37 A. Waktu dan Tempat Penelitian
Waktu pelaksanaan penelitian secara keseluruhan dilakukan pada bulan Juni-Juli tahun 2013
Penelitian ini dilakukan pada auditor yang bekerja di Kantor Akuntan Publik di Jakarta Barat yang telah terdaftar sebagai akuntan di Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Lokasi ini di pilih karena merupakan tempat yang strategis. Dengan melakukan penelitian di lokasi tersebut penulis berharap bisa memperoleh jumlah responden yang lebih banyak, sehingga kekuatan generalisasinya lebih tinggi.
B. Desain Penelitian
Penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian kausal. Yang mengkaji secara empiris mengenai pengaruh profesionalisme, pengetahuan mendeteksi kekeliruan, etika profesi dan pengalaman auditor terhadap pertimbangan tingkat materialitas akuntan publik, pada Kantor Akuntan Publik (KAP) yang telah terdaftar di Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI).
C. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian, tinjauan pustaka dan juga kerangka pemikiran, maka dapat diajukan hipotesis sebagai berikut:
H01: Profesionalisme tidak berpengaruh signifikan terhadap
Pertimbangan tingkat materialitas akuntan publik.
Ha1: Profesionalisme memiliki pengaruh signifikan terhadap Pertimbangan tingkat materialitas akuntan publik.
H02: Pengetahuan Mendeteksi Kekeliruan tidak berpengaruh signifikan
terhadap Pertimbangan tingkat materialitas akuntan publik.
Ha2: Pengetahuan Mendeteksi Kekeliruan memiliki pengaruh signifikan terhadap Pertimbangan tingkat materialitas akuntan publik.
H03: Etika Profesi tidak berpengaruh signifikan terhadap Pertimbangan
tingkat materialitas akuntan publik.
Ha3: Etika Profesi memiliki pengaruh signifikan terhadap Pertimbangan tingkat materialitas akuntan publik.
H04: Pengalaman Audit tidak berpengaruh signifikan terhadap
Pertimbangan tingkat materialitas akuntan publik
Ha4: Pengalaman Audit memiliki pengaruh signifikan terhadap Pertimbangan tingkat materialitas akuntan publik
H05: Profesionalisme, Pengetahuan Mendeteksi Kekeliruan, Etika Profesi
dan Pengalaman Auditor tidak berpengaruh signifikan Terhadap Pertimbangan Tingkat Materialitas
Ha5: Profesionalisme, Pengetahuan Mendeteksi Kekeliruan, Etika Profesi dan Pengalaman Auditor memiliki pengaruh signifikan Terhadap Pertimbangan Tingkat Materialitas
D. Variabel dan Skala Pengukuran
Semua variable diatas diukur dengan menggunakan skala likert yaitu skala yang digunakan untuk mengukur jawaban setiap responden terhadap objek penelitian dimana skala tersebut menggunakan skala penelitian dengan rentang skor 1-5, responden diminta untuk memberikan tanda (√) pada alternative jawaban untuk masing-masing pertanyaan, pengskoran dilakukan sebagai berikut:
Tabel 3.1
Skor jawaban responden Sangat tidak setuju (SS) 1
Tidak setuju (TS) 2
Netral (N) 3
Setuju (S) 4
Sangat setuju (SS) 5
Sebelum alat ukur ini digunakan maka dilakukan uji cob alat ukur untuk menguji validitas datanya. Uji coba pada responden-responden yang dipilih.
E. Variabel operasional
Variabel penelitian meliputi variabel x sebagai variabel bebas (independent variable) adalah profesionalisme, pengetahuan mendeteksi kekeliruan, etika profesi dan pengalaman auditor, sedangkan variabel y sebagai variabel terikat (dependent variable) yaitu pertimbangan tingkat materialitas akuntan publik.
Variabel X1 = profesionalisme dengan 5 butir pertanyaan. Variabel
etika profesi dengan 5 butir pertanyaan X4=pengalaman auditor dengan 5 butir
pertanyaan. Sedangkan variabel Y = pertimbangan tingkat materialitas akuntan publik dengan 5 pertanyaan. Pengukuran dilakukan dari hasil kuesioner yang diperoleh dari karyawan KAP, dengan menggunakan skala likert.
Definisi operasional variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Profesionalisme (X1), tanggung jawab individu untuk berperilaku yang lebih baik dari sekedar mematuhi undang-undang dan peraturan masyarakat yang ada. Penelitian ini menggunakan indikator dari Intan Puspita (2013) terdapat 5 pertanyaan sebagai indikator yaitu (1) kepuasan kebanggaan, (2) cita- cita, (3) pengetahuan, (4) kerja keras, (5) teguh pada profesi.Semua item diukur pada skala 1 sampai 5. 2. Pengetahuan mendeteksi kekeliruan (X2), penelitian ini menggunakan
indikator dari Putri Noviayani (2002) terdapat 22 pertanyaan untuk mendeteksi macam-macm kekeliruan yang terjadi dalam siklus penjualan, piutang dan penerimaan kas.Semua item diukur pada skala 1 sampai 5.
3. Etika profesi (X3), yang dimaksud pada penelitian ini adalah Kode Etik Akuntan Indonesia, yaitu norma perilaku yang mengatur hubungan antara akuntan publik dengan kliennya, antar akuntan publik dengan rekan sejawatnya dan antara profesi dengan masyarakat. Penelitian ini menggunakan indikator dari Intan Puspita (2013)
terdapat 5 pertanyaan sebagai indikator yaitu (1) kepercayaan publik, (2) prisip etika, (3) kejujuran, (4) standar teknis, (5) kerahasiaan. Semua item diukur pada skala 1 sampai 5.
4. Pengalaman Audit ( X4), pengalaman dalam melakukan audit laporan keuangan baik dari segi lamanya waktu, banyaknya penugasan maupun jenis-jenis perusahaan yang pernah ditangani. Penelitian ini menggunakan indikator dari Intan Puspita (2013) terdapat 5 pertanyaan sebagai indikator yaitu (1) pengalaman, (2) pengetahuan, (3) pelatihan, (4) keahlian, (5) banyaknya penugasan.Semua item diukur pada skala 1 sampai 5.
5. Pertimbangan tingkat materialitas (Y), pertimbangan dihilangkan atau salah saji informasi akuntansi. Penelitian ini menggunakan indikator dari Intan Puspita (2013) terdapat 5 pertanyaan sebagai indikator yaitu (1) keyakinan terhadap bukti, (2) keyakinan terhadap penyajian laporan keuangan, (3) kesulitan dalam menentukan tingkat materialitas, (4) mempertimbangkat resiko selama proses audit, (5) rencana audit. Semua item diukur pada skala 1 sampai 5.
F. Metode Pengumpulan data
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pengumpulan data yang terdiri dari :
1. Penelitian kepustakaan (library research)
Dalam penelitian ini penulis juga menggunakan metode membaca dan mempelajari buku-buku literatur , surat kabar, majalah. Penelitian kepustakaan ini dilakukan guna mendapatkan landasan teoritis berupa pendapat – pendapat atau tulisan – tulisan para ahli atau pihak – pihak lain yang berwenang dan juga untuk memperoleh informasi baik dalam bentuk – bentuk ketentuan formal maupun data melalui naskah resmi yang ada.
2. Penelitian Lapangan (field research)
Penelitian lapangan adalah penelitian yang dilakukan langsung pada objek yang diteliti, dalam hal ini yaitu para auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik di Jakarta Barat. Pengumpulan data dengan metode ini diperoleh dengan dua cara utama, yaitu :
a. Observasi
Observasi adalah suatu teknik pengumpulan data dengan mengamati secara langsung objek penelitian.
b. Kuesioner
Kuesioner adalah suatu teknik pengumpulan data dengan cara membuat pertanyaan-pertanyaan yang diajukan penulis kepada pihak-pihak yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.
G. Jenis Data
Dalam penelitian skripsi ini penulis mengunakan beberapa jenis data, diantaranya :
1. Data primer
Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari responden. Cara mendapatkan data primer, yaitu dengan meninjau secara langsung objek penelitian dengan menyebarkan kuesioner yang menggunakan skala Likert.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah teknik pengumpulan data secara tidak langsung tentang penelitian yang dilakukan dengan studi pustaka dari berbagai buku, majalah, literature atau tulisan lain yang dianggap memiliki hubungan dengan penelitian.
H.Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik (KAP) yang berada di Jakarta Barat, dimana KAP tersebut telah beroperasi selama > 5 tahun dan terdaftar sebagai auditor di Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI) dengan jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 145 responden.
Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan pendekatan purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dengan
kriteria tertentu. Adapun kriteria pemilihan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.
Responden tidak dibatasi oleh jabatan auditor pada kantor akuntan publik (partner, junior atau senior) sehingga semua auditor yang bekerja di kantor akuntan publik dapat diikut sertakan sebagai responden.2.
Berdasarkan pada kesediaan kantor akuntan publik menerima permohonan pengisian kuesioner untuk penelitian ini,Berdasarkan Kantor Akuntan Publik dan Akuntan Publik Directory 2012, KAP yang ada di wilayah Jakarta Barat berjumlah 24 KAP, Namun tidak semua KAP menerima kuesioner karena terdapat 10 KAP yang tidak bersedia menerima kuesioner, 3 KAP telah tutup atau berhenti beroperasi, dan 2 KAP telah berganti menjadi kantor administrasi. Sehingga hanya 9 KAP yang menjadi sampel penelitian ini. Sampel pada penelitian ini berjumlah 70 responden , yaitu berasal dari auditor yang bekerja pada kantor akuntan publik di jakarta barat yang bersedia mengisi kuesioner penelitian yang disebarkan..
Tabel 3.1
Daftar KAP yang menjadi sampel
No Nama Alamat Jumlah auditor
1 Idris & Sudiharto
293/KM.1/2009
Jl. Letjen S.Parman kav 106 A Jakarta Barat - 11440 Telp : (021)- 56951568 15 2 Drs. Chaeoni & rekan KEP-9/KM.1/2007 Jl. Anggrek Nelimurni II/C-5 Kemanggisan, slipi 6
Jakarta Barat – 11480 Telp : (021)-5321037
3 Riza Wahono & Rekan
KEP-088/KM.6/2003 Jl. Anggrek Rosaliana III, Blok H No.24
Palmerah, Jakarta Barat- 11480
Telp : (021)-53679807
10
4 Purba Lauddin & Rekan
680/KM.1/2012 JL. Rudal Raya blok M No.12
Lt. 2 &3 kav. Hankam, Joglo
Jakarta Barat- 11640 Telp: ( 021)- 58905207
10
5 Riza, Adi, Syaril & Rekan
962/KM.1/2012
Jl. Anggrek Garuda Raya No 9
Slipi, Jakarta Barat- 11480 Telp: ( 021) -53679807 9 6 Drs. Sukrisno Agoes, MM &Rekan KEP-079/KM.6/2001 Ruko Central Green Ville Jl. Tanjung Duren Barat N0.22 Jakarta Barat-11510 Telp : ( 021)-5640284 5 7 Drs. Heryanto Subrata Gani KEP-104/KM.6/2003 Perkantoran taman kebon jeruk Blok A IV No. 18-19 intercon Jakarta barat 11650 Telp : (021)-5490319 5 8 Drs. Sutopo Insja KEP-027/KM.6/2002 Komplek Daan Mogot Baru Blok LC 1 No.3 Jakarta Barat 11840 Telp : (021)-5445078 5 9 Mahlizar, Jaelani & Rekan KEP-420/KM/2005 Wisma IWI lantai 3 suite 308 Jl. Arjuna selatan kav 75kebon jeruk jakarta barat
5
Jumlah Auditor 90
I. Metode Analisis Data
Analisis data adalah cara mengolah data yang telah terkumpul untuk dapat memberikan interprestasi yang hasilnya dapat digunakan untuk menjawab masalah yang telah dirumuskan.
Dalam penelitian ini pengolahan data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak (software) SPSS versi 20.0
1. Statistik Deskriptif
Statistik Deskiptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang terlihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, varian, maksimum, dan minimum (Ghozali, 2011:19)
2. Uji Kualitas Data a. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner.Suatu kuesioner dikatakan valid apabila pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali, 2011:52). Uji validitas dilakukan dengan menghitung korelasi antara skor masing-masing butir pertanyaan dengan total skor, sehingga didapat nilai Pearson Correlation. kriteria pengambilan keputusan untuk menentukan valid atau tidaknya suatu data :
Jika rhitung> r tabel,maka data dinyatakan valid
Jika r hitung< r tabel ,maka data dinyatakan tidak valid
Uji reliabilitas ini digunakan untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indicator dari variable atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliable atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali, 2011:47). Reliabilitas instrument penelitian dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan koefisien Cronbachs Alpha. Jika nilai koefisien alpha lebih besar dari 0,6maka disimpulkan bahwa instrument penelitian tersebut handal atau reliabel.
3. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah dalam model regresi, variable dependen dan variable independen keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak (Ghozali, 2011:160). Model regresi yang baik adalah yang memiliki distribusi data normal atau mendekati normal.Teknik pengujian yang digunakan dalam penelitian ini adalah One-Sample Kolmogorov Sminorv test. Ujinormallitas dalam penelitian ini dilakukan melalui metode grafik dan statistik.
Metode grafik yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mellihat normal probability plot. Normal probability plot adalah membandingkan distribusi kumulatif data yang sesungguhnya dengan distribusi kumulatif dari distribusi normal.
Dasar pengambilan keputusan melalui analisisini, jika data menyebar disekitar garis diagonal sebagai representasi pada distribusi normal, berarti model regresi memenuhi asumsi normalitas
b. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variable bebas (independen). Model regeresi yang baik seharusnya tidak terdapat korelasi antara variable independen. Uji Multikolinieritas dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan melihat (1) nilai tolerance dan lawannya (2) VIF (Variance Inflation Factors). Jika tolerance < 0,10dannilai VIF >10 maka terjadi gejala Multikolinieritas (Ghozali, 2011:105).
c. Uji Heterokedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah nilai dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians residual satu pengamatan kepengamatan yang lain. Uji heteroskedastisitas dilakukan dengan metode statistic berupa uji 41 glejser dengan meregresi nilai absolut residual (ABS_RES) terhadap variable dependen. Jika variable independen secara signifikan mempengaruhi variable dependen maka indikasi terdapat problem heteroskedastisitas (Ghozali, 2011:139).
Pengujian ada atau tidak adanya heteroskedasititas dalam penelitin ini adalah dengan cara melihat grafik plot nilai prediksi variable dependen (ZPRED) dengan residunya (SRESID). Dasar analisis :
(1) Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar, kemudian menyempit) maka terjadi heteroskedasitas.
(2) Jika tidak ada pola yang jelas serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y maka terjadi homoskedastisitas (Ghozali, 2011:139)
4. Uji Analisis Regresi Linier Berganda
Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan persamaan sebagai berikut :
Y = a+ b1X1+b2X2+b3X3+b4X4+e
Keterangan:
Y : pertimbangan tingkat materialitas akuntan publik
X1 : profesionalisme
X2 : pengetahuan mendeteksi kekeliruan
X3 : etika profesi
X4 : pengalaman auditor
Α : nilai intersep (konstan)
b1-b4 : koefisien arah regresi
5. Uji Hipotesis
a. Uji R2 (Koefisien Determinasi)
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar keterikatan atau keeratan variabel, antara variable dependen pertimbangan auditor dengan variable independennya yaitu: pertimbangan tingkat materialitas akuntan publik , profesionalisme, pengetahuan mendeteksi kekeliruan, etika profesi dan pengalaman audit. Koefisien korelasi berganda biasanya diberi symbol dengan R2. Dalam persamaan regresi
yang menggunakan lebih dari satu variable independen, maka nilai R2
digunakan untuk menjelaskan persamaan regresi tersebut. Nilai koefisien determinasi R2 menunjukkan persentase tingkat kebenaran suatu prediksi
dari pengujian regresi yang dilakukan (Ghozali, 2011:177). b. Uji F (Uji Regresi Secara Bersama-Sama)
Uji F digunakan untuk mengetahui apakah variabel-variabel independen secara bersama-sama (simultan) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Derajat kepercayaan yang digunakan adalah 0,05 (Ghozali, 2011:177).
Jika Fhitung > Ftabel, maka H0 ditolak Jika Fhitung < Ftabel, maka H0 diterima
Selain itu uji F juga dapat dilihat dari besarnya probabilitas value (p value) dibandingkan dengan 0,05. kriteria yang digunakan sebagai berikut :
Jika p value >0,05 maka H0 diterima c. Uji Statistik t (Uji Regresi Parsial)
Uji t atau test of significance digunakan untuk mengetahui pengaruh variable independen terhadap variable dependen secara parsial (individu), derajat signifikansi yang digunakan adalah 0,05 (Ghozali, 2011:178).
Jika t hitung> t tabel, maka H0 ditolak
Jika t hitung< t tabel, maka H0 diterima
Selain itu uji t juga dapat dilihat dari besarnya probabilitas value (p value) dibandingkan dengan 0,05. kriteria yang digunakan sebagai berikut :
Jika p value< 0,05 maka H0 ditolak