Penelitian Dalam Negeri
Penelitian Dalam Negeri
NONO JUDUL JUDUL VARIABEL VARIABEL METODEMETODE PENELITIAN PENELITIAN
HASIL
HASIL PENELITIAN PENELITIAN KETERBATASANKETERBATASAN PENELITIAN PENELITIAN 1
1 Penyajian LaporanPenyajian Laporan Keuangan Daerah Keuangan Daerah Berdasarkan Berdasarkan Standar Akuntansi Standar Akuntansi Pemerintahan Pada Pemerintahan Pada Pemerintah Kota Pemerintah Kota Manado Manado
Oleh : Ikhwan Kema, Oleh : Ikhwan Kema, Universitas Sam Universitas Sam Ratulangi Manado, Ratulangi Manado, 2013 2013 1) 1) VariabelVariabel bebas (X) : bebas (X) : penyajian penyajian laporan laporan keuangan keuangan daerah daerah 2) 2) VariabelVariabel terikat (Y) : terikat (Y) : standar standar akuntansi akuntansi pemerintah pemerintah Kota Manado Kota Manado
Jenis penelitian yang Jenis penelitian yang digunakan adalah digunakan adalah penelitian
penelitian deskriptideskriptiff dimana peneliti secara dimana peneliti secara lansung mendatangi lansung mendatangi objek penelitian yaitu objek penelitian yaitu Pemerintah Kota Pemerintah Kota Manado untuk Manado untuk memperoleh data-data memperoleh data-data dan informasi yang dan informasi yang dibutuhkan. dibutuhkan. Teknik yang di Teknik yang di gunakan dalam gunakan dalam penelitian
penelitian ini ini adalahadalah Survei Lapangan, Survei Lapangan, Peneliti menggunakan Peneliti menggunakan data kuantitatif yang data kuantitatif yang berupa
berupa laporanlaporan keuangan Pemerintah keuangan Pemerintah Kota Manado tahun Kota Manado tahun 2011.
2011.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
1. Penyajian belanja bagi hasil kepada 1. Penyajian belanja bagi hasil kepada provinsi/k
provinsi/kab./kota dan ab./kota dan pemerintahpemerintahan an desa tidak desa tidak sesuaisesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan, karena pos dengan Standar Akuntansi Pemerintahan, karena pos belanja
belanja bagi bagi hasil hasil kepada kepada provinsi/kprovinsi/kab./kota ab./kota dandan pemerintah
pemerintah desa desa tidak tidak termasuk termasuk dalam dalam PSAP PSAP No. No. 22 ayat 36 tahun 2005. Dimana yang termasuk dalam ayat 36 tahun 2005. Dimana yang termasuk dalam belanja operasi
belanja operasi pada pada PSAP No. PSAP No. 2 2 ayat ayat 36 tahun 36 tahun 20052005 adalah belanja pegawai, belanja barang, bunga, hibah, adalah belanja pegawai, belanja barang, bunga, hibah, dan bantuan sosial. Namun penyajian pos bagi hasil dan bantuan sosial. Namun penyajian pos bagi hasil kepada provinsi/kab./kota dan pemerintahan desa kepada provinsi/kab./kota dan pemerintahan desa mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006.
13 Tahun 2006.
2. Pos aset lancar yang mencatat pos biaya dibayar di 2. Pos aset lancar yang mencatat pos biaya dibayar di muka tidak sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan, muka tidak sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan, karena aset lancar dalam PSAP No. 1 ayat 49 tahun karena aset lancar dalam PSAP No. 1 ayat 49 tahun 2005 meliputi kas dan setara kas, investasi jangka 2005 meliputi kas dan setara kas, investasi jangka pendek, piutang dan persediaan. Namun penyajian pos pendek, piutang dan persediaan. Namun penyajian pos biaya
biaya dibayar dibayar dimuka dimuka mengacu mengacu pada pada KeputusanKeputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 tahun 2002. Menteri Dalam Negeri Nomor 29 tahun 2002. 3. Secara keseluruhan penyajian laporan keuangan 3. Secara keseluruhan penyajian laporan keuangan pemerintah Kota Mana
pemerintah Kota Manado pada tahun 2011 yang terdirido pada tahun 2011 yang terdiri dari laporan realisasi anggaran, neraca, laporan arus dari laporan realisasi anggaran, neraca, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan telah kas, dan catatan atas laporan keuangan telah berpedoman
berpedoman pada pada Standar Standar Akuntansi Akuntansi PemerintahanPemerintahan tahun 2005.
tahun 2005.
Penelitian sepenuhnya Penelitian sepenuhnya dilakukan secara deskriptif dilakukan secara deskriptif dan hanya menggunakan dan hanya menggunakan data laporan keuangan yang data laporan keuangan yang ada tanpa memperhatikan ada tanpa memperhatikan unsur lain. unsur lain. 2 2 PengaruhPengaruh Penyajian Laporan Penyajian Laporan Keuangan Daerah Keuangan Daerah Dan
Dan AksesibilitaAksesibilitass 1)
1) Variabel bebasVariabel bebas (X (X11) :) : penyajian penyajian laporan laporan
Data dalam penelitian Data dalam penelitian ini diperoleh dengan ini diperoleh dengan Metoda survey dengan Metoda survey dengan penyebaran ku penyebaran kuesioneresioner
-- Hipotesis pertama yang menyatakan penyajianHipotesis pertama yang menyatakan penyajian laporan keuangan daerah berpengaruh signifikan laporan keuangan daerah berpengaruh signifikan terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah diterima. Hasil penelitian ini keuangan daerah diterima. Hasil penelitian ini
-- Responden yang dipilihResponden yang dipilih dalam penelitian ini dalam penelitian ini hanya berasal dari hanya berasal dari anggota DPRD dan anggota DPRD dan
Laporan Keuangan Daerah Terhadap Transparansi Dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Jepara
Oleh : Siti Aliyah & Aida Nahar, Sekolah Tinggi Nahdatul Ulama Jepara, 2012 keuangan daerah (X2) : aksesibilitas laporan keuangan daerah 2) Variabel terikat (Y) : transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah kabupaten jepara
menunjukkan bahwa dengan meningkatnya penyajian laporan keuangan daerah akan berimplikasi terhadap peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Hal ini mendukung penelitian yang telah dilakukan oleh Budi Mulyana (2006) dan Marjuki Sagala (2011). - Hipotesis kedua yang menyatakan aksesibilitas
laporan keuangan daerah berpengaruh signifikan terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah terbukti dan diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan memberikan kemudahan akses terhadap laporan keuangan daerah bagi para pengguna ternyata akan mampu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Hal ini mendukung penelitian yang telah dilakukan oleh Budi Mulyana
(2006) dan Marjuki Sagala (2011).
- Hipotesis ketiga yang menyatakan Penyajian laporan keuangan daerah dan aksesibilitas laporan keuangan daerah secara simultan berpengaruh positif terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. terbukti dan diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menyajikan laporan keuangan daerah dan memberikan kemudahan akses terhadap laporan keuangan daerah bagi para pengguna ternyata akan mampu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Hal ini mendukung penelitian yang telah dilakukan oleh Budi Mulyana (2006) dan Marjuki Sagala (2011).
LSM di kabupaten Jepara. Hal ini mungkin menimbulkan masalah tingkat keterwakilan responden dari masyarakat. - Pembahasan yang berkaitan dengan transparansi dan akutabilitas publik sangatlah luas, namun pada penelitian ini permasalahan hanya
dianalisis secara kuantitatif.
- Profil responden yang mengisi kuesioner di dalam penelitian ini hanya menyajikan asal organisasinya saja tanpa disebutkan background pendidikannya secara
detail, jenis kelaminnya, umurnya, dsb. 3 Pengaruh Penyajian Laporan Keuangan Daerah Dan Aksesibilitas Laporan Keuangan 1) Variabel bebas (X1) : penyajian laporan keuangan daerah Data penelitian diperoleh dengan menggunakan metoda survey melalui penyebaran kuesioner
yang diberikan kepada
- Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian hipotesis yang telah diuji dapat ditarik kesimpulannya bahwa: 1) Penyajian laporan keuangan berpengaruh signifikan dan positif terhadap akuntabilita spengelolaan keuangan daerah
2) Aksesibilitas laporan keuangan berpengaruh
- Penelitian ini hanya terbatas pada SKPD yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung. Karena waktu penelitian yang terbatas,
Daerah Terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah
(Studi E mpir is Pada
Pemerintahan
Kabupaten Badung)
Oleh : Putu Sri Wahyuni[1], Ni Luh Gede Erni Sulindawati[2], Nyoman Trisna Herawati[3]. Universitas Pendidikan Ganesha, 2014 (X2) : aksesibilitas laporan keuangan daerah 2) Variabel terikat (Y) : akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah kabupaten Bandung
responden yang diteliti dalam penelitian ini
signifikan dan positif terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah
3) Penyajian laporan keuangan daerah dan aksesibilitas laporan keuangan daerah berpengaruh signifikan dan positif secara simultan terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah
- Dalam pengisian kuesioner responden dari beberapa SKPD hanya diisi 1 lembar kuesioner alasanya karena kepala SKPD lagi melaksanakan tugas keluar kota dan
mengikuti r apat terkait program kerja SKPD tersebut 4 Pengaruh Penyajian Laporan Keuangan Daerah Dan Aksesibilitas Laporan Keuangan Daerah Terhadap Transparansi Dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Ambon Oleh : Salomi J. Hehaussa, Universitas Kristen Indonesia Maluku, 2015 3) Variabel bebas (X1) : penyajian laporan keuangan daerah (X2) : aksesibilitas laporan keuangan daerah 4) Variabel terikat (Y) : transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah Kota Data penelitian diperoleh dengan menggunakan metoda survey melalui penyebaran kuesioner
yang diberikan kepada responden yang diteliti dalam penelitian ini
- Hasil pengujian secara empiris membuktikan bahwa Penyajian laporan keuangan daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Penyajian laporan keuangan daerah secara lengkap sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan dan mudah diakses oleh semua pihak yang berkepentingan, memungkinkan control dan pengawasan terhadap pengelolaan keuangan secara baik. Hal ini akan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas publik sehingga efisiensi dan efektivitas pengeluaran pemerintah daerah tetap terlaksana
dengan baik serta mampu meminimalisasi praktek korupsi oleh para aparatur sehingga good governance dan clean government akan terwujud di pemerintahan Kota Ambon.
- Aksesibilitas laporan keuangan daerah juga ditemukan berpengaruh positif dan signifikan terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan
- Penelitian ini merupakan metode survei
menggunakan kuesioner tanpa dilengkapi dengan wawancara atau
pertanyaan lisan. - Penelitian ini terbatas
pada penentuan pemilihan responden
yang digunakan, sehingga hasil yang didapatkan terbatas.
Ambon keuangan daerah. Efektivitas transparansi dan akuntabilitas akan tergantung pada akses publik terhadap laporan pertanggungjawaban maupun laporan temuan yang dapat dibaca dan dipahami. Dengan demikian, untuk mendukung transparansi dan akuntabilitas yang efektif, pemerintah dapat menggunakan berbagai media untuk mempublikasikan laporan keuangannya dan/atau menggunakan forum yang dapat memberikan perhatian langsung guna mendorong transparansi dan akuntabilitas pemerintah Kota Ambon terhadap masyarakat.
- Bukti empiris juga memperlihatkan bahwa penyajian laporan keuangan daerah dan aksesibilitas laporan keuangan daerah secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Penyampaian laporan pertanggungjawaban keuangan daerah merupakan salah satu upaya konkrit guna mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.
5 Pengaruh Kualitas Penyajian Laporan Keuangan Dan Aksesibilitas Laporan Keuangan Terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Pemerintah Kota Banjarmasin (Studi Persepsi Pengguna Eksternal Laporan Keuangan Kota Banjarmasin) 1) Variabel bebas (X1) : kualitas penyajian laporan keuangan (X2) : aksesibilitas laporan keuangan 2) Variabel terikat (Y) : akuntabilitas pengelolaan keuangan pemerintah Kota Penelitian ini digolongkan sebagai penelitian kuantitatif.
Penelitian ini disebut penelitian explanatif
(explanative research) yang bertujuan menguji hipotesis tentang adanya hubungan sebab akibat antara berbagai variabel yang diteliti menurut Syofian Siregar (2012: 122). Jenis data yang digunakan dalam
- Berdasarkan hasil analisis regresi berganda, hipotesis pertama (H1) yang menyatakan penyajian laporan keuangan berpengaruh positif terhadap Akuntabilitas pengelolaan keuangan pemerintah kota Banjarmasin diterima. Hal ini disebabkan karena pengguna eksternal laporan keuangan: (a) merasakan tingginya kualitas penyajian laporan keuangan kota yang telah sesuai standar akuntansi pemerintah membuat tingginya kualitas akuntabilitas pengelolaan keuangan yang terus dan telah diperiksa, dikontrol dan diawasi oleh DPRD, BPK dan akademisi dalam melaksanakan tugas, pokok, dan fungsinya; (b) kondisi disiplin dan kapasitas SDM yang telah optimal dan; (c) adanya peningkatan yang signifikan dari pemerintah kota yang telah mampu menyusun laporan keuangan yang relevan, andal, dapat
Responden yang dipilih dalam penelitian ini, salah satunya anggota DPRD kota Banjarmasin yang terpilih kembali sejumlah 24 orang karena adanya petimbangan tertentu,
maka dari itu tidak seluruh anggota DPRD yang berjumlah 45 orang pada periode 2014-2019
dapat mengisi kuesioner dalam penelitian ini. Penelitian ini dilakukan di bulan November
Oleh : Ika Arifanny Subekti, Fahmi Rizani, Rifqi Novriyandana, Universitas Lambung Mangkurat, 2015
Banjarmasin penelitian ini adalah data primer. Teknik pengumpulan data
yang digunakan adalah menggunakan cara survey.
dibandingkan dan dipahami yang terdiri dari laporan realisasi anggaran, neraca, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan.
- Berdasarkan hasil analisis regresi berganda, hipotesis kedua (H2) yang menyatakan aksesibilitas pengelolaan keuangan berpengaruh positif terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan pemerintah kota Banjarmasin diterima. Hal ini yang dirasakan pengguna eksternal laporan keuangan kota. Semakin tinggi kualitas akses laporan keuangan semakin baik pula kualitas akuntabilitas pengelolaan keuangan
kota. Ini disebabkan oleh: (a) terpenuhinya akan kebutuhan informasi dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengeluaran dan pendapatan pemerintah kota yang telah terlaksana dan pada akhirnya mampu meminimalisasi praktik korupsi oleh pada aparatur sehingga good government dan clean government yang menjadi cita-cita dari pemerintah kota Banjarmasin secara bertahap akan terwujud dan; (b) kemudahan bagi para pengguna untuk mengakses laporan keuangan dalam pengambilan keputusan dengan tepat dan cepat guna menciptakan akuntabilitas pengelolaan kota agar dapat berjalan dengan baik
sampai dengan awal Januari yang merupakan masa sibuk kerja auditor BPK dalam mengaudit sehingga peneliti mengalami sedikit kesulitan mendapatkan data. Keterbatasan lainnya yaitu subjek penelitian ini tidak
seluruh pengguna laporan keuangan, peneliti tidak
memasukkan LSM, lembaga-lembaga keuangan (bank dan nonbank), dan pers yang ada di kota Banjarmasin dikarenakan keterbatasan waktu dan wilayah penelitian 6 Pengaruh Karakteristik Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Terhadap Transparansi Dan Akuntabilitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Maros 1) Variabel bebas (X1) : karakteristik laporan keuangan pemerintah daerah (X2) : aksesibilitas laporan keuangan 2) Variabel terikat (Y) : - Kuesioner, artinya dengan membagikan daftar pertanyaan yang berhubungan variabel yang diteliti - Kuesioner diberikan dengan mengantar langsung dan dititipkan kepada staf di kantor, dengan mengadakan perjanjian pengambilannya.
Informasi yang relevan memunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan, yang berarti informasi yang relevan mendukung transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan. Informasi yang andal memunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap transparansi dan kuntabilitas laporan keuangan, berarti informasi yang andal mendukung transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan.
Informasi yang dapat dibandingkan memunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan, berarti informasi yang dapat dibandingkan mendukung transparansi dan
- Tidak dijelaskan
mengenai berapa banyak responden yang telah sepenuhnya mengisi kuisioner dan melakukan wawancara serta tidak dijelaskan laporan apa saja yang menjadi dasar data untuk penelitian ini.
Oleh :
Indah
Windrastuti¹, H.
Rahardjo
Adisasmita², R.A.
Damayanti,
Universitas
Hasanuddin,
Makassar,
transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan pemerintah Kabupaten Maros - Wawancara (interview), yang dilakukan secara interview bebas terkontrol - Studi kepustakaan (library research), suatu metode yang dilakukan dengan cara melihat, dan memelajari berbagai bahan-bahan bacaan, seperti buku-buku teoritis, makalah ilmiah, jurnal, dokumen dan laporan-laporan, termasuk berbagai peraturan yang berkaitan dengan variabel penelitian. - Dokumentasi data sekunder, merupakan metode pelengkap dalam mendukung hasil penelitian..akuntabilitas laporan keuangan. Informasi yang dapat dipahami memunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan, berarti informasi yang dapat dipahami mendukung transparansi dan akuntabilitaslaporan keuangan. Transparansi memunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap akuntabilitas laporan keuangan, berarti transparansi mendukung akuntabilitas laporan keuangan
7 Pengaruh penyajian laporan keuangan daerah dan aksesibilitas laporan keuangan terhadap penggunaan informasi keuangan daerah 1) Variabel bebas (X1) : penyajian laporan keuangan daerah (X2) : aksesibilitas laporan keuangan
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan
metode penelitian survey dengan cara melakukan
pengelolaan kuesioner untuk mendapatkan data. Kuesioner dalam penelitian ini
- Hipotesis pertama (H1) menyatakan bahwa penyajian laporan keuangan daerah berpengaruh
terhadap penggunaan informasi keuangan daerah. Hasil regresi menunjukkan bahwa variabel bebas penyajian laporan keuangan daerah (PLK) memiliki nilai t-hitung sebesar 2.868 dengan signifikansi sebesar 0,005. Nilai signifikansi 0,005 lebih kecil daripada derajat kepercayaan (α) 0,05 sehingga
hipotesis pertama (H1) diterima.
- Tingkat respon dari DPRD rendah yang hanya sebesar 17,2% menimbulkan masalah apakah sampel masih representatif dari populasi dan apakah sampel menjadi tidak bias. Konsekuensinya tingkat
Oleh : Himah Bandariy, Universitas Diponegoro Semarang 2) Variabel terikat (Y) : penggunaan informasi keuangn daerah dirancang untuk penelitian kuantitatif.
Oleh karena itu, bentuk pertanyaan dalam kuesioner bersifat closed-ended questions untuk memudahkan dalam pengukuran respon dari responden
- Hipotesis kedua (H2) menyatakan bahwa aksesibilitas laporan keuangan daerah berpengaruh terhadap penggunaan informasi keuangan daerah. Hasil regresi menunjukkan bahwa variabel bebas aksesibilitas laporan keuangan (ALK) memiliki nilai t-hitung sebesar 8,223 dengan signifikansi sebesar
0,000. Nilai
signifikansi 0,000 jauh dibawah derajat kepercayaan (α) 0,05 sehingga hipotesis kedua (H2) diterima.
respon dapat
mempengaruhi validitas eksternal dari hasil penelitian.
- Tingkat respon yang rendah disebabkan pada saat penulis melakukan penelitian,
sebagian besar anggota RD sedang melakukan studi banding ke daerah lain, dan melakukan banyak siding paripurna
yang menyebabkan para anggota DPRD sibuk dan tidak ada waktu untuk ditemui.
- Sampel dari LSM sebagai wakil
masyarakat, juga belum mampu meraih jumlah responden yang diharapkan. Hal ini dikarenakan jumlah LSM yang ada setelah
dilakukan penyortiran, ternyata yang pernah menyoroti
penyajian laporan keuangan daerah masih sedikit
Riset GAP
Dari tujuh penelitian diatas kesamaan penelitian berada pada penelitian yang menganalisis mengenai pengaruh penyajian Laporan Keuangan sebagai Variabel terikatnya yang dikaitkan dengan Standar Akuntansi yang berlaku terhadap akuntabilitas dan transparansi Laporan Keuangan Pemerintah Daerah tingkat Kota/Kabupaten. Kebanyakan penelitian ini menggunakan penelitian survey yang melibatkan anggota Pemerintahan sebagai partisipan penelitian. Hasil dari penelitian pu hamper sama dari tujuh penelitian diatas bahwa kualitas penyajian Laporan Keuangan Daerah memiliki pengaruh positif terhadap Akuntabilitas dan Transparansi Laporan Keuangan Daerah. Keterbatasan yang banyak terjadi adalah mengenai ruang lingku penelitian yang terbatas serta responden penelitian yang rata rata hanya menggunakan aparatur Pemerintah Daerah tanpa melibatkan responden dari kalangan masyarakat.
Penelitian Luar Negeri
NO JUDUL VARIABEL METODE
PENELITIAN
HASIL PENELITIAN KETERBATASAN
PENELITIAN 1 The Influence of
I nternal Control
I mplementation and
Manageri al
Performance on
Financial
Accountability Local
Government in
I ndonesia
(Pengaruh Penerapan Sistem Pengendalian Internal dan Kinerja Manajerial Terhadap Akuntabilitas Keuangan Pemerintah Daerah di Indonesia) 2017Oleh : Cecilia Lelly Kewo, Universitas Padjajaran 1)Variabel (X1): Penerapan Sistem Pengendalian Internal (X2) : Kinerja Manajerial 2)Variabel (Y1) : Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Penelitian ini menggunakan metode survey.
Penelitian ini termasuk kedalam penelitian explanatif (explanative research) atau
Penelitian Kausal
Based on the test results can be concluded that the implementation of internal control partially influence on financial accountability. The results of this study provide empirical evidence that the higher the
implementation of internal controls will enhance financial accountability. The managerial performance effect on fnancial accountability. The results of this study provide empirical evidence that the better
managerial performance will improve fnancial accountability.
(Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi internal control berpengaruh positif terhadap akuntabilitas keuangan dan kinerja manajerial berpengaruh positif terhadap Akuntabilitas Keuangan.
- Responden yang dipilih dalam penelitian ini hanya berasal dari anggota SKPD Sulawesi Utara. Hal ini mungkin menimbulkan masalah tingkat keterwakilan responden dari masyarakat.
- Pembahasan akutabilitas keuangan sangatlah luas, namun pada penelitian ini permasalahan hanya dianalisis secara kuantitatif. 2 Factors Influencing The Quality Of Financial Reporting And Its Implications On Good Government Governance (Research on Local Government 1) Variabel bebas (X1) : Kualitas laporan keuangan 2) Variabel terikat (Y) : Implikasinya terhadap Good Government Governance Penelitian ini menggunakan metode survey.
Penelitian ini termasuk kedalam penelitian explanatif (explanative research)
- From the test results obtained probability value of 0.530 for apparatus competence, 0.377 for the internal control, 0,527 for the quality of financial reporting, and 0.871 for the implementation of Good Government Governance, this means there are no significant differences between districts / cities in the former residency Pekalongan.
- From the influence coefficient according to the classification of Guilford (1956: 145), competence has a weak positive effect (13,4%) on the quality of
- Responden yang dipilih dalam penelitian ini hanya berasal dari anggota SKPD. Hal ini mungkin menimbulkan masalah tingkat
keterwakilan responden dari masyarakat.
Indonesia) (Pengarug Faktor dari Kualitas Laporan Keuangan dan Implikasinya Terhadap
Good
Government
Governance)
2014 Oleh : Nuni Nur Afiah & Dien Noviany Rahmatika,Universitas Padjajaran
financial reporting. From the effect of internal control of financial reporting quality is relatively weak positive (37%) results. Apparatus Competence and internal control systems together give the effect of 50.4% on the quality of financial reporting, - From the results of this research is the quality of
financial reporting by 56,2% giving moderate positive effect to the application of the principles of
Good Governance Government. It means
(Kualitas dari Laporan Keuangan memiliki pengaruh positif terhadap pengaplikasian Good Governance
Government) 3
Quality Of F inancial
Statements As
I mplementation
Good Governance
Government On
Local Government
I n Indonesia
(Kualitas Laporan Keuangan dan Implikasinya TerhadapGood
Governance
Government
di Indonesia) 2015 Oleh : Anik Susbiyani, Universitas Muhammadiyah Jember 1) Variabel bebas (X1) : Kualitas laporan keuangan 2) Variabel terikat (Y) : Implikasinya terhadap Good Government Governance Penelitian ini menggunakan metode survey, dokumentasi dan wawancara.- variable size of local government andexpenditure of grant consistently affect on quality of local government financial reporting. Other variable, namely the level of local dependence on central government may prove inconsistent effect though. Future research is expected make disclosure checklist that give weight to the importance of an item of disclosure. Weighting is expected to obtain weighting is expected to give a weighted value for each non compliance with an item by considering the importance of an item of disclosure.
(hasil penelitian menunjukan bahwa variabel ukuran pemerintah daerah dan pengeluaran hibah berpengaruh secara konsisten terhadap kualitas pembiyaan keuangan pemerintah daerah. Variabel lain, yaitu tingkat ketergantungan local pada pemerintah pusat bisa saja terbukti tidak konsisten
- peneliti belum mampu membuat daftar pemeriksa
pengungkapan yang memiliki bobot angka pada masing masing
item yang tidak dapat ter kontrol pada penelitian ini.
Riset GAP
Penelitian kedua dan ketiga memiliki kesamaan yaitu menjadikan variabel Kualitas penyajian laporan Keuangan menjadi variabel terikat yang berpengaruh terhadap penerapan Good Government Governance. Penelitian pertama membahas mengenai Kinerja Manajerial dan Internal Kontrol pemerintahan
terhadap Akuntabilitas Laporan Keuangan dan hal ini masih berkaitan dengan kualitas penyajian laporan keuangan dan Good Government Governance.Dari ketiga penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa dalam mereapkan Good Government Governance.kualitas Penyajian Laporan Keuangan, Internal Kontrol juga Kinerja Manajerial menjadi factor yang sangat berpengaruh. Metode penelitian yang digunakan pada ketiga penelitian diatas adalah metode survey.