LAPORAN KASUS KEPERAWATAN BEDAH LAPORAN KASUS KEPERAWATAN BEDAH
LAPORAN PENDAHULUAN GANGGUAN MUSKULOSKELETAL: LAPORAN PENDAHULUAN GANGGUAN MUSKULOSKELETAL:
SCOLIOSIS DI POLI ORTHOPEDI RSD dr. SOEBANDI SCOLIOSIS DI POLI ORTHOPEDI RSD dr. SOEBANDI
JEMBER JEMBER OLEH: OLEH: Ananta Erfrandau, S.K! Ananta Erfrandau, S.K! NIM
NIM "##$"""##$"""%"%"&"%"%"&
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGIUNI'ERSITAS JEMBERUNI'ERSITAS JEMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
A(a)at: J(. Ka(*)antan N+.
LEMBAR PENGESAHAN LEMBAR PENGESAHAN
Laporan pendahuluan berikut dibuat oleh: Nama : Ananta Erfrandau, S.Kep
NIM : 122311111!
"udul : Laporan #endahuluan $an$$uan Mu%kulo%keletal: S&o lio%i% di #oli 'rthopedi (S) dr. Soebandi "ember
telah diperik%a dan di%ahkan oleh pembimbin$ pada:
*ari :
+an$$al :
"ember, ...21
+IM #EM-IM-IN
#embimbin$ Akademik, #embimbin$ Klinik,
////////////////////////// /////////////////////////
LAPORAN PENDAHULUAN LAPORAN PENDAHULUAN
A.
A. Df*n*4* S5+(*+4*4Df*n*4* S5+(*+4*4
Skolio%i% adalah deformita% tulan$ belakan$ 0an$ ditandai oleh len$kun$an ke lateral den$an atau tanpa rota%i tulan$ belakan$. Skolio%i% dapat berupa %kolio%i% fun$%ional 0an$ dapat diperbaiki %edan$kan %kolio%i% %truktural 0an$ &enderun$ menetap reeman, 245. Kata %kolio%i% bera%al dari baha%a 6unani %kolio% 0an$ berarti ben$kok. Skolio%i% adalah kelainan tulan$ belakan$ 0an$ berupa len$kun$an ke %ampin$7 lateral. "ika dilihat dari belakan$, tulan$ belakan$ pada %kolio%i% akan berbentuk %eperti huruf 89 atau 8S -ri&e, 2;5.
Skolio%i% adalah deformita% tulan$ belakan$ berupa de<ia%i <ertebra ke arah %ampin$ atau lateral Soet=anin$%ih, 245. Menurut (aha0u%%alim Skolio%i% adalah %uatu kelainan bentuk pada tulan$ belakan$ dimana ter=adi pemben$kok an tulan$ belakan$ ke arah %ampin$ kiri atau kanan. Kelainan %kolio%i% ini %epinta% terlihat %an$at %ederhana. Namun apabila diamati lebih =auh %e%un$$uhn0a ter=adi perubahan 0an$ luarbia%a pada tulan$ belakan$ akibat perubahan bentuk tulan$ belakan$ %e&ara ti$a dimen%i, 0aitu perubahan %turktur pen0okon$ tulan$ belakan$ %eperti =arin$an lunak %ekitarn0a dan %truktur lainn0a (aha0u%%alim,
2115
Skolio%i% adalah len$kun$an curvature5 lateral tulan$ pun$$un$, 0an$ %elalu merupakan kondi%i patolo$ik. *al itu dapat di%ertai kifo%i% tulan$ belakan$
kifo%kolio%i%5 atau lordo%i% lordo%kolio%i %5 +amin, 215. Skolio%i% merupakan %uatu kelainan 0an$ men0ebabkan %uatu lekukan 0an$ abnormal dari %pine. Spine mempun0ai lekukanlekukan 0an$ normal ketika dilihat dari %ampin$, namun ia haru% nampak luru% ketika dilihat dari depan. K0pho%i% adalah %uatu lekukan 0an$ dilihat dari %i%i dimana %pine ben$kok ke depan ma=u5. Lordo%i% adalah %uatu lekukan 0an$ dilihat dari %i%i dimana %pine ben$kok ke belakan$.
'ran$oran$ den$an %kolio%i% men$emban$kan lekukanlekukan tambahan ke %etiap %i%i, dan tulan$tulan$ %pine melin$kar pada ma%in$ma%in$ %eperti %ebuah pen&abut %umbat botol. Skolio%i% adalah %ebuah kondi%i len$kun$an ke %ampin$ pada tulan$ belakan$ 0an$ dapat meru%ak rua%rua% %pine keban0akan anakanak, rema=a, dan oran$ de>a%a. Spne manu%ia mempun0ai ban0ak kei%time>aan len$kun$anlen$kun$an alami 0an$ membantu tubuh kita untuk ber$erak dan men=adi flek%ibel.
#ada umumn0a %kolio%i% diba$i ata% dua kate$ori diantaran0a adalah %kolio%i% %truktural dan non %truktural. Skolio%i% %truktural: %uatu kur<atura lateral %pine 0an$ irre<er%ible den$an rota%i <ertebra 0an$ menetap. (ota%i <ertebra terbe%ar ter=adi pada ape?. "ika kur<a bertambah maka rota%i =u$a bertambah. (ota%i ini men0ebabkan %aat for>ard bendin$ &o%ta menon=ol membentuk hump di %i%i &on<e?, %ebalikn0a dada lebih menon=ol di %i%i &on&a<. Skolio%i% %truktural tidak dapat dikorek%i den$an po%i%i atau u%aha penderita %endiri.
B.
B. E!*d)*+(+6*E!*d)*+(+6*
Seban0ak !;!@ ka%u% %kolio%i% merupakan idiofatik, 0aitu kelainan 0an$ tidak diketahui pen0ebabn0a. Sedan$kan 1!2!@ ka%u% %kolio%i% lainn0a merupakan efek %ampin$ 0an$ diakibatkan karena menderita kelainan tertentu, %eperti di%trofi otot, %indrom Marfan, %indrom )o>n, dan pen0akit lainn0a. Skolio%i% idiopatik den$an kur<a lebih dari 1 dera=at dilaporkan den$an pre<alen%i ,!3 per 1 anak dan rema=a. Seba$ian be%ar %kolio%i% terdia$no%i% pada anak den$an rentan$ u%ia 1 hin$$a 1! tahun. -erda%arkan data +he
Ameri&an A&adem0 of 'rthopaedi& Sur$eon%, %ekitar 1.2 =uta pa%ien den$an ma%alah $an$$uan tula n$ belaka n$ di la0anan ke%eh atan, B3@ diantaran0a
didia$no%i% %kolio%i%. )elapan puluh lima per%en pa%ien %kolio%i% merupakan %kolio%i% idiopatik. Enam puluh hin$$a ;@ ka%u% %kolio%i% idiopatik ter=adi pada perempuan. Skolio%i% idiopatik pada rema=a merupakan pen0akit 0an$ %erin$
ter=adi den$an pre<alen%i .4!.2@. Karena pada >anita memiliki le<el hormon rela?in 0an$ lebih tin$$i dibandin$kan pria. -erkaitan den$an faktor ter%ebut, dapat men0ebabkan penin$katan pada flek%ibilita% daninbalance0an$ lebih be%ar. Sehin$$a berpen$aruh pada bentuk ali$nmenttubuh atau po%tural 0an$ tidak baik.
C.
C. Et*+(+6*Et*+(+6*
#en0ebab dan pato$ene%i% %kolio%i% belum dapat ditentukan den$an pa%ti. Kemun$kinan pen0ebab pertama ialah $enetik. -an0ak %tudi klini% 0an$ mendukun$ pola pe>ari%an dominan auto%omal, multifakt orial, atau Clinked. #en0ebab kedua ialah po%tur, 0an$ mempen$aruhi ter=adin0a %kolio%i% po%tural kon$enital. #en0ebab keti$a ialah abnormalita% anatomi <ertebra dimana lempen$ epifi%i% pada %i%i kur<atura 0an$ &ekun$ menerima tekanan tin$$i 0an$ abnormal %ehin$$a men$uran$i pertumbuha n, %ementara pada %i%i 0an$ &embun$ menerima tekanan lebih %edikit, 0an$ dapat men0ebabkan pertumbuhan 0an$ lebih &epat. Selain itu, arah rota%i <ertebra %elalu menu=u ke %i%i &embun$ kur<atura, %ehin$$a men0ebabkan kolumna anterior <ertebra %e&ara relatif men=adi terlalu pan=an$ =ika dibandin$kan den$an elemenelemen po%terior Ma&hida, 215.
#en0ebab keempat ialah ketidak%eimban$an dari kekuatan dan ma%%a kelompok otot di pun$$un$ Kua%ter, 2125. Abnormalita% 0an$ ditemukan ialah penin$katan %erat otot tipe I pada %i%i &embun$ dan penurunan =umlah %erat otot
tipe II pada %i%i &ekun$ kur<atura. Selain itu, dari pemerik%aan EM didapatkan penin$katan akti<ita% pada otot %i%i &embun$ kur<atura.
#en0ebab %e%eoran$ dapat men$alami %kolio%i% tidak dapat diketahui %e&ara pa%ti. #en0ebab %e%eoran$ dapat men$alami %kolio%i% berma&amDma&am. Ada
0an$ di%ebabkan karena faktor $enetik, neuromu%kuler dan ada pula 0an$ idiopatik. +erdapat 3 pen0ebab umum dari %kolio%i%:
1. Kon$enital ba>aan5, bia%an0a berhubun$an den$an %uatu kelainan dalam
2. Neuromu%kuler, pen$endalian otot 0an$ buruk atau kelemahan otot atau
kelumpuhan akibat pen0akit berikut: a. 9erebral pal%0
b. )i%trofi otot &. #olio
d. '%teoporo%i% =u<enil
3. Idiopatik, pen0ebabn0a tidak diketahui. #ada keban0akan ka%u%ka%u%,
pen0ebab dari %&olio%i% tidak diketahui idiopathi&5. +ipe dari %&olio%i% ini di$ambarkan berda%arkan pada umur ketika %&olio%i% berkemban$. "ika oran$ itu kuran$ dari 3 tahun umurn0a, ia di%ebut infantile idiopathi& %&olio%i%. S&olio%i% 0an$ berkemban$ antara umur 3 dan 1 tahun di%ebut =u<enile idiopathi& %&olio%i%, dan oran$oran$ 0an$ diata% 1 tahun umurn0a mempun0ai adole%&ent idiopathi& %&olio%i%.
Ada ti$a tipetipe utama lain dari %&olio%i%: 15 un&tional: #ada tipe %&olio%i% ini, %pine adalah normal, namun %uatu lekukan abnormal berkemban$ karena %uatu per%oalan ditempat lain didalam tubuh. Ini dapat di%ebabkan oleh %atu kaki adalah lebih pendek daripada 0an$ lainn0a atau oleh keke=an$ankeke=an$an di pun$$un$. 25 Neuromu%&ular: #ada tipe %&olio%i% ini, ada %uatu per%oalan ketika
tulan$tulan$ dari %pine terbentuk. -aik tulan$tulan$ dari %pine $a$al untuk membentuk %epenuhn0a, atau mereka $a$al untuk berpi%ah %atu dari lainn0a. +ipe %&olio%i% ini berkemban$ pada oran$oran$ den$an kelainnkelainan lain terma%uk keru%akankeru%akan kelahiran, pen0akit otot mu%&ular d0%troph05, &erebral pal%0, atau pen0akit Marfan. "ika lekukan hadir >aktu dilahirkan, ia di%ebut
&on$enital. +ipe %&olio%i% ini %erin$kali adalah =auh lebih parah dan memerlukan pera>atan 0an$ lebih a$re%if daripada bentukbentuk lain dari %&olio%i%. 35
)e$enerati<e: +idak %eperti bentukbentuk lain dari %&olio%i% 0an$ ditemukan pada anakanak dan rema=arema=a, de$enerati<e %&olio%i% ter=adi pada de>a%a
de>a%a 0an$ lebih tua. Ia di%ebabkan oleh perubahanperubahan pada %pine 0an$ di%ebabkan oleh arthriti%. #elemahan dari li$amenli$am en dan =arin$an=arin$an lunak lain 0an$ normal dari %pine di$abun$kan den$an %pur%pur tulan$ 0an$ abnormal dapat men=uru% pada %uatu lekukan dari %pine 0an$ abnormal. 45 Lain
Lain: Ada pen0ebabpen0ebab poten%ial lain dari %&olio%i%, terma%uk tumortumor %pine %eperti o%teoid o%teoma. Ini adalah tumor =inak 0an$ dapat ter=adi pada %pine dan men0ebabkan n0eri7%akit. N0eri men0ebabkan oran$oran$ untuk ber%andar pada %i%i 0an$ berla>anan untuk men$uran$i =umlah dari tekanan 0an$ diterapkan pada tumor. Ini dapat men=uru% pada %uatu kelainan bentuk %pine.
D.
D. Tanda dan G7a(aTanda dan G7a(a e=alan0a berupa:
a. +ulan$ belakan$ melen$kun$ %e&ara abnormal ke arah %ampin$ b. -ahu dan7atau pin$$ul kiri dan kanan tidak %ama tin$$in0a
&. N0eri pun $$un$
d. Kelelahan pada tulan$ belakan$ %etelah duduk atau berdiri lama
e. Skolio%i% 0an$ berat den$an kelen$kun$an 0an$ lebih be%ar dari 5 bi%a men0ebabkan $an$$uan pernafa%an.
Keban0akan pada pun$$un$ ba$ian ata%, tulan$ belakan$ memben$kok ke kanan dan pada pun$$un$ ba$ian ba>ah, tulan$ belakan$ memben$kok ke kiri %ehin$$a bahu kanan lebih tin$$i dari bahu kiri. #in$$ul kanan =u$a mun$kin lebih tin$$i dari pin$$ul kiri. A>aln0a penderita mun$kin tidak men0adari atau mera%akan %akit pada tubuhn0a karena meman$ %kolio%i% tidak %elalu memberikan $e=alaD$e=ala 0an$ mudah dikenali. "ika ada pun, $e=ala ter%ebut tidak terlalu dian$$ap %eriu% karena keban0akan mereka han0a mera%akan pe$alDpe$al di daerah pun$$un$ dan pin$$an$ mereka %a=a "amaluddin, 25. Skolio%i% tidak menun=ukkan $e=ala a>al. Ke%ann0a han0a dapat dilihat apabila tulan$ belakan$ mulai ben$kok. "ika keadaan bertambah buruk, %kolio%i% men0ebabkan tulan$ ru%uk terton=ol keluar dan penderita mun$kin men$alami ma%alah %akit belakan$ %erta %ukar bernafa%. )alam keban0akan kondi%i, %kolio%i% han0a diberi perhatian apabila penderita mulai menitik beratkan %oal penampilan diri. Falaupun %kolio%i% tidak mendatan$kan ra%a %akit, ratarata penderita mera%a malu dan rendah diri. -ia%an0a penderita tidak ban0ak men$eluhkan apaapa. -ahkan kadan$kala oran$ %ekitarn0a 0an$ mera%a ter$an$$u den$an %truktur ben$kok ter%ebut mi%aln0a oran$ tua penderita, pa%an$an (aha0u%alim, 2115. )era=at pemben$kokan
bia%an0a diukur den$an &ara 9obb dan di%ebut %udut 9obb. )ari be%arn0a %udut %kolio%i% dapat diba$i men=adi Ka>i0an a dalam Soet=inin$ %ih, 245. Kla%ifika%i )ari )era=at Kur<a Skolio%i% 0aitu:
a. Skolio%i% rin$an : %udut 9o bb kuran$ dari 2 b. Skolio%i% %edan$ : %udut 9obb antara 21 D 4
&. Skolio%i% berat : %u dut 9obb lebih dari 41
9ara men$ukur 9obb An$le pada pa%ien %kolio%i % 0aitu den$an &ara %eba$ai berikut:
a. +entukan tulan$ pun$$un$ 0an$ pali n$ mirin$ di ba$ian ata% kur<a dan menarik $ari% %e=a=ar den$an pelat u=un$ %uperior <ertebra.
b. +entukan tulan$ pun$$un$ 0an$ palin$ mirin$ di ba$ian ba>ah kur<a dan menarik $ari% %e=a=ar den$an pelat u=un$ rendah <ertebrali%.
&. +arik memoton$ $ari% te$ak luru% dari dua ba ri% %e=a=ar.
d. Sudut 0an$ dibentuk antara dua $ari% %e=a=ar adalah %udut 9obb.
E.
Skolio%i% dapat ter=adi han0a pada daerah tulan$ %pinali% atau terma%uk ron$$a tulan$ %pinal. Len$kun$an dapat berbentuk S atau 9. )era=at len$kun$an pentin$ untuk diketahui, karena hal ini dapat menentukan =umlah tulan$ ru%uk
0an$ men$alami per$e%eran. #ada tin$kat rotar i len$kun$an 0an$ &ukup be%ar mun$kin dapat menekan dan menimbulkan keterbata%an pada or$an pentin$ 0aitu paruparu dan =antun$.
A%pek palin$ pentin$ dalam ter=adin0a )eformita% kelainan5 adalah #ro$re%i<ita% pertumbuhan tulan$. )en$an ter=adin0a pemben$kokan tulan$ Gertebra kearah Lateral de%ertai den$an rotari tulan$ belakan$, maka akan diikuti den$an perubahan perkem ban$an %ekunder pada tulan$ G ertebra dan I$a. 'leh karena adan0a $an$$uan pertumbuhan 0an$ ber%ifat pro$re%if, di%ampin$ ter=adi perubahan pada Gertebra, =u$a ter=adi perubahan pada tulan$ i$a, dimana bertambahn0a kur<a 0an$ men0ebabkan deformita% tulan$ i$a%emakin =ela%.
+ulan$ i$a turut berputar dan menimbulkan deformita% berupa #unuk I$a (ib *ump5.
#ada Kanali% Spinali% ter=adi pendoron$an dan pen0empitan Kanali% Spinali% oleh karena ter=adi penebalan dan pemendekan Lamina pada %i%i Konkaf. Ke%eimban$an len$kun$an =u$a pentin$, karena ini mempen$aruhi %tabilita% dari tulan$ belakan$ dan per$erakan pin$$ul. #erubahan 0an$ pentin$ dalam ke%eimban$an dapat mempen$aruhi $erak =alan.
+ulan$ belakan$ tidak normal #o%i%i )uduk 0an$ %alah aktor enetik aktor *ormonal
Ker=a otot pada rua% tulan$ belakan$
Kete$an$an 'tot
#erkemban$an otot tulan$ belakan$ ter$an$$u
'tot lemah
(ua% tulan$ belakan$ lemah
Kekuran$an a%am folat pada ibu
hamil
(e%iko tin$$i %ambun$an %pinal pada
ba0i
)efi%ien%i melatonin
Sekre%i melatonin pada malam hari
#enurunan pro$re%i<ita%
%kolio%i%
+ulan$ belakan$ melen$kun$ mirin$ ke
%alah %atu %i%i
SK'LI'SIS )e<ia%i lateral &orpu% %pinal )era=at de<ia%i %emakin be%ar N8ERI N8ERI AKUT AKUT Kelelahan tulan$ dan %endi Kekakuan otot +er=adi hambatan $erak GANGGUAN GANGGUAN MOBILITAS MOBILITAS /ISIK /ISIK GANGGUAN GANGGUAN CITRA CITRA TUBUH TUBUH +ulan$ belakan$ melen$kun$,
dada kanan menon=ol H %kapula tampak bertambah tin$$i
Menekan area paru
Men$hambat per$erakan ru%uk dan paru
#enurunan ek%pan%i paru
KETIDAKE/EKTI/AN KETIDAKE/EKTI/AN
POLA NA/AS POLA NA/AS
F
F.. Pnata(a94anaan Md*4Pnata(a94anaan Md*4
Indika%i ob%er<a%i ialah %kolio%i% den$an %udut kur<atura 2! pada pa%ien 0an$ ma%ih dalam ma%a pertumbuhan dan ! pada pa%ien 0an$ ma%a pertumbuhann0a telah berhenti. #emerik%aan dilakukan %etiap B bulan untuk
kur<atura 2 dan tiap 4 bulan untuk kur<atura J2 .#eralatan ek%ternal 0an$ dapat di$unakan untuk terapi %kolio%i%, antara lain $ip% pla%ter, bra&e, atau kombina%i. +u=uan pen$$unaan alatalat ini ialah untuk men$orek%i kur<atura %kolio%i% 0an$ ada atau mempertahanka n korek%i 0an$ telah dilakukan oleh terapi opera%i.1; #en$$unaan bra&e direkomenda%ikan pada %kolio%i% den$an kur<atura J 2 pada pa%ien 0an$ ma%ih dalam ma%a pertumbuhan dan den$an pro$re%ifita% %ebe%ar !1 dalam periode bulan "udar>anto, 2125.
Milwaukee brace atau Cervico Torakal Lumbo Sacra l Orthosis 9+LS'5 merupakan bra&e 0an$ memberikan %an$$ahan pada pel<i% dan korek%i den$an deformita% rotatorik %e&ara %tatik. Indika%i pen$$unaan Mil>aukee -ra&e meliputi %kolio%i% tahap a>al 0an$ %edan$ berkemban$ dan mendekati %udut kur<atura 2. Kur<atura 0an$ melebihi ! bukan merupakan kandidat 0an$ tepat untuk pen$$unaan Mil>aukee -ra&e. #emakaian -o%ton bra&e palin$ efektif pada %kolio%i% den$an pun&ak kur<a di + %ampai L3.2 Spine9or merupakan bentuk orto%i% 0an$ flek%ibel, den$an tu=uan untuk men$uran$i hambatan fi%ik dan menin$katkan tin$kat kepatuhan pa%ien men$$unakan orto%i% ter%ebut (i<ard H 9oillard, 2125
Latihan pada pa%ien %kolio%i% bertu=uan utama untuk men&e$ah morbidita% %ekunder dan men$uran$i pro%e% ek%tra%pinal.2 #ada ka%u% %kolio%i% idiopatik terutama pada pa%ien 0an$ men$$unakan bra&e, latihan pen$uatan otototot perut dan bokon$ haru% dilakukan untuk men&e$ah ter=adin0a atrofi otot. Latihan lin$kup $erak %endi flek%or pan$$ul =u$a haru% dilakukan untuk men&e$ah kontraktur. Latihan 0an$ dilakukan bertu=uan untuk memperbaiki po%tur, menin$katkan flek%ibilita %, %erta memperbaiki tonu% li$amen dan otot Ne$rini et al , 235
Latihan den$an metode Klapp meliputi latihan pere$an$an dan pen$uatan otot otot pun$$un$ den$an men$$unakan po%i%i ku&in$ dan po%i%i berlutut 0an$ men0erupai he>an berkaki empat. Latihan ini merupakan bentuk terapi dimana
di$unakan po%tur pere$an$an a%imetri%.-erbeda haln0a den$an latihan metode Food&o&k 0an$ menekankan pola latihan korek%i derota%i dan perbaikan otot intrin%ik tulan$ pun$$un$. Menurut Food&o&k, tanpa latihan derota%i, pertambahan kur<a %ulit di&e$ah +hamrin%0am, 215.
Latihan metode C merupakan kombina%i latihan Food&o&k dan Klapp. Latihan ini mudah diker=akan, dapat diker=akan %etiap hari, dan tidak memerlukan tempat latihan khu%u%. rekuen%i 0an$ diperlukan untuk bertemu den$an terapi% lebih =aran$. Latihan ini merupakan modifika%i metode Klapp. "ika pada metode Klapp latihan dilakuk an dalam po%i%i berlutut, maka pada metode C latihan dilakukan den$an po%i%i berdiri di%ertai flek%i trunku% %udut flek%i trunku% ter$antun$ pada pun&ak kur<atura. Metode S&hroth ialah %alah %atu bentuk terapi %kolio%i% 0an$ men$$unakan latihan i%ometrik dan latihanlatihan lainn0a untuk memperkuat dan memperpan=an$ otototot 0an$ a%imetri% pada %kolio%i%. +u=uan latihan den$an metode ini ialah untuk memperlambat pro$re%ifita% kur<atura %pinal 0an$ abnormal, men$uran$i n0eri, menin$katkan kapa%ita% <ital, memperbaiki kur<atura 0an$ ada me%kipun tidak 1 @5, memperbaiki po%tur dan penampilan, mempertahankan po%tur 0an$ telah men$alami perbaikan, dan men$hindari tindakan opera%i +hamrin%0am, 215.
+herap0 pada pa%ien S&olio%i% 0an$ %ern$ di%erin$ di%ebut 8+he three '%: a. 'b%er<a%i
'b%er<a%i dilakukan =ika dera=at %kolio%i% tidak be$itu berat, 0aitu 2! pada tulan$ dalam ma%a pertumbuhan, atau ! pada tulan$ 0an$ %udah berhenti ma%a pertumbuhann0a. (atarata tma%a pertumbuhan tulan$ berhenti tumbuh pada u%ia 1B tahun.
oto kontrol pertama dilaku kan 3 bulan %etelah kun=un$ an pertama ke dokter. Lalu %ekitar B bulan berikutn0a ba$i 0an$ dera=at J2.
'b%er<a%i den$an pemerik%aan fi%ik dan Cra0 dapat dilakukan tiap empat hin$$a enam bulan untuk memantau perkemban$an len$kun$an. Keban0akan %kolio%i% 0an$ diderita anakanak tidak parah dan tidak memerlukan pera>atan karena tulan$ 0an$ melen$kun$ bi%a kembali normal %eirin$ perkemban$an anak
b. 'rtho%i%
pemakaian alat pen0an$$a 0an$ dikenal den$an nama bra&e.
#ada kun=un$an pertama, ditemukan dera=at pemben$kokan %ekitar 2!4 +erdapat pro$re%ifita% penin$katan dera=at %eban0ak 2!
"eni% dari alat ortho%i% ini antara lain :
•Mil>aukee •-o%ton
•Filmin$ton dan (o%enber$er bra&e •L0on bra&e
&. 'pera%i
'pera%i dilakukan apabila terdapat %udut lebih dari 4 atau ter=adi pro$re%i<ita% dari %udut %ebelum u%ia penderita men&apai de>a%a.
Apabila terdapat deformita% 0an$ memberikan $an$$uan. #en$obatan kon%er<atif 0an$ tidak berha%il.
+u=uan pen$obatan adalah untuk men$uran$i deformita% rota%ional dan de<ia%i lateral %erta melakukan artrode%i% pada %eluruh kur<a primer.
G.
G.D*a6n+4a K!raatan ;an6 Sr*n6 Mun5u( 1PES2D*a6n+4a K!raatan ;an6 Sr*n6 Mun5u( 1PES2
2. an$$uan mobilita% fi%ik berhubun$an den$an ter=adin0a kekakuan otot
4. #eren&anaan7 Nursing Care lan N
N++ DD**aa66nn++44a a KK!!rraaaattaann NNOOCC NNIICC Paraf <Paraf < Na)a Na)a 1.. Ketidakefektifan pola
nafa% berhubun$an den$an penurunan ek%pan%i paru
NOC: NOC:
Setelah dilakukan tindakan kepera>atan %elama 3 ? 24 =am, diharapkan pola nafa%
efektif den$an kriteria ha%il: a. Klien tida k men$atakan
%e%ak nafa%
b. (etrak%i dindin$ dada tidak ada,
&. +idak ada pen$$unaan otot bantu pernafa%an d. Kedalaman nafa% normal e. #ola nafa% re$uler, f. ((. )alam bata% normal
124 ?7menit
$. Au%kulita%i %uara nafa% ber%ih 7 <e%ikuler
NIC: NIC:
O0;6n t=ra!; O0;6n t=ra!;
15 #o%i%ikan pa%ien %emi fo>ler 25 #ertahankan kepatenan =alan nafa% 35 -erikan ok%i$en tambahan %e%uai
ad<i&e dokter 45 Monitor aliran ok%i$en
!5 Monitor po%i%i alat pemberian ok%i$en
5 Monitor keru%akan kulit akibat adan0a $e%ekan peran$kat ok%i$en R4!*rat+r; M+n*t+r*n6 R4!*rat+r; M+n*t+r*n6
15 Monitor ratarata, kedalaman, irama dan u%aha re%pira%i
25 9atat per$erakan dada,amati ke%imetri%an, pen$$unaan otot tambahan, retrak%i otot %upra&la<i&ular dan inter&o%tal 35 Monitor %uara nafa%, %eperti
>heein$, ronkhi,
45 Monitor pola nafa% : bradipena, takipenia, ku%%maul, dan hiper<entila%i
2. an$$uan mo bilita% f i%ik berhubun$an den$an
ter=adin0a kekakuan otot
NOC: NOC:
Setelah dilakukan tindakan kepera>atan %elama 3 ? 24 =am, diharapkan rentan$
$erak membaik kriteria ha%il: 1. Ambula%i 2. #er$erakan 3. Ke%eimban$an 4. #er$erakan %endi !. Kemampuan berpindah NIC: NIC: Improvement Exercises Improvement Exercises
1. ali hambatan dalam melakukan hambatan
2. )ukun$ klien untuk memulai dan melan=utkan latihan %epeti ('M, mirin$ kanan dan kiri
3. )ampin$i klien pada %aat men$emban$kan pro$ram latihan untuk memenuhi kebutuhann0a 4. Lakukan latihan ber%ama klien, =ika
diperlukan
!. In%truk%ikan klien terkai t frekuen%i, dura%i dan inten%ita% pro$ram latihan 0an$ diin$inkan.
Exercise Therapy: Moti Exercise Therapy: Motionon
1. +entukan bata%an per$erakan %endi dan efekn0a terhadap %endi 2. "ela%kan pada klien dan keluar$a
men$enai manfaat dan tu=uan melakukan latihan %endi
3. In%truk%ikan klien7keluar$a &ara melakukan latihan ('M aktif atau pa%if
Pain Manaement Pain Manaement
1. Lakukan pen$ka=ian n0eri komprehen%if meliputi loka%i, karakteri%tik. Kualita%, inten%ita% atau
beratn0a n0eri dan faktor pen&etu% 2. #a%tikan pera>atan anal$e%ik ba$i
klien dilakukan den$an pemantauan 0a$ ketat
3. A=arkan prin%ippr in%ip mana=em en n0eri.
3. N0eri akut berhubun$an den$an po%i%i tubuh mirin$ lateral
NOC: NOC:
Pain level Pain level Pain control Pain control Com!ort level Com!ort level Setelah dilakukan a%uhan kepera>atan %elama 2?24 pa%ien %kala n0eri pa%ien berkuran$, den$an kriteria
ha%il:
1. Mampu men$ontrol n0eri
2. Melaporkan bah>a n0eri berkuran$ Mampu men$enali n0eri %kala, frekuen%i, dan tanda n0eri5
NIC: NIC:
Pain mana"ement Pain mana"ement
1. Lakukan en$ka=ian n0eri %e&ara koprehen%if terma%uk loka%i, karakteri%tik, dura%i, frekuen%i, kualita%, dan faktor pre%ipita%i 2. 'b%er<a%i reak%i non <erbal dari
ketidakn0amanan
3. unakan teknik komunika%i terapeutikuntuk men$etahui pen$alaman n0eri pa%ien
4. E<alua%i pen$alaman n0eri ma%a lampau
!. 9ontrol lin$kun$an 0an$ dapat mempen$aruhi n0eri %eperti %uhu ruan$an, pen&aha0aan, dan kebi%in$an
. A=arkan tentan$ teknik nonfarmakolo$i
. +in$katkan i%tirahat ;. Kolabora%i den$an tim medi%
Analesic a#ministrasi Analesic a#ministrasi
1. +entukan loka%i, karakteri%tik, kualita%, dan dera=at n0eri %ebelum pemberian obat
2. 9k in%t ruk%i dokter tent an$ =eni% obat, do%i%, dan frekuen%i
3. 9ek ri>a0at aler$i
4. +entukan pilihan anal$e%i& ter$antun$tipe dan beratn0a n0eri !. Monitor <ital %i$n %ebelum dan
%e%udah pemberian anal$e%i& pertama kali
$.
$. Daftar Pu4ta9aDaftar Pu4ta9a
reeman +L, reeman E). Musculoskeletal rehabilitation. !n" Cucurullo S#$ e%itor. h&sical Me%icine an% 'ehabilitation (oar% 'eview. Ne> 6ork: )emo% Medi&al #ubli%hin$, 24 p.2;13.
"amaludin. 2. ertumbuhan Tulang Ti%ak Normal . Medan
"udar>anto F. 212. )angguan bentuk tulang *unggung" Skoliosis
Ohomepa$e on the InternetP. O&ited ; April 21P
Liklukanin$%ih. 2B. +e,inisi scoliosis. )iak%e% ; April 21 , dari http77:Shalha&ha&ha.blo$%pot.&om724747defini%i%&olio%i%.html. L0on -ra&e Ohomepa$e on the InternetP. 2; O&ited ; April 21P. A<ailable
from: http:77bra&in$%&olio%i%.&om7 l0on.a%p?
Ma&hida M.Causes O, !%io*athic Scoliosis. Spine 1BBB24:2!;3.
Nanda Interna%ional 21!. +iagnosis -e*erawatan 21/021 . '?ford: Fille0 -a&k>ell.
Ne$rini S, Antonini , 9arabalona (, Minoi S. h&sical eercises as a treatment ,or a%olescent i%io*athic scoliosis. s&stematic review. #ediatri& (ehabilitation. 23345: 223!
(aha0u%alim. )r. Sp.'tk5. 211. -elainan a%a Tulang (elakang nak. Scoliosis.
(i<ard 9*, 9oillard 9. 212.S*ineCor S&stem Omono$raph onlineP. O&ited ;
April 21P. A<ailable from:
http:77>>>.%r%.or$7profe%%ional%7edu&ation/material%7S(S/bra&in$/m anual7%e&tion13.pdf
Soet=anin$%ih. 24. +e,inisi scoliosis. )iak%e% ; April 21 dari http77:Shalha&ha&ha.blo$%pot.&om724747defini%i%&olio%i%.html. +e?a% *ealth (e%our&e%.Scoliosis Ohomepa$e on the InternetP. O&ited ; April
21P. A<ailable from: http:77>>>.te?a%health.or$7bod0.&fmQidR3! +hamrin%0am *. 21. Tera*i latihan skoliosis *ola 56. Simpo%ium