• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINGKATAN KADAR NITRIC OXIDE DAN OSTEOKALSIN PADA TIKUS SPRAGUE DAWLEY YANG DIBERI ASAM LEMAK TRANS DOSIS TINGGI - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENINGKATAN KADAR NITRIC OXIDE DAN OSTEOKALSIN PADA TIKUS SPRAGUE DAWLEY YANG DIBERI ASAM LEMAK TRANS DOSIS TINGGI - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

xiii BAB V HASIL

Perlakuan dilakukan selama 8-minggu dengan jumlah sample tetap 20 tikus,

dilakukan pengambilan darah, tidak ada tikus yang mengalami diare atau menunjukkan

gejala tidak sehat sehingga tidak perlu dilakukan eksklusi, selanjutnya diperiksa kadar

NO dan osteokalsin. Total tikus yang dianalisis adalah 20 ekor sesuai jumlah awal.

V.1. Kadar NO

K1 minggu ke-8 tidak meningkat, K2 terjadi peningkatan bermakna pada minggu

(2)

xiv

Rerata kadar NO dan  perubahan kadar NO serum saat awal penelitian dan

minggu ke-8 pada kelompok kontrol dan perlakuan ditampilkan pada Tabel 5.

Tabel 5. Rerata kadar NO serum dan perubahan () kadar NO tikus SD yang dinilai pada awal penelitian dan 8-minggu pada kontrol (n=10) dan perlakuan (n=10).

Waktu Pengukuran

Kelompok p

Kontrol Perlakuan

Rerata±SB; Rerata±SB;

0 minggu 2,4 ± 0,00; 2,4 ± 0,00; 0,000

8 minggu 2,44 ± 0,13; 9,52 ± 3,84; 0,000

 0 dengan 8minggu 0,04 ± 0,13; 7,12 ± 3,84; 0,000

Hasil uji statistik menunjukkan kadar NO tikus SD antara kontrol dan perlakuan

pada minggu ke-0 tidak berbeda bermakna (p>0,05). Kelompok kontrol dan perlakuan

pada 8 minggu setelah perlakuan berbeda bermakna (p<0,05). Kelompok kontrol antara

0-8-minggu tidak berbeda bermakna (p>0,05). Kelompok perlakuan antara 0- 8-minggu

berbeda bermakna (p<0,05). Kadar NO serum pada minggu ke-8 pada kelompok

(3)

xv V.2. Kadar Osteokalsin

Kelompok control minggu ke-8 tidak meningkat, kelompok perlakuan terjadi

peningkatan bermakna pada minggu ke-8.

Gambar 17. Perubahan kadar osteokalsin serum (ng/mL) tikus SD dari minggu ke-0 dan minggu ke-8, kelompok kontrol (n=10) dan kelompok perlakuan (n=10)

Rerata kadar osteokalsin dan  perubahan kadar osteokalsin serum saat awal

penelitian dan minggu ke-8 pada kelompok control dan perlakuan ditampilkan pada

Tabel 6.

10

10 10

10 N =

Kelompok

K2 K1

120

110

100

90

80

70

Osteokalsin 0 mgg

(4)

xvi

Tabel 6. Rerata kadar NO serum dan perubahan () kadar NO tikus SD yang dinilai pada awal penelitian dan 8-minggu pada kelompok kontrol (n=10) dan kelompok perlakuan (n=10).

Waktu Pengukuran

Kelompok p

Kontrol Perlakuan

Rerata±SB; Rerata±SB;

0 minggu 84,17 ± 2,29; 83,86 ± 2,38; 0,770

8 minggu 84,8 ± 2,14; 100,89 ± 9,73; 0,000

 0 dengan 8minggu 0,63 ± 0,53; 15,28 ± 9,14; 0,001

Hasil uji statistik menunjukkan kadar osteokalsin tikus SD antara kelompok

komtrol dan perlakuan pada minggu ke-0 tidak berbeda bermakna (p>0,05). Kelompok

control dan perlakuan pada 8 minggu setelah perlakuan berbeda bermakna (p<0,05).

Kelompok control antara 0-8-minggu tidak berbeda bermakna (p>0,05). Kelompok

perlakuan antara 0- 8-minggu berbeda bermakna (p<0,05). Kadar osteokalsin serum

pada minggu ke-8 kelompok perlakuan lebih tinggi secara bermakna dibanding

kelompok kontrol (p<0,05).

V.3. Korelasi kadar NO serum dengan kadar osteokalsin serum

Pada uji statistik kadar NO serum dengan kadar osteokaslin serum menggunakan

uji Pearson correlation, diperoleh nilai p=0,002 yang menandakan adanya hubungan

yang bermakna. Koefisien korelasi yang diperoleh adalah 0,848, sehingga terdapat

Gambar

Gambar 16. Perubahan kadar NO serum (minggu ke-8,  Kg/mL) tikus SD dari minggu ke-0 dan 1 (n=10) dan K2 (n=10)
Tabel 5.  Rerata kadar NO serum dan perubahan () kadar NO tikus SD yang dinilai pada awal penelitian dan 8-minggu pada kontrol (n=10) dan perlakuan (n=10)
Gambar 17. Perubahan kadar osteokalsin serum (ng/mL) tikus SD dari minggu ke-0 dan minggu ke-8,  kelompok kontrol (n=10) dan kelompok perlakuan (n=10)
Tabel 6.  Rerata kadar NO serum dan perubahan () kadar NO tikus SD yang dinilai pada awal penelitian dan 8-minggu pada kelompok kontrol (n=10) dan kelompok perlakuan (n=10)

Referensi

Dokumen terkait

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Pengaruh Pemberian Kitosan terhadap Kadar Trigliserida Darah dan Berat Badan Tikus Sprague-dawley yang Diberi Pakan Asam

Hal ini menunjukkan bahwa pemberian pakan dengan tambahan margarin yang dicairkan sebanyak 1.7 g per hari pada tikus tanpa tambahan kitosan dapat meningkatkan pertambahan

Similar Effects of Diets Rich in Stearic Acid or trans- Fatty Acids on Platelet Function and Stearic Acid or Trans- Fatty Acids on Platelet Function and

Kelompok asam lemak trans 10 % mengalami steatosis dan inflamasi derajat sedang ke berat dan jumlah degenerasi balonning yang sedikit, sedangkan kelompok asam lemak

Kelompok perlakuan 2 dengan asam lemak trans 10 % ditemukan adanya perubahan jaringan dengan steatosis dan inflamasi lobular ditemukan pada semua tikus dengan derajat sedang

Peningkatan berat badan tikus yang diberi asam lemak trans lebih banyak. walaupun jumlah yang dikonsumsi lebih sedikit dari kelompok kontrol

diperoleh data sebagai berikut : pada kelompok uji pertama yaitu dosis injeksi 40 mg/kg BB, dua dari enam ekor tikus tidak mengalami peningkatan kadar gula darah, satu

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian kitosan terhadap berat badan dan kadar trigliserida plasma tikus Sprague-dawley yang diberi pakan asam lemak