• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kasus Bank Lippo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kasus Bank Lippo"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

ETIKA PROFESI AKUNTAN PADA SKANDAL PT. LIPPO, TBK  ETIKA PROFESI AKUNTAN PADA SKANDAL PT. LIPPO, TBK  I.

I. PENDAHULUAPENDAHULUAN.N.

Skandal PT. Lippo, Tbk yang pada tahun

Skandal PT. Lippo, Tbk yang pada tahun 2002, telah membawa dampak pada2002, telah membawa dampak pada profesi akuntan di Indonesia. Bapepam pada tanggal 17 September 2003 telah profesi akuntan di Indonesia. Bapepam pada tanggal 17 September 2003 telah mengumum

mengumumkan hasil pemeriksaan kasus PT. kan hasil pemeriksaan kasus PT. Lippo, Tbk yang Lippo, Tbk yang diduga telahdiduga telah melanggar peraturan perundang – undangan di bidang Pasar

melanggar peraturan perundang – undangan di bidang Pasar Modal. HasilModal. Hasil pemeriksan tersebut antara lain:

pemeriksan tersebut antara lain:

1. Laporan Keuangan PT. Lippo, Tbk per 30 September 2002. 1. Laporan Keuangan PT. Lippo, Tbk per 30 September 2002. Berkaitan dengan laporan keuangan PT. Bank Lippo, Tbk per 30

Berkaitan dengan laporan keuangan PT. Bank Lippo, Tbk per 30 September 2002,September 2002, Bapepam menemukan tiga versi laporan keuangan, yang

Bapepam menemukan tiga versi laporan keuangan, yang semuanya dinyatakansemuanya dinyatakan audited, fakta tersebut yaitu:

audited, fakta tersebut yaitu:

A. Laporan Keuangan PT. Bank Lippo, Tbk per

A. Laporan Keuangan PT. Bank Lippo, Tbk per 30 September 2002 yang diiklankan30 September 2002 yang diiklankan di surat kabar pada tanggal 28

di surat kabar pada tanggal 28 November 2002.November 2002.

Pemuatan iklan tersebut merupakan kewajiban PT. Bank Lippo Tbk atas ketentuan Pemuatan iklan tersebut merupakan kewajiban PT. Bank Lippo Tbk atas ketentuan Bank Indonesia. Materi yang

Bank Indonesia. Materi yang tercantum dalam iklan laporan keuangan tersebuttercantum dalam iklan laporan keuangan tersebut antara lain:

antara lain:

a. Adanya pernyataan manajemen PT.

a. Adanya pernyataan manajemen PT. Lippo Tbk bahwa laporan Lippo Tbk bahwa laporan keuangan tersebutkeuangan tersebut disusun berdasar

disusun berdasarkan laporan keuangan konsolidasi yang kan laporan keuangan konsolidasi yang telah diaudit oleh KAPtelah diaudit oleh KAP Prasetio, Sarwoko & Sandjaja (Penanggung jawab Drs.

Prasetio, Sarwoko & Sandjaja (Penanggung jawab Drs. Ruchjat Kosasih) denganRuchjat Kosasih) dengan pendapat wajar tanpa

pendapat wajar tanpa pengecualian.pengecualian.

b. Penyajian dalam bentuk komparasi per 30 September 2002 (”Diaudit”) dan per b. Penyajian dalam bentuk komparasi per 30 September 2002 (”Diaudit”) dan per 30 September 2001(” Tidak

30 September 2001(” Tidak Diaudit”)Diaudit”)

c. Nilai Agunan Yang Diambil Alih (AYDA) per 30

c. Nilai Agunan Yang Diambil Alih (AYDA) per 30 September 2002 sebesar Rp. 2,393September 2002 sebesar Rp. 2,393 trilyun

trilyun

d. Total aktiva per

d. Total aktiva per 30 September 2002 sebesar Rp. 24,185 trilyun.30 September 2002 sebesar Rp. 24,185 trilyun. e. Laba tahun berjalan per 30

e. Laba tahun berjalan per 30 September 2002 sebesar Rp. 98,77 miliar.September 2002 sebesar Rp. 98,77 miliar. f. Rasio Kewajiban Modal

f. Rasio Kewajiban Modal Minimum Yng Tersedia sebesar 24,77%Minimum Yng Tersedia sebesar 24,77%

B. Laporan Keuangan PT. Lippo, Tbk per 30

B. Laporan Keuangan PT. Lippo, Tbk per 30 September 2002 yang disampaikan keSeptember 2002 yang disampaikan ke BEJ pada tanggal 27 September 2002.

BEJ pada tanggal 27 September 2002.

Penyampaian laporan tersebut merupakan pemenuhan kewajiban PT. Lippo Tbk Penyampaian laporan tersebut merupakan pemenuhan kewajiban PT. Lippo Tbk untuk menyampaikan Laporan Keuangan triwulan ke-3. Adapun materai atau untuk menyampaikan Laporan Keuangan triwulan ke-3. Adapun materai atau informas

informasi yang i yang tercantum dalam laporan keuangan tersebut adalah :tercantum dalam laporan keuangan tersebut adalah : a. Pernyataan Manajemen Pt. Lippo, Tbk bahwa laporan keuangan yang a. Pernyataan Manajemen Pt. Lippo, Tbk bahwa laporan keuangan yang disampaikan adalah laporan keuangan ”audited”yang tidak

disampaikan adalah laporan keuangan ”audited”yang tidak disertai dengan Laporandisertai dengan Laporan Auditor Independen yang berisi opini Akuntan Publik.

Auditor Independen yang berisi opini Akuntan Publik.

b. Penyajian dalam bentuk komparasi per 30 September 2002(”audited”) dan 30 b. Penyajian dalam bentuk komparasi per 30 September 2002(”audited”) dan 30 September 2001

September 2001 (”unaudited”)(”unaudited”)

c. Nilai Agunan Yang Diambil Alih-bersih (AYDA) per 30 September 2002 sebesar Rp. c. Nilai Agunan Yang Diambil Alih-bersih (AYDA) per 30 September 2002 sebesar Rp. 1,42 trilyun

1,42 trilyun

d. Total aktiva per

(2)

e. Rugi bersih per 30 September 2002 sebesar Rp. 1,273 trilyun. f. Rasio Kecukupan Modal sebesar 4,23 %

C. Laporan Keuangan PT. Lippo, Tbk per 30 September 2002 yang disampaikan oleh Akuntan Publik KAP Prasetio, Sarwoko& Sandjaja kepada Manajemen PT. Lippo Tbk pada tanggal 6 Januari 2003.

Informasi yang tercantum dalam laporan keuangan tersebut adalah sebagai berikut: a. Laporan Auditor Independen yang berisi opini Akuntan Publik Drs. Ruchjat

Kosasih dari KAP Prasetio, Sarwoko & Sandjaja dengan pendapat Wajar Tanpa

Pengecualian. Laporan Auditor Independen tersebut tertanggal 20 November 2002, kecuali untuk Catatan 40a tertanggal 22 November 2002 dan Catatan 40c

tertanggal 16 Desember 2002.

b. Penyajian dalam bentuk komparasi per 30 September 2002, 31 Desember 2001, dan 31 Desember 2002

c. Total aktiva per 30 September 2002 sebesar Rp. 22.8 trilyun

d.Nilai Agunan Yang Diambil Alih-bersih(AYDA) per 30 September 2002 . sebesar Rp. 1,42 trilyun.

e. Rugi bersih per 30 September 2002 sebesar Rp. 1,273 trilyun. f. Rasio Kecukupan Modal sebesar 4.23%

2. HASIL PEMERIKSAAN

Dari penelaahan atas data dan dokumen yang terkait atas informasi atau keterangan yang diperoleh oleh Tim pemeriksa Bapepem antara lain:

a. Hanya terdapat satu Laporan Keuangan PT. Bank Lippo Tbk per 30 September 2002 yang diaudit dengan opini Wajar Tanpa Pengeculian dari Kantor Akuntan Publik dari KAP Prasetio, Sarwoko & Sandjaja, dengan Laporan Auditor Independen No. REC-0031/02 dengan tanggal ganda (dual dating ) tertanggal 20 November 2002(kecuali untuk catatan 40a tertanggal 22 November 2002 dan catatan 40c tertanggal 16 Desember 2002) yang disampaikan kepada Manajemen PT Lippo Tbk pada tanggal 6 Januari 2003. Penerbitan laporan yang diaudit dengan tanggal

ganda(dual dating) dapat dilakukan sepanjang sesuai dengan Standar Auditing Seksi 530 paragraf 5 dalam SPAP yang diterbitkan oleh IAI

b. Laporan Keuangan PT. Lippo, Tbk per 30 September 2002 yang diiklankan pada tanggal 28 November 2002 adalah laporan keuangan yang tidak diaudit. Namun angka-angkanya sama seperti yang tercantum dalam Laporan Auditor Independen. c. Laporan keuangan PT. Lippo, Tbk per 30 September 2002 yang disampaikan BEJ pada tanggal 27 Desember 2002 adalah laporan keuangan yang tidak disertai Laporan Auditor Independen yang telah terdapat penilaian kembali terhadap Agunan Yang Diambil Alih (AYDA) dan Penyisihan Penghapusan Aktiva

Produktif( PPAP)

d. Perbedaan antara laporan keuangan PT. Lippo Tbk per 30 September 2002 yang diiklankan pada tanggal 28 November 2002 dengan laporan keuangan tersebut pada huruf a ) dan atau huruf c) diatas, hanya disebabkan oleh adanya penyesuaian penilaian kembali atas Agunan Yang Diambil Alih (AYDA) dan Penyisihan

(3)

Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP)

e.Pemeriksaan atas prosedur penilaian kembali Agunan Yang Diambil Alih dan Prosedur audit atas beberapa akun Laporan Keuangan PT. Lippo Tbk per 30

September 2002 saat ini masih dalam proses pemeriksaan oleh instansi berwenang.

Atas hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Kekurang hati-hatian Direksi PT. Lippo Tbk, dalam mencantumkan kata ”diaudit” dan opini Wajar Tanap Pengecualian pada iklan laporan keuangan per 30

September 2002 pada tanggal 28 November 2002.

2. Kelalaian Akuntan Publik Drs. Ruchjat Kosasih, pathner KAP Prasetio, Sarwoko, & Sandjaja, berupa keterlambatan dalam penyampaian peristiwa penting dan material mengenai penurunan nilai AYDA PT. Lippo kepada Bapepam.

3. SANKSI

 Terhadap Direksi PT. Lippo Tbk yang menjabat pada saat Laporan Keuangan PT. Lippo Tbk per 30 September 2002 dipublikasikan, dikenakan sanksi administratif  berupa kewajiban menyetor uang ke kas negara sejumlah Rp. 2,5 milyar, dan manajemen mempunyai kewajiban untuk memberikan penjelasan kepada

pemegang saham atas hal tersebut. Terhadap Akuntan Publik Drs.Ruchjat Kosasih selaku pathner KAP Prasetio, Sarwoko & Sandjaja dikenakan sanksi administratif  berupa kewajiban menyetor uang ke Kas Negara sebesar Rp. 3.500.000 atas kelalaian berupa keterlambatan penyampaian informasi penting mengenai penurunan AYDA PT. Lippo Tbk selama 35 hari.

II. PEMBAHASAN

Pengumuman dari Bapepam mengenai skandal PT. Lippo Tbk membawa

konsekuensi kepada Profesi Akuntan untuk dapat mengkoreksi atas profesi yang melekat pada diri seorang akuntan. Teori keagenan yang menyatkan bahwa stake holder memberi tugas kepada manajemen untuk dapat mengelola sebuah entitas dengan kewajiban untuk dapat melaporkan kegiatan usaha dalam bentuk Laporan Keuangan. Laporan keuangan yang dilaporkan bagi perusahaan yang Go Publik harus diakudit oleh Auditor. Kebutuhan akan informasi oleh berbagai pihak atas kelangsungan usaha suatu entitas yang dicerminkan dalam laporan keuangan sangat diperlukan, hal ini membawa harapan yang sangat tinggi oleh masyarakat kepada seorang Akuntan Publik. Harapan yang tinggi ini menjadikan seorang

Akuntan dapat memenuhi kebutuhan tersebut, untuk dapat memenuhi hal tersebut seorang Akuntan harus menjaga prinsip independensi, integritas dan objektivitas.  Tidak hanya seorang Akuntan Publik yang harus menerapkan prinsip tersebut

namun seorang akuntan dimanapun berkerja harus menerapkan prinsip tersebut. Prinsip-prinsip tersebut akan menjadikan seorang Akuntan berkerja sesuai etika

(4)

profesi yang teah ditetapkan.

Dalam kasus PT. Lippo telah diungkapkan bahwa manajemen PT. Lippo telah membuat laporan keuangan dalam tiga versi, bagi sebuah perusahaan yang

ternama dan Go Publik kecil kemungkinan untuk dapat melakukan kesalahan dalam membuat laporan yang akan dipublikasikan, namun hal ini terjadi. Hal ini

menjadikan informasi yang mebingungkan bagi masyarakan dan bisa dikatakan ada kebohongan publik pada kasus ini, dikarenakan laporan yang dikeluarkan oleh PT. Lippo, tbk sebagai perusahaan go publik akan mempengaruhi keputusan para investor ataupun para pemegang saham. Dan atas informasi yang diiklankan oleh PT. Lippo pada September 2002 yang menyatakan bahwa laporan sudah diaudit yang pada kenyatanya adalah belum audit merupakan hal yang tidak tepat dan tidak etik untuk menyatakan hal tersebut.

Hal yang penting adalah Laporan Keuangan merupakan tanggung jawab

manajemen dan tanggung jawab auditor adalah pada opini atas laporan keuangan yang diaudit.

 Jika menyimak atas temuan Bapepam atas auditor yang melakukan tugas audit di PT. Lippo, Tbk, seharusnya KAP tersebut memenuhi standar pekerjaan auditor yan telah ditetapkan, dalam melakukan audit manajemen PT. Lippo dilakukan pengujian pengendalian intern atas manajemen dengan seksama. Karena pada prinsipanya dalam melakukan suatu kegiatan akuntansi dalam entitas yang perlu diperhatian adalah tercapainya pengendalian intern yang baik, dalam hal ini fungsi kontrol sangat mempengaruhi output dari kegiatan dalam suatu entitas, termasuk dalam membuat laporan keuangan. Jika Akuntan Publik Drs. Ruchjat kosasih pather KAP Prasetio, Sarwoko and Sandjaja melakukan mengujian internal yang ketat, dan jika diketahui bahwa pengendalian internal pada PT. Lippo Tbk kurang baik maka akan dilakukan audit yang lebih luas dan lebih ketat, namun dalam hal ini Akuntan Publik Drs. Ruchjat Kosasih tidak melaporkan hal yang material dalam mengeluarkan

opininya, dalam hal AYAD yang ditemukan kemudian setelah mengeluarkan laporan auditor yang pertama kali. Mengacu apa yang terjadi pada Akuntan Publik Drs.

Ruchjat Kosasih, maka seorang auditor dalam melakukan auditor maka harus mempertimbangkan hal materialitas, hal ini sangat penting dalam konsep audit. Karena dalam melakukan audit seorang auditor harus memperhatikan materialitas dalam semua hal yang dapat membawa dampak dalam mengeluarkan opini auditor. Karena laporan keuangan yang telah diaudit digunakan oleh berbagai pihak yang berkepentingan untuk mengambil keputusan.

Dalam hal kasus PT. Lippo Tbk, sudah seharusnya manajemen PT. Lippo menerapkan konsep Good Corpoorate Governance dalam hal tata kelola

perusahaan yang baik seharusnya fungsi dewan komisaris harus lebih ditingkatkan , dalam melakukan evaluasi atas kinerja manajemen. Secara singkat, ada empat komponen utama yang diperlukan dalam konsep Good Corporate Governance ini, yaitu fairness, transparancy, accountability, dan responsibility. Jika sudah

diterapkan tata kelola perusahaan yang baik ,maka manajemen akan sangat memperhatikan kualitas dalam membuat laporan keuangan dan dilakukan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan PSAK. Atas hal tersebut maka seharusnya PT.

(5)

Lippo Tbk tidak mengeluarkan tiga versi laporan keuangan pada publik. Karena sebelum informasi disebarkankan kepada pihak umum maka dewan komisaris akan melakukan evaluasi terlebih dahulu terhadap informasi yang akan disampaikan tersebut, termasuk untuk laporan keuangan.

Atas sanksi yang diberikan kepada pihak yang berkepentingan sudah seharusnya diberikan karena hal ini sebagai konsekuensi hukum bagi pihak yang telah

melanggar etika dan standar profesi yang ada. III. KESIMPULAN

Pada kasus PT. Lippo Tbk membawa dampak konsekuensi kepercayaan publik yang menurun terhadap profesi akuntan, dan terlebih terhadap penerapan Good

Coorporate Governance pada PT. Lippo, tbk yang nota bene adalah perusahaan go publik. Kepercayaan masyarakat akan meningkat jika kualitas dari jasa profesi akuntan dapat dipertahankan, kualitas ini akan tercapai jika dalam menjalankan tugas profesi menekankan pada profesionalisme pekerjaan, dalam menjaga profesionalisme seorang akuntan harus menjaga independensi, integritas dan

objektivitas. Hal penting yang diperlukan bagi setiap individu dalam melaksanakan tugasnya adalah menerapkan etika dalam dirinya, karena etika merupakan hal yang penting yang harus diterapkan dalam semua hal, jika telah terbentuk etika yang baik dalam diri seseorang, maka kecil kemungkinan akan terjadi hal yang

menyimpang dari prinsip yang ada termasuk bagi seorang akuntan yang harus

mejunjung tinggi etika profesi akuntan karena harapan yang tinggi oleh masyarakat umum kepada akuntan harus dijaga dalam semua hal yang menyangukut profesi akuntan.

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Depkes RI (2004), pencegahan ISPA dapat dilakukan dengan cara : (1) Menjaga kesehatan gizi agar tetap baik dengan harapan gizi yang baik maka akan menghindarkan dari

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 18 ayat (3) Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2017 tentang Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata

Setelah diterapkannya strategi metakognitif, kemampuan pemahaman matematis mahasiswa meningkat pada setiap siklusnya. Hal ini dapat dilihat dari soal-soal yang dibuat sesuai

(2011) juga menyatakan bahwa konsep pengembangan yang berkelanjutan (sustainable development) dalam produksi manufaktur telah menawarkan industri dengan biaya ekonomi

Pemilihan teknologi yang tepat didapatkan pada perlakuan tumpangsari ubikayu digulud dengan kombinasi pupuk organik (P6), perlakuan tersebut secara efektif mampu menekan jumlah

Jika telah berhasil mendaftarkan komponen ssci_net pada Windows registry sebagai komponen COM, silakan lanjutkan dengan membuat sebuah program sederhana menggunakan

Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa pembentukan kecamatan baru di Kota Madiun harus memenuhi beberapa persyaratan yang dimuat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008,

Bentuk perubahan tingkah laku diharapkan sesuai dengan tujuan instruksional (tujuan pengajaran) yaitu mencakup tiga aspek, yakni aspek kognitif, aspek afektif, dan