BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Anak merupakan individu yang berada dalam satu rentang perubahan perkembangan yang dimulai dari bayi sampai remaja yang mempunyai pola pertumbuhan dan perkembangan menuju proses kematangan. Anak memiliki ciri khas yaitu tumbuh dan berkembang sejak konsepsi sampai berakhir masa remaja.Hal ini membedakan anak dengan dewasa.Anak menunjukan ciri-ciri pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan umurnya (Sari et. al, 2011).
Menurut Hurlock (1996) mengatakan pada umumnya orang berpendapat bahwa masa kanak-kanak merupakan masa yang terpanjang dalam rentang kehidupan saat di mana individu relative tidak berdaya dan tergantung pada orang lain. Bagi kebanyakan anak (young children) dalam uraian selajutnya digunakan kata “anak-anak” yang menunujuk pada pengertian anak yang masih kanak-kanak masa kanak-kanak sering kali dianggap tidak ada akhirnya sewaktu mereka tidak sadar menuggu saat didambakan yakni pengakuan dari masyarakat bahwa mereka bukan anak-anak lagi melainkan orang-orang dewasa. Masa kanak-anak-kanak-anak dimulai setelah masa bayi yang penuh ketergantungan, yakni kira-kira usia dua tahun sampai saat anak matang secara seksual.
sekolah telah menguasai ketrampilan motorik halus dan kasar, serta sudah mampu mengembangkan kemampuan berkomunikasi baik secara verbal maupun non verbal. Selama tahap ini, anak terus menghaluskan ketrampilan dan belajar dan belajar ketrampilan lain dalam persiapannya agar dapat meluaskan dunianya ke lingkungan tetangga dan sekolah (Achir, 1999).
Perkembangan bahasa terjadi paling cepat antara usia 2 dan 5 tahun. Pembedaharaan kata bertambah dari 50-100 kata sampai 2000 lebih.Susunan kalimat meningkat dari “telegrafi” kalimat dua dan tiga kata sampai penggabungan semua aturan tata bahasa pokok.Perbedaan yang penting antara percakapan, produksi suara yang dapat dimengerti, dan bahasa, mendasari tindakan mental (Behrman, et al, 1999).
Kemahiran bahasa tergantung pada lingkungan maupun faktor intrinsic.Cara bagaimana orang dewasa mengarahkan anak, bagaimana mereka bertanya dan member perintah, luasnya mereka terlibat pada pengajaran bahasa dan harapan-harapan untuk kemampuan berbahasa bervariasi dan budaya kebudaya.Anak-anak tidak hanya meniru ucapan orang dewasa (Behrman, et al. 1999).
Keluarga mempunyai peranan penting yaitu tanggung jawab utama atas perawatan dan perlindungan anak sejak bayi hingga remaja.Pengenalan anak kepada kebudayaan, nilai dan norma-norma kehidupan bermasyarakat dimulai dalam kelurga.Perkembangan kepribadian anak-anak yang sempurna dan serasi, mereka harus tumbuh dalam lingkungan kelurga, dalam suatu iklim kebahagiaan, kasih sayang dan pengertian.Kesehatan ibu, gizi dan pendidikan penting untuk kelangsungan hidup dan kesejahteraan wanita itu sendiri dan merupakan penentu yang penting bagi kesehatan dan kesejahteraan anak sejak masa bayinya.(Soetjiningsih, 1995).
keluarga menjadi faktor yang penting dalam perkembangan anak.Komuniksi keluarga yang adekuat memungkinkan keluarga mensosialisasi anak dengan baik. Dengan kata lain stimulasi keluarga yang baik dan lingkungan mendukung akan mempercepat perkembangan bahasa anak (Sari, et. al, 2011).
Menurut penelitian Sari, et. al (2011) bahwa terdapat hubungan antara komunikasi dalam keluarga dengan perkembangan bahasa anak usia prasekolah di TK Tunas Rimba Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak dengan p value 0,000 (p<0,05).
baik kepada anak, maka perkembangan bahasa anak cenderung mengalami kelainan, sperti gugup dalam berbicara, tidak jelas dalam mengungkapkan kata-kata, merasa takut akan mengungkapkan pendapat, dan berkata yang kasar atau tidak sopan (Yusuf 2009).
Dari penelitian Sari, et. al (2011) bahwa sebagian besar responden (Ayah) berpendidikan SMA sebanyak 17 (50,0%), (ibu) berpendidikan SMA sebanyak 18 orang (50,0%) peneliti menyimpulkan dengan pendidikan responden lebih mudah menerima informasi, semakin banyak informasi maka akan semakin tinggi pengetahuan yang dimiliki. Pendidikan yang kurang akan menghambat perkembangan seseorang terhadap informasi yang diperolehnya (Notoatmodjo, 2003). Pendidikan orang tua merupakan salah satu faktor yang penting dalam tumbuh kembang anak. Pendidikan yang tinggi, maka orang tua dapat menerima segala informasi dari luar terutama tentang cara pengasuhan anak yang. Sehingga dengan pendidikan yang tinggi orang tua dapat mengasuh atau memberikan contoh bahasa yang baik sesuai dengan perkembangannya, sedangkan orang tua yang berpendidikan rendah orang tua tidak menerima segala informasi.Pekembangan bahasa sangat erat dengan perkembangan berpikir individu (Soetjiningsih, 1995).
dengan latar belakang pendidikan, status ekonomi dan hubungan keluarga orang tua mereka.
Maka dari latar belakang diatas peneliti tertarik untuk meneliti tentang Hubungan Lingkungan keluarga, status ekonomi dan tingkat Pendidikan orang tua terhadap perkembangan bahasa anak.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas bahwa kemahiran bahasa tergantung bagaiman orang dewasa mengarahkan anak, status sosial ekonomi, serta informasi yang di dapat oleh orangtua dengan tingkat pendidikan yang mereka miliki. Dari permasalahan di atas peneliti menemukan sebuah masalah: “Hubungan Lingkungan Keluarga, Status Ekonomi dan Tingkat Pendidikan Orang tua Terhadap Perkembangan Bahasa Anak”.
C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui apakah ada hubungan lingkungan keluarga, status ekonomi dan tingkat pendidikan orang tua terhadap perkembangan bahasa anak
2. Tujuan Khusus
c. Mengidentifikasi apakah ada hubungan status ekonomi dengan perkembangan bahasa anak
d. Memgidentifikasi apakah ada hubungan hubungan keluarga dengan perkembangan bahasa anak
e. Mengidentifikasi apakah ada hubungan tingkat pendidikan dengan perkembangan bahasa anak
D.Manfaat Penelitian 1. Bagi peneliti
Menambah pengetahuan dan wawasan peneliti tentang keperawatan anak. Khususnya hubungan lingkungan keluarga, status ekonomi dan tingkat pendidikan orang tua terhadap perkembangan bahasa anak
2. Bagi Responden
Peneliti berharap penelitian ini dapat bermanfaat bagi responden (orang tua untuk mengetahui tahapan perkembangan bahasa anak).
3. Bagi instansi terkait
4. Bagi ilmu pengetahuan
Diharapkan dapat berguna sebagai referensi bagi yang hendak meneliti lebih lanjut mengenaihubungan lingungan keluarga, status ekonomi dan tingakt pendidikan orang tua terhadap perkembangan bahasa anak.
E.Penelitian Terkait
Adapun penelitian sejenis yang dilakukan oleh Irfan (2005) dengan judul Perbandingan Perkembangan Bahasa Anak Usia 3-4 Tahun Pada Ibu Bekerja Dan Ibu Tidak Bekerja di PAUD An Nida dan PAUD Mutiara Hati di Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas. Hasilnya adalah tidak ada perbedaan perkembangan bahasa anak usia 3-4 tahun pada ibu bekerja dan ibu tidak bekerja di PAUD An Nida dan PAUD Mutiara Hati di Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas dengan nilai p<0,05 yaitu 0,775. Persamaan dari penelitian ini terletak pada variable terikatnya yaitu perkembangan bahasa anak. Sedangkan perbedaannya pada variable bebasnya pada sebelumnya peneliti meneliti ibu bekerja dan ibu tidak bekerja, sedangkan penelitian yang akan dilaksanakan variable bebasnya pendidikan rendah ibu.
asuh permisif, setengahnya (50%) dari responden anak autis mengalami perkembangan bahasa kurang. Hasil uji statistik exact fisher didapatkan nilai ρ (0,004) pada α (0,05), berarti ρ < maka H0 ditolak berarti adaα. Persamaan