• Tidak ada hasil yang ditemukan

5 BIOLOGI PERIKANAN IKAN CAKALANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "5 BIOLOGI PERIKANAN IKAN CAKALANG"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 19  Nilai selang kepercayaan koefisien b pada setiap zona dalam                   kawasanTeluk Bone
Gambar 40  Hubungan panjang (cm)  dan berat (g) cakalang di Zona Tengah                        dalam kawasan Teluk Bone
Gambar 42   Komposisi ukuran cakalang yang tertangkap pole and line di Zona                       Utara  dalam kawasan Teluk Bone selama  penelitian
Gambar 45  Rataan panjang (cm) cakalang (K. pelamis)   pada  setiap zona           dalam kawasan Teluk Bone
+3

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan cakalang mengalami perubahan setelah dari tempat pelelangan ikan yang artinya ikan yang di gudang supplier dan kios ikan nelayan

Berikut grafik yang menunjukkan distribusi ukuran kelas, tengah kelas, frekuensi, logaritma frekuensi dan selisih logaritma frekuensi ikan cakalang yang tertangkap

Peneltian ini bertujuan: (1) menganalisis struktur ukuran ikan cakalang yang tertangkap di daerah rumpon pada perairan Teluk Bone (2) menganalisis kondisi biologi

Salah satu alat tangkap yang umum digunakan oleh nelayan di Sulawesi Utara untuk mengeksplotasi sumberdaya cakalang adalah pancing huhate (pole and line).

Berdasarkan data pada Gambar 8 diatas dapat dilihat bahwa jenis ikan yang paling banyak tertangkap dari ketiga ukuran alat tangkap adalah ikan cakalang

Dari persfektif inilah terlihat perlunya dilakukan analisis keberlanjutan perikanan tangkap ikan cakalang di perairan Kabupaten Gorontalo untuk menentukan strategi

Berikut grafik yang menunjukkan distribusi ukuran kelas, tengah kelas, frekuensi, logaritma frekuensi dan selisih logaritma frekuensi ikan cakalang yang tertangkap

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan cakalang jantan lebih berat dari pada betina pada ukuran panjang cagak yang sama dan tidak selektif terhadap makanannya.. Cakalang jantan