http://tugasleoespadamenejemen13unsri.blog
spot.co.id/2016/04/ekonomi-islam-pengertian-tujuan-prinsip.html
Tugas Kampus Ekonomi
Selasa, 05 April 2016
Ekonomi Islam : Pengertian, Tujuan, Prinsip dan Perbedaannya dengan
Ekonomi Konvensional
A. Pengertian Ekonomi Islam
Ekonomi Islam merupakan ilmu yang mempelajari perilaku ekonomi manusia yang perilakunya diatur berdasarkan aturan agama Islam dan didasari dengan tauhid sebagaimana dirangkum dalam rukun iman dan rukun Islam. Islam menganjurkan umatnya untuk melakukan kegiatan bisnis (berusaha) guna memenuhi kebutuhan sosial-ekonomi mereka. Rasulullah SAW sendiri terlibat di dalam kegiatan bisnis selaku pedagang bersama istrinya Khadijah
Penggunaan istilah ekonomi islam digunakan bergantian dan memiliki makna yang sama dengan ekonomi syariah. Oleh karena itu, pengertian ekonomi islam juga semakna dengan pengertian ekonomi syariah.
1. Pengertian Ekonomi Islam menurut Bahasa :
Ekonomi Islam merupakan ilmu yang mempelajari perilaku ekonomi manusia yang perilakunya diatur berdasarkan aturan agama Islam dan didasari dengan tauhid sebagaimana dirangkum dalam rukun iman dan rukun Islam.
2. Pengertian Ekonomi Islam menurut Istilah :
Pengertian ekonomi Islam adalah segala aktivitas perekonomian beserta aturan-aturannya yang didasarkan kepada pokok-pokok ajaran Islam tentang ekonomi.
3. Pengertian Ekonomi Islam menurut para ahli :
Pengertian Ekonomi Islam menurut Muhammad Abdul Manan adalah cabang ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi masyarakat yang diangkat dari nilai-nilai islam. Beliau mengatakan bahwa ekonomi islam merupakan bagian dari suatu tata kehidupan
lengkap yang didasarkan pada empat bagian nyata dari pengetahuan, yaitu Alquran, sunnah, ijma dan qiyas.
Menurut M.M. Matewally, Pengertian Ekonomi Islam ialah ilmu yang mempelajari perilaku muslim dalam suatu masyarakat islam yang mengikuti Alquran, Sunnah, Qiyas dan Ijma. Beliau memberikan alasan bahwa dalam ajaran islam tersebut, perilaku seseorang dan masyarakat dikendalikan ke arah bagaimana memenuhi kebutuhan dan menggunakan sumber daya yang ada. Hasanuz Zaman mengungkapkan Pengertian Ekonomi Islam yaitu pengetahuan, aplikasi dan aturan syariah yang mencegah ketidakadilan dalam permintaan dan pembuangan sumber daya material untuk memberikan kepuasan kepada manusia dan memungkinkan mereka untuk melakukan kewajiban mereka kepada Allah dan masyarakat.
Pengertian Ekonomi Islam menurut Monzer Kahf adalah bagian dari ilmu ekonomi yang memiliki sifat interdisipliner dalam arti kajian ekonomi islam tidak dapat berdiri sendiri tetapi perlu penguasaan yang baik dan mendalam terhadap ilmu-ilmu syariah dan ilmu pendukungnya, yang lintas keilmuan termasuk di dalamnya terhadap ilmu-ilmu yang berfungsi sebagai tool of analysis; seperti matematika, statistik, logika, ushul fiqh.
Menurut M. N. Siddiqi, Pengertian Ekonomi Islam ialah "pemikir muslim" respon terhadap tantangan ekonomi zaman mereka. Dalam upaya ini mereka dibantu oleh Alquran dan sunnah serta dengan alasan dan pengalaman
Dawam Rahardjo mengatakan Pengertian Ekonomi Islam dapat dibagi kedalam tiga arti.
Pertama, yang dimaksud ekonomi islam adalah ilmu ekonomi yang berdasarkan nilai atau ajaran islam. Kedua, yang dimaksud ekonomi islam ialah sebagai suatu sistem. Sistem menyangkut pengaturan yaitu pengaturan kegiatan ekonomi dalam suatu masyarakat atau negara berdasarkan suatu cara atau metode tertentu. Ketiga, ekonomi islam dalam pengertian perekonomian umat islam. Ketiga wilayah tersebut, yaitu teori, kegiatan dan sistem ekonomi umat islam merupakan tiga pilar yang harus membentuk sebuah sinergi.
B. Tujuan Ekonomi Islam
Segala aturan yang diturunkan Allah swt dalam system Islam mengarah pada tercapainya
kebaikan, kesejahteraan, keutamaan, serta menghapuskan kejahatan, kesengsaraan, dan kerugian pada seluruh ciptaan-Nya. Demikian pula dalam hal ekonomi, tujuannya adalah membantu manusia mencapai kemenangan di dunia dan di akhirat.
Tujuan Ekonomi Islam berdasarkan konsep dasar dalam islam yaitu tauhid dan berdasarkan rujukan pada Alquran dan Sunnah adalah :
1. Pemenuhan kebutuhan dasar manusia yaitu papan, sandang, pangan kesehatan dan pendidikan untuk setiap lapisan masyarakat.
2. Memastikan kesamaan kesempatan bagi semua orang.
3. Mencegah terjadi pemusatan kekayaan dan meminimalkan ketimpangan dana distribusi pendapatan dan kekayaan di masyarakat.
4. Memastikan untuk setiap orang kebebasan untuk mematuhi nilai-nilai moral. 5. Memastikan stabilitas dan juga pertumbuhan ekonomi.
C. Prinsip-Prinsip Ekonomi Islam
Secara garis besar ekonomi Islam memiliki beberapa prinsip dasar:
1. Berbagai sumber daya dipandang sebagai pemberian atau anugerah dari Allah SWT kepada manusia.
2. Islam mengakui pemilikan pribadi dalam batas-batas tertentu. 3. Kekuatan penggerak utama ekonomi Islam adalah kerjasama.
4. Ekonomi Islam menolak terjadinya akumulasi kekayaan yang dikuasai oleh segelintir orang saja.
5. Ekonomi Islam menjamin pemilikan masyarakat dan penggunaannya direncanakan untuk kepentingan banyak orang.
6. Seorang muslim harus takut kepada Allah swt dan hari penentuan di akhirat nanti. 7. Zakat harus dibayarkan atas kekayaan yang telah memenuhi batas (nisab).
8. Islam menolak riba dalam bentuk apapun
D. Perbedaan Ekonomi Islam dan Ekonomi Konvensional
Selanjutnya kita akan membahas mengenai perbedaan umum antara ekonomi Islam dan Konvensional yang dapat diterangkan dalam tabel berikut:
Ilmu Ekonomi Islam Ilmu Ekonomi Konvensional Manusia sosial namun religius Manusia sosial
Menangani masalah dengan menentukan prioritas
Menangani masalah sesuai dengan keinginan individu
Pilihan alternative kebutuhan dituntun dengan nilai Islam
Pilihan alternative kebutuhan dituntun oleh kepentingan individu/egois
Sistem pertukaran dituntun oleh etika Islami Pertukaran dituntun oleh kekuatan pasar
Berdasarkan tabel diatas dijelaskan bahwasanya dalam ekonomi Islam tidak hanya mempelajari individu sosial tetapi juga bakat religius mereka. Perbedaan timbul berkenaan pilihan dimana ilmu ekonomi Islam dikendalikan oleh nilai-nilai dasar Islam sedangkan ekonomi konvensional dikendalikan oleh kepentingan individu.
Saat ini kita membagi sistem ekonomi konvensional menjadi 2 jenis yaitu kapitalisme dan
sosialisme. Kapitalisme adalah suatu sistem ekonomi yang secara jelas ditandai oleh berkuasanya uang atau modal yang dimiliki seseorang sedangkan sosialisme adalah suatu sistem ekonomi yang secara jelas ditandai dengan berkuasanya pemerintah dalam kegiatan ekonomi yang menghapus penguasaan faktor-faktor produksi milik pribadi. Adapun perbedaan antara sistem ekonomi kapitalisme dan sosialisme dengan sistem ekonomi islam dapat diterangkan dengan tabel dibawah ini :
Ekonomi Islam Ekonomi Kapitalis
Bersumber dari Al-qur’an, As-sunnah, dan ijtihad
Bersumber dari pikiran dan pengalaman manusia
Berpandangan dunia holistik Berpandangan dunia sekuler Kepemilikan individu terhadap uang/modal
bersifat nisbi
Kepemilikan individu terhadap modal/uang bersifat mutlak
Mekanisme pasar bekerja menurut maslahat Mekanisme pasar dibiarkan bekerja sendiri Kompetisi usaha dikontrol oleh syariat Kompetisi usaha bersifat bebas dan
melahirkan monopoli Kesejahteraan bersifat jasmani, rohani, dan
akal
Kesejahteraan bersifat jasadiah Motif mencari keuntungan diakui lewat
cara-cara yang halal
Motif mencari keuntungan diakui tanpa ada batasan yang berlaku
Pemerintah aktif sebagai pengawas, pengontrol, dan wasit yang adil dalam kegiatan ekonomi
Pemerintah sebagai penonton pasif yang netral dalam kegiatan ekonomi
Pemberlakuan distribusi pendapatan Tidak dikenal distribusi pendapatan secara merata
Bersumber dari Al-qur’an, As-sunnah, dan ijtihad
Bersumber dari hasil pikiran manusia filsafat dan pengalaman
Berpandangan dunia holistik Berpandangan dunia sekuler ekstrim atau atheis
Kepemilikan individu terhadap uang/modal bersifat nisbi
Membatasi bahkan menghapuskan kepemilikan individu atas modal
Mekanisme pasar bekerja menurut maslahat Perekonomian dijalankan lewat perencanaan pusat oleh negara
Kompetisi usaha dikontrol oleh syariat Tidak berlaku mekanisme harga melainkan disesuaikan dengan kegunaan barang bagi masyarakat
Kesejahteraan bersifat jasmani, rohani, dan akal
Negara berperan sebagai pemilik, pengawas, dan penguasa utama perekonomian
Motif mencari keuntungan diakui lewat cara-cara yang halal
Tidak mengakui motif mencari keuntungan Pemerintah aktif sebagai pengawas,
pengontrol, dan wasit yang adil dalam kegiatan ekonomi
Pemerintah mengambil alih semua kegiatan ekonomi
Pemberlakuan distribusi pendapatan Menyamakan penghasilan dan pendapatan individu Sumber : http://alexafitardiansyah.blogspot.com/2012/12/perbedaan-antara-ekonomi-konvensional.html http://abdillah-mundir.blogspot.com/2013/01/pengertian-tujuan-prinsip-prinsip.html http://ekonomiplanner.blogspot.com/2014/06/pengertian-sistem-ekonomi-islam.html http://www.pengertianpakar.com/2014/12/pengertian-dan-tujuan-ekonomi-islam.html Diposkan oleh Leo Espada di 12.46
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
1 komentar:
1.
Sell Tiket13 September 2016 20.04
Tiket Pesawat Murah Online, dapatkan segera di SELL TIKET Klik disini: selltiket.com
CEPAT,….TEPAT,….DAN HARGA TERJANGKAU!!! Ingin usaha menjadi agen tiket pesawat??
Yang memiliki potensi penghasilan tanpa batas. Bergabung segera di agen.selltiket.com
INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI : No handphone : 085365566333 PIN : 5A298D36
Segera Mendaftar Sebelum Terlambat. !!! Balas
Muat yang lain...
Posting Lebih BaruPosting LamaBeranda Langganan: Poskan Komentar (Atom)
Welcome to MyBlog
Leo Espada
Lihat profil lengkapku
Arsip Blog
▼ 2016 (9)
o ► Juni (1)
o ► Mei (2)
o ▼ April (2)
Lingkungan Politik dan Hukum Pemasaran Internasion...
Ekonomi Islam : Pengertian, Tujuan, Prinsip dan Pe...
o ► Maret (2)
o ► Januari (2) ► 2015 (10)
Pengunjung
25084Pengikut
Jam
Laman Populer
Makalah Pertumbuhan Ekonomi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang P ertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara ...
Makalah Perusahaan Global Apple, Sejarah, Perkembangan, Analisis SWOT dan Strategi Pemasaran
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pemasaran ( marketing ) adalah sebuah proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, pemb...
Makalah Investasi Asing Pada Perekonomian Indonesia
ABSTRAK Investasi merupakan unsur utama dalam pembangunan ekonomi suatu negara untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang di k...
Ekonomi Islam : Pengertian, Tujuan, Prinsip dan Perbedaannya dengan Ekonomi Konvensional
A. Pengertian Ekonomi Islam Ekonomi Islam merupakan ilmu yang mempelajari perilaku ekonomi manusia yang perilakunya diatur b...
Inflasi Dan Resesi
INFLASI A. Pengertian Inflasi Kenaikan harga barang dapat bersifat sementara atau berlangsung terus-menerus. Ketika kenaika...
Ada kesalahan di dalam gadget ini
NAJWA KAYRA ELVARETTA
Didalam Diri ini Terdapat Begitu Banyak Keindahan, ia
Hanya Membutuhkan Isyarat Untuk Terus Berefleksi Agar
Kita Menemuinya
Skip to content Beranda ARTIKELKU CATATANKU ISLAM KIMIA MUTIARA MURAH Najwa ” KAYatRAtna ” Elvaretta PSIKOLOGI RATNA RESEP MASAKAN Sekedar Ingat My Album https://nurkayat.wordpress.com/islam/konsep-dasar-ekonomi-islam/
Konsep Dasar Ekonomi Islam
A. DEFENISI:
Islam sebagai agama merupakan konsep yang mengatur kehidupan manusia secara komprehensif, menyeluruh dan universal baik dalam hubungannya dengan Sang Pencipta (Habluminallah) maupun dengan altern manusia (Hablumminannas).
Berkaitan fungsinya sebagai makhluk altern yang saling berinteraksi dan menjalankan ekonomi, Islam telah membarikan konsep dasar untuk mengatur mua’amalah amaliyah antar altern
manusia itu. Achmad Baraba, Anggota Dewan Komisaris Bank Jabar Banten, Tbk, memaparkan bagaimana konsep dasar ekonomi Islam. Secara garis besarnya adalah sebagai berikut:
Islam menempatkan fungsi uang semata-mata sebagai alat tukar dan bukan sebagai komoditi, sehingga tidak layak untuk diperdagangkan apalagi mengandung altern ketidakpastian atau spekulasi (gharar) sehingga yang ada adalah bukan harga uang apalagi dikaitkan dengan berlalunya waktu tetapi nilai uang untuk menukar dengan barang.
Riba dalam segala bentuknya dilarang bahkan dalam ayat Alquran tentang pelarangan riba yang terakhir yaitu surat Al Baqarah ayat 278-279 secara tegas dinyatakan sebagai berikut: “Hai orang-orang yang beriman takutlah kepada Allah dan tinggalkanlah
sisa-sisa riba itu jika kamu orang beriman. Kalau kamu tiada memperbuatnya ketahuilah ada peperangan dari Allah dan RasulNya terhadapmu dan jika kamu bertobat maka untukmu pokok-pokok hartamu. Kamu tidak menganiaya dan tidak pula teraniaya”
Larangan riba juga terdapat dalam ajaran alterna baik perjanjian lama maupun perjanjian baru yang pada intinya menghendaki pemberian pinjaman pada orang lain tanpa meminta bunga sebagai imbalan.
Meskipun masih ada sementara pendapat khususnya di Indonesia yang masih meragukan apakah bunga bank termasuk riba atau bukan, maka sesungguhnya telah menjadi
kesepakatan ulama, ahli fikih dan Islamic banker dikalangan dunia Islam yang menyatakan bahwa bunga bank adalah riba dan riba diharamkan.
Tidak memperkenankan berbagai bentuk kegiatan yang mengandung altern spekulasi dan perjudian termasuk didalamnya aktivitas ekonomi yang diyakini akan mendatangkan kerugian bagi masyarakat.
Harta harus berputar (diniagakan) sehingga tidak boleh hanya berpusat pada segelintir orang dan Allah sangat tidak menyukai orang yang menimbun harta sehingga tidak produktif dan oleh karenanya bagi mereka yang mempunyai harta yang tidak produktif akan dikenakan zakat yang lebih besar dibanding jika diproduktifkan. Hal ini juga dilandasi ajaran yang menyatakan bahwa kedudukan manusia dibumi sebagai khalifah yang menerima amanah dari Allah sebagai pemilik mutlak segala yang terkandung didalam bumi dan tugas manusia untuk menjadikannya sebesar-besar kemakmuran dan kesejahteraan manusia.
Bekerja dan atau mencari nafkah adalah ibadah dan wajib dlakukan sehingga tidak seorangpun tanpa bekerja – yang berarti siap menghadapi resiko – dapat memperoleh keuntungan atau manfaat(bandingkan dengan perolehan bunga bank dari deposito yang bersifat tetap dan altern tanpa resiko).
Dalam berbagai bidang kehidupan termasuk dalam kegiatan ekonomi harus dilakukan secara transparan dan adil atas dasar suka sama suka tanpa paksaan dari pihak manapun.
Antaradlin min kum.
Adanya kewajiban untuk melakukan pencatatan atas setiap transaksi khususnya yang tidak bersifat tunai dan adanya saksi yang bisa dipercaya (simetri dengan profesi akuntansi dan alternat).
Zakat sebagai alternativ untuk pemenuhan kewajiban penyisihan harta yang merupakan hak orang lain yang memenuhi syarat untuk menerima, demikian juga anjuran yang kuat untuk mengeluarkan infaq dan shodaqah sebagai manifestasi dari pentingnya pemerataan kekayaan dan memerangi kemiskinan.
Itulah konsep dasar ekonomi Islam. Sesuai sifatnya yang universal maka tuntunan Islam tersebut diyakini akan selalu relevan dengan kebutuhan zaman, kapanpun, dimanapun dan oleh siapapun. Sesuai kodratnya, Islam adalah rahmatan lil ‘alamien.
2. Islam dan Ekonomi
Krisis moneter melanda di mana-mana, tak terkecuali di negeri kita tercinta ini. Para ekonom dunia sibuk mencari sebab-sebabnya dan berusaha sekuat tenaga untuk memulihkan
perekonomian di negaranya masing-masing. Krisis ekonomi telah menimbulkan banyak kerugian, meningkatnya pengangguran, meningkatnya tindak kejahatan dan sebagainya. Sistem ekonomi kapitalis dengan altern bunganya diduga sebagai penyebab terjadinya krisis. Sistem ekonomi Islam mulai dilirik sebagai suatu pilihan alternative, dan diharapkan mampu menjawab tantangan dunia di masa yang akan altern.
Al-Qur’an telah memberikan beberapa contoh tegas mengenai masalah-masalah ekonomi yang menekankan bahwa ekonomi adalah salah satu bidang perhatian Islam. “(Ingatlah) ketika Syu’aib berkata kepada mereka (penduduk Aikah): ‘Mengapa kamu tidak bertaqwa?’
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul yang telah mendapatkan kepercayaan untukmu. Karena itu bertaqwalah kepada Allah dan ta’atilah aku. Aku sama sekali tidak menuntut upah darimu untuk ajakan ini, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan Penguasa seluruh alam. Tepatilah ketika kamu menakar dan jangan sampai kamu menjadi orang-orang yang merugi. Timbanglah dengan timbangan yang tepat. Jangan kamu rugikan hak-hak orang (lain) dan janganlah berbuat jahat dan menimbulkan kerusakan di muka bumi.” (Qs.26:177-183)
C. Prinsip-prinsip Ekonomi
Ilmu ekonomi lahir sebagai sebuah disiplin ilmiah setelah berpisahnya aktifitas produksi dan konsumsi. Ekonomi merupakan aktifitas yang boleh dikatakan sama halnya dengan keberadaan manusia di muka bumi ini, sehingga kemudian timbul motif ekonomi, yaitu keinginan seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Prinsip ekonomi adalah langkah yang dilakukan manusia dalam memenuhi kebutuhannya dengan pengorbanan tertentu untuk memperoleh hasil yang maksimal. Sedangkan altern ekonomi ada berbagai macam, di antaranya
Sistem Ekonomi Kapitalis Prinsip ekonomi kapitalis adalah:
Kebebasan memiliki harta secara persendirian. Kebebasan ekonomi dan persaingan bebas. Ketidaksamaan ekonomi
Sistem Ekonomi Sosialis Prinsip ekonomi sosialis adalah:
Hak milik atas alat-alat produksi oleh koperasi-koperasi serikat pekerja, badan alter dan masyarakat yang lain.
Pemerintah menguasai alat-alat produk yang vital. Proses ekonomi berjalan atas dasar mekanisme pasar.
Perencanaan ekonomi sebagai pengaruh dan pendorong dengan usaha menyesuaikan kebutuhan individual dengan kebutuhan masyarakat Indonesia memiliki altern ekonomi sendiri, yaitu altern demokrasi ekonomi, yang prinsip-prinsip dasarnya tercantum dalam UUD’45 pasal 33.
Prinsip ekonomi Islam adalah: Kebebasan individu. Hak terhadap harta.
Ketidaksamaan ekonomi dalam batasan. Kesamaan altern.
Keselamatan altern.
Larangan menumpuk kekayaan. Larangan terhadap institusi anti-sosial. Kebajikan individu dalam masyarakat. Konsep Ekonomi Islam
Islam mengambil suatu kaidah terbaik antara kedua pandangan yang ekstrim (kapitalis dan sosialis) dan mencoba untuk membentuk keseimbangan di antara keduanya (kebendaan dan rohaniah). Keberhasilan altern ekonomi Islam tergantung kepada sejauh mana penyesuaian yang dapat dilakukan di antara keperluan kebendaan dan keperluan rohani / etika yang diperlukan manusia. Sumber pedoman ekonomi Islam adalah al-Qur’an dan sunnah Rasul, yaitu dalam:
Qs.al-Ahzab:72 (Manusia sebagai makhluk pengemban amanat Allah). Qs.Hud:61 (Untuk memakmurkan kehidupan di bumi).
Qs.al-Baqarah:30 (Tentang kedudukan terhormat sebagai khalifah Allah di bumi).
Hal-hal yang tidak secara jelas diatur dalam kedua sumber ajaran Islam tersebut diperoleh ketentuannya dengan jalan ijtihad.
4. Dasar-dasar ekonomi Islam
1. Bertujuan untuk mencapai masyarakat yang sejahtera baik di dunia dan di akhirat, tercapainya pemuasan optimal berbagai kebutuhan baik jasmani maupun rohani secara seimbang, baik perorangan maupun masyarakat. Dan untuk itu alat pemuas dicapai secara optimal dengan pengorbanan tanpa pemborosan dan kelestarian alam tetap terjaga.
2. Hak milik alternat perorangan diakui sebagai usaha dan kerja secara halal dan dipergunakan untuk hal-hal yang halal pula.
3. Dilarang menimbun harta benda dan menjadikannya terlentar.
4. Dalam harta benda itu terdapat hak untuk orang miskin yang selalu meminta, oleh karena itu harus dinafkahkan sehingga dicapai pembagian rizki.
5. Pada batas tertentu, hak milik alternat tersebut dikenakan zakat. 6. Perniagaan diperkenankan, akan tetapi riba dilarang.
7. Tiada perbedaan suku dan keturunan dalam bekerja sama dan yang menjadi ukuran perbedaan adalah prestasi kerja
Kemudian landasan nilai yang menjadi tumpuan tegaknya altern ekonomi Islam adalah sebagai berikut:
Nilai dasar altern ekonomi Islam:
1. Hakikat pemilikan adalah kemanfaatan, bukan penguasaan. 2. Keseimbangan ragam aspek dalam diri manusia.
3. Keadilan antar altern manusia. Nilai instrumental altern ekonomi Islam: 1. Kewajiban zakat.
2. Larangan riba. 3. Kerjasama ekonomi. 4. Jaminan altern. 5. Peranan altern.
Nilai filosofis altern ekonomi Islam:
1. Sistem ekonomi Islam bersifat terikat yakni nilai.
2. Sistem ekonomi Islam bersifat dinamik, dalam arti penelitian dan pengembangannya berlangsung terus-menerus.
Nilai alternati altern ekonomi Islam: Landasan aqidah.
Landasan akhlaq. Landasan syari’ah. Al-Qur’anul Karim.
Ijtihad (Ra’yu), meliputi qiyas, masalah mursalah, istihsan, istishab, dan urf. E. Perkembangan Historis Penerapan Ekonomi Syariah
Menurut Frank E Vogel & Samuel L. Hayes, yang membahas alter Islam dan keuangan,
pemikiran awal keuangan Islami bukan suatu temuan (invention) abad ini, yang ditandai dengan gerakan politik Islam yang diprakarsai oleh para pemikir ekstrim (alternati political movement), melainkan berakar dari perintah al Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad (Saw), seperti halnya pemikiran yang mengilhami terbentuknya alter Islam di bidang perkawinan. Dalam perjalanan waktu berabad-abad lamanya, praktik keuangan kuno yang diterapkan di altern-negara Islam mengadopsi altern yang dipaksakan oleh alternat dengan peraturan yang dibentuk oleh
kekuasaan Barat. Dengan pengaruh yang begitu kuat dari Eropa, kebanyakan altern-negara Islam menerapkan altern perbankan dan praktik bisnis yang didominasi oleh altern Barat. Dapat
dikatakan bahwa permulaan penerapan altern keuangan Islam periode moderen sekarang ini terjadi seiring dengan independensi altern – altern Islam setelah Perang Dunia Kedua.[1]
Berdasarkan catatan yang ada, institusi keuangan islami pertama adalah proyek Mit Ghamr yang didirikan di Mesir pada tahun 1963, yang segera disusul oleh Nasser Social Bank pada tahun 1971. Pendirian Islamic Development Bank (1973) yang diprakarsai oleh Organisasi Konferensi Islam (OKI), yang sahamnya sebagian dipegang pemerintah dan sebagian lainnya oleh swasta, merupakan tiang pancang pembangunan altern perbankan moderen. Didorong oleh keinginan untuk melepaskan diri dari politik dan budaya yang didominasi Barat dan kenginan untuk melaksanakan suatu hal berdasarkan prinsip Syariah, di berbagai altern kemudian telah berdiri beberapa bank berdasarkan prinsip Syariah.
Gagasan suatu altern ekonomi Islam berangkat dari keprihatinan dunia Islam tentang penerapan altern bunga pada bank konvensional yang oleh sebagian kalangan muslim dianggap termasuk dalam kategori riba. Oleh karena itu pada dasawarsa 70-an, ketika untuk pertama kali muncul pemikiran tentang altern ekonomi Islam dalam Konferensi Internasional tentang Ekonomi Islam di Mekkah pada tahun 1976.[2]
Institusi yang menawarkan jasa keuangan islami mulai bermunculan pada tahun 1960-an secara terpencil, tapi pergerakan perbankan dan keuangan islami mendapatkan momentum pertumbuhan dengan didirikannya Dubai Islamic Bank dan Islamic Development Bank yang berbasis di
Jeddah pada tahun 1975. Dalam proses evolusinya, model teoritis awal dari mudharabah dua tingkat dikembangkan menjadi model serbaguna yang memungkinkan Institusi Finansial Islami (IFI) melakukan perdagangan dan bisnis pembiayaan guna mendapatkan keuntungan dan membagikan bagian yang sama ke deposan/investor. Guna melengkapi siklus keuangan islami, mulai bermunculanlah institusi yang menawarkan jasa Takaful pada tahun 1979 sebagai pengganti sisten asuransi moderen.[3]
Kesimpulan
telah diatur sedemikian rupa. Riba secara tegas telah dilarang karena merupakan salah satu sumber labilitas perekonomian dunia. Al-Qur’an menggambarkannya sebagai orang yang tidak dapat berdiri tegak melainkan secara limbung bagai orang yang kemasukan syaithan.
Hal terpenting dari semua itu adalah bahwa kita harus dapat mengembalikan fungsi asli uang yaitu sebagai alat tukar / jual-beli. Memperlakukan uang sebagai komoditi dengan cara
memungut bunga adalah sebuah dosa besar, dan orang-orang yang tetap mengambil riba setelah tiba larangan Allah, diancam akan dimasukkan ke neraka (Qs.al-Baqarah:275). Berdirinya Bank Muamalat Indonesia merupakan salah satu contoh tantangan untuk membuktikan suatu pendapat bahwa konsepsi Islam dalam bidang moneter dapat menjadi konsep alternative.
Share this:
Twitter Facebook
3 Komentar
3 thoughts on “Konsep Dasar Ekonomi Islam”
1. tambayong berkata:
21 Januari 2013 pukul 11:05 am bagus
Balas
2. Ping-balik: Ekonomi islam stkip pgri pacitan | realiTAZE 3. manfaat sambiloto berkata:
5 Januari 2016 pukul 4:00 am
Thanks untuk informasinya, dengan penjelasan tersebut kini saya jadi tahu semua hal terkait dengan ekonomi dalam islam,,,
Balas
I intent Good, I Do Good, I Good
Melakukan terbaik terhadap orang lain jangan pernah berharap sebaliknya, dan jadikan diri kita menjadi inspirasi perbuatan baik tersebut buat orang disekitar kita.
HALAMAN NAJWA
ARTIKELKUo Daftar Sekolah Kedinasan
o Dasar Akutansi
o Kutipan Prof Mudji
o Penangganan Limbah secara Biologis
o Pencemaran Air
o Proses Pengolahan Air
o Tipe PLTN CATATANKU o #491 (tanpa judul) o Alhamdulillah o Beautiful Live o Catatan 3 DKD o Gunung Tunaq o Hembusan Syukurku
o Journey at the age 32 years
o Kekuatan Hati
o Merce I Love U
o Rekreasi Perjalanan Kehidupan
o Surat Rindu Buat Anakku ISLAM
o Ahlus Sunnah Waljamaah
o Al Mudharabah
o Konsep Dasar Ekonomi Islam KIMIA o Kimia Ikan o Kimia Kelas 1 o Kimia Kelas 11 o Kimia Kelas 12 o Kimia Larutan
o Konsep Dasar Kimia
o Pencemaran
o SAP Kimia Dasar
o Silabus Mata Kuliah Kimia Dasar I MUTIARA MURAH
o Bross mutiara tawar
o Cincin mutiara
o Gelang Mutiara Tawar
o Mutiara Air Laut
o Mutiara Air Tawar
o Tips Kualitas dan Membedakan My Album
Najwa ” KAYatRAtna ” Elvaretta PSIKOLOGI
o Faktor Lingkungan Bagi Perkembangan Anak
o Ketika Anak Kita Manja
o TEMPER TANTRUM PADA ANAK (TIBA TIBA MARAH)
o Tips & Trik Mengatasi Perilaku Negatif RATNA
o Anestesi
o Appendiksitis
o Demam Pada Anak
o Diabetes Melitus Dan Askep Diabet Militus (DM)
o Diare Pada Anak dan Askep Diare
o Gagal Ginjal
o Gagal Jantung
o Gusi Bengkak Bagian Belakang (Impaksi)
o Hepatitis dan Askep Hepatitis
o Infeksi Saluran Kemih dan Askep ISK
o Jantung Koroner Akut (SSJKA)/Angin Duduk istilah awam
o Kolesterol
o Lien
o Menghitung Balance Cairan
o Pengambilan Analisa Gas Darah
o Sakit Pinggang ( HNP)
o Tips Sehat dan Menjaganya RESEP MASAKAN
o Nasi Gandul
o Soto Kemiri Pati
o Soto Kudus Sekedar Ingat
INFO LINKKU
Cemburu berat M sholeh tega tusuk tunangannya Ehm..shobleh… shobleh! 0 Gunung Tunaq This is My Advanture 0
Info Tagihan Listrik Anda 0
Informasi Tagihan Telephon/Speedy/Flexi 0 Mujianto Jalani 2 Jam Pemeriksaan Psikologi 0
MEDIA TERKAIT
Daftar Sekolah Kedinasan 0 Detik.com 0
Pas FM Pati 0
Selamat Jalan Pak de…. 0
www.jualmutiaralombok.com
JUAL MUTIARA LOMBOK menyediakan mutiara lombok 0NAJWA Calender
Desember 2016 S S R K J S M « Jun 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31KAYRA Arsip
Juni 2015 (2) November 2014 (1) Maret 2014 (1) Januari 2014 (2) Oktober 2013 (1) Agustus 2013 (1) Juli 2013 (1) Juli 2012 (1) Desember 2011 (1) Oktober 2011 (1) Agustus 2011 (1) Mei 2011 (2)
STATISTIK BLOGKU
1,123,348 hitsTRAFFIC RETTA
MENU
MENUIkuti Blog Ini
Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.
Bergabunglah dengan 345 pengikut lainnya
JAM
http://www.clocklink.com/html5embed.php?clock=016&timezone=Indonesia_Denpasar&color= red&size=150&Title=&Message=&Target=&From=2015,1,1,0,0,0&Color=redMy Galery
Hours & Info
Mataram Lombok 081907333424 24 Hourstatistik
document.write(unescape("%3Cscript src=%27http://s10.histats.com/js15.js%27 type=%27text/javascript%27%3E%3C/script%3E")); try {Histats.start(1,3064028,4,431,112,75,"00010001"); Histats.track_hits();} catch(err){}; Blog di WordPress.com. https://fped.wordpress.com/2013/01/11/konsep-dasar-ekonomi-islam/FPED's Weblog
Departemen Profil
KONSEP DASAR EKONOMI ISLAM
Posted by fped on 11 Januari 2013Posted in: Sharia Economic. Tinggalkan komentar Perkembangan dan Urgensi Ekonomi Islam
Ekonomi Islam saat ini telah berkembang dengan pesat. Hal ini dapat dilihat dari maraknya lembaga-lembaga perekonomian baik bisnis maupun keuangan yang melaksanakan usahanya dengan berdasarkan syariat Islam. Beberapa lembaga tersebut antara lain bank syariah, asuransi syariah, hotel syariah, dll. Ekonomi Islam pun telah terbukti mampu memajukan perekonomian, sebagaimana telah dibuktikan pada kekhalifahan Islam, dimana pada saat itu negara-negara barat sedang mengalami zaman kegelapan (dark ages). Zaman keemasan tersebut mengalami
kemunduran seiring terjadinya distorsi dari syariah Islam yang nilai-nilainya sangat universal. Karena itu penggalian nilai-nilai dan metode serta cara mengelola perekonomian secara syariah menjadi penting adanya. Apalagi permintaan terhadap metode ini merupakan kebutuhan umat dan masyarakat.
Kehandalan perekonomian Islam juga telah terbukti di Indonesia, setidaknya pada saat terjadinya krisis moneter yang membawa pada krisis perekonomian dan multidimensional (1998), bank-bank syariah mampu survive dan terhindar dari krisis perbank-bankan dan rekapitalisasi perbank-bankan. Hal ini dikarenakan sistem syariah yang tidak memungkinkan adanya negative spread.
Islam dan Ekonomi
Islam merupakan agama yang syamil (menyeluruh). Dan mengatur semua aspek kehidupan manusia. Namun dalam masalah-masalah yang selalu mengalami perubahan-perubahan, Islam hanya mengaturnya secara garis besar / global. Masalah-masalah ekonomi (bisnis) dan politik merupakan bidang yang mengalami banyak perubahan. Dalam hal ini ada tiga hal yang dapat dijadikan dasar rujukan:
1. Hadist yang berbunyi: “Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian”( HR Muslim, dari Siti Aisyah dan Anas.
Ini berarti untuk urusan teknis yang tidak diatur dalam al-Quran dan Hadis, manusia dipersilahkan untuk melaksanakan dengan caranya sendiri, sesuai dengan kaidah : “pada dasarnya semua diperbolehkan, kecuali yang dilarang”
1. Keumuman dan kekekalan risalah Islamiyah
Dalam konsep ekonomi Islam, dua macam ajaran dan hukum:
pertama, hal-hal yang bersifat tetap dan mengikat dari waktu ke waktu selamanya, seperti
golongan yang berhak menerima zakat, ahli waris, dan haramnya riba.
Kedua, hal-hal yang menerima perubahan dan tunduk pada perkembangan zaman. Disinilah
terbukanya pintu ijtihad dan perbedaan pendapat para mujtahid. 1. Perbedaan pendapat para ulama dan pemimpin.
Perbedaan ini harus disikapi sebagai rahmat, karena kita dapat memilih diantara pendapat tersebut yang paling sesuai dengan kondisi dan kemaslahatan umat.
Rancang Bangun Ekonomi Islam
Ekonomi Islam dapat diibaratkan dengan sebuah rumah yang terdiri atas atap, tiang, dan fondasi. Begitu juga dengan ekonomi Islam
http://www.gurupendidikan.net/2016/09/pengertian-dan-ciri-ciri-sistem-ekonomi-islam-ekonomi-syariah-beserta-kelebihan-prinsip-dan-konsepnya.html
Pengertian dan Ciri-ciri Sistem Ekonomi
Islam (Ekonomi Syariah) beserta Kelebihan,
Prinsip dan Konsepnya
Berikut ini adalah pembahasan tentang sistem ekonomi syariah, sistem ekonomi islam,
pengertian sistem ekonomi islam, kelebihan sistem ekonomi islam, keunggulan sistem ekonomi islam, kelebihan sistem ekonomi syariah, keunggulan sistem ekonomi syariah, pengertian sistem ekonomi syariah, ciri ciri sistem ekonomi syariah, ciri ciri sistem ekonomi islam, asas sistem ekonomi islam, prinsip ekonomi islam, konsep ekonomi islam, prinsip ekonomi syariah, konsep ekonomi syariah, masyarakat ekonomi syariah.
Sistem Ekonomi Islam adalah sistem ekonomi yang berdasarkan dengan ketentuan syariah Islam.
Lahirnya ekonomi syariah ini bermula ketika Rasulullah SAW melakukan aktifitas perdagangannya, yaitu ketika berusia sekitar 16 - 17 Tahun. Rasulullah SAW ketika itu
melakukan perdagangan disekitar masjidil haram dengan sistem murabahah, yaitu jual beli yang harga pokoknya diinformasikan dan marginnya dapat dinegosiasikan.
Ekonomi syariah merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang dilhami oleh nilai-nilai Islam. Konsep Ekonomi syariah atau sistem ekonomi Islam berbeda dari kapitalisme, sosialisme, maupun sistem ekonomi yang umum diterapkan.
Berbeda dari kapitalisme karena Islam menentang eksploitasi oleh pemilik modal terhadap buruh yang miskin, dan melarang penumpukan kekayaan. Selain itu, ekonomi dalam kaca mata Islam merupakan tuntutan kehidupan sekaligus anjuran yang memiliki dimensi ibadah yang teraplikasi dalam etika dan moral.
Perbedaan Sistem Ekonomi Islam (Syariah) dengan Ekonomi Konvensional
Sistem ekonomi konvensional adalah sistem ekonomi yang diterapkan oleh negara-negara secara umum selain dari sistem ekonomi syariah atau sistem ekonomi Islam.
Krisis ekonomi yang sering terjadi ditengarai adalah ulah sistem ekonomi konvensional, yang mengedepankan sistem bunga sebagai instrumen profitnya. Berbeda dengan apa yang ditawarkan sistem ekonomi syariah, dengan instrumen profitnya, yaitu sistem bagi hasil.
Sistem ekonomi syariah sangat berbeda dengan ekonomi kapitalis, sosialis maupun komunis. Ekonomi syariah bukan pula berada di tengah-tengah ketiga sistem ekonomi itu.
Sangat bertolak belakang dengan kapitalis yang lebih bersifat individual, sosialis yang memberikan hampir semua tanggung jawab kepada warganya serta komunis yang ekstrim, ekonomi Islam menetapkan bentuk perdagangan serta perkhidmatan yang boleh dan tidak boleh di transaksikan.
Ekonomi dalam Islam harus mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, memberikan rasa adil, kebersamaan dan kekeluargaan serta mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha.
Prinsip Sistem Ekonomi Islam (Ekonomi Syariah)
Diantara prinsip sekaligus kelebihan dari sistem ekonomi Islam adalah; a. Melarang Maisyir
Maisyir adalah suatu tindakan perjudian yang berarti seseorang ingin mendapatkan harta tanpa harus bersusah payah bekerja juga suatu tindakan memperkaya diri dengan cara merugikan orang lain.
b. Larangan Gharar
Gharar yaitu suatu tindakan penipuan yang dapat merugikan orang lain, dimana dalam transaksi terdapat unsur-unsur tersembunyi yang dilakukan oleh salah satu pihak untuk mendapatkan keuntungan. Gharar berakibat sangat buruk yaitu akan menimbulkan kebencian pada pihak yang bertransaksi.
c. Larangan melakukan Hal yang Haram
Haram yaitu hukum yang dijatuhkan pada suatu dzat atau benda yang dilarang untuk digunakan atau dikonsumsi karena dilarang oleh Allah baik dari barang itu sendiri maupun cara
memperolehnya. d. Larangan Dzalim
Dzalim dalam ini yaitu tindakan yang merugikan orang lain maupun menyakiti orang lain untuk maksud tertentu, karena dalam islam ekonomi yang dilakukan harus atas dasar saling ridho maka Islam tidak membenarkan hal ini.
e. Larangan Ikhtikar
Ikhtikar yaitu suatu kegiatan penimbunan barang untuk maksud memperoleh keuntungan yang besar dengan cara menahan suatu barang dalam suatu keadaan dan akan memjualnya kembali pada saat harga sedang melonjak.
f. Larangan Riba
Riba yaitu tambahan atas suatu transaksi yang dilakukan biasanya dalam utang piutang yaitu dalam bentuk bunga. Islam tidak membenarkan riba dalam bentuk apapun walaupun keduanya sama-sama rela, kecuali dalam bentuk bonus atau bentuk terima kasih peminjam kepada yang meminjami.
Ciri-ciri Sistem Ekonomi Islam (Ekonomi Syariah)
Tidak banyak yang dikemukakan dalam Al Qur'an, kecuali hanya prinsip-prinsip yang mendasar saja. Karena alasan-alasan yang sangat tepat, Al Qur'an dan Sunnah banyak sekali membahas tentang bagaimana seharusnya kaum Muslim berprilaku sebagai produsen, konsumen dan pemilik modal, tetapi hanya sedikit tentang sistem ekonomi.
Sebagaimana diungkapkan dalam pembahasan diatas, ekonomi dalam Islam harus mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha. Selain itu, ekonomi syariah menekankan empat sifat, antara lain:
1. Kesatuan (unity)
2. Keseimbangan (equilibrium) 3. Kebebasan (free will)
4. Tanggung jawab (responsibility)
Manusia sebagai wakil (khalifah) Tuhan di muka bumi tidak mungkin bersifat individualistik, karena semua (kekayaan) yang ada di bumi adalah milik Allah semata, dan manusia adalah kepercayaan-Nya di bumi.
Di dalam menjalankan kegiatan ekonominya, Islam sangat mengharamkan kegiatan riba, yang dari segi bahasa berarti "kelebihan". Dalam Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 275 disebutkan bahwa
Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba...
Tujuan Sistem Ekonomi Islam
Ekonomi Islam mempunyai tujuan untuk memberikan keselarasan bagi kehidupan di dunia. Nilai Islam bukan semata-semata hanya untuk kehidupan muslim saja, tetapi seluruh mahluk hidup di muka bumi.
Esensi proses Ekonomi Islam adalah pemenuhan kebutuhan manusia yang berlandaskan nilai-nilai Islam guna mencapai pada tujuan agama (falah). Ekonomi Islam menjadi rahmat seluruh alam, yang tidak terbatas oleh ekonomi, sosial, budaya dan politik dari bangsa.
Ekonomi Islam mampu menangkap nilai fenomena masyarakat sehingga dalam perjalanannya tanpa meninggalkan sumber hukum teori ekonomi Islam, bisa berubah.
Potensi Ekonomi Syariah di Indonesia
Organisasi masyarakat di bidang ekonomi syariah, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menilai pada 2015 ekonomi syariah akan tumbuh lebih baik daripada tahun ini. Hal ini menyesuaikan dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi secara nasional yang juga diperkirakan akan membaik di sekitar 5,5%.
Beberapa perkiraan industri terkait ekonomi syariah seperti perbankan syariah dan asuransi syariah mendukungnya. Pertumbuhan perbankan syariah yang diperkirakan akan mencapai pangsa pasarnya antara 5-6%.
Industri asuransi syariah Indonesia yang kini memegang posisi keempat dunia akan tumbuh sebesar 20% pada 2015. Menurut MES (Masyarakat ekonomi Syariah) pertumbuhan ekonomi Syariah pada tahun 2015 akan lebih baik.
Baca juga: Sistem Ekonomi Pancasila http://duniapendidikan33.blogspot.co.id/2015/12/makalah-tentang-sistem-ekonomi-dan.html About Contact Us Privacy Policy Disclaimer Info Pendidikan
Blog Ini Berisi Tentang Info Pendidikan Home JUDUL PTK o o o KUMPULAN MAKALAH o o o KUMPULAN PROPOSAL KUMPULAN RESUME Search...
Home » Makalah » Makalah Tentang Sistem Ekonomi dan Etika Bisnis Islam Sri Wahyuni Friday, December 11, 2015Makalah
Makalah Tentang Sistem Ekonomi dan Etika
Bisnis Islam
A. Sistem Ekonomi
Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antarmanusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan. Sebuah sistem ekonomi terdiri atas unsur-unsur manusia sebagai subjek; barang-barang ekonomi sebagai objek; serta seperangkat kelembagaan yang mengatur dan menjalinnya dalam kegiatan berekonomi. Perangkat kelembagaan dimaksud meliputi lembaga-lembaga ekonomi (formal maupun nonformal); cara kerja; mekanisme hubungan; hukum dan peraturan-peraturan perekonomian;
serta kaidah dan norma-norma lain (tertulis maupun tidak tertulis); yang dipilih atau diterima atau ditetapkan oleh masyarakat di tempat tatanan kehidupan yang bersangkutan berlangsung. Jadi, dalam perangkat kelembagaan ini termasuk juga kebiasaan, perilaku dan etika masyarakat; sebagaimana mereka terapkan dalam berbagai aktivitas yang berkenaan dengan pemanfaatan sumber daya bagi pemenuhan kebutuhan. (Dumairy, 1996) Di dunia ini terdapat dua kutub ekstrem sistem ekonomi yang tengah berlaku/dianut oleh manusia. Dalam perjalanannya pengaplikasian ekonomi ternyata dalam memperjuangkan berbagai usaha pemenuhan kebutuhan dan kehidupan ekonominya terdapat seringnya distorsi akibat sistem ini yang diberlakukan. Kedua sistem ini adalah sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis.
1. Sistem Ekonomi Kapitalis
Sistem ekonomi kapitalis adalah sistem ekonomi yang aset-aset produktif dan faktor-faktor produksinya sebagian besar dimiliki oleh sektor individu/swasta. Sementara tujuan utama kegiatan produksi adalah menjual untuk memperoleh laba. Sistem perekonomian/tata ekonomi kapitalis merupakan sistem perekonomian yang memberikan kebebasan kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi barang, menjual barang,
menyalurkan barang dan lain sebagainya.
Dalam perekonomian kapitalis setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar- besarnya dan bebas melakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas. Ciri-ciri dari
sistem ekonomi kapitalis antara lain:
a) Bebas dalam memiliki sumber-sumber produksi, bebas membeli dan menjual, bebas menggunakan dan menikmati harta, bebas bekerja sesuai dengan potensi dan semuanya
diorientasikan pada kepentingan pribadi.
b) Bebas bertindak ekonomi, bersaing, negara tidak ikut campur tangan dalam mengatur mekanisme antara perilaku ekonomi, dan kapital adalah ukuran atau unsur utama dalam berprestasi.
Kelebihan Kelemahan 1. Ada semangat untuk berprestasi atau produktif bagi individu 2. Persaingan menimbulkan kreativitas tinggi bagi para pelaku ekonomi
1. Persaingan bebas menimbulkan ketimpangan sosial dan ekonomi di antara para pelaku ekonomi
2. Nilai moral tidak lagi diperhitungkan dalam kegiatan ekonomi individu 3. Keharmonisan di antara pelaku ekonomi tidak ada atau kurang menonjol 4. Hak majikan atau leaders dengan hak pekerja terlampau mencolok 5. Konflik kepentingan di antara sesama pekerja dan pelaku ekonomi sangat tajam
2. Sistem Ekonomi Sosialis
Seperti yang dijelaskan Dumairy (1996), sistem ekonomi sosialis adalah kebalikan dari sistem ekonomi kapitalis. Bagi kalangan sosialis, pasar justru harus dikendalikan melalui perencanaan terpusat. Adanya berbagai distorsi dalam mekanisme pasar menyebabkannya tidak mungkin bekerja secara efisien; oleh karena itu pemerintah atau Negara harus turut aktif bermain dalam perekonomian. Satu hal yang terpenting untuk dicatat berkenaan dengan system ekonomi sosialis adalah bahwa sistem ini bukanlah sistem ekonomi yang tidak memandang penting peranan kapital. Adapun ciri-ciri sistem ekonomi sosialis adalah sebagai berikut: a) Individu tak punya hak atau sedikit hak kepemilikan b) Kemanfaatan harta ditentukan oleh negara. Negara mengambil alih semua aturan produksi
dan distribusi barang atau harta
c) Kebersamaan sosial dan ekonomi diatur negara
d) Unsur manusia merupakan bagian sosial.
Dalam sistem ekonomi sosialis memiliki kebaikan dan juga kelemahan sebagai berikut:
Kebaikan Kelemahan
1. Kebutuhan pokok rakyat dijamin negara
2. Pekerjaan diperoleh dan diatur negara
3. Perencanaan ditentukan terpusat oleh negara
4. Kelebihan dan kekurangan barang diatur negara hingga seimbang 5. Semua kegiatan produksi dan distribusi diatur negara 1. Bargaining antar pelaku
ekonomi tak terjadi
2. Sifat mementingkan diri sendiri tak terjadi
3. Proses kreativitas masyarakat tak terjadi
4. Kegairahan berprestasi tak kondusif
Mencermati ciri-ciri kedua sistem ekonomi tersebut di atas nampaknya secara tegas aplikasi sistem ekonomi tersebut pada dunia nyata nampak tidak murni dapat diaplikasikan. Hal ini karena terbentur pada terjadinya di satu pihak adanya distorsi kehidupan ekonomi secara bersama di dalam masyarakat. Kenyataan ketidakadilan di dalam meraih kesejahteraan di antara masyarakat terjadi di sejumlah negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat sebagi kampiun aplikasi ekonomi kapitalis yang telah lama menggunakan paradigma sistem ekonomi kapitalis sebagai landasan berpijaknya sistem perekonomian yang mereka pergunakan. Terciptanya jurang masyarakat kaya dengan masyarakat miskin yang makin melebar, sehingga muncul undang-undang anti trust. Secara teoritis munculnya keharusan terlibatnya pihak ketiga (pemerintah) pada sistem ekonomi kapitalis yang di munculkan oleh Keynes yang menentang teori Adam Smith, David Ricardo yang individualistik ternyata tidak menimbulkan keseimbangan dalam arti
harga keseimbangan terbentuk tidak menimbulkan kesejahteraan secara adil, di dalam masyarakat sebagai akibat mekanisme pasar tanpa campur tangan pihak ketiga sehingga memberikan keleluasaan pihak pemilik modal menimbulkan distorsi perekonomian di dalam masyarakat. Masyarakat miskin makin terpinggirkan sementara masyarakat kaya makin mendominasi perekonomian di dalam masyarakat. Kondisi inilah cenderung telah membentuk struktur dari unsur-unsur pelaku ekonomi terakumulasi di dalam masyarakat yang cenderung menimbulkan ketimpangan kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Hal ini terjadi karena ada mekanisme gerakan kolusi yang bersifat alamiah hawa nafsu manusiawi pengelompokan penguasa sumber daya oleh para kapitalis yang cenderung mencengkeram sendi-sendi kehidupan perekonomian di masyarakat. Sistem mekanisme pasar yang dibebaskan tanpa campur tangan pihak ketiga justru akan menyuburkan mekanisme gerakan kapitalisme makin merajalela, sehingga rentan munculnya pertentangan atau benturan
sosial di masyarakat.
Tetapi mencermati sistem ekonomi sosialis yang serat dengan segala pengendalian oleh negara meski relatif tidak menimbulkan distorsi perekonomian yang terlalu besar di dalam masyarakat, di samping terjadi pemerataan di dalam masyarakat, namun pemerataan itu terjadi di dalam kondisi produktivitas yang rendah, lantaran terjadi kelesuan semangat dari seluruh komponen produktivitas di masyarakat sehingga pengelolaan ekonomi secara keseluruhan tidak terjadi pertumbuhan kesejahteraan ekonomi masyarakat yang kurang optimal bagi keseluruhan antara
kelesuan semangat produktif di masyarakat ini juga
Hal ini terjadi lantaran tidak ada kebebasan yang cukup untuk mengelola perekonomian oleh seluruh pelaku ekonomi di dalam masyarakat. Di lain pihak di dalam masyarakat tidak tercipta suatu kondisi yang mendorong masyarakat makin kreatif dalam meningkatkan perkembangan ekonomi lantaran kebebasan penggunaan sumber daya ekonomi yang sangat terkekang oleh penguasa negara, sehingga perekonomian masyarakat tumbuh dengan kondisi yang kurang optimal bagi keseluruhan komponen di dalam masyarakat. Oleh karena kondisi demikian seperti yang dinyatakan pada kedua sistem ekonomi tersebut, maka yang muncul dalam sejarah penggunaan sistem ini dalam aplikasinya adalah terjelmanya sistem perekonomian campuran atau kombinasi dari kedua sistem tersebut. Di satu pihak memberikan kebebasan yang cukup dam batas tertentu yang cukup leluasa pada masyarakat dalam kepemilikan dan penggunaan sumber daya, namun ada rambu-rambu tertentu yang diberlakukan oleh negara sebagai pihak ketiga untuk menghindari distorsi perekonomian di dalam masyarakat dalam rangka terciptanya kesejahteraan bersama yang luas bagi keseluruhan masyarakat, yang lebih adil dan seimbang serta lebih merata di seluruh komponen masyarakat. Namun lain teori lain pula praktek yang dilakukan oleh sejumlah pelaku perekonomian atau bisnis di dalam masyarakat. Selain penyelenggara negara kurang konsisten dalam menjalankan fungsinya sebagai pengendali dan pemicu atau perangsang perekonomian makin maju tapi justru dalam sistem campuran ini banyak terjadi penyimpangan dalam menjalankan fungsi penyelenggaraan negara ini yang lebih memihak pada para kapitalis dari pada para konglomerat kran memang dengan kapital yang dimiliki oleh kapitalis nampaknya lebih dapat dimenangkan daripada memegang idealisme kerakyatan atau berpihak pada masyarakat banyak yang notabene
bukan pemilik modal dominan.
Oleh karena itu kata kunci dalam mencapai cita-cita kesejahteraan bersama yang marak di masyarakat luas, di dalam sistem campuran tidak lain terletak pada pihak penyelenggara negara yang seharusnya lebih berpihak pada kepentingan kesejahteraan masyarakat banyak merupakan satu-satunya pihak dalam mengarahkan dan memberikan fasilitas untuk mengendalikan
perekonomian masyarakat dengan kebebasan yang dimiliki masyarakat terkait pada kebebasan
orang atau individu di dalam masyarakat.
Hal ini berpulang pada komitmen seluruh pelaku ekonomi dan bisnis yang diatur oleh pelaku penyelenggara negara yang konsisten dengan etika politik, ekonomi budaya yang mesti dipegang teguh secara erat dan konsisten sebagai landasan pijakan perilaku politiknya dalam memberikan rambu-rambu dan konsisten pelaksanaan dan kontrolnya dalam rangka alokasi sumber daya ekonomi kepada seluruh komponen masyarakat pemilik sumber daya ini secara optimal, efisien
baik secara makro maupun mikro.
Etika ekonomi yang melekat pada sistem ekonomi campuran yang melibatkan sejumlah instrumen negara akan mengalir pada etika bisnis yang marak disosialisasikan di dalam masyarakat sebagai perilaku budaya masyarakat yang harusnya dijadikan landasan ideologi mereka dalam menjalankan fungsi kehidupan sebagai cermin masyarakat yang berbudaya tinggi. Yang menjalankan fungsi kehidupan yang bermoral dengan indikasi saling toleran, kasih sayang, dan saling menghargai satu drama lain serta dam kebersamaan dan ikatan batin yang tinggi dan mendalam di antara masing-masing anggota masyarakat. Baik pada tataran antara komunitas bisnis sendiri maupun antara komunitas penyelenggara negara, penyelenggara hukum dan budaya.
B. Sistem Ekonomi Islam Acuan Implementasi Etika Bisnis Islam Pada sistem ekonomi islam di sejumlah negara muslim masih dominan merupakan sebatas wacana dalam menjalankan fungsi pembangunan ekonomi masyarakat. Pengakuan atas kebebasan pengguna dan pengelolaan sumber daya di dalam sistem ekonomi islam cukup longgar sebatas difungsikan sebagai bagian kemaslahatan umat atau masyarakat, bukan individualisme yang mutlak seperti yang telah lama dipakai oleh masyarakat kapitalisme di
negeri-negeri sekuler.
Individu dihargai sepanjang terkait erat dengan lingkungan masyarakat sebagi bagian yang tak terpisahkan dan tak mengarah pada dimarginalkannya elemen yang lemah di masyarakat secara keseluruhan. Individu merupakan bagian dari masyarakat. Individu membutuhkan masyarakat dan masyarakat butuh individu-individu yang kreatif, inovatif dan cerdas dalam menemukan kreativitasnya untuk mengembangkan fungsi diri dan sosialnya. Sehingga masyarakat memperoleh manfaat yang optimal sebagai akibat kebersamaan peran dan fungsi sesuai dengan masing-masing potensi, bakat dan kemampuan yang dimiliki oleh pihak-pihak yang terbangun oleh sistem ini. Hal ini selaras dengan sinyal yang diberikan Qur’an surah Az Zukhruf ayat 32: َض ۡعَب اَنۡعَف َر َو َۚاَيۡنُّدلٱ ِة ٰوَيَحۡلٱ يِف ۡمُهَتَشيِعَّم مُهَنۡيَب اَن ۡمَسَق ُن ۡحَن ََۚكِ ب َر َتَم ۡح َر َنوُمِسۡقَي ۡمُهَأ ا ٗض ۡعَب مُهُض ۡعَب َذ ِخَّتَيِ ل ٖت َٰج َرَد ٖض ۡعَب َق ۡوَف ۡمُه
َر َو ۗاٗ ي ِر ۡخُس ( َنوُعَم ۡجَي اَّمِ م ٞر ۡيَخ َكِ ب َر ُتَم ۡح
٣٢ (
Artinya: Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat tuhanmu? Kami menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain beberapa derajat, agar sebahagian merak dapat mempergunakan sebahagian yang lain. Dan rahmat tuhanmu lebih baik dari apa apa yang mereka kumpulkan. Etika membangun perekonomian dalam sistem ekonomi islam berorientasi pada pembangunan yang berkeadilan di antara seluruh pelaku dan komponen di dalam masyarakat yang memang tujuan inilah yang menjadi tujuan akhir dari sistem ekonomi islam. Demikian juga di dalam etika pengelola bisnis yang merupakan bagian dari ekonomi islam di mana pelaku bisnis merupakan sub-sub sistemnya. Tentunya ikut serta berorientasi pengelolaannya pada proses pengelolaan yang adil di antara para pelaku yang terlibat harus mendapat kontribusi yang adil sesuai dengan peran, kemampuan dan potensi masing-masing pihak dan kebersamaan keterlibatan dalam mencapai keberhasilan atau pertumbuhan
perekonomian yang dicapai ini. Ini sesuai dengan sistem ekonomi yang dibangun dan dianjurkan
oleh Qur’an surah An Nisa ayat 135:
ِ َّ ِلِلّ َءَٰٓاَدَهُش ِط ۡسِقۡلٱِب َنيِم َّٰوَق ْاوُنوُك ْاوُنَماَء َنيِذَّلٱ اَهُّيَأََٰٰٓي اَمِهِب ٰىَل ۡوَأ ُ َّلِلّٱَف ا ٗريِقَف ۡوَأ اًّيِنَغ ۡنُكَي نِإ ََۚنيِب َرۡقَ ۡلۡٱ َو ِنۡيَدِل َٰوۡلٱ ِوَأ ۡمُكِسُفنَأ َٰٰٓىَلَع ۡوَل َو َلََف ا ٗريِبَخ َنوُلَمۡعَت اَمِب َناَك َ َّلِلّٱ َّنِإَف ْاوُض ِرۡعُت ۡوَأ ْا َٰٓۥُوۡلَت نِإ َو َْۚاوُلِدۡعَت نَأ َٰٰٓى َوَهۡلٱ ْاوُعِبَّتَت ( ١٣٥ (
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi ski karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah maha
mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.
Bagaimana sistem ekonomi islami itu dapat dipergunakan dalam sistem pengelolaan bisnis yang bernuansa islami tidak lain mengacu pada sumber norma pada qur’an yang menghendaki pengelolaan yang menciptakan keharmonisan hubungan antara seluruh pelaku ekonomi di dalam masyarakat. Peraturan yang ditentukan oleh penyelenggara negara yang mengatur seluruh pelaku bisnis akan mengikuti aturan irama yang menghendaki pengaturan yang harmonis di antara pihak yang bekerja sama atau partnership bisnis ini. Oleh karena itu negara harus menggunakan landasan normatif yang tertuang dalam Qur’an surah At Taubah ayat 103: َُّلِلّٱ َو ۗۡمُهَّل ٞنَكَس َكَت ٰوَلَص َّنِإ ۡمِهۡيَلَع ِ لَص َو اَهِب مِهيِ ك َزُت َو ۡمُه ُرِ هَطُت ٗةَقَدَص ۡمِهِل َٰو ۡمَأ ۡنِم ۡذُخ ( ٌميِلَع ٌعيِمَس
١٠٣ (
Artinya: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah maha mendengar lagi maha mengetahui. Prinsip pengelolaan zakat, infak dan sedekah yang dilembagakan dan dialokasikan sesuai dengan kaidah yang ditentukan merupakan alokasi sumber daya atau harta pertumbuhan ekonomi makro dan mikro lewat institusionalisasi sumber daya ekonomi ini adalah implementasi sistem ekonomi yang dapat dijadikan acuan implikasi pada tingkat mikro ekonomi atau pada dataran bisnis terhadap stake holders-nya.
Tweet
Subscribe to receive free email updates:
Related Posts :
Makalah Tentang Identitas Nasional Normal 0 false false false IN NONE X-NONE … Read More...
Makalah Tentang Pengertian, Rukun, dan Dasar Hukum Hawalah v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:*
Makalah Lembaga Pendidikan Islam BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Islam merupakan komponen terpenting untuk membentuk dan mewarnai corak hidup masyarakat. P… Read More...
Makalah Tentang Ragam Bahasa Indonesia BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Bahasa indonesia perlu dipelajari oleh semua lapisan masyarakat. Tidak hanya pelajar dan mahasisw… Read More...
Makalah Supervisi Pendidikan BAB IPENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Di era globalisasi ini setiap sekolah saling berlomba-lomba untuk mendapatkan predikat sebaga… Read More...
1 Response to "Makalah Tentang Sistem Ekonomi dan Etika Bisnis Islam"
1.
FBS IndonesiaDecember 12, 2015 at 12:32 PM Bagai anda yang membutuhkan penghasilan pasif..
Silahkan rekomodasikan pada teman-teman anda di website kami http://titipdana.com .. Dapatkan 2% dari setiap invetasi teman anda, oppp jangan lupa daftar terlebih dahulu.... Reply
Load more...
Link ke posting ini
Create a Link
Newer PostOlder PostHome Artikel Lainnya Kategori
Arsip Tips
Makalah Tentang Ilmu Kalam
MAKALAH MUJMAL MUBAYYAN , MURADIF-MUSYTARAK DAN MUTLAQ-MUQAYYAD
Makalah Tentang Pengertian, Rukun, dan Dasar Hukum Hawalah
Makalah Tentang Tujuan dan Fungsi Manajemen Perpustakaan
Memahami Irhash,Mukjizat, Karomah, Istidraj dan Ma’unah Powered by Blogger.
Copyright 2014 Info Pendidikan Powered by Blogger.com