• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum Perdagangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum Perdagangan"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN

MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR : 359/MPP/Kep/5/2004 TENTANG

PENUNJUKAN SURVEYOR SEBAGAI PELAKSANA VERIFIKASI ATAU PENELUSURAN TEKNIS

EKSPOR ROTAN

MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang :

a. bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 7 Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 355/MPP/Kep/5/2004 tentang Pengaturan Ekspor Rotan, perlu ditetapkan penunjukan surveyor sebagai pelaksana verifikasi atau penelusuran teknis ekspor rotan;

b. bahwa untuk itu perlu dikeluarkan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan; Mengingat :

1. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen;

2. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 109 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Departemen;

3. Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 86/MPP/Kep/3/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Perindustrian dan Perdagangan;

4. Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 355/MPP/Kep/5/2004 tentang Pengaturan Ekspor Rotan. Memperhatikan :

Surat Direktur Utama PT Sucofindo Nomor 426/DRU-V/KKL/2004 tanggal 25 Mei 2004 Perihal Permohonan menjadi Pelaksana Verifikasi Ekspor Produk Rotan.

MEMUTUSKAN : Menetapkan :

PERTAMA :

Menunjuk PT Sucofindo sebagai pelaksana verifikasi atau penelusuran teknis ekspor rotan. KEDUA :

Dalam melaksanakan verifikasi atau penelusuran teknis ekspor rotan sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA PT Sucofindo mempunyai tugas :

1. Memeriksa keabsahan dokumen perizinan yang berkaitan dengan Eksportir Terdaftar Rotan Asalan (ETR); 2. Meneliti kebenaran asal sumber rotan yang akan diekspor;

3. Memeriksa jenis dan jumlah rotan yang akan diekspor;

4. Memeriksa hal-hal lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan ekspor rotan;

(2)

KETIGA :

Biaya yang ditimbulkan atas jasa pelayanan kegiatan verifikasi atau penelusuran teknis ekspor rotan oleh Surveyor, dibebankan kepada eksportir yang besarannya ditentukan dengan memperhatikan azas manfaat. KEEMPAT :

Surveyor wajib menyampaikan laporan tertulis tentang pelaksanaan verifikasi atau penelusuran teknis ekspor secara berkala kepada Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri.

KELIMA :

Pelanggaran terhadap ketentuan dalam Keputusan ini dapat mengakibatkan pencabutan penunjukan surveyor sebagai pelaksana verifikasi atau penunjukan teknis ekspor rotan.

KEENAM :

Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 28 Mei 2004

MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA

RINI M SUMARNO SOEWANDI

SALINAN Keputusan ini disampaikan kepada : 1. Para Eselon I dilingkungan DEPERINDAG; 2. Direktur Jenderal Bea dan Cukai, DEPKEU;

3. Para Bupati/Walikota di sentra produksi rotan asalan; 4. Direktur Utama PT Sucofindo;

Referensi

Dokumen terkait

Beberapa Ketentuan dalam Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 527/MPP/KEP/9/2004 Tentang Ketentuan Impor Gula sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir

KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN TENTANG PERUBAHAN KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN NOMOR 110/MPP/KEP/1/1998 TENTANG Larangan Memproduksi

Mencabut : Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 290/MPP/Kp/6/99 tentang Perubahan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 230/MPP/Kep/7/1997

bahwa dalam rangka pelaksanaan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 418/MPP/Kep/6/2003 tentang Ketentuan Impor Nitro Cellulose (NC), maka dipandang perlu untuk

Ketentuan-ketentuan lain yang tercantum dalam Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 42/MPP/Kep/2/1997 tentang Kriteria dan Penetapan Perusahaan Eksportir Tertentu

KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN NOMOR 337/MPP/Kep/11/2001 TENTANG PENERAPAN SECARA WAJIB SNI

bahwa dalam rangka pelaksanaan pasal 31 Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 753/MPP/Kep/11/2002 tentang Standardisasi dan Pengawasan Standar Nasional

bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 1 butir 7 dan Pasal 10 Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 756/MPP/Kep/11/2002 tentang Impor Mesin dan Peralatan