• Tidak ada hasil yang ditemukan

DOCRPIJM af4cf07ba2 BAB VIIBAB VII Kelembagaan.compressed

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "DOCRPIJM af4cf07ba2 BAB VIIBAB VII Kelembagaan.compressed"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

VII - 1

7.1. Petunjuk Umum

Tujuan umum pembahasan aspek kelembagaan daerah terkait dengan

pembangunan prasarana dan sarana Kabupaten Magetan yaitu agar investasi

pembangunan dan dioperasionalkan secara optimal oleh pelaksana-pelaksana

pembangunan yaitu pemerintah daerah Kabupaten Magetan. Untuk Pelaksanaan

pembangunan infrastruktur dibutuhkan dukungan kelembagaan yang ada. Kemampuan

kelembagaan sendiri merupakan manajemen yang dibutuhkan untuk mempersiapkan,

melaksanakan dan memelihara suatu rencana tindakan pengembangan kelembagaan

pemerintah daerah serta sebagai alat operasional yang dipergunakan untuk

mengembangkan kelembagaan dan sumber daya manusia, terutama untuk mendukung

pelaksanaan Rencana Investasi Jangka Menengah di Kabupaten Magetan

Pada era pasca krisis ini, reformasi lembaga pemerintahan pusat dan daerah

mengalami tantangan yang berat. di satu sisi pemerintah sebagai penyelenggara negara

dituntut untuk melakukan transformasi internal agar lebih adaptif terhadap kebutuhan

globalisasi, dengan tetap mengedepankan aspek akuntabilitas, transparansi, dan

profesionalisme, namun di pihak lain yang bersangkutan masih mengalami permasalahan

keterbatasan sumber daya yang tersedia.

Dalam kerangka inilah maka pelaksanaan implementasi e-government kerap

mengalami kendala di lapangan sehingga banyak inisiatifnya yang berjalan secara lambat

dan tersendat-sendat. bercermin pada keberhasilan sejumlah pengembangan e-government

di negara lain, salah satu jawaban terhadap isu terkait adalah dijalinnya kemitraan strategis

antara pemerintah dan swasta (baca: industri) dalam merencanakan dan mengembangkan

berbagai inisiatif e-government.

(2)

VII - 2

pelaku swasta di indonesia dalam rangka mencari bentuk kemitraan yang efektif untuk

mempercepat implementasi e-government secara berhasil di berbagai wilayah tanah air.

7.2. Kondisi Kelembagaan

7.2.1. Kondisi Kelembagaan Pemerintah Kabupaten

Secara umum instansi pemerintahan yang terdapat di Kabupaten Magetan sudah

mencakup bidang-bidang dalam kegiatan pengembangan prasarana dan sarana wilayah di

Kabupatan Magetan. Instansi pemerintahan yang berwenang dalam kegiatan pengelolaan

dan pengembangan prasarana dan sarana dalam mendukung pembangunan wilayah

Kabupaten Magetan yaitu Dinas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA),

Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten

Magetan. Pada umumnya kewenangan dan tanggung jawab instansi-instansi pemerintahan

tersebut dalam menjalankan dan melaksanakan program-program pembangunan daerah

sudah cukup baik.

Di Kabupaten Magetan, pengelolaan dan pengembangan bidang-bidang prasarana

dan sarnaan permukiman dilakukan oleh tiap-tiap dinas dalam bertindak sebagai pengelola,

juga berfungsi sebagai pengatur, pengawas, dan pembina pengelola. Sebagai pengatur,

Dinas-dinas tersebut bertugas membuat peraturan-peraturan yang harus dilaksanakan

dalam tata pengelolaan dan pembangunan prasarana dan sarana permukiman. Sebagai

pengawas, fungsi instansi-instansi pemerintahan tersebut adalah mengawasi pelaksanaan

peraturan-peraturan yang telah dibuat dan memberikan sangsi bila dalam pelaksanaan

tugasnya tidak mencapai kinerja yang telah ditetapkan. Fungsi sebagai pembina

pengelolaan pada instansi-instansi pemerintahan tersebut adalah melakukan peningkatan

kemampuan. Pembinaan tersebut dapat dilakukan melalui pelatihan-pelatihan maupun

menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sebagai upaya peningkatan dan pengembangan

pelayanan pengelolaan infrastruktur di wilayah Kabupaten Mageten.

Dalam manajamen pegelolaan dan pengembangan prasarana dan sarana wilayah

yang dioperasionalkan, tiap-tiap instansi pemeritahanan tersebut juga mempunyai

kewenangan dan tanggung jawab dalam penyediaan pembiayaan pengelolaan prasarana

dan sarana wilayah yang didapatkan dari sumber-sumber pemerintah daerah dan retribusi

jasa pelayanan.

1. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA)

(3)

VII - 3

badan yang mempunyai tugas membantu Bupati di bidang perencanaan pembangunan

di daerah serta penilaian atas pelaksanaannya.

Susunan Organisasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah meliputi :

Kepala Badan

Sekretariat

Bidang Pemerintahan

Bidang Ekonomi dan Pembangunan

Bidang Kesejahteran Rakyat

Bidang Penelitian, Pengembangan dan Pengelolaan Data Elektronik

Bidang Pemukiman dan Prasarana Wilayah

2. Dinas Pekerjaan Umum (PU)

Dinas Pekerjaan Umum adalah unsur pendukung tugas kepala daerah di bidang

pekerjaan umum di daerah. Dipimpin oleh seorang kepala dinas yang mempunyai tugas

memimpin, melaksanakan koordinasi dalam merumuskan perencanaan kebijaksanaan,

pengawasan dan pengendalian dalam penyelenggaraan kegiatan dibidang Pekerjaan

Umum

Susunan Organisasi Dinas Pekerjaan Umum meliputi :

Kepala Dinas

Sekretariat

Bidang Bina Marga

Bidang Cipta Karya

Bidang Kebersihan

Bidang Pertamanan

7.2.2. Kondisi Kelembagaan Non Pemerintahan

(4)

VII - 4

Selain itu masyarakat juga harus mendukung program pemerintah yang berkaitan dengan

penyediaan, pengelolaan dan pengembangan prsarana dan sarana daerah. Pemerintah

menyediakan berbagai sarana dan prasarana wilayah, dan masyarakat bisa mengelola dan

merawatnya dengan baik. Dengan adanya partisipasi pada masyarakat, baik dalam bentuk

kelompok-kelompok masyarakat maupun kelembagaan lainnya diharapkan akan

mendukung serta mendorong peningkatan penyediaan, pengelolaan serta pengawasan

dalam pembangunan prasarana dan sarana wilayah di Kabupaten Magetan.

7.3. Masalah, Analisis dan Usulan Program

7.3.1. Masalah Yang Dihadapi

Salah satu tantangan yang dihadapi oleh pengelola prasarana dan sarana pada

wilayah Kabupaten Magetan adalah masalah koordinasi, kewenangan dan tanggung jawab

dalam penyediaan, pengelolaan dan pengawasan oleh tiap-tiap instansi pemerintahan

selaku opertor utama dalam hal pembangunan wilayah. Hal tersebut juga diperparah oleh

permasalahan sumber daya manusia baik pada level pemerintahan maupun masyarakat.

Permasalahan sumber daya manusia merupakan hal cukup penting, karena sebagai

pondasi dasar dalam pemahaman dan kesadaran dalam kegiatan pembangunan wilayah.

Rendahnya kualitas sumber daya manusia pada daerah Kabupaten Magetan akan

menghambat proses percepatan pembangunan, untuk itu program-program peningkatan

kemampuan aparatur pemerintahan serta kelompok-kelompok masyarakat dirasa sangat

perlu sebagai genertor bagi perkembangan wilayah Kabupaten. Ketidakmampuan aparatur

pemeritahan dalam pelaksanaan pembangunan daerah perlu mendapat stimulan, baik yang

berupa program-program peningkatan kemampuan secara kelembagaan maupun indvidual

organisasi pemeritah agar kinerja dan proses pembangunan dapat terlaksana dan tercapai

dengan optimal. Kordinasi antar organisasi pemerintahan yang terkait dalam pembangunan

infrastruktur wilayah sangat penting sehingga proses pembangunan dan pengelolaan tidak

parsial atau sepotong-sepotong melainkan menyeluruh.

7.3.2. Analisis Permasalahan

(5)

VII - 5

perlu mendapat perhatian lebih. Rendahnya kualitas sumber daya manusia berimplikasi

pada ketidakmampuan dalam pelaksanaan dan penyelesaian pembangunan oleh organisasi

yang berwenang dan bertanggung jawab. Hal ini mengakibatkan kurang optimalnya

proses-proses pembangunan bagi wilayah. Untuk itu, stimulan bagi lembaga maupun masyarakat

perlu mendapat perhatian lebih, agar peningkatan kemampuan dan kinerja kelembagaan

dapat terwujud.

Pelaksanaan Sub Bidang Air Limbah dan Persampahan ditangani oleh Dinas

Pekerjaan Umum melalui Sub Dinas Kebersihan dan Pertamanan. Pelaksanaan Sub Bidang

Drainase, PSD Permukiman, dan Tata Bangunan Lingkungan dilaksanakan oleh Dinas

Pekerjaan Umum melalui Seksi Permukiman dan Penataan Ruang dan Seksi Penyehatan

Lingkungan. Pelaksana Sub Bidang Air Minum dilaksanakan oleh PDAM. sehingga masalah

yang dihadapi adalah penanganan pembangunan keciptakaryaan di Kabupaten Mageta

dilakukan oleh instnasi yang berbeda-beda, tentunya akan menyulitkan dalam hal koordinasi

dan integrasi dalam pembangunan.

7.3.3. Usulan Program

Tujuan dari peningkatan kapasitas kelembagaan terkait dengan pembangunan

infrsatruktur yaitu terutama agar instansi pembangunan yang diselenggarakan dapat

dilaksanakan dengan baik, dan terpelihara dan diperankan secara optimal oleh pemerintah

daerah selaku penyelenggara pembangunan daerah. Kelembagaan daerah perlu

dioptimalkan dan perlu dikoordiasi dan dilakukan sinkronisasi guna mendukung dan

mendorong pembangunan yang yang efektif dan efisien. Terkait dengan program yang

diusulkan utnuk meningkatkan kinerja dan kapasitas kelembagaan daerah kabupaten

Magetan yaitu :

1. Optimalisasi pelaksanaan fungsi organisasi

2. Ketatalaksanaan Penyelenggaraan RPIJM di instansi pemerintahan

3. Perkuatan Unit Pelaksana untuk manajemen aset dan monitoring & evaluasi

infrastruktur

4. Kerjasama dan Partisipasi masyarakat untuk penyehatan lingkungan dan

pembangunan infrastruktur daerah.

7.4. Usulan Sistem Prosedur Antar Instansi

(6)

VII - 6

Pemerintah Kabupaten Magetan telah melakukan penataan kelembagaan Organisasi

Perangkat Daerah berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007. Ada

beberapa hal yang patut menjadi bahan pertimbangan dalam bidang kelembagaan formal

yang berkaitan dengan bidang kecipta karyaan.

1. Kelembagaan Perangkat Daerah

Lembaga Perangkat Daerah yang mempunyai tugas pokok dan fungsi berkaitan dengan

penyelenggaraan bidang keciptakaryaan terdiri dari beberapa SKPD yang berhubungan

langsung dan tidak langsung, yaitu sebagai berikut:

a. SKPD yang berhubungan langsung:

Yang dimaksud dengan SKPD yang berhubungan langsung adalah SKPD yang

mempunyai tugas pokok dan fungsi menyelenggarakan urusan-urusan yang menjadi

bagian dari bidang keciptakaryaan.

SKPD-SKPD dimaksud adalah:

1) Dinas Pekerjaan Umum

Mempunyai tugas pokok dan fungsi menyelenggarakan beberapa urusan bidang

keciptakaryaan yaitu:

a) Permukiman

b) Tata Bangunan dan lingkungan

c) Penyehatan lingkungan permukiman khususnya drainase

d) Memfasilitasi sarana prasarana air minum

2) Kantor Lingkungan Hidup

Mempunyai tugas pokok dan fungsi menyelenggarakan beberapa urusan bidang

keciptakaryaan yaitu urusan air limbah sebagai bagian dari penyehatan

lingkungan permukiman

3) Perusahaan Daerah Air Minum

Mempunyai tugas pokok dan fungsi menyelenggarakan beberapa urusan bidang

keciptakaryaan yaitu urusan air minum sebagai bagian dari penyehatan

lingkungan permukiman

b. SKPD yang tidak berhubungan langsung

Yang dimaksud dengan SKPD yang tidak berhubungan langsung adalah SKPD yang

dalam tugas pokok dan fungsinya bersifat mempengaruhi keberhasilan proses

penyelenggaraan urusan-urusan yang menjadi bagian dari bidang keciptakaryaan.

Adapun SKPD-SKPD dimaksud adalah:

1) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda)

(7)

VII - 7

prioritas daerah dalam pembangunan tahunan daerah. Sebab Bappeda adalah

SKPD yang mempunyai tugas pokok dan fungsi penyelenggaraan Musyawarah

Perencanaan (Musrenbang), penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah

(RKPD), penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan bersama Dinas

Pengelola Keuangan Daerah menyusun draft Prioritasn dan Plafond Anggaran

Sementara (PPAS). Sehingga Bappeda mempunyai kekuatan untuk melakukan

advokasi dan

stressing

kepada SKPD sampai dengan tingkat Kelurahan untuk

memperhatikan dan memprioritaskan kegiatan bidang keciptakaryaan.

2) Dinas Pengelola Keuangan Daerah (DPKD)

Hampir sama dengan peran Bappeda, DPKD juga mempunyai peran penting

dalam penyuksesan penyelenggaraan bidang keciptakaryaan, sebab DPKD

mempunyai tugas pokok dan fungsi untuk menentukan Plafond Anggaran

Sementara. Penentuan bidang keciptakaryaan sebagai prioritas daerah akan

sangat menentukan besaran plafond anggaran.

3) Bagian Hukum Sekretariat Daerah

Bagian yang tidak kalah penting dari aspek finansial adalah aspek legalitas yang

dimainkan oleh Bagian Hukum. Penetapan berbagai aturan yang berkaitan

dengan penguatan penyelenggaraan bidang keciptakaryaan baik di level

Pemerintah Daerah maupun di level masyarakat yang berkaitan dengan apa

yang harus, boleh dan tidak boleh dilakukan dalam bidang keciptakaryaan

beserta insentif dan disinsentifnya akan menjadi sangat kuat kedudukannya jika

diatur secara legal dengan produk hokum daerah.

4) Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokoler Sekretariat Daerah

Bagian yang mempunyai tugas pokok dan fungsi untuk menyebarluaskan

kebijakan Walikota ini menjadi bagian yang juga cukup penting. Proses advokasi

melalui telaah staf kepada Walikota maupun sentuhan-sentuhan draft sambutan

yang mengarah pada kesadaran bahkan menyentuh pada alam bawah sadar

Walikota yang membaca draft tentang nilai-nilai pentingnya bidang

keciptakaryaan menjadi peran yang sangat penting bagi keberlangsungan

penyelenggaraan bidang keciptakaryaan.

5) Dinas Kesehatan

(8)

VII - 8

karena itu, peran Dinas Kesehatan sangat diharapkan dalam bentuk advokasi

masyarakat dan pemangku kepentingan tentang pentingnya penyuksesan

bidang kecipta karyaan dikaitkan dengan tingkat kesehatan masyarakat.

6) Dinas Pendidikan

Proses sosialisasi, kampanye dan advokasi pentingnya upaya penyehatan

lingkungan disamping upaya penyediaan sarana prasarananya juga menjadi

penting. Apalagi jika kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya

preventif atau upaya pencegahan agar sikap dan perilaku masyarakat dalam

memenuhi kebutuhan sarana prasarana penyehatan lingkungan menjadi

prioritas yang terbangun dalam aam bawah sadarnya maka hal ini menjadi

sangat strategis. Upaya inilah yang diharapkan dari Dinas Pendidikan yang

mempunyai tugas pokok dan fungsi menyelenggarakan pendidikan mulai usia

dini sampai dengan menengah atas. Upaya penanaman bawah sadar anak didik

terhadap pentingnya penyehatan lingkungan merupakan peran penting yang

dapat dilakukan Dinas Pendidikan dalam rangka penyusksesan bidang

keciptakaryaan.

7) Dinas Komunikasi, informasi dan Pariwisata

Hampir sama dengan peran Bagian Humas dan Protokol, yaitu sama-sama

mempunyai peran sebagai publikator pemerintah daerah, hanya bedanya Dinas

Kominpar mempunyai peran untuk mempublikasikan hasil karya dan kinerja

pemerintah daerah atau hal-hal yang sudah dilaksanakan oleh SKPD. Sehingga

masyarakat dapat mengetahui hal-hal yang sudah dilakukan oleh SKPD dan

bagaimana manfaatnya bagi masyarakat. Ole karena itu peran Dinas Kominpar

adalah melakukan secara intensif hasil-hasil penyelenggaraan pembangunan

bidang cipta karya beserta manfaatnya kepada masyarakat sehingga

masyarakat mempunyai motivasi yang tinggi untuk berpartisipasi dalam

pembangunan bidang cipta karya.

2. Lembaga Koordinasi

Kabupaten Magetan telah membentuk Satuan Tugas Penyusun Rencana dan Program

Investasi Jangka Menengah Daerah Bidang Keciptakaryaan Kabupaten Magetan

dengan tugas tersebut terdiri dari 2 Tim dan 1 sekretariat Tim.

a. Tim Pengarah

1) Tugas Tim

(9)

VII - 9

b) Memberikan dukungan dalam penyelenggaraan koordinasi dengan kepala

SKPD atau pimpinan lembaga pemerintah atau non pemerintah lainnya

c) Menetapkan kebijakan program dan anggaran APBD untuk mendukung dan

implementasi RPIJM di daerah

2) Komposisi Personal Tim

Tim terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan anggota.dengan komposisi

sebagai berikut :

Ketua : Bupati Kabupaten Magetan

Wakil Ketua : Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan

Sekretaris : Kepala Badan Perencanaan Pembangunan

Daerah

a) Melaksanakan tugas penyusunan RPIJM

b) Melaksanakan tugas monitoring dan evaluasi usulan SKPD yang berkaitan

dengan implementasi RPIJM

c) Melaksanakan evaluasi dan penyempurnaan RPIJMsesuai dengan

perkembangan dan kebutuhan daerah

2) Komposisi Personal Tim

Tim terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan anggota.dengan komposisi

sebagai berikut:

Ketua : Kabid Fisik & Prasarana Bappeda

Sekretaris : Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum

Anggota : Kepala Kantor Lingkungan Hidup

Kabid Kebersihan Dinas Pekerjaan Umum Kabid Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum Kabid Anggaran DPKD

Direktur Teknik PDAM Kabupaten Magetan

c. Sekretariat Tim

1) Tugas Tim

a) Memberikan dukungan teknis, administrasi dan logistic pada Tim Pengarah

dan Tim Pelaksana;

b) Menyelenggarakan system informasi manajemen untuk pengendalian dan

evaluasi pelaksanaan RPIJM

(10)

VII - 10

2) Komposisi Personal Tim

Ketua : Kasubbid Perencanaan Daerah Bidang Renstra Bappeda

Sekretaris : Kasubbid Perencanaan Fisik dan Prasarana Bidang Renpro Bappeda

Anggota : Kasi Pengendalian Lingkungan KLH

Kasi Perencanaan Anggaran Bidang Anggaran DPKD Staf Kasubbid Perencanaan Daerah Bidang Renstra Bappeda

Staf Kasubbid Perencanaan Daerah Bidang Renstra Bappeda

7.4.2. Tindakan Peningkatan Kelembagaan

Tujuan Penguatan Kelembagaan RPIJM Kabupaten Magetan adalah untuk

membangun dan melembagakan jaringan relasi sosial yang sinergis antara Pemerintah

Kabupaten, Pemerintah Propinsi, Pemerintah Pusat, masyarakat, serta swasta di Kabupaten

Magetan dalam upaya untuk mendorong pengarusutamaan kegiatan RPIJM secara

partisipatif di Kabupaten Magetan.

Adapun sasaran penguatan kelembagaan RPIJM Kabupaten Magetan adalah

terciptanya situasi yang kondusif untuk kerjasama antara pemerintah, masyarakat dan

sektor swasta dalam suatu wadah lembaga koordinasi sektor keciptakaryaan kota.

Implementasi program pengembangan kapasitas satgas dirumuskan dengan

mempertimbangkah aspek-aspek berikut ini, dan penerapan strategi (langkah-langkahnya)

dituangkan pada Rencana Tindak.

Penentuan skala prioritas program pengembangan kapasitas yang akan dilaksanakan

sejalan dengan pentahapan target yang harus dicapai oleh Satgas menuju kepada

kemandirian kerja Satgas

Kerjasama dengan lembaga pelatihan teknis yang ada dibidang keciptakaryaan,

misalnya dari Departemen Pekerjaan Umum, lembaga pelatihan manajemen perkotaan

dari Departemen Dalam Negeri, dan lembaga pelatihan lain yang terkait

Kerjasama dengan pemerintahan Provinsi dan pemerintahan pusat khususnya Tim

Teknis Pembangunan bidang keciptakaryaan.

Pemilihan metoda pelaksanaan kegiatan yang ekslusif untuk Kota, atau penggabungan

pelaksanaan program bersama dengan Satgas Kota/Kabupaten.

Penerapan metoda saling belajar antar teman sejawat (‘Peer tutoring’) internal Satgas

dan antar Satgas Kota/Kabupaten se Jawa Timur

(11)

VII - 11

(Pemerintah Kabupaten) dan pekerjaan/kegiatan yang memerlukan bantuan dari luar sistem

Pemerintah Kabupaten Magetan.

1. Internal Pemerintah Kabupaten

Penerbitan Surat Keputusan Satgas RPIJM dan memberlakukannya; dan penerbitan

peraturan lainnya yang terkait dan mendukung pelaksanaan bidang keciptakaryaan.

Implementasi kegiatan RPIJM baik fisik dan non fisik yang bisa dikerjakan oleh

Pemerintah Kabupaten Magetan sendiri.

Pelaksanaan monitoring dan evaluasi kemanfaatan program terkait keciptakaryaan

untuk selanjutnya dapat digunakan dalam penyusunan kegiatan RPIJM pada

tahun-tahun berikutnya.

2. Kegiatan/pekerjaan yang memerlukan bantuan dari luar sistem Pemerintah Kabupaten

Kontrak kepada pihak ketiga. Hal ini akan dipertimbangkan dari sisi efektivitas dan

efisiensinya untuk kegiatan yang hanya dikerjakan sekali dalam kurun waktu tertentu

dan memerlukan keahlian spesifik yang tidak dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten.

Termasuk dalam kategori ini misalnya kontrak dengan LSM ataupun perusahaan

konsultan untuk pelaksanaan pekerjaan

Bantuan dari Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Pusat. Bantuan ini diperlukan oleh

Pokja Sanitasi Kota untuk penciptaan situasi yang kondusif agar Pokja dapat

menjalankan tugasnya dengan baik. Termasuk dalam kategori ini adalah adanya

ketersediaan regulasi yang jelas dan penyediaan payung hukum dari Pusat untuk

menjamin keberlanjutan pelaksanaan RPIJM.

Bantuan teknis konsultan atau pendampingan fasilitator untuk pekerjaan pekerjaan

spesifik.

7.4.3. Format Umum Rencana Tindakan Peningkatan Kelembagaan

Tabel 7.1 Rencana Tindakan Peningkatan Kelembagaan

jadwal tahunan no. kegiatan sasaran kegiatan pelaksana penanggung jawab biaya

(12)

Gambar

Tabel 7.1 Rencana Tindakan Peningkatan Kelembagaan

Referensi

Dokumen terkait

Pengusaha-pengusaha tambang di Australia bergerak melalui komunitas pertambangan yang ada di Australia melalui saluran-saluran seperti misalnya demonstrasi, media massa serta

Hasil penelitian didapatkan pada Tn.A mengalami nyeri dada, diakibatkan terjadinya penumpukan kolestrol yang tinggi dalam pembuluh darah koroner, yang

Pariwisata API Yogyakarta akan mengambil peran dalam pengembangan pariwisata bagi desa karena menyesuaikan konteks tantangan dan peluang akan banyaknya wisatawan yang

Deskripsi Responden selain PT Finansia Multi Finance/kredit plus cabang manado, adakah responden yang berlangganan dengan perusahaan sejneis lainnya, Dari 90

Tidak terdapat perbedaan mean persepsi etis yang signifikan antara mahasiswa S2 Magister Akuntansi yang sudah mengambil mata kuliah pendidikan etika bisnis dan yang

PENGUJIAN KUAT TEKAN BEBAS (UNCONFINED TEST) Lokasi : Laboratorium Teknik Sipil Politeknik Negeri Sriwijaya. Tanggal : 26

setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Depok yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini, memperdagangkan

Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap ditentukan sebesar perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan, jika ada, dengan jumlah tercatat dari aset