• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. A. Kebijakan Umum Peradilan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. A. Kebijakan Umum Peradilan"

Copied!
122
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 1

BAB I PENDAHULUAN

A. Kebijakan Umum Peradilan

Kekuasaan Kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan, kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan Badan Peradilan yang berada dibawahnya dalam lingkungan Peradilan Umum, lingkungan Peradilan Agama, lingkungan Peradilan Militer, lingkungan peradilan Tata Usaha Negara dan oleh sebuah Mahkamah Konstitusi sebagaimana diatur dalam Pasal 24 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta merupakan salah satu pelaksana kekuasaan kehakiman yang mengemban tugas menegakkan hukum dan keadilan. Sebagai bagian dari peradilan militer, Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta secara hierarkhi organisatoris dan administratif berada di bawah Dirjen Badan Peradilan Militer dan TUN Mahkamah Agung RI. Dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta selaku kawal depan (voor-post) Mahkamah Agung RI yang membawahi 4 (empat) Pengadilan Militer (tingkat pertama) di wilayah hukum Negara Republik Indonesia senantiasa berusaha mewujudkan lembaga peradilan yang profesional, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, sehingga mampu memberikan pelayanan yang prima sesuai dengan prinsip-prinsip peradilan, sederhana, cepat dan biaya ringan sebagaimana diamanahkan oleh Pasal 4 ayat (2) Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. Berdasarkan

(2)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 2

Perubahan I Keputusan Panglima TNI Nomor: KEP/6.a/X/2003 tanggal 8 April 2009 dan Surat Telegram Panglima TNI Nomor ST/304/2009 tanggal 3 Juni 2009 tentang Daftar Nama, Tempat Kedudukan dan Daerah Hukum Pengadilan Militer dan Oditurat Militer, Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta berkedudukan di Ibu Kota Negara dan Propinsi DKI Jakarta dengan daerah hukum jurisdiksi meliputi seluruh daerah di Wilayah Hukum Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Wilayah Hukum Pengadilan Militer II-09 Bandung, Wilayah Hukum Pengadilan Militer II-10 Semarang dan Wilayah Hukum Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta.

Hingga saat ini justisiabel Peradilan Militer berwenang mengadili perkara pidana yang dilakukan oleh Militer (prajurit TNI) pada saat melakukan tindak pidana masih berdinas aktif dan atau orang-orang yang tunduk pada kekuasaan Peradilan Militer berdasarkan Undang-Undang Peradilan Militer. Dalam pelaksanaan tugas dan kewenangannya Peradilan Militer menetapkan visi dan misi sesuai dengan kebijakan yang telah digariskan oleh Mahkamah Agung dalam rangka terwujudnya badan peradilan yang ideal. Sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas, Pengadilan Militer Tingi II Jakarta Tahun 2016 telah membuat Penetapan Kerja Tahunan (PKT) meliputi pembinaan dan pengelolaan/manajemen organisasi serta pengawasan baik di bidang teknis yudisial maupun non teknis yudisial.

Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta beserta jajaran dibawahnya selaku pelaksana kekuasaan kehakiman yang bebas di bidang yustisial sesuai visi dan misi Mahkamah Agung Republik Indonesia dan selaku pembina administrasi personel sesuai ketentuan yang berlaku, pada Tahun Anggaran 2016 telah dapat melaksanakan tugas dan fungsi utamanya yaitu :

(3)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 3

1. Memeriksa dan memutus dalam peradilan tingkat pertama perkara-perkara kejahatan dan pelanggaran berdasarkan perundang-undangan yang berlaku dan yang menjadi wewenangnya.

2. Memeriksa dan memutus perkara dalam tingkat pertama dan terakhir (Dilmilti), perselisihan tentang kekuasaan mengadili antara beberapa Dilmil yang termasuk didalam daerah hukumnya.

3. Memeriksa dan memutus dalam peradilan tingkat kedua (banding/Dilmilti) semua perkara yang telah diperiksa dan diputus oleh Pengadilan Tingkat Pertama (Dilmil) yang termasuk dibawahnya.

4. Menerima dan meneruskan permohonan banding, kasasi dan grasi serta Peninjauan Kembali (PK) perkara-perkara yang diajukan oleh Dilmil dibawah wewenangnya.

5. Melaksanakan pengawasan serta pelaksanaan tugas Dilmil dan Kimmil yang berada dalam wilayah hukumnya berdasarkan wewenang dari Dilmiltama.

Sedangkan pelaksanaan tugas yang meliputi di bidang Organisasi, Administrasi, Financial dan Teknis Yudisial tersebut merupakan pelaksanaan program kerja tahun 2016, yang dilaksanakan semaksimal mungkin dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada sesuai skala prioritas, serta mengacu kepada DIPA tahun 2016.

(4)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 4

B. Visi dan Misi.

Rencana Strategis Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta 2015-2019 pada hakekatnya merupakan pernyataan komitmen bersama mengenai upaya terencana dan sistematis untuk meningkatkan kinerja serta cara pencapaiannya melalui pembinaan, penataan, perbaikan, penertiban, penyempurnaan dan pembaharuan terhadap sistem, kebijakan, peraturan terkait penyelesaian perkara agar tercapai proses peradilan yang pasti, transparan dan akuntabel, pelayanan peradilan yang prima, pengadilan yang terjangkau, kepercayaan publik terhadap peradilan serta kepastian hukum. Untuk menyatukan persepsi dan fokus arah tindakan dimaksud, maka pelaksanaan tugas dan fungsi dilandasi suatu visi dan misi yang ingin diwujudkan. Visi dan misi merupakan panduan yang memberikan pandangan dan arah ke depan sebagai dasar acuan dalam menjalankan tugas dan fungsi untuk mencapai sasaran atau target yang ditetapkan.

1. Visi.

Visi adalah suatu gambaran tentang keadaan masa depan yang berisikan cita-cita dan citra yang ingin diwujudkan Satuan Kerja Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta yang mempunyai visi sebagai berikut : “Terwujudnya Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta Yang Agung”.

Visi dimaksud bermakna sebagai berikut :

Menjalankan kekuasaan kehakiman yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan melalui kekuasaan kehakiman yang merdeka dan penyelenggaraan peradilan yang jujur dan adil. Fokus pelaksanaan tugas pokok dan fungsi peradilan adalah pelaksanaan fungsi kekuasaan kehakiman yang efektif, yaitu

(5)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 5

menyelesaikan suatu perkara guna menegakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dengan didasari keagungan, keluhuran dan kemuliaan institusi.

2. Misi.

Misi adalah sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan sesuai visi, selanjutnya untuk mencapai misi tersebut Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta menetapkan misi yang menggambarkan hal yang harus dilaksanakan.

Misi Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, yaitu :

a. Menjaga kemandirian Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta dan jajarannya.

b. Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta.

c. Mewujudkan pelayanan prima Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta bagi masyarakat pencari keadilan.

d. Meningkatkan akses masyarakat terhadap keadilan di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta.

C. Tujuan dan Sasaran Strategis

Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan visi yang akan dicapai atau dihasilkan. Tujuan yang hendak dicapai Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta adalah:

1. Terwujudnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan melalui proses peradilan yang pasti, transparan dan akuntabel.

(6)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 6

2. Terwujudnya penyederhanaan proses penanganan perkara melalui pemanfaatan teknologi informasi.

3. Terwujudnya peningkatan akses peradilan bagi masyarakat miskin dan terpinggirkan.

4. Terwujudnya pelayanan prima bagi masyarakat pencari keadilan. Sasaran strategis adalah penjabaran dari tujuan secara terukur, yaitu sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu lima tahun kedepan dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2019. 7 (tujuh) sasaran strategis yang hendak dicapai Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta pada tahun 2015-2019 adalah sebagai berikut :

1. Peningkatan penyelesaian perkara.

2. Peningkatan akseptabilitas putusan Hakim.

3. Peningkatan pelayanan peradilan dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat pencari keadilan.

4. Peningkatan aksebilitas masyarakat terhadap peradilan (acces to justice).

5. Peningkatan efektifitas pengelolaan administrasi penyelesaian perkara.

6. Peningkatan kualitas Pengawasan Peradilan. 7. Peningkatan sarana dan prasarana.

Ke 7 (tujuh) sasaran strategis tersebut merupakan arah bagi Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta beserta jajaran dibawahnya untuk mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan dan membuat rincian program dan kegiatan pokok yang akan dilaksanakan sebagai berikut : 1. Program Peningkatan Manajemen Peradilan Militer.

(7)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 7

Program Peningkatan Manajemen Peradilan Militer merupakan program untuk mencapai sasaran strategis dalam hal penyelesaian perkara, tertib administrasi perkara, dan aksesbilitas pencari keadilan terhadap peradilan. Kegiatan pokok yang dilaksanakan Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta dalam pelaksanaan Program Peningkatan Manajemen Peradilan Militer adalah :

a. Penyelesaian perkara; b. Penyelesaian sisa perkara;

c. Penyampaian berkas perkara tingkat pertama, banding, kasasi, PK dan grasi yang disampaikan lengkap dan tepat waktu;

d. Publikasi dan transparansi proses penyelesaian perkara; e. Peningkatan sumber daya manusia tenaga teknis;

f. Pelaksanaan bimbingan teknis kompetensi dan teknis administrasi perkara;

2. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Agung.

Program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Mahkamah Agung adalah tersedianya dukungan manajemen dan tugas teknis dalam pelaksanaan tugas teknis peradilan.

Kegiatan pokok yang dilaksanakan dalam program ini adalah : a. Pembayaran gaji dan tunjangan

b. Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran

(8)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 8

d. Peningkatan kualitas sumber daya manusia

3. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta.

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta bertujuan untuk pencapaian sasaran strategis terhadap peningkatan sarana dan prasarana dalam rangka mendukung layanan peradilan.

(9)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 9

BAB II

STRUKTUR ORGANISASI (TUPOKSI)

Pada tahun 2015 telah ditetapkan Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 7 Tahun 2015 tanggal 7 Oktober 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kepaniteraan dan Kesekretariatan Peradilan. Perma tersebut mengatur pemisahan Tugas Pokok dan Fungsi Kepaniteraan dan Kesekretariatan, sehingga tidak ada lagi jabatan rangkap/rangkap jabatan.

Dengan ditetapkannya Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 7 Tahun 2015 tanggal 7 Oktober 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kepaniteraan dan Kesekretariatan Peradilan, maka Keputusan Panglima ABRI Nomor KEP/01/P/1/1984 tentang Pokok-pokok Organisasi dan Prosedur Badan Pelaksana Pusat Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (BALAKPUS ABRI) dinyatakan tidak berlaku lagi.

Berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 7 Tahun 2015 tanggal 7 Oktober 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kepaniteraan dan Kesekretariatan Peradilan, sebagaimana disebutkan:

BAB I Pasal 1:

(1) Ketua Pengadilan sebagai pimpinan Pengadilan bertanggung jawab atas terselenggaranya administrasi perkara pada Pengadilan.

(2) Ketua Pengadilan melaksanakan pengawasan terhadap penyelenggaraan peradilan di Peradilan Tingkat Banding dan Peradilan Tingkat Pertama yang dibantu oleh Wakil Ketua Pengadilan.

(10)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 10

(3) Ketua Pengadilan menunjuk Hakim sebagai juru bicara pengadilan untuk memberikan penjelasan tentang hal-hal yang berhubungan dengan pengadilan.

(4) Sebagai pelaksana administrasi perkara, Ketua Pengadilan menyerahkan kepada Panitera Pengadilan.

Pasal 2 :

Kepaniteraan Peradilan adalah aparatur tata usaha negara yang dalam menjalankan tugas dan fungsinya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Ketua Pengadilan.

Pasal 3:

Kepaniteraan Peradilan sebagaimana dimaksud pada Pasal 2, terdiri atas:

a. Kepaniteraan Peradilan Umum; b. Kepaniteraan Peradilan Agama; c. Kepaniteraan Peradilan Militer; dan

d. Kepaniteraan Peradilan Tata Usaha Negara. Pasal 4:

Kesekretariatan Peradilan adalah aparatur tata usaha negara yang dalam menjalankan tugas dan fungsinya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Ketua Pengadilan.

Pasal 5:

Kesekretariatan Peradilan sebagaimana dimaksud pada Pasal 4, terdiri atas:

a. Kesekretariatan Peradilan Umum; b. Kesekretariatan Peradilan Agama; c. Kesekretariatan Peradilan Militer;dan

(11)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 11

Pasal 186 :

(1) Kepaniteraan Pengadilan Militer Tinggi adalah aparatur tata usaha negara yang dalam menjalankan tugas dan fungsinya berada di bawah dan tanggung jawab Ketua Pengadilan Militer Tinggi.

(2) Kepaniteraan Pengadilan Militer Tinggi dipimpin oleh Panitera. Pasal 187 :

Kepaniteraan Pengadilan Militer Tinggi mempunyai tugas melaksanakan pemberian dukungan di bidang teknis dan administrasi perkara serta menyelesaikan surat-surat yang berkaitan dengan perkara.

Pasal 188 :

Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187, Kepaniteraan Pengadilan Militer Tinggi menyelenggarakan fungsi:

a. Pelaksanaan koordinasi, pembinaan dan pengawasan pelaksanaan tugas dalam pemberian dukungan di bidang teknis; b. Pelaksanaan pengelolaan administrasi perkara pidana;

c. Pelaksanaan pengelolaan administrasi perkara Tata Usaha Negara;

d. Pelaksananaan pengelolaan administrasi perkara, penyajian data perkara, dan transparansi perkara;

e. Pelaksanaan administrasi keuangan dalam program teknis dan keuangan perkara yang ditetapkan berdasarkan peraturan dan perundang-undangan,minutasi, evaluasi dan administrasi kepaniteraan;

f. Pembinaan teknis kepaniteraan dan kejurusitaan; dan

g. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Ketua Pengadilan Militer Tinggi.

(12)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 12

Pasal 189 :

Kepaniteraan Pengadilan Militer Tinggi, terdiri atas : a. Panitera Muda Pidana;

b. Panitera Muda Tata Usaha Militer;dan c. Panitera Muda Hukum.

Pasal 192 :

Panitera Muda Pidana mempunyai tugas melaksanakan administrasi perkara di bidang pidana.

Pasal 193 :

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192, Panitera Muda Pidana menyelenggarakan fungsi:

a. Pelaksanaan pemeriksaan kelengkapan berkas perkara banding;

b. Pelaksanaan registrasi perkara banding;

c. Pelaksanaan penyusunan rencana sidang, penetapan sidang, dan penetapan Hakim;

d. Pelaksanaan distribusi perkara banding yang telah diregister untuk diteruskan kepada Ketua Majelis Hakim;

e. Pelaksanaan penghitungan, penyiapan dan pengiriman penetapan penahanan, perpanjangan penahanan dan penangguhan penahanan;

f. Pelaksanaan penerimaan kembali berkas perkara yang sudah diputus dan diminutasi;

g. Pelaksanaan pengiriman salinan putusan Pengadilan Militer Utama beserta berkas perkara bendel A kepada pengadilan pengaju;

h. Pelaksanaan penyimpanan berkas perkara yang belum mempunyai kekuatan hukum tetap;

(13)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 13

i. Pelaksanaan penyerahan berkas perkara yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap ke Panitera Muda Hukum; j. Pelaksanaan urusan tata usaha kepaniteraan; dan

k. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Panitera. Pasal 194 :

Panitera Muda Tata Usaha Militer mempunyai tugas melaksanakan administrasi perkara di bidang Tata Usaha Militer.

Pasal 195

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 194, Panitera Muda Tata Usaha Militer menyelenggarakan fungsi: a. Pelaksanaan pemeriksaan kelengkapan berkas perkara

banding;

b. Pelaksanaan registrasi perkara banding;

c. Pelaksanaan penyusunan rencana sidang, penetapan sidang, dan penetapan Hakim;

d. Pelaksanaan distribusi perkara banding yang telah diregister untuk diteruskan kepada Ketua Majelis Hakim;

e. Pelaksanaan penerimaan kembali berkas perkara yang sudah diputus dan diminutasi;

f. Pelaksanaan pengiriman salinan putusan Pengadilan Militer Utama beserta berkas perkara bendel A kepada pengadilan pengaju;

g. Pelaksanaan penyimpanan berkas perkara yang belum mempunyai kekuatan hukum tetap;

h. Pelaksanaan penyerahan berkas perkara yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap ke Panitera Muda Hukum; i. Pelaksanaan urusan tata usaha kepaniteraan; dan

(14)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 14

Pasal 196 :

Panitera Muda Hukum mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data perkara serta pelaporan.

Pasal 197:

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196, Panitera Muda Hukum menyelenggarakan fungsi:

a. Pelaksanaan pengumpulan, pengelolaan dan penyajian data perkara;

b. Pelaksanaan penyajian statistik perkara;

c. Pelaksanaan penyusunan dan pengiriman pelaporan perkara; d. Pelaksanaan penataan, penyimpanan, dan pemeliharaan arsip

perkara;

e. Pelaksanaan kerja sama dengan Arsip Daerah untuk penitipan berkas perkara;

f. Pelaksanaan penyiapan, pengelolaan, dan penyajian bahan-bahan yang berkaitan dengan transparansi perkara;

g. Pelaksanaan penghimpunan pengaduan dari masyarakat, hubungan masyarakat; dan

h. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Panitera. Pasal 381 :

(1) Kesekretariatan Pengadilan Militer Tinggi adalah aparatur tata usaha negara yang dalam menjalankan tugas dan fungsinya

berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Ketua Pengadilan Militer Tinggi.

(2) Kesekretariatan Pengadilan Militer Tinggi dipimpin oleh Sekretaris.

Pasal 382 :

Kesekretariatan Pengadilan Militer Tinggi mempunyai tugas melaksanakan pemberian dukungan di bidang administrasi,

(15)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 15

organisasi, keuangan, sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana di lingkungan Pengadilan Militer Tinggi.

Pasal 383 :

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 382, Kesekretariatan Pengadilan Militer Tinggi menyelenggarakan fungsi:

a. Pelaksanaan urusan perencanaan, program dan anggaran; b. Pelaksanaan urusan kepegawaian;

c. Pelaksanaan urusan keuangan;

d. Pelaksanaan penataan organisasi dan tata laksana;

e. Pelaksanaan pengelolaan teknologi informasi dan statistik; f. Pelaksanaan urusan surat menyurat, arsip, perlengkapan, rumah

tangga, keamanan, keprotokolan, dan perpustakaan;

g. Pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan dokumentasi serta pelaporan di lingkungan Kesekretariatan Pengadilan Militer Tinggi.

Pasal 384 :

Kesekretariatan Pengadilan Militer Tinggi, terdiri atas : a. Bagian Perencanaan dan Kepegawaian; dan b. Bagian Umum dan Keuangan.

Pasal 385 :

Bagian Perencanaan dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan perencanaan, program, anggaran, kepegawaian, organisasi dan tata laksana, serta pengelolaan teknologi informasi.

Pasal 386 :

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385, Bagian Perencanaan dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi:

(16)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 16

program dan anggaran;

b. Penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan formasi, pendataan dan pengembangan pegawai, pengusulan kenaikan pangkat, pemindahan dan mutasi, pengusulan pemberhentian dan pensiun serta pengelolaan Sasaran Kerja Pegawai, administrasi jabatan fungsional, dan pengurusan ASKES dan disiplin pegawai, serta penyusunan laporan kepegawaian;

c. Penyiapan bahan pelaksanaan penelaahan, penataan, dan evaluasi organisasi dan tata laksana;

d. Penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan teknologi informatika dan statistik;

e. Penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dokumentasi, dan pelaporan.

Pasal 387 :

Bagian Perencanaan dan Kepegawaian terdiri atas : a. Subbagian Rencana Program dan Anggaran; dan b. Subbagian Kepegawaian dan Teknologi Informasi. Pasal 388 :

Subbagian Perencanaan Progam dan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perencanaan program dan anggaran, pelaksanaan program dan anggaran, pemantauan, evaluasi, dokumentasi, serta penyusunan laporan.

Pasal 389 :

Subbagian Kepegawaian dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan urusan kepegawaian, organisasi dan tata laksana, pengelolaan teknologi informasi, dan statistik pemantauan, evaluasi, dokumentasi, serta penyusunan laporan.

(17)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 17

Pasal 390 :

Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan surat menyurat, arsip, perlengkapan, rumah tangga, keamanan, keprotokolan, perpustakaan, pengelolaan keuangan, pemantauan, evaluasi, dokumentasi, serta penyusunan laporan. Pasal 391 :

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi:

a. Pelaksanaan urusan surat menyurat, kearsipan dan penggandaan;

b. Pelaksanaan urusan perawatan dan pemeliharaan gedung, sarana dan prasarana serta perlengkapan dan perpustakaan; c. Pelaksanaan urusan keamanan, keprotokolan dan hubungan

masyarakat;

d. Pelaksanaan pengelolaan anggaran, perbendaharaan, akuntansi dan verifikasi, pengelolaan barang milik negara serta pelaporan keuangan;

e. Penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan, serta penyusunan laporan.

Pasal 392 :

Bagian Umum dan Keuangan terdiri atas :

a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; dan b. Subbagian Keuangan dan Pelaporan.

Pasal 393 :

Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan surat menyurat, kearsipan dan penggandaan, perawatan dan pemeliharaan gedung, sarana dan prasarana, perlengkapan, perpustakaan, keamanan, keprotokolan dan hubungan masyarakat.

(18)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 18

Pasal 394 :

Subbagian Keuangan dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan urusan pengelolaan keuangan, perbendaharaan, akuntasi dan verifikasi, pengelolaan barang milik negara, dan pelaporan keuangan, serta pelaksanaan pemantauan, serta penyusunan laporan.

Struktur Organisasi Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta beserta jajaran di bawahnya sesuai dengan Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 7 Tahun 2015 pada tanggal 7 Oktober 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kepaniteraan dan Kesekretariatan Peradilan sebagai berikut:

(19)
(20)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 17

Unsur-Unsur Organisasi Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta beserta Jajarannya berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 7 Tahun 2015 pada tanggal 7 Oktober 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kepaniteraan dan Kesekretariatan Peradilan terdiri dari :

1. Unsur Pimpinan

a) Kepala Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta/ Kepala Pengadilan Militer

b) Wakil Kepala Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta/ Wakil Pengadilan Militer

2. Unsur Pembantu Pimpinan : Panitera

Panitera dibantu oleh 3 (tiga) Panitera Muda yaitu : a) Panitera Muda Pidana

b) Panitera Muda Hukum c) Panitera Muda TUM 3. Unsur Pelayanan : Sekretaris

Sekretaris dibantu oleh 2 (dua) Kabag yaitu :

a) Kabag Kepegawaian dan Perencanaan dibantu oleh 2 (dua) Kasubbag yaitu :

1) Kasubbag Kepegawaian dan IT

2) Kasubbag Rencana Program dan Anggaran

b) Kabag Umum dan Keuangan dibantu oleh 2 (dua) Kasubbag yaitu :

1) Kasubbag TU dan Rumah Tangga 2) Kasubbag Keuangan dan Pelaporan 4. Unsur Pelaksanaan

a) Majelis Hakim

b) Kelompok Hakim Tinggi (Pokkimilti)/ Kelompok Hakim (Pokimmil)

(21)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 19

A. Standar Operasional Prosedur (SOP)

Standart Operasional Prosedur Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta merupakan suatu pedoman atau acuan untuk melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan fungsi dan alat penilaian kinerja Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta berdasarkan indikator-indikator teknis, administratif dan prosedural sesuai tata kerja, prosedur kerja dan sistem kerja pada Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta.

Standar Operasional Prosedur Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta sebelumnya disusun berdasarkan Peraturan Sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 002 Tahun 2012 Tentang Pedoman Penyusunan Standar Operasional Prosedur di Lingkungan Mahkamah Agung dan Badan Peradilan Yang Berada di Bawahnya dan Kep. Pangab Nomor Kep/01/P/I/1984 tanggal 20 Januari 1984 tentang Pokok-Pokok Organisasi dan Prosedur Badan Pelaksana Pusat Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Balakpus ABRI).

Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 7 Tahun 2015 tanggal 7 Oktober 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kepaniteraan dan Kesekretariatan Peradilan. Dengan adanya peraturan baru tersebut Standar Operasional Prosedur Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta tidak sesuai lagi dengan struktur organisasi yang baru sehingga perlu diadakan perubahan untuk disesuaikan Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 7 Tahun 2015 dan Sistim Manajemen ISO/FDIS 9001:2015.

Untuk mewujudkan Reformasi Birokrasi dan Sistim Manajemen ISO/FDIS 9001:2015 pada tanggal Kepala Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta membentuk Tim Penanggung Jawab Reformasi Birokrasi melakukan perubahan atau me-revieu Standar.

Pada tanggal 15 Juni 2016 Tim Penanggung jawab Reformasi Birokrasi membuat revieu SOP dan setelah Revieu SOP ditetapkan oleh Kepala Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta pada tanggal 20 Juni 2016

(22)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 20

Revieu Standar Operasioanl Prosedur Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta mulai diberlakukan.

Manfaat Standar Operasional Prosedur Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, yaitu:

- Sebagai standarisasi cara yang dilakukan pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan yang menyelesaikan tugasnya;

- Mengurangi tingkat kesalahan dan kelalaian yang mungkin dilakukan oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugas;

- Meningkatkan efsiensi dan efektifitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab indinidual pegawai dan organisasi secara keseluruhan;

- Membantu pegawai menjadi lebih mandiri dan tidak bergantung pada intervensi manajemen, sehingga akan mengurangi keterlibatan pimpinan dalam pelaksanaan proses sehari-hari;

- Meningkatkan akuntabilitas pelaksanaan tugas;

- Menciptakan ukuran standar kinerja yang akan memberikan pegawai cara konkrit untuk memperbaiki kinerja serta membantu mengevaluasi usaha yang telah dilakukan;

- Memastikan pelaksanaan tugas penyelenggaraan pemerintahan dapat berlangsung dalam berbagai situasi;

- Memberikan informasi mengenai kualifkasi kompetensi yang harus dikuasai oleh pegawai dalam melaksanakan tugasnya;

- Memberikan informasi dalam upaya peningkatan kompetensi pegawai;

- Memberikan informasi mengenai beban tugas yang dipikul oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya.

Tujuan Standar Operasional Prosedur Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, sebagai berikut:

- Agar pegawai menjaga konsistensi dan tingkatkinerja pegawai atau tim dalam satuan kerja;

(23)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 21

- Agar mengetahui dengan jelas peran dan fungsi tiap-tiap posisi dalam satuan kerja;

- Memperjelas alur tugas, wewenang dan tanggung jawab dari pegawai terkait;

- Melindungi satuan kerja dan pegawai dari malpraktek atau kesalahan administrasi lainnya;

- Untuk menghindari kegagalan, kesalahan, keraguan, duplikasi, dan inefisiensi.

Fungsi Standar Operasional Prosedur Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, sebagai berikut:

- Memperlancar tugas pegawai atau tim satuan kerja; - Sebagai dasar hukum bila terjadi penyimpangan;

- Mengetahui dengan jelas hambatan-hambatannya dan mudah dilacak;

- Mengarahkan pegawai untuk sama-sama disiplin dalam bekerja; - Sebagai pedoman dalam melaksanakan pekerjaan rutin;

Dalam melaksanakan operasional satuan kerja, peran pegawai memiliki kedudukan dan fungsi yang sangat signifikan. Oleh karena itu diperlukan standar-standar operasi prosedur sebagai acuan kerja secara sungguh-sungguh untuk menjadi sumber daya manusia yang professional dan cakap sehingga dapat mewujudkan visi dan misi Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta. SOP yang baik akan menjadi pedoman bagi pelaksana, menjadi alat komunikasi dan pengawasan dan menjadikan pekerjaan diselesaikan secara konsisten. Para pegawai akan lebih memiliki percaya diri dalam bekerja dan tahu apa yang harus dicapai dalam setiap pekerjaan. SOP juga bisa dipergunakan sebagai salah satu alat trainning dan bisa digunakan untuk mengukur kinerja pegawai

Standar Operasional Prosedur Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan yang dibakukan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan eksternal dan/atau internal sesuai

(24)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 22

dengan peraturan perundang-undangan untuk kepentingan masyarakat atau para pemangku kepentingan lainnya atas jasa dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta. Standar Operasional Prosedur Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta dibagi menjadi beberapa bagian antara lain:

1. Standar Operasional Prosedur (SOP) Eselon II berjumlah 42 (empat puluh dua) adalah sebagai berikut :

a. SOP Kepala

1) SOP Penyusunan Renstra;

2) SOP Penyusunan Program Kerja Tahunan;

3) SOP Pembinaan Peningkatan Kemampuan Teknis Peradilan;

4) SOP Pembinaan Peningkatan Kemampuan Non Teknis Peradilan;

5) SOP Pelayanan Informasi Publik; 6) SOP Pelayanan Pengaduan;

7) SOP Penetapan Penunjukan Hakim;

8) SOP Penetapan Perpanjangan Penahanan Perkara Tingkat Pertama;

9) SOP Penetapan Pembebasan dari Tahanan Perkara Tingkat Pertama;

10) SOP Penetapan Perpanjangan Penahanan Perkara Tingkat Banding;

11) SOP Penetapan Pembebasan Dari Tahanan Perkara Banding Pertama;

12) SOP Penilaian Pelaksanaan Tugas; 13) SOP Pengawasan Pelaksanaan Tugas;

(25)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 23

14) SOP Pengawasan Dan Pengamatan Pelaksanaan Putusan;

15) SOP Pengawas Bidang;

16) SOP Pengawasan Pelaksanaan Tugas Bidang Kepaniteraan;’

17) SOP Pengawasan Pelaksanaan Tugas Bidang Kesekretariatan;

18) SOP Pengawasan Ke Dilmil Jajaran Dilmilti Ii Jakarta; 19) SOP Penyusunan Laporan Pelaksanaan Program

Kerja;

20) SOP Pembinaan Teknis Peradilan Di Jajarannya; b. SOP Wakil Kepala

1) SOP Pelaksanaan Penyampaian Pertimbangan Saran Staf Tentang Promosi Jabatan, UKP, KGB, KPI, KTA, KPE, TASPEN, ASABRI, BPJS dan Cuti;

c. SOP Hakim Militer Tinggi

1) SOP Penetapan Hari Sidang

2) SOP Persidangan Perkara Lalu Lintas

3) SOP Persidangan Perkara Pidana Tingkat Pertama 4) SOP Persidangan Perkara Tingkat Banding

5) SOP Penetapan Penahanan Perkara Tingkat Pertama oleh Hakim Ketua

d. SOP Panitera

1) SOP Penerimaan Berkas Perkara Tingkat Pertama; 2) SOP Penerimaan Berkas Perkara Tingkat Banding; 3) SOP Penetapan Penunjukan Panitera Pengganti;

(26)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 24

4) SOP Pemberitahuan Putusan Perkara Tingkat Banding, Kasasi, Pk & Grasi;

e. SOP Sekretaris

1) SOP Persetujuan Bahan Pelaksanaan Urusan Perencanaan Program Dan Anggaran;

2) SOP Persetujuan Bahan Pelaksanan Urusan Kepegawaian;

3) SOP Persetujuan Bahan Pelaksanaan Urusan Keuangan;

4) SOP Persetujuan Protokoler; 5) SOP Penyusunan SAKIP; 6) SOP Penyusunan DIPA;

7) SOP Pembuatan Surat Keputusan KPA;

8) SOP Pelaksanaan Evaluasi Terhadap Pelaksanaan Kegiatan Keuangan;

9) SOP Pembuatan Surat Keputusan KPA Tentang Pengangkatan PPK, PPSPM, Staf Pengelola Keuangan;

10) SOP Pengesahan Petunjuk Operasional Kegiatan (POK);

11) SOP Pelaksanaan Pengawasan terhadap Kegiatan Keuangan;

12) Pelaksanaan Supervisi dan Konsultasi Bidang Keuangan.

2. Standar Operasional Prosedur (SOP) Eselon III berjumlah 34 (tiga puluh empat) adalah sbb :

(27)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 25

a. SOP Kepala Bagian Umum dan Keuangan

1) SOP Laporaan Barang Milik Negara (BMN) Bulanan; 2) SOP Laporaan Barang Milik Negara (BMN) Semester; 3) SOP Laporaan Barang Milik Negara (BMN) Tahunan; 4) SOP Penyusunan Rencana Kerja Tahunan;

5) SOP Administrasi Keuangan; 6) SOP Keamanan Kantor;

b. SOP Kepala Bagaian Perencanaan dan Kepegawaian 1) SOP Revisi DIPA DAN Petunjuk Operasional Kegiatan

(POK);

2) SOP Penyusunan Rencana Kinerja Anggaran Kelembagaan/Lembaga (RKAKL);

3) SOP Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP);

4) SOP Pembuatan Daftar Penilai TNI; c. SOP Panitera Muda Hukum

1) SOP Pembuatan Laporan Bidang Perkara;

2) SOP Pembuatan Surat Dinas Yang Berkaitan Dengan Kepaniteraan;

3) SOP Pembuatan Laporan Perkara Bulanan; 4) SOP Pembuatan Laporan Perkara Triwulan; 5) SOP Pembuatan Laporan Perkara Semester: 6) SOP Pembuatan Laporan Perkara Tahunan; 7) SOP Penanganan Papan Data Perkara; 8) SOP Pengarsipan Berkas Perkara; 9) SOP Pelayanan Informasi;

(28)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 26

d. SOP Panitera Muda Pidana

1) SOP Pelaksanaan Regristrasi Perkara; 2) SOP Pelaksanaan Pemberkasan Perkara;

3) SOP Pelaksanaan Pengamanan Berkas Perkara; 4) SOP Pelaksanaan Pemeriksaan/Penelitian Persyaratan

Formil dan Materiil;

5) SOP Pelaksanaan Pembukuan Agenda Penetapan Hari Sidang, Majelis Hakim, Perkara Putus dan Agenda Sidang;

6) SOP Pelaksanaan Pembuatan Akta; 7) SOP Menyiapkan Konsep Putusan;

8) SOP Upaya Hukum Permohonan Banding Perkara Pidana;

9) SOP Pencabutan Permohonan Banding Perkara Pidana;

10) SOP Upaya Hukum Permohonan Grasi Perkara Pidana;

11) SOP Pencabutan Permohonan Kasasi Perkara Pidana; 12) SOP Upaya Hukum Permohonan Kasasi Perkara

Pidana;

13) SOP Penanganan Registrasi Perkara;

14) SOP Upaya Hukum Permohonan Peninjauan Kembali Perkara Pidana;

3. Standar Operasional Prosedur (SOP) Eselon IV berjumlah 54 (lima puluh 4) adalah sebagai berikut :

a. SOP Panitera Pengganti

1) SOP Berita Acara Sidang Perkara Pelanggaran Lalu Lintas;

(29)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 27

2) SOP Berita Acara Sidang Perkara Pidana Tingkat Pertama;

3) SOP Berita Acara Sidang Perkara Tingkat Banding. b. SOP Kepala Sub Bagian Keuangan dan Pelaporan

1) SOP Pengajuan Gaji;

2) SOP Pengajuan Uang Makan;

3) SOP Pengajuan Laporan Pertanggungjawaban Bendahara;

4) SOP Pengajuan Uang Lembur; 5) SOP Pengajuan Remunerasi; 6) SOP Pengajuan Uang Persediaan;

7) SOP Pengajuan Pembayaran Langsung ke Rekanan; 8) SOP PNPB;

9) SOP Rekonsiliasi SAIBA;

10) SOP Laporan Saldo Rekening Bendahara; 11) SOP Back Up Data Aplikasi;

12) SOP Laporan Realisasi Anggaran; 13) SOP Catatan atas Laporan Keuangan;

14) SOP Pembuatan Surat Dinas Bagian Keuangan; 15) SOP Pembuatan Laporan Keuangan Satker; c. SOP Kepala Sub Bagian Umum dan Rumah Tangga

1) SOP Pengelolaan Surat Masuk; 2) SOP Notulen Rapat;

3) SOP Pengelolaan Surat Keluar; 4) SOP Laporan Berkala;

5) SOP Pengelolaan ATK;

6) SOP Penyusunan Rencana Kerja Tahunan; 7) SOP Laporan Aplikasi Barang Persediaan;

(30)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 28

8) SOP Pelaksanaan Tugas Piket & Security; 9) SOP Pelaksanaan Kebersihan Kantor;

10) SOP Pelaksanaan Penanggulangan Kebakaran;

11) SOP Pelaksanaan Perawatan Barang Milik Negara (BMN);

12) SOP Pengelolaan Perpustakaan;

13) SOP Pelaksanaan Pendataan Sarana Prasarana yang Tersedia dan yang Dibutuhkan;

14) SOP Pembuatan Usulan Pengadaan Sarana dan Prasarana;

15) SOP Pelaksanaan Perawatan dan Pengamanan Sarana Prasarana;

d. SOP Kepala Sub Bagian Kepegawaian dan Informasi Teknologi

1) SOP Bezetting;

2) SOP Daftar Urutan Kepegawaian (DUK); 3) SOP Laporan Triwulan Kepegawaian; 4) SOP Kenaikan Gaji Berkala (KGB);

5) SOP Surat Keputusan dan Surat Perintah; 6) SOP Surat kenaikan Pangkat (SKP); 7) SOP Kenaikan Pangkat TNI dan PNS; 8) SOP Pensiun;

9) SOP Cuti;

10) SOP Kartu Pegawai (Karpeg) dan Kartu Isteri (Karris); 11) SOP Sistim Informasi Kepegawaian;

12) SOP Hukuman Disiplin;

13) SOP Pengajuan Satya Lencana: 14) SOP Ujian Dinas;

(31)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 29

16) SOP Pemeliharaan Website;

17) SOP Update dan Pembaharuan Konten Website;

18) SOP Aplikasi Sistim Informasi Penelusuran Perkara (SIPP).

e. SOP Kepala Sub Bagian Perencanaan Program dan Anggaran

1) SOP Laporan e-Monev DJA; 2) SOP Laporan e-Monev Bapennas;

3) SOP Laporan Bulanan Sub Bagian Perencanaan Program dan Anggaran;

B. Kinerja/Sasaran Kerja Pegawai (SKP)

Setelah terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil dan peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 1 Tahun 2013 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipiluntuk menyusun Sasaran Kerja Pegawai (SKP), maka Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil adalah suatu proses penilaian secara sitematis yang dilakukan oleh pejabat penilai terhadap sasaran kerja pegawai dan perilaku kerja Pegawai Negeri Sipil. Penilaian prestasi kerja PNS berdasarkan Pasal 12 ayat 2 Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 bertujuan untuk menjamin objektifitas pembinaan PNS yang dilakukan berdasarkan sistem prestasi kerja dan sistem karier. Prestasi kerja PNS diarahkan sebagai pengendali perilaku kerja produktif yang diisyaratkan untuk mencapai hasil kerja yang disepakati. Penilaian prestasi kerja PNS dilakukan berdasarkan prinsip objektif, terukur, akuntable,partisipatif dan transparan.

(32)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 30

Bagi prajurit TNI yang berdinas di Pengadilan Militer Tinggi dan jajarannya dalam penilaian terhadap prajurit tersebut tidak menggunakan Sasaran Kerja Pegawai (SKP) tetapi menggunakan Daftar Penilaian (Dapen) sebagai dasar penilaian prestasi kerja dan pengendali perilaku kerja serta sebagai penilaian karier yang bersangkutan dalam hal kepangkatan dan promosi jabatan. Oleh karena itu, dalam penyusunan Sasaran Kerja Pegawai (SKP) bagi prajurit TNI diuraikan sesuai dengan Perjanjian Kinerja Individu.

Secara keseluruhan Sasaran Kerja Pegawai (SKP) yang telah dibuat oleh Pengadilan Militer Tinggin II Jakarta adalah berjumlah 35 (tiga puluh lima) orang dengan rincian sebagai berikut:

1. Sasaran Kerja Pegawai Eselon I

1) Kolonel Chk Hidayat Manao, S.H., M.H. Uraian Tugas :

- Memberikan pertimbangan dan saran kepada Kadilmiltama mengenai hal-hal yang menyangkut bidang tugasnya.

- Mengkoordinasikan, mengawasi dan memberikan pengarahan atas penyelengaraan fungsi-fungsi Dilmilti. - Menentukan kebijaksanaan dan mengambil keputusan

dalam rangka memimpin Dilmilti guna menjamin terselenggaranya fungsi utama Dilmilti.

- Merencanakan, mempersiapkan dan mengatur penyelenggaraan penyidangan perkara yang dilimpahkan kepada Dilmilti.

- Mengawasi pelaksanaan permohonan banding, grasi, kasasi dan peninjauan kembali sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(33)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 31

- Menyelenggarakan pengawasan dan memberikan bimbingan teknis kepada personel Dilmilti dan Kimmil di lingkungan peradilan militer di daerah hukumnya apabila ada pelimpahan wewenang dari Dilmiltama.

- Berdasarkan penujukkan Mahkamah Agung RI menyelenggarakan pengurusan administrasi Dilmilti.

- Bertanggung jawab atas pelaksanaan kekuasaan kehakiman sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan atas pelaksanaan tugas pembinaan Dilmilti kepada Mahkamah Agung RI.

- Melaksanakan persidangan perkara Tingkat Pertama dan Tingkat Banding.

- Mempelajari berkas perkara yang akan di sidangkan.

- Bersama-sama dengan Hakim Anggota memeriksa, mengadili, memutuskan dan menyelesaikan perkara di Tingkat Pertama dan Tingkat Banding

- Membuat putusan atas perkara yang telah disidangkan baik putusan sela maupun putusan akhir.

- Bertanggung jawab atas kebenaran berita acara sidang dan menandatanganinya.

- Membagi berkas perkara kepada Hakim untuk disidangkan. - Menandatangani Penetapan Hakim.

- Menandatangani Penetapan hari sidang.

- Melaksanakan tugas sebagai koordinator Hakim Pengawas Bidang.

- Menindaklanjuti laporan atas pengaduan masyarakat/publik dan melaporkan kepada Kadilmiltama dan ke BAWAS Mahkamah Agung RI.

- Menerima laporan perkara dan hasil telaah dari Wakil Kepala/ Panitera.

(34)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 32

- Mengevaluasi pelaksanaan tugas pejabat fungsional maupun struktural.

- Melaporkan hasil Pembinaan dan Pengawasan sebagai Hakim Pengawas Bidang kepada Kadilmiltama.

- Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kadilmiltama.

2) Kolonel Chk Deddy Suryanto, S.H., M.H. Uraian Tugas :

- Mengkoordinasikan dan mengawasi semua pekerjaan/ kegiatan staf dan administrasi Dilmilti.

- Menyampaikan pertimbangan dan saran staf.

- Memelihara dan mengawasi pelaksanaan prosedur kerja di lingkungan Dilmilti.

- Mengerjakan tugas khusus dari Kadilmilti.

- Mewakili Kadilmilti apabila Kadilmilti berhalangan melaksanakan tugas kewajiban.

- Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas kekuasaan kehakiman sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan atas tugas kewajiban sebagai Waka Dilmilti kepada Kadilmilti.

- Menetapkan hari sidang apabila menjadi Hakim Ketua. - Bertanggung jawab atas kebenaran berita acara sidang dan

menandatanganinya.

- Melaksanakan tugas persidangan perkara Tingkat Pertama dan Tingkat Banding.

- Mempelajari berkas perkara yang akan disidangkan.

- Bersama-sama dengan Hakim Anggota dalam memeriksa, mengadili, memutuskan dan menyelesaikan perkara di Tingkat Pertama dan Tingkat Banding.

(35)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 33

- Membuat putusan atas perkara yang telah disidangkan baik putusan sela maupun putusan akhir.

- Melakukan pengawasan dan pembinaan di wilayah jajaran Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta.

- Melaporkan hasil pembinaan dan pengawasan Hakim Pengawas Bidang kepada Kepala Pengadilan Militer Tinggi II.

- Melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh Kadilmilti.

KELOMPOK HAKIM MILITER TINGGI :

3) Kolonel Chk Weni Okianto, S.H.,M.H. Uraian Tugas :

- Melaksanakan tugas dan kewajiban baik sebagai Hakim pada Dilmilti maupun dalam memberikan saran dan pertimbangan tentang penyelenggaraan fungsi teknis peradilan kepada Kadilmilti.

- Bertindak sebagai Hakim Ketua atau Hakim Anggota dalam suatu persidangan Dilmilti atas penujukkan Kadilmilti.

- Sebagai Hakim Ketua :

a. Mengetahui sidang pemeriksaan perkara yang diserahkan kepadanya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

b. Memberikan pertimbangan atas permohonan grasi yang diajukan terhadap perkara yang diperiksa dan diputus oleh Majelis Hakim/Hakim Militer Tinggi yang dipimpinnya.

- Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas kewajibannya menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(36)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 34

- Menetapkan hari sidang apabila menjadi Hakim Ketua. - Bertanggung jawab atas kebenaran berita acara sidang dan

menandatanganinya.

- Melaksanakan tugas persidangan perkara Tingkat Pertama dan Tingkat Banding.

- Mempelajari berkas perkara yang akan disidangkan.

- Bersama-sama dengan hakim-hakim anggota dalam memeriksa, mengadili, memutuskan dan menyelesaikan perkara di Tingkat Pertama dan Tingkat Banding.

- Membuat putusan atas perkara yang telah di sidangkan baik putusan sela maupun putusan akhir.

- Melakukan pengawasan dan pembinaan di wilayah jajaran Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta.

- Melaporkan hasil pembinaan dan pengawasan sebagai Hakim Pengawas Bidang kepada Kepala Pengadilan Militer Tinggi II.

- Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kadilmilti.

4) Kolonel Chk Hulwani, S.H.,M.H. Uraian Tugas :

- Melaksanakan tugas dan kewajiban baik sebagai Hakim pada Dilmilti maupun dalam memberikan saran dan pertimbangan tentang penyelenggaraan fungsi teknis peradilan kepada Kadilmilti.

- Bertindak sebagai Hakim Ketua atau Hakim Anggota dalam suatu persidangan Dilmilti atas penujukkan Kadilmilti.

(37)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 35

a. Mengetahui sidang pemeriksaan perkara yang diserahkan kepadanya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

b. Memberikan pertimbangan atas permohonan grasi yang diajukan terhadap perkara yang diperiksa dan diputus oleh Majelis Hakim/Hakim Militer Tinggi yang dipimpinnya.

- Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas kewajibannya menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. - Menetapkan hari sidang apabila menjadi Hakim Ketua. - Bertanggung jawab atas kebenaran berita acara sidang dan

menandatanganinya.

- Melaksanakan tugas persidangan perkara Tingkat Pertama dan Tingkat Banding.

- Mempelajari berkas perkara yang akan disidangkan.

- Bersama-sama dengan Hakim Anggota dalam memeriksa, mengadili, memutuskan dan menyelesaikan perkara di Tingkat Pertama dan Tingkat Banding.

- Membuat putusan atas perkara yang telah disidangkan baik putusan sela maupun putusan akhir.

- Melakukan pengawasan dan pembinaan di wilayah jajaran Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta.

- Melaporkan hasil pembinaan dan pengawasan sebagai Hakim Pengawas Bidang kepada Kepala Pengadilan Militer Tinggi II.

- Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kadilmilti.

(38)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 36

5) Kolonel Chk E.Trias Komara, S.H.,M.H. Uraian Tugas :

- Melaksanakan tugas dan kewajiban baik sebagai Hakim pada Dilmilti maupun dalam memberikan saran dan pertimbangan tentang penyelenggaraan fungsi teknis peradilan kepada Kadilmilti.

- Bertindak sebagai Hakim Ketua atau Hakim Anggota dalam suatu persidangan Dilmilti atas penujukkan Kadilmilti.

- Sebagai Hakim Ketua :

a. Mengetahui sidang pemeriksaan perkara yang diserahkan kepadanya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

b. Memberikan pertimbangan atas permohonan grasi yang diajukan terhadap perkara yang diperiksa dan diputus oleh Majelis Hakim/Hakim Militer Tinggi yang dipimpinnya.

- Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas kewajibannya menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. - Menetapkan hari sidang apabila menjadi Hakim Ketua. - Bertanggung jawab atas kebenaran berita acara sidang dan

menandatanganinya.

- Melaksanakan tugas persidangan perkara Tingkat Pertama dan Tingkat Banding.

- Mempelajari berkas perkara yang akan disidangkan.

- Bersama-sama dengan Hakim Anggota dalam memeriksa, mengadili, memutuskan dan menyelesaikan perkara di Tingkat Pertama dan Tingkat Banding.

- Membuat putusan atas perkara yang telah disidangkan baik putusan sela maupun putusan akhir.

(39)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 37

- Melakukan pengawasan dan pembinaan di wilayah jajaran Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta.

- Melaporkan hasil pembinaan dan pengawasan sebagai Hakim Pengawas Bidang kepada Kepala Pengadilan Militer Tinggi II.

- Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kadilmilti.

6) Kolonel Sus Priyo Mustiko, S.H. Uraian Tugas :

- Melaksanakan tugas dan kewajiban baik sebagai Hakim pada Dilmilti maupun dalam memberikan saran dan pertimbangan tentang penyelenggaraan fungsi teknis peradilan kepada Kadilmilti.

- Bertindak sebagai Hakim Ketua atau Hakim Anggota dalam suatu persidangan Dilmilti atas penujukkan Kadilmilti.

- Sebagai Hakim Ketua :

a. Mengetahui sidang pemeriksaan perkara yang diserahkan kepadanya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

b. Memberikan pertimbangan atas permohonan grasi yang diajukan terhadap perkara yang diperiksa dan diputus oleh Majelis Hakim/Hakim Militer Tinggi yang dipimpinnya.

- Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas kewajibannya menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. - Menetapkan hari sidang apabila menjadi Hakim Ketua. - Bertanggung jawab atas kebenaran berita acara sidang dan

(40)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 38

- Melaksanakan tugas persidangan perkara Tingkat Pertama dan Tingkat Banding.

- Mempelajari berkas perkara yang akan disidangkan.

- Bersama-sama dengan Hakim Anggota dalam memeriksa, mengadili, memutuskan dan menyelesaikan perkara di Tingkat Pertama dan Tingkat Banding.

- Membuat putusan atas perkara yang telah disidangkan baik putusan sela maupun putusan akhir.

- Melakukan pengawasan dan pembinaan di wilayah jajaran Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta.

- Melaporkan hasil pembinaan dan pengawasan sebagai Hakim Pengawas Bidang kepada Kepala Pengadilan Militer Tinggi II.

- Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kadilmilti.

2. Sasaran Kerja Pegawai Eselon II

7) Kolonel Sus Tutut Dyah Rojani, S.H.M.H. (Panitera) Uraian Tugas :

- Menyelenggarakan pengurusan administrasi perkara sejak berkas pertama diterima oleh Dilmilti.

- Menyelenggarakan penyimpanan berkas perkara baik selama perkara-perkara yang bersangkutan masih dalam proses Tingkat Pertama oleh Dilmilti maupun dalam proses kelanjutannya.

- Menyiapkan dan meneruskan permohonan banding, grasi, kasasi dan peninjauan kembali sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

- Mengatur dan mempersiapkan penyelenggaraan persidangan Dilmilti

(41)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 39

- Mengatur pembagian pekerjaan diantara para Panitera Pengganti dan membuat serta menandatangani Penetapan Panitera.

- Bertindak sebagai Panitera dalam persidangan Dilmilti atas Penujukkan Kadilmilti.

- Menyelenggarakan dan bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas kewajiban selaku Panitera dalam persidangan Dilmilti kepada Hakim Ketua yang bersangkutan dan atas pelaksanaan tugas kewajiban lainnya kepada Kadilmilti.

- Menyelenggarakan dan bertanggung jawab atas pelaksanaan koordinasi, pembinaan dan pengawasan pelaksanaan tugas dalam pemberian dukungan di bidang teknis;

- Menyelenggarakan dan bertanggung jawab atas pelaksananaan pengelolaan administrasi perkara pidana; - Menyelenggarakan dan bertanggung jawab atas

pelaksananaan pengelolaan administrasi perkara Tata Usaha Militer;

- Menyelenggarakan dan bertanggung jawab atas pelaksananaan, penyajian data perkara, dan transparansi perkara, serta laporan perkara;

- Menyelenggarakan dan bertanggung jawab atas pelaksanaan administrasi keuangan dalam program teknis dan keuangan perkara yang ditetapkan berdasarkan peraturan dan perundang-undangan, minutasi, evaluasi dan administrasi Kepaniteraan;

- Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kadilmilti.

(42)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 40

8) Mayor Chk Karsedi, S.H. (Sekretaris) Uraian Tugas :

- Memberikan pertimbangan dan saran kepada Kadilmilti mengenai hal-hal yang menyangkut bidang tugas pembinaan organisasi, administrasi dan finansial.

- Menyusun dan merumuskan program pembinaan Pengadilan Militer Tinggi baik di bidang pembinaan organisasi, administrasi dan finansial.

- Mengumpulkan dan memelihara data personel Hakim Militer, Panitera, dan staf lainnya.

- Mengkoordinasikan dan menyiapkan dukungan administrasi bagi penyelenggara fungsi-fungsi Dilmilti.

- Mengkoordinasikan dan merumuskan pelaksanaan urusan perencanaan, program dan anggaran Dilmilti.

- Menyelenggarakan dan mengawasi pelaksanaan urusan kepegawaian.

- Menyelenggarakan dan mengawasi pelaksanaan urusan keuangan.

- Menyelenggarakan dan mengawasi pelaksanaan penataan organisasi dan tata laksana.

- Menyelenggarakan dan mengawasi pelaksanaan pengelolaan teknologi informasi dan statistik.

- Menyelenggarakan dan mengawasi pelaksanaan urusan surat menyurat, arsip, perlengkapan, rumah tangga, keamanan, keprotokolan, hubungan masyarakat, dan perpustakaan.

- Menyelenggarakan dan mengawasi pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan dokumentasi serta

(43)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 41

pelaporan di lingkungan Kesekretariatan Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta dan jajarannya.

- Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kadilmilti.

3. Sasaran Kerja Pegawai Eselon III

9) Kapten Chk Kurniawan Setyanto, S.H.,M.IP Uraian Tugas :

- Melaksanakan dan bertanggung jawab atas pelaksanaan urusan surat menyurat, kearsipan dan penggandaan.

- Melaksanakan dan bertanggung jawab atas pelaksanaan urusan perawatan dan pemeliharaan gedung, sarana dan prasarana serta perlengkapan dan perpustakaan.

- Melaksanakan dan bertanggung jawab atas pelaksanaan urusan keamanan, keprotokolan dan hubungan masyarakat.

- Melaksanakan dan bertanggung jawab atas pelaksanaan pengelolaan anggaran, perbendaharaan, akuntansi dan verifikasi, pengelolaan barang milik negara serta pelaporan keuangan dan penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan, serta penyusunan laporan.

- Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kadilmilti.

10) Penata , IV/a Husein Ib, S.E.,M.M. Uraian Tugas :

- Menyusun dan merumuskan penyiapan bahan pelaksanaan perencanaan dan penyusunan program dan anggaran.

- Menyusun dan merumuskan penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan formasi, pendataan dan pengembangan

(44)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 42

pegawai, pengusulan kenaikan pangkat, pemindahan dan mutasi, pengusulan pemberhentian dan pensiun serta pengelolaan Sasaran Kerja Pegawai, administrasi jabatan fungsional, dan pengurusan BPJS kesehatan dan disiplin pegawai, serta penyusunan laporan kepegawaian. - Menyusun dan merumuskan penyiapan bahan pelaksanaan

penelaahan, penataan, dan evaluasi organisasi dan tata laksana.

- Menyusun dan merumuskan penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan teknologi informatika dan statistik.

- Menyusun dan merumuskan penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dokumentasi, dan pelaporan.

- Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kadilmilti.

4. Sasaran Kerja Pegawai Eselon IV

11) Mayor Chk Dedi Wigandi, S.Sos.,S.H. (Panmud Pidana) Uraian Tugas :

- Menyusun pelaksanaan pemeriksaan kelengkapan berkas perkara banding.

- Memeriksa pelaksanaan registrasi perkara banding.

- Menyusun pelaksanaan rencana sidang, penetapan sidang dan penetapan Hakim.

- Monitoring pelaksanaan distribusi perkara banding yang telah diregister untuk diteruskan kepada Ketua Majelis Hakim.

- Menyusun dan memeriksa pelaksanaan penghitungan, penyiapan dan pengiriman penetapan penahanan, perpanjangan penahanan dan penangguhan penahanan.

(45)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 43

- Memeriksa pelaksanaan penerimaan kembali berkas perkara yang sudah diputus dan diminutasi.

- Mengirimkan salinan putusan Pengadilan Militer Utama beserta berkas perkara bundel A kepada pengadilan pengaju.

- Menyimpan berkas perkara yang belum mempunyai kekuatan hukum tetap.

- Menyerahankan berkas perkara yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap ke Panitera Muda Hukum.

- Bertanggung jawab atas pelaksanaan urusan tata usaha kepaniteraan.

- Bertanggung jawab atas pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Panitera.

- Mengikuti, mencatat jalannya persidangan, pengetikan Resume Putusan dan Berita Acara Sidang.

12) Mayor Chk Karto, S.H. (Panmud Hukum) Uraian Tugas :

- Melaksanakan pengumpulan, pengelolaan dan penyajian data perkara.

- Melaksanakan penyajian statistik perkara.

- Melaksanakan penyusunan dan pengiriman pelaporan perkara.

- Melaksanakan penataan, penyimpanan dan pemeliharaan arsip perkara.

- Melaksanakan kerja sama dengan Arsip Daerah untuk penitipan berkas perkara.

- Melaksanakan penyiapan, pengelolaan dan penyajian bahan-bahan yang berkaitan dengan transparansi perkara.

(46)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 44

- Melaksanakan penghimpunan pengaduan dari masyarakat, hubungan masyarakat.

- Melaksanakan fungsi lain yang diberikan oleh Panitera. - Melaksanakan penghimpunan pelayanan informasi dari

masyarakat

- Mengikuti, mencatat jalannya persidangan, pengetikan Resume Putusan dan Berita Acara Sidang.

13) Mayor Chk (K) Dewi Pujiastuti, S.H.,M.H. (Panmud TUM) Uraian Tugas :

- Melaksanakan pemeriksaan kelengkapan berkas perkara banding.

- Melaksanakan registrasi perkara banding.

- Melaksanakan penyusunan rencana sidang, penetapan sidang dan penetapan hakim.

- Melaksanakan distribusi perkara banding yang telah diregister untuk diteruskan kepada Ketua Majelis Hakim. - Melaksanakan penerimaan kembali berkas perkara yang

sudah diputus dan diminutasi.

- Melaksanakan pengiriman salinan putusan Pengadilan Militer Utama beserta berkas perkara bendel A kepada pengadilan pengaju.

- Melaksanakan penyimpanan berkas perkara yang belum mempunyai kekuatan hukum tetap.

- Melaksanakan penyerahan berkas perkara yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap ke Panitera Muda Hukum.

- Melaksanakan urusan tata usaha kepaniteraan; dan - Melaksanakan fungsi lain yang diberikan oleh Panitera.

(47)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 45

- Mengikuti, mencatat jalannya persidangan, pengetikan Resume Putusan dan Berita Acara Sidang.

- Oleh karena Tata Usaha Militer belum berjalan maka uraian tugas Panmud TUM membantu tugas-tugas Panmud

Pidana.

14) Kapten Chk Arief Rachman, S.E., S.H. Uraian Tugas :

- Melaksanakan persiapan penyelenggaraan persidangan. - Melaksanakan pencatatan proses persidangan.

- Melaksanakan penyusunan berita acara persidangan.

- Melaksanakan penyatuan berkas perkara secara kronologis/berurutan.

- Melaksanakan penyimpanan berkas perkara sampai dengan perkara diputus dan diminutasi.

- Melaksanakan penyampaian berkas perkara yang telah diminutasi kepada Panitera Muda sesuai dengan jenis perkara, untuk diteruskan kepada Panitera Muda Hukum. - Mengikuti, mencatat jalannya persidangan, pengetikan

Resume Putusan dan Berita Acara Sidang. 15) Kapten Chk Nurdin Rukka, S.H.

Uraian Tugas :

- Melaksanakan persiapan penyelenggaraan persidangan. - Melaksanakan pencatatan proses persidangan.

- Melaksanakan penyusunan berita acara persidangan.

- Melaksanakan penyatuan berkas perkara secara kronologis/berurutan.

- Melaksanakan penyimpanan berkas perkara sampai dengan perkara diputus dan diminutasi.

(48)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 46

- Melaksanakan penyampaian berkas perkara yang telah diminutasi kepada Panitera Muda sesuai dengan jenis perkara, untuk diteruskan kepada Panitera Muda Hukum. - Mengikuti, mencatat jalannya persidangan, pengetikan

Resume Putusan dan Berita Acara Sidang. 16) Penata Tk I III/d Isnani Rohmatin, S.H.

Uraian Tugas :

- Melaksanakan penyiapan urusan surat menyurat, kearsipan dan penggandaan, perawatan dan pemeliharaan gedung, sarana dan prasarana, perlengkapan, perpustakaan, keamanan, keprotokolan dan hubungan masyarakat.

- Menggandakan surat masuk. - Menggandakan surat keluar.

- Mengkoordinir perawatan dan pemeliharaan gedung. - Mengecek kebersihan sarana dan prasarana gedung. - Mengelola perpustakaan.

- Melaporkan kepada atasan apabila ada sarana gedung yang rusak.

- Mempersipakan segala sesuatu yang berhubungan dengan keprotokolan.

- Mengecek kebutuhan ATK setiap bulannya.

- Melakukan hubungan dengan instansi lain yang berkaitan dengan tugas pokok.

(49)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 47

17) Penata III/c Eva Morina, S.Kom. Uraian Tugas :

- Melaksanakan penyiapan bahan urusan pengelolaan keuangan, perbendaharaan, akuntasi dan verifikasi, pengelolaan Barang Milik Negara, dan pelaporan keuangan, serta pelaksanaan pemantauan, serta penyusunan laporan. - Memeriksa dan mengoreksi pengajuan SPP gaji.

- Memeriksa dan mengoreksi pengajuan SPP rutin dari bendahara pengeluaran.

- Memeriksa dan mengkoordinir pengajuan tunjangan remunerasi.

- Menguji dan menandatangani SPM.

- Memeriksa laporan Triwulan, Semesteran, dan Tahunan BMN.

- Memeriksa dan mengoreksi laporan barang persediaan. - Memeriksa dan mengoreksi laporan realisasi anggaran

manual.

- Menindaklanjuti surat masuk dan keluar bagian keuangan. - Mengevaluasi pengelolaan keuangan.

18) Penata III/c Sri Rahayu, S.H. Uraian Tugas :

- Melaksanakan penyiapan bahan urusan kepegawaian, organisasi dan tata laksana, pengelolaan teknologi informasi dan statistik, pemantauan, evaluasi, dokumentasi, serta penyusunan laporan.

- Membuat laporan tahunan kepegawaian. - Mengusulkan kenaikan pangkat reguler PNS. - Mengusulkan kenaikan pangkat reguler Militer.

(50)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 48

- Mengetahui terealisasinya Ujian Dinas, Cuti Pegawai, DP3 TNI, SKP PNS.

- Mengadakan sosialisasi kepegawaian Rakor Kesekretariatan.

- Mengusulkan kebutuhan personil.

- Mengupdate data pegawai dalam Aplikasi SIKEP. - Mengupdate laporan - laporan dalam website Dilmilti. - Mengupdate kegiatan Dilmilti dalam website.

19) Markus Andi Sri Pungkas R, S.Si. Uraian Tugas :

- Melaksanakan penyiapan bahan perencanaan program dan pelaksanaan program dan anggaran, pemantauan, evaluasi, dokumentasi, serta penyusunan laporan.

- Mengkoordinir dan membuat perencanaan program dan kinerja anggaran.

- Menyusun dan membuat RAB dan TOR.

- Meneliti dan memeriksa RKA K/L satker di bawah Dilmilti II. - Memeriksa dan menyusun revisi POK dan revisi DIPA. - Menghimpun dan membuat laporan penyerapan anggaran. - Menghimpun dan membuat laporan program kerja.

- Monitoring dan memeriksa laporan penyerapan anggaran pada aplikasi E-Monev BAPPENAS.

- Monitoring dan memeriksa laporan penyerapan anggaran pada aplikasi E-Monev DJA.

- Monitoring dan memeriksa laporan penyerapan anggaran pada aplikasi Komdanas.

(51)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 49

5. Sasaran Kerja Pegawai Staf 20) Serka Haris Haridiansyah

Uraian Tugas :

- Melaksanakan pemeriksaan kelengkapan berkas perkara banding.

- Melaksanakan registrasi perkara banding.

- Melaksanakan penyusunan rencana sidang, penetapan sidang dan penetapan Hakim.

- Melaksanakan distribusi perkara banding yang telah diregister untuk diteruskan kepada Ketua Majelis Hakim. - Melaksanakan penghitungan penyiapan dan pengiriman

penetapan penahanan, perpanjangan penahanan dan penanguhan penahanan.

- Melaksanakan penerimaan kembali berkas perkara yang sudang diputus dan diminutasi.

- Melaksanakan pengiriman salinan putusan ke Pengadilan Militer Utama berserta perkara bendel A kepada pengadilan pengaju.

- Melaksanakan penyimpanan berkas perkara yang belum mempunyai kekuatan hukum tetap.

- Melaksanakan urusan ketatausahaan kepaniteraan. 21) Serka M.Z Nasution, SH

Uraian Tugas :

- Melaksanakan pengumpulan penglolaan dan penyajian data perkara.

- Melaksanakan penyajian statistik perkara.

- Melaksanakan penyusunan dan pengiriman pelaporan perkara.

(52)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 50

- Melaksanakan penataan penyimpanaan dan pemeliharaan arsip perkara.

- Melaksanakan penyiapan pengelolaan dan penyajian bahan-bahan yang berkaitan dengan transparansi perkara.

- Melaksanakan fungsi lain yang diberikan oleh Panitera yaitu mengetik berkas perkara dan Berita Acara Sidang.

22) Serka Sultoni Mubin, S.H. Uraian Tugas :

- Melakukan pencairan dana belanja pegawai dan barang. - Memeriksa bukti pembayaran sesuai dengan pengeluaran

uang.

- Mengeluarkan uang dan membayar biaya sesuai dengan bukti pembayaran.

- Menerima dan membukukan bukti pembayaran ke dalam buku kas.

- Menerima dan memeriksa kelengkapan administrasi uang perjalanan dinas.

- Memotong/memungut dan menyetorkan pajak sesuai transaksi keuangan.

- Mengumpulkan dan mengarsipkan bukti

pertanggungjawaban keuangan.

- Membuat laporan pemeriksaan dan rekonsiliasi kas bendahara

23) Sertu Moh. Alwi Wahyudi Uraian Tugas :

- Meningkatkan tata usaha persuratan.

- Melaksanakan pengarsipan berdasarkan klasifikasi surat. - Melaksanakan inventarisasi surat/pemeliharaan surat.

(53)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 Page 51

- Mengecek sarana dan prasarana. - Membeli alat tulis kantor.

- Melakukan pengiriman surat.

- Melaksanakan foto copy/penggandaan surat. - Melaksanakan pengarsipan surat.

- Melaksanakan petugas absensi. 24) Sertu Aripin Josua Sitorus, S.H.

Uraian Tugas :

- Menginput barang masuk dan keluar dalam aplikasi SIMAK BMN.

- Menginput barang persediaan masuk/keluar dalam aplikasi persediaan.

- Mengusulkan pembelian barang persediaan. - Membuat laporan semester SIMAK BMN.

- Membuat dan mengirimkan laporan tahunan SIMAK BMN. - Membantu menjadi Provost pada saat persidangan. 25) Serda (K) Nia Yuniar

Uraian Tugas :

- Melayani kegiatan Kadilmilti II Jakarta dalam kedinasan. - Koordinasi terhadap Satker yang bersangkutan dalam

jadwal/kegiatan Kadilmilti II Jakarta.

- Mengagendakan surat masuk/keluar dari Taud. - Menjaga kerahasiaan surat.

- Meminimalisir hilangnya surat.

- Merangkap menjadi konseptor/pengetik minutasi penyelesaian perkara.

Gambar

Grafik Perbandingan
Grafik Perbandingan Pagu Anggaran Program  Aparatur Mahkamah Agung
Grafik Perbandingan Pagu Anggaran Program  Peradilan Militer Grafik Perbandingan 050.000.000100.000.000150.000.000200.000.000250.000.000300.000.000350.000.000 Dilmilti II JakartaRupiahDilmilti II Jakarta2015320.000.0002016261.220.000 050.000.000100.000.000

Referensi

Dokumen terkait

Menimbang, bahwa Majelis Hakim Tingkat Banding setelah membaca, meneliti dan mempelajari dengan seksama berkas perkara dan surat-surat yang berhubungan dengan perkara ini,

Menimbang, bahwa setelah majelis hakim tingkat banding mempelajari dengan seksama berkas perkara yang dimohonkan banding oleh Jaksa Penuntut Umum yang terdiri

Menimbang, bahwa setelah Majelis Hakim Tingkat Banding membaca dan mempelajari dengan seksama berkas perkara termasuk didalamnya Berita Acara Sidang, Salinan

Menimbang bahwa setelah mempelajari dengan seksama berkas banding perkara aquo serta putusan hakim tingkat pertama, Mahkamah Syar'iyah Aceh sependapat

Menimbang, bahwa setelah Majelis Hakim Tingkat Banding mempelajari dengan seksama berkas perkara yang dimohonkan banding oleh Penasihat Hukum Terdakwa, yang

Menimbang, bahwa setelah hakim tingkat banding mempelajari dan meneliti dengan saksama berkas perkara yang terdiri dari berita acara sidang pengadilan tingkat pertama,

Menimbang, bahwa setelah Majelis Hakim Tingkat Banding mempelajari keseluruhan berkas perkara yang meliputi surat dakwaan, berita acara persidangan, keterangan saksi –

--- Menimbang, bahwa setelah Pengadilan Tingkat Banding mempelajari dengan seksama berkas perkara antara lain terdiri dari Berita Acara Persidangan , Surat Dakwaan dan