• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penjalaran Arus Listrik di Dalam Bumi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Penjalaran Arus Listrik di Dalam Bumi"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

1

Penjalaran Arus Listrik di Dalam Bumi

Advisor: Irwan M.Sc

Author:

Lucky Kriski Muhtar (125090700111002) Lutfi Aditya Rahman (125090702111001)

Program Studi Geofisika Fakultas MIPA Universitas Brawijaya

Malang 2013

(2)

2

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah Penjalaran Arus Listrik di Dalam Bumi. Dan juga kami berterima kasih kepada Bapak Irwan M.Sc selaku Dosen mata kuliah Geolistrik Fakultas MIPA Universitas Brawijaya yang telah membimbing kami. Dan terimakasih kami haturkan kepada orang tua kami yang telah membantu memberikan motivasi serta nasihat yang bermanfaat dalam proses pembelajaran. Serta terimakasih kepada rekan-rekan yang telah memberikan motivasi bagi penulisan makalah ini.

Dalam makalah ini kami membahas penjalaran arus yang terjadi di dalam permukaan bumi, agar dapat menggunakan metode geolistrik kita harus memahami penjalaran arus listrik di dalam permukaan bumi, mulai dari perambatan arus, penangkapan signal dari arus yang diinjeksikan, luas penjalaran arus, dan konfigurasi yang digunakan.

(3)

3

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materi. Kami memohon kesediaan para pembaca dan penyimak Makalah ini untuk memberikan kritik dan saran pada makalah ini. Sehingga, suatu ketika Kami berkesempatan lagi dalam menulis sebuah makalah lagi, Kami harapkan bisa membanahi kedepan agar lebih baik dalam penulisan. Akhir kata, Apabila dalam makalah ini terdapat sesuatu kesalahan Kami selaku Tim penulis Makalah ini mohon maaf.

Malang, 18 September 2013

(4)

4

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ... 1 Daftar isi ... 3 Daftar Gambar ... 4 Bab I . Pendahuluan ... 5 1.1 Latar Belakang ... 6 1.2 Rumusan Masalah ... 7 1.3 Tujuan ... 7 Bab II . Pembahasan ... 8

Bab III Studi Kasus ... 24

Bab IV Kesimpulan ... 28

Daftar Pustaka ... 29

(5)

5

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Penjalaran arus listrik di bawah permukaan

bumi ... ... 9

Gambar 2.2 Titik arus di permukaan bumi ... 13

Gambar 2.3 Dua arus & potensial elektroda di permukaan ... ... 14

Gambar 2.4 Equipotensial dan dua titik arus yang mengalir dibawah permukaan ... 16

Gambar 2.5 Densitas arus dibanding jarak kerapatan elektroda ... 17

Gambar 2.6 Distrosi penjalaran arus ... 20

Gambar 2.7 Distorsi equipotensial dan perambatan arus melalui bola diantara dua media yang berbeda resistivitasnya ... 21

Gambar 2.8 Equipotensial dan arah arus dari bola konduktif yang terkubur ... 22

Gambar hasil resistivitas titik tengah ... 30

Gambar hasil resistivitas titik timur ... 30

(6)

6

Gambar hasil resistivitas titik barat ... 31 Gambar hasil resistivitas titik utara ... 32

(7)

7

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Geofisika adalah ilmu yang mempelajari bumi dengan menggunakan berbagai parameter fisika. Salah satu paraeter yang digunakan untuk mengetahui kondisi bawah permukaan bumi adalah hambatan jenis batuan. Metode ini dikenal dengan istilah metode resistivitas, metode ini banyak digunakan untuk eksplorasi air tanah, geothermal, tambang, pencarian zona lapuk, geoteknik dan lain-lain.

Metode ini dilakukan dengan menginjeksikan arus ke bawah bumi sehingga merupakan metode aktif. Setelah itu, metode ini akan mencatat nilai dari potensial dari listrik menggunakan elektroda potensial dan juga akan mencatat nilai arus yang diinjeksi menggunakan elektroda arus. Kemudian, setelah data arus dan potensial didapatkan langkah selanjutnya adalah menentukan besarnya hambatan dan langkah paling akhir adalah menentukan nilai

(8)

8

dari hambatan jenis melalui bantuan tetapan konfigurasi.

1.2. Rumusan Masalah

Pada kenyataannya di lapangan nilai dari hambatan jenis bawah permukaan tidaklah seragam karana bumi ini memiliki banyak lapisan (tidak homogen), sehingga dalam proses ini perlu dilakukan pengolahan data berupa inversi data atau dengan melakukan kurva matching, sehingga kondisi bawah permukaan dari data dan sebenarnya adalah sama atau mendekati sama.

1.3. Tujuan

Oleh karena itu, untuk mengetahui kondisi bawah permukaan yang sebenarnya perlu diketahui cara perambatan arus di bawah bumi lalu, kasus-kasus anomali yang terjadi saat arus merambat di bawah bumi, pengaruh potensial dari dalam bumi terhadap arah penjalaran arus dan lain-lain.

(9)

9

BAB II

PEMBAHASAN

Arus listrik adalah gerak muatan negatif (elektroda) pada materi dalam proses mengatur diri menuju ke arah kesetimbangan. Peristiwa ini terjadi bila materi mengalami gangguan karena adanya medan listrik. Bila medan listrik arahnya selalu tetap menuju ke satu arah, maka arus listrik yang mengalir akan tetap juga arahnya dan begitu juga dengan sebaliknya (Yunginger, Tanpa Tahun).

Metode geolistrik mengalirkan arus DC ke dalam bumi dan akan mencatat nilai dari potensial listrik serta akan menghitung nilai dari hambatan jenis dari suatu batuan. Potensial listrik didefinisikan sebagai energi potensial persatuan muatan

…1

Dengan U = Energi potensial E = medan listrik

(10)

10 Q = gaya coloumb

r = jarak antarmuatan

Metode resistivitas memanfaatkan sebuah sifat alami arus listrik di dalam bumi berupa titik arus di dalam bumi yang akan mengalirkan arus ke segala arah dan membentuk suatu permukaan bola dengan titik yang memiliki besar arus yang sama disebut titik equipotensial.

Gambar 2.1 Penjalaran arus listrik di bawah permukaan bumi.

(11)

11

Besarnya arus listrik yang mengalir di bawah permukaan bumi akan berbanding terbalik dengan luas permukaan. Hal ini dinyatakan dalm bentuk persamaan

…2

Dengan I adalah arus listrik, J adalah rapat arus dan A adalah luas permukaan. Sedangkan, Medan listrik adalah gradien dari potensial skalar, dinyataan melalui persamaan dibawah ini

…3

Dengan demikian kita mempunyai persamaan

…4 Jika

Jika σ adalah konstan, maka kita dapat gunakan persamaan Laplace, yang mana potensialnya harmonis:

…6

Ada dua kondisi batas yang harus dipegang setiap menghubungkan antara dua wilayah yang berbeda konduktivitasnya. Dalam kondisi batas antarmuka dimana dan berubah secara tiba-tiba. Dapat ditulis dalam bentuk seperti dibawah ini

(12)

12

…7 Dimana sumbu x dan z adalah tangensial dan normal dari masing-masing, antarmuka, menjadi komponen tangensial dalam medium 1. Maka dapat dihasilkan

…8

Kita memiliki elektroda berdimensi kecil yang ditanam pada media isotropik homogen. Hal ini sesuai dengan metode mise-d-la-masse dimana elektroda tunggal ditanam di bawah tanah. Rangkaian arus mampu melalui elektroda yang lain pada permukaan, tetapi dalam jarak yang cukup jauh pengaruhnya dapat diabaikan.

Dari sistem yang simetri, potensial akan menjadi fungsi dari r saja, di mana r adalah jarak dari elektroda pertama. Dalam kondisi ini digunakan persamaan Laplace dalam koordinat bola yang disederhanakan menjadi

( )

(13)

13

Diintegralkan lagi, maka

Dimana A dan B adalah konstan. Karena V = 0 saat r , maka kita mendapatkan B = 0. Selain itu, arus mengalir secara radial keluar ke segala arah dari elektroda titik. Dengan demikian arus total yang menembus permukaan bola adalah

Dengan diketahui

Oleh karena itu,

Equipotential yang selalu ortogonal terhadap garis aliran arus dengan permukaan bola dan r = konstan.

(14)

14

Pada penerapan metode resistivitas titik arus tersebut akan diletakan pada permukaaan bumi seperti gambar di bawah ini

Gambar 2.2 Titik arus di permukaan bumi

Jika elektroda titik yang memberikan I ampere terletak pada permukaan bermedium isotropik homogen dan jika udara di atasnya memiliki konduktivitas nol, maka kita memiliki satu kemungkinan atau tiga-titik sistem yang digunakan dalam rancangan resistivitas permukaan.

Karena simetri. Persamaan Laplace dalam koordinat bola berlaku, solusi yang diberikan lagi oleh Persamaan dengan B = 0

(15)

15 Ez =

= 0 Z = 0 karena konduktivitas udara 0 ini sudah cukup karena

( ) = ( ) ( ) = 0 z = 0

Selain itu, sekarang semua arus mengalir membentuk sebuah permukaan lengkung dalam medium yang lebih rendah,

Sehingga dalam hal ini

Di sini equipotentialnya memiliki permukaan lengkung di bawah tanah.

Kemudian karena pada metode geolistrik digunakan 2 buah elektroda arus atau titik arus maka penjalaran arus listrik di permukaan bumi terlihat seperti gambar

(16)

16

Selanjutnya arus dari kedua elektroda akan melakukan interferensi yang akan tercatat oleh elektroda potensial di titik tersebut. potensial yang disebabkan C1 di PI adalah

Karena arus pada kedua elektroda sama dan berlawanan arah, Dan potensial karena C2 di P1 adalah

Maka bisa kita peroleh

( )

Akhirnya, dengan adanya sebuah elektroda potensial kedua di P2 kita bisa mengukur perbedaan potensial antara PI dan P2, yaitu

{( ) ( )}

Pengaturan semacam itu sesuai dengan empat elektroda yang tersebar, ini biasanya digunakan dalam praktik lapangan metode resistivitas. Pada konfigurasi ini garis aliran arus dan equipotentialnya terdistorsi oleh

(17)

17

kedekatan elektroda arus kedua C2. Equipotentials dan garis arus ortogonal diperoleh dengan memplot keterkaitannya

Pada gambar dibawah ini terlihat distorsi dari equipotensial bola akibat adanya dua elektroda arus.

Gambar 2.4 Equipotensial dan dua titik arus yang mengalir dibawah permukaan.

(18)

18

Aliran arus pada bidang homogen. Meskipun semuanya menunjukkan bahwa peningkatan jarak elektroda juga meningkatkan penetrasinya. Distribusi kuantitatif pada suatu kedalaman tidak bisa diindikasikan. Mengingat aliran arus pada media homogen antara dua titik elektroda C1 dan C2. Densitas arus horizontal pada titik P adalah

( ) ( ) ( ) ( ) (( ) )

dan jika titik ini berada pada tengah bidang vertikal antara C1 dan C2, kita memiliki dan

Gambar 2.5 Densitas arus dibanding jarak kerapatan elektroda

(19)

19

Menunjukkan variasi densitas arus dengan kedalaman pada suatu bidang saat pemisahan elektroda konstan. Jika di sisi lain, jarak elektroda bervariasi, maka ditemukan bahwa adalah maksimum ketika L = √

Kita dapat menghitung fraksi dari arus yang mengalir melalui strip pada bidang vertical ini, diantara

kedalaman dan Karena {( ) }

Karena variasi pada potensial yang diukur pada permukaan sebanding dengan arus yang mengalir ke bawah, maka sangat diperlukan untuk menginjeksikan arus ke tanah sebanyak mungkin. Untuk penetrasi yang baik, kita harus menggunakan spasi yang cukup besar sehingga arus cukup mencapai kedalaman target, jika yang target adalah 100 m, maka sekitar sepertiga dari arus akan melewati kedalaman ini ketika spasinya juga 100 m. Jika dibandingkan dengan metode magnetotellurics, metode ini akan menempatkan suatu pembatasan yang melekat dengan metode resistivitas. Namun mengontrol sumber daya memberikan keuntungan tertentu.

(20)

20

Bila terdapat bidang antarmuka maka akan terjadi penyimpangan penjalaran arus, jika misalnya terdapat 2 lapisan dengan lapisan pertama 1 dan lapisan kedua

maka akan terjadi pembelokan arah arus yang mengalir dari medium 1 ke medium yang lain. Misalnya arus listrik datang dari medium 1 dengan sudut ke medium ke 2 maka akan didapatkan pembelokan arus menjadi , maka kita gunakan hukum ohm dengan persamaan JX1 = JX2

Lalu JZ1=JZ2

Kemudian kita dapat mengubah bentuk di atas menjadi

= tan = tan

dengan demikian jika maka aruslistrik di medium 2 akan lebih bengkok ke garis normal

(21)

21

gambar proses geometri penjalaran arus listrik pada dua batas medium

Gambar 2.6 Distrosi penjalaran arus

jika kita melihat efek lain dari pertemuan dua lapisan yang berbeda karakteristiknya yaitu adanya perubahan potensial listrik yang akan menyebabkan perubahan titik equivalensi dari sumber potensial litrik ini juga akan menyebabkan perubahan arah arus listrik karena arus mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah.

(22)

22

gambar penyimpangan dari equipotensial dan aliran arus di batas 2 lapisan yang berbeda.

Gambar 2.7 Distorsi equipotensial dan perambatan arus melalui bola diantara dua media yang berbeda resistivitasnya

(23)

23

Pada system 3D yang mana potensial dari luar mungkin berbentuk bola yang terbentuk dari medan pararel yang seragam pada sumbu x, kasus ini dapat diselesaikan dengan menggunakan persamaan laplace untuk mengetahui potensial di dalam dan di luar bola.

Gambar 2.8 Equipotensial dan arah arus dari bola konduktif yang terkubur

[ (

) ( ) ]

Jika potensial di ukur dari permukaan maka bulatan akan memiliki bayangan dan jika ingin

(24)

24

memperkirakan medan yang diciptakan oleh C1 pada jarak R dan dari asal maka kita tulis

[ (

) ( ) ]

Jadi kasus ini mempunyai 2 kesimpulan yang pertama adalah medan dari luar dan medan normal adalah seragam dan yang kedua adalah tidak ada interaksi antara bola dengan bayangannya. Keduanya benar hanya ketika bola punya jarak yang besar dari sumber arus dan permukaan, dalam kasus ini seharusnya anomaly tidak dapat di deteksi apapun. Namun, jika jarak antara titik pusat bola dan permukaan adalah kurang dari 1.3 kali jari-jari maka perkiraan mengenai bola akan baik.

(25)

25

BAB III

STUDI KASUS

Analisa Pencemaran Air Tanah Berdasarkan

Metode Geolistrik Studi Kasus Tempat

Pembuangan Akhir Sampah Muara Fajar

Kecamatan Rumbai

Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh negara berkembang seperti Indonesia, baik limbah industri maupun limbah rumah tangga. Umumnya limbah yang dibuang ke lingkungan akan mempengaruhi lingkungan dimana limbah dibuang (Djajadiningrad dan Harsono, 1990). Apabila dilihat dari bahaya yang ditimbulkan limbah ini ada yang berbahaya dan ada yang tidak berbahaya. Pembuangan limbah yang berbahaya akan menjadi persoalan besar, apabila air yang dikonsumsi oleh manusia, hewan, dan organisme tercemar limbah yang mengandung senyawa berbahaya.

(26)

26

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar merupakan salah satu contoh TPA yang terletak di Kecamatan Rumbai. TPA ini mempunyai luas 9 Ha dimana sebelumnya merupakan lokasi pengolahan tinja yang sekarang tidak berfungsi lagi. TPA ini telah beroperasi sejak beberapa tahun yang lalu dimana pembuangan dilakukan 1800 m3 per hari. TPA ini dahulu direncanakan menggunakan sanitary landfill tapi pengolahannya tidak lebih dari open dumping dan fasilitasnya juga belum memadai. Sampah yang dibuang di tempat ini adalah sampah organic sebanyak 30% dan anorganik 70. Selain itu TPA ini juga dilengkapi dengan kolam cairan lindi. Pada daerah ini diduga terdapat rembesan air lindi yang merupakan polutan sampah yang dapat mencemari tanah di daerah sekitar TPA.

Salah satu metode yang banyak dipakai dalam studi pencemaran tanah adalah metode geolistrik. Metode ini melibatkan pengukuran potensial, arus dan medan elektromagnetik yang terjadi secara alamiah maupun akibat injeksi arus. Salah satu jenis metode geolistrik

(27)

27

yaitu geolistrik tahanan jenis atau yang sering disebut metode resistivity (Soininen, 1985).

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa apakah tanah disekitar TPA Muara Fajar sudah tercemar atau belum berdasarkan metode geolistrik. Dalam penelitian ini hanya membatasi masalah pada analisa pencemaran tanah berdasarkan metode geolistrik studi kasus TPA Muara Fajar.

Setelah dilakukan pengukuran geolistrik di dapat data setelah diolah dengan program res2dinv menunjukkan nilai resistivitas sebenarnya yaitu di titik 2 sebelah utara dari TPA (0,702-8.250 ohm-m), di titik 4 sebelah barat (0,144-501.335 ohm- m), di titik 3 sebelah selatan dari TPA (0,0103- 11.588 ohm-m), di titik 1 sebelah timur dari TPA (0,601-51.294 ohm-m), di titik 5 tengah TPA (0,737-1.468.744 ohm-m).

Berdasarkan nilai resistivitas di atas, semua titik sudah tercemar oleh air lindi tetapi paling dominan tercemar oleh air lindi berada pada titik utara dan barat karena nilai resistivitasnya dominan di bawah 10 ohm-m (fresh water).

(28)

28

Nilai resistivitas menunjukkan bahwa air lindi sudah bergerak dari tengah TPA kemudian menyebar ke sekeliling TPA dan mencemari sistem air bawah tanah penduduk tetapi arah pergerakan air lindi paling dominan terdapat pada titik utara dan barat TPA.

(29)

29

BAB IV

KESIMPULAN

Arus listrik adalah gerak muatan negatif (elektroda) pada materi dalam proses mengatur diri menuju ke arah kesetimbangan.

Pada metode resistivity digunakan dua elektroda arus, dimana arus akan keluar dari salah satu elektroda dan masuk ke elektroda lainnya. Selain itu arus juga memiliki sifat menjalar ke segala arah membentuk permukaan bola

(30)

30

DAFTAR PUSTAKA

Telford, W, M, Geldart, L, P, Sheriff, R, E, & Keys, D, A. 1990. Applied Geophysics. Cambridge University Press. New York. London. Melbourne.

M, Juandi. 2009. Analisa Pencemaran Air Tanah Berdasarkan Metode Geolistrik Studi Kasus Tempat Pembuangan Akhir Sampah Muara Fajar Kecamatan Rumbai. Riau.

(31)

31

LAMPIRAN

Gambar Penampang Hasil Resistivitas dengan Program Res2dinv pada Titik Tengah TPA

Gambar Penampang Hasil Resistivitas dengan Program Res2dinv pada Titik Timur TPA

(32)

32

Gambar Penampang Hasil Resistivitas dengan Program Res2dinv pada Titik Selatan TPA

Gambar Penampang Hasil Resistivitas dengan Program Res2dinv pada Titik Barat TPA

(33)

33

Gambar Penampang Hasil Resistivitas dengan Program Res2dinv pada Titik Utara TPA

Gambar

Gambar 2.1 Penjalaran arus listrik di bawah permukaan  bumi.
Gambar 2.3 Dua arus & potensial elektroda di permukaan
Gambar 2.4 Equipotensial dan dua titik arus yang  mengalir dibawah permukaan.
Gambar 2.6 Distrosi penjalaran arus
+6

Referensi

Dokumen terkait

Arus Listrik

harmonisa yang menyebabkan banyak implikasi pada jala-jala listrik Untuk memperoleh bentuk gelombang arus beban peralatan listrik, sistem menggunakan sensor arus berupa resistor

Operator di stasiun bumi dapat mengarahkan satelit untuk menghadap ke Bumi setelah mengetahui arus listrik pada panel/sel surya yang terpasang pada setiap sisi

Arus GIC yang mengalir pada permukaan bumi pada saat terjadi badai geomagnet dapat mengakibatkan terjadinya core saturation pada transformator distribusi jaringan listrik dan dampak

Informasi perubahan medan listrik di dapat dari antenna medan listrik (antenna kapasitif), sedangkan data arus listrik di dapat dari Rogowski coil yang

Munculnya medan listrik radial ini sangat boleh jadi disebabkan tat kala pembawa-pembawa muatan (arus listrik) tertarik oleh gaya magnetik ke arah pusat konduktor

41 Dari gambar 4.3 menunjukkan bahwa loss daya keluaran serat optik SMS yang telah dipengaruhi arus listrik akan semakin kecil ketika jarak serat optik terhadap

Metode ini memanfaatkan kontras sifat resistivitas (tahanan jenis) dari lapisan batuan di dalam bumi sebagai media/alat untuk mempelajari keadaan geologi bawah permukaan yang