertaris HIMA ini lebih menyukai posisi jabatan sebagai bendahara , karena ia menyukai menghitung uang. Kelebihan dari sekertaris HIMA manajemen adalah kemauan yang kuat dang tanggung jawabnya, sedangkan kelemahanya mungkin terlalu banyak bicara dan suka plin plan. Nilai-nilai yang dianggap penting untuk dipegang menurutnya adalah nilai sosial untuk belajar komunikasi serta nilai solidaritas.

Struktur organisasi adalah pembagian kerja serta pola koordinasi, komunikasi, alur kerja, dan kekuasaan formal yang mengarahkan kegiatan organisasi. Struktur organisasi yang ada di HIMA Manajemen terdiri dari ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, divisi akademik, dan divisi non-akademik. Menurut hasil wawancara dari sekretaris HIMA, struktur organisasi ini belum efektif karena masih membutuhkan divisi-divisi lain seperti divisi kerohanian, divisi kesehatan, divisi minat dan bakat untuk membuat banyak program kerja, tidak hanya makrab.

Budaya organisasi adalah nilai-nilai dan asumsi bersama yang ada di dalam organisasi. Nilai-nilai yang ada di HIMA Manajemen adalah tanggung jawab dan pengorbanan waktu. Agar semua anggota HIMA Manajemen memahami nilai-nilai tersebut, ketua HIMA melaksanakan Organizational Culture as A Learning and Adjusting Process, yaitu di mana ketua dan para anggota terjun ke lapangan untuk belajar dan beradaptasi di organisasi tersebut.

Goal setting adalah proses memotivasi karyawan dan memperjelas persepsi peran mereka dengan mendirikan tujuan kinerja. Sekretaris HIMA yang kami wawancarai adalah ketua makrab tahun 2015, ia mengatakan bahwa untuk menentukan goal setting yang sama, ia mengadakan rapat untuk berdiskusi dan mengemukakan pendapat. HIMA ini menggunakan goal participation yaitu para anggota berpartisipasi untuk menentukan goal setting. Pembagian peran untuk mencapai goal setting dilakukan secara adil, yaitu dengan cara setiap anggota menentukan posisi apa yang mereka inginkan dengan acara tersebut.

Leadership adalah seseorang yang mempengaruhi, memotivasi dan memungkinkan orang lain untuk berkontribusi terhadap efektivitas dan keberhasilan organisasi mereka. Shared leadership adalah pandangan bahwa kepemimpinan didistribusikan secara luas, bukan ditugaskan untuk satu orang, sehingga orang – orang dalam tim dan organisasi memimpin satu sama lain.

(6)

Menurut sudut pandang sekretaris HIMA Manajemen, ketua HIMA merupakan orang yang tidak terlalu formal, tidak terlalu serius dan mempunyai caranya sendiri dalam hal memimpin dan memotivasi anggotanya. HIMA manajemen juga tegas dalam hal deadline, sehingga tidak memikirkan untuk mengundur – undur tugas. Ketua HIMA juga memiliki kualitas pemimpin yang berhasil , yaitu tanggung jawab, tegas, dan mau untuk terjun ke lapangan. HIMA manajemen juga disiplin karena menurutnya dalam hal mencapai tujuan mempunyai banyak cara dan tidak harus melanggar aturan.

Tim adalah kelompok yang terdiri dari dua atau lebih orang yang saling berinteraksi. Manfaat tim yaitu membuat keputusan lebih baik, orang lebih termotivasi dalam tim karena mereka saling bertanggung jawab antar sesama anggota dan meningkatkan kinerja karena rekan kerja menjadi tolak ukur perbadingan.

HIMA Manajemen memiliki bayangan tim ideal yaitu tim yang mau bekerja sama, tidak malu untuk mengemukakan pendapat, aktif bertanya, serta mau menyisihkan waktunya. Kerja sama tim dalam HIMA manajemen belum sepenuhnya efektif namun sudah ada yang efektif. Efektif karena sudah menyelesaikan setiap acaranya. Timnya pun sudah ideal, dari segi kerja sama sudah 70%, walaupun masih ada orang yang tidak mau mengemukakan pendapatnya, sehingga sering berbicara di belakang HIMA.

Job design merupakan suatu perancangan pekerjaan dengan proses penentuan tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh pemegang jabatan, hak untuk mengatur pekerjaan tersebut dan tanggung jawab individu atas pekerjaan atau perannya. Selain itu ada yang dinamakan sebagai job specialization yang meliputi pembagian pekerjaan kedaam bagian yang lebih kecil dan penempatan ahli pada bagian tersebut. Self leadership adalah dasar dari kepemimpinan, self leadership sendiri merupakan proses mempengaruhi diri sendiri untuk menetapkan tujuan dan memotivasi diri yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.

Pembagian peran dalam HIMA Manajemen dilakukan dengan pemilihan ketua dan wakil ketua melalui pemilihan umum. Seletah terpilih ketua dan wakil ketua, ketua dan wakil ketua HIMA memiih sekretaris, bendahara, divisi akademik dan non akademik berdasarkan kemampuan dan latar belakang mereka disertai dengan konsultasi besama dengan bagian kemahasiswaan program study . Setelah anggota anggota HIMA terpilih, Keefektifan peran tersebut dapat dilihat langsung di lapangan, dengan cara bagaimana mereka mengerjakan tugasnya, menangani masalah yang terjadi dan sebagainya. Ketua HIMA lebih memilih memberika motivasi atas peran yang mereka jalani sebagai anggota secara langsung dan cenderung tidak formal, menurutnya cara itu lebih efektif agar anggotanya tidak merasa kaku, terbebani dan dapat menimbulkan rasa tanggung jawab mereka atas peran yang harus mereka jalani dengan baik.

Komunikasi merupakan hal terpenting dalam sebuah organisasi karena dengan komunkasi dapat terciptanya koordinasi antar anggota. Dalam berkomunikasi para pelakunya dapat berkomunikasi secara langsung atau tidak langsung seperti email dan media sosial. Walaupun berkomunikasi melalui media sosial merupakan cara yang mudah, hal tersebut memiliki beberapa kelemahan seperti tidak terlihat dengan baik emosi saat berkomunikasi, mengurangi kesopanan dan rasa menghargai serta dapat timbulnya

(7)

ambiguitas. Dalam komunikasi terdapat hambatan hambatan yang dapat mengganggu keefektifan informasi yang akan disampaikan atau diterima hal tersebut biasa disebut sebagi noise atau gangguan, hal tersebut berupa presepsi seseorang atas informasi, filtering, dan perbedaan bahasa. Dalam meningkatkan kemaampuan komunikasinya seseorang diharuskan memiliki rasa empati terhadap pendengarnya, mengulang pesan sebaikmungkin dan menggunakan waktu dengan baik.

Menurut Sideney Joana sebagi sekretaris dalam HIMA Manajemen, komunikasi yang digunakan dalam HIMA manajemen adalah dengan berkomunikasi secara langsung saat berada di kampus dan melalu media sosial. Walaupun mereka menggunakan media sosial, komunikasi secara langsung merupakan pilihan pertama karena dengan berkomunikasi secara langsung akan lebih menciptakan komunikasi yang efektif dan timbal balik yang cepat dan mengurangi terjadinya kesalahan informasi. Sidney juga mengatakan bawa pendapatnya pernah di tolak karena dianggap kurang menarik yang membuatnya kecawa, namun setelah itu dia menyadari bahwa hasil dari putusan dalam organisasi adalah sebuah kesepakatan bersama bukan kehendak pribadi yang harus di setujui dan membuatnya untuk lebih menggali ide yang lebih baik serta meningkatkan kemampuannya dalam mengkomunikasikan pesan yang akan disampaikan.

Konflik merupakan proses dimana seseorang memiliki perbedaan pandangan dengan orang lain yang dapat menimbulkan suatu masalah. Negosiasi adalah proses dimana dua atau lebih pihak yang saling bertentangan berusaha untuk menyelesaikan tujuan mereka yang berbeda dengan ketentuan yang telah disepakati.

Dalam HIMA manajemen konflik seringkali timbul karena perbedaan pendapat seseorang yang saling bertentangan. Beberapa anggota menganggap bahwa pendapatnya merupakan pilihan terbaik sehingga anggota lain harus menyetujui itu. Dalam HIMA manajemen, mereka menanggulangi masalah tersebut dengan mencari jalan keluar secara bersama dengan kepala dingin. Contohnya ketika seorang anggota memilih opsi A tetapi ada anggota lain yang memilih opsi C mereka bersama mencari jalan keluar dari perbedaan pendapat itu seperti memutuskan untuk menggunakan opsi B dengan pertimbangan yang matang.

Power adalah sebuah kapasitas seseorang, kelompok, atau organisasi untuk mempengaruhi yang lainnya. Power bukan sebuah tindakan yang mengubah sikap atau perilaku seseorang, tetapi hanya potensi untuk melakukannya. Power berasal dari 5 sumber yaitu, : legitimate, reward, coercive, expert, dan referen. Legitimate yaitu sebuah kesepakatan antara anggota organisasi bahwa orang-orang dalam peran tertentudapat meminta perilaku lain. Reward yaitu sebuah kemampuan orang untuk mengontrol penghargaan dan sanki. Coercive yaitu kemampuan untuk menerapkan hukuman. Expert yaitu power yang berasal dari dalam orang tersebut dan referen yaitu kapasitas untuk mempengaruhi orang lain atas dasar menghargai pemegang kekuasaan (Mc Shane & Glino, 2010).Menurut Sekretaris HIMA Manajemen, untuk mempengaruhi dia akan bertanya kembali pada mahasiswa yang tidak setuju dengan dosen atau aturan yang ada. Sehingga

(8)

yang diharapkan adalah mahasiswa yang tidak setuju tersebut berpikir kembali atau kemauan dia yang tidak sesuai dengan aturan.

Pembuatan keputusan yaitu proses sadar membuat pilihan diantara alternatif dengan tujuan bergerak menuju beberapa keadaan yang diinginkan. Dalam pengambilan keputusan orang biasanya tidak menggunakan logika dan semua informasi tersedia untuk memilih alternatif dengan nilai tertinggi. Mengevaluasi hasil keputusan yaitu kecenderungan untuk mendukung alternatif yang dipilih dalam keputusan dengan melupakan atau mengecilkan fitur negatif alternatif itu, menekankan fitur positif, dan melakukan kebalikan alternatif yang tidak dipilih.

Secara pribadi, sekretaris HIMA Management lebih suka membalikkan pertanyaan mengenai pendapat orang lain dan bagaimana baik-nya,setelah didapatkan keputusan dipikirkan secara matang apakah keputusan itu adalah keputusan yang terbaik atau tidak. Melibatkan anggota kelompok yang lain dan mengutamakan kepentingan dari anggota-anggota tersebut. Dalam mengambil keputusan diutamakan diselesaikan pada saat itu juga tetapi kalau harus melakukan observasi akan memberikan beberapa waktu agar dapat melihat kembali hal-hal yang terjadi baru mengambil keputusannya dengan tepat.

Emosi merupakan pengalaman episode fisiologis, perilaku dan psikologis terhadap suatu objek, orang atau kejadian yang menciptakan keadaan. Emosional Labor:Usaha perencanaan dan kendali yang dilakukan oleh seseorang dalam mengeksoresikan emosi. Emosi yang dianggap layak oleh organisasi dalam berinteraksi dengan orang lain. Emosi dapat ditunjukan dengan tekanan darah, detak jantung, berpikir jernih, dan ekspresi muka (McShane & Glinow, 2010).

Menurut Sekretaris HIMA Management, saat menghadapi stress atau tekanan dia lebih baik untuk diam sambil berpikir. Berpikir apakah dia yang salah atau diabenar tetapi anggota lain tidak mau menerima.diam ini mendapatkan dampat positif dan negatif. Positifnya saat sudah emosi lebih baik untuk diam agar masalah tidak makin melebar. Tetapi yang menjadi negatif adalah dengan diam ini yang dirasakan adalah rasa puas untuk sesaat karena merasa ada sesuatu yang harus disampaikan tapi tertunda.

Sekretaris HIMA yang kami wawancarai merasa bahwa dia telah berkembang di organisasi ini, mulai dari cara membuat proposal, laporan keuangan, sehingga bekerja sama dengan orang lain. Dalam menjalankan tugas, ia merasa bahwa faktor-faktor yang mendukungnya berada dari dalam dan luar dirinya sekaligus. Pada saat ia ditunjuk menjadi ketua makrab, ia merasa bahwa ketua HIMA telah memberikan kepercayaan dan tanggung

(9)

jawab yang besar sehingga itu menjadi motivasi untuk dirinya untuk menjalankan makrab tersebut dengan baik. Hal ini disebut dengan positive reinforcement yaitu ketika pengenalan konsekuensi meningkatkan atau mempertahankan frekuensi atau kemungkinan

perilaku tertentu di masa depan.

Force Field Analysis digunakan secara meluas untuk menginformasikan mengenai pembuatan keputusan terutama dalam perencanaan dan pelaksanaan program manajemen perubahan dalam suatu organisasi. Driving Forces mendorong suatu organisasi untuk mendukung adanya perubahan ke depan. Berasal dari kekuatan pengaruh eksternal atau pandangan seorang pemimpin dalam organisasi. Restraining Forces menghambat suatu organisasi untuk menentang adanya perubahan ke depan. Berasal dari perilaku anggota yang tidak sesuai, sehingga dapat menjadi penghalang dalam proses perubahan.

Sekretaris HIMA Management mengatakan bahwa apa yang ingin dia ubah dari HIMA saat ini adalah struktur HIMA-nya karena hanya ada 6 bagian yaitu ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, divisi akademik dan non-akademik. Dia berharap bahwa akan dapat menambah divisi-divisi lain dan per-divisi dapat membuat project sendiri-sendiri. Sehingga setiap divisi mempunyai program kerja masing-masing. Tetapi, hal yang menghambat ide-nya adalah angkatan- nya atau angkatan 2013 di skip sehingga pemilihan ketua HIMA baru dimulai dari 2014 jadi harapan dia tidak dapat terealisasikan dengan baik. Dan yang ingin dipertahankan pada HIMA Management saat ini yaitu program kerja makrab dan cara pemilihan ketua HIMA-nya. Dengan menggabungkan ketua dari angkatan atas dan wakil dari angkatan bawah membuat HIMA menjadi lebih efektif karena dapat mendengarkan pendapat.

VI. KESIMPULAN

Kesimpulan dari artikel ini adalah HIMA Manajemen belum terlalu efektif untuk mencapai tujuan organisasi tersebut walaupun ada beberapa hal yang mereka lakukan sudah sesuai dengan teori Organizational Behavior. Penulis menyarankan agar HIMA Manajemen melakukan komunikasi dan team bonding yang lebih erat agar organisasi ini efektif. Penulis juga mengharapkan perilaku positif yang ada di organisasi ini dipertahankan.

UCAPAN TERIMAKASIH

Dalam penyusunan tulisan ilmiah ini, tim mengucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing yang telah membantu pembuatan karya ilmiah ini, sekretaris HIMA program studi Manajemen Universitas Pembangunan Jaya yang telah meluangkan waktu sebagai narasumber, dan seluruh anggota yang berpartisipasi dalam penulisan karya ilmiah ini.

(10)

DAFTAR PUSTAKA

Krumm, D. 2001. Psychology at Work. New York: Worth Publisher

McShane, S. & Von Glinow, M.A. 2010. Organizational Behavior: Emerging

Knowledge and Practice for the Real World. 5th edition. New York: McGraw-Hill/Irwin Zakapedia. 2014.        

(11)
(12)
(13)
(14)
(15)

Dosen Pembimbing A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap (dengan gelar) Gita Widya Laksmini, M.Psi., Psikolog

2 Jenis Kelamin Perempuan

3 Program Studi Psikologi

4 NIDN 0411097605

5 Tempat dan Tanggal Lahir Jakarta, 11 September 1976

6 E-mail [email protected]

7 Nomor Telepon/HP 0813-111-62469 B. Riwayat Pendidikan

SD SMP SMA S1 S2

Nama Institusi Trisula Santa Ursula Santa Ursula Universitas Indonesia Universitas Indonesia

Jurusan - - A1 Psikologi Psikologi

Tahun Masuk-Lulus 1983-1989 1989-1991 1991-1994 1994-1999 2008-2010

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)

No Nama Pertemuan

Ilmiah/Seminar Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat

1 The 12th International

Conference on Intellectual

Capital, Knowledge

Management and

Organizational Learning

Sharing Workspace, Sharing

Knowledge: Knowledge Sharing Amongst Entrepreneurs in Jakarta Co-Working Spaces 5-6 November 2015, Bangkok, Thailand

2 The 2015 Asian Congress

of Applied Psychology

Subjective Norms of the Intention

to Use Green Sustainable

Transportation: A Case Study of In-Trans Shuttle Bus Facility and

Travel Mode Choice of

Pembangunan Jaya University

19-20 Mei 2015, Singapore, Singapore 3 The 3rd International Conference on Quality of Life (AicQol)

Family Decision Making Process in the Appreciation of Cultural Heritage: AkhirPekan@MuseumNasional 25-27 April 2015, Jakarta, Indonesia

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnnya)

No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan Tahun 1

(16)

     

(17)
(18)

Referensi

Dokumen terkait

Mendiagnosis karies pada gigi terutama karies dini atau karies tersembunyi dengan hanya melalui pemeriksaan klinis merupakan teknik yang tidak akurat, meskipun sensitivitas

Disarankan kepada masyarakat yang menggunakan sumber air dengan kadar besi yang tinggi dapat menggunakan briket kulit durian sebagai media filter dalam penyaringan

Senyawa pati pregel pati sing- kong fosfat dapat digunakan sebagai bahan pensuspensi sirup kering ampisilin baik yang dihasilkan dengan mereaksikan pati singkong pregelatinasi dengan

A good English course book will usually provide the learners with the.. necessary opportunity to meaningfully use the grammatical aspects

Cacing dewasa yang mengembara dalam jaringan Cacing dewasa yang mengembara dalam jaringan subkutan dan mikrofilaria dalam darah seringkali tidak subkutan dan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor riwayat keluarga PJK dengan kejadian penyakit jantung koroner dengan nilai odd

Numerator Jumlah karyawan yang keluar dalam satu bulan Denominator Jumlah seluruh karyawan dalam bulan yang sama Sumber Data HRD Standar ≤ 1,5 % Penanggung jawab Pengumpul

Maka perlu dilakukan penelitian mengenai penggunaan bioherbisida yang berasal dari ekstrak kirinyuh pada stadia pertumbuhan yang berbeda dengan beberapa konsentrasi,