• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT PYRIDAM FARMA Tbk NERACA Tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2010 Dengan angka perbandingan untuk tahun 2009 (Dinyatakan dalam Rupiah)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PT PYRIDAM FARMA Tbk NERACA Tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2010 Dengan angka perbandingan untuk tahun 2009 (Dinyatakan dalam Rupiah)"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

Tidak diaudit Tidak diaudit Catatan 2010 2009 ASET

ASET LANCAR

Kas dan setara kas 3 2.999.368.523 893.840.092

Piutang usaha

Pihak ketiga 4 20.029.499.128 22.120.922.429

Lain-lain -

Persediaan 5 25.683.735.018 19.726.975.413

Uang muka pembelian mesin dan lainnya 6 1.049.228.600 648.863.633

Jumlah Aset Lancar 49.761.831.269 43.390.601.567

ASET TIDAK LANCAR

Aset pajak tangguhan - Bersih 1.534.298.199 997.519.308

Aset tetap 7 52.889.771.653 55.727.376.890

Aset tak berwujud 33.190.962 36.889.926

Jumlah Aset Tidak Lancar 54.457.260.814 56.761.786.124

JUMLAH ASET 104.219.092.083 100.152.387.691

Jakarta, 29 Oktober 2010 S E & O

M. Handoko Boedi Soetrisno

(2)

Tidak diaudit Tidak diaudit Catatan 2010 2009 KEWAJIBAN DAN EKUITAS

KEWAJIBAN LANCAR

Pinjaman bank jangka pendek 8 9.674.435.708 12.092.063.734

Hutang

Usaha 9 1.638.516.668 2.307.779.543

Lain-lain - 417.974.833

Hutang pajak 10 3.454.195.315 3.825.987.973

Biaya masih harus dibayar 11 4.262.045.432 3.218.341.730

Hutang jangka panjang jatuh tempo dalam 1 tahun

Bank 12 - 33.333.343

Sewa pembiayaan 13 195.142.577 203.229.477

Jumlah kewajiban Lancar 19.224.335.700 22.098.710.633 KEWAJIBAN TIDAK LANCAR

Hutang jangka panjang

Sewa pembiayaan 13 389.398.107 524.981.960 Kewajiban imbalan pasca kerja 6.325.651.934 4.496.871.080 Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 6..715.050.041 5.021.853.040

Jumlah kewajiban 25.939.385.741 27.120.563.673

EKUITAS

Modal saham - Nominal Rp.100 per saham Modal dasar - 1.600.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh

- 535,080,000 saham . 14 53.508.000.000 53.508.000.000

Tambahan modal disetor - Bersih 2.065.078.501 2.065.078.501

Saldo laba 22.706.627.841 17.458.745.517

Jumlah ekuitas 78.279.706.342 73.031.824.018

JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 104.219.092.083 100.152.387.691

Jakarta, 29 Oktober 2010 S E & O

(3)

Tidak diaudit Tidak diaudit Catatan 2010 2009 PENJUALAN BERSIH 15.16 106.276.464.656 102.228.493.194 BEBAN POKOK PENJUALAN 17 38.044.246.202 34.544.168.863

LABA KOTOR 68.232.218.454 67.684.324.331

BEBAN USAHA

Penjualan ` 42.601.328.415 44.781.240.615

Umum dan administrasi 18.707.092.976 16.493.555.762

Jumlah 18 61.308.421.391 61.274.796.377

LABA USAHA 6.923.797.063 6.409.527.954

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN

Beban pinjaman dan pembiayaan 19 (1.054.677.756) (1.605.952.175) Laba (Rugi) kurs - Bersih 72.763.759 97.850.941

Pendapatan bunga 6.761.224 7.779.179

Laba penjualan aset tetap 96.181.283 212.075.298

Lain lain - Bersih 1.139.501.395 308.337.320

Beban lain lain - Bersih 260.529.905 (979.909.437)

LABA SEBELUM BEBAN ( PENGHASILAN ) PAJAK 7.184.326.968 5.429.618.517 BEBAN ( PENGHASILAN ) PAJAK

Tahun berjalan 3.101.304.563 2.003.577.030

Ditangguhkan (1.170.681.055) (352.748.008)

Beban Pajak - Bersih 1.930.623.508 1.650.829.022

LABA BERSIH 5.253.703.460 3.778.789.495

LABA BERSIH PER SAHAM DASAR 9.82 7,06

Jakarta, 29 Oktober 2010 S E & O

(4)

Modal ditempatkan Modal disetor Saldo Jumlah Ekuitas dan disetor penuh lainnya bersih Laba

Saldo per 01 Januari 2009 53.508.000.000 2.065.078.501 13.679.956.022 69.253.034.523 Laba bersih - - 3.778.789.495 3.778.789.495 Saldo per 30 September 2009 53.508.000.000 2.065.078.501 17.458.745.517 73.031.824.018 Laba/(rugi) bersih - - (5.821.136) (5.821.136) Saldo per 31 Desember 2009 53.508.000.000 2.065.078.501 17.452.924.381 73.026.002.882 Laba bersih - - 5.253.703.460 5.253.703.460 Saldo per 30 September 2010 53.508.000.000 2.065.078.501 22.706.627.841 78.279.706.342

(5)

Tidak diaudit Tidak diaudit ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI 2010 2009 Penerimaan kas bersih dari:

Pelanggan 114.701.887.304 113.616.705.201

Bunga 6.761.224 7.779.179

Lain lain - Bersih (180.804.838) 15.005.516 Pembayaran kas bersih untuk:

Pemasok (39.965.536.087) (26.225.445.540) Beban usaha ( diluar gaji dan tunjangan

lainnya ) (40.562.531.598) (53.828.232.180) Gaji dan tunjangan lainnya (22.062.229.333) (14.445.351.921) Pajak penghasilan (2.674.672.225) (9.446.642.925) Bunga (1.054.677.756) (1.605.952.175) Kas bersih diperoleh dari aktivitas

operasi. 8.208.196.691 8.087.865.155 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Perolehan aset tetap (3.026.479.325) (1.836.714.721) Hasil penjualan aset tetap 103.545.000 207.000.000 Uang muka pembelian mesin dan lainnya - (2.530.108.861) Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas

Investasi (2.922.934.325) (4.159.823.582) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN

Perolehan hutang bank 2.400.000.000

Pembayaran hutang bank dan cerukan (5.341.967.107) (6.063.449.809) Penambahan(pembayaran) hutang sewa pembiayaan (73.490.133) (1.052.132.100)

Pembayaran hutang jangka panjang (299.999.997)

Arus bersih diperoleh dari aktivitas

pendanaan. (5.415.457.240) (5.015.581.906) PENURUNAN BERSIH KAS DAN

SETARA KAS (130.194.874) (1.087.540.333) KAS DAN SETARA KAS

AWAL 3.129.563.397 1.981.380.425 KAS DAN SETARA KAS

AKHIR 2.999.368.523 893.840.092

TRANSAKSI NON KAS

Aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak mempengaruhi kas : Aktivitas normal :

Penambahan aset sewa pembiayaan melalui

hutang sewa pembiayaan 528.600.000 1.048.000.000

(6)

1. U M U M

a. Pendirian Perusahaan

PT Pyridam Farma Tbk (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan akta Notaris Tan Thong Kie No. 31 tanggal 27 November 1976. Akta pendirian Perusahaan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. YA 5/118/3 tanggal 17 Maret 1977, serta diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 102 tanggal 23 Desember 1977, Tambahan No. 801. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir dengan akta Notaris Johny Dwikora Aron, SH, pengganti Notaris Rachmat Santoso, SH No. 61 tanggal 19 Mei 2008, mengenai penyesuaian anggaran dasar Perusahaan sesuai dengan UU No. 40/2007 tentang Perseroan Terbatas. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-71824.AH.01.02 Tahun 2008 tanggal 9 Oktober 2008, dan telah diumumkan dan termuat dalam Berita Negara Republik Indonesia, tertanggal 16 April 2010 No. 31, Tambahan No. 3549.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha Perusahaan meliputi industri obat-obatan, plastik, alat-alat kesehatan, dan industri kimia lainnya, serta melakukan perdagangan, termasuk impor, ekspor dan antar pulau, dan bertindak selaku agen, grosir, distributor dan penyalur dari segala macam barang. Kegiatan usaha Perusahaan saat ini meliputi produksi dan pengembangan obat-obatan (farmasi) serta perdagangan alat-alat kesehatan.

Perusahaan berdomisili di Jakarta dan pabriknya berlokasi di Desa Cibodas, Puncak, Jawa Barat. Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Jalan Kemandoran VIII No. 16, Jakarta.

Perusahaan memulai operasi komersialnya pada tahun 1977. Pabrik Perusahaan yang berlokasi di Desa Cibodas, Puncak, Jawa Barat, mulai dibangun pada tahun 1995 dan mulai beroperasi pada bulan April 2001.

b. Penawaran Umum Efek Perusahaan

Perusahaan telah melakukan perubahan nilai nominal saham dari Rp 1.000.000 per saham menjadi Rp 100 per saham (stock split) pada tanggal 25 April 2001. Disamping itu, Perusahaan telah menawarkan sahamnya kepada masyarakat melalui pasar modal di Indonesia sejumlah 120.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham dengan harga Rp 105 per saham yang efektif pada tanggal 27 September 2001. Pada saat yang sama, Perusahaan juga telah menerbitkan 60.000.000 Waran Seri I yang menyertai seluruh saham yang ditawarkan (waran lekat) dengan harga pelaksanaan Rp 125 per saham. Jangka waktu pelaksanaan Waran dilakukan mulai tanggal 16 April 2002 sampai dengan tanggal 15 Oktober 2004 dengan ketentuan setiap pemegang dua (2) saham baru mendapatkan satu (1) Waran Seri I di mana setiap satu (1) Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu (1) saham baru Perusahaan yang dikeluarkan dari portepel. Saham tersebut bersama dengan saham pendiri sejumlah 400.000.000 saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta pada tanggal 16 Oktober 2001. Pada tanggal 21 November 2002, Perusahaan telah menerbitkan dividen saham sejumlah 15.080.000 saham dengan harga pasar Rp 300 per saham. Setelah pembagian dividen saham tersebut, jumlah waran yang beredar menjadi 61.740.000 waran dan harga pelaksanaan waran menjadi 121 per saham.

Tidak ada waran yang dilaksanakan sampai dengan tanggal 15 Oktober 2004.

(7)

c. Dewan Komisaris dan Direksi serta Karyawan

Berdasarkan akta Notaris Buntario Tigris, SH, SE, No. 70 tanggal 11 Oktober 2005, susunan dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2010 dan 2009, adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris Presiden Komisaris Komisaris

Komisaris Independen

Ir Sarkri Kosasih Rani Tjandra Lianny Suraja

Direksi

Presiden Direktur Direktur

Michael Handoko B. Soetrisno Indrawati Kosasih Andreas Herman Oslan

Pada tanggal 30 September 2010 dan 2009, anggota komite audit Perusahaan adalah sebagai berikut:

Komite Audit/ Audit

Ketua/Komisaris Independen Anggota

Lianny Suraja

Dominique Razafindrambinina Ridwan Aksama

Perusahaan mempunyai 645 dan 621 pegawai tetap, masing-masing pada tanggal 30 September 2010 dan 2009.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan

Laporan keuangan disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Pedoman Penyajian Laporan keuangan yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM).

Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan menggunakan konsep akrual, kecuali untuk laporan arus kas dan konsep biaya perolehan (“historical cost”) kecuali untuk persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih (“the lower of cost or net realizable value”).

(8)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI ( lanjutan ) a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan

Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung (“direct method”) dengan menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

Mata uang laporan yang digunakan dalam menyusunan laporan keuangan adalah Rupiah.

b. Transaksi dengan Pihak-Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa

Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, sebagaimana didefinisikan dalam PSAK No. 7 tentang “Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”.

Semua transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan atau tidak dilakukan dengan harga dan kondisi normal sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga, diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.

c. Kas dan Setara Kas

Perusahaan mangklarifikasikan saldo bank dan deposito berjangka (jika ada) dengan jangka jatuh tempo tiga (3) bulan atau kurang pada saat ditempatkan dan tidak dijaminkan, sebagai Setara Kas.

d. Penyisihan Piutang Ragu-Ragu

Piutang usaha disajikan sebesar jumah neto setelah dikurangi penyisihan dengan piutang ragu-ragu, yang diestimasi berdasarkan kolektibilitas saldo piutang akhir tahun. Piutang dihapuskan dalam tahun dimana piutang tersebut dipastikan tidak akan tertagih.

Perusahaan menetapkan penyisihan piutang ragu-ragu berdasarkan penelaahan terhadap keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun.

e. Persediaan

Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih (“the lower of cost or net realizable value”). Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang (“weighted-average method”) dan terdiri dari semua biaya perolehan, konversi dan biaya lainnya untuk memperoleh persediaan tersebut sampai ke lokasi dan kondisi saat ini. Barang jadi dan barang dalam proses meliputi alokasi biaya tidak langsung tetap dan variable di samping biaya bahan baku dan upah langsung.

Nilai realisasi bersih merupakan taksiran harga jual wajar setelah dikurangi taksiran biaya untuk menyelesaikan dan menjual persediaan barang jadi yang dihasilkan.

(9)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI ( lanjutan ) f. Aset Tetap

Sebelum tanggal 1 Januari 2008, aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan (kecuali tanah yang tidak disusutkan). Efektif 1 Januari 2008, Perusahaan menerapkan PSAK No. 16 (Revisi 2007), “Aset Tetap”, yang menggantikan PSAK No. 16 (1994), “Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-lain” dan PSAK No. 17 (1994),

“Akuntansi Penyusutan”. Berdasarkan PSAK No. 16 (Revisi 2007), suatu entitas harus memilih model biaya (cost model) atau model revaluasi (revaluation model) sebagai kebijakan akuntansi pengukuran atas aset tetap. Perusahaan telah memilih untuk menggunakan model biaya sebagai kebijakan akuntansi pengukuran aset tetapnya.

Penerapan PSAK revisi ini tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan Perusahaan.

Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi dengan akumulasi penyusutan.

Aset tetap, kecuali tanah, disusutkan dengan menggunakan metode saldo menurun (declining balance method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap dengan tarif sebagai berikut:

Tarif Bangunan 5 % Mesin dan peralatan 12,5%

Peralatan kantor 25 % Kendaraan 25 % Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan.

Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya;

pemugaran dan penambahan dalam jumlah signifikan sebagaimana dijelaskan dalam PSAK No. 16 (Revisi 2007) tentang “Aset Tetap”, dikapitalisasi. Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual, biaya perolehan dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan.

Sesuai dengan PSAK No.48 tentang “Penurunan Nilai Aset”, jumlah aset yang dapat diperoleh kembali diestimasi pada saat kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset mungkin tidak dapat diperoleh kembali. Penurunan nilai aset, jika ada, diakui sebagai rugi pada laporan laba rugi tahun berjalan.

(10)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI ( lanjutan ) g. Aset Dalam Penyelesaian

Aset dalam penyelesaian (disajikan sebagai bagian dari “Aset Tetap” di neraca) merupakan akumulasi biaya pembangunan, upah langsung, biaya tidak langsung dan biaya pinjaman yang digunakan untuk membiayai aset selama masa pembangunan. Akumulasi biaya tersebut akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan.

h. Sewa Pembiayaan

Transaksi sewa pembiayaan digolongkan sebagai sewa pembiayaan yang dikapitalisasi (“finance lease”) apabila memenuhi seluruh kriteria yang disyaratkan PSAK No. 30 (Revisi 2007) tentang “Sewa”. Jika salah satu kriteria tidak terpenuhi, maka transaksi sewa pembiayaan dikelompokkan sebagai transaksi sewa menyewa biasa (“operating lease”). Aset sewa pembiayaan yang dikapitalisasi (disajikan sebagai bagian dari “Aset Tetap” di neraca) dinyatakan sebesar nilai tunai dari seluruh pembayaran sewa pembiayaan pada awal masa sewa pembiayaan. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode dan taksiran masa manfaat yang sama dengan yang diterapkan untuk aset tetap dengan pemilikan langsung. i. Aset Tidak Berwujud

Beban yang terjadi sehubungan akuisisi atas merek dagang, hak paten dan formula (disajikan sebagai bagian dari “Aset Tidak Terwujud” di neraca) diamortisasi dengan menggunakan metode saldo menurun (declining balance menthod) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset selama sepuluh (10) tahun.

j. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Pendapatan dari penjualan lokal diakui pada saat penyerahan barang kepada distributor/pelanggan.Pendapatan dari penjualan ekspor yang dilakukan dengan “FOB Shipping Point” diakui pada saat barang dimuat ke kapal. Beban diakui pada saat terjadinya (“accrual basis”).

k. Kewajiban Manfaat Karyawan

Perusahaan mengakui kewajiban atas kesejahteraan sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003 (Undang-Undang). Tidak terdapat pendanaan yang disisihkan oleh Perusahaan sehubungan dengan imbalan pasca-kerja ini.

Berdasarkan PSAK No. 24 (Revisi 2004), biaya yang disediakan untuk kesejahteraan karyawan berdasarkan Undang-Undang ini ditentukan dengan menggunakan metode perhitungan aktuarial “projected unit credit”. Keuntungan dan kerugian aktuarial diakui sebagai pendapatan atau beban pada saat keuntungan dan kerugian actuarial yang belum diakui secara kumulatif bersih untuk setiap individu di akhir tahun pelaporan sebelumnya melebihi 10% dari nilai kini imbalan pasti atau nilai wajar aktiva program pada tanggal tersebut.

(11)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI ( lanjutan ) k. Kewajiban Manfaat Karyawan ( lanjutan )

Keuntungan atau kerugian ini diakui berdasarkan metode garis lurus (“straight line basis”) selama sisa masa kerja karyawan yang diestimasi. Kemudian, biaya jasa masa lalu berasal dari pengenalan rencana imbalan pasti atau perubahan kewajiban manfaat dari rencana yang ada diharuskan untuk diamortisasi periode manfaat tersebut menjadi “vested”.

l. Transaksi dan Saldo Mata Uang Asing

Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs tengah transaksi Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun berjalan. Pada tanggal 30 September 2010 dan 2009, kurs yang digunakan adalah sebagai berikut:

2010 2009

1 US$ / Rp 8.924 9.681 1 AU$ / Rp 8.629,97 8.508,73 1 GBP / Rp 14.112,42 15.506,21

m. Beban atau Penghasilan Pajak

Beban pajak tahun berjalan dihitung berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak tahun berjalan. Beban atau penghasilan pajak tangguhan dihitung untuk menceminkan pengaruh pajak atas beda waktu antara pelaporan komersial dan fiskal dan akumulasi kompensasi rugi fiskal.

n. Beban Emisi Saham

Sesuai dengan surat keputusan Ketua BAPEPAM No. Kep-06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000, beban emisi saham dikurangkan dari hasil emisi saham dan disajikan sebagai pengurangan akun tambahan modal disetor dalam bagian Ekuitas di neraca.

o. Informasi Segmen

Informasi segmen Perusahaan disajikan berdasarkan segmen usaha. Segmen usaha adalah komponen yang dapat dibedakan berdasarkan produk atau jasa yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen lain.

p. Laba Per Saham

Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor penuh sebesar 535.080.000 saham pada tahun 2010 dan 2009.

(12)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI ( lanjutan )

Laba bersih per saham dilusian dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata- rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor penuh dengan asumsi bahwa semua waran dilaksanakan (“exercised”).

Q. Penggunaan Estimasi

Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manejemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi angka yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Sesuai dengan sifatnya, estimasi yang dibuat mengandung adanya ketidakpastian, sehingga jumlah sebenarnya yang dilaporkan di tahun yang akan datang mungkin berbeda dengan estimasi tersebut.

3. KAS DAN SETARA KAS

Kas dan setara kas terdiri dari 2010 2009 Kas

Rupiah 434.086.921 252.839.007

Dollar Amerika Serikat

US$ 2.828 ( 2009 : US$ 308 ) 25.237.072 2.981.748

Sub-Jumlah 459.323.993 255.820.755

Bank Rupiah

PT. Bank Central Asia Tbk 1.263.468.737 58.577.755

PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk 186.439.717 88.922.692

PT. Bank OCBC NISP Tbk 36.806.135 37.343.085

Bank HSBC, Jakarta 7.372.715 6.249.854

Dollar Amerika Serikat

PT. Bank Central Asia Tbk

US$ 21.592 ( 2009 : US$ 29.798 ) 192.687.008 288.474.438 Bank HSBC, Jakarta US$ 792

( 2009 : US$ 873 ) 7.070.218 8.451.513

Sub-Jumlah 1.693.844.530 488.019.337

Deposito Rupiah

PT. Bank Panin Tbk 150.000.000 150.000.000 PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk 50.000.000 - PT. Bank Central Asia Tbk 1 00.000.000 - PT. Bank OCBC NISP Tbk 100.000.000 - Dollar Amerika Serikat

PT. Bank Central Asia Tbk USD 50.000 446.200.000 -

Jumlah 2.999.368.523 893.840.092

(13)

4. PIUTANG USAHA – BERSIH Piutang usaha terdiri dari:

2010 2009 Pihak ketiga

PT. Sawah Besar Farma 5.888.795.120 7.155.226.775

PT. Antarmitra Sembada 5.219.475.659 6.005.907.017

PT. Merapi Utama Pharma 1.913.374.800 1.234.535.289

PT. Combi Putra 1.330.321.620 998.991.255

PT. Osotspa ABC Indonesia 705.202.368 777.514.000

PT. Eva Surya Pratama 508.141.425 402.046.425

PT. Forta Mitra Sejati 475.300.312 815.560.370

PT. Indocare Citra Pasific 454.073.241 251.002.667

PT. Kumala Sejati Hijau 288.136.616 -

PT. Gidion Jaya 228.705.231 390.099.921

PT. Global Mitra Prima - 201.964.710 PT. Bima Mulia Farmashindo - 419.122.210 PT. Bintang Utama Inti Medika - 375.096.550 PT. Mutiara Farma - 214.693.635 PT. Surya Bioperkasa - 213.751.133

PT. Talang Gugun Sari Nusantara - 276.062.635

Lain lain (Saldo dibawah Rp. 200 juta) 3.083.435.004 2.454.810.105

Sub-Jumlah 20.094.961.396 22.186.384.697

Dikurangi:

Penyisihan piutang ragu ragu 65.462.268 65.462.268 Jumlah Piutang Usaha - Bersih 20.029.499.128 22.120.922.429

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun, manajemen berpendapat bahwa jumlah penyisihan piutang ragu-ragu tersebut di atas cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha.

Rincian Piutang Usaha dihitung sejak faktur adalah sebagai berikut:

Jatuh Tempo 2010 2009

Kurang dari 30 hari 18.488.987.205 21.279.855.391

31 – 60 hari 922.215.750 673.206.561

Lebih dari 60 hari 683.758.441 233.322.745

Jumlah 20.094.961.396 22.186.384.697 Mutasi penyisihan piutang ragu - ragu adalah sebagai berikut:

2010 2009 Saldo awal 65.462.268 65.462.268

Penghapusan piutang usaha - -

Tambahan - -

(14)

Dengan angka perbandingan untuk tahun 2009 (Dinyatakan dalam Rupiah)

4. PIUTANG USAHA – BERSIH ( lanjutan )

Piutang usaha dengan nilai Rp. 9 milyar telah dijadikan jaminan atas fasilitas pembiayaan piutang dari Bank HSBC (catatan 8).

5. PERSEDIAAN

Persediaan terdiri dari :

2010 2009

Barang Jadi 11.052.216.245 5.377.676.689 Barang Dalam Proses 4.973.593.641 3.334.357.077 Bahan Baku 6.505.220.843 6.610.821.079 Bahan Kemasan dan lainnya 3.152.704.289 4.404.120.568

Jumlah 25.683.735.018 19.726.975.413

Berdasarkan penelaahan terhadap kondisi fisik persediaan pada akhir tahun, manajemen Perusahaan berpendapat bahwa penyisihan untuk persediaan usang tidak diperlukan.

Persediaan tidak dijaminkan, persediaan telah diasuransikan terhadap risiko kerugian kebakaran atau risiko kerugian lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 9,6 milyar pada tanggal 30 Seprtember 2010, yang menurut pendapat manajemen cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.

6. UANG MUKA

Uang muka terdiri dari :

2010 2009

Sewa 125.000.000 100.000.003

Asuransi 130.537.606 142.342.984

Pembelian 116.831.309 32.059.352

Lain-lain 676.859.685 374.461.294

Jumlah 1.049.228.600 648.863.633

(15)

7. ASET TETAP 2010

30 September 2010

Penambahan / Pengurangan /

Saldo awal Reklasifikasi Reklasifikasi Saldo akhir Biaya Perolehan

Pemilikan Langsung

Tanah 6.278.436.947 - - 6.278.436.947 Bangunan 46.829.507.231 - - 46.829.507.231 Mesin dan Peralatan 16.576.982.010 588.697.374 35.100.000 17.130.579.384 Peralatan Kantor 3.326.290.253 2.121.133.122 32.135.000 5.415.288.375 Kendaraan 7.662.327.340 316.648.829 526.285.339 7.452.690.830

Sewa Pembiayaan

Kendaraan 1.696.335.449 528.600.000 549.300.000 1.675.635.449 Jumlah 82.369.879.230 3.555.079.325 1.142.820.339 84.782.138.216 Akumulasi Penyusutan

Pemilikan Langsung

Bangunan 11.701.565.847 1.317.297.798 - 13.018.863.645 Mesin & Peralatan 8.985.170.864 948.629.677 250.000 9.933.550.541 Peralatan Kantor 2.299.665.303 507.900.569 - 2.807.565.872 Kendaraan 4.849.190.561 1.112.420.432 340.820.667 5.620.790.326 Sewa Pembiayaan

Kendaraan 486.902.085 321.446.221 296.752.126 511.596.180

Jumlah 28.322.494.660 4.207.694.697 637.822.793 31.892.366.564 Nilai buku 54.047.384.570 52.889.771.652

2009

30 September 2009

Penambahan / Pengurangan /

Saldo awal Reklasifikasi Reklasifikasi Saldo akhir Biaya Perolehan

Pemilikan Langsung

Tanah 5.778.436.947 500.000.000 - 6.278.436.947 Bangunan 34.048.561.753 12.780.945.478 - 46.829.507.231 Mesin dan Peralatan 15.451.167.411 1.099.199.437 - 16.550.366.848 Peralatan Kantor 2.858.079.969 238.515.284 - 3.096.595.253 Kendaraan 6.827.140.266 748.443.324 549.600.000 7.025.983.590 Aset dalam penyelesaian

Bangunan & Prasarana 12.780.945.478 - 12.780.945.478 -

(16)

7. ASET TETAP ( lanjutan )

30 September 2009

Penambahan / Pengurangan /

Saldo awal Reklasifikasi Reklasifikasi Saldo akhir

Sewa Pembiayaan

Kendaraan 2.909.135.449 1.048.000.000 1.204.200.000 2.752.935.449

Jumlah 2.909.135.449 1.048.000.000 1.204.200.000 2.752.935.449 Jumlah biaya perolehan 80.653.467.273 16.415.103.523 14.534.745.478 82.533.825.318

Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung

Bangunan 10.804.006.127 439.554.223 - 11.243.560.350 Mesin & Peralatan 6.345.208.645 1 .659.949.077 - 8.005.157.722 Peralatan Kantor 1.889.870.683 300.220.027 - 2.190.090.710 Kendaraan 4.065.924.946 925.060.946 501.943.642 4.489.042.250 Jumlah 23.105.010.401 3.324.784.273 501.943.642 25.927.851.032 Sewa Pembiayaan

Kendaraan 868.845.964 528.239.743 518.488.311 878.597.396 Jumlah Akumulasi

Penyusutan 23.973.856.365 3.853.024.016 1. 020.431.953 26.806.448.428 Nilai buku 56.679.610.908 55.727.376.890

Beban penyusutan untuk aset tetap pemilikan langsung dan aset sewa pembiayaan dialokasikan sebagai berikut :

2010 2009 Beban pabrikasi 2.533.706.862 1.468.353.599 Beban usaha

- Beban penjualan 819.309.671 234.293.090 - Beban umum dan administrasi 854.678.164 454.483.500

Jumlah 4.207.694.697 2.157.130.189

(17)

7. ASET TETAP ( lanjutan )

Reklasifikasi kendaraan sewa pembiayaan dengan harga perolehan sebesar Rp 549.300.000.

(2009: Rp 1.204.200.000) dan akumulasi penyusutan sebesar Rp 296.752.126 (2009 : Rp 518.488.311).

Hak atas tanah yang berlokasi di Desa Cibodas, Puncak, Jawa Barat, dengan luas 34.325 meter persegi berupa Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama Perusahaan yang berakhir pada tanggal 6 Juni 2015, tetapi dapat diperpanjang.

Tanah dan bangunan pabrik yang berlokasi di Desa Palasari, Cianjur, Jawa Barat atas nama PT Pyridam Farma Tbk digunakan sebagai jaminan atas hutang bank yang diperoleh dari PT Bank OCBC NISP, Tbk (dahulu PT Bank NISP, Tbk).

Aset tetap dengan kepemilikan langsung seperti yang terlihat pada tabel sebelumnya diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko kerugian lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan keseluruhan sebesar Rp. 19,9 milyar dan US$ 3,0 juta pada tanggal 30 September 2010. Manajemen berpendapat nilai pertanggungan asuransi tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.

Berdasarkan pertimbangan manajemen tidak terdapat kejadian-kejadian atau perubahan- perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap pada tanggal 30 September 2010 dan 2009.

8. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK

2010 2009 Hutang Bank

PT. Bank OCBC NISP Tbk 2.000.000.000 9.400.000.000 Bank HSBC, Jakarta 6.000.000.000 -

Cerukan

PT. Bank OCBC NISP Tbk 1.674.435.708 2.362.784.425 PT. Bank Central Asia Tbk - 329.279.309

Jumlah 9.674.435.708 12.092.063.734

Pada tanggal 27 November 2000, Perusahaan memperoleh pinjaman Demand Loan dan Kredit Rekening Koran (KRK) dari PT Bank OCBC NISP, Tbk masing-masing dengan batas maksimum sebesar Rp 11,8 milliar dan Rp 4,2 milliar. Pinjaman ini diperpanjang setiap tahun dan terakhir sampai dengan tanggal 27 November 2010. Pinjaman ini dikenakan bunga tahunan sebesar 12,5%. (2009 : 13,75%). Pinjaman ini dijamin dengan tanah milik Perusahaan seluas 3,4 hektar yang berlokasi di Desa Cibodas, Pacet, Cianjur, Jawa Barat, berikut bangunan di atas tanah tersebut (Catatan 7).

Pada tanggal 13 Mei 2003, Perusahaan memperoleh pinjaman rekening Koran / cerukan dari PT Bank Central Asia, Tbk dengan batas maksimum sebesar Rp 1.250.000.000. Pinjaman ini telah

(18)

8. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK ( lanjutan )

17 Februari 2011. Penambahan batas maksimum sampai dengan 30 September 2010 adalah sebesar Rp 1.500.000.000, pada tahun 2010 pinjaman ini dikenakan bunga tahunan sebesar 12,5 - 12,75%. Pinjaman ini dijamin dengan dua (2) bidang tanah di Jalan Kemandoran VIII No.

24 dan 25, Grogol Utara, Jakarta atas nama Ir Sarkri Kosasih dari Rani Tjandra, pemegang saham dan komisaris Perusahaan.

Perjanjian hutang meliputi syarat-syarat tertentu, antara lain, mensyaratkan Perusahaan untuk meminta persetujuan dari kreditur sebelum mengubah struktur organisasi baik melalui penggabungan usaha, penyatuan, konsolidasi, reorganisasi, maupun mengubah anggaran dasar, susunan pemegang saham, direksi dan komisaris. Di samping itu, Perusahaan juga harus mempertahankan rasio keuangan tertentu.

Pada tanggal 3 September 2007 Perusahaan telah menandatangani perjanjian fasilitas korporasi dengan The Hongkong and Shanghai Bank Corporation (HSBC) untuk fasilitas:

a. Fasilitas pembiayaan piutang dengan jumlah Rp 6 milyar, jangka waktu 90 hari dan bunga 2,25% (2009 : 3,25%) dibawah bunga bank yang berlaku saat ini 13,15% (2009 : 14%) per tahun serta discount 90% dari nilai jaminan.

b. Fasilitas lindung nilai atas transaksi valuta asing / foreign exchange option dengan jumlah US$ 300.000 jangka waktu maksimum 180 hari.

Fasilitas tersebut dijamin secara fiducia of transfer atas piutang usaha sebesar Rp 9 milyar.

(Catatan 4).

Atas fasilitas tersebut Perusahaan harus memenuhi beberapa pembatasan antara lain dilarang membayar dividen, mengagunkan atau membuat hipotika atas asset Perusahaan. Disamping itu Perusahaan juga harus memenuhi beberapa rasio keuangan yang dipersyaratkan.

9. HUTANG USAHA

Pihak ketiga 2010 2009

PT. Indogravure 227.612.000 121.343.200

PT. Avesta 137.357.000 -

PT. Global Chemindo 129.487.240 - PT. Garuda Sakti 126.859.331 - PT. Tatarasa Primatama 110.925.320 -

PT. Signa Husada 110.782.536 105.085.803

PT. Markaindo 62.205.000 - PT. Mitra Karya Sumberarta 58.898.400 372.399.027

PT. Setia Kawan 52.544.512 145.360.215

Microgen 55.862.878 -

PT. Tigaka Distrindo 51.259.456 613.252.626 PT. Anindojaya 49.082.000 -

(19)

Tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2010 Dengan angka perbandingan untuk tahun 2009

(Dinyatakan dalam Rupiah)

9. HUTANG USAHA ( lanjutan )

PT. Unison Jaya 27.266.250 - PT. Waris 25.656.500 - PT. Providen Mitra - 118.737.465 Lain-lain (dibawah Rp 25 juta) 216.327.817 831.601.207 Jumlah 1.638.516.668 2.307.779.543

Rincian Hutang Usaha dihitung sejak faktur adalah sebagai berikut:

Jatuh Tempo 2010 2009

Kurang dari 30 hari 1.291.952.938 1.950.639.336

31 – 60 hari 87.715.206 335.812.316

Lebih dari 60 hari 258.848.524 21.327.891

Jumlah 1.638.516.668 2.307.779.543

Rincian hutang usaha berdasarkan mata uang asing adalah sebagai berikut:

2010 2009

Rupiah 852.547.439 632.776.553

US Dolar 730.106.351 1.675.002.990

Poundsterling Inggris GBP 3.958,42 55.862.878 -

Jumlah 1.638.516.668 2.307.779.543

10. PERPAJAKAN

Hutang Pajak terdiri dari

2010 2009 Taksiran hutang pajak penghasilan 2.059.208.703 1.014.931.316 Pajak Penghasilan lainnya

Pajak 21 117.867.050 102.400.000

Pajak 23 2.139.154 4.706.110

Pajak 25 96.096.292 97.353.018

Pajak 29 - -

Pajak Pertambahan Nilai - Bersih 1.178.884.116 2.606.597.529

(20)

11. BIAYA MASIH HARUS DI BAYAR

2010 2009

Gaji Karyawa n 3.543.040.000 3.218.341.730 Lain-lain 719.005.432 - Jumlah 4.262.045.432 3.218.341.730

12. HUTANG BANK JANGKA PANJANG

2010 2009

Hutang Bank

PT. Bank OCBC NISP Tbk - 33.333.343 Bagian jatuh tempo - 33.333.343 Setelah dikurangi bagian jatuh tempo - -

Pada tanggal 27 November 2000, Perusahaan memperoleh pinjaman Term Loan (TL) dari PT Bank NISP, Tbk dengan batas maksimum sebesar Rp 1 milliar dan jatuh tempo sampai dengan 18 Oktober 2009. Pinjaman Term Loan ini sudah lunas per 18 Oktober 2009.

13. HUTANG SEWA PEMBIAYAAN

Pada tahun 2010 dan 2009, Perusahaan melakukan transaksi sewa pembiayaan dalam Rupiah atas kendaraan dengan PT ORIX Indonesia Finance, Balimor Finance, Mitsui Leasing Capital Indonesia, PT BII Finance, PT. Tunas Finance, BCA Finance dan Bank Jasa Jakarta untuk jangka waktu dua (2) tahun. Pembayaran sewa minimum di masa yang akan datang berdasarkan perjanjian sewa pembiayaan ini adalah sebagai berikut:

Tahun 2010 2009

2009 - 227.631.900 2010 211.847.900 521.529.600 2011 341.965.600 50.914.600 2012 71.922.000 -

Jumlah 625.735.500 800.076.100

Dikurangi bagian bunga 41.194.816 71.864.663 Jumlah hutang sewa pembiayaan - Bersih 584.540.684 728.211.437 Dikurangi bagian jatuh tempo dalam 1 tahun 195.142.577 203.229.477 Bagian jangka panjang 389.398.107 524.981.960

(21)

14. MODAL SAHAM DAN MODAL DISETOR LAINNYA

Susunan pemegang saham dan kepemilikannya masing masing pada tanggal 30 September 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut:

Jumlah saham

Ditempatkan dan Persentase

PEMEGANG SAHAM disetor penuh Pemilikan Jumlah

PT. Pyridam Internasional 288.119.974 53,85 28.811.997.400 Sarkri Kosasih 61.740.000 11,54 6.174.000.000 Rani Tjandra 61.740.000 11,54 6.174.000.000

Masyarakat 123.480.026 23,08 12.348.002.600

Jumlah 535.080.000 100,00 53.508.000.000

Tambahan modal disetor - Bersih sebesar Rp 2.065.078.501 terdiri dari agio saham sebesar Rp 3.616.000.000 dikurangi beban emisi saham sebesar Rp 1.550.921.499.

15. INFORMASI SEGMEN

Perusahaan mengelompokkan usahanya berdasarkan dua (2) segmen usaha yaitu produk farmasi dan jasa maklon serta produk alat kesehatan. Perusahaan tidak melakukan penjualan antar segmen. Informasi mengenai segmen Perusahaan adalah sebagai berikut:

TAHUN 2010

Produksi Farmasi Produk Alat

dan Jasa Maklon Kesehatan Jumlah

Penjualan Bersih 103.429.600.499 2.846.864.157 106.276.464.656 Beban pokok penjualan 36.437.654.194 1.606.592.008 38.044.246.202 Beban Usaha 60.557.320.137 751.101.254 61.308.421.391

Laba Usaha 6.434.626.168 489.170.895 6.923.797.063

Beban Bunga (1.054.677.756)

Pendapatan Bunga 6.761.224

Penghasilan Lain-lain - Bersih 1.308.446.437

(22)

Tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2010 Dengan angka perbandingan untuk tahun 2009

(Dinyatakan dalam Rupiah)

15. INFORMASI SEGMEN ( lanjutan )

Produksi Farmasi Produk Alat

dan Jasa Maklon Kesehatan Jumlah Aktiva dan Kewajiban

Jumlah Aset 102.421.119.777 1.797.972.306 104.219.092.083

Jumlah Kewajiban 25.808.695.610 130.690.131 25.939.385.741

Informasi segmen lainnya

Pengeluaran Modal 3.026.479.325 - 3.026.479.325 Penyusutan 3.910.942.571 - 3.910.942.571 Amortisasi 2.699.244 - 2.699.244

TAHUN 2009

Produksi Farmasi Produk Alat

dan Jasa Maklon Kesehatan Jumlah

Penjualan Bersih 99.583.130.294 2.645.362.900 102.228.493.194 Beban pokok penjualan 32.757.487.300 1.786.681.563 34.544.168.863 Beban Usaha 60.514.028.072 760.768.305 61.274.796.377 Laba Usaha 6.311.614.922 97.913.032 6.409.527.954

Beban Bunga (1.605.952.175)

Pendapatan Bunga 7.779.179

Penghasilan Lain-lain - Bersih 618.263.559

Laba sebelum pajak 5.429.618.517

Beban Pajak 1.650.829.022

Laba Bersih 3.778.789.495

Aktiva dan Kewajiban

Jumlah Aktiva 98.946.418.367 1.205.969.324 100.152.387.691

Jumlah Kewajiban 27.040.432.330 80.131.343 27.120.563.673

(23)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2010

Dengan angka perbandingan untuk tahun 2009 (Dinyatakan dalam Rupiah)

16. PENJUALAN BERSIH

Rincian penjualan adalah sebagai berikut :

2010 2009

Penjualan Lokal Pihak Ketiga

Produk Farmasi dan jasa Maklon 102.770.068.599 99.257.071.293 Produk Alat Kesehatan 2.846.864.157 2.645.362.900

Sub-Jumlah 105.616.932.756 101.902.434.193

Penjualan eksport

Produk Farmasi 659.531.900 326.059.001

Jumlah 106.276.464.656 102.228.493.194

Perusahaan melakukan penjualan kepada pelanggan yang jumlah penjualannya melebihi 10%

dari jumlah penjualan bersih sebagai berikut:

Pihak Ketiga

PT Antarmitra Sembada 29.580.658.765 30.602.317.738 PT Sawah Besar Farma 24.165.392.153 24.064.057.110 PT Merapi Utama Pharma 12.776.871.510 11.555.687.040

17. BEBAN POKOK PENJUALAN

Rincian Beban Pokok Penjualan adalah sebagai berikut:

2010 2009 Bahan baku

Awal tahun 9.419.583.231 8.893.108.237 Pembelian 19.215.822.506 22.259.943.117

Tersedia untuk digunakan 28.635.405.737 31.153.051.354 Akhir tahun (9.558.923.572) (10.229.537.978) Bahan baku yang digunakan 19.076.482.165 20.923.513.376

Upah buruh langsung 3.002.047.997 2.647.862.771

Beban pabrikasi 15.807.616.952 10.113.089.889

Jumlah Beban Produksi 37.886.147.114 33.684.466.036 Persediaan barang dalam proses

Awal tahun 7.811.960.121 4.043.511.093

(24)

Akhir tahun (9.884.818.985) (5.377.676.690) Jumlah Beban Pokok Penjualan 38.044.246.202 34.544.168.863

PT. PYRIDAM FARMA Tbk

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2010

Dengan angka perbandingan untuk tahun 2009 (Dinyatakan dalam Rupiah)

18. BEBAN USAHA

Rincian beban usaha adalah sebagai berikut:

2010 2009 Beban penjualan

Iklan dan promosi 22.355.529.035 25.198.316.044 Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan 10.491.184.701 9.859.097.622 Riset pemasaran - 1.446.425.000

Perjalanan dinas 1.425.572.611 998.795.750

Penyusutan 819.309.671 451.267.003

Pengiriman barang 517.788.493 466.361.880

Telpon, air dan listrik 522.922.974 496.538.221

Perbaikan dan pemeliharaan 712.295.394 233.890.403

Transportasi 636.604.709 521.830.248

Alat tulis dan cetakan 217.961.155 192.970.417 Lain-lain (Saldo dibawah Rp. 100 juta) 4.902.159.672 4.915.748.027 Jumlah Beban penjualan 42.601.328.415 44.801.240.615

2010 2009

Beban Umum dan Administrasi

Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan 8.814.004.119 5.490.918.333

Asuransi 852.192.505 820.390.418

Penyusutan 854.678.164 1.174.030.266

Sewa 375.000.000 300.000.000

Alat tulis dan cetakan 821.965.835 432.992.207

Telepon, air dan listrik 154.908.967 129.625.207

Jasa Profesional 91.495.200 92.076.748

Perijinan 133.782.600 142.759.750

Lain-Lain (Saldo dibawah Rp. 30 juta) 6.609.065.586 7.910.762.833 Jumlah Beban Umum dan Administrasi 18.707.092.976 16.493.555.762

Jumlah Beban Usaha 61.308.421.391 61.274.796.377

(25)

Pinjaman bank 1.005.781.089 1.501.798.275 Sewa pembiayaan 48.896.667 104.153.900

Jumlah 1.054.677.756 1.605.952.175

PT. PYRIDAM FARMA Tbk

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2010

Dengan angka perbandingan untuk tahun 2009 (Dinyatakan dalam Rupiah)

20. LABA PER SAHAM

Pada 30 September 2010 dan 2009, laba bersih yang digunakan Perusahaan untuk perhitungan laba per saham dasar masing-masing adalah Rp. 5.253.703.460 dan Rp. 3.778.789.495. Jumlah rata rata saham tertimbang yang beredar untuk 2010 dan 2009 adalah 535.080.000 saham.

21. ASET DAN KEWAJIBAN DALAM MATA UANG ASING

Perusahaan memiliki aset dan kewajiban dalam mata uang asing pada tanggal 30 September 2010 dan 2009, sebagai berikut:

2010 2009

Mata uang Ekuivalen Mata uang Ekuivalen asing Rupiah asing Rupiah

Aset

Kas dan Setara kas US$ 75.212 671.194.298 30.979 299.907.699 Jumlah aset moneter 671.194.298 299.907.699

Kewajiban

Hutang Usaha US$ 81.814 730.106.351 173.020 1.675.002.990 GBP 3.958,42 55.862.878 - Jumlah kewajiban moneter 785.969.229 1.675.002.990 Kewajiban moneter bersih 114.774.931 1.375.095.291

22. KESEJAHTERAAN KARYAWAN

(26)

23. STÁNDAR AKUNTANSI BARU

Ikatan Akuntan Indonesia (”IAI”) telah menerbitkan beberapa standard akuntansi revisi yang relevan bagi perusahaan dan anak perusahaan sebagai berikut:

PSAK No. 1 (Revisi 2009) - Penyajian Laporan Keuangan (berlaku untuk laporan keuangan yang periodenya dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011).

PSAK No. 2 (Revisi 2009) - Laporan Arus Kas (berlaku untuk laporan keuangan yang periodenya dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011).

PT. PYRIDAM FARMA Tbk

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2010

Dengan angka perbandingan untuk tahun 2009 (Dinyatakan dalam Rupiah)

23. STÁNDAR AKUNTANSI BARU ( lanjutan )

PSAK No. 5 (Revisi 2009) - Segmen Operasi (berlaku untuk laporan keuangan yang periodenya dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011).

PSAK No. 10 (Revisi 2009) - Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Mata Uang Asing (berlaku untuk laporan keuangan yang periodenya dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011).

PSAK No. 14 (Revisi 2009) - Persediaan (berlaku untuk laporan keuangan yang periodenya dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2009).

PSAK No. 25 (Revisi 2009) - Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan (berlaku untuk laporan keuangan yang periodenya dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011).

PSAK 48 (Revisi 2009) - Penurunan Nilai Aset (berlaku untuk laporan keuangan yang periodenya dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011).

PSAK 50 No. (Revisi 2006) - Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan (berlaku untuk laporan keuangan yang periodenya dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2010).

PSAK No. 55 (Revisi 2006) - Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran (berlaku untuk laporan keuangan yang periodenya dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2010).

Perusahaan masih mempelajari dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar-standar ini terhadap laporan keuangan.

Referensi

Dokumen terkait

HYALURONIC ACID DIFORMULASIKAN DENGAN MINI OLIGO HA atau jenis hyaluronic dengan ukuran MOLEKUL KECIL yang dirancang untuk PENETRASI KULIT LEBIH DALAM hingga bisa membantu :..

Tujuan dari penelitian untuk mengimplementasikan data dan struktur pesan yang dikeluarkan oleh Gateway Jatelindo sebagai pembayaran listrik BKALBAR, dan output

Berdasarkan logika berfikir, teori, dan penelitian terdahulu, penggunaan jasa auditor eksternal yang tergolong spesialis industri, akan memperkecil probabilitas

Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual, nilai tercatat serta akumulasi penyusutan dan amortisasi dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan

tidak digunakan lagi atau yang dijual, nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi

Pengambilan data kondisi terumbu karang dan ikan karang dilakukan secara langsung dengan melakukan penyelaman yang direncanakan pada 6 stasiun selam, namun karena

Tinjauan Hukum Islam Terhadap Perlindungan Investor Di Dalam Transaksi Jual Beli Sukuk Ritel Menggunakan Akad Ijarah ... 107 DAFTAR PUSTAKA

Menurut Fajar (2008) ada empat alasan yang menguntungkan produsen untuk memasarkan produknya kepada pihak lain yaitu: (1) produsen mendapatkan keuntungan tertentu dengan