• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS FIKIH SIYASAH TERHADAP KEWENANGAN KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI DALAM UNDANG-UNDANG N0MOR 30 TAHUN 2002 TENTANG KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISIS FIKIH SIYASAH TERHADAP KEWENANGAN KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI DALAM UNDANG-UNDANG N0MOR 30 TAHUN 2002 TENTANG KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI."

Copied!
88
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data yang didapat penulis maka dapat disimpulkan Kejaksaan mempunyai kewenangan yang sama dengan Komisi Pemberantasan korupsi akan

Kewenangan Komisi pemberantasan Korupsi dalam penyidikan dan penuntutan dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang yang tindak pidana asalnya adalah korupsi sangat diperlukan

Komisi Pemberantasan Korupsi dapat melaksanakan kerja sama dalam penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan tindak pidana korupsi dengan lembaga penegak hukum negara lain sesuai

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kewenagan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam melakukan hal penyadapan wajib mendapatkan izin dari Dewan Pengawas sebagaimana terdapat

Dengan tidak diberikannya wewenang pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan dan penuntutan, maka berarti

Komisi Pemberantasan Korupsi berwenang melakukan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan tindak pidana korupsi sebagimana juga kejaksaan, disisi lain kejaksaan juga

Komisi Pemberantasan Korupsi dapat melaksanakan kerja sama dalam penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan tindak pidana korupsi dengan lembaga penegak hukum. negara lain sesuai

Dalam melaksanakan tugas penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan Komisi Pemberantasan Korupsi berwenang : 1 melakukan penyadapan dan merekam pembicaraan; 2 memerintahkan kepada