• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT. PRIMA ALLOY STEEL UNIVERSAL Tbk. LAPORAN POSISI KEUANGAN Per 31 September 2018 dan 31 Desember 2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PT. PRIMA ALLOY STEEL UNIVERSAL Tbk. LAPORAN POSISI KEUANGAN Per 31 September 2018 dan 31 Desember 2017"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

1

PT. PRIMA ALLOY STEEL UNIVERSAL Tbk.

LAPORAN POSISI KEUANGAN

Per 31 September 2018 dan 31 Desember 2017

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Catatan

31 September2018

31 Desember 2017

Tidak Diaudit

Diaudit

ASET

ASET LANCAR

Kas dan setara kas

2c,2d,2e,5

122.401.754.971

45.258.984.717

Piutang usaha

2c,2e,7

154.852.469.420

66.272.222.280

Pihak Lain2 Pihak ketiga

2c,2e,8

124.141.901.070

51.487.005.224

Persediaan-net

2h,9

146.456.490.358

227.427522.708

Taksiran Tagihan Pajak Penghasilan

53.741.395.004

28.874.222.100

Pembayaran di muka dan asset lancar

lainnya

2c,2i,10

219.944.556.863

231.785.236.460

JUMLAH ASET LANCAR

821.538.567.686

651.105.193.489

ASET TIDAK LANCAR

Aset tetap-setelah dikurangi akumulasi

penyusutan sebesar Rp

225.131.753.838 pada tanggal 31

September2018 dan Rp

202.816.607.172 pada tanggal 31

Desember 2017

2j,11

849.688.394.719

863.440.136.518

Aset lain-lain

12

28.182.970.222

27.698.391.296

JUMLAH ASET TIDAK LANCAR

877.871.364.941

891.138.527.814

(2)

2

PT. PRIMA ALLOY STEEL UNIVERSAL Tbk.

LAPORAN POSISI KEUANGAN

Per 31 September2018 dan 31 Desember 2017

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Catatan

31 September2018

31 Desember 2017

Tidak Diaudit

Diaudit

LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS LANCAR

Utang bank jangka pendek

2c,2e, 12

699.546.396.365

505.869.816.971

Utang usaha Pihak ketiga

2c,2e,13

29.827.755.133

45.574.430.053

Utang lain-lain

2c,2e,14

3.028.879.341

8.987.108.621

Beban yang masih harus dibayar

2c,2m,15

6.668.805.064

9.444.454.565

Utang Pajak

2o,16

459.970.184

3.304.856.637

Uang muka penjualan

2c,17

2.712.364.273

5.578.012.160

Utang jangka panjang-bagian jatuh

tempo dalam waktu satu tahun

Bank

2c,2e, 18

60.535.173.339

54.935.396.101

Sewa pembiayaan

2c,2n,20,19

16.963.076.046

16.401.079.040

JUMLAH LIABILITAS LANCAR

819.742.420.345

650.095.154.148

LIABILITAS TIDAK LANCAR

Utang jangka panjang-setelah

dikurangi bagian jatuh tempo dalam

waktu satu tahun

Bank

2c,2e,18

90.441.457.897

123.276.761.105

Sewa pembiayaan

2c,2n,19

51.695.680.154

48.416.862.891

Liabilitas diestimasi atas imbalan

kerja

2k,20

14.718.679.274

38.768.237.334

Kewajiban Pajak Tangguhan

7.130.780.006

5.281.402.416

JUMLAH LIABILITAS TIDAK

LANCAR

163.986.597.281

215.743.263.746

JUMLAH LIABILITAS

983.729.017.626

865.838.417.894

EKUITAS

Modal saham-nilai nominal Rp 100

per saham

Modal dasar 1.500.000.000 saham

Modal ditempatkan dan disetor

penuh-701.043.478 saham

22

70.104.347.800

70.104.347.800

Tambahan modal disetor

24

66.576.893.555

66.576.893.554

Selisih penilaian asset dan liabilitas

2r

141.163.689.040

141.163.689.040

Pengukuran Kembali atas Liabilitas

Imbalan Kerja

(14.501.164.215)

(14.501.164.215)

Saldo laba

51.840.879.144

40.048.836.002

Surplus revaluasi

2s

181.533.086.884

181.533.086.884

Selisih penjabaran laporan keuangan

218.963.182.794

191.479.614.344

JUMLAH EKUITAS

715.680.915.001

676.405.303.409

JUMLAH LIABILITAS DAN

EKUITAS

(3)

3

PT. PRIMA ALLOY STEEL UNIVERSAL Tbk.

LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF

Untuk Periode yang berakhir 31 September2018 dan 2017

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Catatan

2018

2017

Tidak Diaudit

Tidak Diaudit

PENJUALAN BERSIH

2l,25

452.360.352.646

300.488.059.848

BEBAN POKOK PENJUALAN

2l,26

356.563.721.807

239.161.762.131

LABA KOTOR

95.796.630.839

61.326.297.717

BEBAN USAHA

Penjualan

2l,27

4.782.523.437

4.069.595.649

Umum dan administrasi

2l,28

17.678.746.144

21.676.483.270

Jumlah Beban Usaha

22.461.269.581

25.746.078.919

LABA USAHA

73.335.361.258

35.580.218.798

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN

Pendapatan bunga

2l

261.307.257

151.629.067

Penjualan Barang Bekas

2l

12.611.171.459

Beban bunga

2l

(37.686.997.099)

(32.671.872.678)

Laba (rugi) selisih kurs – bersih

2l

(22.268.250.687)

2.859.591.221

Jumlah Penghasilan (Beban) Lain – Lain

(59.693.940.529)

(17.049.480.931)

LABA (RUGI) SEBELUM TAKSIRAN

BEBAN PAJAK PENGHASILAN

13.641.420.729

18.530.737867

TAKSIRAN

(BEBAN)

PAJAK

PENGHASILAN

Kini dan Tangguhan

2o,29

(1.849.377.587)

(3.087.322.097)

LABA (RUGI) KOMPREHENSIF

11.792.043.142

15.443.415.770

(4)

4

PT. PRIMA ALLOY STEEL UNIVERSAL Tbk.

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

Untuk Periode yang berakhir 31 September2018 dan 2017

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Modal

Ditempatkan

dan Disetor

Penuh

Tambahan

Modal Disetor

Pengukuran

Kembali atas

Liabilitas Imbalan

Kerja

Selisih Penilaian

Aset dan

Liabilitas

Saldo Laba

Surplus Revaluasi

dan Selisih

Penjabaran Laporan

Keuangan

Jumlah Ekuitas

Saldo 1 Januari

2017

70.104.347.800

66.576.893.554

-

141.163.689.040

43.275.104.276

371.881.847.890 693.001.882.560

Komponen Ekuitas

Lainya

28.701.247.223

28.701.247.222

Laba Bersih

15.443.415.770

15.443.415.770

Saldo 31

September2017

(tidak diaudit)

70.104.347.800

66.576.893.554

-

141.163.689.040

58.718.520.046

400.583.095.113 737.146.545.553

Saldo 1 Januari

2018

70.104.347.800

66.576.893.554

141.163.689.040

40.048.836.002

358.511.537.013 676.405.303.409

Komponen Ekuitas

Lainya

27.483.568.450

27.483.568.450

Laba bersih

11.792.043.142

11.792.043.142

Saldo

31

September2018

(tidak diaudit)

70.104.347.800

66.576.893.554

141.163.689.040

51.840.879.144

385.995.105.463 715.680.915.001

(5)

5

PT. PRIMA ALLOY STEEL UNIVERSAL Tbk.

LAPORAN ARUS KAS

Untuk Periode yang berakhir 31 September2018 dan 2017

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2018

Tidak Diaudit

2017

Tidak Diaudit

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Penerimaan kas dari pelanggan

389.373.108.079

255.549.119.846

Pembayaran kas kepada pemasok

(342.035.945.840)

(219.510.915.169)

Kas yang dihasilkan dari operasi

47.337.162.239

36.038.204.677

Pembayaran :

Bunga dan beban keuangan

(37.859.877.856)

(33.729.558.795)

Pajak

(16.186.556.997)

(2.604.881.081)

Lain-lain

1.595.817.836

(2.304.354.104)

Penerimaan:

Penghasilan bunga

243.125.437

151.629.067

Penghasilan lain

6.946.990.705

4.757.967.436

Kas Bersih yang Diperoleh untuk Aktivitas

Operasi

2.076.661.364

2.309.007.200

ARUS

KAS

DARI

AKTIVITAS

INVESTASI

Pembelian Aktiva Tetap

(781.696.074)

-

Pencairan / Penempatan Deposit

(31.701.514.152)

(37.862.611.156)

Penerimaan dari Penjualan Aset Tetap

18.181.820

-

Kas Bersih yang Digunakan dari Akitivitas

Investasi

(32.465.028.406)

(37.862.611.156)

ARUS

KAS

DARI

AKTIVITAS

PENDANAAN

Penambahan utang jangka pendek

1.665.657.083.516

1.342.526.689.232

Penambahan/(Pembayaran) utang pembiayaan

(715.845.664)

9.880.540.071

Pembayaran utang jangka pendek

(1.516.921.496.650)

(1.301.970.831.937)

Penambahan ( Pembayaran ) :

Utang Jangka Panjang

(40.488.598.906)

(40.482.728.618)

Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas

Pendanaan

107.531.142.296

9.953.668.748

KENAIKAN

(PENURUNAN)

BERSIH

KAS DAN SETARA KAS

77.142.770.254

(25.599.935.208)

KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN

45.258.984.717

30.911.132.670

KAS

DAN

SETARA

KAS

AKHIR

PERIODE

(6)

6

1.

UMUM

a.

Pendirian Entitas

PT Prima Alloy Steel Universal Tbk. (Entitas) didirikan dengan akta Notaris M.M. Lomanto, S.H. No. 22

tanggal 20 Pebruari 1984. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan

Surat Keputusan No. C2-2315-HT.01.TH.1985 tanggal 25 April 1985 serta diumumkan dalam Berita

Negara No. 27 Tambahan No. 304 tanggal 3 April 1987. Anggaran Dasar Entitas telah mengalami beberapa

kali perubahan, terakhir dengan akta Notaris Siti Nurul Yuliami, S.H,MKN, No 58 tanggal 22 Mei

2017,antara lain mengenai Perubahan pasal 4(2) Anggaran Dasar Entitas.Perubahan ini telah mendapat

persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No.AHU-02458.40.21.2017

tanggal 28 Mei 2017

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Entitas, ruang lingkup kegiatan Entitas meliputi industri rim,

stabilizer

dan peralatan lain dari

alloy

aluminium dan baja, serta perdagangan umum untuk produk-produk

tersebut. Kantor dan pabrik Entitas berlokasi di Jalan Muncul No. 1, Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur.

Entitas mulai beroperasi komersial pada tahun 1986.

Berdasarkan surat keputusan Badan Koordinasi Penanaman Modal No. 604/A.1/1989 tanggal 12

September1989, bidang usaha Entitas bebas analisis mengenai dampak lingkungan.

b.

Penawaran Umum Efek Entitas

Pada tahun 1990, penawaran umum perdana 2.000.000 saham Entitas dan penjualan 1.000.000 saham milik

pihak yang mempunyai hubungan istimewa dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham kepada masyarakat

dinyatakan efektif.

Pada tahun 1994, para pemegang saham menyetujui pembagian satu saham bonus untuk setiap satu saham.

Pada tahun 1997, para pemegang saham menyetujui perubahan nilai nominal saham dari Rp 1.000 per

lembar saham menjadi Rp 500 per saham, pembagian dividen saham sebanyak 2 saham dengan nilai

nominal Rp 500 kepada setiap pemegang 10 saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham dan

pembagian saham bonus sebanyak 8 saham dengan nilai nominal Rp 500 per saham kepada setiap

pemegang 5 saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham.

Berdasarkan Rapat Umum Luar Biasa tanggal 10 Januari 2003 yang diaktakan dengan akta Notaris Dyah

Ambarwaty Setyoso, S.H., No. 13 tanggal 10 Januari 2003, para pemegang saham menyetujui

restrukturisasi hutang dan penambahan modal melalui penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek

terlebih dahulu sejumlah 41.600.000 saham dengan harga sebesar Rp 1.250 per saham.

1.

UMUM (Lanjutan)

b.

Penawaran Umum Efek Entitas (Lanjutan)

Pada tahun 2013 Entitas telah melakukan Rapat Umum Luar Biasa pada tanggal 28 juni 2013 yang tercatat

dalam akta nomor 106 oleh notaries Siti Nurul Yuliani. S.H,M.Kn yang menetapkan untuk melakukan Debt

to Equity Swap atas hutang

Venice Enterprises Holdings Limited sebesar US$ 4.000.000 dengan kurs Rp.9.750 dengan harga pasar per

saham sebesar Rp345 sehingga diperoleh saham sejumlah 113.043.478 dan modal disetor bertambah

sebesar Rp.11.304.347.800 dan agio saham sebesar Rp.27.695.652.200

Pada tahun 2017 Entitas telah melakukan Rapat Umum Luar Biasa pada tanggal 16 September2017 yang

tercatat dalam akta nomor 45 oleh notaries Siti Nurul Yuliani. S.H,M.Kn yang mengesahkan jual beli

(7)

7

saham dari Venice Enterprise Holding Limited kepada PT.Enmaru International, Jumlah saham yang dibeli

oleh PT.Enmaru International sebanyak 113.043.478

c.

Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 28 Juni 2013 yang diaktakan dengan akta

Notaris Siti Nurul Yuliami, S.H., M.Kn., No. 106 tanggal 28 Juni 2013, para pemegang saham menyetujui

perubahan susunan Dewan Direksi sehingga menjadi sebagai berikut:

31 September2018

Dewan Komisaris

Komisaris Utama

: Bing Hartono Poernomosidi

Komisaris

: Ratnawati Sasongko

Komisaris Independen : Paulus Bondan S. Herman

Dewan Direksi

Direktur Utama

: Djoko Sutrisno

Direktur

: Basuki Kurniawan

31 Desember 2017

Dewan Komisaris

Presiden Komisaris

: Bing Hartono Poernomosidi

Komisaris

: Ratnawati Sasongko

Komisaris Independen : Paulus Bondan S. Herman

Dewan Direksi

Direktur Utama : Djoko Sutrisno

Direktur

: Basuki Kurniawan

1.

UMUM (Lanjutan)

Pada tanggal 30 September 2018 dan 31 Desember 2017, susunan Komite Audit Entitas adalah sebagai

berikut :

30 September2018

Ketua

: Paulus Bondan S. Herman

Anggota

: Sheilla Gunadi

Anggota

: Rudi Setiawan

31 Desember 2017

Ketua

: Paulus Bondan S. Herman

Anggota

: Sheilla Gunadi

Anggota

: Rudi Setiawan

Jumlah karyawan tetap Entitas adalah 732 orang dan 744 orang masing-masing pada tanggal 31 September

2018 dan 31 Desember 2017.

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

Penyelesaian Laporan Keuangan

Manajemen Entitas bertangung jawab atas penyusunan laporan keuangan yang telah diselesaikan pada tanggal

27 April 2018

(8)

8

a.

Peryataan Kepatuhan

Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Laporan keuangan telah

disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang mencakup Pernyataan Standar

Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang dikeluarkan oleh

Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia serta Peraturan Badan Pengawas Pasar

Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) mengenai Pedoman Penyajian Laporan Keuangan.

b.

Dasar Penyusunan Laporan Keuangan

Laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus kas, disusun berdasarkan pada saat terjadinya (accrual basis)

dengan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan

pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.

Laporan arus kas disajikan dengan metode langsung yang dikelompokkan dalam aktivitas operasi,

investasi, dan pendanaan.

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

Mata uang fungsional Entitas adalah dalam US Dollar. Mata uang penyajian yang digunakan untuk

penyusunan laporan keuangan adalah Rupiah.

c.

Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Entitas menerapkan PSAK No. 10 (Revisi 2010), “Pengaruh Perubahan

Nilai Tukar Mata Uang Asing”.

Pembukuan Entitas diselenggarakan dalam Rupiah, sedangkan mata uang fungsionalnya adalah US Dollar.

Dengan demikian, pada setiap akhir periode pelaporan, pembukuan Entitas dijabarkan ke dalam US Dollar

dengan menggunakan prosedur yang dijelaskan dalam Catatan 2s dan kemudian dijabarkan lagi ke dalam

mata uang penyajian Rupiah.

Untuk tujuan penyajian laporan keuangan, akun-akun Entitas tersebut dijabarkan ke dalam Rupiah dengan

menggunakan mekanisme berikut :

-

Aset dan liabilitas dijabarkan dengan mengunakan kurs pada tanggal laporan posisi keuangan (neraca);

-

Pendapatan dan beban dijabarkan dengan menggunakan kurs transaksi;

-

Akun entitas dijabarkan dengan menggunakan kurs historis; dan

-

Selisih kurs yang terjadi disajikan sebagai bagian dari komponen ekuitas lainnya pada akun “Selisih

Penjabaran Laporan Keuangan” dan disajikan sebagai bagian dari komponen ekuitas lainnya pada

laporan posisi keuangan (neraca).

Kurs yang digunakan pada tanggal 31 September 2018 dan 31 Desember 2017 adalah sebagai berikut :

31 September 2018

31 Desember 2017

EUR, Euro Eropa

17.389

14.127

AUD, Dolar Australia

10.770

10.254

US$, Dolar Amerika Serikat

14.929

13.347

SGD, Dolar Singapura

10.919

9.495

(9)

9

d.

Kas dan Setara Kas

Kas dan setara kas terdiri dari kas, kas di bank dan deposito berjangka dengan masa jatuh tempo tiga bulan

atau kurang dari tanggal perolehannya dan tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya.

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

e.

Aset dan Liabilitas Keuangan

Entitas telah menerapkan PSAK 50 (Revisi 2010), “Instrumen Keuangan: Penyajian”, PSAK 55 (Revisi

2011), “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” dan PSAK 60, “Instrumen keuangan:

Pengungkapan”. Entitas mengklasifikasikan instrumen keuangan dalam bentuk aset keuangan dan liabilitas

keuangan.

Aset keuangan diklasifikasikan dalam kelompok berikut :

(i)

Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif.

Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif adalah aset

keuangan yang ditujukan untuk diperdagangkan, yaitu jika dimiliki terutama untuk tujuan dijual

kembali dalam waktu dekat atau terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek

yang terkini.

Investasi dalam efek yang termasuk dalam kelompok ini dicatat sebesar nilai wajarnya. Laba (rugi)

yang belum direalisasi pada tanggal laporan posisi keuangan (neraca) dikreditkan atau dibebankan

pada usaha tahun berjalan.

Pada tahun 2018 dan 2017, Entitas tidak mempunyai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar

melalui laporan laba rugi komprehensif.

(ii)

Investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo.

Investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo adalah aset keuangan non-derivatif dengan

pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan, serta manajemen

mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo.

Pada saat pengakuan awal, investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo diakui pada nilai

wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan

menggunakan suku bunga efektif.

Pada tahun 2018 dan 2017, Entitas tidak mempunyai aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai

investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo.

(iii)

Pinjaman yang diberikan dan piutang.

Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap

atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Pada saat pengakuan awal, pinjaman

yang diberikan dan piutang diakui pada nilai wajarnya, ditambah dengan biaya transaksi dan

selanjutnya diukur pada biaya perolehan dan

(10)

10

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, kecuali untuk pinjaman yang diberikan

dan piutang jangka pendek dimana perhitungan bunganya tidak material.

Pada tahun 2018 dan 2017, Entitas mempunyai aset keuangan berupa pinjaman yang diberikan dan

piutang yang meliputi kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain dan piutang pihak berelasi.

(iv)

Aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual.

Aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual adalah aset keuangan

non-derivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau yang tidak memenuhi kriteria kelompok

lainnya. Aset keuangan ini dicatat sebesar nilai wajar. Selisih antara nilai perolehan dan nilai wajar

merupakan laba (rugi) yang belum direalisasikan pada tanggal laporan posisi keuangan (neraca) yang

disajikan sebagai bagian dari pendapatan komprehensif lain. Klasifikasinya termasuk dalam aset tidak

lancar kecuali manajemen

bermaksud untuk menjual dalam waktu 12 bulan sejak tanggal laporan posisi keuangan (neraca).

Pada tahun 2018 dan 2017, Entitas tidak mempunyai aset keuangan yang diklasifikasikan dalam

kelompok tersedia untuk dijual berupa investasi yang tersedia untuk dijual.

Liabilitas keuangan diklasifikasikan dalam kelompok berikut :

(i) Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif.

Nilai wajar liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi

komprehensif adalah liabilitas keuangan yang dapat dipindahtangankan dalam waktu dekat.

Derivatif diklasifikasikan sebagai liabilitas yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi

komprehensif kecuali ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai.

Pada tahun 2018 dan 2017, Entitas tidak mempunyai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai

wajar melalui laporan laba rugi komprehensif.

(ii)Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.

Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai

wajar melalui laporan laba rugi komprehensif dikategorikan dan diukur pada biaya perolehan

diamortisasi.

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

Pada tahun 2018 dan 2017, Entitas mempunyai liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan

diamortisasi meliputi utang usaha, utang lain-lain, beban yang masih harus dibayar, pinjaman bank

jangka pendek, utang bank jangka panjang, utang sewa pembiayaan dan utang pihak berelasi.

Estimasi nilai wajar

Entitas menggunakan beberapa teknik penilaian yang digunakan secara umum untuk menentukan nilai

wajar dari instrumen keuangan dengan tingkat kompleksitas yang rendah. Input yang digunakan dalam

teknik penilaian untuk instrumen keuangan di atas adalah data pasar yang dapat diobservasi

Saling hapus antar instrumen keuangan

Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapus dan jumlah netonya dilaporkan pada laporan

posisi keuangan (neraca) ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum.

(11)

11

f.

Penurunan Nilai Aset Keuangan

Pada setiap tanggal pelaporan, Entitas mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset

keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Aset keuangan atau kelompok aset

keuangan diturunkan nilainya dan kerugian penurunan nilai telah terjadi, jika dan hanya jika, terdapat

bukti yang obyektif mengenai penurunan nilai tersebut sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang

terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut (peristiwa yang merugikan), dan peristiwa yang merugikan

tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan

yang dapat diestimasi secara andal.

Bukti obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai meliputi:

-

Kesulitan keuangan signifikan yang dialami pihak peminjam atau penerbit instrumen keuangan;

-

Pelanggaran kontrak, seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga;

-

Pihak pemberi pinjaman, dengan alasan ekonomi atau hukum sehubungan dengan kesulitan keuangan

yang dialami pihak peminjam, memberikan keringanan (konsesi) pada pihak peminjam yang tidak

mungkin diberikan jika pihak peminjam tidak mengalami kesulitan tersebut;

-

Terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi

keuangan lainnya;

-

Hilangnya pasar aktif dari aset keuangan akibat kesulitan keuangan.

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

g.

Transaksi dengan Pihak-pihak yang Berelasi

Entitas melakukan transaksi dengna pihak-pihak berelasi seperti yang dinyatakan dalam PSAK No. 7

(Revisi 2010) mengenai “Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi”.

Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi, diungkapkan dalam catatan atas

laporan keuangan.

h.

Persediaan

Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto (

the lower of

cost or net realizable value).

Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang

(

weighted-average method).

Nilai realisasi neto adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha normal dikurangi estimasi biaya

penyelesaian dan estimasi biaya penjualan.

Penyisihan untuk persediaan usang dan tidak lancar ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan atau

penjualan masing-masing jenis persediaan pada masa yang akan datang.

i.

Beban Dibayar Di Muka

Biaya dibayar di muka dibebankan pada usaha sesuai masa manfaatnya dan diamortisasi menggunakan

metode garis lurus.

j.

Aset tetap

Entitas memilih model revaluasi (

revaluation model)

sebagai kebijakan akuntansi pengukuran atas aset

tetap tanah, bangunan dan prasarana serta menggunakan model biaya (

cost model)

sebagai kebijakan

akuntansi pengukuran aset tetap mesin dan peralatan pabrik, perabot dan peralatan kantor dan alat

pengangkutan.

Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (

straight-line method)

berdasarkan taksiran

masa manfaat ekonomis aset tetap.

(12)

12

Pada tanggal 1 Januari 2012, Entitas melakukan penelaah ulang atas estimasi umur manfaat aset tetap

berdasarkan penilaian yang dilakukan pihak independen sehingga taksiran masa manfaat ekonomis aset

tetap setelah penelaahan tersebut adalah sebagai berikut:

Tahun

Pematangan Tanah

10

Bangunan dan prasarana

20

Mesin dan peralatan pabrik

20

Perabot dan peralatan kantor

5

Alat pengangkutan

5

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

Tanah dinyatakan berdasarkan jumlah revaluasian dan tidak disusutkan.

Kenaikan yang berasal dari revaluasi tanah, bangunan dan prasarana tersebut langsung dikreditkan surplus

revaluasi pada bagian ekuitas, kecuali sebelumnya penurunan revaluasi atas aset yang sama pernah diakui

dalam laporan laba rugi komprehensif, dalam hal ini,

kenaikan revaluasi hingga sebesar penurunan nilai aset akibat revaluasi tersebut, dikreditkan dalam laporan

labaa rugi komprehensif. Penurunan jumlah tercatat yang berasal dari revaluasi asset tetap dibebankan

dalam laporan laba rugi komprehensif. Penurunan jumlah tercatat yang berasal dari revaluasi aset tetap

dibebankan dalam laporan laba rugi komprehensif apabila penurunan tersebut melebihi saldo akun surplus

revaluasi aset tetap yang berasal dari revaluasi sebelumnya, jika ada.

Saldo surplus revaluasi tersisa dipindahkan langsung ke saldo laba saat aset tetap yang telah direvaluasi

dijual atau dihentikan penggunaannya dan sejalan dengan penggunaan aset oleh Entitas. Pemindahan

surplus revaluasi ke saldo laba tidak melalui laporan laba rugi komprehensif.

Akumulasi penyusutan pada tanggal revaluasi diperlakukan dengan cara disajikan kembali secara

proporsional dengan perubahan dalam jumlah tercatat bruto dari aset sehingga jumlah tercatat aset setelah

revaluasi sama dengan jumlah revaluasian. Jumlah penyesuaian yang timbul dari

penyajian kembali akumulasi penyusutan membentuk bagian dari kenaikan atau penurunan dalam jumlah

tercatat yang dikreditkan ke ekuitas pada bagian surplus revaluasi.

Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari “Aset

Tetap”. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada

saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan.

Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada operasi pada saat terjadinya; pemugaran dan

penambahan dalam jumlah signifikan dikapitalisasi. Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang

dijual, nilai tercatat serta akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang

bersangkutan dan laba atau rugi yang diperoleh/diderita dilaporkan dalam laporan laba rugi komprehensif

tahun yang bersangkutan.

j.

Liabilitas Diestimasi atas Imbalan Kerja

Entitas telah menerapkan kebijakan akuntansi untuk mengakui liabilitas manfaat karyawan sesuai dengan

PSAK No. 24 (Revisi 2010) mengenai “imbalan kerja”. Pemberian imbalan kerja dilakukan oleh Entitas

dengan berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003. Tidak terdapat pendanaan yang

disisihkan oleh Entitas sehubungan dengan imbalan pasca kerja ini.

(13)

13

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

PSAK 24 (Revisi 2010) memberikan opsi tambahan dalam pengakuan keuntungan (kerugian) aktuarial

imbalan pasca kerja, dimana keuntungan (kerugian) aktuarial dapat diakui seluruhnya melalui pendapatan

komprehensif lainnya. Namun, Entitas tetap memilih menggunakan metode koridor dalam perhitungan

liabilitas manfaat karyawan.

Imbalan pasca kerja dihitung menggunakan metode

Projected Unit Credit.

Akumulasi keuntungan dan

kerugian aktuarial neto yang belum diakui yang melebihi 10% dari nilai kini imbalan pasti diakui dengan

metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja yang

diperkirakan dari para pekerja dalam program tersebut. Biaya jasa lalu dibebankan langsung apabila

imbalan tersebut menjadi hak atau

vested

, dan sebaliknya akan diakui sebagai beban dengan metode garis

lurus selama periode rata-rata sampai imbalan tersebut menjadi

vested

Jumlah yang diakui sebagai liabilitas imbalan pasti di laporan posisi keuangan (neraca) merupakan nilai

kini liabilitas imbalan pasti disesuaikan dengan keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum diakui, dan

biaya jasa lalu yang belum diakui. Keuntungan dan kerugian aktuarial dapat timbul dari penyesuaian yang

dibuat berdasarkan pengalaman dan perubahan asumsi-asumsi aktuarial. Apabila jumlah keuntungan atau

kerugian aktuarial ini melebihi 10% dari imbalan pasti atau 10% dari nilai wajar aset program maka

kelebihannya dibebankan atau dikreditkan pada pendapatan atau beban selama sisa masa kerja rata-rata

para karyawan yang bersangkutan.

k.

Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

Sejak tanggal 1 Januari 2011, Entitas menerapkan PSAK No. 48 (Revisi 2009), mengenai “Penurunan Nilai

Aset”.

Pada tanggal laporan posisi keuangan (neraca), Entitas menelaah nilai tercatat aset non-keuangan untuk

menentukan apakah terdapat indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami penurunan nilai. Jika terdapat

indikasi tersebut, nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset diestimasi untuk menentukan tingkat

kerugian penurunan nilai (jika ada), Bila tidak memungkinkan untuk mengestimasi nilai yang dapat

diperoleh kembali atas suatu aset individu, Entitas mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali dari

unit penghasil kas atas aset.

Perkiraan jumlah yang dapat diperoleh kembali adalah nilai tertinggi antara harga jual neto atau nilai pakai.

Jika jumlah yang dapat diperoleh kembali dari aset non-keuangan (unit penghasil kas) kurang dari nilai

tercatatnya, nilai tercatat aset (unit penghasil kas) dikurangi menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh

kembali dan rugi penurunan nilai diakui langsung ke laporan laba rugi komprehensif.

Penerapan PSAK No. 48 (Revisi 2009) tidak memberikan pengaruh yang signifikan bagi laporan keuangan

kecuali bagi pengungkapannya

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

l.

Pengakuan Pendapatan dan Beban

Pendapatan dari penjualan domestik diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan, sedangkan

pendapatan dari penjualan ekspor diakui pada saat barang dikirim. Beban diakui pada saat terjadinya

(

accrual basis

)

m.

Sewa

Berdasarkan PSAK No. 30 (Revisi 2011), dalam sewa pembiayaan, Entitas mengakui aset dan liabilitas

dalam laporan posisi keuangan (neraca) pada awal masa sewa, sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar

(14)

14

nilai kini dari rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa dipisahkan antara bagian yang merupakan beban

keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan liabilitas sewa.

Beban keuangan dialokasikan pada setiap periode selama sewa, sehingga menghasilkan tingkat suku bunga

periodik yang konstan atas saldo liabilitas. Rental kontinjen dibebankan pada periode terjadinya. Beban

keuangan dicatat dalam laporan laba rugi komprehensif. Aset sewaan (disajikan sebagai bagian aset tetap)

disusutkan selama umur manfaat aset sewaan, jika tidak ada kepastian yang memadai bahwa Entitas akan

mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa. Dalam sewa operasi, Entitas mengakui pembayaran

sewa sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.

n.

Taksiran Pajak Penghasilan

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Entitas menerapkan PSAK No. 46 (Revisi 2010) “Pajak Penghasilan”,

yang menetapkan perlakuan akuntansi untuk pajak penghasilan dalam memperhitungkan konsekuensi pajak

kini dan mendatang dari pemulihan (penyelesaian) jumlah tercatat aset (liabilitas) masa depan yang diakui

dalam laporan posisi keuangan (neraca) dan transaksi dan kejadian lain dari periode kini yang diakui dalam

laporan keuangan.

Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung

berdasarkan tarif pajak yang berlaku.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari

perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak

menurut ketentuan perpajakan yang berlaku. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan

temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan,

sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang.

Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku

pada tanggl laporan posisi keuangan (neraca). Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan

laba rugi komprehensif, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas.

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan di laporan posisi keuangan (neraca) atas dasar kompensasi

sesuai dengna penyajian aset dan liabilitas pajak kini.

p.

Laba per Saham Dasar

Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba rugi bersih tahun berjalan dengan jumlah rata-rata

tertimbang saham yang beredar dalam tahun yang bersangkutan yaitu sebesar 701.043.478 saham pada

tahun 2018 dan 2017.

q.

Informasi Segmen

Sesuai PSAK No. 5 (Revisi 2009), “Segmen Operasi”, segmen usaha menyajikan informasi produk atau

jasa yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen usaha lain.

Segmen geografis menyajikan informasi produk atau jasa pada wilayah ekonomi tertentu yang memiliki

risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada wilayah

ekonomi lain.

r.

Kuasi Reorganisasi

Berdasarkan PSAK No. 51 (Revisi 2003), mengenai “Akuntansi Kuasi Reorganisasi”, kuasi reorganisasi

merupakan prosedur akuntansi yang mengatur Entitas untuk merestrukturisasi ekuitasnya dengan

menghilangkan defisit dan menilai kembali seluruh aset dan liabilitasnya berdasarkan nilai wajar untuk

(15)

15

mendapatkan awal yang baik (fresh start), dengan neraca yang menunjukkan nilai sekarang dan tanpa

dibebani defisit.

Nilai wajar aset dan liabilitas Entitas dalam rangka kuasi reorganisasi ditentukan berdasarkan nilai pasar.

Bila nilai pasar tidak tersedia, estimasi nilai wajar didasarkan pada informasi terbaik yang tersedia.

Estimasi nilai wajar dilakukan dngan mempertimbangkan harga aset sejenis dan teknik penilaian yang

paling sesuai dengan karakteristik aset dan liabilitas yang bersangkutan.

s.

Perubahan Kebijakan Akuntansi

Berikut ini adalah perubahan standar akuntansi yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2013 dan

relevan namun tidak memiliki dampak signifikan terhadap laporan keuangan Entitas:

-

PSAK No. 16 (Revisi 2011), mengenai “Aset Tetap”

-

PSAK No. 24 (Revisi 2010), mengenai “Imbalan Kerja”

-

PSAK No. 30 (Revisi 2011), mengenai “Sewa”

-

PSAK No. 46 (Revisi 2010), mengenai “Pajak Penghasilan”

-

PSAK No. 50 (Revisi 2010), mengenai “Instrumen Keuangan: Penyajian”

-

PSAK No. 55 (Revisi 2011), mengenai “ Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”

-

PSAK No. 56 (Revisi 2011), mengenai “Laba per Saham”

-

ISAK No. 25, mengenai “Hak atas Tanah”

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

Laporan arus kas disajikan dengan metode tidak langsung yang dikelompokkan dalam aktivitas operasi,

investasi dan pendanaan.

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Entitas menerapkan PSAK 10 (Revisi 2010), “Pengaruh Perubahan Nilai

Tukar Mata Uang Asing”, yang diterapkan secara retrospektif.

PSAK ini menggambarkan bagaimana memasukkan transaksi mata uang asing dalam laporan keuangan

Entitas dan menjabarkan laporan keuangan ke dalam mata uang penyajian. Entitas mempertimbangkan

indikator utama dan indikator lainnya dalam menentukan mata uang fungsionalnya. Entitas menentukan

mata uang fungsionalnya adalah US Dollar tetapi memutuskan mata uang penyajian lapran keuangan

menggunakan Rupiah untuk tujuan konsistensi dengan mata uang penyajian sebelumnya.

Sehubungan dengan penerapan PSAK ini, semua akun-akun Entitas, yang dilaksanakan dalam Rupiah,

telah dijabarkan ke dalam Dollar AS yang merupakan mata uang fungsional, dengan menggunakan

prosedur sebagai berikut secara retrospektif:

Pos moneter mata uang asing dijabarkan menggunakan kurs penutup; Pos non-moneter yang diukur dalam

biaya historis dalam mata uang asing dijabarkan menggunakan kurs pada tanggal transaksi; dan Pos

non-moneter yang diukur pada nilai wajar dalam mata uang asing dijabarkan menggunakan kurs pada tanggal

ketika nilai wajar ditentukan.

Akun-akun yang telah dijabarkan sebagaimana disebutkan dalam paragraf sebelumnya kemudian

dijabarkan ke dalam Rupiah yang merupakan mata uang penyajian, dengan menggunakan prosedur sebagai

berikut :

Aset dan liabilitas untuk setiap laporan posisi keuangan yang disajikan (termasuk komparatif) dijabarkan

menggunakan kurs penutup pada tanggal laporan posisi keuangn tersebut;

Penghasilan dan beban untuk setiap laporan laba rugi komprehensif (termasuk komparatif) dijabarkan

menggunakan kurs pada tanggal transaksi; dan

Semua selisih kurs yang dihasilkan diakui dalam pendapatan komprehensif lain pada akun Selisih Kurs

karena Penjabaran Laporan Keuangan disebut dengan (“CTA”).

(16)

16

3.

PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI, DAN ASUMSI SIGNIFIKAN

Penyusunan laporan keuangan mengharuskan majemen untuk membuat taksiran dan asumsi yang

mempengaruhi jumlah aset dan liabilitas dan pengungkapan aset dan liabilitas kontinjensi pada tanggal laporan

keuangan serta jumlah pendapatan dan beban yang dilaporakn selama periode pelaporan.

3.

PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI, DAN ASUMSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)

Pos-pos signifikan yang terkait dengan taksiran dan asumsi antara lain :

a.

Cadangan kerugian penurunan nilai piutang

Entitas mengevaluasi akun tertentu jika terdapat informasi bahwa pelanggan yang bersangkutan tidak dapat

memenuhi liabilitas keuangannya. Dalam hal; tersebut, Entitas mempertimbangkan berdasarkan fakta dan

situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan

status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga dan factor pasar yang telah

diketahui, untuk mencatat provisi yang spesifik atas jumlah piutang pelanggan guna mengurangi jumlah

piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Entitas. Provisi yang spesifik ini dievaluasi kembali dan

disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi julah cadangan kerugian penurunan

nilai piutang.

b.

Klasifikasi aset dan liabilitaas keuangan

Entitas menetapkan klasifikasikan atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas

keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK No. 55 (Revisi 2006) dipenuhi.

Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Entitas

seperti diungkapkan pada catatan 2c.

c.

Aset tetap

Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus. Manajemen mengistimasi

masa manfaat ekonomis aset tetap antara 5 sampai dengan 20 tahun. Umur masa manfaat ini adalah umur

yang secara umum diharapkan dalam industry dimana Entitas menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat

pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset,

dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi.

d.

Pajak penghasilan

Entitas beroperasi dibawah peraturan perpajakan di Indonesia. Pertimbangan yang signifikan diperlukan

untuk menentukan provisi pajak penghasilan dan pajak pertambahan nilai. Apabila

keputusan final atas pajak tersebut berbeda dari jumlah yang pada awalnya dicatat, perbedaan terasebut

akan dicatat di laporan laba rugi komprehensif pada periode dimana hasil tersebut dikeluarkan.

e.

Imbalan kerja

Nilai kini liabilitas imbalan kerja tergantung pada sejumlah factor yang ditentukan dengan menggunakan

asumsi aktuaria. Asumsi yang digunakan dalam menentukan biaya bersih untuk pensiun termasuk tingkat

pengembalian jangka panjang yang diharapkan atas aset program dan

3.

PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI, DAN ASUMSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)

tingkat diskonto yang relevan. Setiap perubahan dalam asumsi ini akan berdampak pada nilai tercatat

liabilitas imbalan kerja.

(17)

17

Asumsi tingkat pengembalian yang diharapkan atas aset program ditentukan secara seragam, dengan

mempertimbangkan pengembalian historis jangka panjang, alokasi aset dan perkiraan masa depan atas

pengembalian investasi jangka panjang.

Asumsi penting lainnya untuk liabilitas imbalan kerja sebagian didasarkan pada kondisi pasar saat ini.

Hasil aktual dapat berbeda dari taksiran tersebut.

4.

KUASI ORGANISASI

Sesuai dengan PSAK No. 51 (Revisi 2003) (PSAK No. 51), mengenai “Akuntansi Kuasi Reorganisai”. Kuasi

reorganisasi (kuasi) merupakan prosedur akuntansi yang mengatur Entitas merestrukturisasi ekuitasnya dengan

menghilangkan defisit dan menilai seluruh aset dan liabilitasnya berdasarkan nilai wajar.

Pada tanggal 31 Desember 2011, Entitas melakukan kuasi sesuai dengan PSAK No, 51, untuk mengeliminasi

saldo defisit sebesar 16.923.085.477. Pelaksanaan kuasi didasarkan atas keyakinan

yang memadai bahwa Entitas setelah kuasi akan dapat mempertahankan kelangsungan usahanya

(going

concern).

Penentuan nilai wajar aset dan liabilitas dalam rangka kuasi dilakukan sesuai dengan nilai wajar pada tanggal

kuasi reorganisasi. Apabila nilai pasar tidak tersedia atau tidak menggambarkan nilai wajar instrument lain

yang substansinya sejenis, estimasi perhitungan nilai sekarang, atau arus kas diskonto. Sedangkan untuk aset

dan liabilitas tertentu, penilaian dilakuakan sesuai dengan PSAK terkait. Selisih lebih atas penilaian aset dan

liabilitas Entitas dicatat pada akun “Selisih Penilaian Aset dan Liabilitas”.

Selisih penilaian aset dan liabilitas Entitas sebagai hasil dari penyesuaian nilai wajar aset dan liabilitas, yang

diambil dari penilaian kembali aset dan liabilitas Entitas sesuai nilai wajar berdasarkan Laporan Penilaian

Independen kantor Jasa Penilai Publik Hari Utomo dan Rekan sebesar Rp 158.086.774.517.

Perhitungan eliminasi atas saldo defisit Entitas pada tanggal 31 Desember 2011 sebesar Rp16.923.085.477

adalah sebagai berikut :

Saldo deficit

-

Selisih penilaian aset dan liabilitas

-

Bersih

-

5.

KAS DAN SETARA KAS

Akun ini terdiri dari:

31 September 2018

31 September 2017

Kas

Rupiah

244.742.573

27.799.385

Dolar Amerika Serikat

59.324.263

53.836.500

Euro

14.439.999

13.430.736

318.506.835

95.066.621

Bank

Rupiah

PT . Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

75.357.001

7.202.259.910

PT. Bank Central Asia Tbk

198.492.162

354.377.092

PT. Bank Rakyat Indonesia ( Persero) Tbk

83.124.678

7.213.571.098

PT. Bank Panin Tbk

54.050.134

4.839.321

(18)

18

PT. Bank Resona

93.136.961

-

PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk

241.157.884

619.668.104

Dolar Amerika Serikat

PT . Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

302.423.919

52.412.606

United Overseas Bank Ltd

-

1.004.790.672

PT. Bank Rakyat Indonesia ( Persero) Tbk

3.858.537.845

3.084.003.180

Indonesia Eximbank

26.821.078.775

1.322.879.151

PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk

1.661.392.277

119.893.839

PT. Bank Resona Perdania

641.430.904

114.793.152

Euro

PT. Bank Rakyat Indonesia ( Persero) Tbk

33.720.401

47.343.420

34.063.902.941

21.143.395.384

Kas dan Setara Kas yang dibatasi penggunaanya

Dolar Amerika Serikat

PT. Bank Rakyat Indonesia ( Persero) Tbk

51.832.285.219

24.020.522.712

PT. Bank Resona Perdania

36.187.059.976

-

88.019.345.195

24.020.522.712

Jumlah

122.401.754.971

45.258.984.717

Pada tanggal 31 September2018 dan 31 Desember 2017, Entitas tidak mempunyai saldo kas dan setara kas

pada pihak berelasi.

6.

PIUTANG USAHA

Rincian piutang usaha adalah sebagai berikut:

31 September2018

31 Desember 2017

Prestige Autotech Co, Amerika Serikat.

68.260.496.975

48.022.616.351

Lain – Lain

86.591.972.440

18.249.605.929

Sub-jumlah

154.852.469.415

66.272.222.280

Cadangan kerugian penurunan nilai piutang

-

Jumlah

154.852.469.415

66.272.222.280

Pada tanggal 30 September 2018 dan 31 Desember 2017, analisis umur piutang usaha adalah sebagai berikut:

31 September2018

31 Desember 2017

Rp

%

Rp

%

Belum jatuh tempo

88.708.087.079

57%

14.593.037.909

22%

Jatuh tempo:

1 – 30 hari

3.083.832.801

2%

38.852.845.230

59%

31 – 60 hari

41.292.042.106

27%

788.556.760

1%

Lebih dari 60 hari

21.768.507.429

14%

12.037.782.381

18%

Jumlah

154.852.469.415 100%

66.272.222.280 100%

Entitas berkeyakinan bahwa cadangan penurunan nilai piutang pada pihak ketiga cukup untuk menutupi

kemungkinan kerugian akibat tidak tertagihnya piutang usaha dikemudian hari.

(19)

19

7.

PIUTANG LAIN-LAIN PIHAK KETIGA

Rincian piutang lain - lain pihak ketiga adalah sebagai berikut:

31 September2018

31 Desember 2017

Pihak Ketiga

Special Falgar I Kungsbacka Co.,

6.366.069.965

3.217.650.000

Svenska Faelg I Eksj Co.,

5.964.002.389

3.014.430.000

Prestige

Autotech

Co.,

Amerika

Serikat

78.890.727.024

26.462.252.875

Lain-lain

32.921.101.693

18.792.672.349

Jumlah

124.141.901.071

51.487.005.224

Piutang lain-lain pada pihak ketiga merupakan piutang atas penagihan penggantian biaya mould.

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap piutang lain-lain pada tanggal 31 September2018 dan 31 Desember

2017, manajemen Entitas berkeyakinan bahwa seluruh piutang dapat ditagih, oleh karena itu tidak ada

ditentukan adanya penurunan nilai piutang lain-lain.

8.

PERSEDIAAN

Akun ini terdiri dari:

31 September2018

31 Desember 2017

Barang jadi

40.991.378.708

38.634.785.175

Bahan baku

39.578.289.539

72.326.531.500

Barang dalam proses

38.141.541.676

93.039.007.719

Bahan pembantu

27.745.280.435

23.427.198.314

Jumlah

146.456.490.358

227.427.522.708

Seluruh persediaan digunakan sebagai jaminan atas utang bank jangka panjang.

Persediaan diasuransikan atas resiko kebakaran dan resiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu

dengan nilai pertanggungan sebesar US$ 14.000.000. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan

tersebut cukup untuk menutup kerugian yang mungkin terjadi.

9.

PEMBAYARAN DIMUKA DAN ASET LANCAR LAINNYA

Akun ini terdiri dari:

31 September2018

31 Desember 2017

Uang muka pemasok

219.433.630.438

221.891.965.933

Biaya dibayar dimuka

510.926.425

1.259.314.789

Pajak dibayar dimuka

-

8.633.955.738

Jumlah

219.944.556.863

231.785.236.460

(20)

20

11.

ASET TETAP

Akun ini terdiri dari:

2018

Saldo Awal

Penambahan

Pengurangan

Selisih Translasi

Saldo Akhir

Nilai Tercatat

Kepemilikan langsung

Hak atas tanah

238.480.000.000

-

-

238.480.000.000

Pematangan tanah

938.982.561

-

-

938.982.561

Bangunan dan prasarana

70.072.041.356

-

-

70.072.041.356

Mesin dan peralatan pabrik

468.964.391.067

10.621.161.063

-

479.585.552.130

Perabot dan peralatan kantor

5.495.306.327

117.305.034

-

5.612.611.361

Alat pengangkutan

5.431.762.742

-

1.076.700.000

4.355.062.742

Aset dalam penyelesaian

194.378.518.450

431.638.770

1.530.000.000

193.290.057.222

Sub-jumlah

983.761.002.503

11.170.104.867

2.606.700.000

992.334.307.372

Aset sewa pembiayaan

Mesin dan peralatan pabrik

82.485.841.185

-

-

82.485.841.185

Jumlah Nilai tercatat

1.066.246.843.690

11.170.104.867

2.606.700.000

1.074.820.148.557

Akumulasi Penyusutan

Kepemilikan langsung

Pematangan tanah

938.982.561

-

-

938.982.561

Bangunan dan prasarana

13.622.223.014

1.871.002.632

-

15.493.225.646

Mesin dan peralatan pabrik

159.421.881.638

20.404.041.278

-

179.825.922.916

Perabot dan peralatan kantor

3.791.111.896

613.089.693

-

4.404.201.589

Alat pengangkutan

5.016.756.184

503.713.063

1.076.700.000

4.443.769.247

Sub-jumlah

182.790.955.293

23.391.846.666

1.076.700.000

205.106.101.959

Aset sewa pembiayaan

Mesin dan peralatan pabrik

20.025.651.879

-

-

20.025.651.879

Jumlah Akumulasi Penyusutan

202.816.607.172

23.391.846.666

1.076.700.000

225.131.753.838

(21)

21

ASET TETAP

Akun ini terdiri dari:

2017

Saldo Awal

Penambahan

Pengurangan

Selisih Translasi

Saldo Akhir

Nilai Tercatat

Kepemilikan langsung

Hak atas tanah

238.480.000.000

238.480.000.000

Pematangan tanah

938.982.561

938.982.561

Bangunan dan prasarana

69.492.762.597

579.278.759

70.072.041.356

Mesin dan peralatan pabrik

451.821.820.336

13.376.267.971

3.766.302.760

468.964.391.067

Perabot dan peralatan kantor

5.413.603.624

36.575.909

45.126.794

5.495.306.327

Alat pengangkutan

5.200.413.065

188.000.000

43.349.677

5.431.762.742

Aset dalam penyelesaian

191.963.200.985

815.147.883

1.600.169.582

194.378.518.450

Sub-jumlah

963.310.783.168

14.415.991.763

6.034.227.572

983.761.002.503

Aset sewa pembiayaan

Mesin dan peralatan pabrik

81.803.938.748

681.902.437

82.485.841.185

Jumlah Nilai tercatat

1.045.114.721.916

14.415.991.765

6.716.130.009

1.066.246.843.690

Akumulasi Penyusutan

Kepemilikan langsung

Pematangan tanah

938.982.561

938.982.561

Bangunan dan prasarana

6.925.348.333

3.984.761.311

2.712.113.370

13.622.223.014

Mesin dan peralatan pabrik

120.708.566.580

21.079.939.238

17.633.375.820

159.421.881.638

Perabot dan peralatan kantor

2.077.925.504

1.501.908.178

211.278.214

3.791.111.896

Alat pengangkutan

4.101.313.644

712.484.573

202.957.967

5.016.756.184

Sub-jumlah

134.752.136.622

27.279.093.300

20.759.725.371

182.790.955.293

Aset sewa pembiayaan

Mesin dan peralatan pabrik

13.298.772.999

3.534.293.815

3.192.585.065

20.025.651.879

Jumlah Akumulasi

Penyusutan

148.050.909.621

30.813.387.115

23.952.310.436

202.816.607.172

(22)

PT. PRIMA ALLOY STEEL UNIVERSAL Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

31 September2018

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

22

Aset tetap Entitas telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket

polis tertentu dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar US$ 57.000.000 dan US$ 42.429.118. dan

Rp.640.000.000

Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kerugian yang mungkin

terjadi.

Manajemen Entitas telah melakukan pengkajian ulang atas estimasi umur ekonomis, metode penyusutan dan

nilai residu pada setiap akhir pelaporan.

Manajemen Entitas menyatakan bahwa tidak terdapat aset tetap yang masih memiliki nilai buku namun

berhenti beroperasi.

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai aset di

tahun 2018 dan 2017.

11.

ASET LAIN-LAIN

Akun ini terdiri dari:

31 September 2018

31 Desember 2017

Jaminan

3.187.199.841

2.761.120.915

Beban ditangguhkan - bersih

282.307.500

282.307.500

Lain-lain

24.713.462.881

24.654.962.881

Jumlah

28.182.970.222

27.698.391.296

12.

UTANG BANK JANGKA PENDEK

Akun ini terdiri dari:

31 September 2018

31 Desember 2017

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk

72.946.865.364

48.237.520.552

PT Indonesia Exim Bank

626.599.531.001

457.632.296.419

Jumlah

699.546.396.365

505.869.816.971

Pada September2012, Entitas mendapat fasilitas pinjaman jangka pendek dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk

(Persero), yaitu berupa:

-

Kredit Modal Kerja Ekspor dengan batas maksimum sebesar US$ 2.500.000, tingkat bunga atas pinjaman

adalah sebesar 7% per tahun dengan jangka waktu pinjaman 1 tah

13. UTANG BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan)

Entitas mendapat fasilitas pinjaman jangka pendek dari Indonesia Eximbank, yaitu berupa :

-

Kredit Modal Kerja Ekspor dengan batas maksimum sebesar US$ 10.000.000, tingkat bunga atas pinjaman

adalah sebesar 6% per tahun dengan jangka waktu pinjaman 1 tahun.

-

Kredit Modal Kerja Ekspor dengan batas maksimum sebesar US$ 2.000.000, tingkat bunga atas pinjaman

adalah sebesar 6% per tahun dengan jangka waktu pinjaman 1 tahun.

-

Kredit Modal Kerja Ekspor dengan batas maksimum sebesar US$ 15.000.000, tingkat bunga atas pinjaman

adalah sebesar 6% per tahun dengan jangka waktu pinjaman 1 tahun.

-

Jasa perdagangan dengan batas maksimum sebesar US$ 10.000.000, dengan jangka waktu pinjaman 1

tahun

(23)

PT. PRIMA ALLOY STEEL UNIVERSAL Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

31 September2018

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

23

13.

UTANG USAHA

Akun ini merupakan utang atas pembelian kepada:

31 September2018

31 Desember 2017

Pihak ketiga

Hydro Aluminium Asia PTE, LTD

-

293.512.387

PT Nippont Paint

505.581.453

2.595.388.076

Arianto Darmawan

479.108.680

981.194.543

PT Mitra Prima Agung

26.339.069

1.501.720.930

Nanguan (Nanhai, Foshan) Mould 488.015.180

1.020.085.713

Lain-lain

28.328.710.749

39.182.528.404

Jumlah

29.827.755.132

45.574.430.053

Utang usaha timbul dari pembelian bahan baku, bahan pembantu dan lain-lain yang digunakan untuk produksi

velg.

14.

UTANG LAIN-LAIN

Akun ini merupakan transaksi pembelian kepada pihak ketiga sebesar Rp 3.028.0879.341 dan 8.987.108.621

pada 31 September 2018 dan 31 Desember 2017.

15.

BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR

Akun ini terdiri dari:

31 September2018

31 Desember 2017

Air, Listrik dan gas

3.406.861.897

3.664.185.008

Gaji dan Upah

3.261.943.167

4.586.831.400

Beban profesional

-

150.000.000

Bunga

-

872.667.649

Lain-lain

-

170.770.508

Jumlah

6.668.805.064

9.444.454.565

16.

UTANG PAJAK

Akun ini terdiri dari:

31 September2018

31 Desember 2017

Pajak Penghasilan

Pasal 29

Pasal 23

Pasal 21

Vat Out – Clearing

(1.667.968.595)

13.476.645

(107.394.994)

2.221.857.128

107.394.900

7.647.101

1.804.067.827

1.385.746.809

Jumlah

459.970.184

3.304.856.637

Referensi

Dokumen terkait

Nilai tercatat aset tetap yang tidak digunakan lagi atau dijual atau diserahkan pada Pemerintah, dikeluarkan dari laporan keuangan konsolidasian interim, dan keuntungan

Berdasarkan penilaian aktuaria yang dilakukan oleh PT Sienco Aktuarindo Utama, aktuaris independen dalam laporannya masing-masing tanggal 4 September 2017 dengan menggunakan

Apabila aktiva tetap tidak digunakan lagi dan dijual, maka nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari laporan keuangan, dan keuntungan dan kerugian yang

Aktiva tetap pemilikan langsung yang sudah tidak dipergunakan lagi atau dijual, dikeluarkan dari kelompok Aktiva Tetap Pemilikan Langsung dan laba atau rugi yang

Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau dijual, nilai perolehan beserta akumulasi penyusutan yang terkait dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang

Piutang pelanggan dan piutang lain-lain adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif

Piutang pelanggan dan piutang lain-lain adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif

Aktiva tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual, biaya perolehan dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap yang bersangkutan dan laba atau