Lentera Mentari dari Ciater
Makna Sebuah Pengabdian
Editor :
Dr. Yusuf Rahman, MA. Tim Penulis : Rozi Sapputra, dkk
TIM PENYUSUN
Lentera Mentari dari Ciater : Makna Sebuah pengabdian
Buku ini adalah laporan hasil kegiatan kelompok KKN-PpMM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2016 di Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan-Banten.
@ACTION2016_Kelompok KKN245 ISBN 978-602-6628-03-9
Tim Penyusun
Editor Dr. Yusuf Rahman, MA Penyunting Dr. Tantan Hermansah, M.Si
Penulis Rozi Sapputra,Emma Yuliana Nurbaithy, Siti Arimah, Wafira Rahmania, Ahmad Rizki Zulfikar Hilmi, Fitri Syamsyiah, Mathlail Fajri Ramdhan, Putri Inggita & Esa Fikroh Khoerunnisa.
Layout Emma Yuliana Nurbaithy Design Cover Wafira Rahmania
Kontributor Sholehoddin & Abdur Rosyid.
Diterbitkan atas kerjasama Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM)-LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
iii
HALAMAN PENGESAHAN
Buku Laporan Hasil Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pengabdian pada Masyarakat oleh Mahasiswa Kelompok KKN Nomor 245 di Kelurahan Ciater yang berjudul: Lentera Mentari dari Ciater: Makna Sebuah Pengabdian telah diperiksa dan disahkan pada tanggal, 31 Maret 2017
Dosen Pembimbing Koord. Program KKN-PpMM
Dr. Yusuf Rahman, MA Eva Nugraha, MA
NIP. 96702131992031002 NIP. 197102171998031002
Mengetahui,
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Djaka Badranaya, ME NIP. 197705302007011008
v
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa
Ta’ala yang telah melimpahkan Karunia-Nya sehingga buku ini bisa selesai
dalam waktu yang ditentukan. Salawat serta salam tidak lupa kita curahkan kepada pembimbing umat, Rasulullah Muhammad Shallallah
‘Alayhi wa Sallam.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu aktivitas yang harus ditempuh oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN). Hal ini merupakan bentuk komitmen UIN dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam hal pengabdian kepada Masyarakat. KKN merupakan kegiatan untuk mahasiswa dalam mengaplikasikan apa yang didapat dari perkuliahan, kemudian disalurkan kepada masyarakat dengan bersosialisasi terhadap masyarakat luas.
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata ini mengajarkan ilmu yang tidak akan didapat dari perkuliahan biasanya. Dalam KKN ini kami mendapat ilmu bagaimana cara berinteraksi terhadap masyarakat dengan prosedur yang baik sehingga bisa membimbing masyarakat di tempat KKN menjadi lebih baik kedepannya.
Buku laporan KKN didasarkan atas hasil kegiatan yang dilaksanakan tim penyusun selama kegiatan KKN yang berlangsung dalam waktu 32 hari di Kampung Ciater Tengah, Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong. Serangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh tim penyusun murni dilakukan bersama-sama dan semangat kerja para anak muda.
Tim penulis mengucapkan banyak terima kasih atas semua bantuan yang telah diberikan, baik secara langsung maupun tidak langsung selama penyusunan buku ini hingga selesai dan bisa diterbitkan kepada masyarakat. Secara khusus rasa terima kasih tersebut kami sampaikan kepada
1. Prof. Dr. Dede Rosyada, M.A selaku Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah mengizinkan kami untuk dapat melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
2. Djaka Badranaya, M.E selaku Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat yang telah memfasilitasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat di wilayah yang tepat untuk melakukan kegiatan ini.
3. Eva Nugraha, M.A selaku Kordinator KKN-PpMM yang telah mengatur berjalannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
vi | Kelompok K K N A C T I O N 2 0 1 6
4. Dr. Yusuf Rahman, M.A selaku dosen pembimbing yang telah banyak memberikan arahan kepada tim penyusun dalam melaksanakan kegiatan KKN dan sekaligus penyunting dalam laporan akhir KKN 5. Dr. Tantan Hermansyah, M.E penanggungjawab dan penyunting
laporan akhir KKN kelompok 245
6. Muhammad Syarif, SH.I selaku penyunting laporan akhir KKN
7. H. Nassan Wijaya selaku Lurah Ciater yang telah banyak membantu selama kegiatan KKN
8. H. Suryadi selaku tokoh masyarakat di Ciater Tengah yang telah banyak memberikan masukan selama kegiatan KKN
9. Pihak Darunnajah Charity yang telah memberikan sumbangan 50 mushaf al-Qur’an kepada kelompok KKN kami
10. Kedua orang tua dan keluarga kami, yang selalu mendukung dan mendo’akan kami, sehingga kami bisa sampai sekarang ini
11. Tim KKN ACTION yang telah memberikan tenaga dan pikirannya untuk kegiatan ini. Memberikan satu pikiran, satu senyuman dan satu hatinya untuk satu kebersamaan.
Tim Penulis menyadari bahwa buku laporan KKN ini belum sempurna, baik dari segi materi maupun penyajiannya. Untuk itu dibutuhkan saran dan kritik yang membangun dalam penyempurnaan buku laporan ini.
Terakhir tim penulis berharap, semoga buku ini dapat memberikan hal yang bermanfaat bagi kita semua dan menambah wawasan bagi para pembaca dan khususnya penulis.
Jakarta , 6 September 2016
vii DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... v
DAFTAR ISI ... vii
DAFTAR TABEL ... ix
DAFTAR GAMBAR/GRAFIK ... xi
TABEL IDENTITAS KELOMPOK ... xiii
RINGKASAN EKSEKUTIF ... xv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Dasar Pemikiran ... 1
B. Kondisi Umum Kelurahan Ciater ... 3
C. Permasalahan ... 4
D. Profil Kelompok KKN-PpMM 245 ACTION ... 6
E. Fokus dan Prioritas Program ... 9
F. Sasaran dan Target ... 10
G. Jadwal Pelaksanaan Program ... 14
H. Pendanaan dan Sumbangan ... 15
I. Sistematika Penyusunan... 15
BAB II METODE PELAKSANAAN PROGRAM ... 19
A. Metode Intervensi Sosial ... 19
B. Pendekatan dalam Pemberdayaan Masyarakat ... 20
BAB III KONDISI WILAYAH CIATER KECAMATAN SERPONG ... 23
A. Sejarah Singkat Kelurahan Ciater ...23
B. Letak Geografis ... 24
C. Struktur Penduduk Kelurahan Ciater ... 26
D. Sarana dan Prasarana ... 30
BAB IV DESKRIPSI HASIL PELAYANAN DAN PEMBERDAYAAN ... 33
A. Kerangka Pemecahan Masalah ... 33
B. Bentuk dan Hasil Kegiatan Pelayanan pada Masyarakat ... 42
C. Bentuk dan Hasil Kegiatan Pemberdayaan pada Masyarakat ... 65
D. Faktor-Faktor Pencapaian Hasil ... 86
BAB V PENUTUP ... 89
A. Kesimpulan ... 89
B. Rekomendasi... 89
EPILOG ... 91
A. Kesan Masyarakat atas Pelaksanaan KKN-PpMM ... 91
viii | Kelompok K K N A C T I O N 2 0 1 6
DAFTAR PUSTAKA ... 187 SHORT BIO ... 189 Lampiran-Lampiran ... 193
ix
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 : Fokus Permasalahan Prioritas Program & Kegiatan ... 9
Tabel 1.2 : Sasaran dan Target Kegiatan ... 10
Tabel 1.3 : Kegiatan Pra-KKN ... 14
Tabel 1.4 : Kegiatan Selama KKN ... 14
Tabel 1.5 : Kegiatan Setelah KKN ... 15
Tabel 1.6 : Pendanaan Kegiatan KKN ... 15
Tabel 1.7 : Sumbangan Dana KKN ... 15
Tabel 3.1 : Jumlah Penduduk Berdasarkan Pendidikan di Ciater ... 29
Tabel 3.2 : Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Pekerjaan di Ciater ... 29
Tabel 3.3 : Jumlah Sekolah di Kelurahan Ciater ... 30
Tabel 3.4 : Jumlah Tempat Ibadah di Kelurahan Ciater ... 30
Tabel 4.1 : Matrik SWOT Bidang Keagamaan ... 33
Tabel 4.2 : Matrik SWOT Bidang Pendidikan ... 34
Tabel 4.3 : Matrik SWOT Bidang Sosial/Lingkungan ... 35
Tabel 4.4 : Matrik SWOT Bidang Kesehatan ... 36
Tabel 4.5 : Matrik SWOT Bidang Olahraga ... 37
Tabel 4.6 : Matrik SWOT Bidang Sarana & Prasarana ... 39
Tabel 4.7 : Matrik SWOT Bidang Ekonomi... 40
Tabel 4.8 : Matrik SWOT Bidang Teknologi dan Komunikasi ... 41
Tabel 4.9 : Deskripsi Kegiatan Wakaf Mushaf al-Qur’an ... 42
Tabel 4.10 : Deskripsi Kegiatan Pemberian/Wakaf Alat Shalat ... 44
Tabel 4.11 : Deskripsi Kegiatan Membantu Mengajar PAUD & TK... 45
Tabel 4.12 : Deskripsi Kegiatan Membantu Mengajar di Sekolah Dasar ... 47
Tabel 4.13 : Deskripsi Kegiatan Pemberian Taman Baca ... 48
Tabel 4.14 : Deskripsi Kegiatan Pemberian Papan Tulis ... 50
Tabel 4.15 : Deskripsi Pengadaan Tong Sampah & Gerobak Sampah ... 52
Tabel 4.16 : Deskripsi Kegiatan Seminar Anti Miras ... 53
Tabel 4.17 : Deskripsi Kegiatan Posbindu ... 55
Tabel 4.18 : Deskripsi Kegiatan Penyuluhan TBC ... 57
Tabel 4.19 : Deskripsi Kegiatan Posyandu ... 58
Tabel 4.20 : Deskripsi Kegiatan BIAS ... 60
Tabel 4.21 : Deskripsi Kegiatan Pemberian Plang Nama Jalan ... 62
Tabel 4.22 : Deskripsi Kegiatan Merenovasi Lapangan Badminton ... 63
Tabel 4.23 : Deskripsi Kegiatan Pengajian Bersama Warga ... 65
x | Kelompok K K N A C T I O N 2 0 1 6
Tabel 4.25 : Deskripsi Kegiatan Mengajar TPA ... 68
Tabel4.26 : Deskripsi Kegiatan Pemutaran Video Edukasi... 70
Tabel 4.27 : Deskripsi Kegiatan Kerajinan Tangan Anak ... 72
Tabel 4.28 : Deskripsi Kegiatan Kerja bakti ... 74
Tabel 4.29 : Deskripsi Kegiatan Perayaan HUT RI Ke-71 ... 75
Tabel 4.30 : Deskripsi Kegiatan Pencegahan Penyakit DBD... 77
Tabel 4.31 : Deskripsi Kegiatan Senam ... 79
Tabel 4.32 : Deskripsi Lomba Badminton ... 81
Tabel 4.33 : Deskripsi Kegiatan Seminar Entrepreneur ... 82
xi
DAFTAR GAMBAR/GRAFIK
Gambar 1.1 : Logo Kelompok KKN ACTION ... 6
Gambar 3.1 : Peta Wilayah Kelurahan Ciater ... 24
Gambar 3.2 : Peta Jarak Lokasi KKN dengan Kampus UIN ... 25
Gambar 3.3 : Denah Lokasi Sarana & Prasarana Lokasi KKN ... 26
Grafik 3.1 : Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin di RW 06... 27
Grafik 3.2 : Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin di RW 07 ... 27
Grafik 3.3 : Grafik Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama ... 28
Gambar 3.4 : Foto Lapangan Sepak Bola yang berada di RT 06/07 ... 31
Gambar 3.5 : Foto Lapangan Bulu Tangkis yang berada di RT 03/06 ... 31
Gambar 3.6 : Foto Mushalla yang berada di RT 06/07 ... 31
Gambar 3.7 : Foto Masjid di Kelurahan Ciater ... 31
Gambar 4.1 : Wakaf Mushaf al-Qur’an di Mushalla Nurul Jannah ... 43
Gambar 4.2 : Wakaf Mushaf al-Qur’an di Mushalla Darussalam ... 43
Gambar 4.3 : Pemberian Sarung di Masjid Baiturrahim ... 45
Gambar 4.4 : Wakaf Alat Shalat di Mushalla At-Tin ... 45
Gambar 4.5 : Kegiatan Mengajar di PAUD Nurul Iman ... 46
Gambar 4.6 : Kegiatan Mengajar di TK Nurul Iman ... 46
Gambar 4.7 : Kegiatan Mengajar di SDN 01 Ciater... 48
Gambar 4.8 : Kegiatan Mengajar di SDN 02 Ciater... 48
Gambar 4.9 : Pembentukan Taman Baca ... 50
Gambar 4.10 : Penyerahan Buku untuk Taman Baca ... 50
Gambar 4.11 : Serah Terima Pemberian Papan Tulis ... 51
Gambar 4.12 : Penempatan Papan Tulis ... 51
Gambar 4.13 : Pemberian Nama pada Tong Sampah ... 53
Gambar 4.14 : Serah Terima Pemberian Tong Sampah & Gerobak ... 53
Gambar 4.15 : Seminar Anti Miras ... 55
Gambar 4.16 : Kampanye Anti Miras ... 55
Gambar 4.17 : Pemeriksaan Lansia di Posbindu ... 57
Gambar 4.18 : Pencatatan Riwayat Kesehatan Pasien ... 57
Gambar 4.19 : Persiapan Penyuluhan Tubercolosis ... 58
Gambar 4.20 : Penyuluhan Tubercolosis ... 58
Gambar 4.21 : Penimbangan Bayi ketika Posyandu ... 60
Gambar 4.22 : Imunisasi Bayi di Posyandu ... 60
Gambar 4.23 : Pelaksanaan Imunisasi Campak ... 61
xii | Kelompok K K N A C T I O N 2 0 1 6
Gambar 4.25 : Sebelum Terdapat Plang Nama Jalan ... 63
Gambar 4.26 : Ketika Pemberian Plang Nama Jalan ... 63
Gambar 4.27 : Sebelum Perbaikan Lapangan Badminton... 65
Gambar 4.28 : Sesudah Perbaikan Lapangan Badminton ... 65
Gambar 4.29 : Pengajian Bersama Warga di Masjid Baiturrahim ... 67
Gambar 4.30 : Pengajian Bersama Warga di Mushalla Nurul Jannah ... 67
Gambar 4.31 : Pengajian Remaja di Masjid Baiturrahim ... 68
Gambar 4.32 : Pengajian Remaja di Mushalla Darussalam ... 68
Gambar 4.33 : Mengajar TPA Kelas Iqra ... 70
Gambar 4.34 : Mengajar TPA Kelas al-Qur’an ... 70
Gambar 4.35 : Pemutaran Video Edukasi di RT 03/07 ... 72
Gambar 4.36 : Persiapan Pemutaran Video Edukas ... 72
Gambar 4.37 : Pembuatan Kerajinan Tangan Anak ... 73
Gambar 4.38 : Hasil Kerajinan Tangan Anak ... 73
Gambar 4.39 : Kegiatan Kerja Bakti Minggu I ... 75
Gambar 4.40 : Kegiatan Kerja Bakti Menyambut HUT RI ... 75
Gambar 4.41 : Upacara HUT RI ke-71 ... 77
Gambar 4.42 : Pertunjukan Drama Rengasdengklok ... 77
Gambar 4.43 : Penyuluhan ke Rumah Warga ... 79
Gambar 4.44 : Penyebaran Abate di sekitar Lingkungan ... 79
Gambar 4.45 : Persiapan Senam ... 80
Gambar 4.46 : Pelaksanaan Senam ... 80
Gambar 4.47 : Foto Bersama Peserta Lomba Badminton & Panitia ... 82
Gambar 4.48 : Pelaksanaan Lomba Badminton ... 82
Gambar 4.49 : Pelaksanaan Seminar & Workshop Entrepreneurship ... 84
Gambar 4.50 : Pemberian Sertifikat Kepada Narasumber ... 84
Gambar 4.51 : Kegiatan Bimbingan Belajar ... 86
xiii
TABEL IDENTITAS KELOMPOK
Kode 03/Tangerang Selatan/Serpong/245
3.3.6.
245
Kelurahan Ciater [245] Kelompok KKN ACTION Dana Rp 19.190.000,- Jmlh Mahasiswa 11 Orang Jumlah Kegiatan15 Kegiatan Non Fisik Jumlah
Pembangunan Fisik
11 Kegiatan: Pembuatan Plang Nama Jalan, Pemberian Tong Sampah, Pembuatan Plang Nama
Mushalla, Merenovasi Lapangan
Badminton, Wakaf Mushaf al-Qur’an, Wakaf Alat Shalat (Mukena, Sarung dan Karpet Sajadah), Pemberian White Board/Papan Tulis, Penyediaan Taman Baca, Pengadaan Buku-buku SK, Pemberian/Wakaf Buku-buku Bahan ajar TPA, dan Pemberian Buku Mufrodat Hijaiyah.
xiv | Kelompok K K N A C T I O N 2 0 1 6
“Ciater sudah menggoreskan kenangan dan berbagai
pelajaran bagi saya. Banyak inspirasi-inspirasi menarik yang
telah saya dapatkan ketika berada di Ciater. Terima kasih
Ciater telah memberikan sepenggal inspirasi untuk masa
depan saya.”
xv
RINGKASAN EKSEKUTIF
Buku ini disusun berdasarkan hasil kegiatan KKN-PpMM di Kelurahan Ciater selama 32 hari. Ada 11 orang mahasiswa yang terlibat di kelompok ini, yang berasal dari 8 Fakultas yang berbeda. Kami namakan kelompok ini KKN ACTION dengan nomor kelompok 245. Kami dibimbing oleh Bapak Dr. Yusuf Rahman, M.A. yang merupakan dosen Tafsir Hadits di Fakultas Ushuluddin. Tidak kurang dari 23 kegiatan yang kami lakukan di kelurahan tersebut, yang sebagian besar merupakan pelayanan kepada masyarakat dan sebagian adalah kegiatan pemberdayaan. Dengan fokus pada 2 RW, kegiatan-kegiatan yang kami lakukan menghabiskan dana sekitar Rp 19.190.000,-. Dana tersebut kami dapatkan dari iuran anggota kelompok KKN sebesar Rp 5.500.000,-, uang kas anggota sebanyak Rp 990.000,-, dana penyertaan program Pengabdian pada Masyarakat oleh Dosen (PpMD) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Rp 12.500.000,- dan sumbangan donator Rp 200.000,-.
Dari hasil kegiatan yang kami lakukan, terdapat sejumlah keberhasilan yang telah kami raih yaitu:
1. Bertambahnya pengetahuan masyarakat mengenai UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Bertambahnya motivasi dan percaya diri peserta didik di jenjang pendidikan dasar dan usia dini dalam bercita-cita tinggi.
3. Meningkatnya motivasi dan keinginan masyarakat dalam beribadah. 4. Meningkatnya kesadaran dan pola pikir warga untuk menjaga
kebersihan lingkungan.
5. Bertambahnya keterampilan anak-anak dalam bidang ilmu teknologi dan komunikasi.
6. Meningkatnya pengetahuan dan wawasan global anak-anak.
7. Bertambahnya pengetahuan ibu rumah tangga dalam menjalankan ekonomi kreatif dalam mengolah limbah sampah rumah tangga. 8. Terpenuhinya fasilitas ibadah di mushalla dan masjid.
9. Terpenuhinya pembangunan fisik atau rehab prasarana milik warga, antara lain: penempatan tong sampah, gerobak sampah, plang nama jalan, dan merenovasi lapangan badminton milik warga.
Saat merencanakan dan implementasi kegiatan, terdapat sejumlah kendala yang kami hadapi, antara lain:
xvi | Kelompok K K N A C T I O N 2 0 1 6
1. Kurangnya waktu untuk melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, baik internal anggota kelompok, dosen pembimbing, pihak sponsor, dan kelurahan.
2. Kurangnya dana yang bisa terkumpul untuk memaksimalkan rencana kegiatan yang telah disusun.
3. Sistem kepemimpinan atau pelimpahan jabatan yang masih konvensional.
4. Pemikiran masyarakat yang belum sepenuhnya mau menerima perubahan, salah satunya ialah belum mementingkan keutamaan kesehatan.
5. Kurangnya kesadaran dari masyarakat untuk menjaga kebersihan terhadap lingkungannya.
6. Kurangnya partisipasi dan inisiatif dari anggota internal.
Namun, sekalipun demikian, kami pada akhirnya bisa merampungkan sebagian besar rencana kegiatan kami. Adapun kekurangan-kekurangannya adalah:
1. Koordinasi dan konsolidasi di antara berbagai pihak harus tersusun secara sistematis untuk mempunyai tujuan, sasaran dan target yang seimbang sehingga dapat memudahkan dalam menjalankan strategi dari setiap program kegiatan.
2. Keterbatasan dana adalah masalah yang sangat klasik dari setiap kegiatan atau program. Maka dari itu kami berharap kelompok KKN selanjutnya agar dapat menyusun strategi dalam pemanfaatan dana yang dimiliki. Penggunaan dana didahulukan untuk program yang sangat penting dari wilayah tersebut.
3. Kurangnya komunikasi dalam bernegosiasi. Negosiasi adalah hal yang sangat penting dalam berhubungan di masyarakat, terutama saat berhadapan dengan seorang pemimpin. Untuk menghadapi sistem kepemimpinan yang masih bersifat konvensional, kita harus menghadapinya dengan hubungan kekeluargaan. Namun sebaiknya sistem tersebut dapat diperbaiki dan ditingkatkan dengan sistem administratif yang disiplin atau berdasarkan standar operasional yang ada.
4. Dalam berhubungan di masyarakat kita harus mempunyai rasa empati, simpati, partisipatif serta inisiatif dengan sesama, kami merasa belum bisa mencakup hal itu semua secara terus-menerus, terkadang kami masih gagap dalam berhubungan di masyarakat.
xvii PROLOG
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu kegiatan yang harus diikuti oleh setiap mahasiswa semester tujuh Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Sebagai mahasiswa, mereka tidak hanya mengikuti pembelajaran di kampus, akan tetapi juga harus terlibat di masyarakat. Sebagai calon pemimpin, mereka juga harus tahu keadaan masyarakat, problem-problem yang dihadapi masyarakat dan memberikan solusi terhadap problem-problem tersebut.
Oleh karena itu, sebelum melakukan KKN, para mahasiswa melakukan penelitian awal untuk melakukan problem identification, mendata masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat, kemudian membuat
problem solving, dengan mengajukan beberapa program dalam berbagai
bidang, serta kegiatan-kegiatan untuk mendukung program-program tersebut.
Buku ini merupakan laporan tertulis dari hasil KKN yang dilakukan oleh Kelompok 245 di Ciater, yang pesertanya berjumlah 11 dari 8 fakultas yang berbeda. Sebelum memulai kegiatan KKN, mereka melakukan problem
identification terhadap lokasi KKN, dan telah mendiskusikan beberapa
kegiatan yang akan dilakukan. Adapun hasil dari kegiatan-kegiatan tersebut dapat dibaca dari Buku Laporan KKN ini.
Sebagai Dosen Pembimbing, saya menyampaikan kepada kelompok 245, tentang keberadaan dana pendampingan KKN (PpMD) sebesar Rp 12.500.000,- yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan KKN, terutama untuk pengadaan fisik. Maka disepakati untuk pengadaan tempat/tong sampah dan gerobak sampah, karena melihat bahwa masalah utama di wilayah tersebut adalah masalah kebersihan dan kesehatan.
Saya sangat bangga dengan kerja keras para mahasiswa dalam melakukan kegiatan KKN yang berlangsung selama 32 hari. Mereka bekerja gotong royong, saling mendukung dan memotivasi teman lainnya untuk kesuksesan kegiatan kelompok 245 ini. Dalam penutupan kegiatan KKN, Bapak Lurah pun mengucapkan terima kasih atas sumbangsih mahasiswa KKN dalam melaksanakan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.
Selain itu, KKN sendiri merupakan proses pembelajaran penting dalam kehidupan bermasyarakat. Di mana mahasiswa dituntut berpikir dan melihat sesuatu dengan cara unik serta menjadi pemimpin dan memberi manfaat nyata bagi kehidupan sosial masyarakat. Di sini juga mahasiswa
xviii | Kelompok K K N A C T I O N 2 0 1 6
mempunyai kesempatan untuk mengembangkan diri, memunculkan dan melatih jiwa kepemimpinan, mengasah soft kill yang dimiliki, serta menuangkan ide-ide kreatif dalam bentuk kegiatan yang bermanfaat.
Dengan kurun waktu yang hanya sebulan, KKN ACTION 245 di Kelurahan Ciater telah mampu melaksanakan berbagai kegiatan yang direncanakan, seperti kegiatan dalam bidang keagamaan, bidang pendidikan, bidang sosial/lingkungan, bidang kesehatan, bidang olahraga, bidang sarana & prasarana, bidang ekonomi, dan bidang teknologi & komunikasi.
Kegiatan yang dilaksanakan selama KKN oleh mahasiswa ini merupakan kegiatan-kegiatan yang diharapkan dapat membangkitkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kualitas lingkungannya dan dapat memberikan stimulus secara tidak langsung kepada masyarakat di sekitar Kelurahan Ciater, yang nantinya dapat terus berlangsung setelah KKN ini selesai. Selain itu, masyarakat juga diharapkan akan mampu mengembangkan ide-ide kreatif yang nantinya akan mempererat tali silaturahmi antar warga dan membuat wilayah tersebut mampu menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi saat ini dan di masa yang akan datang.
Saya mengucapkan terima kasih atas keberhasilan KKN ACTION 245. Ini semua tidak terlepas dari adanya dukungan masyarakat sekitar di Kelurahan Ciater, aparat Kelurahan, tokoh masyarakat, dan orang tua mahasiswa. Saya selaku dosen pembimbing KKN ACTION 245 merasa penulisan buku ini masih jauh dari kata kesempurnaan, karena kesempurnaan dan kebenaran itu hanya berasal dari Allah Subhanahu wa
Ta’ala dan ketidaksempurnaan itu datangnya dari kami. Semoga karya yang
begitu sederhana ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak khususnya masyarakat di Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan.
USA, 24 Oktober 2016 Yusuf Rahman
1
BAB I PENDAHULUAN
A. Dasar Pemikiran
Mahasiswa merupakan individu yang dewasa dalam segi pemikiran dianggap telah mampu mengidentifikasi, menganalisis dan mencari solusi dalam sebuah permasalahan. Mahasiswa adalah penyebutan untuk siswa atau seorang penuntut ilmu yang paling tinggi tingkat kognitifnya yakni dengan menuntut ilmu di perguruan tinggi.
Perguruan tinggi memiliki fondasi dan dasar tanggung jawab bagi mahasiswa dengan adanya Tri Darma Pendidikan Perguruan Tinggi. Isi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi ialah Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, dan Pengabdian pada Masyarakat.1 Selama menempuh
pendidikan di sebuah perguruan tinggi, mahasiswa haruslah dapat memenuhi tiga aspek tersebut. Dalam pelaksanaan ketiga aspek tersebut bukan semata-mata karena aturan atau sebuah keharusan yang telah dituliskan dalam sistem pendidikan nasional, namun mahasiswa diharapkan mampu melakukan dengan sepenuh hati dan pemikirannya untuk membantu menyelesaikan permasalahan negara.
Salah satu aspek yang harus dilakukan mahasiswa adalah pengabdian pada masyarakat. Setelah mahasiswa mumpuni dalam ilmu pengetahuan serta mampu menelisik secara objektif sebuah permasalahan dengan melakukan penelitian ilmiah, mahasiswa dianggap mampu mengaplikasikan diri di masyarakat. Tidak hanya itu, mahasiswa diharapkan mampu mengeksplorasi lebih dalam pembelajaran langsung yang terjadi di masyarakat. Dengan itu, setelah lulus dari perguruan tinggi mahasiswa dapat menjadi kepercayaan bangsa dalam membantu menyejahterakan kehidupan masyarakat.
Terlepas dari itu sebagai makhluk sosial, kita tentunya hidup saling membutuhkan satu sama lain, dan juga kita mempunyai kewajiban untuk menolong satu sama lainnya.2 Begitu banyak keragaman hidup masyarakat
yang ada di dunia ini, ada yang sangat kaya dan ada yang sangat miskin. Terdapat lingkungan masyarakat yang sebagian besar mampu untuk
1 Hendranto, Penjelasan Lengkap Tri Dharma Perguruan Tinggi, diakses pada tanggal 21
Februari 2017 dari: http://www.google.co.id/amp/gopena.com/tri-darma-perguruan-tinggi.
2 Firman, Manusia sebagai Makhluk Sosial, diakses pada tanggal 21 Februari 2017 dari:
2 | Kelompok K K N A C T I O N 2 0 1 6
berkembang lebih maju, dan ada pula lingkungan yang sebagian besar tidak mampu dan masih terbelakang dalam perkembangan zaman. Tugas kita sebagai manusia adalah saling mengingatkan serta membantu satu dengan lainnya. Yakni dengan memberikan suatu wujud nyata dalam kehidupan bermasyarakat, menjadi bagian dari kehidupan mereka, merasakan kesusahpayahan dan kecerian dalam kehidupan bermasyarakat.
Wujud pengabdian pada masyarakat UIN Syarif Hidayatullah ialah dengan pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN). KKN dilakukan di semester akhir dengan maksud agar mahasiswa mampu menghadapi permasalahan di masyarakat secara lebih objektif dan lebih matang dari segi pemikirannya, sebab mahasiswa telah mendapatkan sebagian besar mata kuliah yang menjadi konsentrasi bidangnya. Kuliah Kerja Nyata ini dilaksanakan untuk menjangkau dan menyejahterakan lingkungan masyarakat wilayah sekitar UIN Syarif Hidayatullah, sebab masih banyak lingkungan yang sekiranya maju tetapi dibalik itu masih banyak faktor permasalahan kehidupan yang harus diselesaikan.
UIN Syarif Hidayatullah berada di wilayah administratif Kota Tangerang Selatan. Salah satu wilayah yang dekat dengan lingkungan UIN Syarif Hidayatullah ialah wilayah Ciater, Serpong. Jika sebagian orang mendengar kata Serpong, pasti yang terlintas dibenak mereka yakni wilayah yang telah memiliki kemajuan yang cukup baik karena telah banyak terdapat wilayah komplek perumahan elit. Namun tidak semua wilayah Serpong memiliki tingkat kemajuan kehidupan yang cukup tinggi seperti dibenak orang-orang yang mendengarnya. Masih terdapat lingkungan masyarakat yang segi kehidupannya terbilang kurang dan sangat kurang.
Target dari lokasi penempatan KKN ialah wilayah perkampungan. Kelurahan Ciater, merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Komplek Perumahan BSD. Terlepas dari itu di Kelurahan Ciater sendiri telah banyak komplek perumahan. Dari 12 wilayah yang termasuk ke dalam Kelurahan Ciater, 7 dari wilayah tersebut adalah komplek perumahan, selebihnya adalah wilayah perkampungan. Maka wajar saja, mengapa kita sendiri bertanya-tanya bahkan orang lain pun heran apabila wilayah Ciater, Serpong menjadi penempatan KKN, sampai akhirnya kami melakukan observasi awal atau survei.
Setelah melakukan observasi, ternyata kami melihat beberapa permasalahan. Tepatnya bukan permasalahan yang terlalu krusial jika kita
Lentera Mentari dari Ciater |3
melihatnya hanya dari satu sisi. Namun permasalahan ini lebih tepatnya adalah soal pengembangan sumber daya manusia yang ada di wilayah tersebut. Untuk mengembangkan sumber daya manusia tentunya tidak saja melalui satu bidang sasaran, melainkan meliputi segala aspek atau bidang dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Lingkungan masyarakat Ciater, khususnya Kampung Ciater Tengah masih terbilang sangat erat hubungan kekeluargaan dan gotong royong antar tetangga. Namun di sisi lain wilayah ini juga mempunyai sejarah tentang konflik antar kampung yang turun-temurun. Walaupun konflik tersebut sudah mulai mereda saat ini, tetapi masih ada sisa-sisa dari konflik tersebut yang ditinggalkan.
Oleh sebab itu, kami merasa tempat ini tepat untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata sebagai salah satu wujud pelaksanaan Tri Darma Pendidikan yakni Pengabdian pada Masyarakat. Pengabdian pada masyarakat bukan hanya terkait persoalan apa yang bisa dibangun dalam bentuk material atau fisik, melainkan apa pun yang bisa kita berikan untuk membangun bentuk fisik di masa depan oleh jerih payah mereka sendiri.
Melalui buku ini, kami mengutarakan hasil pembelajaran dan pengabdian kami selama berlangsungnya proses KKN dalam buku yang kami beri judul “Lentera Mentari dari Ciater”. Pemilihan judul buku ini ialah bahwa di antara keramaian kota Serpong, terdapat satu cahaya yang tidak terlihat dari kejauhan, namun jika cahaya itu didekati, akan berubah menjadi mentari yang kemudian mampu mengubah masa depan semua orang. Cahaya itu adalah keramahan warga, keceriaan anak-anak Ciater, semangat gotong-royong warga, dan antusias mereka menyemarakkan kerukunan antar warga. Dari cahaya itu, akan membuahkan cahaya yang lebih besar bukan hanya untuk kami, namun alam semesta, karena dari cahaya yang tidak terlihat itu dapat menginspirasi kami untuk membuka mata kami dalam menebarkan manfaat kepada sesama.
B. Kondisi Umum Kelurahan Ciater
Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Kabupaten Tangerang Selatan Provinsi Banten tercatat memiliki jumlah penduduk sebanyak 20.755 jiwa, terdiri dari 10.551 laki-laki dan 10.204 perempuan dengan 6.952 kepala keluarga. Penduduk-penduduk tersebut tersebar ke dalam 20 Rukun Warga (RW) dan 18 Rukun Tetangga (RT). Kampung Ciater Tengah terdiri atas dua Rukun Warga yakni RW 6 & RW 7 yang merupakan salah satu wilayah di Kelurahan Ciater. Jumlah penduduk di wilayah ini yakni 663 KK (Kartu Keluarga), laki-laki berjumlah 1.019 orang
4 | Kelompok K K N A C T I O N 2 0 1 6
dan wanita berjumlah 1.051 orang. Daerah ini merupakan lingkungan padat penduduk dan masih memiliki banyak kebun yang merupakan tanah milik warga. 3
Kondisi sosial di wilayah ini masih memegang teguh asas kekeluargaan serta kebiasaan-kebiasaan yang telah dilakukan sejak lama. Sebagian besar penduduk di Ciater merupakan penduduk asli daerah tersebut, dan sebagian kecil ialah penduduk yang berasal dari wilayah lain.
Terdapat 5 institusi pendidikan di wilayah Kampung Ciater Tengah yakni 2 PAUD, 1 TK (Taman Kanak-kanak) dan 2 SD (Sekolah Dasar)/MI (Madrasah Ibtidaiyah). Berdasarkan data kependudukan terdapat 255 orang memiliki pendidikan lulus SD, 287 orang lulus SMP dan 157 orang lulus SMA. Kondisi ekonomi masyarakat dapat dikategorikan rendah. Dari data kependudukan berdasarkan pekerjaan, yakni terdapat 416 orang belum mempunyai pekerjaan, 437 orang adalah ibu rumah tangga, 393 karyawan swasta, 191 orang karyawan, dan 37 orang adalah PNS.4
C. Permasalahan
Setelah melakukan observasi awal atau survei, kami melihat terdapat permasalahan-permasalahan. Beberapa permasalahan yang ada di Kelurahan Ciater, di antaranya:
1. Bidang Keagamaan
Pendidikan keagamaan telah ada dan dilaksanakan dengan intensif dan terjadwal. Namun kami melihat ada permasalahan, sehingga pendidikan keagamaan belum mencapai hasil yang maksimal. Di antara permasalahan tersebut ialah dalam pelaksanaan pendidikan keagamaan belum memiliki target sasaran yang terukur dan catatan dalam penilaian atau evaluasi dalam pembelajaran, sehingga kegiatan keagamaan seketika berlangsung namun belum mencapai perkembangan yang signifikan. Kurangnya antusias masyarakat pribumi dan pendatang terhadap acara-acara agama dan pengajian di masjid-masjid. Kemudian dapat juga diidentifikasi bahwa perilaku
3 Data Statistik Berdasarkan Jenis Kelamin Penduduk di Kelurahan Ciater tahun 2015,
dokumen dalam bentuk soft file Microsoft Excel yang diberikan oleh Sekretaris Kelurahan Ciater pada tanggal 12 Mei 2016.
4 Data Statistik Berdasarkan Pendidikan dan Pekerjaan di Kelurahan Ciater tahun 2015,
dokumen dalam bentuk soft file Microsoft Excel yang diberikan oleh Sekretaris Kelurahan Ciater pada tanggal 12 Mei 2016.
Lentera Mentari dari Ciater |5
moral sebagian masyarakat yang kurang baik, dikarenakan kurangnya penerapan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Bidang Pendidikan
Kegiatan pendidikan dalam hal ini lebih memfokuskan pada pembelajaran yang bersifat umum. Permasalahan yang kami temukan dalam hal ini ialah bahwa proses pembelajaran di sekolah atau di rumah menerapkan metode pembelajaran yang cenderung sama dan menjadi budaya dalam kegiatan belajar mengajar. Masyarakat kurang tertarik terhadap perguruan tinggi sehingga banyak dari mereka setelah jenjang SMA atau yang setara langsung mencari pekerjaan daripada meneruskan ke bangku kuliah dan kurangnya tenaga pengajar yang mumpuni untuk TPA. Kemudian kurangnya sarana bagi masyarakat untuk memiliki motivasi dalam membaca atau belajar.
3. Bidang Sosial/Lingkungan
Permasalahan sosial & lingkungan dapat dikategorikan dalam satu bidang permasalahan dikarenakan dalam hal ini memiliki substansi yang sama yakni pola hidup masyarakat di dalam lingkungannya. Masyarakat dalam hal ini kurang memahami tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Kepercayaan masyarakat yang belum sepenuhnya mau menerima perubahan atau pengetahuan baru dan perbedaan antara warga pribumi dengan warga pendatang menjadikan kurang bersatunya masyarakat.
4. Bidang Kesehatan
Kurang tanggapnya masyarakat terhadap anggota keluarga yang sakit atau memiliki kelainan dan masyarakat acuh terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Mengakibatkan penyakit belum bisa dikendalikan atau dicegah, untuk mengurangi risiko dari penyakit tersebut.
5. Bidang Olahraga
Potensi yang dimiliki oleh beberapa warga dari kampung ini, terbilang cukup baik. Namun, kesadaran warga terhadap kebutuhan olahraga masih kecil dan kegiatan olahraga yang diselenggarakan tidak menyeluruh hanya untuk laki-laki saja.
6. Bidang Ekonomi
Penghasilan warga masih rendah, serta masih banyaknya pengangguran dan sempitnya lahan pekerjaan di sekitar Ciater Tengah. Hal ini dirasakan karena kurangnya keterampilan yang dimiliki oleh warga
6 | Kelompok K K N A C T I O N 2 0 1 6
sehingga, mereka cenderung mencari uang dengan pekerjaan sebagai buruh, dan bercocok tanam, yang bisa dibilang masih kecil rata-rata pendapatannya.
7. Bidang Sarana & Prasarana
Kurangnya sarana yang disediakan pemerintah untuk kegiatan warga, salah satunya belum ada puskesmas dalam satu kelurahan. Kemudian penggunaan plang nama jalan yang belum memadai dan belum adanya tempat sampah di berbagai tempat umum. Sebab dengan adanya alat-alat seperti itu dapat memfasilitasi warga dalam menjaga lingkungannya.
8. Bidang Teknologi dan Komunikasi
Persoalan teknologi dan komunikasi saat ini menjadi sangat penting, sebab hampir semua ruang lingkup kehidupan telah menggunakan teknologi dan informasi. Tetapi sangat disayangkan apabila masih belum ada yang paham akan teknologi dan kecepatan informasi yang diberikan oleh teknologi. Masyarakat di lingkungan Ciater ini, rata-rata masih belum paham akan kecanggihan teknologi saat ini. Terutama anak-anak sekolah, yang sebenarnya mempunyai kesempatan untuk mengeksplorasi lebih banyak pengetahuan melalui kecepatan akses teknologi. Namun, masyarakat hampir tidak memikirkan tentang kemajuan teknologi, sebab untuk memiliki alat teknologi canggih seperti saat ini bukan menjadi prioritas dalam hidup mereka.
D. Profil Kelompok KKN-PpMM 245 ACTION
Kelompok KKN 245 ini menamakan dirinya dengan ACTION. Adapun ACTION merupakan kepanjangan dari Active, Creative,
Totality, Innovative, Organization, dan Nationalism.
Makna dari seitap kata tersebut yakni: Active merupakan semangat jiwa mahasiswa untuk selalu hadir dan berperan dalam berbagai hal-hal positif; Creative dalam berpikir dan melihat sesuatu dengan cara unik; Totality dalam penggunaan waktu, tenaga dan kemampuan untuk kegiatan bermanfaat; Innovative dalam mencari jalan keluar dari masalah yang ada dan membawa pembaharuan; Organization, terorganisasi dan terkoordinasi dalam setiap langkah atas dasar aturan dan nilai norma
Gambar 1.1: Logo Kelompok KKN
Lentera Mentari dari Ciater |7
yang ada; Nationalism, cinta tanah air merupakan harga mati sebagai identitas dan jati diri agar menjadi kuat dan tidak terbawa pengaruh negatif globalisasi yang ada.
KKN ACTION dilambangkan dengan logo Tangan Berpegangan yang menggambarkan individu yang bergotong royong dengan yang lainnya untuk menciptakan kekuatan, persatuan dan perubahan yang nyata dalam masyarakat. Gambar pada logo yang bewarna-warni mempunyai filosofi sendiri yang mewakilkan bahwa mereka adalah mahasiswa dari jurusan yang berbeda-beda dengan kemampuan yang berbeda-beda tetapi bersama menciptakan keindahan dari keunikan masing-masing. Segi tujuh dalam logo mewakilkan dari setiap fakultas yang berbeda membentuk sebuah wadah perubahan.
Kelompok KKN ACTION 245 terdiri dari mahasiswa dari berbagai jurusan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dibentuk oleh tim PPM UIN Jakarta untuk melaksanakn kegiatan kuliah kerja nyata di Kelurahan Ciater. Kelompok ini terdiri dari 11 mahasiswa yaitu :
Rozi Sapputra adalah mahasiswa Jurusan Muamalat di Fakultas Syariah dan Hukum. Ia memiliki kompetensi akademik dalam ranah berbisnis sesuai syariat Islam. Tidak hanya itu ia juga memahami perhitungan perbankan sesuai syariat Islam. Selain itu ia juga mempunyai keterampilan dalam bermain futsal ataupun sepak bola. Posisinya dalam kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini ialah sebagai ketua.
Siti Arimah ialah mahasiswi Jurusan Tafsir Hadist di Fakultas Ushuluddin. Ia memiliki kompetensi dalam pendidikan keagamaan terutama tafsir al-Qur’an dan Hadist. Ia juga pandai dalam mengajar dan berinteraksi dengan anak kecil. Ia juga memiliki kemampuan dalam memasak. Posisinya dalam kelompok ini yakni sebagai sekretaris I. Emma Yuliana Nubaithy yakni mahasiswi Jurusan Manajemen
Pendidikan pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Ia mempunyai kompetensi akademik dalam bidang kependidikan. Keterampilan kompetensi akademik yang dimillikinya ialah menganalisa dan mengelola faktor-faktor pemasalahan yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Ia mempunyai kemampuan dalam pengelolaan administasi serta mengajar. Ia juga sangat menyukai berinteraksi dengan anak-anak. Dalam kelompok KKN ini ia memiliki posisi sebagai sekretaris II.
Putri Inggita merupakan mahasiswi Jurusan Sejarah Kebudayaan Islam yakni di Fakultas Adab dan Humaniora. Kompetensi akademik yang
8 | Kelompok K K N A C T I O N 2 0 1 6
dimilikinya ialah memahami dengan jelas sejarah dan budaya Islam yang ada di Indonesia. Selain itu ia juga mempunyai kompetensi akademik dalam berbahasa Indonesia, Inggris, Arab dan Belanda. Posisinya dalam kelompok KKN yaitu sebagai bendahara.
Fitri Syamsyiah merupakan mahasiswi Jurusan Perbankan Syariah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Kompetensi akademik yang dimilikinya yakni dalam bidang perbankan yang sesuai dengan aturan atau syariat Islam. Keterampilannya adalah dalam menghitung atau mengkalkulasikan angka. Selain itu ia juga memiliki kemampuan dalam mengajar. Posisinya dalam kelompok ini ialah divisi acara.
Wafira Rahmania ialah mahasiswi Jurusan Teknik Informatika di Fakultas Sains dan Teknologi. Kemampuan akademik yang dimilikinya ialah dalam bidang teknologi dan desain grafis. Selain itu ia juga memiliki keterampilan dalam mengajar dan berbahasa Arab, posisi dalam kelompok ini ialah divisi pubdekdok (publikasi, dekorasi dan dokumentasi).
Esa Fikroh Khoerunnisa merupakan mahasiswi Jurusan Jurnalistik di Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Ia memiliki kemampuan akademik dalam bidang komunikasi terutama dalam mencari informasi dan pengetahuan. Ia juga memiliki kemampuan dalam bidang yang berkaitan dengan komputer. Selain itu ia juga pandai dalam mengajar dan berinteraksi dengan anak-anak. Dalam kelompok KKN ini ia berada sebagai divisi humas.
Mathlail Fajri Ramadhan S. adalah mahasiswa Jurusan Teknik Informatika di Fakultas Sains dan Teknologi. Ia memiliki kemampuan akademik dalam bidang teknologi yakni dalam pembuatan aplikasi atau
software. Selain itu ia juga mempunyai keterampilan dalam bermusik dan
olahraga. Ia sebagai divisi pubdekdok (publikasi, dekorasi, dan dokumentasi) dalam kelompok ini.
Ahmad Rizki Zulfikar ialah mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariah pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Ia memiliki kompetensi akademik dalam berbisnis dan mengkalkulasikan angka. Selain itu ia juga terampil dalam mengajar, terutama bidang bahasa Inggris. Ia juga memiliki keterampilan dalam berkomunikasi ataupun memberikan tausiyah. Posisi dalam kelompok KKN ini yaitu sebagai divisi acara.
Solehuddin ialah mahasiswa Jurusan Aqidah Filsafat di Fakultas Ushuluddin. Ia memiliki kompetensi akademik dalam bidang
Lentera Mentari dari Ciater |9
Pendidikan Agama terutama dalam bidang filsafat. Ia juga mempunyai keterampilan dalam tar’tilul Qur’an. Ia juga mempunyai kemampuan dalam membuat keterampilan dan karya seni daur ulang bahan plastik. Posisinya dalam kelompok ini ialah divisi humas.
Abdul Rosyid ialah mahasiswa Jurusan Dirasat Islamiyah pada Fakultas Dirasat Islamiyah. Ia memiliki kompetensi akademik dalam berbahasa Arab dan juga berkaitan dengan kependidikan. Ia sangat terampil dalam berkomunikasi terlebih dengan berbahasa Arab, terlebih kemampuannya dalam mengajar dan memberikan tausiyah/ceramah dan menjadi seorang MC. Ia juga sangat terampil dalam keolahragaan, salah satunya ialah senam dan mendaki gunung. Dalam kelompok ini ia ditempatkan sebagai divisi acara.
E. Fokus dan Prioritas Program
Berdasarkan sub bab permasalahan terdapat 8 bidang permasalahan, yaitu: 1) Keagamaan, 2) Pendidikan, 3) Sosial/Lingkungan, 4) Kesehatan, 5) Olahraga, 6) Sarana & Prasarana. 7) Ekonomi, 8) Bidang Teknologi & Komunikasi. Adapun rincian prioritas programnya adalah sebagai berikut:
Tabel 1.1: Fokus Permasalahan Prioritas Program & Kegiatan Fokus Permasalahan Prioritas Program & Kegiatan
Bidang Keagamaan Ciater Taklim
o Pemberian/ Wakaf Mushaf al-Qur’an o Pemberian/ Wakaf Alat Shalat
o Pengajian Bersama Setiap Malam Jum’at (Pembacaan Surah Yasin)
o Majelis Taklim Remaja
o Pelayanan Pendidikan TPA/TPQ
Bidang Pendidikan Masyarakat Cakap Wawasan
Mengajar di PAUD dan TK Mengajar di SD
Penyediaan Taman Baca
Pemberian White Board/Papan Tulis Pemutaran Video Edukasi
Pembuatan Kerajinan/Keterampilan Seni untuk Anak-anak
10 | Kelompok K K N A C T I O N 2 0 1 6
Sosial/Lingkungan o Kerja Bakti
o Pengadaan Tong Sampah dan Gerobak Sampah
o Perayaan HUT RI
Bidang Kesehatan Bakti Sehat Saudaraku
Seminar Anti Miras
Membantu Pelayanan Posbindu Membantu Penyuluhan Tubercolosis Membantu Kegiatan di Posyandu
Membantu BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah)
Penyuluhan Pencegahan Wabah Demam Berdarah
Bidang Olahraga Sehat Jasmani
o Mengadakan Kegiatan Senam o Mengadakan Lomba Badminton Bidang Sarana dan
Prasarana
Untuk Masyarakat Pengadaan Plang Jalan
Memperbaiki Lapangan Badminton
Pengadaan Patok Batas Wilayah Kelurahan dan RT
Bidang Ekonomi Terampil Ekonomi Kreatif
o Seminar Entrepreneur Bidang Teknologi &
Komunikasi
Cerdas Berteknologi
Mengajarkan Anak-anak & Dewasa Tentang Edukasi Teknologi
F. Sasaran dan Target
Berdasarkan target dan prioritas program yang telah kami buat, maka kami menentukan sasaran dan target dari setiap kegiatan, yakni:
Tabel 1.2: Sasaran dan Target Kegiatan
No Kegiatan Sasaran Target
1. Wakaf Mushaf al-Qur’an
Mushalla dan masjid
di wilayah
Kelurahan Ciater.
10 Mushalla dan 1 masjid mendapatkan 50 mushaf al-Qur’an.
Lentera Mentari dari Ciater |11
2. Wakaf Alat
Shalat
Mushalla dan masjid
di Kelurahan Ciater.
3 mushalla dan 1 masjid mendapatkan sarana beribadah berupa: 15 mukena. 3 Pengajian Bersama Warga Setiap Malam Jum’at Warga Kampung Ciater Tengah.
30 orang warga Kampung Ciater Tengah berpartisipasi dalam kegiatan pengajian mingguan. 4 Majelis Taklim Remaja Remaja Kampung Ciater Tengah.
20 remaja putra & putri berpartisipasi dalam kegiatan pengajian mingguan 5 Pelayanan Pendidikan TPA/TPQ Guru TPA/TPQ di Masjid Baiturrahim. 2 pengajar TPA/TPQ di Masjid Baiturrahim terbantu dalam kegiatan mengajar mengaji anak-anak usia 6-15 tahun 6 Mengajar di
PAUD dan TK
Guru PAUD dan TK Kelurahan Ciater.
5 guru PAUD/TK
terbantu dalam kegiatan belajar mengajar. 7 Mengajar di SD (Sekolah Dasar) Guru-guru di SDN 01 Ciater dan SDN 02 Ciater. 4 orang guru di SDN 01 Ciater dan SDN 02 Ciater terbantu dalam kegiatan belajar mengajar.
8 Penyediaan Taman Baca
Taman baca 1 taman baca tersedia di RW 06 Kampung Ciater Tengah 9 Pemberian White Board/ Papan Tulis TPA/TPQ di RW 06 Kampung Ciater Tengah. 1 TPA/TPQ di RW 06 Kampung Ciater Tengah mendapatkan 1 papan tulis. 10 Pemutaran Video Edukasi Anak-anak di Kampung Ciater Tengah. 20 anak-anak di
Kampung Ciater Tengah mendapatkan informasi melalui tayangan edukasi
12 | Kelompok K K N A C T I O N 2 0 1 6
sebagai hiburan dan sarana belajar anak-anak. 11 Mengajarkan Kerajinan/ Keterampilan untuk anak -anak Anak-anak di TK Nurul Iman. 40 anak-anak mendapatkan pengajaran cara membuat kerajinan tangan.
12 Kerja Bakti Warga RT 03 RW 07 Kampung Ciater Tengah.
30 Warga RT 03 RW 07 Kampung Ciater Tengah berpartipasi dalam kerja bakti membersihkan lingkungan. 13 Pemberian Tong Sampah & Gerobak Sampah Pengurus RW 06 & 07 Kampung Ciater Tengah. 1 pengurus RW mendapatkan 15 tong sampah dan 1 gerobak sampah. 14 Perayaan HUT RI Warga RT 03 RW 07 Kampung Ciater Tengah. 200 warga RT 03 RW 07 Kampung Ciater Tengah terbantu dalam persiapan acara HUT RI.
15 Seminar Anti Miras (Minuman Keras) Remaja dan siswa/siswi kelas XI SMK 1 Kota Tangerang Selatan
30 orang remaja putra & 20 remaja putri
mendapatkan informasi bahaya minuman keras. 16 Membantu Pelayanan Posbindu Petugas pelayanan kesehatan. 5 orang petugas pelayanan kesehatan terbantu dalam pelaksanaan Posbindu di Kelurahan Ciater. 17 Penyuluhan Penyakit TB (Tubercolosis) Petugas pelayanan penyuluhan TB (Tubercolosis). 5 orang petugas pelayanan penyuluhan TB (Tubercolosis) terbantu dalam pelaksanaan penyuluhan di Kelurahan Ciater.
Lentera Mentari dari Ciater |13
kegiatan Posyandu
Posbindu. terbantu dalam kegiatan Posyandu. 19 BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) Petugas Pelayanan BIAS. 3 petugas pelayanan terbantu dalam kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). 20 Penyuluhan Pencegahan Demam Berdarah Warga mendapatkan bubuk abate secara gratis dan mendapatkan informasi tentang pencegahan demam berdarah. 100 keluarga mendapatkan bubuk
abate secara gratis dan
mendapatkan informasi tentang pencegahan demam berdarah. 21 Kegiatan Senam Guru TK Nurul Iman
3 guru TK terbantu untuk mengajar senam 22 Lomba Badminton Kegiatan Perlombaan. Kegiatan perlombaan badminton terselenggara di Kampung Ciater Tengah dan diikuti oleh 30 pemuda dan bapak-bapak Kampung Ciater Tengah. 23 Pemberian Plang Nama Jalan Jalan/gang di wilayah Kampung Ciater Tengah. 4 jalan di Kampung Ciater Tengah mendapatkan dan terpasang plang nama jalan. 24 Merenovasi Lapangan Badminton Lapangan Badminton di Kelurahan Ciater. 1 lapangan badminton RT 03 RW 07 Kelurahan Ciater direnovasi. 25 Pengadaan Patok Batas Wilayah Kelurahan dan RT Batas wilayah di Kampung Ciater Tengah.
1 patok batas wilayah terpasang di batas wilayah Kampung Ciater Tengah.
14 | Kelompok K K N A C T I O N 2 0 1 6
Entrepreneurship Kelurahan Ciater. Kelurahan Ciater mendapatkan pelatihan pengolahan limbah plastik untuk dibuat kreasi yang mempunyai nilai ekonomis. 27 Bimbingan Belajar Edukasi Teknologi Anak-anak di Kampung Ciater Tengah. 15 anak-anak mendapatkan layanan bimbingan belajar mata pelajaran TIK.
G. Jadwal Pelaksanaan Program
1) Pra KKN PpMM 2016 (April-Juli 2016) Tabel 1.3: Kegiatan Pra KKN
No. Uraian Kegiatan Waktu
1. Pembentukan Kelompok 16 April 2016
2. Penyusunan Proposal 12 Mei 2016- 19 Juli 2016
3. Pembekalan 16 April 2016
4. Survei 12 Mei, 31 Mei, 12 Juni, dan 15 Juli tahun 2016
5. Pelepasan 25 Juli 2016
2) Pelaksanaan Program di Lokasi KKN (25 Juli-25 Agustus 2016) Tabel 1.4: Kegiatan Selama KKN
No. Uraian Kegiatan Waktu
1. Pembukaan di Lokasi KKN 26 Juli 2016 2. Pengenalan Lokasi dan Masyarakat 26 & 27 Juli 2016 3. Implementasi program 28 Juli-26 Agustus 2016
4. Penutupan 25 Agustus 2016
5. Kunjungan Dosen Pembimbing 26 Juli 2016 16 Agustus 2016 25 Agustus 2016
Lentera Mentari dari Ciater |15 3) Laporan dan Evaluasi Program (September-Desember 2016)
Tabel 1.5: Kegiatan setelah KKN
No Uraian Kegiatan Waktu
1 Penyusunan Buku Laporan Hasil KKN-PpMM
1–9 September 2016 2 Penyelesaian dan Pengunggahan
Film Dokumenter
30 Oktober 2016 3 Pengesahan dan Penerbitan Buku
Laporan
31 Maret 2017 4 Pengiriman Buku Laporan Hasil
KKN-PpMM
April 2017
H. Pendanaan dan Sumbangan 1) Pendanaan
Tabel 1.6: Pendanaan Kegiatan KKN
No Uraian Asal Dana Jumlah
1 Kontribusi Mahasiswa Anggota Kelompok Rp 500.000,-
Rp 5.500.000,- 2 Kas Rp 10.000,- x 11 orang x 9 hari Rp 990.000,- 3 Dana Penyertaan Program Pengabdian pada
Masyarakat oleh Dosen (PpMD 2016)
Rp 12.500.000,-
4 Donatur Rp 200.000,-
Total Rp 19.190.000,-
2) Sumbangan
Tabel 1. 7: Sumbangan Dana KKN
No Uraian Asal Sumbangan Jumlah
1. Darunnajah Charity 50 mushaf al-Qur’an 2. Anggota KKN ACTION 63 buah buku bacaan
3. H. Hasan Kurniawan 3 buku pedoman pembelajaran TPA I. Sistematika Penyusunan
Buku laporan hasil KKN ini disusun berdasarkan buku “Panduan
Penyusunan Buku Laporan Hasil KKN-PpMM 2016 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta”
dengan sistematika yang terbagi tujuh bagian. Bagian I yakni prolog, memuat refleksi Dosen Pembimbing selaku editor buku dalam melihat
16 | Kelompok K K N A C T I O N 2 0 1 6
pelaksanaan KKN-PpMM tahun 2016. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan masukan bagi para pihak terkait, agar program KKN selanjutnya menjadi lebih baik.
Bagian II adalah Bab I, Pendahuluan, yang memberikan gambaran umum tentang permasalahan serta potensi yang dimiliki Kelurahan Ciater atau tempat pelaksanaan KKN. Kemudian berdasarkan permasalahan tersebut disusunlah program kegiatan beserta sasaran, target dan tujuan yang akan dicapai. Lalu dibuatlah jadwal pelaksanaan kegiatan dan pendanaan selama kegiatan KKN. Tujuan dari penjabaran ini ialah agar program KKN ini dapat dianalisa, dasar atas ketercapaian kegiatan KKN.
Bagian III adalah Bab II, Metode Pelaksanaan, yang merupakan cara atau teknik pelaksanaan program kegiatan KKN berdasarkan studi pendahuluan metode intervensi sosial dan pendekatan pemberdayaan masyarakat dengan problem solving. Atas dasar tersebut kelompok KKN ACTION melakukan program kegiatan dan bagaimana alur dalam pemecahan masalah.
Bagian IV adalah Bab III yang merupakan data real lokasi KKN berdarkan data statistik dari kelurahan serta penelusuran oleh anggota KKN selama tinggal di lokasi KKN. Tujuannya adalah sebagai data otentik atau bukti permasalahan dan dapat diberikan solusi.
Bagian V adalah Bab IV yakni deskripsi strategi serta penjelasan kegiatan berdasarkan sasaran, target dan tujuan yang dicapai, lalu faktor-faktor apa saja yang mendukung dan menjadi penghambat pelaksanaan kegiatan KKN ACTION di Kelurahan Ciater, tepatnya di Kampung Ciater Tengah yang bertujuan dengan adanya deskripsi tersebut dapat menjadi rujukan atau pertimbangan oleh pemerintah setempat dan oleh tim pelaksana KKN selanjutnya dalam analisa perbaikan.
Bagian VI adalah Bab V yang terdiri dari penutup. Bab ini merupakan bab terakhir dari penulisan laporan ini, untuk itu penulis menarik kesimpulan dan rekomendasi sebagai bentuk penyelesaian masalah yang terdapat di wilayah tempat KKN. Tujuan dari penulisan ialah agar dapat diterima rekomendasi untuk perbaikan di wilayah tempat KKN.
Bagian VII adalah Epilog, memuat: kesan masyarakat atas pelaksanaan KKN serta penggalan kisah inspiratif anggota KKN ACTION. Penulisan bagian ini adalah untuk menggambarkan hal dan pelajaran apa yang didapatkan oleh tim KKN ACTION selama kegiatan berlangsung dan
Lentera Mentari dari Ciater |17
cita-cita serta harapan yang dapat memotivasi masyarakat di wilayah tersebut untuk tetap semangat dan berjuang untuk perbaikan.
18 | Kelompok K K N A C T I O N 2 0 1 6
“Kualitas keilmuan seseorang bukan dilihat dari tinggi dan
banyaknya gelar pendidikan, namun lihatlah pembawaannya,
bagaimana ia berkata dan bertindak,”
19
BAB II
METODE PELAKSANAAN PROGRAM
A. Metode Intervensi Sosial
Metode intervensi sosial merupakan salah satu unsur utama dari segi aspek metodologi, dan salah satu aspek yang perkembangan ilmu kesejahteraan sosial mempunyai fungsi untuk memberikan pertolongan. Metode intervensi dikembangkan untuk mencapai sasarannya yakni memperbaiki taraf hidup masyarakat. Pengkajian dan pembaharuan model intervensi baik strategi atau teknik dilakukan sejalan dengan adanya perubahan pada masyarakat.5 Intervensi sosial telah menjadi cara baru
dalam pemecahan persoalan yang terjadi di masyarakat di era modern dan globalisasi saat ini.
Intervensi sosial juga merupakan suatu perubahan yang terencana yang dilakukan oleh pelaku perubahan (the agent of change) terhadap sasaran perubahan (target of change) yang terdiri dari individu, keluarga, komunitas, organisasi dan masyarakat yang lebih luas.6 Artinya metode intervensi
sosial ini dapat digunakan dalam melihat kondisi sosial yang ada dengan tujuan untuk memperbaiki fungsi sosial guna mewujudkan masyarakat sejahtera.
Menurut James Whittaker dalam Lili Garliah menyatakan bahwa teknologi pertolongan interpersonal/intervensi sosial digunakan dalam pemecahan masalah yang dialami oleh individu maupun komunitas. Intervensi sosial ini merupakan pendekatan pertolongan interpersonal yang menggunakan strategi intervensi langsung dan tidak langsung dalam membantu individu, keluarga dan kelompok kecil untuk memperbaiki fungsi sosial dan mengatasi masalah sosial.7 Dengan begitu intervensi sosial
ialah suatu tindakan yang bersifat responsif baik itu secara langsung dilakukan atau melalui perantara orang lain atau secara tidak langsung
5 Nurul Husna, “Ilmu Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial” Jurnal Al Bayan
Vol. 20, No. 29 (2014): h. 53-54.
6 Isbandi Rukminto Adi, Intervensi Komunitas Pengembangan Masyarakat Sebagai Upaya Masyarakat (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2008), h. 40.
7 Lili Garliah, “Program Intervensi dalam Penanganan Masalah Anak Jalanan” Psikologi (2004), diakses pada tanggal 22 Agustus 2016 dari:
20 | Kelompok K K N A C T I O N 2 0 1 6
dalam menemukan sebuah solusi dan perbaikan terhadap masalah yang dihadapi masyarakat atau komunitas tertentu.
Menurut Johnson, tujuan utama dari metode intervensi sosial adalah memperbaiki fungsi sosial individu, kelompok, masyarakat yang dapat mewujudkan suatu perubahan. Pada saat fungsi sosial seseorang berfungsi dengan baik, itu berarti kondisi sejahtera akan semakin mudah dicapai. Kondisi sejahtera dapat terwujud ketika ada kesesuaian antara harapan dan kenyataan. Dengan intervensi sosial, hambatan-hambatan sosial yang dihadapi kelompok sasaran perubahan dapat terukur dengan jelas. Intervensi sosial berupaya memperkecil jarak antara harapan lingkungan dengan kondisi nyata klien.8 Terukurnya jarak antara harapan
dan kenyataan merupakan sebuah hasil yang baik, dan dapat dikatakan pula mempunyai sebuah target dan mutu yang baik.
Berdasarkan penjelasan konsep-konsep tersebut dapat disimpulkan bahwa intervensi sosial adalah penyelesaian masalah perkembangan individu dan kelompok berdasarkan aspek fungsi manajemen, teknik dan strategi dalam memberikan bantuan kepada masyarakat kembali fungsi sosialnya di lingkungan masyarakat dilakukan sejalan dengan perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat.
B. Pendekatan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Menurut K. Suhendra, “pemberdayaan adalah suatu kegiatan yang berkesinambungan, dinamis, secara sinergis mendorong keterlibatan semua potensi yang ada secara evolutif dengan keterlibatan semua potensi.”9
Artinya terdapat upaya-upaya yang dibuat dengan menyesuaikan terhadap apa yang dimiliki oleh masyarakat atau individu dalam masyarakat sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang baru dan unik.
K. Suhendra mengatakan bahwa:
“Pemberdayaan masyarakat dapat diartikan bahwa masyarakat diberi kuasa, dalam upaya untuk menyebar kekuasaan, melalui pemberdayaan masyarakat, organisasi agar mampu menguasai atau berkuasa atas kehidupannya untuk semua aspek kehidupan politik, ekonomi, pendidikan, kesehatan, pengelolaan lingkungan dan sebagainya.”10
8 Louise C.Johnson, Praktek Pekerjaan Sosial (Suatu Pendekatan Generalist) (Bandung:
terj. Tim Penerjemah STKS Bandung , 2011), h. 52.
9 K. Suhendra, Peranan Birokrasi dalam Pemberdayaan Masyarakat (Bandung: Alfabeta,
2006), h. 74-75.
Lentera Mentari dari Ciater |21
Aprillia Theresia, dkk. menuliskan bahwa pemberdayaan masyarakat adalah suatu proses di mana masyarakat, khususnya masyarakat yang tergolong miskin, kaum perempuan dan kelompok yang terabaikan lainnya, diberikan dukungan berupa pendampingan dari LSM agar nantinya mereka mampu meningkatkan kesejahteraannya secara mandiri.11
Menurut Syaiful Bahri Djamara, metode pemecahan masalah (problem solving) bukan hanya mengenai metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir, sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode lain yang dimulai dari mencari data sampai kepada menarik sebuah kesimpulan.12 Sedangkan menurut Gulo menyatakan
bahwa problem solving adalah suatu proses untuk memikirkan dan mencari jalan keluar bagi masalah yang dihadapi.13
Adapun langkah-langkah dalam pemecahan masalah, menurut Sanjaya, dapat dilakukan melalui lima tahap yaitu:
1. Merumuskan masalah, dengan merumuskan masalah kita dapat memfokuskan pada masalah yang akan dikaji, menemukan prioritas masalah dan merumuskan masalah dengan jelas.
2. Merumuskan hipotesis, dengan berimajinasi dan menghayati ruang lingkup, maka kita dapat mengetahui sebab akibat dan dapat menentukan alternatif penyelesaian masalah.
3. Mengumpulkan data, dengan mengumpulkan data, memilih data, dan memetakan data maka kita dapat menyajikan data dalam berbagai tampilan seperti bentuk diagram, gambar, dan tabel.
4. Pengujian hipotesis, maka kemampuan yang diperlukan adalah kecakapan menelaah dan membahas data, serta melihat hubungannya dengan masalah yang dikaji guna mengambil keputusan dan kesimpulan.
5. Alternatif atau rekomendasi pemecahan masalah, maka kemampuan yang diperlukan adalah kecakapan menentukan solusi penyelesaian
11 Aprillia Theresia, dkk., Pembangunan Berbasis Masyarakat (Bandung: Alfabeta,
2014), h. 123.
12 Syaiful Bahri Djamara dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: Rineka
Cipta, 2006), h. 103.
22 | Kelompok K K N A C T I O N 2 0 1 6
masalah yang mungkin dapat dilakukan dan kecakapan dengan memperhitugkan akibat yang terjadi pada setiap solusi yang diambil.14
Dalam melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini pendekatan yang digunakan untuk memecahkan masalah yang ada adalah pendekatan problem solving. Berdasarkan pendekatan tersebut kami melakukan identifikasi masalah terlebih dahulu yakni dengan melakukan survei atau observasi awal ke Kelurahan Ciater. Kami mengonfirmasi dan berkoordinasi dengan pihak Kelurahan Ciater untuk mendapatkan data kependudukan wilayah tersebut. Kemudian melakukan kunjungan ke lokasi KKN dan mewawancarai atau berdialog singkat dengan tokoh masyarakat dan warga sekitar. Setelah mendapatkan data dan identifikasi permasalahan, lalu dibuatlah program kegiatan dan target pencapaian untuk memberi solusi dalam permasalahan tersebut. Program kegiatan yang kami rencanakan sebagian ialah pelayanan terhadap masyarakat, dan beberapa di antaranya adalah program pemberdayaan.
14 Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan (Jakarta:
23 BAB III
KONDISI WILAYAH CIATER KECAMATAN SERPONG A. Sejarah Singkat Kelurahan Ciater
Kelurahan Ciater merupakan salah satu wilayah dari Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Pada awalnya, daerah Ciater masih disebut dengan sebutan desa. Berdirinya wilayah administratif Desa Ciater ialah pada tahun 1972 yakni pada masa pemerintahan Bapak Ayar. Kemudian sejak berubah nama administratif wilayah Kabupaten Tangerang Selatan menjadi Kota Tangerang Selatan, maka Desa Ciater berubah nama menjadi Kelurahan Ciater. Proses perubahan administratif tersebut dimulai pada tahun 2007, lalu pada tahun 2008 terbentuklah nama wilayah administratif Kelurahan Ciater.15 Hasil wawancara terlampir pada
Lampiran 1)
Salah satunya ialah Kampung Ciater Tengah yang terdiri atas RW 06 dan RW 07. Kampung ini dinamakan Ciater Tengah, sebab wilayah ini berbatasan langsung dengan Sungai Ciater yang mengalir dari Puncak Bogor. Kemudian wilayah perkampungan ini berkembang semakin meluas dan akhirnya saat ini dibentuklah wilayah Kelurahan Ciater. Kampung yang berada di tengah wilayah Kelurahan Ciater dinamakan Kampung Ciater Tengah.
Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Ketua RW 06 Kampung Ciater Tengah yakni Bapak Adul Nur, yang mengatakan bahwa:
“Karena Kampung Ciater ini jauh sekali. Wilayah Bogor juga termasuk Kampung Ciater. Terdapat Kampung Ciater di sini itu, Ciater Warek sampai Pabuaran, Ciater Tengah, sampai ke Lengkong Wetan itu juga termasuk Ciater. Jadi Ciater itu sangat panjang ya Ciater itu, karena pada dasarnya Ciater itu nama kali/sungai. Awalnya dinamakan kali Ciater dari Bogor, jadi semuanya dinamakan Kampung Ciater, tetapi kelurahannya lain-lain. Diantaranya Kampung Ciater Kelurahan Mekar Jaya, Kampung Ciater Kelurahan Ciater, Kampung Ciater Kelurahan Rawa Buntu, Kampung Ciater Kelurahan Lengkong, Kampung Ciater Kelurahan Buaran, Ciater Warek di wilayah Bogor.”Hasil wawancara terlampir
pada Lampiran 1)
15 Wawancara dengan Kepala Kelurahan Ciater, Bapak Lurah Nassan Wijaya, 28
24 | Kelompok K K N A C T I O N 2 0 1 6
B. Letak Geografis
Luas wilayah Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong yakni 426 Ha yang terdiri atas 20 Rukun Warga (RW) dan 18 Rukun Tetangga (RT). Kelurahan Ciater sebelah utara berbatasan dengan Kelurahan Rawa Buntu (Rawa Mekar Jaya), sebelah selatan berbatasan dengan Kelurahan Buaran, sebelah barat berbatasan dengan Kelurahan Rawa Buntu/Kecamatan Setu, dan sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Ciputat.16
Orbitasi (Km) :
Dari Kelurahan Ke Ibukota Kecamatan : 8 Km Dari kelurahan ke Ibukota Kabupaten /kota : 3 Km Dari Kelurahan ke Ibukota Provinsi : 70 Km Dari Kelurahan Ke Ibu kota Negara : 3 Km
Gambar ini diambil dari google maps
Gambar 3.1: Peta Wilayah Kelurahan Ciater
Jarak Kampus UIN ke lokasi KKN ialah ± 15 Km dan membutuhkan waktu ±45 menit untuk sampai ke lokasi, dengan mengendarai mobil atau motor. Berikut adalah rute perjalanan dari Kampus UIN menuju lokasi KKN.
Lentera Mentari dari Ciater |25 Gambar diambil dari Google Maps
Gambar 3.2: Peta Jarak Lokasi KKN dengan Kampus UIN
Lokasi KKN berjarak ±1,5 Km dari kantor Kelurahan Ciater yang bersebelahan dengan SMK 1 Tangerang Selatan. Lokasi posko KKN berada dekat dengan SD Negeri 01 yakni berjarak 500 m yang juga bersebelahan dengan Masjid Baiturrahim. Wilayah Kampung Ciater Tengah dikelilingi oleh beberapa perumahan yakni Komplek Ciater Permai, Perumahan Alam Serpong, Perumahan Hall Serpong dan Ciater Regency. Lokasi posko KKN juga berada dekat dengan TK Nurul Iman, yakni berjarak 100 m. Lapangan bulu tangkis berhadapan langsung dengan posko KKN wanita, dan berjarak ±50 m dengan lapangan bola. Di bawah ini merupakan denah lokasi KKN di Kampung Ciater Tengah, Serpong.
26 | Kelompok K K N A C T I O N 2 0 1 6
Gambar 3.3: Denah Lokasi Sarana & Prasarana Lokasi KKN C. Struktur Penduduk Kelurahan Ciater
Berdasarkan perhitungan statistik pada tahun 2015 Kelurahan Ciater memiliki sebanyak 20.755 penduduk. Terdapat 10.551 penduduk dengan jenis kelamin perempuan, dan 10.551 penduduk dengan jenis kelamin laki-laki. Namun cakupan wilayah KKN kelompok kami ialah Kampung Ciater Tengah. Kampung Citer Tengah terdiri atas dua RW
Lentera Mentari dari Ciater |27
yakni RW 06 dan RW 07. Jumlah penduduk di Kampung Ciater Tengah yakni RW 06 dengan total 1.377 orang, yakni penduduk jenis kelamin perempuan 697 orang, jenis kelamin laki-laki 680 orang, serta RW 07 dengan total 2.129 penduduk yakni jenis kelamin perempuan 1.070 orang dan jenis kelamin laki-laki 1.059 orang.17
Keterangan: RT 01: Laki-laki=103; Perempuan = 106 RT 02: Laki-laki= 179; Perempuan= 179 RT 03: Laki-laki= 109; Perempuan= 112 RT 07: Laki-laki= 181; Perempuan= 180 RT 08: Laki-laki= 122; Perempuan= 103 Keterangan: RT 03: Laki-laki=234; Perempuan =222 RT 04: Laki-laki= 193; Perempuan= 199 RT 05: Laki-laki= 255; Perempuan=248 RT 06: Laki-laki=249; Perempuan= 241 RT 09: Laki-laki= 139; Perempuan= 149
17 Data Statistik Berdasarkan Jenis Kelamin Penduduk di Kelurahan Ciater tahun 2015, Op.
Cit. 0 50 100 150 200 250 300 RT 03 RT 04 RT 05 RT 06 RT 09 Laki-laki Perempuan 0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 RT 01 RT 02 RT 03 RT 07 RT 08 Laki-laki Perempuan
Grafik 3.2 : Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin di RW 07
Grafik 3.1: Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin di RW 06