• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERSEPSI RISIKO PARA PENGGUNA TRANSPORTASI UMUM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERSEPSI RISIKO PARA PENGGUNA TRANSPORTASI UMUM"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

PERSEPSI RISIKO PARA PENGGUNA TRANSPORTASI UMUM (Studi pada Masyarakat yang Melakukan Mobilitas Nonpermanen

dari Kota Bandar Lampung menuju DKI Jakarta)

(USULAN PENELITIAN)

Oleh:

TEUKU FAHMI, S.Sos., M.Krim

JURUSAN SOSIOLOGI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS LAMPUNG

MARET 2015

(2)

ii ABSTRAK

Perkembangan sebuah masyarakat dapat ditandai dengan peningkatan mobilitas para penduduknya (Moen, Elin, & Rundmo, 2006). Dalam hal ini, penggunaan beragam moda transportasi akan sangat menunjang mobilitas yang dilakukan tersebut. Dalam beberapa dekade terakhir, terdapat kecenderungan peningkatan mobilitas nonpermanen yang dilakukan warga Bandar Lampung ke wilayah DKI Jakarta. Meskipun para pemangku kepentingan telah mencoba untuk membuat moda transportasi seaman mungkin, namun demikian, beberapa risiko kerap terjadi dan menimpa para pengguna transportasi tersebut. Risiko yang terjadi dapat berupa kecelakaan, tindak kejahatan pencurian/perampasan bahkan teror. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui dan menjelaskan persepsi risiko transportasi pada warga yang melakukan mobilitas Nonpermanen dari Kota Bandar Lampung menuju DKI Jakarta.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, adapun metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan eksplanatif. Jumlah sampel dalam penelitian ini mencapai 384 orang. Lingkup penyajian data secara deskriptif meliputi distibusi frekuensi tiap variabel, perhitungan mean, dan deviasi standar guna diperoleh gambaran lebih lanjut tentang penilaian transportasi umum yang digunakan. Untuk selanjutnya, analisis inferensial dari data sampel dilakukan guna mengetahui lebih lanjut seberapa besar hubungan diantara variabel yang diteliti. Korelasi (pearson r) akan digunakan untuk memperkirakan hubungan antara penilaian risiko (risk assessment), kemungkinan (probability), konsekuensi (consequence), dan khawatir (worry). Lebih lanjut, analisis regresi berganda (bertahap) akan diterapkan guna menelusuri pengaruh diantara variabel yang diujikan.

(3)

iii DAFTAR ISI

ABSTRAK ... ii

DAFTAR ISI ... iii

BAB 1. PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Perumusan Masalah ... 2

C. Pertanyaan Penelitian ... 3

D. Tujuan Penelitian ... 3

E. Signifikansi dan Luaran Penelitian ... 3

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA ... 5

A. Persepsi Risiko ... 5

B. Transportasi Umum ... 5

C. Mobilitas Nonpermanen ... 6

BAB 3. METODE PENELITIAN ... 7

A. Pendekatan Penelitian ... 7

B. Populasi dan Sampel ... 7

C. Teknik Pengumpulan Data ... 9

D. Operasionaliasi Konsep ... 9

E. Uji Instrumen ... 11

F. Analisis Data ... 12

BAB 4. JADWAL PELAKSANAAN ... 13

BAB 5. PERSONALIA PENELITIAN ... 15

BAB 6. PERKIRAAN BIAYA PENELITIAN ... 16

DAFTAR PUSTAKA ... 19 LAMPIRAN

(4)

1 BAB 1. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan sebuah masyarakat dapat ditandai dengan peningkatan mobilitas para penduduknya (Moen, Elin, & Rundmo, 2006). Dalam hal ini, penggunaan beragam moda transportasi akan sangat menunjang mobilitas yang dilakukan tersebut. Dalam beberapa kajian disebutkan bahwa perubahan sifat mobilitas yang terjadi dalam masyarakat juga terkait erat dengan sifat perubahan sistem transportasi itu sendiri (Stutz, 2006). Fenomena tersebut selaras dengan fenomena masyarakat kota Bandar Lampung yang kerap melakukan mobilitas ke wilayah DKI Jakarta. Dalam beberapa dekade terakhir, terdapat kecenderungan peningkatan mobilitas nonpermanen yang dilakukan warga Bandar Lampung ke wilayah DKI Jakarta.

Secara geografis, ibukota provinsi Lampung ini berjarak kurang lebih 165 km sebelah barat laut DKI Jakarta. Pada akhirnya dengan jarak yang tak tak terlampau jauh tersebut, banyak diantara warga Bandar Lampung yang berusaha menyelesaikan urusan mereka di Jakarta tanpa harus berlama-lama (bermalam) disana. Beragam moda pun dapat digunakan sebagai sarana transportasi menuju Jakarta. Tercatat, yang lazim digunakan masyarakat yakni jalur darat dan laut. Terakhir, jalur udara pun kini makin kerap digunakan untuk mempercepat mobilitas yang dilakukan.

Terkait dengan sarana transportasi yang digunakan dalam menunjang mobilitas tersebut, nampak cukup memiliki banyak catatan kritis. Sebagai gambaran, untuk moda darat, baik risiko terjadinya kecelakaan, teror hingga peristiwa kejahatan pernah terjadi pada moda darat ini. Sebagai gambaran, pertengahan 2012 lalu, terjadi kecelakaan maut terjadiantara Bus Damri rute Bandar Lampung – Jakarta menewaskan tiga orang (lampung.tribunnews.com, 25/8). Selain itu pada Maret 2013, terjadi teror berupa pelemparan batu yang dialami Bus rute Bandar Lampung ke Bakauheni (lampost.co, 15/3). Adapun beberapa peristiwa kejahatan kerap terjadi pada moda darat ini, diantara mulai

(5)

2

dari kehilangan barang bawaan hingga perampasan barang penumpang yang bahkan disertai pembiusan dan penodongan.

Risiko bahaya lainnya yang mengintai para pengguna transportasi ini yakni ketika beralih ke moda laut. Pada umumnya penyebrangan Selat Sunda memakan waktu kurang lebih dua setengah jam. Kondisi kapal RORO (Roll on

Roll off), yang dapat dikatakan, kurang layak kerap mengintai keselamatan para

penumpang. Tercatat dalam tiga tahun terakhir terjadi dua insiden besar yang mendera moda transportasi ini, diantaranya tabrakan antara kapal kargo dengan kapal RORO pada pertengahan September 2012 lalu yang menelan delapan orang meninggal (news.okezone.com, 28/9), lalu terbakarnya mesin kapal Kapal Motor Penumpang (KMP) Bahuga Pratama pada akhir Juli 2013 (radarlampung.co.id, 2/8).

Untuk moda transportasi udara, beberapa risiko yang dialami penumpang juga kerap terjadi. Dua hal yang kerap menimpa para penumpang diantaranya kehilangan barang bagasi sampai dengan penerbangan yang mengalami keterlambatan/penundaan (delay). Secara keseluruhan, moda transportasi yang kerap digunakan masyarakat Bandar Lampung dalam melakukan mobilitasnya ke Jakarta memiliki risiko yang khas.

B. Perumusan Masalah

Meskipun para pemangku kepentingan telah mencoba untuk membuat moda transportasi seaman mungkin, namun demikian, beberapa risiko kerap terjadi dan menimpa para penggunanya. Risiko tersebut dapat berupa terjadinya kecelakaan, tindak kejahatan pencurian/perampasan bahkan teror. Dari gambaran yang disajikan di atas, menarik untuk dilakukan penelitian persepsi risiko transportasi bagi mereka yang melakukan mobilitas Nonpermanen dari kota Bandar Lampung menuju DKI Jakarta.

Merujuk pada pendapat yang dikemukakan Arvai (2007), persepsi risiko merupakan penilaian subjektif seseorang tentang kemungkinan terjadinya bahaya yang akan menimpa dalam konteks pengetahuan yang terbatas. Dalam hal ini, para pengguna transportasi memiliki penafsiran risiko yang berbeda-beda, pada akhirnya dengan adanya persepsi tersebut akan mempengaruhi perilaku mereka

(6)

3

ketika melakukan mobilitas. Dalam penelitian ini, risiko transportasi dipilih karena dua alasan utama, yakni (i) risiko dapat berwujud besar dan kecil (dengan konsekuensi yang berbeda), dan (ii) kebanyakan orang memiliki pengalaman berbeda ketika menggunakan berbagai jenis transportasi pada saat melakukan mobilitas. Lebih lanjut, batasan persepsi risiko transportasi dalam penelitian ini, merujuk pada tiga indikator utama yakni, kemungkinan (probability), konsekuensi (consequence), dan kekhawatiran (worry). Lebih lanjut, analisis dalam penelitian ini nantinya akan menggambarkan perbedaan persepsi risiko transportasi berdasarkan jenis kelamin, usia, dan tingkat pendidikan.

C. Pertanyaan Penelitian

Pertanyaan yang diajukan dalam penelitian ini adalah:

1. Bagaimana persepsi risiko transportasi pada warga yang melakukan mobilitas Nonpermanen dari Kota Bandar Lampung menuju DKI Jakarta? 2. Apakah karakteristik jenis kelamin, usia, dan tingkat pendidikan

memberikan pengaruh terhadap persepsi risiko transportasi tersebut?

D. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah:

1. Mengetahui dan menjelaskan persepsi risiko transportasi pada warga yang melakukan mobilitas Nonpermanen dari Kota Bandar Lampung menuju DKI Jakarta.

2. Mengetahui arah hubungan dan besaran pengaruh karakteristik jenis kelamin, usia, dan tingkat pendidikan terhadap persepsi risiko transportasi.

E. Signifikansi dan Luaran Penelitian

Signifikansi teoritis dari penelitian ini nantinya adalah untuk memperkaya literatur mengenai persepsi risiko transportasi baik untuk lingkup lokal dan nasional. Secara metodologis, penelitian ini nantinya diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi proses penelitian selanjutnya, khususnya untuk lingkup yang lebih luas. Adapun signifkansi praktisnya yakni diharapkan penelitian ini

(7)

4

nantinya dapat memberikan masukan yang berarti bagi para pemangku kepentingan (stakeholders), baik pihak kepolisian daerah, pemerintah daerah, dan dinas-dinas terkait, dalam menciptakan rasa aman dan pada moda transportasi. Adapun luaran yang ingin dicapai dari kegiatan penelitian ini yakni (1) terpublikasinya hasil penelitian pada jurnal ilmiah lokal, dan (2) pengayaan bahan ajar perkuliahan.

(8)

5 BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

A. Persepsi Risiko

Perihal batasan dari konsep persepsi risiko, Arvai (2007) menekankan bahwa setiap orang akan "hidup" bersama dengan risiko dalam situasi rasionalitas yang terbatas. Hal ini dapat dikarenakan informasi yang didapatkan oleh setiap orang tidak lengkap dan tidak pasti. Lebih lanjut Arvai juga memberikan gambaran bahwa setiap orang akan terkena resiko yang dikarenakan aktivitas tiap manusia yang melibatkan tingkat risiko berbeda sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Oleh karenanya, tiap individu akan berusaha untuk meminimalkan implikasi dari risiko tersebut berdasar pada persepsi mereka.

Bielenia dan Grajewska (2013) mengungkapkan bahwa persepsi risiko dapat ditandai dengan penilaian individu atau masyarakat dalam menggambarkan dan melakukan estimasi dari kemungkinan kerusakan dan bahaya. Lebih lanjut Bielenia dan Grajewska juga memberikan gambaran bahwa keragaman dan kompleksitas realitas modern membuat individu lebih terkena risiko baik dalam kehidupan pribadi dan profesional.

Penelitian yang berkaiatan dengan tema persepsi risiko telah banyak dilakukan. Beberapa penelitian tersebut mengungkapkan implikasi dari persepsional risiko yang dialami oleh seseorang, diantaranya: munculnya rasa khawatir yang berlebih hingga peningkatan stres secara emosional dan psikologis ((Moen, Elin, & Rundmo, 2006; Chilton S. et al, 2002; Lange Lori J., Fleming R., Toussaint LL., 2004)

B. Transportasi Umum

Eysenbach (2011) menyatakan bahwa transportasi publik (juga dikenal sebagai angkutan massal) ialah sistem transportasi yang dirancang untuk memindahkan orang dengan jumlah besar keberbagai tujuan. Dalam hal ini,

(9)

6

tranportasi publik memegang peranan penting dalam mendukung untuk perekonomi di kota metropolitan. Senada dengan hal tersebut Arney (2011) menyebutkan bahwa transportasi umum mengacu pada moda angkutan yang tersedia untuk digunakan oleh masyarakat umum dan untuk skala yang lebih luas dapat digunakan khalayak ramai secara sekaligus.

Tak dipungkiri bahwa sarana transportasi umum telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari bagi kebanyakan orang. Terkait dengan hal tersebut, Munawar (2007) pernah mengungkapkan bahwa keberhasilan pembangunan sangat dipengaruhi oleh peran transportasi sebagai urat nadi kehidupan politik, ekonomi, dan sosial budaya.

C. Mobilitas Nonpermanen

Terkait dengan definisi mobilitas, Stutz (2006) menyatakan bahwa mobilitas mengacu pada kemmapuan orang untuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Pada dasarnya mobilitas seseorang itu tetap, tidak berubah. Namun pada masyarakat modern, mobilitas baik individu ataupun masyarakat telah berubah cukup drastis selama bertahun-tahun, hal ini telah menciptakan sejumlah peluang dan masalah tersendiri. Para pengamat di berbagai disiplin menyadari dampak mobilitas telah mempengaruhi struktur dan distribusi peradaban kontemporer. Dalam sebagian besar, perubahan sifat mobilitas terkait erat dengan sifat perubahan sistem transportasi itu sendiri.

Adapun konsep mobilitas permanen secara umum diartikan sebagai perhindahan penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain dengan tidak ada maksud untuk menetap di daerah tujuan (Romdiati dan Noveria, 2006). Mobilitas nonpermanen dikenal pula dengan mobilitas sirkuler, beberapa aspek yang mencirikan diantaranya perpindahan jangka pendek, berulang atau dilakukan secara teratur, tetapi tidak ada maksud untuk berpindah tempat tinggal meskipun kegiatan mobilitas telah dilakukan dalam jangka wakti lama. Mobilitas sirkuler mencakup pola mobilitas harian (commuting), periodik, musiman, dan jangka panjang.

(10)

7 BAB 3. METODE PENELITIAN

A. Pendekatan Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, adapun metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan eksplanatif. Penggunaan metode deskriptif bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan gambaran persepsi risiko para pengguna transportasi umum yang melakukan perjalanan dari Kota Bandar Lampung menuju DKI Jakarta. Sedangkan metode ekplanatif digunakan untuk melihat seberapa besar hubungan yang terjadi diantara variabel yang diteliti. Penelitian ini dirancang sebagai sebuah penelitian survai yang menggunakan kuesioner untuk pengumpulan datanya.

B. Populasi dan Sampel

Populasi dari penelitian ini adalah masyarakat di Kota Bandar Lampung yang melakukan mobilitas nonpermanen ke wilayah DKI Jakarta. Namun demikian, ketidaktersediaan kerangka sampel (sampling frame) dari populasi yang dimaksud, menjadikan desain sampel yang digunakan berdasar pada prinsip non probabilita (non probability sampling). Konsekuensi dari penggunaan prinsip non probabilita adalah peneliti mempunyai keterbatasan dalam pendugaan sampel terhadap populasi atau melakukan inferensi. Dalam hal ini, generalisasi yang dapat dilakukan peneliti sangat terbatas.

Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling pertimbangan. Sebagaimana yang dikemukakan Hasan (2002), sampling pertimbangan merujuk pada teknik pengambilan sampelnya ditentukan oleh peneliti berdasarkan pertimbangan. Dengan teknik ini nantinya akan ditetapkan proporsi jenis kelamin (50:50) dalam menjawab pertanyaan kuesioner yang diajukan.

Penentuan ukuran sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan memperhatikan tiga faktor, yakni: variasi dalam populasi, tingkat kesalahan yang

(11)

8

ditoleransi, dan tingkat kepercayaan (Eriyanto, 1999). Ketiga faktor yang menentukan besar sampel itu dapat dirangkum dalam rumus sebagai berikut:

N = p × q . Z2 E2

Dimana (p x q) adalah variasi populasi, Z adalah ukuran tingkat kepercayaan dan E adalah Sampling Error/kesalahan yang dapat ditoleransi. Dalam penelitian ini, taksiran tentang keragamanan populasi yang digunakan adalah proporsi sebesar 50% : 50%. Ini artinya peneliti mengasumsikan populasi pada kategori yang ditetapkan adalah heterogen, keragaman populasi yang diteliti yakni, terdapat perbedaan pendapat antara jenis kelamin perempuan dan laki-laki dalam mengenali risiko pada transportasi umum yang mereka gunakan ketika melakukan ke DKI Jakarta. Ukuran tingkat kepercayaan yang digunakan sebesar 90%, pada tingkat kepercayaan 95% skor z adalah 1,96. Adapun ukuran kesalahan yang dapat ditoleransi tidak lebih ± 5%, dengan demikian E = 0,05. Jadi, sampel dalam penelitian ini adalah:

N = 0,50 × 0,50 . 1,96 2 0,052 N = 384,16

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa besarnya sampel diketahui sebanyak 384 orang. Nantinya, jumlah responden berdasarkan jenis kelamin akan berimbang yakni 192 responden perempuan dan 192 responden laki-laki. Perlu diketahui, terkait dengan sampel dalam penelitian ini kemungkinan besar tidak mewakili populasi, sehingga generalisasi yang dapat dilakukan oleh peneliti akan terbatas. Cara ini juga cenderung memiliki bias yang tinggi karena peneliti menentukan sendiri responden yang terpilih secara acak, biasanya penentuan tersebut dilakukan dengan subjektif. Namun demikian, subjektifitas ini dapat direduksi berdasarkan pada asumsi bahwa mereka yang melakukan mobilitas nonpermanen dengan menggunakan transportasi umum relatif memiliki karakteristik yang serupa. Penarikan sampel untuk masing-masing kategori jenis kelamin dilakukan secara haphazard atau biasa juga disebut sampling kebetulan,

(12)

9

pemilihan anggota sampelnya dilakukan terhadap orang yang kebetulan ada atau dijumpai.

C. Teknik Pengumpulan Data

Untuk mengumpulkan data dan informasi pada penelitian ini, akan digunakan beberapa teknik, diantaranya:

1. Angket/Kuesioner

Angket/kuesioner yaitu dimaksudkan untuk mendapatkan data penelitian yang berupa jawaban pertanyaan tertulis yang diajukan oleh peneliti. Kuesioner yang diberikan berisi pernyataan-pernyataan tertulis berbentuk pertanyaan tertutup. 2. Observasi

Teknik observasi digunakan untuk mengumpulkan data melalui pengamatan dan pencatatan langsung tentang objek yang akan menjadi topik kajian dalam penelitian ini. Penggunaan teknik observasi dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkap fenomena yang tidak diperoleh melalui teknik angket/ kuesioner.

4. Studi Kepustakaan

Penggunaan studi kepustakaan sebagai teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mencari dan menghimpun informasi/data yang bersifat kepustakaan dan dokumentatif, seperti: artikel-artikel, arsip-arsip penting, kebijakan, dan lainnya.

D. Operasionaliasi Konsep

Operasionaliasasi konsep dalam penelitian ini, secara rinci dapat dilihat pada Tabel 1 berikut:

Tabel 1. Operasionalisasi Konsep Variabel Bebas, Variabel Intervening dan Variabel Independen

Variabel Indikator Kategori Respons

Kemungkinan (probability)

a. Persepsi responden tentang

kemungkinan terjadinya kecelakaan

Menggunakan 7 poin skala likert dengan

(13)

10

Variabel Indikator Kategori Respons

ketika menggunakan transportasi umum; pesawat, bus AKDP, dan kapal laut. b. Persepsi responden tentang

kemungkinan terjadinya tindak

kejahatan pencurian/perampasan ketika menggunakan transportasi umum; pesawat, bus AKDP, dan kapal laut. c. Persepsi responden tentang

kemungkinan terjadinya terorisme (pembajakan) ketika menggunakan transportasi umum; pesawat, bus AKDP, dan kapal laut.

range 1 (sangat tidak mungkin terjadi) sampai dengan 7 (sangat mungkin terjadi) Konsekuensi (consequence)

a. Persepsi responden tentang konsekuensi yang dialami, yakni kecelakaan ketika menggunakan transportasi umum; pesawat, bus AKDP, dan kapal laut.

b. Persepsi responden tentang konsekuensi yang dialami, yakni menjadi korban tindak kejahatan pencurian/perampasan ketika menggunakan transportasi umum; pesawat, bus AKDP, dan kapal laut. c. Persepsi responden tentang

konsekuensi yang dialami, yakni menjadi korban terorisme (pembajakan) ketika menggunakan transportasi umum; pesawat, bus AKDP, dan kapal laut.

Menggunakan 7 poin skala likert dengan range 1 (sangat tidak setuju terjadi) sampai

dengan 7 (sangat setuju)

Kekhawatiran (Worry)

a. Persepsi responden tentang kekhawatirannya menjadi korban kecelakaan ketika menggunakan transportasi umum; pesawat, bus AKDP, dan kapal laut.

b. Persepsi responden tentang

kekhawatirannya menjadi korban tindak kejahatan pencurian/perampasan ketika

Menggunakan 7 poin skala likert dengan range 1 (sangat tidak

khawatir terjadi) sampai dengan 7 (sangat khawatir)

(14)

11

Variabel Indikator Kategori Respons

menggunakan transportasi umum; pesawat, bus AKDP, dan kapal laut. c. Persepsi responden tentang

kekhawatirannya menjadi korban terorisme (pembajakan) ketika menggunakan transportasi umum; pesawat, bus AKDP, dan kapal laut.

E. Uji Instrumen E.1. Uji Validitas

Uji validitas dilakukan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan suatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut.

Cara yang dilakukan untuk mengukur validitas kuesioner penelitian ini dengan perhitungan korelasi antara skor item dan skor total (item-total correlation). Bilamana dikatakan valid, bila skor semua pertanyaan atau pernyataan yang disusun berdasarkan dimensi konsep berkorelasi dengan skor total. Validitas yang seperti ini disebut dengan validitas konstrak (construct validity). Bila alat pengukur telah memiliki validitas konstrak berarti semua item (pertanyaan atau pernyataan) yang ada di dalam alat pengukur itu mengukur konsep yang ingin diukur.

E.2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dilakukan untuk menunjuk pada adanya konsistensi dan stabilitas nilai hasil skala pengukuran tertentu. Reliabilitas berkonsentrasi pada masalah akurasi pengukuran dan hasilnya (Sarwono, 2006). Formula yang dipergunakan untuk menguji reliabilitas kuesioner dalam penelitian ini adalah Koefisien Alfa (α) dari Cronbach. Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliable atau terandal jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,6 (Somantri dan Muhidin, 2006). Adapun

(15)

12

prosedur perhitungan reliabilitas nilai Cronbach Alpha menggunakan paket program pengolah data statistika.

F. Analisis Data

Data penelitian yang telah diperoleh dari lapangan, dianalisis agar data tersebut dapat digunakan sebagai landasan empirik dalam menjawab rumusan masalah penelitian. Adapun teknik pengolahan dan analisis data dalam penelitian ini meliputi:

1. Pengeditan Data (Editing)

Pengeditan akan dilakukan dengan pemeriksaan atau koreksi data yang telah dikumpulkan. Hal ini dapat juga untuk melengkapi kekurangan atau menghilangkan kesalahan yang terdapat pada data mentah.

2. Tabulasi Data

Tabulasi merupakan proses menempatkan data dalam bentuk tabel dengan cara membuat tabel yang berisikan data sesuai dengan kebutuhan analisis. Tabel yang dibuat nantinya mampu meringkas semua data yang akan dianalisis. 3. Interpretasi Data

Interpretasi data dilakukan dengan memberikan penafsiran atas hasil penelitian untuk dicari makna yang lebih luas dengan menghubungkan jawaban yang diperoleh dengan data lain. Penyajian data secara deskriptif dilakukan untuk memberikan gambaran umum hasil jawaban pertanyaan yang diajukan kepada responden. Lingkup penyajian data secara deskriptif meliputi distibusi frekuensi tiap variabel, perhitungan mean, dan deviasi standar guna diperoleh gambaran lebih lanjut tentang penilaian transportasi umum yang digunakan. Untuk selanjutnya, analisis inferensial dari data sampel dilakukan guna mengetahui lebih lanjut seberapa besar hubungan diantara variabel yang diteliti. Korelasi (Pearson r) akan digunakan untuk memperkirakan hubungan antara penilaian risiko (risk assessment), kemungkinan (probability), konsekuensi (consequence), dan khawatir (worry). Lebih lanjut, analisis regresi berganda (bertahap) akan diterapkan guna menelusuri pengaruh diantara variabel yang diujikan.

(16)

13 BAB 4. JADWAL PELAKSANAAN

A. Jadwal Pelaksanaan Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di Kota Bandar Lampung dengan rentang waktu awal Mei sampai dengan akhir Oktober 2015. Beberapa tahapan persiapan kegiatan penelitian meliputi:

a. Melaksanakan studi literatur lanjutan guna mencari bahan inti dan pendukung yang berhubungan dengan permasalahan penelitian,

b. Penyusunan instrument penelitian (kuesioner) sampai dengan pretest awal kuesioner,

c. Melakukan persiapan (latihan) untuk para enumerator dalam proses pengumpulan data lapangan, dan

d. Menyiapkan segala sesuatu yang terkait dengan pelaksanaan penelitian nantinya.

Tahap pelaksanaan pengumpulan data primer dilaksanakan pada pertengahan Juli sampai dengan pertengahan Agustus 2015 dan proses pengolahan data sampai dengan penulisan laporan penelitian dilakukan antara awal September sampai dengan akhir Oktober 2015. Secara umum, lingkup tahap pelaksanaan dan pelaporan meliputi:

a. Proses pengumpulan data sampel sebanyak 384 orang di Kota Bandar Lampung,

b. Melakukan quality control terhadap data sampel yang telah terkumpul, c. Melakukan peninputan data sampel (tabulasi) dengan bantuan komputer, d. Melakukan penyajian data (display data) kuantitatif

(17)

1 Tabel 2. Jadwal Pelaksanaan Penelitian

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1 Identifikasi masalah dan peluang 2 Studi pendahuluan/penelusuran literatur 3 Penyusunan instrumen penelitian 4 Pretest instrument penelitian 5 Finalisasi instrumen penelitian 6 Training tim pengumpul data 7 Persiapan turun lapang 8 Pengumpulan data primer 9 Quality control data primer 10 Tabulasi data primer 11 Penyajian data kuantitatif

12 Merancang laporan akhir penelitian

Nov 2015 Sep 2015

No Kegiatan

Mei 2015 Juni 2015 Juli 2015 Agus 2015

14

(18)

15 BAB 5. PERSONALIA PENELITIAN

1 Ketua Peneliti a. Nama Lengkap b. Jenis Kelamin c. NIP d. Disiplin Ilmu e. Pangkat/Golongan f. Jabatan Fungsional g. Fakultas/Jurusan h. Waktu Penelitian : : : : : : : :

Teuku Fahmi, S.Sos., M.Krim Laki-laki 19850530 200812 1 002 Sosiologi III/b Asisten Ahli FISIP/Sosiologi 4-5 bulan 2 Anggota Peneliti : -

3 Pekerja Lapangan : 4 orang

(19)

16 BAB 6. PERKIRAAN BIAYA PENELITIAN

A. Anggaran Biaya

Jumlah anggaran biaya pelaksanaan penelitian ini mencapai Rp 10.000.000,-. Adapun gambaran umum jenis pengeluaran yang digunakan dapat diamati pada Tabel 3 berikut.

Tabel 3. Format Ringkasan Anggaran Biaya Usul Penelitian BLU Yunior

No Jenis Pengeluaran % Biaya yang

Diusulkan (Rp)

1 Peralatan Penunjang 60,8 6.084.000

2 Bahan habis pakai dan peralatan 10,4 1.041.000

3 Perjalanan 9 900.000

4 Lain-lain (publikasi, seminar, laporan) 19,8 1.975.000

Jumlah 10.000.000

Adapun rincian perkiraan biaya penelitian ini dapat diamati pada Tabel 4 berikut.

(20)

15 Tabel 4. Rincian Anggaran Biaya Usul Penelitian BLU Yunior

Th I Th … Th n

Peralatan Penunjang 1 Finalisasi + pretest instrumen penelitian (kuesioner) 1 paket 200,000 200,000

Peralatan Penunjang 2 Training kuesioner bagi enumerator 1 paket 400,000 400,000

Peralatan Penunjang 3 Persiapan & penyediaan instrumet penelitian 394 eks 1,000 394,000

Peralatan Penunjang 4 Persiapan & penyediaan gift/merchandise 384 paket 5,000 1,920,000

Peralatan Penunjang 5 Pertemuan awal & anggota pengumpul data 1 paket 200,000 200,000

Peralatan Penunjang 6 Biaya pengumpulan data sebanyak 384 eksemplar 384 eks 5,000 1,920,000

Peralatan Penunjang 7 Melakukan pemantauan atas pengumpulan data 1 paket 350,000 350,000

Peralatan Penunjang 8 Pertemuan dengan tim pengumpul data + quality control 1 paket 350,000 350,000

Peralatan Penunjang 9 Tahap editing + tabulasi data ke komputer 1 paket 350,000 350,000

6,084,000

Th I Th … Th n

Material 1 Kertas HVS ukuran A4 80 gsm 3 rim 3 rim 32,000 96,000

Material 2 Kertas HVS ukuran A4 70 gsm 3 rim 3 rim 28,000 84,000

Material 3 Catridge Black tipe 810 1 pcs 175,000 175,000

Material 4 Catridge Color tipe 811 1 pcs 175,000 175,000

Material 5 Tinta printer black 2 botol 2 psc 50,000 100,000

Material 6 Tinta printer color 1 set (2 pcs) 2 psc 120,000 240,000

Material 7 Pensil 2B 1 kotak 1 kotak 24,000 24,000

Material 8 Papan jalan 5 buah 5 buah 12,500 62,500

Material 9 Buku agenda/note book 6 buah 5 buah 16,900 84,500

1,041,000

1. Peralatan penunjang

Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas Harga Satuan (Rp) Harga Peralatan Penunjang (Rp)

SUB-TOTAL (Rp)

2. Bahan habis pakai dan peralatan

Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas Harga Satuan (Rp) Biaya per Tahun (Rp)

SUB-TOTAL (Rp)

(21)

16

Th I Th … Th n

Perjalanan ke Pemprov Lampung Mengurus perizinan penelitian pada

Pemerintah Provinsi Lampung

1 paket 100,000 100,000

Perjalanan ke Pemkot Bandar Lampung Mengurus perizinan penelitian pada

Pemerintah Kota Bandar Lampung

1 paket 100,000 100,000

Perjalanan lokal Survei lapangan lokasi penelitian 2 paket 350,000 700,000

900,000

Th I Th … Th n

Laporan akhir Menyusun laporan akhir penelitian 1 paket 750,000 750,000

Penggandaan laporan Penggandaan laporan penelitian sebanyak 15 eksemplar 15 eks 35,000 525,000

Penyelenggaraan seminar Penyelenggaraan seminar hasil penelitian 1 paket 500,000 500,000

Pemantauan artikel ilmiah (jurnal) Biaya pemantauan artikel jurnal ilmiah 1 paket 200,000 200,000

1,975,000 Th I Th … Th n 10,000,000 3. Perjalanan

Material Justifikasi Perjalanan Kuantitas Harga Satuan (Rp) Biaya per Tahun (Rp)

SUB-TOTAL (Rp)

4. Lain-lain

Kegiatan Justifikasi Kuantitas Harga Satuan (Rp) Biaya per Tahun (Rp)

SUB-TOTAL (Rp)

TOTAL ANGGARAN YANG DIPERLUKAN SETIAP TAHUN (Rp)

TOTAL ANGGARAN YANG DIPERLUKAN SELURUH TAHUN (Rp) 10,000.000

(22)

19 DAFTAR PUSTAKA

Arney, Jo A. 2011. "Public transportation" green consumerism: an a-to-z guide. Ed. Mansvelt, J. and Robbins P. Thousand Oaks, CA.: SAGE Publications. Inc.

Arvai, Joseph. 2007. "Risk, perception, assessment, and communication"

encyclopedia of environment and society. Ed. Robbins, Thousand Oaks,

CA.: SAGE Publications. Inc.

Bielenia M. & Grajewska. 2013. "Risk perception" encyclopedia of public relations. Ed. Heath, Robert L. Thousand Oaks, CA.: SAGE Publications. Inc.

Chilton et al. 2002. Public perceptions of risk and preference-based values of

safety. Journal of Risk and Uncertainty pg. 211. ProQuest.

Eriyanto. 1999. Metodologi polling memberdayakan suara rakyat. Jakarta: PT Remaja Rosdakarya.

Eysenbach, Derek. 2011. "Public transportation" green energy: an a-to-z guide. Ed. Mulvaney, D. and Robbins P. Thousand Oaks, CA.: SAGE Publications. Inc.

Hasan, M. Iqbal. 2008. Pokok-pokok materi statistik 2 (statistik inferensif). Jakarta: PT Bumi Aksara.

Lampos.co. 15 Maret 2013. Bus Damri Lampung-Jakarta diteror di Jalinsum. Diakses pada tanggal 05 April 2015.

http://lampost.co/berita/bus-damri-bandar-lampung-jakarta-diteror-di-jalinsum

Lampung.tribunnews.com. 23 Agustus 2012. Kronologi kecelakaan maut di

Lamsel. Diakses pada tanggal 05 April 2015.

http://lampung.tribunnews.com/2012/08/23/kronologi-kecelakaan-maut-di-lamsel

(23)

20

Lange, Lori J., Fleming R., Toussaint LL. 2004. Risk perceptions and stress

during the threat of explosion from a railroad accident. Journal Social

Behavior and Personality pg. 117. ProQuest Psychology Journals.

Moen, Bjørg-Elin and Torbjørn Rundmo. 2006. Perception of transport risk in the

Norwegian. Risk Management, Vol. 8, No. 1, pp. 43-60. JSTOR.

Munawar, Ahmad. 2007. Pengembangan transportasi yang berkelanjutan. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar pada Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Diakses pada tanggal 03 April 2015.

http://io.unkhair.ac.id/home/getfile/2011-10-31-12-06-33_o.pdf

News.okezone.com. 28 September 2012. Tiga faktor penyebab kecelakaan kapal

di Selat Sunda. Diakses pada tanggal 05 April 2015.

http://news.okezone.com/read/2012/09/28/340/696238/tiga-faktor-penyebab-kecelakaan-kapal-di-selat-sunda

Radarlampung.co.id. 2 Agustus 2013. Operasional KMP Bahuga dihentikan. Diakses pada tanggal 05 April 2015.

http://www.radarlampung.co.id/read/berita-utama/61009-operasional-kmp-bahuga-dihentikan

Romdiati, H. dan Noveria M., 2006. Mobilitas penduduk antar daerah dalam

rangka tertib pengendalian migrasi masuk ke DKI Jakarta. Jurnal

Kependudukan Indonesia Vol. 1 No. 01 Tahun 2006 hlm 13-28.

Sarwono, Jonathan. 2006. Analisis data penelitian menggunakan SPSS. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Somantri, A. dan Muhidin, S.A. 2006. Aplikasi statistik dalam penelitian. Bandung: CV Pustaka Setia

Stutz, Christa. 2006. "Mobility" Encyclopedia of Human Geography. Ed. Barney Warf. Thousand Oaks, CA.: SAGE Publications. Inc.

(24)
(25)

RIWAYAT HIDUP KETUA PENELITI

A. Data Identitas Diri

1 Nama Lengkap : Teuku Fahmi, S.Sos., M.Krim

2 Jabatan Fungsional : Asisten Ahli

3 Jabatan Struktural : Penata Muda Tk.I / III B

4 NIP : 19850530 200812 1 002

5 NIDN : 0030058501

6 Program Studi : Sosiologi

7 Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

8 Tempat & Tanggal Lahir : Tangerang, 30 Mei 1985

9 Alamat Rumah : Jl. Marga Anak Tuha Lk.I RT.03 Rajabasa Raya,

Kota Bandar Lampung

10 Handphone : 08151676721

11 Alamat Kantor : Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Soemantri Brojonegoro No. 1 Gedong Meneng, Kota Bandar Lampung

12 Alamat e-mail : [email protected]

13 Lulusan yang Telah Dihasilkan : S-1 = 1 orang; S-2 = - orang 14 Mata Kuliah yang Diampu : 1. Pengantar Statistika Sosial

2. Statistika Parametrik dan Non Parametrik 3. Aplikasi Statistika Komputer

4. Perencanaan Kota dan Daerah 5. Manajemen Pembangunan

B. Riwayat Pendidikan

S-1 S-2

Nama Perguruan Tinggi Universitas Lampung Universitas Indonesia

Bidang Ilmu Sosiologi Kriminologi

Tahun Masuk - Lulus 2003 – 2007 2010 – 2012

Judul Skripsi/ Thesis Peranan LSM dalam Melakukan Pemberdayaan

Masyarakat Perdesaan

Perbedaan Tingkat Fear of

Crime dan Mekanisme Coping

Pengemudi yang Melintas Trans Sumatera di Provinsi Lampung Nama Pembimbingan Drs. Benjamin, M.Si Prof. Dr. M. Mustofa, M.A

(26)

C. Pengalaman Penelitian dalam 5 Tahun Terakhir

(Bukan Skripsi, Tesis, maupun Disertasi)

Tahun Judul Penelitian Pendanaan

Sumber Jml (jutaRp)

2011 Studi Kebijakan Pembangunan Daerah Berperspektif Gender (Studi pada Delapan Satuan Perangkat Kerja Daerah di

Kabupaten Lampung Tengah)

Mandiri 5

2012 Analisis Trend Kejahatan dalam Statistika Kepolisian (Studi di Wilayah Hukum Kepolisian Resort Kota Bandar Lampung)

DIPA FISIP Unila

5

2012 Riset Khusus Eksplorasi Pengetahuan Lokal Etnomedisin dan Tumbuhan Obat Berbasis Komunitas (RISTOJA) Provinsi Lampung

B2P2TO2T Kementerian

Kesehatan

n/a

2013 Model Revitalisasi Lembaga Rembuk Pekon dalam Membangun Perdamaian Pascakonflik pada Wilayah Rawan Konflik di Kota Bandar Lampung

DIPA FISIP Unila

5

2013 Pelestarian Hutan Mangrove Melalui Pendekatan Lingking Social Capital (Studi di Pulau Pahawang, Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran)

DIPA FISIP Unila

5

2014 Hubungan antara Etnisitas dengan Keterlibatan Laki-laki dalam Kesehatan Reproduksi dan Pencegahan Kekerasan

DIPA FISIP Unila

6

2014 Perbedaan Tingkat Perceived Risk, Fear

Of Crime dan Mekanisme Coping pada

Masyarakat yang Beraktivitas di Wilayah Rawan Tindak Kejahatan (Studi Pada Dua Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung yang Menduduki Peringkat Crime Rate Tertinggi)

DIPA BLU Yunior

10

D . Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat dalam 5 TahunTerakhir Tahun Judul Pengabdian Kepada Masyarakat Pengabdian

Sumber Jml (JutaRp)

2011 Pelatihan Metode Polling sebagai Cara untuk Mengetahui Pendapat Umum (Public Opinion)

DIPA FISIP Unila

5

2013 Penguatan Kelembagaan Petani dalam Pengembangan Pertanian Organik di Desa Sukaraja Tiga, Kecamatan Marga Tiga,

DIPA BLU Unila

(27)

Tahun Judul Pengabdian Kepada Masyarakat Pengabdian

Sumber Jml (JutaRp)

Kabupaten Lampung Timur

2013 Sosialisasi Penyusunan Rencana Aksi Daerah dalam Pembangunan Pendidikan

DIPA FISIP Unila

5 2014 Penyuluhan tentang Peranan Orang Tua

dalam Penaggulangan Kenakalan Remaja

DIPA FISIP Unila

5

E . Pengalaman Penulisan Artikel Ilmiah dalam 3 Tahun Terakhir

Judul Artikel Ilmiah Volume/Nomor/Tahun Penerbit

Analisis Trend Kejahatan dalam Statistika Kepolisian (Studi di Wilayah Hukum Kepolisian Resort Kota Bandar Lampung) ISBN 978-602-7509-47-4 Tahun 2012 Prosiding Hasil-hasil Penelitian dan Pengabdian Dies Natalis ke-27 FISIP Universitas Lampung Gambaran Fear Of Crime yang Dialami

Para Pengemudi ketika Melintasi Trans Sumatera di Provinsi Lampung

Vol 15 No. 1, Maret 2013/ISSN 1411-0040/

Jurusan Sosiologi FISIP Universitas

Lampung Perdagangan Anak sebagai Kejahatan

Transnasional dan Kaitannya dengan Globalisasi Vol 15 No. 2, September 2013/ISSN 1411-0040/ Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Lampung Kerentanan Indonesia dari Ancaman

Kejahatan Terorganisasi pada Sektor-Sektor Ekonomi, Kemananan hingga Politik

Vol 16 No. 1, Maret 2014/ISSN 1411-0040/

Jurusan Sosiologi FISIP Universitas

Lampung Perbedaan Tingkat Perceived Risk, Fear

Of Crime dan Mekanisme Coping pada

Masyarakat yang Beraktivitas di Wilayah Rawan Tindak Kejahatan di Provinsi Lampung Vol 16 No. 2, September 2014/ISSN 1411-0040/ Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Lampung

F. Kegiatan Seminar/Lokakarya/Pelatihan/Worskhop yang Pernah diikuti dalam 5 Tahun Terakhir

Tahun Nama Kegiatan Penyelenggara Waktu & Tempat

Pelaksanaan

2010 Pelatihan Teori Kriminologi Post-Modern Departemen Kriminologi FISIP Universitas Indonesia Juni 2010, Depok

2010 Lokakarya Pemetaan Pelaksanaan PUG Bidang Pendidikan

Ditjen PNFI Kemendiknas

Agustus 2010, Nusa Dua Bali

(28)

Tahun Nama Kegiatan Penyelenggara Waktu & Tempat Pelaksanaan

2011 Kader Bangsa Fellowship Porgram Angkatan II Sukarelawan Perubahan untuk Indonesia Oktober 2011, Jakarta 2013 Seminar & Talkshow

“Perempuan Ruang Publik dan Islam” Kerjasama Universitas Paramadina & Universitas Lampung Maret 2013, Bandar Lampung

2013 Pelatihan Penyusunan Panduan Praktikum Ilmu Sosial

FISIP Universitas Lampung

September 2013, Bandar Lampung 2013 Pelatihan Pembuatan Jurnal

Ilmiah

FISIP Universitas Lampung

September 2013, Bandar Lampung 2013 Pelatihan Penerapan Media

Pembelajaran Student Centered

Learning (SCL) FISIP Universitas Lampung November 2013, Bandar Lampung 2013 Temu Koordinasi

Pengarusutamaan Gender (PUG) Bidang Pendidikan Lintas Sektor

Ditjen PNFI Kemendiknas

November 2013, Surabaya 2013 Seminar Nasional “Peran

KAGAMA dalam Pembangunan Demokrasi di Indonesia”

KAGAMA Daerah Lampung

Desember 2013, Bandar Lampung 2014 Workshop Pemantapan Nilai-nilai

Kebangsaan Bagi Birokrat, Tokoh Masyarakat, Dosen dan Guru

SLTA di Provinsi Lampung Tahun 2014

LEMHANNAS RI Oktober 2014,

Bandar Lampung

2014 Workshop Penyusunan Panduan Praktikum bagi Dosen FISIP Universitas Lampung Tahun 2014

FISIP Universitas Lampung

November 2014, Bandar Lampung

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima risikonya.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan usul penelitian yang dibiayai DIPA BLU Yunior Universitas Lampung.

Bandar Lampung, 03 Maret 2015

Teuku Fahmi, S.Sos,. M. Krim NIP 19850530 200812 1 002

Gambar

Tabel 1.   Operasionalisasi  Konsep  Variabel  Bebas,  Variabel  Intervening  dan Variabel Independen
Tabel 3.  Format Ringkasan Anggaran Biaya Usul Penelitian BLU Yunior

Referensi

Dokumen terkait

Dari kegiatan observasi ini kemudian dilakukan brainstorming dengan cara berdiskusi dengan mitra untuk membuka mindset mereka untuk melakukan usaha pembuatan pillus

Alhamdulillah, puji dan syukur peneliti panjatkan kepada Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat, karunia, dan berkah-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan

Dari beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli seperti yang dikutip di atas dapat disimpulkan bahwa, minat adalah gejala psikologis yang mengakibatkan kecenderungan

Setelah diberikan sosialisasi mengenai hal tersebut, peserta dapat mengetahui serta mengaplikasikan perhitungan Listrik Prabayar agar tidak terjadi pemborosan

Gambar 4.13 Tangkapan layar konten aktivisme dakwah menjembatani online ke offline, yakni menanyakan nomor kontak aktivis BBM (Bebersih Masjid)

Penentuan penerima dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) ditetapkan berdasarkan rekomendasi oleh Dinas Pendidikan Kab/ Kota terhadap

Alur penelitian yang dilakukan ditunjukkan pada Gambar 4. Secara garis besar penelitian ini dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu tahapan segmentasi, tahapan pengukuran fitur dan

Nilai ROE perusahaan yang rendah dapat menimbulkan kesan yang buruk bagi para investor, tetapi jika nilai ROE yang rendah disebabkan karena perusahaan sedang melakukan