• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Waktu dan Tempat Penelitian

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berupa penjualan, piutang usaha, dan arus kas operasional pada laporan keuangan Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Data sekunder ini didapatkan dengan mengamati laporan keuangan dari tahun 2009 – 2013. Data diperoleh dari BEI (Bursa Efek Indonesia) melalui situs internet (www.idx.co.id).

B. Desain Penelitian

Penelitian ini digolongkan kedalam penelitian kausal. Penelitian kausal menyajikan uraian yang mengungkapkan besar atau kecilnya suatu pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen yang dinyatakan dalam angka-angka, yang dalam penelitian ini adalah penjualan dan piutang usaha sebagai variabel bebas (independent variable) terhadap arus kas operasional sebagai variabel terikat (dependent variable).

(2)

C. Definisi Variabel dan Skala Pengukuran

Dalam penelitian ini, penulis mengklasifikasikan variabel-variabel apa saja yang terkait dengan pembahasan masalah dalam penelitian ini. Variabel-variabel yang digunakan adalah sebagai berikut :

1. Penjualan dan piutang usaha (variable x), sebagai variabel bebas (independent) yaitu variable yang mempengaruhi variable lain. Penjualan merupakan suatu kegiatan yang berhubungan dengan penyerahan barang atau jasa antara pihak penjual dengan pembeli, sedangkan piutang usaha adalah salah satu aktiva lancar yang bersifat likuid seperti kas yang harus diatur pengelolaannya agar menghasilkan arus kas masuk untuk kegiatan operasi. Skala yang digunakan dalam pengukuran variable ini (penjualan dan piutang usaha) adalah dengan menggunakan skala rasio.

2. Arus kas operasional (variable y), sebagai variable terikat (dependent) merupakan variabel yang dipengaruhi dengan variable lain. Arus kas operasional adalah arus kas yang bersumber dari aktivitas operasi yaitu arus kas yang paling penting untuk mengevaluasi kemampuan entitas dalam mengelola dan menghasilkan arus kas untuk membelanjai operasi perusahaan, melunasi liabilitasnya secara tepat waktu, membayar deviden, serta melakukan investasi baru atau ekspansi secara mandiri, tanpa mengandalkan pembelanjaan dari luar yaitu melalui pinjaman dari pihak ketiga atau penyetoran modal baru dari pemilik. Skala yang digunakan dalam pengukuran variable ini (arus kas operasional) adalah skala rasio.

(3)

D. Metode Pengumpulan Data

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data sekunder sehingga metode pengumpulan data yang digunakan adalah non participant observation dan studi pustaka (library research).

Langkah-langkah yang dilakukan adalah mencatat dan menghitung seluruh data yang diperlukan untuk penelitian ini sebagaimana tercantum pada laporan keuangan publikasi tahunan pada perusahaan makanan dan minuman yang dapat diperoleh melalui situs Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id).

E. Jenis Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang bersifat kuantitatif, yaitu data yang dinyatakan dalam angka-angka yang menunjukkan nilai terhadap besaran atau variabel yang diwakilinya. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, karena data yang digunakan merupakan data yang telah diolah dan kemudian telah disajikan kembali dalam penelitian ini.

Sumber sekunder adalah sumber data yang tidak langung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen. Data yang diperoleh adalah data polled yaitu data dalam bentuk gabungan dari data time series dan dari cross section. Data time series merupakan data

(4)

yang berdasarkan dalam interval waktu (interval waktu dalam penelitian ini mulai dari tahun 2009 sampai 2013), sedangkan data cross section merupakan data yang dikumpulkan dengan mengamati banyak subyek (seperti individu , perusahaan atau negara/wilayah) pada titik waktu yang sama, atau tanpa memperhatikan perbedaan waktu (subyek yang diteliti adalah laporan keuangan perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEI).

F. Populasi dan Sampel

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2009 - 2013.

Dalam hal ini sampel penelitian diambil dari populasi perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2009 – 2013 sebanyak 16 perusahaan. Metode pengambilan sample (sample method) yang digunakan adalah purposive sampling. Dalam metode ini, sampel diambil dengan kriteria atau ciri-ciri khusus yang memiliki hubungan erat dengan kriteria atau ciri-ciri populasi. Adapun kriteria dalam penelitian ini adalah :

1. Perusahaan yang selalu mendapatkan laba (tidak mengalami kerugian) selama tahun 2009 - 2013.

2. Memiliki nilai arus kas operasional yang selalu positif selama tahun 2009 - 2013.

(5)

3. Data laporan keuangan lengkap untuk periode 2009, 2010, 2011, 2012, dan 2013.

Berdasarkan kriteria penentuan sampel dalam penelitian ini terdapat 11 sampel perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2009 - 2013. Dan terdapat 5 perusahaan yang tidak memenuhi kriteria sehingga tidak dapat dijadikan sampel penelitian seperti terdapat dalam tabel 3.1.

Tabel 3.1 Populasi & Sampel

Populasi 16 Perusahaan

Perusahaan yang tidak memenuhi kriteria untuk dijadikan sampel

5 Perusahaan

Sampel 11 Perusahaan

Sumber : Bursa Efek Indonesia 2014. Data yang diolah

G. Metode Analisis Data

Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik – teknik sebagai berikut :

(6)

1. Statistik Deskriptif

Statistik Deskriptif adalah statistik yang berfungsi untuk mendeskriptifkan atau memberi gambaran terhadap keseluruhan data perusahaan yang dilihat mulai dari nilai minimum, nilai maksimum, rata-rata (mean) dan standar deviasi yang diteliti melalui data sampel atau populasi sebagaimana adanya, tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum.

2. Uji Asumsi Dasar a. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas data populasi dapat dilakukan dengan menggunakan uji One Sample Kolmogorov-Smirnov, yang biasa disebut dengan uji K-S. Dengan menggunakan uji K-S ini, penilaian apakah data berdistribusi normal atau tidak, dapat diketahui dengan cara membandingkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) dengan tingkat alpha (α = 0,05). Data dikatakan berdistribusi normal apabila Asymp. Sig. (2-tailed) variabel dependen lebih besar dari tingkat alpha (α = 0,05 atau 5%).

b. Uji Linearitas

Uji linieritas bertujuan untuk mengetahui apakah dua variable mempunyai hubungan yang linier atau tidak secara signifikan. Uji ini

(7)

biasanya digunakan sebagai prasyarat dalam analisis korelasi atau regresi linier. Pengujian pada SPSS dengan menggunakan Test for Linearity pada taraf signifikansi 0,05. Dua variable dikatakan mempunyai hubungan yang linier bila signifikansi (Linearity) kurang dari 0,05.

c. Uji Homogenitas

Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah beberapa varian populasi data adalah sama atau tidak. Uji ini dilakukan sebagai prasyarat dalam analisis Independent Sample T Test dan One Way ANOVA. Asumsi yang mendasari dalam analisis varian (ANOVA) adalah bahwa varian dari populasi adalah sama. Sebagai criteria pengujian, jika nilai signifikansi lebih dari 0,05 maka dapat dikatakan bahwa varian dari dua atau lebih kelompok data adalah sama.

3. Uji Asumsi Klasik

Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi klasik yang meliputi uji multikolinearitas, uji autokorelasi dan uji heteroskedastisitas.

a. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi ditemukan adanya hubungan linier antar variabel bebas dalam model regresi. Multikolinearitas akan menyebabkan

(8)

koefisien regresi bernilai kecil dan standart error regresi bernilai besar sehingga pengujian variabel bebas secara individu akan menjadi tidak signifikan. Prasyarat yang harus terpenuhi dalam model regresi adalah tidak adanya multikolinearitas.

Cara mendeteksinya yaitu melihat variance inflation factor (VIF) dan toleransinya pada table coefficient. Jika VIF lebih besar dari sepuluh, maka variabel tersebut memiliki persoalan multikolinearitas yang serius dengan variabel bebas lainnya dan sebaliknya.

b. Uji Autokorelasi

Uji ini dalam suatu model dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara variabel pengganggu (e1) pada periode tertentu dengan variabel pengganggu sebelumnya (e21). Jika terjadi korelasi maka dinamakan ada autokorelasi. Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan ter Durbin Watson, jika nilai Durbin-Watson berkisar di antara nilai batas du dan 4-du maka diperkirakan tidak terjadi pelanggaran autokorelasi.

c. Uji Heteroskedasitisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians dari residual satu

(9)

pengamatan ke pengamatan tetap, maka disebut hokedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Ada beberapa cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas, salah satunya adalah uji Spearman’s rho yaitu dengan mengkorelasikan nilai residual hasil regresi dengan masing-masing variabel independen.

Metode pengambilan keputusan pada uji heteroskedastisitas dengan Spearman’s rho yaitu jika nilai signifikansi antara variabel independen dengan residual lebih besar dari 0,05 maka tidak terjadi masalah heteroskedastisitas, tetapi jika signifikansi kurang dari 0,05 maka terjadi masalah heteroskedastisitas.

4. Uji Hipotesis

Uji hipotesis dengan model regresi linier berganda digunakan dalam penelitian ini, karena jumlah variabel independen (X) lebih dari satu dan bersifat kuantitatif (metrik), sedangkan jumlah variabel dependen (Y) terdiri dari satu variabel dan juga bersifat kuantitatif (metrik). Tahapan untuk menguji hipotesis ini adalah sebagai berikut :

a. Uji Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui prosentase sumbangan pengaruh variabel independen (X1, X2. X3,....Xn) secara serentak terhadap variabel dependen (Y).

(10)

Koefisien ini menunjukan seberapa besar prosentase variasi variabel independen yang digunakan dalam model mampu menjelaskan variasi variabel dependen.

Rumus untuk mencari koefisiensi determinasi dengan dua variabel independen menurut Duwi Priyatno (2010: 66) adalah :

Keterangan :

R2 = Koefisien determinasi

ryx1 = Korelasi sederhana (product moment pearson) antara

X1 dengan Y

ryx2 = Korelasi sederhana (product moment pearson) antara

X2 dengan Y

rx1x2 = Korelasi sederhana (product moment pearson) antara

X1 dengan X2

Untuk mengetahui besarnya kontribusi variabel independen yaitu terdiri dari penjualan dan piutang usaha terhadap variabel dependennya yaitu arus kas operasional, maka dilakukan uji koefisien determinasi.

R = (ryx ) + (ryx ) −2(ryx )∙(ryx )∙(rx x )

(11)

b. Uji F

Uji ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara bersama-sama (simultan) antara piutang usaha dan penjualan dengan arus kas operasional. Hasil F-test ini berpengaruh secara bersama-sama variabel independen terhadap variabel dependen, jika nilai signifikansi F (P-value) pada kolom Sig. lebih kecil dari level of significant yang telah ditetapkan yakni sebesar 5%, atau F hitung (pada kolom F) lebih besar dari F tabel. Di mana F tabel dihitung dengan cara df1 = k – 1, dan df2 = n – k, di mana k adalah jumlah variabel dependen dan independen. Jika signifikansi dari F hitung lebih besar dari 0,05, maka model tidak dapat digunakan untuk arus kas operasional.

c. Uji t

Uji ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil uji ini pada output SPSS dapat dilihat pada tabel coefficients. Nilai dari uji t dapat dilihat dari P-value lebih kecil dari level of significant yang ditentukan atau t hitung (pada kolom t) lebih besar dari t tabel (dihitung dari two tailed α = 5% dengan df = n – k, di mana k merupakan jumlah variabel independen), maka dapat disimpulkan bahwa hasil yang diperoleh signifikan dan terdapat pengaruh antara masing-masing variabel independen dan dependen.

(12)

5. Analisis Regresi Linier Berganda

Untuk menguji hipotesis dan menyatakan kejelasan tentang kekuatan hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen digunakan analisis regresi linier berganda dengan persamaan kuadrat terkecil.

Formula untuk menghitungnya sebagai berikut :

Di mana :

Y = arus kas operasional a = konstanta (intersep) b1, b2 = koefisien regresi

X1 = penjualan

X2 = piutang usaha

e = kesalahan pengganggu (error)

Arti koefisien b adalah jika nilai b positif (+), maka menunjukkan hubungan yang searah antara variabel bebas dengan variabel terikat. Dengan kata lain setiap peningkatan besarnya nilai variabel bebas akan diikuti oleh peningkatan besarnya nilai variabel terikat dan sebaliknya. Sedangkan jika nilai b negatif (-), maka menunjukkan hubungan yang berlawanan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Dengan kata lain setiap peningkatan besarnya nilai variabel bebas akan diikuti oleh penurunan besarnya nilai variabel terikat dan sebaliknya.

Gambar

Tabel 3.1  Populasi & Sampel

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yaitu penelitian yang mengungkap besar atau kecilnya hubungan antar variabel yang dinyatakan dengan angka-angka,

Analisis data multivariat dengan regresi berganda karena penelitian ini menguji hubungan atau pengaruh antara sebuah variabel dependen (sikap karyawan) dengan variabel

Sebaliknya R2 sama dengan 1, maka persentase yang diberikan variabel independen terhadap variabel dependen adalah sempurna, atau variasi variabel independen yang

R 2 sama dengan 0, maka tidak ada sedikitpun persentase sumbangan pengaruh yang diberikan variabel independen terhadap variabel dependen, sebaliknya R 2 sama

Metode verifikatif yang digunakan peneliti disini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh antara variabel independen terdahap variabel dependen yaitu pengaruh

Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengukur pengaruh dua atau lebih variabel bebas (independen) dan satu variabel terikat (dependen) (Ghozali, 2013:57).Dalam

Variabel Independen adalah variabel bebas yang memengaruhi varibel dependen (Sugiyono, 2011:39). Dalam penelitian ini, variabel independen yang digunakan peneliti adalah

Uji simultan (Uji F) bertujuan untuk mengukur apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel