• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum Perdagangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum Perdagangan"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN

NOMOR 107/Kpts/SR.130/2/2004 TANGGAL 13 FEBRUARI 2004 TENTANG

HARGA ECERAN TERTINGGI (HET) PUPUK BERSUBSIDI UNTUK SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2004

MENTERI PERTANIAN,

Menimbang :

a. bahwa dalam rangka meningkatkan produksi komoditas pertanian menuju kemandirian pangan nasional, melalui penggunaan pupuk secara tepat sesuai teknologi pemupukan yang dianjurkan, pemerintah menetapkan pemberian subsidi pupuk untuk sektor pertanian Tahun Anggaran 2004;

b. bahwa sesuai Pasal 10 ayat (4) Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 70/MPP/Kep/2/2003 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian, penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi menjadi kewenangan Menteri Pertanian;

c. bahwa atas dasar hal-hal tersebut diatas dipandang perlu menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2004 dengan Keputusan Menteri Pertanian.

Mengingat :

1. Undang-undang Nomor 6 Tahun 1967 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan (LN Tahun 1967 Nomor 10, TLN Nomor 2824);

2. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman (LN Tahun 1992 Nomor 46, TLN Nomor 3478);

3. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (LN Tahun 1999 Nomor 42,TLN Nomor 3478);

4. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah (LN Tahun 1999 Nomor 60,TLN Nomor 3839);

5. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom (LN Tahun 2000 Nomor 54, TLN Nomor 3952);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2001 tentang Pupuk Budidaya Tanaman (LN Tahun 2001 Nomor 14, TLN Nomor 4079);

7. Keputusan Presiden Nomor 228/M Tahun 2001 tentang Pembentukan Kabinet Gotong Royong;

8. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tugas Departemen;

9. Keputusan Presiden Nomor 109 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Departemen;

(2)

Pertanian Nomor 354/Kpts/OT.210/6/2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertanian;

11. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 99/Kpts/OT.210/2/2001 jis Keputusan Menteri Pertanian Nomor 353924.1/Kpts/OT.210/7/2001 dan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 355/Kpts/OT.210/6/2003 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertanian;

12. Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 634/MPP/Kep/9/2002 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pengawasan Barang dan atau Jasa yang Beredar di Pasar;

13. Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 70/MPP/Kep/2/2003 juncto Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 306/MPP/Kep/4/2003 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian;

14. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 175/Kpts/KP.150/3/2003 tentang Pembentukan Tim Pengawas Pupuk Bersubsidi di Tingkat Pusat;

15. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 106/Kpts/SR.130/2/2004 tentang Kebutuhan Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2004.

Memperhatikan :

Hasil kesepakatan antara Pemerintah dengan Panitia Anggaran DPR-RI pada tanggal 24 Oktober 2003.

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

KESATU :

Menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2004.

KEDUA :

Pupuk bersubsidi sebagaimana dimaksud dalam diktum KESATU yaitu Pupuk Urea, SP-36, ZA dan NPK dengan komposisi N:P:K = 15:15:15; yang disediakan oleh produsen pupuk untuk pertanian yang meliputi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan rakyat, dan atau hijauan makanan ternak.

KETIGA :

HET sebagaimana dimaksud dalam diktum KESATU adalah harga tertinggi pupuk Urea, SP-36 dan ZA dalam kemasan 50 kg, dan atau pupuk NPK dalam kemasan 20 kg, yang dibayar tunai oleh petani kepada pengecer resmi di Lini IV.

KEEMPAT :

HET sebagaimana dimaksud dalam diktum KETIGA ditetapkan sebagai berikut : a. Pupuk Urea = Rp. 1050,- per kg;

b. Pupuk SP-36 = Rp. 1400,- per kg; c. Pupuk ZA = Rp. 950,- per kg; d. Pupuk NPK = Rp. 1600,- per kh;

dan berlaku mulai tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2004.

(3)

Produsen, distributor dan pengecer dalam penjualan pupuk bersubsidi sebagaimana dimaksud diktum KEDUA harus menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi saat dibutuhkan dan menjualnya sesuai HET sebagaimana dimaksud dalam diktum KEEMPAT.

KEENAM :

Pengecer sebagaimana dimaksud dalam diktum KELIMA harus mencantumkan HET pupuk bersubsidi sebagaimana dimaksud dalam diktum KEEMPAT pada papan harga yang mudah terlihat dan terbaca oleh pembeli.

KETUJUH :

Komisi Pengawasan Pupuk Provinsi dan Kabupaten/Kota melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap penyaluran penggunaan dan pelaksanaan HET Pupuk Bersubsidi yang dilakukan oleh produsen, distributor dan pengecer sebagaimana dimaksud dalam diktum KELIMA.

KEDELAPAN :

Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan berlaku surut sejak tanggal 1 Januari 2004.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 13 Februari 2004

MENTERI PERTANIAN ttd

Referensi

Dokumen terkait

Mengubah Lampiran Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 558/MPP/Kep/12/1998 tentang tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor dengan mencabut Keputusan

bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 7 Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 355/MPP/Kep/5/2004 tentang Pengaturan Ekspor Rotan, perlu

bahwa dengan telah diterbitkannya Keputusan Bersama Menteri Kehutanan dan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 1132/KPTS-II/2001 dan Nomor : 292/MPP/Kep/10/2001

Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 230/MPP/Kep/7/1997 tentang Barang Yang Diatur Tata Niaga Impornya sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri

Susunan Pengurus Badan Revitalisasi Industri Kehutanan yang dibentuk dengan Keputusan Bersama Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 803/MPP/Kep/12/2002 dan Menteri Kehutanan

230/MPP/Kep/7/1997 tentang Barang Yang Diatur Tata Niaga Impornya sebagaimana telah diubah beberapakali terakhir dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan

Mengubah Lampiran Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 558/MPP/Kep/12/1998 tentang tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor dengan mencabut Keputusan

Mengubah Lampiran Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 558/MPP/Kep/12/1998 tentang tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor dengan mencabut Keputusan