• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT. PRIMA ALLOY STEEL UNIVERSAL Tbk. LAPORAN POSISI KEUANGAN Per 30 September 2017 dan 31 Desember 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PT. PRIMA ALLOY STEEL UNIVERSAL Tbk. LAPORAN POSISI KEUANGAN Per 30 September 2017 dan 31 Desember 2016"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

1

Catatan 30 September 2017 31 Desember 2016

Tidak Diaudit Diaudit

ASET

ASET LANCAR

Kas dan setara kas 2c,2d,2e,5 5.311.197.462 30.911.132.670

Deposito Berjangka 2c,2d,2e,6 63.873.635.272 28.355.240.348

Piutang usaha 2c,2e,7 104.778.602.170 58.078.054.851

Pihak ketiga 2c,2e,8 48.717.927.058 43.870.509.912

Persediaan-net 2h,9 283.878.050.206 208.914.417.489

Pembayaran di muka dan asset lancar lainnya

2c,2i,10 208.953.020.802 316.887.333.188 JUMLAH ASET LANCAR 715.512.432.970 687.016.688.458 ASET TIDAK LANCAR

Taksiran tagihan pajak penghasilan

2o,29 1.947.656.263 1.688.865.816

Aset pajak tangguhan 2o,29 3.456.473.391 6.543.795.488

Aset tetap-setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 867.293.479.017 pada tanggal 31 September 2017 dan Rp 897.063.812.295 pada tanggal 31 Desember 2016 2j,11 867.293.479.017 897.063.812.295 Aset lain-lain 12 3.013.480.703 4.153.385.605 JUMLAH ASET TIDAK LANCAR 875.711.089.374 909.449.859.204 JUMLAH ASET 1.591.223.522.344 1.596.466.547.662

(2)

2

Catatan 30 September 2017 31 Desember 2016

Tidak Diaudit Diaudit

LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS LANCAR

Utang bank jangka pendek 2c,2e, 11,13 492.581.386.745 454.983.968.474

Utang usaha Pihak ketiga 2c,2e,14 32.627.370.798 146.488.628.923

Utang lain-lain 2c,2e,15 86.544.377.644 697.286.203

Beban yang masih harus dibayar 2c,2m,16 5.714.537.687 9.727.708.149

Utang Pajak 2o,17 1.306.940.897 259.537.728

Uang muka penjualan 2c,18 3.278.611.393 3.203.989.686

Utang jangka panjang-bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun

Bank 2c,2e, 11,19 54.663.528.251 54.436.103.946

Sewa pembiayaan 2c,2n,20,33 11.484.514.009 12.364.459.827

JUMLAH LIABILITAS LANCAR 688.201.267.424 682.161.682.936

LIABILITAS TIDAK LANCAR

Utang jangka panjang-setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun

Bank 2c,2e,11,19 136.489.078.581 176.784.041.291

Sewa pembiayaan 2c,2n,20 22.493.376.191 12.290.783.318

Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja 2k,21 6.893.254.595 32.228.157.557

JUMLAH LIABILITAS TIDAK LANCAR

165.875.709.367 221.302.982.166 JUMLAH LIABILITAS 854.076.976.791 903.464.665.102 EKUITAS

Modal saham-nilai nominal Rp 100 per saham

Modal dasar 1.500.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh-701.043.478 saham

22 70.104.347.800 70.104.347.800

Tambahan modal disetor 24 66.576.893.555 66.576.893.554

Selisih penilaian asset dan liabilitas 2r 141.163.689.040 141.163.689.040

Pengukuran Kembali atas Liabilitas Imbalan Kerja

- (11.822.792.704)

Saldo laba 58.718.520.046 43.275.104.276

Surplus revaluasi 2s 188.540.244.880 181.533.086.884

Selisih penjabaran laporan keuangan 212.042.850.232 202.171.553.710

JUMLAH EKUITAS 737.146.545.553 693.001.882.560

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS

(3)

3

Catatan 2017 2016

Tidak Diaudit Tidak Diaudit

PENJUALAN BERSIH 2l,25 300.488.059.848 276.599.880.359

BEBAN POKOK PENJUALAN 2l,26 239.161.762.131 226.834.006.133

LABA KOTOR 61.326.297.717 49.765.874.226

BEBAN USAHA

Penjualan 2l,27 4.069.595.649 5.066.022.591

Umum dan administrasi 2l,28 21.676.483.270 20.522.826.471

Jumlah Beban Usaha 25.746.078.919 25.588.849.062

LABA USAHA 35.580.218.798 24.177.025.164

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN

Pendapatan bunga 2l 151.629.067 160.504.716

Penjualan Barang Bekas 2l 12.611.171.459 10.109.926.010

Beban bunga 2l (32.671.872.678) (32.479.499.423)

Laba (rugi) selisih kurs – bersih 2l 2.859.591.221 1.536.161.867

Jumlah Penghasilan (Beban) Lain – Lain

(17.049.480.931) (20.672.906.830) LABA (RUGI) SEBELUM

TAKSIRAN BEBAN PAJAK PENGHASILAN

TAKSIRAN (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN

Tangguhan 2o,29 (3.087.322.097) (1.143.214.245)

LABA (RUGI) KOMPREHENSIF 15.443.415.770 2.360.904.089 LABA (RUGI) PER SAHAM

DASAR

(4)

4 Modal

Ditempatkan dan Disetor Penuh

Modal Disetor Selisih Penilaian Aset dan Liabilitas

Saldo Laba

Selisih Penjabaran

Laporan Keuangan Jumlah Ekuitas

Saldo 1 Januari 2016 70.104.347.800 66.576.893.554 - 31.700.306.982 552.182.585.461 720.564.133.798

Komponen Ekuitas Lainya (171.059.021.841) (171.059.021.841)

Laba Bersih 2.360.904.089 2.360.904.089 Saldo 31 September 2016 (tidak diaudit) 70.104.347.800 66.576.893.554 34.061.211.071 381.123.563.620 551.866.016.046 Saldo 1 Januari 2017 70.104.347.800 66.576.893.554 141.163.689.040 43.275.104.276 371.881.847.890 693.001.882.560

Komponen Ekuitas Lainya 28.701.247.223 28.701.247.222

Laba bersih 15.443.415.770 15.443.415.770

Saldo 30 September 2017 (tidak diaudit)

(5)

5

2017 Tidak Diaudit

2016 Tidak Diaudit

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Penerimaan kas dari pelanggan 255.549.119.846 252.322.756.675

Pembayaran kas kepada pemasok (219.510.915.169) (218.957.355.920)

Kas yang dihasilkan dari operasi 36.038.204.677 33.365.400.755

Pembayaran :

Bunga dan beban keuangan (33.729.558.795) (32.308.833.279)

Pajak (2.604.881.081) (2.023.061.026)

Lain-lain (2.304.354.104) (4.070.609.411)

Penerimaan:

Penghasilan bunga 151.629.067 160.504.716

Penghasilan lain 4.757.967.436 5.665.284.429

Kas Bersih yang Diperoleh untuk Aktivitas Operasi

2.309.007.200 788.686.184

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Pencairan / Penempatan Deposit (37.862.611.156) (52.578.320.605)

Kas Bersih yang Digunakan dari Akitivitas Investasi

(37.862.611.156) (52.578.320.605)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN

Penambahan utang jangka pendek 1.342.526.689.232 1.422.151.387.753

Penambahan/(Pembayaran) utang

pembiayaan

9.880.540.071 (10.008.971.524)

Pembayaran utang jangka pendek (1.301.970.831.937) (1.445.365.805.718)

Penambahan ( Pembayaran ) : Utang Jangka Panjang

(40.482.728.618) 101.501.788.315

Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan

9.953.668.748 68.278.398.826 KENAIKAN (PENURUNAN)

BERSIH KAS DAN SETARA KAS

(25.599.935.208) 16.488.764.405

KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN

30.911.132.670 16.457.863.382

KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE

(6)

6

a. Pendirian Entitas

PT Prima Alloy Steel Universal Tbk. (Entitas) didirikan dengan akta Notaris M.M. Lomanto, S.H. No. 22 tanggal 20 Pebruari 1984. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-2315-HT.01.TH.1985 tanggal 25 April 1985 serta diumumkan dalam Berita Negara No. 27 Tambahan No. 304 tanggal 3 April 1987. Anggaran Dasar Entitas telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta Notaris Siti Nurul Yuliami, S.H,MKN, No 58 tanggal 22 Mei 2016,antara lain mengenai Perubahan pasal 4(2) Anggaran Dasar Entitas.Perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No.AHU-02458.40.21.2016 tanggal 28 Mei 2016

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Entitas, ruang lingkup kegiatan Entitas meliputi industri rim, stabilizer dan peralatan lain dari alloy aluminium dan baja, serta perdagangan umum untuk produk-produk tersebut. Kantor dan pabrik Entitas berlokasi di Jalan Muncul No. 1, Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur.

Entitas mulai beroperasi komersial pada tahun 1986.

Berdasarkan surat keputusan Badan Koordinasi Penanaman Modal No. 604/A.1/1989 tanggal 12 September 1989, bidang usaha Entitas bebas analisis mengenai dampak lingkungan.

b. Penawaran Umum Efek Entitas

Pada tahun 1990, penawaran umum perdana 2.000.000 saham Entitas dan penjualan 1.000.000 saham milik pihak yang mempunyai hubungan istimewa dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham kepada masyarakat dinyatakan efektif.

Pada tahun 1994, para pemegang saham menyetujui pembagian satu saham bonus untuk setiap satu saham.

Pada tahun 1997, para pemegang saham menyetujui perubahan nilai nominal saham dari Rp 1.000 per lembar saham menjadi Rp 500 per saham, pembagian dividen saham sebanyak 2 saham dengan nilai nominal Rp 500 kepada setiap pemegang 10 saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham dan pembagian saham bonus sebanyak 8 saham dengan nilai nominal Rp 500 per saham kepada setiap pemegang 5 saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham.

Berdasarkan Rapat Umum Luar Biasa tanggal 10 Januari 2003 yang diaktakan dengan akta Notaris Dyah Ambarwaty Setyoso, S.H., No. 13 tanggal 10 Januari 2003, para pemegang saham menyetujui restrukturisasi hutang dan penambahan modal melalui penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu sejumlah 41.600.000 saham dengan harga sebesar Rp 1.250 per saham.

(7)

7

b. Penawaran Umum Efek Entitas (Lanjutan)

Pada tahun 2013 Entitas telah melakukan Rapat Umum Luar Biasa pada tanggal 28 juni 2013 yang tercatat dalam akta nomor 106 oleh notaries Siti Nurul Yuliani. S.H,M.Kn yang menetapkan untuk melakukan Debt to Equity Swap atas hutang

Venice Enterprises Holdings Limited sebesar US$ 4.000.000 dengan kurs Rp.9.750 dengan harga pasar per saham sebesar Rp345 sehingga diperoleh saham sejumlah 113.043.478 dan modal disetor bertambah sebesar Rp.11.304.347.800 dan agio saham sebesar Rp.27.695.652.200

Pada tahun 2016 Entitas telah melakukan Rapat Umum Luar Biasa pada tanggal 16 September 2016 yang tercatat dalam akta nomor 45 oleh notaries Siti Nurul Yuliani. S.H,M.Kn yang mengesahkan jual beli saham dari Venice Enterprise Holding Limited kepada PT.Enmaru International, Jumlah saham yang dibeli oleh PT.Enmaru International sebanyak 113.043.478

c. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 28 Juni 2013 yang diaktakan dengan akta Notaris Siti Nurul Yuliami, S.H., M.Kn., No. 106 tanggal 28 Juni 2013, para pemegang saham menyetujui perubahan susunan Dewan Direksi sehingga menjadi sebagai berikut:

31 September 2017 Dewan Komisaris

Komisaris Utama : Bing Hartono Poernomosidi

Komisaris : Ratnawati Sasongko

Komisaris Independen : Paulus Bondan S. Herman

Dewan Direksi

Direktur Utama : Djoko Sutrisno

Direktur : Basuki Kurniawan

31 Desember 2016 Dewan Komisaris

Presiden Komisaris : Bing Hartono Poernomosidi

Komisaris : Ratnawati Sasongko

Komisaris Independen : Paulus Bondan S. Herman

Dewan Direksi

Direktur Utama : Djoko Sutrisno

(8)

8

Pada tanggal 30 September 2017 dan 31 Desember 2016, susunan Komite Audit Entitas adalah sebagai berikut :

30 September 2017

Ketua : Paulus Bondan S. Herman

Anggota : Sheilla Gunadi

Anggota : Rudi Setiawan

31 Desember 2016

Ketua : Paulus Bondan S. Herman

Anggota : Sheilla Gunadi

Anggota : Rudi Setiawan

Jumlah karyawan tetap Entitas adalah 732 orang dan 744 orang masing-masing pada tanggal 31 September 2017 dan 31 Desember 2016.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING Penyelesaian Laporan Keuangan

Manajemen Entitas bertangung jawab atas penyusunan laporan keuangan yang telah diselesaikan pada tanggal 27 April 2017

a. Peryataan Kepatuhan

Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Laporan keuangan telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia serta Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) mengenai Pedoman Penyajian Laporan Keuangan.

b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan

Laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus kas, disusun berdasarkan pada saat terjadinya (accrual basis) dengan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.

Laporan arus kas disajikan dengan metode langsung yang dikelompokkan dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.

(9)

9

Mata uang fungsional Entitas adalah dalam US Dollar. Mata uang penyajian yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan adalah Rupiah.

c. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Entitas menerapkan PSAK No. 10 (Revisi 2010), “Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Mata Uang Asing”.

Pembukuan Entitas diselenggarakan dalam Rupiah, sedangkan mata uang fungsionalnya adalah US Dollar. Dengan demikian, pada setiap akhir periode pelaporan, pembukuan Entitas dijabarkan ke dalam US Dollar dengan menggunakan prosedur yang dijelaskan dalam Catatan 2s dan kemudian dijabarkan lagi ke dalam mata uang penyajian Rupiah. Untuk tujuan penyajian laporan keuangan, akun-akun Entitas tersebut dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan mekanisme berikut :

- Aset dan liabilitas dijabarkan dengan mengunakan kurs pada tanggal laporan posisi keuangan (neraca);

- Pendapatan dan beban dijabarkan dengan menggunakan kurs transaksi; - Akun entitas dijabarkan dengan menggunakan kurs historis; dan

- Selisih kurs yang terjadi disajikan sebagai bagian dari komponen ekuitas lainnya pada akun “Selisih Penjabaran Laporan Keuangan” dan disajikan sebagai bagian dari komponen ekuitas lainnya pada laporan posisi keuangan (neraca).

Kurs yang digunakan pada tanggal 30 September 2017 dan 31 Desember 2016 adalah sebagai berikut :

30 September 2017 31 Desember 2016

EUR, Euro Eropa 15.895 14.162

AUD, Dolar Australia 10.578 9.724

US$, Dolar Amerika

Serikat

13.492 13.436

SGD, Dolar Singapura 9.926 9.299

JPY, Yen Jepang 11.980 115

d. Kas dan Setara Kas

Kas dan setara kas terdiri dari kas, kas di bank dan deposito berjangka dengan masa jatuh tempo tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya dan tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya.

(10)

10

e. Aset dan Liabilitas Keuangan

Entitas telah menerapkan PSAK 50 (Revisi 2010), “Instrumen Keuangan: Penyajian”, PSAK 55 (Revisi 2011), “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” dan PSAK 60, “Instrumen keuangan: Pengungkapan”. Entitas mengklasifikasikan instrumen keuangan dalam bentuk aset keuangan dan liabilitas keuangan.

Aset keuangan diklasifikasikan dalam kelompok berikut :

(i) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif adalah aset keuangan yang ditujukan untuk diperdagangkan, yaitu jika dimiliki terutama untuk tujuan dijual kembali dalam waktu dekat atau terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek yang terkini.

Investasi dalam efek yang termasuk dalam kelompok ini dicatat sebesar nilai wajarnya. Laba (rugi) yang belum direalisasi pada tanggal laporan posisi keuangan (neraca) dikreditkan atau dibebankan pada usaha tahun berjalan.

Pada tahun 2017 dan 2016, Entitas tidak mempunyai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif.

(ii) Investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo.

Investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan, serta manajemen mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo.

Pada saat pengakuan awal, investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif.

Pada tahun 2017 dan 2016, Entitas tidak mempunyai aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo.

(iii) Pinjaman yang diberikan dan piutang.

Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Pada saat pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diakui pada nilai wajarnya, ditambah dengan biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan dan

(11)

11

diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, kecuali untuk pinjaman yang diberikan dan piutang jangka pendek dimana perhitungan bunganya tidak material.

Pada tahun 2017 dan 2016, Entitas mempunyai aset keuangan berupa pinjaman yang diberikan dan piutang yang meliputi kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain dan piutang pihak berelasi.

(iv) Aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual.

Aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual adalah aset keuangan non-derivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau yang tidak memenuhi kriteria kelompok lainnya. Aset keuangan ini dicatat sebesar nilai wajar. Selisih antara nilai perolehan dan nilai wajar merupakan laba (rugi) yang belum direalisasikan pada tanggal laporan posisi keuangan (neraca) yang disajikan sebagai bagian dari pendapatan komprehensif lain. Klasifikasinya termasuk dalam aset tidak lancar kecuali manajemen

bermaksud untuk menjual dalam waktu 12 bulan sejak tanggal laporan posisi keuangan (neraca).

Pada tahun 2017 dan 2016, Entitas tidak mempunyai aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual berupa investasi yang tersedia untuk dijual.

Liabilitas keuangan diklasifikasikan dalam kelompok berikut :

(i) Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif.

Nilai wajar liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif adalah liabilitas keuangan yang dapat dipindahtangankan dalam waktu dekat. Derivatif diklasifikasikan sebagai liabilitas yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif kecuali ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai.

Pada tahun 2017 dan 2016, Entitas tidak mempunyai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif.

(ii) Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.

Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif dikategorikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

(12)

12

Pada tahun 2017 dan 2016, Entitas mempunyai liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi meliputi utang usaha, utang lain-lain, beban yang masih harus dibayar, pinjaman bank jangka pendek, utang bank jangka panjang, utang sewa pembiayaan dan utang pihak berelasi.

Estimasi nilai wajar

Entitas menggunakan beberapa teknik penilaian yang digunakan secara umum untuk menentukan nilai wajar dari instrumen keuangan dengan tingkat kompleksitas yang rendah. Input yang digunakan dalam teknik penilaian untuk instrumen keuangan di atas adalah data pasar yang dapat diobservasi

Saling hapus antar instrumen keuangan

Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapus dan jumlah netonya dilaporkan pada laporan posisi keuangan (neraca) ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum. f. Penurunan Nilai Aset Keuangan

Pada setiap tanggal pelaporan, Entitas mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Aset keuangan atau kelompok aset keuangan diturunkan nilainya dan kerugian penurunan nilai telah terjadi, jika dan hanya jika, terdapat bukti yang obyektif mengenai penurunan nilai tersebut sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut (peristiwa yang merugikan), dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara andal.

Bukti obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai meliputi:

- Kesulitan keuangan signifikan yang dialami pihak peminjam atau penerbit instrumen keuangan;

- Pelanggaran kontrak, seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga;

- Pihak pemberi pinjaman, dengan alasan ekonomi atau hukum sehubungan dengan kesulitan keuangan yang dialami pihak peminjam, memberikan keringanan (konsesi) pada pihak peminjam yang tidak mungkin diberikan jika pihak peminjam tidak mengalami kesulitan tersebut;

- Terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan

reorganisasi keuangan lainnya;

(13)

13

g. Transaksi dengan Pihak-pihak yang Berelasi

Entitas melakukan transaksi dengna pihak-pihak berelasi seperti yang dinyatakan dalam PSAK No. 7 (Revisi 2010) mengenai “Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi”.

Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi, diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.

h. Persediaan

Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto (the lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang (weighted-average method).

Nilai realisasi neto adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha normal dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya penjualan.

Penyisihan untuk persediaan usang dan tidak lancar ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan atau penjualan masing-masing jenis persediaan pada masa yang akan datang. i. Beban Dibayar Di Muka

Biaya dibayar di muka dibebankan pada usaha sesuai masa manfaatnya dan diamortisasi menggunakan metode garis lurus.

j. Aset tetap

Entitas memilih model revaluasi (revaluation model) sebagai kebijakan akuntansi pengukuran atas aset tetap tanah, bangunan dan prasarana serta menggunakan model biaya (cost model)sebagai kebijakan akuntansi pengukuran aset tetap mesin dan peralatan pabrik, perabot dan peralatan kantor dan alat pengangkutan.

Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line

method)berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap.

Pada tanggal 1 Januari 2012, Entitas melakukan penelaah ulang atas estimasi umur manfaat aset tetap berdasarkan penilaian yang dilakukan pihak independen sehingga taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap setelah penelaahan tersebut adalah sebagai berikut:

Tahun

Pematangan Tanah 10

Bangunan dan prasarana 20

Mesin dan peralatan pabrik 20

Perabot dan peralatan kantor 5

(14)

14

Tanah dinyatakan berdasarkan jumlah revaluasian dan tidak disusutkan.

Kenaikan yang berasal dari revaluasi tanah, bangunan dan prasarana tersebut langsung dikreditkan surplus revaluasi pada bagian ekuitas, kecuali sebelumnya penurunan revaluasi atas aset yang sama pernah diakui dalam laporan laba rugi komprehensif, dalam hal ini, kenaikan revaluasi hingga sebesar penurunan nilai aset akibat revaluasi tersebut, dikreditkan dalam laporan labaa rugi komprehensif. Penurunan jumlah tercatat yang berasal dari revaluasi asset tetap dibebankan dalam laporan laba rugi komprehensif. Penurunan jumlah tercatat yang berasal dari revaluasi aset tetap dibebankan dalam laporan laba rugi komprehensif apabila penurunan tersebut melebihi saldo akun surplus revaluasi aset tetap yang berasal dari revaluasi sebelumnya, jika ada.

Saldo surplus revaluasi tersisa dipindahkan langsung ke saldo laba saat aset tetap yang telah direvaluasi dijual atau dihentikan penggunaannya dan sejalan dengan penggunaan aset oleh Entitas. Pemindahan surplus revaluasi ke saldo laba tidak melalui laporan laba rugi komprehensif.

Akumulasi penyusutan pada tanggal revaluasi diperlakukan dengan cara disajikan kembali secara proporsional dengan perubahan dalam jumlah tercatat bruto dari aset sehingga jumlah tercatat aset setelah revaluasi sama dengan jumlah revaluasian. Jumlah penyesuaian yang timbul dari

penyajian kembali akumulasi penyusutan membentuk bagian dari kenaikan atau penurunan dalam jumlah tercatat yang dikreditkan ke ekuitas pada bagian surplus revaluasi.

Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari “Aset Tetap”. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan. Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada operasi pada saat terjadinya; pemugaran dan penambahan dalam jumlah signifikan dikapitalisasi. Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual, nilai tercatat serta akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang diperoleh/diderita dilaporkan dalam laporan laba rugi komprehensif tahun yang bersangkutan.

j. Liabilitas Diestimasi atas Imbalan Kerja

Entitas telah menerapkan kebijakan akuntansi untuk mengakui liabilitas manfaat karyawan sesuai dengan PSAK No. 24 (Revisi 2010) mengenai “imbalan kerja”. Pemberian imbalan kerja dilakukan oleh Entitas dengan berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003. Tidak terdapat pendanaan yang disisihkan oleh Entitas sehubungan dengan imbalan pasca kerja ini.

(15)

15

PSAK 24 (Revisi 2010) memberikan opsi tambahan dalam pengakuan keuntungan (kerugian) aktuarial imbalan pasca kerja, dimana keuntungan (kerugian) aktuarial dapat diakui seluruhnya melalui pendapatan komprehensif lainnya. Namun, Entitas tetap memilih menggunakan metode koridor dalam perhitungan liabilitas manfaat karyawan.

Imbalan pasca kerja dihitung menggunakan metode Projected Unit Credit. Akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial neto yang belum diakui yang melebihi 10% dari nilai kini imbalan pasti diakui dengan metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja yang diperkirakan dari para pekerja dalam program tersebut. Biaya jasa lalu dibebankan langsung apabila imbalan tersebut menjadi hak atau vested, dan sebaliknya akan diakui sebagai beban dengan metode garis lurus selama periode rata-rata sampai imbalan tersebut menjadi

vested

Jumlah yang diakui sebagai liabilitas imbalan pasti di laporan posisi keuangan (neraca) merupakan nilai kini liabilitas imbalan pasti disesuaikan dengan keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum diakui, dan biaya jasa lalu yang belum diakui. Keuntungan dan kerugian aktuarial dapat timbul dari penyesuaian yang dibuat berdasarkan pengalaman dan perubahan asumsi-asumsi aktuarial. Apabila jumlah keuntungan atau kerugian aktuarial ini melebihi 10% dari imbalan pasti atau 10% dari nilai wajar aset program maka kelebihannya dibebankan atau dikreditkan pada pendapatan atau beban selama sisa masa kerja rata-rata para karyawan yang bersangkutan.

k. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

Sejak tanggal 1 Januari 2011, Entitas menerapkan PSAK No. 48 (Revisi 2009), mengenai “Penurunan Nilai Aset”.

Pada tanggal laporan posisi keuangan (neraca), Entitas menelaah nilai tercatat aset non-keuangan untuk menentukan apakah terdapat indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset diestimasi untuk menentukan tingkat kerugian penurunan nilai (jika ada), Bila tidak memungkinkan untuk mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali atas suatu aset individu, Entitas mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali dari unit penghasil kas atas aset.

Perkiraan jumlah yang dapat diperoleh kembali adalah nilai tertinggi antara harga jual neto atau nilai pakai. Jika jumlah yang dapat diperoleh kembali dari aset non-keuangan (unit penghasil kas) kurang dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset (unit penghasil kas) dikurangi menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali dan rugi penurunan nilai diakui langsung ke laporan laba rugi komprehensif.

Penerapan PSAK No. 48 (Revisi 2009) tidak memberikan pengaruh yang signifikan bagi laporan keuangan kecuali bagi pengungkapannya

(16)

16

l. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Pendapatan dari penjualan domestik diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan, sedangkan pendapatan dari penjualan ekspor diakui pada saat barang dikirim. Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis)

m. Sewa

Berdasarkan PSAK No. 30 (Revisi 2011), dalam sewa pembiayaan, Entitas mengakui aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan (neraca) pada awal masa sewa, sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan liabilitas sewa.

Beban keuangan dialokasikan pada setiap periode selama sewa, sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas. Rental kontinjen dibebankan pada periode terjadinya. Beban keuangan dicatat dalam laporan laba rugi komprehensif. Aset sewaan (disajikan sebagai bagian aset tetap) disusutkan selama umur manfaat aset sewaan, jika tidak ada kepastian yang memadai bahwa Entitas akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa. Dalam sewa operasi, Entitas mengakui pembayaran sewa sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.

n. Taksiran Pajak Penghasilan

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Entitas menerapkan PSAK No. 46 (Revisi 2010) “Pajak Penghasilan”, yang menetapkan perlakuan akuntansi untuk pajak penghasilan dalam memperhitungkan konsekuensi pajak kini dan mendatang dari pemulihan (penyelesaian) jumlah tercatat aset (liabilitas) masa depan yang diakui dalam laporan posisi keuangan (neraca) dan transaksi dan kejadian lain dari periode kini yang diakui dalam laporan keuangan.

Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak menurut ketentuan perpajakan yang berlaku. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang.

Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggl laporan posisi keuangan (neraca). Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi komprehensif, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas.

(17)

17

Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan di laporan posisi keuangan (neraca) atas dasar kompensasi sesuai dengna penyajian aset dan liabilitas pajak kini.

p. Laba per Saham Dasar

Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba rugi bersih tahun berjalan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar dalam tahun yang bersangkutan yaitu sebesar 701.043.478 saham pada tahun 2017 dan 2016.

q. Informasi Segmen

Sesuai PSAK No. 5 (Revisi 2009), “Segmen Operasi”, segmen usaha menyajikan informasi produk atau jasa yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen usaha lain.

Segmen geografis menyajikan informasi produk atau jasa pada wilayah ekonomi tertentu yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada wilayah ekonomi lain.

r. Kuasi Reorganisasi

Berdasarkan PSAK No. 51 (Revisi 2003), mengenai “Akuntansi Kuasi Reorganisasi”, kuasi reorganisasi merupakan prosedur akuntansi yang mengatur Entitas untuk merestrukturisasi ekuitasnya dengan menghilangkan defisit dan menilai kembali seluruh aset dan liabilitasnya berdasarkan nilai wajar untuk mendapatkan awal yang baik (fresh start), dengan neraca yang menunjukkan nilai sekarang dan tanpa dibebani defisit.

Nilai wajar aset dan liabilitas Entitas dalam rangka kuasi reorganisasi ditentukan berdasarkan nilai pasar. Bila nilai pasar tidak tersedia, estimasi nilai wajar didasarkan pada informasi terbaik yang tersedia. Estimasi nilai wajar dilakukan dngan mempertimbangkan harga aset sejenis dan teknik penilaian yang paling sesuai dengan karakteristik aset dan liabilitas yang bersangkutan. s. Perubahan Kebijakan Akuntansi

Berikut ini adalah perubahan standar akuntansi yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2013 dan relevan namun tidak memiliki dampak signifikan terhadap laporan keuangan Entitas: - PSAK No. 16 (Revisi 2011), mengenai “Aset Tetap”

- PSAK No. 24 (Revisi 2010), mengenai “Imbalan Kerja” - PSAK No. 30 (Revisi 2011), mengenai “Sewa”

- PSAK No. 46 (Revisi 2010), mengenai “Pajak Penghasilan”

- PSAK No. 50 (Revisi 2010), mengenai “Instrumen Keuangan: Penyajian”

- PSAK No. 55 (Revisi 2011), mengenai “ Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” - PSAK No. 56 (Revisi 2011), mengenai “Laba per Saham”

(18)

18

Laporan arus kas disajikan dengan metode tidak langsung yang dikelompokkan dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Entitas menerapkan PSAK 10 (Revisi 2010), “Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Mata Uang Asing”, yang diterapkan secara retrospektif.

PSAK ini menggambarkan bagaimana memasukkan transaksi mata uang asing dalam laporan keuangan Entitas dan menjabarkan laporan keuangan ke dalam mata uang penyajian. Entitas mempertimbangkan indikator utama dan indikator lainnya dalam menentukan mata uang fungsionalnya. Entitas menentukan mata uang fungsionalnya adalah US Dollar tetapi memutuskan mata uang penyajian lapran keuangan menggunakan Rupiah untuk tujuan konsistensi dengan mata uang penyajian sebelumnya.

Sehubungan dengan penerapan PSAK ini, semua akun-akun Entitas, yang dilaksanakan dalam Rupiah, telah dijabarkan ke dalam Dollar AS yang merupakan mata uang fungsional, dengan menggunakan prosedur sebagai berikut secara retrospektif:

Pos moneter mata uang asing dijabarkan menggunakan kurs penutup; Pos non-moneter yang diukur dalam biaya historis dalam mata uang asing dijabarkan menggunakan kurs pada tanggal transaksi; dan Pos non-moneter yang diukur pada nilai wajar dalam mata uang asing dijabarkan menggunakan kurs pada tanggal ketika nilai wajar ditentukan.

Akun-akun yang telah dijabarkan sebagaimana disebutkan dalam paragraf sebelumnya kemudian dijabarkan ke dalam Rupiah yang merupakan mata uang penyajian, dengan menggunakan prosedur sebagai berikut :

Aset dan liabilitas untuk setiap laporan posisi keuangan yang disajikan (termasuk komparatif) dijabarkan menggunakan kurs penutup pada tanggal laporan posisi keuangn tersebut;

Penghasilan dan beban untuk setiap laporan laba rugi komprehensif (termasuk komparatif) dijabarkan menggunakan kurs pada tanggal transaksi; dan

Semua selisih kurs yang dihasilkan diakui dalam pendapatan komprehensif lain pada akun Selisih Kurs karena Penjabaran Laporan Keuangan disebut dengan (“CTA”).

3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI, DAN ASUMSI SIGNIFIKAN

Penyusunan laporan keuangan mengharuskan majemen untuk membuat taksiran dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan liabilitas dan pengungkapan aset dan liabilitas kontinjensi pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban yang dilaporakn selama periode pelaporan.

(19)

19

(Lanjutan)

Pos-pos signifikan yang terkait dengan taksiran dan asumsi antara lain : a. Cadangan kerugian penurunan nilai piutang

Entitas mengevaluasi akun tertentu jika terdapat informasi bahwa pelanggan yang bersangkutan tidak dapat memenuhi liabilitas keuangannya. Dalam hal; tersebut, Entitas mempertimbangkan berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga dan factor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat provisi yang spesifik atas jumlah piutang pelanggan guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Entitas. Provisi yang spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi julah cadangan kerugian penurunan nilai piutang. b. Klasifikasi aset dan liabilitaas keuangan

Entitas menetapkan klasifikasikan atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK No. 55 (Revisi 2006) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Entitas seperti diungkapkan pada catatan 2c.

c. Aset tetap

Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus. Manajemen mengistimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 5 sampai dengan 20 tahun. Umur masa manfaat ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industry dimana Entitas menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi.

d. Pajak penghasilan

Entitas beroperasi dibawah peraturan perpajakan di Indonesia. Pertimbangan yang signifikan diperlukan untuk menentukan provisi pajak penghasilan dan pajak pertambahan nilai. Apabila keputusan final atas pajak tersebut berbeda dari jumlah yang pada awalnya dicatat, perbedaan terasebut akan dicatat di laporan laba rugi komprehensif pada periode dimana hasil tersebut dikeluarkan.

e. Imbalan kerja

Nilai kini liabilitas imbalan kerja tergantung pada sejumlah factor yang ditentukan dengan menggunakan asumsi aktuaria. Asumsi yang digunakan dalam menentukan biaya bersih untuk pensiun termasuk tingkat pengembalian jangka panjang yang diharapkan atas aset program dan

(20)

20

(Lanjutan)

tingkat diskonto yang relevan. Setiap perubahan dalam asumsi ini akan berdampak pada nilai tercatat liabilitas imbalan kerja.

Asumsi tingkat pengembalian yang diharapkan atas aset program ditentukan secara seragam, dengan mempertimbangkan pengembalian historis jangka panjang, alokasi aset dan perkiraan masa depan atas pengembalian investasi jangka panjang.

Asumsi penting lainnya untuk liabilitas imbalan kerja sebagian didasarkan pada kondisi pasar saat ini.

Hasil aktual dapat berbeda dari taksiran tersebut.

4. KUASI ORGANISASI

Sesuai dengan PSAK No. 51 (Revisi 2003) (PSAK No. 51), mengenai “Akuntansi Kuasi Reorganisai”. Kuasi reorganisasi (kuasi) merupakan prosedur akuntansi yang mengatur Entitas merestrukturisasi ekuitasnya dengan menghilangkan defisit dan menilai seluruh aset dan liabilitasnya berdasarkan nilai wajar.

Pada tanggal 31 Desember 2011, Entitas melakukan kuasi sesuai dengan PSAK No, 51, untuk mengeliminasi saldo defisit sebesar 16.923.085.477. Pelaksanaan kuasi didasarkan atas keyakinan

yang memadai bahwa Entitas setelah kuasi akan dapat mempertahankan kelangsungan usahanya (going concern).

Penentuan nilai wajar aset dan liabilitas dalam rangka kuasi dilakukan sesuai dengan nilai wajar pada tanggal kuasi reorganisasi. Apabila nilai pasar tidak tersedia atau tidak menggambarkan nilai wajar instrument lain yang substansinya sejenis, estimasi perhitungan nilai sekarang, atau arus kas diskonto. Sedangkan untuk aset dan liabilitas tertentu, penilaian dilakuakan sesuai dengan PSAK terkait. Selisih lebih atas penilaian aset dan liabilitas Entitas dicatat pada akun “Selisih Penilaian Aset dan Liabilitas”.

Selisih penilaian aset dan liabilitas Entitas sebagai hasil dari penyesuaian nilai wajar aset dan liabilitas, yang diambil dari penilaian kembali aset dan liabilitas Entitas sesuai nilai wajar berdasarkan Laporan Penilaian Independen kantor Jasa Penilai Publik Hari Utomo dan Rekan sebesar Rp 158.086.774.517.

Perhitungan eliminasi atas saldo defisit Entitas pada tanggal 31 Desember 2011 sebesar Rp16.923.085.477 adalah sebagai berikut :

Saldo deficit

Selisih penilaian aset dan liabilitas

(21)

21 5. KAS DAN SETARA KAS

Akun ini terdiri dari:

30 September 2017

31 Desember 2016 Kas

(US$ 5.174, EUR 830 dan Rp 167.158.008 Pada tahun 2017 dan US$ 10.874, EUR 830 dan Rp 52.261.594 pada tanggal 31 Desember 2016)

167.158.008 210.121.326

Bank

PT Bank Negara Indonesia (persero)Tbk

(US$ 13.776.EUR 1.911, dan Rp. 78.505.634 pada tahun 2017dan US$ 551.047 dan Rp 10.518.775 pada tahun 2016 )

294.739.901 7.441.764.642

PT Bank Central Asia Tbk 726.044.786 710.565.644

United Overseas Bank Limited

(US$ 74.165 pada tanggal 2017 dan US$ 463.755 pada tahun 2016 )

1.000.637.418 6.231.015.405

PT Bank Rakyat Indonesia

(US$ 112.730, EUR 1.139 dan Rp 74.969.871 pada tahun 2017 dan US$ 1.083.282, EUR 4.402 dan Rp 53.861.081

pada tahun 2016 ) 1.614.023.790 14.643.794.028

PT Bank Panin Tbk

(Rp 13.406.147 pada tahun 2016 dan US$ 3.638 dan Rp

8.339.959 pada tahun 2016) 10.346.086 8.339.959

PT Bank Ekspor Indonesia

(US$ 111.407 pada tahun 2016 dan US$ 123.960 pada

tahun 2016) 1.498.247.473 1.665.531.666

Sub Jumlah 5.144.039.454 30.701.011.344

Jumlah 5.311.197.462 30.911.132.670

Pada tanggal 31 September 2017 dan 31 Desember 2016, Entitas tidak mempunyai saldo kas dan setara kas pada pihak berelasi.

6. DEPOSITO BERJANGKA

Akun ini terdiri dari :

30 September 2017 31 Desember 2016

(22)

22

Rincian piutang usaha adalah sebagai berikut:

30 September 2017 31 Desember 2016

Prestige Autotech Co, Amerika Serikat., (US$ 5.317.770 pada tanggal 30 September 2017 US$ 3.206.116 pada tahun 2016)

71.747.352.051 43.077.370.814

Special Falgar I Kungsba Co

(US$ 84.715 pada tahun 2017 ) 1.142.973.715

Lain – Lain

US$ 2.363.495 dan Rp.2.090.000 pada

tahun 2016 ) 31.888.276.405 15.000.684.037

Sub-jumlah 104.778.602.170 58.078.054.851

Cadangan kerugian penurunan nilai piutang

- -

Jumlah 104.778.602.170 58.078.054.851

Pada tanggal 30 September 2017 dan 31 Desember 2016, analisis umur piutang usaha adalah sebagai berikut:

30 September 2017 31 Desember 2016

Rp % Rp %

Belum jatuh tempo 19.907.934.412 50% 16.842.635.907 29%

Jatuh tempo:

1 – 30 hari 11.525.646.239 5% 4.065.463.840 7%

31 – 60 hari 3.143.358.065 2% 1.742.341.646 3%

Lebih dari 60 hari 70.201.663.454 42% 35.427.613.459 61%

Jumlah 104.778.602.170 58.078.054.851

Entitas berkeyakinan bahwa cadangan penurunan nilai piutang pada pihak ketiga cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian akibat tidak tertagihnya piutang usaha dikemudian hari.

(23)

23

Rincian piutang lain-lain adalah sebagai berikut:

30 September 2017 31 Desember 2016

Pihak Ketiga

Special Falgar I Kungsbacka Co., (US$ 237.500 pada 2016)

3.204.350.000 3.191.050.000

Svenska Faelg I Eksj Co., (US$ 222.500 pada 2016)

3.001.970.000 2.989.510.000

Prestige Autotech Co., Amerika Serikat (US$ 1.953.222 pada tanggal 31 September 2017 dan US$ 1.051.708 pada tanggal 31 Desember 2016)

26.352.872.438

26.244.365.341

Lain-lain

(US$ 288.469, dan Rp

12.166.711.142 pada tanggal 31 September 2017 dan US$ 236.685 dan Rp 8.365.483.970 pada tanggal 31 Desember 2016)

16.158.734.620

11.445.584.571

Sub-jumlah 48.617.927.058 43.870.509.912

Jumlah 48.717.927.058 43.870.509.912

Piutang lain-lain pada pihak ketiga merupakan piutang atas penagihan penggantian biaya mould.

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap piutang lain-lain pada tanggal 30 September 2017 dan 31 Desember 2016, manajemen Entitas berkeyakinan bahwa seluruh piutang dapat ditagih, oleh karena itu tidak ada ditentukan adanya penurunan nilai piutang lain-lain.

(24)

24

Akun ini terdiri dari:

30 September 2017 31 Desember 2016

Barang jadi 52.185.185.447 83.927.002.285

Bahan baku 120.470.112.921 45.996.009.947

Barang dalam proses 67.307.840.701 55.928.864.089

Bahan pembantu 43.914.911.137 23.062.541.168

Jumlah 283.878.050.206 208.914.417.489

Seluruh persediaan digunakan sebagai jaminan atas utang bank jangka panjang.

Persediaan diasuransikan atas resiko kebakaran dan resiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan sebesar US$ 14.000.000. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kerugian yang mungkin terjadi.

10. PEMBAYARAN DIMUKA DAN ASET LANCAR LAINNYA

Akun ini terdiri dari:

30 September 2017 31 Desember 2016

Uang muka pemasok

(US$ 345.073, EUR 492.010 dan Rp 88.188.539.113,RMB 5.731 Pada Tahun 2017 )

201.304.881.616 309.945.931655

Biaya dibayar dimuka 488.890.765 1.189.009.575

Pajak dibayar dimuka 7.159.248.421 5.752.301.958

Jumlah 208.953.020.802 316.887.333.188

Uang muka pemasok merupakan uang muka atas pembelian bahan pembantu, sparepart dan aset tetap.

(25)

25 11. ASET TETAP

Akun ini terdiri dari:

2017

Saldo Awal Penambahan Pengurangan Selisih Translasi Saldo Akhir Nilai Tercatat

Kepemilikan langsung

Hak atas tanah 238.480.000.000 238.480.000.000

Pematangan tanah 938.982.561 938.982.561

Bangunan dan prasarana 69.492.762.597 289.639.380 69.203.123.217

Mesin dan peralatan pabrik 451.821.820.336 9.865.470.932 1.985.479.384 459.701.811.884

Perabot dan peralatan kantor 5.413.603.624 29.785.909 22.940.837 5.420.448.696

Alat pengangkutan 5.200.413.066 188.000.000 24.088.171 5.412.501.237

Aset dalam penyelesaian 191.963.200.984 4.309.633907 4.433.584.952 807.382.071 192.646.632.010

Sub-jumlah 963.310.783168 14.392.890.748 4.433.584.952 971.803.499.605

Aset sewa pembiayaan

Mesin dan peralatan pabrik 81.803.938.748 340.951.218 81.462.987.530

Jumlah Nilai tercatat 1.045.114.721.916 14.392.890.748 4.433.584.952 3.470.481.061 1.053.266.487.135

Akumulasi Penyusutan

Kepemilikan langsung

Pematangan tanah 938.982.561 938.982.561

Bangunan dan prasarana 6.925.348.333 3.087.689.853 10.013.038.187

Mesin dan peralatan pabrik 120.708.566.580 29.866.511.961 150.575.078.541

Perabot dan peralatan kantor 2.077.925.504 744.070.630 2.821.996.133

Alat pengangkutan 4.101.313.644 458.288.702 4.559.602.346

Sub-jumlah 134.752.136.622 34.156.561.145 168.908.697.767

Aset sewa pembiayaan

Mesin dan peralatan pabrik 13.298.772.999 3.765.537.352 17.064.310.351

Jumlah Akumulasi Penyusutan 148.050.909.621 37.922.098.497 185.973.008.118

Nilai Buku 897.063.812.295 867.293.479.017

2016

Saldo Awal Penambahan Pengurangan Selisih Translasi Saldo Akhir Nilai Tercatat

Kepemilikan langsung

Hak atas tanah 238.480.000.000 238.480.000.000

Pematangan tanah 938.982.561 938.982.561

Bangunan dan prasarana 69.028.900.000 490.000.000 26.137.403 69.492.762.597

Mesin dan peralatan pabrik 464.766.108.585 12.787.642.501 25.731.930.750 451.821.820.336

Perabot dan peralatan kantor 2.011.276.985 3.542720.125 140.393.486 5.413.603.624

Alat pengangkutan 5.976.386.693 367.111.1114 408.862.514 5.200.413.066

Aset dalam penyelesaian 105.003.158.348 88.688.176.677 1.728.134.040 191.963.200.984

Sub-jumlah 886.204.813.172 105.508.539.303 367.111.114 28.035.458.193 963.310.783168

Aset sewa pembiayaan

Mesin dan peralatan pabrik 84.430.850.647 593.000.000 3.219.911.899 81.803.938.748

Jumlah Nilai tercatat 970.635.663.819 106.101.539.303 367.111.114 31.255.370.092 1.045.114.721.916

Akumulasi Penyusutan

Kepemilikan langsung

Pematangan tanah 938.982.561 938.982.561

Bangunan dan prasarana 3.451.445.000 3.473.903.333 6.925.348.333

Mesin dan peralatan pabrik 92.959.987.450 27.748.579.130 120.708.566.580

Perabot dan peralatan kantor 1.179.961.124 897.964.380 2.077.925.504

Alat pengangkutan 3.382.673.254 1.012.329.282 293.688.92 4.101.313.644

Sub-jumlah 101.913.049.389 33.132.776.125 293.688.892 134.752.136.622

Aset sewa pembiayaan

Mesin dan peralatan pabrik 9.178.345.975 4.120.427.024 13.298.772.999

Jumlah Akumulasi Penyusutan 111.091.395.364 37.253.203.149 293.688.892 148.050.909.621

(26)

26 11. ASET TETAP (Lanjutan)

Aset tetap Entitas telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar US$ 57.000.000 dan US$ 42.429.118. dan Rp.640.000.000

Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kerugian yang mungkin terjadi.

Manajemen Entitas telah melakukan pengkajian ulang atas estimasi umur ekonomis, metode penyusutan dan nilai residu pada setiap akhir pelaporan.

Manajemen Entitas menyatakan bahwa tidak terdapat aset tetap yang masih memiliki nilai buku namun berhenti beroperasi.

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai aset di tahun 2017 dan 2016.

12. ASET LAIN-LAIN

Akun ini terdiri dari:

30 September 2017

31 Desember 2016

Jaminan 2.730.873.203 3.870.778.105

Beban ditangguhkan - bersih 282.307.500 282.307.500

Lain-lain 300.000 300.000

Jumlah 3.013.480.703 4.153.385.605

13. UTANG BANK JANGKA PENDEK

Akun ini terdiri dari:

30 September 2017

31 Desember 2016 PT Bank Rakyat Indonesia Tbk

(US$ 4.014.241 pada tanggal 31

September 2017 dan US$ 2.632.914 pada

tanggal 31 Desember 2016) 54.160.133.636 35.375.829.414

PT Indonesia Exim Bank

(US$ 32.494.922 pada tanggal 31

September 2017 dan US$ 31.230.156 pada

tanggal 31 Desember 2016) 438.421.253.109 419.608.139.060

Jumlah 492.581.386.745 454.983.968.474

Pada September 2012, Entitas mendapat fasilitas pinjaman jangka pendek dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero), yaitu berupa:

(27)

27

atas pinjaman adalah sebesar 7% per tahun dengan jangka waktu pinjaman 1 tah

13. UTANG BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan)

Entitas mendapat fasilitas pinjaman jangka pendek dari Indonesia Eximbank, yaitu berupa : - Kredit Modal Kerja Ekspor dengan batas maksimum sebesar US$ 10.000.000, tingkat bunga

atas pinjaman adalah sebesar 6% per tahun dengan jangka waktu pinjaman 1 tahun.

- Kredit Modal Kerja Ekspor dengan batas maksimum sebesar US$ 2.000.000, tingkat bunga

atas pinjaman adalah sebesar 6% per tahun dengan jangka waktu pinjaman 1 tahun.

- Kredit Modal Kerja Ekspor dengan batas maksimum sebesar US$ 15.000.000, tingkat bunga atas pinjaman adalah sebesar 6% per tahun dengan jangka waktu pinjaman 1 tahun.

- Jasa perdagangan dengan batas maksimum sebesar US$ 10.000.000, dengan jangka waktu

pinjaman 1 tahun

14. UTANG USAHA

Akun ini merupakan utang atas pembelian kepada:

30 September 2017

31 Desember 2016 Pihak ketiga

Hydro Aluminium Asia PTE, LTD (US$ 173.539 pada tanggal 31 September 2017 dan US$ 2.308.859

pada tanggal 31 Desember 2016) 2.341.391.422 31.021.831.136

PT Nippont Paint 461.197.952 3.483.761.148

Arianto Darmawan

(US$ 53.045 dan Rp 14.077.552 pada tanggal 31 September 2017 dan US$ 174.021 dan Rp 77.942.500

pada tanggal 31 Desember 2016) 729.754.836 2.928.547.937

PT Mitra Prima Agung 508.965.586 76.000.000

Nanguan (Nanhai, Foshan) Mould (US$ 52 ,RMB 315.810 pada tanggal 31 September 2017 dan

US$ 5.140 dan RMB 1.459.579 pada

tanggal 31 Desember 2016) 642.740.077 2.829.827.995

Lain-lain

(US$ 959.911, EUR 9.744, Yen 99.201. RMB 23.558 dan Rp 14.777.547.072 ) pada tanggal 31 September 2017 dan US$ 3.520.717, EUR 38.478,RMB 95.761 dan Rp 58.113.901.351 pada Tanggal 31 Desember 2016)

27.943.320.925 106.148.660.707

Jumlah 32.627.370.798 146.488.628.923

Utang usaha timbul dari pembelian bahan baku, bahan pembantu dan lain-lain yang digunakan untuk produksi velg.

(28)

28 15. UTANG LAIN-LAIN

Akun ini merupakan transaksi pembelian kepada pihak ketiga sebesar Rp 86.544.377.644 dan Rp 697.286.203 pada 30 September 2017 dan 31 Desember 2016.

16. BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR

Akun ini terdiri dari:

30 September 2017 31 Desember 2016

Air, Listrik dan gas 2.749.523.099 3.989.400.679

Gaji dan Upah 2.715.768.340 4.476.370.261

Beban profesional - 150.000.000

Bunga - 947.388.058

Lain-lain 249.246.247 164.549.151

Jumlah 5.714.537.687 9.727.708.149

17. UTANG PAJAK

Akun ini terdiri dari:

30 September 2017 31 Desember 2016

Pajak Penghasilan Pasal 4 (2) Pasal 23 Pasal 21

Vat Out - Clearing

- 7.564.876 - 1.299.376.021 - 7.389.547 252.148.181 - Jumlah 1.306.940.897 259.537.728

18. UANG MUKA PENJUALAN

Akun ini terdiri dari:

30 September 2017 31 Desember 2016

Starcorp 1.137.584.726 -

Alacad TTY.LTD 9.242.020 9.203.660

Lain-lain 2.131.784.647 3.194.786.026

(29)

29

Akun ini terdiri dari:

30 September 2017 31 Desember 2016

PT. Indonesia Exim Bank 191.152.606.832 231.220.145.237

Jumlah 191.152.606.832 231.220.145.237

Dikurangi bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun

PT Bank Indonesia Exim Bank 54.663.528.251 54.436.103.946

Jumlah bagian jangka pendek 54.663.528.251 54.436.103.946 Bagian jangka panjang 136.489.078.581 176.784.041.291

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI)

Pada bulan September 2012, Entitas mendapat fasilitas pinjaman dari BRI, yaitu berupa: - Kredit investasi dengan batas maksimum sebesar Rp 7.300.000.000, tingkat

bunga atas pinjaman adalah sebesar 12% per tahun dengan jangka waktu pinjaman 4 tahun.

PT Indonesia Exim Bank

Entitas mendapatkan fasilitas Kredit Investasi Ekspor dengan batas limit sebesar USD 8.800.000 untuk pengambilalihan fasilitas kredit Entitas di Bank Negara Indonesia (BNI). Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tahun 2017. Seluruh pinjaman Entitas kepada Indonesia Eximbank dijamin dengan persediaan senilai Rp 115.000.000.000, piutang usaha sebesar Rp 115.000.000.000, tanah dan bangunan Entitas sebesar Rp 130.000.000.000, mesin dan peralatan sebesar Rp430.000.000.000, serta jaminan pribadi dari Presiden Direktur Entitas.

Kredit Investasi Ekspor dengan batas maksimum sebesar US$ 20.000.000, ingkat bunga atas pinjaman adalah sebesar 6,5% per tahun dengan jangka waktu pinjaman 7 tahun.

PT Asuransi Ekspor Indonesia

Berdasarkan Akta Notaris Hj. Trining Ariswati, S.H. No. 16 tanggal 24 Mei 2012, Entitas melakukan perjanjian penjaminan dengan PT Asuransi Ekspor Indonesia untuk memperoleh fasilitas Standby Line Usance L/C Impor dengan limit penjaminan maksimal sebesar US$ 15.000.000 dengan jangka waktu 1 tahun sejak 23 April 2012, dan telah diperpanjang hingga tahun 2017.

(30)

30

Akun ini terdiri dari:

30 September 2017 31 Desember 2016

PT Mitra Pimastika Mustika Finance 31.554.708.451 12.559.119.885

PT BFI Finance Indonesia, Tbk 2.282.708.451 11.861.533.960

PT.Bank Central Asia 140.944.300 234.569.300

Jumlah 33.977.890.200 24.655.243.145

Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun

11.484.514.009 12.364.459.827

Jumlah bagian jangka panjang 22.493.376.191 12.290.783.318

Utang sewa pembiayaan dijamin dengan aset sewa pembiayaan yang bersangkutan.

21. LIABILITAS DIESTIMASI ATAS IMBALAN KERJA

Berdasarkan penilaian aktuaria yang dilakukan oleh PT Sienco Aktuarindo Utama, aktuaris independen dalam laporannya masing-masing tanggal 4 September 2017 dengan menggunakan metode Projected Unit Credit, Entitas mencatat liabilitas atas pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan ganti kerugian pada karyawan masing-masing sebesar Rp 13.176.829.338 pada tanggal 31 September 2017 dan 31 Desember 2016 yang disajikan sebagai “Liabilitas Diestimasi atas Imbalan Kerja” dalam laporan posisi keuangan (neraca).

a. Beban imbalan kerja karyawan

Beban masa kini 1.639.925.293

Beban bunga 2.564.686.961

Amortisasi

Beban jasa non vested – lalu

- -

Kerugian Aktuaria -

Beban imbalan kerja karyawan

4.204.612.254

b. Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja

Saldo awal tahun 29.839.757.597

Penambahan tahun berjalan 4.204.612.254

Komprehensif Lainya 870.259.331

Pembayaran tahun berjalan (2.686.471.625)

(31)

31

21. LIABILITAS DIESTIMASI ATAS IMBALAN KERJA (Lanjutan)

Asumsi dasar yang digunakan adalah sebagai berikut:

Tingkat kenaikan gaji tahunan 6%

Suku bunga diskonto tahunan 6%

Tingkat mortalitas Tabel CSO – 1980

Usia pension 55 tahun

Manajemen Entitas berpendapat bahwa jumlah akrual pada tanggal 31 Desember 2017 dan 2016 tersebut adalah memadai untuk memenuhi ketentuan dalam dalam UU No. 13/2003 dan PSAK No. 24 (Revisi 2010).

22. MODAL SAHAM

Berdasarkan daftar pemegang saham yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek, PT Raya Saham Registra, susunan pemegang saham Entitas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 September 2017 dan 31 Desember 2016 adalah sebagai berikut:

Pemegang saham Jumlah Saham Ditempatkan dan Disetor Penuh (Lembar) Presentase Kepemilikan % Jumlah PT. Enmaru International 37.904.347.800 54,06 37.904.347.800 Ratnawati Sasongko 3.474.590.000 4,96 3.474.590.000 Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) 28.725.410.000 40,98 28.725.410.000 Jumlah 70.104.347.800 100,00 70.104.347.800 23. SURPLUS REVALUASI

Surplus revaluasi berasal dari revaluasi aset tetap tanah dan bangunan dan prasarana. Apabila aset tetap yang telah direvaluasi tersebut dijual, bagian dari surplus revaluasi dari aset tetap tersebut

direalisasikan dengan memindahkan langsung ke saldo laba.

24. TAMBAHAN MODAL DISETOR

Tambahan modal disetor berasal dari:

30 September 2017

31 Desember 2016 Konversi utang jangka panjang ke modal,

tahun 2004

31.200.000.000 31.200.000.000

Deklarasi dividen saham, tahun 1997 6.700.000.000 6.700.000.000

Agio saham 27.695.652.200 27.695.652.200

Penawaran Perdana, tahun 1990 981.241.354 981.241.354

(32)

32

Rincian penjualan neto adalah sebagai berikut:

2017 2016

Penjualan ekspor 293.202.191.783 205.868.847.607

Penjualan local 7.285.868.065 4.959.676.807

Jumlah 300.488.059.848 276.599.880.359

Penjualan yang melebihi 10% dari jumlah penjualan neto adalah sebagai berikut: 2017

Ad Vimotion GMBH (OXIGIN) 35.982.140.306

Prestige Autotech Corpora Special Falgar 82.332.040.182 53.538.111.932 Jumlah 171.852.292.420 2016 Ad Vimotion GMBH (OXIGIN) 32.020.676.200

Prestige Autotech Co., 95.257.486.573

Special Falgar 58.727.041.853

Jumlah 186.005.204.626

26. BEBAN POKOK PENJUALAN

Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:

2017 2016

Pemakaian bahan baku 129.961.284.974 110.155.029.534

Upah langsung - -

Beban pabrikasi 94.532.546.675 129.374.775.398

Jumlah Beban Produksi 224.493.831.649 239.529.804.932

Persediaan Barang Dalam Proses

Pada awal tahun 44.784.699.791 44.784.699.791

Pada akhir tahun (67.307.840.701) (70.446.979.942)

Beban Pokok Produksi 201.970.690.739 213.867.524.781

Persediaan Barang Jadi

Pada awal tahun 89.386.879.185 89.386.879.185

Pengurangan Barang Jadi (10.622.346) -

Pada akhir tahun (52.185.185.447) (76.420.397.833)

(33)

33

2017 2016

Gaji dan upah 824.081.706 825.502.416

Perjalanan dinas 287.059.112 2.254.250.125 Pengangkutan 2.344.307.020 1.396.827.524 Beban Bank 262.324.874 227.518.133 Penyusutan 5.070.786 5.601.698 Lain-lain 346.752.151 356.322.695 Jumlah 4.069.595.649 5.066.022.591

28. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

Rincian beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut:

2017 2016

Gaji dan upah 13.536.103.198 8.898.178.286

Amortisasi 1.289.346.835 2.312.013.850

Perjalanan dinas 474.477.585 2.095.538.762

Alat tulis kantor 361.425.701 248.319.219

Listrik 591.033.547 548.150.183

Telepon, fax dan internet 169.352.717 179.730.029

Perijinan 69.949.800 286.867.666 Penyusutan 1.057.200.759 1.083.774.359 Beban bank 3.000.274.296 284.322.304 Lain-lain 1.121.658.789 4.585.931.813 Jumlah 21.670.823.227 20.522.826.471 29. PAJAK PENGHASILAN

Taksiran beban pajak Entitas terdiri dari:

2017 2016

Pajak tangguhan (3.087.322.097) (1.143.214.245)

Pajak Kini

Rekonsiliasi antara laba sebelum taksiran beban pajak seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2017 dan 2016, dan taksiran rugi fiskal adalah sebagai berikut

(34)

34

2017 2016

Laba (rugi) sebelum taksiran beban pajak penghasilan

15.443.415.771 3.504.118.334 Beda waktu Penyusutan 18.497.574.001 1.040.480.697 Amortisasi SGU (9.509.104.983) (6.495.170.803) Imbalan Kerja (1.248.383.607)

Pembayaran Imbalan Kerja -

Laba Penjualan Aset Beda tetap

Jamuan dan sumbangan 348.457.000 153.349.095

Penghasilan bunga yang pajaknya bersifat final

135.836.182

Beban kesejahteraan karyawan 183.630.000

Penyusutan revaluasi Beban pajak

Taksiran laba (rugi) fiskal 24.963.971.788

Kumulatif rugi fiskal Periode Sebelumnya

(5.549.492.330)

Taksiran Kumulatif laba (rugi) fiskal

14.304.081.980 (2.909.770.102)

Taksiran tagihan pajak penghasilan adalah sebagai berikut :

2017 2016 Pajak penghasilan Pasal 22 1.947.656.263 1.640.231.780 Jumlah 1.947.656.263 1.640.231.780 Pajak Tangguhan 2017 2016

Penghasilan (beban) pajak tangguhan Rugi fiskal (6.240.992.947) (149.103.280) Penyusutan 5.530.947.069 291.361.416 Amortisasi beban ditangguhkan Laba ditangguhkan

Sewa guna usaha (2.377.276.246) (2.123.582.517)

Imbalan Kerja 838.110.136

Pembayaran Imbalan kerja Taksiran Penghasilan (Beban) Pajak Penghasilan - Tangguhan

(35)

35 29. PAJAK PENGHASILAN (Lanjutan)

Rekonsiliasi antara taksiran penghasilan (beban) pajak yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku dari laba akuntansi sebelum taksiran beban pajak, dengan taksiran beban pajak seperti yang tercantum dalam laporan laba rugi komprehensif untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 September 2017 dan 2016 adalah sebagai berikut:

2017 2016

Laba (rugi) sebelum pos luar biasa dan taksiran beban pajak penghasilan

15.443.415.770 3.504.118.334

Taksiran pajak penghasilan dengan tarif pajak yang berlaku

3.860.853.943 876.029.584

Pengaruh atas beda tetap:

Jamuan dan sumbangan 87.114.250 38.337.274

Beban pajak

Beban kesejahteraan karyawan 33.959.046

Penghasilan bunga yang pajaknya bersifat final

Penyusutan komersial revaluasi

Lain-lain (5.402.467.455) 194.888.342

(36)

36

Saldo aset dan liabilitas dalam mata uang asing pada tanggal 30 September 2017 adalah sebagai berikut:

Mata Uang Asing Setara dalam Rupiah

Aset

Kas dan setara kas US$ 316.892 4.275.503.896

EUR 3.880 61.672.918

Piutang usaha US$ 4.208.316 56.778.602.170

Piutang lain-lain US$ 2.701.691 36.451.215.916

Deposito

Pembayaran dimuka dan aset lancar lainnya US$ US$ EUR RMB 1.769.466 345.073 490.120 5.731 23.873.635.272 4.655.726.805 7.790.457.400 11.651.164

Piutang kepada pihak berelasi EUR

US$

3.500 363.150

55.632.500 4.899.618.990

Jumlah Aset US$ 9.704.588 130.934.303.049

EUR 497.500 7.907.762.818

RMB 5.731 11.651.164

Liabilitas

Utang bank jangka pendek US$ 36.509.163 492.581.386.745

Utang usaha US$ 4.960.393 66.925.624.919

EUR 39.608 629.566.935

JPY 403.243 48.308.511

RMB 1.379.501 2.804.525.391

Uang muka Penjualan US$ 144.456 1.949.139.994

EUR 783 12.444.196

Utang sewa pembiayaan jangka panjang bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun

US$ 686.350 9.260.344.565

Utang sewa pembiayaan jangka panjang setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun

US$ 1.642.414 22.294.363.886

Beban yang masih harus dibayar US$ 130.147 1.755.949.396

Jumlah Liabilitas US$ 44.072.923 594.766.809.505

JPY 403.243 48.308.511

RMB 1.379.501 2.804.525.391

EUR 40.391 642.011.131

Liabilitas Neto US$ (34.368.335) (463.832.506.456)

EUR 457.109 7.265.751.687

RMB (1.373.770) (2.792.874.227)

(37)

37

Informasi mengenai segmen usaha Entitas adalah sebagai berikut:

2017 2016

Informasi menurut daerah geografis

Penjualan bersih: Eropa 170.963.360.394 135.698.669.740 Amerika 82.332.040.182 95.838.852.421 Afrika 832.910.750 17.417.845.305 Australia 9.914.975.034 9.459.621.340 Lokal 7.285.868.065 6.195.033.468 Asia 30.824.726.924 11.989.858.085 Jumlah 300.488.059.848 276.599.880.359 32. KONDISI EKONOMI

Kegiatan Entitas sangat berhubungan dengan kondisi perekonomian maupun pertumbuhan ekonomi global, termasuk menguat atau melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing. Sehingga kebijakan fiscal dan moneter yang dijalankan oleh Pemerintah dapat mempengaruhi kinerja Entitas, walaupun hal tersebut merupakan berada diluar kendali Entitas.

33. PENGELOLAAN MODAL

Struktur permodalan Entitas adalah sebagai berikut:

30 September 2017 31 Desember 2016

Utang bank jangka pendek 492.581.386.745 454.983.968.474

Utang bank jangka panjang 191.152.606.832 231.220.145.237

Utang sewa pembiayaan 33.977.890.200 24.655.243.145

Total pinjaman berdampak

bunga 717.711.883.777 710.859.356.856

Total ekuitas 610.878.233.379 693.001.882.560

Rasio pengungkit 1.17 1.03

Tujuan pengelolaan modal Entitas adalah untuk pengamanan kemampuan Entitas dalam melanjutkan kelangsungan usaha agar dapat memberikan manfaat bagi pemegang saham dan pihak berkepentingan lainnya serta mempertahankan struktur permodalan yang optimum untuk meminimalkan biaya modal.

Secara periodik, Entitas melakukan valuasi hutang untuk menentukan kemungkinan refinancing hutang yang ada dengan utang baru yang lebih efisien yang akan mengarah pada biaya hutang yang lebih optimal.

Selain harus memenuhi persyaratan pinjaman, Entitas juga harus mempertahankan struktur permodalannya pada tingkat yang tidak berisiko terhadap peringkat kreditnya dan setara dengan pesaingnya.

Referensi

Dokumen terkait

Informasi keuangan tanggal 31 Desember 2018 diambil dari laporan keuangan konsolidasian Bank dan Entitas Anaknya tanggal 31 Desember 2018 dan untuk tahun yang berakhir pada

Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual, nilai tercatat serta akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan dan

Untuk tujuan perbandingan, beberapa akun dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30

Informasi keuangan konsolidasian di atas disusun berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian PT Bank BTPN Tbk dan Entitas Anak pada tanggal dan untuk periode sembilan bulan yang

Entitas mengevaluasi akun tertentu jika terdapat informasi bahwa pelanggan yang bersangkutan tidak dapat memenuhi liabilitas keuangannya. Dalam hal; tersebut, Entitas

Penyajian Laporan Keuangan Publikasi per 30 September 2020 dan 30 September 2019 tidak diaudit sedangkan untuk periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2019 telah diaudit oleh

4) Pada 30 September 2012, cadangan kerugian penurunan nilai atas kontrak jaminan keuangan (rekening administratif) dengan risiko kredit dan aset non produktif dihitung dengan

Piutang pelanggan dan piutang lain-lain adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif