• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyelesaian Konflik Sumber Daya Hutan Secara Kolaboratif Kemitraan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Penyelesaian Konflik Sumber Daya Hutan Secara Kolaboratif Kemitraan"

Copied!
268
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Perbandingan Inisiatif Kebijakan Pengakuan Hak Ulayat
Tabel 2: Perbandingan Masyarakat Adat dan Masyarakat Hukum Adat
Gambar 1. Peta Tangkahan, Taman Nasional Gunung Leuser Sumber: Balai Taman Nasional Gunung Leuser
Gambar 2. Peta Administrasi Taman Nasional Gunung Leuser Sumber: Yayasan Leuser Internasional (Tahun 2006)
+6

Referensi

Dokumen terkait

Dengan mengingat ketentuan-ketentuan dalam pasal 1 dan 2 pelaksanaan hak ulayat dan hak-hak yang serupa itu dari masyarakat-masyarakat hukum adat, sepanjang menurut

“Dengan mengingat ketentuan -ketentuan dalam pasal 1 dan 2 pelaksanaan hak ulayat dan hak-hak yang serupa itu dari masyarakat-masyarakat hukum adat, sepanjang menurut

hutan hak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Menteri bersama pemerintah daerah melakukan identifikasi dan verifikasi masyarakat adat dan wilayahnya yang berada di

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.17/MENLHK/SETJEN/KUM.1/5/2018 tentang Tata Cara Pelepasan Kawasan Hutan dan Perubahan Batas Kawasan Hutan

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.34/Menlhk/Setjen/Kum.1/5/2017 tentang Pengakuan dan Perlindungan Kearifan Lokal

Menurut Peraturan Menteri Agraria Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 5 Tahun 1999 menurut Pasal 1 ayat 1 yang dimaksud dengan Hak Ulayat adalah kewenangan yang menurut hukum adat

18 Tahun 2019 tentang Tata Cara Penatausahaan Tanah Ulayat Kesatuan Masyarakat Hukum Adat Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.P.21/Menlhk/Setjen/KUM.1/4/2019 tentang

Hal ini sebagai konsekuensi dari perubahan Pasal 1 angka 6 UU Kehutanan.24 Di dalam Putusan MK No 35 secara tegas disebutkan dengan cetak tebal bahwa hutan adat bukan lagi menjadi